Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:41 [musik] 0:44 Brail [musik] TV 0:55 [musik] 1:18 Bismillahirrahmanirrahim. 1:19 Asalamualaikum warahmatullahi 1:21 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 1:23 Muhammad ali Muhammad. Alhamdulillah 1:25 kita berjumpa lagi hari ini, hari Rabu 1:28 tanggal 29 Zulhijah 1441 Hijriah atau 1:32 tanggal 19 Agustus 2020. Seperti biasa, 1:36 Radio Silaturahim dan Rasil TV melalui 1:38 YouTube kembali mengarkan acara tamu 1:40 kita. Tamu yang kita hadirkan ini luar 1:42 biasa. Siapkan saja pulpen nama kertas 1:44 ya. Dan untuk Anda yang lagi 1:46 pusing-pusing karena COVID-19, rezeki 1:48 sepertinya enggak berkurang, ekonomi 1:50 terganggu, dengarin acara ini deh. 1:53 Bagaimana ee Allah dengan mudah ee akan 1:56 membagi rezeki kepada kita. 1:59 Beliau lahirnya di Bogor 2:03 tanggal 2:05 16 April tahun 75. Isinnya di Ceherang 2:09 3. Kemudian SMP-nya di SMP 2 Bogor, 2:13 SMA-nya di SMA 5 Bogor, kemudian kuliah 2:16 di IPB S1, S2 diambil di sana. 2:20 Ee kemudian beliau juga sering mendapat 2:22 penghargaan 2:24 ee dari Republika ya ee penghargaan apa 2:28 waktu itu ya? Penghargaan 2:30 Satya Lancana Wirakarya dari Presiden 2:33 Susilo Bambang Yudiono tahun 2007. 2:37 Kemudian tokoh perubahan Republika tahun 2:40 2003 2013. Kemudian Agrah peduli 2:43 pendidikan dari Mendikbud tahun 2014. 2:48 Penggagas kampung matematika 2:50 yang diresmikan oleh Mendikbud tanggal 2:53 11 April 2015. Saat ini sedang 2:56 mengembangkan kampung pendidikan 2:58 seikhlasnya. Mereka juga ee Pak ini juga 3:01 punya warung bayar seikhlasnya. Punya 3:03 restoran bayar seikhlasnya. Beliau 3:06 menyelenggarakan International 3:07 Mathematics and Science Olympic tahun 3:10 2016. Pokoknya dia membuat kursus 3:13 pendidikan yang bayarnya itu 3:14 seikhlasnya. 3:16 Tapi para anak didiknya berkiprah di 3:19 dunia internasional. 3:21 Kami tidak bisa bacakan satu persatu 3:23 prestasinya karena banyak sekali nih 3:25 kalau ditulis di buku ada berapa 3:27 halaman? Tiga halaman. Beliau juga 3:29 banyak menulis buku dan buku yang 3:31 terbaru adalah karakter Supraasional. 3:33 menjadi pemenang di masa krisis. Anda 3:36 tentu masih ingat namanya karena sudah 3:37 beberapa kali di Rasil ya. Namanya Bapak 3:40 Ridwan Hasan Saputra. Asalamualaikum 3:43 Kang Ridwan. 3:44 Waalaikumsalam warahmatullahi [tertawa] 3:45 wabarakatuh Pak Krisna. 3:46 Sudah lama juga kita enggak ketemu ya. 3:49 Tapi teman-teman dan juga 3:51 keluarga di IMC masih teringat-ingat 3:54 dengan 3:55 apa pemikiran-pemikiran Pak Ridwan ya. 3:58 Pak Ridwan ini orang banyak pusing nih. 4:02 Iya. dengan adanya COVID ada yang kena 4:03 PHK ada yang tadinya 4:07 tokonya lari sekarang enggak restorannya 4:09 tiba-tiba ambruk semua pada pusing. 4:12 Iya 4:13 dalam hal mencari rezeki. Apa yang bisa 4:15 [berdehem] diatasi dengan apa karakter 4:17 supraasional 4:19 menjadi pemenang di masa krisis? 4:21 Terusang Pak Krisna awalnya pun saya 4:23 juga pusing [tertawa] ya. Saya tuh punya 4:27 murid les ya di Bogor nih 1000an lebih 4:30 lah 4:31 ya. 4:32 Terus bayarannya seikhlasnya gara-gara 4:34 COVID itu enggak ada yang les jadi murid 4:36 langsung nol muridnya tuh. 4:38 Nol. Artinya pemasukan juga tidak ada. 4:40 Pemasukan juga tidak ada 4:41 karena bayar seikhlasnya itu 4:42 bayar seikhlasnya tiap datang. Jadi 4:43 ketika enggak datang enggak ada 4:45 pemasukan. 4:46 Saya juga pusing. [tertawa] 4:48 Sampai berapa lama pusingnya? 4:50 Nah, tapi tidak lama pusingnya. Karena 4:53 saya alhamdulillah 4:54 itu kan Maret tuh mulainya tuh 4:55 iya saya menguasai ilmu suprarasional 4:58 gitu. 4:59 Jadi saya langsung praktikkan ilmu itu. 5:02 Jadi begini filosofisnya itu. Jadi kalau 5:05 kita misalkan kurang rezeki ya kurang 5:08 rezeki gara-gara misalkan kita di PHK 5:10 atau gara-gara COVID ini bisnisnya tidak 5:13 lancar lah. 5:13 He 5:14 itu filosofisnya rezeki kita tuh 5:16 wadahnya mengecil Pak secara gaib ini. 5:18 Oh wadahnya mengecil. 5:19 Wadahnya mengecil. Jadi kalau misalkan 5:21 wadahnya mengecil sehingga nikmat dari 5:25 Allah tuh tertampungnya sedikit. 5:26 Oh. Sekarang bagaimana supaya wajah 5:29 wadahnya tuh menjadi besar? 5:30 Nah, ini ini caranya begini. Ini harus 5:33 dipahami dulu. Ini konsepnya cara 5:35 berpikir suprarasional. Jadi kalau cara 5:37 berpikir superasional tuh pakai hati 5:40 nih. Jadi pakai hati itu istilahnya tuh 5:43 jangan cuman pakai akal saja. 5:45 H. Jadi dalam cara berpikir 5:47 superasional, wadah rezeki manusia itu 5:50 berbentuk tiga dimensi. 5:52 Ada sumbu X, sumbu Y, sama sumbu Z. Nih, 5:55 karena saya orang matematik nih, jadi 5:56 [tertawa] 5:57 pakai istilah matematik. Jadi, ya 5:58 pakai istilah matematik. Nah, sumbu X 6:00 ini saya menyebutnya itu istilahnya 6:04 faktor-faktor yang kita harus besarkan. 6:06 Hm. 6:06 Saya mulai dari sumbu Y dulu deh. 6:08 Sumbu Y. 6:09 Sumbu Y itu sebenarnya awalnya nih ada 6:12 tiga antena manusia. Pertama, X itu 6:15 panca indra, Y itu hati, Z itu akal. 6:19 Hm. 6:20 Nah, kalau dihubungkan dengan ilmu 6:23 suprarasional, kita fokus dulu Y. Y itu 6:26 sumbu beriman 6:27 hubungannya dengan hati. 6:29 X itu sumbu amal saleh. 6:31 Hm. 6:32 Hubungannya dengan fisik, panca indra. 6:35 Terus Z itu sumbu akal. Hubungannya 6:39 dengan saling nasihat dan 6:41 dalam kebaik kebenaran ya. dan saling 6:44 menasir dalam kesabaran. 6:46 Nah, terus terang wadah rezeki itu tuh 6:49 yang kita kurang itu dibesarkan. Makanya 6:52 ketika masa krisis yang kita lakukan 6:54 adalah Y imannya ditambah, berimannya 6:57 ditambah. Misalkan rajin puasa jadi 7:01 rajin salat berjamaah, salat tahajud, 7:03 sedekah dan lain-lain. 7:04 Terus amal saleh. Nah, amal saleh juga 7:05 di sini sedekah, bantu orang, tetangga, 7:07 dan lain-lain. Nah, ini berikutnya akal. 7:11 Saling menasehati. Itu yang harus kita 7:13 lakukan. He. 7:14 Nah, makanya sekarang ketika nih ketika 7:17 sedang susah begini, Pak, perbanyak 7:19 puasa, 7:20 H. 7:21 Perbanyak sedekah dan fokusnya ke anak 7:23 yatim sama fakir miskin. 7:25 Heeh. 7:26 Dan saya fokusnya anak yatimnya, mohon 7:28 maaf, yang dibina oleh orang ibadahnya 7:30 rajin. 7:31 Hm. 7:31 Saya rada malas kalau ngasih anak yatim 7:33 salat enggak misalkan ini enggak malas 7:35 tu. 7:35 Oh, ada yang seperti ini juga ya? 7:36 Ada juga yang tidak dibina. Jadi kita 7:38 kirimkan ke panti asuhan yatim yang 7:40 anaknya disuruh ngaji, salat ibadah. 7:43 Karena gini, kita ingin memberikan 7:45 sesuatu itu kepada orang-orang yang tahu 7:47 bersyukur kepada Allah, Pak. 7:49 H 7:49 biar nanti rezekinya ditambah, rezeki 7:51 kita juga ditambah. 7:52 Hm. 7:53 Itu seharusnya dilakukan di masa krisis. 7:55 Nanti balasan Allah ada yang tak terduga 7:57 nanti, Pak. Itu caranya. 7:59 Masyaallah. 8:01 Terus em apa yang dimaksud dengan tiga 8:03 antena manusia, Kak? Manusia tuh punya 8:06 antena ya? Tiga antena manusia itu apa 8:08 tuh? 8:08 Nah, gini. Jadi, jadi tiga antena 8:10 manusia itu sebenarnya yang paling 8:12 berpengaruh penting dalam kehidupan 8:13 manusia. Saya menyebutnya ada panca 8:16 indra, 8:16 he 8:17 akal, sama hati. Nih yang jadi masalah 8:20 tuh di negeri kita, Pak, yang diaktifkan 8:23 tuh panca indra, fisik, sama akal saja. 8:26 Hm. 8:27 Hati kurang. Makanya negeri kita jadi 8:28 seperti sekarang, Pak. He. 8:30 Kalau zaman dulu hati diaktifkan. 8:33 Makanya kan gotong-royong, 8:34 tolongmenolong tuh jalan. Zaman sekarang 8:37 mah tolongmenolong, gotongroyong enggak 8:38 jalan. 8:39 Heeh. 8:39 Karena sekarang kan akal. Kalau ditanya 8:43 bantu orang Wanuiro ee berani bayar 8:46 berapa? 8:47 Enggak ada yang sifatnya diajak 8:48 gotong-royong sekarang orang mau ikhlas 8:50 pasti nanya ada duitnya enggak. Ini 8:53 enggak gitu, Pak. Karena sudah main 8:54 akal. Padahal kalau kita berpikir dengan 8:56 hati, Pak, ketika kita bergotong-royong 8:59 itu dapat pahala. He. 9:00 Dan dalam keyakinan secara ya, Pak, 9:03 pahal bermanfaat buat kehidupan kita. 9:05 Makanya kalau ada kerja bakti, 9:07 tolong-menolong, nyumbang tuh kalau 9:08 orang sudah berpikirnya pakai hati, 9:10 semangat, Pak. 9:11 H. 9:12 Nah, harusnya manusia itu tiga antenya 9:14 diaktifkan. Akal, panca indra, sama 9:16 hati. Itu juga berhubungan. Kalau hati 9:19 itu saya menyebutnya hubungannya dengan 9:20 beriman, akal itu saling menasehati. 9:25 Pancas itu istilahnya tuh apa? amal 9:29 saleh. 9:30 Makanya teorinya gini, Pak. Di surat 9:31 Al-Asr kan demi masa sesungguhnya orang 9:34 tuh akan merugi kan dalam keadaan merugi 9:36 kecuali yang beriman, beramal saleh, 9:39 saling menasihati dalam kebenaran ya dan 9:42 saling menasihat dalam kesabaran. Itu 9:45 sebenarnya gini, Pak. Jadi orang itu 9:48 kalau misalkan setiap waktu wadah 9:50 rezekinya enggak membesar, dia rugi. 9:52 Hm. 9:53 Jadi, rezeki dari Allah tuh ketampungnya 9:54 sedikit aja. Heeh. 9:56 Seperti halnya orang kerja nih, misalkan 9:58 sehari dikasih Rp100.000 dari jam 08.00 10:00 sampai jam .00 sore. 10:02 Iya. 10:02 Terus jam 08.00 sampai jam 10. malam 10:04 tetap Rp100.000 dikasihnya. Rugi tidak? 10:06 Rugi. 10:07 Rugi. 10:08 He. 10:08 Sama. Kita pun rugi. Jadi wadah rezeki 10:11 kita terus aja enggak berubah-rubah. 10:13 He. 10:13 Harusnya kan berubah, membesar. Jadi 10:15 wadah rezeki kita membesar, kita enggak 10:17 rugi. Sama tiap waktu iman kita enggak 10:20 nambah, 10:21 Y-nya enggak nambah, 10:22 heeh. X-nya enggak nambah, amalnya 10:25 enggak nambah, Z-nya enggak nambah, 10:27 rugi. Makanya terusang ini menurut saya 10:30 ini penafsiran suara Al-Asr nih, Pak. 10:31 Teori istilahnya itu wadah rezeki ini 10:35 hubungannya dengan X Y. He. 10:37 Makanya saya melihat bahwa orang Islam 10:41 nih khususnya tiap hari tingkatkan iman, 10:44 amal saleh, dan istilahnya yang tadi 10:46 saya bilang saling menasehhati karena 10:49 wadah rezekinya membesar. Hm. 10:50 Makanya enggak ada loh, Pak, orang yang 10:52 misalkan pintar, ibadahnya rajin, terus 10:56 fisiknya bagus, hidupnya susah. Enggak 10:58 ada, Pak. Pasti hidupnya bahagia. He. 11:00 Kalau hidupnya susah, pasti ada yang 11:01 tidak beres di antara tiga anten tadi. 11:04 Nah, tapi banyak orang-orang saleh rajin 11:06 ke masjid tapi kok kehidupannya susah 11:08 ekonominya. 11:09 Nah, 11:09 itu kenapa itu? 11:10 Nah, kalau saya lihat ini yang saleh ini 11:14 ya, Y-nya yang tinggi nih, Pak. He 11:17 ibadahnya tinggi tapi X sama Z-nya nih 11:19 kecil biasanya. 11:20 He. 11:21 Jadi misalkan X-nya itu ee yang pertama 11:24 nih si panca mungkin bagus tapi akalnya 11:27 nih 11:28 H 11:29 akalnya ini ibaratnya teh kurang 11:31 terasah, kurang terlatih, kurang pintar, 11:33 kurang banyak belajar gitu. Itu biasanya 11:36 seandainya oh Pak dia rajin belajar 11:38 gitu, 11:39 rajin nuntut ilmu. Ada satu lagi rahasia 11:42 Pak H 11:43 tentang masalah uang. 11:44 Hm. 11:45 Jadi uang itu hubungannya 11:48 bukan dari hanya ibadah, Pak. 11:51 He. 11:52 Tapi keberanian kita bersedekah. 11:54 Hm. 11:55 Ada orang rajin ke masjid giran sedekah 11:56 mah malas, Pak. 11:57 Heeh. 11:58 Kan gini, kalau menurut saya ini masalah 12:00 beriman nih, Pak. Ini agak melantor 12:02 sedikit enggak apa-apa, ya, Pak? 12:03 Iya. 12:05 Iman itu kan cirinya apa? Dia mendirikan 12:08 salat. 12:08 Iya. Ya. Terus menapakkan sebagian 12:11 rezekinya ke Nah, orang mendirikan salat 12:14 itu kan ada yang memang mendirikan salat 12:16 itu benar salatnya. 12:19 Ada yang sudah malas nih, Pak, 12:20 dengar azan malas. 12:22 Ada orang dengar azan ke masjid. Nah, 12:24 mendirikan salat ada dua, Pak, ke masjid 12:25 itu 12:27 ada memang dia hatinya tuh ada Allah. 12:29 Jadi, Allah tuh tegak berdiri di 12:31 hatinya. Jadi, fokus. Jadi ketika 12:33 misalkan beres salat pun mau mencuri 12:35 enggak jadi, 12:36 mau berbuat jahat enggak jadi. Terus dia 12:39 mau berbuat baik ada orang lihat atau 12:40 tidak, dia tetap ngasih tetap melakukan 12:42 hal kebaikan. Ada yang salat tapi 12:46 hatinya enggak enggak enggak salat. 12:49 Pas lagi salat mikir, "Duh, sendal bagus 12:51 itu kayaknya harus saya ambil tuh." Bisa 12:53 jadi gitu. Beres salat langsung 12:55 kabur ngambil sendal. Nah, yang kita 12:58 maksud misalkan orang saleh itu sudah 13:00 mendirikan salat nih, tidak mau berbuat 13:02 jahatlah. Nah, yang menapakkan sebagian 13:05 rezeki ini, Pak, yang kadang-kadang 13:06 orang tidak paham. 13:07 Gini nih, Pak. Nih, mohon maaf sekali. 13:10 Ini si A sama si B nih, Pak. Bapak punya 13:12 kenalan A sama si B. A orangnya jujur. 13:15 Iya. 13:16 B orangnya suka bohong. 13:17 Iya. 13:18 Kalau Bapak punya uang Rp100.000, mau 13:20 dititipin ke si A atau ke si B? Yang 13:22 jujur atau 13:23 si A yang jujur kan? Oke. Nah, sekarang 13:26 begini, Pak. Kalau Bapak punya uang 13:28 Rp100.000 sama 10 sama.000 13:31 nih si A sama si B ibaratnya Bapak 13:34 titipin. 13:35 Hm. 13:36 Yang Rp100.000 titipin si A yang jujur 13:38 atau si B yang pembohong? A yang jujur. 13:40 A yang jujur. Terus yang ini 1000 kasih 13:44 B yang pembohong kan. 13:45 Nah, gini. Sebenarnya ini ada hal yang 13:47 sangat penting. 13:49 Gini nih, Pak. Eh, 13:52 Bang sama Allah. 13:53 Hm. 13:55 Allah itu pasti jujur dong ya, Pak. 13:58 H 13:59 Bang juga orang masih percaya jujur. He. 14:02 Ini setelah kita punya kebutuhan hidup 14:04 sehari-hari sisa uang Rp500.000 nih, 14:06 Pak. 14:06 He. 14:07 Mau disedekahkan, dititip ke Allah atau 14:09 ditabung ke bank yang R500.000 itu? 14:11 Banyakan orang ke bank. 14:12 Ke bank. 14:13 He. 14:13 Berarti nganggap bank bisa dipercaya 14:15 terus Allah. [tertawa] 14:19 Nah, itu kan. 14:20 Nah, maksud saya gini. Setelah saya 14:22 lihat kebanyakan kita orang tuh miskin 14:26 biasanya mereka tidak berani sedekah. 14:28 Ketakutan biasanya Pak 14:31 ketakutan. Duh nanti gimana nih? Padahal 14:33 kan sebenarnya itu nitip uangnya kepada 14:35 Allah. Pasti yakin nanti Allah jamin. 14:37 Nah itu kebanyakan tidak. Saya survei 14:40 nih, Pak. Kebetulan saya pernah melatih 14:42 ee ini para merebot masjid. 14:45 Heeh. 14:47 Saya nanya, "Pak, gimana nih jadi 14:49 merebot masjid? Hidupnya susah enggak?" 14:50 Susah, Pak. 14:51 He. 14:52 Padahal saya suka salat duluan, Pak. 14:54 Maksudnya azan duluan, 14:56 tukang [berdehem] azan, tukang jadi 14:57 imam. Tapi hidup saya susah. Saya tanya, 15:01 "Suka sedekah?" Bahasa Sunda sok sedekah 15:03 tara tah eta Pak tara pan saya kudu 15:06 diberi sedekah atuh, Pak. Nah, jadi dia 15:08 bilang, 15:09 "Suka sedekah?" "Enggak, Pak, harusnya 15:10 saya dikasih sedekah." Itu masalahnya 15:12 saya bilang, "Thek karena 15:13 karena tidak pernah sedekah jadi susah." 15:15 H 15:16 ada merebot satu lagi, Pak. Gagah itu 15:18 mah pakai batik. He. 15:19 Oh, saya mah enggak susah, Pak. Emang 15:21 kenapa? Saya bilang, "Saya mah suka 15:22 sedekah, Pak. Suka ngasih duit saya mah 15:24 ke orang-orang." Nah, ini benar. 15:26 Jadi, orang rajin sedekah itu 15:27 hubungannya dengan kaya dan tidak. Jadi, 15:31 ini tuh tidak ada hubungan dia rajin 15:32 ibadah, salat segala macam, hidupnya 15:35 bakal sukses, bakal kaya. Hubungan kaya 15:38 mah sedekah atau tidak? Karena urusan 15:39 sedekah mah, Pak, 15:42 orang yang jarang salat ke masjid ge 15:43 kalau rajin sedekah mah bisa kaya. 15:46 Oh, gitu ya. Karena hukumnya seperti 15:48 itu, Pak. 15:49 Masyaallah. 15:51 Terus ada lagi tabungan jiwa. Apa yang 15:54 dimas dengan tabungan jiwa nih, Ustaz? 15:56 Nah, ini nih. Jadi, tabungan jiwa tuh 15:58 begini, Pak. Inilah istilahnya, Teh 16:02 ini, Pak, maha adil. 16:04 Hm. 16:05 Ini yang kadang-kadang tidak tidak 16:07 memahami Allah itu maha adil. Terus yang 16:09 jadi masalah pendidikan kita saat ini 16:11 itu hanya kepada 16:14 fisik dan akal. 16:16 Hm. He. Jadi begini, 16:18 kan tidak semua minta dilahirkan di 16:21 keluarga miskin. 16:22 He. 16:23 Ada yang di keluarga kaya gitu kan. Nih 16:24 yang keluarga kaya, orang tuanya pintar, 16:26 kaya, pas lahir sudah kaya, terus nanti 16:30 pas beli rumah ini gampang, segala macam 16:32 gampang 16:33 gitu kan. 16:34 Nih yang keluarga miskin sudah lahir 16:35 miskin. 16:36 Hm. 16:37 Mau sekolah enggak bisa. Gimana bisa 16:39 jadi kaya? 16:39 Nah, gini, Pak. 16:41 Jadi kalau orang yang mengandalkan akal 16:43 saja rasional, dia nyari duit nyimpan 16:45 uang di bank. 16:47 Nah, kalau dalam ilmu superasional ada 16:50 yang namanya antena hati tadi, Pak. Jadi 16:52 kalau kita berbuat baik itu jadi pahala. 16:56 Pahala itu masuk jadi tabungan jiwa. 16:58 Heeh. 16:58 Nah, tabungan jiwa itu nanti yang 17:01 memenuhi kebutuhan kita, Pak. 17:03 Hm. 17:04 Itu tabungan jiwa. Kalau sudah cukup 17:06 kuotanya kita minta rumah dikasih rumah, 17:08 minta mobil dikasih mobil, minta motor 17:10 dikasih motor. Asal syaratnya apa? 17:12 Kuotanya cukup. H. 17:14 Jadi dalam pemahaman saya nih, Pak. 17:17 Misalkan harga motor lah Rp25 juta, 17:21 kalau kita nabung misalkan punya uang di 17:24 bank R30 juta, 17:26 kita pasti gampang beli motor. 17:28 He. 17:29 Dan enggak minta doa sama Allah kan ya, 17:31 Pak? Heeh. 17:32 Kalau kita punya uang 30 jari di bank, 17:34 harga motor Rp25 juta. Berdoa enggak 17:36 sama Allah? Ya Allah, semoga sudah bisa 17:39 tercukupi. Sudah, 17:40 sudah bisa tercukupi. Tapi kalau 17:42 misalkan uangnya cuman Rp10 juta, harga 17:44 motor Rp25 juta, berdoa enggak sama 17:45 Allah? 17:45 Berdoa. 17:46 Berdoa kan? Karena itu ketika kuotanya 17:49 kurang dia berdoa, 17:51 ketika kuotanya lebih dia tidak berdoa. 17:53 Sebenarnya nih di dunia lain nih, dunia 17:56 gaib, dunia superasional [tertawa] 17:58 saya nyebutnya dunia superasional 18:00 itu tabungan jiwa juga sama, Pak. 18:02 Misalkan gini, harga motor Rp25 juta. 18:05 Heeh. 18:06 Itu dikuotakan jadi 25x misalkan. Heeh. 18:09 Nah, kalau kita amal ibadah kita 18:11 misalkan bantu orang, sedekah, ngaji 18:13 segala macam, ini versi yang saya pahami 18:15 loh ya selama ini sudah mempraktikkan 18:17 dapat 50 X. 18:18 Hm. 18:19 Bilang sama Allah, "Ya Allah, saya 18:20 pengin motor." Dikasih sama Allah, "Pak, 18:23 motor dengan jalan yang tidak pernah 18:25 kita pikirkan. Di situ maha adilnya 18:27 Allah. Cuma yang jadi masalah kenapa 18:29 misalkan, "Pak, saya sudah minta motor 18:31 kok belum dikasih-kasih?" Karena harga 18:33 motor 25x, 18:35 kuota kita 10X. Enggak [tertawa] 18:38 cukup. 18:38 Enggak cukup. 18:41 Dan hebatnya nih, Pak, tabungan jiwa itu 18:44 bisa membuat kita tuh mendapatkan 18:46 sesuatu yang sifatnya non fisik. 18:49 Seperti misalkan pengin dapat 18:51 penghargaan dari pemerintah, itu kan non 18:53 fisik itu bisa dikasih. Pengin 18:55 mendapatkan 18:57 apa misalkan yang sifatnya non fisik itu 18:59 dikasih. Tapi kalau uang belum tentu. 19:00 Misalkan kita pengin dapat penghargaan 19:03 dari presiden pakai uang kayaknya sulit, 19:07 Pak. Nah, itu Pak Minjelasan tabungan 19:10 jiwa. Jadi tabungan yang sebenarnya 19:12 Allah berikan kepada setiap manusia. 19:14 Jadi istilahnya itu semua bisa dapat dan 19:17 semua bisa memanfaatkan itu, Pak. 19:20 Oke. Baik. Ee saya tadi janji ya mau 19:24 ngasih nomor teleponnya Pak Ridwan. Ini 19:26 nomor teleponnya. Siapkan PP sama kerta 19:28 saya akan bacakan ya. 19:30 Beliau yang menulis buku karakter 19:31 supraasional menjadi pemenang di masa 19:35 krisis. Ini nomornya 0812. 19:41 Sudah belum? Kemudian 80 19:45 34 1100 19:48 0812 19:51 8041100. 19:56 Kami masih berbincang-bincang dengan 19:58 Bapak Ritwan Hasan Saputra. Tidak mau 20:01 disebut profesor walaupun di luar negeri 20:04 suka dipanggilnya profesor ya. 20:07 Beliau sering mengadakan apa-apa serba 20:09 gratis, kursus matematik gratis tapi 20:12 murid-muridnya banyak dikirim ke luar 20:14 negeri untuk ee ee Olimpiade matematika 20:17 dan banyak menjadi pemenang. 20:20 Oke, sekarang saya tanyakan lagi 20:22 mengenai 20:24 eksplorasi alam gaib itu seperti apa ya? 20:28 Apa yang bisa Bapak jelaskan? Eksplorasi 20:30 alam gaib. 20:32 Ini terus terang hal yang menarik tapi 20:34 katanya ada mesos dalam alam gaib juga 20:36 ya. [tertawa] 20:38 Ini ini Pak ini mungkin perlu keyakinan 20:41 dulu nih kesepakatan bersama ibaratnya 20:43 tolong jangan diprotes gitu ya. Ini kan 20:46 saya menuliskan berdasarkan 20:48 iya pengalaman. 20:49 Jadi begini, Pak Krisna. Yang tadi dulu 20:52 nih [berdehem] 20:53 ketika kita misalkan dengar azan terus 20:57 langsung berangkat ke masjid terus 20:59 ketika kita tuh misalkan sedekah tidak 21:01 ragu sama Allah gitu loh. Yakin Allah 21:03 ngebalas itu kita tuh sudah punya 21:05 handphone alam gaib namanya, Pak. Nah, 21:08 handphone alam gaib itu yang istilahnya 21:10 teh nanti akan terbentuk yang namanya 21:13 medsos alam gaib. Apa sih metsos alam 21:16 gaib itu? Jadi saya terpikirnya begini 21:19 bahwa nanti kan di akhirat itu manusia 21:21 ada bersop-sop gitu. Manusia dan 21:23 malaikat, ruh dan malaikat bersop-sop. 21:25 Nah, bersop itu berarti bergrup-grup. 21:28 Hm. 21:29 Nah, mereka bergrup-grup itu di hari 21:30 kiamat berarti waktu zaman di dunia pun 21:32 satu grup, Pak. 21:34 Malaikat dengan itu. 21:35 Nah, malaikat dengan ee manusia itu satu 21:39 grup. Grupnya apa? Grup yang nilai 21:42 tabungan jiwanya besar. atau sama gitu 21:45 loh. Jadi sama nanti ketika tabungan 21:47 jiwanya sama dia satu grup. Nanti 21:50 manfaatnya apa? Ini saya punya 21:53 pengalaman pribadi. Jadi pada saat 21:56 istilahnya tuh saya sedang memperbaiki 21:59 ruko nih itu saya ternyata butuh AC 13 22:04 buah. 22:05 Stap saya bilang, "Pak, kita butuh AC 13 22:07 buah." Saya cuma dalam hati bilang, "Ya 22:10 Allah, saya butuh AC 13 buah." 22:13 Itu mungkin 5 menit kemudian Pak Krisna 22:15 ada orang tua siwa nelpon saya. Pak 22:18 Ridwan lagi renovasi ruko ya. Kalau 22:21 misalkan butuh AC bilang ke saya. 22:24 [tertawa] 22:24 Saya tuh bingung kan saya enggak bilang 22:26 ke orang. 22:28 Terus saya bilang iya saya butuh AC. Dia 22:30 nanya butuhnya berapa. Saya bilang 13. 22:33 Jawabnya oke. B ee saya kasih 13. Saya 22:37 belikan 1313-nya. 22:38 Masyaallah. 22:39 Saya tuh bingung. Terus ditanya lagi, 22:41 "Butuhnya kapan?" "Minggu ini." "Oke, 22:43 besok saya kirim." He. 22:45 Nah, itu medsos alam gai, Pak. Jadi, 22:46 ketika 22:47 Bapak kenal baik dengan yang memberi 22:48 itu, kenal baik 22:49 itu kenal. Tapi kan saya enggak bilang 22:50 ke dia saya butuh AC. 22:51 Oh, gitu. 22:52 Yang ini kenal nih, Pak. He. 22:54 Jadi, ketika hati saya bilang, "Saya 22:56 butuh AC, bilang ke Allah nih, ini 22:58 malaikat tuh nge-share di grupnya." 22:59 Hm. 23:00 Mungkin grupnya level malaikatnya sama. 23:02 Ada malaikat yang ini kayaknya orang 23:04 tuanya kenal sama tukang AC nih, toko AC 23:07 bilang tiba-tiba suruh nelepon saya, 23:09 Pak. 23:10 Ada lagi yang kedua nih, Pak, tentang 23:12 [berdehem] medsos alam gaib. Waktu saya 23:14 di Afrika Selatan nih, 23:16 ini mah menurut saya termasuk aneh 23:19 banget. Saya di Afrika Selatan 2 tahun 23:21 lalu karena ada konferensi matematik 23:23 saya dari Indonesia satu-satunya nih 23:24 dari daerah 23:25 sendiri nih 23:26 sendiri 23:26 itu di kota Durb. Terus teman saya 23:28 bilang, "Pak Ridwan kalau bisa ziarah ke 23:30 makam Syekh S Yusuf Almakassari." 23:32 He. 23:32 Di Kepton tuh 2 jam perjalanan naik 23:34 pesawat. 23:35 Saya tuh bingung kan, Pak. Bingungnya 23:36 tuh. Pertamaan 23:38 ke sananya gimana, siapa yang ngantar? 23:39 Kan itu harus naik lagi pesawat apalagi 23:41 apa naik mobil 23:43 terus kan besok itu apa ada acara lagi 23:46 gitu. Saya lagi di mall tuh merenung 23:48 cuma gini, "Ya Allah saya pengin ziarah 23:51 ke makam Syekh Yusuf Almakasari." 23:54 Itu mah tiba-tiba saya ada orang Afrika 23:57 Selatan tuh jalan sama istrinya tuh di 23:59 mall ketemu saya bilang, 24:01 "Assalamualaikum." Kan saya pakai peci. 24:03 Saya bilang, "Waalaikumsalam. Anda dari 24:05 Singapura atau Malaysia gitu kan? 24:07 Oh, siapa yang dari Indonesia? Wah. 24:10 Terus saya tanya kan, "Ada dari mana?" 24:12 "Dari Capton." Terus saya bilang, "Wah, 24:14 Capton itu tempat itu ya, Syekh Hesum 24:16 Almakasari. Saya pengin ziarah ke sana 24:18 cuman saya bingung." Jawabnya bismillah. 24:21 Bismillah. Nanti ana bisa berangkat. 24:24 Cuma bismillah. 24:25 Heeh. Dalam arti bismillah gimana? Saya 24:26 bilang saya bingung gitu. itu 24:30 10 menit ngobrol terus dia minta ee 24:34 nomor HP terus minta dikirimkan ini 24:37 paspor saya. 24:38 Hm. 24:39 Nah, saya pulang ke penginapan, saya 24:41 kirim tuh foto paspor saya sejam 24:44 kemudian lah kayaknya tuh dia kirim 24:46 balik, Pak, tiket pesawat pulang 24:49 [berdehem] pergi 24:51 durban capton capton durban. Dan dia 24:53 bilang, "Ini gratis buat Anda." 24:55 Masyaallah, Pak. Terus yang kedua dia 24:57 bilang, "Nanti ada yang jemput Anda." 24:59 gitu. 24:59 He. 25:00 Diantar ke sana bolak-balik. 25:02 Hm. 25:02 Di Saya bilang, "Loh, kok bisa begitu 25:04 ya?" Nah, itu tadi. Jadi, bisa jadi 25:06 medsos alam gaib itu ada anggota medos 25:09 itu tidak mengenal saya, Pak. Tidak 25:10 saling mengenal. Tapi pas itu ada 25:12 perintahan mungkin dari malaikatnya 25:13 untuk ngedatangin saya gitu istilahnya 25:16 tuh. Makanya saya berkeyakinan gini, 25:17 "Pak, jangan-jangan nih itu kan kita ada 25:20 malaikat nih, Pak, yang jaga siang dan 25:22 malam. Ini malaikat ini, Pak, nanti yang 25:24 nemenin kita juga nanti di sana. H 25:27 dan malaikat itu yang menunjukkan 25:28 medsosnya. Makanya nanti gini, Pak, ada 25:30 strategi nih, Pak. Jadi, medsos al itu 25:32 ada tingkatannya, Pak. 25:33 H 25:34 ada tingkatan kopal, tingkatan Letnan, 25:37 Mayor, Kolonel, jenderal, Pak. 25:40 Heeh. 25:41 Makanya nanti saya punya teori begini, 25:43 Pak, dari meditos alam gaib itu. Jadi, 25:45 kalau kita ingin naik derajat nih, 25:48 misalkan kita teh orang miskin, enggak 25:49 punya enggak punya harta banyak, enggak 25:51 pintar, enggak punya jabatan, bagaimana 25:53 bisa selevel dengan orang punya jawab 25:55 jabatan? 25:56 Tingkatkan ibadahnya, Pak, berarti nanti 25:58 metsos alam gaib kita juga berpindah ke 26:00 level yang lebih tinggi. 26:01 He. 26:01 Di sini saya bilang adilnya Allah, Pak. 26:04 Jadi, Allah tuh sudah siapkan sebuah 26:06 perangkat di mana semua orang bisa jadi 26:07 orang besar. 26:09 Hm. 26:09 Itu, Pak. Orang kampung pun bisa jadi 26:10 orang besar, Pak. 26:12 Nah, boleh enggak kita beribadah dengan 26:13 niatan itu? Dengan niatan akan jadi 26:15 nanti akan mengganggu keikhlasan apa 26:19 tidak? Itu 26:20 sebenarnya tidak boleh, Pak. Tapi yang 26:22 lebih utama laksanakan dulu, Pak. 26:24 Misalkan begini, aduh saya salat ke 26:25 masjid takut disebut ria. Udah berangkat 26:28 dulu aja ke masjid, nanti perbaiki niat 26:30 lebih baik, Pak, di situ daripada ah 26:32 malas ke masjid, ah takut disebut ria, 26:34 itu lebih bahaya. [tertawa] 26:36 Mending ke masjid dulu aja gitu. 26:38 Oke. 26:40 Ee sekarang apa karakter yang 26:43 terlupakan? 26:45 Gimana? Suka orang katanya suka apa 26:50 karakter yang terlupakan itu maksudnya 26:51 apa? 26:52 Nih dalam karakter gini, Pak. Menurut 26:53 saya nih bahwa bangsa kita ini 26:56 sebenarnya adalah bangsa suprarasional, 26:58 Pak. Bangsa yang hubungannya dekat sama 27:00 alam-alam gaib. 27:01 He. 27:02 Cuman gara-gara modernasi sekarang itu 27:04 dilupakan. He. 27:05 Padahal kita tuh udah enggak bisa lepas 27:07 seperti bangsa ini tuh, Pak. He. 27:09 Jadi, gini contoh nih, kita bicara dulu 27:10 misalkan ya ee 27:14 di cerita rakyat kita itu pasti 27:16 ceritanya tuh seseorang berhasil dengan 27:18 bantuan hal yang gaib seperti 27:20 Sangkuriang. 27:22 Sang Kuriang tuh istilahnya mau 27:24 ngebendung sungai jadi danau pakai 27:26 bantuan jin. Bandung Bandawasa 27:29 bikin istilahnya tuh candi 1000 candi 27:32 pakai bantuan jin. Nah, sekarang mah 27:34 dibalik jadi pakai bantuan Allah gitu 27:36 loh. 27:36 He. 27:37 Nah, dulu mah kita kan melakukan sesuatu 27:40 takut. Kenapa? Pamali 27:42 kualat sekarang dihilangkan, Pak. 27:44 Makanya kan sekarang Indonesia itu bebas 27:45 banget. Enggak ada polisi juga langsung 27:47 dilabrak sekarang mah. Karena enggak 27:49 takut pamali, enggak takut kualat, 27:51 apalagi takut Allah gitu loh. Nah, 27:53 maksud saya tuh karakter yang harus kita 27:55 bangkitkan itu karakter suprarasional 27:58 yang salah yang utama nih. Jadi harus 28:01 benar-benar banyak percaya sama yang 28:02 gaib nih, Pak. Nih contoh sekarang nih, 28:05 Pak. Menurut saya nih 28:08 di zaman yang sekarang ibaratnya tuh 28:11 COVID, menurut saya kita jarang-jarang 28:13 bawa nama Allah nih, Pak, untuk 28:14 menyelesaikan masalah. He. 28:16 Menurut saya sih contohnya seharusnya 28:18 kan misalkan tolong misalkan jaga jarak, 28:21 bersihkan tangan gitu kan, terus apalagi 28:25 ee pakai masker. 28:26 Heeh. 28:27 Tapi jarang misalkan tolong ya 28:30 istilahnya teh banyakin sedekah nih. 28:32 Karena lagi kena krisis banyak orang 28:34 yang 28:34 istilahnya teh susah. Banyakin sedekah 28:36 pasti akan 28:37 kayak lagi. Terus banyakin ibadah ke 28:39 masjid. 28:40 Ini menurut saya nih, ini mohon maaf 28:42 sekali jangan dituduh saya ini ya. 28:45 [tertawa] 28:46 Nih ada kopi itu ada lagi tambahan 28:49 menurut saya yang harus dibuat tuh kayak 28:51 misalkan kan olahraga sama imun sering 28:53 disebutkan ya suplemen. Kalau saya minum 28:55 suplemennya madu sama garam. Kalau 28:58 lagi garam 28:58 iya sedikit garam. Kalau lagi agak 29:00 kurang sehat nih 29:02 makan itu minum itu biasanya sembuh. 29:04 Terus kalau kalau kita sakit yang susah 29:07 disembuhkan pakai doa ini, Pak. Yang 29:08 Nabi 29:09 Yunus. Yunus itu, "Ya Allah, ini 29:12 penyakitnya sudah mengurusak saya ibadah 29:13 nih." Jadi dipermudah. Tapi ada satu 29:15 yang sangat penting, Pak, dalam teori 29:17 suprarasional. 29:19 Jadi musibah atau sakit kita pun bisa 29:21 jadi karena wadah rezeki kita tuh 29:23 mengecil. 29:25 Jadi tetap perbanyak ibadah, Pak. 29:27 Makanya menurut saya nih, kalau boleh 29:30 saran nih, Satgas itu tidak hanya satgas 29:32 penangkatan COVID, Pak. He. 29:33 Sama pemulihan ekonomi, tapi satgas 29:36 peningkatan keimanan dan ketakwaan. 29:39 Hm. dibuat sama satgas teh anak rajin 29:41 orang teh rajin ke masjid rajin sedekah 29:43 rajin infak rajin baca Quran, rajin 29:46 segala macam 29:47 sehingga wadah rezeki kita membesar 29:49 nanti pertolongan Allah datang Pak. Nah 29:51 itu saya bilang karakter yang mulai 29:53 dilupakan bahwa 29:55 kita teh dekat sama yang gaib, percaya 29:58 sama yang gaib gitu, Pak. 30:00 Itu sudah dilupakan orang gitu loh, Pak. 30:02 Oke. 30:02 Ini ada pertanyaan dari P. 30:04 Asalamualaikum, Pak Ridwan. Pak Diritan 30:06 kan mengajarnya di dunia matematika kok 30:08 masuk-masuknya ke dunia gaib. Tolong 30:11 penjelasannya bagaimana hubungannya Pak 30:13 Ridwan. 30:14 Oke, ini pertanyaan menarik nih. 30:16 Matematik kan ini apa eksak gitu ya? 30:19 Iya. 30:19 Nah, gini ee saya ini kan dunia 30:22 matematiknya tuh dunia olimpiade 30:24 matematik Pak atau itu yang ke Bapak 30:26 penanya siapa namanya ya Pak? 30:28 Hamba Allah. 30:29 Hamba Allah. Saya tuh dinya olimpiade 30:31 matematik itu. Olimpiade matematik itu 30:33 soalnya susah-susah banget, Pak. Hm. 30:35 Nah, ketika susah banget tuh 30:37 kadang-kadang saya bingung 30:38 mengerjakannya. 30:39 Akhirnya, "Ya Allah, tolong saya, Ya 30:41 Allah, 30:42 semoga saya bisa mengerjakan soal ini." 30:44 Nah, kedekatan kepada Allah jadi saya 30:46 makin tinggi, Pak. 30:47 Hm. 30:48 Nah, lama-kelamaan setelah merenungkan, 30:50 "Oh, iya ya, harusnya kita harus 30:51 mendekatkan kepada Allah dulu baru 30:53 ngurusin urusan dunia." He. 30:54 Nah, di situlah akhirnya saya banyak 30:56 berkontemplasi ya. Akhirnya banyak 30:58 pengalaman-pengalaman hidup yang saya 31:01 rasakan uh kayaknya nih yang gaib jauh 31:04 lebih penting daripada dunia nyata, Pak. 31:06 Itu proses awalnya gitu loh. [tertawa] 31:09 Oke. Baik. Saya akan bacakan lagi nomor 31:11 HP dari Bapak Ridwan Hasan Saputra. Ini 31:16 nomornya 0812. 31:20 Sudah. Kemudian 80 31:24 34 31:30 0812 31:32 80 31:34 kemudian 34 1100. 31:38 kami akan kembali setelah yang 32:18 Amin. 32:24 [musik] 32:32 [musik] 32:44 [musik] 32:48 R Silaturahim yang dipancarkan dari 32:50 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis 32:52 Cibubur. Kami masih berbincang-bincang 32:55 dengan Bapak Ridwan Hasan Saputra atau 32:58 Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. yang 33:02 lahir di Bogor tanggal 16 April tahun 5. 33:05 Beliau adalah pembina kompetisi studi 33:07 Islam dan Matematika Fakrudin Ar-Razi 33:10 Competition, penyelenggara pesantren 33:13 matematika tahun 2011 sampai dengan 33:16 2018. murid-muridnya sering mm 33:19 dilombakan di acara Olimpiade 33:22 Internasional dan alhamdulillah menang 33:24 terus ya. Dan dia juga membuka ee tempat 33:28 kursus e matematika gratis eh gerokan 33:30 gratis bayar seikhlasnya. 33:34 Oke, silakan yang mau telepon silakan ee 33:37 kami tunggu untuk telepon di Rasil 081 33:40 ee telepon 0218451512 33:45 atau kirim WA di 0811999 33:50 720. 33:54 Pak Ridwan, ada juga yang ingin bertanya 33:57 tentang 34:00 ee kapitas lekta dari supra rasional itu 34:05 apa saja kapitas lekta dari 34:07 supraasional? 34:10 [berdehem] 34:10 Nah, di sini ada istilahnya saya 34:13 tuliskan solusi-solusi krisis guru, 34:15 Mahan supranasional, Kementerian Wakaf, 34:17 anak yatim dan lain-lain. Ini terus 34:19 terang semacam analisa saya dari sisi 34:23 suprarasional, Pak. 34:24 Jadi banyak solusi-solusi dalam 34:26 kehidupan ini yang istilahnya agak 34:30 berbeda dengan istilahnya tuh kebanyakan 34:33 orang 34:34 seperti dibangun Kementerian Wakaf atau 34:36 seperti sekarang saja, Pak. Ini menurut 34:38 saya loh, Pak. 34:40 bantuan pemerintah yang 600.000 per 34:43 bulan itu ya. 34:45 Heeh. 34:46 Kalau dalam kacamata suprarasional 34:48 ketika bantuan itu tidak memperbesar 34:50 wadah rezeki orang yang menerimanya, he 34:53 itu tidak akan punya dampak signifikan, 34:55 Pak, terhadap perbaikan ekonomi nanti di 34:57 masa depan. Ini menurut saya 34:58 supaya bisa jadi besar wadah rezekinya 35:01 seperti apa nih. 35:02 Jadi ini seharusnya nih, Pak. Seharusnya 35:04 pemerintah itu kalau sepakat dengan 35:06 konsep yang saya bangun mungkin ini kita 35:10 ingin bahwa 35:12 yang menerima bantuan ini dia harus 35:14 paham bahwa ini rezeki dari Allah. He. 35:17 Dia harus banyak bersyukur kepada Allah. 35:19 He. 35:19 Caranya adalah harus rajin ibadah. Kalau 35:21 yang beragama Islam rajin salat. 35:23 Makanya kalau saran saya ini isengnya 35:24 nih, Pak. 35:25 Harusnya nih yang penerima 35:28 istilahnya bantuan 600.000 juga harus 35:30 ada dapat surat rekomend dari ketua DKM. 35:32 orang ini rajin salat ke masjid gitu. 35:34 Jadi istilahnya tuh ee 35:38 untuk memaksa dia rajin ke masjid terus 35:40 rajin sedekah juga karena katanya mau 35:42 ngasih juga masjid ini Rp100.000 atau 35:44 berapa gitu. 35:45 Karena ini penting, Pak. Kalau misalkan 35:47 nih dalam teori saya ketika wadah 35:50 rezekinya enggak membesar, Pak, ya tetap 35:52 akan begini terus 35:53 menurut saya loh, Pak. Gitu. 35:55 Oh, gitu ya. Oke, 35:59 ada yang tanya. Assalamualaikum, Pak 36:01 Ridwan. dari Bapak Bambang. Pakin masih 36:03 membuka tempat kursus matematika atau 36:06 anak-anak masih dibuka apa tidak, Pak? 36:09 Ee jawabnya masih buka, cuman sekarang 36:11 secara online, Pak. Karena terus terang 36:13 kalau offline tuh masih tidak boleh oleh 36:16 pemerintah ya. Istilnya sekolah aja 36:17 banyak yang ditutup 36:20 tidak boleh. Nah, termasuk kursus. Jadi 36:22 kita bukanya online. 36:23 Nah, itu bisa dilihat di 36:25 www.kpm.intinitute. 36:28 Ridwan Institute. Ridwan Institutnya tuh 36:31 RAD1institute.org. 36:34 Jadi kpm.org. 36:38 Kemudian dari Bapak Bambang Es Gunawan. 36:41 Asalamualaikum Pak Ridwan. Saya ingin 36:43 bertanya. Kalau kita sudah rajin ibadah, 36:45 rajin salat, dan tiap hari membaca 36:47 Al-Qur'an, bagaimana kita bisa tahu 36:50 bahwa kita punya kemampuan 36:51 suprarasional? 36:54 Sebenarnya istilahnya tuh kita tidak 36:56 usah tahu kita punya kemampuan 36:59 suprarasional atau tidak, Pak. Sebab 37:01 nanti itu tuh sudah kayaknya tuh akan 37:04 nempel sesuai dengan apa yang kita 37:06 lakukan dan keikhlasan kita, Pak, 37:08 istilahnya, Teh. Cuman ini bedanya kalau 37:11 yang saya tekuni itu tidak untuk 37:14 sesuatu. Misalkan orang misalkan mau 37:15 puasa biar punya ilmu kebal bisa apa 37:17 enggak jalani saja. Nanti istilahnya tuh 37:21 yang dimaksud kekuatan suprarasional tuh 37:24 banyak keinginan kita, doa-doa kita yang 37:26 dikabulkan Allah. 37:27 He. 37:28 Pengin anak kita tuh misalkan masuk 37:29 sekolah favorit, dapat beasiswa atau 37:31 apa, 37:32 itu terkabul oleh Allah. Nah, itu tuh 37:34 berarti sudah menunjukkan kita tuh 37:36 ibaratnya punya jiwa supranasional. 37:38 Pokoknya kita jalankan saja ya, gitu ya. 37:40 Enggak usah mikir. Ee betul. Saya malah 37:42 suka dapat hal yang aneh-aneh, Pak. 37:44 Apa misalnya 37:45 ini contoh tapi saya ini bukan masalah 37:47 mendukung atau tidak ya. Dulu waktu 37:50 tahun 2012 deh saya tuh di Bandara Solo 37:53 tuh. 37:54 He. 37:54 Kalau enggak salah Pak Jokowi masih jadi 37:56 walikota 37:57 walik enggak sekarang sudah jadi itu 37:58 jadi gubernur Pak. Gubernur DKI kalau 38:00 tidak salah. 38:01 Terus saya pas di Bandar Su bilang 38:02 begini, "Ya Allah, saya dengar Pak 38:05 Jokowi mau jadi presiden dalam hati." 38:07 He. 38:07 "Saya pengin salaman sama Pak Jokowi. Ya 38:09 Allah, gitu." 38:10 Hm. 38:11 Itu di bandara Solo, Pak. Setelah saya 38:13 doa begitu, dalam hati saya tuh 38:15 tiba-tiba ada orang jalan masuk ke ruang 38:18 tunggu pakai baju putih celana hitam. 38:22 Duduknya sebelah saya, Pak. 38:23 Hm. 38:24 Saya lirik Pak Jokowi. [tertawa] 38:27 Langsung saya salaman tuh sama Pak 38:28 Jokowi. 38:29 He. 38:30 Terus pas mau foto bareng 38:32 keduluan sama orang, Pak. Mau selfie 38:34 teh. [tertawa] Terus hati saya berbisik, 38:37 "Kamu kan doanya cuman minta salaman 38:39 doang, bukan foto bareng." gitu bikin 38:42 salam Jokowi itu doa harus lengkap. Jadi 38:46 banyak hal-hal yang tidak mungkin nanti 38:48 bisa terwujud. Kalau saya sudah sangat 38:51 banyak minta apa, minta apa tuh terwujud 38:53 karena tadi sebenarnya nanti di 38:55 Supraasional itu ada yang namanya kuota 38:57 tabungan jiwa kita yang untuk membeli 38:59 banyak hal. 39:00 Hm. Itu bukan soal dukungmendukung soal 39:02 feeling ya. 39:03 Feeling aja itu. Mas 39:04 oke dari Amir di Bekasi. Asalamualaikum 39:07 Ustaz Ridwan. Ada buku dari Ustaz Ridwan 39:10 yang bisa jadi panduan dalam menyalami 39:14 menyelami alam suprarasional. 39:16 Terima kasih, Pak. Ee dari Pak Amir 39:18 Bekasi. 39:19 Bukunya ada dua nih, Pak Amir. Yang 39:21 pertama itu cara berpikir suprarasional 39:24 itu terbitan dari Republika. Yang kedua 39:27 adalah karakter suprarasional itu 39:29 terbitan dari klinik pendidikan MIPA. 39:31 itu kalau yang satu itu cara berpikir 39:34 superasional sangat matematis banget 39:36 karena saya dulu bikinnya dengan banyak 39:38 rumus. Kalau yang ini lebih umum lah 39:41 tapi emang ini kelanjutannya. Jadi 39:44 silakan saja mungkin dicari di mana ya? 39:47 Di KPMAR Tokopedia tuh ada 39:49 di sini aja taruh di etasil nanti taruh 39:52 di etara Rasil nanti hubungin ke etara 39:54 Rasil. 39:55 Iya di rasil aja nanti. 39:56 Eh silakan dicatat nomor etara Rasil ya 39:59 0812. 40:02 94 40:04 99484. 40:06 Ini ada yang juga tadi nanya radio tuh. 40:08 Silakan hubungi yang berminat untuk 40:10 berbelanja di etara rasil itu ada radio, 40:13 ada buku-buku nanti Pak Ridwan juga 40:15 bukunya insyaallah ada di sana juga. 40:17 Karakter suprarasional 40:20 menjadi pemenang di masa krisis. Nomor 40:22 telepon Etara 0812 40:25 9499 40:28 48. Berapa harganya, Pak? Ini harganya 40:31 Rp60.000, Pak. 40:32 Rp60.000 ya? 40:33 Rp60.000. Ada berapa halaman nih? 40:35 Oke. Hm. 40:37 Sekitar 150-an lah. Kemudian ee 40:42 jaringan gerakan suprarasional itu apa 40:45 yang dimaksud dengan jaringan gerakan 40:46 suprarasional? 40:47 Jadi saya tuh ingin nanti orang-orang 40:49 yang ibaratnya tuh secara hati sudah 40:52 cerdas, sudah yakin ya itu jadi satu 40:55 komunitas gitu, Pak. Heeh. 40:57 Jadi nanti saya misalkan pengin ketemu 40:58 orang tuh nanti dia guru bahasa Inggris 41:00 ngajar seikhlasnya karena sudah 41:02 superasional. 41:03 He. 41:03 Guru sejarah ngajar seikhlasnya, tukang 41:06 pijit seikhlasnya gitu. Tukang ojek 41:09 seikhlasnya. Itu mulai bergabung tuh. 41:11 Terus orang-orang yang suka donasi 41:13 donatur tuh bergabung. Lembaga-lembaga 41:16 yang modelnya suprarasional bergabung. 41:19 misalkan lembaga untuk donor darah kah, 41:21 lembaga misalkan ada pejuang subuh, ada 41:24 misalkan mungut sampah yang sifatnya 41:26 untuk kebaikan itu menjadi sebuah 41:28 jaringan, Pak. 41:29 Hm. 41:29 Yang artinya tuh nanti 41:31 sekarang sudah terbentuk belum? 41:32 Sekarang sudah terbentuk cuman masih 41:34 sedikit. 41:34 He. 41:35 Masih sedikitlah. Jadi ada ojek super 41:37 rasional, ojek seikhlasnya yang tadi 41:39 misalnya rumah makan seikhlasnya, tukang 41:41 pijit seikhlasnya, belum banyak. Kenapa 41:44 belum banyak? Karena meyakinkan orang 41:45 tuh susah, Pak. H 41:47 yang biasa nyari duit terus nyari pahala 41:49 tuh rada [tertawa] 41:52 rada angel ya. 41:56 Oke, jadi solusi krisis ini gimana kita 42:00 bisa mengatasinya? 42:03 Nah, krisis yang mana nih? Kris ekonomi 42:06 atau nah ekonomi ya. 42:07 Ekonomi. 42:08 Jadi ini solusi krisis tuh ada dua hal 42:11 nih, Pak. Ada dari sisi rakyat. 42:15 Ada yang kedua dari sisi pemerintah. 42:18 Jadi kalau dari sisi rakyat itu, Pak, 42:20 istilahnya tuh yang harus mulai 42:22 didengungkan itu adalah keinginan untuk 42:25 banyak bersedekah, Pak. 42:26 Hm. 42:27 Jadi kalau sudah semakan sedekah itu di 42:30 digulirkan di mana pokoknya beli deh 42:32 warung ke tetangga, beli tukang 42:34 gorengan, tukang apa, enggak butuh juga 42:36 beli aja gitu loh. Nanti kasih ke orang 42:38 lain. 42:39 Itu nanti terjadi perputaran 42:40 suprarasional, Pak. akan ada rezeki baru 42:42 yang masuk dari langit gitu loh. 42:44 Sehingga nanti krisis cepat beres. 42:48 Yang kedua dari sisi pemerintah. 42:50 Pemerintah tuh kalau bisa yang tadi saya 42:52 bilang ketika ngasih bantuan nih ke para 42:55 pekerja, tolong nih ya ini dibelanjakan 42:58 untuk ke fakir miskin. Nah, untuk 42:59 melatih kejujuran tuh kalau bisa sambil 43:01 disuruh ibadah, Pak. 43:03 He. 43:03 Terus kasih ke UMKM juga nih bantuan 43:04 untuk mereka usaha harganya turunin dong 43:06 supaya saling membantu. Itu juga harus 43:09 juga dibuat untuk rajin ibadah, Pak. 43:10 Heeh. 43:11 Nanti kalau sudah rajin ibadah tuh saya 43:13 buat wadah rezeki bangsa ini besar, 43:15 pasti Allah akan berikan solusi. Karena 43:18 ya 43:18 menurut saya nih, Pak, bahwa masalah 43:21 yang ada di bumi saat ini tuh sudah 43:22 sulit pakai akal manusia biasa, Pak. 43:25 H 43:25 harus dengan bantuan Allah plus akal 43:27 manusia, gitu loh. Ini yang jadi masalah 43:29 kalau saya lihat 43:31 baru mengedepankan akal kita nih, bangsa 43:33 kita, negeri kita ini, Pak. 43:36 Hatinya kurang. Padahal nih kalau ingat 43:37 penjejahan di atas dunia ini nih di 43:40 pembukaan kita kan apa, Pak? Berkat 43:42 rahmat Allah yang maha kuasa kita 43:44 selesai. Tapi saat ini rahmat Allah 43:46 jarang dipakai nih, Pak. 43:48 Menurut saya, saya juga terus terang 43:50 nulis buku ini kan berkat rahmat Allah, 43:52 Pak. Pas lagi COVID malah ada buku. Dan 43:56 gara-gara COVID juga bisa masuk TV saya, 43:58 Pak. 43:59 Iya. 44:00 Ada acara TV namanya Gemar Matematika 44:02 bersama Pak Ridwan untuk masuk TPRI. 44:04 [tertawa] 44:04 Padahal sebelumnya acara itu enggak akan 44:06 pernah bisa masuk TPRI, Pak. Katanya 44:07 gara-gara COVID ini. Karena berkat 44:10 rahmat Allah jadi hal yang positif. 44:11 Makanya ketika kita coba membawa Allah 44:14 dalam menyelesaikan masalah ini pasti 44:17 cepat selesai, Pak. 44:19 Oke, 44:21 Pak Dirwan, saya dari hamba Allah nih. 44:24 Saya sedang kena problem rumah tangga. 44:26 Bagaimana cara mengatasi menurut metode 44:28 yang Pak Ridwan tawarkan? 44:31 Wah, ini harus ditanya dulu parbel rumah 44:33 tangganya apa nih? Ini karena terus 44:36 terang istilahnya kan ada yang namanya 44:39 fungsi akal, fungsi hati, fungsi panca 44:41 indra. Jadi kan harus dikaji dulu secara 44:43 akal tuh masalahnya nih apa gitu kan. 44:46 Masalahnya apa secara dikaji. Kalau 44:48 misalkan mesti bisa pakai akal, pakai 44:49 akal dulu, Pak. He. 44:51 Kalau sudah berat nih pakai akal baru 44:54 pakai hati. He. 44:55 Seperti kalau ngerjakan soal matematik 44:57 gitu, Pak. Misalnya 5 * 7 berapa? Kan 44:59 enggak usah pakai hati, Pak. 45:00 [tertawa] 45:00 pakai akal bisa. Tapi satu hal sih, 45:03 kalau misalkan kita misalkan punya 45:05 masalah nih, baik masalah rumah tangga 45:07 atau apa, berarti perbaiki dulu akal 45:10 kita nih, sikap kita seperti apa, ke 45:12 pasangan atau ke anak gitu kan. Terus 45:14 yang kedua misalkan ya panca indra kita, 45:17 kita harus sehat. Yang berikutnya adalah 45:20 ibadah, Pak. Nah, biasanya sih yang 45:22 pengalaman saya secara pribadi kalau 45:24 kita punya masalah itu perbanyak 45:26 sedekah, Pak. 45:26 Hm. 45:28 Perbanyak sedekah. Jadi kan nanti wadah 45:30 rezeki kita membesar tuh. 45:31 Hm. 45:32 Karena sedekah tuh keimannya ada, amal 45:34 salehnya ada, menasihatinya juga ada 45:36 gitu loh. Ketika kita menasihati orang, 45:38 kita berikan sedekah, insyaallah nanti 45:40 Allah berikan jalan keluar dari masalah 45:42 yang sedang kita hadapi. Cuman kan 45:44 karena saya tidak tahu masalahnya kan 45:46 jadi susah ininya. 45:48 Oke. Baik. Selanjutnya dari Ibu Sarifa 45:51 di Semarang. Asalamualaikum, Pak Ridwan. 45:53 Bagaimana jika kami mengamalkan 45:55 teori-teori ilmu alam gaib dari 45:58 suprarasional 45:59 ee supaya tidak dikategorikan ilmu 46:01 syirik. Terima kasih. 46:04 Sebenarnya ini bukan ilmu syirik kalau 46:06 menurut saya karena memang ini semuanya 46:08 masuk akal dan dalilnya tuh ada. Cuman 46:10 kan istilahnya 46:12 kata suprarasional tuh di atas rasional 46:15 gitu loh. 46:16 Kalau prosesnya mah sangat alamiah, Pak. 46:19 Sangat tidak syirik. Cuman memang nanti 46:21 ada hal-hal yang sifatnya 46:24 keajaiban-keajaiban saja yang di situ 46:26 kita harus ibaratnya tingkatkan syukur 46:29 kita. 46:30 Bukan malah jadi sombong, 46:31 malah itu nanti jadi bola salju, Pak. 46:33 Ketika kita semakin bersyukur, nikmat 46:35 semakin ditambah terus. 46:37 Di mana syiriknya orang kita mintanya 46:38 kepada Allah kan? 46:39 Heeh. [tertawa] 46:40 Mintanya kepada Allah. Enggak ada jin 46:41 segala macam. Enggak. 46:42 Ini harus disuruh salat salat di mana 46:45 syiriknya ya? Enggak ada ya? 46:46 Iya. Enggak ada. Enggak ada. 46:48 Oke. Baik. Ee kemudian 46:51 dari Bapak Zaki di Tangerang. 46:54 Asalamualaikum Pak Ridwan. Ee mohon 46:57 dijelaskan prinsip hidup X + Y + Z itu 47:01 maksudnya Pak. Silakan. 47:03 Gini. Jadi kan tadi saya bilang ada yang 47:05 namanya wadah rezeki. Wadah rezeki itu 47:07 bentuknya kan wadah tuh tiga dimensi. 47:10 Ada sumbu X, sumbu Y, sama sumbu Z. 47:13 Sebelumnya saya tadi menerangkan ada 47:14 tiga antena manusia tuh. Antene panca 47:17 indra itu secara syariat tuh sumbu X. 47:20 Terus antene ee 47:24 akal saya nyebutnya sumbu Z dan antena 47:26 hati sumbu Y. 47:27 Nah, ketika bicara wadah rezeki ya sumbu 47:31 X Y Z ini saya ubah Pak sesuai dengan 47:33 surat Al-Asr sebenarnya. Jadi sumbu Y 47:35 itu beriman. 47:37 H 47:37 jadi beriman Y Y Y Y Y pada Allah nih Y 47:39 beriman. 47:41 Sumbu X itu amal saleh. 47:43 Hm. sumbu Z itu istilahnya itu ee ini 47:48 saling menasihati dalam kebaikan, 47:50 kebenaran ya dan saling meni dalam 47:51 kesabaran. Jadi kalau dikaji setelah 47:53 saya melihat ya surat Al-Asr itu 47:56 berhubungan dengan wadah rezeki. 47:57 Hm. 47:58 Jadi orang itu akan merugi ketika si 48:00 wadah rezekinya itu tetap. Jadi ketika 48:04 orang teh imannya tetap, amal salehnya 48:05 tetap enggak nambah-nambah gitu. Saling 48:08 menasehatinya tetap malah enggak 48:10 menasehati. Nah, itu tuh disebutnya 48:12 berarti wadah rezekinya kecil. Nah, 48:14 supaya kita tidak merugi kalau bisa 48:16 setiap masa, setiap waktu berubah itu 48:20 berimannya nambah. Contoh beriman nambah 48:22 teh gimana sih? Karena kita semakin 48:24 yakin kepada Allah awalnya puasanya 48:26 Senin Kamis jadi Nabi Daud gitu loh. 48:29 H. 48:30 Jadi awalnya zikirnya cuman 48:31 subhanallahnya misalkan cuma 11 kali 48:33 jadi 33 kali ditambah tuh amal saleh 48:36 juga sama. Kalau misalnya kita biasa 48:38 sedekah sehari 1.000 ya jadi 2.000 48:41 tambahin gitu loh. 48:42 Termasuk saling menasehati. Nah, saling 48:44 menasehati kan butuh akal, butuh ilmu, 48:46 butuh kepintaran. Makanya mohon maaf, 48:49 orang yang rajin ibadah itu kalah sama 48:51 orang yang ibaratnya rajin ibadah dan 48:53 berilmu. 48:53 He. 48:54 Karena kalau yang rajin ibadah doang mah 48:57 Y-nya sama X-nya doang mungkin yang 48:58 kuat, z-nya kurang. Kalau ini mah xy 49:01 zar. He, 49:02 makanya ada hal yang menarik nih, mohon 49:04 maaf nih, saya ngomong sedikit politik 49:06 tapi dari sejarah. 49:08 Pak Prabowo sama Pak Jokowi kan sowannya 49:10 ke Mbah Mun 49:12 almarhum. 49:13 Heeh. 49:13 Bah Mun tuh kenapa jadi sowan enggak ke 49:15 profesor mana gitu loh. 49:17 Itu dua orang calon presiden datang ke 49:18 Swan ke Bahmun. 49:19 Bah Mun itu pertama Y-nya tinggi tuh 49:22 orangnya berilmu. He. 49:23 Terus istilahnya tuh akalnya, amal 49:27 salehnya juga bagus. Terus akalnya juga 49:29 bagus. Menasihatin kan beliau ulama. He 49:31 wadahnya gede banget sampai narik yang 49:34 namanya calon presiden datang. [tertawa] 49:36 Kalau saya mah yang datang paling kepala 49:38 desa, Pak. Kalau saya mah ibarat atau ya 49:40 murid-murid matematik gitu. 49:43 Oke. Baik. Selanjutnya. Asalamualaikum 49:46 Pak Ridwan. Kalau berhubungan dengan 49:47 hutang riba dan hutang bukan riba, 49:50 bagaimana solusinya? Apa hanya dengan 49:52 bersegah saja, Pak Ridwan? 49:54 Nah, ini ada yang menarik nih, Pak. Ini 49:57 juga pengalaman pribadi. Jadi tadi yang 50:00 saya ceritakan tentang tabungan jiwa tuh 50:01 ada kode unik, Pak. Jadi kode unik 50:04 tabungan jiwa itu begini. Kalau kita 50:06 sedekah uang dapat uang. Kalau kita 50:09 misalkan bantu orang punya hutang kita 50:11 lunasin hutang juga hutang kita juga 50:13 lunas, Pak. 50:15 Kalau misalkan kita nih ngebantu anak 50:17 orang lain misalkan disekolahin sama 50:19 kita, dikasih beasiswa, nanti anak kita 50:21 pun bisa dapat beasiswa, Pak. 50:22 H. 50:23 Nah, masalah hutang begini. Dulu saya 50:25 waktu beli ruko tiga, Pak. 50:27 Saya masih ada hutang tuh 50:29 istilnya R jutaan itu tuh. 50:31 H. 50:32 Terus saya bingung nih nyicilnya gimana. 50:33 Walaupun [tertawa] yang yang ngasih sih 50:35 terserah, "Pak, mau nyicilnya kapan saja 50:37 lah. Cuman saya enggak enak gitu." 50:39 Apa yang saya lakukan Pak? Kan ada yang 50:41 berhutang ke saya tuh. 50:43 Hm. 50:43 Orang minjam uang ke saya gitu. 50:45 Nah, satu hari saya teleponin semua yang 50:47 punya hutang ke saya, Pak. 50:48 Heeh. 50:48 Hutang ke saya berapa lagi? R5 juta. 50:50 Oke. Lunas. Si ini telepon berapa? Rp50 50:53 juta. Lunas. Oh 50:54 iya, Pak. Ada yang R juta ini, Bro. R 50:56 juta lunas, R juta sehari tuh, Pak. R 50:59 juta lebih yang ngutang ke saya, saya 51:01 anggap lunas. 51:01 Hm. 51:02 Tinggal saya punya hutang ke orang gitu 51:04 [tertawa] kan. 51:04 Terus yang terjadi 51:06 seminggu kemudian tuh saya ketemu orang 51:07 tua siswa yang minjamin itu. Dia nanya, 51:09 "Pak, 51:10 ini kan rumah buat umat ya?" "Iya, Pak. 51:12 Saya ini rukoh buat umat. Saya juga 51:14 mewakafkan. Udah saya juga wakaf deh, 51:15 enggak usah dibayar 51:16 gitu, [tertawa] Pak." 51:19 Jadi kalau bisa istilahnya tuh ee bantu 51:23 orang yang punya hutang kita bantu. Tapi 51:25 itu tadi niatnya harus karena Allah. 51:26 Jangan sampai saya sudah ikut Pak Ridwan 51:28 nih udah bayarin orang punya hutang. 51:30 Hutang saya enggak bisa, enggak lunas 51:31 juga gitu. Jadi 51:34 bertahaplah jangan dulu seekim itu. 51:36 Nanti takut makamnya belum nyampai 51:38 [tertawa] 51:38 nyesal lagi ya. Jadi enggak ikhlas 51:41 mengganggu ya. 51:41 Iya betul. 51:42 Oke selanjutnya dari Bapak Sofyan di 51:44 Tangerang. Asalamualaikum Ridwan. Saya 51:46 sangat setuju dengan Bapak Ridwan. 51:48 Semakin banyak kita bersedekah, semakin 51:50 luas dibuka rezeki. Ya Allah, ya Allah. 51:53 Itu yang saya doakan. Saya termotivasi 51:55 dari motivator e Mary Riana, jangan 51:58 bersedekah menunggu kaya dan jangan 52:01 bersedekah akan menjadi kaya. Dari Bapak 52:03 Sofyan di Tangerang tanggapannya. 52:05 Ya, jadi gini, Pak. Sebenarnya dalam 52:07 konsep suprarasional nih tadi X Y Z. 52:11 Jadi ketika kita bersedekah menurut saya 52:13 iman kita tuh tinggi karena yakin sama 52:15 Allah. berarti Y-nya naik. Terus amal 52:17 saleh tuh sedekah itu X-nya naik. Jadi 52:20 membesar tuh memanjang X-nya, Y-nya 52:22 membesar. Nah, Z-nya tuh akan sangat 52:24 bagus kalau kita sedekah sambil bilang, 52:26 "Eh, nanti tolong ya nih rajin salat Z 52:30 kita naik." Berarti apa? X Y Z-nya 52:32 membesar atau nambah panjang berarti 52:35 volume atau wadah rezekinya itu tambah 52:37 besar. Berarti berkah pun tambah banyak, 52:40 Pak. 52:41 Itu logika suprarasionalnya, Pak. 52:43 Jadi jangan takut sedekah. Makanya terus 52:45 terang pada saat krisis ini, uang jangan 52:48 ditahan-tahan, jangan disimpan di bank, 52:50 ditumpuk-tumpuk, jangan banyakin sedekah 52:52 aja, bantu orang 52:53 ngasih beras, ngasih apa, ngasih apa 52:55 gitu loh. 52:56 Oke. 52:57 Kemudian dari Ibu Yani di Batam. 52:59 Asalamualaikum, Pak Ridwan. Saya Ibu 53:02 Yani dari Batam. Benar apa yang sudah 53:04 diuraikan Bapak? Saya pernah berdoa 53:06 ingin sekali selalu bersedekah, tapi 53:09 enggak punya uang, enggak punya 53:10 penghasilan. sehingga Allah jawab 53:12 kemampuan keterampilan. Dan di waktu 53:14 COVID ini saya mendapat pesanan konektor 53:17 masker sampai sekarang 53:21 lebih kurang 1400 53:23 P dan bersyukur 53:26 saya sudah sedekah kepada mobil jenazah 53:29 untuk beli Al-Qur'an mukenah juga anak 53:31 yatim dan rumah sakit di Palestina. Saya 53:34 ingin bergabung insyaallah. 53:38 Oke tanggapannya. Gini, yang jelas 53:40 memang sedekah itu punya dampak besar. 53:43 Cuman kalau ada pertanyaan nih, Pak 53:44 Ridwan, kalau orang miskin gimana? Kan 53:47 dia enggak bisa sedekah. Nah, saya ingin 53:49 bilang di sini juga Pak Krisna maha 53:51 hadirnya Allah. 53:53 Jadi, dalam ilmu superasional itu ada 53:54 yang namanya kode khusus ya. Jadi, kalau 53:57 misalkan kita misalkan orang pengin kaya 53:59 dengan sedekah, kalau yang miskin enggak 54:01 bisa sedekah, gimana cara jadi kaya? He 54:04 caranya gampang, Pak. Hm. 54:06 Sering wirid ya ghani ya mugni ya ghani 54:08 ya mugni gitu loh. 54:09 He 54:09 istrinya tuh. Jadi kayak bilang Allah 54:12 yang maha kaya gitu kan. Sering dibaca 54:14 itu nanti kita jadi kaya dengan syarat 54:17 ada usaha Pak. 54:18 Hm. 54:18 Jadi kalau pengin pintar baca ya alim ya 54:20 alim ya alim. Pengin kaya baca ya aziz 54:22 ya aziz ya aziz gitu loh. Misalnya tuh 54:23 ya gani ya apa 54:25 ya gani ya mugni gitu. Jadi istilahnya 54:27 tuh kita akan baca sesuai dengan apa 54:31 yang kita inginkan. Kalau pengin pintar 54:32 ya alim gitu. Ini yang salah kadang 54:34 gini, Pak. Guru, Pak. Guru harusnya 54:37 wirid yang alim, ya alim, ya alim supaya 54:39 jadi pintar. 54:40 Ini bicaranya ya goni, ya goni [tertawa] 54:42 jadi ke sekolah jadi bawa barang 54:43 dagangan tapi dia jarang belajar gitu. 54:47 Kalau pengin pintar sama pengin kaya 54:49 berarti bacanya ya alim sama ya goni 54:51 gitu. 54:52 Oke, salahnya dari Ibu Abu Zahid. 54:55 Asalamualaikum, Pak Ridwan. Menurut 54:58 Bapak, menurut Bapak nih yang paling 55:00 baik itu jadi orang sukses atau jadi 55:03 orang beruntung? 55:04 Kalau menurut saya sih yang paling bagus 55:07 adalah jadi orang bermanfaat, Pak. 55:08 Hm. 55:09 Jadi atau jadi orang yang bernilai? Jadi 55:12 orang yang bernilai itu orang yang 55:13 bermanfaat. Jadi kalau misalnya orang 55:16 sukses bisa jadi sukses untuk dirinya 55:17 sendiri tapi dia tidak bermanfaat buat 55:19 untuk orang lain gitu. Itu tidak bagus. 55:22 Makanya kan dalam istilah tuh kalau ini 55:24 ya istilahnya tuh Albert Einen bilang 55:28 lebih baik jadi orang yang bernilai gitu 55:29 loh daripada orang sukses. Yang saya 55:31 baca kemarin juga kiai yang dari Gondor 55:35 tuh bilang lebih baik orang yang kaya 55:38 dan berjasa. 55:39 Hm. 55:40 daripada kaya doang gitu loh. 55:42 Makanya kalau saya lebih suka jadilah 55:43 orang yang bernilai atau orang yang 55:45 bermanfaat Pak. 55:46 He. 55:47 Pintar bermanfaat bagus, pintar tidak 55:49 bermanfaat tidak bagus. H 55:51 orang yang tidak pintar bermanfaat jauh 55:52 lebih bagus daripada orang pintar tidak 55:54 bermanfaat. 55:55 Masyaallah. 55:57 Asalamualaikum, Pak Ridwan. Maaf, 55:58 bagaimana bersedekah sementara hutang 56:01 banyak? Ee Pak Ridwan, bagaimana ingin 56:03 sekali bersedekah tapi utang banyak? 56:05 Nah, ini pertanyaan menarik nih. Jadi 56:08 kalau misalkan kita itu punya banyak 56:11 hutang, ya utamakan itu adalah 56:15 istilahnya itu bayar hutang dulu. Tapi 56:18 kalau pakai teori saya yang tadi, coba 56:19 bantu orang juga yang berhutang ke kita, 56:21 Pak. 56:22 Jadi misalnya dilunaskan atau ada orang 56:24 saudara kita punya hutang yang lebih 56:25 kecil dari kita nih bantuin gitu. 56:28 Terus kadang sudah seperti ini, Pak, 56:29 berarti Bapak teh harus pakai ilmu 56:32 suprarasional yang lain. Artinya apa? 56:35 Bermainnya tuh di doa, Pak. Sering 56:37 berselawat, sering berpuasa, mendekatkan 56:39 diri kepada Allah supaya sumbu Y-nya 56:41 yang gede. 56:42 Karena ketika untuk bersedekah kan uang 56:44 kita enggak cukup nih. 56:45 Ibaratnya X-nya enggak bisa berkembang 56:47 nih karena uang kita sempit. Y-nya yang 56:48 diperbesar. He. 56:49 Jadi bahasan gini, Pak. 56:52 Kalau misalkan panjang X kita cuman 1 m, 56:54 H 56:55 enggak bisa dikembangkan lagi karena 56:56 kita enggak punya uang nih. 56:58 Z-nya cuman 1 m, Y-nya dibuat jadi 10 m. 57:01 Jadi, volumenya kan jadi 10 nih. Bisa 57:03 jadi ketika 10 itu akan ada rezeki tak 57:05 terduga. H 57:07 seperti yang saya alami kan saya enggak 57:09 bayar hutang saya loh, Pak. Yang 57:10 punyanya bilang, "Udah, Pak, gratis. 57:13 Saya juga wakaf." Selesai berarti. 57:16 Nah, itu keajaiban itu terbentuk karena 57:17 kita punya wadah rezeki yang membesar 57:19 sesuai dengan kebutuhan hutang kita 57:21 tadi, Pak. 57:22 Oke. Selanjutnya, Selawat Rwan. Jika ibu 57:25 hamil bayi di dalam kandungannya 57:27 terlilit tali pusar, menurut dokter 57:29 karena bayi masih putar-putar. 57:32 Menurut supranatural, bagaimana 57:34 solusinya dari ibu di Bekasi? 57:36 suprarasional kali ya. E superarasional. 57:40 Nah, ini terus terang kalau sudah 57:42 hubungannya dengan yang medis gitu kan, 57:45 terus misalkan dokter sudah bilang 57:47 begini dan begitulah istilahnya teh. 57:50 Jadi kita mungkin pasrahkan kepada Allah 57:53 dan ada upaya Pak Bu. Jadi upaya 57:56 suprarasionalnya perbanyak selawat 57:59 istilahnya tuh mungkin perbanyak sedekah 58:02 dan mohon kepada Allah bahwa dimudahkan 58:04 urusannya kepada saat melahirkan. Nah, 58:07 sedekah terus bisa jadi mungkin kita 58:10 berselawat, ngaji, puasa dan lain-lain 58:12 itu memperbesar wadah rezeki kita 58:15 sehingga doa kita supaya kita teh nanti 58:18 tidak ada masalah dalam pada saat 58:19 melahirkan itu terkabul. Saya pun sama, 58:22 Pak. Eh, Bu, ketika saya sudah punya 58:25 masalah yang ibaratnya, Teh tidak bisa 58:28 lagi dipikirkan, ya. Saya larinya itu 58:32 apa? Ke doa dan zikir. Seperti kasus 58:36 waktu istri saya mau melahirkan anak 58:38 kedua itu ee 58:41 udah mungkin lebih dari seminggu enggak 58:42 melahirkan-melahirkan. Saya bingung 58:44 gitu. Waduh, ini gimana nih? Saya agak 58:46 malas di operasi caesar gitu. 58:48 Banyakin doa ajaalah. banyak doa pas mau 58:51 dioperasi caesar. Ada yang unik, dokter 58:55 bilang awalnya perempuan anaknya jadi 58:57 laki-laki. Terus katanya, "Ini enggak 58:58 usah dioperasi, Pak. Kayaknya lancar." 59:00 gitu. Jadi perbanyak doa aja diperbanyak 59:02 tuh doa dan zikirnya diperbanyak. 59:05 Ini sudah mulai banyak yang pesan buku 59:07 ini, karakter suprarasional nih dari Pak 59:09 Slamet di Mega Mendung apa di mana nih? 59:13 Asalamualaikum. Saya berniat membeli 59:15 buku Cara Berpikir Supraasional tulisan 59:18 Ridwan Hasan Saputra. Selamat Mega ya. 59:22 Ee harganya Rp60.000 ya. Silakan 59:23 hubungin ke 08129499484 59:28 itu ee Etara ya. 59:33 Kelihatannya enggak bisa dijawab 59:34 semuanya. Kita keterbatasan waktu nih. 59:37 Nanti beratin juga akan memberi materi 59:40 ya 59:41 di IMC ya. Eh, 59:45 oke. 59:49 Wah, sayang kalau enggak diulang acara 59:51 ini. Acara ini mesti diulang-ulang 59:52 [tertawa] 59:53 dari Rizal. Insyaallah Evergreen. Sid. 59:57 Oke. Baik. 59:59 Eh, jadi kesimpulannya bagaimana, Pak 1:00:01 Ridwan untuk orang yang sekarang 1:00:03 kesulitan kesulitan rezeki ketika masa 1:00:05 pandemi ini? Yang harus diperhatikan, 1:00:07 yang harus difokuskan apa? 1:00:09 Nah, jadi gini. Kesimpulan akhir ya. 1:00:12 Jadi Bapak Ibu ketika misalkan masa 1:00:14 pandemi ini yang banyak pengangguran dan 1:00:17 segala macam ya yang artinya 1:00:19 penghasilannya kuranglah gini. Jadi 1:00:22 pertama tingkatkan keimanan. 1:00:26 Tingkatkan keimanan dari aktivitas 1:00:27 ibadah ya. Perbanyak puasa, zikir, 1:00:31 ngaji, dan lain-lain. Itu syarat 1:00:33 pentingnya harus untuk mendapatkan rida 1:00:35 Allah. 1:00:36 Yang kedua ya istilahnya tuh perbanyak 1:00:40 amal saleh. 1:00:42 Bantu tetangga, 1:00:44 orang tua, bantu apa untuk kepentingan 1:00:47 masjid apa segala macam amal saleh tuh 1:00:49 dilakukan. 1:00:51 Yang berikutnya adalah saling 1:00:53 menasehati. Nah, saling menasehati di 1:00:55 sini yang sangat penting adalah 1:00:58 berprasangka 1:01:00 baik kepada Allah bahwa sebenarnya 1:01:03 COVID-19 atau krisis ini anugerah. Saya 1:01:06 terusang secara pribadi sudah menganggap 1:01:08 COVID-19 ini adalah anugerah 1:01:10 buat saya pribadi, buat saya keluarga 1:01:12 dan buat lembaga saya. 1:01:14 Dan seharusnya ketika bangsa Indonesia 1:01:16 itu sudah berubah cara berpikirnya, ini 1:01:18 anugerah loh, Pak. Benar. 1:01:20 Salah satu contoh anugerahnya apa yang 1:01:22 yang saya rasakan ya rasakan 1:01:24 pertama gara-gara COVID-19 saya masuk 1:01:26 TPRI, Pak. [tertawa] Berseri dan malah 1:01:29 sekarang saya syuting lagi, Pak. 1:01:31 Dibayar lagi secara khusus istilahnya 1:01:32 tuh. 1:01:33 Oke. 1:01:33 Itu yang pertama. 1:01:34 Satu. Kedua, 1:01:35 bisa bikin buku, Pak. Buku karakter 1:01:37 suprarasional gara-gara COVID. Saya 1:01:38 enggak ke mana-mana ngetik terus. 1:01:40 [tertawa] 1:01:41 Oke. Terus 1:01:42 yang ketiga ini bisnis saya nih di 1:01:44 bidang online malah sekarang maju nih, 1:01:46 Pak. Alhamdulillah. 1:01:47 Masyaallah. 1:01:47 Jadi sudah yang dulu beberapa orang yang 1:01:49 saya rumahkan sudah saya panggil-panggil 1:01:51 lagi untuk masuk kerja. He. 1:01:53 Yang berikutnya nih, Pak, saya sama 1:01:54 Kemikbud sudah diundang lagi untuk ngisi 1:01:56 karakter suprarasional beberapa angkatan 1:01:59 lagi. Jadi, saya [tertawa] bilang ini 1:02:01 malah jadi rezeki banyak yang tidak saya 1:02:03 pernah pikirkan sebelumnya. 1:02:05 Dan yang terakhir, Pak, dulu saya 1:02:07 bingung buka cabang KPM seperti apa. 1:02:09 Sekarang alhamdulillah insyaallah 1:02:10 gampang orang gampang buka cabang KPM 1:02:13 bisa ratusan nih sebentar lagi 1:02:14 se-Indonesia. Insyaallah 1:02:16 anugerah ya Covid ya. 1:02:17 Iya, anugerah 1:02:17 ya nanti ya .30 juga Pak Ridwan ditunggu 1:02:21 di aula Insan Mandiri ya. 1:02:24 Iya. 1:02:24 Untuk kita akan mendengarkan semua 1:02:26 uraian dari Pak Ridwan nanti pukul pukul 1:02:29 .30. Oke. Ee Pak Ridwan katanya suka 1:02:32 mencari penderitaan malah dicari. Kok 1:02:34 penderitaan dicari? 1:02:35 Nah gini Pak. Itu namanya merencanakan 1:02:38 kesusahan. Jadi dalam teori saya gini. 1:02:41 Ketika ingin memperbesar sumbu X Y dan Z 1:02:43 tuh harus menderita, Pak. syaratnya 1:02:46 kan ibaratnya teori itu pasangan susah 1:02:49 senang atau pepatah kita mah 1:02:51 berakit-rakit ke hulu berenang-renang 1:02:54 ketepian bersakit-sakit dahul 1:02:57 bersenang-senang kemudian jadi untuk 1:02:59 meningkatkan sumbu Y misalkan itu Pak 1:03:01 itu kan harus menderita contoh puasa 1:03:03 gitu kan menderita puasa Senin Kamis 1:03:05 salat tahajud malam-malam harusnya tidur 1:03:07 bangun kan [tertawa] menderita 1:03:09 terus amal saleh nih sedekah h Rp100 1:03:12 nyarinya susah gitu kan [tertawa] 1:03:13 menderita gitu loh 1:03:15 Tapi hasilnya masyaallah ya 1:03:16 hasilnya benar gitu. 1:03:18 Oke. [tertawa] 1:03:20 Aduh soalnya masih banyak yang ingin 1:03:22 ditanyakan ke Pak Ridwan ya, Pak Ridwan 1:03:24 Hasan Saputra. 1:03:27 Tapi kita sudah dibatai sela waktu. 1:03:29 Terima kasih. Ada kesimpulan yang mau 1:03:30 disampaikan terakhir? 1:03:32 Kesimpulan saya Bapak Ibu terus terang 1:03:33 pertama hidup ini sekarang kita tidak 1:03:35 punya pilihan kecuali kembali kepada 1:03:37 Allah dan berpikir positiflah kepada 1:03:39 Allah. Jangan ngegurutu kepada Allah. 1:03:41 Jangan ngeluh misalnya jangan suujondah 1:03:43 kepada Allah. G aja. 1:03:44 Oke. Baik. Terima kasih, Pak Triban. 1:03:47 Mudah-mudahan berbag juga kru dari Pak 1:03:49 Tiriban juga hadir sini. Terima kasih 1:03:50 sudah bersama-sama datang ke Rasil. Saya 1:03:53 Muhammad Krishna dan Anis mohon pamit. 1:03:57 Wabillahi taufik walhidayah. Eh juga 1:03:58 Ondi ya. Ondi. Terus bagi yang mau mesan 1:04:01 ee bukunya Pak Ridban, karakter Supra 1:04:04 rasional menjadi pemenang di masa krisis 1:04:06 harganya Rp60.000. Hubungi 08129499484. 1:04:13 Etra. Terima kasih. Wabillahi taufik 1:04:15 walhidah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:04:16 wabarakatuh.