Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala
- yang dapat meraih kami baik itu lewat
- radio
- AM729 maupun lewat streaming Rascil di
- YouTube Rasil Rascil TV. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Masyaallah,
- mudah-mudahan dalam keadaan baik semua,
- sehat semua yang mengikuti kajian setiap
- hari Jumat siang ini. Dan seperti biasa
- pada ee kali ini saya hadir di Fikih
- Wanita bersama guru kita yang telah
- hadir di seberang sana. Mari kita sapa
- terlebih dahulu Ustazah Herlini Amran.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah sehat, Ustazah.
- Alhamdulillah luar biasa. Allahu Akbar.
- Masyaallah. Masyaallah. Alhamdulillah.
- Kami senang sekali Ustazah bisa hadir
- kembali dan seperti biasa setelah pekan
- lalu absen kita berdua absen pekan hari
- ini kita bisa bersama-sama mengikuti
- kajian fikih wanita. Dan insyaallah
- selama kurang lebih 90 menit ke depan
- tema yang akan dibahas Ustazah penting
- sekali yaitu mengimani hari akhir. Betul
- ustazah ya. Tfadal ustazah ya.
- Jazakillahiran Mbak semua.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdani
- wafah mazidah. Ya rabbana lakal hamdu
- bil iman. Ya rabbana lakal hamdu bil
- islam. Yaabbana lakal hamdu bil quran
- lakal hamdu bilal ahli muah.
- Allahumma shi wasallim wabik sayidina
- Muhammadin waa alihi
- wa allahum
- inuka amin ya rabbal alamin mbak olin
- dan pendengar semua semuanya yang
- bersama kita saat ini. Yuk, kita Nukmin
- saah eh majelis bina Nukmin Saah. Kita
- duduk sejenak ya, kita beriman sesaat.
- Mudah-mudahan ee pembahasan kita kali
- ini mudah-mudahan dapat menambah
- keimanan kita kepada Allah ee dapat ee
- mewarnai hari-hari kita yang mungkin
- dipenuhi oleh rutinitas yang dari pagi
- sampai malam pagi lagi. Hanya seperti
- itu saja. kadang-kadang ee menyebabkan
- kita jenuh ya dalam menghadapi setiap
- rutinitas ini. Maka kita mengisi sejenak
- mengisi tabung-tabung iman kita, nurani
- kita, hati kita dengan mengimani hari
- akhir yang sebenarnya adalah bagian dari
- ee kewajiban kita kepada Allah yang
- sudah menjadi ee akidah kita. Karena
- mengimani hari akhir ini adalah salah
- satu rukun iman di dalam Islam ya. Dan
- kita meyakinnya, insyaallah kita
- meyakininya dan ini memang menjadi
- kewajiban untuk diimani, diyakini oleh
- seluruh umat Islam. Karena keimanan ini
- tidak hanya menjadi bukti keimanan kita
- kepada Allah, tapi juga memberikan
- pengaruh yang besar terhadap cara kita
- menjalani kehidupan di dunia ini. Karena
- keimanan dalam ee terhadap hari akhir
- ini akan ee memberikan kita pengajaran,
- pelajaran bahwa setiap amal perbuatan
- itu akan ee dipertanggungjawabkan di
- hari akhirat nanti ya. Ee jadi ketika
- kita membahas kenapa sih ee mengimani
- hari akhir ya karena memang ini bagian
- dari rukun iman ya. Enam pilar rukun
- iman kita sudah tahu ya ada enam ya.
- Iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab
- Allah, rasul-rasul Allah ya. Iman kepada
- hari akhir, kehidupan sama kematian ya.
- Iman kepada takdir, qada dan qadar. Kita
- tahu itu. Bahkan kita sudah hafal sejak
- kecil. yang menjadi tantangan dan ee
- pertanyaan buat kita tahu tapi apakah
- kita
- mengamalkannya? Karena secara tidak
- langsung kadang-kadang kita ngomongnya
- beriman kepada hari akhir pada
- kenyataannya tidak dibuktikan oleh
- perilaku kita, amal kita dalam kehidupan
- sehari-hari. Baik kita sebagai seorang
- ibu, istri, anak atau anggota masyarakat
- se. Nah, jadi ee pertama kita bahas dulu
- ya. Mengapa harus mengimani hari akhir?
- Tentu saja yang pertama dan utama adalah
- ini landasan akidah. Karena iman kepada
- hari akhir ini adalah salah satu pokok
- dari akidah Islam. Masalah kebangkitan
- di negeri akhirat itu harus menjadi
- landasan akidah kita dalam ee menjalani
- kehidupan ini ya. Jadi yang pertamanya
- itu kan beriman kepada Allah. Makanya
- suka digandeng ya. Beriman kepada Allah.
- akhir. Jadi beriman kepada Allah itu
- selalu digandingi dengan beriman kepada
- hari akhir. Karena kita yakin bahwa
- kehidupan dunia ini bukanlah akhir dari
- segala-galanya, tapi kehidupan di dunia
- ini adalah ee kehidup ada lagi kehidupan
- yang abadi di akhirat. Jadi kalau kita
- hidup di dunia itu pasti kita akan ee
- meninggal ya, wafat. Bahkan kematian itu
- bukanlah bagi kita di dunia bukanlah
- akhir dari segala-galanya. Kematian itu
- adalah awal dari kehidupan. Ya, karena
- kita tahu ya proses kita, fase kita di
- dunia ini kan ee kita perjalanan hidup
- tuh masih panjang. Kita sudah melewati
- alam rahim ya. kita sudah ee ke alam
- dunia saat ini, tapi kita belum loh
- masuk ke alam barzakh. Kita belum
- menempuh hari akhirat, hari kiamat. Ya,
- maksudnya kita belum ee merasakan
- bagaimana ee yaumul mahsyar, padang
- mahsyar ya, tempat semua manusia
- berkumpul mempertanggungjawabkan amal
- itu belum. Perjalanan kita tuh masih
- panjang. Kita sekarang ini masih berada
- di dunia ya. Dan kita hidup di dunia ini
- tentu tidak selama-lamanya. Kita paham
- itu. Tapi ingat deh bahwa kematian itu
- pasti akan mengintai kita. Bahkan dalam
- sebuah riwayat hadis Tirmidzi ya,
- manusia itu seakan-akan dikepung oleh 99
- macam sebab
- kematian. 99 macam sebab kematian. Ya,
- bisa dia mati mungkin karena tertabrak,
- terbunuh, karena penyakit, tenggelam,
- ya. Ee tertimpa reruntuhan. Banyaklah
- sebabnya. ada 9 99 macam sebab kematian.
- Jika semua itu gagal mengenainya, dia
- pasti tidak bisa mengelak dari hari tua.
- Ya, mungkin ada orang yang menjaga
- kesehatannya, wah usianya panjang tapi
- hari tua itu enggak bisa dihindari dan
- setiap yang bernyawa pasti mengalami
- kematian. Maka ee kita tahu mengimani
- hari akhir ini adalah suatu hal yang
- wajib kita imani ya. Wajib ya.
- Dan sesungguhnya hari kiamat itu
- pastilah datang tidak ada keraguan
- padanya dan bahwasanya Allah
- membangkitkan semua orang di dalam
- kubur. Jadi iman kepada hari akhir tadi
- karena landasan akidah gitu ya ee ada
- masanya kita akan berakhir ya expire ya
- hidup kita di dunia itu ada expire-nya
- cuma entah kapan ya kita perlu
- persiapkan bekal ya. Kemudian yang ee
- berikutnya, kenapa kita harus mengimani
- hari akhir? Karena ketika kita mengimani
- hari akhir, kita punya tujuan
- hidup. Tujuan hidup kita tu apa? Ya,
- kalau orang tidak memiliki tujuan hidup
- ini, dunia adalah
- segala-galanya. Ketika dia menjadikan
- dunia segala-galanya, banyak hal yang
- tidak dia dapatkan. Jadi frustasi, kan?
- Makanya artinya karena tidak memahami
- tujuan hidup, banyak orang yang
- mengakhiri hidupnya dengan bundir. Apa
- tuh, Mbak? Bunuh diri gitu ya. Karena
- kecewa, stres, tidak mendapatkan apa
- yang diharapkan, yang dia inginkan.
- Kecewa karena sikap orang, karena
- perilaku, karena mungkin masalah rezeki.
- Karena dia tidak punya tujuan hidup.
- Nah, itu ya. Kenapa kita harus mengimani
- hari akhir? Karena memang mengimani hari
- akhir ini berpengaruh terhadap perilaku
- kita.
- Jadi keyakinan kepada iman kepada hari
- akhir ini tentu dapat mempengaruhi
- moralitas kita bahkan prioritas hidup
- kita sehari-hari. Karena beriman kepada
- hari akhir tentu memberikan kita
- motivasi untuk berbuat kebaikan ya.
- Bagaimana kita menjalani hidup lebih
- bermakna, menjaga hubungan kita dengan
- Allah, dengan manusia. Bagaimana konsep
- memaafkan, bagaimana kita mau membawa
- bekal sebanyak-banyaknya. Tentu kita
- akan berusaha untuk mendapatkan ilmu
- sebesar-besarnya, seluas-luasnya,
- sedalam-dalamnya tentang agama sehingga
- kita bisa menjalani hidup ini dengan
- pertanggungjawaban. Jadi artinya ketika
- kita beriman kepada hari akhir, kita
- menyadari bahwa seluruh kehidupan
- manusia ini baik perbuatannya yang baik
- ataupun yang buruk itu akan menerima
- balasan dari Allah Subhanahu wa taala.
- kita akan bertanggung jawab atas apa
- yang kita lakukan di dunia ini. Jangan
- sampai terjadi mentang-mentang ya,
- mentang-mentang penguasa,
- mentang-mentang pejabat, mentang-mentang
- memiliki kekuatan, memiliki pengaruh,
- mentang-mentang akhirnya berbuat
- semawanya. Nanti akan diminta
- pertanggungjawaban di hari akhir nanti.
- Kalaupun di dunia mungkin belum ada yang
- berani mempertanggungjawabkannya ya.
- Artinya tidak. Artinya ee ketika
- perbuatan kezalimannya itu ya nanti kita
- yakin Allahlah yang akan membalas
- semua perilaku kita, perbuatan kita
- kalau tidak dibalas di dunia, di
- akhirat. Karena
- Allahlah ee hakim yang paling adil, ya.
- Nah, oleh karena itu mengimani hari
- akhir ini akan menyebabkan kita
- menyadari dunia ini hanya sementara.
- mengingatkan kita bahwa dunia ini bukan
- segala-galanya, bahwa dunia ini penuh
- ketidakpastian. Kita tidak boleh terikat
- pada dunia semata, melainkan harus
- mempersiapkan diri untuk kehidupan yang
- abadi di akhirat. Makanya akan membuat
- kita berpikir ulang, apakah perbuatan
- kita ini nanti tidak akan ee membawa
- dampak negatif atau tidak. Jadi, seorang
- ibu ketika dia mengimani hari akhir, dia
- akan berpikir panjang untuk melakukan
- sesuatu perbuatan. Apakah ini perbuatan
- ini akan berdampak untuk masa depan
- akhiratnya nanti? ya, bagaimana
- mendidikan anaknya terhadap suaminya
- atau seorang suami ketika dia ee sebagai
- seorang suami yang memiliki kewajiban
- terhadap keluarganya, dia akan berpikir
- ulang apakah perbuatannya ini akan
- nantinya membawa dampak di akhirat
- ketika dia menyia-nyiakan keluarganya,
- menzalimi anak dan istrinya, itu kan dia
- akan mempertanggungjawabkan apa yang dia
- lakukan di dunia ini. Jadi dengan
- mengimani hari akhir maka kita akan
- termotivasi untuk berbuat kebaikan ya.
- Memberikan motivasi untuk banyak berbuat
- hal yang bermanfaat bagi masyarakat,
- bagi manusia, bagi tidak hanya diri
- sendiri, tapi bagi ee sekeliling kita.
- Karena kita tahu bahwa setiap amal baik
- akan dihitung dan dihargai oleh Allah.
- Bahwa apapun yang akan kita lakukan akan
- kembali kepada kita. bahwa dunia ini
- hanyalah untuk membawa bekal nanti akan
- kita bawa ke akhirat. Jadi ketika
- mengimani hari akhir ini menjadi penentu
- sahnya iman kita atau tidak sahnya. Ya,
- kalau kita beriman kepada hari akhir
- tentu kita ee tidak meragukan lagi
- kekuasaan Allah. Tapi ketika kita tidak
- beriman kepada hari akhir itu imannya
- tidak sah. Bahkan bisa ya cacat
- keimanannya ya. Bahkan ini bisa-bisa
- nanti nauzubillah bisa jadi murtad ya.
- Artinya ee dia tidak beriman kepada hari
- akhir kan. Jadi berarti dunia adalah
- segala-gala baginya. Dia akan berbuat
- semau-maunya. Jadi inilah sebabnya
- kenapa kita mengimani hari akhir. Ya,
- mengimani hari akhir ini kan memberikan
- kita ketenangan, memberikan kita
- harapan, memberikan kita kekuatan ya
- tenang dalam menghadapi semua masalah
- yang ada. Karena kehidupan kita itu
- pasti selalu ada ujian dan cobaan. Dan
- ujian cobaan ini ketika kita
- mendalaminya, memahaminya dengan ilmu
- bahwa ini ketika kita berhasil
- melaluinya, ini akan menjadi investasi
- kita nanti di yaumil akhir. Nah, tentu
- kita isi dengan ketaatan. Ya, jika kita
- tidak beriman kepada hari akhir, maka
- kita sulit untuk bisa istikamah dalam
- beribadah. Karena kita tidak memahami
- bagaimana ee akibat yang kita dapatkan
- karena kita tidak tahu apa buahnya dari
- kesabaran. Ya, kalau memang meragukan
- hari akhir kan maunya orang balas
- dendam. Ya, berarti ketika dia tahu
- bahwa ini akan memberikan anugerah yang
- luar biasa, bahwa ujian cobaan yang
- menimpa dirinya di dunia ini akan dapat
- dia dapatkan balasan dari Allah dengan
- kesabarannya, dengan pemberian yang luar
- biasa, tentu dia akan bersabar. Bahkan
- kalau dalam riwayat itu Nabi mengatakan
- ya kalau ahlul bala orang-orang yang
- diuji di dunia tuh tah e ketika di
- akhirat dia tahu betapa besar pahala
- yang dia dapatkan, dia tuh seakan-akan
- mengatakan, "Coba seandainya aku di
- dunia tuh dipotong-potong kulitku ini
- ya, aku lebih rela ya." Arti karena dia
- tahu betapa besar pahala yang dia
- dapatkan. Jadi mengimani hari akhir ini
- menjadikan harapan buat kita ya. Sebuah
- harapan kita akan mendapatkan kebaikan.
- Ada harapan yang tidak kita dapatkan di
- dunia tapi kita dapatkan buahnya di
- akhirat ya. Misalnya ketika Allah
- berikan ujian ee kekurangan harta bagi
- ee seseorang, dia punya harapan nanti
- balasan dari kesabarannya itu dia
- dapatkan di akhirat. ya ketika dia tidak
- mendapatkan ee kehidupan yang tanda
- kutip enggak bahagia dalam keluarganya,
- dia akan dapatkan balasannya nanti
- dengan kebahagiaan penuh di akhirat.
- Ketika di dunia dia tidak mendapatkan
- keturunan karena Allah akan memberikan
- ujian setiap orang itu berbeda-beda.
- Tidak ada manusia yang tidak diuji
- Allah. Semuanya pasti.
- semuanya pasti mendapatkan ujian dan
- tidak semuanya juga dapat balasan di
- dunia. Bahkan ada seorang sahabat
- mengatakan ee kepada temannya, "Mau tahu
- enggak ahlul jannah, penghuni surga
- bentar lagi lewat nih." gitu ya. Terus
- ketika ditunjuk tuh di jadi ada seorang
- muslimah berkulit hitam tuh dia tuh ee
- ah ahlul jannah. Kenapa gitu ya? Nah,
- ternyata itu adalah seorang wanita,
- seorang sahabiat yang Allah berikan
- ujian sakit ee apa ya kalau istilahnya
- itu kalauak kambuh itu ya. Jadi berbagai
- macam ee namanya ya. Apa, Mbak namanya
- Mbak yang yang mana saja yang tiba-tiba
- kambuh itu ya? Epilepsi. Iya. sejenis
- itulah epilepsi itu kan istilah ya
- namanya tapi saya tidak tahu persisnya
- seperti apa. Kalau untuk sekarang kan
- mereka mengatakan epilepsi ya tiba-tiba
- ee kambuh ya ee apapunlah jenis ee
- penyakitnya yang ketika kambuh dia tidak
- sadarkan diri terus dia ee kejang-kejang
- iya kejang-kejang seperti itu. Ee dia
- minta datang kepada Rasul minta sembuh
- karena doa Rasul itu pasti dikabulkan
- Allah. Ya Rasulullah doakan saya
- Rasulullah saya ingin sembuh. Rasulullah
- memberikan pilihan. Aku doakan engkau,
- engkau sembuh atau engkau bersabar, maka
- bagimu ee surgairi hisab tanpa hisab.
- Pilih yang mana? Muslimah ini tentu
- memilih karena dia mengimani hari akhir,
- dia memilih balasan yang untuk di hari
- akhir. Ya Allah, ya Rasulullah, aku mau
- yang itu saja. Ee aku sabar. Tapi doakan
- aku ketika kambuh jangan terlihat aurat
- tuh. Masyaallah. Jadi di situ kita tahu
- bagaimana ketika Allah berikan ujian
- cobaan yang menimpa apapun bentuknya
- kepada kita itu sudah ada janji Allah
- buah dari kesabaran itu. Masyaallah ya.
- Jadi sekali lagi mengimani hari akhir
- ini akan menimbulkan ketenangan kepada
- kita, akan menimbulkan harapan yang
- terbaik. Ya kan kita banyak yang ee
- diberikan ujian ya dengan berbagai
- bentuk ujian. mungkin ada ujian-ujian
- misalnya orang menzaliminya ya
- menzaliminya apakah dengan memfitnahnya,
- mengadu dombanya, banyaklah hal yang ee
- membuat hati kita itu jadi sedih,
- berkepanjangan. Ini nanti Allah akan
- berikan harapan orang yang bersabar itu
- akan mendapatkan buahnya di akhirat
- dengan syarat dia rida. Dia rida dengan
- ee ketentuan Allah. ketika dia rida
- mendapatkan kezaliman itu dan dia tidak
- membalas kezaliman itu, maka kezaliman
- yang dirasakannya itu akan ee dia
- dapatkan buahnya nanti di yaumil akhir.
- Kalau gitu enggak boleh kita membalas
- kezaliman orang. Boleh saja. Ketika kita
- membalas kezaliman orang di dunia, ya
- sudah kita enggak dapat lagi di akhirat
- sudah terbalas kan. Mau balas yang di
- mana? Di dunia atau di akhirat? Itu
- kembali kepada ee bagaimana kita
- menyikapinya. Nah, ketika kita mengimani
- hari akhir, maka ketika kita ditinggal
- oleh wafatnya orang yang kita cintai,
- apakah itu suami
- kita atau ibu kita atau ayah kita atau
- anak kita, kita yakin suatu saat nanti
- Allah akan pertemukan kita di surga nih.
- Insyaallah Allah akan mempersatukan kita
- kembali di Jannatul Firdaus insyaallah.
- Karena ini bagian dari buah kesabaran
- kita. Nah, jadi tadi saya katakan
- kematian itu bukanlah akhir dari
- kehidupan. Kematian itu adalah awal dari
- sebuah kehidupan yang abadi. Sehingga
- kita memberi memiliki kekuatan kekuatan
- untuk menghadapi ujian cobaan yang ada
- di dunia ini. Ya, berapa kita, berapa
- tahun kita mendapatkan ujian di dunia
- ini? Ya, kalau Rasulullah mengatakan
- inar umati itu bain eh inin ya usia
- umatku itu sekitar 60 sampai 70 tahun
- ya. Ya, artinya ketika ujian Allah
- berikan di di usia-usia segitu ya,
- inilah bagian dari sebenarnya Allah tuh
- sayang dengan kita. Karena kita akan
- nanti diberikan balasan yang luar biasa
- nanti di hari yang penuh dengan ee
- kekekalan surga ya, yaumul akhir. Maka
- ketika kita melalui onak dan duri,
- kesulitan dan kesukaran, kesusahan,
- kepedihan, luka, ya ketika kita
- menjalani hari-hari kita di dunia karena
- kita beriman kepada hari akhir ini akan
- memberikan kita kekuatan. Kekuatan untuk
- menjalankan kebaikan-kebaikan yang ada.
- Kita berusaha untuk menjauhi
- larangannya. Karena kita yakin Allahlah
- yang akan memberikan gantinya yang
- terbaik. Jadi inilah pila keimanan yang
- utama ya. Iman kepada hari akhir.
- Makanya digandingkan dengan iman kepada
- Allah ya. Jadi kalau orang beriman
- kepada hari akhir dia tidak akan
- terjebak pada agnostik, tidak terjebak
- kepada perilaku materialistik ya, tidak
- terjebak kepada hubud dunia ya. Dan
- orang yang mendustakan hari akhir
- walaupun dia tahu ya kan orang juga tahu
- kok ada hari akhir tapi hanya sekedar
- pengetahuan tapi belum sampai kepada
- tingkat keyakinan dan keimanan. Tentu
- orang yang tidak beriman kepada hari
- akhir atau hanya sekedar ucapan tapi
- tidak meyakininya dia akan merasakan
- kehilangan, perpisahan, kesulitan,
- merasakan sakit pada tubuhnya. Maka pada
- saat itulah dia ee mengingkarinya dan
- kemudian menghujat Allah. Kenapa Allah
- begini? Kenapa itu? Kenapa saya begini?
- Kenapa tidak seperti yang lain? Dia
- mulai membanding-bandingkan hidupnya.
- Kemudian merasakan Allah, menghujat
- Allah. Kenapa Allah begini? Kenapa
- begitu? Kenapa ini? Kenapa? Karena dia
- tidak beriman kepada hari akhir. Ya, dia
- menghujat Allah yang sebenarnya itu
- sangat sayang kepada hambanya. Allah itu
- sangat sayang kepada hambnya. Melebih
- sayangnya seorang ibu kepada bayinya.
- Masyaallah. Itulah sebabnya kita
- mengimani hari akhir ini ya. Hari akhir
- kan hari kiamat ya. Hari kiamat itu
- dalam Al-Qur'an banyak namanya tuh.
- Yaumul qiamah, yaumuddin, yaumul fat,
- yaumul khalaq, yaumul furuj, yaumul
- jami, yaumul maad, yaumul hasy. Banyak
- tuh nama-namanya ya. Hari-hari yang ee
- hari perhitungan itu yang
- wabikail mutanafisun. Karena itulah kita
- harus berlomba-lomba untuk mendapatkan
- hari akhir kita yang terbaik.
- Insyaallah. Nah, itulah ee pendengar
- semua buat saya dan kita semua ya. Ee
- perlu juga kita mendalami bagaimana
- mengimani hari akhir. Bahwa tidak
- selamanya kita hidup seperti ini. Ketika
- hati kita terasa keras, boleh enggak
- kita sekali kali melembutkannya? Dengan
- cara apa? Di antaranya adalah ziarah
- kubur atau menjengok orang yang sakit.
- Ya, bahkan
- kalauumtiluha ya dulu aku melarang
- kalian untuk ziarah kubur, sekaranglah
- ziarah jarilah kubur. Karena dengan
- berziarah ke kubur ini akan mengingatkan
- kita kepada hari akhir karena nanti ada
- alam barzakh ya. Kalau kita melihat
- kuburan saat ini ya, komplek pemakaman
- itu yang dari kac dari kacamata dunia
- kita lihat itu hanya seonggok e tanah
- yang digali, yang dikuburkan ee jasad
- manusia itu alam dunia. Lubang kecil
- dimasukkan manusia itu adalah tanda
- kutip bangkainya manusia. Karena kita
- ini kan ada dua unsur ya, unsur jasad
- dan unsur ruh. Roh kita itu kan sudah
- ada di awal sejak penciptaan ee manusia
- pertama Nabi Adam alaihi salam itu gak
- ada. Kita kan sudah bersyahadat di alam
- ruh
- yaum sudah ada roh kita tuh sudah ada
- roh saya rohnya Mbak Olin itu sudah ada
- dulunya. Nah ketika orang tua kita
- menikah ibu kita hamil usia 4 bulan, di
- situlah rnya dimasukkan ke dalam ee
- janin ee kita di dalam rahim waktu itu 4
- bulan. Nah, setelah lahir ke dunia itu
- jadilah kita ini dua unsur roh dan jasa
- bersatu. Ketika akan mengakhiri hidup
- ini di dunia mau di rohnya diambil lagi
- oleh Allah, ditarik dari kaki itu
- sakitnya luar biasa. Ya, sakit itu
- memang perpisahan itu memang menyakitkan
- nih, Mbak. Tidak hanya perpisahan dalam
- arti ketemu sesuatu yang berpisah itu
- pasti sakit ya. Ketika janin dipisahkan
- dari rahim ya melahirkan sakit kan. Nah,
- itu kan berpisah dari dari tempatnya itu
- ya. Ketika kita berpisah dengan dunia
- juga sakit. Sakitnya melebihi tusukan
- 360 pedang. Sakit itu dipisahkan roh
- dengan jasad. Nah, ketika masuk ke alam
- barzakh itu himpitan kubur juga
- sakit. Tidak ada yang selamat dari
- himpitan kubur. Ya, semua itu dihimpit
- kubur. Nah, tapi nanti selanjutnya itu
- hanya sementara. Sama seperti kita
- melahirkan tuh kan sakit kan sementara.
- setelah keluar enggak lagi lega gitu ya.
- Nah, begitu juga ketika kita meninggal
- itu sakit apalagi ruh yang tidak beriman
- kepada Allah ya. Nah, kemudian
- dimasukkan ke dalam kubur pun juga
- sakit. Itu juga dirasakan oleh salah
- seorang sahabat namanya Saad. Ya, juga
- akan dia dapati walaupun dia syahid itu
- tuh dimandikan oleh bergoncang arsy
- Allah karena syahidnya dia. Itu juga di
- ada himpitan kubur. Tapi itu hanya
- senara. Nah, kuburan yang kita lihat
- saat ini itu dalam kacamata dunia ya
- seperti lubang aja ya
- yang ditanam di situ jasad-jas kita jadi
- komplek kuburan itu kan dunia. Ketika
- kita melihat di alam barzakh ya itu bisa
- menjadi lubang dari atau raudah min
- riadil jannah bisa menjadi taman-taman
- surga bisa jadi lubang dari lubang
- neraka tergantung amalnya di dunia. Jadi
- bisa kuburan itu tergantung orangnya di
- dalam penghuninya, amalnya ketika di
- dunia bisa luas ya taman gitu ya. Bisa
- juga menghintit atau menyiksanya. Siksa
- kubur. Semua itu tergantung bagaimana
- dia menjalani hidupnya ketika di dunia.
- Maka oleh karena itu kita berharap ya
- mudah-mudahan kita bisa mengisi
- hari-hari kita di dunia ini dengan cara
- yang terbaik ya. bagaimana ee yang
- dipesankan, yang ditinggalkan oleh
- Rasulullah ya, Al-Qur'an dan sunah kita
- bisa mengamalkannya. Dan kita ee tahu ya
- bagaimana ee hidup di dunia ini itu apa
- namanya perumpamaannya itu ya itu
- seperti ee setetes air ya. Jadi kalau
- dimasukkan air ke dalam laut ya, terus
- kemudian diangkat jarinya itu kan ada
- tetesan. Itulah dunia dibandingkan ee
- bagaimana kondisi ee kehidupan ini
- enggak ada apa-apanya dunia ini sedikit.
- Jadi itulah sebabnya mudah-mudahan ya
- dengan kita saling menjaga ya keimanan,
- komunitas yang baik ya, persahabatan
- yang saleh salihah, mendengarkan ee
- kajian-kajian termasuk mendengarkan
- radio ini ya mudah-mudahan dapat menjaga
- kita dari perilaku-perilaku yang lupa
- dengan hari akhir. Mudah-mudahan semua
- yang kita lakukan ini dapat mengingatkan
- kita kepada hari akhir sehingga kita
- bisa menjalani hari-hari kita dengan
- baik. Nah, ada contoh perilaku ee bagi
- orang yang sudah mengimani hari akhir
- ya. Jadi ee bisa dibuktikan dalam
- kehidupan ini. Mudah-mudahan kita di
- antaranya ya, Mbak ya. Karena beriman
- kepada hari itu kan bisa dibuktikan.
- dibuktikan tidak hanya sekedar dengan
- lisan ya, tapi juga dengan perbuatan.
- Jadi, contoh perilaku seorang muslim
- yang mengimani hari akhir itu mis cermin
- itu dari ee perbuatannya ya. Bagaimana
- perbuatannya? Selalu memberikan yang
- terbaik kepada orang lain. Kehadirannya
- itu tidak disesali oleh orang.
- Kehadirannya itu selalu ditunggu-tunggu.
- Jadi bukan yang membawa masalah, tapi
- membawa solusi gitu ya. Orang yang
- beriman kepada hari akhir itu pasti
- menyadari pentingnya kewajiban
- beribadah. Maka ketika dia di dunia yang
- mengimani hari akhir ini pasti menjalani
- semua perintah Allah dan menjauhi
- larangannya. Karena dia tahu dunia ini
- adalah tempat untuk membawa bekal di
- akhirat. dia akan mengincar
- ibadah-ibadah yang akan membawa
- mendatangkan pahala yang banyak. Bahkan
- yang sekecil-kecilnya itu dia akan
- lakukan. Karena amal saleh itu banyak
- bentuknya. Amal saleh itu kan tidak
- hanya amal-amal besar ya. Amal kecil
- kalau itu dilakukan karena Allah jadi
- amal
- saleh. Misalnya membuang duri di jalan
- saja dia niatkan karena Allah dan itu
- adalah suatu kebaikan ya menyelamatkan
- orang juga kan. Tapi dia lakukan karena
- Allah itu amal saleh. Dia berusaha
- misalnya masa kecil-kecil ada minuman
- terbuka, makanan terbuka ya terus
- kemudian dia tutup. Itu amal saleh.
- Senyum saja itu sudah sedekah.
- Masyaallah. Tidak ada yang tidak
- dianggap dalam Islam selama itu
- diniatkan karena Allah. Jadi khairunas
- sebagai manusia adalah yang bermanfaat
- bagi orang lain. Walaupun masa kecil
- lihat misalnya ada ee kotoran, ada
- sampah misalnya kan di area masjid atau
- di mana pun atau di jalan ya itu merusak
- pemandangan itu ada tisu kan orang-orang
- kadang-kadang buang sampah sembarangan
- ya karena memang tidak memiliki jiwa
- fasabikul khairat ya ada orang ini buang
- sampah sembarangan. Nah, bagi yang
- mengimani hari akhir ini masa kecil
- ketika dia ambil sampah yang merusak
- pemandangan yang mengotor diambil dia
- bismillah diambil karena Allah dia buang
- ke tempat sampah itu amal saleh. Jadi
- masuknya surga kita bukan karena
- banyaknya amal-amal berat kita, tapi
- memang karena rahmat Allah ya. Maka
- jangan sepelekan amal yang kecil kalau
- diniatkan karena Allah itu jadi amal
- besar ya. Atau misalnya perilaku e orang
- yang mengimani hari aki itu misalnya dia
- berhati-hati dalam setiap sikap dan
- tindakannya. Karena dia tahu setiap amal
- perbuatannya itu pasti akan mendapatkan
- balasan yang setimpal. Maka ketika dia
- berkomentar dia hati-hati. Kira-kira ini
- menyakitkan enggak ya? Ketika dia akan
- meng-upload statusnya atau apalah ya di
- media sosial dia akan mikirin ulang.
- Kira-kira ini membawa dampak enggak ya
- untuk hari akhirku? Ketika dia misalnya
- mendapatkan masalah cobaan ujian dalam
- rumah tangga mungkin suaminya yang
- selingkuh atau apalah yang menyakiti
- hatinya. Dia berpikir ulang ketika dia
- akan ee membuat status ya. ee untuk
- membuka aib keluarganya misalnya dia
- bikin ini. Apakah nanti akan membawa
- dampak kepada hari akhir? Ya kan banyak
- orang yang membuka aib keluarganya ya.
- Nah, ini dia berpikir ulang hati-hati
- dia dalam bersikap dan bertindak karena
- ini kan bagian dari iman kepada hari
- akhir. Allah kan maha melihat, maha
- mengawal. Walaupun alasannya aku buka
- ini karena aku bukan berarti aku membuka
- aib tapi akan memberi aku ingin
- memberikan efek jerak kepada pasangan
- hidup tuh. Enggak begitu. Itu namanya
- buka aib gitu ya. Efek zerah itu bukan
- begitu ya. Jadi dia akan paham ya,
- berhati-hati dan dia akan menghindari
- larangan-larangan Allah. Ya kan? Ee dia
- tidak akan berani ee melakukan
- perbuatan-perbuatan
- maksiat. Ketika dia tahu bahwa perempuan
- itu bukanlah mahramnya. Dia akan
- hati-hati dalam bertindak. Dia tidak
- akan mengembar hawa nafsunya. Karena
- kalau bermain-main dengan hawa nafsu
- akan terjerumus. Makanya Allah melarang
- untuk melihatkan pandangan baik bagi
- laki-laki atau bagi perempuan. Ini kan
- setan ini kan memang sangat menggoda
- menggoda manusia ya. Karena dendamnya
- kepada manusia itu seumur-umur sampai
- mati ya. Setan itu enggak akan
- membiarkan manusia itu tenang-tenang,
- aman-aman saja dalam beribadah. Semuanya
- akan digoda. Enggak bisa yang begini.
- Ketika dia berhasil lolos dari godaan
- setan, akan digoda lagi dengan yang
- berikutnya. Itulah setan. Enggak akan
- rida dia sampai manusia itu mengikuti
- jalannya, sampai manusia itu masuk
- neraka bersamanya. Bahkan godaan setan
- itu pun sampai manusia mau meninggal pun
- digoda. Enggak akan dibiarkan
- tenang-tenang saja. Makanya hati-hati ya
- ee walaupun kita tahu bahwa setan itu
- mengincar kita. Nah, di sini perlu
- kehati-hatian ya. Kita minta tolong
- kepada Allah mohon agar dilindungi dari
- godaan yang setan yang terkutuk. Apalagi
- ketika kita mengimani hari akhir, tentu
- kita akan mengisi waktu luang dengan
- yang bermanfaat. Nah, setan tuh mulai
- goda deh. Waktu luang dibuatlah di bisik
- macam-macam ya. Ada yang iseng-iseng
- begini, iseng-iseng begitu, ada
- iseng-iseng yang menjerumuskan ya.
- Ketika misalnya terjadi perbuatan
- maksiat misalnya perzinahan, ketika
- ditanya misalnya mais awalnya di
- keisengan aja, iseng aja. Tapi itulah
- setan ya. Makanya ketika kita mengimani
- hari akhir, ketika kita mempercaya
- mengimani adanya surga dan neraka, maka
- kita akan termotivasi untuk lebih taat
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Tentu
- saja dengan mengimani hari akhir kita
- akan waspada, akan hati-hati, tidak akan
- melakukan perbuatan dosa karena kita
- khawatir bisa terjerumus ke dalam neraka
- karena kita mengharapkan surga. Ya,
- itulah sebabnya kita berdoa kepada
- Allah, meminta pertolongan kepadanya
- agar kita dihindari dari maksiat dan
- dosa, dihindari dari godaan setan yang
- tertutup. Nah, itulah sebabnya kita
- mengimani hari akhir sehingga kita
- bersemangat dan ikhlas dalam mengerjakan
- amal-amal yang saleh. Karena kalau kita
- sudah meninggal, kita tidak akan bisa
- lagi ee melanjutkan atau mengerjakan
- bekal-bekal untuk amal di hari akhir.
- Tentu kita akan tinggal ee
- mempertanggungjawabkan perbuatan kita
- selama kita hidup di dunia. Ya, itulah
- sebabnya kita dalam mengimani hari akhir
- ini pilih-pilihlah dalam berteman.
- Pilih-pilih orang yang saleh atau
- salihah yang akan mempengaruhi kita
- dengan kesalehan itu tentu akan
- memperbaiki sikap kita. Kita akan tahu
- mana yang hak, mana yang batil. Salah
- bergaul itu akan berdampak kepada masa
- depan kita nanti. Dan kita menyadari
- ketika kita beriman kepada hari akhir,
- kita akan menyadari betapa mengerikan
- siksa di akhirat nanti. Siksa neraka.
- Bahkan jangankan siksa neraka ya, ada
- siksa kubur itu juga sangat mengerikan.
- Makinah sebabnya kita beriman kepada
- hari akhir. Ya, semakin kita beriman
- kepada hari akhir semoga Allah berikan
- kita ketakwaan. kita bersemangat dalam
- mengedakan amal saleh. Semakin kita
- insyaallah mengikhlaskan semua perilaku
- kita, ucapan kita, perbuatan kita,
- muncullah nanti rasa takut untuk berbuat
- dosa dan selalu menghindari larangannya.
- Kita akan berpikir ulang, apakah ucapan
- kita ini akan berdampak positif atau
- negatif? Karena kita mengimani hari
- akhir. Dengan mengimani hari akhir,
- insyaallah kita akan selalu berbuat
- baik, menjaga ibadah kita, memperbanyak
- amal saleh kita. Kita akan berusaha
- berbuat baik kepada orang lain. Kita
- berusaha berusaha ya, Mbak ya memaafkan
- kesalahan orang lain sebesar apapun
- kesalahan orang tersebut. Karena orang
- yang memaafkan itu adalah amalan ibadah
- yang sangat besar pahalanya. Memaafkan
- ya Allah paling sulit itu. Tapi itu
- sangat besar pahalanya. Dengan mengimani
- kita kepada hari akhir maka kita akan
- berhati-hati dalam bersikap dan
- bertindak ya. Karena setiap amal itu,
- setiap perbuatan itu akan mendapatkan
- balasan yang setimpal. Nah, inilah ya.
- Mudah-mudahan kita bisa
- mengamalkan bagaimana beriman kepada
- hari akhir ini dapat meluruskan niat
- kita, dapat mengiring kita kepada
- pergaulan yang baik, dapat menghindari
- diri kita dari cinta dunia yang
- berlebihan, dapat memberikan kita sikap
- yang optimis dan berapang dada. Ya. Dan
- mudah-mudahan Allah berikan kita akhir
- yang baik. Allahumzqna husnal khatimah.
- Wallahuam. Masyaallah. Dengan mengimani
- hari akhir salah satunya kita memiliki
- dan mengetahui tujuan kita hidup. Karena
- di usia berapa, Ikhwan dan akhwat, kita
- selalu mempertanyakan apa sih tujuan
- kita ada di dunia ini? Pasti itu sering
- berkutat di pikiran para pendengar yang
- budiman. Dan dengan mendengar kajian dan
- pemaparan tadi ustazah sampaikan, kita
- sudah tersadarkan oh inilah tujuan hidup
- saya di dunia. Dengan mengimani hari
- akhir, kita tahu bahwa kita harus
- melakukan yang sebaik-baiknya ee
- perbuatan atau amal ibadah yang ada di
- dunia agar kita nanti ketika menghadapi
- hari yang kekal, kita memiliki bekal
- yang cukup insyaallah yang baik-baik ya.
- Baik, saya undang ikhwan dan akhwat
- untuk menyampaikan pertanyaannya seputar
- dengan tema kita pada siang hari ini
- yaitu mengimani hari akhir. Silakan
- nomor WhatsApp-nya masih seperti biasa
- 0811999720. Insyaallah ustazah akan
- menjawabnya. Tapi nanti setelah nasyid
- berikut
- [Musik]
- ini. Rada silaturahim juga Rasil TV.
- Ikhwan dan akhwat, saat ini kami live
- kajian fikih wanita bersama guru kita
- Ustazah Herlini Amran dengan temanya
- yaitu mengimani hari akhir telah
- dipaparkan tadi semua dan kita langsung
- masuk saja. Tadi ustazah sudah sampaikan
- materinya sudah selesai dan kita bisa
- langsung ke tanya dan jawab. Oleh karena
- itu, izinkan saya langsung membacakan
- pertanyaan pertama. Hamba Allah Ustazah
- bertanya, "Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah." Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah,
- saya ingin bertanya. Apakah benar
- apabila seorang suami meninggal duluan
- kemudian istrinya tidak menikah lagi,
- maka nanti di hari kemudian dia akan
- dipertemukan kembali dengan suaminya.
- Namun apabila menikah lagi dia tidak
- akan dipertemukan lagi. Ee Ustazah,
- adakah ee riwayat ceritanya atau
- dalilnya Ustazah? Mohon pencerahan
- karena saya sangat mencintai suami saya
- dan dia sudah berpulang 10 tahun yang
- lalu. Masyaallah. Silakan, Ustazah. I.
- Ee jadi gini, Mbak. Memang dalam ee hal
- ini para ulama tuh berbeda pandangan.
- Ada dua pandangan ulama. Yang pertama
- berpandangan seperti itu. Bahwa ee
- ketika suami meninggal, suami itulah
- suami terakhirlah yang bersamanya gitu
- ya nanti ya. Nah, itu pandangan pertama
- ya. Artinya kan ini masalah fikih ini
- kan pasti ada pro dan kontra. Nah,
- pandangan yang lain ee menyebutkan
- karena perpisahan kematian itu kan
- adalah
- perpisahan. Nah, ketika dia menikah
- dengan yang lain, nah kemudian nanti
- Allah takdirkan seluruhnya semuanya
- masuk surga, suami yang mana gitu kan.
- Karena ada orang yang menikah kan banyak
- ya ee mungkin ada empat, ada tiga gitu
- ya. Ee meninggal dulu ada sahabat dulu
- ya. Dia setiap dia menikah dengan
- seorang sahabat itu dia syahid. Akhirnya
- yang lain juga pengin nikah bi syahid
- gitu. Ada berapa? Empat orang tuh ya
- syahid semua ketika menikah dengan
- beliau. Kalau enggak salah namanya
- Atikah itu ya. Nah, dengan siapa dia
- nanti di surga? Para ulama mengatakan di
- pandangan yang kedua ini dia bisa milih
- dengan suami yang mana dia ee untuk
- bersamanya di surga. Jadi sekali lagi
- gini ee ketika ingin bersama dengan
- suaminya, bersama-sama di surga ya,
- dengan suami yang dia cintai ya itu
- boleh. Terus dia enggak menikahi enggak
- apa-apa juga. Itu kan pilihan. Bagi yang
- ee sudah ee suaminya meninggal akan
- menikah lagi itu pilihan. Ketika dia
- cinta sekali dengan suaminya, ingin
- bersama-sama di surga dengannya, ya
- sudah setialah. Mudah-mudahan nanti di
- surga ketemu dengan suaminya insyaallah
- ya. Nah, ketika dia ee merasa kesepian
- di dunia gitu ya, pengin ada pendamping
- tapi masih ragu-ragu atau gimana nanti
- ee bagaimana di akhirnya nanti ya
- silakan memilih suami yang mana. Mbak
- kalau sudah masuk surga, Mbak enggak
- kepikiran lagi yang macam-macam, Mbak.
- Kan kita tahu ya orang yang syahid, yang
- syuhada itu kan dapat bidadari ya.
- Sekian banyak bidadari ya. itu apa
- enggak cemburu, enggak ada lagi cemburu.
- Itulah bedanya hidup di surga dengan
- hidup di dunia. Kehidupan itu seperti
- kita di dunia, Mbak. Walaupun sangat
- jauh bedanya di dunia ini kan kita punya
- tempat tinggal ya. Ada yang Allah
- takdirkan punya rumah kayak istana
- banyak. Ada yang Allah ee berikan ujian
- enggak punya rumah, tempatnya kecil,
- bubuk gitu, ya. Kan pasti ada di dunia
- tuh rasa iri kok bisa dia dapat. Nanti
- di surga itu sesuai dengan amalnya di
- dunia itu juga akan mendapatkan balasan
- yang berbeda-beda, yang
- bertingkat-tingkat. Mungkin ada yang
- tingkat surga tuh kan ke atas, ada yang
- di atas dapat surga tinggalnya wah luas
- sekali. Ada yang surganya paling on itu
- enggak ada lagi iri-irian. Kok bisa sih
- dapat surga kayak gitu? Kok saya enggak
- ada lagi, Mbak di surga tuh enggak
- mikirin lagi yang kayak-kayak begitu. Di
- surga itu kesibukannya itu adalah dengan
- kesenangan. Sudah sibuk semua. Jadi
- enggak enggak akan memikirkan itu lagi
- deh. Ah, dengan siapa nanti yang kita
- pikirkan adalah selamat kita langsung
- masuk surga tidak mampir dulu ke neraka.
- Itu mestinya yang
- dipikirkan. Insyaallah ketika kita bisa
- mudah-mudahan ya ee dengan beramal
- salehnya kita masuk surga, insyaallah
- kita bisa membawa keluarga kita juga.
- Sebagaimana sahabat itu, sahabat yang
- saleh itu bisa loh memberikan syafaat
- kepada ee saudaranya ketika dia di
- surga. tidak menemukan terus dia ya
- Allah tolong bawa gitu dia berikan gitu
- bisa apalagi keluarga sendiri ya jadi
- mudah-mudahan nanti mudah-mudahan kita
- dipertemukan kembali tidak hanya berumah
- tangga di dunia ini mudah-mudahan kita
- juga nanti disatukan di Jannatul
- Firdaus itu dalam surat itu orang-orang
- yang beriman anak cucunya semua akan
- dipertemukan kembali denganak saudaranya
- yang beriman dan bertwa
- Jadi PR kita sekarang adalah bagaimana
- keimanan dan ketakwaan ini hadir pada
- rumah tangga kita sehingga kita bisa
- berkumpul bersama-sama di surga.
- Berkumpul di dunia saja sudah senang,
- Pak. Ya, lagi libur nih sebentar lagi
- tahun tahun akhir tahun kan libur ya.
- Wah, senang banget kita mau ke mana nih
- kita. Apalagi nanti diga ngumpul
- bersama-sama. Masyaallah. Sekarang kita
- persiapkan itu dulu ya. Mudah-mudahan
- bersama-sama nanti. Insyaallah. Amin.
- Insyaallah ya, Ibu ya. Baik, saya akan
- kembali ke ee daftar pertanyaan ini dari
- Zainab di Uwin ini, Ustazah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Zainab ini bertanya, "Ustah, tadi
- disampaikan bahwa keyakinan pada hari
- akhir mendorong seseorang untuk berbuat
- baik dan melakukan amal saleh." Saya
- memiliki sahabat baik yang tidak
- meyakini hari akhir atau adanya hari
- pembalasan. Dia hanya mengatakan bahwa
- kita hanya hidup di dunia dan harus
- berbuat baik karena adanya karma. Dia
- bilang kalau kalau ingin karma kita
- baik, kita harus baik. Dan kalau kita
- kita akan mendapatkan sesuatu yang buruk
- apabila kita melakukan yang buruk
- semuanya akan kembali ke kita. Itulah
- yang dia yakini. Sahabat saya ini
- kebetulan juga tidak mempercayai Tuhan,
- Ustazah atau ateis. Tapi dia sangat baik
- ustazah. Terutama kepada saya. Saya
- ingin sekali ia kembali kepada Islam
- karena dulu dia meyakini agama Islam
- namun sekarang tidak meyakininya kembali
- karena dia melihat katanya agama hanya
- bikin pusing dan
- menyebabkan peperangan di dunia. Mohon
- sarannya. Terima kasih. Wah Zainab nih
- mahasiswi namanya Ustaz. Eh agnostik
- kali ya, Mbak ya. Agnostik ya. Dia hanya
- beriman kepada Allah tapi tidak percaya
- kepada agama ya. I dan tidak ber
- menjalankan ibadahnya berarti Ustaz
- tidak menjalankan ibadah. Jadi memang
- ini agak kita agak ini juga dengan karma
- itu kan sebenarnya ee bukan bagian dari
- ajaran Islam ya. Islam tidak mengenal
- istilah karma sebenarnya tapi Islam itu
- mengajarkan setiap perbuatan baik atau
- buruk itu pasti akan mendapatkan balasan
- yang setimpal ya. Apakah balasan itu
- diberikan di dunia ataupun di akhirat ya
- kapan saja itu tergantung kehendak Allah
- ya. Jadi dalam Islam itu konsep sebab
- akibat itu dikenal dengan istilah
- sunatullah, ketentuan Allah terhadap
- alam semesta dan seluruh isinya. Ya.
- Jadi ee Allah mengajarkan ya bahwa
- penentu balasan atas semua perbuatan
- manusia itu adalah Allah. Allah yang
- maha adil, yang maha bijaksana gitu ya.
- Jadi konsep karma itu ee ya mungkin
- mirip-mirip kali ya, tapi sebenarnya
- kita lebih ee luas ya pembahasan
- daripada sekedar karma itu ya. Nah,
- untuk teman yang ini ini sudah punya
- modal yang baik ya. Ee ketika dia tidak
- percaya lagi dengan agama karena
- mengajarkan peperangan mungkin karena
- bahan bacaannya atau dengan siapa dia
- belajar ya. E berikan aja konsep-konsep
- makrifatullah ya, keimanan kepada Allah
- dan segala macamnya itu ya. Itu satu.
- Yang kedua ee kemudian diajak untuk
- diskusi ya, bahwa ee ketika tidak
- percaya kepada hari akhir, siapa yang
- akan membalas perbuatan orang yang zalim
- ketika di dunia belum ee mendapatkan
- balasannya ya. Ee orang-orang yang zalim
- itu kan enggak semuanya di dunia itu
- diberikan balasan ya ee dengan
- kezalimannya. ee kemudian dia meninggal
- terus nanti siapa yang akan memberikan
- keadilan kepada orang yang dibuat zalim
- itu ya kepada orang yang dizalimi ya.
- Jadi ini memang butuh proses yang
- panjang yang penting doakanlah Allahlah
- yang membolak-balik hati. Mungkin
- sekarang dia seperti itu dengan kekuatan
- doa kita ee ee apa namanya secara gaib
- ya yang tidak jadi kita mendoakan orang
- ketika orang itu tidak tahu itu makbul.
- Doakan dengan penuh keikhlasan agar
- Allah memberikan ee dirinya itu ee apa
- namanya? Rasa apa? Hidayah. Ya Allah.
- Hidayah. Insyaallah deh. Ee atau mungkin
- bisa mendengarkan kajian-kajian Dr. ee
- Zakir Naik ya kan banyak tuh yang ee
- seperti itu yang banyak diinginkan oleh
- Islam. Jadi sering diskusi dan hidayah
- itu hak progatif Allah. Kita enggak bisa
- maksa orang mendapatkan hidayah. Itu
- hanya ee pemberian Allah. Tinggal kita
- mendoakan semoga Allah berikan hidayah.
- Dan orang yang seperti ini ketika sudah
- mendapatkan hidayah dari Allah luar
- biasa jauh lebih baik lagi. Masyaallah
- ya. Mudah-mudahan.
- Amin. Insyaallah. Jadi rumusnya tadi doa
- ee minta kepada yang membolak-balikkan
- hati insyaallah dikabulkan. Karena doa
- yang tadi bilang ustazah orangnya enggak
- tahu kita doain insyaallah ee lebih
- makbul Ustazah ya. Insyaallah. Amin.
- Baik. saya ke tidak namanya ini berarti
- tadi ini hamba Allah ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustazah
- tausiahnya. Saya mau bertanya di luar
- tema mengenai mertua saya dari keluarga
- nonmuslim. Sudah almarhumah ustazah.
- Waktu menikah masuk Islam mualaf. Kalau
- mau kirim doa namanya pakai binti nama
- orang tuanya yang nonmuslim atau atau
- jangan ustazah. Syukron. Maksudnya
- mertuanya muslim. Ee mengenai mertua
- saya dari Oh, dari keluarga non
- muslimah. Iya. E mertuanya muslimah tapi
- ee keluarganya non nonmuslim. Sudah
- meninggal. Eh, artinya gini, ketika dia
- disebutkan binti, binti binti ya, binti
- atau bin itu kan e nasab ya. Nasab
- artinya ee tidak masalah kalau untuk
- disebut nasab. Tapi kan kita mendoakan
- orangnya yang muslim itu ya. Artinya
- anaknya muslim. orang tuanya tidak.
- Apakah disebutkan dalam doa pakai bin
- atau tidaknya itu tidak ada ketentuan
- sebenarnya ya. Ketika kita menyebut nama
- orang itu dalam doa harus pakai bing
- atau tidaknya. Yang penting kita tahu
- siapa, kepada siapa kita ee apa untuk
- siapa kita mendoakan ya. Jadi ketika
- mendoakan namanya misalnya namanya eh
- Sakinah
- bin Diana misalnya ya atau bukan Mbak
- Diana saja eh orang tuanya nonmuslim itu
- kan yang ditujukan doa itu kan bukan
- untuk bukan untuk orang tuanya tapi
- untuk anaknya. Jadi ee itu bebas ya
- menyebut namanya boleh namanya saja atau
- ditambah atau dengan binnya. Itu kan
- menunjukkan orangnya kan bukan orang
- tuanya yang kita doakan tapi orang yang
- bersangkutan karena dia anak dari si
- fulan. Kita mendoakannya si fulan gitu
- ya. Jadi boleh disebutkan boleh tidak
- karena nasab ustazah ya. Karena nasab.
- Yang penting doa itu akan sampai kalau
- seakidah. Tapi kalau beda akidah itu
- enggak akan
- sampai ya. Bagaimanapun kita mendoakan
- orang tua kita yang non muslim yang
- tidak beriman, seap pun enggak akan
- sampai. Tapi dengan muslim ya, bahkan
- orang tua kita dulu misalnya ya, yang
- tidak beramal, yang mungkin dia tidak
- paham gitu ya, tapi dia muslim, dia ee
- Islam ya. ee ee walaupun dia hanya
- bersyahadat itu kan berarti sudah Islam.
- Walaupun dulunya hari-harinya
- kehidupannya jauh dari Islam itu masih
- sampai insyaallah dan doa anak yang
- saleh itu akan sampai kepada orang
- tuanya begitu ya. Iya. Baik. Jadi ee
- intinya ustazah sampaikan boleh
- disebutkan bin atau bintinya. Baik saya
- akan beralih ke pertanyaan berikutnya.
- Hamba Allah masih di hamba Allah ini.
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah tadi sebutkan
- mengenai memberikan maaf. Karena
- memberikan maaf ustazah sampaikan adalah
- sesuatu hal yang sulit namun apabila
- dilakukan pahalanya sangat besar bahkan
- menjadi sebab ee orang tersebut bisa
- masuk surga. Masalahnya ustazah, saya
- ketika memiliki niat ingin memaafkan
- orang yang sebenarnya jahat sekali oleh
- dengan saya dan keluarga ustazah. Namun
- sekarang kami sudah berdamai dengan
- orang tersebut dan sudah menjadi salah
- satu pegawai di perusahaan keluarga
- kami. Tapi Ustazah kenapa ya kalau
- melihat dan melihat ee berhubungan
- dengan dia lagi rasa dendam dan
- mengingat-ingat kejahatan yang dulu ia
- lakukan terutama kepada orang tua saya
- itu muncul lagi. Ustazah bagaimana ya
- Ustazah caranya istikamah memaafkan?
- Istikamah memaafkan.
- Masyaallah. Istikah maafkan. Betul.
- Betul. Betul. Betul. Ada kalimat
- istikamahnya ya. Ini baru saja istikamah
- memaafkan. Masyaallah. Jadi masyaallah
- istikamah beramal saleh kan memaafkan
- itu kan adalah salah satu bentuk ibadah.
- He ya. Bentuk amal ibadah yang paling
- besar pahalanya. Jadi begini untuk awal
- di awal ya memaafkan itu ee bukan
- berarti bisa melupakan itu wajar ya.
- Karena memang rasa sakit, rasa luka itu
- enggak mungkin bisa disembuhkan. Nah,
- tapi memaafkan itu nantinya bisa
- melupakan seiring dengan perjalanan
- waktu. Jadi, waktu itu adalah alwq wal
- ilaj. Itu adalah bagian dari pengobatan.
- Jadi, tunggu waktunya aja. L seiring
- dengan perjalanan waktu kalau kita sudah
- memaafkan itu lama-lama lama ya sudahlah
- sudahlah gitu. Apalagi kalau kita
- mengimani hari akhir ya. Jadi memaafkan
- itu bukan belum bukan berarti langsung
- bisa melupakan. Enggak kan kita pernah
- mendengar ee riwayat bagaimana
- Rasulullah ketika Wahsyi datang kepada
- beliau yang telah membelah dada ee
- perutnya ini ya Hamzah pamannya Nabi ya.
- Kita bisa bayangkan paman yang dicintai
- Nabi yang menolong dakwahnya, yang
- menjadi backup-nya di Makkah dulu. Eh,
- tahu-tahu dibunuh sama seseorang yang
- kemudian dibelah perutnya, diambil
- hatinya terus kemudian dimakan oleh yang
- menyuruhnya itu. Ya, ini Wahyi. Hindun
- ya, Ustazah? Hah? Hindun. Iya, Hindun.
- Ee, jadi Wahsyi ini datang masuk Islam
- ya. Rasul bisa bayangkan ya, ini orang
- yang bunuh pamanku gitu ya. Tiba-tiba
- masuk Islam. Rasulullah tuh menerima
- beliau untuk keislamannya tuh diterima.
- Tapi beliau Rasulullah tidak memandang
- wajahnya. Wajah Wahyu itu enggak
- dipandang oleh Rasulullas itu melihat ke
- yang lain gitu ya. Wahsi sudah berusak
- ya Rasulullah engkau benci padaku gitu
- ya. Rasul mengatakan tidak cuman aku
- berusaha dulu ee jangan melihat wajahmu
- dulu deh sekarang ini. Karena memang
- masih masih terasa luka ya sedih gitu
- ya. Nah setiap melihat wajahmu tuh aku
- ingat dengan pamanku. Tapi Rasul
- bukannya tidak memaafkan, Rasul
- memaafkan, Rasul menerima Islamnya. Ya,
- tapi ya itu dia tadi. Ini kan bagian
- dari hal yang menjadi ee ya sunatullah
- lah ya. Ketika kita sakit, terluka,
- apakah semudah itu untuk menghilangkan
- dan menghapusnya rasa luka? Itu enggak.
- Tapi memaafkan perbuatannya itu bisa
- kita lakukan. Ya, ibarat kita sakit
- secara fisik, tangan kita tuh tersayat
- pisau misalnya. E itu kan bisa ya untuk
- apa? Anti sakit kan ada ya supaya tidak
- sakit. Tapi kan masih ada lukanya ya.
- Kalau ee anti sakitnya itu masih apa
- sudah enggak berpengaruh lagi kan sakit
- lagi ya. Terus jadi terus ya memaafkan.
- Ingat pahalanya besar, ingat nanti kita
- akan mendapatkan balasan itu. Jadi
- setiap ingat sakitnya kita ingat Allah
- maha pemberi ee memberikan balasannya
- itu begitu terus sampailah nanti
- waktulah yang akan membuat kita itu
- sedikit-sedikit ee lama-lama akan
- menjadi lupa walaupun tidak bisa
- melupakannya tapi tidak ada lagi dendam
- seperti itu ya. Jadi mudah-mudahan
- ketika melihat orang itu ya ee kemudian
- ya Allah berikan aku ya doa kan segala
- segala sesuatu kan penuh dengan ya Allah
- berikan aku ee rasa maaf tidak ada lagi
- dendam di hatiku gitu ya. Jadi
- insyaallah ini luar biasa ya ee sudah
- orang itu sudah bekerja ee di tempat.
- Jadi artinya dendam itu sudah tidak ini
- lagi ya sudah tidak bersemi lagi di hati
- ya. buktinya dia kan di sudah memaaf
- mudah-mudahan ke depannya insyaallah ee
- bisa sedikit demi sedikit dengan
- perjalanan waktu bisa melupakan
- insyaallah.
- Insyaallah baru ee saya tahu baru tahu
- ini prosesnya Rasulullah ketika ee apa
- Wasi mau masuk Islam terus ternyata
- Rasulullah tidak mau memandang wajah
- beliau saya Ustazah ya untuk agar tidak
- mengingat apa yang dia pernah lakukan
- terhadap paman Rasulullah Ustazah ya.
- Iya. Hmm. Rasulullah aja berarti ada
- prosesnya, Bu atau Pak. Jadi apalagi
- kita manusia saja. Iya. Rasul tuh Rasul
- itu memaafkan. Tapi kan dalam arti
- memaafkan itu bukan berarti bisa
- melupakan dengan secepat itu kan enggak
- bisa langsung ya. Itu itu wajar. Rasul
- itu kan juga manusia biasa. Iya. Cuman
- yang bedanya Rasul itu diberikan wahyu.
- Beliau adalah rasul. Ini untuk
- pengajaran kepada kita ya. Apalagi, Mbak
- dalam hal suami istri itu ya pasti deh
- rasa luka itu lebih dalam lagi ya.
- Masyaallah. Maafin sih tapi sambil
- motong-motong bawang. Baik,
- mudah-mudahan kita semua istikamah dalam
- ee berbuat baik tadi Ustazah sampaikan
- ya. Masih ada pertanyaan satu lagi ini
- ee kita akan bacakan dari Astuti, Astusi
- di Jatiwarna. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah ee berat sekali saya nampaknya
- untuk bertanya hal ini. Namun ee saya
- ingin tahu ustazah apakah boleh
- mendoakan untuk dipercepat ee agar ee
- berpulang? Apa nih bahasanya? Saya agak
- perhalus. Ee
- jadi mertua dalam keadaan sakit
- sakit-sakitan dan sudah dipulangkan
- karena rumah sakit. bilang bahwa dirawat
- saja di rumah karena sudah tidak bisa
- diobatilah istilahnya, Usaja. Namun ee
- sering jadinya menyusahkan keluarga dari
- ee suami saya. Kemudian dia juga sering
- marah-marah dan
- ee kemudian kami berharap masyaallah ini
- ee kalau misalnya untuk yang terbaik
- adalah dia berpulang. Bolehkah kami
- berharap seperti itu, Ustazah? Ee adakah
- doanya, Ustazah supaya kalau misalnya
- dia sakit mau masih bersedia untuk
- disembuhkan, segera disembuhkan. Apabila
- tidak Allah ambil nyawanya? Baik,
- Ustazah mohon saya bingung jadi
- membacakannya. Silakan, Ustazah. Jadi
- maksudnya dia ee sakit keras nampaknya
- nih ya. Ya, beliau sakit keras tidak
- juga bisa diobati juga dalam keadaan
- koma. Namun kalau dia sadar menyusahkan
- semua orang kemudian suka mengamuk
- kemudian nanti tidak sadarkan diri lagi
- sudah dibawakan ke rumah sakit tapi
- tidak ada ee perkembangan yang berarti.
- Bolehkah keluarga besar berharap dia
- segera apabila dia ee waktunya segera
- dipercepat? Mungkin begitu saja saya
- sibukkan. Oh, itu orang tua ya? Orang
- tua mertua. Iya, orang tua mertua
- nampaknya. Mbak saya panjang banget
- ustazah ini WhatsApp-nya. Jadi begini
- saya simpulkan saja mohon maaf ya. Iya.
- Jadi begini, kita sebagai anak baik ee
- ee ini kita sebagai anak dari orang tua
- kita atau suami kita sebagai anak ee ee
- bagi orang tuanya ya kan berarti mertua
- ya. Perlu kita pahami ini orang tua.
- Orang tua ini adalah kunci surga yang
- tengah. Artinya menghadapi orang tua itu
- seperti kita berjihad fisabilillah. Ya
- kan? Jadi ada seorang sahabat itu mau
- ikut jihad. Terus Nabi mengatakan,
- "Masih adakah orang tuamu? Masih." Ee
- uruslah orang tuamu. Berbuat baiklah
- kepadanya. Berjihad artinya sama
- nilainya. Jadi ketika kita ini mindset
- ya, Mbak ya. Jadi jangan jadikan orang
- tua itu atau mertua itu sebagai beban.
- Tapi dia itu kalau kalau sadar dia itu
- akan nyusahin. Itulah ujiannya. Karena
- surga itu tidak murah. Ini ada
- kesempatan. Makanya Rasul mengatakan ada
- dua tiga kali Rasul mengatakan celakalah
- cak celakalah gitu ya. Nah, terus
- sahabat yang menar kenapa ya Rasulullah
- engkau mengatakan amin amin amin itu
- ketika ada orang tuanya bersamanya tidak
- bisa menyebabkan dia masuk surga. Itu
- salah satunya itu. Sampai Rasul
- mengaminkan perkataan malaikat Jibril
- itu. Ya, artinya apa? Ini orang tua ini
- jangan dianggap sebagai beban. Ini kunci
- surga kita, ini ujian kita. Surga itu
- enggak ngupah. Jadi, bagaimana perlaku
- kita, perlakuan kita kepada orang? Ya,
- sabar ya. Ketika misalnya dia dalam
- keadaan sakit koma atau bagaimana, Allah
- ingin menghapus semua dosa-dosanya.
- Bukankah sakitnya seorang hamba itu
- adalah penghapus kafarah bagi semua
- dosa-dosanya? Dan kita yang hidupnya
- anak-anaknya itu diberikan Allah ujian
- untuk Allah tingkatkan derajat kita
- karena bakti kita kepada orang tua.
- Karena orang tua itu kunci surga kita.
- Jadi itu e mindset ya. Jadi bukan jangan
- dianggap beban apalagi sampai doa, "Ya
- Allah ambillah dia secepatnya ya Allah
- aku sudah enggak sabar lagi." Jangan ya
- Allah sedih loh kalau orang tua orang
- tua itu enggak ada. Jadi ketika dia
- sadar dia nyusahin. Jadi kan ini ladang
- amal. Jadi ketika ada perilakunya itu
- nyusahin, "Ya Allah, ini amal saleh. Ya
- Allah, berikan aku balasan yang ee lebih
- lagi dari ini." Insyaallah ya.
- Rasulullah mengatakan, "Ya, kalau engkau
- ingin anakmu berbakti kepadamu, maka
- berbaktilah kepada orang tuamu."
- Insyaallah nanti balasannya kita
- dapatkan anak kita bakti sama kita, ya.
- Jadi perlakukanlah orang tua kita itu
- seapun ya bentuknya, perilakunya,
- kata-katanya yang membuat kita tuh jadi
- enggak sabar. Ini kunci
- surga. Jadi ini enggak lama loh. Jadi
- ini mestinya bersyukur loh ya. Masih
- punya orang tua enggak pakai t-taki ya.
- Tapi orang tua yang mana dulu? Tapi
- enggak. Orang tua itu kunci surga. Ini
- akan membuat hidup kita berkah. Percaya
- deh. Keberkahan itu akan kita dapatkan
- dalam kehidupan di dunia ini. DP-nya
- Allah berikan langsung cash di dunia
- ini. Kalau kita bakti sama orang tua
- nanti rasakan deh kalau orang tua sudah
- enggak ada. Ya. Jadi jangan anggap orang
- tua itu beban ya. Ini adalah peluang
- untuk beramal saleh. Ini adalah cara
- Allah untuk meningkatkan derajat kita,
- menjadikan hidup kita berkah. Jadi
- pandangilah wajah orang tua kita itu
- dengan pandangan yang penuh dengan cinta
- dan kasih sayang. Ingat loh dulu
- sekarang kan sudah tua. Kita enggak
- ingat lagi dulu kalau kita sudah tua
- nanti gimana? Apakah kita nanti mau
- diperlakukan seperti itu juga oleh anak
- kita? Keberadaan kita tuh enggak di
- enggak dianggap, enggak disyukuri, maka
- malah didoakan cepat mati gitu.
- Nauzubillah kan. Ya udah deh kita enggak
- minta ya Allah cepatlah dia ini. Enggak.
- Kalau mau doa lebih ee yang diajarkan
- Nabi ya, doa yang umum. Ya Allah
- hidupkanlah orang tuaku ini, ibuku ini
- kalau memang hidup itu baik untuknya dan
- wafatkanlah dia kalau memang itu yang
- terbaik untuknya. Serahkan kepada Allah.
- Jadi bukan minta mati ya, minta minta di
- di apa dipanggil cepat. Enggak. Itu
- urusan Allah. Allah maha tahu dengan apa
- yang diberikannya kepada kita. Selama
- Allah berikan itu ujian untuk kita, itu
- adalah untuk kebaikan kita sendiri. Ini
- kunci surga. Jangan sampai kita abaikan.
- Karena celakalah Rasul itu mengaminkan.
- Kalau Rasul sudah mengaminkan pasti
- dikabulkan Allah. Celakalah orang yang
- tidak masuk, yang ada orang tuanya tidak
- menyebabkan dia masuk surga. Ya, jadi
- ini ujian cobaan. Bersabarlah.
- Insyaallah Allah akan berikan balasan
- yang berlipat. Insyaallah. Amin.
- Insyaallah. Baik, pertanyaan tadi dari
- Manushah. Insyaallah ya kita luruskan
- niat lagi. Tadi Ustazah sudah sampaikan
- ee nanti akan terasa kalau sudah enggak
- ada ya pintu surganya hilang walaupun
- itu mertua ya. Baik ee Ikwan dan Nawat
- tadi sudah disampaikan baik itu
- pemaparan maupun sesi tanya jawab
- nampaknya kini kita sudah di ujung waktu
- sebelum saya tutup ee kita minta Ustazah
- memberikan kesimpulan minta Pak dulu
- ustazah. Ya, pendengar yang dirahmati
- Allah. Ini nasihat untuk saya dan kita
- semua. Mengimani hari akhir ini adalah
- salah satu rukun iman yang wajib kita
- yakini bahwa kita akan kembali kepada
- Allah. Bahwa apapun yang kita lakukan di
- dunia pasti akan kita dapatkan
- balasannya. Maka kita persembahkan
- ibadah yang terbaik, prestasi yang
- terbaik dengan kondisi akhir yang
- terbaik. Kita jadikan setiap hari yang
- terbaik dalam hidup kita. Semoga Allah
- nanti memberikan kita balasan yang
- terbaik dan kita bersama-sama berkumpul
- di surganya.
- Wallahuam astagfirullahakum.
- Alalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat kita ucapkan terima kasih jazak
- khair khair kepada guru kita Ustazah Hel
- Amran atas ilmunya pengingatnya siang
- hari ini. Insyaallah ini menjadi ee
- pengingat dan salah satu motivasi kita
- untuk menjadi lebih baik lagi menjadi
- muslim dan muslimah yang lebih baik lagi
- ke depannya insyaallah yang bertugas
- pada hari ini saya Karoli didampingi
- oleh Ondi juga Algi. Kami mohon maaf
- apabila ada kekurangan dalam menerima
- siaran dan mudah-mudahan tidak
- mengurangi kehidmatan kita dalam
- menuntut ilmu. Insyaallah kita ketemu
- lagi di kemudian waktu mudah-mudahan
- guru kita sehat selalu ya dan semua yang
- mendengarkan pada siang hari ini dari
- awal hingga akhir juga Allah berkahi
- dengan kesehatan. Amin ya rabbal.
- Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
- illa anta astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.