Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah kami hadir
- lagi di ruang dengar Ikhwan dan Akhwat
- setiap hari Jumat siang yaitu bersama
- guru kita Ustazah Helini Amran fikih
- wanita dan alhamdulillah kami hybrid
- saya dari kediaman saya dan nanti juga
- ustaznya dari seberang sana akan hadir
- di ruang dengar ikhwan dan akhwat dengan
- membahas salah satu tema yang tentu saja
- berkaitan dengan hari ini yaitu Isra
- Mikraj. Temanya adalah belajar dari
- peristiwa Isra Mikraj. Namun sebelumnya
- mari kita sapa terlebih dahulu guru kita
- Ustazah Helini Amran. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat Mbak Olin?
- Masyaallah alhamdulillah sehat Ustazah
- juga. Mudah-mudahan sehat Ustazah.
- Amin insyaallah.
- Amin ya insyaallah. Dan juga harapan
- kami yang mendengarkan siaran kami pada
- siang hari ini juga diberkahi kesehatan.
- Dan untuk mempersingkat waktu kami
- persilakan
- untuk memulai tafadul Ustazah
- ya. Jazakillahir Mbak Olin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi
- alafaina
- faasbahna binikmati ikhwana. Ya rabbana
- lakal hamdu bil iman. Ya rabbana lakal
- hamdu bil islam. Yaabbana lakal hamdu
- bil quran. Lakal hamdu bilal ahli wal
- muah.
- Muhammadin wa alihi wa aj
- Allahumma barik lana fi Rajab wa s'ban
- wigna Ramadan. Amin ya rabbal alamin. Ee
- hari ini bertepatan ya Mbak Olin ya ee
- peristiwa Isra Mikraj ya 27 Rajab.
- Menurut kebanyakan para ulama. Ee kita
- belajar dari peristiwa Isra Mikraj.
- Sebenarnya banyak sekali hikmah
- pelajaran yang dapat kita ambil dari
- peristiwa Isra Mikraj ini. Nanti kita
- batasi ya di antaranya ya ee tentang ee
- bagaimana
- peristiwa mikrajnya Rasulullah. ada
- tidak banyak akan kita ambil pelajaran,
- tapi kita ee sedikit mengulang kembali
- apa yang telah kita pahami, kita
- memahami bahwa Isra Mikraj ini bukan
- sekedar peristiwa sejarah saja ya, tapi
- dia adalah ee peta jalan keimanan.
- Allah mengundang Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- memperjalankan beliau, yaitu makna isra
- itu kan memperjalankan beliau dari
- Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
- Kemudian mengundang beliau dari Masjidil
- Aqsa itu ya ke Sidratul Muntaha. Jadi
- dari bumi menuju langit. Nah, ini
- sebenarnya untuk mengajarkan kepada kita
- bahwa iman itu tidak akan ee muncul
- tanpa ee perjuangan. Artinya itu kan
- perjalanan itu kan peristiwa luar biasa
- ya. Kalau di masa Nabi itu kan dianggap
- aneh. Tapi inilah mukjizat ya. Mukjizat
- agung yang memiliki pesan yang sangat
- mendalam. Ini memang perjuangan yang
- luar biasa ya. Nah, kita lihat dulu
- bahwa ee peristiwa Isra Mikraj ini tentu
- latar belakangnya juga ada ya terjadi ya
- perjalanan malam dari Masjidil Haram ke
- Masjidil Aqsa ee ke Yerusalem itu tentu
- ada peristiwa sebelumnya yang ee
- mendahuluinya. Artinya sebelum
- terjadinya peristiwa itu ee terjadi
- hal-hal yang luar biasa ya. latar
- belakang ee terjadinya kondisi
- Rasulullah saat itu. Kita tahu ya bahwa
- ee peristiwa Isra Mikraj ini kebanyakan
- ulama ee menyebutkan terjadinya pada
- tahun ke-10 kenabian ya kan Islam itu
- kan disebarkan selama 23 tahun. 13 tahun
- di Makkah, 10 tahun di Madinah. Nah, ini
- ketika ee di Makkah itulah tahun ke-10
- kenabian gitu ya terjadinya peristiwa
- Isra Mikraj. Jadi ada ee beberapa
- peristiwa yang terjadi sebelum Isra
- Mikraj ini. Sekali lagi ee tentu kita
- mempelajari sejarah ya latar belakang
- sebelum terjadinya peristiwa Isra Mikraj
- ini terjadi hal yang sangat luar biasa
- ya. Kalau dilihat ee 3 tahun lamanya
- Rasul diboikot ya sejak tahun keet7uh
- penabian sampai tahun ke-10 itu kan
- pemboikotan luar biasa besar. itu ee
- kondisi yang sangat-sangat ee kita
- tahulah ya. Dakwah Nabi itu kan butuh
- perjuangan, pengorbanan air mata ya.
- Bahkan ee syahidnya para sahabat yang
- mengikuti dakwah Nabi itu luar biasa.
- Nah, puncaknya itu adalah tahun ke-10
- kenabian ya. Bagaimana ee tahun itu
- dinamakan Amul Husni ya. Amul Husni itu
- tahun kesedihan. Jadi ee itu bagi Rasul
- itu luar biasa wafatnya pamanda, paman
- beliau Abu Thalib ya yang menjadi
- pelindung dakwah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam selama ini ya. Walaupun
- beliau tidak masuk Islam tapi jasanya
- tuh sangat besar ya. Melindungi Nabi,
- merawat Nabi sejak kecil, mengajarkan
- Nabi, membimbing Nabi untuk berusaha ya
- berniaga sampailah Rasulullah diutus
- menjadi nabi menyebarkan dakwah Islam.
- Beliaulah yang membantu
- melindungi ponakannya ya Abu Thalib ini
- dari tekanan dan kekerasan Quraisy ya.
- Karena memang semakin keras ya
- tekanan-tekanan tersebut ya. Ee
- bagaimana ee dakwah Nabi sangat terancam
- ya. Maka ada Abu Thalib ini beliau
- melindungi secara fisik ya. Nah,
- bagaimana bayangkan kalau beliau
- meninggal ya? Apalagi istri beliau
- tercinta ya, Ibunda Khadijah ya. Beliau
- selama 25 tahun mendampingi Rasulullah
- dalam berdakwah. Ya, bantuan beliau ee
- dukungan beliau, lahir, batin, moral,
- materi, semuanya itu untuk perjuangan
- Rasulullah. 25 tahun berumah tangga itu
- adalah bukan waktu yang sangat singkat,
- itu waktu yang luar biasa ya. 15 tahun
- itu ee pernikahan biasa ya, yang tanpa
- ada ee diutus menjadi rasul ya.
- sebagaimana ee kebanyakan rumah tangga
- penuh dengan harmonis, kasih sayang, ee
- rumah tangga yang bahagia ya. Kemudian
- ee itu selama kan Rasul ee menikah usia
- 25 tahun, diutus menjadi nabi 40 tahun.
- Ya, 15 tahun itu pernikahan rumah tangga
- biasa saja. Nah, 10 tahun setelah diutus
- menjadi nabi, ibunda Khadijah tuh luar
- biasa mendukung sepenuhnya. sampailah
- puncaknya ketika ee di boikot itu ya, di
- akhir boikot itu kan beliau tuh sudah
- usia 65 tahun
- ya ee 65 tahun tuh lumayan ya untuk
- perjuangan dakwah ee yang penuh dengan
- kesulitan ya, kelaparan ya, pemboikotan
- itu kemudian meninggal. Jadi padahal
- beliau itu adalah tempat keluh
- kesesannya Rasulullah, tempat penopang
- jiwa Rasulullah, tempat pendamping
- Rasulullah, tempat penentang hati
- Rasulullah. Ketika dakwah yang dirasakan
- itu sangat berat, intimidasi, teror yang
- dilakukan oleh orang-orang kafir
- Quraisy. Nah, meninggal itu tentu
- dampaknya luar biasa ya. Ee kita kita
- bisa merasakan kesedihan itu. Maka
- dinamakanlah ulama ee menamakan tahun
- itu Amul Husni, tahun dukacita. Nah,
- kita ee setelah ee menjalani tahun
- dukacita, beliau kemudian berusaha untuk
- terus berdakwah karena ini adalah
- kewajiban beliau menyebarkan dakwah.
- Beliau pun pergi ke Thaif. Thaif itu
- kurang lebih sekitar 60 sampai 100 kilo
- ya dari Makkah ya ke Thaf itu jalan kaki
- ya. Beliau menyebarkan dakwah barangkali
- ada dukungan, ada perlindungan ya dari
- penduduk Thaif. Ternyata tidak ya.
- Beliau malah ditolak dakwahnya, dihina,
- dilempari batu hingga kaki beliau itu
- berdarah. Ya. Ya. Ee kita sudah tahu itu
- ya memahami bagaimana kondisi dakwah
- beliau ke Thaif. Bahkan malaikat itu
- menawarkan agar menghancurkan ee
- penduduknya. Tapi Rasulullah dengan e
- kasih sayangnya menyebutkan, "Innahumun
- la yalamun." Mereka adalah kaum yang
- tidak paham. Ya, barangkali dari anak
- cucu keturunannya lahirlah generasi yang
- mengikuti dakwah Nabi. Nah, artinya ini
- puncak puncak penderitaan batin dan
- fisik Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Ya, terputusnya dukun dukungan
- dunia ya tidak ada lagi perlindungan
- keluarga, tidak ada lagi perlindungan
- politik, tidak ada lagi perlindungan
- sosial. Secara lahriah Nabi itu
- sendirian. Artinya para sahabat itu ee
- berhijrah ke Habasyah, ya. Maka pada
- titik inilah pertolongan Allah datang
- langsung dari langit ya, bukan dari
- manusia. Maka terjadilah peristiwa Isra
- dan Mikraj, memperjalankan Rasulullah
- dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
- Ya, tentu saja ee Isra Mikraj Nabi ini
- adalah dengan jasad dan ruh ya. Karena
- ini bagian dari mukjizat. Jadi Isra
- Mikraj ini mukjizat sebagaimana mukjizat
- yang dialami oleh Nabi Ibrahim ya
- dibakar tapi tidak ee mempan apinya ya.
- Bagaimana mukjizat Nabi Nuh dengan ee
- bahteranya, bagaimana mukjizat ee Nabi
- Isa alaihi salam yang lahir tanpa bapak
- dan seterusnya. Ini adalah bagian
- mukjizat. Nah, artinya apa? Ketika ee
- Rasulullah di Isra dan Mikrajk itu
- hikmah
- besar yang kita ambil, pelajaran yang
- kita ambil dari kisah ini adalah ketika
- manusia menutup semua pintu, Allah
- membuka pintu langit. Jadi kita belajar
- ya bahwa ujian cobaan di dunia ini
- enggak ada apa-apanya selama Allah masih
- ada bersama kita. Maka Allah mengundang
- nabinya untuk menerima kewajiban salat.
- Nah, ini adalah ee oleh-oleh ya dari
- mikrajnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Artinya dengan Isra Mikraj ini
- Allah ini cara Allah menghibur
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yang bisa melepaskan beban ee
- beban-beban berat ya dalam ee ujian
- menyebarkan dakwah ee tauhid ya.
- Bagaimana Allah dengan cara Isra Mikraj
- ini menghibur dan menenangkan hati
- Rasulullah bahwa ee hidup di dunia ini
- hanya sementara, menjalankan semua
- tanggung jawab, tugas-tugas kenabian.
- Dan Rasul juga diperlihatkan surga dan
- neraka bahwa nanti hidup kita itu tidak
- hanya batas dunia, ada akhir yang nanti
- kita akan ee kembali. Nah, jadi artinya
- di sini adalah kita belajar ya dari
- peristiwa Isra Mikraj. Ujian hidup dunia
- itu enggaklah seberapa. Ada tempat yang
- kita perlu bantuan pertolongannya dan
- cara atau media agar kita bisa
- berkomunikasi kepada si pencipta,
- pemilik alam semesta dan pemilik
- kehidupan dan kematian ini adalah dengan
- cara salat. Jadi, salat ini adalah
- kebutuhan seorang hamba. Salat ini
- adalah media atau alat untuk kita
- bertemu, tersambung, terkoneksi langsung
- dengan pencipta kita, pencipta alam
- semesta, pemilik dunia dan segala isinya
- ini yang telah menciptakan kita dan
- kepadanya nanti kita kembali. Maka
- oleh-oleh yang terbesar itu adalah
- salat. Nah, kita tahu salat ini ee
- satu-satunya syariat ya yang Rasulullah
- diundang langsung menuju Allah. Kalau
- syariat yang lain itu pakai perantara
- ya, malaikat Jibril ya menyampaikan
- apakah kewajiban saum, puasa, kewajiban
- haji, tapi salat ini maka asalatu
- mikrajul mukminin. Salat itu menjadi
- mikrajnya seorang beriman. Ya, kalau
- kita bisa katakan ya. Jadi kalau kita
- belajar dari ee peristiwa Isra Mikraj
- ini dengan oleh-olehnya salat, nah kita
- mengambil pelajaran
- bahwa salat itu sebagai mikrajnya orang
- beriman. Healing ya kalau kita suka
- healing, mau keluar ee mana mumet ganyak
- ee persoalan pokoknya banyak ujian
- cobaan mau healing, healing ke mana
- jalan-jalan. Nah, healingnya seorang
- beriman itu adalah dengan salat. Karena
- salat ini adalah media komunikasi pada
- Allah dengan sebesar apapun ya yang kita
- miliki ya, ujian-ujian cobaan ya. Ya,
- kita enggak ada orang yang tidak diuji
- ya. N kita lihat ujian Rasulullah itu
- luar biasa ya. Menyebarkan Islam, tidak
- ada backup backup ya ee dukungan itu
- semua sudah meninggal ya. Orang yang
- terdekat yang membantunya tuh ya Allah
- sedih banget ya. Teman hidup pendamping
- ee perjuangan kita tuh sudah tiada.
- Sedih sekali. Oleh karena itu, Allah ee
- undang Rasulullah dengan salat. Maka
- salat ini adalah tempat komunikasinya
- seorang beriman terhadap Allah. Sebesar
- apapun ujian, cobaan, penderitaan, luka,
- susah, sedih, apapun itu dengan salat.
- Dengan salatlah media kita berkomunikasi
- mencurahkan
- seluruh apapun yang kita rasakan, semua
- kesedihan, kepiluan, kedukaan kita itu
- salat. Maka salat ini menjadi sesuatu
- yang paling disukai oleh Nabi ya
- dijadikan salat itu yang paling
- menyenangkan hatiku. Ya, jadi artinya
- kita belajar dari peristiwa Isra Mikraj
- ini dengan salat berusaha semaksimal
- mungkin untuk menjadikan salat ini
- sebagai sesuatu yang menyenangkan kita,
- sesuatu kebutuhan kita. Penderitaan
- hidup itu banyak. Tidak ada orang yang
- tidak diuji. Tapi bisakah kita
- menjadikan salat tempat curhat kita
- kepada Allah? Kita mengadukan semua
- penderitaan-penderitaan hidup. Kan Allah
- yang memberikan kita ujian. Hidup di
- dunia ini kan darul ibtila. Dunia ini
- kan tempatnya diuji. Nah, cara kita
- untuk ee menentramkan, menenangkan hati
- kita yaitu dengan
- bermunajat kepada Allah. Ya, makanya eh
- dikatakan karena amrun rasul itu ketika
- menghadapi masalah apapun beliau segera
- salat. Maka kita berusaha mengambil
- pelajaran dari peristiwa ini. Ketika
- hati kita gelisah, kita berusaha untuk
- menjadikan salat sebagai penghiburnya.
- Saat sedih kita bisa melakukan salat,
- ya. Saat bingung, ya. Artinya salat itu
- menjadi tempat curhat kita karena itu
- tempat aman. Allah yang akan mengirimkan
- ketenangan di hati kita. Kalau curhatnya
- ke media sosial itu bukannya curhat bisa
- jadi malah bencana buat kita ketika aib
- jadi tersebar. Padahal kita
- diperintahkan Rasulullah untuk menutup
- aib. Maka kita jadikan Allah sebagai
- tempat curhat kita ya dengan penderitaan
- apapun seperti apapun ujian yang kita
- alami itu dengan salat ya dengan
- curhatnya. Makanya salat itu kan kalau
- lima waktu itu kan wajib ya. itu sudah
- jelas itu tempat ee lima waktu itu sudah
- menjadi keharusan. Nah, bisakah kita
- mengambil pelajaran dari peristiwa ini
- agar menjadikan salat itu sebagai
- kebutuhan, bukan sebagai kebiasaan atau
- keterpaksaan.
- Ya, salat itu adalah tempat seorang
- hamba dengan Rabbnya bermesraan,
- berkomunikasi langsung. Ya. Jadi kalau
- kita bisa menjadikan misalnya azan itu
- adalah panggilan langit ya, takbir itu
- adalah awal mikraj. Kemudian sujud itu
- adalah posisi terdekat dengan Allah.
- Maka Allah kan Rasulullah memerintahkan
- fair doa ya. Perbanyaklah doa ketika
- kita sujud. Maka kita mengambil hikmah
- bagaimana keimanan itu akan menjadi
- kokoh, menjadi kuat ketika kita
- memprioritaskan salat. Karena salat itu
- sebagai bentuk ketaatan kita dan
- kedekatan kita kepada Allah ya.
- Mengikuti jejak Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ya. Ee bagaimana
- memperbaiki salat itu menjadi hal yang
- utama ya dalam momentum Isra Mikraj ini.
- Sudahkah salat itu menjadi mikrajnya
- kita? Sudahkah kita mengembalikan roh
- salat dalam kehidupan kita? Sudahkah
- kita menjadikan salat itu sebagai
- penolong dalam menghadapi ujian cobaan
- dalam kehidupan kita? Sudahkah kita
- mampu dengan salat ini mencegah diri
- kita dari perbuatan fahsya dan mungkar?
- Sudahkah keluarga kita menjaga dan
- mendirikan salat? Sudahkah kita
- benar-benar melaksanakannya sesuai
- dengan yang telah Rasulullah contohkan?
- Maka sekali lagi,
- momentum Isra Mikraj ini adalah momentum
- untuk kita bermuasabah ya, mengambil
- pelajaran. Sudahkah salat ini mampu
- mempengaruhi kehidupan kita ya. Ee ya
- artinya di sini kita terus terus-menerus
- memperbaiki diri ya. Karena beberapa ee
- kalangan ulama mengatakan kalau hidup
- seseorang itu tidak baik-baik saja,
- terasa susah, terasa sulit, banyak
- penderitaan, banyak ujian cobaan, coba
- periksa salatnya, periksa hubungannya
- dengan Allah. Apakah memang sudah
- baik-baik saja atau tidak? Apakah salat
- kita itu hanya sekedar formalitas hanya
- untuk menunaikan kewajiban saja atau
- memang suatu kebutuhan? Ya. Jadi sekali
- lagi pelajaran untuk kita adalah bahwa
- Isra Mikraj ini mengajarkan kepada kita
- bahwa mengimani Allah sebagai pencipta
- langit dan bumi, mengimani Rasulullah
- sebagai qudwah kita, tentu kita akan
- menjalankan semua perintahnya dan
- utamanya itu adalah salat. Ya, salat itu
- kedekatan hubungan seorang makhluk
- terhadap khaliq, penciptanya. Salat itu
- kita mengikuti sebagaimana Rasulullah
- melaksanakan salat. SU kamauni usoli.
- Nah, ini eh pelajaran di antaranya ya
- pasti banyak hikmah pelajaran yang dapat
- kita ambil dari peristiwa Isra Mikraj
- ini. Yang utama yang saya sampaikan ini
- yang utama dan pertama itu adalah mulai
- memperbaiki salat kita ya. Merasakan
- kenikmatan salat tersebut ya. Ee tidak
- hanya sekedar penunaikan kewajiban, tapi
- benar-benar kita melaksanakannya ee
- karena kita butuh ya. Nah, ini yang ee
- pelajaran atau kita belajar dari
- peristiwa Isra Mikraj yang pertama.
- Kemudian berikutnya adalah
- dari peristiwa ee Isra Mikraj ini kita
- ingin ee bagaimana
- ee kondisi Palestina ya. Kita tahu
- bagaimana kondisi saat ini Palestina
- tidak baikback saja. Padahal kan ee
- Masjidil Aqsa itu kan disebutkan ya
- dalam Al-Qur'an ya dalam surah Al-Isra
- ya. Bahkan peristiwa Isra sendiri itu
- dijadikan nama surat salah satu surat
- surah Al-Isra ya. Subhanalladzi asro
- biabdihi lailan minal masjidil haram
- ilal masjidil aqsadzi barokna haulahu.
- Ya linurhu min ayatina. Jadi dalam ee
- surah al-Isra ayat 1 ini, subhanallah
- subhanalladzi maha suci Allah yang telah
- asra memperjalankan hamb-Nya pada malam
- hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil
- Aqsa yang Allah telah ee berkahi
- sekitarnya ya sekelilingnya.
- Jadi ee ini termasuk pelajaran yang
- dapat kita ambil dari peristiwa Isra ini
- bahwa Allah telah memperjalankan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
- Ini dua dua masjid yang diabadikan Allah
- dalam Al-Qur'an. Masjidil Haram dan
- Masjidil Aqsa. Jadi ini berarti ini
- suatu hal yang sangat penting bahwa
- perjalanan Isra ini sampai namanya
- diabadikan menjadi surah Al-Isra
- disebutkan dua masjid, Masjidil Haram
- dan Masjidil Aqsa yang kita baca
- selama-lamanya. Kalau kita baca
- Al-Qur'an melewati surat Al-Isra pasti
- kita baca ya sampai akhir zaman itu kita
- baca dan tanahnya diberkahi. Alladzi
- barokna haulahu. Allah menyatakan bahwa
- itu tempat diberkahi. Bahkan Nabi
- mengatakan itu masjid ya yang tiga
- masjid yang kita diperintahkan untuk ee
- mengunjunginya. Dan kita tahu Palestina
- itu adalah ee ardul anbiya, tanahnya
- para nabi. Maka ketika kita mengambil
- pelajaran dari peristiwa Isra Mikraj ini
- bahwa ee ini terkait dengan Baitul
- Maqdis, ini terkait dengan Palestina.
- Jadi bukan sekedar kalau kita bicara
- Baitul Maqdis ya atau Palestina
- itu bukan sekedar hubungan politik dan
- geografi saja tapi ini adalah hubungan
- akidah. Ini adalah sejarah kenabian. ini
- adalah ibadah dan amanah keimanan dan
- tanggung jawab bagi umat Islam di mana
- pun sampai kapanpun. Jadi umat Islam itu
- harus bersatu untuk membebaskan Masjidil
- Aqsa. Karena masjid kita tahu sekarang
- Masjidil Aqsa itu tidak dipegang oleh
- umat Islam, dikuasai oleh musuh-musuh
- Islam. Apalagi sekarang ini, ya Allah
- lihat berita tuh ya, bagaimana seorang
- muslimah tidak tidak dibolehkan masuk ke
- Masjidil Aqsa hanya dengan membawa
- Al-Qur'an. Itu kita rasa gimana ya, umat
- Islam itu kan satu tubuh. wajib untuk
- membantu saudaranya yang terzalimi. Maka
- Baitul Maqdis ini memiliki kedudukan
- istimewa di dalam Islam. Kiblat pertama
- ya sebelum kita menghadap ke Ka'bah,
- Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa ini
- adalah kiblat pertama. Jadi umat Islam
- awalnya itu salat menghadap Baitul
- Maqdis sebagai kiblat ya kan. Ketika
- salat diwajibkan ya Rasulullah diundang
- ke Sidratul Muntaha itu kan ya. Ya, kita
- enggak usah bahas yang dari 50 menjadi 5
- lah. Intinya tuh kewajiban salat lima
- waktu. Nah, itu pertama kali
- menghadapnya menghadap Baitul Maqdis ya.
- Nah, kita tahu bahwa Baitul Maqdis itu
- adalah tanah para nabi, tempat hidup dan
- dakwah para nabi ya. Nabi Ibrahim di
- sana, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Isa,
- itu semuanya adul anbiya ya. Maka kita
- kaitkan dengan keimanan ya. bagaimana
- kondisi ee Masjidil Aqsa saat ini ya,
- Baitul Maqdis ini. Ini simbol keberkahan
- dan kesucian. Jadi, keimanan kita itu
- tercermin dalam bagaimana kita
- menghormati dan memuliakan tempat-tempat
- suci seperti Baitul Maqdis ini. Ini kita
- punya tanggung jawab untuk
- pembebasannya. Jadi umat Islam di mana
- pun kapanp memiliki tanggung jawab,
- memiliki amanah untuk memerdekakan,
- membebaskan tanah Palestina atau Baitul
- Maqdis ini dari kekuasaan
- penjajah, musuh-musuh Islam. Karena
- Baitul Maqdis ini memiliki sejarah
- panjang perjuangan umat Islam. Ya,
- pembebasan dan penjagaan tempat ini itu
- menjadi bagian dari tanggung jawab
- spiritual umat Islam. Jadi, tidak bisa
- kita sebagai umat Islam mengatakan, "Ah,
- itu mah di sana jauh, kita mah di
- Indonesia. kita harus mikirin yang di
- sini. Tidak, ini kan bagian dari akidah.
- Nah, ada satu isyarat yang sangat kuat
- ya, yang patut kita jadikan pelajaran
- yang ingin melibatkan diri dalam proses
- pembebasan Masjidil Aqsa yang diberkahi
- Allah ya. Ee ini kita lihat kita ngambil
- pelajaran dari keluarga Imran dalam
- surat Ali Imran ya. Ee jadi bahkan ee
- Allah menamakan surat itu menjadi surah
- Ali Imran, keluarga Imran ya. Ini
- isyarat yang kita jadikan sebagai
- karakter bagi siapapun yang ee turut
- andil membela Masjidil Aqsa. Ya, maka
- dibuat di dicantumkanlah itu ee surah
- Ali Imran ya kan dimulai dari ayat 35
- ya. ini ee saya kutip dari Ustaz Aur
- Rofi ya ee dalam pembahasan beliau
- tentang eh surat Ali Imran ya kan
- dimulai dari ayat 35 itu ya e istrinya
- Imron gitu yaqobal
- minaka antul.
- Jadi eh artinya tuh
- imron ya ketika ingatlah
- ya ingatlah maksudnya di sini idolat itu
- ingatlah itu artinya apa? kita diminta
- Allah untuk merenung ya kembali,
- me-review kembali peristiwa ini.
- Ingatlah ya, jadi kita diminta untuk
- merenung ya, mer-review lagi bahwa ini
- keluarga luar biasa nih yang terdiri
- dari Imron, istrinya ya kan kalau di
- surat Ali Imran tuh ya di awal di ayat
- 35 kan disebut ya. Jadi ada Imron
- sendiri ya ee kemudian istrinyaq
- timraatu Imron kan istrinya. Kemudian
- nanti Maryam anaknya itu Nabi Zakaria
- istrinya. Kemudian Nabi Isa ya anaknya
- ee ibunda Maryam. Yahya anaknya e
- Zakaria. Nah itu kan keluarga Ali Imran.
- Keluarga disebutlah dia Ali Imran. Nah
- idqalat imroat. Jadi ee kita lihat kunci
- kata kunci pertama itu disampaikan oleh
- istri Imron ya. Ee ketika istri Imran
- idola tim eh idqroatu
- imronbi inni nadartu laka. Jadi istri
- Imron ini eh beliau
- eh menyatakan ya mengatakan ya inni inni
- nadartaka.
- Ya Allah, aku bernazar. Jadi kalau kita
- lihat ya nazar, nazar itu kan ee istilah
- agama ya. Jadi memang sejak awal ee
- istri Imron ini sudah memikirkan
- kelangsungan Masjidil Aqsa. Ini kan di
- Masjidil Aqsa semua ya. Sehingga karena
- pemikirannya harus menyelamatkan, harus
- ee menjaga Masjidil Aqsa. Jadi dalam
- pikirannya tuh sampai hamil pun beliau
- itu menazarkan inni nazartu ya lakama fi
- batni apapun yang ada dalam rahimku.
- Jadi artinya ketika beliau memikirkan
- tentang Masjidil Aqsa tentu ada yang
- merawatnya ya, ada yang mengelolanya
- dengan serius dan secara khusus memang
- memperhatikan Masjidil Aqsa. Maka sampai
- beliau itu menazarkan seseorang kalau
- sudah bernazar kan menganggap itu suatu
- hal yang penting kan. Jadi kalau nazar
- itu kan bahasa agama nazar ya ee apa ya
- nazar itu ya nazar kalau bahasa sekarang
- nih kalau kita terjemahkan ya bahasa
- sekarang tuh ee ee ini nazarulaka aku
- bernazarkan kalau bahasa sekarang aku
- punya program jadi dia ingin memiliki
- program grand desain sejak dari awal ee
- sudah membuat program yang lengkap yang
- utuh yang sempurna apa itu menyiapkan
- orang-orang yang akan mengelola dan
- mengurus Masjidil Aqsa termasuk yang
- akan membebaskannya. Inak maharon
- ya. Jadi muhararan ini orang yang
- dikhususkan untuk mengurus Masjidil Aqsa
- ya. Walaupun ee muharrarun itu kan untuk
- laki-laki ya muharrorun bukan muhar
- muharrh gitu ya. Jadi memang ee
- keinginan istri Imron ini dengan
- menazarkan bayi yang dalam kandungan,
- janin yang dalam kandungannya itu untuk
- muharroron ya. karena bisa jadi
- laki-laki ya, karena niatnya tuh
- inginnya laki-laki. Karena memang pada
- saat itu laki-lakilah yang ee khusus ya
- untuk mengelola masjid ya, untuk ee
- memperjuangkannya ya untuk merawatnya,
- meri ayahnya itu memang laki-laki ya ee
- memang perempuan tidak dilibatkan tapi
- ternyata lahirlah perempuan ya. Ya. Ee
- jadi ee ee di sini dikatakan rabbi inni
- waduha unsa. Ya Allah, ternyata Engkau
- takdirkan aku punya ee lahir anak
- perempuan. Padahal kan aku ingin nazar
- menazarkan ee janin ini ee untuk
- muhararan, untuk ee beribadah sepenuhnya
- kepadamu. Ternyata lahirnya perempuan.
- Ya enggak apa-apa ya. Tapi di sini Nabi
- apa istrinya Imron ini tidak menyesali.
- Beliau malah langsung mengatakan, "Wa
- inni samai Tuhan Maryam." Aku berikan,
- aku namakan dia eh Maryam. Jadi ini
- korelasinya antara Muharon dengan
- Maryam. Muhararon itu kan ee artinya
- orang yang tumbuh menjadi abid, orang
- yang beribadah ee kepada Allah ya. Di
- Masjidil Aqsa itu kalau kita abid itu
- pengertiannya luas ya, tidak hanya
- salat, ibadah, rukuk, sujud saja, tapi
- abid itu dalam hal luas ya sampai bisa
- mengelola, meriayah, memperjuangkan,
- membebaskan Masjidil Aqsa. Apalagi pada
- saat itu Palestina dikuasai oleh orang
- Romawi. Jadi kita ee memahami ya bahwa
- fikrah pemahaman istri Imron terhadap
- penjagaan Masjidil Aqsa itu sudah luar
- biasa. Sampai beliau menazarkan ternyata
- lahir perempuan. Nah, ini artinya apa?
- Perempuan turut andil juga untuk
- pembebasan Masjidil Aqsa. Maka dinamakan
- Maryam. Maryam itu kan bahasa Ibrani ya,
- bahasa abidah artinya ya, sama dengan
- Muharon. Jadi nama itu sendiri memenuhi
- kriteria yang diinginkan oleh istri
- Imbron. Yaitu ini jadi isyarat buat kita
- ya, bahwa memperjuangkan Masjidil Aqsa
- itu juga melibatkan perempuan. Jadi
- Allah menyiapkan perempuan hebat ya e
- istri Imran itu lahirlah Maryam. Nah,
- ini ini kunci buat kita ya bahwa ee
- momentum Isra Mikraj ini adalah jangan
- lupakan Palestina. Palestina itu menjadi
- perhatian umat kapanpun, di mana pun
- termasuk juga muslimah ya perempuan
- memperjuangkan pembebasan Masjidil Aqsa
- ya. Kalau kita kan ya mungkin juga ke
- sana ya untuk berjihad ya paling tidak
- menanamkan kesadaran kepada generasi
- kita bahwa Masjidil Aqsa ini adalah
- bagian dari perjuangan penting umat
- Islam di mana pun berada untuk ee
- membebaskannya dengan kunci dengan apa?
- Kunci dengan doa dan segala macam ya.
- Nah, kemudian ee dari doa e dari ayat 35
- terus kemudian 36 itu ya tentang istri
- Imran ini kan beliau langsung e berdoa
- kepada Allah wa inniuhaikaha
- minasyaitanirjim
- artinya ee aku ee apa ee aku mohon
- kepada Engkau ya Allah aku mohon
- perlindungan kepada Engkau ee dari ee
- dia dan generasinya keturunannya itu
- lindungilah dia dari godaan setan yang
- terkutuk. Jadi artinya apa? Artinya
- generasi yang dilahirkan ini dibina,
- dididik ya sejak awal ya dia tumbuh
- untuk membebaskan Masjidil Aqsa agar
- tidak terkontaminasi dengan
- godaan-godaan setan. Wa inni uidika
- wataha minyairjim.
- Karena memang godaan setan,
- intrik-intrik setan itu luar biasa ya.
- Sangat parah ya. Ini pelajaran buat kita
- ya. bahwa ee di tengah perjuangan kita
- dalam membebaskan Masjidil Aqsa ini
- pasti ada nilai-nilai setan yang akan
- menghambat perjuangan ini, yang bisa
- memalingkan perjuangan ini, yang bisa
- menyebabkan lemahnya semangat kita, ya.
- Maka oleh karena itu ee
- perhatian kita kepada Masjidil Aqsa itu
- mestinya semakin bertambah dengan
- momentum peristiwa Isra Mikraj ini ya.
- Dari muhararon menjadi muharirin ya ee
- pembebasan Masjidil Aqsa. Jadi proses
- pembebasan Masjidil Aqsa ini membutuhkan
- waktu yang panjang ya. Perjuangan itu
- tidak mudah. Apalagi musuh yang kita
- lihat sekarang ini luar biasa ya, bisa
- mempengaruhi ee negara-negara yang ee
- umat Islam ya itu luar biasa mampu ya.
- Bahkan ee ada suatu barisan yang selama
- ini mendukung perjuangannya tuh dianggap
- teroris gitu ya. Jadi memang perjuangan
- ini perjuangan yang tidak mudah ee yang
- mestinya kita mewariskan kepada generasi
- berikutnya akan kewajiban untuk membela
- Masjidil Aqsa ini. Kewajiban ini ee
- terus kita wariskan kepada generasi
- berikutnya. Nah, inilah ee yang terkait
- dengan perjuangan Palestina. Jadi
- peristiwa Isra Mikraj ini tidak hanya
- sekedar kita membahas tentang kewajiban
- salat saja, tapi ada satu kewajiban yang
- mesti dipikul oleh seluruh umat Islam di
- mana pun mereka berada. Bagaimana
- pembebasan Masjidil Aqsa. Maka jangan
- lupakan Palestina ya. Selama Al-Qur'an
- dibaca dan diamalkan, selama salat
- ditegakkan dan didirikan, selama Isra
- Mikraj diyakini dan diperingati, maka
- Palestina akan selalu hidup di hati
- umat. akan selalu bangkit generasi
- pejuang pembela Masjidil Aqsa.
- Mudah-mudahan ee singkat ee dari
- pelajaran yang kita ambil dari ee Isra
- Mikraj ini mampu menggugah keimanan kita
- ya. Isra Mikraj ini menguji dan
- menguatkan iman kita ya. Karena ini Isra
- Mikraj Baitul Maqdis itu kan menjadi
- simbol keberkahan ya, simbol persatuan
- dan identitas umat Islam ya. Maka dalam
- momentum ini mudah-mudahan seluruh umat
- Islam semakin peduli untuk mendukung
- pembebasan Masjidil Aqsa. Wallahuam
- bawab. Ya, begitu.
- Masyaallah. Baik, Ikhwan dan akhwat.
- Telah kita dengarkan tadi penjelasan
- dari Ustazah Helini Amran perihal tema
- yang terkait pada hari ini yaitu belajar
- dari peringatan Isra dan Mikraj. Kami
- undang ikhwan dan akhwat untuk
- memberikan pertanyaannya. Silakan di
- nomor WhatsApp belum berubah 081199972.
- Insyaallah kami akan kembali dan ustazah
- akan menjawabnya. Tapi namun setelah
- jeda nasyid berikut ini.
- [musik]
- Enggak kedengaran ya Mbak Olin ya nasib
- ini ya. coba
- [musik]
- Radia Silaturahim juga Rasil TV. Saat
- ini ikhwan dan akhwat sedang menyimak
- fikih wanita bersama Ustazah Herlini
- Amran. Tema kita adalah bagaimana
- memaknai peristiwa Isra dan Mikraj.
- Karena tadi sudah selesai ternyata
- pemaparan dari Ustazah, em kita bisa
- langsung masuk ke tanya dan jawab. Saya
- akan membacakan pertanyaan pertama ini.
- Izin Ustazah dari Ibu ee sebentar. Ibu
- Hartini di Sukabumi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Peristiwa Isra Mikraj kental sekali
- tentang perintah salat, Ustazah.
- Bagaimana sikap kita yang karena
- kesibukan di rumah dan di pekerjaan kami
- sering sekali menunda salat karena
- merasa salat yang tepat waktu dan di
- masjid hanya untuk laki-laki. Terima
- kasih.
- Iya ya. Masyaallah. [tertawa]
- Eh kan ada dalam Alquran ya. Innata
- lilminina kitab maut. Jadi salat bagi
- orang beriman itu punya waktu yang sudah
- ditentukan. Atau misalnya ahabul amal
- indallah ya. Amal yang dicintai Allah
- adalah asalah fi aqatiha. Salat di awal
- waktu. Jadi sekali lagi bahwa salat
- untuk laki-laki yang tepat waktu itu
- yang berjamaah di masjid untuk
- laki-laki. Tapi bukan berarti perempuan
- itu boleh melalai-lalaikan salat. Tidak.
- Ya, bahkan kalau kita mempelajari fikih,
- fikih fikih fikih nisa ya ee yang
- terkait misalnya sudah masuk waktu salat
- ya, terus kemudian enggak dilaksanakan
- tuh mungkin karena banyak kesibukan ee
- misalnya ya zuhur tuh jam 12.00 kemudian
- karena banyak kesibukan atau tidak
- menomor satukan akhirnya jam .00 baru
- mulai salat. Ketika berwudu eh ternyata
- haid. Nah, itu para ulama termasuk Imam
- Syafi'i ya, mayoritas ulama mengatakan
- itu waktu zuhur yang dia belum sempat
- salat itu mesti diqada. Ya, artinya apa?
- Ketika sudah masuk waktu salat, maka
- wanita yang sudah mukalaf, yang sudah
- mukalaf itu yang sudah dibebankan
- syariat ya, yang sudah balih, e, yang
- sudah haid apa? Balih dan berakal, ya.
- Artinya sudah masuk waktu. Kemudian dia
- tidak mengerjakan kewajibannya karena
- berbagai alasan ya. Mungkin alasannya
- karena memang di perjalanan atau
- alasannya karena memang menunda-menunda
- tapi dia tidak melaksanakan di waktunya.
- Maka bukan berarti waktu itu gugur,
- bukan berarti waktu itu dia ya sudah
- berarti enggak wajib. Tidak. Para ulama
- termasuk mazhab Syafi'i ya ee dan yang
- lainnya itu mengqada waktu salat yang
- tidak sempat dia laksanakan karena
- halangan syari itu di waktu lain. Nah,
- jadi misalnya zuhur itu ya jam .
- ternyata ee haid itu bukan berarti gugur
- kewajibannya. Nanti dia qada. Qadanya
- kapan? Setelah dia bersih dari haid.
- Mungkin tergantung haidnya ya. Misalnya
- 6 hari. Nah, setelah 6 hari ee dia
- bersihnya di waktu isya misalnya ya.
- Nah, setelah dia mandi dia laksanakan
- qada salat tersebut. Dulu salat zuhur
- ya. Dia laksanakan zuhur itu dengan ee
- niatnya qadaan. Jadi bukan berarti ee
- kewajibannya itu gugur karena dia haid,
- kecuali apabila dia tidak sempat untuk
- menunaikan waktu salat di awalnya.
- Misalnya gini, salat zuhur tuh dia
- berjamaah ee mungkin di masjid ya ee
- salat zuhur bersama imam, dia sudah
- salat sunah tinggal menunggu imam
- menunaikan salat zuhur berjamaah. Nah,
- ketika dalam penungguan itu terasa kita
- kan perempuan terasa ya ada yang keluar
- ya. Nah, ini kayaknya nih haid nih.
- Memang sudah siklusnya. Setelah
- diperiksa ternyata benar haid. Maka dia
- tidak ee
- mengqada salatnya yang saat itu. Karena
- apa? Karena dia belum sempat untuk salat
- ee zuhurnya. Karena dia kan berjamaah
- dengan imam. Nah, itu tidak diqada. Nah,
- yang diqada itu yang memang ee tidak di
- waktunya ya. Apakah menunda dan
- sebagainya seperti itu. Jadi kewajiban
- atau di amalan yang dicintai Allah itu
- adalah salat ya. Awal waktu ini berlaku
- untuk semua. Bukankah hayya alas shah
- itu berlaku untuk semua yang sudah
- mukalaf. Ayo mari salat menuju
- kemenangan. Nah, cuman caranya aja kalau
- laki-laki memang di ee syariatkan ke
- masjid. Nah, kalau yang perempuan ya di
- rumah. Dan ini bagus loh untuk
- pendidikan anak-anak ya. Maksudnya
- anak-anak kita yang perempuan misalnya
- ya, agar ee menjaga waktu salat itu ya
- kita menunjukkan memberikan contoh yang
- baik. Misalnya ya ketika dengar azan
- kita sedang apalah repot apalah gitu ya
- kerja rumah yang enggak habis-habis di
- rumah mah kerja enggak habis-habisnya
- ada aja kan ya itu bisa kita stop ya
- dengar dengar azan kita jawab panggilan
- azan kita ajak anak-anak perempuan kita
- dengarkan itu azan kita jawab ya mereka
- juga sedang bermain kita stop dulu ini
- panggilan Allah nah kemudian kita
- menjawab ee panggilan azan kemudian kita
- salat berjamaah nah apabila model
- seperti ini kita terapkan pada keluarga
- kita itu insyaallah anak-anak kita itu
- akan sadar ya dengan kewajiban salatnya
- untuk di awal waktu. Begitu ya Bu Alam.
- Begitu ya Ibu ya. Iya. Baik Ibu Hartini
- mudah-mudahan terjawab ya. Saya akan
- beralih ini dari
- hamba Allah Ustazah di Cilengsi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Tadi ustazah
- menceritakan bagaimana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam mengalami
- masa-masa sulit sebelum Isra Mikraj. Dan
- Isra Mikraj merupakan hadiah dari Allah
- kepadanya. Ee apa pelajaran yang bisa
- kita ambil sebagai seorang wanita yang
- merasa bahwa doa-doa kita tidak terjawab
- atau mungkin belum terjawab, Ustazah?
- Iya. Ee begini, Ibu. ee perlu kita
- pahami bersama ya ee besarnya ujian
- cobaan yang kita hadapi, yang kita
- alami, tentu kita butuh tempat curhat,
- healing, ya, tempat mengadu. Nah, itu
- satu-satunya tempat yang aman untuk
- pengaduan kita. Menimbulkan ketentraman
- dan ketenangan hati plus pahala gitu ya.
- Ee kekuatan itu dengan salat. Nah,
- sekarang pertanyaannya kenapa ya belum
- juga dikabulkan ee doa kita dalam
- salat-salat kita dengan ujian yang
- demikian besar? Nah, perlu kita pahami
- bahwa doa-doa yang kita munajatkan itu
- ya prinsipnya doa itu ada tiga ya. Doa
- itu ada tiga ya. Pertama ee ketika kita
- salat itu kan artinya doa juga ya.
- Berdoa juga kan dalam salat itu kan juga
- minta juga kepada Allah ya. Apalagi
- kalau kita misalnya baca alfatihah itu
- kan doa iyaka na'budu wa iyaka nastain
- baru ihdinasiratal mustaqim itu kan doa
- apalagi doa ee duduk antara dua sujud
- semuanya doa ya apalagi doa yang kita
- munajatkan ya dalam sujud. Nah, terus
- kita merasa kok doanya belum dikabulkan.
- Nah, kita harus paham doa itu ada tiga
- ya. Ee pertama ketika kita doa itu kan
- ibadah ya. Adaaual ibadah. Doa itu kan
- ibadah. Kita berdoa aja tuh sudah jadi
- catatan pahala buat kita ibadah. Nah,
- jadi ada tiga. Pertama, bisa dikabulkan
- Allah semua permintaan kita, tapi butuh
- proses. Ya, proses kan enggak mungkinlah
- kita kayak sim salabim berdoa a langsung
- ada a gitu ya. Itu aja kalau sakit makan
- obat kan enggak langsung sembuh ya,
- butuh proses ya. Nah, begitu juga doa
- Rasulullah itu berdoa ya itu enggak
- langsung dikabulkan Allah. Misalnya
- ketika di Thaif
- itu ee Rasulullah memohon hidayah dan
- petunjuk kepada penduduknya agar
- anak-anak keturunannya tuh nanti beriman
- kepada Rasulullah ya. Padahal saat itu
- kan ee Rasulullah itu kan dizalimilah
- ya. itu pengabulan doa itu itu setelah
- ee itu kan tahun ke-10 ee tahun ke 11
- tahun setelah Rasulullah berdoa ketika
- Fatul Mekah tuh mereka datang dari Thaif
- beriman ee datang ke Madinah beriman itu
- butuh 11 tahun sampai saat ini tidak ada
- satuun nonmuslim ya yang tinggal di
- sana. Nah, itu pengabulan doa Nabi aja
- 11 tahun ya. Artinya apa? Artinya kita
- berdoa itu adalah kebutuhan kita ya.
- Adapun masalah pengabulan itu kita
- serahkan kepada Allah. Kita kewajiban
- hanya berdoa dan Allah itu adalah
- ibadah. Kita berdoa tuh kita sedang
- beribadah sebenarnya. Nah, itu satu ya.
- Yang kedua, bahwa doa kita itu
- dikabulkan Allah tapi diganti. Ya,
- dikabulkan. Apa yang kita minta itu
- dikabulkan tapi nanti diganti dengan
- yang menurut Allah itu yang terbaik
- untuk kita. Maka sekali-kali jangan
- pernah berkeyakinan atau menduga bahwa
- doa kita tidak dikabulkan.
- Kalau begitu kita sudah suuzon dengan
- Allah. Padahal Allah itu indadoni abdi
- bi. Aku itu tergantung sangkaan dugaan
- hambaku kepadaku. Nah, kalau kita
- sebagai hamba menduga Allah tidak
- mengabulkan ya begitulah jadinya enggak
- dikabulkan. Makanya jangan sekali-kali
- pernah terucap dalam lisan kita, "Kenapa
- ya kok enggak dikabulkan doaku." Nah,
- itu enggak akan dikabulkan ya. Jadi,
- yakin aja Allah akan mengabulkan.
- Pokoknya kita berbaik sangka kepada
- Allah ya. Bisa jadi kita minta A dikasih
- B. Kita minta misalnya ee ya Allah
- jadikanlah suamiku setia gitu ya, sayang
- dengan keluarga. Ternyata Allah beri
- ujian dengan pihak ketiga. Nah, tapi
- Allah gantikan dengan apa? anak-anaknya
- tuh sayang dengan ibunya gitu atau
- rezekinya berlipat. Jadi artinya ee bisa
- jadi ini adalah doa kita yang dikabulkan
- dalam bentuk yang lain. Contohnya gini,
- Mbak. Ada anak SD minta sama ibunya
- dibeliin motor. Aku butuh ke sekolah
- butuh motor. Padahal kan memang memang
- butuh karena sekolahnya jauh. Tapi anak
- SD loh enggak mungkin motor dikasih
- paling sepeda ya karena orang tua tahu
- apa kebutuhan anak tersebut. Nah, begitu
- juga Allah. Doa dikabulkan tapi diganti
- dalam bentuk yang lain. Doa minta
- turunan. Ya Allah karnya kan aku
- turunan. Setelah bertahun-tahun enggak
- punya anak juga ya. Setelah pokok enggak
- enggak punya sudah berusaha tidak juga
- dikabulkan. Artinya belum dikabulkan.
- Sebenarnya dikabulkan Allah tapi berupa
- apa? Rezeki yang berlipat. Ekonominya
- bagus gitu ya. Bisa jadi dengan
- ekonominya bagus itu bisa jadi peluang
- untuk membawa ee banyak pahala dengan
- pahala jariah ya. misalnya membantu ee
- apa namanya wakaf atau ilmu atau apalah
- ya yang dari harta itu kan jadi pahala
- jariah kan kita berharap mudah-mudahan
- dari tiga pahala jariah tuh salah
- satunya mudah-mudahan kita bisa dapatkan
- ya kalauun tiga-tiganya masyaallah tuh
- ya yang apa yang pahala jariah itu ya
- harta sodqah ya yang ee mengalir terus
- ya ilmu yang bermanfaat anak yang saleh
- itu kan jariah nah itu tiga-tiga itu
- kalau enggak punya salah satu aja nah
- kalau tidak atau memang belum belum atau
- memang Allah uji tidak diberikan
- keturunan, insyaallah kan Allah berikan
- harta ya. Dengan harta tuh bisa di ee
- jadikan jariah. Nah, atau yang ketiga
- tentang doa Allah tunda pengabulannya.
- Allah pending ya itu disimpan untuk
- nanti di yaumil akhir. Jadi berupa
- pahala yang berlipat. Nah, nanti di
- yaumil akhir itu nanti ada hamba yang
- bingung dia lihat kok pahalaku banyak
- amat ya. Padahal aku kayaknya amalanku
- pas-pasan gitu ya. Enggak banyak
- amalanku kok sekarang banyak pahalanya.
- Nah, itu dikatakan bahwa itu adalah
- doamu yang tidak yang tidak dikabulkan
- di dunia dijadikan simpanan di akhirat.
- Nah, kata hamba itu apa? Ya Allah, coba
- semua doaku enggak dikabulkan. Gitu ya.
- Masyaallah. Jadi, [tertawa]
- jadi seperti itu ya. Jadi insyaallah
- tidak ada yang sia-sia ketika kita
- berdoa kepada Allah. Bukankah Allah
- memerintahkan kita uduni astajib lakum.
- Kita diperintahkan berdoa karena doa itu
- adalah ibadah. Tapi jangan sekali-kali
- kita bersuzon dengan Allah. Kenapa doaku
- tidak dikabulkan? Itu salah ya. Jangan
- pernah keluarkan kalimat seperti itu ya.
- Insyaallah Allah mengabulkannya.
- Insyaallah. Kayak begitu ya. Yakin.
- Insyaallah.
- Insyaallah. Insyaallah. Baik. Saya
- beralih kemudian ke pertanyaan
- berikutnya ini dari Umi Ulfa di Cagung.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Mbak Kolin dan Ustazah
- Herlini.
- Waalaikumsalam.
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Sering sekali, Ustazah, saya menerima
- pernyataan seperti ini bahwa wanita atau
- ibu-ibu bahkan cukup fokus saja pada
- urusan rumah tangga dan ibadah pribadi
- dan tanggung jawab wanita yang utama
- yaitu anak-anaknya dan berbakti kepada
- suami. Tidak perlu jauh-jauh dan
- repot-repot memikirkan isu Palestina
- segala segala komentar-komentar ini dan
- itu. Bagaimana Ustazah memandang sikap
- ini?
- Benar banyak yang ngomong kayak begitu
- memang iya [tertawa]
- kan mungkin memahami hadis itu hanya
- satu aja Mbak satu hadis. Udah itu aja
- deh. Misalnya kan ada hadis ya ee
- tentang ee wanita ya ee shasaha
- salat khomsaha. Kalau dia seorang wanita
- tuh kalau salat lima waktu wasat ee
- syahroha puasa Ramadan wafidat farjaha
- dia menjaga kemaluannya waat jaha dia
- taat kepada suaminya maka disilakan
- kepadanya untuk memasuki pintu surga
- manaun ya itu ya jadi mungkin udahlah
- yang ini aja lah gitu ya ee jadi begini
- itu memang ee benar ya hadisnya itu
- dalam rangka ketaatan ya kepada suami.
- Tapi kita lihat dong sirah. Sirah kan
- kita ee mempelajari Islam itu kan tidak
- hanya dari satu hadis, dua hadis. Islam
- itu kan luas ya. Makanya dibutuhkan ilmu
- belajar untuk menambah dan meningkatkan
- ilmu kita. Kita lihat sirah, kita lihat
- istri Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, ibunda Khadijah, perjuangan
- beliau itu luar biasa loh. Ya, bahkan ee
- mungkin sangat jarang ya sekarang ini ee
- istri yang
- memiliki nafkah tapi suaminya yang ee
- mengendali maksudnya yang mengusahakan.
- Sekarang kan hitung-hitungan apalagi di
- TikTok, Mbak itu semua kewajiban suami
- tuh menafkahi itu gitu ya. Padahal kan
- [tertawa] kalau kita lihat sirah kalau
- yang penting kan suami istri itu saling
- bekerja sama ya. Kalau rezeki misalnya
- ee Allah berikan kepada istri ya betul
- memang kewajiban suami menafkahi tapi
- enggak ada salahnya mereka share sharing
- ya ya kayak misalnya 15 tahun Rasulullah
- dengan Ibunda Khadijah yang memiliki
- harta siapa sih?
- Ummu Khadijah.
- Ibunda Khadijah. Tapi kan fokus beliau
- ke rumah tangga karena enggak mungkin
- dong ngelola ee ekonomi dengan ada anak
- akhirnya diserahkan kepada suaminya. Ya,
- artinya 15 tahun itu ee yang memegang
- kendali ekonomi ee milik Ibunda Khadijah
- itu adalah Rasulullah. Enggak ada
- masalah tuh. Enggak saling terus ada
- yang mengatakan, "Nah, itu kan sebelum
- Islam. Oke, setelah Islam ya 10 tahun
- kemudian." Itu Rasulullah itu kan
- berdakwah dari mana hartanya? Dari
- ekonomi yang ada dimiliki oleh ibunda
- Khadijah. Artinya apa di sini? bahwa ee
- rumah tangga itu saling ya ee saling
- membawa manfaat. Kan ada lagi hadis ya,
- sebaik-baik kalian harikum itu ya anfaum
- binnas yang bermanfaat bagi orang lain
- itu kan umum juga bukan buat laki-laki.
- Nah, kita lihat tadi ya istri Nabi,
- Ibunda Khadijah lihat ibunda Aisyah
- radhiallahu anha. Beliau tuh kan tidak
- ngurusin rumah aja kan, tidak hanya
- dapur, kasur, sumur. Bahkan Rasul juga
- ee mengerjakan pekerjaan rumah kan
- ketika ditanya kepada ibunda Aisyah,
- padahal enggak punya anak loh, gitu ya.
- Apa yang dilakukan Rasul di rumah? Ya,
- sama seperti laki-laki ya, dia mengurus
- dirinya sendiri, dia menjahit bajunya
- gitu kan. Padahal Ibu Bud Aisyah ngapain
- sih gitu ya. Ternyata beliau juga
- menyebarkan ilmu yang beliau dapat dari
- baginda nabi. Bahkan Rasul memerintahkan
- para sahabat, "Ambillah separuh ilmu
- kalim kepada Humairo." Jadi itu kan juga
- mengajarkan juga kan mengajarkan atau
- misalnya Rasul pernah menyampaikan ya
- yang paling ee apa? Pertama mendahuliku
- adalah yang paling panjang tangannya.
- Itu bukan maling maksudnya ya. Ee Ibunda
- Aisah memahami panjang tangan. Ayo
- tangannya mana yang panjang gitu ya.
- Bukan itu ya. Maksudnya yang paling
- banyak sodqahnya. Ternyata kan Zainab
- binti Jahasy ya, Sayidah Zainab binti
- Jahasy yang suka banyak berderma ya.
- Nah, itu yang paling banyak. Nah,
- artinya kan di sini bahwa ee seorang
- istri itu kan enggak ngurusin rumah saja
- ya. Saya rasa ee ya mungkin masalah
- pemahaman ya. Kadang kala memang ada ee
- pemahaman yang bagi suami tidak rela
- istrinya memikirkan umat juga. Maksudnya
- udahlah jangan mikir ke sana nanti aku
- enggak ada yang ngurus gitu ya. Ee saya
- rasa ini kan perjuangan ya ketika suami
- istri itu memiliki visi misi yang sama
- ya pasti tidak ada dong kewajiban yang
- terlalaikan ya. Sebagaimana juga istri
- kan ketika dia membantu suaminya mencari
- nafkah kan bukan berarti suaminya jadi
- keenakan.
- ya. Suaminya juga bantu dong istrinya
- juga di rumah gitu ya, meng-handle kerja
- istri. Jadi mereka tuh saling ya. Jadi
- ibarat ee laki-laki perempuan tuh
- seperti saudara kandung gitu ya. Ee
- saling mendukung dakwah ya. Masyaallah
- ya. Ee kalau hanya di rumah ya mungkin
- dilihat juga kemampuan dan kapasitas.
- Tapi tidak semua juga seorang istri itu
- juga harus keluar. Tapi paling tidak
- sebagai ibu walaupun mungkin ee dengan
- kesibukan ya kan semua tergantung
- masing-masing keluarga kan beda ya
- tingkat ee kesibukannya apa tantangannya
- kan beda ya. Ada ibu yang anaknya beriap
- tahun punya anak itu kan beda dong
- dengan ibu yang anaknya hanya dua atau
- tiga. Tentu dia punya waktu luang yang
- lebih banyak. Paling tidak ini isu-isu
- global ini, isu-isu pembelaan Palestina
- ini itu tidak hanya harus keluar ke luar
- negeri atau apa ya, tapi dia yang lebih
- utama dan utama itu adalah mewariskan
- pemahaman ini kepada anak-anaknya. Ya,
- artinya ibunya juga harus punya ilmu
- dong bagaimana mengajarkan anaknya ini
- masalah kita bersama. Jadi walaupun dia
- di rumah tapi dia menjadi jendela ilmu
- buat anak-anaknya untuk kejayaan Islam.
- Jadi dari rumah dia mendidik
- anak-anaknya
- untuk perjuangan Islam ya. Jadi kalau
- saya lihat ya Mbak Olin ee para ulama
- dulu ya menjadi ulama itu andil ibunya
- luar biasa tuh ya. Walaupun ibunya tuh
- di rumah tapi dia telah membekali
- anak-anaknya dengan ilmu, dengan
- pemahaman ya. bahkan ee apa ulama-ulama
- pejuang itu kan berasal dari ibu ya dan
- tidak semua juga ibu yang harus keluar
- ya kan artinya kan semua tergantung
- latar belakang dan ee kesibukan yang
- dimiliki oleh ee seorang ibu. Jadi
- jangan bukan berarti kita menyuruh
- perempuan semua keluar rumah atau semua
- perempuan harus di rumah. Enggak juga
- dilihat kapasitas kapabilitas ya.
- dilihat dari ee ilmu kali ya yang latar
- belakang yang dimiliki oleh ibu itu.
- Jadi sekali lagi jika seorang ibu itu ee
- fokus kepada keluarga itu memang betul
- tapi ada tapinya ketika dia memiliki
- kemampuan, kenapa tidak dia bermanfaat
- untuk orang lain. Ya betul wanita itu
- adalah pemimpin di rumah suaminya dan
- akan diminta pertanggungjawaban atas apa
- yang dipimpinnya. Tapi ketika dia mampu
- ee memiliki tadi ya
- kapasitas-kapabilitas memiliki ilmu itu
- kan sangat sayang juga hanya untuk
- keluarganya. Seperti ustaz bagaimana
- Rasulullah memerintahkan sahabat ambil
- ilmu dari Aisyah ridana kan gitu ya.
- Jadi tidak semua wanita harus di luar
- rumahkan dan tidak juga harus semua
- wanita di dalam rumahkan gitu ya. Maka
- ini penting pembahasan ini antara suami
- istri menyamakan visi dan misi begitu ya
- Mbak ya. Nah,
- siap. Baik, sudah dijelaskan ya, Ibu.
- Jadi kalau memang ada yang bicara begitu
- ee tadi Ustazah bilangnya berarti kurang
- banyak ikut kajian [tertawa]
- dan kalau untuk suami istri lebih banyak
- diskusi kali ustazah ya. Ee kesepakatan
- satu sama lain. Baik ee saya beralih ke
- Cibinong. Ustazah ada Ibu Giri di sini
- bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh.
- Warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah,
- bagaimana kami melihat seseorang wanita
- rajin salatnya, rajin ngajinya, bahkan
- cenderung ee apa menghafal, namun
- kesulitan menjaga aurat dan lisan dalam
- pergaulan. Tidak berhubungankah,
- Ustazah, antara kesalehan yang dia
- lakukan dengan akhlaknya?
- I ee begini, Mbak. Salat itu mampu
- mencegah perbuatan buruk sebenarnya
- kalau kita memahami hakikat salat. Jadi
- salat itu mampu memperbaiki akhlak
- seseorang. Kenapa? Karena Allah sendiri
- menjelaskannya dalam Alquran. Innata
- tanha anil fahsya wal munkar. Itu kan
- jaminan dari Allah bahwa salat itu
- mencegah dari perbuatan fahsya dan
- mungkar. Fahya itu artinya apa? Pasya
- itu adalah keburukan yang disebabkan
- oleh hawa nafsu ya, zina apa biologis ya
- artinya dari perut ke bawah. Kalau
- mungkar itu yang diingkari itu dari
- perut ke atas pemikiran. Nah, artinya
- kalau salat seseorang itu benar tentu
- dia mampu menjaga akhlaknya, menjaga
- dirinya, menjaga perbuatannya dari
- perbuatan-perbuatan tidak baik. Nah,
- sekarang pertanyaannya ketika terjadi
- hal yang seperti ini
- di mana salahnya gitu ya? Nah, saya
- cerita ini dulu ada di masa Nabi itu ee
- seorang perempuan ya muslim ee seorang
- sahabiat yang diadukan kepada Rasulullah
- ya tentang dia. Dia tuh rajin loh
- salatnya, tahajudnya ee qiyamulailnya,
- infak sodqahnya, puasanya, pokoknya
- untuk ibadah-ibadah yang ee takabud itu
- ya, ibadah-ibadah harian itu bagus
- banget ya. tadi kayak salatnya benar,
- tapi dia itu kalau ngomong tujiz roha
- itu nyelekit gitu ya. Orang yang dengar
- itu jadi sakit hati ya. Ya. Atau mungkin
- akhlak yang lain mungkin auratnya kurang
- terjaga, pergaulan itu terjaga. Nah, apa
- kata Nabi? Oh, amma hiya fahya finar.
- Oh, kalau gitu mah di neraka gitu loh.
- Jadi sekali lagi
- ee ketika kita menemukan
- misalnya ada muslimah yang ibadahnya
- bagus bahkan mungkin ada yang ee hafal
- Quran misalkan gitu ya. Tapi kok begitu
- ya kan kita juga dengar Mbak Olin kok
- hafal Quran tapi kok melakukan perbuatan
- kaum Lut ya Nabi Luth ya kayak gitu ya.
- Nauzubillahzalik. Jadi sebenarnya ee
- bukan salah ee salatnya tapi orangnya
- yang tidak memaknai salat.
- Jadi orang tuh hakikatnya itu salatnya
- belum benar gitu ya. Salatnya itu belum
- mampu mencegah dirinya dari perbuatan
- mungkar. Dia salat tapi aurat masih
- terbuka. Dia salat kok masih zina. Kan
- orang yang koruptor juga ada yang
- salatnya bagus kan ya gitu ya. Bahkan
- yang ah apa ahli DKM yang pokoknya di
- masjidnya luar biasa tapi kok bisa jadi
- korupsi ya jadi koruptor ya gitu ya.
- Jadi ketika terjadi kemaksiatan dari
- perilaku-perilakunya yang bertentangan
- dengan syariat padahal dia salat itu
- sebenarnya bukan disalahkan salatnya
- orangnya yang belum menunaikan salat
- dengan baik. Bukankah dalam Al-Qur'an
- ada ee apa namanya? Firman Allah yang
- mencela orang yang salat. Fawail musina
- humun.
- itu kan orang yang salat dicela itu
- while while itu ee lembah nama lembah di
- neraka ee di neraka ya artinya juga bisa
- celakalah celakalah orang yang salat
- yang mana yang lalai dalam salatnya.
- Jadi orang-orang yang masih belum bisa
- menjaga auratnya, orang-orang yang masih
- belum bisa menjaga pergaulannya,
- orang-orang yang masih melakukan
- perbuatan fahsya, perbuatan mungkar,
- lisannya tidak ee baik ya, suka
- bergibah, memfitnah, dan segala
- macamnya, sementara dia masih salat
- juga, itu tidak disalahkan salatnya.
- Tapi salatnya itu belum dia tunaikan
- dengan sebaik-baiknya. Jadi pada
- hakikatnya salatnya itu belum
- dilaksanakan
- dengan sebenar-benarnya. Bukankah kalau
- dilakukan dengan sebenar-benarnya Allah
- juga menyebutkan ya aflahalminun ya
- beruntunglah orang yang beriman yang
- allina
- yang salatnya khusyuk. Jadi pemaknaan,
- penjiwaan, pemahaman dari bacaan salat
- itu mungkin belum diamalkan selama ini.
- Mungkin salat itu hanya sekedar
- penunaian kewajiban. Mungkin selama ini
- salat ini karena kebiasaan, bukan karena
- kebutuhan. Karena sudah terbiasa salat,
- akhirnya salat. Padahal enggak paham apa
- bacaan salat. Mungkin begitu kali, e,
- Bu, ya.
- Karena memang terlihat banyak juga,
- Ustaz, yang kelihat tampilannya khusyuk.
- Bu, baik. Tapi ternyata di belakang
- Allah buka ee kekurangan atau aibnya dan
- semua itu kayak kok gitu. Padahal
- seperti salatnya bagus ya. Nah,
- ya bagus. Taat,
- Mbak. Ada para sahabat itu berdoanya
- doanya gini. Allahumma inni azubika min
- khusyuin nifaqo. Tuh doanya begitu. Ya
- Allah lindungilah kami dari kekhusyukan
- orang-orang munafik. Jadi ee kayaknya
- kayaknya ini banget alim banget.
- salatnya kayaknya khusyuk banget kayak
- gimana tampilannya. Ternyata sebenarnya
- itu hatinya tidak beriman gitu ya. Jadi
- kita enggak bisa menilai amal ibadah
- orang ya, tidak bisa melihat sisi zahir
- ya, performance orang tuh kita enggak
- bisa nilai. Maka yang bisa menilai itu
- hanya Allah ya. Seperti itu.
- Baik, Ustazah. Nampaknya pertanyaan dari
- Ibu Giri menjadi pertanyaan penutup pada
- siang hari. Kiranya ee kesimpulan kita,
- Ustazah.
- Iya. Pendengar yang dirahmati Allah, ee
- peristiwa Isra Mikraj ini adalah
- peristiwa yang luar biasa ya. Peristiwa
- yang dapat meneguhkan iman kita melalui
- ketaatan kepada Allah ya. Bagaimana
- salat sebagai sarana untuk mendekatkan
- diri kita kepada Allah. Ya, Rasulullah
- diundang untuk mendapatkan kewajiban
- salat ini. Dan dengan salat inilah kita
- merasa tersambung dengan Allah,
- berkomunikasi dengan Allah, curhat
- kepada Allah. Dan dengan salat inilah
- mudah-mudahan iman kita semakin kuat ya.
- Isra Mikraj ini mengajarkan kita
- bagaimana menjaga salat, menguatkan
- iman, mencintai Masjidil Aqsa dan tetap
- berharap kepada rahmat Allah. Ya, di
- balik setiap kesulitan pasti ada
- kemudahan dan Allah akan menyudahkan
- hambanya yang istikamah di jalannya.
- Mudah-mudahan kita mampu mengambil
- pelajaran dari peristiwa Isra Mikraj
- ini. Dunia ini hanyalah perjalanan.
- Akhirat adalah tujuan kita. Wallahuam
- astagfirullah wakum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah. Ya, terima
- kasih Ustazah Halini Amran atas
- pengingatnya, atas ilmunya, atas kajian
- pada siang hari ini. Mudah-mudahan
- dengan kita diberikan kesempatan kembali
- memaknai Isra Mikraj itu juga dapat kita
- ee resapi dan kita ambil pelajaran
- darinya yang bertugas pada hari ini.
- Saya Karolin didampingi oleh Atep dan
- Argi. Kami berterima kasih atas ee
- kesediaan ikhwan dan akhwat yang telah
- mendengarkan acara ini dari awal hingga
- akhir juga pertanyaan-pertanyaan yang
- masuk dan alhamdulillah terjawab semua.
- Kami akhiri dengan doa kafaratul
- majelis. Subhanaka allahumma wabihamdika
- ashadu alla illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Wabillahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.