Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dapat meraih kami lewat radio
- maupun lewat YouTube Rasil TV.
- Asalamualaikum. warahmatullahi
- wabarakatuh. Bahagia sekali kami dapat
- hadir di ruang dengar Ikhwan dan Akhwat.
- Saya Karolin didampingi ada Bapak Atep
- dan juga Kakak Algi. Dan kami hadir
- seperti biasa tiap hari Jumat fikih
- wanita bersama guru kita yang sudah ada
- di seberang sana. Mari kita sapa
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Main?
- Alhamdulillah wasyukrillah. Luar biasa.
- Allahu Akbar. Masyaallah. Ustah. Akbar.
- Allahu Akbar.
- Allahu Akbar. Ustazah sendiri sehat.
- Alhamdulillahilladzi binikmati
- tatimushat. Alhamdulillah.
- Mudah-mudahan semua sehat ya, Mbak ya.
- Alhamdulillah sehat, Ustazah. Apabila
- membandingkan apa yang di sedang dialami
- oleh ujian ee saudara-saudari kita yang
- berada di ujung Sumatera sana. Nampaknya
- apa yang kita miliki di sini luar biasa
- kelebihannya yang patut kita syukuri,
- Ustazah ya. Dan ikhwan dan akhwat
- mudah-mudahan saat ini yang dapat meraih
- kami, yang dapat mendengarkan kami dalam
- keadaan sehat walafiat dan yang sedang
- menyetir. Tidak lupa kami himbau untuk
- berhati-hati, tidak mengebut dan
- memperhatikan Rabu di jalan.
- Alhamdulillah pada hari Jumat ini kurang
- lebih e 80 menit kami akan hadir dengan
- tema yang tadi sudah disampaikan Ustazah
- pada saat off air. Tema kita adalah tiga
- generasi dalam satu doa. Tafadul Ustazah
- ya. Jazakillah khairan Mbak Olin semua
- rasil semua pendengar
- bismillahirrahmanirrahim
- alhamdulillahiabbil alamin hamdan
- yfahuki
- maid yaana lakal hamdu bil iman yabana
- lakal hamdu bil islam yabana lakal hamdu
- bil quran lakal hamdu bil ahli wal muah
- lakal hamduin
- anamtaha
- allahum sh wasallim wabarik ala sayidina
- muhammadin wa
- Mudah-mudahan pada saat ini Allah
- memberikan kita ampunan, rahmat, dan
- kasih sayangnya wabil khusus terhadap
- saudara-saudara kita yang mendapatkan
- ujian cobaan musibah yang menimpanya.
- Mudah-mudahan derajatnya dimuliakan oleh
- Allah, diberikan ampunan dan pahala yang
- berlipat, diberikan kesabaran dan ee
- diberikan ganti yang lebih baik lagi.
- Insyaallah ee hari ini di Jumat yang
- dimuliakan Allah ini kita membahas
- tentang tiga generasi dalam satu doa.
- Sebenarnya doa ya, Mbak ya, dalam satu
- doa ini ada tiga generasi yang
- disebutkan dan mungkin sebagian besar
- kita sudah menghafal dan sudah
- mendoakannya setiap salat ya. Bunyinya
- itu satu ayat ya dalam surat Al-Ahqaf
- ayat 15 itu ya.
- di sini doanya
- intuika wa inni minal muslimin. Jadi
- ayat ini ee pertama kali kan dijelaskan
- ya Allah itu memerintahkan mewasiatkan
- wawasain wasiat ya kami wasiatkan kepada
- manusia agar biwalidai ihsana agar
- berbuat baik kepada orang tuanya. Jadi
- ini ee perintah ya pertama kali itu
- manusia itu harus berbuat baik kepada
- kedua orang tuanya. Kenapa? Karena
- ibunya sudah mengandungnya dengan susah
- payah. Nah, kan kalau Allah tidak
- mengingatkan manusia bagaimana orang tua
- ibunya ya terutama hamil itu mungkin
- enggak akan ingat seorang anak ya. Anak
- kan mana tahu dia masa kecilnya gimana,
- hamilnya susah, dirawat, dibimbing,
- dibesarkan. Kan enggak ingat masa-masa
- kecil. Anak tuh kan ingatnya setelah
- interaksi setelah mereka ee besar ya.
- Artinya masa kanak-kanak. Masa bayinya
- kan tidak, masa dalam kandungan tidak.
- Maka Allah ingatkan ibunya itu
- mengandung susah payah, melahirkannya
- juga dengan susah payah. Mengandung atau
- hamil tuh sampai e menyapih itu ada 30
- bulan ya. 30 bulan tuh hamil dengan
- menyusui ya. Apakah 2 tahun kemudian 6
- bulan hamilnya itu teknislah ya. Intinya
- adalah
- ayat ini memerintahkan kepada manusia
- itu yang di sini generasi ya. Generasi
- itu kan ada tiga generasi ya. Orang tua,
- kita, anak. Itu kan tiga generasi. Jadi
- ini ee Allah perintahkan kepada generasi
- kedua ya, kedua di sini ee ya bukan yang
- bukan untuk orang tua tapi untuk
- generasi kedua kita aku ya kan. Maka
- ketika dia berusia mencapai 40 tahun
- maka dia berdoa rbi azi. Makanya aku kan
- di sini jadi tiga generasi itu maksudnya
- adalah generasi aku, kemudian generasi
- orang tuaku, dan generasi anakku. Nah,
- itu kan tiga generasi. Ayat ini
- memerintahkan kepada aku gitu ya. Rbi an
- asuro. E ya Allah berikan aku ee
- petunjukmu untuk mensyukuri nikmat yang
- telah Engkau berikan kepadaku dan kepada
- kedua orang tuaku, ibu bapakku ya. Dan
- supaya aku dapat amalan shihat tardahu,
- beramal saleh yang Engkau ridai. Ya,
- berilah aku kebaikan e kepada ee dengan
- memberikan kebaikan kepada e anak
- cucuku.
- Perbaikilah keturunanku untukku gitu ya.
- Inniika
- aku tuh bertobat kepadamu. Sesungguhnya
- aku bertobat kepadamu ya Allah. Wa inni
- eh apa? Inni ilaika wa inni minal
- muslimin. Dan aku ini adalah termasuk
- bagian orang-orang muslim, orang-orang
- yang berserah diri. Jadi ayat ini itu ee
- ada tiga generasi, tiga generasi
- disebutkan di dalam ini. Tapi yang
- berdoa itu aku. Ya, makanya ketika aku
- itu berusia 40 tahun ya, ketika dia
- sampai mencapai usia 40 tahun, maka di
- sini Ibnu Katsir mengatakan ya, bahwa
- jika seseorang itu sudah berada dalam
- usia 40 ya, pokoknya sudah mau usia 40
- itu usia kedewasaan, sempurnalah
- akalnya, pemahamannya ya. dia sudah
- bijak istilahnya gitu ya. Seperti juga
- Imam Syaukani juga mengatakan ya bahwa
- ulama tafsir itu menyebutkan bahwa Nabi
- saja diutus di usia 40 tahun ya karena
- memang usia matang. Jadi ayat ini
- menunjukkan bahwa ee ketika usia 40 tuh
- sudah usia kedewasaan, sudah usia sudah
- meninggalkan masa syabab ya, usia yang
- berpikirnya matang, tidak lagi usia
- muda, sudah memiliki eksistensi sebagai
- manusia, semangat ya kembali kepada
- Allah. Makanya para anbiya seluruhnya
- ya, termasuk Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam usia 40 tahun. Jadi
- punya kejernihan pemikiran sudah matang
- ya. Karena dia di posisi sebagai orang
- tua yang juga mempunyai orang tua. J
- punya anak kayak keturunan ya. Maka cara
- bakti mengingatkan aku ini anak ini
- adalah mengingatkannya kepada ee apa?
- Nikmat syukur ya. Agar dia juga
- bersyukur kepada orang tuanya yang telah
- membesarkannya. Masyaallah tiga generasi
- ya. Jadi ayat ini ee yang mencakup tiga
- generasi ya, lingkaran generasi ya,
- orang tua, kita nih diri sendiri dan
- anak keturunan. Jadi ini hubungannya tuh
- luar biasa ya. Hubungan yang saling
- terikat. Jadi kalau kalau yang mampu
- berubah atau merubah diri itu dimulai
- dari aku sebenarnya kan. Kalau sekarang
- kan lagi tren ini Mbak apa pola asuh
- yang keliru, luka batin dan segala macam
- ya yang mampu merubah mengcut gitu ya.
- itu aku bukan orang tuaku. Kebanyakan
- memang ada yang ee apa namanya? mestinya
- orang tua berubah dulu ya. Lihat dulu
- orang tuanya umur berapa gitu ya. Karena
- kalau udah usia kalau 40 anak paling
- usia orang tua 60 ya. Kalau dia menikah
- usia 20. Kalau dia menikah usia 30
- berarti orang tuanya usia 70 gitu ya.
- Maka generasi yang memungkinkan untuk
- bersikap dewasa, berpikir matang, paham
- ee bagaimana mensyukuri itu aku dulu
- gitu. Jadi sekali lagi bahwa ee
- di ayat ini ee
- teknis kami masih menanti terhubung
- dengan Ustazah Herlini Amran.
- Asalamualaikum.
- Oh iya, alhamdulillah. Asalamualaikum
- ustazah.
- Asalamualaikum Mbak.
- Waalaikumsalam. Terputus Ustazah.
- Waalaikumsalam. Mati lampu, Mbak.
- Oh, subhanallah. Mati lampu. Baik. Ini
- ee menggunakan handphone berarti ya.
- menggunakan handphone. Berarti engak apa
- ya? Masih jelas.
- Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Clear
- ustazah. Saya sempat Heeh jelas jelas
- jelas jelas. Saya cepat ee pause dulu
- khawatir di TV Rasil aja yang
- bermasalah. Ternyata dua-duanya terputus
- karena mati lampu. Maaf Ustazah silakan
- diulangi lagi tadi yang disampaikan.
- Tapadul Ustazah. [tertawa]
- I. Baik. Baik. Masyaallah ya. Ee jadi
- generasi ee tiga generasi itu orang tua
- kita dan ee anak keturunan kita. Ini
- ayat ini untuk anak, untuk kita.
- Generasi kedua berarti ya, generasi
- kedua yang sadar, yang memiliki
- pemikiran matang, yang dewasa, yang
- berusia 40 itu generasi kita ya.
- Menunjukkan bagaimana kitalah yang bisa
- berubah ya. Barangkali ee ketika
- menghadapi orang tua ya mungkin pola
- asuh, kekurangan ilmu, mungkin
- melahirkan luka-luka batin atau ee apa
- ya, luka batin atau hal-hal yang tidak
- sesuai dengan harapan kita ya. Tapi
- ketika dia berusia 40 mestinya matang
- dong. Ada sudah lebih dari mukalaf. Maka
- dia mulai dengan dirinya. Rbi azani. Ya
- Allah tunjuki aku. Ya Allah beri aku
- taufik. Ya Allah ee kuatkan aku.
- Paksakan hatiku. Nah untuk apa ya Allah
- ilhamkan aku. Untuk apa? An asur nikmat
- anamta
- waaiya. Masyaallah. Jadi aku yang sudah
- sadar ini bagaimana kondisi orang tuaku
- gitu ya. Tetap Allah mewajibkan untuk
- berbakti apapun latar belakangnya. Maka
- aku ini berdoa kepada Allah. Rbi an
- asmatakallati
- anamta alayya. Ya Allah, ya Rabbku,
- ilhamkan kepadaku, tunjuki aku untuk
- mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau
- berikan kepadaku. Ya, jadi bagaimana
- auzi ni itu supaya Allah gerakkan kita,
- paksakan hati kita untuk selalu
- bersyukur. Ya Allah, aku mohon ya Allah
- ilhamkan aku, paksakan diriku untuk
- selalu bersyukur kepadaMu. Jadi, syukur
- ini ee kepada Engkau, kemudian syukur
- kepada orang tua. Ya, di sini ee bahkan
- di di awal ayat itu mengingatkan aku
- tadi ya, mengingatkan diri sendiri kan
- tiga generasi ya, mengingatkan diri
- sendiri bahwa itu orang tua wajib
- berbakti kepadanya karena ibunya sudah
- hamil, lemah gitu ya, maka kamu ee
- berbaktilah kepadanya. Nah, baru berdoa
- rabbi azi. Jadi, aku generasi kedua
- inilah yang mampu merubah dalam arti
- bahwa faktor utama adalah syukur. Syukur
- itu sebagai pondasi kehidupan. Jadi ee
- doa ini ee kepada aku ya diri sendiri
- yang generasi kedua ini menekankan
- pentingnya mensyukuri nikmat Allah.
- nikmat yang Allah berikan kepada diri
- kita sendiri atau nikmat yang diberikan
- kepada orang tua. Jadi doa ini
- menunjukkan bahwa syukur itu adalah
- taufik ya. Syukur itu bukan sekedar
- kemampuan ya. Syukur itu adalah karunia
- yang Allah berikan, bukan sekedar usaha
- manusia. Jadi syukur itu enggak mudah.
- Syukur tuh harus mendapatkan ee
- pertolongan dari Allah. Jadi ini ayat
- ini eh doa ini mengajarkan kita, kita
- tuh enggak mungkin bisa istikamah tanpa
- minta pertolongan dengan Allah. Maka
- oleh karena itu, Rabbi azi ni. Ya Allah
- ilhamkan aku, gerakkan aku, tunjukkan
- aku, paksakan hatiku agar aku selalu
- bersyukur kepada-Mu. Bersyukur dengan
- nikmat yang telah Engkau berikan kepada
- kedua orang tuaku. Jadi dimensi syukur
- itu ya, dimensi syukur itu syukur hati
- ya. Mengakui semua nikmat yang Allah
- berikan. lisan memuji Allah. Kemudian
- amal itu menggunakan nikmat itu untuk
- kebaikan. Maka seutama seutama-utama
- syukur itu adalah menggunakan nikmat
- untuk taat kepada Allah. Ya, tidak
- mengeluh, berlebihan
- terhadap masalah yang menimpa ya. Nah,
- itu ee yang disebut dengan mensyukuri
- nikmat yang Allah berikan kepada diri
- kita sendiri. Ee juga nikmat yang
- diberikan kepada ee orang tua kita ya.
- Jadi ee doa ini, doa aku ini itu
- menunjukkan bahwa kita tidak boleh
- menyesali atau barangkali menyesali
- takdir ya atau ee kan banyak tuh Mbak ee
- anak-anak yang merasa kecewa dengan
- orang tuanya ya yang telah
- membesarkannya dengan tidak sesuai
- dengan harapan ya ee yang mungkin orang
- tuanya merasa enggak memperhatikannya ya
- bisa jadi ya karena faktor sebab ada ya
- mungkin pola asuh dari orang tuanya
- mungkin juga tidak ada ilmunya. Sehingga
- si aku ini, si anak generasi kedua ini
- setelah dia banyak punya ilmu, dia
- menyadari tuh ini gara-gara orang tua
- nih aku jadi begini. Nah, ini bagaimana
- dicut, diputuskan mata rantai itu dengan
- cara apa? Syukurilah.
- Jadi Allah ee memerintahkan kita untuk
- tahu syukur ya. Jadi mengajarkan,
- memerintahkan kepada kita bahwa dengan
- bersyukur itu Allah akan tambahkan
- nikmat kepada kita. nikmat yang Allah
- limpahkan juga nanti kepada orang tua
- kita ini akan menumbuhkan rasa bakti,
- menumbuhkan rasa kerendahan hati dan
- penghargaan terhadap jerih paya orang
- tua. Jadi ini mengakui jasa dan
- kedudukan orang tua walaupun mungkin
- dulu orang tuanya hanya merawat ya kan
- namanya anak itu kan enggak lahir begitu
- aja kan takto besar gitu ya berhasil
- enggak. Anak itu kan dari dulu orang tua
- menikah kemudian ee hamil dalam
- kandungan itu itu jasa-jasa itu enggak
- akan diingat oleh anak karena memang
- lupa masa kecil. Maka Allahlah yang
- mengingatkan kepada anak. Jadi ayat ini
- menyadarkan bahwa kebaikan yang kita
- miliki saat ini di usia yang matang ini
- yang kita ee berhasil ya insyaallah
- mudah-mudahan itu merupakan buah dari
- kerja keras dan doa serta pengorbanan
- orang tua walaupun penuh dengan
- kekurangan-kekurangan dalam pendidikan
- ya dalam pengajarannya karena
- keterbatasan bisa jadi ilmu dan
- pengetahuannya ini kan sudah takdir.
- Maka oleh karena itulah sebagai anak itu
- ketika kita menyesali ya ee mungkin pola
- asuh orang tua atau pendidikan orang tua
- kepada kita mungkin tidak sesuai dengan
- aturan-aturan ee yang berlaku itu kita
- sesali. Nah, itu menunjukkan anak itu
- enggak syukur ya. Apalagi sampai
- mengeluarkan kata-kata misalnya aku
- enggak minta dilahirkan kok gitu ya.
- Masyaallah. Aku enggak minta dilahirkan
- kok. Ya, siapa yang kalau kalau tahu aku
- sih begini aku maning enggak usah ada.
- Nah, ini ucapan ini bahaya. Ucapan ini
- menunjukkan tidak beriman kepada takdir
- Allah. Qada dan qadar. Hadirnya kita,
- lahirnya kita dari orang tua tertentu
- kapan dan bagaimana itu kan sebenarnya
- adalah takdir Allah, kehendak Allah,
- bukan kehendak orang tua. Orang tua juga
- enggak berkehendak aku begini. Enggak
- bisa. Itu semuanya sudah ditetapkan oleh
- Allah. Makanya ketika ada seorang anak
- yang menyesali orang tuanya misalnya ya
- ee kenapa begini, kenapa begitu, aku
- begini karena orang tua begini itu
- kurang syukur. Makanya ayat doa ini kan
- ee para ulama kan sangat menganjurkan
- ya. Kalau yang sudah usianya menjelang
- 40 ya sampai 40 ke atas itu ini doa tuh
- sudah menjadi doa wajib istilahnya harus
- berdoa terus di setiap saat gitu ya agar
- kita diberikan ee kemampuan untuk
- bersyukur ya. Karena bersyukur tuh harus
- dengan pertolongan Allah. Enggak bisa
- dengan itu ee hanya Allah lah yang mampu
- menjadikan kita bersyukur. Itu bukan
- karena kemauan sendiri. Jadi kalau tidak
- dengan pertolongan Allah mungkin kita
- jadi orang yang kufur. Nah, jadi setelah
- ee kita minta rbi az'ni an asykuro
- bersyukur atas nikmat yang telah Engkau
- berikan kepadaku dan kepada orang tuaku.
- Subhanallah. Ini akunya yang generasi
- kedua ini. Ini sangat baik. dia nanti
- akan berbakti kepada ee orang tuanya
- seperti apapun takdir yang telah Allah
- berikan. Nah, kemudian dilanjutkan e eh
- waala shihan tardhu. Jadi minta juga
- ditunjukkan, diilhamkan agar dapat
- melakukan amal saleh yang Engkau ridai
- ya Allah yang Allah ridai. Amal yang
- diterima ya. Jadi generasi aku ini
- adalah jembatan ya antara generasi
- sebelumnya dan generasi sesudahnya kan.
- pertengahan yaitu jembatan ya, bagaimana
- menghubungkan ee antara generasi yang
- telah berlalu, orang tua dan yang akan
- datang. Maka di sinilah pentingnya
- memutuskan mata rantai bagi generasi
- kedua ini dari pola asuh atau perilaku
- atau perbuatan yang tidak berkenan agar
- tidak lagi menurun
- ee keturunan anak-anak. berikutnya mah
- orang tua ya betul-betul ee tidak
- kondisinya seperti itu. Apalagi kalau
- tadi misalnya nikah usia 30 ah ini kan
- usia 40, orang tua sudah ada 70. Itu
- paling diingatkan kebaikan-kebaikan.
- Entar lagi mau ini bagaimana amal saleh
- mempersiapkan ee masa akhir. Jadi bukan
- bukan untuk apalagi kalau sudah usia 40
- kata ulama itu akan sulit loh berubah
- gitu ya kalau tidak dipaksakan ya.
- Karena ya itu 40 tuh usia matang g. Nah,
- jadi pengakuan
- nikmat Allah
- atas orang tua itu adalah karena
- keberadaan orang tualah aku ada. Jadi
- buang gitu ya itu berarti menyesali
- kufur ya. Jadi mestinya seorang yang
- bersyukur itu adalah menyadari bahwa
- segala kebaikan yang di pada orang
- tuanya ya Allah telah memberikan nikmat
- hidayah, ketakwaan. Allah berikan kita
- pendidikan, kesehatan, rezeki yang
- mengalir dari usaha kita, anak
- berkeluarga kan punya anak turunan. Itu
- kan bentuk nikmat yang Allah berikan
- karena keberadaan orang tua ya. Kalau
- enggak ada orang tua, enggak ada kita
- dong gitu ya. Jadi ee hindari
- bahasa-bahasa aku tidak minta dilahirkan
- kok. Itu udah bahasa kufur itu bukan
- bahasa syukur. Kalau orang yang tidak
- bersyukur, kalau orang yang tidak
- bersyukur itu azab Allah itu syadid. Iya
- kan?
- Ya wakin syakartumakum. Kalau engkau
- bersyukur aku tambahkan nikmat. Tapi
- kalau engkau kufur itu innaabiadid.
- Jadi langsung itu azab Allah itu pedih.
- Jadi bukan kalimat kalau kamu enggak
- bersyukur ya udah enggak enggak aku
- kasih nikmat enggak begitu. Itu langsung
- ya azab. Maka kita tidak ingin ee pihak
- yang generasi kedua ini diazab oleh
- Allah ya. Diazab dengan ketidakberkahan,
- kesulitan hidup ya. Ee diazab dengan
- tidak tahu syukur. Karena orang yang
- tidak bersyukur itu dia pasti akan
- menuntut menuntut orang tuanya, menuntut
- apapun. Bahkan bisa menghujat Allah ya.
- bahkan tidak tahu berterima kasih kepada
- siapapun apalagi kepada orang tua.
- Ketika telah orang tua telah memberikan
- berbagai macam fasilitas misalnya ya
- ketika anak yang barangkali kurang
- syukurnya pasti ee ketika ya namanya
- orang tua itu Pak ya adalah yang mungkin
- omongannya keceplosan karena kurang
- ilmu, kurang iman barangkali ya ee suka
- ngungkit-ngkit karena orang tua kan
- banyak sakitnya ya mungkin sakit
- kejiwaan atau sakit apa karena faktor
- tua dan segala macamnya. Nah, dia akan
- ungkit-ungkit. Nah, anak yang
- kurang bisa bersyukur itu akan menjawab,
- "Aku enggak minta kok. Aku kan dikasih
- enggak minta." Nah, ini juga kurang
- berterima kasih dan kurang bersyukur.
- Jadi, kita bisa bayangkan ya ketika kita
- mendapatkan sesuatu dari siapapun terus
- kita tidak berterima kasih malah kita
- siapa suruh kasih. Aku enggak. Bagaimana
- dengan Allah yang memberikan kita semua
- nikmat kan masih dihujat juga sampai
- mengatakan aku enggak minta dilahirkan.
- Nih, ini bentuk kufur. Maka oleh karena
- itu Islam mengajarkan kita dari ayat ini
- bahwa jadilah orang yang bersyukur.
- Dengan bersyukur itu terhadap nikmat
- yang Allah berikan kepada kita dan
- kepada orang tua kita, kita akan
- digunakan untuk beramal saleh yang Allah
- ridai. Wa an a'ala shihan tardhu dengan
- amal saleh yang Engkau ridai ya Allah.
- Ya. Jadi ee bisa jadi amal-amal saleh
- kita itu adalah buah dari syukur kita
- kepada Allah atas nikmatnya dan syukur
- kita kepada orang tua sehingga kita
- menjadi berkah hidupnya, menjadi sukses
- ya. Jadi kesuksesan kita dapatkan dalam
- karir, dalam studi, dalam ee usaha itu
- karena memang kita mensyukuri apa yang
- telah Allah berikan kita dan nikmat
- adanya orang tua. Masyaallah. Seapun
- orang tua kita ya, kalau orang tua mah
- nanti kan dihisab oleh Allah ya apa yang
- dia lakukan. Karena semua orang tua akan
- bertanggung jawab. Tapi sebagai aku
- generasi kedua ini ayat ini kan
- ditujukan kepada generasi kedua ya.
- Dialah yang mampu untuk ee mensikapi ya
- jangan sampai nanti akan lahir
- generasi-generasi seperti dia. Maka ee
- untuk membalas jasa orang tua itu tentu
- saja dengan memuliakannya. Birul
- walidain. Penghormatan kepada orang tua
- itu
- adalah
- modal untuk membangun generasi
- berikutnya. Siapa yang baik kepada orang
- tuanya, Allah jadikan anak-anaknya baik
- kepadanya. Ya, bagaimana orang tua yang
- di hari tuanya itu menyediakan waktu
- untuk menemaninya meskipun sibuk ya,
- tidak membentaknya, tidak mengeluh,
- bahkan mendoakannya. Dan apapun yang
- kita lakukan itu insyaallah hasilnya
- juga untuk kita.
- Kalau engkau ingin anakmu berbakti
- kepadamu, maka berbaktilah kamu kepada
- orang tuamu. Nah, itu ya itu generasi
- kedua. Jadi, doa ini dalam ayat ini doa
- yang di ee ee dikhususkan untuk generasi
- kedua ya. Kalau orang tua ya sudahud
- udah selesai ya anak kan. Makanya kita
- lihat ya ee pendengar semua dalam ayat
- Al-Qur'an tuh kan dalam Al-Qur'an tuh
- kan kita banyak ee ayatnya itu lebih
- ditekankan kepada anak ya.
- ihsana itu ya
- itu ya dan seterusnya atau eh apa
- namanya
- dan seterusnya ya
- selalu digandeng antara tidak boleh
- mensekutukan Allah gitu ya ee kemudian
- berbaktilah kepada orang tentu selalu
- digandeng. Jadi sangat sedikit ya
- barangkali ee bagaimana perintah kepada
- orang tua untuk ee apa bersikap kepada
- anaknya. Ada paling hadis ya sebelum
- anak durhaka kepada orang tua maka orang
- tualah yang ee lebih dahulu durhaka
- kepada anak. Ya, artinya itu memang
- banyaknya itu di riwayat ya di hadis.
- Tapi dalam Al-Qur'an itu yang disadarkan
- itu adalah yang generasi kedua ini anak.
- Karena dia sudah usia matang. Kalau
- orang tua ya memang siapa yang menanam
- kan dia menuai kan. Kalau orang tua
- tidak mendidik anaknya bagaimana anaknya
- berbakti. Tapi anak yang sudah berusia
- 40 tahun yang setelah Allah berikan dia
- kedewasaan itu mampu berpikir enggak
- lihat ke belakang, enggak menyesalkan
- takdir. Maka di sini syukur dulu ya.
- Syukur ini hal yang utama. Syukur tuh
- penting. Syukur tuh enggak bisa kita
- sendiri bersyukur tapi dengan
- pertolongan Allah. Makanya doa ini rabbi
- azia nih bantu aku ya Allah ilhamkan aku
- tunjuk syukur ini. Syukur ini penting
- banget karena dengan syukur inilah setan
- itu menggoda manusia. Target setan itu
- untuk menggoda manusia itu agar mereka
- tidak bersyukur. Mungkin ee kita sering
- ya baca surat Ala'raf itu ya ayat ke16
- dan ayat 17 itu ya.
- Jadi ayat ini menjelaskan bagaimana
- iblis itu minta tangguh kepada Allah.
- Berikan aku tangguh sampai hari
- dibangkitkan nanti. Ya. Maka Allah
- berfirman, "Engkau termasuk yang
- diberikan tangguh." Maka iblis
- mengatakan, "Aku akan goda, aku akan
- sesatkan manusia itu. Aku akan
- menghalangi mereka dari jalanmu yang
- lurus. Aku akan datangi mereka dari
- depan, dari belakang, dari kanan, dari
- kiri. dan engkau tidak akan mendapati
- kebanyakan mereka bersyukur.
- Jadi memang target setan itu adalah
- manusia itu tidak bersyukur. Maka nih
- penting nih minta minta minta syukur
- agar kita bersyukur terhadap apapun yang
- telah kita dapatkan nikmat yang Allah
- berikan terutama orang tua ya. Walau
- bagaimanapun ya bersyukur kita
- alhamdulillah ada orang tua walaupun
- kayak begitu apa ada ya alhamdulillah ya
- masih bisa artinya banyak kok kebaikan.
- Kadang-kadang anak yang tidak bersyukur
- itu ya hanya mengingat kebaikan orang
- tua orang lain, melupakan jasa orang
- tuanya. Ya kan biasa gitu kan? Kayak ada
- cerita Mbak ya, anaknya kabur dari rumah
- ya. Ya, mungkin diusir sama orang tuanya
- ya. Ee terus kemudian dia ee ada pemilik
- warung tuh kasihan terus dikasih makan.
- Dia bersyukur sekali. Terima kasih ya,
- Bu ya. Saya dikasih makan padahal saya
- sudah diusir orang tua. Ya, kenapa
- diusir ya? Karena perilakunya yang orang
- tuanya enggak suka ya. Akhirnya orang
- tua saya enggak pernah berbuat baik.
- Nah, dinasihatin sama pemilik warung,
- "Kamu baru saya kasih makan sekali aja
- sudah bersyukurnya. Kayak gimana? Orang
- tuamu tuh lebih awal dari dulu. Masa
- kamu masih dalam rahimnya itu
- memperhatikan kamu tuh banyak. Makanya
- Allah memerintahkan anak tuh bakti sama
- orang tua karena jasanya enggak bisa
- dibalas." Ini yang saya aja baru sekali
- aja sudah syukur, sudah kamu tuh
- berterima kasih. Mestinya orang tua itu
- yang harus lebih lagi dihormati.
- sekarang pulang ke rumah, enggak ada
- orang tua yang mengusir anaknya
- demikian. Ternyata benar ya, ibunya
- sudah nyari-nyari ke mana gitu kan. Lagi
- marah sesaat. Nah, itulah manusia perlu
- diingatkan oleh Allah agar mengingat
- bagaimana
- orang tuanya susah payah dalam mendidik,
- membesarkannya. Jangan lupakan itu.
- Kalau lupa apalagi sampai menyesali itu
- rasanya tidak syukur. Azab yang akan ada
- gitu ya. Maka doa inilah yang perlu kita
- terus ya doakan semoga Allah memberikan
- kita kemampuan untuk bersyukur,
- mensyukuri nikmat yang Allah berikan
- kepada kita dan kepada orang tua kita.
- Kemudian beramal saleh yang Allah ridai.
- Nah, jadi ee bagaimana kita menjadi
- generasi yang dibimbing Allah untuk
- mengenal nikmat Allah sehingga generasi
- kedua ini mampu memutuskan mata rantai
- ya. Kalau dia memiliki barangkali ee
- kenangan yang tidak baik dengan generasi
- pertama itu untuk model untuk generasi
- berikutnya, generasi ketiga. Jadi,
- anaknya nanti akan belajar bahwa dia
- sudah mendapatkan contoh bagaimana orang
- tuanya itu memberikan pelajaran yang
- terbaik untuk bersyukur ya, bagaimana
- nikmat yang mereka terima tuh berasal
- dari Allah dan melalui orang tuanya
- sehingga mereka mengikuti apa yang
- dilakukan oleh ee orang tuanya. Jadi
- mereka tentu
- anak-anak ini akan menjadi anak-anak
- yang riat itu generasi ketiga ya. Ya
- Allah perbaikilah ee keturunanku wa
- aslihli firiyati. Jadi kalau kita ee
- menjadi generasi ketiga ini ee didoakan
- oleh generasi kedua. Ya Allah
- perbaikilah anak-anakku ya. Karena dia
- sudah mampu ya untuk berusaha mensyukuri
- nikmat yang Allah berikan kepadanya.
- berbakti kepada kedua orang tuanya.
- Kemudian dia beramal saleh yang Allah
- ridai itu anak-anaknya itu menjadi
- anak-anak yang baik. Apalagi diiringi
- doa wa aslihli fi durriyati.
- Ada beberapa apa riwayat ya para ulama
- dulu tuh ya ulama kan kita tahu amalnya.
- Masyaallah orang tuanya tuh juga dia
- pasti bakti sama orang tua. Orang
- ulama-ulama dulu tuh kalau kita lihat
- kisah sejarahnya itu tuh bakti sama
- orang tua tuh luar biasa tuh ya. Nah,
- bisa jadi anaknya agak rada-rada kurang
- gitu ya, kurang-kurang berbakti. Kan
- kita kan anak hidayah ya. Nabi Nuh juga
- seorang nabi kan, tapi hidayah dari
- Allah ya. Jadi anaknya tidak beriman
- gitu ya. Nabi Luth ya, Nabi istrinya.
- Kalau Nabi apa ya? Nabi Nuh itu ya. Tapi
- itu hidayah Allah belum tentu. Misalnya
- setelah dididik dengan baik oleh orang
- tuanya semaksimal mungkin ya. Tapi ya
- hidayah kan di tangan Allah ya. anaknya
- belum mungkin saat itu belum belum ee
- menerima tapi kan terus doa makanya wa
- aslihli firiyati itu para ulama
- tu [tertawa]
- kalau melihat anaknya itu ya Allah
- perbaikilah keturunanku gitu ya
- insyaallah dengan doa ini nanti anak itu
- insyaallah akan Allah perbaiki ya jadi
- asliyati
- jadi anak ini nanti akan mengikuti
- melanjutkan warisan iman yang telah
- diajarkan oleh orang tuanya. Jadi,
- generasi yang ketiga ini nanti akan
- lahir dari keteladanan ibadah dan akhlak
- orang tuanya. Ya, walaupun nanti orang
- tuanya itu generasi kedua mungkin
- memiliki orang tua ya yang masih perlu
- diingatkan gitu ya. Jadi, inilah tiga
- generasi dalam satu doa ya. Mengakui
- nikmat yang Allah berikan kepada diri
- kita, kepada orang tua kita. kita
- memperbaiki diri ya, membangun ee apa
- namanya? Contoh yang baik ya, artinya
- mensyukuri nikmat yang telah Allah
- berikan. Jangan pernah mengeluh ya.
- Nanti kalau mengeluh nanti anaknya juga
- nanti ya
- tidak akan bersyukur ya. Anak itu kan ee
- generasi dari tiga e tiga generasi dalam
- satu doa.
- Ini bagus juga buat ibu-ibu ya.
- Barangkali lelah mungkin lihat orang
- anaknya, lihat ee perilakunya, lihat ee
- apapun ya, mungkin akhlaknya atau apanya
- yang keluar dari lisan kita itu hanya
- kalimat wa aslih li firiyati itu aja. Wa
- aslihli f Allahumma ya Allah aslihli
- firiyati perbaikilah keturunanku ya
- Allah. Terus insyaallah mudah-mudahan
- nanti Allah akan kabulkan ya dengan
- keinginan dan harapan kita. Begitu, Mbak
- Olin.
- Oh, Ustazah eh sebelumnya kami minta
- maaf untuk para pendengar pada kali ini.
- Agak deg-degan ya dengar ee siaran
- Ustazah karena kadang-kadang hilang
- kemudian ee muncul lagi. Iya. Tapi
- enggak apa-apa karena mungkin memang
- kendala sinyal. Alhamdulillah.
- Tapi jelas enggak, Mbak?
- Jelas itu saja tapi tiba-tiba langsung.
- Heeh. Jelas. Jelas. Kali ini jelas. Tapi
- ada ada masanya. Kemudian tiba-tiba dia
- seperti ada matriksnya sekitar 2 detik 3
- detik kami nantikan kemudian nanti akan
- kembali lagi. Enggak apa mudah-mudahan
- tetap semangat kita mengikuti kajian
- kali ini. Ikhwan dan akhwat kami
- persilakan untuk menyampaikan pertanyaan
- seputar doa tiga generasi ini yang
- meminta kepada Allah untuk ditunjukkan
- ee cara untuk tetap mensyukuri nikmatnya
- yang telah diberikan dan juga mendoakan
- ibu dan bapak. dan juga kita ee berdoa
- agar istikamah dalam perbuatan amal
- saleh dan anak-anak kita juga diberikan
- ee keistikamahan dalam beramal saleh. Di
- nomor seperti biasa WhatsApp-nya di
- 0811999720
- dan masih mati lampu Ustazah ya?
- Masih, Mbak, masih kayaknya kemarin juga
- lama juga nih.
- Masyaallah, masyaallah. Enggak apa-apa,
- Ustazah. Terima kasih masih bersedia
- untuk membersamai kami. Kami persilakan
- [musik]
- Ro Rasil juga Rasil TV untuk Islam yang
- satu. Kami hadir kembali di Fikih Wanita
- bersama Ustazah Helini Amran dan ee
- masuk langsung ke tanya dan jawab.
- Izinkan saya membacakan pertanyaan
- pertama. Em saya bacakan juga yang nyapa
- deh. Ini ada Ibu Retno yang bilang hadir
- menyimak fikih wanita melalui radio.
- Kemudian juga ada ini Bapak Haji Muslim
- Arif Simajuntak yang menyapa. Emm dan
- mendoakan semoga Ustazah hari ini
- diberikan kesehatan Ustazah. Amin ya
- rabbana. Ustazah ini dari hamba Allah
- bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah dan Mbak Karolin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah, apa yang harus dilakukan
- apabila saya memiliki orang tua yang
- terutama ini adalah ayah saya? Sulit
- sekali untuk diajak beribadah karena
- usianya sudah menginjak 80 tahun. Namun
- salatnya masih salat Jumat saja,
- Ustazah. Saya dibantu suami saya
- kadang-kadang ee sering membujuk ayah
- agar melaksanakan ibadah salat wajib.
- Enggak marah sih, Ustazah. Nanti nanti
- tapi enggak dilaksanakan, Ustazah. doa
- apa yang harus kami panjatkan untuk
- membuka hati ayah saya. Terima kasih
- Ustazah
- ya. Ee apalagi usia 80 ya, Mbak ya?
- Usianya sudah berapa? 80 ya Mbak.
- Sejak tahun e 80 tahun
- ya. Jadi memang ada beberapa riwayat ya
- kalau sudah usia 60 itu akan sulit ya
- untuk ee mendapatkan hidayah ya. Nah,
- sekarang sudah 80. Sekarang gini, kita
- sebagai anak terus berdoa, terus
- berusaha, terus tanpa bosan-bosannya.
- Terus ingatkan, minta kepada Allah agar
- orang tua kita diberikan hidayahnya, ee
- diberikan petunjuknya agar mau
- melaksanakan kewajibannya. Terus aja
- berdoa, ya. Doa apa? Pokoknya kalau
- memang ini ya bahasa Indonesia juga
- boleh ya. Ya Allah berikan hidayah untuk
- ayahku gitu ya. terus aja kalau di rumah
- misalnya ee kalau mau jadikan imam ya,
- Bapak jadi imam ya. Enggak apa-apa kita
- ini deh ngalah deh. Jadi kan biasanya
- orang tua tuh kan senangnya dihormati
- ya. Kalau jadi imam kan jadi senang
- banget kalau mau ya jadi imam. Nah,
- terus aja artinya jangan pernah putus
- asa dalam mengharapkan ee pertolongan
- Allah ya. Mudah-mudahan nanti didoakan
- agar mendapatkan husnul khatimah
- insyaallah ya. Apalagi kalau ada cucu,
- cucunya ngajak ya, "Kakek salat dulu
- yuk, Kakek jadi imam ya." Gitu ya. Ini
- kan hidayah dari Allah ya. Kita hanya
- berusaha ya, hanya semuanya kembali
- kepada Allah. Mudah-mudahan doa dari
- anak yang saleh, yang salihat
- mudah-mudahan Allah berikan ee
- kelapangan ya, Allah berikan kemudahan
- ya untuk ee ya kan hidayah. Pokoknya
- husnuzon aja sama Allah. Husnuz sama
- Allah. Mudah-mudahan nanti ee orang tua
- mau ya. ee mendapatkan ee hidayah.
- Apalagi sudah Jumat itu udah udah mau
- aja sudah alhamdulillah tuh ya daripada
- enggak Jumat masih syukur juga itu ya.
- Ya, artinya masih
- mau alhamdulillah nanti barulah terus
- pokoknya diingatkan terus y ya ini satu.
- Yang kedua ee perdengarkan. Jadi
- ceritanya kita lagi dengar kajian nih ee
- di YouTube ya ee yang tentang salat ya.
- Jadi kencengin aja. Jadi kita dengerin
- nanti ayah dengerin biar biar ayahnya
- mendengar bagaimana wajibnya salat itu
- ya. Tuh nanti terus aja tuh ee kayak
- kalau kayak obat itu ya tiga sehari tiga
- kali gitu ya. Pagi dengarin ceramah
- siang malam siapa tahu ya dengan ee
- kayak begitu media seperti itu
- mudah-mudahan Allah berikan hidayah
- terus aja berusaha jangan pernah bosan
- ya insyaallah.
- Alhamdulillah mudah-mudahan sudah
- terjawab ya hamba Allah. Baik, saya akan
- beralih ke pertanyaan berikutnya. Ini
- dari
- sebentar
- Bapak Tarigan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah, saya tidak mengetahui siapa
- orang tua saya. Kebetulan kebetulan saya
- dibesarkan oleh orang tua angkat yang
- katanya saya diadopsi
- dari ee rumah yatim piato. Pertanyaan
- saya, Ustazah, apabila saya mendoakan
- kedua orang tua yang belum pernah saya
- temui dan sebenarnya ada rasa sakit hati
- karena saya tidak tahu alasan mereka
- menitipkan saya. Bahkan mereka tidak
- mencari saya sampai usia saya sudah
- setua ini. Apakah ada faedahnya saya
- mendoakan mereka, Ustazah? Masyaallah.
- Terima kasih sebelumnya atas jawabannya,
- Ustazah.
- Ya, jadi ee doakan, doakan teruslah.
- Artinya kan orang tua kita ada kita di
- dunia kan karena orang tua kita. Paling
- tidak begini, ketika kita mendoakan
- orang lain itu malaikat mengatakan
- walaka biml. kamu juga dapat seperti
- itu. Jadi, paling tidak kita juga
- didoakan oleh malaikat agar anak-anak
- kita juga nanti berbakti kepada kita. Ya
- kan? Ini Bapak ya kan sudah punya
- keluarga, sudah punya ee keturunan. Jadi
- ketika kita mendoakan kebaikan untuk
- orang tua kita walaupun kita tidak tahu
- siapa dia itu mudah-mudahan anak kita
- pun menunjukkan baktinya kepada kita.
- Nah, adapun orang tua kenapa sampai di
- tidak dididik tidak itu tuh ee serahkan
- aja sama Allah ya. Karena kan kita
- enggak tahu latar belakangnya apa. Yang
- penting husnuzan aja. Husnuzzan kepada
- Allah bahwa ee kan enggak tahu karena
- enggak tahu bisa jadi karena mungkin
- kurang biaya atau apa. Kita enggak usah
- ber inilah ya. Ee ini bagian dari takdir
- dan kita rida dengan takdir ya. Dan
- bersyukur alhamdulillah dengan takdir
- ini ee ini Bapak ya, Mbak ya.
- Ee Bapak itu mengenal Islam dengan cara
- begini Allah berikan hidayah. Ya bisa
- jadi nanti kalau orang tua komplit malah
- bukan bukan malah dekat dengan Islam,
- malah jauh dari Islam, enggak kenal
- agama, enggak kenal kebaikan. Kan kita
- enggak tahu, pasti ada hikmahnya.
- Seperti dalam ee surat Al-Kahfi yang
- kita baca kan. Kenapa misalnya Nabi
- Khidir itu membunuh anak masih kecil ya
- yang diprotes oleh Nabi Musa ya ee
- karena memang ee anak itu nanti kalau
- dewasa akan tidak akan baik maka ya di
- dari kecil ini dibunuh ya jadi sobron
- alamanid itu jadi ee sabar gitu ya
- terhadap segala sesuatu yang kita tidak
- tahu apa hikmah di baliknya. Nah, jadi
- kita berbaik sangka kepada Allah dengan
- Bapak seperti ini. Alhamdulillah itu
- Allah masih jaga, Allah berikan hidayah
- ber apa punya lingkungan yang baik-baik,
- mengenal Islam. Ya kan kita enggak tahu
- kalau misalnya punya orang tua komplit
- ya ternyata bukannya baik malah menjadi
- yang tidak karu-karuan barangkali ya.
- Jadi mungkin ini hikmah yang bisa kita
- ambil berbaik sangka aja sama Allah ya.
- Jadi apapun yang orang tua tu lakukan ya
- semoga Allah mengampuni dosanya. Allah
- ee kita kan enggak tahu sebabnya apa
- serahkan pada Allah tapi tetaplah berdoa
- sebagaimana yang diajarkan oleh Allah
- dalam Al-Qur'an. Wbirham
- waabbirhamhumaan
- itu kan eh sayangi mereka sebagaimana
- menyayangiku ya waktu kecil. Aku waktu
- kecil aku tidak disayangi. Ya
- mudah-mudahan yang memperhatikan kita
- juga dapat bagian dari doa ya. Doa yang
- menjadi ibu asuh, orang tua asuh kita
- ya. Walaupun bukan anak kandung,
- insyaallah juga kebagian pahalanya dari
- apa yang telah mereka lakukan kepada
- kita. Jadi intinya tetap doa karena
- memang doa itu memang diajarkan oleh
- Allah dan mudah-mudahan
- Allah berikan limpahan karunia yang
- sangat banyak dari ujian cobaan ini.
- Jadi jangan pernah sesali nasib diri
- kita. Kenapa aku begini? Kenapa orang
- tua membuangku ke panti asuhan? Kenapa
- orang tua enggak bertanggungja? Itu
- enggak itu urusan Allah. Ini sudah
- takdir bagi kita. sudah Allah tetapkan,
- Allah maha tahu dengan apa yang
- dikehendakinya. Insyaallah takdir Allah
- itulah yang terbaik. Ya, jadi itu ya
- Bapakbapak ya. Mudah-mudahan generasi
- berikutnya menjadi generasi yang paling
- baik insyaallah dari seorang anak yang
- beriman kepada takdir Allah insyaallah.
- Baik, ee nampaknya memicu pertanyaan
- lain lagi yang masuk dan hampir serupa
- saya akan bacakan dari Riri di Bogor
- ini, Ustazah. Asalamualaikum, Ustazah.
- Bagaimana jika ada Waalaikumsalam
- warahmat wabarakatuh. Masyaallah, jadi
- lupa. Bagaimana jika ada seorang anak
- yang diberikan dan diasuh kepada orang
- lain sejak kecil oleh orang tuanya?
- Sedangkan anak itu tidak tahu apa
- permasalahannya. Sampai dia usia remaja
- dan ibunya entah di mana, ayah pun sudah
- menikah dan punya keluarga baru.
- Bagaimana dia harus ambil sikap,
- Ustazah? Karena bagaimanapun anak harus
- berbakti kan ya, Ustazah kepada orang
- tua. Sedangkan dari kecil tidak diasuh
- kedua orang tuanya.
- Iya. Ee ini memang takdir ya. Ee apapun
- yang terjadi pada diri kita ini adalah
- kehendak Allah ya. Takdir yang terbaik
- insyaallah. Nah, dengan orang tua yang
- seperti ini ee Allah maha tahu ya.
- Intinya gini, doa kepada orang tua itu
- memang ee sudah dicontohkan ya. Jadi
- sebagaimana mereka mendidikku ya. Jadi
- sekarang aku enggak dididik, aku
- diserahkan kepada orang. Doakanlah orang
- yang mendidik kita. Jadi kewajiban kita
- sebagai anak doa mendoakan. Nah, kan
- kita harus berbakti kepada orang tua.
- Kalau orang tuanya enggak tahu di mana,
- ya kita berbakti kepada orang yang
- mendidik kita, yang membesarkan kita,
- yang mengasuh kita, ya untuk membalas
- budinya. Dalam Islam itu kan kita ee
- sebagai bentuk rasa syukur itu dengan
- membalas kebaikan-kebaikan apapun ee
- sekecil apapun Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam itu mengajarkan kita
- untuk tahu syukur, tahu terima kasih
- sekecil apapun kebaikan orang tersebut.
- ya. Jadi ee apalagi sangat besar ya,
- apalagi mengganti peran orang tua. Jadi
- bakti kita sekarang ini adalah kepada
- orang yang sangat baik ee yang telah
- mengasuh kita sejak kecil ini. Itu bakti
- kita ya. Artinya gimana? Artinya ee
- untuk orang tua yang tidak kita ketahui
- ya kalau memang tidak bisa dicari ya
- semoga Allah melindungi ya. orang tua ee
- ayah yang sudah punya keluarga ya sudah
- ya artinya ee dengan keluarganya. Nah,
- kita kalau memang nanti suatu saat
- memang membutuhkan perhatian ee
- pelayanan ya apa kalau sudah tua gitu ya
- kalau memang kita menginginkan atau
- mengharapkan pahala yang berlipat ya
- kalau ketika kita mampu untuk merawatnya
- kenapa tidak gitu ya. Nah, jadi ee
- memaafkan itu memang penting ya. Artinya
- jangan udahlah masa lalulah arti memang
- sudah takdir yang Allah tetapkan kepada
- kita ya punya orang tua enggak jelas di
- mana. Kemudian ee ayah udah kita hidup
- kita bukan ke belakang, hidup kita ke
- depan. Perjalanan hidup kita masih
- panjang. Jadi intinya adalah bagaimana
- kitanya, akunya kan di sini kan tadi doa
- tiga generasi. Yang penting sekarang ini
- adalah generasi aku dan di bawahku.
- Sementara orang tuaku gimana? Ya sudah
- kita e mendoakannya. berdoa. Mendoakan
- tuh sudah termasuk bagian dari bakti.
- Mendoakan ampunan ee mendoakan dimaafkan
- semua kesalahannya kepada Allah itu
- sudah bagian bakti. Walaupun kita enggak
- tahu orang tua kita, kita doakan terus.
- Itu bakti loh. Nah, sekarang bagaimana
- aku atau kita generasi kedua ini dengan
- generasi berikutnya di bawah. Jangan
- sampai apa yang kita alami ini akan
- dirasakan oleh anak-anak kita. putuskan
- mata rantainya dan ee kita mulai
- mengajarkan keturunan kita, anak-anak
- kita untuk bisa bersyukur. Karena kalau
- orang tua masih ungkit-ungkit masa
- lalunya kepada anaknya itu nanti anaknya
- akan terwarisi juga ee mungkit-ungkit
- masa lalu. Kan anak itu melihat apa yang
- dia dia hadapi sekarang apa yang dia
- dengar. Nah, kalau dia dengar cerita
- orang tuanya bagaimana dia menyesali
- dirinya hidupnya. Dulu hidup mama malang
- sekali enggak punya orang tua orang tua
- ya. Pokoknya hal-hal yang sedih yang
- seakan-akan itu menyesali takdirnya.
- Nanti anak juga akan melihat, "Oh,
- ternyata ibunya ternyata juga dia ada
- perlakuan seperti itu." Kan
- kadang-kadang ada orang tua yang memang
- ee tidak update ya ilmunya. Akhirnya dia
- mengalami pola asuh yang kecewa dan luka
- batin itu terwariskan ke anaknya. Jadi
- itu enggak akan selesai masalahnya. Mata
- rantai ini harus diputus dan memutuskan
- mata rantai itu dengan doa ini, dengan
- menyadari, memahami hakikat doa ini.
- Udahlah arti itu masa lalu ya, takdir
- yang Allah berikan pasti takdir yang
- Allah tetapkan kepada kita itulah takdir
- yang terbaik. Allah maha tahu apa yang
- akan menjadi yang yang baik untuk kita
- insyaallah karena perjalanan hidup kita
- masih panjang, tujuan kita itu adalah
- surga. Makanya para ulama tuh kalau
- mendapatkan ujian-ujian itu ee selalu
- doa ya eh hadal ayam ya hadil ayyam
- sayamdi ya maidul jannah. Hari-hari ini
- akan berlalu ya dan kita dijanjikan
- surga ya hari-hari akan hari-hari
- berlalu dah masa lalu enggak usah itu
- itu udah udah lewatlah hidup kita tuh ke
- depan ya kan janjinya Allah janjikan
- kita surga. Nah itu ya. Jadi bakti
- dengan berdoa itu juga adalah bagian
- dari bakti ya. Kalau memang kan enggak
- mungkin pula kita mencari orang tua,
- paksain kemudian maksain hidup ee
- bersama lagi dengan ayah kita kan enggak
- mungkin juga sudah takdir jalan hidup
- sudah masing-masing ya. Artinya kita
- bersyukur ya ee bahwa kita sekarang ini
- sudah jadi dewasa ini karena Allah itu
- menjaga kita melalui orang tua ya tanda
- kutip orang tua angkat yang telah
- membesarkan kita itu patut disyukuri.
- Jadi sekarang apalagi bagi ee anak-anak
- yang enggak tahu lagi orang tuanya kan
- banyak tuh ya anak yang mungkin
- disia-siakan, ditinggalkan di rumah
- sakit atau dibuang gitu. itu itu kalau
- memahami nilai-nilai keislaman dan
- keimanan itu itu dia akan bisa bangkit,
- dia akan ee mudah-mudahan ya dia bisa ee
- menjadikan masa lalu itu sebagai
- pelajaran untuknya. Karena hidup itu kan
- untuk masa depan, bukan masa lalu. Masa
- lalu itu kan sudah berakhir ya. Dia akan
- menjadi yang lebih baik. Dia akan ee
- menjadikan
- anak-anaknya itu menjadi ee tidak
- seperti dia gitu ya, Mbak ya. Jadi orang
- tua yang tanda kutip ya menyia-nyiakan
- anak ya kalau doa doakan saja
- sebagaimana doa yang diajarkan rbfirli
- wali walidaiya itu ya warhamhuma itu ya
- kamarbayaniironya tuh enggak dirasakan
- gitu ya tapi itu doakanlah karena kamar
- rabbayaniiro sebagaimana mereka mendidik
- waktu aku kecil paling tidak dalam rahim
- aja 9 bulan 10 hari tuh ee orang tua
- kita, ibu kita udah membawa kita tuh
- sudah lumayan cukup lama itu ya dengan
- segala kesulitannya ya walaupun nanti
- lahirnya di dijaga atau dipelihara oleh
- orang lain tapi dengan 9 bulan 10 hari
- itu su hal yang tidak bisa diabaikan itu
- adalah bentuk kebaikan ya itu yang kita
- juga perlu ee mensyukurinya ya artinya
- sudah walaupun hanya dalam kandungan ya
- makanya ketika kita bersyukur Allah akan
- tambahkan nikmat kita ya mudah-mudahan
- kita semua menjadi orang yang bersyukur
- insyaallah Ah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Amin ya Allah. Amin ya. Amin ya Allah.
- Iya. Ee kalau dalam ayat ini dalam ayat
- ee kalau dalam ayat e alahqaf ini kan
- rbi an itu ya itu kan panjang ya detail
- ya
- eh apa namanya kalau yang ayat ini kan
- kalau yang itu pendek juga ya sama
- sampai
- kemudian eh
- ya itu eh
- apa Mbak ininya Mbak
- yang surah Allaqaf
- surat ini kan Alaqaf 15 tadi surat
- Annaml kan
- Iya Anaml ayat 19
- sur Heeh surat Annaml itu
- keduanya mengajarkan tentang hal yang
- seru, Pak Ustazah. Agak ping
- iya, cuman ujungnya ujungnya itu beda.
- Heeh.
- Kalau ujungnya itu beda ya. Kalau surat
- ee ya minal muslimin ya ujung ujungnya
- saya jadi ini ya.
- Heeh.
- Heeh. Kalau jadi ini jadi hilang ya ee
- apaar [tertawa]
- ya. Alqok lumayan panjang juga ustaz ya.
- Wawas.
- Iya panjang. Kalau anamalnya kan anamal
- ayat berapa tadi? Anamal ay
- anamal ayat 19.
- 13 19 ya. Kalau anam 19 itu kan ee
- sampai cuman dikit ya
- ya kan ini kan jadi wailni masukkanlah
- aku ke dalam rahmatmu eh fi ibadihin
- ya jadi masukkan aku dengan rahmatmu ke
- dalam golongan hamba-hamba yang saleh.
- Nah, kalau ini kan ee ditambah ini ee wa
- aslihli firiyati ini ada zuriahnya di
- sini ee minta perbaikan anak-anak kita.
- Kalau di ayat di surat An-Namal itu
- enggak ada anak-anak di situ. Nah,
- bedanya apa? Kalau ini ayat ini memang
- sebenarnya ini doa yang diucapkan oleh
- Nabi Sulaiman.
- Nabi Sulaiman itu adalah ee figur yang
- luar biasa ya. Nabi pemimpin, raja,
- kekuasaannya luas ya. bahkan pasukannya,
- prajuritnya tuh dari manusia sampai jin.
- Pokoknya kekuasaannya tuh luar biasa
- deh. Pokoknya itu ujian kenikmatan yang
- Allah berikan. Bukan ujian musibah,
- kenikmatan. Karena ee rasa syukur itu
- sebenarnya yang paling berat dilakukan
- tuh kalau Allah berikan kita nikmat
- kehidupan dunia ini. Kenikmatan kalau
- misalnya ee ujian ee bersabar itu ya
- kalau musibah bersabar sepertinya semua
- orang bisa hampir bisalah ya. Tapi yang
- sulit itu adalah bagaimana bersyukur
- ketika ee memiliki semua semua apapun.
- Nah, ini doa Nabi Sulaiman. Nah, ayat
- ini yang Al-Ahqaf 15 ini
- ada unsur ee keturunan. Karena ayat ini
- diawali dengan wawinal insana biwalidai.
- Kami wasiatkan
- kepada ee manusia ya untuk berbuat baik,
- berbakti kepada orang tua. Nah, kalau di
- ayat 19 ini kan yang terkait dengan Nabi
- Sulaiman yang ketika dia itu
- mendengarkan percakapan eh semut yaq.
- Jadi itu semut ya. Jadi tidak terkait
- dengan zuriah dengan keturunan. Jadi
- membedakan jadi ini doa ini lebih lebih
- ee syamil mutakamil lebih luas ya. Ya.
- Jadi lebih ee apa namanya? Mencakup ya.
- Doa tadi juga enggak apa-apa. Waadil itu
- enggak apa-apa. Masukkan aku ke dalam
- hamba-hambmu yang saleh. Kalau ini aku
- bertobat kepadamu dan aku ee seorang
- muslim. Jadi pengakuan tobat. Jadi
- kenapa diakhiri dengan tobat? Ya,
- setelah ee perbaikilah keturunanku.
- Kemudian ini tubtu ilaika, aku tobat
- kepadamu. Karena bisa jadi ada
- kekeliruan ee dalam sikap kepada orang
- tua atau mungkin ada kekeliruan ketika
- salah dalam mendidik anak gitu ya dalam
- kehidupan sehari-hari. Maka tobat aku
- tobat padamu ya Allah dan ee masukkan
- aku atau kumpulkan aku bersama dengan
- orang dan aku tuh seorang muslim ya. Aku
- seorang muslim aku berserah diri. Nah,
- jadi ini perbedaannya seperti itu ya.
- Jadi untuk doa yang sudah usia 40 di
- sini nih. Kalau yang tadi kan enggak
- disebut usia 40 ya gitu. Jadi sama sih
- doa Nabi Sulaiman juga.
- Baik, saya beralih ke pertanyaan
- berikutnya Ustazah ya. Ini dari Ibu
- Mariah. Mariah. Ibu Mariah nih kayaknya
- pertanyaannya selalu galau. Ternyata
- juga masih galau. Bertanya lagi sama
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalamums warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin
- bertanya, Ustazah. Surat apa yang harus
- dibaca kalau hati lagi sakit banget?
- Gitu katanya Ustazah.
- Surat apa yang dibaca kalau hati sakit?
- Sakitnya karena apa, Bu? [tertawa]
- Enggak dijabarkan nih, Ibu Maria. Sakit
- hati katanya, Ustazah. Ya, sebenarnya
- sih kalau ee kekhususan yang dari
- Rasulullah sampaikan kepada umatnya,
- bacalah ayat ini, surat ini. Karena
- waktu ini itu tuh memang enggak ada ya
- pengkhususan ya.
- Ee khususiat itu secara khusus. Tapi
- sebenarnya dengan membaca Al-Qur'an itu
- sendiri itu hati akan tentram.
- Mengingat Allah itu hati akan tentram.
- Yang penting kita paham maknanya ya.
- Kalau misalnya ee kita baca Quran
- tujuannya untuk ketenangan hati juga
- boleh. Karena beberapa pandangan ya di
- antaranya Syekh Salabi itu menyebutkan
- ya dalam membaca Al-Qur'an itu bisa
- niatnya sampai 40 niat tuh. Jadi kita
- baca Quran juga pakai niat kan. Innamal
- a'malu bin niat. Semua amal kita kan
- tergantung niatnya. Ketika kita
- meniatkan baca Al-Qur'an ini misalnya
- untuk ee tentu mendapatkan pahala rida
- Allah tuh pasti ya. rida cinta Allah itu
- pastilah gitu karena Allah ya. Tapi ada
- juga niat misalnya, "Ya Allah tenangkan
- hatiku." Makanya dalam doa kan ada ee
- apa namanya ee apa yang antaja
- alquranqbi
- itu kan ya Allah jadikan Al-Qur'an itu
- ee cahaya hatiku, pelipur laraku,
- penghilang sedihku. Nah, itu kan berarti
- kita untuk membaca Al-Qur'an tuh niatkan
- itu insyaallah Allah akan hilangkan rasa
- gelisah, galau kita. Intinya ala
- bidikrillahiul qulub. Ketika kita hanya
- ingat Allah ya mengingat Allah itu ya
- banyak ya dengan ibadah baca Quran,
- salat dan segala macam berzikir itu
- ingat Allah insyaallah hati kita akan
- tentram. Jadi intinya gini ee ini kan
- pemahaman ya fokus bahwa kita mau nyari
- apa sih di dunia ini? Apa sih yang
- membuat kita kecewa? Apakah
- manusia-manusia itu mampu membuatkan
- kita putus asa? Nah, jadi yang di sini
- yang perlu kita usahakan ya, ini kan
- perlu usaha ya. Yang kita cari di dunia
- ini adalah ridanya Allah. Yang kita
- ingin cari di dunia ini adalah cintanya
- Allah. Kita mau cari cinta siapa? Pasti
- kecewa. Ketika kita cinta kepada
- misalnya suami full all out, cintanya
- tuh 100% ya. Tidak menyisakan cinta
- untuk siapapun. Nanti kalau dikecewakan
- suami kita jadi kecewa, jadi sedih, jadi
- galau. Maka ketika kita letakkan cinta
- kita kepada Allah, insyaallah
- ujian-ujian yang ada itu akan berhasil
- kita kita jalani. Makanya kan Allah juga
- marah kan kalau kita mencintai Allah tuh
- di nomor sekian ya. Apa misalnya dalam
- ee apa namanya dalam surat Albaqarah itu
- ya bahwa orang beriman tuh asyadu hubban
- lillah. Orang beriman tuh sangat syat.
- Asyad itu sangat kuat, dahsyat.
- Kuat cintanya kepada lebih kuat. Nah,
- jadi insyaallah ee kita mulai melatih
- diri kita berusaha ya untuk mulai
- mencari cara agar hanya Allahlah
- satu-satunya yang tempat kita cari
- cintanya,
- kita gapai ridanya, tujuan hidup hanya
- untuknya. kita usahakan itu. Jadi ketika
- kita sedih dengan anak-anak, dengan
- orang tua, dengan pasangan hidup itu
- nanti akan ya Allah akan hibur diri kita
- insyaallah ya. Seperti itu, Mbak.
- Baik, nampaknya ini menjadi pertanyaan
- penutup ee perjumpaan dan kajian kita
- pada hari ini. Mohon kiranya ee
- kesimpulan Ustazah.
- Iya. Pendengar yang dirahmati Allah
- bahwa dengan berdoa yang diajarkan Allah
- dalam Alquran ya.
- Maka Allah mengajarkan kepada kita bahwa
- yang pertama dan utama adalah melatih
- rasa syukur kepada Allah. bahwa syukur
- itu tidak akan bisa kalau tidak dengan
- pertolongan Allah. Maka kita memohon
- taufik agar mampu bersyukur. Bersyukur
- sebagai pondasi kehidupan kita. Bahwa
- syukur atas nikmat yang telah Allah
- berikan kepada kita dan kepada orang tua
- kita. Bahwa syukur ini merupakan ee
- tidak hanya sekedar kemampuan ya, tapi
- juga ee taufik dari Allah. Semoga Allah
- mampu memampukan kita, mengilhamkan
- kita, menunjukkan kita, memaksakan hati
- kita untuk selalu bersyukur atas nikmat
- yang telah diberikan kepadanya.
- Mudah-mudahan kita mampu berbakti kepada
- orang tua kita dengan mensyukuri apa
- yang telah diberikan orang tua kepada
- kita sehingga kita mampu untuk mendidik
- anak kita dengan doa-doa yang kita
- selalu ucapkan. Allahumma aslihli
- firiyati. Mudah-mudahan kita mampu
- beramal saleh yang Allah ridai dan kita
- memiliki anak cucu keturunan yang
- berbakti kepada kita. Kita bertaubat
- atas semua dosa dan kesalahan kita. Dan
- kita bagian dari orang-orang yang Islam,
- yang muslim, yang menyerahkan diri hanya
- kepada Allah. Wallahuam bawab.
- Astagfirullahai wakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Ikhwan dan akhwat, telah kita ikuti
- secara keseluruhan kajian dari Ustazah
- Herlini Amran dan kami berterima kasih
- untuk para penanya yang sudah
- menyampaikan pertanyaannya lewat
- WhatsApp rasil dan alhamdulillah
- terjawab semua oleh Ustazah. Terima
- kasih juga Ustazah dan kita doakan
- mudah-mudahan Ustazah dan keluarga
- diberikan kesehatan dan keberkahan
- hidupnya dan em segera dinyalakan
- lampunya karena kasihan Ustazah
- nampaknya kepanasan.
- Subhanallah. Mudah-mudahan ee lekas ee
- diberikan kenyamanan. Baik dan kami yang
- bertugas pada hari ini saya Caroline
- juga ada Ondi dan Algi. Kami mohon maaf
- atas ketidaknyamanan. Mungkin di kajian
- kali ini ada on dan off semua di luar
- teknis. Ee mudah-mudahan tidak
- mengurangi kekhusyukan kami. Kami tutup
- dengan doa kafaratul majelis. Subhanaka
- Allahumma wabihamdika asadu anta
- astagfiruka
- wabillahi walah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.