Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:06 Bismillahirrahmanirrahim. 0:08 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:11 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:13 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:15 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:17 Para pendengar hasil yang dirahmati 0:18 Allah. Asalamualaikum 0:21 warahmatullahi 0:24 wabarakatuh. Mudah-mudahan dalam keadaan 0:26 sehat walafiat, dalam keadaan bahagia, 0:29 dan dikelilingi bersama orang-orang yang 0:30 ikhwan dan akhwat banggakan. 0:32 Alhamdulillah saya Karolin didampingi 0:34 para pejuang dakwah pada siang hari ini, 0:37 Jumat berkah bersama Ondi di belakang 0:39 meja operator Rasil TV dan juga Aldi di 0:42 belakang meja operator Rasil Radio. 0:45 Alhamdulillah pula kami dapat live 0:47 hybrid dan guru kami telah berada di 0:50 posisinya. Seperti biasa kami sapa 0:52 terlebih dahulu. Asalamualaikum 0:53 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 0:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:58 wabarakatuh. 1:00 Apa kabar, Ustazah? 1:02 Alhamdulillah luar biasa. Tetap semangat 1:04 Mbak Olin ya. Allahu Akbar. Masyaallah. 1:06 Allahu Akbar. [tertawa] Saya ada begini. 1:09 Masyaallah. Allahu Akbar. Semangat 1:11 Ustazah. Semangat. Masyaallah. 1:13 Alhamdulillah. Dan ee mudah-mudahan juga 1:17 yang mendengarkan pada siang hari ini 1:18 juga semangat walaupun cuaca kadang 1:22 hujan. kemudian panas, kemudian hujan 1:23 lagi. ya, tidak sebanding dengan ujian 1:26 ee saudara-saudari kita yang ada di 1:29 Sumatera dan Aceh juga mungkin yang 1:31 sedang berada di Gaza sedang diberikan 1:34 ujian bencana atau ujian ee apa dari 1:37 alam ya dan kita mesti bersyukur namun 1:41 berkaitan dengan hari Ibu yang 1:43 insyaallah akan datang dalam waktu dekat 1:46 tentu saja Amran akan membahas tema 1:49 terkait yaitu ibu bahagia rumah penuh 1:53 berkah TUS Ustazah 1:54 ya. Jazakillah Mbak Olin semua pendengar 1:57 khasil TV dan semuanya ya. 2:00 Bismillahirrahmanirrahim. 2:01 Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi 2:04 allafa baina qulubina faasbahna 2:07 binikmati ikhwana. Ya rabbana lakal 2:10 hamdu bil iman. Ya rabbana lakal hamdu 2:13 bil islam. Yaana bil quran lakal hamdu 2:18 bil ahli wal muah lakal hamduin 2:23 anamta biha ala allahumma sholli 2:26 wasallim wabarik ala sayyidina 2:28 Muhammadin waa alihi wa ashabi ajmain w. 2:33 Pertama-tama tentu saja kita doakan ya 2:37 saudara-saudara kita yang saat ini Allah 2:39 berikan ujian cobaan musibah. Semoga 2:42 Allah berikan kesabaran, Allah berikan 2:45 ganti yang lebih baik lagi. Allah angkat 2:47 derajatnya, Allah segera selesaikan ya. 2:50 Allah angkat semua ujian penderitaannya 2:53 dan Allah berikan pahala yang berlipat 2:55 insyaallah. Karena hakikatnya 2:57 hamba-hamba yang diuji Allah itu adalah 2:59 karena Allah sayang sama mereka. Ya, 3:01 Allah ingin menghapus dosa-dosanya, 3:04 mengangkat derajatnya. Semoga Allah 3:05 berikan ganti yang lebih baik lagi 3:07 insyaallah. Dan ee tentu saja kita 3:10 doakan yang sedang sakit saat ini semoga 3:13 Allah berikan kesembuhan. Keluarga yang 3:16 dalam keadaan barangkali tidak baik-baik 3:19 saja. Kita doakan semoga Allah berikan 3:21 keberkahan jadi baik-baik saja, selalu 3:24 dalam keadaan bahagia, sehat ya. Yang 3:28 terlilit hutang semoga Allah segera 3:30 lunaskan hutangnya. Mudah-mudahan Allah 3:34 berikan rasa persaudaraan di antara kita 3:37 umat Islam di mana pun kita berada. 3:39 Semua doa-doa yang terbaik ya. 3:41 Mudah-mudahan Allah karuniakan untuk 3:43 saudara-saudara kita semua. Ee memang 3:46 ketika kita berbicara hari Ibu ya di 3:50 Indonesia tuh setiap tanggal 22 ya. Yang 3:53 sebenarnya hari Ibu tuh setiap saat 3:55 bukan setiap tanggal 22 ya. Tetapi ini 3:57 karena momentum nasional kita ee 3:59 membahas tema yang sudah melekat dalam 4:03 kehidupan kita sehari-hari tentang ibu 4:05 ya. Ibu bahagia, rumah penuh berkah. 4:09 Ee Mbak Olin, kita miris ya ketika 4:12 mendengarkan berita-berita ya tentang 4:14 anak yang menggugat ibu kandungnya, anak 4:17 yang membunuh ibunya, anak yang 4:19 menyakiti ibunya, menelantarkan ya, yang 4:22 durhaka, yang tidak memiliki moral, ya 4:26 miris banget ya. Kadang-kadang ada rasa 4:28 sedih ya, iba gitu ya, kok bisa ya gitu 4:32 ya. Ya, padahal kita tahu bagaimana 4:35 ajaran Islam melalui Rasulullah 4:37 sallallahu alaihi wasallam itu 4:40 menjadikan posisi Ibu itu posisi yang 4:43 harus dimuliakan ya. Posisi yang memang 4:47 ee tidak bisa tergantikan ya 4:49 jasa-jasanya. 4:51 Nah, biasanya kalau kita bicara ibu itu 4:54 biasanya baru terasa tuh kalau ibu 4:55 enggak ada baru terasa ya Allah dulunya 4:58 padahal gitu ya. Nah, bingung juga nanti 5:01 mau membalasnya gimana kalau Ibu sudah 5:04 enggak ada ya. Jadi, pada hakikatnya 5:08 setiap apapun upaya kita untuk membalas 5:12 apa yang telah ibu berikan kepada kita 5:14 tuh enggak ada yang sepadan yang sama 5:17 tuh enggak ada seperti yang ee beliau 5:19 korbankan untuk kita tuh enggak ada, 5:21 enggak bisa terbalaskan ya. Karena ee 5:24 untuk hamil aja itu menanggung beban itu 5:27 tuh 9 bulan lebih. Rasa sakit, tidur 5:31 enggak enak, enggak nyaman ya. Apalagi 5:34 ketika melahirkan kemudian menyusui ya 5:37 di tengah malam kita sedang nyenyak 5:39 tidur kemudian harus bangun. Itu 5:41 betul-betul kondisi yang sangat sulit 5:44 dan itu tidak akan pernah terbalaskan 5:46 oleh seorang anak ya. Cuman 5:48 kadang-kadang anaknya lupa kan bukan 5:49 lupa ya mungkin enggak enggak merasa 5:51 kali ya setelah dewasa enggak bagaimana 5:54 tidak terpikirkan tidak terbayangkan 5:57 bagaimana sulitnya ibu dulu ya. Nah 5:59 kalau perempuan tuh biasanya baru ingat 6:01 kalau sudah mengalaminya tuh baru deh ya 6:04 Allah kayak gini ya dulu ibuku. Nah, 6:07 jadi berbakti kepada ibu itu adalah ee 6:12 yang bisa mampu melakukannya itu adalah 6:14 orang-orang yang terbaik ya. Karena 6:17 untuk membangkitkan membangun kesadaran 6:20 tentang fungsi orang tua terhadap anak 6:24 itu perlu campur tangan Allah ya. Jadi 6:27 Allah mengingatkan anak agar anak-anak 6:30 itu berbakti kepada orang tuanya. itu 6:32 enggak mudah loh kalau enggak ada ee 6:34 panduan wahyu dari Allah tuh enggak 6:36 mudah. Jadi perlu campur tangan Allah. 6:39 Makanya berbagai ayat itu kan 6:40 menjelaskan ya wabil walidaini ihsana 6:43 itu ya wawinal insana biwalidaih itu 6:46 banyak ayat-ayat itu ya yang 6:48 memerintahkan anak untuk berbakti kepada 6:50 orang tuanya. Jadi diingatkan kembali 6:52 ya. Nah, tentu saja ketika kita bicara 6:55 ibu bahagia, rumah tangga penuh berkah, 6:59 tentu karena Islam itu menempatkan ibu 7:02 pada kedudukan yang sangat tinggi ya, 7:05 yang sangat mulia ya. Bukan hanya karena 7:09 jasanya melahirkan anak saja, enggak. 7:12 Tapi karena memang keberkahan hidup anak 7:16 dan keluarga itu sangat terkait dalam 7:19 dengan keadaan hati seorang ibu. Jadi, 7:22 rumah itu bukan sekedar bangunan ya, 7:25 tapi rumah itu adalah ee akan hidup ee 7:29 oleh jiwa-jiwa orang yang ada di 7:31 dalamnya. Jiwa rumah itu adalah ibu ya. 7:34 Jadi, jiwa rumah itu adalah ibu ya. 7:37 Kalau ibunya tenang, pasti rumahnya 7:38 lapang deh. Kalau ibunya bahagia, pasti 7:40 rumah itu nyaman untuk tempat pulang. 7:43 Maka jangan pernah melukai hati seorang 7:46 ibu. Ya, kalau hati seorang ibu terlukai 7:50 itu rumah kehilangan keberkahannya. Ya, 7:52 meskipun rumah itu mungkin penuh dengan 7:54 harta benda, kekayaan, apa saja di dunia 7:56 ini. Makanya oleh karena itu Allah telah 7:59 berpesan lewat ee lisan Rasulullah 8:01 sallallahu alaihi wasallam, ridallah fi 8:03 ridol walidain wasakatullahat fihatil 8:06 walid. Jadi, artinya rida Allah itu kan 8:09 tergantung bagaimana rida orang tua ya. 8:12 Kalau murkanya Allah juga tergantung 8:15 bagaimana ee murkanya orang tua. Nah, 8:17 bagaimana sebuah rumah akan berkah kalau 8:21 orang tuanya tidak rida? Kalau orang tua 8:25 tidak rida, ya tentu Allah juga akan 8:27 tidak akan meridai keluarga tersebut, 8:29 rumah tersebut. Maka penting sekali ya 8:32 bagaimana membuat ibu itu bahagia ya. 8:36 Jika rida orang tua terutama ibu itu 8:39 menjadi sebab rida Allah, maka menjaga 8:42 kebahagiaan dan ketenangan hati ibu itu 8:45 adalah ibadah besar. Ibadah. Ibadah 8:48 berat itu ibadah besar itu bagaimana 8:50 membahagiakan orang tua gitu ya. Nah, 8:53 itulah sebabnya prioritas dalam bakti 8:56 ya. Sebagaimana yang disampaikan dalam 8:59 hadis Nabi itu adalah ibu ya. Ketika 9:03 seorang sahabat bertanya, "Ya 9:04 Rasulullah, man ahqunas bihusni 9:07 shahabati, mana manusia yang ee aku 9:10 prioritaskan untuk ee berbuat baik?" Ya. 9:14 Ya. Rasul jawab, "Ummuk, ibumu siapa 9:17 lagi?" "Umuk siapa lagi?" Ibunya sampai 9:20 tiga kali disebut. Nah, baru setelah 9:22 tiga kali baru Rasulullah menyebutkan, 9:24 "Setelah itu bapakmu tu maabuk." Jadi 9:26 artinya apa? priorita prioritas seorang 9:30 anak dalam berbakti itu khusus ibu. 9:34 Makanya bagaimana rumah itu akan berkah 9:36 kalau ibunya murka. Makanya ibu bahagia 9:39 itu bukan karena dimanjakan, tapi karena 9:41 dimuliakan. Karena bakti seorang anak 9:44 kepada orang tuanya. Ya. Jadi ee apa sih 9:49 maksudnya ibu bahagia? Ya, kayaknya ibu 9:52 bahagia-bahagia aja tuh. Iya, memang ibu 9:54 bahagianya kalau lagi hamil ya, nungguin 9:55 anaknya ya, walau dengan kondisi susah 9:58 payah ya. Jadi, ibu bahagia itu bukan 10:00 berarti tanpa lelah, enggak. Jadi, ibu 10:03 tuh bahagia tapi capek. Enggak. 10:06 Maksudnya gini, yang dimaksudkan ibu 10:08 bahagia itu adalah ya walaupun lelah, 10:12 capek, kerja dan segala macam 10:14 tugas-tugas atau peran ibu yang dia 10:16 emban. Maksudnya ibu bahagia itu adalah 10:19 ibu yang hatinya dijaga. 10:22 Jangan sampai ada kata-kata kasar yang 10:25 melukainya. 10:26 Ucapannya didengar. Jangan bantah-bantah 10:29 terus walaupun merasa benar ya. 10:31 Perasaannya tidak diremehkan ya, tidak 10:34 dikecilkan. Mentang-mentang anaknya 10:35 punya pendidikan tinggi, ibunya itu ibu 10:38 baby boomers atau ibu masa lalu. Tapi 10:41 jangan pernah direndahkan, dikecilkan, 10:43 dianggap kampungan, puno, ketinggalan 10:45 zaman karena enggak update ilmu. 10:47 Mentang-mentang anaknya dokter S2, S1 10:50 atau kuliah atau apapun ibu enggak makan 10:52 sekolahan misalnya, jangan pernah 10:53 diremehkan perasaannya. Dan kalaupun ada 10:57 kesalahannya tuh dimaafkan ya, minta 11:00 doanya. Jadi, doanya diminta. itu yang 11:02 maksudnya ibu bahagia itu. Jadi ee para 11:05 ulama ya, ada ulama mengatakan begini, 11:08 hati orang tua itu adalah ladang 11:11 keberkahan. Siapa yang menjaganya, ia 11:14 akan memanen kebaikan sepanjang 11:16 hidupnya. Masyaallah. Jadi jangan 11:19 main-main dengan perasaan orang tua, 11:21 dengan hati orang tua ya. Sedikit saja 11:24 dia terluka, alamat berkah itu akan 11:26 sulit kita raih. Karena apa? Karena 11:28 ridallah fi ridol walidain. Ridanya 11:31 Allah itu terletak pada rida orang tua. 11:34 Tapi ketika hati orang tua tidak dijaga, 11:36 hati-hati aja ya. Jangan sampai pula 11:39 anak tuh nantangin orang tua mana dulu 11:41 yang harus aku hormati. Orang tuanya 11:43 bukan orang tua kayak begini mah. Enggak 11:45 begitu ya akhwatilah anak-anakku, 11:48 saudaraku. Orang tua yang telah 11:50 mengandung dan melahirkanmu, menyusuimu, 11:52 itu orang tuamu. Tapi kan dia enggak 11:55 mendidik aku, dia menyenyakan aku, dia 11:56 nitip aku ke nenek. Enggak pantas. Bukan 11:59 masalah titip-menitip, 12:01 tapi keberadaanmu itu karena orang tuamu 12:03 ada ya, karena orang tuamu pernah 12:05 mengandungmu. Itu adalah bentuk jasa 12:08 yang enggak bisa terbalas. 12:10 Sampai ada seorang seorang Yaman ya itu 12:14 berkata kepada salah seorang sahabat ya 12:16 ketika dia menggendong ibunya tuh ke 12:20 tawaf tujuh kali digendong. Betul-betul 12:23 digendong ya tawaf. Terus katanya kepada 12:25 sahabat itu, "Apakah aku sudah 12:27 menunaikan baktiku kepada orang tuaku? 12:30 Sudah terbalaskah?" Katanya, "Belum." 12:32 Sampai kapanp kamu tidak akan pernah 12:35 bisa membalas jasa orang tuamu. Karena 12:38 keberadaanmu di dunia itu adalah sebab 12:40 adanya orang tuamu, gitu ya. Jadi, 12:43 sekali lagi eh birol walidain min 12:47 asbabrijbat 12:49 ya barakat 12:51 baliat. Jadi di situ disebutkan ulama 12:54 itu mengatakan, "Sesungguhnya 12:56 berbakti kepada kedua orang tua itu 12:59 termasuk sebab terbesar terbukanya 13:02 kesulitan." Artinya ketika ada 13:04 kesulitan-kesulitan yang ada itu akan 13:06 segera diurai datangnya keberkahan dan 13:09 tertolaknya berbagai musibah. Nah, itu 13:12 adalah bentuk bakti kepada orang tua. 13:14 Jadi, jangan dianggap sepele ya. Jadi 13:16 artinya ee ketika kita berbakti kepada 13:19 orang tua itu itu keberkahan hidup itu 13:22 bukan bukan ada di usaha kita, tapi buah 13:26 dari birul walidain yang pusatnya itu 13:29 adalah ada pada hati orang tua. Maka 13:31 jaga jangan sampai hati orang tua itu 13:34 terluka sedih. Itu yang berbahaya tuh 13:36 anak itu hati-hati karena ridanya Allah 13:40 terletak pada rida orang tua ya. Jadi 13:42 jangan hanya aku yang penting rida Allah 13:44 aja deh orang tua mah. itu hati-hati 13:46 yang bicara seperti itu ya. Kita tidak 13:48 inginkan hidup kita itu tidak diberkahi 13:50 oleh Allah. Makanya dalam eh zadul maad 13:54 ya wamin akbaril kabairqul walidain itu 13:58 termasuk dosa besar yang paling besar 14:01 adalah durhaka kepada kedua orang tua. 14:04 Jadi Allah menjadikan hukuman bagi 14:06 pelakunya itu disegerakan di dunia 14:09 selain azab yang disiapkan baginya di 14:12 akhirat. Nah hati-hati ya Allah. Maka 14:16 kalau kita membahagiakan 14:18 orang tua itu, orang tuanya berbahagia 14:20 dengan anak itu berkah hidupnya. 14:22 Walaupun mungkin hartanya sedikit tapi 14:24 itu berkah. Itu kan yang dicari itu apa 14:26 sih? Kalau bukan berkah, banyak harta 14:28 enggak berkah itu bencana loh ya. Nah, 14:31 jadi ee jika durhaka itu menyegerakan 14:35 kebinasaan, maka menjaga hati orang tua 14:38 itu menyegerakan keberkahan baik dalam 14:41 rumah, rezeki, maupun ketenangan jiwa. 14:44 Masyaallah. Itu kan ee artinya mafhum 14:47 mukhalafahnya ya. Karena disebutkan 14:49 bahwa termasuk dosa besar yang paling 14:52 besar adalah durhaka gitu kan. Dia 14:55 segera diazab di dunia. Jadi hukuman 14:58 bagi uququl walidain, bagi orang-orang 15:00 yang durhaka kepada orang tuanya tuh 15:02 disegerakan di dunia. Enggak dipending 15:04 gitu ya nanti aja di akhirat. Tidak. 15:06 Mungkin dosa-dosa yang lain tuh 15:07 dipending. Tapi untuk uququl walidain 15:11 ini di dunia tuh sudah Allah segerakan. 15:13 Maka mafhum walafanya apa? Ketika 15:15 seseorang menjaga hati orang tuanya itu 15:18 segera keberkahan itu akan ada. 15:21 keberkahan dalam hal apapun, dalam 15:23 rumahnya, dalam rezekinya, dalam 15:25 ketenangan jiwanya, dalam hidupnya. 15:28 Makanya kita lihat ya, kita bicara ini 15:31 ajaran Islam. Mungkin ada juga 15:33 orang-orang di luar Islam dia jadikan 15:36 hokinya, dia jadikan keberuntungan 15:38 hidupnya, istilahnya tuh apa ya? eh ya 15:42 hoki ya itu dengan berbakti kepada orang 15:44 tua walaupun agamanya bukan Islam, 15:47 walaupun agama di luar Islam, tapi 15:49 ketika dia mengamalkan dalam perbuatan 15:53 baik ya, berbuat baik kepada orang 15:54 tuanya, padahal bukan Islam ya, ee dia 15:56 hanya punya keyakinan hoki loh, itu 15:59 untung besar itu, itu ee keramat 16:02 berjalan. Kalau kita bakti sama orang 16:04 tua itu akan kita berhasil sukses. 16:07 Ituang memang benar. Banyak kita temukan 16:09 ya orang-orang di luar Islam kan ketika 16:11 mereka menjaga berbakti kepada orang 16:14 tuanya, kepada ibunya gitu ya itu lancar 16:18 usahanya, hidupnya mudah ya. Karena 16:20 walaupun sebenarnya keyakinannya itu 16:22 hanya untuk hoki di dunia ya. Karena 16:24 memang dunia ini itu langsung cash Allah 16:27 berikan yang berbakti ataupun yang 16:29 durhaka. cash Allah berikan itu ya akan 16:32 terlihat walaupun sudah tobat ya. Bisa 16:36 jadi kan ada kasus ya misalnya ya waktu 16:38 ibunya hidup misalnya durhaka banget 16:41 gitu ya terus dia sudah meninggal terus 16:43 dia tobat ya atau mungkin dia sempat 16:45 bertobat ya tapi ternyata bisa jadi ya 16:48 iya untuk ee menghapuskan dosanya itu 16:52 yang sudah dicatat oleh malaikat itu ya 16:55 itu 16:56 susah dulu hidupnya gitu ya dia akan 16:58 menerima istilahnya tuh akibat atau buah 17:00 dari ee perilakunya yang menyakiti hati 17:03 orang tuanya itu akan akan terlihat dan 17:06 akan terasa ya bahwa ini adalah buahnya 17:09 dulu gitu ya. 17:11 Jadi ee pernah ada ya saya pernah 17:15 sampaikan ya Mbak Olin ya seorang anak 17:16 muda itu maki-maki bapaknya di jalanan 17:19 itu ya di masa ee sahabat ya. Terus 17:22 orang gemes gitu ngelihatnya tuh marah 17:24 gitu sama anak muda itu ya. Pengin ihya 17:26 anak durhaka. Kita kan kalau lihat orang 17:29 mendurhakai atau marah-marahin orang 17:32 tuanya di depan umun kan kita sakit hati 17:33 ya Mbak ya walaupun enggak kenal ya nih 17:35 orang nih kayaknya begitu amat sih kita 17:38 tuh kesal kan. Nah, orang-orang juga 17:40 lihat pemuda itu kok ini orang 17:42 anak-anaknya kok song banget sama 17:45 bapaknya ya. Marah-marahin apa 17:47 bentak-bentak itu nunjuk-nunjuk gitu ya 17:49 tangannya di depan bapaknya. Bapaknya 17:51 diam aja ini orang jadi gemes. Terus 17:54 akhirnya orang mau marah gitu. Terus 17:56 kata kata malah bapaknya yang melarang. 17:58 Biarkan dia kata bapaknya tuh ya kepada 18:01 orang-orang yang gemes sama anaknya itu 18:02 ya kok anak kayak begini amat. Bapaknya 18:04 malah mengatakan udah biarkan aja 18:06 katanya. Terus kenapa kok anak lawan kok 18:09 dibiarin, Pak? Gitu ya. Ya, dia jawab 18:11 gini, "Dulu inilah buahku dulu karena 18:15 aku juga memperlakukan orang tuaku 18:17 seperti ini." Jadi dia durhaka, anaknya 18:21 durhaka kepada dia itu dia masih hidup. 18:23 Itu adalah balasan dia dulu durhaka 18:25 kepada orang tuanya. Di dunia dia 18:27 dapatkan. Ee makanya jika durhaka 18:30 menyegerakan kebinasaan di dunia pada 18:33 saat hidup, maka menjaga hati orang tua 18:36 itu menyegerakan keberkahan baik dalam 18:39 rumah atau dalam kehidupannya. Itu sudah 18:41 insyaallah sudah pasti. Itu kan ee apa 18:44 namanya bagian dari ee kewaspadaan ya 18:48 buat ee seorang anak. Jangan pernah 18:51 nyakitin orang tua. Jadi pengaruh amal 18:54 terhadap kehidupan itu luar biasa ya. 18:57 lahir wal ahwal wal arq. Jadi amal 19:01 perbuatan itu memiliki pengaruh terhadap 19:04 hati, keadaan hidup dan rezeki. Nah, 19:07 amalnya dia baik kepada orang tuanya, 19:09 berbakti itu akan mempengaruhi hatinya, 19:12 keberkahan hidupnya, rezekinya, ya. 19:15 Rumah juga jadi berkah kan. Rumah penuh 19:17 dengan keberkahan, kebahagiaan. Maka 19:20 dalam konteks birul walidain ini, maka 19:24 ee menjaga hati ee ibu itu adalah amal. 19:28 Itu amal loh, amal saleh ya. Dan amal 19:31 itu berpengaruh langsung pada keberkahan 19:33 rumah dan kehidupan anak. Itu akan 19:35 dimudahkan semua jalannya ya. Jadi 19:39 keberkahan hidup itu luar biasa ya. 19:42 Rumah jadi lapang walaupun sempit tapi 19:44 hati itu lapang. Jiwa akan tenang ya. ee 19:48 kemudian juga ee bagaimana hidupnya itu 19:50 akan dimudahkan Allah. Ya, oleh karena 19:52 itulah 19:54 kita memahami bahwa 19:57 ketika ibu bahagia itu rumah itu jadi 19:59 penuh berkah dan membahagiakan orang itu 20:02 wajib. Eh, maksudnya membahagiakan orang 20:05 tua itu wajib. Jadi orang tua itu wajib 20:07 dibahagiakan. Ya, ini ada ee kisah 20:11 ketika seorang laki-laki ya datang 20:13 kepada Rasulullah sallallahu alaihi 20:14 wasallam, dia e mengatakan, "Ubayuka 20:17 alal hijrah." Dia tuh pengin hijrah. Ya 20:19 Rasulullah, aku berbaiat kepadamu untuk 20:21 berhijrah. Ya, kita tahu ya untuk hijrah 20:23 ke Madinah itu kan enggak mudah ya. Itu 20:25 kan pengorbanan ya dari zona nyaman, 20:28 kampung halaman, kemudian pindah ke 20:30 negeri yang kita tidak tahu seperti apa 20:32 masa depan. Itu kan hijrah tuh kan penuh 20:34 dengan keimanan. Jadi dia tuh merasa 20:36 senang banget. Oh aku udah bisa tuh 20:38 hijrah ke Madinah. Terus aban 20:43 terus aku tinggalkan orang tuaku nangis. 20:45 Nah enggak disebutkan ya orang tuanya 20:46 itu apakah sudah Islam atau masih 20:48 musyrik ya. Pokoknya aku berhasil 20:50 hijrah. Orang tuaku sampai nangis loh 20:52 gitu ya. Apa kata Nabi? Iji alaihuma. 20:56 Jadi faikuma kama abkaitahuma. Pulang ya 21:01 pulanglah kamu ke rumahmu ya. Kembalikan 21:03 kembali kamu kepada kedua orang tuamu. 21:05 Buat mereka itu tertawa sebagaimana kamu 21:08 telah membuatnya menangis. Masyaallah. 21:11 Jadi orang tua itu wajib dibahagiakan 21:16 ketika masih bersama kita. Walaupun 21:19 mungkin ada perilaku-perilakunya yang 21:22 tidak berkenan di hati kita. ya mungkin 21:25 cara komunikasinya 21:27 atau mungkin sikapnya ya kita pahami aja 21:30 namanya produk lama gitu ya zamannya 21:33 sudah beda gitu ya karena ber 21:36 berhubungan atau bermuamalah atau ee 21:39 merawat orang tua bersama kita itu butuh 21:43 ketahanan hati dan mental. Benar deh ya. 21:46 Apalagi orang tua produk dulu yang 21:47 mungkin kena luka batin ya. Mungkin di 21:49 pola asuh orang tua dulu ya itu enggak 21:52 enggak kena deh sama kita gitu ya. Tapi 21:54 kitanya ini yang sudah sadar. Kalau 21:56 enggak salah pekan pekan lalu kita bahas 21:58 tiga generasi dalam satu doa ya, Mbak 22:00 ya. Yang sadar itu adalah generasi aku. 22:03 Yang sadar itu generasi aku. Bukan kita 22:06 tuntut generasi orang tua di situ. Jadi 22:08 akulah yang bisa merubah. Makanya yang 22:11 banyak ditekankan dalam nas Al-Qur'an 22:13 dan hadis itu adalah anak. Ya, walaupun 22:16 nanti orang tua tuh kalau anak tu sudah 22:18 jadi orang tua itu juga dia harus 22:19 perhatikan ya pendidikannya. Tapi kalau 22:21 yang sudah berlalu, sudah tua begitu ya 22:24 generasi itu kan mulai dari aku nanti 22:26 punya turunan. Itulah adanya 22:28 perbaikan-perbaikan memutuskan mata 22:30 rantai pola asu yang keliru dari orang 22:32 tua. Makanya Rasulullah mengatakan bahwa 22:35 berbuat baik kepada orang tua tuh amalan 22:37 itu setara dengan jihad. Ya. Jadi ada eh 22:42 sahabat yang datang minta jihad. Ya 22:44 Rasulullah aku akan berjihad 22:45 fisabilillah. Nah Rasul bertanyaun 22:48 walidak? Orang tua masih hidup? 22:51 Orang tuamu masih hidup katanya gitu ya. 22:53 Naam. Ya Rasulullah fafihima fajahid. 22:56 Berbaktilah kepada orang tuamu. Itu 22:58 jihad. Jadi Rasulullah menyandingkan 23:03 antara jihad dengan berbakti kepada 23:05 orang tua. Itu tandanya apa? Tandanya 23:08 berbakti kepada orang tua tuh enggak 23:10 mudah. Waduh itu benar-benar dah ya. 23:14 Kalau seorang anak punya orang tua yang 23:16 bermasalah misalnya, masyaallah ya itu 23:19 jihad pahalanya besar. Masyaallah surga 23:21 tuh kan enggak murah ya. Jadi 23:23 saatnyaalah si aku ini, si anak ini 23:25 enggak nuntut-nuntut lagi tapi dia ingin 23:27 merubah. Maka dari dia, dari dialah 23:30 mulai bersabar, lihat, bahagiakanlah 23:33 orang tua, terutama ibu ya. Rumah itu 23:36 akan penuh berkah. Bahkan kita tahu ya 23:39 bahwa sebab diterimanya tobat itu bakti 23:42 loh sama ibu. Jadi ada seorang laki-laki 23:45 datang kepada Rasulullah. Dia 23:47 mengatakan, "Ya Rasulullah, aku telah 23:48 melakukan dosa besar. Terus apakah masih 23:51 ada tobat untukku?" Nah, terus kata 23:53 Nabi, "Eh, alaka walidan, kamu punya 23:57 orang tua enggak?" Terus dia katakan, 23:59 "Tidak ada ya Rasulullah." Falaka 24:00 kholah, kamu punya eh bibi e saudara ibu 24:04 itu maksudnya khalah tuh tante ya dari 24:06 ibu. Dia bilang, "Punya ya Rasulullah." 24:08 Kemudian Nabi mengatakan, "Fadirroha 24:10 idan." Kalau gitu kamu e berbuat baiklah 24:13 kepadanya. Jadi artinya pengganti ibu 24:15 itu kan bibi ya, tante ya, sekakak atau 24:18 adiknya ibu. Nah, ini menunjukkan bahwa 24:21 ee berbakti kepada ibu itu salah satu 24:25 diterimanya tobat ya. Syarat diterimanya 24:28 tobat ya. Bahkan pernah enggak, Mbak, 24:32 dengar kisah ee ada seorang laki-laki 24:35 dia lagi ngelamar seorang perempuan eh 24:37 ditolak lamarannya terus malah lamaran 24:40 orang lain yang diterima. Wah, kecewa 24:42 dong dia. Cemburu dong ya. Dibunuh 24:45 perempuan itu. 24:46 Terus akhirnya dia tobat. Dia merasa 24:47 berdosa. Terus dia datang kepada Ibnu 24:49 Abbas. Terus ee tobatlah dia. Terus dia 24:53 tanya, "Bagaimana dosaku? Adakah ee 24:55 enggak disebutkan ya dulu tuh bagaimana 24:57 apakah dikisos atau tidaknya ya? Apakah 24:59 belum turun ee hukum qisas? Ya, tapi dia 25:02 bertanya kepada Ibnu Abbas ya, apakah ee 25:06 ada tobat ya? Fahalli min taubah. Apakah 25:09 ada pintu tobat untukku terbuka? Terus 25:11 ee Ibnu Abbas menjawab, "Alaka walidan. 25:14 Kamu punya orang tuakah?" Dia 25:16 mengatakan, "Tidak, aku tidak punya 25:18 orang tua." Ya, ee apakah kamu memiliki 25:21 kholah saudara ee perempuan punya? Ya, 25:23 maka berbaktilah kepadanya. Jadi ibumu, 25:27 jadi ditanya apakah ibumu masih hidup? 25:29 Enggak. Sudah wafat. Kalau gitu berbakti 25:31 pada ee bibinya. Jadi artinya gini ee 25:35 metode Ibnu Abbas yang dimintai fatwa 25:39 oleh orang-orang yang telah berbuat dosa 25:41 besar itu ee waktu itu kan enggak 25:43 disebutkan ya apakah sudah turun hukum 25:45 ya. Tapi ee hukum itu kan bertahap ya. 25:48 Nah, fatwa Ibnu Abbas mengenai kafarah 25:52 dosa itu beliau menyarankan dengan 25:55 amalan yang pahalanya seimbang dengan 25:58 dosa tersebut. Itu ee artinya tidak ada 26:01 dosa yang ee seimbang kafarahnya itu 26:05 kecuali berbakti ee pada seorang ibu. 26:08 Jadi 26:09 ee maaf. 26:12 Jadi artinya ee bahwa ee 26:16 amalan yang lebih dapat mendekatkan diri 26:18 kepada Allah dan lebih dicintainya itu 26:21 adalah amalan berbakti kepada ibu dan 26:23 itu mampu seimbang tuh ya. Dosa dengan 26:26 pahala itu ee artinya impas. Jadi 26:29 bagaimana salah satu syarat diterimanya 26:31 tobat itu bakti sama ibu ya. Karena ibu 26:34 itu atau orang tua itu kunci surga yang 26:36 pertengahan ya. Jadi masyaallah ya ee 26:40 bagaimana ibu itu kalau bahagia itu 26:43 rumah tuh penuh berkah. Apalagi kalau 26:46 terus ya sepanjang hayat hidup itu apa 26:49 bakti itu terus di ee pelihara dijaga 26:53 itu tambah rezeki loh. Obat panjang umur 26:56 itu masyaallah ya. obat panjang umur. 26:59 Karena dalam ee sebuah hadis ya 27:01 Rasulullah itu kan pernah menyampaikan 27:02 ya bahwa ee man ahabu ay kalau kata Nabi 27:07 ya ee ketika ditanya oleh seorang 27:10 sahabat ee kata Nabi ya ee siapa yang 27:13 ingin dipanjangkan umurnya, ditambah 27:16 rezekinya atau bertambah rezekinya maka 27:18 dia harus berbakti kepada orang tuanya 27:20 dan menyambung silaturahim. Jadi ada dua 27:23 ee apa namanya? Keutamaan ya. Kalau mau 27:27 kalian itu panjang umurnya, kalau kalian 27:30 mau rezekinya bertambah, rezekinya 27:32 berkah, gitu ya. Amalannya tuh apa? 27:35 Bakti sama orang tua, terus sambunglah 27:38 silaturahim, gitu. Jadi itu kalau mau ya 27:41 rezekinya bertambah. Nah, oleh karena 27:43 itulah coba kita evaluasi kehidupan 27:45 kita. Kita enggak boleh menilai orang, 27:48 kita tidak boleh men-judge orang, kita 27:51 tidak dalam posisi sebagai ee pencipta 27:53 atau Tuhan, ya kan? Kalau Allah itu kan 27:56 bisa menilai, menghukumi. Kita ini 27:58 sama-sama hamba Allah enggak berhak tuh 28:00 ya saling menilai, saling ee apa 28:02 namanya? Mengamati ya. Itu gak 28:04 dibenarkan. Kalau untuk evaluasi, 28:06 evaluasi diri sendiri aja. Kita enggak 28:08 usah nengok orang deh. Misalnya ada 28:11 kalaunya 28:13 kok susah ya hidup sekarang ini. Beban 28:16 kehidupan kok semakin bertambah sulit, 28:19 apa-apa mentok gitu ya. Kok rezeki kok 28:21 enggak kayak dulu kok ini ini. Pokoknya 28:23 adalah kesulitan dalam kehidupan. Yang 28:25 pertama kali coba cek bagaimana posisi 28:28 hubungannya dengan orang tuanya. 28:31 Apakah ibunya ada yang terluka dengan 28:35 sikap anaknya ini. Nah, coba cek ya. 28:38 Artinya pastikan 28:40 orang tua khususnya ibu itu tidak 28:43 memiliki sedikit pun rasa ya tidak 28:47 ikhlas, tidak rida. Yakinkan bahwa ibu 28:49 telah meridai kita. Karena ketidakridaan 28:52 ibu itu bahaya buat masa depan anak. Ya. 28:56 Ya, makanya ibu-ibu yang ada ya kan kita 28:58 juga enggak ingin anak-anak kita ee 29:01 susah ya. Biasanya ibu-ibu kalau ibu-ibu 29:03 salihah tuh biasanya aku rida ya Allah 29:05 terhadap anakku gitu ya. Itu bagus tapi 29:08 apakah Allah rida? Belum tentu juga gitu 29:10 ya. Jadi ini pastikan ya sama-samalah 29:14 ya. Jadi ibunya meridai, anaknya juga 29:16 dengan keikhlasannya juga minta 29:19 diridakan. Jadi jangan sampai 29:21 diam-diaman kemudian ah yakinlah man ada 29:23 orang tua yang murka mananya enggak 29:24 begitu juga ya. Ee jadi ini bagian dari 29:29 ee ibu bahagia itu akan rumah penuh 29:32 dengan berkah ya Mbak. Nanti kita 29:34 lanjutkan lagi ya Mbak. 29:36 Baik. Masyaallah, telah kita ikuti tadi 29:39 pemaparan Ustazah mengenai Ibu bahagia 29:42 dan kami undang para 29:46 pendengar untuk menyampaikan 29:50 pertanyaannya seputar tema tersebut ke 29:53 nomor seperti biasa tidak berubah. Nomor 29:55 WhatsApp di 0811999720. 30:01 Insyaallah ustazah akan membahasan, 30:02 namun kita akan ambil jeda nasyid 30:04 berikut ini. 30:08 [musik] 30:14 Rada silaturahim juga Rasil TV. Ikhwan 30:16 dan akhwat saat ini menyimak fikih 30:18 wanita bersama Ustazah Helini Amran dan 30:20 tema yang diangkat pada siang hari ini 30:21 adalah Ibu Bahagia rumah penuh berkah. 30:24 Masih ada beberapa hal atau poin yang 30:26 masih ingin disampaikan oleh Ustazah 30:28 atau Ustazah? Ya. Baik. Ee pendengar 30:30 yang dirahmati Allah, bahagiakan ibu 30:34 agar kita berkah kehidupan kita. Nah, 30:36 bagaimana dengan ibu kita yang 30:39 nonmuslim, kafir atau musyrik dalam 30:43 Islam? Meskipun orang tua kita itu kafir 30:46 atau musyrik, itu kewajiban berbakti itu 30:49 tidak gugur. Ya, kenapa tidak gugur? 30:53 Karena memang Allah telah memberikan 30:54 panduan. Ya, Allah telah mengingatkan 30:56 kita. itu dalam surat Luqman ayat 15un. 31:08 Nah, jadi kalau orang tuamu itu 31:10 memaksamu mempersekutukan Allah, artinya 31:14 ee menyuruh sesuatu yang bertentangan 31:16 dengan ajaran agama Allah itu jangan 31:19 diikuti. Tapi ya tapi di sini 31:23 wasohibhuma fid dunya ma'rufah. Tapi 31:27 pergaulilah keduanya di dunia ini dengan 31:30 cara yang baik. Jadi enggak boleh ketika 31:33 orang tua kita itu ee tidak menyukai aj 31:36 apa ee agama kita atau menyuruh kita 31:39 berbuat sesuatu yang bertentangan dengan 31:41 ajaran agama itu kita tidak 31:43 mengikutinya. Kita tidak boleh 31:45 mengikutinya. Tapi muamalah dengannya 31:48 harus dan wajib. Baik. Wasohibhuma fid 31:51 dunya makrufah. Jadi enggak ada alasan 31:53 yang berbakti itu siapa dulu orang 31:55 tuanya. Iya. Ini orang tua nonmuslim aja 31:57 kita wajib untuk berbakti. Bahkan kita 32:00 diperintahkan Allah untuk mempergauli 32:02 kedua orang tua kita dengan cara yang 32:03 baik. Apalagi orang tua kita itu 32:06 seakidah. Jadi enggak ada enggak gugur 32:09 kewajiban. Jadi kalau untuk hal-hal 32:10 dunia ya itu wajib mentaati orang tua 32:13 kita walaupun nonmuslim ya. Kalau 32:15 sekedar hanya disuruh pergi ke warung 32:18 ini ini urusan rumah itu ya nurut ya. 32:20 Jadi enggak ada tuh kewajiban taat itu 32:22 kalau orang tua ini dulu kalau dia 32:25 enggak bisa selama dia tidak menyuruh 32:26 kita kepada kemungkaran kita wajib untuk 32:29 mempergaulinya dengan baik di dunia. 32:32 Jadi itu orang tua ya. Bahkan yang Allah 32:35 berikan anugerah orang tuanya tua 32:38 kemudian merawatnya di rumahnya dengan 32:41 baik. Masyaallah itu jalan menuju surga 32:44 itu. Masyaallah ya. Makanya e Rasulullah 32:47 pernah menyampaikan ya rif rifuh itu 32:51 sampai tiga kali gu ya celakalah 32:53 celakalah celakalah. Terus sahabat 32:55 bertanya ya Rasulullah kenapa celaka? 32:58 Rasulullah menjawab man adroka walidai 33:01 kibari ahaduhuma 33:03 yadulil jannah. Celakalah orang yang 33:06 mendapatkan kedua orang tuanya menua 33:09 atau salah satu di antara keduanya tuh 33:11 tua kemudian dibawa pemeliharaannya tapi 33:14 tidak bisa membuat dia masuk surga. 33:16 Celakalah dia. Tuh kan kita juga dapati 33:19 banyak ya bagaimana orang tuanya sudah 33:22 tua itu anak-anaknya itu berlepas tangan 33:25 tidak mau mengurusnya. Udah masukin 33:28 panti jompo aja ngerepotin ah. Gitu ya. 33:31 Itu durhakanya tuh luar biasa gitu. 33:33 Makanya kata Nabi, "Celakalah." Padahal 33:35 ini kunci surga. Ketika kita mampu untuk 33:38 menghadapinya dengan sabar, itu lancar 33:41 mulus jalan menuju surga. Ya, tapi kan 33:43 enggak mudah ya. Ya, karena memang surga 33:45 itu mahal jihad ya. Menghadapi orang tua 33:49 yang agak rada-rada gitu ya, Mbak ya. 33:51 Jadi, oleh karena itu karena surga itu 33:54 enggak murah ya, ini jalannya ini 33:56 seperti ini mak. Makanya kita lihat ya, 33:58 banyak contoh-contoh yang telah di ee 34:01 berikan oleh para ee ulama dulu ya atau 34:06 orang-orang dulu ya yang sangat terkenal 34:08 itu Uwais Al-Qarni tuh sangat terkenal 34:11 itu bagaimana dia menjaga ibu ya, 34:13 menjaga hati ibunya, menjaga ee hari 34:16 tuanya. Masyaallah, kehendak ibunya tuh 34:18 diturutin tuh ya. Padahal ibunya tuh 34:21 udah buta ya ee apa udah tua rentak ya 34:24 maksudnya ee lumpuh ya ibunya itu ya. 34:27 Itu e kalau orang bilang ngada-ngada 34:29 atau ngadi-ngadi gitu ya. Udah tua 34:31 enggak bisa jalan pengin naik haji eh 34:32 pengin haji gitu ya. Tinggalnya kan di 34:34 Yaman tuh. Yaman dengan Makkah itu kan 34:36 jauh ya istilahnya tuh ya kan kalau bagi 34:40 orang sekarang ngada-ada aja sih sudah 34:42 kayak gitu. Tapi tidak untuk Uwais 34:45 Alqarni keinginan ibunya itu ditanggapi 34:48 serius, tapi dia cari akal gimana 34:51 caranya bisa bawa ibunya itu ee 34:53 berangkat haji dengan kondisi lumpuh ya 34:56 enggak bisa enggak bisa jalan itu. Nah, 34:58 dia latih dirinya tuh dan itu latihannya 35:00 itu enggak sekali dua kali dia coba gitu 35:02 ya awalnya ngangkat ee domba kecil e 35:06 naik bukit, turun bukit ya. Jadi 35:08 istilahnya kalau sekarang kan nge-jym 35:09 kali ya, olahraga-olahraga gitu bisa 35:12 angkat beban gitu ya, mulai dari kecil 35:14 terus dia berlatih berbulan-bulan. Itu 35:16 kan menunjukkan keseriusan ya. 35:18 Masyaallah. Bagaimana ee Uwais ini ee 35:22 seorang tabiin ini itu mengikuti 35:25 keinginan ibunya karena dia ingin 35:27 membahagiakan ibunya. Ya, hidup tuh 35:29 kalau ibu enggak bahagia buat apa sih 35:30 gitu ya. Maka dia latih ya ibu tuan 35:33 ibunya sudah rentah. Padahal kita tahu 35:34 ya orang kalau sudah tua rentah kan 35:35 enggak wajib haji. Nah, jadi keinginan 35:38 ibu untuk membahagiakannya dia tuh ee 35:40 penuhi sampai dia mampu mengangkat 35:42 beban, sampai dia mampu menggendong 35:45 ibunya dari Yaman sampai Makkah. Nah, 35:47 itulah sebabnya sampai kan dia enggak 35:50 ketemu Rasulullah ya. Sampai Rasul tuh 35:51 mengatakan, "Khairut tabiin rajulun 35:54 yuqalu lahu uwais." Kata Nabi, 35:56 "Sebaik-baik tabiin itu adalah orang 35:58 yang bernama Uwais. Dia memiliki ibu, 36:00 dia sangat bakti kepada ibunya." nya. 36:02 Nah, Rasulullah mengatakan kepada Umar 36:03 dan Ali, "Kalau ketemu minta doanya, 36:06 doanya makbul." Masyaallah. Itu ya 36:08 dikejar sama Umar kan ee untuk bisa 36:11 dapat doanya itu ya. Itu kalau enggak 36:13 salah setelah 11 tahun dari pemerintahan 36:14 Umar itu baru ketemu tuh waktu di musim 36:16 haji kan. Kalau dulu itu kalau untuk 36:19 pengumuman itu kan di ini ya di Makkah 36:22 itu kan ada Bukit Safa apa tuh Bukit 36:25 Sofa itu ya. Ditanya siapa yang bernama 36:26 Uwa dari Yaman? Awal kan sudah lama kan 36:28 dia nyari. Nah, terakhir di masa 36:30 pemerintahan Umar tuh akhirnya ketemu 36:31 juga. Oh, itu ponakan saya. Dia tuh 36:33 kerjanya ngembalain ee otak saya. Dia 36:36 memang hidupnya miskin ya. Ee akhirnya 36:39 dicari oleh Umar ketemu terus dia minta 36:41 doa. Nah, Uwais minta jangan aku 36:42 dikenal. Jadi, dia enggak mau viral ya. 36:45 Biasanya kayak kaykayak gitu kan jadi 36:46 viral ya. Dia enggak mau jangan aku 36:48 dikenal orang gitu ya. Nah, itulah 36:50 contohnya ya. bagaimana ee menjaga ibu 36:53 membahagiakannya. Termasuk juga misalnya 36:55 Abdullah bin Umar menjaga nada bicara 36:58 kepada ibunya tuh enggak tinggi. Ya, dia 37:01 tidak pernah mengeraskan suara meskipun 37:04 perbedaan pendapat itu tajam gitu bentuk 37:06 ya. Karena dia tahu aku takut satu kata 37:09 kasarku memadamkan keberkahan hidupku 37:12 kata Umar itu ya Abdullah bin Umar itu. 37:14 Jadi berkah hidup itu bukan karena 37:16 kepintaran ya tapi adab kepada ibu. Ya 37:19 itulah berkah hidup ya. 37:21 Dan menjaga hati ibu tuh hanya bisa 37:23 dilakukan oleh anak-anak yang beradab. 37:25 Nah, anak-anak yang beradab ini nanti 37:26 akan melahirkan anak-anak yang beradab. 37:28 Makanya ketika kita ingin memutuskan 37:30 mata rantai, mungkin dulu pola asuh 37:32 tidak baik, maka mulai dari diri kita 37:34 nanti supaya anak-anak kita itu juga ee 37:36 menjadi baik. Jadi, rumah yang penuh 37:40 berkah itu karena dijaganya hati ibu. 37:44 Ya, kita lihat sekarang bagaimana rumah 37:46 tuh lengkap ya, ekonominya cukup, 37:49 pendidikan tinggi, fasilitasnya 37:52 terpenuhi gitu ya. Tapi kok terasa hampa 37:55 ya rumah tuh kok terasa kayaknya dingin 37:58 ya, anak-anak gelisah, kayaknya susah 38:00 banget untuk beribadah. coba ditelusuri. 38:03 Bisa jadi karena mungkin sering ee 38:07 memarahi ibu, pendapatnya diabaikan ya, 38:11 dianggap ya direndahkan atau tidak 38:14 dipedulikan dianggap enggak ada ya. Tapi 38:16 coba lihat misalnya ada mungkin orang 38:18 yang rumahnya sederhana, hidupnya 38:21 pas-pasan, tapi dia sangat mereka tuh 38:23 sangat menghormati ibu, maka lihatlah 38:25 rumahnya itu ya terasa ringan, 38:28 anak-anaknya tenang, ee rezekinya cukup 38:30 ya bukan kaya cukup doanya hidup doanya 38:33 hidupnya tuh ee pokoknya bergairah gitu 38:36 ya. Nah, itu karena apa? Karena 38:37 membahagiakan ibu. Maka ketika ibu 38:40 bahagia, rumah itu penuh berkah. 38:43 Wallahuam bawab. 38:45 Baik. Masyaallah, sudah semuanya 38:48 dipaparkan oleh Ustazah dan kita 38:50 langsung saja Ustazah ya masuk ke sesi 38:52 tanya dan jawab. 38:53 Sudah ada yang masuk dari hamba Allah 38:55 ini. Ustazah izinkan saya membacakannya. 38:57 Bismillahirrahmanirrahim. 38:59 Asalamualaikum warahmatullahi 39:01 wabarakatuh. 39:03 Waalaikumsalamsalam 39:05 warahmatullahi wabarakatuh. Ini hamba 39:07 Allah ustazah. Ustazah saya seorang ibu 39:10 mengurus rumah dan anak juga suami 39:13 hampir tanpa bantuan. Saya merasa lelah 39:15 dan mudah marah lalu kemudian menyesal 39:18 karena membentak anak. Saya merasa 39:20 bersalah dan kemudian saya ulangi lagi, 39:23 saya khawatir dosa saya ee menumpuk. 39:26 Bagaimana ee seharusnya dalam Islam 39:29 memandang kondisi saya atau ibu yang 39:33 kelelahan hingga emosinya tidak stabil? 39:36 Apakah ada solusi yang diajarkan agar 39:38 ibu tetap bahagia tanpa merasa berdosa 39:42 dan merasa kewalahan? Terima kasih, 39:44 Ustazah. Oh, masyaallah. 39:45 Masyaallah. [tertawa] 39:47 I 39:48 jadi memang begini ee ketika kita 39:51 bekerja enggak enggak memiliki ee tujuan 39:55 itu kayaknya beban. 39:57 Nah, artinya begini. Ketika kita 40:00 mengerjakan sesuatu itu adalah karena 40:02 beban, akhirnya kita mengerjakannya 40:05 terpaksa. Ketika emosinya muncul, 40:07 akhirnya marah-marah. karena memang 40:09 tidak atau mungkin luput dari kita yang 40:12 kita kerjakan nih sebenarnya untuk 40:14 siapa, karena apa dapatnya, dapatnya apa 40:17 gitu ya. Nah, oleh karena itu yang 40:19 pertama kali yang perlu kita pahami itu 40:21 niat. Jadi atau menyadari bahwa semua 40:26 kelelahan kita karena lillah, lelah kita 40:29 karena lillah, kalau kita niatkan 40:31 semuanya karena Allah, itu jadinya 40:33 menikmati pekerjaan. Jadi enggak beban 40:34 lagi. Beda loh kalau kita bekerja karena 40:37 beban dengan bekerja karena ee apa 40:40 namanya? Kecintaan ya. Orang kalau sudah 40:43 cinta banget sesuatu pasti dia kerjakan 40:45 dengan senang hati. Tapi ketika dia 40:47 menganggap ini adalah beban, pasti itu 40:49 akan memberatkan dirinya. Nah, jadi yang 40:51 pertama kali ya ee sebelum 40:55 kita melihat segala sesuatu 40:57 mungkin luruskan niat dulu kali ya. 41:00 Luruskan niat. Jadi ketika kita bekerja 41:02 dengan niat karena Allah bahwa ini 41:03 adalah pahala yang ditambahkan argo 41:05 pahalanya jalan, itu pasti akan ee kita 41:09 lalui dengan baik. Yang keluar tuh bukan 41:11 keluhan lagi tapi doa. 41:13 Jadi bagaimana sekarang pertama tadi ya 41:16 orientasi kita bekerja di ngurus rumah 41:18 tangga ini karena siapa? 41:20 Soalnya kalau kita tidak luruskan niat 41:22 yang ada setan. Nanti setan tuh 41:25 bisik-bisikin kita tuh 41:26 kesel. Kesal kesal. 41:28 Enggak hanya itu loh, Mbak. Sampai ada 41:30 yang sampai ada yang begini nih. Enggak 41:32 enak ya jadi perempuan kerjanya. 41:34 Enak-enakan jadi laki-laki. Kenapa sih? 41:37 Nah, ini kan berarti menyesali takdir. 41:39 Hati-hati ini setannya paling pintar tuh 41:41 bikin ee kita itu ee berdosa. Ya, itu 41:45 kan kalimat ee kufur ya, tidak beriman 41:47 kepada takdir. Enak banget ya jadi 41:50 laki-laki cuman begitu doang meluar 41:52 rumah kayaknya enggak bebanlah kita 41:54 gitu. Astagfirullahalazim. Nah, itu tuh 41:56 kalau sampai begitu tuh langsung deh 41:58 syahadat lagi deh, amantu billah gitu 41:59 ya. Aku beriman kepada Allah, 42:02 syahadat lagi. Subhanallah. [tertawa] 42:04 Ya kan kita memang diperintahkan harus 42:06 banyak-banyak bersyahadat, Mbak. 42:08 Iya. 42:09 Lailahaillallah itu kan masyaallah. 42:12 Nah, jadi kalau capek itu memang benar 42:14 itu manusiawi ya. Ya, memang lelah itu 42:17 manusiawi, enggak dosa. Lelah itu memang 42:19 enggak dosa. Nah, pada saat kita memang 42:22 ee memiliki tubuh yang terbatas ya ada 42:25 haknya juga. Jangan diporsir juga 42:27 tenaga. Saatnya istirahat, istirahat aja 42:30 ya. Jadi boleh kita istirahat. Tapi 42:32 makanya itu pakai niat lagi. Kalau 42:34 istirahat tidur tuh jangan tidur blek 42:36 begitu aja. Pasang niat tekad. Ya Allah 42:38 aku tidur agar nanti bangun sehat Engkau 42:41 berikan aku kesehatan kembali sehingga 42:43 aku bisa beramal saleh. Tuh gitu kan. 42:45 Jadi kalau niat tidur pakai niat kan 42:47 jadi kuat. Masyaallah. Jadi enggak asal 42:49 tidur begitu. Nah, kemudian ee 42:53 pakai ini backing. Jadi ketika kita 42:57 punya pekerjaan berat kalau enggak ada 42:59 yang m-backing-nya, m-backup-nya itu 43:01 pasti beban itu kita yang mikul sendiri. 43:04 Tapi ketika kita punya backup ya 43:07 istilahnya tuh sandaran gitu ya, itu 43:10 kuat. Maka bersandar kepada Allah. Jadi 43:12 ketika hati terhubung dengan Allah itu 43:15 Allah nanti yang akan meringankan hati 43:17 kita. Masyaallah ya. Jadi fokus kita itu 43:20 kepada Allah jadi terasa ringan ya. 43:22 Artinya memang ya memang kehidupan ya 43:25 beginilah ya. Apalagi ibu tuh ee 43:27 multitasking ya Mbak ya. Antara nyuci 43:31 dengan nyetrika dengan masak itu bisa 43:33 dikerjakan nonton sinetron. 43:36 [tertawa] 43:37 Itu dia ya. Jadi ketika kita ee 43:41 terhubung kepada Allah ya mudah-mudahan 43:44 itu meringankan kita apalagi lisan kita 43:47 itu diarahkan dengan e kalimat-kalimat 43:50 misalnya hasbiallah ya itu ya atau 43:54 zikir-zikir gitu ya Rabb kuatkan aku ya 43:56 Allahzuqni alquwah w nasyat ya jadi ee 44:00 semuanya jadi ringan deh kebahagiaan itu 44:03 ibu tuh kan bukan karena kita target 44:06 harus begini-begini tapi sambil jalan 44:08 aja dengan dengan zikir ya dan jangan 44:11 sampai kita bandingin diri kita dengan 44:12 dengan ibu-ibu yang lain. Oh enak ya dia 44:15 ya suaminya gajinya gede punya pembantu. 44:18 Nah kita itu itu bahaya tuh kalau sampai 44:20 begitu ya. Karena tadi kan semua 44:23 dikerjakan sendiri. Jadi jangan pernah 44:26 dalam kehidupan kita membandingkan diri 44:30 kita dengan orang lain. Karena kita 44:33 punya ujian yang berbeda. Karena Allah 44:37 telah menetapkan takdir setiap orang itu 44:39 berbeda-beda. Maka berhenti mengukur 44:42 diri dengan standar orang lain. Kita 44:45 mulai berdamai dengan takdir. Jadi 44:48 nikmatilah apa yang telah Allah tetapkan 44:50 kepada kita. Jadi kita menghadapi 44:52 kerjaan itu enggak lagi beban. Ini amal 44:55 saleh, ini ibadah. Jadi setiap keringat 44:58 yang kita keluarkan di rumah kita 45:00 seputar kasur, dapur, sumur, karena kita 45:03 bekerja karena Allah tuh pahala semuanya 45:05 itu. Masyaallah ya. Ya. Jadi, bahkan 45:08 ketika kita lelah terus kita kecapekan 45:10 tertidur, insyaallah itu ibadah kalau 45:12 kita niatkan karena Allah. Jadi, 45:14 istirahat kita tuh juga ibadah ya. 45:16 Masyaallah ya. Jadi kalau kita lelah, 45:19 capek itu ngomong aja sendiri deh, "Ya 45:21 Allah, kuatkan aku ya Allah." gitu ya. 45:23 Kok lagi kan capek kan buatnya marah ya. 45:26 Karena apa? Karena kita itu merasa kita 45:28 bekerja sendiri. Tapi kalau ketika kita 45:30 nikmati pekerjaan itu ya kayak enggak 45:32 jadi marah deh. Bahkan ngajak anak zikir 45:35 apa senyum aja gitu. Misalnya anak tuh 45:37 menjatuhkan ee barang berharga ya, gelas 45:40 atau apa gitu. Kalau ibu yang kerja itu 45:42 adalah beban, pasti marah-marah dia. 45:44 Waduh, pokoknya udah wah keselah. Tapi 45:47 ketika dia lakukan itu karena Allah 45:48 disenyum aja ya ada ajal ya gelasnya ya. 45:52 Kita baca apa nak? Innalillahi wa inna 45:54 ilaihi rjiun ya kan. Jadi anak jadi 45:56 enggak terluka ya. Masyaallah ya. Ya. 45:59 Jadi ini ya Ibu ya bahwa setiap lelah 46:01 ibu itu dicatat sebagai pahala kalau 46:03 kita niatkan semuanya karena Allah. 46:05 Insyaallah. 46:07 Jadi hamba Allah tadi Ustazah 46:09 mengingatkan kita untuk meluruskan niat 46:11 kemudian mengatur ee reaksi mungkin ya 46:14 apabila kita menghadapi situasi-situasi 46:16 yang tidak bisa kita kendalikan. 46:18 Banyak-banyak istigfar dan kembali lagi 46:20 itu syahadat kata ustazah [tertawa] 46:23 kalau agak oleng-oleng. Masyaallah. 46:25 Baik, saya beralih ke pertanyaan 46:27 berikutnya. Masih dari hamba Allah, 46:28 Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi 46:30 wabarakatuh, Ustazah. 46:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:33 wabarakatuh. Masyaallah, Ustazah, ini 46:36 paparannya relate banget. Saya jadi 46:39 ingin bertanya sesuai dengan metime yang 46:42 barusan Ustazah sampaikan. Boleh enggak 46:44 sih, Ustazah, atau sampai mana 46:45 batasannya seorang ibu yang ingin 46:48 meluangkan waktu atau metime untuk 46:50 dirinya misalnya, apakah diperbolehkan 46:53 untuk pergi bertemu dengan kawan-kawan 46:56 lama atau berwisata ke mall misalnya 47:02 usah sendirian. Namun kadang-kadang ada 47:04 rasa bersalah melakukan semua itu, 47:06 Ustazah. Boleh dipaparkan, Ustazah agar 47:09 tetap yang saya lakukan membawa 47:11 keberkahan bagi keluarga. Masyaallah. 47:14 Masyaallah. Saking banyaknya jadi ini 47:16 ya. [tertawa] 47:18 Iya. Jadi memang Ibu bahwa ee 47:24 bagaimana batasan metime itu ya bagi 47:27 seorang ibu gitu ya. Jadi dalam Islam 47:29 itu ee ada hak untuk diri. Jadi metime 47:33 itu adalah hak ya sebenarnya ya ee 47:35 dengan syarat. Ada syaratnya. Syarat 47:37 yang utama adalah tidak melalaikan 47:40 kewajiban yang telah diwajibkan Allah 47:43 kepada kita itu. Jadi metime itu jangan 47:46 sampai membuat ada hak bagi anak atau 47:50 suami atau rumah yang terkurangi. 47:51 Gara-gara meime akhirnya anaknya 47:53 kelaparan gitu ya. gara-gara metime 47:56 akhirnya ya artinya metime itu boleh 47:59 tapi tidak menyebabkan kewajiban kita 48:03 itu terabaikan apalagi kewajiban yang 48:06 wajib maksudnya kewajiban wajib apa ya 48:08 kayak salat itu kan wajib ya artinya ee 48:13 menjaga anak ya jangan sampai 48:14 menelantarkannya ya menelantarkan anak 48:17 tuh enggak hanya fisik ya tapi juga 48:19 emosional dan keselamatan jadi artinya 48:21 anaknya dititipin gitu ya entar ya apa 48:24 ya itu dilihat dulu kondisinya kan jadi 48:26 enggak semuanya tuh ee memiliki metime 48:28 yang sama ya bagi seorang ibu ibu yang 48:31 anaknya sudah pada nikah itu beda dengan 48:33 ibu yang anaknya masih kecil-kecil. 48:35 Kalau meen kan beda dong gitu ya. 48:38 Artinya jangan sampai menelantarkan, 48:40 jangan sampai mengabaikan amanah dasar 48:43 rumah tangga gitu ya. Jangan sampai 48:45 meime itu menjadi ee melampaui batas 48:48 gitu ya. Artinya ee yang ada tuh malah 48:51 mudarat bukannya ee manfaat. yang ada 48:53 malah nanti pulangnya jadi wah tambah 48:56 emosi gitu ya, jadi berantakan, jadi 48:58 masyaallah ya. Jadi metime itu 49:00 sebenarnya hak ya kalau memang 49:02 dibutuhkan tapi sangat ditentukan dengan 49:05 keseimbangan tadi. Nah, kemudian 49:07 fleksibel ya jangan harus ee pokoknya 49:10 pakai agenda mutlak harus segini ya 49:12 fleksibel aja. Kita kan yang tahu ee 49:15 kapan kita bisa memanfaatkan waktu kita 49:18 sendiri kan. Jadi jangan memaksakan 49:20 juga. Kalau memang belum ada waktunya 49:22 jangan dipaksakan. Kalau itu 49:24 mengakibatkan terlantarnya kewajiban 49:26 kita gitu ya. 49:28 Jadi ee itu satu itu. Kemudian yang 49:30 jelas ya suami izin dong gitu ya. Jadi 49:33 kalau izin sudah beres lah. Tapi kalau 49:35 enggak izin karena suami melihat ihnya 49:37 kasihan nanti gimana. Nah itu perlu 49:39 didiskusikan ya. Nah, jadi itu itu. Nah, 49:42 yang terpenting dari semuanya itu adalah 49:46 niat menentukan meim apa niatnya gu ya. 49:52 Niatnya healing, niatnya apa ya? Ee 49:55 apalah itu tergantung niat. Innama amalu 49:57 binniat. Makanya ee kita harus 50:01 pandai-pandai ya mem-manage niat ya. 50:04 Jangan sampai niat meime kita itu 50:07 bukannya tambah fresh ya, tapi malah 50:10 tambah dosa ya, lalai jadinya kan. 50:14 Kemudian anak merasa ditinggalkan terus 50:17 akhirnya masuklah orang ketiga gitu ya. 50:21 Ee banyaklah hal-hal yang kayak gitu 50:23 kan. Ada orang ketiga itu kan karena 50:25 kesempatan dan peluang ya. Ya intinya 50:28 pandai-pandailah berniat ya. Kalau hanya 50:30 sekedar untuk meime untuk refreshing ya. 50:33 Kalau bisa mah metime-nya bersama 50:35 keluarga gitu ya. Tapi gimana mau metime 50:38 gitu ya. Maksudnya urusan keluarga 50:40 enggak kita yang handle gitu artinya 50:42 bersama gitu. Itu teknislah ya. Intinya 50:44 kembali kepada niat. 50:45 He 50:46 tawazun ya proposional ya. Imbang. 50:49 Jadi memang semua kembali kepada niat 50:51 ustazah ya 50:52 yang menentukan semuanya bahkan dari ee 50:55 cara kita mengontrol ee emosi juga dari 50:58 niat. Satu lagi Ustazah ya, pertanyaan 51:00 ini dari Ibu Dewi. Ustazah Ibu Dewi di 51:03 Jati Warna. Asalamualaikum 51:05 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 51:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:09 wabarakatuh. ee Ustazah, bagaimana 51:12 menyeimbangkan peran ibu yang menjalani 51:15 banyak hal sekaligus sebagai istri, 51:17 sebagai ee ibu, sebagai pendidik anak, 51:21 pekerja, dan karena tinggal satu rumah 51:23 dengan mertua, jadi sebagai menantu dan 51:26 bahkan ketika bertemu dengan orang tua 51:28 menjadi anak. Nampaknya hal tersebut 51:31 kadang-kadang membuat saya terutama 51:33 merasa kelelahan, Ustazah. Ee dan bahkan 51:37 kadang-kadang ya betul kata Ustazah ada 51:40 di awal Ustazah sempat menyebut ee capek 51:43 juga ya jadi seorang wanita. Allahu 51:46 Akbar. Saya merasa tertampar ketika tadi 51:49 Ustazah mengingatkan. Mohon bimbingannya 51:52 Ustazah. Baik Ibu Dewi. 51:54 Ee Ibu Dewi memang takdir setiap ibu tuh 51:57 beda-beda ya. 51:59 Ada ibu yang repot hanya dengan anak dan 52:01 suami. 52:02 He. 52:02 Tapi ini kayaknya bekerja juga ya. 52:05 bekerja juga ya? 52:06 Bekerja Ustazah. 52:07 Heeh. Bekerja juga kan berarti dia 52:09 membantu ee suami. 52:11 Suami. He. 52:12 Terus juga dengan mertua pula. 52:14 Masyaallah. 52:14 Satu rumah dengan mertua, Ustazah 52:16 katanya. 52:16 Iya. Iya. Karena memang kalau enggak 52:18 tinggal dengan mertua anak dititipin 52:20 sama siapa? I kan bekerja. Jadi kita 52:23 lihat di sini adalah 52:25 kebaikan-kebaikannya. 52:26 Jangan dilihat ee apa kekurangan atau 52:29 kesulitan. Jadi yang pertama begini nih. 52:32 Ini bekerja nih. Bekerja tu bagi 52:33 perempuan enggak wajib ya. Karena kan 52:35 yang menafkah itu kan suami. Nah, 52:37 sekarang ditanya apa tujuan bekerja 52:40 seorang istri? Nah, itu dulu lurusin 52:42 niat dulu. 52:44 Kalau bekerja itu dalam rangka membantu 52:47 suami, berarti pahala tuh dapat oleh 52:51 istri. Kemudian suami juga paham bahwa 52:53 dia tidak ee dibantulah dia untuk urusan 52:56 rumahnya gitu. 52:58 Hm. 52:58 Ya, karena dia sudah membantu suaminya. 53:00 Nah, karena memang suaminya juga 53:02 bekerja, berarti yang membantu di 53:04 rumahnya di ee apa namanya? Dilegasikan 53:07 ke ke orang tuanya, ya kan? Orang tua, 53:10 suami. Jadi, kan berarti semuanya itu 53:12 satu tim. 53:14 Karena satu tim ya berarti kita 53:16 sesuaikan dengan ee porsinya 53:18 masing-masing. Jadi ibu jangan 53:20 dibebankan artinya ini terpaksa ini ada 53:23 mertua harus gak. Jadi, Ibu itu mertua 53:25 itu itu ini kan artinya peran berlapis 53:28 namanya ya. perlan berapis ya sebagai 53:31 istri, sebagai ibu, sebagai pekerja, 53:33 sebagai menantu gitu. Masyaallah. Nah, 53:36 kita pahami secara syariat. Sebenarnya 53:39 secara syariat kewajiban kita tuh kan 53:41 hanya kepada ee anak ya dan suami. Nah, 53:44 tapi kan suami tahu istri itu keluar 53:46 berarti harus ada yang menggantikan 53:48 perannya kepada anak, berarti mertua. 53:50 Jadi masing-masing saling menjaga aja. 53:53 Menjaga jangan sampai terbebani atau 53:55 membebankan kepada istri ya. Jadi kalau 53:59 merasa terbebanam ini akhirnya kan ya 54:00 ada sakit loh, sakit mental loh nanti 54:02 akhirnya ngeduma terus gitu ya apalagi 54:05 kalau mertuanya tidak baik-baik saja ya 54:07 kan ada mertua yang ya bukannya malah 54:11 membantu tapi malah menyulitkan gitu 54:14 menuntut gitu. Nah itu bicarakan dengan 54:16 suami kalau sampai terjadi hal seperti 54:18 itu. Karena kewajiban istri itu bukan 54:20 berbakti kepada mertua ya. Kewajiban 54:23 istri kan berbakti kepada suami. Tapi 54:25 ketika dia berbakti kepada mertuanya 54:27 berarti kan menyenangkan suaminya ya. 54:29 Nah itu bakti itu jangan dipaksa ya. 54:31 Jangan merasa terpaksa. Jadi lakukan 54:32 karena Allah karena rugi loh kalau kita 54:35 memerankan tapi terpaksa gitu ya. Enggak 54:38 enak aja nih. Akhirnya enggak karena 54:39 Allah rugi udah capek enggak dapat 54:41 pahala gitu ya. Nah jadi ini tim ini 54:45 harus kerja sama ya saling ee membantu 54:49 gitu ya. Jadi peran istri itu 54:53 ee akhirnya kan tergantikan oleh mertua. 54:55 Nah, ini perlu komunikasi dengan mertua 54:59 yang ngomong pasti suami dong ya. Ya, 55:00 artinya ini sebenarnya istri ee istriku 55:03 tuh enggak wajib keluar rumah untuk 55:05 bantu menafkahi. Maka kan di perannya di 55:08 rumah saling membantulah gitu. Jadi 55:10 sekali lagi bahwa kata kuncinya dalam 55:14 peran ganda ini ya tadi saya kan 55:17 menyebutkannya itu ee peran berlipat ya 55:20 ee apa? Peran berlapis. Peran berlapis. 55:23 Peran berlapis. Betul. 55:25 Peran berlapis, peran berlipat gituah. 55:27 Apa kata apalah intinya sih komunikasi 55:30 sih sebenarnya ya. Komunikasi dengan 55:32 suami, dengan mertua. Nah, 55:34 ujung-ujungnya kan niat kita lagi nih. 55:38 Kita lakukan ini karena apa? Ya, kita 55:40 lakukan ini kan karena Allah. Karena 55:42 Allah lah menyebabkan kita harus 55:44 memerankan peran kita sebagai seorang 55:46 istri, sebagai seorang ibu bagi anak, 55:48 sebagai seorang menantu. Nah, kalau kita 55:50 lakukan itu kemudian ada konflik itu 55:52 pasti ada ya konflik. Kembalikan aja 55:54 kepada Allah mudah-mudahan ini jadi 55:56 ibadah. Jadi memang enggak mudah ya 55:58 peran berlapis ini, tapi akan dimudahkan 56:01 Allah kalau Allah bersama kita ya. 56:03 Caranya itu untuk Allah bersama kita tuh 56:05 banyak-banyak doa. Jadi, setiap ucapan 56:08 itu enggak keluhan tapi doa. Kalau 56:10 ucapan sudah berubah jadi doa bukan lagi 56:13 keluhan. Yang ada tuh kita punya energi 56:15 yang kuat karena kita tersambung dengan 56:17 Allah. Allah yang jaga kita insyaallah 56:20 mudah-mudahan ya. Yang penting yang 56:22 banyak kerja yang banyak dapat pahala. 56:24 Itu sudah kata kunci. Siapa yang banyak 56:26 kerja dia dapat pahala ya. Kayak orang 56:28 kerja ya pasti dia banyak dapat gaji, 56:30 dapat uangnya. Nah, jangan sampai banyak 56:32 kerja yang dapatnya dikit gajinya tuh 56:34 ya. Karena enggak ikhlasnya rugi dong 56:36 gitu ya. 56:37 Masyaallah. Mudah-mudahan kuatlah Ibu 56:39 insyaallah ya. 56:40 Amin. Semangat Ibu Dewi. Dan pertanyaan 56:42 dari Ibu Dewi nampaknya menutup sesi tan 56:45 jawab sesi kali ini. Ustazah sebelum 56:47 kita tutup ee kesimpulan Ustazah 56:50 ya. Pendengar yang dirahmati Allah. 56:52 Ketika Ibu bahagia rumah penuh dengan 56:55 berkah. Rumah akan terasa ringan, 56:58 tenang. rumah akan ee hidup, rezeki 57:02 cukup ya. Karena apa? Karena ibu itu 57:05 bahagia walaupun hidupnya pas-pasan ya. 57:08 Karena ibu itu dihormati, karena ibu itu 57:10 di ee sayangi, karena ibu itu dianggap, 57:13 karena ibu itu tidak diabaikan, maka 57:16 alatuahtaqdamil 57:18 [tertawa] umahat. Maka surga ada di 57:19 telapak kaki ibu. 57:22 Astagfirullah wakum. Alalamualaikum 57:24 warahmatullahi wabarakatuh. 57:27 Waalaikumsalam. warahmatullahi 57:30 wabarakatuh. Jazakillah khairan qiran 57:32 kepada guru kita Ustazah Helini Amran 57:34 atas pemaparannya dan pengingatnya pada 57:37 siang hari ini mengenai Ibu yang harus 57:39 bahagia agar rumah dipenuhi oleh berkah. 57:41 Mudah-mudahan ibu-ibu yang mendengarkan 57:43 pada siang hari ini dilingkupi 57:45 kebahagiaan dan tadi yang paling 57:47 di-highlight oleh ustazah adalah 57:48 luruskan niat, luruskan niat, luruskan 57:50 niat. Insyaallah kita bisa menjadi 57:53 pribadi dan ukhti juga ibu yang lebih 57:56 baik lagi setelah hari ini. Dan kami 57:59 tutup dengan doa kafaratul majelis. 58:01 Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu 58:04 alla illa anta astagfiruka wa atubu 58:06 ilaik. Kami pamit. Wabillahi taufik 58:08 walhidayah. Wasalamualaikum 58:10 warahmatullahi wabarakatuh.