Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala,
- terima kasih masih bersama kami dalam
- acara tausiah sore bersama Ustaz Zain
- Alhadi. Muraqabah tadi menjadi nasihat
- dan tausiah kepada kita semua. Bagi Anda
- yang ingin bergabung bersama kami,
- silakan sampaikan pertanyaan dan
- komentarnya melalui nomor WhatsApp Rasil
- di
- 0811999720. Untuk berdialog langsung
- telepon kami di nomor
- 0218451512. Baik, Pak Ustaz. Di sesi
- kedua ini kita akan menjawab beberapa
- pertanyaan yang sudah masuk dari
- pendengar. Ada beberapa pertanyaan
- yang mengangkat
- mengenai puasa Asyura, Pak Ustaz. Salah
- satunya dari Bapak Ridwan di Setu. Ada
- juga dari Ibu Rini di Bekasi. Dan dari
- hamba
- Allah yang pertama bertanya mengenai,
- "Pak Ustaz, saya niatkan saum hari ini
- untuk memohon doa kepada Allah supaya
- keinginan saya dikabulkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala." Menjadi manusia
- yang diridai oleh Allah subhanahu wa
- taala. Yang kedua, Pak Ustaz, ini
- mengenai saum Asyura. Hari ini saya
- gagal karena
- tiba-tiba baru saja saya merasakan sakit
- dan saya merasa menyesal, Pak Ustaz,
- tidak sampai khatam melaksanakan
- ibadahnya. Saya merasa menyesal karena
- ibadah saya ini tidak sempurna. Apakah
- Allah akan murka kepada saya, Pak Ustaz?
- Mohon solusinya. Lalu ada juga, Pak
- Ustaz ee saum memohon agar diampuni
- dosa-dosa kita. Bagaimana, Pak Ustaz?
- Apakah dosa kita akan diampuni dengan
- saum yang hanya satu atau dua hari di
- bulan Muharam ini? Ya, itu aja puasa.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Yang pertama apa tadi? Oh, puasa. Iya,
- puasa. Iya, puasa memohon doa agar
- dikabulkan seluruh doa-doanya gitu.
- Jadi, dia puasa boleh doa apa saja Allah
- insyaallah diterima Allah. Boleh berdoa
- apa saja yang baik. Ee insyaallah
- dikabulkan Allah. Apalagi ada puasanya
- ya. Heeh. Insyaallah dikabulkan Allah.
- Tapi mengabulkannya itu kapan? Waktunya
- diberikan itu Allah yang tahu. Jadi
- gini, Bu. Yakinlah semua doa Ibu akan
- dikabulkan tapi diberikan saat tepat.
- Saat Ibu dib saat dibutuhkan dikasihnya
- semua itu. Bisa sekarang, bisa entar,
- bisa besok, bisa kapan saja. Nabi
- Ibrahim doanya dikabungkan setelah
- berapa ribu tahun. Itu contoh saja. Jadi
- artinya iya Allah memberikan pada
- waktunya. Kalau doa Nabi Ibrahim dulu
- mau dikasih, dia minta buah-buahan di
- padang pasir enggak ada buah kan masih
- dari negeri lain datangnya. Waktu itu
- kan belum ada transport, masih
- berbulan-bulan dari satu negeri ke
- negeri lain bisa busuk sampai di Makkah
- belum ada kulkas. Iya. Iya. Jadi
- dikabulkannya sekarang itu buah dari
- seluruhnya tapi ke Makkah sana ada
- semua. Iya ada kulkasnya juga ada
- pesawatnya ada yang bawa ke situ. Nah
- gitu. Jadi Allah mengabulkan doa itu
- dengan melihat situasi dan kondisi semua
- itu. Kapan kita butuh? Ada kadang-kadang
- kita enggak butuh. Saya dulu sering
- kasih contoh. Heeh. Ada orang mau jual
- tanah. Saya singkat saja. Sudah menjual
- tanah belum laku-laku. Istrinya ke dukun
- supaya cepat
- laku. Dukun pakai jin darujin bujuk
- orang supaya beli ya kan. Nah orang itu
- beli. Begitu dapat uang seminggu dapat
- uang itu akhirnya suaminya enggak
- pulang-pulang. Ternyata uang itu dipakai
- buat kawin lagi di kampung lain. He.
- Nah, itu kan enggak enak tuh jadinya.
- Jadi, artinya kita minta sama Allah,
- nanti Allah yang ngasih terserah kapan
- dia ngasihnya, apa yang diberikan bisa
- ditukar loh yang sesuai dengan kebutuhan
- kita sebenarnya. Kita kan enggak tahu
- apa yang bakal terjadi. He. Nah,
- gitulah. Jadi, berdoa sajalah.
- Pengabulannya pasti Allah kabulkan. Tapi
- caranya terserah kepada dia.
- Kadang-kadang dapat kitanya yang berdoa
- itu enggak
- sadar kita punya buka warung enggak
- laku-laku minta rezeki sama Allah. K
- besok banyak orang beli. Mungkin yang
- beli itu sebagian bukan manusia makhluk
- jadian Allah. Cara Allah ngasih rezeki
- begitu. Kitanya enggak tahu waktu
- dikabulkan itu benar. obatkah apa enggak
- tahu kita manusia di masjid itu siapa
- semua manusia yang sebagian malaikat
- sebagian pesuruh Allah banyak yang tamu
- yang datang juga bisa orang bisa bukan
- bisa makhluk dari Allah
- jadi berobat pun demikian jadi setelah
- berdoa sudah pasrah saja dan yakin Allah
- kabulkan hanya waktu dan apa yang
- diberikan bisa diganti. Kita minta A
- dapatnya Bisa Allah yang tahu mana yang
- baik buat kita seperti itu. Yang kedua
- apa? Hm. Ya. Jadi saumnya ini tidak
- selesai, Pak Ustaz. Barusan badannya
- sakit. Kata-kata kok ada murka dari
- Allah gitu. Tidak. Tidak. Itu bukan
- murka dari Allah.
- Sebenarnya itu puasa itu sudah diterima,
- Ibu. Puasa Ibu sudah
- diterima. Sebagian orang, sebagian orang
- ini hari ini ada yang enggak puasa, tapi
- dia cuma imsak saja ada. He dia yang itu
- yang orang lagi mengenang wafatnya
- Sayidina Husein 10 Muharramnya persis.
- Jadi karena Sayidina Husin itu haus dari
- 3 hari. Dia ikut tidak mau minum, tidak
- mau makan. Enggak puasa tapi enggak
- minum makan. Dia mengenang saja sambil
- berduka. Nah, habis asar itu kan
- ceritanya dia sudah meninggal selesai.
- Nah, dia bisa santu persis waktu ibu
- tadi dia
- minum. Jadi bukan puasa tapi jadi ibu
- enggak apa-apa itu puasanya niatnya
- sudah puasa Allah terima itu kan. Kalau
- sakit Allah juga larang puasa. Kalau
- sakit kan disuruh batalkan.
- H ada di Quran kan. Iya. Nah, jadi
- enggak salah insyaallah sudah diterima
- Allah. Ibu senang-senang saja ya. Sama
- tadi saum diniatkan untuk dihapuskan
- doa. Eh, dihapuskan dosa. Dihapus dosa.
- Insyaallah dihapus dosa ibu. Insyaallah
- ibu yakin Allah tuh baik. Apalagi sudah
- baik sudah puasa gitu itu udah nilainya
- sudah tinggi. Orang puasa itu orang
- jujur. Karena enggak ada orang puasa
- bohong.
- Puasti puasanya beneran. Karena bohong
- enggak puasa. Dia enggak puasa orang
- enggak tahu juga kan. Nah, itu kejujuran
- Allah. Nilai sangat tinggi itu puasa ya,
- Ibu ya. Insyaallah. Baik. Kita terima
- telepon yang sudah masuk, Pak Ustaz.
- Halo. Asalamualaikum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Dari siapa? Di mana,
- Pak? Pak Haji Asri Sarif di Ceputan.
- Silakan, Pak Haji.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam.
- Pertanyaan saya, Ustaz. Iya, silakan,
- Pak. Pertanyaan
- saya kan ada jalan siratul mustaqim.
- Iya. Bagaikan rambut dibujuh. Iya.
- Ee saya ingin ini sebab kalau masuk
- surga itu kan udah dengan enak ee atau
- ini seperti kalau orang puasa banyak ee
- ininya ada pintu khusus.
- Ee jadi sepertinya kalau
- sayaah jalan bagaikan inilah kalau
- ketamu kermatan pakai e pemadani
- segalanya tapi kok di
- diceritakan harus melewati jalan siratul
- musqim bagaikan rambut tujuh itu
- bagaimana tuh ustaz sebab kalau di dalam
- Al-Qur'an kan di surah Al-Fatihah
- siratul mustaqim itu kan jalan lurus itu
- jalan In ni jalan yang kita tempuh agama
- Islam ini, Al-Qur'an ini. Jadi ee
- bagaimana sebenarnya tu ustaz mengenai
- baik jalan siratul mustaqim itu ingin
- penjelasan Ustaz. Terima kasih.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Betul Bapak.
- Siratul mustaqim itu jadi dua. Maksudnya
- begini. Kalau di dunia kita mustaqim,
- hidup kita lurus ya. Nah, hidup lurus
- ini jadi orang jujur, jadi orang lurus
- itu susah seperti jalan seperti jalan di
- rambut di belah tuju seperti bukan
- rambut di belah tujuh sebenarnya
- putuslah dijaklah rambut sudah iya susah
- kawat aja susah itu sirkus yang bisa
- lewat di kawat jadi
- seperti jalan di rambut yang di belah
- tuju sakit begitu sulitnya jadi orang
- baik jadi orang lurus banyak godaan
- banyak gangguan ada intimidasi ada apa
- ya sekarang lihat ada seorang
- di satu tempat di kantor misal satu
- lurus ini yang lain enggak. Dia
- diintimidasi dimusuhin itu yang lurus
- tadi di mana-mana. Begitu juga ustaz
- yang lurus dimusuhin
- juga. Jadi seperti itulah jalan siratul
- mustaqim. Jalan kejujuran, jalan
- kebenaran, jalan takwa itu agak sulit
- mesti sabar gitu loh. Nah, tapi kalau
- berhasil nanti jalan di akhiratnya di
- siratul mustaqim di akhirat dia jalan
- dia khusus bagus gitu loh. Jadi di
- akhirat itu perjalanan hidup kita di
- dalam akhirat dari kan jauh tuh dari
- alam barzakh terus ke alam masyar.
- Alamar tuh jauh triliun manusia. Ada
- macam-macam bentuk. Masing-masing punya
- jalar jalur sendiri. Siratul mustaqim
- Bapak insyaallah lurus bagus malah pakai
- karpet bagus gitu. Ada yang jalan san
- musakimnya kayak jembatan gitu ke
- akhirat itu menuju akhirat. Ada yang di
- bawah apa tuh kanan kirinya bunga-bunga.
- Dia jalannya lurus senang cepat mudah
- berat. Ada yang jalan pakai perut ada
- yang terseok-seok itu masing-masing
- berbeda siratul mustaqim
- sendiri-sendirilah. Tergantung sirat di
- dunianya dia lurus enggak. Jadi siratul
- mustaqim kita di sana itu tergantung
- perbuatan kita di sini. Kita kita lurus
- jalannya lurus seperti Bapak katakan
- tadi mustaqim sebab di Quran juga
- dijemputkan siratul mustaqim itu apa?
- Siratalladina anamta alaihim. Betul. Di
- dunia seperti jalan yang pernah ditempuh
- oleh mereka yang mendapat nikmat. Oh
- orang-orang yang mendapat nikmat pernah
- lewat siratul mustaqim. Siapa mereka?
- Dijawab lagi oleh Alqur'an, "Alladzina
- anam anamallahu alaihim minal anbiya
- wasiddiqin wasyuhada wasalihin." Jalan
- nikmat yang lurus itu pernah ditempuh
- oleh para nabi-nabi, para syuhada, para
- shihin.
- Nah, jadi ada penjelasan dari Quran
- memang siratul mustaqim itu di dunia
- pernah ditempuh oleh orang-orang yang
- dapat nikmat minal anbiya wasiddiqin,
- orang yang jujur, orang jujur, lurus,
- wasyuhada orang-orang mati syahid
- wasiddiqin. Nah, jadi di akhirat dia
- lurus lagi jalan sampai menuju ke surga
- lurus tidak ada hambatan karena di dunia
- dia sudah lurus. Maka itu itulah
- kejujuran ya. Kejujuran insyaallah.
- Insyaallah Bapak tepat ya. Baik dari
- Bunda hamba Allah di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz Zainel yang dirahmati
- Allah. Menghadapi pilpres
- ini ada beberapa kelompok terpecah Pak
- Ustaz. Berita saling caci, menjelekkan
- menjadi hal yang sangat biasa. Sudah
- tidak saling menghormati lagi, bahkan
- sudah sampai di luar batas. Mohon
- nasihatnya, Pak Ustaz agar tidak ikut
- atau mudah terpancing bahkan ikutan
- marah dengan hal-hal tersebut. Mohon
- nasihat. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Iya, betul,
- Ibu. Jadi itu kalau terjadi seperti itu
- berkelompok-kelompok kemudian saling
- hantam dan sebagainya kita tidak usah
- ikut ikut
- campur tidak ikut menjadi penasihat
- boleh nasihati mereka jangan seperti
- itu. Jaga perdamaian jaga perdamaian
- begitu tapi ikut jangan. Nah caranya
- bagaimana kita floating. Floating apa
- itu ngambang. H kita harus ngambang.
- Jadi kita enggak mau mengikat diri
- kepada suatu grup satu kelompok apapun.
- Enggak. Kita ngambang saja. Ngambang.
- Ngambang. Nanti menurut pendapat kita
- ini yang lebih baik ya silakan pilih
- begitu aja. Tapi tidak tidak menjadi
- grup anggota ee menggebu-gebu. Tidak
- tidak kita ngambanglah. Hati kita
- terikat kepada Allah. Tadi saya katakan
- hati kita nyambung pikiran hati kita
- nyambung ke Allah nyambung ke Quran itu
- hablum minallah. Itu tali minallah
- urwatil wq. Nyambung ke Allah nyambung
- ke Quran, nyambung ke Rasulullah. Nah
- sudah aman kita. Jadi enggak nyambung ke
- partai. Memang partai itu sebenarnya
- enggak boleh punya anggota. Dia hanya
- mengantar. Setiap mau ada pemilihan
- partai itu mengantar nih calon ke sini.
- Sudah sudah selesai pemilihan umum dia
- enggak boleh enggak ada kerja lagi.
- Kantor nganggur sudah sudah pemilihan.
- Saya enggak bukan ya hanya mengantar
- saja. Jadi rakyat tidak perlu harus
- beranggota ke sini sehingga pada tahun
- ini dia pilih partai tahun depan
- pilihnya dari partai lain dia lihat
- oknumnya orangnya yang baik yang mana.
- Tidak lihat partainya. H
- lihat orangnya sekarang kan sulit itu
- kalau partai-partai yang enggak tahu ya
- sekarang yang baik juga ada tapi banyak
- yang kita lihat ya begitu dia ini
- masing-masing ngurusin partainya sudah
- terpilih dia ngurusin dirinya ngurusin
- partainya rakyat masa bodoh ah ini jadi
- jangan lihat partainya lihat orangnya
- mana yang betul-betul ma bela rakyat
- membela negara
- begitu ya ini saya pusing orang yang
- sudah masuk penjara korupsi boleh lag
- hukum ya. Hukum itu memang buta. He.
- Tapi hukum itu kan sebenarnya ada hati
- nurani hakim. Iya. Saya belajar hukum
- ada hati nurani hakim bisa diikuti kalau
- itu benar. Apalagi itu bernafaskan
- Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa,
- kemanusiaan yang adil dan beradab. Orang
- sudah masuk penjara kan sementara dia
- kurang adil, kurang beradab. Sementara
- mungkin sudah tobat bolehlah tapi kan
- sulit kalau kepercayaan negara sini
- orang sudah tobat nanti dulu urusan
- tobat. He masih ada catatan. Heeh.
- penduduk 200 juta lebih masa enggak ada
- lagi yang lain. Cari yang bersih duluah.
- Itulah. Jadi semoga yang yang sudah
- berkorupsi juga kita enggak cap dia
- sebagai orang jahat. Sudah selesai sudah
- jalan sudah baik. Tapi untuk mencalonkan
- lebih baiknya cari kerjaan lainlah. Hm.
- Jadi apa tuh? Ada kepatutan. Iya. Iya.
- Kepatutan.
- Masyaallah. Seperti itu. Jadi begini,
- orang anggota ini, masyarakat ini tidak
- perlu mengikat diri dengan salah satu
- partai atau salah satu golongan.
- Ngambang saja. Mana yang baik pilihlah.
- Sudah begitu menurut Anda baik itu pilih
- tapi tidak mengikat diri. J kita terikat
- dengan agama
- sebenarnya agama gitu. Hablum minallah
- terikat dengan Al-Qur'an. Terikat dengan
- Allah dulu dengan Al-Qur'an dengan
- Asunah Rasul. Yang lain ngambang.
- Milih-pilihlah tapi enggak sampai
- mati-matian begitu. Ngambang saja
- floating. Ya, insyaallah.
- Baik. Dari hamba Allah di Bogor, Pak
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Mohon pencerahannya Pak
- Ustaz. Saya menjadi pendengar rasil yang
- baik, bahkan tidak pernah mendengarkan
- channel yang lain. Sebagian besar isi
- ceramah Rasil saya sampaikan ke jemaah.
- Kebetulan saya memang ada kesempatan
- untuk menyampaikan di satu majelis.
- Namun jadi permasalahan adalah terkadang
- yang saya sampaikan itu belum bisa saya
- amalkan. Saya malu, Ustaz kepada Allah.
- Bagaimana apa yang saya lakukan ini
- menurut Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Insyaallah itu
- ada kesadaran seperti akan bisa
- mengamalkan. Sampaikan saja terus apa
- yang dapat sampaikan itu apa bagus
- sekali memang itu. Nah, nanti dengan
- menyampaikan lama-lama bisa mengamalkan
- nanti kita akan malu sendiri. Ini sudah
- ada bukti sudah bisa bicara seperti ini
- kan sudah ada rasa malu dan rasa malu
- nanti akan bisa mengamalkan. Kalau
- memang uzur gak bisa mengamalkannya itu
- kan dimaafkan. Tapi kalau bisa ya
- diamalkan. Tapi dengan menyampaikan
- jangan mundur dari penyampaian.
- Sampaikan terus nanti lama-lama bisa
- mengamalkan. Sebab kita akan malu
- sendiri nanti kalau enggak ngamalkan.
- Aduh kemarin ngajarin orang kenapa
- enggak kan gitu ada hati seperti itu.
- Akhirnya kita ngamalkan lebih dulu.
- Memang betul harus tapi nanti bisa
- mengamalkan. Jangan mundur insyaallah
- ya. Jadi sudah sudah bisa kok kelihatan
- ini orang baik punya kesadaran
- insyaallah banyak ilmu yang didapatkan
- dari Rasil tapi baru bisa menyampaikan
- saja mengamalkannya baru sedikit. Nanti
- jadi sedikit sampai sedikit lama-lama
- jadi bukit. Hah? Dengan menyampaikan
- menyampaikan kita akan mengamalkan. Iya.
- Tapi ada usaha untuk mengamalkan. Ada
- usaha insyaallah.
- Baik. Selanjutnya ini dari hamba Allah
- di Kemang, Pak Ustaz dari
- 08119 sekian-sekian. Pak Ustaz, saya
- merasakan bahwa Allah itu nampak terang.
- Tidak dapat sesuatu yang menghalanginya
- atau
- menghijabnya meski dinding baja
- sekalipun. Nah, apakah keyakinan saya
- ini ini sesuatu yang salah atau
- melanggar syariat, Pak Ustaz? Syukron.
- Bismillahirrahmanirrahim. Itu benar,
- tidak salah. Hanya pemahaman bagi orang
- awam nanti salah paham dia. Saya paham
- yang Bapak maksud. Jadi maksudnya
- gimana, Ustaz? Perasaan. Heeh. Heeh.
- Berasa Allah lagi ngelihat nampak jelas.
- Allah tuh ada. Nampak jelas. Sayaca
- kecermin saya nih ada. Enggak ada yang
- bikin saya selain Allah. Begitu saya
- ngelihat makhluk, ingat Allah yang
- bikin. Lihat burung,
- subhanallah, ingat Allah yang bikin.
- Iya. Iya. Ya, siapa yang bisa bikin
- burung terbang kayak gitu? Siapa? Enggak
- pernah ada orang ngaku di mana pun
- menciptakan burung. Heeh. Heeh. He.
- Hanya Allah di Quran aku yang
- menciptakan. Kau lihat ketika dia
- katupkan sayapnya, dia tidak jatuh. Aku
- tahan. Ketika dia tutup sayapnya, Heeh.
- Gak jatuh dia. K itu. Subhanallah.
- Betul. Tapi Bapak jangan perbahasannya
- pada orang awam tidak disampaikanlah
- mereka bingung nanti. Iya.
- Tadi nanti ada sesuatu hal gitu ya, Pak
- Ustaz ya. Betul. Hm. Baik Pak Ustaz.
- Saya akan ke pertanyaan selanjutnya. Ini
- Ibu Siti, 52
- tahun. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Saya ingin menanyakan
- mengenai suami saya, Pak Ustaz, yang
- sudah 10 tahun tidak
- menafkahi. Saya ada dua anak. Yang
- pertama sudah kuliah dan yang satu masih
- SMA. Saya digantung, Pak Ustaz, selama
- 10 tahun. Menurut suami, saya tidak
- berhak dinafkahi dan tidak mendapatkan
- gonogini. dan dia sudah bersama istri
- mudanya sejak 10 tahun yang lalu.
- Bagaimana saya harus mengadu karena
- suami saya itu tidak mau dan tidak mau
- menafkahi saya dan anak kandungnya dan
- apakah suami saya sudah memisahkan tidak
- mau apa tidak mau menafkahi menafkahi
- saya dan anak kandungnya anak-anaknya
- gitu yang yang dua itu, Pak Ustaz. Dan
- apakah sah suami saya itu memisahkan
- keluarga dari kami bertiga padahal belum
- cerai. Oh, jadi belum cerai, Pak Ustaz.
- Cuma dibiarkan saja 10 tahun. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ibu punya hak
- pilih di sini. Ibu mempunyai hak pilih.
- Bila ibu tidak rida, ibu bisa mengadu ke
- pengadilan agama dan suami ibu akan
- dituntut. Ya, itu kan ada di taklik
- talak itu. Iya. Saya bisa cerai, bisa
- tidak. Tapi Ibu bisa dua. Biasanya cerai
- dulu. sudah itu
- menuntut
- ee hak nafkah anak-anak, hak idah
- ibu dan itu keputusannya itu sekarang
- bukan fatwa waris, bukan fatwa. Dulu
- keputusan pengan agama fatwa dikerjakan
- boleh enggak boleh. Sekarang tidak
- keputusan memaksa sudah bersifat hukum
- memaksa. He. Jadi bisa diambil dari
- harta suami kalau dia tidak mau bayar
- bisa diambil dan bisa dipaksa oleh
- polisi. Jadi ibu punya hak untuk mengadu
- ke pengadilan agama. Ya, begitu. Kalau
- ibu tidak rida. Kalau ibu rida ya tidak
- ada masalah. Ya. Mengadu pengadilan
- agama. Bukan itu saja hak ibu. Nafkah
- itu berapa lama? Minta nafkah ibu.
- Nafkah anak-anak. Ibu yang bayar. Sebab
- menurut hukum
- Islam, wajib nafkah itu pada suami itu
- wajib. Padahal di surah Albaqarah 200
- lebih-lebih ayatnya itu suami wajib
- memberi nafkah untuk ibu dan anak-anak.
- Itu berapa tahun?
- Dihitung. Dihitung itu ya. Ee tapi cerai
- dulu tuh. Itu baru minta itu. Kemudian
- kalau gunung gini kalau ibu dulu mencari
- nafkah bersama dia ada gunung gini.
- Kalau suami yang mencari ya enggak. Tapi
- ibu bisa minta nafkah selama 10 tahun
- ya? Nafkah selama 10 tahun. Nafkah ibu
- dan anak itu gede juga itu besar selama
- 10 tahun itu. Jadi 120 bulan. Iya
- ya. Itu bisa dipotong dari gajinya itu.
- Kemudian ee hak uang idah ibu. Kemudian
- nafkah anak-anak selanjutnya. Kalau
- anak-anaknya masih belum balik-balik itu
- masih belum bekerja. Nafkah anak-anak
- sekarang tiap bulan ibu bisa pambil.
- dia suami harus kasih bahkan ya kalau
- sudah cerai pun nafkah untuk anak-anak
- dikasih malah ada di pendapat ulama saya
- setuju itu juga nafkah ibu sebagai
- pengasuh anak dia. Hus iya upah pengasuh
- anak dia. H
- sudah cerai ini. Iya iya iya. Nah itu
- jadi itu begini. Islam ini memang tidak
- boleh seperti itu. Ada keadilan.
- Suaminya wajib memberi nafkah itu
- keadilan.
- hukum Quran wajib itu. Dan sekarang kita
- bersyukur di Indonesia itu malah justru
- hukum perdata seperti ini berlaku.
- Pengarang keputusannya resmi bisa
- memaksa. Bukan fatwa. Dulu tahun berapa
- itu fatwa zaman Belanda fatwa hanya
- keputusan boleh dipakai boleh enggak.
- Sekarang tidak keputusan ya. Silakan Ibu
- ke pengaliilan agama kalau insyaallah
- bisalah. Kalau cari ada pengacara bisa
- membantu boleh juga kalau memang suami
- ibu agak keras ya. Kalau suaminya
- mendengar tolong Bapak itu hukum Allah
- tuh berat. Tidak boleh zalim seperti
- itu. Iya. Berhak dibayar selama 10
- tahun. Itu nafkah ya istri dan anak.
- Saya belum cerai kan? Belum. Nah, terus
- nanti setelah itu sudah cerai lagi.
- Kalaupun cerai kalau mau berrujuk bagus
- insyaallah Allah beri bikin damai, bikin
- senang bersama kembali rukun insyaallah
- bila tidak ya itu hukum harus ditegakkan
- harus ada
- keadilan. Insyaallah.
- Baik, Pak Ustaz. Pertanyaan selanjutnya
- ini dari hamba Allah di Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. ini mengenai
- negara Indonesia yang mungkin bisa jadi
- dikatakan orang akan menjadi negara yang
- gagal dalam hal penanganan para
- koruptor. Mendengar berita mengenai
- korupsi anggota DPRD di Malang
- berjamaah. Lalu ada juga sekarang yang
- terbaru korupsi PLTU juga berjamaah.
- Bagaimana menghadapi para koruptor yang
- berjamaah ini, Pak Ustaz? Oh, koruptor
- berjamaah sekarang, Pak Ustaz. Ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Saya melihat
- kejadian seperti ini di negeri yang
- beragama ini, negara yang berketuhanan
- yang maha esa ada keganjilan. He. Yang
- beragama apapun korupsi semua. Yang
- Islam, yang bukan Islam semua korupsi.
- Yang Islam, yang Kristen, yang Buddha,
- yang Hindu, semua korupsi. Iya. Berarti
- apa? Ada kegagalan dalam berdakwah
- masing-masing. He. Jadi jalan keluar
- sekarang ini masing-masing agama itu
- masing-masing berdakwahlah, bukan bikin
- ribut. Berdakwah. Yang Islam ulama Islam
- mengislamkan orang Islam. nya Kristen
- mengkristenkan orang Kristen yang Buddha
- begitu Hindu seperti itu. Masing-masing
- menjalankan agamanya. Nah, yang muslimin
- ini ustaz-ustaz sadar berarti di sini
- ada dakwah yang gagal. H kalau sedikit
- yang korup yang nakal sedikit itu
- mungkin ya wajarlah. Tapi kalau begini
- banyak seperti yang dijamaah tuh di
- Malang untuk berjamaah seperti itu dan
- banyak sekali jumlahnya ini berarti
- dakwah ini enggak berhasil. Saya banyak
- dakwah sekarang ke mana terbanyak ke
- mana-mana. Kurang sekali ajaran tauhid,
- ajaran mengenal Allah.
- Nah, dakwah terlalu banyak seperti
- jamur, tapi orang tetap tidak tidak
- banyak yang nakal. Ini masalahnya di
- mana kegagalan ini? Tidak menyentuh ya.
- tidak menyentuh. Karena dakwah itu ada
- yang banyak maknya baru dicampuri urusan
- macam-macam pesanan-pesanan dari luar
- sih terlalu banyak dipolitisir.
- Jadi tidak menyentuh perasaan orang
- untuk beriman kepada Allah, mengajarkan
- orang ee zikir mati bakal mati,
- mengajarkan tentang hidup bagaimana
- hidup yang baik, bagaimana muraqabah,
- Allah mengawasi kita setiap saat di mana
- pun kita berada. Oh, banyak sekali. Jadi
- dakwah ini harus diperbaikilah.
- Dakwahnya dakwah perpecahan lagi ya.
- Dakwah yang perpecahan banyak ngapirkan
- sana, nyalahkan sini, nyalahkan situ.
- Tidak mudah ngapirkan orang itu. Hah.
- Kalau mengkafirkan orang yang tidak
- kafir, berbalik ke dirinya nanti. Ini
- hukum Allah itu. Allah itu maha adil.
- Tidak bisa berbuat zalim seperti itu.
- Menyudutkan orang, mengkafirkan
- orang. Janganlah. Ada satu yang sering
- dibakar rumahnya. Janganlah. Kita kan
- enggak tahu hati orang. Nantilah dulu.
- Jangan berpersangka buruk dulu. Ini
- agama Islam agama yang adil, agama yang
- rahmat, rahmatan lil alamin. Begitu.
- Jadi memang penteri-penterian agama atau
- bimbinglah diadakan kader-kader
- mubaligh. Mubaligh-mubaligh itu di kadar
- bagaimana menyampaikan dakwah yang
- baik, bagaimana menyampaikan keimanan.
- Dakwah itu Allah. Dakwah itu mengajak
- orang mengenal Allah, mencintai Allah.
- Kalau sudah cinta Allah, cinta
- Rasulullah, pasti jadi orang baik.
- Begitu cinta akhirat, cinta cinta
- akhirat cinta surga orientasinya ke
- akhirat tidak cinta dunia. Kalau orang
- sudah cinta dunia, hubud dunia sudah
- hancur semuanya. Biar keluar dari 1000
- tahun di pesantren, taruh dia 10 tahun
- di pesantren. Tapi cinta dunia, ilmu
- agamanya habis. Kalah sama Hawa. Hawa
- cinta dunia. Ingin hidup senang, ingin
- mewah-mewah, ingin kaya-kaya, ingin
- punya jabatan tinggi, ingin terhormat,
- ingin segala e hubud dunia inilah yang
- bikin rusak. Akhirnya jalan pintas
- korupsi gitu ya Az ya K korupsi pengin
- kaya pengin dibangga pengin
- bangga-bangga hubud dunia lah cinta
- dunia kita boleh boleh kaya boleh ber
- tidak mencintai dunia orientasi kita ke
- akhirat saya mau pindah ke surga jadi
- hidup kita tuh rap kalau sudah cinta
- dunia semua rusak korupsi itu. nya
- terlalu cinta dunia. Uangnya buat apa?
- Buat foya-foya, buat segala macam.
- Auzubillah. Insyaallah. Ee apa ya
- pertanyaan tadi? Kita minta Menteri
- Agama kalau dengar ini adakanlah
- kader-kader dakwah itu orang juru-juru
- dai-dai itu dikader yang diajarkan
- bagaimana itu dibimbinglah. Insyaallah
- semua akan menjadi lebih itu jalan
- keluarnya seperti tadi yang dimintakan
- saran tadi ya. Seperti itu. Dakwah ini
- diinjau kembali, dirubah nih caranya
- banyak yang tidak tepat. Iya.
- Insyaallah. Baik Pak Ustaz. itu menjadi
- pertanyaan terakhir yang bisa kita jawab
- dari pendengar dan sebagai penutup. Apa,
- Pak Ustaz? Dari seluruh bahasan kita,
- ya. Kita sambung hati kita kepada Allah,
- pada Al-Qur'an. Al-Qur'an. Al-Qur'an
- bukan hanya untuk ditahfid Quran. Sudah
- hafal Quran, sudah selesai Islam lah.
- Belum paham
- gimana? Habis dihafal dipahami
- dong. Kalau sudah dihafal saja apa
- jadinya? Ya beginilah. Ini Quran di
- mana? Umat di mana? Umat diputuskan dari
- Al-Qur'an. Dari zaman Bani Umayyah itu
- umat dibiarkan jadi Islam, dibiarkan
- beriman, tapi diputuskan dari Quran. Ini
- yang jadi bahaya. Sekarang pun demikian.
- Cukup Quran di Tahfid. Masing-masing
- hafal Quran, habis umurnya untuk
- menghafal Quran tapi pemahamannya tidak.
- Terus jadi apa? Nah, begitulah kira-kira
- kita sambung hati kita kepada Allah,
- kepada Al-Qur'an. Pelajari Al-Qur'an,
- tafsir sedikit-sedikit. Ini dirahasil
- banyak ini ustaz-ustaz semua
- menyampaikan ayat-ayat Quran dengan
- pemahamannya. Alhamdulillah di di yang
- lain juga begitulah. Kalau sudah tidak
- pakai Quran, tidak pakai sunah tuh ke
- sana kemari apa yang
- disampaikan? Kan Quran ini bimbingan
- hidup hudan lil muttaqin hidayah. Karena
- semua orang tidak bisa memahami Quran.
- Ustaz menyampaikan ini ayat ini suruh
- begini, ayat ini berfirman begini, ayat
- ini begini. Semua lama-lama kita tahu
- isi Al-Qur'an itu baru kita bisa hidup.
- Al-Qur'an itu senter. Senter. Kalau
- dunia ini kita mata ini bisa melihat
- benda-benda bisa lihat. Tapi benar,
- salah, baik, buruk enggak bisa lihat
- pakai mata, pakai senter. Senternya apa?
- Al-Qur'an. Nah, sekarang semua orang
- punya Al-Qur'an. Hafal Al-Qur'an
- senternya menyala, orangnya merem karena
- tidak paham
- Al-Qur'an. Qurannya banyak tapi tidak
- dipahami apa artinya? Sama juga
- buta. Orang jalan tempat gelap bawa
- baterai, baterainya menyala tapi dia
- merem.
- Nah, sekarang Quran ada dihafalin
- Qurannya tapi tidak dipahami. Sama aja
- merem. Iya. Dia enggak ngerti
- isinya cuma dihafal, dibaca,
- dinyanyikan. Nah, itu jadi insyaallah ee
- pelaj Al-Qur'an di mana-mana minta
- pelajaran Al-Qur'an, tafsir dipahami
- isinya dan jujur harus jujur
- menyampaikannya. Insyaallah kita akan
- betul-betul ini kalau sudah umat Islam
- ini semua umat beragama di Indonesia ini
- mengamalkan agamanya, penjara itu
- kosong. Suka miskin itu kosong.
- Masa di negeri lain banyak penjara
- kosong. Kita yang beragama di sini kok
- penjaranya penuh sampai berjebel-jebel,
- sampai over.
- Coba dong berpikirlah bagaimana ini,
- bagaimana ini? Agama dipakai untuk
- ribut. Agama seperti partai pakai untuk
- berantem. Nah, itulah jadi seperti itu.
- Mazhab dijadikan
- agama. Mazhab dijadikan agama. Agama
- sudah diabaikan, dibuat alat. Jadi
- agamanya masing-masing mazhabnya itu
- agama mati untuk mazhabnya.
- Agamanya dikatain diam, nabinya dikatain
- diam, mazhabnya diganggu mah makmuk dia.
- Ini sudah terbalik-balik. Quran sudah
- dihilangin, fikih jadi Quran. Fikih itu
- pendapat ulama jadi kudus seperti Quran.
- Dipegang teguh Qurannya hanya untuk
- dihafal saja. Nah, ini kita bukan
- ngritik, bukan marah. Ingat ini
- kesalahan yang harus kita rubah. Kembali
- kepada Al-Qur'an. Kembali kepada
- Al-Qur'an. Insyaallah mudah-mudahan
- Allah beri hidayah kepada kita semua.
- Amin. Amin ya rabbal alamin. Demikianlah
- ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala tak usia sore di
- kesempatan kali ini bersama Ustaz
- Zainaldi. Semoga apa yang beliau
- sampaikan bermanfaat bagi kita semua.
- Terima kasih. Terima kasih banyak Pak
- Ustaz. Dan juga terima kasih kepada Anda
- Ihan Auhad mendengar yang telah menyimak
- siaran kami. Jangan lupa simak selalu
- tausiah sore di hari Kamis bersama Ustaz
- Zain Alhadi hanya di radio silaturahim
- untuk Islam yang satu. Saya yang
- bertugas Angga Aminuddin ditemani oleh
- Fajar Hidayat dan juga Yusuf Subangkit
- di meja operator undur diri. Mohon maaf
- atas segala kesalahan kata. Billahi
- taufik wal hidayah. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- He.
- [Musik]
- [Musik]
- Oh
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]