Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:07 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:19 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:22 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:24 yang dapat meraih kami lewat radio 0:26 maupun lewat YouTube Rasil TV. 0:28 Asalamualaikum. warahmatullahi 0:30 wabarakatuh. Bahagia sekali kami dapat 0:33 hadir di ruang dengar Ikhwan dan Akhwat. 0:36 Saya Karolin didampingi ada Bapak Atep 0:38 dan juga Kakak Algi. Dan kami hadir 0:41 seperti biasa tiap hari Jumat fikih 0:43 wanita bersama guru kita yang sudah ada 0:45 di seberang sana. Mari kita sapa 0:47 terlebih dahulu. Asalamualaikum 0:48 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 0:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:53 wabarakatuh. Sehat, Main? 0:55 Alhamdulillah wasyukrillah. Luar biasa. 0:57 Allahu Akbar. Masyaallah. Ustah. Akbar. 1:00 Allahu Akbar. 1:01 Allahu Akbar. Ustazah sendiri sehat. 1:03 Alhamdulillahilladzi binikmati 1:05 tatimushat. Alhamdulillah. 1:07 Mudah-mudahan semua sehat ya, Mbak ya. 1:09 Alhamdulillah sehat, Ustazah. Apabila 1:12 membandingkan apa yang di sedang dialami 1:14 oleh ujian ee saudara-saudari kita yang 1:17 berada di ujung Sumatera sana. Nampaknya 1:19 apa yang kita miliki di sini luar biasa 1:22 kelebihannya yang patut kita syukuri, 1:23 Ustazah ya. Dan ikhwan dan akhwat 1:26 mudah-mudahan saat ini yang dapat meraih 1:27 kami, yang dapat mendengarkan kami dalam 1:29 keadaan sehat walafiat dan yang sedang 1:33 menyetir. Tidak lupa kami himbau untuk 1:35 berhati-hati, tidak mengebut dan 1:36 memperhatikan Rabu di jalan. 1:38 Alhamdulillah pada hari Jumat ini kurang 1:41 lebih e 80 menit kami akan hadir dengan 1:45 tema yang tadi sudah disampaikan Ustazah 1:46 pada saat off air. Tema kita adalah tiga 1:50 generasi dalam satu doa. Tafadul Ustazah 1:53 ya. Jazakillah khairan Mbak Olin semua 1:56 rasil semua pendengar 1:57 bismillahirrahmanirrahim 1:59 alhamdulillahiabbil alamin hamdan 2:01 yfahuki 2:03 maid yaana lakal hamdu bil iman yabana 2:07 lakal hamdu bil islam yabana lakal hamdu 2:10 bil quran lakal hamdu bil ahli wal muah 2:15 lakal hamduin 2:16 anamtaha 2:18 allahum sh wasallim wabarik ala sayidina 2:21 muhammadin wa 2:25 Mudah-mudahan pada saat ini Allah 2:28 memberikan kita ampunan, rahmat, dan 2:30 kasih sayangnya wabil khusus terhadap 2:33 saudara-saudara kita yang mendapatkan 2:35 ujian cobaan musibah yang menimpanya. 2:37 Mudah-mudahan derajatnya dimuliakan oleh 2:41 Allah, diberikan ampunan dan pahala yang 2:44 berlipat, diberikan kesabaran dan ee 2:46 diberikan ganti yang lebih baik lagi. 2:48 Insyaallah ee hari ini di Jumat yang 2:51 dimuliakan Allah ini kita membahas 2:54 tentang tiga generasi dalam satu doa. 2:58 Sebenarnya doa ya, Mbak ya, dalam satu 3:00 doa ini ada tiga generasi yang 3:02 disebutkan dan mungkin sebagian besar 3:04 kita sudah menghafal dan sudah 3:06 mendoakannya setiap salat ya. Bunyinya 3:09 itu satu ayat ya dalam surat Al-Ahqaf 3:12 ayat 15 itu ya. 3:31 di sini doanya 3:46 intuika wa inni minal muslimin. Jadi 3:50 ayat ini ee pertama kali kan dijelaskan 3:53 ya Allah itu memerintahkan mewasiatkan 3:55 wawasain wasiat ya kami wasiatkan kepada 3:59 manusia agar biwalidai ihsana agar 4:03 berbuat baik kepada orang tuanya. Jadi 4:05 ini ee perintah ya pertama kali itu 4:09 manusia itu harus berbuat baik kepada 4:11 kedua orang tuanya. Kenapa? Karena 4:14 ibunya sudah mengandungnya dengan susah 4:16 payah. Nah, kan kalau Allah tidak 4:18 mengingatkan manusia bagaimana orang tua 4:22 ibunya ya terutama hamil itu mungkin 4:24 enggak akan ingat seorang anak ya. Anak 4:27 kan mana tahu dia masa kecilnya gimana, 4:29 hamilnya susah, dirawat, dibimbing, 4:31 dibesarkan. Kan enggak ingat masa-masa 4:33 kecil. Anak tuh kan ingatnya setelah 4:35 interaksi setelah mereka ee besar ya. 4:38 Artinya masa kanak-kanak. Masa bayinya 4:39 kan tidak, masa dalam kandungan tidak. 4:41 Maka Allah ingatkan ibunya itu 4:44 mengandung susah payah, melahirkannya 4:46 juga dengan susah payah. Mengandung atau 4:48 hamil tuh sampai e menyapih itu ada 30 4:51 bulan ya. 30 bulan tuh hamil dengan 4:54 menyusui ya. Apakah 2 tahun kemudian 6 4:56 bulan hamilnya itu teknislah ya. Intinya 4:59 adalah 5:00 ayat ini memerintahkan kepada manusia 5:03 itu yang di sini generasi ya. Generasi 5:05 itu kan ada tiga generasi ya. Orang tua, 5:09 kita, anak. Itu kan tiga generasi. Jadi 5:11 ini ee Allah perintahkan kepada generasi 5:14 kedua ya, kedua di sini ee ya bukan yang 5:18 bukan untuk orang tua tapi untuk 5:19 generasi kedua kita aku ya kan. Maka 5:22 ketika dia berusia mencapai 40 tahun 5:25 maka dia berdoa rbi azi. Makanya aku kan 5:30 di sini jadi tiga generasi itu maksudnya 5:32 adalah generasi aku, kemudian generasi 5:35 orang tuaku, dan generasi anakku. Nah, 5:37 itu kan tiga generasi. Ayat ini 5:40 memerintahkan kepada aku gitu ya. Rbi an 5:44 asuro. E ya Allah berikan aku ee 5:48 petunjukmu untuk mensyukuri nikmat yang 5:52 telah Engkau berikan kepadaku dan kepada 5:54 kedua orang tuaku, ibu bapakku ya. Dan 5:57 supaya aku dapat amalan shihat tardahu, 6:00 beramal saleh yang Engkau ridai. Ya, 6:03 berilah aku kebaikan e kepada ee dengan 6:07 memberikan kebaikan kepada e anak 6:09 cucuku. 6:12 Perbaikilah keturunanku untukku gitu ya. 6:14 Inniika 6:16 aku tuh bertobat kepadamu. Sesungguhnya 6:18 aku bertobat kepadamu ya Allah. Wa inni 6:21 eh apa? Inni ilaika wa inni minal 6:24 muslimin. Dan aku ini adalah termasuk 6:27 bagian orang-orang muslim, orang-orang 6:28 yang berserah diri. Jadi ayat ini itu ee 6:33 ada tiga generasi, tiga generasi 6:35 disebutkan di dalam ini. Tapi yang 6:37 berdoa itu aku. Ya, makanya ketika aku 6:40 itu berusia 40 tahun ya, ketika dia 6:42 sampai mencapai usia 40 tahun, maka di 6:44 sini Ibnu Katsir mengatakan ya, bahwa 6:47 jika seseorang itu sudah berada dalam 6:49 usia 40 ya, pokoknya sudah mau usia 40 6:53 itu usia kedewasaan, sempurnalah 6:56 akalnya, pemahamannya ya. dia sudah 6:59 bijak istilahnya gitu ya. Seperti juga 7:01 Imam Syaukani juga mengatakan ya bahwa 7:03 ulama tafsir itu menyebutkan bahwa Nabi 7:07 saja diutus di usia 40 tahun ya karena 7:10 memang usia matang. Jadi ayat ini 7:12 menunjukkan bahwa ee ketika usia 40 tuh 7:15 sudah usia kedewasaan, sudah usia sudah 7:17 meninggalkan masa syabab ya, usia yang 7:20 berpikirnya matang, tidak lagi usia 7:22 muda, sudah memiliki eksistensi sebagai 7:25 manusia, semangat ya kembali kepada 7:27 Allah. Makanya para anbiya seluruhnya 7:28 ya, termasuk Nabi Muhammad sallallahu 7:30 alaihi wasallam usia 40 tahun. Jadi 7:32 punya kejernihan pemikiran sudah matang 7:35 ya. Karena dia di posisi sebagai orang 7:37 tua yang juga mempunyai orang tua. J 7:40 punya anak kayak keturunan ya. Maka cara 7:42 bakti mengingatkan aku ini anak ini 7:45 adalah mengingatkannya kepada ee apa? 7:48 Nikmat syukur ya. Agar dia juga 7:50 bersyukur kepada orang tuanya yang telah 7:53 membesarkannya. Masyaallah tiga generasi 7:55 ya. Jadi ayat ini ee yang mencakup tiga 7:59 generasi ya, lingkaran generasi ya, 8:01 orang tua, kita nih diri sendiri dan 8:04 anak keturunan. Jadi ini hubungannya tuh 8:07 luar biasa ya. Hubungan yang saling 8:09 terikat. Jadi kalau kalau yang mampu 8:12 berubah atau merubah diri itu dimulai 8:15 dari aku sebenarnya kan. Kalau sekarang 8:17 kan lagi tren ini Mbak apa pola asuh 8:19 yang keliru, luka batin dan segala macam 8:21 ya yang mampu merubah mengcut gitu ya. 8:24 itu aku bukan orang tuaku. Kebanyakan 8:28 memang ada yang ee apa namanya? mestinya 8:30 orang tua berubah dulu ya. Lihat dulu 8:31 orang tuanya umur berapa gitu ya. Karena 8:34 kalau udah usia kalau 40 anak paling 8:37 usia orang tua 60 ya. Kalau dia menikah 8:39 usia 20. Kalau dia menikah usia 30 8:42 berarti orang tuanya usia 70 gitu ya. 8:45 Maka generasi yang memungkinkan untuk 8:48 bersikap dewasa, berpikir matang, paham 8:51 ee bagaimana mensyukuri itu aku dulu 8:54 gitu. Jadi sekali lagi bahwa ee 8:59 di ayat ini ee 10:06 teknis kami masih menanti terhubung 10:10 dengan Ustazah Herlini Amran. 10:12 Asalamualaikum. 10:12 Oh iya, alhamdulillah. Asalamualaikum 10:15 ustazah. 10:16 Asalamualaikum Mbak. 10:17 Waalaikumsalam. Terputus Ustazah. 10:20 Waalaikumsalam. Mati lampu, Mbak. 10:22 Oh, subhanallah. Mati lampu. Baik. Ini 10:26 ee menggunakan handphone berarti ya. 10:30 menggunakan handphone. Berarti engak apa 10:32 ya? Masih jelas. 10:32 Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Clear 10:33 ustazah. Saya sempat Heeh jelas jelas 10:35 jelas jelas. Saya cepat ee pause dulu 10:38 khawatir di TV Rasil aja yang 10:41 bermasalah. Ternyata dua-duanya terputus 10:42 karena mati lampu. Maaf Ustazah silakan 10:44 diulangi lagi tadi yang disampaikan. 10:46 Tapadul Ustazah. [tertawa] 10:48 I. Baik. Baik. Masyaallah ya. Ee jadi 10:51 generasi ee tiga generasi itu orang tua 10:55 kita dan ee anak keturunan kita. Ini 10:57 ayat ini untuk anak, untuk kita. 11:00 Generasi kedua berarti ya, generasi 11:02 kedua yang sadar, yang memiliki 11:04 pemikiran matang, yang dewasa, yang 11:06 berusia 40 itu generasi kita ya. 11:09 Menunjukkan bagaimana kitalah yang bisa 11:12 berubah ya. Barangkali ee ketika 11:15 menghadapi orang tua ya mungkin pola 11:18 asuh, kekurangan ilmu, mungkin 11:21 melahirkan luka-luka batin atau ee apa 11:23 ya, luka batin atau hal-hal yang tidak 11:25 sesuai dengan harapan kita ya. Tapi 11:27 ketika dia berusia 40 mestinya matang 11:30 dong. Ada sudah lebih dari mukalaf. Maka 11:32 dia mulai dengan dirinya. Rbi azani. Ya 11:36 Allah tunjuki aku. Ya Allah beri aku 11:39 taufik. Ya Allah ee kuatkan aku. 11:42 Paksakan hatiku. Nah untuk apa ya Allah 11:44 ilhamkan aku. Untuk apa? An asur nikmat 11:50 anamta 11:51 waaiya. Masyaallah. Jadi aku yang sudah 11:55 sadar ini bagaimana kondisi orang tuaku 11:58 gitu ya. Tetap Allah mewajibkan untuk 12:00 berbakti apapun latar belakangnya. Maka 12:03 aku ini berdoa kepada Allah. Rbi an 12:06 asmatakallati 12:08 anamta alayya. Ya Allah, ya Rabbku, 12:11 ilhamkan kepadaku, tunjuki aku untuk 12:14 mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau 12:17 berikan kepadaku. Ya, jadi bagaimana 12:20 auzi ni itu supaya Allah gerakkan kita, 12:23 paksakan hati kita untuk selalu 12:24 bersyukur. Ya Allah, aku mohon ya Allah 12:26 ilhamkan aku, paksakan diriku untuk 12:28 selalu bersyukur kepadaMu. Jadi, syukur 12:30 ini ee kepada Engkau, kemudian syukur 12:34 kepada orang tua. Ya, di sini ee bahkan 12:37 di di awal ayat itu mengingatkan aku 12:40 tadi ya, mengingatkan diri sendiri kan 12:42 tiga generasi ya, mengingatkan diri 12:44 sendiri bahwa itu orang tua wajib 12:47 berbakti kepadanya karena ibunya sudah 12:50 hamil, lemah gitu ya, maka kamu ee 12:52 berbaktilah kepadanya. Nah, baru berdoa 12:54 rabbi azi. Jadi, aku generasi kedua 12:56 inilah yang mampu merubah dalam arti 12:59 bahwa faktor utama adalah syukur. Syukur 13:04 itu sebagai pondasi kehidupan. Jadi ee 13:07 doa ini ee kepada aku ya diri sendiri 13:10 yang generasi kedua ini menekankan 13:13 pentingnya mensyukuri nikmat Allah. 13:16 nikmat yang Allah berikan kepada diri 13:18 kita sendiri atau nikmat yang diberikan 13:21 kepada orang tua. Jadi doa ini 13:23 menunjukkan bahwa syukur itu adalah 13:25 taufik ya. Syukur itu bukan sekedar 13:27 kemampuan ya. Syukur itu adalah karunia 13:30 yang Allah berikan, bukan sekedar usaha 13:33 manusia. Jadi syukur itu enggak mudah. 13:35 Syukur tuh harus mendapatkan ee 13:37 pertolongan dari Allah. Jadi ini ayat 13:40 ini eh doa ini mengajarkan kita, kita 13:42 tuh enggak mungkin bisa istikamah tanpa 13:45 minta pertolongan dengan Allah. Maka 13:47 oleh karena itu, Rabbi azi ni. Ya Allah 13:49 ilhamkan aku, gerakkan aku, tunjukkan 13:52 aku, paksakan hatiku agar aku selalu 13:54 bersyukur kepada-Mu. Bersyukur dengan 13:57 nikmat yang telah Engkau berikan kepada 13:59 kedua orang tuaku. Jadi dimensi syukur 14:02 itu ya, dimensi syukur itu syukur hati 14:04 ya. Mengakui semua nikmat yang Allah 14:06 berikan. lisan memuji Allah. Kemudian 14:09 amal itu menggunakan nikmat itu untuk 14:11 kebaikan. Maka seutama seutama-utama 14:15 syukur itu adalah menggunakan nikmat 14:17 untuk taat kepada Allah. Ya, tidak 14:19 mengeluh, berlebihan 14:21 terhadap masalah yang menimpa ya. Nah, 14:24 itu ee yang disebut dengan mensyukuri 14:26 nikmat yang Allah berikan kepada diri 14:28 kita sendiri. Ee juga nikmat yang 14:32 diberikan kepada ee orang tua kita ya. 14:37 Jadi ee doa ini, doa aku ini itu 14:40 menunjukkan bahwa kita tidak boleh 14:44 menyesali atau barangkali menyesali 14:46 takdir ya atau ee kan banyak tuh Mbak ee 14:50 anak-anak yang merasa kecewa dengan 14:52 orang tuanya ya yang telah 14:54 membesarkannya dengan tidak sesuai 14:56 dengan harapan ya ee yang mungkin orang 14:59 tuanya merasa enggak memperhatikannya ya 15:01 bisa jadi ya karena faktor sebab ada ya 15:03 mungkin pola asuh dari orang tuanya 15:05 mungkin juga tidak ada ilmunya. Sehingga 15:08 si aku ini, si anak generasi kedua ini 15:10 setelah dia banyak punya ilmu, dia 15:12 menyadari tuh ini gara-gara orang tua 15:14 nih aku jadi begini. Nah, ini bagaimana 15:17 dicut, diputuskan mata rantai itu dengan 15:19 cara apa? Syukurilah. 15:22 Jadi Allah ee memerintahkan kita untuk 15:25 tahu syukur ya. Jadi mengajarkan, 15:28 memerintahkan kepada kita bahwa dengan 15:30 bersyukur itu Allah akan tambahkan 15:32 nikmat kepada kita. nikmat yang Allah 15:34 limpahkan juga nanti kepada orang tua 15:36 kita ini akan menumbuhkan rasa bakti, 15:39 menumbuhkan rasa kerendahan hati dan 15:41 penghargaan terhadap jerih paya orang 15:43 tua. Jadi ini mengakui jasa dan 15:46 kedudukan orang tua walaupun mungkin 15:49 dulu orang tuanya hanya merawat ya kan 15:53 namanya anak itu kan enggak lahir begitu 15:54 aja kan takto besar gitu ya berhasil 15:57 enggak. Anak itu kan dari dulu orang tua 16:00 menikah kemudian ee hamil dalam 16:03 kandungan itu itu jasa-jasa itu enggak 16:05 akan diingat oleh anak karena memang 16:07 lupa masa kecil. Maka Allahlah yang 16:09 mengingatkan kepada anak. Jadi ayat ini 16:12 menyadarkan bahwa kebaikan yang kita 16:15 miliki saat ini di usia yang matang ini 16:18 yang kita ee berhasil ya insyaallah 16:21 mudah-mudahan itu merupakan buah dari 16:25 kerja keras dan doa serta pengorbanan 16:27 orang tua walaupun penuh dengan 16:29 kekurangan-kekurangan dalam pendidikan 16:31 ya dalam pengajarannya karena 16:33 keterbatasan bisa jadi ilmu dan 16:35 pengetahuannya ini kan sudah takdir. 16:37 Maka oleh karena itulah sebagai anak itu 16:42 ketika kita menyesali ya ee mungkin pola 16:46 asuh orang tua atau pendidikan orang tua 16:49 kepada kita mungkin tidak sesuai dengan 16:51 aturan-aturan ee yang berlaku itu kita 16:54 sesali. Nah, itu menunjukkan anak itu 16:56 enggak syukur ya. Apalagi sampai 16:59 mengeluarkan kata-kata misalnya aku 17:02 enggak minta dilahirkan kok gitu ya. 17:04 Masyaallah. Aku enggak minta dilahirkan 17:06 kok. Ya, siapa yang kalau kalau tahu aku 17:08 sih begini aku maning enggak usah ada. 17:10 Nah, ini ucapan ini bahaya. Ucapan ini 17:14 menunjukkan tidak beriman kepada takdir 17:17 Allah. Qada dan qadar. Hadirnya kita, 17:20 lahirnya kita dari orang tua tertentu 17:23 kapan dan bagaimana itu kan sebenarnya 17:25 adalah takdir Allah, kehendak Allah, 17:28 bukan kehendak orang tua. Orang tua juga 17:29 enggak berkehendak aku begini. Enggak 17:31 bisa. Itu semuanya sudah ditetapkan oleh 17:33 Allah. Makanya ketika ada seorang anak 17:36 yang menyesali orang tuanya misalnya ya 17:39 ee kenapa begini, kenapa begitu, aku 17:41 begini karena orang tua begini itu 17:43 kurang syukur. Makanya ayat doa ini kan 17:46 ee para ulama kan sangat menganjurkan 17:49 ya. Kalau yang sudah usianya menjelang 17:51 40 ya sampai 40 ke atas itu ini doa tuh 17:54 sudah menjadi doa wajib istilahnya harus 17:56 berdoa terus di setiap saat gitu ya agar 17:59 kita diberikan ee kemampuan untuk 18:01 bersyukur ya. Karena bersyukur tuh harus 18:03 dengan pertolongan Allah. Enggak bisa 18:04 dengan itu ee hanya Allah lah yang mampu 18:07 menjadikan kita bersyukur. Itu bukan 18:09 karena kemauan sendiri. Jadi kalau tidak 18:11 dengan pertolongan Allah mungkin kita 18:13 jadi orang yang kufur. Nah, jadi setelah 18:16 ee kita minta rbi az'ni an asykuro 18:19 bersyukur atas nikmat yang telah Engkau 18:21 berikan kepadaku dan kepada orang tuaku. 18:23 Subhanallah. Ini akunya yang generasi 18:27 kedua ini. Ini sangat baik. dia nanti 18:29 akan berbakti kepada ee orang tuanya 18:32 seperti apapun takdir yang telah Allah 18:34 berikan. Nah, kemudian dilanjutkan e eh 18:37 waala shihan tardhu. Jadi minta juga 18:42 ditunjukkan, diilhamkan agar dapat 18:44 melakukan amal saleh yang Engkau ridai 18:47 ya Allah yang Allah ridai. Amal yang 18:49 diterima ya. Jadi generasi aku ini 18:52 adalah jembatan ya antara generasi 18:56 sebelumnya dan generasi sesudahnya kan. 18:58 pertengahan yaitu jembatan ya, bagaimana 19:01 menghubungkan ee antara generasi yang 19:03 telah berlalu, orang tua dan yang akan 19:06 datang. Maka di sinilah pentingnya 19:08 memutuskan mata rantai bagi generasi 19:11 kedua ini dari pola asuh atau perilaku 19:13 atau perbuatan yang tidak berkenan agar 19:15 tidak lagi menurun 19:21 ee keturunan anak-anak. berikutnya mah 19:24 orang tua ya betul-betul ee tidak 19:28 kondisinya seperti itu. Apalagi kalau 19:30 tadi misalnya nikah usia 30 ah ini kan 19:32 usia 40, orang tua sudah ada 70. Itu 19:34 paling diingatkan kebaikan-kebaikan. 19:36 Entar lagi mau ini bagaimana amal saleh 19:39 mempersiapkan ee masa akhir. Jadi bukan 19:41 bukan untuk apalagi kalau sudah usia 40 19:43 kata ulama itu akan sulit loh berubah 19:45 gitu ya kalau tidak dipaksakan ya. 19:47 Karena ya itu 40 tuh usia matang g. Nah, 19:50 jadi pengakuan 19:54 nikmat Allah 19:57 atas orang tua itu adalah karena 20:03 keberadaan orang tualah aku ada. Jadi 20:06 buang gitu ya itu berarti menyesali 20:08 kufur ya. Jadi mestinya seorang yang 20:10 bersyukur itu adalah menyadari bahwa 20:16 segala kebaikan yang di pada orang 20:18 tuanya ya Allah telah memberikan nikmat 20:20 hidayah, ketakwaan. Allah berikan kita 20:24 pendidikan, kesehatan, rezeki yang 20:27 mengalir dari usaha kita, anak 20:30 berkeluarga kan punya anak turunan. Itu 20:32 kan bentuk nikmat yang Allah berikan 20:34 karena keberadaan orang tua ya. Kalau 20:36 enggak ada orang tua, enggak ada kita 20:38 dong gitu ya. Jadi ee hindari 20:40 bahasa-bahasa aku tidak minta dilahirkan 20:43 kok. Itu udah bahasa kufur itu bukan 20:45 bahasa syukur. Kalau orang yang tidak 20:48 bersyukur, kalau orang yang tidak 20:49 bersyukur itu azab Allah itu syadid. Iya 20:52 kan? 20:56 Ya wakin syakartumakum. Kalau engkau 20:59 bersyukur aku tambahkan nikmat. Tapi 21:00 kalau engkau kufur itu innaabiadid. 21:04 Jadi langsung itu azab Allah itu pedih. 21:08 Jadi bukan kalimat kalau kamu enggak 21:10 bersyukur ya udah enggak enggak aku 21:11 kasih nikmat enggak begitu. Itu langsung 21:13 ya azab. Maka kita tidak ingin ee pihak 21:17 yang generasi kedua ini diazab oleh 21:19 Allah ya. Diazab dengan ketidakberkahan, 21:22 kesulitan hidup ya. Ee diazab dengan 21:25 tidak tahu syukur. Karena orang yang 21:27 tidak bersyukur itu dia pasti akan 21:29 menuntut menuntut orang tuanya, menuntut 21:33 apapun. Bahkan bisa menghujat Allah ya. 21:35 bahkan tidak tahu berterima kasih kepada 21:37 siapapun apalagi kepada orang tua. 21:40 Ketika telah orang tua telah memberikan 21:42 berbagai macam fasilitas misalnya ya 21:44 ketika anak yang barangkali kurang 21:47 syukurnya pasti ee ketika ya namanya 21:50 orang tua itu Pak ya adalah yang mungkin 21:52 omongannya keceplosan karena kurang 21:54 ilmu, kurang iman barangkali ya ee suka 21:57 ngungkit-ngkit karena orang tua kan 21:58 banyak sakitnya ya mungkin sakit 22:01 kejiwaan atau sakit apa karena faktor 22:02 tua dan segala macamnya. Nah, dia akan 22:04 ungkit-ungkit. Nah, anak yang 22:07 kurang bisa bersyukur itu akan menjawab, 22:10 "Aku enggak minta kok. Aku kan dikasih 22:12 enggak minta." Nah, ini juga kurang 22:15 berterima kasih dan kurang bersyukur. 22:17 Jadi, kita bisa bayangkan ya ketika kita 22:19 mendapatkan sesuatu dari siapapun terus 22:22 kita tidak berterima kasih malah kita 22:24 siapa suruh kasih. Aku enggak. Bagaimana 22:26 dengan Allah yang memberikan kita semua 22:28 nikmat kan masih dihujat juga sampai 22:30 mengatakan aku enggak minta dilahirkan. 22:32 Nih, ini bentuk kufur. Maka oleh karena 22:34 itu Islam mengajarkan kita dari ayat ini 22:38 bahwa jadilah orang yang bersyukur. 22:40 Dengan bersyukur itu terhadap nikmat 22:42 yang Allah berikan kepada kita dan 22:44 kepada orang tua kita, kita akan 22:45 digunakan untuk beramal saleh yang Allah 22:47 ridai. Wa an a'ala shihan tardhu dengan 22:51 amal saleh yang Engkau ridai ya Allah. 22:54 Ya. Jadi ee bisa jadi amal-amal saleh 22:57 kita itu adalah buah dari syukur kita 23:00 kepada Allah atas nikmatnya dan syukur 23:02 kita kepada orang tua sehingga kita 23:04 menjadi berkah hidupnya, menjadi sukses 23:07 ya. Jadi kesuksesan kita dapatkan dalam 23:09 karir, dalam studi, dalam ee usaha itu 23:13 karena memang kita mensyukuri apa yang 23:15 telah Allah berikan kita dan nikmat 23:16 adanya orang tua. Masyaallah. Seapun 23:19 orang tua kita ya, kalau orang tua mah 23:21 nanti kan dihisab oleh Allah ya apa yang 23:23 dia lakukan. Karena semua orang tua akan 23:25 bertanggung jawab. Tapi sebagai aku 23:27 generasi kedua ini ayat ini kan 23:29 ditujukan kepada generasi kedua ya. 23:31 Dialah yang mampu untuk ee mensikapi ya 23:35 jangan sampai nanti akan lahir 23:37 generasi-generasi seperti dia. Maka ee 23:40 untuk membalas jasa orang tua itu tentu 23:44 saja dengan memuliakannya. Birul 23:46 walidain. Penghormatan kepada orang tua 23:49 itu 23:51 adalah 23:53 modal untuk membangun generasi 23:55 berikutnya. Siapa yang baik kepada orang 23:58 tuanya, Allah jadikan anak-anaknya baik 24:00 kepadanya. Ya, bagaimana orang tua yang 24:03 di hari tuanya itu menyediakan waktu 24:05 untuk menemaninya meskipun sibuk ya, 24:08 tidak membentaknya, tidak mengeluh, 24:11 bahkan mendoakannya. Dan apapun yang 24:13 kita lakukan itu insyaallah hasilnya 24:15 juga untuk kita. 24:16 Kalau engkau ingin anakmu berbakti 24:18 kepadamu, maka berbaktilah kamu kepada 24:20 orang tuamu. Nah, itu ya itu generasi 24:23 kedua. Jadi, doa ini dalam ayat ini doa 24:27 yang di ee ee dikhususkan untuk generasi 24:29 kedua ya. Kalau orang tua ya sudahud 24:32 udah selesai ya anak kan. Makanya kita 24:34 lihat ya ee pendengar semua dalam ayat 24:37 Al-Qur'an tuh kan dalam Al-Qur'an tuh 24:39 kan kita banyak ee ayatnya itu lebih 24:42 ditekankan kepada anak ya. 24:46 ihsana itu ya 24:51 itu ya dan seterusnya atau eh apa 24:53 namanya 24:55 dan seterusnya ya 24:57 selalu digandeng antara tidak boleh 25:00 mensekutukan Allah gitu ya ee kemudian 25:03 berbaktilah kepada orang tentu selalu 25:05 digandeng. Jadi sangat sedikit ya 25:07 barangkali ee bagaimana perintah kepada 25:10 orang tua untuk ee apa bersikap kepada 25:14 anaknya. Ada paling hadis ya sebelum 25:17 anak durhaka kepada orang tua maka orang 25:19 tualah yang ee lebih dahulu durhaka 25:21 kepada anak. Ya, artinya itu memang 25:22 banyaknya itu di riwayat ya di hadis. 25:25 Tapi dalam Al-Qur'an itu yang disadarkan 25:27 itu adalah yang generasi kedua ini anak. 25:30 Karena dia sudah usia matang. Kalau 25:32 orang tua ya memang siapa yang menanam 25:34 kan dia menuai kan. Kalau orang tua 25:36 tidak mendidik anaknya bagaimana anaknya 25:38 berbakti. Tapi anak yang sudah berusia 25:40 40 tahun yang setelah Allah berikan dia 25:43 kedewasaan itu mampu berpikir enggak 25:45 lihat ke belakang, enggak menyesalkan 25:47 takdir. Maka di sini syukur dulu ya. 25:50 Syukur ini hal yang utama. Syukur tuh 25:52 penting. Syukur tuh enggak bisa kita 25:54 sendiri bersyukur tapi dengan 25:55 pertolongan Allah. Makanya doa ini rabbi 25:57 azia nih bantu aku ya Allah ilhamkan aku 26:00 tunjuk syukur ini. Syukur ini penting 26:01 banget karena dengan syukur inilah setan 26:04 itu menggoda manusia. Target setan itu 26:08 untuk menggoda manusia itu agar mereka 26:10 tidak bersyukur. Mungkin ee kita sering 26:13 ya baca surat Ala'raf itu ya ayat ke16 26:16 dan ayat 17 itu ya. 26:32 Jadi ayat ini menjelaskan bagaimana 26:34 iblis itu minta tangguh kepada Allah. 26:37 Berikan aku tangguh sampai hari 26:39 dibangkitkan nanti. Ya. Maka Allah 26:41 berfirman, "Engkau termasuk yang 26:43 diberikan tangguh." Maka iblis 26:44 mengatakan, "Aku akan goda, aku akan 26:47 sesatkan manusia itu. Aku akan 26:51 menghalangi mereka dari jalanmu yang 26:53 lurus. Aku akan datangi mereka dari 26:54 depan, dari belakang, dari kanan, dari 26:57 kiri. dan engkau tidak akan mendapati 26:59 kebanyakan mereka bersyukur. 27:02 Jadi memang target setan itu adalah 27:04 manusia itu tidak bersyukur. Maka nih 27:06 penting nih minta minta minta syukur 27:07 agar kita bersyukur terhadap apapun yang 27:10 telah kita dapatkan nikmat yang Allah 27:12 berikan terutama orang tua ya. Walau 27:14 bagaimanapun ya bersyukur kita 27:17 alhamdulillah ada orang tua walaupun 27:18 kayak begitu apa ada ya alhamdulillah ya 27:20 masih bisa artinya banyak kok kebaikan. 27:23 Kadang-kadang anak yang tidak bersyukur 27:24 itu ya hanya mengingat kebaikan orang 27:26 tua orang lain, melupakan jasa orang 27:30 tuanya. Ya kan biasa gitu kan? Kayak ada 27:32 cerita Mbak ya, anaknya kabur dari rumah 27:35 ya. Ya, mungkin diusir sama orang tuanya 27:37 ya. Ee terus kemudian dia ee ada pemilik 27:40 warung tuh kasihan terus dikasih makan. 27:42 Dia bersyukur sekali. Terima kasih ya, 27:45 Bu ya. Saya dikasih makan padahal saya 27:46 sudah diusir orang tua. Ya, kenapa 27:48 diusir ya? Karena perilakunya yang orang 27:50 tuanya enggak suka ya. Akhirnya orang 27:52 tua saya enggak pernah berbuat baik. 27:54 Nah, dinasihatin sama pemilik warung, 27:56 "Kamu baru saya kasih makan sekali aja 27:59 sudah bersyukurnya. Kayak gimana? Orang 28:00 tuamu tuh lebih awal dari dulu. Masa 28:02 kamu masih dalam rahimnya itu 28:05 memperhatikan kamu tuh banyak. Makanya 28:07 Allah memerintahkan anak tuh bakti sama 28:09 orang tua karena jasanya enggak bisa 28:10 dibalas." Ini yang saya aja baru sekali 28:13 aja sudah syukur, sudah kamu tuh 28:15 berterima kasih. Mestinya orang tua itu 28:17 yang harus lebih lagi dihormati. 28:19 sekarang pulang ke rumah, enggak ada 28:20 orang tua yang mengusir anaknya 28:21 demikian. Ternyata benar ya, ibunya 28:23 sudah nyari-nyari ke mana gitu kan. Lagi 28:25 marah sesaat. Nah, itulah manusia perlu 28:27 diingatkan oleh Allah agar mengingat 28:31 bagaimana 28:34 orang tuanya susah payah dalam mendidik, 28:37 membesarkannya. Jangan lupakan itu. 28:39 Kalau lupa apalagi sampai menyesali itu 28:42 rasanya tidak syukur. Azab yang akan ada 28:45 gitu ya. Maka doa inilah yang perlu kita 28:47 terus ya doakan semoga Allah memberikan 28:50 kita kemampuan untuk bersyukur, 28:52 mensyukuri nikmat yang Allah berikan 28:54 kepada kita dan kepada orang tua kita. 28:57 Kemudian beramal saleh yang Allah ridai. 29:00 Nah, jadi ee bagaimana kita menjadi 29:04 generasi yang dibimbing Allah untuk 29:07 mengenal nikmat Allah sehingga generasi 29:10 kedua ini mampu memutuskan mata rantai 29:13 ya. Kalau dia memiliki barangkali ee 29:16 kenangan yang tidak baik dengan generasi 29:18 pertama itu untuk model untuk generasi 29:20 berikutnya, generasi ketiga. Jadi, 29:23 anaknya nanti akan belajar bahwa dia 29:26 sudah mendapatkan contoh bagaimana orang 29:28 tuanya itu memberikan pelajaran yang 29:31 terbaik untuk bersyukur ya, bagaimana 29:33 nikmat yang mereka terima tuh berasal 29:35 dari Allah dan melalui orang tuanya 29:37 sehingga mereka mengikuti apa yang 29:39 dilakukan oleh ee orang tuanya. Jadi 29:41 mereka tentu 29:46 anak-anak ini akan menjadi anak-anak 29:48 yang riat itu generasi ketiga ya. Ya 29:50 Allah perbaikilah ee keturunanku wa 29:54 aslihli firiyati. Jadi kalau kita ee 29:58 menjadi generasi ketiga ini ee didoakan 30:01 oleh generasi kedua. Ya Allah 30:03 perbaikilah anak-anakku ya. Karena dia 30:05 sudah mampu ya untuk berusaha mensyukuri 30:08 nikmat yang Allah berikan kepadanya. 30:10 berbakti kepada kedua orang tuanya. 30:12 Kemudian dia beramal saleh yang Allah 30:14 ridai itu anak-anaknya itu menjadi 30:17 anak-anak yang baik. Apalagi diiringi 30:18 doa wa aslihli fi durriyati. 30:22 Ada beberapa apa riwayat ya para ulama 30:25 dulu tuh ya ulama kan kita tahu amalnya. 30:27 Masyaallah orang tuanya tuh juga dia 30:30 pasti bakti sama orang tua. Orang 30:31 ulama-ulama dulu tuh kalau kita lihat 30:33 kisah sejarahnya itu tuh bakti sama 30:35 orang tua tuh luar biasa tuh ya. Nah, 30:37 bisa jadi anaknya agak rada-rada kurang 30:39 gitu ya, kurang-kurang berbakti. Kan 30:41 kita kan anak hidayah ya. Nabi Nuh juga 30:44 seorang nabi kan, tapi hidayah dari 30:46 Allah ya. Jadi anaknya tidak beriman 30:48 gitu ya. Nabi Luth ya, Nabi istrinya. 30:51 Kalau Nabi apa ya? Nabi Nuh itu ya. Tapi 30:54 itu hidayah Allah belum tentu. Misalnya 30:57 setelah dididik dengan baik oleh orang 31:00 tuanya semaksimal mungkin ya. Tapi ya 31:04 hidayah kan di tangan Allah ya. anaknya 31:06 belum mungkin saat itu belum belum ee 31:08 menerima tapi kan terus doa makanya wa 31:10 aslihli firiyati itu para ulama 31:15 tu [tertawa] 31:16 kalau melihat anaknya itu ya Allah 31:20 perbaikilah keturunanku gitu ya 31:23 insyaallah dengan doa ini nanti anak itu 31:25 insyaallah akan Allah perbaiki ya jadi 31:28 asliyati 31:31 jadi anak ini nanti akan mengikuti 31:33 melanjutkan warisan iman yang telah 31:35 diajarkan oleh orang tuanya. Jadi, 31:38 generasi yang ketiga ini nanti akan 31:40 lahir dari keteladanan ibadah dan akhlak 31:44 orang tuanya. Ya, walaupun nanti orang 31:47 tuanya itu generasi kedua mungkin 31:49 memiliki orang tua ya yang masih perlu 31:52 diingatkan gitu ya. Jadi, inilah tiga 31:54 generasi dalam satu doa ya. Mengakui 31:57 nikmat yang Allah berikan kepada diri 31:59 kita, kepada orang tua kita. kita 32:03 memperbaiki diri ya, membangun ee apa 32:06 namanya? Contoh yang baik ya, artinya 32:09 mensyukuri nikmat yang telah Allah 32:10 berikan. Jangan pernah mengeluh ya. 32:14 Nanti kalau mengeluh nanti anaknya juga 32:15 nanti ya 32:19 tidak akan bersyukur ya. Anak itu kan ee 32:22 generasi dari tiga e tiga generasi dalam 32:25 satu doa. 32:40 Ini bagus juga buat ibu-ibu ya. 32:42 Barangkali lelah mungkin lihat orang 32:44 anaknya, lihat ee perilakunya, lihat ee 32:47 apapun ya, mungkin akhlaknya atau apanya 32:49 yang keluar dari lisan kita itu hanya 32:51 kalimat wa aslih li firiyati itu aja. Wa 32:55 aslihli f Allahumma ya Allah aslihli 32:58 firiyati perbaikilah keturunanku ya 33:00 Allah. Terus insyaallah mudah-mudahan 33:02 nanti Allah akan kabulkan ya dengan 33:05 keinginan dan harapan kita. Begitu, Mbak 33:07 Olin. 33:08 Oh, Ustazah eh sebelumnya kami minta 33:11 maaf untuk para pendengar pada kali ini. 33:14 Agak deg-degan ya dengar ee siaran 33:16 Ustazah karena kadang-kadang hilang 33:17 kemudian ee muncul lagi. Iya. Tapi 33:20 enggak apa-apa karena mungkin memang 33:22 kendala sinyal. Alhamdulillah. 33:23 Tapi jelas enggak, Mbak? 33:24 Jelas itu saja tapi tiba-tiba langsung. 33:26 Heeh. Jelas. Jelas. Kali ini jelas. Tapi 33:29 ada ada masanya. Kemudian tiba-tiba dia 33:32 seperti ada matriksnya sekitar 2 detik 3 33:35 detik kami nantikan kemudian nanti akan 33:37 kembali lagi. Enggak apa mudah-mudahan 33:38 tetap semangat kita mengikuti kajian 33:40 kali ini. Ikhwan dan akhwat kami 33:41 persilakan untuk menyampaikan pertanyaan 33:43 seputar doa tiga generasi ini yang 33:46 meminta kepada Allah untuk ditunjukkan 33:49 ee cara untuk tetap mensyukuri nikmatnya 33:52 yang telah diberikan dan juga mendoakan 33:54 ibu dan bapak. dan juga kita ee berdoa 33:57 agar istikamah dalam perbuatan amal 33:59 saleh dan anak-anak kita juga diberikan 34:02 ee keistikamahan dalam beramal saleh. Di 34:05 nomor seperti biasa WhatsApp-nya di 34:07 0811999720 34:11 dan masih mati lampu Ustazah ya? 34:14 Masih, Mbak, masih kayaknya kemarin juga 34:15 lama juga nih. 34:17 Masyaallah, masyaallah. Enggak apa-apa, 34:18 Ustazah. Terima kasih masih bersedia 34:20 untuk membersamai kami. Kami persilakan 34:23 [musik] 34:30 Ro Rasil juga Rasil TV untuk Islam yang 34:34 satu. Kami hadir kembali di Fikih Wanita 34:36 bersama Ustazah Helini Amran dan ee 34:38 masuk langsung ke tanya dan jawab. 34:40 Izinkan saya membacakan pertanyaan 34:43 pertama. Em saya bacakan juga yang nyapa 34:45 deh. Ini ada Ibu Retno yang bilang hadir 34:48 menyimak fikih wanita melalui radio. 34:51 Kemudian juga ada ini Bapak Haji Muslim 34:55 Arif Simajuntak yang menyapa. Emm dan 34:58 mendoakan semoga Ustazah hari ini 34:59 diberikan kesehatan Ustazah. Amin ya 35:02 rabbana. Ustazah ini dari hamba Allah 35:04 bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi 35:05 wabarakatuh Ustazah dan Mbak Karolin. 35:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 35:09 wabarakatuh. 35:11 Ustazah, apa yang harus dilakukan 35:13 apabila saya memiliki orang tua yang 35:16 terutama ini adalah ayah saya? Sulit 35:18 sekali untuk diajak beribadah karena 35:20 usianya sudah menginjak 80 tahun. Namun 35:24 salatnya masih salat Jumat saja, 35:26 Ustazah. Saya dibantu suami saya 35:28 kadang-kadang ee sering membujuk ayah 35:32 agar melaksanakan ibadah salat wajib. 35:35 Enggak marah sih, Ustazah. Nanti nanti 35:37 tapi enggak dilaksanakan, Ustazah. doa 35:39 apa yang harus kami panjatkan untuk 35:42 membuka hati ayah saya. Terima kasih 35:44 Ustazah 35:49 ya. Ee apalagi usia 80 ya, Mbak ya? 35:52 Usianya sudah berapa? 80 ya Mbak. 35:54 Sejak tahun e 80 tahun 35:59 ya. Jadi memang ada beberapa riwayat ya 36:03 kalau sudah usia 60 itu akan sulit ya 36:06 untuk ee mendapatkan hidayah ya. Nah, 36:08 sekarang sudah 80. Sekarang gini, kita 36:10 sebagai anak terus berdoa, terus 36:14 berusaha, terus tanpa bosan-bosannya. 36:17 Terus ingatkan, minta kepada Allah agar 36:20 orang tua kita diberikan hidayahnya, ee 36:23 diberikan petunjuknya agar mau 36:25 melaksanakan kewajibannya. Terus aja 36:27 berdoa, ya. Doa apa? Pokoknya kalau 36:30 memang ini ya bahasa Indonesia juga 36:32 boleh ya. Ya Allah berikan hidayah untuk 36:34 ayahku gitu ya. terus aja kalau di rumah 36:37 misalnya ee kalau mau jadikan imam ya, 36:41 Bapak jadi imam ya. Enggak apa-apa kita 36:43 ini deh ngalah deh. Jadi kan biasanya 36:46 orang tua tuh kan senangnya dihormati 36:48 ya. Kalau jadi imam kan jadi senang 36:49 banget kalau mau ya jadi imam. Nah, 36:52 terus aja artinya jangan pernah putus 36:54 asa dalam mengharapkan ee pertolongan 36:57 Allah ya. Mudah-mudahan nanti didoakan 36:59 agar mendapatkan husnul khatimah 37:01 insyaallah ya. Apalagi kalau ada cucu, 37:03 cucunya ngajak ya, "Kakek salat dulu 37:06 yuk, Kakek jadi imam ya." Gitu ya. Ini 37:09 kan hidayah dari Allah ya. Kita hanya 37:11 berusaha ya, hanya semuanya kembali 37:13 kepada Allah. Mudah-mudahan doa dari 37:15 anak yang saleh, yang salihat 37:17 mudah-mudahan Allah berikan ee 37:21 kelapangan ya, Allah berikan kemudahan 37:23 ya untuk ee ya kan hidayah. Pokoknya 37:26 husnuzon aja sama Allah. Husnuz sama 37:28 Allah. Mudah-mudahan nanti ee orang tua 37:31 mau ya. ee mendapatkan ee hidayah. 37:34 Apalagi sudah Jumat itu udah udah mau 37:35 aja sudah alhamdulillah tuh ya daripada 37:37 enggak Jumat masih syukur juga itu ya. 37:40 Ya, artinya masih 37:42 mau alhamdulillah nanti barulah terus 37:45 pokoknya diingatkan terus y ya ini satu. 37:48 Yang kedua ee perdengarkan. Jadi 37:50 ceritanya kita lagi dengar kajian nih ee 37:53 di YouTube ya ee yang tentang salat ya. 37:56 Jadi kencengin aja. Jadi kita dengerin 37:58 nanti ayah dengerin biar biar ayahnya 38:00 mendengar bagaimana wajibnya salat itu 38:03 ya. Tuh nanti terus aja tuh ee kayak 38:06 kalau kayak obat itu ya tiga sehari tiga 38:08 kali gitu ya. Pagi dengarin ceramah 38:11 siang malam siapa tahu ya dengan ee 38:14 kayak begitu media seperti itu 38:16 mudah-mudahan Allah berikan hidayah 38:18 terus aja berusaha jangan pernah bosan 38:20 ya insyaallah. 38:22 Alhamdulillah mudah-mudahan sudah 38:24 terjawab ya hamba Allah. Baik, saya akan 38:26 beralih ke pertanyaan berikutnya. Ini 38:28 dari 38:30 sebentar 38:33 Bapak Tarigan. Asalamualaikum 38:35 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 38:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:39 wabarakatuh. 38:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:41 wabarakatuh. 38:42 Ustazah, saya tidak mengetahui siapa 38:44 orang tua saya. Kebetulan kebetulan saya 38:48 dibesarkan oleh orang tua angkat yang 38:50 katanya saya diadopsi 38:54 dari ee rumah yatim piato. Pertanyaan 38:58 saya, Ustazah, apabila saya mendoakan 39:00 kedua orang tua yang belum pernah saya 39:02 temui dan sebenarnya ada rasa sakit hati 39:05 karena saya tidak tahu alasan mereka 39:07 menitipkan saya. Bahkan mereka tidak 39:10 mencari saya sampai usia saya sudah 39:12 setua ini. Apakah ada faedahnya saya 39:17 mendoakan mereka, Ustazah? Masyaallah. 39:19 Terima kasih sebelumnya atas jawabannya, 39:20 Ustazah. 39:23 Ya, jadi ee doakan, doakan teruslah. 39:26 Artinya kan orang tua kita ada kita di 39:28 dunia kan karena orang tua kita. Paling 39:30 tidak begini, ketika kita mendoakan 39:33 orang lain itu malaikat mengatakan 39:35 walaka biml. kamu juga dapat seperti 39:37 itu. Jadi, paling tidak kita juga 39:40 didoakan oleh malaikat agar anak-anak 39:43 kita juga nanti berbakti kepada kita. Ya 39:45 kan? Ini Bapak ya kan sudah punya 39:47 keluarga, sudah punya ee keturunan. Jadi 39:50 ketika kita mendoakan kebaikan untuk 39:53 orang tua kita walaupun kita tidak tahu 39:55 siapa dia itu mudah-mudahan anak kita 39:57 pun menunjukkan baktinya kepada kita. 40:00 Nah, adapun orang tua kenapa sampai di 40:03 tidak dididik tidak itu tuh ee serahkan 40:06 aja sama Allah ya. Karena kan kita 40:07 enggak tahu latar belakangnya apa. Yang 40:09 penting husnuzan aja. Husnuzzan kepada 40:11 Allah bahwa ee kan enggak tahu karena 40:14 enggak tahu bisa jadi karena mungkin 40:16 kurang biaya atau apa. Kita enggak usah 40:18 ber inilah ya. Ee ini bagian dari takdir 40:22 dan kita rida dengan takdir ya. Dan 40:24 bersyukur alhamdulillah dengan takdir 40:27 ini ee ini Bapak ya, Mbak ya. 40:32 Ee Bapak itu mengenal Islam dengan cara 40:36 begini Allah berikan hidayah. Ya bisa 40:38 jadi nanti kalau orang tua komplit malah 40:41 bukan bukan malah dekat dengan Islam, 40:42 malah jauh dari Islam, enggak kenal 40:44 agama, enggak kenal kebaikan. Kan kita 40:46 enggak tahu, pasti ada hikmahnya. 40:47 Seperti dalam ee surat Al-Kahfi yang 40:50 kita baca kan. Kenapa misalnya Nabi 40:52 Khidir itu membunuh anak masih kecil ya 40:55 yang diprotes oleh Nabi Musa ya ee 40:58 karena memang ee anak itu nanti kalau 41:01 dewasa akan tidak akan baik maka ya di 41:03 dari kecil ini dibunuh ya jadi sobron 41:06 alamanid itu jadi ee sabar gitu ya 41:09 terhadap segala sesuatu yang kita tidak 41:11 tahu apa hikmah di baliknya. Nah, jadi 41:13 kita berbaik sangka kepada Allah dengan 41:16 Bapak seperti ini. Alhamdulillah itu 41:18 Allah masih jaga, Allah berikan hidayah 41:22 ber apa punya lingkungan yang baik-baik, 41:24 mengenal Islam. Ya kan kita enggak tahu 41:26 kalau misalnya punya orang tua komplit 41:27 ya ternyata bukannya baik malah menjadi 41:30 yang tidak karu-karuan barangkali ya. 41:32 Jadi mungkin ini hikmah yang bisa kita 41:33 ambil berbaik sangka aja sama Allah ya. 41:35 Jadi apapun yang orang tua tu lakukan ya 41:37 semoga Allah mengampuni dosanya. Allah 41:40 ee kita kan enggak tahu sebabnya apa 41:42 serahkan pada Allah tapi tetaplah berdoa 41:44 sebagaimana yang diajarkan oleh Allah 41:47 dalam Al-Qur'an. Wbirham 41:50 waabbirhamhumaan 41:52 itu kan eh sayangi mereka sebagaimana 41:55 menyayangiku ya waktu kecil. Aku waktu 41:57 kecil aku tidak disayangi. Ya 41:59 mudah-mudahan yang memperhatikan kita 42:02 juga dapat bagian dari doa ya. Doa yang 42:05 menjadi ibu asuh, orang tua asuh kita 42:07 ya. Walaupun bukan anak kandung, 42:08 insyaallah juga kebagian pahalanya dari 42:11 apa yang telah mereka lakukan kepada 42:13 kita. Jadi intinya tetap doa karena 42:15 memang doa itu memang diajarkan oleh 42:17 Allah dan mudah-mudahan 42:19 Allah berikan limpahan karunia yang 42:22 sangat banyak dari ujian cobaan ini. 42:24 Jadi jangan pernah sesali nasib diri 42:26 kita. Kenapa aku begini? Kenapa orang 42:29 tua membuangku ke panti asuhan? Kenapa 42:31 orang tua enggak bertanggungja? Itu 42:32 enggak itu urusan Allah. Ini sudah 42:33 takdir bagi kita. sudah Allah tetapkan, 42:36 Allah maha tahu dengan apa yang 42:38 dikehendakinya. Insyaallah takdir Allah 42:40 itulah yang terbaik. Ya, jadi itu ya 42:42 Bapakbapak ya. Mudah-mudahan generasi 42:45 berikutnya menjadi generasi yang paling 42:47 baik insyaallah dari seorang anak yang 42:50 beriman kepada takdir Allah insyaallah. 42:54 Baik, ee nampaknya memicu pertanyaan 42:56 lain lagi yang masuk dan hampir serupa 42:59 saya akan bacakan dari Riri di Bogor 43:00 ini, Ustazah. Asalamualaikum, Ustazah. 43:03 Bagaimana jika ada Waalaikumsalam 43:05 warahmat wabarakatuh. Masyaallah, jadi 43:06 lupa. Bagaimana jika ada seorang anak 43:08 yang diberikan dan diasuh kepada orang 43:10 lain sejak kecil oleh orang tuanya? 43:13 Sedangkan anak itu tidak tahu apa 43:14 permasalahannya. Sampai dia usia remaja 43:18 dan ibunya entah di mana, ayah pun sudah 43:20 menikah dan punya keluarga baru. 43:22 Bagaimana dia harus ambil sikap, 43:24 Ustazah? Karena bagaimanapun anak harus 43:26 berbakti kan ya, Ustazah kepada orang 43:27 tua. Sedangkan dari kecil tidak diasuh 43:29 kedua orang tuanya. 43:32 Iya. Ee ini memang takdir ya. Ee apapun 43:36 yang terjadi pada diri kita ini adalah 43:38 kehendak Allah ya. Takdir yang terbaik 43:40 insyaallah. Nah, dengan orang tua yang 43:42 seperti ini ee Allah maha tahu ya. 43:46 Intinya gini, doa kepada orang tua itu 43:50 memang ee sudah dicontohkan ya. Jadi 43:53 sebagaimana mereka mendidikku ya. Jadi 43:55 sekarang aku enggak dididik, aku 43:56 diserahkan kepada orang. Doakanlah orang 43:58 yang mendidik kita. Jadi kewajiban kita 44:01 sebagai anak doa mendoakan. Nah, kan 44:04 kita harus berbakti kepada orang tua. 44:06 Kalau orang tuanya enggak tahu di mana, 44:08 ya kita berbakti kepada orang yang 44:10 mendidik kita, yang membesarkan kita, 44:12 yang mengasuh kita, ya untuk membalas 44:14 budinya. Dalam Islam itu kan kita ee 44:18 sebagai bentuk rasa syukur itu dengan 44:20 membalas kebaikan-kebaikan apapun ee 44:23 sekecil apapun Rasulullah sallallahu 44:25 alaihi wasallam itu mengajarkan kita 44:27 untuk tahu syukur, tahu terima kasih 44:30 sekecil apapun kebaikan orang tersebut. 44:34 ya. Jadi ee apalagi sangat besar ya, 44:37 apalagi mengganti peran orang tua. Jadi 44:40 bakti kita sekarang ini adalah kepada 44:42 orang yang sangat baik ee yang telah 44:45 mengasuh kita sejak kecil ini. Itu bakti 44:47 kita ya. Artinya gimana? Artinya ee 44:51 untuk orang tua yang tidak kita ketahui 44:53 ya kalau memang tidak bisa dicari ya 44:56 semoga Allah melindungi ya. orang tua ee 44:59 ayah yang sudah punya keluarga ya sudah 45:01 ya artinya ee dengan keluarganya. Nah, 45:04 kita kalau memang nanti suatu saat 45:06 memang membutuhkan perhatian ee 45:08 pelayanan ya apa kalau sudah tua gitu ya 45:12 kalau memang kita menginginkan atau 45:15 mengharapkan pahala yang berlipat ya 45:17 kalau ketika kita mampu untuk merawatnya 45:20 kenapa tidak gitu ya. Nah, jadi ee 45:23 memaafkan itu memang penting ya. Artinya 45:26 jangan udahlah masa lalulah arti memang 45:28 sudah takdir yang Allah tetapkan kepada 45:29 kita ya punya orang tua enggak jelas di 45:31 mana. Kemudian ee ayah udah kita hidup 45:34 kita bukan ke belakang, hidup kita ke 45:36 depan. Perjalanan hidup kita masih 45:39 panjang. Jadi intinya adalah bagaimana 45:41 kitanya, akunya kan di sini kan tadi doa 45:43 tiga generasi. Yang penting sekarang ini 45:46 adalah generasi aku dan di bawahku. 45:49 Sementara orang tuaku gimana? Ya sudah 45:51 kita e mendoakannya. berdoa. Mendoakan 45:54 tuh sudah termasuk bagian dari bakti. 45:56 Mendoakan ampunan ee mendoakan dimaafkan 46:00 semua kesalahannya kepada Allah itu 46:01 sudah bagian bakti. Walaupun kita enggak 46:03 tahu orang tua kita, kita doakan terus. 46:05 Itu bakti loh. Nah, sekarang bagaimana 46:07 aku atau kita generasi kedua ini dengan 46:10 generasi berikutnya di bawah. Jangan 46:12 sampai apa yang kita alami ini akan 46:15 dirasakan oleh anak-anak kita. putuskan 46:18 mata rantainya dan ee kita mulai 46:21 mengajarkan keturunan kita, anak-anak 46:23 kita untuk bisa bersyukur. Karena kalau 46:26 orang tua masih ungkit-ungkit masa 46:27 lalunya kepada anaknya itu nanti anaknya 46:30 akan terwarisi juga ee mungkit-ungkit 46:33 masa lalu. Kan anak itu melihat apa yang 46:35 dia dia hadapi sekarang apa yang dia 46:37 dengar. Nah, kalau dia dengar cerita 46:39 orang tuanya bagaimana dia menyesali 46:41 dirinya hidupnya. Dulu hidup mama malang 46:44 sekali enggak punya orang tua orang tua 46:46 ya. Pokoknya hal-hal yang sedih yang 46:47 seakan-akan itu menyesali takdirnya. 46:50 Nanti anak juga akan melihat, "Oh, 46:52 ternyata ibunya ternyata juga dia ada 46:54 perlakuan seperti itu." Kan 46:55 kadang-kadang ada orang tua yang memang 46:57 ee tidak update ya ilmunya. Akhirnya dia 47:01 mengalami pola asuh yang kecewa dan luka 47:03 batin itu terwariskan ke anaknya. Jadi 47:05 itu enggak akan selesai masalahnya. Mata 47:08 rantai ini harus diputus dan memutuskan 47:10 mata rantai itu dengan doa ini, dengan 47:12 menyadari, memahami hakikat doa ini. 47:15 Udahlah arti itu masa lalu ya, takdir 47:17 yang Allah berikan pasti takdir yang 47:19 Allah tetapkan kepada kita itulah takdir 47:22 yang terbaik. Allah maha tahu apa yang 47:24 akan menjadi yang yang baik untuk kita 47:26 insyaallah karena perjalanan hidup kita 47:28 masih panjang, tujuan kita itu adalah 47:31 surga. Makanya para ulama tuh kalau 47:33 mendapatkan ujian-ujian itu ee selalu 47:36 doa ya eh hadal ayam ya hadil ayyam 47:39 sayamdi ya maidul jannah. Hari-hari ini 47:42 akan berlalu ya dan kita dijanjikan 47:44 surga ya hari-hari akan hari-hari 47:47 berlalu dah masa lalu enggak usah itu 47:48 itu udah udah lewatlah hidup kita tuh ke 47:50 depan ya kan janjinya Allah janjikan 47:52 kita surga. Nah itu ya. Jadi bakti 47:54 dengan berdoa itu juga adalah bagian 47:56 dari bakti ya. Kalau memang kan enggak 47:58 mungkin pula kita mencari orang tua, 48:01 paksain kemudian maksain hidup ee 48:03 bersama lagi dengan ayah kita kan enggak 48:05 mungkin juga sudah takdir jalan hidup 48:07 sudah masing-masing ya. Artinya kita 48:09 bersyukur ya ee bahwa kita sekarang ini 48:12 sudah jadi dewasa ini karena Allah itu 48:14 menjaga kita melalui orang tua ya tanda 48:18 kutip orang tua angkat yang telah 48:20 membesarkan kita itu patut disyukuri. 48:22 Jadi sekarang apalagi bagi ee anak-anak 48:26 yang enggak tahu lagi orang tuanya kan 48:27 banyak tuh ya anak yang mungkin 48:29 disia-siakan, ditinggalkan di rumah 48:31 sakit atau dibuang gitu. itu itu kalau 48:35 memahami nilai-nilai keislaman dan 48:37 keimanan itu itu dia akan bisa bangkit, 48:40 dia akan ee mudah-mudahan ya dia bisa ee 48:44 menjadikan masa lalu itu sebagai 48:46 pelajaran untuknya. Karena hidup itu kan 48:49 untuk masa depan, bukan masa lalu. Masa 48:50 lalu itu kan sudah berakhir ya. Dia akan 48:52 menjadi yang lebih baik. Dia akan ee 48:54 menjadikan 48:56 anak-anaknya itu menjadi ee tidak 48:59 seperti dia gitu ya, Mbak ya. Jadi orang 49:03 tua yang tanda kutip ya menyia-nyiakan 49:06 anak ya kalau doa doakan saja 49:09 sebagaimana doa yang diajarkan rbfirli 49:11 wali walidaiya itu ya warhamhuma itu ya 49:14 kamarbayaniironya tuh enggak dirasakan 49:16 gitu ya tapi itu doakanlah karena kamar 49:18 rabbayaniiro sebagaimana mereka mendidik 49:21 waktu aku kecil paling tidak dalam rahim 49:22 aja 9 bulan 10 hari tuh ee orang tua 49:26 kita, ibu kita udah membawa kita tuh 49:28 sudah lumayan cukup lama itu ya dengan 49:32 segala kesulitannya ya walaupun nanti 49:34 lahirnya di dijaga atau dipelihara oleh 49:37 orang lain tapi dengan 9 bulan 10 hari 49:40 itu su hal yang tidak bisa diabaikan itu 49:43 adalah bentuk kebaikan ya itu yang kita 49:46 juga perlu ee mensyukurinya ya artinya 49:51 sudah walaupun hanya dalam kandungan ya 49:54 makanya ketika kita bersyukur Allah akan 49:56 tambahkan nikmat kita ya mudah-mudahan 49:58 kita semua menjadi orang yang bersyukur 50:00 insyaallah Ah. 50:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:23 wabarakatuh. 50:36 Amin ya Allah. Amin ya. Amin ya Allah. 50:51 Iya. Ee kalau dalam ayat ini dalam ayat 50:55 ee kalau dalam ayat e alahqaf ini kan 51:00 rbi an itu ya itu kan panjang ya detail 51:03 ya 51:03 eh apa namanya kalau yang ayat ini kan 51:15 kalau yang itu pendek juga ya sama 51:17 sampai 51:26 kemudian eh 51:29 ya itu eh 51:32 apa Mbak ininya Mbak 51:34 yang surah Allaqaf 51:37 surat ini kan Alaqaf 15 tadi surat 51:40 Annaml kan 51:40 Iya Anaml ayat 19 51:41 sur Heeh surat Annaml itu 51:46 keduanya mengajarkan tentang hal yang 51:47 seru, Pak Ustazah. Agak ping 51:49 iya, cuman ujungnya ujungnya itu beda. 51:51 Heeh. 51:51 Kalau ujungnya itu beda ya. Kalau surat 51:55 ee ya minal muslimin ya ujung ujungnya 51:57 saya jadi ini ya. 51:58 Heeh. 51:59 Heeh. Kalau jadi ini jadi hilang ya ee 52:02 apaar [tertawa] 52:04 ya. Alqok lumayan panjang juga ustaz ya. 52:06 Wawas. 52:07 Iya panjang. Kalau anamalnya kan anamal 52:09 ayat berapa tadi? Anamal ay 52:10 anamal ayat 19. 52:12 13 19 ya. Kalau anam 19 itu kan ee 52:16 sampai cuman dikit ya 52:22 ya kan ini kan jadi wailni masukkanlah 52:24 aku ke dalam rahmatmu eh fi ibadihin 52:28 ya jadi masukkan aku dengan rahmatmu ke 52:31 dalam golongan hamba-hamba yang saleh. 52:33 Nah, kalau ini kan ee ditambah ini ee wa 52:37 aslihli firiyati ini ada zuriahnya di 52:39 sini ee minta perbaikan anak-anak kita. 52:43 Kalau di ayat di surat An-Namal itu 52:45 enggak ada anak-anak di situ. Nah, 52:47 bedanya apa? Kalau ini ayat ini memang 52:49 sebenarnya ini doa yang diucapkan oleh 52:52 Nabi Sulaiman. 52:53 Nabi Sulaiman itu adalah ee figur yang 52:57 luar biasa ya. Nabi pemimpin, raja, 53:01 kekuasaannya luas ya. bahkan pasukannya, 53:04 prajuritnya tuh dari manusia sampai jin. 53:07 Pokoknya kekuasaannya tuh luar biasa 53:08 deh. Pokoknya itu ujian kenikmatan yang 53:12 Allah berikan. Bukan ujian musibah, 53:13 kenikmatan. Karena ee rasa syukur itu 53:17 sebenarnya yang paling berat dilakukan 53:19 tuh kalau Allah berikan kita nikmat 53:21 kehidupan dunia ini. Kenikmatan kalau 53:24 misalnya ee ujian ee bersabar itu ya 53:28 kalau musibah bersabar sepertinya semua 53:30 orang bisa hampir bisalah ya. Tapi yang 53:32 sulit itu adalah bagaimana bersyukur 53:34 ketika ee memiliki semua semua apapun. 53:38 Nah, ini doa Nabi Sulaiman. Nah, ayat 53:40 ini yang Al-Ahqaf 15 ini 53:44 ada unsur ee keturunan. Karena ayat ini 53:48 diawali dengan wawinal insana biwalidai. 53:52 Kami wasiatkan 53:54 kepada ee manusia ya untuk berbuat baik, 53:58 berbakti kepada orang tua. Nah, kalau di 54:00 ayat 19 ini kan yang terkait dengan Nabi 54:03 Sulaiman yang ketika dia itu 54:05 mendengarkan percakapan eh semut yaq. 54:12 Jadi itu semut ya. Jadi tidak terkait 54:15 dengan zuriah dengan keturunan. Jadi 54:17 membedakan jadi ini doa ini lebih lebih 54:20 ee syamil mutakamil lebih luas ya. Ya. 54:23 Jadi lebih ee apa namanya? Mencakup ya. 54:26 Doa tadi juga enggak apa-apa. Waadil itu 54:28 enggak apa-apa. Masukkan aku ke dalam 54:29 hamba-hambmu yang saleh. Kalau ini aku 54:31 bertobat kepadamu dan aku ee seorang 54:35 muslim. Jadi pengakuan tobat. Jadi 54:38 kenapa diakhiri dengan tobat? Ya, 54:39 setelah ee perbaikilah keturunanku. 54:42 Kemudian ini tubtu ilaika, aku tobat 54:45 kepadamu. Karena bisa jadi ada 54:46 kekeliruan ee dalam sikap kepada orang 54:49 tua atau mungkin ada kekeliruan ketika 54:51 salah dalam mendidik anak gitu ya dalam 54:54 kehidupan sehari-hari. Maka tobat aku 54:56 tobat padamu ya Allah dan ee masukkan 54:59 aku atau kumpulkan aku bersama dengan 55:02 orang dan aku tuh seorang muslim ya. Aku 55:05 seorang muslim aku berserah diri. Nah, 55:07 jadi ini perbedaannya seperti itu ya. 55:09 Jadi untuk doa yang sudah usia 40 di 55:11 sini nih. Kalau yang tadi kan enggak 55:13 disebut usia 40 ya gitu. Jadi sama sih 55:16 doa Nabi Sulaiman juga. 55:19 Baik, saya beralih ke pertanyaan 55:22 berikutnya Ustazah ya. Ini dari Ibu 55:25 Mariah. Mariah. Ibu Mariah nih kayaknya 55:27 pertanyaannya selalu galau. Ternyata 55:29 juga masih galau. Bertanya lagi sama 55:31 Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi 55:33 wabarakatuh, Ustazah. 55:34 Waalaikumsalamums warahmatullahi 55:36 wabarakatuh. 55:36 Warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin 55:38 bertanya, Ustazah. Surat apa yang harus 55:40 dibaca kalau hati lagi sakit banget? 55:43 Gitu katanya Ustazah. 55:45 Surat apa yang dibaca kalau hati sakit? 55:50 Sakitnya karena apa, Bu? [tertawa] 55:52 Enggak dijabarkan nih, Ibu Maria. Sakit 55:55 hati katanya, Ustazah. Ya, sebenarnya 55:58 sih kalau ee kekhususan yang dari 56:01 Rasulullah sampaikan kepada umatnya, 56:04 bacalah ayat ini, surat ini. Karena 56:06 waktu ini itu tuh memang enggak ada ya 56:07 pengkhususan ya. 56:09 Ee khususiat itu secara khusus. Tapi 56:11 sebenarnya dengan membaca Al-Qur'an itu 56:15 sendiri itu hati akan tentram. 56:18 Mengingat Allah itu hati akan tentram. 56:20 Yang penting kita paham maknanya ya. 56:23 Kalau misalnya ee kita baca Quran 56:25 tujuannya untuk ketenangan hati juga 56:28 boleh. Karena beberapa pandangan ya di 56:31 antaranya Syekh Salabi itu menyebutkan 56:33 ya dalam membaca Al-Qur'an itu bisa 56:36 niatnya sampai 40 niat tuh. Jadi kita 56:39 baca Quran juga pakai niat kan. Innamal 56:41 a'malu bin niat. Semua amal kita kan 56:43 tergantung niatnya. Ketika kita 56:45 meniatkan baca Al-Qur'an ini misalnya 56:48 untuk ee tentu mendapatkan pahala rida 56:50 Allah tuh pasti ya. rida cinta Allah itu 56:52 pastilah gitu karena Allah ya. Tapi ada 56:54 juga niat misalnya, "Ya Allah tenangkan 56:56 hatiku." Makanya dalam doa kan ada ee 57:00 apa namanya ee apa yang antaja 57:10 alquranqbi 57:12 itu kan ya Allah jadikan Al-Qur'an itu 57:15 ee cahaya hatiku, pelipur laraku, 57:18 penghilang sedihku. Nah, itu kan berarti 57:20 kita untuk membaca Al-Qur'an tuh niatkan 57:22 itu insyaallah Allah akan hilangkan rasa 57:24 gelisah, galau kita. Intinya ala 57:27 bidikrillahiul qulub. Ketika kita hanya 57:30 ingat Allah ya mengingat Allah itu ya 57:33 banyak ya dengan ibadah baca Quran, 57:34 salat dan segala macam berzikir itu 57:36 ingat Allah insyaallah hati kita akan 57:38 tentram. Jadi intinya gini ee ini kan 57:42 pemahaman ya fokus bahwa kita mau nyari 57:45 apa sih di dunia ini? Apa sih yang 57:47 membuat kita kecewa? Apakah 57:49 manusia-manusia itu mampu membuatkan 57:50 kita putus asa? Nah, jadi yang di sini 57:53 yang perlu kita usahakan ya, ini kan 57:55 perlu usaha ya. Yang kita cari di dunia 57:58 ini adalah ridanya Allah. Yang kita 58:00 ingin cari di dunia ini adalah cintanya 58:02 Allah. Kita mau cari cinta siapa? Pasti 58:05 kecewa. Ketika kita cinta kepada 58:08 misalnya suami full all out, cintanya 58:11 tuh 100% ya. Tidak menyisakan cinta 58:14 untuk siapapun. Nanti kalau dikecewakan 58:15 suami kita jadi kecewa, jadi sedih, jadi 58:18 galau. Maka ketika kita letakkan cinta 58:20 kita kepada Allah, insyaallah 58:23 ujian-ujian yang ada itu akan berhasil 58:25 kita kita jalani. Makanya kan Allah juga 58:29 marah kan kalau kita mencintai Allah tuh 58:32 di nomor sekian ya. Apa misalnya dalam 58:36 ee apa namanya dalam surat Albaqarah itu 58:38 ya bahwa orang beriman tuh asyadu hubban 58:41 lillah. Orang beriman tuh sangat syat. 58:45 Asyad itu sangat kuat, dahsyat. 58:48 Kuat cintanya kepada lebih kuat. Nah, 58:51 jadi insyaallah ee kita mulai melatih 58:54 diri kita berusaha ya untuk mulai 58:57 mencari cara agar hanya Allahlah 59:00 satu-satunya yang tempat kita cari 59:03 cintanya, 59:04 kita gapai ridanya, tujuan hidup hanya 59:08 untuknya. kita usahakan itu. Jadi ketika 59:10 kita sedih dengan anak-anak, dengan 59:12 orang tua, dengan pasangan hidup itu 59:15 nanti akan ya Allah akan hibur diri kita 59:18 insyaallah ya. Seperti itu, Mbak. 59:21 Baik, nampaknya ini menjadi pertanyaan 59:24 penutup ee perjumpaan dan kajian kita 59:26 pada hari ini. Mohon kiranya ee 59:29 kesimpulan Ustazah. 59:31 Iya. Pendengar yang dirahmati Allah 59:34 bahwa dengan berdoa yang diajarkan Allah 59:38 dalam Alquran ya. 59:51 Maka Allah mengajarkan kepada kita bahwa 59:55 yang pertama dan utama adalah melatih 59:57 rasa syukur kepada Allah. bahwa syukur 59:59 itu tidak akan bisa kalau tidak dengan 1:00:02 pertolongan Allah. Maka kita memohon 1:00:04 taufik agar mampu bersyukur. Bersyukur 1:00:07 sebagai pondasi kehidupan kita. Bahwa 1:00:10 syukur atas nikmat yang telah Allah 1:00:12 berikan kepada kita dan kepada orang tua 1:00:14 kita. Bahwa syukur ini merupakan ee 1:00:17 tidak hanya sekedar kemampuan ya, tapi 1:00:20 juga ee taufik dari Allah. Semoga Allah 1:00:23 mampu memampukan kita, mengilhamkan 1:00:25 kita, menunjukkan kita, memaksakan hati 1:00:28 kita untuk selalu bersyukur atas nikmat 1:00:29 yang telah diberikan kepadanya. 1:00:31 Mudah-mudahan kita mampu berbakti kepada 1:00:34 orang tua kita dengan mensyukuri apa 1:00:36 yang telah diberikan orang tua kepada 1:00:37 kita sehingga kita mampu untuk mendidik 1:00:40 anak kita dengan doa-doa yang kita 1:00:43 selalu ucapkan. Allahumma aslihli 1:00:45 firiyati. Mudah-mudahan kita mampu 1:00:47 beramal saleh yang Allah ridai dan kita 1:00:49 memiliki anak cucu keturunan yang 1:00:51 berbakti kepada kita. Kita bertaubat 1:00:54 atas semua dosa dan kesalahan kita. Dan 1:00:56 kita bagian dari orang-orang yang Islam, 1:00:58 yang muslim, yang menyerahkan diri hanya 1:01:00 kepada Allah. Wallahuam bawab. 1:01:03 Astagfirullahai wakum. Asalamualaikum 1:01:05 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:09 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 1:01:12 Ikhwan dan akhwat, telah kita ikuti 1:01:14 secara keseluruhan kajian dari Ustazah 1:01:16 Herlini Amran dan kami berterima kasih 1:01:19 untuk para penanya yang sudah 1:01:20 menyampaikan pertanyaannya lewat 1:01:22 WhatsApp rasil dan alhamdulillah 1:01:24 terjawab semua oleh Ustazah. Terima 1:01:25 kasih juga Ustazah dan kita doakan 1:01:27 mudah-mudahan Ustazah dan keluarga 1:01:28 diberikan kesehatan dan keberkahan 1:01:31 hidupnya dan em segera dinyalakan 1:01:33 lampunya karena kasihan Ustazah 1:01:35 nampaknya kepanasan. 1:01:37 Subhanallah. Mudah-mudahan ee lekas ee 1:01:39 diberikan kenyamanan. Baik dan kami yang 1:01:42 bertugas pada hari ini saya Caroline 1:01:43 juga ada Ondi dan Algi. Kami mohon maaf 1:01:45 atas ketidaknyamanan. Mungkin di kajian 1:01:48 kali ini ada on dan off semua di luar 1:01:51 teknis. Ee mudah-mudahan tidak 1:01:52 mengurangi kekhusyukan kami. Kami tutup 1:01:55 dengan doa kafaratul majelis. Subhanaka 1:01:57 Allahumma wabihamdika asadu anta 1:02:01 astagfiruka 1:02:03 wabillahi walah. Wasalamualaikum 1:02:06 warahmatullahi wabarakatuh.