Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Para pendengar hasil yang dirahmati
- Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Mudah-mudahan dalam keadaan
- sehat walafiat, dalam keadaan bahagia,
- dan dikelilingi bersama orang-orang yang
- ikhwan dan akhwat banggakan.
- Alhamdulillah saya Karolin didampingi
- para pejuang dakwah pada siang hari ini,
- Jumat berkah bersama Ondi di belakang
- meja operator Rasil TV dan juga Aldi di
- belakang meja operator Rasil Radio.
- Alhamdulillah pula kami dapat live
- hybrid dan guru kami telah berada di
- posisinya. Seperti biasa kami sapa
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabar, Ustazah?
- Alhamdulillah luar biasa. Tetap semangat
- Mbak Olin ya. Allahu Akbar. Masyaallah.
- Allahu Akbar. [tertawa] Saya ada begini.
- Masyaallah. Allahu Akbar. Semangat
- Ustazah. Semangat. Masyaallah.
- Alhamdulillah. Dan ee mudah-mudahan juga
- yang mendengarkan pada siang hari ini
- juga semangat walaupun cuaca kadang
- hujan. kemudian panas, kemudian hujan
- lagi. ya, tidak sebanding dengan ujian
- ee saudara-saudari kita yang ada di
- Sumatera dan Aceh juga mungkin yang
- sedang berada di Gaza sedang diberikan
- ujian bencana atau ujian ee apa dari
- alam ya dan kita mesti bersyukur namun
- berkaitan dengan hari Ibu yang
- insyaallah akan datang dalam waktu dekat
- tentu saja Amran akan membahas tema
- terkait yaitu ibu bahagia rumah penuh
- berkah TUS Ustazah
- ya. Jazakillah Mbak Olin semua pendengar
- khasil TV dan semuanya ya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi
- allafa baina qulubina faasbahna
- binikmati ikhwana. Ya rabbana lakal
- hamdu bil iman. Ya rabbana lakal hamdu
- bil islam. Yaana bil quran lakal hamdu
- bil ahli wal muah lakal hamduin
- anamta biha ala allahumma sholli
- wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin waa alihi wa ashabi ajmain w.
- Pertama-tama tentu saja kita doakan ya
- saudara-saudara kita yang saat ini Allah
- berikan ujian cobaan musibah. Semoga
- Allah berikan kesabaran, Allah berikan
- ganti yang lebih baik lagi. Allah angkat
- derajatnya, Allah segera selesaikan ya.
- Allah angkat semua ujian penderitaannya
- dan Allah berikan pahala yang berlipat
- insyaallah. Karena hakikatnya
- hamba-hamba yang diuji Allah itu adalah
- karena Allah sayang sama mereka. Ya,
- Allah ingin menghapus dosa-dosanya,
- mengangkat derajatnya. Semoga Allah
- berikan ganti yang lebih baik lagi
- insyaallah. Dan ee tentu saja kita
- doakan yang sedang sakit saat ini semoga
- Allah berikan kesembuhan. Keluarga yang
- dalam keadaan barangkali tidak baik-baik
- saja. Kita doakan semoga Allah berikan
- keberkahan jadi baik-baik saja, selalu
- dalam keadaan bahagia, sehat ya. Yang
- terlilit hutang semoga Allah segera
- lunaskan hutangnya. Mudah-mudahan Allah
- berikan rasa persaudaraan di antara kita
- umat Islam di mana pun kita berada.
- Semua doa-doa yang terbaik ya.
- Mudah-mudahan Allah karuniakan untuk
- saudara-saudara kita semua. Ee memang
- ketika kita berbicara hari Ibu ya di
- Indonesia tuh setiap tanggal 22 ya. Yang
- sebenarnya hari Ibu tuh setiap saat
- bukan setiap tanggal 22 ya. Tetapi ini
- karena momentum nasional kita ee
- membahas tema yang sudah melekat dalam
- kehidupan kita sehari-hari tentang ibu
- ya. Ibu bahagia, rumah penuh berkah.
- Ee Mbak Olin, kita miris ya ketika
- mendengarkan berita-berita ya tentang
- anak yang menggugat ibu kandungnya, anak
- yang membunuh ibunya, anak yang
- menyakiti ibunya, menelantarkan ya, yang
- durhaka, yang tidak memiliki moral, ya
- miris banget ya. Kadang-kadang ada rasa
- sedih ya, iba gitu ya, kok bisa ya gitu
- ya. Ya, padahal kita tahu bagaimana
- ajaran Islam melalui Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu
- menjadikan posisi Ibu itu posisi yang
- harus dimuliakan ya. Posisi yang memang
- ee tidak bisa tergantikan ya
- jasa-jasanya.
- Nah, biasanya kalau kita bicara ibu itu
- biasanya baru terasa tuh kalau ibu
- enggak ada baru terasa ya Allah dulunya
- padahal gitu ya. Nah, bingung juga nanti
- mau membalasnya gimana kalau Ibu sudah
- enggak ada ya. Jadi, pada hakikatnya
- setiap apapun upaya kita untuk membalas
- apa yang telah ibu berikan kepada kita
- tuh enggak ada yang sepadan yang sama
- tuh enggak ada seperti yang ee beliau
- korbankan untuk kita tuh enggak ada,
- enggak bisa terbalaskan ya. Karena ee
- untuk hamil aja itu menanggung beban itu
- tuh 9 bulan lebih. Rasa sakit, tidur
- enggak enak, enggak nyaman ya. Apalagi
- ketika melahirkan kemudian menyusui ya
- di tengah malam kita sedang nyenyak
- tidur kemudian harus bangun. Itu
- betul-betul kondisi yang sangat sulit
- dan itu tidak akan pernah terbalaskan
- oleh seorang anak ya. Cuman
- kadang-kadang anaknya lupa kan bukan
- lupa ya mungkin enggak enggak merasa
- kali ya setelah dewasa enggak bagaimana
- tidak terpikirkan tidak terbayangkan
- bagaimana sulitnya ibu dulu ya. Nah
- kalau perempuan tuh biasanya baru ingat
- kalau sudah mengalaminya tuh baru deh ya
- Allah kayak gini ya dulu ibuku. Nah,
- jadi berbakti kepada ibu itu adalah ee
- yang bisa mampu melakukannya itu adalah
- orang-orang yang terbaik ya. Karena
- untuk membangkitkan membangun kesadaran
- tentang fungsi orang tua terhadap anak
- itu perlu campur tangan Allah ya. Jadi
- Allah mengingatkan anak agar anak-anak
- itu berbakti kepada orang tuanya. itu
- enggak mudah loh kalau enggak ada ee
- panduan wahyu dari Allah tuh enggak
- mudah. Jadi perlu campur tangan Allah.
- Makanya berbagai ayat itu kan
- menjelaskan ya wabil walidaini ihsana
- itu ya wawinal insana biwalidaih itu
- banyak ayat-ayat itu ya yang
- memerintahkan anak untuk berbakti kepada
- orang tuanya. Jadi diingatkan kembali
- ya. Nah, tentu saja ketika kita bicara
- ibu bahagia, rumah tangga penuh berkah,
- tentu karena Islam itu menempatkan ibu
- pada kedudukan yang sangat tinggi ya,
- yang sangat mulia ya. Bukan hanya karena
- jasanya melahirkan anak saja, enggak.
- Tapi karena memang keberkahan hidup anak
- dan keluarga itu sangat terkait dalam
- dengan keadaan hati seorang ibu. Jadi,
- rumah itu bukan sekedar bangunan ya,
- tapi rumah itu adalah ee akan hidup ee
- oleh jiwa-jiwa orang yang ada di
- dalamnya. Jiwa rumah itu adalah ibu ya.
- Jadi, jiwa rumah itu adalah ibu ya.
- Kalau ibunya tenang, pasti rumahnya
- lapang deh. Kalau ibunya bahagia, pasti
- rumah itu nyaman untuk tempat pulang.
- Maka jangan pernah melukai hati seorang
- ibu. Ya, kalau hati seorang ibu terlukai
- itu rumah kehilangan keberkahannya. Ya,
- meskipun rumah itu mungkin penuh dengan
- harta benda, kekayaan, apa saja di dunia
- ini. Makanya oleh karena itu Allah telah
- berpesan lewat ee lisan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, ridallah fi
- ridol walidain wasakatullahat fihatil
- walid. Jadi, artinya rida Allah itu kan
- tergantung bagaimana rida orang tua ya.
- Kalau murkanya Allah juga tergantung
- bagaimana ee murkanya orang tua. Nah,
- bagaimana sebuah rumah akan berkah kalau
- orang tuanya tidak rida? Kalau orang tua
- tidak rida, ya tentu Allah juga akan
- tidak akan meridai keluarga tersebut,
- rumah tersebut. Maka penting sekali ya
- bagaimana membuat ibu itu bahagia ya.
- Jika rida orang tua terutama ibu itu
- menjadi sebab rida Allah, maka menjaga
- kebahagiaan dan ketenangan hati ibu itu
- adalah ibadah besar. Ibadah. Ibadah
- berat itu ibadah besar itu bagaimana
- membahagiakan orang tua gitu ya. Nah,
- itulah sebabnya prioritas dalam bakti
- ya. Sebagaimana yang disampaikan dalam
- hadis Nabi itu adalah ibu ya. Ketika
- seorang sahabat bertanya, "Ya
- Rasulullah, man ahqunas bihusni
- shahabati, mana manusia yang ee aku
- prioritaskan untuk ee berbuat baik?" Ya.
- Ya. Rasul jawab, "Ummuk, ibumu siapa
- lagi?" "Umuk siapa lagi?" Ibunya sampai
- tiga kali disebut. Nah, baru setelah
- tiga kali baru Rasulullah menyebutkan,
- "Setelah itu bapakmu tu maabuk." Jadi
- artinya apa? priorita prioritas seorang
- anak dalam berbakti itu khusus ibu.
- Makanya bagaimana rumah itu akan berkah
- kalau ibunya murka. Makanya ibu bahagia
- itu bukan karena dimanjakan, tapi karena
- dimuliakan. Karena bakti seorang anak
- kepada orang tuanya. Ya. Jadi ee apa sih
- maksudnya ibu bahagia? Ya, kayaknya ibu
- bahagia-bahagia aja tuh. Iya, memang ibu
- bahagianya kalau lagi hamil ya, nungguin
- anaknya ya, walau dengan kondisi susah
- payah ya. Jadi, ibu bahagia itu bukan
- berarti tanpa lelah, enggak. Jadi, ibu
- tuh bahagia tapi capek. Enggak.
- Maksudnya gini, yang dimaksudkan ibu
- bahagia itu adalah ya walaupun lelah,
- capek, kerja dan segala macam
- tugas-tugas atau peran ibu yang dia
- emban. Maksudnya ibu bahagia itu adalah
- ibu yang hatinya dijaga.
- Jangan sampai ada kata-kata kasar yang
- melukainya.
- Ucapannya didengar. Jangan bantah-bantah
- terus walaupun merasa benar ya.
- Perasaannya tidak diremehkan ya, tidak
- dikecilkan. Mentang-mentang anaknya
- punya pendidikan tinggi, ibunya itu ibu
- baby boomers atau ibu masa lalu. Tapi
- jangan pernah direndahkan, dikecilkan,
- dianggap kampungan, puno, ketinggalan
- zaman karena enggak update ilmu.
- Mentang-mentang anaknya dokter S2, S1
- atau kuliah atau apapun ibu enggak makan
- sekolahan misalnya, jangan pernah
- diremehkan perasaannya. Dan kalaupun ada
- kesalahannya tuh dimaafkan ya, minta
- doanya. Jadi, doanya diminta. itu yang
- maksudnya ibu bahagia itu. Jadi ee para
- ulama ya, ada ulama mengatakan begini,
- hati orang tua itu adalah ladang
- keberkahan. Siapa yang menjaganya, ia
- akan memanen kebaikan sepanjang
- hidupnya. Masyaallah. Jadi jangan
- main-main dengan perasaan orang tua,
- dengan hati orang tua ya. Sedikit saja
- dia terluka, alamat berkah itu akan
- sulit kita raih. Karena apa? Karena
- ridallah fi ridol walidain. Ridanya
- Allah itu terletak pada rida orang tua.
- Tapi ketika hati orang tua tidak dijaga,
- hati-hati aja ya. Jangan sampai pula
- anak tuh nantangin orang tua mana dulu
- yang harus aku hormati. Orang tuanya
- bukan orang tua kayak begini mah. Enggak
- begitu ya akhwatilah anak-anakku,
- saudaraku. Orang tua yang telah
- mengandung dan melahirkanmu, menyusuimu,
- itu orang tuamu. Tapi kan dia enggak
- mendidik aku, dia menyenyakan aku, dia
- nitip aku ke nenek. Enggak pantas. Bukan
- masalah titip-menitip,
- tapi keberadaanmu itu karena orang tuamu
- ada ya, karena orang tuamu pernah
- mengandungmu. Itu adalah bentuk jasa
- yang enggak bisa terbalas.
- Sampai ada seorang seorang Yaman ya itu
- berkata kepada salah seorang sahabat ya
- ketika dia menggendong ibunya tuh ke
- tawaf tujuh kali digendong. Betul-betul
- digendong ya tawaf. Terus katanya kepada
- sahabat itu, "Apakah aku sudah
- menunaikan baktiku kepada orang tuaku?
- Sudah terbalaskah?" Katanya, "Belum."
- Sampai kapanp kamu tidak akan pernah
- bisa membalas jasa orang tuamu. Karena
- keberadaanmu di dunia itu adalah sebab
- adanya orang tuamu, gitu ya. Jadi,
- sekali lagi eh birol walidain min
- asbabrijbat
- ya barakat
- baliat. Jadi di situ disebutkan ulama
- itu mengatakan, "Sesungguhnya
- berbakti kepada kedua orang tua itu
- termasuk sebab terbesar terbukanya
- kesulitan." Artinya ketika ada
- kesulitan-kesulitan yang ada itu akan
- segera diurai datangnya keberkahan dan
- tertolaknya berbagai musibah. Nah, itu
- adalah bentuk bakti kepada orang tua.
- Jadi, jangan dianggap sepele ya. Jadi
- artinya ee ketika kita berbakti kepada
- orang tua itu itu keberkahan hidup itu
- bukan bukan ada di usaha kita, tapi buah
- dari birul walidain yang pusatnya itu
- adalah ada pada hati orang tua. Maka
- jaga jangan sampai hati orang tua itu
- terluka sedih. Itu yang berbahaya tuh
- anak itu hati-hati karena ridanya Allah
- terletak pada rida orang tua ya. Jadi
- jangan hanya aku yang penting rida Allah
- aja deh orang tua mah. itu hati-hati
- yang bicara seperti itu ya. Kita tidak
- inginkan hidup kita itu tidak diberkahi
- oleh Allah. Makanya dalam eh zadul maad
- ya wamin akbaril kabairqul walidain itu
- termasuk dosa besar yang paling besar
- adalah durhaka kepada kedua orang tua.
- Jadi Allah menjadikan hukuman bagi
- pelakunya itu disegerakan di dunia
- selain azab yang disiapkan baginya di
- akhirat. Nah hati-hati ya Allah. Maka
- kalau kita membahagiakan
- orang tua itu, orang tuanya berbahagia
- dengan anak itu berkah hidupnya.
- Walaupun mungkin hartanya sedikit tapi
- itu berkah. Itu kan yang dicari itu apa
- sih? Kalau bukan berkah, banyak harta
- enggak berkah itu bencana loh ya. Nah,
- jadi ee jika durhaka itu menyegerakan
- kebinasaan, maka menjaga hati orang tua
- itu menyegerakan keberkahan baik dalam
- rumah, rezeki, maupun ketenangan jiwa.
- Masyaallah. Itu kan ee artinya mafhum
- mukhalafahnya ya. Karena disebutkan
- bahwa termasuk dosa besar yang paling
- besar adalah durhaka gitu kan. Dia
- segera diazab di dunia. Jadi hukuman
- bagi uququl walidain, bagi orang-orang
- yang durhaka kepada orang tuanya tuh
- disegerakan di dunia. Enggak dipending
- gitu ya nanti aja di akhirat. Tidak.
- Mungkin dosa-dosa yang lain tuh
- dipending. Tapi untuk uququl walidain
- ini di dunia tuh sudah Allah segerakan.
- Maka mafhum walafanya apa? Ketika
- seseorang menjaga hati orang tuanya itu
- segera keberkahan itu akan ada.
- keberkahan dalam hal apapun, dalam
- rumahnya, dalam rezekinya, dalam
- ketenangan jiwanya, dalam hidupnya.
- Makanya kita lihat ya, kita bicara ini
- ajaran Islam. Mungkin ada juga
- orang-orang di luar Islam dia jadikan
- hokinya, dia jadikan keberuntungan
- hidupnya, istilahnya tuh apa ya? eh ya
- hoki ya itu dengan berbakti kepada orang
- tua walaupun agamanya bukan Islam,
- walaupun agama di luar Islam, tapi
- ketika dia mengamalkan dalam perbuatan
- baik ya, berbuat baik kepada orang
- tuanya, padahal bukan Islam ya, ee dia
- hanya punya keyakinan hoki loh, itu
- untung besar itu, itu ee keramat
- berjalan. Kalau kita bakti sama orang
- tua itu akan kita berhasil sukses.
- Ituang memang benar. Banyak kita temukan
- ya orang-orang di luar Islam kan ketika
- mereka menjaga berbakti kepada orang
- tuanya, kepada ibunya gitu ya itu lancar
- usahanya, hidupnya mudah ya. Karena
- walaupun sebenarnya keyakinannya itu
- hanya untuk hoki di dunia ya. Karena
- memang dunia ini itu langsung cash Allah
- berikan yang berbakti ataupun yang
- durhaka. cash Allah berikan itu ya akan
- terlihat walaupun sudah tobat ya. Bisa
- jadi kan ada kasus ya misalnya ya waktu
- ibunya hidup misalnya durhaka banget
- gitu ya terus dia sudah meninggal terus
- dia tobat ya atau mungkin dia sempat
- bertobat ya tapi ternyata bisa jadi ya
- iya untuk ee menghapuskan dosanya itu
- yang sudah dicatat oleh malaikat itu ya
- itu
- susah dulu hidupnya gitu ya dia akan
- menerima istilahnya tuh akibat atau buah
- dari ee perilakunya yang menyakiti hati
- orang tuanya itu akan akan terlihat dan
- akan terasa ya bahwa ini adalah buahnya
- dulu gitu ya.
- Jadi ee pernah ada ya saya pernah
- sampaikan ya Mbak Olin ya seorang anak
- muda itu maki-maki bapaknya di jalanan
- itu ya di masa ee sahabat ya. Terus
- orang gemes gitu ngelihatnya tuh marah
- gitu sama anak muda itu ya. Pengin ihya
- anak durhaka. Kita kan kalau lihat orang
- mendurhakai atau marah-marahin orang
- tuanya di depan umun kan kita sakit hati
- ya Mbak ya walaupun enggak kenal ya nih
- orang nih kayaknya begitu amat sih kita
- tuh kesal kan. Nah, orang-orang juga
- lihat pemuda itu kok ini orang
- anak-anaknya kok song banget sama
- bapaknya ya. Marah-marahin apa
- bentak-bentak itu nunjuk-nunjuk gitu ya
- tangannya di depan bapaknya. Bapaknya
- diam aja ini orang jadi gemes. Terus
- akhirnya orang mau marah gitu. Terus
- kata kata malah bapaknya yang melarang.
- Biarkan dia kata bapaknya tuh ya kepada
- orang-orang yang gemes sama anaknya itu
- ya kok anak kayak begini amat. Bapaknya
- malah mengatakan udah biarkan aja
- katanya. Terus kenapa kok anak lawan kok
- dibiarin, Pak? Gitu ya. Ya, dia jawab
- gini, "Dulu inilah buahku dulu karena
- aku juga memperlakukan orang tuaku
- seperti ini." Jadi dia durhaka, anaknya
- durhaka kepada dia itu dia masih hidup.
- Itu adalah balasan dia dulu durhaka
- kepada orang tuanya. Di dunia dia
- dapatkan. Ee makanya jika durhaka
- menyegerakan kebinasaan di dunia pada
- saat hidup, maka menjaga hati orang tua
- itu menyegerakan keberkahan baik dalam
- rumah atau dalam kehidupannya. Itu sudah
- insyaallah sudah pasti. Itu kan ee apa
- namanya bagian dari ee kewaspadaan ya
- buat ee seorang anak. Jangan pernah
- nyakitin orang tua. Jadi pengaruh amal
- terhadap kehidupan itu luar biasa ya.
- lahir wal ahwal wal arq. Jadi amal
- perbuatan itu memiliki pengaruh terhadap
- hati, keadaan hidup dan rezeki. Nah,
- amalnya dia baik kepada orang tuanya,
- berbakti itu akan mempengaruhi hatinya,
- keberkahan hidupnya, rezekinya, ya.
- Rumah juga jadi berkah kan. Rumah penuh
- dengan keberkahan, kebahagiaan. Maka
- dalam konteks birul walidain ini, maka
- ee menjaga hati ee ibu itu adalah amal.
- Itu amal loh, amal saleh ya. Dan amal
- itu berpengaruh langsung pada keberkahan
- rumah dan kehidupan anak. Itu akan
- dimudahkan semua jalannya ya. Jadi
- keberkahan hidup itu luar biasa ya.
- Rumah jadi lapang walaupun sempit tapi
- hati itu lapang. Jiwa akan tenang ya. ee
- kemudian juga ee bagaimana hidupnya itu
- akan dimudahkan Allah. Ya, oleh karena
- itulah
- kita memahami bahwa
- ketika ibu bahagia itu rumah itu jadi
- penuh berkah dan membahagiakan orang itu
- wajib. Eh, maksudnya membahagiakan orang
- tua itu wajib. Jadi orang tua itu wajib
- dibahagiakan. Ya, ini ada ee kisah
- ketika seorang laki-laki ya datang
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, dia e mengatakan, "Ubayuka
- alal hijrah." Dia tuh pengin hijrah. Ya
- Rasulullah, aku berbaiat kepadamu untuk
- berhijrah. Ya, kita tahu ya untuk hijrah
- ke Madinah itu kan enggak mudah ya. Itu
- kan pengorbanan ya dari zona nyaman,
- kampung halaman, kemudian pindah ke
- negeri yang kita tidak tahu seperti apa
- masa depan. Itu kan hijrah tuh kan penuh
- dengan keimanan. Jadi dia tuh merasa
- senang banget. Oh aku udah bisa tuh
- hijrah ke Madinah. Terus aban
- terus aku tinggalkan orang tuaku nangis.
- Nah enggak disebutkan ya orang tuanya
- itu apakah sudah Islam atau masih
- musyrik ya. Pokoknya aku berhasil
- hijrah. Orang tuaku sampai nangis loh
- gitu ya. Apa kata Nabi? Iji alaihuma.
- Jadi faikuma kama abkaitahuma. Pulang ya
- pulanglah kamu ke rumahmu ya. Kembalikan
- kembali kamu kepada kedua orang tuamu.
- Buat mereka itu tertawa sebagaimana kamu
- telah membuatnya menangis. Masyaallah.
- Jadi orang tua itu wajib dibahagiakan
- ketika masih bersama kita. Walaupun
- mungkin ada perilaku-perilakunya yang
- tidak berkenan di hati kita. ya mungkin
- cara komunikasinya
- atau mungkin sikapnya ya kita pahami aja
- namanya produk lama gitu ya zamannya
- sudah beda gitu ya karena ber
- berhubungan atau bermuamalah atau ee
- merawat orang tua bersama kita itu butuh
- ketahanan hati dan mental. Benar deh ya.
- Apalagi orang tua produk dulu yang
- mungkin kena luka batin ya. Mungkin di
- pola asuh orang tua dulu ya itu enggak
- enggak kena deh sama kita gitu ya. Tapi
- kitanya ini yang sudah sadar. Kalau
- enggak salah pekan pekan lalu kita bahas
- tiga generasi dalam satu doa ya, Mbak
- ya. Yang sadar itu adalah generasi aku.
- Yang sadar itu generasi aku. Bukan kita
- tuntut generasi orang tua di situ. Jadi
- akulah yang bisa merubah. Makanya yang
- banyak ditekankan dalam nas Al-Qur'an
- dan hadis itu adalah anak. Ya, walaupun
- nanti orang tua tuh kalau anak tu sudah
- jadi orang tua itu juga dia harus
- perhatikan ya pendidikannya. Tapi kalau
- yang sudah berlalu, sudah tua begitu ya
- generasi itu kan mulai dari aku nanti
- punya turunan. Itulah adanya
- perbaikan-perbaikan memutuskan mata
- rantai pola asu yang keliru dari orang
- tua. Makanya Rasulullah mengatakan bahwa
- berbuat baik kepada orang tua tuh amalan
- itu setara dengan jihad. Ya. Jadi ada eh
- sahabat yang datang minta jihad. Ya
- Rasulullah aku akan berjihad
- fisabilillah. Nah Rasul bertanyaun
- walidak? Orang tua masih hidup?
- Orang tuamu masih hidup katanya gitu ya.
- Naam. Ya Rasulullah fafihima fajahid.
- Berbaktilah kepada orang tuamu. Itu
- jihad. Jadi Rasulullah menyandingkan
- antara jihad dengan berbakti kepada
- orang tua. Itu tandanya apa? Tandanya
- berbakti kepada orang tua tuh enggak
- mudah. Waduh itu benar-benar dah ya.
- Kalau seorang anak punya orang tua yang
- bermasalah misalnya, masyaallah ya itu
- jihad pahalanya besar. Masyaallah surga
- tuh kan enggak murah ya. Jadi
- saatnyaalah si aku ini, si anak ini
- enggak nuntut-nuntut lagi tapi dia ingin
- merubah. Maka dari dia, dari dialah
- mulai bersabar, lihat, bahagiakanlah
- orang tua, terutama ibu ya. Rumah itu
- akan penuh berkah. Bahkan kita tahu ya
- bahwa sebab diterimanya tobat itu bakti
- loh sama ibu. Jadi ada seorang laki-laki
- datang kepada Rasulullah. Dia
- mengatakan, "Ya Rasulullah, aku telah
- melakukan dosa besar. Terus apakah masih
- ada tobat untukku?" Nah, terus kata
- Nabi, "Eh, alaka walidan, kamu punya
- orang tua enggak?" Terus dia katakan,
- "Tidak ada ya Rasulullah." Falaka
- kholah, kamu punya eh bibi e saudara ibu
- itu maksudnya khalah tuh tante ya dari
- ibu. Dia bilang, "Punya ya Rasulullah."
- Kemudian Nabi mengatakan, "Fadirroha
- idan." Kalau gitu kamu e berbuat baiklah
- kepadanya. Jadi artinya pengganti ibu
- itu kan bibi ya, tante ya, sekakak atau
- adiknya ibu. Nah, ini menunjukkan bahwa
- ee berbakti kepada ibu itu salah satu
- diterimanya tobat ya. Syarat diterimanya
- tobat ya. Bahkan pernah enggak, Mbak,
- dengar kisah ee ada seorang laki-laki
- dia lagi ngelamar seorang perempuan eh
- ditolak lamarannya terus malah lamaran
- orang lain yang diterima. Wah, kecewa
- dong dia. Cemburu dong ya. Dibunuh
- perempuan itu.
- Terus akhirnya dia tobat. Dia merasa
- berdosa. Terus dia datang kepada Ibnu
- Abbas. Terus ee tobatlah dia. Terus dia
- tanya, "Bagaimana dosaku? Adakah ee
- enggak disebutkan ya dulu tuh bagaimana
- apakah dikisos atau tidaknya ya? Apakah
- belum turun ee hukum qisas? Ya, tapi dia
- bertanya kepada Ibnu Abbas ya, apakah ee
- ada tobat ya? Fahalli min taubah. Apakah
- ada pintu tobat untukku terbuka? Terus
- ee Ibnu Abbas menjawab, "Alaka walidan.
- Kamu punya orang tuakah?" Dia
- mengatakan, "Tidak, aku tidak punya
- orang tua." Ya, ee apakah kamu memiliki
- kholah saudara ee perempuan punya? Ya,
- maka berbaktilah kepadanya. Jadi ibumu,
- jadi ditanya apakah ibumu masih hidup?
- Enggak. Sudah wafat. Kalau gitu berbakti
- pada ee bibinya. Jadi artinya gini ee
- metode Ibnu Abbas yang dimintai fatwa
- oleh orang-orang yang telah berbuat dosa
- besar itu ee waktu itu kan enggak
- disebutkan ya apakah sudah turun hukum
- ya. Tapi ee hukum itu kan bertahap ya.
- Nah, fatwa Ibnu Abbas mengenai kafarah
- dosa itu beliau menyarankan dengan
- amalan yang pahalanya seimbang dengan
- dosa tersebut. Itu ee artinya tidak ada
- dosa yang ee seimbang kafarahnya itu
- kecuali berbakti ee pada seorang ibu.
- Jadi
- ee maaf.
- Jadi artinya ee bahwa ee
- amalan yang lebih dapat mendekatkan diri
- kepada Allah dan lebih dicintainya itu
- adalah amalan berbakti kepada ibu dan
- itu mampu seimbang tuh ya. Dosa dengan
- pahala itu ee artinya impas. Jadi
- bagaimana salah satu syarat diterimanya
- tobat itu bakti sama ibu ya. Karena ibu
- itu atau orang tua itu kunci surga yang
- pertengahan ya. Jadi masyaallah ya ee
- bagaimana ibu itu kalau bahagia itu
- rumah tuh penuh berkah. Apalagi kalau
- terus ya sepanjang hayat hidup itu apa
- bakti itu terus di ee pelihara dijaga
- itu tambah rezeki loh. Obat panjang umur
- itu masyaallah ya. obat panjang umur.
- Karena dalam ee sebuah hadis ya
- Rasulullah itu kan pernah menyampaikan
- ya bahwa ee man ahabu ay kalau kata Nabi
- ya ee ketika ditanya oleh seorang
- sahabat ee kata Nabi ya ee siapa yang
- ingin dipanjangkan umurnya, ditambah
- rezekinya atau bertambah rezekinya maka
- dia harus berbakti kepada orang tuanya
- dan menyambung silaturahim. Jadi ada dua
- ee apa namanya? Keutamaan ya. Kalau mau
- kalian itu panjang umurnya, kalau kalian
- mau rezekinya bertambah, rezekinya
- berkah, gitu ya. Amalannya tuh apa?
- Bakti sama orang tua, terus sambunglah
- silaturahim, gitu. Jadi itu kalau mau ya
- rezekinya bertambah. Nah, oleh karena
- itulah coba kita evaluasi kehidupan
- kita. Kita enggak boleh menilai orang,
- kita tidak boleh men-judge orang, kita
- tidak dalam posisi sebagai ee pencipta
- atau Tuhan, ya kan? Kalau Allah itu kan
- bisa menilai, menghukumi. Kita ini
- sama-sama hamba Allah enggak berhak tuh
- ya saling menilai, saling ee apa
- namanya? Mengamati ya. Itu gak
- dibenarkan. Kalau untuk evaluasi,
- evaluasi diri sendiri aja. Kita enggak
- usah nengok orang deh. Misalnya ada
- kalaunya
- kok susah ya hidup sekarang ini. Beban
- kehidupan kok semakin bertambah sulit,
- apa-apa mentok gitu ya. Kok rezeki kok
- enggak kayak dulu kok ini ini. Pokoknya
- adalah kesulitan dalam kehidupan. Yang
- pertama kali coba cek bagaimana posisi
- hubungannya dengan orang tuanya.
- Apakah ibunya ada yang terluka dengan
- sikap anaknya ini. Nah, coba cek ya.
- Artinya pastikan
- orang tua khususnya ibu itu tidak
- memiliki sedikit pun rasa ya tidak
- ikhlas, tidak rida. Yakinkan bahwa ibu
- telah meridai kita. Karena ketidakridaan
- ibu itu bahaya buat masa depan anak. Ya.
- Ya, makanya ibu-ibu yang ada ya kan kita
- juga enggak ingin anak-anak kita ee
- susah ya. Biasanya ibu-ibu kalau ibu-ibu
- salihah tuh biasanya aku rida ya Allah
- terhadap anakku gitu ya. Itu bagus tapi
- apakah Allah rida? Belum tentu juga gitu
- ya. Jadi ini pastikan ya sama-samalah
- ya. Jadi ibunya meridai, anaknya juga
- dengan keikhlasannya juga minta
- diridakan. Jadi jangan sampai
- diam-diaman kemudian ah yakinlah man ada
- orang tua yang murka mananya enggak
- begitu juga ya. Ee jadi ini bagian dari
- ee ibu bahagia itu akan rumah penuh
- dengan berkah ya Mbak. Nanti kita
- lanjutkan lagi ya Mbak.
- Baik. Masyaallah, telah kita ikuti tadi
- pemaparan Ustazah mengenai Ibu bahagia
- dan kami undang para
- pendengar untuk menyampaikan
- pertanyaannya seputar tema tersebut ke
- nomor seperti biasa tidak berubah. Nomor
- WhatsApp di 0811999720.
- Insyaallah ustazah akan membahasan,
- namun kita akan ambil jeda nasyid
- berikut ini.
- [musik]
- Rada silaturahim juga Rasil TV. Ikhwan
- dan akhwat saat ini menyimak fikih
- wanita bersama Ustazah Helini Amran dan
- tema yang diangkat pada siang hari ini
- adalah Ibu Bahagia rumah penuh berkah.
- Masih ada beberapa hal atau poin yang
- masih ingin disampaikan oleh Ustazah
- atau Ustazah? Ya. Baik. Ee pendengar
- yang dirahmati Allah, bahagiakan ibu
- agar kita berkah kehidupan kita. Nah,
- bagaimana dengan ibu kita yang
- nonmuslim, kafir atau musyrik dalam
- Islam? Meskipun orang tua kita itu kafir
- atau musyrik, itu kewajiban berbakti itu
- tidak gugur. Ya, kenapa tidak gugur?
- Karena memang Allah telah memberikan
- panduan. Ya, Allah telah mengingatkan
- kita. itu dalam surat Luqman ayat 15un.
- Nah, jadi kalau orang tuamu itu
- memaksamu mempersekutukan Allah, artinya
- ee menyuruh sesuatu yang bertentangan
- dengan ajaran agama Allah itu jangan
- diikuti. Tapi ya tapi di sini
- wasohibhuma fid dunya ma'rufah. Tapi
- pergaulilah keduanya di dunia ini dengan
- cara yang baik. Jadi enggak boleh ketika
- orang tua kita itu ee tidak menyukai aj
- apa ee agama kita atau menyuruh kita
- berbuat sesuatu yang bertentangan dengan
- ajaran agama itu kita tidak
- mengikutinya. Kita tidak boleh
- mengikutinya. Tapi muamalah dengannya
- harus dan wajib. Baik. Wasohibhuma fid
- dunya makrufah. Jadi enggak ada alasan
- yang berbakti itu siapa dulu orang
- tuanya. Iya. Ini orang tua nonmuslim aja
- kita wajib untuk berbakti. Bahkan kita
- diperintahkan Allah untuk mempergauli
- kedua orang tua kita dengan cara yang
- baik. Apalagi orang tua kita itu
- seakidah. Jadi enggak ada enggak gugur
- kewajiban. Jadi kalau untuk hal-hal
- dunia ya itu wajib mentaati orang tua
- kita walaupun nonmuslim ya. Kalau
- sekedar hanya disuruh pergi ke warung
- ini ini urusan rumah itu ya nurut ya.
- Jadi enggak ada tuh kewajiban taat itu
- kalau orang tua ini dulu kalau dia
- enggak bisa selama dia tidak menyuruh
- kita kepada kemungkaran kita wajib untuk
- mempergaulinya dengan baik di dunia.
- Jadi itu orang tua ya. Bahkan yang Allah
- berikan anugerah orang tuanya tua
- kemudian merawatnya di rumahnya dengan
- baik. Masyaallah itu jalan menuju surga
- itu. Masyaallah ya. Makanya e Rasulullah
- pernah menyampaikan ya rif rifuh itu
- sampai tiga kali gu ya celakalah
- celakalah celakalah. Terus sahabat
- bertanya ya Rasulullah kenapa celaka?
- Rasulullah menjawab man adroka walidai
- kibari ahaduhuma
- yadulil jannah. Celakalah orang yang
- mendapatkan kedua orang tuanya menua
- atau salah satu di antara keduanya tuh
- tua kemudian dibawa pemeliharaannya tapi
- tidak bisa membuat dia masuk surga.
- Celakalah dia. Tuh kan kita juga dapati
- banyak ya bagaimana orang tuanya sudah
- tua itu anak-anaknya itu berlepas tangan
- tidak mau mengurusnya. Udah masukin
- panti jompo aja ngerepotin ah. Gitu ya.
- Itu durhakanya tuh luar biasa gitu.
- Makanya kata Nabi, "Celakalah." Padahal
- ini kunci surga. Ketika kita mampu untuk
- menghadapinya dengan sabar, itu lancar
- mulus jalan menuju surga. Ya, tapi kan
- enggak mudah ya. Ya, karena memang surga
- itu mahal jihad ya. Menghadapi orang tua
- yang agak rada-rada gitu ya, Mbak ya.
- Jadi, oleh karena itu karena surga itu
- enggak murah ya, ini jalannya ini
- seperti ini mak. Makanya kita lihat ya,
- banyak contoh-contoh yang telah di ee
- berikan oleh para ee ulama dulu ya atau
- orang-orang dulu ya yang sangat terkenal
- itu Uwais Al-Qarni tuh sangat terkenal
- itu bagaimana dia menjaga ibu ya,
- menjaga hati ibunya, menjaga ee hari
- tuanya. Masyaallah, kehendak ibunya tuh
- diturutin tuh ya. Padahal ibunya tuh
- udah buta ya ee apa udah tua rentak ya
- maksudnya ee lumpuh ya ibunya itu ya.
- Itu e kalau orang bilang ngada-ngada
- atau ngadi-ngadi gitu ya. Udah tua
- enggak bisa jalan pengin naik haji eh
- pengin haji gitu ya. Tinggalnya kan di
- Yaman tuh. Yaman dengan Makkah itu kan
- jauh ya istilahnya tuh ya kan kalau bagi
- orang sekarang ngada-ada aja sih sudah
- kayak gitu. Tapi tidak untuk Uwais
- Alqarni keinginan ibunya itu ditanggapi
- serius, tapi dia cari akal gimana
- caranya bisa bawa ibunya itu ee
- berangkat haji dengan kondisi lumpuh ya
- enggak bisa enggak bisa jalan itu. Nah,
- dia latih dirinya tuh dan itu latihannya
- itu enggak sekali dua kali dia coba gitu
- ya awalnya ngangkat ee domba kecil e
- naik bukit, turun bukit ya. Jadi
- istilahnya kalau sekarang kan nge-jym
- kali ya, olahraga-olahraga gitu bisa
- angkat beban gitu ya, mulai dari kecil
- terus dia berlatih berbulan-bulan. Itu
- kan menunjukkan keseriusan ya.
- Masyaallah. Bagaimana ee Uwais ini ee
- seorang tabiin ini itu mengikuti
- keinginan ibunya karena dia ingin
- membahagiakan ibunya. Ya, hidup tuh
- kalau ibu enggak bahagia buat apa sih
- gitu ya. Maka dia latih ya ibu tuan
- ibunya sudah rentah. Padahal kita tahu
- ya orang kalau sudah tua rentah kan
- enggak wajib haji. Nah, jadi keinginan
- ibu untuk membahagiakannya dia tuh ee
- penuhi sampai dia mampu mengangkat
- beban, sampai dia mampu menggendong
- ibunya dari Yaman sampai Makkah. Nah,
- itulah sebabnya sampai kan dia enggak
- ketemu Rasulullah ya. Sampai Rasul tuh
- mengatakan, "Khairut tabiin rajulun
- yuqalu lahu uwais." Kata Nabi,
- "Sebaik-baik tabiin itu adalah orang
- yang bernama Uwais. Dia memiliki ibu,
- dia sangat bakti kepada ibunya." nya.
- Nah, Rasulullah mengatakan kepada Umar
- dan Ali, "Kalau ketemu minta doanya,
- doanya makbul." Masyaallah. Itu ya
- dikejar sama Umar kan ee untuk bisa
- dapat doanya itu ya. Itu kalau enggak
- salah setelah 11 tahun dari pemerintahan
- Umar itu baru ketemu tuh waktu di musim
- haji kan. Kalau dulu itu kalau untuk
- pengumuman itu kan di ini ya di Makkah
- itu kan ada Bukit Safa apa tuh Bukit
- Sofa itu ya. Ditanya siapa yang bernama
- Uwa dari Yaman? Awal kan sudah lama kan
- dia nyari. Nah, terakhir di masa
- pemerintahan Umar tuh akhirnya ketemu
- juga. Oh, itu ponakan saya. Dia tuh
- kerjanya ngembalain ee otak saya. Dia
- memang hidupnya miskin ya. Ee akhirnya
- dicari oleh Umar ketemu terus dia minta
- doa. Nah, Uwais minta jangan aku
- dikenal. Jadi, dia enggak mau viral ya.
- Biasanya kayak kaykayak gitu kan jadi
- viral ya. Dia enggak mau jangan aku
- dikenal orang gitu ya. Nah, itulah
- contohnya ya. bagaimana ee menjaga ibu
- membahagiakannya. Termasuk juga misalnya
- Abdullah bin Umar menjaga nada bicara
- kepada ibunya tuh enggak tinggi. Ya, dia
- tidak pernah mengeraskan suara meskipun
- perbedaan pendapat itu tajam gitu bentuk
- ya. Karena dia tahu aku takut satu kata
- kasarku memadamkan keberkahan hidupku
- kata Umar itu ya Abdullah bin Umar itu.
- Jadi berkah hidup itu bukan karena
- kepintaran ya tapi adab kepada ibu. Ya
- itulah berkah hidup ya.
- Dan menjaga hati ibu tuh hanya bisa
- dilakukan oleh anak-anak yang beradab.
- Nah, anak-anak yang beradab ini nanti
- akan melahirkan anak-anak yang beradab.
- Makanya ketika kita ingin memutuskan
- mata rantai, mungkin dulu pola asuh
- tidak baik, maka mulai dari diri kita
- nanti supaya anak-anak kita itu juga ee
- menjadi baik. Jadi, rumah yang penuh
- berkah itu karena dijaganya hati ibu.
- Ya, kita lihat sekarang bagaimana rumah
- tuh lengkap ya, ekonominya cukup,
- pendidikan tinggi, fasilitasnya
- terpenuhi gitu ya. Tapi kok terasa hampa
- ya rumah tuh kok terasa kayaknya dingin
- ya, anak-anak gelisah, kayaknya susah
- banget untuk beribadah. coba ditelusuri.
- Bisa jadi karena mungkin sering ee
- memarahi ibu, pendapatnya diabaikan ya,
- dianggap ya direndahkan atau tidak
- dipedulikan dianggap enggak ada ya. Tapi
- coba lihat misalnya ada mungkin orang
- yang rumahnya sederhana, hidupnya
- pas-pasan, tapi dia sangat mereka tuh
- sangat menghormati ibu, maka lihatlah
- rumahnya itu ya terasa ringan,
- anak-anaknya tenang, ee rezekinya cukup
- ya bukan kaya cukup doanya hidup doanya
- hidupnya tuh ee pokoknya bergairah gitu
- ya. Nah, itu karena apa? Karena
- membahagiakan ibu. Maka ketika ibu
- bahagia, rumah itu penuh berkah.
- Wallahuam bawab.
- Baik. Masyaallah, sudah semuanya
- dipaparkan oleh Ustazah dan kita
- langsung saja Ustazah ya masuk ke sesi
- tanya dan jawab.
- Sudah ada yang masuk dari hamba Allah
- ini. Ustazah izinkan saya membacakannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalamsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ini hamba
- Allah ustazah. Ustazah saya seorang ibu
- mengurus rumah dan anak juga suami
- hampir tanpa bantuan. Saya merasa lelah
- dan mudah marah lalu kemudian menyesal
- karena membentak anak. Saya merasa
- bersalah dan kemudian saya ulangi lagi,
- saya khawatir dosa saya ee menumpuk.
- Bagaimana ee seharusnya dalam Islam
- memandang kondisi saya atau ibu yang
- kelelahan hingga emosinya tidak stabil?
- Apakah ada solusi yang diajarkan agar
- ibu tetap bahagia tanpa merasa berdosa
- dan merasa kewalahan? Terima kasih,
- Ustazah. Oh, masyaallah.
- Masyaallah. [tertawa]
- I
- jadi memang begini ee ketika kita
- bekerja enggak enggak memiliki ee tujuan
- itu kayaknya beban.
- Nah, artinya begini. Ketika kita
- mengerjakan sesuatu itu adalah karena
- beban, akhirnya kita mengerjakannya
- terpaksa. Ketika emosinya muncul,
- akhirnya marah-marah. karena memang
- tidak atau mungkin luput dari kita yang
- kita kerjakan nih sebenarnya untuk
- siapa, karena apa dapatnya, dapatnya apa
- gitu ya. Nah, oleh karena itu yang
- pertama kali yang perlu kita pahami itu
- niat. Jadi atau menyadari bahwa semua
- kelelahan kita karena lillah, lelah kita
- karena lillah, kalau kita niatkan
- semuanya karena Allah, itu jadinya
- menikmati pekerjaan. Jadi enggak beban
- lagi. Beda loh kalau kita bekerja karena
- beban dengan bekerja karena ee apa
- namanya? Kecintaan ya. Orang kalau sudah
- cinta banget sesuatu pasti dia kerjakan
- dengan senang hati. Tapi ketika dia
- menganggap ini adalah beban, pasti itu
- akan memberatkan dirinya. Nah, jadi yang
- pertama kali ya ee sebelum
- kita melihat segala sesuatu
- mungkin luruskan niat dulu kali ya.
- Luruskan niat. Jadi ketika kita bekerja
- dengan niat karena Allah bahwa ini
- adalah pahala yang ditambahkan argo
- pahalanya jalan, itu pasti akan ee kita
- lalui dengan baik. Yang keluar tuh bukan
- keluhan lagi tapi doa.
- Jadi bagaimana sekarang pertama tadi ya
- orientasi kita bekerja di ngurus rumah
- tangga ini karena siapa?
- Soalnya kalau kita tidak luruskan niat
- yang ada setan. Nanti setan tuh
- bisik-bisikin kita tuh
- kesel. Kesal kesal.
- Enggak hanya itu loh, Mbak. Sampai ada
- yang sampai ada yang begini nih. Enggak
- enak ya jadi perempuan kerjanya.
- Enak-enakan jadi laki-laki. Kenapa sih?
- Nah, ini kan berarti menyesali takdir.
- Hati-hati ini setannya paling pintar tuh
- bikin ee kita itu ee berdosa. Ya, itu
- kan kalimat ee kufur ya, tidak beriman
- kepada takdir. Enak banget ya jadi
- laki-laki cuman begitu doang meluar
- rumah kayaknya enggak bebanlah kita
- gitu. Astagfirullahalazim. Nah, itu tuh
- kalau sampai begitu tuh langsung deh
- syahadat lagi deh, amantu billah gitu
- ya. Aku beriman kepada Allah,
- syahadat lagi. Subhanallah. [tertawa]
- Ya kan kita memang diperintahkan harus
- banyak-banyak bersyahadat, Mbak.
- Iya.
- Lailahaillallah itu kan masyaallah.
- Nah, jadi kalau capek itu memang benar
- itu manusiawi ya. Ya, memang lelah itu
- manusiawi, enggak dosa. Lelah itu memang
- enggak dosa. Nah, pada saat kita memang
- ee memiliki tubuh yang terbatas ya ada
- haknya juga. Jangan diporsir juga
- tenaga. Saatnya istirahat, istirahat aja
- ya. Jadi boleh kita istirahat. Tapi
- makanya itu pakai niat lagi. Kalau
- istirahat tidur tuh jangan tidur blek
- begitu aja. Pasang niat tekad. Ya Allah
- aku tidur agar nanti bangun sehat Engkau
- berikan aku kesehatan kembali sehingga
- aku bisa beramal saleh. Tuh gitu kan.
- Jadi kalau niat tidur pakai niat kan
- jadi kuat. Masyaallah. Jadi enggak asal
- tidur begitu. Nah, kemudian ee
- pakai ini backing. Jadi ketika kita
- punya pekerjaan berat kalau enggak ada
- yang m-backing-nya, m-backup-nya itu
- pasti beban itu kita yang mikul sendiri.
- Tapi ketika kita punya backup ya
- istilahnya tuh sandaran gitu ya, itu
- kuat. Maka bersandar kepada Allah. Jadi
- ketika hati terhubung dengan Allah itu
- Allah nanti yang akan meringankan hati
- kita. Masyaallah ya. Jadi fokus kita itu
- kepada Allah jadi terasa ringan ya.
- Artinya memang ya memang kehidupan ya
- beginilah ya. Apalagi ibu tuh ee
- multitasking ya Mbak ya. Antara nyuci
- dengan nyetrika dengan masak itu bisa
- dikerjakan nonton sinetron.
- [tertawa]
- Itu dia ya. Jadi ketika kita ee
- terhubung kepada Allah ya mudah-mudahan
- itu meringankan kita apalagi lisan kita
- itu diarahkan dengan e kalimat-kalimat
- misalnya hasbiallah ya itu ya atau
- zikir-zikir gitu ya Rabb kuatkan aku ya
- Allahzuqni alquwah w nasyat ya jadi ee
- semuanya jadi ringan deh kebahagiaan itu
- ibu tuh kan bukan karena kita target
- harus begini-begini tapi sambil jalan
- aja dengan dengan zikir ya dan jangan
- sampai kita bandingin diri kita dengan
- dengan ibu-ibu yang lain. Oh enak ya dia
- ya suaminya gajinya gede punya pembantu.
- Nah kita itu itu bahaya tuh kalau sampai
- begitu ya. Karena tadi kan semua
- dikerjakan sendiri. Jadi jangan pernah
- dalam kehidupan kita membandingkan diri
- kita dengan orang lain. Karena kita
- punya ujian yang berbeda. Karena Allah
- telah menetapkan takdir setiap orang itu
- berbeda-beda. Maka berhenti mengukur
- diri dengan standar orang lain. Kita
- mulai berdamai dengan takdir. Jadi
- nikmatilah apa yang telah Allah tetapkan
- kepada kita. Jadi kita menghadapi
- kerjaan itu enggak lagi beban. Ini amal
- saleh, ini ibadah. Jadi setiap keringat
- yang kita keluarkan di rumah kita
- seputar kasur, dapur, sumur, karena kita
- bekerja karena Allah tuh pahala semuanya
- itu. Masyaallah ya. Ya. Jadi, bahkan
- ketika kita lelah terus kita kecapekan
- tertidur, insyaallah itu ibadah kalau
- kita niatkan karena Allah. Jadi,
- istirahat kita tuh juga ibadah ya.
- Masyaallah ya. Jadi kalau kita lelah,
- capek itu ngomong aja sendiri deh, "Ya
- Allah, kuatkan aku ya Allah." gitu ya.
- Kok lagi kan capek kan buatnya marah ya.
- Karena apa? Karena kita itu merasa kita
- bekerja sendiri. Tapi kalau ketika kita
- nikmati pekerjaan itu ya kayak enggak
- jadi marah deh. Bahkan ngajak anak zikir
- apa senyum aja gitu. Misalnya anak tuh
- menjatuhkan ee barang berharga ya, gelas
- atau apa gitu. Kalau ibu yang kerja itu
- adalah beban, pasti marah-marah dia.
- Waduh, pokoknya udah wah keselah. Tapi
- ketika dia lakukan itu karena Allah
- disenyum aja ya ada ajal ya gelasnya ya.
- Kita baca apa nak? Innalillahi wa inna
- ilaihi rjiun ya kan. Jadi anak jadi
- enggak terluka ya. Masyaallah ya. Ya.
- Jadi ini ya Ibu ya bahwa setiap lelah
- ibu itu dicatat sebagai pahala kalau
- kita niatkan semuanya karena Allah.
- Insyaallah.
- Jadi hamba Allah tadi Ustazah
- mengingatkan kita untuk meluruskan niat
- kemudian mengatur ee reaksi mungkin ya
- apabila kita menghadapi situasi-situasi
- yang tidak bisa kita kendalikan.
- Banyak-banyak istigfar dan kembali lagi
- itu syahadat kata ustazah [tertawa]
- kalau agak oleng-oleng. Masyaallah.
- Baik, saya beralih ke pertanyaan
- berikutnya. Masih dari hamba Allah,
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Masyaallah, Ustazah, ini
- paparannya relate banget. Saya jadi
- ingin bertanya sesuai dengan metime yang
- barusan Ustazah sampaikan. Boleh enggak
- sih, Ustazah, atau sampai mana
- batasannya seorang ibu yang ingin
- meluangkan waktu atau metime untuk
- dirinya misalnya, apakah diperbolehkan
- untuk pergi bertemu dengan kawan-kawan
- lama atau berwisata ke mall misalnya
- usah sendirian. Namun kadang-kadang ada
- rasa bersalah melakukan semua itu,
- Ustazah. Boleh dipaparkan, Ustazah agar
- tetap yang saya lakukan membawa
- keberkahan bagi keluarga. Masyaallah.
- Masyaallah. Saking banyaknya jadi ini
- ya. [tertawa]
- Iya. Jadi memang Ibu bahwa ee
- bagaimana batasan metime itu ya bagi
- seorang ibu gitu ya. Jadi dalam Islam
- itu ee ada hak untuk diri. Jadi metime
- itu adalah hak ya sebenarnya ya ee
- dengan syarat. Ada syaratnya. Syarat
- yang utama adalah tidak melalaikan
- kewajiban yang telah diwajibkan Allah
- kepada kita itu. Jadi metime itu jangan
- sampai membuat ada hak bagi anak atau
- suami atau rumah yang terkurangi.
- Gara-gara meime akhirnya anaknya
- kelaparan gitu ya. gara-gara metime
- akhirnya ya artinya metime itu boleh
- tapi tidak menyebabkan kewajiban kita
- itu terabaikan apalagi kewajiban yang
- wajib maksudnya kewajiban wajib apa ya
- kayak salat itu kan wajib ya artinya ee
- menjaga anak ya jangan sampai
- menelantarkannya ya menelantarkan anak
- tuh enggak hanya fisik ya tapi juga
- emosional dan keselamatan jadi artinya
- anaknya dititipin gitu ya entar ya apa
- ya itu dilihat dulu kondisinya kan jadi
- enggak semuanya tuh ee memiliki metime
- yang sama ya bagi seorang ibu ibu yang
- anaknya sudah pada nikah itu beda dengan
- ibu yang anaknya masih kecil-kecil.
- Kalau meen kan beda dong gitu ya.
- Artinya jangan sampai menelantarkan,
- jangan sampai mengabaikan amanah dasar
- rumah tangga gitu ya. Jangan sampai
- meime itu menjadi ee melampaui batas
- gitu ya. Artinya ee yang ada tuh malah
- mudarat bukannya ee manfaat. yang ada
- malah nanti pulangnya jadi wah tambah
- emosi gitu ya, jadi berantakan, jadi
- masyaallah ya. Jadi metime itu
- sebenarnya hak ya kalau memang
- dibutuhkan tapi sangat ditentukan dengan
- keseimbangan tadi. Nah, kemudian
- fleksibel ya jangan harus ee pokoknya
- pakai agenda mutlak harus segini ya
- fleksibel aja. Kita kan yang tahu ee
- kapan kita bisa memanfaatkan waktu kita
- sendiri kan. Jadi jangan memaksakan
- juga. Kalau memang belum ada waktunya
- jangan dipaksakan. Kalau itu
- mengakibatkan terlantarnya kewajiban
- kita gitu ya.
- Jadi ee itu satu itu. Kemudian yang
- jelas ya suami izin dong gitu ya. Jadi
- kalau izin sudah beres lah. Tapi kalau
- enggak izin karena suami melihat ihnya
- kasihan nanti gimana. Nah itu perlu
- didiskusikan ya. Nah, jadi itu itu. Nah,
- yang terpenting dari semuanya itu adalah
- niat menentukan meim apa niatnya gu ya.
- Niatnya healing, niatnya apa ya? Ee
- apalah itu tergantung niat. Innama amalu
- binniat. Makanya ee kita harus
- pandai-pandai ya mem-manage niat ya.
- Jangan sampai niat meime kita itu
- bukannya tambah fresh ya, tapi malah
- tambah dosa ya, lalai jadinya kan.
- Kemudian anak merasa ditinggalkan terus
- akhirnya masuklah orang ketiga gitu ya.
- Ee banyaklah hal-hal yang kayak gitu
- kan. Ada orang ketiga itu kan karena
- kesempatan dan peluang ya. Ya intinya
- pandai-pandailah berniat ya. Kalau hanya
- sekedar untuk meime untuk refreshing ya.
- Kalau bisa mah metime-nya bersama
- keluarga gitu ya. Tapi gimana mau metime
- gitu ya. Maksudnya urusan keluarga
- enggak kita yang handle gitu artinya
- bersama gitu. Itu teknislah ya. Intinya
- kembali kepada niat.
- He
- tawazun ya proposional ya. Imbang.
- Jadi memang semua kembali kepada niat
- ustazah ya
- yang menentukan semuanya bahkan dari ee
- cara kita mengontrol ee emosi juga dari
- niat. Satu lagi Ustazah ya, pertanyaan
- ini dari Ibu Dewi. Ustazah Ibu Dewi di
- Jati Warna. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. ee Ustazah, bagaimana
- menyeimbangkan peran ibu yang menjalani
- banyak hal sekaligus sebagai istri,
- sebagai ee ibu, sebagai pendidik anak,
- pekerja, dan karena tinggal satu rumah
- dengan mertua, jadi sebagai menantu dan
- bahkan ketika bertemu dengan orang tua
- menjadi anak. Nampaknya hal tersebut
- kadang-kadang membuat saya terutama
- merasa kelelahan, Ustazah. Ee dan bahkan
- kadang-kadang ya betul kata Ustazah ada
- di awal Ustazah sempat menyebut ee capek
- juga ya jadi seorang wanita. Allahu
- Akbar. Saya merasa tertampar ketika tadi
- Ustazah mengingatkan. Mohon bimbingannya
- Ustazah. Baik Ibu Dewi.
- Ee Ibu Dewi memang takdir setiap ibu tuh
- beda-beda ya.
- Ada ibu yang repot hanya dengan anak dan
- suami.
- He.
- Tapi ini kayaknya bekerja juga ya.
- bekerja juga ya?
- Bekerja Ustazah.
- Heeh. Bekerja juga kan berarti dia
- membantu ee suami.
- Suami. He.
- Terus juga dengan mertua pula.
- Masyaallah.
- Satu rumah dengan mertua, Ustazah
- katanya.
- Iya. Iya. Karena memang kalau enggak
- tinggal dengan mertua anak dititipin
- sama siapa? I kan bekerja. Jadi kita
- lihat di sini adalah
- kebaikan-kebaikannya.
- Jangan dilihat ee apa kekurangan atau
- kesulitan. Jadi yang pertama begini nih.
- Ini bekerja nih. Bekerja tu bagi
- perempuan enggak wajib ya. Karena kan
- yang menafkah itu kan suami. Nah,
- sekarang ditanya apa tujuan bekerja
- seorang istri? Nah, itu dulu lurusin
- niat dulu.
- Kalau bekerja itu dalam rangka membantu
- suami, berarti pahala tuh dapat oleh
- istri. Kemudian suami juga paham bahwa
- dia tidak ee dibantulah dia untuk urusan
- rumahnya gitu.
- Hm.
- Ya, karena dia sudah membantu suaminya.
- Nah, karena memang suaminya juga
- bekerja, berarti yang membantu di
- rumahnya di ee apa namanya? Dilegasikan
- ke ke orang tuanya, ya kan? Orang tua,
- suami. Jadi, kan berarti semuanya itu
- satu tim.
- Karena satu tim ya berarti kita
- sesuaikan dengan ee porsinya
- masing-masing. Jadi ibu jangan
- dibebankan artinya ini terpaksa ini ada
- mertua harus gak. Jadi, Ibu itu mertua
- itu itu ini kan artinya peran berlapis
- namanya ya. perlan berapis ya sebagai
- istri, sebagai ibu, sebagai pekerja,
- sebagai menantu gitu. Masyaallah. Nah,
- kita pahami secara syariat. Sebenarnya
- secara syariat kewajiban kita tuh kan
- hanya kepada ee anak ya dan suami. Nah,
- tapi kan suami tahu istri itu keluar
- berarti harus ada yang menggantikan
- perannya kepada anak, berarti mertua.
- Jadi masing-masing saling menjaga aja.
- Menjaga jangan sampai terbebani atau
- membebankan kepada istri ya. Jadi kalau
- merasa terbebanam ini akhirnya kan ya
- ada sakit loh, sakit mental loh nanti
- akhirnya ngeduma terus gitu ya apalagi
- kalau mertuanya tidak baik-baik saja ya
- kan ada mertua yang ya bukannya malah
- membantu tapi malah menyulitkan gitu
- menuntut gitu. Nah itu bicarakan dengan
- suami kalau sampai terjadi hal seperti
- itu. Karena kewajiban istri itu bukan
- berbakti kepada mertua ya. Kewajiban
- istri kan berbakti kepada suami. Tapi
- ketika dia berbakti kepada mertuanya
- berarti kan menyenangkan suaminya ya.
- Nah itu bakti itu jangan dipaksa ya.
- Jangan merasa terpaksa. Jadi lakukan
- karena Allah karena rugi loh kalau kita
- memerankan tapi terpaksa gitu ya. Enggak
- enak aja nih. Akhirnya enggak karena
- Allah rugi udah capek enggak dapat
- pahala gitu ya. Nah jadi ini tim ini
- harus kerja sama ya saling ee membantu
- gitu ya. Jadi peran istri itu
- ee akhirnya kan tergantikan oleh mertua.
- Nah, ini perlu komunikasi dengan mertua
- yang ngomong pasti suami dong ya. Ya,
- artinya ini sebenarnya istri ee istriku
- tuh enggak wajib keluar rumah untuk
- bantu menafkahi. Maka kan di perannya di
- rumah saling membantulah gitu. Jadi
- sekali lagi bahwa kata kuncinya dalam
- peran ganda ini ya tadi saya kan
- menyebutkannya itu ee peran berlipat ya
- ee apa? Peran berlapis. Peran berlapis.
- Peran berlapis. Betul.
- Peran berlapis, peran berlipat gituah.
- Apa kata apalah intinya sih komunikasi
- sih sebenarnya ya. Komunikasi dengan
- suami, dengan mertua. Nah,
- ujung-ujungnya kan niat kita lagi nih.
- Kita lakukan ini karena apa? Ya, kita
- lakukan ini kan karena Allah. Karena
- Allah lah menyebabkan kita harus
- memerankan peran kita sebagai seorang
- istri, sebagai seorang ibu bagi anak,
- sebagai seorang menantu. Nah, kalau kita
- lakukan itu kemudian ada konflik itu
- pasti ada ya konflik. Kembalikan aja
- kepada Allah mudah-mudahan ini jadi
- ibadah. Jadi memang enggak mudah ya
- peran berlapis ini, tapi akan dimudahkan
- Allah kalau Allah bersama kita ya.
- Caranya itu untuk Allah bersama kita tuh
- banyak-banyak doa. Jadi, setiap ucapan
- itu enggak keluhan tapi doa. Kalau
- ucapan sudah berubah jadi doa bukan lagi
- keluhan. Yang ada tuh kita punya energi
- yang kuat karena kita tersambung dengan
- Allah. Allah yang jaga kita insyaallah
- mudah-mudahan ya. Yang penting yang
- banyak kerja yang banyak dapat pahala.
- Itu sudah kata kunci. Siapa yang banyak
- kerja dia dapat pahala ya. Kayak orang
- kerja ya pasti dia banyak dapat gaji,
- dapat uangnya. Nah, jangan sampai banyak
- kerja yang dapatnya dikit gajinya tuh
- ya. Karena enggak ikhlasnya rugi dong
- gitu ya.
- Masyaallah. Mudah-mudahan kuatlah Ibu
- insyaallah ya.
- Amin. Semangat Ibu Dewi. Dan pertanyaan
- dari Ibu Dewi nampaknya menutup sesi tan
- jawab sesi kali ini. Ustazah sebelum
- kita tutup ee kesimpulan Ustazah
- ya. Pendengar yang dirahmati Allah.
- Ketika Ibu bahagia rumah penuh dengan
- berkah. Rumah akan terasa ringan,
- tenang. rumah akan ee hidup, rezeki
- cukup ya. Karena apa? Karena ibu itu
- bahagia walaupun hidupnya pas-pasan ya.
- Karena ibu itu dihormati, karena ibu itu
- di ee sayangi, karena ibu itu dianggap,
- karena ibu itu tidak diabaikan, maka
- alatuahtaqdamil
- [tertawa] umahat. Maka surga ada di
- telapak kaki ibu.
- Astagfirullah wakum. Alalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakillah khairan qiran
- kepada guru kita Ustazah Helini Amran
- atas pemaparannya dan pengingatnya pada
- siang hari ini mengenai Ibu yang harus
- bahagia agar rumah dipenuhi oleh berkah.
- Mudah-mudahan ibu-ibu yang mendengarkan
- pada siang hari ini dilingkupi
- kebahagiaan dan tadi yang paling
- di-highlight oleh ustazah adalah
- luruskan niat, luruskan niat, luruskan
- niat. Insyaallah kita bisa menjadi
- pribadi dan ukhti juga ibu yang lebih
- baik lagi setelah hari ini. Dan kami
- tutup dengan doa kafaratul majelis.
- Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu
- alla illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Kami pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.