Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dapat meraih kami baik itu lewat
- radio maupun lewat Rasil TV di YouTube
- Rasil. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah saya Carolin
- juga didampingi Ondi Algi hadir di ruang
- dengar Ikhwan dan Akhwat. Hari ketiga di
- bulan Zulhi. Ikhwan dan akhwat. E bagi
- yang sedang melaksanakan puasa sunah
- mudah-mudahan istikamah dan Allah terima
- abal ibadahnya. Dan terkait dengan e
- Zulhijah nanti guru kita Ustazah Helini
- Amran akan mengangkat tema terkait
- dengan tauladan yang ada di bulan ini.
- Sebelum kita mulai kita sapa terlebih
- dahulu guru kita Ustazah Herlini Amran.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Masyaallah. Alhamdulillah. Ketemu lagi
- Ustazah. Ustazah sehat? Alhamdulillah.
- Luar biasa. Allahu Akbar. Masyaallah.
- Lengkap. Insyaallah. Baik, Ustazah.
- Insyaallah ee tema yang akan Ustazah
- bahas adalah tauladan cinta Nabi Ibrahim
- kepada Allah. Tepad Ustazah
- ya. Jalakillah khairan. Mbakin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Amdulillah binatillah.
- Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu
- Akbar. Lailahaillallahu. Wallahu akbar.
- Allahu Akbar. Walillahilhamd.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa
- ashabi ajmain w ba'. Allahumma inna
- nas'aluka ridaka wal jannah wa naudubika
- min sakatika. Amin ya rabbal alamin.
- Semoga kita semua di 10 awal bulan
- Zulhijah,
- hari-hari yang terbaik sedunia,
- hari-hari yang penuh dengan keteladanan,
- keimanan, cinta Allah, ridanya,
- rahmatnya luar biasa ya. Hari-hari yang
- terbaik, hari-hari yang Allah mencintai
- amal saleh di dalamnya. Ma min ayyam
- alamalus fiha ahabbuallah min hadil
- ayyam. Yakni ayyamul asri. Hari yang
- luar biasa yang dinanti-nanti oleh para
- salafus saleh. Hari-hari yang tidak
- ingin kehilangan yang terbaik. Jangankan
- hari, bahkan detiknya pun mereka
- berusaha untuk beramal saleh di
- dalamnya. Nah, kita tahu ini adalah hari
- yang paling utama. Hari yang amal saleh
- dicintai Allah yang pahalanya menyamai
- jihad fisabilillah dengan harta, jiwa
- dan mendapatkan syahid.
- Masyaallah. Tentu saja
- hari-hari ini tidak lepas ingatan kita
- dengan Nabi Ibrahim Alaih Salam ya.
- Karena tema kita teladan ya, meneladani
- cinta Nabi Ibrahim kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi temanya memang
- tidak jauh dari seputar kehidupan
- perjalanan hidup Nabi Ibrahim Alaih
- Salam ya. Kenapa kita ee mengkaitkannya
- dengan ee Nabi Ibrahim Alaih Salam?
- Karena kita tahu bahwa Nabi Ibrahim
- Alaih Salam ini adalah simbol
- simbol dari ee tauhid, ketauhidan dan ee
- pengorbanan ya. Bagaimana teladan utama
- kita dalam keimanan dan ee
- sebentar maaf ketundukannya kepada
- Allah. Beliau lulus ya dari berbagai
- ujian cobaan ya ujian besar penuh dengan
- kesabaran dan cinta kepada Allah. Maka
- oleh karena itu ee banyak ibadah di
- bulan Zulhijah ini menjadi simbol
- perjuangan beliau, beliau dan keluarga
- ya. Simbol perjuangan ya. Bagaimana
- misalnya ee di bulan Zulhijah ini rekam
- jejak sejarah Nabi Ibrahim dan
- keluarganya itu ya bagaimana membangun
- Ka'bah dengan Nabi Ismail alaihi salam
- ya putranya. Kemudian ibunda Hajar sai
- ee dari Bukit Safa dan Marwah itu kan
- kita meneladani perjuangan beliau ketika
- mencari air untuk ee putra beliau Nabi
- Ismail Alaih Salam ya. Kemudian wukuf di
- Arafah, lempar jumrah, Mabit di Mina
- semuanya rangkaian ibadah yang ee
- menjadi ee pengingat kita pada
- perjuangan Nabi dan ujian Nabi Ibrahim
- Alaih Salam ya termasuk penyembelihan
- kurban ya. Nah, oleh karena itu tidak
- bisa lepas ya pengorbanan ketauhidan ee
- yang ee dialami yang dimiliki oleh Nabi
- Ibrahim Alaih Salam itu tidak bisa
- terlepas dari bulan Zulhijah ini. Dan
- kita tahu Nabi Ibrahim itu adalah abul
- anbiya ya, bapaknya para nabi ya. Nah,
- jadi ee teladan cinta kepada Allah yang
- dibuktikan oleh Nabi Ibrahim Alaih Salam
- itu dapat menjadi semangat kita, sumber
- inspirasi kita. Bagaimana mencintai
- Allah itu mengalahkan segalanya.
- Bagaimana cinta Nabi Ibrahim Alaih Salam
- kepada Allah itu adalah sebuah cinta
- yang sanggup menundukkan logika,
- menembus batas rasa, mewariskan
- keteladanan untuk seluruh umat manusia.
- dan umat Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi cinta sejati itu tidak
- hanya terucap dari lisan, tapi
- dibuktikan dengan pengorbanan. Ya. Jadi
- tidak ada cinta yang lebih agung, lebih
- tulus daripada cinta Nabi Ibrahim Alaih
- Salam kepada Allah. Nah, jadi wujud
- cinta Nabi Ibrahim itu kita bisa lihat
- ya dari perjalanan hidup beliau ee di
- antaranya misalnya ya beliau ee menolak
- segala bentuk kemusyrikan. Ya, kita tahu
- Nabi Ibrahim Alaih Salam hidup di tengah
- masyarakat itu penyembah berhala semua.
- Termasuk ayahnya sendiri, Azar. Ya, tapi
- kita mendapatkan bukti juga walaupun
- beliau mencintai Allah sedemikian rupa,
- tapi beliau tidak pernah ee durhaka
- kepada ayahnya. Bahkan ayahnya itu
- memerintahkannya untuk menjual berhala
- yang dia buat. Ya, artinya Nabi Ibrahim
- tetap mentaati. Ini pelajaran buat kita.
- Seperti apapun orang tua kita, kekufuran
- kekafirannya, tapi seorang anak tidak
- boleh durhaka kepadanya. Kecuali kalau
- mengajak kepada kemusyrikan. Ya, kalau
- mengajak hal-hal yang biasa seperti Nabi
- Ibrahim, "Eh, Ibrahim jual nih ee
- berhala ini ke pasar." Nabi Ibrahim
- ambil, dia jual tapi ee dia mentaati
- kata perintah orang tuanya tapi dengan
- bahasa yang baik. Artinya bahasa yang
- tidak membuat dia itu ee mensekutukan
- Allah, ya. karena ee tidak berani
- melawan melawan perintah orang tua.
- Akhirnya banyak juga ya akhirnya
- melabrak ya melanggar ee perintah Allah
- ya. Tapi Nabi Ibrahim tidak begitu. Dia
- bawa berhalanya ke pasar kemudian dia ee
- menjualnya dengan kalimat apa? Siapa
- yang mau beli benda ini yang tidak
- bermanfaat dunia akhirat gitu ya. Jadi
- satu sisi dia mentaati perintah Allah,
- sisi lain dia tidak ee mensekutukan
- Allah. Nah, inilah Nabi Ibrahim hidup di
- tengah masyarakat penyembah berhala ya,
- termasuk ayahnya sendiri ya. Namun dia
- menolak tunduk kepada tradisi kufur
- karena cintanya kepada Allah, karena
- cintanya kepada kebenaran. Makanya
- diabadikan oleh Allah dalam surat
- Azzuhruf ayat 26. Waq Ibrahimu wa innani
- barun mimmaudun. Aku ini berlepas diri
- dari apa yang kalian sembah. Jadi cinta
- sejati Nabi Ibrahim Alaih Salam kepada
- Allah itu membuat beliau berani berdiri
- sendiri melawan arus lingkungan. Jadi
- apapun ujian cobaan, tantangan yang dia
- ee terima itu dia kuat. Dia tidak
- terpengaruh dengan godaan-godaan. Dia
- tidak ee takut dengan ancaman-ancaman.
- Bahkan ancaman terberat beliau itu
- adalah ketika beliau dibakar. Ya, jadi
- cinta yang tahan ujian api di sini
- beliau itu ee ketika menghancurkan
- patung-patung berhala ya ketika ee
- kaumnya itu mengadakan acara ee
- persembahan ee perayaan persembahan
- beliau enggak ikut. Beliau katakan aku
- sakit ini sakit. Nah, kemudian beliau
- hancurkan tuh berhala-berhala kecuali
- yang paling besar ya. Nah, ketika
- kembali tuh ee rajanya itu dilihat
- berhalanya sudah hancur. Kemudian
- ditanya nih ee siapa nih yang
- menghancurkan? Nah, kemudian ditunjuk
- Nabi Ibrahim, ya. Kemudian Nabi Ibrahim
- mengatakan, "Itu tuh yang yang
- menghancurkan tuh, yang gedenya tuh yang
- enggak enggak hancur gitu." Nah, di sini
- ee kita lihat bagaimana Nabi Ibrahim
- Alaih Salam itu ketika dia ee terbukti
- ya menghancurkan berhala-berhala mereka,
- akhirnya dibakar hidup-hidup oleh
- kaumnya. Namun kecintaan Nabi Ibrahim
- kepada Allah itu tidak membuat beliau
- gentar. Ya, makanya pada saat titik
- puncak yang paling ee sudah mencapai ee
- maksimalnya ketika tahan dengan ujian
- dan cobaan, di situlah pertolongan Allah
- datang. Qulna ya narukun bardan
- wasalaman ala Ibrahim. Wahai api,
- jadikanlah dingin dan keselamatan bagi
- Nabi Ibrahim. Jadi ini pelajaran buat
- kita ya ketika kita
- membela ajaran Allah sampai titik
- maksimal yang tertinggi dari pembelaan
- kita ketika tidak ada lagi pertolongan
- yang datang nanti Allah yang akan yang
- akan menolong. Dan itu ternyata ee kalau
- di kisah Nabi ya seperti Nabi Musa Alaih
- Salam ya ketika titik ee puncaknya sudah
- ter ee terdesak ya di oleh tentara
- Firaun adanya laut. Kemudian baru Allah
- perintahkan ee membelah laut. Itu kan
- Nabi. Ternyata di zaman saat ini kita
- banyak temukan ya ketika Allah berikan
- jalan keluar kepada orang-orang yang
- kokoh dan tangguh dalam menghadapi
- keimanannya itu tunduk. Contoh misalnya
- ya, ini ee beberapa waktu terjadi ketika
- ada dua orang sedang salat ya, bapak dan
- anak itu orang-orang kafir itu
- menakut-nakutinya dengan anjing
- herdernya ya untuk itu kalau anjing
- kalau gigit itu udah luar biasa itu lagi
- oh sampai anaknya ketakutan tapi karena
- kekuatan imannya dia si bapak ini tidak
- ee membatalkan salatnya tapi dia yakin
- Allah pasti melindunginya apalagi ketika
- tasyahud itu ya ketika dia mengangkat
- tangan ya asyhadu alla ilahaillallah itu
- anjing tunduk
- Jadi artinya tuh ini bukan kisah kisah
- dongeng, tapi banyak bukti-bukti apalagi
- yang terjadi misalnya di Palestina ya.
- Ketika titik puncak bagaimana kaum kafir
- akan menghancurkan seorang muslim yang
- beriman ketika seorang hamba ini
- menempatkan cinta kepada Allah di atas
- segala-galanya, tidak gentar dengan
- apapun ujian dan cobaan semuanya akan
- tunduk. Ya. Jadi, siapa yang mencintai
- Allah dengan tulus itu pasti akan
- ditolong dalam cara yang tidak terduga.
- Jadi, keyakinan inilah yang menjadi
- sumber pertolongan Allah, keyakinan
- terhadap tauhid. Nah, ini telah
- dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaih
- Salam ya. Banyak kasus ya. Misalnya di
- Mesir tuh ada seorang muslimah Zainab
- Alghazali ya. Ketika dia dipenjara oleh
- pemerintahnya itu pada saat itu karena
- keimanannya, karena kekokohan dakwahnya
- itu dibiarkan anjing-anjing kelaparan
- kemudian masuk ke pintu selnya dia itu
- dia hanya pasrah kepada Allah yang
- mempertahankan keimanan itu. Enggak jadi
- itu di dimakan oleh anjing-anjing
- kelaparan, hanya dijilat-jilat saja.
- Jadi banyak contoh-contoh bagaimana ee
- keteladanan orang-orang yang memiliki
- memiliki cinta kepada Allah di atas
- segala-galanya itu ketika saat kondisi
- terdesak oleh musuh-musuh Islam kemudian
- Allah akan membantu dan menolongnya.
- Nah, ini Nabi Ibrahim Alaih Salam
- cintanya yang sangat sekarang ini kita
- sedang jalani ya kurban ya itu cinta
- yang menang atas cinta kepada anak. Ya,
- kita tahu Allah ee menguji Nabi Ibrahim
- tuh enggak punya anak ya. Lama juga tuh
- ya. Sudah sudah lama tidak punya anak.
- Sekali punya anak kemudian ditempatkan
- di tempat yang jauh. Setelah di tempat
- yang jauh disuruh sembelih. Kita lihat
- ini kan berat. Berat sekali. Apalagi
- seorang ibu ya Mbak Olin. Kita bisa
- merasakan ya bertahun-tahun enggak punya
- anak. Eh dapat anak gimana tuh? Ya Allah
- itu mungkin melihat bayi kita tuh 24 jam
- enggak enggak lepas ya. Enggak ada yang
- ingin menyakitinya. Tapi inilah ujian
- keimanan bagi Nabi Ibrahim Alaih Salam
- yang luar biasa, ujian yang luar biasa.
- Tapi Nabi Ibrahim tetap ee taat ya.
- Apalagi ketika beliau ee menyampaikan
- pesan Allah ya, perintah Allah kepada
- anaknya ya. Ya bunya inni aramuka.
- Ya. Jadi memang ayah dan anak ini luar
- biasa. Ini pelajaran buat kita. Ketika
- kita menginginkan anak menjadi kokoh
- keimanannya, maka ini perlu keteladanan
- seorang ayah yang mampu mengajarkan dan
- mendidik anaknya memiliki ee keimanan
- yang kokoh. Jadi, siapa dulu? Bapaknya
- gitu kan. Ibunya, ibu madrasah, umum
- madrasah. Betul. Ibu madrasah, tapi kan
- kepala sekolahnya siapa dulu gitu ya.
- Jadi ini dibuktikan oleh Nabi Ibrahim
- Alaih Salam. Jadi cinta kepada Allah
- yang dibuktikan oleh Nabi Ibrahim itu
- melebihi di atas segala cinta terhadap
- keluarga, harta, bahkan anak yang
- dicintainya. Ini cinta yang ee melalui
- lapisan-lapisan ujian ya. Masyaallah ini
- menggetarkan sekali ya. Menyembelih anak
- loh. Bayangin aja ya. Nabi Ismail itu
- kan bukan sembarang anak. Anak yang
- didapat dari penantian yang panjang.
- Anak yang lama dinanti. Buah hati yang
- sangat dicintai. Anak yang lahir ketika
- Nabi Ibrahim usianya tua. Anak yang
- sepenuh hati dengan doa yang penuh
- dengan air mata. Bercucuran berdoa
- kepada Allah. Rabbi habli minas shihin.
- Ya Rabbku anugerahkan aku kepada
- kepadaku seorang anak yang saleh itu ya.
- Nah Allah kabulkan lahir Nabi Ismail.
- Anak yang taat lembut saleh. Eh kemudian
- disuruh untuk menyembelih. Ini
- membuktikan ya Allah itu ingin menguji
- Nabi Ibrahim. Apakah ketika doanya
- dikabulkan mendapatkan seorang anak yang
- tumbuh ee dengan baik, kemudian
- kecintaannya apakah melebihi kecintaan
- terhadap Allah dan Rasul terhadap Allah?
- Nah, ini dibuktikanlah karena cinta kan
- ee cinta itu kan butuh pengorbanan.
- Tidak ada cinta yang tidak butuh
- pengorbanan. Ya, jadi kalau enggak ada
- pengorbanan itu namanya bukan cinta.
- Omong doang itu bujuk-bujuk aja enggak
- ada bukti ya. Jadi yang namanya cinta
- itu harus melewati pengorbanan.
- Nah, ketika ee datang perintah Allah itu
- kan mengguncangkan jiwa ya. Ini arofil
- mana. Ya Allah, bayangin aja tuh kita
- sudah dapat anak lagi disayang-sayangnya
- disuruh sembelih. Ya, kalau sekarang kan
- perintah Allah enggak ada yang
- menyembelih anak ya. Sekarang nih
- perintah Allah kepada kita nyembelih
- korban. Kurban tuh ya satu ekor kambing
- gitu ya. Hanya itu yang diminta oleh
- Allah kepada kita. Enggak disuruh
- mengorbankan anak kita, nyembelih ee apa
- yang kita miliki atau rumah menggadaikan
- rumah. Tidak. Yang dimintakan Allah
- untuk pembuktian cinta kita kepadanya
- itu adalah berkurban satu ekor kambing
- atau sapi ya sepertujuh ya. Hanya itu.
- Jadi makanya ee kalau kita bicara kurban
- itu kalau yang menariknya adalah Imam
- Abu Hanifah mazhab Hanafi itu ya
- mengatakan wajib bagi yang mampu gitu
- ya. Karena kan yang diminta pengorbanan
- itu enggak macam-macam hanya itu aja.
- Nah, kita lihat misalnya sebelum masa
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kurban ketika kakeknya Abdul Muthalib
- mendapatkan anak Abdullah itu ya kan itu
- juga harus dikurbankan juga ya. Nah,
- beliau itu gantikan dengan 100 ekor
- unta. Subhanallah. Nah, kita ini enggak
- ada apa-apanya. Makanya kurban itu kan
- bukti cinta kita kepada Allah. Karena
- dari bahasanya di korubah ya. Ya, kurban
- itu kan dekat. Jadi berkurban itu adalah
- agar kita dekat dengan Allah. Nah,
- kembali kepada Nabi Ibrahim Alaih Salam.
- Beliau ini
- ee
- bukan hanya sekedar seorang ayah ya,
- tapi seorang hamba yang mengutamakan
- Rabb-Nya. Jadi, anak, keluarga, harta
- itu semuanya enggak ada apa-apanya. Yang
- ada hanya cinta kepada Allah itu dapat
- mengorbankan semua apa yang dia miliki.
- Ya, makanya qul ina abukum wa abnaukum
- wa ikhwanukum ya wa asiratukum wa
- azwajukum. Ada dalam surah taubah itu
- ya. Kalau katakan seandainya ee apa ee
- bapakmu, anakmu, istrimu, kerabatmu,
- hartamu semuanya itu lebih kamu cintai
- daripada Allah dan rasulnya dan jihad
- fisabilillah fatarbasu hatta yatiallah
- biamri. Jadi teladan cinta Nabi Ibrahim
- yang dapat kita pelajari saat ini adalah
- bagaimana perintah Allah itu adalah di
- atas segala-galanya. Tidak akan mungkin
- dua cinta bertemu dalam satu tujuan. Ya,
- cinta kepada Allah dan cinta kepada
- dunia. Enggak mungkin.
- Dua cinta itu tidak akan mungkin bertemu
- dalam suatu satu tujuan. Ya enggak
- mungkin ya. Makanya tidak ada
- perdebatan, tidak ada keluhan ya. Ketika
- Allah perintahkan samah yang ada hanya
- tunduk, patuh, hanya cinta kepada Allah.
- Itu butuh pembuktian. Makanya kita lihat
- ya Nabi Ibrahim ya, masyaallah ketika
- keduanya sudah tunduk pada perintah
- Allah menyembelih putranya ya ketika
- dibaringkan itu ya itu kemudian pisau
- yang tajam diletakkan di leher anaknya
- Nabi Ismail. Ya Allah itu aduh hancur
- banget deh hati orang tua ya itu.
- Bismillahi Allahu Akbar itu disembelih
- ternyata selamatlah Nabi Ibrahim dari
- ujian Allah selamatkan. Jadi yang
- disembelih itu bukan anaknya Nabi Ismail
- alaihi salam tapi Allah ingin melihat
- sejauh mana bukti cinta Nabi Nabi
- Ibrahim kepada Allah. Nabi Ibrahim lulus
- dengan luar biasa ya. Waada bidhinim.
- Kami tebus anak itu dengan seekor
- sembelihan yang besar. Nah, inilah yang
- menjadi peringatan buat kita setiap
- tahunnya. Subhanallah. Jadi, kurban itu
- bukan seumur hidup sekali. Kurban itu
- setiap tahun sekali. Makanya Rasulullah
- mengatakan, "Alla kulli baitin." Makanya
- setiap rumah bagi orang-orang muslim itu
- ee yaitu udhiyatun itu berkurbanlah.
- Jadi ini inilah yang menyebabkan mazhab
- mazhab Hanafi itu mewajibkan bagi yang
- mampu. Hendaklah satu rumah dalam setiap
- tahun itu berkurban. Itu kan ee mazhab
- ee Hanafi ya. Tapi selainnya itu
- menganggap ini hukumnya itu ee sunah
- muakkadah sangat dianjurkan. Nah,
- terlepaslah dari masalah hukum. Kita
- enggak melihat hukum-hukum seperti itu.
- Tapi ketika Allah perintahkan berkorban
- karena tidak ada lagi yang ahabbu
- illallah. Alamal ahabu illallah. Amal
- yang dicintai Allah di hari-hari kurban
- itu di hari raya Idul Idul Adha itu
- selain menyembelihkan menyembelih darah
- itu menjadikan suatu kalau kita
- betul-betul cinta kepada Allah pasti
- menyebabkan kita tuh dengan senang hati
- dan ikhlas berkurban. Ya, inilah puncak
- cinta sejati kepada Allah. Cinta yang
- menjadikan Allah lebih utama dari
- segala-galanya. Ini cinta tertinggi.
- Cinta yang menjadikan pengorbanan itu
- sebagai bukti. Bukti kita beriman kepada
- Allah. Jadi jangan dilihat yah potong
- kambing kemudian e di ee dagingnya
- dibagi-bagi. Cuman begitu doang. Hanya
- beberapa orang mendingan beli yang lain
- aja. Ini kan sayang duitnya hanya
- sekarang apalagi mahal kambingnya lah
- mendingan beliin HP buat anak sepeda
- atau buat nambah-nambah biaya walimahan
- atau apa. Nah, ini kan ee tujuan dunia
- dan tujuan mencari rida Allah kan
- berbeda. Ketika cinta yang menjadikan
- dunia sebagai tujuan kita, pasti kita
- akan mengabaikan ee perintah Allah yang
- lain. Kita tidak akan peduli dengan ee
- yang namanya kurban apalagi haji. Ya,
- sayang banget kalau pergi haji.
- Mendingan di ini dulu. Ah, nanti kan
- haji masih ini. Ya, itu itulah sikap.
- Ketika kita menjadikan Nabi Ibrahim
- sebagai teladan kita cintanya kepada
- Allah melebihi segala-galanya, kita akan
- termotivasi bahwa yang kita yang kita
- tuju ini adalah cinta Allah. Cinta yang
- menyadarkan bahwa semua yang dimiliki
- hanyalah titipan Allah semata. Yang
- kekal itu hanyalah Allah, puncak dari
- segala cinta. Maka cinta ini harus
- dibuktikan ya apakah kita ikhlas dan
- rela berkorban. Yang hanya seperti itu
- aja ya, cuman menyembelih ee hanya
- seekor hewan. Tapi bukan itu yang
- dilihat oleh Allah, tapi ketakwaan kita,
- keikhlasan kita untuk berkurban.
- Maka cinta itu melahirkan warisan
- keimanan. Ya, kita lihat ya ee bagaimana
- Nabi Ibrahim Alaih Salam ya karena cinta
- dan ketakwaannyaalah maka Nabi Ibrahim
- itu mendapatkan gelar Khalilullah,
- kekasih Allah ya. dikatakan
- maksudnya di sini dalam surat Annisa
- ayat 125 itu ya Allah sendiri
- mengikrarkan bahwa ketika Nabi Ibrahim
- telah menempatkan cinta kepada Allah di
- atas segala-galanya jadilah beliau
- seorang Khalilullah kekasih Allah dan
- Allah menjadikan jadikan Nabi Ibrahim
- sebagai kekasih-Nya. Ya Allah, ini kalau
- menjadi kekasih itu kan menjadi orang
- yang dicintai. Siapa sih yang enggak mau
- cinta dengan Allah? Kekasih yang sangat
- dekat, Kholil ya. Kekasih yang ya Allah
- itu kita aja jangankan menjadi orang
- yang dicintai. Ya, misalnya gini, ada
- orang yang terkenal misalnya seorang
- ulama sedang memberikan taujih misalnya
- ya di sekumpulan banyak orang karena dia
- cinta dengan kita, disebutlah nama kita
- misalnya. Aduh senangnya bahagianya gitu
- ya. Apalagi ee seorang ee apalagi itu
- dari Allah Subhanahu wa taala ya ketika
- mencintai seorang hamba. Karena hamba
- itu mentaati perintahnya itu luar biasa.
- Disebutlah nama-namanya pada penduduk
- langit. Ketika Allah sampaikan kepada
- Nabi Ibrahim bahwa dia telah mencintai
- seorang hamba, maka Nabi ketika Allah
- sampaikan kepada malaikat Jibril telah
- mencintai seorang hamba, kemudian
- malaikat Jibril mengumumkan kepada
- penduduk langit, "Ya Allah telah
- mencintainya, aku juga telah
- mencintainya." Maka cintailah dia. Maka
- bisa jadi terkenal di langit, tidak
- terkenal di bumi. Nah, nah inilah
- pelajaran cinta Nabi Ibrahim yang
- melahirkan pengaruh hingga akhir zaman.
- ya. Dia menjadi Abul anbiya yang kita
- terus mendoa, berdoa ya, menyebut-nyebut
- namanya ya. Ketika kita dalam tasyahud
- akhir kan selalu menyebut beliau kan
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad kama shita ala Ibrahim wa ala
- ali Ibrahim. Inilah cinta tanpa syarat
- yang menjadi
- pedoman buat kita ya. Contoh buat kita
- bahwa cinta kepada Allah, ketaatan
- kepadanya adalah di atas segala-galanya.
- Saat kita diuji dalam keluarga kita atau
- pekerjaan kita, tetap taat kepada Allah
- tanpa syarat. Ketika kita disuruh
- berkurban, ya bukan hanya hewan, tapi
- ego, gengsi, dan cinta dunia harus kita
- korbankan. Kita meniru Ibrahim. Ikhlas
- menyerahkan semua kepada Allah
- segala-galanya. Nah, inilah cinta Nabi
- Ibrahim kepada Allah. Cinta yang
- mengalahkan segala-galanya. Cinta yang
- jujur, yang tunduk, penuh pengorbanan,
- tidak berpikir-pikir lagi, tidak
- berkhawatir lagi akan masa depan. Tapi
- ini adalah cinta sejati. Cinta yang
- tulus. Cinta yang tujuannya adalah
- akhirat. Dengan akhirat kita akan
- selamat. Allahumalna minallina.
- Semoga kita menjadi hamba Allah yang
- mencintainya dan mengutamakan Allah dari
- segala-galanya. Wallahuam.
- Baik, alhamdulillah, Iwan dan Ah telah
- kita dengarkan pemaparan Ustazah
- mengenai ee yang harus kita teladai dari
- Nabi Ibrahim. Kami undang seperti biasa
- Ikwan dan Akhwat untuk menyampaikan
- pertanyaannya di nomor WhatsApp kami
- yang tidak berubah. Silakan bisa juga di
- ee YouTube Rasil dan nampaknya kita juga
- live di TikTok eh betul ya, Ondi atau
- Algi. Insyaallah dari platform-platform
- yang tadi saya sebutkan di atas, Ikhwan
- dan Akhwan dapat menyampaikan
- pertanyaan. Nanti ustazah akan bahas.
- Tapi kita ambil jeda dulu dan akan
- kembali setelah nasyid berikut ini.
- Ini kalau gini enggak apa-apa ya, Mbak?
- Enggak apa-apa. Ustazah
- ya biarin ya. Enggak gelap ya.
- Heeh.
- Ini ada masalah nih. Belum di apa?
- sudah masuk lagu enggak ya?
- [musik]
- Saat ini menyimak fikih wanita bersama
- Ustazah Herlini Amram dengan tema kita
- yaitu tauladan cinta Nabi Ibrahim kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Iwan dan Awat
- kami sudah membuka sesi tanya dan jawab
- namun ee izinkan kami langsung masuk ke
- pertanyaan pertama. Betul Ustazah ya
- langsung kita tanya Ustazah ya. Baik
- yang hamba Allah ustazah langsung ini
- saya bacakan di 08158733
- sekian sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustazah
- Kirlini.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah saya ingin mendapatkan
- pernyataan atau pendapat ustazah. Istri
- saya bilang tahun ini karena kita sudah
- setiap tahun berkurban, mari kita hanya
- membeli daging saja. Kemudian kita
- langsung bagikan kepada
- tetangga-tetangga atau kita antarkan
- kepada mereka yang membutuhkan karena
- kan setiap tahun juga sudah berkurban.
- Apakah boleh seperti itu, Ustazah? Dan
- karena katanya dulu halaman kami bisa
- dipakai untuk menyembelih, sekarang
- sudah tidak bisa lagi. Jadi khusus untuk
- tahun ini kita langsung saja kasih
- daging jadinya. Ee apakah boleh seperti
- itu? Apakah afdol atau kita tetap
- berniat kurban lalu dagingnya sudah
- jadi? Mohon bimbingan. Terima kasih,
- Ustazah. Dari Bapak Hamba Allah.
- Ee dari Bapak hamba Allah ya. Ini kalau
- secara logika gitu ya, bahwa ini kan
- daging tinggal dibagikan ini kan kalau
- kurban ini kan disembelih dulu ya sama
- aja kan hasilnya daging kan gitu ya.
- Betul. Nah, ternyata kalau kita melihat
- misalnya dalam hadis Nabi itu ya ee
- disebutkan di situ ya eh misalnya ya
- mail adam ya amalan ahaballah
- azzaqamahuqiamahuniha
- itu ya. Jadi ee tidak ada amalan yang
- dilakukan oleh ee keturunan anak-anak
- Adam ini di hari raya kurban yang lebih
- dicintai oleh Allah azza wa jalla itu
- melebih mengalirkan darah, nyembelih
- maksudnya.
- Jadi artinya memang sama-sama bentuknya
- itu daging memang akan diberikan kepada
- fakir miskin. Tapi dalam hadis ini ada
- keistimewaannya
- mengalirkan darah berarti kan kurban ya.
- mengalirkan darah. Karena nanti pada
- hari kiamat itu nanti akan datang dengan
- tanduknya, kukunya, bulunya itu ya. Jadi
- yang sampai kepada Allah itu sebelum
- jatuh darahnya ke tanah itu ee sudah
- ketakwaan ee pahalanya sudah sampai.
- Nah, jadi artinya di sini kalau kita
- lihat ya bahwa ee beda dong ee memberi
- membeli daging saja itu kan sodqah.
- Nah, sedekah yang paling dicintai Allah
- di hari kurban itah berkurban nyembelih.
- Ee saya rasa kalau ee menyembelih itu
- ada itu ya apa barangkali ya filosofinya
- tuh di antaranya mengingat bagaimana
- perjuangan Nabi Ibrahim mengalahkan hawa
- nafsunya itu ya dengan menyembelih Nabi
- Ismail. Jadi ada makanya ee dianjurkan
- itu melihat ee orang yang berkurban
- melihat itu kalau memang memungkinkan ya
- bahkan ee yang berkorban itu menyembelih
- sendiri gitu. Nah, jadi kalau dilihat
- itu bukan dari sisi kan sama aja bukan
- itunya tapi latar belakangnya. Nah,
- kayaknya misalnya gini ee membantu
- sodqah kepada orang sudah deh tiap bulan
- dikasih aja deh ini apa ee beras
- sekarung gitu ya kasih e tinggal dia
- masak makan aja itu kan bagus sodqah
- tapi yang lebih utama lagi itu adalah
- memberikan kail jadi bagaimana dia bisa
- berusaha. Nah, begitu juga ee walaupun
- tidak apple to appel ya perbandingannya
- ya, tapi kita lihat semangat berkurban
- itu bukan hanya memberikan daging saja,
- tapi lebih kepada menyembelihnya
- gitu ya. Udhiya ya, kurban itu kan
- artinya hewan yang sembelih. Jadi ini
- kan ee tiap tahun ya kalaupun alasannya
- rumah di depan rumah tidak bisa lagi kan
- masih banyak tempat yang lain ya. Ya,
- mungkin bahkan kalau perlu ya, kalau
- memang tidak ada lagi tempat untuk
- menyembelih ya udah sembelihnya di sana
- tuh. Nanti kurbannya dagingnya kasih deh
- kepada orang-orang yang membutuhkan
- seperti di saudara kita di Palestina, di
- mana-mana gitu ya yang memang
- membutuhkan ya. Enggak harus juga di
- tempat kita kalau memang di sini sudah
- banyak dan kemudian ee sudah mampu semua
- kita berikan kepada yang memang
- membutuhkan begitu ya. Jadi walaupun
- sama-sama sedekah atau sedekah tapi
- nilainya berbeda
- begitu.
- Baik, Bapak Hamba Allah, insyaallah
- sudah dijelaskan dengan Ustazah. Saya
- akan beralih ke pertanyaan berikutnya
- ini dari Ibu Rumi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Mbak Olin
- dan Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Ibu Rumi.
- Ustazah mungkin ini sudah sering
- ditanyakan, namun tolong yakinkan saya
- kembali sehingga saya bisa juga
- meyakinkan suami saya bahwa Ustazah kami
- masih banyak terlibat hutang. Apakah
- kami tidak perlu berkurban karena uang
- kalaupun ada lebih seharusnya untuk
- untuk membayar hutang? Karena sebenarnya
- uang sih ada Ustazah, tapi alokasinya
- untuk operasional kerja dan saya juga
- buka warung juga ada hutang-hutang yang
- belum kami lunasi. Ustazah mohon
- petunjuknya.
- Iya. Ee mengenai hutang itu memang
- kewajiban ya. Tidak boleh kita
- menunda-nunda. Bahkan menjadi zalim ya
- kalau kita punya hutang ada kemampuan
- untuk membayar kita tidak bayar. Bahkan
- jiwa seorang mukmin itu tergantung
- dengan hutangnya hingga dilunasi. Nah,
- sekarang hutangnya jatuh tempo atau
- tidak gitu kan. Kalau hutangnya jatuh
- tempo ya bar hutang dulu ya. Karena ini
- ee apalagi kalau yang haji aja ee apa
- bayar hutang dulu ya itu kalau jatuh
- tempo. Tapi kalau tidak jatuh tempo
- tentu ee kurban itu lebih utama
- karena ini adalah kewajiban setiap
- setiap tahun sekali ya. Nah, sebenarnya
- manajemen berkurban itu kalau kita
- memang memiliki niat untuk
- melaksanakannya itu sebenarnya bisa di
- di apa ya? diupayakan, di-manage ya.
- bisa setiap hari kita bisa nabung. Coba
- kita bayangkan orang-orang yang tidak
- mampu saja karena keinginannya untuk
- berkurban tuh dia tuh menyisihkan
- penghasilannya yang tidak seberapa.
- Mungkin bagi orang lain itu dia buat
- makan aja susah. Tapi karena ingin
- mendekatkan diri kepada Allah dengan
- berkurban ini, dia upayakan itu setiap
- hari. Bisa dihitung sendiri deh kalau
- harga kurban itu berapa misalnya satu
- ekornya kemudian selama 1 tahun nabung.
- Saya rasa semuanya juga bisa insyaallah.
- Bahkan sekarang anak-anak juga kan
- anak-anak kita ya dari jajanannya
- ditabung sampai setahun tuh bisa bisa
- berkurban. Nah, ini kembali kepada kalau
- saya menjawabnya attqwa hauna. Takwa itu
- ada di sini. Jadi ketika kita menjadikan
- Allah segala-galanya mudah-mudahan Allah
- berikan jalan keluar yang terbaik.
- Karena kita ingin meraih cinta Allah.
- Ketika cinta Allah telah kita raih,
- mudah bagi Allah untuk membantu kita.
- Ya, jadi semuanya kembali kepada kemauan
- kita, niat kita, keikhlasan kita,
- ketulusan kita. Allah hanya melihat dari
- situ. Tapi kalau ada sedikit keraguan,
- logika kita bermain, logika ee duniawi,
- ya nanti gimana kalau begini, nanti
- bagaimana begitu ya, akhirnya ya kembali
- kepada kita. Walaupun ada sebagian ee
- ulama menyatakan ya hukumnya tidak
- wajib, hanya sunah mu muakkadah, takut
- dikhawatirkan ee wajib, maka ada yang
- tidak berkurban. kembali kepada attqwa
- hahuna ya. Jadi sekali lagi jika
- hutangnya ee sudah jatuh tempo maka
- bayarlah hutang. Tapi ketika tidak masih
- ada kelonggaran-kelonggaran
- dan uang itu sebenarnya cukup maka
- berkurbanlah. Mudah-mudahan Allah
- berikan rezekinya dari sisi yang tidak
- terduga untuk keperluan-keperluan yang
- lainnya. Insyaallah.
- Insyaallah. Baik. Eh, Ibu Rumi.
- Mudah-mudahan Ibu sudah tenang ya dengan
- jawaban yang disampaikan oleh Ustazah.
- Ke pertanyaan berikutnya, Ustazah. Ini
- hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, kan disunahkan
- bahwa hewan yang dikorbankan atas nama
- misalnya anak kami yang diatasnakan
- melihat proses penyembelihan. Namun anak
- kami yang usianya masih 7 tahun takut
- sekali melihat proses tersebut. Istri
- saya melarang saya untuk memaksanya
- karena nanti takut traumatis. Ustazah,
- apakah benar untuk memperlihatkan proses
- pemotongan ada batasan-batasan umur
- tertentu, Ustazah?
- Iya, ini memang menarik ya ee
- tentang pemotongan ini. Ini ada beberapa
- kejadian, Mbak. Masyaallah, ini kejadian
- menyedihkan sekali ya. karena mungkin
- karena tidak dibatasi atau mungkin ee
- karena masih kecil ya, jadi tidak tahu
- mana yang benar, mana yang baik, mana
- yang buruk, belum mais lah ya. Itu anak
- itu akhirnya kakak dan adiknya itu
- melihat proses pepotongan. Tapi karena
- memang masih kecil, belum ada akalnya ya
- akhir ya ketika ibunya sibuk dengan
- adiknya yang paling kecil tuh anak
- berdua tuh lagi main-mainin pisau-pisau
- ini ya
- ee pisau yang tajam ya. Jadi ingin
- mengikuti ini ceritanya lagi kurban gitu
- ya.
- Kakak nyembelih beneran menyembelih
- adiknya. Ya Allah darah ya. Jadi ee
- memang
- tidak ada ee larangan khusus yang
- melarang anak-anak untuk menyaksikan
- penyembelihan hewan kurban ya. Karena
- ini kan ee dilihat dari sisi ee
- pendidikan ya tarbiah ya. Jadi kalau
- untuk anak-anak yang sudah ee akil atau
- mumayiz itu bisa jadi untuk pembelajaran
- inilah bagian dari syariat ya. Jadi
- kalau bagi yang belum memahami itu
- memang sebaiknya memang tidak melihat
- langsung ya khawatir mereka tidak bisa
- mencernanya kayak tadi itu ya dianggap
- itu main-main. Jadi ya apa ee tentu saja
- kita tidak menginginkan hal yang seperti
- itu. Maka untuk melihat langsung ibadah
- dan syiar Islam ini tentu kita melihat
- faktor kesiapan mental anak kita. Jadi
- tidak semua ee harus melihat itu kalau
- dia enggak punya apa namanya? enggak
- punya filter ya karena belum akil nanti
- semuanya mau dikorbanin sama dia ini
- kurban jadi main-mainan bukan begitu ya
- untuk ibadah salat saja itu kan
- kewajiban 10 tahun ya itu ibadah salat
- yang wajib sehari lima kali ini
- kurbannya kan setahun sekali nah jadi ee
- bisa jadi apa pertimbangan dari ee istri
- ya bisa jadi karena ibulah yang lebih
- tahu kondisi mental anak-anak ya paling
- tidak untuk anak-anak itu ceritakan saja
- kisahnya bagaimana kisah Nabi Ibrahim
- Alaih Salam dan keluarganya. Tapi
- prosesnya itu ya paling tidak mungkin
- bali kali ya. Ee ini kan kaitannya
- dengan ee syariat ya. Jadi ini anak-anak
- yang biasanya sudah punya persiapan
- mental itu boleh ya diberikan penjelasan
- bahwa ini adalah bagian dari ee sunah.
- jangan sampai terjadi trauma ya karena
- dipaksakan anak kecil yang dipaksakan
- untuk melihat sesuatu yang membuatnya
- itu menjadi trauma ya karena darah yang
- mengalir itu itu tidak baik ya. Makanya
- ada pendampingan orang tua. Jadi orang
- tua mendampingi ya dampingi kemudian
- pahami ya ee jangan dibiarkan anak itu
- melihat hewan itu sendiri atau bersama
- teman-temannya. Bahkan nanti khawatirnya
- mentalnya jadi mental mental apa ya yang
- kayaknya enggak ada rasa kasihan gampang
- gampang bikin orang jadi jatuhin adik
- yang berdarah biarin gitu ya. J ee
- memang ini
- perlu dipendampingan ya. Kalau kita
- lihat misalnya bagaimana ee para ulama
- salafus saleh dulu itu ketika ee orang
- tuanya menyembelih memang anaknya diikut
- sertakan, tapi anak yang sudah siap
- secara mental sehingga menumbuhkan
- pemahaman tentang ibadah sejak dini ya.
- Jadi yang penting dilihat dulu deh
- mental anak jangan sampai semua anak
- diajak tidak dilihat dulu ya
- kesiapannya. dampingi ya. Dan tentu saja
- ee ini jangan sampai dibiarkan ee liar
- ya, bebas tapi harus ada yang
- menjelaskannya. Jadi ini momen-momen
- pendidikan tauhid dan ibadah sebenarnya
- ini. Jadi ini kesempatan terbesar untuk
- menjelaskan bagaimana ee Nabi Ibrahim
- itu mencintai Allah melebihi
- segala-galanya. Itu itu ceritakan. Jadi
- jangan hanya kurbannya aja dalam Islam
- kurban dipotong sudah tidak. Jelaskanlah
- bagaimana kehidupan Nabi Ibrahim Alaih
- Salam dengan keluarganya. Bagaimana
- sikap Nabi Ismail ketika ee mendapatkan
- perintah ee disembelih. Dia tunduk
- kepada ayahnya. Dia mengatakan dengan
- kalimat-kalimat yang baik. Jadi yang ini
- yang ini yang perlu dibahas ya. Jadi
- bukan hanya proses kurbannya saja, tapi
- kenapa ada apa dan latar belakangnya.
- Itu yang perlu dijelaskan kepada
- anak-anak kita. Wallahualam. Ustaz ya.
- Baik. Eh, bahkan beberapa ada anak-anak
- yang kemudian jadi traumatis enggak mau
- makan daging, Ustazah, karena pernah
- melihat ee proses penyembelihan.
- Nah, itu dia. Jadi enggak bagus juga ya
- buat perkembangan jiwa anak-anak ya.
- Betul. Baik. Ee ini dari Ibu Yanti di
- Tanjung Periuk menyampaikan pertanyaan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- ee di tempat saya tinggal mau berkurban
- sapi dengan jumlah tujuh orang dan salah
- satu pesertanya karyawan bank swasta.
- Oke. Apakah ini termasuk mencampuradukan
- antara yang hak dan batil? Ee karena dia
- bekerja di bank swasta, bank
- konvensional mungkin maksudnya itu,
- Ustazah. Jazakillah khair. Boleh apa
- tidak gitu maksudnya, Ustazah?Aya
- [tertawa]
- lebih ke sumber penghasilan.
- Iya. Iya. Jadi ee begini, memang untuk
- saat ini kita tidak mungkin ee
- memisah-misahkan
- antara penghasilan yang sepertinya itu
- ee penghasilan yang dari riba dan segala
- macamnya ya. Jadi memang ini
- permasalahan ee kerja di bank
- konvensional sendiri itu kan juga sudah
- jelas ya statusnya seperti apa ee bahkan
- penghasilannya. Nah, untuk memintanya
- supaya tidak ikut-ikutan kurban rasanya
- sudah tidak baik.
- Kok sedih ya kayaknya
- padahal bisa jadi penghasilan kita
- sendiri juga belum tentu juga
- semuanya halal ya.
- Bahkan ee saya pernah membaca pandangan
- Dr. Yusuf Kowi ya terhadap ee umat Islam
- yang masih bekerja di bank konvensional.
- Beliau mengatakan memang idealnya tuh ee
- penghasilannya halal, tapi kan untuk
- saat ini tidak semudah itu. Maka untuk
- sementara di sana sampai mendapatkan
- yang halal itu masih dibolehkan ya
- dengan syarat tadi ya memperbanyak infak
- sodqah ya kan. Kalau misalnya seluruh
- karyawan bank konvensional ee resign
- misalnya waduh itu banyak keluarga yang
- terlantar gitu ya yang memang
- penghasilannya dari kepala rumah tangga.
- nanti siapa yang akan ee mengatasinya
- gitu kan. Muncul lagi permasalahan baru.
- Nah, jadi untuk hal-hal yang seperti ini
- ee kita berharap ya semoga Allah
- menerima ibadah korban kita. Adapun yang
- bersangkutan itu urusan dia dengan Allah
- ya. Lagi pula ee untuk kurban kita itu
- kan sepertiga yang boleh kita makan ya.
- Ya, itu yang punya kita loh. Jadi yang
- kita makan itu adalah bagian kita
- sepertiga, sepertiga lagi dihadiahkan
- kepada orang dan sepertiga lagi untuk
- fakir miskin. Kita enggak mungkin makan
- kurban orang itu.
- Ya, jadi sekali lagi ee urusan
- permasalahan penghasilan seseorang
- serahkan aja pada Allah. Kalau kita mau
- ideal, Ibu ini ibu apa bapak ya sudah
- beli kambing sendiri aja deh biar enggak
- sapi gitu ya. Jadi kayak itu lebih akti.
- Oh, Wati ya, Mbak Wati ya?
- Yanti. Yanti.
- Oh, Yanti. Mbak Yanti. He.
- Jadi kalau Mbak Yanti mau aman,
- terhindar dari keragu-raguan, kambing
- aja, Mbak.
- Hat
- kambing dari itu satu cukup. Jadi,
- sudahah ya. Tapi kita sebaiknya ee
- kekhawatiran ini tidak di apa ya, di
- apa namanya? Diajak-ajak yang lain gitu
- ya. Ih, jangan mau tuh orang itu. Jadi
- artinya nanti
- jangan diungkap gitu, Ustaz.
- Eh, jangan diungkapkan ya. Artinya kan
- ini lagi pula kalau panitia itu kan
- menawarkan satu ekor sapi. Siapa nih
- yang mau barengan tujuh gitu kan?
- Eh ternyata kan kita enggak bisa
- menghalangi orang untuk berbuat baik,
- berkorban. Jadi penghasilan orang
- tersebut kembalikan kepada dia dan ee
- tanggung jawab dia di hadapan Allah.
- Mudah-mudahan dia bisa mendapatkan yang
- halal. Artinya yang masih bekerja di
- tempat konvensional itu ya mudah-mudahan
- adalah sumber halalnya. Kan tidak
- semuanya riba ya. itu yang bunga-bunga
- dia minta yang halalnya sesuai dengan
- pekerjaannya. Begitu ya. Jadi kembali
- kepada masalah kurban ya. Mudah-mudahan
- Allah terima kurban semuanya. Kalaupun
- yang ya Mbak Wati ee berkurban dengan ee
- apa namanya? Satu orang dari sapi itu ya
- kalaupun dapat bagiannya mudah-mudahan
- itu bagian yang punya milik ee bawati
- sendiri ya cuman sepertiga ya. Apalagi
- kalau tidak di ee bagikan ya. Jadi
- mudah-mudahan Allah terima. kembalikan
- semuanya kepada Allah. Karena untuk
- tinggal di Indonesia dengan hidup bersih
- dari segala macam ee debu-debu riba itu
- tentu tidak mudah.
- Apalagi jalan semua itu kan dari
- uang-uang semua itu ya, uang-uang ee
- istilahnya itu debu-debu riba. Makanya
- kita yakinkan penghasilan kita, sumber
- penghasilan kita sendiri yang kita
- yakinkan itu halal. Adapun sumber
- penghasilan orang lain itu serahkan pada
- Allah. Ya, contoh lagi misalnya nih ya
- kalau kita bisa ee contohkan ee
- analogikan yang lain misalnya pedagang
- makanan ya misalnya warung-warung nasi,
- warung-warung wartek atau restoran atau
- masakan Padang misalnya. Eh, ada yang
- beli itu adalah pelacur misalnya kah
- misalnya ya. Sumber hasil kehidupannya
- tuh dari hasil menjual dirinya. Nah,
- terus bagaimana tahu kita profesi dia
- terus dia belanja sama kita mau diapain?
- Mau disuruh enggak boleh kan enggak
- mungkin juga ya. Nah, ini nih hal-hal
- yang seperti ini ee barangkali ketika
- kita membahas ayat ya, lana a'aluna
- wakum amalukum itu ya bagi kami amalan
- kami, bagi Anda amalan anda ya. Yang
- penting kitanya
- apa yang kita konsumsi, apa yang kita
- cari, apa yang kita dapatkan, apa yang
- kita distribusikan semuanya halal.
- Adapun ee saudara-saudara kita yang lain
- kita doakan mudah-mudahan Allah berikan
- kehalangan terhadap hartanya.
- Insyaallah.
- Insyaallah. Insyaallah. Baik, Bu Yanti
- sudah jelas ya. Insyaallah tidak ragu
- lagi. Baik ini kemudian kita ke
- Abinizar. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah, kalau berkurban atas nama satu
- orang di tempat yang berbeda-beda,
- berbeda-beda, bolehkah, Ustazah?
- Ee jadi artinya
- banyak
- banyak banyak ini ya
- banyak tempat tapi atas nama dia aja
- tempat
- iya kalau kita melihat ee Rasulullah
- kurban itu pernah 60 ekor gitu ya
- jadi ada dua ekor juga hadi had apa ee
- min Muhammad win Ali Muhammad wa e wa
- ali wa Ali Muhammad ya wa umat Muhammad
- ya artinya Rasul tuh pernah menyembelih
- sampai 60 ekor ya. Ada yang mengatakan
- 100 ya, pernah juga dua. Karena kurban
- itu kan disyariatkan tahun kedua hijrah.
- Jadi hatinya setiap tahun tuh Rasulullah
- itu ee berkurban dan Rasulullah wafat
- itu kan tahun 11 Hijrah. Jadi setiap
- tahun itu Rasulullah berkurban. Nah,
- kurban Rasul tuh ya tidak tidak satu ya,
- kadang dua ya. pernah menyembelih sampai
- 60 ekor. Artinya ketika kita mampu untuk
- berkurban ya kurban aja tapi boleh
- enggak di berbagai tempat? Ya
- boleh-boleh aja. Itu kan amal saleh.
- Apalagi kalau diberi kesempatan misalnya
- untuk belajar kurban kepada anak kita
- misalnya ya, punya anak tiga atau lima
- dan karena kita mampu ya sudah mereka
- belajar kurban dari dana kita nih. Kamu
- kurban atas namamu atau seluruh keluarga
- kita atas kita namai kita dapat pahala
- ee sodqah ya atau infak dari harta kita
- dan anak kita dapat pahala kurban.
- Walaupun ada pandangan ulama cukuplah
- satu kambing untuk satu ekor untuk satu
- keluarga. Ya, kalau keluarganya mampu
- jangankan satu ekor mungkin limusin itu
- juga dia sanggup gitu berapa ton
- beratnya kan itu enggak ada masalah.
- Intinya adalah kurban yang kita lakukan
- ini hanya karena mencari rida Allah.
- Seberapapapun kemampuan kita yang
- terbaik itulah yang teristimewa. Artinya
- ketika kita mampu maka berkorbanlah
- dengan ee hewan kurban yang baik, yang
- bagus, yang mahal gitu ya. Itu itu kan
- tergantung kemampuan kita. Jadi kalau
- satu untuk semua itu harga standar apa
- gimana gitu ya atau harga spesial ya.
- Kalau saya sih ee tergantung ya ee yang
- membutuhkan tapi kalau saya lebih
- mengambil pandangan ya kalau mampu satu
- tapi harganya istimewa ya artinya kan
- itu di apa kurban kita itu adalah kurban
- yang yang bagus yang ya kalau harga
- bagus pasti mutunya juga bagus harganya
- juga bagus ya itu sesuai dengan
- kemampuannya keikhlasan ketulusan itu
- tentunya jadi silakan aja ee berkurban
- dengan di berbagai tempat dengan nama
- yang sama itu karena ini kan ee sunah
- muakkadah ya dan bagus juga kalau
- diajarkan dilatih keluarga kita.
- Wallahuam bawab. Yang penting sebenarnya
- Allah hanya nerima keikhlasan dan
- ketakwaan kita. Jadi bukan ee hewannya,
- bukan hartanya ya, bukannya, tapi
- keikhlasan dan ketakwaan kita itulah
- yang sampai di hadapan Allah.
- Baik, kita beralih dari pertanyaan Abi
- Nizar ke hamba Allah ini, Ustazah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya seorang ibu, Ustazah. Apabila
- mendengarkan kisah tauladan yang perihal
- berkorban ini, menurut saya bukan hanya
- yang harus diteladani Nabi Ibrahim Alaih
- Salam saja, namun juga putranya yaitu
- Nabi Ismail Alaih Salam. Betapa anak ini
- saleh, penurut dan bertawakal kepada
- Allah. Juga samina watona terhadap orang
- tuanya. Dalam hal ini ayahnya. Saya ya
- ustazah jadi curhat ini ya. Saya ustazah
- ketika berpikir hal tersebut sedih
- sekali. Saat ini anak kami entah ke mana
- karena kemarin saya baru saja memarahi
- dia karena kesalahan yang menurut saya
- fatal. Bagaimana ya, Ustazah memanjatkan
- doa atau adakah doa-doa yang dipanjatkan
- oleh nabi-nabi kita terutama Nabi
- Ibrahim agar bisa memiliki anak sesaleh
- Nabi Ismail? Masyaallah, Ibu.
- Masyaallah.
- Sesaleh Nabi Ismail ya karena bapaknya
- Nabi Ibrahim.
- Iya. [tertawa] Masyaallah. Ya, itu dia
- jawabannya. Jadi ee semua orang tua
- pasti mengharapkan dan menginginkan
- mendambahkan memiliki anak yang saleh
- salihat ya ketaatannya, kepatuhan yang
- luar biasa kepada ee orang tuanya,
- keimanannya, kesabarannya itu tidak ada
- yang tidak menginginkannya. Pasti semua
- orang tua mengharapkan anak yang saleh
- ee salihat ya sebagaimana Nabi Ismail
- alaihi salam. Namun yang perlu kita
- evaluasi kita sebagai orang tua adalah
- sudahkah kita menjadi seperti sosok Nabi
- Ibrahim Alaih Salam? Karena anak yang
- saleh itu berawal dari orang tua yang
- saleh. Maka dimulai dari orang tua.
- Ketaatan anak kepada orang tua itu
- tergantung ketaatan orang tua kepada
- Allah dan bagaimana dia mengarahkan,
- membimbing anaknya untuk juga taat
- kepada dirinya. Jadi di sini memang ee
- pertama-tama kalau kita lihat tadi doa
- ya Nabi Ibrahim berdoa ya Rabbi habli
- minihin. Jadi memang persiapannya itu
- dari awal adalah doa. Makanya kalau kita
- apa ee ngurut e penurut apa menginikan
- apa ya memulai gitu ya dari awal itu
- anak saleh itu tiba-tiba enggak dapat
- anak saleh. Enggak itu butuh proses yang
- panjang. prosesnya misalnya tadi ya,
- pertama dimulai dengan doa. Jadi kalau
- kita menikah itu bukan mencari suami
- untuk kita, tapi mencari ayah untuk anak
- kita. Atau seperti sebagai seorang ee
- laki-laki bukan cari istri, tapi cari
- ibu untuk anak kita. Jadi kesalihan itu
- memang dimulai dari sebelum menikah ya
- kan. Kita lihat aja Nabi Ibrahim beliau
- itu kan walaupun orang tuanya kayak gitu
- gitu ya ee musyrik tapi beliau itu tidak
- tidak menunjukkan kemusyrikan. Beliau
- tuh taat banget. Jadi ketaatan tuh
- dimulai dari dirinya. Nah, sekarang kita
- evaluasi aja Ibu ya. Apakah dulu kita
- juga bagaimana sikap kita kepada orang
- tua kita dulu? Karena kan dalam ee
- riwayat disebutkan, ya, jika kamu ingin
- anakmu berbakti kepadamu, maka
- berbaktilah kamu kepada orang
- tuamu.Ayaallah gitu ya. Jadi itu dimulai
- dari situ dulu ya ee bagaimana orang
- tuanya. Kemudian juga ketika kita ingin
- menyolehkan anak, salehan diri kita dulu
- ya. Kita jujur, menepati janji, berkata
- yang baik. Bagaimana kita bisa
- mendapatkan anak yang santun kalau anak
- itu setiap harinya tidak pernah
- mendengarkan kata yang kata yang santun
- dari orang tua. Kan kita suka gitu tuh
- ya. Yang sabar dong sama adiknya.
- marah-marah mulu kakak lah. Tapi ketika
- orang tuanya marahmarah kayak begitu ya.
- Jadi anaknya bingung bagaimana bentuk
- sabar yang bisa ya. Ya kan kayak gitu
- ya. Apa namanya ibu ibu atau ayah karena
- emosi gitu ya sama anaknya gitu ya. Eh
- tapi anaknya ketika sesama anak berantem
- gitu ya kakak adik ya sabar dong kakak
- ma adik adik mama gitu atau sebaliknya
- bingung kan anaknya lah orang tuanya aja
- enggak sabar sama dia. Suka marah-marah
- bentak-bentak ya. Jadi apapun yang
- dilakukan anak, kakak kepada adik itu
- adalah seperti cerminan orang tua kepada
- kepada anaknya itu. Nah, sekarang ya ya
- jadi ini memang evaluasi buat kita
- sebagai orang tua ya. Anak itu tidak
- tiba-tiba mulus begitu. Jangankan anak
- yang sudah di mendapatkan keteladanan
- yang baik dari orang tua ya itu kan
- hidayah ya. Nabi Nuh alaihi salam
- sendiri yang sudah menjadi nabi itu
- Allah uji dengan anak yang tidak
- beriman. Nah, apalagi yang sudah
- beriman, sudah memberikan contoh yang
- baik anak kayak begini ya bisa juga
- terjadi. Kenapa bisa jadi? Karena
- lingkungan. Misalnya ibu ee sudah
- mendidik anak dengan baik dengan suami
- ya sudah baik didikannya, pola asuhnya
- sudah ee mencontohkan kesalehan,
- keteladanan. Tapi ketika dia ditempatkan
- di lingkungan yang tidak baik,
- sekolahnya sekolah yang banyak pergaulan
- tidak benar, itu akan terpengaruh.
- Karena anak ini kan yang mempengaruhi
- dalam proses pendidikannya tuh enggak
- hanya lingkungan keluarga saja, tapi
- juga ee masyarakat ya, sekolahnya, teman
- dekatnya itu juga mempengaruhi termasuk
- makanan. Jadi banyak faktor yang
- menyebabkan anak kita itu ee untuk bisa
- menjadi saleh itu banyak faktor ya.
- Okelah orang tuh sudah baik, teladan,
- baiklah memberikan contoh yang
- subhanallah tapi makanannya makanan yang
- syubhat
- ya. Okelah makanannya tuh halal di
- rumah. Tapi ketika dia di luar rumah
- enggak halal, gimana?
- Jajanan yang diberikan oleh orang tuanya
- halal dari penghasilan ayahnya yang
- halal. Eh, dibelinya makanan yang tidak
- halal. Apalagi sekarang ini ya mencari
- halal aja susah. Nah, itu kan
- berpengaruh kepada pribadi dan karakter
- serta akhlak anak tersebut. Makanya kita
- hanya bisa, Ibu, ya. Apalagi anaknya
- sudah gede gitu ya. Ketika kita
- evaluasi, evaluasi dengan beristigfar
- kepada Allah, mohon ampun. Mungkin ada
- kekeliruan kita dalam mendidik mereka,
- mungkin ada salah kita gitu ya. Namanya
- juga parenting itu kan didapat itu pada
- zaman-zaman sekarang. Dulunya kan enggak
- ya, belum digali lebih dalam. Nah, kita
- beristigfar pada Allah kemudian doakan
- anak kita ya kalau perlu nanti
- ditanyalah anaknya itu kenapa sampai apa
- ya tadi disebutkan kesalahan fatal,
- kesalahan apa kan kita enggak tahu ya.
- Nah, jadi maaf itu memang berat, tapi
- memang pintu maaf itu harus diberikan
- kepada anak. Seapun anak kita, ridai
- aja. Ya Allah, aku rida dengan supaya
- apa? Supaya anak itu juga lebih mudah
- mendapatkan hidayah dari Allah. Kalau
- anak itu tidak diridai oleh orang tua
- yang ada hanya kalimat cerca, maki,
- dendam, sakit hati, sumpah, serapah, ya
- jadilah seperti itu. Karena lisan ini
- bahaya loh, apalagi lisan yang
- dikeluarkan dari orang tua. Karena
- ucapan orang tua itu seperti doa buat
- anaknya. Ya, ini perkataan. Makanya kita
- lihat ini hati-hati dengan perkataan ya.
- Dalam Al-Qur'an kan dijelaskan oleh
- Allah, maalfidu miniqibul.
- Setiap ucapan itu dicatat oleh malaikat.
- Nah, apalagi ucapan-ucapan yang tidak
- baik. Kamu nih. Nah, gitu ya. Langsung
- menjudge, menghakimi, itu nanti ditulis
- ya. Itu kita enggak tahu tuh apakah
- nanti Allah kabulkan. Jadilah dia
- seperti itu. Kemudian setelah sekian
- lama kita baru sadar, kita berdoa, "Ya
- Allah, ampuni aku, jadikan anakku anak
- yang saleh." Apakah nanti langsung jadi
- saleh? Kita juga enggak tahu. Butuh
- proses waktu. Intinya adalah dimulai
- dari kita sebenarnya, Ibu, ya. Ol asuh,
- makanan. Kalau sudah merasa enggak baik
- kok, saya tidak pernah mengajarkan anak
- yang tidak baik. Ya, bisa jadi antara
- suami dan istri. Bisa jadi ibunya baik
- dalam pendidikan pola asuh, bapaknya
- belum tentu. Atau barangkali yang
- dipertontonkan setiap hari pertengkaran
- dengan suami istri, ya. Bapaknya
- merendahkan istrinya, istrinya tidak ee
- menghormati bapaknya. Kan itu yang anak
- melihat sehari-hari. Jadi, anak itu jadi
- berontak. Apalagi dualisme pendidikan
- dalam rumah tangga tuh bahaya banget.
- Nah, apabila semua tidak ada ya, Ibu ya,
- dan keluarga Ibu semuanya baik-baik
- saja, bisa jadi ini adalah ujian dan
- cobaan ya, pengaruh dari lingkungan anak
- itu kalau sudah terbawa dengan
- syahwatnya, syahwatnya itu adalah
- segala-galanya, ilahnya itu adalah
- syahwatnya, itu memang untuk diberikan
- petunjuk kepada jalan benar itu memang
- sulit. Maka satu-satunya adalah doa.
- Doakan terus anak, Ibu, anak kita semua
- jangan pernah lelah untuk berdoa.
- Insyaallah kita yakin Allah mengabulkan
- doa kita. Kalaupun bukan sekarang, suatu
- saat nanti insyaallah anak kita akan
- kembali kepada kita. Insyaallah doakan
- terus ya, Bu ya.
- Masyaallah. Baik. Masyaallah. Tadi sudah
- ditenangkan oleh Ustazah. Mudah-mudahan
- ibu-ibu, orang tua yang mendengarkan
- pada siang hari ini Allah berkahi
- anak-anak yang saleh dan salehah seperti
- kita menaudani dan mengagumi kesalehan
- Nabi Ismail alaih salam. Ustazah,
- nampaknya tadi pertanyaan merupakan
- pertanyaan penutup. Kiranya kesimpulan
- kita Ustazah.
- Pendengar yang dirahmati Allah,
- keteladanan Nabi Ibrahim atas cinta
- kepada Allah itu adalah motivasi buat
- kita. Bagaimana mencintai Allah itu
- dapat mengalahkan segala-galanya. Cinta
- yang penuh dengan kejujuran, tunduk, dan
- penuh pengorbanan. Ini adalah cinta
- kepada Allah yang kita lakukan. Ikhlas
- hanya karenanya. Dan cinta kepada Allah
- itu adalah di atas segala-galanya. Kita
- akan berani memilih kebenaran. Kita akan
- ee sanggup menghadapi semua ujian
- cobaan. Tetap taat kepada Allah tanpa
- syarat. Kita ikhlas menyerahkan semuanya
- kepada Allah. Selagi Allah rida kepada
- kita, kita akan siap menghadapi apapun
- ujian cobaan yang melimpah kita. Semoga
- Allah menanamkan cinta kita kepada
- Allah. Allahum inaluka hubbaka
- wahubuhibuka
- wubik
- allahumana.
- Semoga kita dapat mencintai Allah dengan
- sebenar-benarnya. Mencintai hamba-hamba
- Allah yang mencintainya dan mencintai
- amalan yang dapat mendekatkan diri kita
- kepada cinta Allah sehingga hati kita
- penuh dengan cintanya. Semoga Allah
- hadirkan cinta kita kepada Allah
- melebihi segala-galanya.
- Astagfirullah wakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakillah khair qirun.
- Kita haturkan kepada guru kita Ustazah
- Helini Amran atas ilmunya, atas
- waktunya. Insyaallah hari ini bermanfaat
- untuk meningkatkan keimanan dan
- pengetahuan kita. Baik, yang bertugas
- pada hari ini saya Karolin didampingi
- Algi juga Ondi. Kami akan undur diri
- mohon maaf atas segala kekurangan dan
- semoga pertanyaan-pertanyaan masuk sudah
- dijawab dengan jelas, clear dan
- insyaallah berkah dengan ilmu
- pengetahuan yang kita dapat siang hari
- ini. Kami undur diri. Kami tutup dengan
- doa. Subhanaka Allahumma wabihamdika
- ashadu alla illa anta astagfiruka wa
- atubu ilai. Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.