Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. [musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:16 warahmatullahi wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillahi rabbil alamin. 0:20 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:23 wa ala ali sayyidina Muhammad. Ikhwan 0:25 dan akhwat yang dirahmati Allah 0:26 subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda 0:29 di siang hari ini? Semoga dalam keadaan 0:31 sehat walafiat dan selalu dalam 0:33 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 0:36 Kita kembali berjumpa di hari Sabtu, 18 0:40 Oktober 0:42 2025 0:44 dalam program Info Sehat bersama Dr. 0:48 Henri Hidayatullah. Asalamualaikum, 0:50 dokter. 0:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:52 wabarakatuh. 0:53 Alhamdulillah Mas Agus. 0:54 Dan Dr. Henri tidak sendiri. I 0:56 beliau membawa tamu yaitu terapis wicara 1:00 klinik dari klinik Wismari dengan Ibu 1:03 Monalisa. Asalamualaikum, Ibu. 1:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06 wabarakatuh. 1:07 Sehat ya, Bu? 1:07 Alhamdulillah sehat. 1:08 Alhamdulillah. Ikhwan dan akhwat, Klinik 1:11 Utama Wismari melayani pasien di rumah 1:14 dan di klinik secara komprehensif dan 1:16 profesional. ada layanan dokter umum, 1:19 kemudian [mendengus] dokter spesialis 1:21 kedokteran fisik dan rehabilitasi, 1:24 kemudian melayani apa namanya ee 1:28 pelayanan dokter spesialis obgin, 1:31 fisioterapi, terapi wicara, kemudian ada 1:35 home health care atau perawat eh 1:38 caregiver, sudirm, sunat di rumah, 1:42 layanan gizi farmasi dan laboratorium 1:45 home care tim medis event baik itu 1:48 family gathering, sport event dan 1:50 lain-lain. Penyewaan alat kesehatan dan 1:53 brand mapping. 1:54 Mapping. 1:55 Nah, klinik Wismari ini adanya di daerah 1:58 radio dalam. 1:59 Klik aja itu di 2:00 Jalan Haji Nawi. 2:01 Jalan Haji Nawi. Baik, dokter, hari ini 2:04 kita membawa Ibu Monalisa terapis Wicara 2:07 Klinik Wismari. Silakan, Dokter. 2:09 Iya, terima kasih Mas Agus. Ee ee 2:12 pemirsa, ikhwan akhwat radio ee pemirsa 2:15 Radio Silaturahmi yang berbahagia. 2:17 Mudah-mudahan sehat selalu dalam 2:18 bimbingan Allah Subhanahu wa taala, 2:20 penuh keberkahan. 2:21 Nah, kali ini saya ngajak teman saya 2:24 nih. 2:24 Heeh. 2:25 Beliau profesional 2:27 dalam hal apa? Dalam hal terapis wicara. 2:30 Heeh. Heeh. 2:31 Nah, apa dan bagaimana terapis wicara? 2:33 Nanti kita diskusi sama beliau ya, Bu 2:34 Mona. Beg demikian ya. 2:36 Baik. 2:36 Iya. Beliau kurang lebih ee Bu Mona 2:41 sudah berapa lama sebagai terapis wicara 2:44 nih? 2:45 Iya, kurang lebih sudah 27 tahun ya. 2:48 27 tahun, Mas Agus. 2:50 27 tahun. 2:51 Iya. Terapis wisara. 2:53 Pengin dengar enggak ee tentang terapis 2:56 wicara tuh gimana sih? Kan 2:57 boleh. Heeh. Heeh. Heh. 2:58 Ya. Jadi ee tema kita kan bicara lancar, 3:02 He. 3:02 Semakin PD, 3:03 mengenal terapi wicara untuk semua usia. 3:07 Hm. Itu tema kita ya, Dok. Tema kita 3:09 kali ini. Nah, apa dan bagaimana kita 3:12 diskusi nih kita 3:14 ee korek-korek segala pengalaman Bu Mona 3:17 dalam hal 3:19 menangani pasien-pasien terapi wicara. 3:21 Kalau terapis wicara itu seperti apa, Bu 3:23 Mona? Mungkin bisa dijelaskan. 3:25 Ee terapis wicara itu ilmu yang 3:29 berkembang di bidang bicara ya, 3:33 khususnya di area 3:34 ee oral motor, neurolog gitu ya. He. 3:38 Dan ee sosial, psikososial. 3:41 He. 3:41 Jadi, di mana banyak menangani dari usia 3:45 anak 3:46 Heeh. 3:46 sampai usia dewasa. Jadi, batasan 3:49 usianya itu semua usia bisa masuk gitu 3:52 ya. He. 3:53 Jadi kalau pada kasus anak biasanya 3:56 kadang waktu itu saya juga pernah 3:57 menangani kasus bayi. 3:59 Bayi baru lahir itu dia tidak mau 4:02 menghisap, tidak mau minum susu ya. 4:05 Artinya menghisap ASI atau menghisap dot 4:07 itu 4:08 ee dia tidak mau gitu. Jadi bayinya itu 4:11 diam aja gitu kan. He. 4:12 Nah, jadi itu ee kita memberikan 4:14 rangsangan stimulasi bagaimana caranya 4:17 baik itu mau mau menghisap ya atau ee 4:22 dia menggerakkan oralnya terutama 4:24 misalnya lidahnya mengecap gitu ya atau 4:28 me apa menjilat-jilat lidah, 4:30 mengeluarkan lidahnya gitu. Itu ada 4:32 respon itu dari usia bayi pun 4:34 bisa newborn ya. 4:36 Terus masuk lagi ke usianya, usia balita 4:40 atau batita. He. 4:41 Nah, biasanya anak-anak itu ee 4:44 seringkiali mengalami kesulitan bicara 4:47 atau orang sering disebutnya delay 4:49 speech gitu ya. 4:51 Nah, eh delay speech itu 4:53 juga bermasalah enggak hanya sebetulnya 4:55 di delay speech. Jadi kita harus melihat 4:58 dari 4:59 pola tingkah laku perilakunya. Pertama 5:02 kesehariannya. Jadi di Light speech itu 5:05 ada yang masalah dengan gangguan oral 5:07 motor yaitu dengan menelan dengan makan. 5:11 Ada juga dengan gangguan dia lingkungan 5:13 karena tidak sering tersimulasi. Jadi 5:16 anak lebih sering diam 5:18 atau dia main HP atau dia nonton TV. 5:21 Nah, itu bisa mengganggu komunikasi 5:23 perilakunya 5:25 atau tidak ada interaksi ya dengan 5:27 lingkungan ya. 5:28 Atau tidak ada interaksi dengan 5:29 lingkungan. Anak itu di rumah dengan e 5:32 mbaknya atau babysitternya gitu ya. 5:34 Jarang keluar untuk main di lingkungan 5:36 di taman-taman gitu. Nah, itu juga 5:38 interaksi jadi kurang stimulasi dari 5:41 lingkungan. Nah, sehingga anak itu 5:43 terlambatlah bicaranya. Nah, terlambat 5:46 bicara itu ada yang anak bicara itu 5:49 dengan menggunakan gestur ya, 5:51 menggunakan isyarat. Jadi dia misal mau 5:54 ngomong itu minta sesuatu tuh dia narik, 5:56 dia nunjuk-nunjuk. He. 5:57 Terus ada juga ee yang ingin sesuatu dia 6:00 enggak bisa disampaikan ya dia marah 6:04 gitu ya atau tentrum gitu atau dia 6:06 guling-guling dan sebagainya 6:09 karena bingung dalam menyampaikan apa 6:11 yang dia ingin sampaikan apa yang ingin 6:13 pengin gitu loh. Tapi dia tidak bisa 6:15 menyampaikan. 6:16 Nah, ada juga yang anak udah tipe di 6:19 gitu dia mandiri tanpa dia minta tanpa 6:21 apa. Apa-apa semua diambil sendiri 6:23 gitu. ada dia misal mau ambil gelas dia 6:25 ambil gelas sendiri ambil yang dia 6:27 butuhkan dia ambil sendiri tanpa ngomong 6:29 gitu ada yang seperti itu juga 6:31 satu sisi mandiri ya tapi satu sisi lain 6:34 ternyata karena dia sulit untuk 6:36 menyatakan ininya ya 6:38 ee kemauannya 6:39 kemauannya jadi dia akhirnya apa 6:41 inisiatifnya dia mau apa diambil aja 6:43 semuanya sendiri gitu. 6:46 Jadi tugas utama dari Travapus Wicara 6:48 itu apa? 6:48 Ee mengembangkan, menstimulasi supaya 6:52 anak itu bisa ngomong. Jadi, problem 6:54 kasus yang ada pada anak itu kan 6:57 berbeda-beda. 6:58 Jadi, apa kasus yang anak yang harus 7:00 perlu ditangani pertama apa misalnya 7:02 dari orang tua itu ee apa konsultasi 7:05 dengan oh anak saya ini enggak bisa 7:07 makan kok dia enggak makan nasi enggak 7:09 mau ngunyahnya enggak mau dan 7:11 sebagainya. 7:12 Terus udah gitu bicaranya juga enggak 7:14 semua ngomongnya serba nunjuk-nunjuk 7:16 misalnya. H. 7:17 Nah, jadi kita [berdehem] harus 7:18 mengatasi dua hal itu yang dikeluhkan 7:20 sama orang tua. 7:22 Nah, karena kalau anak itu udah bisa 7:25 bicara, bisa ee lancar gitu, otomatis ee 7:29 percaya dirinya timbul. 7:31 Jadi, dia semakin baik untuk berperilaku 7:33 dan berkomunikasi di lingkungan gitu. 7:37 kita bagaimana kita bisa membedakan 7:39 antara anak yang dia ee dalam bicara itu 7:43 terbata-bata atau tidak punya keinginan 7:45 untuk itu dengan anak yang autis. 7:48 Kalau anak autis itu kan ada masalah 7:50 problemnya adalah di gangguan 7:51 neuromaskuler ya. Jadi dia memang ada 7:54 saraf-saraf tertentu yang membuat anak 7:57 itu menjadi autis. Beda dengan anak yang 8:00 gangguan perilakunya itu berdasarkan ee 8:02 lingkungan karena kurang stimulasi tadi. 8:06 Jadi kalau ee penanganannya tuh hampir 8:08 mirip tapi ada lebih spesial dikit untuk 8:10 yang anak autisnya 8:12 gitu ya. 8:13 Salah satunya gangguan konsentrasi dia 8:14 ya. 8:15 Nah, anak gangguan konsentrasi terus 8:17 mengulang-ulang ee ucapan gitu ya. Terus 8:21 sudah gitu kontak mata kurang itu untuk 8:23 anak autis. He. 8:24 Tapi kalau untuk anak yang 8:27 eambat 8:28 aja dia lebih gampang untuk kita ajak 8:31 main, berkomunikasinya dengan bermain 8:33 gitu kan. Dari permainan itu dia akan 8:34 timbul ee apa e objek itu yang 8:39 merangsang dia. Dia jadi kepingin 8:40 ngomong gitu. Artinya ee Bu Mona dalam 8:45 hal ini 8:46 dalam melakukan ee terapis 8:49 terhadap yang speech delay dengan yang 8:51 autism relatif lebih mudah yang speech 8:54 delay murni. Ya, 8:54 betul. 8:56 Karena ee ada problem lain kalau di 8:58 autis. 8:59 Iya. Iya. I 8:59 gitu. itu yang ee ya itu tadi misalnya 9:02 gangguan konsentrasi 9:03 sehingga dia lebih cenderung apa 9:06 tidak ee tidak bisa ke satu tema satu 9:10 titik tertentu gitu. Dia bisa ke 9:12 mana-mana gitu. Heeh. Heeh. Tadi Bu Mona 9:14 menjelaskan bahwa ee anak-anak ee yang 9:19 dia terlalu lengket dengan HP itu bisa 9:24 mengalami hal ini. Tapi kan nah sekarang 9:26 nih zamannya anak-anak nih megang HP-nya 9:29 itu 9:29 ya apalagi main gadget ya. Apalagi kan 9:32 Iya. 9:32 Lebih cenderungnya kalau zaman sekarang 9:34 gadget itu ya kalau memang anak itu yang 9:37 udah dominasi benar-benar 9:39 ee enggak bisa dihindari gitu ya. Pasti 9:42 kalau HP-nya diambil dia nangis, dia 9:44 marah, tantrum, ya. 9:46 Nah, terus di samping itu e motorik 9:48 halusnya biasanya juga terganggu. 9:50 Hm. 9:51 Gitu. 9:52 He. 9:53 Jadi ee kendala anak-anak itu kenapa ee 9:56 tidak dibolehkan HP 9:58 ee dalam 24 jam ya, kecuali ee dia 10:02 pegang HP untuk yang edukasi tapi ada 10:05 pendampingnya. He 10:06 itu boleh dalam satu cuman 15 menit 10 10:09 menit gitu untuk pengenalan edukasi 10:11 untuk dia ee apa latihan konsentrasi. 10:15 Nah, dari situ kan terstimulasi otomatis 10:17 anak itu akan meniru. Misalnya kalau 10:19 kita memberikan e edukasinya dalam 10:21 bentuk lagu ya atau nyanyian gitu. Jadi 10:24 dia lebih perhatian terus dia ikutin 10:27 nadanya. Setelah itu 10:29 dia langsung bisa nyanyi. 10:31 H 10:32 gitu. 10:32 Artinya ee kalau megang gadget 10:35 Heeh. dengan yang ada sifatnya edukasi. 10:38 Iya. 10:38 Itu justru akan meningkatkan potensi dia 10:41 untuk juga ee dalam konteks ee bagian 10:44 dari terapi wicara. 10:45 He 10:46 gitu. 10:48 Ada kasus enggak, Bu Mona? 10:49 Kasus 10:50 yang yang Bu Mona tangani? 10:52 Ee banyak ya. Kalau yang sedang 10:54 ditangani dari di Wismari itu untuk anak 10:58 ee ASD ya, autis spectum disorder dengan 11:03 anak SLI ya, speech language eh 11:07 empirement. 11:08 Hm. 11:09 H. Jadi 11:10 atau bisa cerita sedikit ee kisah ee Bu 11:14 Mona terhadap dua kasus ini. 11:16 Eh, kalau untuk anak SLI ini sebetulnya 11:19 awalnya adalah si anak itu problemnya 11:23 gangguan bahasa. Jadi, dia ee jika 11:26 bicara itu sangat-sangat mm malas 11:31 menjawab gitu loh. Sebetulnya dia bisa 11:34 kalau cuma hanya satu kata, satu kata. 11:36 Tapi kalau jadi anaknya lebih cenderung 11:38 ke cuek gitu ya, seolah-olah kayaknya 11:41 dia enggak enggak dengerin orang ngomong 11:44 gitu ya, orang ditanya juga malas 11:46 jawabnya. Dan dia asyik dengan apa yang 11:49 lagi dia fokusin. Misalnya dia lagi main 11:51 sesuatu benda gitu ya, permainan ya, dia 11:54 fokus di situ. Jadi ee berinteraksi atau 11:58 dia kedistrak itu enggak pasti dia fokus 12:01 gitu. H. 12:02 Jadi, gimana supaya fokusnya dia itu 12:05 kita kurangin dan dia ada interaksi 12:07 intens untuk menjawab kalau kita tanya. 12:10 Jadi, kalau yang ini kasusnya malah 12:11 justru fokus ke satu hal gitu ya. 12:14 Fokus ke satu hal. 12:15 Itu yang dikeluhkan ee orang tua. 12:17 Iya. Sehingga dia bicaranya ee enggak 12:20 banyak. 12:21 Enggak banyak. Justru karena dia fokus 12:23 ke satu hal, interaksinya kurang 12:25 sehingga menyebabkan si anak ini justru 12:28 komunikasinya 12:30 ee menjadi problem. He 12:32 bicaranya tidak banyak. 12:33 Oh, itu satu kasus ya. 12:35 E mungkin bisa cerita kasus lainnya. 12:38 Kalau anak ASD itu ya ee dia lebih 12:42 cenderung kan anak itu meniru ya, 12:44 membeok setiap kita ngomong apa dia 12:46 ngikutin. Nah, satu kasus ini anak 12:48 autisnya yang sama sekali enggak mau 12:49 ngomong juga gitu kan. 12:51 Jadi, gimana caranya dia terstimulasi 12:53 untuk dia bisa kontak mata dengan baik, 12:55 lama dan terus 12:57 mau bicara setiap kita tanya dia mau 13:00 menjawab. Nah, itu udah 13:03 banyak peningkatannya dari yang enggak 13:05 bisa apa-apa menjadi bisa. 13:07 Hm. Termasuk ee ada satu ee yang apa 13:11 keluhan penyerta ya 13:13 yang di mana ee buang air kecilnya 13:16 selalu di 13:17 kalau training dia masih pakai pampers 13:19 pada usia anak 3 tahun mau 4 tahun itu. 13:22 Nah, itu ada problemnya di situ. Karena 13:24 apa? keterlambatan itu mengakibatkan itu 13:27 satu karena faktor lingkungan di rumah 13:29 keluarga ya yang ee karena tahu anak ini 13:32 kesulitannya dan yang kedua tidak 13:35 membiasakan untuk ee latihan training. 13:39 Jadi itu harus di 13:41 diraat ya supaya ee gimana caranya harus 13:43 bisa lepas pampers, gimana caranya anak 13:46 itu harus mau pipis bilang, mau pup 13:48 bilang gitu, itu harus dikembangkan. 13:50 Nah, kalau anak sudah mulai ee bicaranya 13:54 terlatih, bahasanya udah jauh ee 13:56 perkembangan lebih bagus, otomatis at 13:58 least dia akan bilang kalau mau pipis 14:01 mau poop gitu. Dia udah pasti ngomong, 14:03 "Berapa lama terapis bicara untuk 14:05 anak-anak Bu?" Mana? 14:06 Kalau yang untuk tadi anak yang SLI itu 14:08 ya dalam 3 4 bulan itu udah lumayan 14:10 aktif ya, lumayan bagus ya. 14:13 Sama dengan yang anak autis tadi juga ee 14:15 perkembangannya juga hampir sama. Jadi 14:17 sama-sama ee jalannya balance gitu loh 14:19 artinya. SLI ASD itu kalau kita tangani 14:23 dengan 14:24 baik maka dia akan cepat untuk ee 14:27 komunikasi berkembangnya, 14:29 perkembangannya pesat gitu loh. 14:31 Kalau untuk orang dewasa ada 14:32 kalau untuk orang dewasa ya biasanya 14:34 stroke ya biasanya pada stroke. Stroke 14:37 yang gangguan memori bahasa juga ada, 14:39 yang gangguan menelan juga ada terus 14:42 yang gangguan dari suara juga ada. Dan 14:45 biasanya juga di anak atau di dewasa 14:48 juga ada gangguan yang bicaranya gagap. 14:51 Jadi dari stroke bisa jadi gagap, di 14:54 anak juga ada gagap 14:55 gitu. Saya pernah nanganin itu juga. 14:58 Terus gangguan yang dewasa itu biasanya 15:00 post op tiroid ya. 15:02 Ee dengan habis operasi toroid dia 15:04 bermasalah dengan suaranya. Nah, itu 15:07 pasti terapi. 15:08 Kalau misalnya dia masih muda tapi dia 15:11 ee introvert begitu, itu terapis wicara 15:15 dibutuhkan atau tidak usah atau 15:17 bagaimana? 15:18 Kalau intervertnya ada masalah gangguan 15:20 dengan kejiwaan dilibatkan. 15:22 Oh, 15:23 gitu. He. 15:24 Jadi kan biasanya ee ya ada kasus-kasus 15:26 tertentu ya untuk pasien-pasien 15:28 psikiatri 15:29 ee yang mengalami ee ada perubahan 15:33 perilaku 15:35 dengan gangguan ee seseorang itu misal 15:38 kenapa gitu. Nah, itu biasanya dia juga 15:41 sampai ke bagian ke tahap ke memori. 15:44 Memori itu kan ke bahasa ya. Jadi ya itu 15:47 dilibatkan seorang ee terapi ee wicara 15:51 untuk bekerja sama dengan psikiatri. He. 15:53 Kalau tadi nyebut-nyebut gagap berarti 15:55 kita ingat itu dong 15:56 siapa? 15:57 Pelawak Pak Aziz Gagap kayaknya perlu 15:59 harus ke Bu Mona ya. 16:00 Kalau itu kan [tertawa] kalau itu peran 16:02 itu Dok 16:03 perannya digagat-gagatin kalau itu 16:05 digagap-gag [tertawa] 16:07 mungkin Pak Aziz gagap tapi kalau dia 16:09 sembuh nanti enggak dipanggil lagi itu. 16:11 [tertawa] 16:12 Justru gagapnya itu jadi rezeki 16:13 ngetopnya gara-gara gara-gara dibikin 16:16 gagap. 16:17 Kalau di klinik Wismari sendiri, Dok, 16:19 terapis wicara ini memang sudah menjadi 16:21 program dari klinik Wismari. 16:22 Betul. Jadi ee klinik Wismari selain ee 16:25 unggulannya ada fisioterapi, ada home 16:28 health care gitu ya, 16:29 salah satunya adalah terapis bicara gitu 16:32 dengan 16:33 ee dengan Bu Mona sebagai leader 16:35 di terapis bicara dan dengan kemampuan 16:38 dan ee pengalaman yang luar biasa. 16:40 27 tahun 16:41 27 tahun gitu. Alhamdulillah gitu 16:44 ya. Ee bagi ikhwan akhwat yang memang 16:47 punya problem serupa atau lingkungannya 16:49 didapati ee masalah-masalah yang seperti 16:52 itu bisa konsultasi dengan Bu Mona gitu. 16:55 Ah, polanya gimana Bu Mona? 16:57 Pola treatmentnya seperti apa sih? 16:59 Iya, 16:59 treatment kota anak. 17:00 Jadi, Heeh. Jadi misalnya orang datang 17:02 gitu e dilakukan treatmennya seperti apa 17:05 tuh? 17:05 Iya, betul. Biasanya biasanya kalau ee 17:07 orang datang ke saya itu biasanya ee 17:09 orang tua itu mengeluhkan 17:11 konsultasi anaknya tuh mengelukan 17:12 anaknya begini begini begini gitu ya. 17:14 Heeh. 17:15 Ee terus ee misalnya kalau dia sudah 17:17 masuk ke usia prasekolah gitu ya atau 17:19 play group atau TK gitu e hambatan 17:22 kesulitan yang di sekolah itu begini 17:24 gitu kan misalnya dari sekolah harus 17:26 memakai shadow teacher dan sebagainya 17:28 gitu. Nah itu dia mengeluhkan semuanya. 17:30 Nah jadi dari Anamesa itu kita 17:33 menganalisa terus kita ada pemeriksaan 17:36 asesmen dan sebagainya itu baru kita 17:38 menentukan langkah selanjutnya. Oh, 17:40 ternyata anak ini mengalami gangguan 17:42 bicara dengan ini baru kita kasih ee 17:45 terapinya untuk 17:47 kebutuhannya gitu. 17:48 Jadi ee langkah pertama diassesment 17:51 dulu, dinilai dulu problemnya di mana, 17:53 masalahnya di mana. 17:54 Untuk untuk semua usia ya. 17:56 Jadi bila ketahuan dulu ya. 17:57 Iya. Sehingga langkah-langkah yang 17:59 ditempuh oleh Bu Mona menjadi lebih ee 18:03 proper, 18:04 lebih, 18:05 lebih proper terhadap masalah yang 18:07 ditemukan. 18:08 Begitu Bu Mona. Nah, ee 18:11 berapa lama tuh ee biasanya dilakukan 18:15 terapi? 18:16 Oh, terapinya. 18:16 Oke. 18:17 Oh, terapinya ya. Durasinya kita dari 30 18:20 sampai 60 menit ya, 18:22 Sat sesi. 18:22 Satu sesi. Jadi nanti lihat perkembangan 18:24 si anak itu kalau memang dia enjoy gitu 18:27 ya lanjut sampai 60 menit karena kan ee 18:30 konsentrasinya itu terganggu apa enggak, 18:33 terus bosan atau enggak, terus tiba-tiba 18:34 anak itu distrak atau gimana. Nah, itu 18:37 kita sambil ee melatih dengan ee kalau 18:39 dia bosan ya sambil kita bermain, sambil 18:42 kita bercerita gitu sampai sehingga si 18:44 anak itu ee lupa dengan yang tadi dia 18:46 bosannya. 18:47 Oke. Jadi menyesuaikan kondisi si anak 18:49 juga. 18:50 Itu satu sesi biasanya ee berapa sesi 18:53 itu diperlukan dalam ee treatment? 18:57 Ya, kebutuhan itu biasanya tergantung 18:59 dari orang tua ya. orang tua itu mau 19:02 melakukan terapinya itu dalam dalam 1 19:05 bulan mau ada 8 sesi kali pertemuan, 12 19:08 kali pertemuan misalnya. Ee biasanya sih 19:10 durasinya selama itu 19:13 sama ini kayak e problemnya seberapa 19:16 lama e seberapa parah istilahnya ya 19:19 penyebabnya apa? Seberapa parah ee 19:22 kondisi anaknya dalam apa berkomunikasi 19:25 itu juga menyebabkan berapa lama juga ee 19:27 dilakukan treatmen gitu ya. 19:29 Iya. Jadi ee jadi dalam dalam satu anak 19:32 itu problemnya ada berapa problem? Jadi 19:34 kita mengatasinya problem yang mana dulu 19:36 nih kesulitannya dulu. Misalnya dia ada 19:39 problem untuk ee makan minum atau untuk 19:42 ngenchnya gitu ya untuk artikulasinya 19:44 yang tidak jelas gitu kan. Nah itu yang 19:47 di problem pertama itu yang diutamakan 19:49 untuk dia melatih. Kalau artikulasi 19:51 jelas ee makan menelan mengunyahnya 19:54 bagus otomatis dia nanti akan timbul 19:56 percaya diri dengan dia sudah bisa 19:57 bicara dengan jelas. 20:00 gitu. 20:00 Oh, justru yang pertama yang Bu Mona ee 20:03 latih adalah artikulasi ya. Artikulasi 20:06 sama apa? Menelan itu ya. 20:08 Iya. 20:09 Iya. I. Oke. 20:10 Biasanya kan anak sering tuh ee makan 20:12 keluan orang tua dia makannya berjam-jam 20:14 satu sendok di mood-nya lama terus 20:17 enggak ditelan-telan dilepeh misalnya. 20:19 Nah, itu kan suatu problem yang orang 20:22 tua ungkapin ya kan. I. 20:24 Jadi ya kita melihat oh berarti kan 20:26 problem makan menelan itu penting untuk 20:29 anak ya karena dia buat kebutuhan 20:31 sehari-harinya. 20:32 Jadi ya itu yang kita dahulukan. 20:35 Nah di samping itu kan ada latihan untuk 20:38 artikulasinya, untuk oral motornya ya 20:41 kan. Nah kalau memang anak itu tidak ada 20:43 gangguan di oral motor ee untuk makan 20:46 menolak perlu ke arah itu. Tapi kita 20:48 langsung tadi ke artikulasi ke ee suku e 20:51 fonem suku kata kata. 20:53 Heeh. Sesampai berkalimat gitu 20:56 sampai dia bisa bercerita. 20:58 Hm. Tapi kan banyak nih Bu, anak-anak 21:00 sekarang itu yang dipegang sama 21:02 babysitternya. 21:03 Oke. 21:04 Sama pembantunya. Tidak dengan orang 21:06 tuanya itu bagaimana Bu kasus? 21:07 Nah, itu juga problem juga ya. Jadi 21:09 kadang-kadang kalau memangnya babysitter 21:11 mbaknya lebih komunikatif 21:14 dan interaktif, dia bagus, kita setiap 21:17 kali ee setiap sesi kita kasih PR gitu 21:20 ya. 21:20 ini nanti diumah-ini dia jalan itu 21:23 feedbacknya di kita itu sangat luar 21:25 biasa. 21:26 Jadi apa yang dilatih terus di rumah 21:29 diulangi dia besok besok keluarnya lebih 21:31 dari yang di yang hari ini dilatih 21:34 jadi tuntutannya bukan hanya ke anak 21:36 juga tapi ke orang juga yang 21:39 lingkungannya itu harus harus kerja sama 21:41 dengan baik gitu. 21:43 Artinya gini kalau seandainya sudah 21:46 dilatih nih 21:47 Iya. 21:47 Heeh. balik lagi ke rumah dengan kondisi 21:49 yang semula 21:51 tidak ada stimulasi ya akan 21:53 memperlambat. 21:54 Heeh. 21:54 Mungkin tidak percuma tapi artinya 21:56 memperlambat 21:57 progresnya akan tidak secepat kalau 21:59 kemudian ee lingkungan di rumah 22:01 mendukung. 22:02 Heeh. Heeh. 22:03 Gitu. Yang repot kan kalau mbaknya juga 22:04 ikut main gadget. 22:05 Iya. [tertawa] 22:07 Jadi ada beberapa itu yang kita ee 22:09 edukasiin ke keluarga ya atau 22:12 babysitarnya gitu ya. dia harus 22:14 melakukan apa yang kita 22:16 latih dan setiap kali ee terapi setelah 22:20 selesai itu ada homework-nya, 22:22 ada home programnya untuk di rumah. 22:24 Untuk di rumah. Oke, 22:26 gitu. Jadi, Mbaknya juga harus terus 22:28 nanti dia bisa apa bisa apa besok dia 22:30 harus cerita ke kita. 22:31 Oke, gitu. 22:33 Ee coba kita ini ya kita ulik ee terkait 22:37 dengan pendidikan terapi wicara. 22:40 Iya. itu ee biar juga pemirsa Rasil juga 22:43 mungkin ya suatu saat anak eh boleh juga 22:46 ini profesi gitu kan mengingat kondisi 22:48 sekarang gangguan gangguan terapi 22:52 kebutuhan terapi wisara juga semakin 22:53 tinggi dengan adanya gadget segala macam 22:55 kan 22:56 ee dengan problem sedemikian rupa 22:59 gangguan pada anak-anak gangguan pada 23:02 orang dewasa yang memerlukan terapi 23:04 wicara kan juga semakin meningkat ya Bu 23:05 Mona ya 23:06 benar ya nah ngomong-ngomong pendidikan 23:09 untuk terapi wicara tuh di apa? 23:12 Di Jakarta ada. 23:13 Oke. Apa di apa fakultas apa di vokasi? 23:18 Di vokasi terapi wicara ya khususnya itu 23:20 ya terapi wicara di ada di akademi 23:22 terapi wicara ada juga di 23:24 ee yang Bu Nasution yang satu S1-nya itu 23:26 juga ada ya yang baru di Jakarta. Di 23:29 Bandung ada 23:30 di Poltekes Solo ada 23:31 di Poltekes ya. 23:32 Iya terus di Poltekes 23:34 Jakarta juga ada. Oke. 23:36 Terus ada di Padang. 23:38 Kayaknya seluruh Indonesia mau dibuat 23:40 deh. 23:40 Ee di UI ada. Di UI 23:42 UI ada. 23:42 UI ada. Jadi 23:44 Iya. Kayaknya vokasinya e belum, tapi ee 23:47 untuk konsorsiumnya sudah ada. Oke. Jadi 23:50 ee buat pemirsa, ikhwan akhwat ee 23:52 pemirsa Rasil gitu ya, buat mungkin 23:56 ponakan anaknya 23:58 yang punya apa 24:00 keinginan untuk ini bisa bisa tuh untuk 24:03 kemudian searching poltekes, terapis 24:05 bicara segala macam dan tentunya ini kan 24:08 skill ya. 24:08 Iya. 24:09 Skill ada profesinya segala macam untuk 24:12 paling tidak mengurangi 24:14 Heeh. 24:15 ee pengangguran. Satu. Kedua lagi bahwa 24:17 ini profesi ini profesi mulia kan. 24:19 Heeh. 24:20 Tentunya ya profesi mulia di mana dari 24:23 mengatasi dari orang kesulitan bicara. 24:25 Heeh. 24:26 Menjadi kemudian bisa berbicara. 24:29 Kalau terbisa bicara belum bisa 24:30 digantikan I 24:33 sepertinya saat ini belum. 24:34 Belum ya. Saya enggak tahu sih tapi 24:36 butuh sentuhan. 24:36 Betul touch-nya. Betul. 24:38 Iya. Karena kalau I kan enggak ada 24:39 sentuhan [tertawa] 24:40 hanya mesin. 24:42 Hanya program. Iya. Kemungkinan besar ya 24:45 agak sulit digantikan ya. 24:46 Heeh. Heeh. He. 24:47 Nah, ini benar nih. Jadi 24:49 menyambung tadi yang dokter bilang 24:50 betul 24:51 terkait dengan 24:52 terkait dengan profesi. 24:53 Betul. 24:54 Dan profesi ini kalau Menkes itu 24:56 membutuhkan banyak. 24:57 Banyak. Betul. 24:58 Membutuhkan banyak. 24:59 Selama 27 tahun menjadi terapis wiara 25:01 sudah ke mana saja Bu? [tertawa] 25:02 Boleh dong cerita. Makanya sudah 25:04 keliling Indonesia nih. 25:06 Oh ya. ya pernah juga ikut jadi 25:08 kemanusiaan juga waktu tsunami di Aceh 25:11 pernah 25:12 masuk dari apa diikut-ikut sama Mercy 25:14 ya. 25:14 Nah, itu di Aceh itu yang dilihatnya 25:18 apa? 25:18 Ee yang postrauma ya. Post 25:21 troma. 25:22 Jadi ee 25:24 pada saat kejadian bencana itu kan 25:26 banyak anak-anak yang trauma, orang tua 25:29 yang trauma. Jadi enggak anak aja. Saya 25:31 menangani itu yang dewasa itu ya udah 25:34 udah berkeluarga ya mungkin ya. 25:36 dia kehilangan mungkin kehilangan anak 25:38 atau istrinya terus dia tinggal sebatang 25:40 terus dia m-us 25:43 anak-anak anak-anak kecil anak-anak 25:45 remaja yang banyak 25:48 jadi post trumatik post trrauma pengaruh 25:51 untuk orang kemudian ya cenderung 25:53 meratapi nasibnya kan 25:55 iya iya iya 25:55 iya kan tidak mau berbicara segala macam 25:57 nah itu kan harus dirangsang kembali 25:58 gitu 25:59 sampai ada tuh waktu itu saya gini ya 26:01 udah kalau kamu enggak bisa cerita 26:03 dengan cerita lisan kan 26:05 ee saya kasih kertas sama pulpen. Kamu 26:07 silakan tulis terus ceritain. 26:10 Oh dia bisa di situ ceritain semua gitu 26:12 ya. 26:13 Dengan bahasa tulisan. Tulisannya itu 26:15 bisa kita baca dan itu ceritanya benar 26:17 gitu. Maksudnya ee 26:20 gitu kan. 26:21 Tapi begitu saya tanya, "Aduh, Kak, 26:22 aduh, Kak." gitu-gitu aja. 26:24 Hm. Tapi 26:26 jadi lebih lebih ngeluh ya. Heeh. Aduh. 26:28 Tapi endingnya gimana tuh? 26:29 Endingnya akhirnya lama-lama dengan 26:30 pendekatan 26:32 lebih bagus ya. 26:33 e sentuhan lebih dekat terus kita ajak 26:36 dia ngobrol ngajak main ngajak ngajak 26:39 itulah ngajak kegiatan kegiatan kita 26:42 libatin dia dengan kegiatan-kegiatan ee 26:44 apa yang ada di di kemanusiaan waktu itu 26:47 ya ee terus dia misalnya bantuin packing 26:50 gitu kita ajak pokoknya dilibatkan itu 26:52 dilibatkan kegiatan 26:54 Heeh lama-lama akhirnya dia mau ee biasa 26:57 lagi akhirnya mau [berdehem] ngomong h 27:00 terus dia ee ya bisa akhirnya bisa 27:02 bercerita, menceritakan dengan kejadian 27:04 itu dengan lisan. 27:06 He. Selain di Aceh, 27:09 selain di Aceh banyak paling banyak 27:11 paling saya batu-batu kemanusiaan yang 27:13 baksos-baksos gitu ya. 27:15 Baksos-baksos. Tapi sekarang udah 27:17 terakhir ini karena saya banyak ini jadi 27:19 kurang baksosnya. 27:20 Jadi lebih fokus ke profesi ininya lah 27:23 di klinik. Iya. 27:25 Baik, 27:25 ikhwan dan akhwat. Eh, siang hari ini 27:28 kita menghadirkan dua narasumber, Dr. 27:31 Henri dan juga Ibu Monalisa, terapis 27:34 wicara dari Klinik Wismari. Kami akan 27:38 kembali setelah jeda berikut ini, Ikhwan 27:40 dan Akhwat. Dan 27:41 bagi Anda yang ingin bergabung, silakan 27:44 kirimkan pertanyaan ataupun komentar di 27:46 0811999720. 27:50 tetaplah bersama kami 28:00 berasil TV. 28:07 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu 28:09 yang masih dipancaruaskan dari Jalan 28:12 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 28:15 Cibubur, Bekasi. Siang hari ini, Ikhwan 28:17 dan Afwat, kami menghadirkan ee Dr. H. 28:20 Hidayatullah dan juga Ibu Monalisa, 28:23 terapis wicara. Beliau berdua dari 28:26 klinik Wismari melayani pasien di rumah 28:29 dan di klinik secara komprehensif dan 28:31 profesional. di mana klinik Wismari ini 28:34 melayani layanan dokter umum, kemudian 28:36 dokter spesialis kedokteran fisik dan 28:39 rehabilitasi, dokter spesialis obgin 28:42 fisioterapi, lalu ada terapi wicara yang 28:45 sedang kita ee bicarakan pada siang ini. 28:49 Ada home health care, lalu ada sudirmah, 28:52 sunat di rumah, layanan gizi farmasi dan 28:56 laboratorium home care, tim medis event, 28:59 penyewaan alat kesehatan dan brand 29:02 mapping. Kita jawab beberapa pertanyaan 29:04 sudah masuk ya. 29:05 Siap. Siap, Mas Agus. 29:06 Pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk 29:08 ee datang dari 29:11 Aba Al. Asalamualaikum warahmatullahi 29:13 wabarakatuh. 29:14 Doktalaikumsalam warahmatullahi 29:15 wabarakatuh. 29:16 Dr. Henri dan Ibu Monalisa. Saya Oh, 29:20 Bapak Mahmud di Celengsi. 29:22 Bapak Mahmud. 29:23 Heeh. Anak saya kebetulan memiliki kasus 29:25 yang mirip seperti yang Ibu terangkan 29:27 tadi. Jadi sulit untuk diajak ngobrol 29:31 dan susah untuk I kontakct. 29:33 Sebetulnya dia mendengar dan mengerti, 29:36 tapi kalau dia lagi fokus terhadap 29:38 sesuatu suka enggak mau menjawab. Hm. 29:41 Kalau diajak ngobrol karena mungkin 29:43 pengaruh gadget sekarang sudah mulai eh 29:47 kalau diajak ngobrol karena mungkin 29:48 pengaruh gadget. 29:49 Sekarang sudah mulai ikut terapi di 29:51 rumah sakit. Sudah jalan tiga kali. 29:53 Heeh. 29:54 Tapi belum terlihat perbedaannya. 29:56 Kira-kira perlu berapa kali terapi 29:59 seperti itu ya, Bu? Mau ke Wismari tapi 30:02 kejauhan. Kalau dari Celengsi 30:04 berarti besok bikin 30:06 cabang di Celengsih, Dr. H. Di Cibubur. 30:09 Cibubur. 30:09 Oh, Cibubur. 30:10 Cibubur. Di Cibubur kan dari sini. Oh, 30:13 kees enggak begitu jauh. 30:14 Enggak begitu jauh. 30:15 Silakan, Dokter. Atta Bu Mona. 30:17 Langsung Bu Mona. 30:18 Eh, iya. Untuk kasus anak yang tadi 30:21 Bapak Mahmud itu ya kita perlu tahu juga 30:24 penanganan anak itu tadi diamnya itu 30:26 apakah ada steping. Jadi anak itu suka 30:29 ee berputar, tangannya digerakin terus 30:32 dia main sesuatu diputar-putar gitu 30:35 semua. terus dilihat dari sudut ee 30:37 dibarisin misalnya kalau ada indikasi 30:40 cenderung itu berarti anak itu ASD ya 30:42 autistic spektrum disorder 30:45 untuk itu jadi untuk penanganan anak 30:47 autis itu berapa lamanya sampai dia bisa 30:51 apa yang kita butuhkan, apa yang anak 30:54 itu butuhkan. Jadi proses ee long term 30:58 ya 30:58 berapa lamanya itu kita enggak bisa 31:00 langsung bilang misal sebulan sudah bisa 31:02 ini, 2 bulan sudah bisa ini. Enggak. 31:04 Tapi progresnya itu kalau baru 3 hari 31:07 kali 31:07 tiga kali ya baru tiga kali pertemuan 31:09 itu biasanya progresnya itu adalah 31:11 kontak mata. 31:12 Kontak mata. 31:12 Kontak matanya dia lebih lama. Berapa 31:14 durasinya? Dari misalnya 5 detik ke 10 31:17 detik sampai dia bisa 5 menit 10 menit 31:20 sampai dia akhirnya berbicara itu sama 31:22 kita udah kontak mata terus enggak ada 31:24 buang-buang lirik-lirik mata itu enggak 31:26 ada. Jadi dia fokus ke kita itu namanya 31:29 peningkatan dan ada keberhasilan di 31:31 situ. 31:32 Kontak mata itu harus dilatih ya. 31:34 Iya. 31:34 Iya. Kan kalau bicara kan kalau misalnya 31:36 beda kontak mata dengan yang kemudian ee 31:40 tidak ada kontak mata pasti ininya. 31:42 Jadi tapi kebanyakan anak-anak sekarang 31:44 itu yang sering megang gadget akhirnya 31:46 dia tidak bisa kontak mata fokus. 31:48 Iya. Atau atau anak yang pegang gadget 31:50 dia bisa bicara yang sudah lancar gitu 31:53 bicaranya. dia misalnya ditanya bisa 31:55 jawab tapi dia enggak ada noleh gitu 31:57 enggak ada kontaknya misalnya tanya apa 31:59 ya dia jawab aja tapi tanpa ada respon 32:01 untuk berinteraksi. 32:03 Heeh. 32:03 Tapi kan ada anak-anak yang memang dia 32:05 begini ee Bu Mona ee dia tidak kontak 32:08 mata tapi dia menyimak mendengarnya itu 32:11 bagaimana Bu? 32:12 Menyimak mendengar itu kan dengan 32:13 berarti fokusnya fokus ya. 32:15 Heeh. Fokus. 32:16 Ee nah terus dengan instruksi apa yang 32:18 dia simak dia kerjakan enggak gitu? 32:20 Kalau seandainya dia menyimak terus kita 32:23 menginstruksikan terus tapi dia masih 32:25 masih diam aja berarti kan enggak 32:27 terespon, enggak terstimulasi dia enggak 32:29 berinteraksi tandanya ee di situ dia ada 32:33 ee keterlambatan atau kesulitan untuk 32:36 konsentrasinya dia untuk bisa diganggu 32:38 supaya dia bisa jawab. 32:39 Heeh. Heeh. Heeh. 32:41 Baik. 32:41 Ya, saya coba ee tambahkan gitu ya, Pak 32:43 Mahmud. Jadi ee sebenarnya pada akhirnya 32:48 adalah kemajuan itu tergantung dari 32:52 beberapa hal. Misal ee umur usianya 32:55 berapa sih misalnya. Iya. 32:56 Kemudian kedua, apakah memang ada faktor 33:00 faktor lain atau penyebabnya apalah? 33:02 Penyebab yang tadi sempat kita bicarakan 33:04 ya. ee penyebab ee dia mengalami atau 33:08 murni misalnya speech delay atau ada 33:11 gangguan autism gitu ya atau ada hal 33:13 yang lain. 33:14 Autism atau mutism. 33:15 Nah, atau ada hal yang lain. Jadi itu 33:17 sangat berpengaruh terhadap berapa lama 33:20 ee durasi ee treatmen yang harus 33:22 diterima si anak. Nah, satu lagi yang 33:25 faktor yang tadi juga sempat kita bahas 33:27 adalah faktor lingkungan. Ketika 33:29 kemudian ditreatmen sudah dengan cara 33:31 yang baik, kemudian balik ke rumah. 33:34 H 33:35 ya kan balik ke rumah kemudian ee mundur 33:38 lagi tidak ada interaksi segala macam 33:40 gitu ya yang tidak men-support terhadap 33:42 treatmennya tentunya akan semakin lebih 33:44 lama. 33:46 Begitu Pak Mahmud. 33:47 Baik Pak Mahmud. Nah kan sudah tiga kali 33:50 nih ikut terapi [berdehem] 33:51 perlu berapa kali lagi? 33:53 Nah itu tadi yang disebutkan oleh Bu 33:54 Mona tuh jadi berapa? 33:55 Iya jadi ee terapi itu dibutuhkan sesuai 33:57 dengan kebutuhan si anak. Oke. 34:00 Jadi ee 34:00 jadi tidak bisa dipastikan tidak bisa 34:02 dipastikan 34:02 seberapa derajat ee ee seberapa derajat 34:06 ininya seberapa beseran 34:07 kesulitan gangguannya 34:10 dan ada faktor lain tidak gitu. 34:12 Heeh. Gitu. Jadi ee kan otomatis kalau 34:15 anak diterapi itu pasti orang tua 34:17 mengharapkan anak itu bisa berkomunikasi 34:20 normal ya 34:21 ee berperilaku normal terus bisa 34:23 beradaptasi, bisa bersosialisasi dengan 34:25 baik di lingkungan masyarakat kan itu 34:28 tentunya 34:29 ee dan dia bisa berinteraksi main dengan 34:31 usia sebanya gitu. Jadi ee proses itu 34:34 memang 34:35 ya butuh waktu, butuh waktu, butuh 34:37 proses, butuh kesabaran. Kesabaran 34:39 tidak bisa simalabim abrakadabra memang 34:42 harus butuh waktu. Memang dalam hal ini 34:45 Pak Mahmud ee ee perlu dukungan yang 34:48 paling kuat adalah memang kesabaran dari 34:50 pihak keluarga 34:50 dan satu yang saya bilang tadi ee adalah 34:53 home program. 34:54 Jadi ee PR-nya itu dikerjakan apa enggak 34:57 di rumah. Jadi setiap kali anak e terapi 35:00 biasanya seorang terapis itu akan 35:03 memberi informasi 35:06 ee bahwasanya hari ini anak ini sudah 35:08 bisa ini. 35:08 Heeh. 35:09 Nah, tolong nanti di rumah diulang lagi 35:12 ee sampai si anak bisa ee apa yang 35:16 diajarkan di sini diterapi di sini 35:18 supaya di rumah juga diulang gitu. 35:20 Nah, itu itu harus e home program itu 35:22 harus kerja sama. Jadi enggak bisa udah 35:24 anak diterapi terus di rumah akhirnya 35:25 dibebasin lagi. 35:27 Heeh. Nah, di kalau dia dibebasin lagi 35:30 yang di sini udah di street ya, udah 35:32 disiplin. Nah, 35:33 keluar lagi koridornya. 35:35 Balik lagi ke nol. 35:36 Iya. 35:36 Iya, betul. Balik lagi ke 35:38 kalau pengalaman yang dari dua kasus 35:40 yang di ee klinik Wismari ini sudah 35:42 berapa? 4 bulan ya? 35:43 Iya. 4 35:45 3 bulan. Jadi dari 3 bulan pertama itu 35:48 kan orang tua kan keluhannya tadi makan 35:50 terus keluhannya dia enggak bisa ke 35:51 kamar mandi, ke toilet aja enggak bisa 35:53 di toilet. pakai pakai pampers terus loh 35:55 pampers dia enggak mau kalau dia ini dia 35:56 enggak mau ke toilet terus dia e duduk 35:58 di 35:59 usianya 3 tahun 36:00 3 tahun setengah 36:01 nah itu kita ee karena dia pakai 36:04 babysitter ya kita otomatis ngomong ke 36:06 babysitternya 36:08 apa harus ee dilatih ininya setiap 1 jam 36:11 mau pipis atau enggak pipis mau apa itu 36:13 harus dilatih 36:13 sekarang udah alhamdulillah 36:15 udah enggak udah enggak pakai ini lagi 36:17 enggak pakai lagiers terus ngomong juga 36:20 udah lancar udah cerewet gitu kan 36:22 tapi masih direatment 36:24 masih. 36:25 Tapi dia karena masih fokusnya itu 36:26 terlalu fokus, terlalu konsentrasi dia. 36:28 Jadi kalau ada yang hal-hal baru gitu 36:30 terus dia ngelihat dia menarik buat dia, 36:32 dia langsung serius ke situ. 36:34 Itu 4 bulan seminggu berapa kali, Bu? 36:36 Ee dua kali. 36:37 Dua kali itu 36:37 untuk terapi bicara di klinikmari 36:39 sendiri 36:40 ee dengan janji atau bagaimana? 36:41 Janji. Dengan janji. Iya. Jan. 36:44 Jadi kalau Anda yang ingin ke Klinik 36:46 Wismari mungkin bisa hubungi adminnya 36:48 ya. 36:48 Betul. Nah, 36:49 admin Klinikus di 0852 36:53 130150. 36:55 Sekali lagi, admin klinik 0852 37:00 1300 37:02 0150, 37:04 jalan di Jalan Hajina Raya nomor 5D, 37:07 Gandaria Selatan, Cilandak. Langsung 37:09 saja di Google Maps klinik Wismari 37:11 ketemu. 37:12 Iya, betul. Ee enggak jauh dari Pondok 37:16 Indah Mall. Iya. 37:17 Ju juga Fatmawati ya. 37:19 Jadi iya 37:20 pokoknya di tengah-tengah itu antara 37:21 cepete sama lampu merah radio dalam itu 37:24 paling cuma 200 m. 37:26 Iya. Ada pertanyaan dari Bapak Joko di 37:30 Bekasi, Dok. 37:32 Ee Bu Mona, 37:33 Dok. Saya mau tanya, kalau orang dengan 37:36 gangguan jiwa atau ODGJ juga punya 37:38 kesulitan bicara 37:40 atau berkomunikasi, apakah mereka juga 37:42 bisa ditangani oleh terapis wicara atau 37:45 penanganannya harus beda dengan pasien 37:47 biasa? Mohon penjelasannya. 37:49 Bisa ditangani dengan terapit wisara 37:51 karena terapi wisara juga ada di Rumah 37:54 Sakit Jiwa ya yang bertugas di sana. 37:57 Nah, biasanya gangguan-gangguan pada 38:00 yang tadi saya bilang pada ee pasien 38:03 yang ada gangguan mental, gangguan jiwa 38:06 itu di mana nanti kan kita ada tesnya 38:09 kan 38:09 dia kesulitannya di apa gitu loh, di 38:12 bahasanya kah, di memorinya kah ee atau 38:15 kesulitan yang lain. Nah, itu ditangani 38:17 juga. Jadi ee spes terapi itu ada juga 38:21 yang bertugas dinas praktiknya di Rumah 38:23 Sakit Jiwa. 38:23 Hm. 38:24 Tapi perlu diingat nih dengan Pak siapa? 38:26 Pak Joko. 38:27 Pak Joko. Perlu diingat Pak Joko bahwa 38:30 ee pada kasus yang tadi Pak Joko 38:32 sebutkan ODGJ, maka ee ini penyerta nih 38:37 terapis bicaranya penyerta dari ee 38:40 psikiater. 38:41 Heeh. 38:42 Jadi ee beriringan. 38:44 Oh. 38:45 Treatmentnya beriringan enggak bisa 38:46 sendiri gitu. 38:49 Jadi harus beriringan karena di apa? 38:52 Terapis bicara kan lebih ke arah latihan 38:54 ya. He. 38:55 Sementara bisa jadi pada kasus-kasus 38:57 ODGJ yang tadi disebutkan itu selain 39:00 juga psikiaternya 39:02 ee juga mengeksplore, melatih juga bisa 39:06 jadi ada kebutuhan misalnya terapi 39:08 dengan obat-obatan. 39:09 Jadi enggak bisa berdiri sendiri. Jadi 39:11 harus harus semuanya itu ee berkaitan ee 39:15 terintegrasi dan sinergi 39:17 dan bersinergi. Jadi antara sama-sama ee 39:21 namanya tim teamwork ya, kerja teamwork 39:23 dan dari ee tim sejawat itu harus 39:26 sama-sama berkomunikasi. 39:28 Jadi tetap tetap tetap di bawah satu ee 39:33 dokter misalnya dokter spesialis dengan 39:35 spesialis ee 39:36 psikiateran juga. Jadi ee nanti kan 39:39 kadang-kadang juga ada tuh pasien itu 39:41 yang membutuhkan ee dokter neurolog ya. 39:43 Ee nanti itu pasti ee berkesinambung. 39:47 Jadi dia enggak bisa untuk sendiri gitu. 39:49 Jadi 39:50 biasanya kalau ODGJ kan ada itunya juga 39:53 ya, ada kelasnya maksudnya ada 39:57 tipikalnya yang seperti apa gitu. 39:59 Iya. 40:00 Ini yang dimaksud Bapak Mahmud ya, 40:01 Pak Joko. 40:02 Eh, Pak Joko. Yang dimaksud Pak Joko itu 40:04 yang ODGJ-nya seperti gimana ya? 40:06 Iya. He 40:07 iya. intinya intinya perlu ee diperlukan 40:10 pada kasus-kasus tertentu tapi tidak 40:12 bisa berdiri sendiri, harus 40:14 komprehensif, harus beriringan dengan 40:17 psikiater. 40:17 Baik, pertanyaan selanjutnya dokter dari 40:20 hamba Allah. 40:21 Ee asalamualaikum warahmatullahi 40:23 wabarakatuh, Dokter. 40:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:25 wabarakatuh. 40:25 Bagaimana dengan anak yang menjadi 40:27 korban bullying? Maka perlu juga ikut 40:30 terapi wicara. 40:32 Soalnya kadang setelah mengalami tekanan 40:35 begitu, 40:35 Heeh. He. 40:36 Mengalami tekan, anak jadi pendiam dan 40:38 sulit berkomunikasi. 40:39 Ini agak mirip-mirip dengan kasus yang 40:41 tadi Aceh, tsunami Aceh. Artinya ada 40:43 traumatik 40:45 ee traumatik psikologi artinya mental 40:47 health issunya di situ problemnya. 40:49 Silakan Mbak Muna. 40:50 Iya. Ee untuk kasus-kasus anak yang 40:52 buling itu memang perlu ya penanganan 40:55 ya. Apalagi kalau dia sampai cenderung 40:56 menjadi 40:58 introver tadi ya. Waktu pertanyaan ada 41:00 tadi kan introvert itu jadi dia diam 41:02 terus dia malas ngomong gitu terus dia 41:04 sampai dia ada rasa takut kan. He menit 41:07 habis di nih gitu. Karena mungkin ada 41:09 ancaman, ada tekanan 41:11 kadang-kadang juga malah membawa hal 41:13 fatal akhirnya bunuh diri kan 41:14 bisa bisa 41:17 itu yang ekstremnya dan atau juga dia e 41:20 saking dia udah enggak bisa apa 41:23 mengeluarkan unek-uneknya gitu dia 41:24 jedot-jedotin bisa juga pukul-pukul bisa 41:26 juga. Nah, jadi penanganan itu yang 41:29 perlu kita ee ketahui orang tua itu 41:31 pendekatannya itu harus betul-betul soft 41:33 gitu loh. 41:34 Jadi, bagaimana ee anak itu mau 41:37 bercerita. Jadi, kita enggak jadi enggak 41:40 perlu kita misalkan dia kita dekatin 41:42 sama teman si A atau sama adiknya atau 41:44 sama siapa. Jadi ee merangsang anak itu 41:47 cari nyamannya dulu. Dia nyamannya sama 41:49 siapa nih gitu. Dia bisa dikoreknya sama 41:51 siapa terus dia sampai enggak mau 41:53 ngomongnya itu karena apa. Nah, itu 41:55 harus digali. gitu. Jadi artinya ee anak 41:59 yang bullying itu kita jangan langsung 42:01 kita marahin dia 42:03 karena dia dibully terus kita langsung 42:05 marahin. Misalnya anak itu dibully terus 42:06 dia enggak mau sekolah kan. Terus kita 42:08 marahin dia enggak mau masuk sekolah. Ya 42:09 udah kita kalau memang anak itu enggak 42:10 mau sekolah ee dengan dia enggak lagi 42:13 enggak nyaman, enggak tenang ya udah 42:14 kita liburin. 42:15 He. 42:16 Tapi sambil dilibur kita ajarin atau 42:18 kita di explore dia. Jadi biar sampai 42:20 dia nyaman, happy dulu. 42:22 Mungkin kalau pada kasus seperti ini 42:25 yang paling apa dominan di awal 42:28 Heeh. 42:28 itu adalah psikolog. 42:30 He psikolog. 42:30 Psikolog. 42:32 Psikolog kalau dalam konteks profesi ya 42:34 meskipun misalnya pada hal tertentu itu 42:36 bisa ditangani oleh para orang tua 42:38 sendiri gitu. 42:39 Tapi kalau pada kondisi tertentu perlu 42:42 bantuan, maka mungkin yang pertama 42:44 terdepan adalah psikolog 42:45 kan di explore tuh. 42:46 Heeh. He 42:47 gitu. bisa nantinya kemudian dikombinasi 42:49 dengan terapis bicara, bisa juga ee 42:51 berdiri sendiri gitu loh. 42:53 Tergantung lagi-lagi tergantung 42:55 kondisi yang didapati atau diassesmen 42:57 oleh psikolog itu seperti apa. 42:59 Saya ada kasus ya ee untuk anak bullying 43:02 tadi. Dia anaknya perempuan 43:04 ee dan 43:05 usia berapa tuh? 43:05 Usia 43:07 TK mau SD ya? Iya SD. Oh TK SD ya? SD 43:10 kelas 1 kalau salah. 43:12 Jadi ibunya tuh mengejar supaya anak itu 43:14 artikulasinya jelas. Oke, 43:16 ya. Satu, lingkungan keluarga itu dia 43:19 dominan sangat ee cinta bapaknya. 43:22 Artinya setiap segala sesuatu yang 43:25 dibuat, 43:27 dilarang atau apa gitu, bapaknya kasih 43:29 kelonggaran. Jadi, bapaknya sayang juga 43:30 gitu ya sama ni anak. Tapi di sekolah ee 43:33 dia kan ngomongnya enggak jelas tuh, 43:35 terus bicaranya cepat gitu kan. Otomatis 43:37 si teman-temannya yang dengar kan enggak 43:40 enggak paham kali ya karena dia 43:42 kecepatan apa jadi ngomongnya seperti 43:44 anak umur 3 4 tahun 2 tahun gitu 43:47 misalnya ya. 43:48 Jadi nah ibunya kan sangat khawatir 43:50 dengan anak ee kondisi seperti itu 43:53 takutnya dibully gitu kan. Jadi ibunya 43:55 sudah prepare untuk dia masuk itu gimana 43:57 nih supaya anak ini ee bicaranya bisa 44:00 normal maksudnya bisa kembali dengan 44:03 posisi pola ee artikulasinya yang bagus 44:06 yang jelas. 44:07 Jelas artinya ibunya sudah menyadari ya 44:08 menyadari karena anaknya itu juga pernah 44:11 dibully ternyata. Oh, jadi ada history 44:14 supaya tidak kejadian berulang lagi, 44:17 akhirnya treatment. 44:19 Jadi, anaknya lebih cenderung juga 44:21 tantrung, lebih cenderung juga dia galak 44:24 gitu ya, terus sudah gitu hiperaktif 44:25 kayak gitu-gitu. Jadi dia kan ada orang 44:28 yang dibully itu ada bisa jadi 44:30 introvert, ada bisa jadi ekstrovert. 44:33 Nah, jadi enggak semuanya yang dibully 44:35 langsung dia. 44:37 Iya. Ada juga yang akhirnya dia ee 44:40 bereksperimen dirinya lah untuk mencari 44:42 perhatian gitu. Oke. 44:45 Yaitu memang ee awal yang anak kasus ini 44:48 awalnya itu adalah dari psikolog. 44:50 Hm. 44:50 Dari di tas dari psikolog itu dan 44:52 ternyata psikolog ini membutuhkan untuk 44:54 tapi bicara karena dia dengan 44:56 psikososial yang tadi saya pertama awal 44:58 sampaikan. I. 44:59 Tapi kalau memang dia ada gangguan di 45:01 neurnya itu dilibatkan adalah seorang 45:04 psikiat [mendengus] 45:05 karena ada pemberian obat-obat tertentu 45:07 untuk si anak ini supaya misalnya yang 45:09 tidak konsentrasi menjadi konsentrasi 45:11 atau yang hiperaktif menjadi kurang 45:13 aktifnya 45:14 dan seterusnya. 45:16 Baik dokter, ada pertanyaan kembali. 45:19 Baik ya 45:19 dari hamba Allah 45:21 tidak menyertakan nama. Dok, saya ingin 45:24 tahu apakah di klinik Wismari ada 45:25 layanan terapi wicara. He, 45:28 ini kita sedang ngobrol. Insyaallah ada 45:29 Dok ya. 45:30 I insyaallah ada, Pak. 45:31 Kalau ada kira-kira berapa biayanya per 45:33 sesi dan apakah tersedia paket atau bisa 45:36 pakai BPJS? 45:37 I baik terima kasih ee Bapak, Ibu ee 45:41 pemirsa ikhwan akhwat ee Radio 45:43 Silaturahmi Klinik Wismari menyediakan 45:46 terapis wicara. Siapa profesionalnya? 45:49 Ada di samping saya nih, Bu Mona 45:52 yang ee Bapak Ibu dengarkan. Jadi 45:54 terapis wicara di klinik Wismari dengan 45:57 appointment untuk e programnya ada 46:00 program paket memang ada program paket 46:02 bahkan sebenarnya kita menyediakan juga 46:04 ee perjanjian apabila kemudian memang 46:06 kebutuhan misalnya harus di rumah gitu 46:09 kami ee kami juga sediakan. Iya. 46:12 Nah, untuk ee biaya dan lain-lain 46:14 mungkin bisa hubungin admin yang tadi 46:15 disebutkan oleh langsung aja 46:17 ee iya langsung ke admin ee bisa 46:20 dihubungin bilang aja ee dari 46:23 pemirsa Rasil 46:25 dan kita kasih ee promo diskon untuk 46:29 pemirsa ikhwan akhwat Rasil. 46:31 Heeh. 46:31 Ee untuk terapi wicara. 46:33 Baik. He. 46:33 Jadi untuk adminnya saya sebutkan itu 46:37 di 0852 46:38 sil 46:39 ee 1300 46:42 0150 46:45 0852 46:47 1300150. 46:51 He. Wismari ini bukan hanya ee terapi 46:54 bicara saja, tapi juga melayani layanan 46:57 dokter umum, 46:58 dokter spesialis kedokteran fisik dan 47:00 rehabilitasi, 47:02 dokter spesialis obgin, 47:04 fisioterapi, 47:06 home healthc, 47:07 he 47:07 sunat di rumah, layanan gizi farmasi dan 47:10 laboratorium home care, tim medis event, 47:13 penyewaan alat kesehatan, dan brand 47:16 mapping. Iya. 47:17 Ini yang baru di ee siarkan brand 47:20 mapping sama terapi wicara nih, Dok. 47:22 Iya, brand mapping, terapi wicara. Waktu 47:24 awal itu sempat ini fisioterapi, tapi 47:26 itu overview aja ya, belum spesifik. 47:28 Nanti kita bahas terkait yang lebih 47:31 spesifik ee fisioterapis. 47:33 Berarti entar semuanya dapat nih ya. 47:35 Mudah-mudahan insyaallah. [tertawa] 47:36 Siap. 47:37 Mungkin nomornya biar gampang. 0852 47:40 13.150. 47:41 Oh, 13.150. 47:43 Heeh. 47:43 Oke. Siap. 0852 13.1. 150. Gampang 47:47 banget ya. 47:48 Kemudian dari Dina 47:50 usianya 25 tahun di Depok. Dokter, 47:53 asalamualaikum warahmatullahi 47:54 wabarakatuh. 47:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:56 wabarakatuh. 47:57 Ketika anak terlalu lama nonton TV atau 47:59 HP, anak jadi gampang marah, rewel, jadi 48:02 malas. Apakah itu pengaruh dari nonton 48:04 terlalu lama? Yang pertama. Yang kedua, 48:07 ketika anak saya lihat teman atau 48:08 saudara itu main HP, 48:10 anak rewel pengin main HP juga, Dok. 48:12 Heeh. 48:13 Saya enggak turutin. Kemudian dia 48:14 marah-marah. 48:15 Heem. Karena saya tahu kalau habis main 48:17 HP selalu rewel. Apakah ada trik agar 48:20 mengalihkan perhatiannya terhadap HP? 48:22 Hmm. Baik, Bu Dina. Ya, yang pert yang 48:25 pertama apa? Yang pertama tuh yang 48:27 pengaruh nonton. 48:28 Oh, pengaruh tentunya. Jadi gini, 48:30 manusia itu sangat dipengaruhi oleh 48:32 lingkungan. He. 48:34 Nah, salah satu lingkungan yang paling 48:35 dekat sekali dan mungkin bisa jadi pada 48:39 banyak kasus adalah durasi yang lama. 48:41 Selain TV adalah gadget. Jadi 48:44 respon-respon ee jadi feedback yang akan 48:46 diberikan oleh ee seseorang atau anak 48:50 itu dipengaruhi oleh 48:53 ee media, 48:54 He. 48:54 Dipengaruhi oleh informasi-informasi 48:56 yang diterima. Jadi kalau tontonannya 48:58 tontonan yang sifatnya tidak edukasi, 49:03 ekstrem gitu ya, kan kita lihatlah 49:06 contoh kasus misalnya pada beberapa TV 49:09 berbayar kan cukup vulgar ya. Heeh. 49:11 Maka itu pula yang akan diterima oleh si 49:15 anak gitu loh. Jadi ee otomatis memang 49:18 harus dikontrol, 49:20 harus didampingi. Jadi faktor itu sangat 49:22 mungkin tadi keluhannya itu sangat 49:24 mungkin dipengaruhi oleh 49:27 TV atau gadget 49:28 gitu. He 49:29 mungkin yang kedua yang yang kedua Bu 49:31 Mona mungkin silakan 49:32 ee apa tadi pertanyaan 49:33 ketika anak saya lihat teman atau 49:35 saudaranya main HP anaknya 49:38 tipsnya. Jadi kalau untuk kita ee tetap 49:42 sebagai orang tua itu harus ee 49:43 komunikatif ya terhadap anak. Jadi pada 49:46 dasarnya pada saat kita tidak 49:49 membolehkan anak itu main HP atau 49:51 mengurangi nonton dan sebagainya, kita 49:53 harus kasih alasannya kenapanya. Kenapa 49:57 e enggak boleh karena misalnya nanti 50:00 bisa mengganggu 50:01 ee saraf-saraf di otak, motoriknya dan 50:04 sebagainya gitu kan. Biasanya anak kalau 50:06 yang main HP kelamaan juga tangan kan 50:09 kaku ya lama-lama terus ee 50:12 terus jebol atau yang lain terus atau 50:14 keringetan dan sebagainya itu dan itu 50:16 mempengaruhi ee radiasi. Jadi kita 50:19 benar-benar mengedukasikannya secara 50:21 ilmiah. Jadi supaya anak itu paham oh 50:24 berarti kalau ini enggak boleh nanti 50:25 matanya rusak gitu ya. Jadi memakai 50:28 bahasa tuh bahasa yang sederhana tapi 50:30 anak bisa menerima gitu dengan alasan 50:33 ini. Jadi kalau seandainya mau 50:35 memberikan ee ya udah t ee kita misalnya 50:38 tadi di rumah sudah main HP terus ee 50:41 kita bilang kan hari ini kita waktunya 50:43 jalan-jalan berkunjung gitu ya. Jadi di 50:46 tempat rumah lain atau lagi pas lagi 50:48 lihat saudaranya enggak perlu main HP 50:50 cukup lihat aja gitu. Jadi diberikan 50:52 diberikan stimulus yang bikin anak itu 50:55 bisa menerima alasan dan memang buat 50:57 dia, "Oh, iya ya oke gitu." He. 51:00 Jadi dibujuk aja gitu loh. Artinya ee 51:03 dengan pendekatan-pendekatan dengan 51:04 edukasi dengan ee apa alasan yang jelas 51:08 tapi ilmiah dan anak bisa nerima itu 51:10 sudah cukup baik. 51:11 Tapi itu juga bisa juga ini ya misalnya 51:13 kan tadi banyak ee nonton TV gadget kan 51:15 ya. itu juga bagian dari yang sekarang 51:18 kita kenal tuh FOMO ya, 51:20 fear of missing out gitu. Jadi dia ada 51:22 kecemasan segala macam, dia tidak e 51:24 ketakutan untuk tidak bisa mengikuti apa 51:26 yang dia lihat gitu. Ee orang udah 51:29 sedemikian ee pergerakan cepat di luar 51:32 sana gitu 51:32 kita ketinggalan gitu ya. 51:34 I dia merasa ee ee seusianya gitu ya, 51:37 seusianya dengan dia ngelihat yang lain 51:39 gitu dia merasa cemas segala. ekspresi 51:41 yang bisa di apa kemudian ee keluar bisa 51:45 ee marah-marah 51:47 ya kan 51:48 ee ada rasa ya itu ketakutan, kecemasan 51:51 mungkin iri kan bisa tapi tidak ada 51:54 pelampiasan yang ini 51:55 ya tentunya kalau kondisi seperti itu ya 51:57 harus tadi misalnya dibatasi harus 52:00 dikasih pengertian gitu 52:02 kasih pengertian sama satu lagi 52:03 dialihkan kegiatan-kegiatan yang lebih 52:06 produktif yang misal ya itu olahraga 52:08 menggambar misalnya 52:10 menggambar Heeh. 52:11 Macam-macam ya dengan e kegiatan yang 52:13 melatih motorik ee baik motorik halus 52:15 maupun motorik ee yang kasar gitu loh 52:19 gitu dan pastinya akan lebih bermanfaat 52:22 gitu. 52:23 Baik dokter. Kemudian ada pertanyaan 52:25 dari Ibu Rika di Depok. Asalamualaikum 52:28 dokter. 52:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:29 wabarakatuh. 52:29 Ee izin bertanya kalau untuk jadi 52:32 terapis bicara itu apakah ada 52:33 pelatihannya secara resmi? Kalau ada 52:36 seperti apa bentuk pelatihannya? Apakah 52:38 harus kuliah khusus atau cukup ikut 52:40 kursus dan berapa lamanya? Berapa lama 52:43 biasanya proses? 52:45 Iya. Jadi kalau terapis bicara ini 52:47 profesi. 52:47 He. 52:48 Profesi. Ada sekolah, ada kuliahnya. 52:52 Jadi enggak bisa short course gitu 52:53 kemudian jadi terapis. Enggak. Karena 52:55 butuh standarisasi yang cukup ee baku 52:58 dan banyak gitu. 52:59 Ee sekolahnya di mana? di Indonesia 53:02 cukup banyak ya meskipun meskipun belum 53:06 sefamiliar belum sebanyak dengan 53:07 fakultas-fakultas lain gitu ya ee tidak 53:11 tidak banyak di Jakarta saja mungkin 53:13 Poltekes berapa nih? Voltekes Jakarta. 53:15 Voltekes Jakarta. Ya. Kemudian tadi Bung 53:18 Wona sempat e yang swasta itu apa? 53:20 Akademit bicara sama yang Poltekes as 53:24 eh Poltekes yang apa tadi? Yang 53:27 Pak Hendarto itu loh 53:28 yang Joana. Joana Hendarto ya. 53:31 Poltekes bisaarching sih ya. Heeh. 53:33 Jadi itu karena profesi membutuhkan 53:37 keahlian ya kan, maka dia apa namanya 53:41 sekolahnya kurang lebih ya ee sekolah 53:43 D3, D4 semacam D3, D4 gitu. 53:46 Jadi enggak bisa short cost gitu, enggak 53:48 bisa. Jadi harus benar-benar e ada 53:51 standarisasinya tersendiri. 53:53 Baik, 53:53 demikian Bu. 53:54 Siap. Kita ke pertanyaan terakhir ya, 53:57 Dokter ya. 53:57 Iya. Pertanyaan terakhir dari Ibu Lilis 54:01 di Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi 54:03 wabarakatuh. 54:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:05 wabarakatuh. 54:06 Dan Ibu Monaliza. Ee anak saya usianya 5 54:10 tahun sudah bisa bicara lancar tapi 54:12 tidak mau bicara dengan orang baru. 54:15 Hm. 54:15 Apakah ini termasuk speech delay atau 54:18 lebih ke masalah sosial dan kepercayaan 54:20 diri? He. 54:21 Bagaimana cara kami sebagai orang tua 54:23 melatihnya tanpa membuat ia tertekan? 54:26 Terima kasih, Dokter. berarti anak itu 54:28 selektif ya. Nah, jadi memang ada 54:30 ee yang saya tangani kasus ini juga sama 54:32 yang saya terapi di Wismari ini. Jadi 54:35 anak ini berinteraksi sama saya 54:37 ngomongnya semuanya lancar. 54:39 Artinya dia mau cerita, dia mau 54:42 berbagilah ya pokoknya semuanya itu. 54:45 Tapi ee terus kalau saya yang tanya dia 54:48 jawab gitu baguslah. He. 54:50 Tapi kata orang tuanya atau lingkungan 54:52 yang lain e anak ini cuek gitu loh. 54:55 Ditanya ya sesuka dia mau jawab dijawab 54:57 enggak jawab ya udah gitu loh. Pokoknya 54:59 intinya kok beda gitu kan. Nah artinya 55:02 kan dari situ e anak itu merasa tadi 55:05 yang repot kan kalau anak itu 55:06 milih-milih kan selektif tadi saya 55:08 bilang jadi hampir mirip ee dia mau 55:13 ngomong ah sama dia aja lah aku 55:14 ngomongnya aku suka sama dia. Aku nyaman 55:16 sama dia gitu kan. Sama yang lain 55:18 enggak. Jadi ya kita tetap harus 55:20 memberikan tadi memberikan apa namanya 55:24 stimulus tadi satu sama ee apa 55:27 ee diingatin gitu loh. Diingetin 55:31 bahwasanya ee harus berinteraksi, harus 55:34 ngomong sama semua karena kita ketemu 55:37 sama banyak orang. He 55:39 artinya mau di sekolah, di luar sekolah, 55:43 di rumah, di luar rumah gitu atau ee 55:45 sekalipun ke tempat apa ee toko ya 55:49 pembelanjaan gitu kan kita harus ngomong 55:51 tuh kalau mau beli sesuatu kita harus 55:52 bilang kan. Iya. 55:53 Nah, itu kita harus memberikan pemahaman 55:56 gitu loh. He. 55:57 Tapi bukannya baik, Dok, ketika kita 56:01 berpesan kepada anak, jangan sembarangan 56:03 sama orang asing. 56:04 Takutnya dipenculikan tadi kan kalau 56:06 anak itu ya. Itu tadi kalau kan lihat 56:10 konteksnya tadi ee dia enggak mau 56:13 ngomongnya di posisi berada di dalam 56:15 rumah kah gitu kan. Kalau misalnya di 56:17 dalam rumah dia cuma senang ngobrolnya 56:19 sama ibunya atau sama kakaknya gitu, 56:20 sama yang lainnya secukupnya. Nah, itu 56:22 kita harus mengasih penjelasan. He. 56:24 Atau dia di sekolah misalnya, di sekolah 56:26 temannya banyak tapi mainnya sama itu 56:28 aja. 56:28 Heeh. 56:29 Nah, itu kan artinya tempat 56:30 lingkungan-lingkungan itu yang nyaman 56:32 ya. Artinya yang bukan orang asing, 56:34 orang luar yang mau mau berbuat 56:36 kejahatan gitu ya. Kalau kalau apa 56:39 namanya? Kalau masih dalam ee lingkungan 56:42 seperti itu ya kita harus memberikan 56:44 nasehat, memberikan ee edukasi ke dianya 56:48 gitu. Jadi ee harus tetap ee bisa 56:51 berkomunikasi sama semua orang yang ada 56:53 di lingkungan rumah, lingkungan saudara, 56:56 terus lingkungan sekolah, teman, Bu Guru 56:59 misalnya. Itu kita sebutin aja Ibu 57:01 mungkin ee ee Ibu tadi 57:05 Bu Lilis. Jadi Bu Lilis bisa ee dengan 57:07 cara misalnya nih mencontohkan eh sini 57:09 ada anak yang seusia tadi 5 tahun kan? 57:12 Ayo kenalan yuk. Kenalan yuk kenalan. 57:14 Jadi mencontohkan 57:16 ya mencontoh si Ibu Bu Lilis nih 57:18 mencontohkan 57:20 namanya siapa yuk Salim Salim gitu 57:23 kenalan ini aku anaknya siapa misalnya 57:26 Ari gitu ya ee sebutkan ya kenalan nah 57:29 itu mungkin bisa dilatih dari ee 57:32 interaksi dengan teman seusianya 57:34 tapi bisa juga ini umur 5 tahun ini 57:36 dengan bicara normal dia ada indikasi 57:38 yang lain apa enggak nih kalau 57:40 benar-benar anak yang normal 57:42 nah iya kalau misalnya ada indikasi yang 57:43 lain bisa Jadi dia masuk ke selektif 57:46 mutism tadi. 57:47 Oh. 57:47 Hm. 57:48 Jadi dia milih-milih orang ya. 57:49 I 57:50 iya gitu. 57:51 Dan itu baik enggak 57:52 ya kalau memang dia ada indikasi ke situ 57:54 ya itu yang harus direatmen di situ 57:57 supaya anak itu bisa ee membaur. 58:00 Oke. 58:01 He 58:01 baik dokter terasa kita sudah berada di 58:04 ujung. 58:05 Oke ini ada pertanyaan kok bukan. 58:09 Baik dari Pak Ansori begitu ya. Terima 58:11 kasih, Pak Ansori. Eh, sebagai ee ee di 58:16 ujung sharing kita, Dokter. Mungkin ada 58:18 sedikit kesimpulan 58:20 ke dokter dulu nanti ke bubu analisa. 58:21 Iya, pemirsa ikhwan akhwat ee Radio 58:24 Silaturahmi bahwa ee kehidupan kita 58:27 tentunya tidak bisa berdiri sendiri. 58:30 Iya. 58:31 di 58:32 berhadapan dengan berbagai lingkungan, 58:34 dengan berbagai keadaan dan itu perlu 58:37 kita siapkan, kita perlu hadapi dengan 58:41 dengan cara yang baik sehingga kita bisa 58:43 melatih diri kita ataupun juga keluarga 58:46 kita termasuk misalnya anak-anak kita 58:48 dan itu bagian dari pendidikan keluarga 58:51 yang juga di Islam juga sudah diatur ya. 58:54 Bagaimana contohnya? Contohnya adalah 58:56 misalnya ee 58:59 ee wulu qulan sadida berkatalah dengan 59:02 kata-kata yang baik kan gitu ya. Ada ee 59:05 jadi di edukasinya adalah memang 59:07 edukasi. Nah, sebelum dari itu semua 59:09 maka yang menciptakan siapa? yang 59:11 menciptakan adalah lingkungan terdekat 59:13 dalam hal ini adalah orang tua. Jadi, 59:15 mari kita biasakan dengan 59:18 kalimat-kalimat yang baik, ee hal-hal 59:20 yang baik untuk memperkuat fondasi 59:24 daripada ee generasi kita. Demikian, Mas 59:27 Agus. 59:27 Baik, terima kasih, dokter. Ibu Ma 59:29 silakan. Closing statement. closing 59:31 statement untuk masalah komunikasi, 59:34 perilaku komunikasi berbicara itu eh 59:37 kita harus bisa mendeteksi sedini 59:39 mungkin supaya apa yang kita ee apa 59:43 khawatirkan atau yang ee kita takuti itu 59:48 teratasi. Jadi sebaiknya mendeteksi 59:51 sedini mungkin. 59:53 Baik, 59:53 cukup sekian. 59:54 Terima kasih ee Dr. Henri, terima kasih 59:58 juga Ibu Monalisa. Terima kasih untuk 1:00:01 Bapak Mahmud di Cilengsi, lalu ada Ibu 1:00:04 Ani Khani Khudaifah, Bapak Tuan Baron 1:00:06 Betawi, lalu ada Bapak Joko di Bekasi, 1:00:09 ada tiga hamba Allah tadi tidak 1:00:11 disebutkan namanya, Ibu Lilis di Bogor, 1:00:14 Ibu Dina di Depok dan juga Bapak Ansori. 1:00:17 Terima kasih. Ee sekali lagi ikhwan dan 1:00:20 akhwat, Klinik Wismari ini adalah 1:00:23 melayani pasien di rumah dan di klinik 1:00:25 secara komprehensif dan profesional. 1:00:28 layanan dokter umum, kemudian dokter 1:00:31 spesialis kedokteran fisik dan 1:00:32 rehabilitasi, dokter spesialis obgin, 1:00:36 fisioterapi, terapi wicara, home health 1:00:39 care, sunat di rumah, layanan gizi, 1:00:42 farmasi dan laboratorium home care, tim 1:00:45 medis event, penyewaan alat kesehatan, 1:00:48 serta brand mapping. Silakan Anda 1:00:50 kunjungi Klinik Wismari di Jalan Haji 1:00:53 Nawaya nomor 5D, Gandaria Selatan, 1:00:56 Cilandak, Jakarta Selatan. 1:00:59 Nomor kontaknya di 085213.150. 1:01:06 0852 13.150. 1:01:10 Akhirul kalam, kami yang bertugas undur 1:01:12 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:01:14 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:01:15 wabarakatuh.