Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:21 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:23 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:26 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:30 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ashadu 0:32 alla ilahaillallah wa ashadu anna 0:35 muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma 0:37 sholli wasallim wabarik ala nabina 0:40 muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain. 0:43 Qallahu taala fil quranil karim. 0:45 Aubillahiminasyaitanirjim. 0:48 Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan 0:52 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 0:55 wasallimu taslima. Sadaqallahulim. 0:58 Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 1:00 dipancarkan dari Jalan Masjid 1:02 Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi. 1:05 Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV 1:08 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:10 yang dimuliakan Allah Subhanahu wa 1:12 taala, bagaimana kabar Anda di Jumat 1:14 sore ini? Semoga selalu dalam keadaan 1:17 sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:20 Ridwanul Haq ditemani oleh Fajar Hidayat 1:23 dan juga Yusuf Subangkit dapat kembali 1:26 menemani ikhwan akhwat dalam program 1:28 tausiah sore edisi Jumat 2 Jumadal Ula 1:32 1447 1:34 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:37 tanggal 24 Oktober 2025 bersama guru 1:41 kita almukaram Ustaz Ahmad Shoh MA. 1:44 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 1:45 kita. Kita sapa guru kita terlebih 1:48 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 1:49 wabarakatuh, Ustaz. 1:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:52 wabarakatuh. 1:53 Sehat, Ustaz? 1:53 Alhamdulillah sehat walafiat atas doa 1:55 dari semua ikhwan dan akhwat. 1:57 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Baik, 1:59 Ikhwan Ahwat. Semoga kesehatan juga 2:01 dirasakan oleh Ikhwan akhwat di mana pun 2:03 Anda berada. Kami doakan semoga selalu 2:05 dalam keadaan sehat walafiat. Semoga 2:09 kajian tausiah sore bersama Ustaz Ahmad 2:11 SH dapat 2:13 menemani ikhwan akhwat di segala 2:16 aktivitas yang sudah berkumpul di rumah 2:19 bersama keluarga. 2:21 Kami ucapkan barakallah bagi ikhwan 2:24 Ahmad yang masih dalam perjalanan 2:26 ataupun masih di tempat kerja kami 2:29 ucapkan 2:31 fi amanillah dan semoga Allah senantiasa 2:34 memberkahi kegiatan ikhwan akhwat 2:36 sekalian di mana pun Anda berada. Baik 2:38 ikhwan Ahmad. Insyaallah pada Jumat kali 2:41 ini Ustaz Ahmad Saleh akan membahas 2:44 tentang masih melanjutkan kajian kitab 2:48 larangan yaitu haram Menggunjing dan 2:51 perintah menjaga lidah hadis yang ke-10 2:55 insyaallah. 2:55 Namam. Ee namun sebelumnya bagi ikhwan 2:59 awat yang ingin berpartisipasi dalam 3:00 kajian ini dapat mengirimkan pertanyaan 3:04 di nomor WhatsApp Rasil 0811999720. 3:09 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:11 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 3:13 di 02184515122. 3:17 Baik ikhwanot, mari kita 3:20 mari kita berikan waktu kepada Ustaz 3:23 Ahmad Saleh untuk memberikan kita ilmu 3:25 semua tentang 3:27 haram mengunjing dan perintah menjaga 3:29 lidah. Tafadul Ustaz. 3:32 Alhamdulillahi 3:34 hamdan katsiran thyiban mubarokan fih 3:38 kama yuhibuna waard. Ashadu alla 3:42 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 3:46 ashadu anna muhammadan abduhu wa 3:48 rasuluhu wa innahu la nabiya ba'da. 3:51 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 3:54 nabiina Muhammadin waa alihi wa ashabihi 3:59 waman tabiahum bisanin yaumilqiamah. 4:02 Amma ba. 4:04 Ikhwan dan akhwat, pendengar Radio 4:06 Silaturahim, serta pemirsa Rasil Virtual 4:09 di mana pun berada. Alhamdulillah pada 4:13 kesempatan ini kita masih diberikan ee 4:17 fursah ya, diberikan peluang oleh Allah 4:21 azza wa jalla untuk melanjutkan kajian 4:23 kita, kajian kitab Syarhu Riyadus 4:25 Shihin. Syarah Riyadus Shihin. Ee 4:29 kemarin kita sudah membahas sampai hadis 4:32 ke9, haram mengguncing dan perintah 4:35 menjaga lidah. Wal hadir selam. Dan 4:38 sekarang kita akan membicarakan atau 4:41 melanjutkan hadis ke-10 di dalam bab ini 4:44 atau hadis 1521 4:47 dalam kitab Riyadus Shihin. Tayib. Ee 4:50 kita langsung saja. An Uqbah bin Amir 4:54 radhiallahu anh qal. 4:57 Q ya rasulallah manajah 5:01 qala amsik alika lisanak 5:08 baituk wabatik 5:12 rawahuidziu 5:14 waqala haditun hasanun 5:18 aku bertanya ee qulu aku berkata 5:22 maksudnya aku bertanya siapa bin Amir 5:26 kepada Rasulullah sallallahu alaihi 5:28 wasallam. 5:29 Ya Rasulullah, wahai utusan Allah, 5:31 manajah. 5:33 Apa itu keberuntungan? Itu awalnya. Tapi 5:36 dimaknai mannajah, apa yang menyebabkan 5:40 keselamatan 5:42 gitu ya. Heeh. Qala e Nabi sallallahu 5:46 alaihi wasallam menjawab 5:48 ee kekanglah lidahmu, tetaplah dalam 5:52 rumahmu dan tangisilah dosamu. Hadis 5:56 riwayat at-Tirmidzi dan menurutnya, 5:59 yaitu menurut Imam at-Tirmidzi, status 6:02 hadis ini hadis hasan. Berarti 6:06 kategorinya hadis maqbul, hadis yang 6:09 bisa diterima gitu ya. Di sini dapat 6:12 kita perhatikan yang pertama kekanglah 6:15 lidahmu. 6:17 Kendalikan 6:19 qul kiron aasmut. Itu hadis lain. 6:22 Berkata yang baik atau kalau tidak bisa 6:25 berkata baik diam. Berkata baik afdolu 6:28 wa ahsanu. 6:30 Berkata baik lebih baik dan lebih utama 6:33 daripada diam. 6:35 Tapi diam menjadi lebih utama jika harus 6:38 berkata buruk gitu loh ya. Jadi 6:41 tingkatan tiknya oh diam itu emas ya. 6:44 Diam itu emas. Tapi berkata baik itu 6:48 adalah berlian. 6:50 Berlian. 6:51 Nah gitu. Berkata baik berlian. Diam 6:53 emas gitu loh ya. Diam itu disebut emas 6:57 karena kalau bicara jadi mendatangkan 7:00 keburukan, maka nilainya seperti emas 7:03 diam itu. Tapi kalau kita bisa berkata 7:06 baik maka berkata baiklah. Karena 7:09 berkata baik itu adalah berlian gitu ya. 7:13 Itu masyaallah itu yang pertama. Jadi 7:15 maka oleh sebab itu yang pertama ee kata 7:18 Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Amsik 7:20 alika lisanak." 7:22 Wajib bagi kamu untuk menjaga lidahmu, 7:26 lisanak, lisanmu, lidahmu, gitu ya. Oke. 7:32 Kemudian, walasaka baituk. Dan hendaknya 7:35 engkau tinggal diam di rumah. Maksudnya 7:38 fokus ibadah di rumah. Kalau kamu keluar 7:40 keluyuran ngomongin orang, nyari 7:42 permasalahan orang lain, 7:43 ngungkip-ngunkip keburukan orang lain, 7:46 sudah diam di rumah saja. 7:48 He 7:48 zikir saja gitu loh, istigfar saja, baca 7:52 Quran saja. Kecuali kalau kamu keluar 7:54 itu berjamaah, 7:56 tadarusan, berjamaah atau masing-masing 7:59 di masjid, maka itu afdal. Tapi kalau 8:02 tidak bisa di luar berbuat baik, maka 8:05 jagalah dirimu, jagalah rumahmu. 8:09 Tentu yang dimaksud bukan rumahnya yang 8:11 ini, tapi kita hendaknya tinggal di 8:13 rumah, gitu. Itu yang dimaksud dengan 8:16 apa? Ee 8:18 walas walas baituk gitu ya. Oke. Baik, 8:23 ya. Kemudian wabki ala ktiatak. 8:27 Kemudian tangisilah gitu ya. ee 8:31 dosa-dosamu, khatiata 8:33 kesalahan-kesalahanmu. 8:35 Nah, jadi ini apa tadi? Tiga penyebab 8:38 mengantarkan kepada kebahagiaan. Tiga 8:41 penyebab akan mengantarkan kepada 8:43 keselamatan. 8:46 Tuh, masyaallah. La haula wala quwwata 8:48 illallah. Jadi, sekali lagi, Nabi sudah 8:51 menjelaskan kepada kita gitu ya sebagai 8:54 ee apa namanya? intisari ajalan-ajalan 8:57 Quran 8:59 sebagai tafsiran dari beberapa ayat ya. 9:03 Loh, ini ayat apa dan ah ini kita ee 9:06 misalnya maqasid Quran saja. Maqasid 9:09 Quran itu adalah untuk keselamatan umat 9:12 manusia di dunia dan di akhirat. Salah 9:16 satu upaya untuk mencapai keselamatan 9:18 dunia akhirat kan begitu ya. Jadi 9:20 maqasid Al-Qur'an itu di antaranya 9:23 selain untuk mentauhidkan Allah agar 9:26 umat manusia selamat dunia dan akhirat. 9:29 Dijelaskan oleh Nabi tiga langkah tadi 9:32 agar selamat, agar annajah 9:36 agar bahagia gitu kan. Di antaranya apa 9:39 tadi? Kendalikan lisanmu. Kemudian apa? 9:43 Tinggallah di rumahmu gitu kan. Kemudian 9:47 tangisilah dosamu atau kesalahanmu. 9:50 Tentu tangisi kesalahanmu itu juga apa? 9:54 Satu kalimat yang mencakup. Bukan hanya 9:57 nangis, "Aduh kemarin saya habis 9:59 maksiat." Bukan, bukan hanya sampai di 10:02 situ. Tbat 10:04 itu maksudnya tangisi di situ tuh 10:07 ditangisi itu disadari bahwa itu sebuah 10:09 kesalahan kemudian tobat, perbaiki gitu 10:12 loh. Itulah sebabnya kenapa hadis harus 10:15 diterjemahkan dengan hadis lain atau 10:18 Quran, ayat Quran harus ditafsirkan oleh 10:20 Quran, oleh ayat Quran lain. Sebagaimana 10:23 juga Al-Qur'an bisa ditafsirkan atau 10:26 dapat ditafsirkan oleh penjelasan 10:28 Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi 10:31 wasallam. Nah, jadi Oh, gitu ya. Jadi 10:35 mana ininya ya? Jelas kalau yang 10:37 tekstual kadang kita tidak menemukan. 10:40 Wong yang umum saja orang-orang awam 10:42 enggak ngerti. Nah, baru Ahlul Maqasid 10:45 yang bisa menjelaskan. Oh, ini ayat 10:47 mana? Ah, tidak harus dicari ayat mana, 10:49 ayat mana. Tapi secara keseluruhan 10:52 maqasid Al-Qur'an itu agar manusia 10:55 mengibadahi Allah, mengesakan Allah, 10:57 kemudian agar mereka selamat dunia dan 11:00 akhirat. Maka kemudian pertanyaan 11:02 sahabat, manajah ya Rasulullah, apa yang 11:06 dapat menyebabkan kebahagiaan, 11:08 menyebabkan keselamatan? 11:11 Gitu. Maka tadi dalam hadis ini tiga. 11:14 Nah, nanti jadi banyak ketika digabung 11:18 dijamak ee hadis yang lain 11:20 dikumpulkan 11:21 digabung. Ya, betul apa e hadis ini 11:24 menjelaskan begini, hadis ini menjelas. 11:26 Kenapa dipisah-pisah begitu? Kenapa Nabi 11:29 tidak menjelaskan sekaligus saja? 11:31 Misalnya katakanlah ada 20 poin, kenapa 11:33 tidak 20 poin? 20 poinnya. Eh, 11:38 kalau sekaligus kamu muntah gitu loh. 11:41 Maka Nabi tadaruj bertahap nyampaikannya 11:44 tiga dulu. 11:45 Masyaallah 11:46 sudah mantap matang diamalkan para 11:48 sahabat tambah lagi. Itu metodologi 11:51 terhebat, terbagus. Metodologi 11:53 pengajaran terbagus. 11:54 Masyaallah. 11:55 Betul. Maka oleh sebab itu orang Oh iya 11:58 ya. Muhammad kok dapat dari mana ilmu 12:01 metodologi pengajaran gitu sekarang itu 12:05 metodologi pengajaran Rasul itu 12:07 dibimbing wahyu. Nah, makanya kenapa? 12:10 Karena sejalan dengan Quran. Quran juga 12:13 diturunkannya 12:14 dari apa namanya? dari Baitul Izzah 12:18 kepada beliau itu tadaruj bertahap 12:23 tuh gitu loh. Meskipun Nabi sallallahu 12:26 alaihi wasallam diberikan pemahaman 12:27 seluruhnya seutuhnya 12:30 tapi tetap mengajarkan kepada umat itu 12:33 bertahap. 12:35 Bahkan awalnya ini syariat sesungguhnya 12:38 mensyariatkan, tapi di awal-awal Nabi 12:41 melarangnya. 12:43 Atau ketika mau dilarang, ketika dalam 12:46 syariat itu terlarang, Nabi tetap masih 12:48 membiarkannya. 12:51 Masih biarkan. 12:52 Masih membiarkannya. Contohnya apa? 12:54 Minum khamer kan enggak langsung 12:55 diharamkan. 12:56 Iya. Bertahap jauhi dulu. Ah, jadi dari 13:01 apa? Diberi peringatan, dihukumi makruh, 13:04 kemudian pada akhirnya diharamkan. 13:06 Heeh. 13:07 Tuh. Ayo para sahabat itu masyaallah 13:10 arak terhebat, terbagus, 13:13 kualitasnya tinggi ditumpahkan. Sehingga 13:16 kemudian digambarkan oleh perawi makan 13:20 jalan-jalan Madinah itu apa? Seperti 13:24 banjir. 13:25 Banjir 13:25 karena arak-araknya. Aduh, Mas. Tuh, itu 13:28 karena ketaatan para sahabat. Coba mana 13:31 ada di zaman kita begitu langsung, "Oh, 13:34 oh enggak boleh ya. Oh, langsung 13:35 ditumpahkan." Gak. Kalau di zaman kita 13:38 paling nanya nawar ketika datang 13:40 larangan ini hukumnya haram apa makruh? 13:43 [tertawa] 13:44 Kan ternyata dijawab haram. Oh haram ya. 13:47 Gimana sih caranya supaya jadi duit? 13:50 Kita tidak mengkonsumsi tapi jadi duit. 13:52 Kan begitu kita ini orientasinya bukan 13:55 akhirat 13:55 dunia. 13:56 Beda dengan para sahabat yang senantiasa 13:59 samina wa atna 14:02 tuh. Maka oleh sebab itu wajar bertahap 14:05 gitu ya. Ya, di antara kita ada yang 14:08 masih senang judi, masih senang ini 14:10 bertahap. 14:12 Maksudnya bertahap itu apa? Kita orang 14:14 yang sudah diberikan pemahaman utuh, 14:17 katakanlah seluruh syariat Islam telah 14:19 kita pahami, tapi tetap saja menghukumi 14:23 mad'u itu harus tadaruj, bertahap. 14:29 Kan saya sering ngasih contoh. Ada orang 14:32 bertanya, "Ustaz, saya ini sudah usia 14:36 balig tapi masih belum bisa melaksanakan 14:39 salat lima waktu." Satu. 14:43 Satu lagi bertanya. Persis pertanyaan 14:45 seperti itu, "Ustaz, saya ini ee apa 14:49 namanya? Sudah ee usia balig tapi 14:53 alhamdu apa? Tetapi saya belum bisa 14:55 melaksanakan perintah salat lima waktu. 14:58 Li waktu sama 15:00 kepada penanya pertama saya katakan 15:02 sudah gak apa-apa. 15:04 Enggak apa-apa kepada penanya-pertanya 15:06 tapi kepada pertanyaan kedua enggak 15:08 boleh. Kamu harus salat. 15:10 Beda jawaban 15:11 beda pertanyaan padahal sama. 15:14 Yang satu bela memeluk belum memeluk 15:16 Islam baru ikut-ikutan kajian 15:20 ikut mendengarkan ceramah. Ustaz, saya 15:23 sudah balik tapi saya belum salat. 15:24 Karena dia belum memeluk Islam ya sudah 15:26 gak apa-apa kan begitu. 15:29 Kalau yang sono sudah syahadat 15:33 muslim. 15:34 Muslim yang memisahkan antara muslim dan 15:37 kafir adalah tarqu salat. Meninggalkan 15:39 salat. Masa ditolelir gitu loh. Gitu ya. 15:42 Ah, maka kemudian enggak enggak boleh 15:44 kamu. Kamu sudah harus melaksanakan kamu 15:46 sudah syahadat. Kalau kamu ee 15:48 meninggalkan salat maka syahadatmu 15:50 batal. 15:52 Begitu kan jawabannya, persoalannya kan 15:54 sama, tapi latar belakangnya berbeda. 15:58 Nah, latar belakang itulah yang 16:00 mengakibatkan bedanya memberi hukum, 16:03 muktadal halnya yang membedakan gitu ya. 16:07 Oke. Baik. Masyaallah, menarik sekali. 16:09 Jadi, 16:10 maka oleh sebab itu ahli hukum itu ya 16:12 memang harus teliti loh kenapa ustaz 16:15 sama dia mah boleh sama dia tidak boleh. 16:19 Apa harus maksa sama orang kafir? dia 16:20 masih kafir kok belum syahadat kan 16:22 begitu. Nah, adapun dia sudah pasrah, 16:26 sudah meyakinan ke maka oleh sebab itu 16:28 juga kita tidak boleh maksa. La iqraha 16:32 fiddin. Hikmah la iqraha fiddin itu 16:35 nanti orang mengamalkan syariatnya itu 16:37 karena tuntutan hati, 16:40 bukan keterpaksaan. 16:42 Maka kalau bisa hindari apa? Mantu kita 16:47 supaya masuk Islam karena mau menikahi 16:49 putri kita. hindari itu 16:52 loh. Lalu gini berarti dia biarkan aja 16:54 menikahi anak kita dalam keadaan dia 16:56 masih kafir. Bukan. Dakwahi dulu. 16:59 Jelaskan Islam tu bagaimana. Tet 17:03 sampai dia sendiri paham gitu loh. Dia 17:06 sendiri sudah siap. Karena 17:09 konsekuensinya kalau sudah memeluk Islam 17:11 kemudian dia murtad lagi ada 17:14 konsekuensinya. Di antaranya apa? 17:16 Dibunuh. di antaranya tuh tuh lebih baik 17:20 jangan memeluk Islam dulu sampai dia 17:22 paham betul, siap betul gitu gitu ya. 17:26 Oke. Baik. Nah, maka oleh sebab itu 17:29 bukanlah kita bukan hanya karena ingin 17:31 memperbanyak umat Nabi Muhammad gitu ya. 17:34 Ya, itu juga itu efek saja memperbanyak 17:37 umat Nabi Muhammad. Tapi yang paling 17:39 penting dakwah itu bukan memaksa, tapi 17:42 dakwah adalah menjelaskan. Dakwah 17:45 mengakibatkan orang paham. Dakwah 17:47 mengakibatkan orang menjadi tertarik 17:50 dengan sendirinya kepada Islam. 17:54 Tuh, maka itu beda dakwahnya. Ketika 17:58 mereka n Wah, Islam itu apa? Memaksa 18:01 anak saya supaya jadi muslimah. 18:04 Maksa apaan kan gitu? Wong tidak ada 18:08 konsepnya di kita. La iqraha fiddin. 18:11 Kenapa tidak ada paksaan? 18:18 itu artinya sungguh telah jelas yang 18:21 lurus daripada yang bengkok. Artinya 18:23 kita menjelaskan yang lurus. 18:25 Oh ni misalnya dek 18:29 emas tidak akan mengganggu keyakinan 18:31 adik. Silakan adik agamanya agama apa. 18:34 Hanya saja emas tidak berani menikahi 18:36 adik karena nanti di hadapan Allah Mas 18:39 akan ditanya. 18:41 Ya pikir-pikir aja dulu gituah. Kalau 18:42 memang kita harus pisah ya pisah aja 18:44 baik-baik. Meskipun sesungguhnya kita 18:47 boleh menikahi perempuan ahli kitab 18:50 meskipun nanti ee terjadi perdebatan oli 18:53 kitab sekarang sudah enggak ada. 18:56 Iya. Ahli kitab 18:57 gitu ya. Nah, gitu. Ahli kitab. Nah, 19:01 oleh sebab itu paling tidak adalah 19:03 mereka yang beragama sesuai dengan agama 19:06 mereka. Sesuai dengan apa? Tuntutan 19:09 tuntutan dan tuntunan kitab mereka. 19:12 meskipun banyak penyimpangan supaya 19:14 nanti kalaupun dinikahi didakwahinya 19:16 dengan kitab itu. 19:18 Makanya di salah satu hikmah kenapa kita 19:21 tidak boleh menikahi perempuan 19:23 musyrikah. Karena orang musyrik enggak 19:26 punya kitab suci 19:29 sehingga tidak punya rujukan 19:31 gitu loh. Makanya oh kalau dia punya 19:33 rujukan berarti artinya apa? kita bisa 19:35 mengkaji, mempelajari kitab mereka di 19:38 mana yang berbeda dan di mana yang 19:41 sejalan gitu loh. Yang berbeda berarti 19:44 diluruskan gitu loh ya dengan kitab ee 19:48 karena Al-Qur'an itu pelurus kitab-kitab 19:51 yang ada pada saat itu ya. Karena ada 19:54 kitab-kitab sebelumnya diturunkan oleh 19:57 Allah kepada para rasul. Kemudian 20:00 sejalan dengan perkembangan waktu 20:03 kemudian mereka melakukan tahrif. 20:07 Tahrif itu perubahan. 20:10 Apa bedanya? Ah, tapi di kita juga 20:12 tahrif ada apa? Iya, mentakwil itu kan 20:15 tahrif berarti merubah. Beda, Mas. Kalau 20:18 tahrif itu ada dalilnya. 20:22 Kalau ee kalau eh kalau takwil itu ada 20:25 dalilnya sehingga harus mentakwil. Tapi 20:28 kalau tidak ada dalilnya tiba-tiba 20:30 dipahaminya begitu, nah itu tahrif. 20:34 Tahrif 20:34 gitu. Nah, oke. Gitu ya. Maka oleh sebab 20:37 itu ini dari lisan. Yang kedua, 20:40 ee hendaknya kita ee apa namanya? 20:46 Tinggal di rumah ya. Kalau kita 20:49 keluyuran keluar rumah tidak bisa 20:51 mendapatkan manfaat ya, baik mejeng, 20:55 nongkrong gitu kan. Ah, mejeng atau 20:58 nongkrong boleh kalau mau mendakwahi 21:01 teman-temannya. 21:03 Tapi kalau kamu ikut larut, nongkrong, 21:06 mengganggu orang yang apa yang lewat, 21:09 maka sebaiknya sudah di rumah aja lah. 21:11 Zikir, perbanyak zikir, baca Quran. 21:15 Memperbanyak zikir itu lebih baik. 21:17 Masyaallah. lebih baik. 21:20 Subhanallah. 21:22 Subhanallah. Subhan lisanmu itu akan 21:26 memperkuat, memperkokoh semua panca 21:28 indra. 21:30 Ketika lisanmu banyak menyebut nama 21:32 Allah, maka panca indra ini pun akan 21:35 senantiasa ingat kepada Allah. Ketika 21:39 lisanmu terpelet, ketika lisanmu juga 21:43 maksiat, maka panca indra ini pun bisa 21:46 ikut terseret. 21:49 Jadi kalau di dalam hadis lain ee yang 21:53 menjadi komando itu hati, dalam hadis 21:56 ini komandonya adalah lisan. 22:01 Tuh loh kalau gitu. Nah, maksudnya 22:04 masing-masing panca indra itu saling 22:07 mempengaruhi. 22:08 Maka sekarang babnya bab membahas lisan. 22:12 Iya. 22:12 Nah, maka lisan yang harus dijaga. 22:14 ketika membahas hati, hati yang harus 22:16 dijaga gitu. 22:17 Iya 22:18 ya. Karena tangan juga, pikiran juga, 22:22 kaki juga mempengaruhi yang lain. Ah, 22:25 maka oleh sebab itu masyaallah la haula 22:28 wala quwwata illa billah. Maka kenapa? 22:31 Kenapa Nabi ketika memp tadi bertahap 22:35 supaya fokus? 22:37 Oh, bahas hati. Oh, jadi hati. 22:39 Kesimpulannya, oh hati harus senantiasa 22:41 dijaga di jalan Allah. Bab lisan 22:45 kesimpulannya, oh berarti kita harus 22:47 menjaga lisan karena hati mempengaruhi 22:51 panca indra sebagaimana juga lisan 22:54 mempengaruhi panca atau indra-indra yang 22:57 lain 22:58 gitu ya. Oke. Baik. Nah, ini para ikhwan 23:01 sekalian. Jadi mutiar yang dapat kita 23:03 ambil ee yang tadi ya menangisi dosa. 23:07 Jadi menangisi dosa itu bukan sekedar 23:10 menangisi tetapi bertobat. 23:13 Tabayat tubuh kembali ke jalan yang 23:15 lurus ke jalan yang benar. Misalnya kita 23:18 bertobat dari memfitnah. Berarti kita 23:22 berhenti memfitnah menyadari bahwa itu 23:24 sebuah kesalahan. Kemudian lisan kita 23:27 asalnya fitnah diisi dengan kalimatul 23:31 haqqi atau kalimatut thayibah. 23:37 Subhanallah, 23:38 walhamdulillah, 23:40 walailahaillallah 23:44 wallahu akbar. 23:47 Nah, gitu ya. Jadi mengganti apa? 23:50 Ghibah. 23:51 Ah, mengganti fitnah diganti dengan 23:55 kalimatut thayibah atau kalimatul haqqi 23:59 gitu ya. Oke. Baik. Nah, mutiara yang 24:01 dapat kita gali dari hadis ini ya 24:04 anjuran menjaga lisan dan sibuk dengan 24:06 urusan pribadi apabila ia tidak sanggup 24:09 memberi manfaat kepada orang lain atau 24:12 khawatir agama dan dirinya rusak ketika 24:15 bergaul dengan banyak orang. Dari 24:18 sinilah kita tahu 24:21 kenapa ada ujlah. 24:25 Ujlah apa? Ujlah itu menyendiri ke 24:28 gunung. 24:29 Hah? Ujlah menyendiri di dalam gua. 24:34 Kemudian dia beribadah gimana? Ya gak 24:37 masalah. tadi asal. Oh, masa iya orang 24:39 kan mestinya iya kita ini kadang begini 24:42 memahami syariat seakan-akan syariat itu 24:45 untuk disamakan si A dengan si B dengan 24:48 si C itu kewajibannya sama. Padahal 24:50 tidak 24:52 ada orang mampu 24:55 berdebat, berdiskusi, berdialog, 24:58 berdakwah di hadapan khalayak. 25:01 Tapi ada orang yang tidak mampu bahkan 25:03 cenderung terpengaruh. 25:05 He. Nah, orang yang cenderung 25:07 terpengaruh sudah biarkan ujelah-ujelah 25:09 saja punya pila misalnya di [tertawa] 25:13 ya kan bisa penging kan bisa begini. 25:15 Kalau dulu kan ilustrasinya di gua 25:17 sekarang sudah suruh di pula di pilanya 25:19 aja suruh ibadah di situ bawa 25:21 keluarganya kalau dia kesepian kan 25:23 begitu. 25:25 Nah, jadi tidak ada masalah. Jadi ujlah 25:28 oh dengan pemahaman yang benar. Tapi 25:30 ujlah itu jadi bukan menyendiri sengaja 25:33 menghindari dakwah. menghindari jihad 25:36 itu jadi salah. Tapi kalau menghindari 25:38 fitnah karena ketidakmampuannya tidak 25:41 ada masalah. Nah, kan sesungguhnya 25:44 narasinya itu yang harus dilihat gitu. 25:47 Maka sesungguhnya setiap kejadian itu 25:49 ada dua versi. 25:52 Ujlah itu haram, tapi juga ujlah 25:55 disyariatkan. 25:57 Ujlah haram ketika itu tempat pelarian 25:59 dari jihad dan dari dakwah. 26:03 Wah, saya enggak mau dakwah lah. Saya 26:04 enggak mau jihad, sembunyi aja. Haram 26:07 jadinya. 26:09 Tapi sekali lagi kalau dia lemah dari 26:11 agama seperti tadi, kalau gaul kan mohon 26:13 maaf saya di beberapa masjid banyak 26:16 dinanya, "Ustaz, saya kan bekerja kerja 26:19 sama dengan perusahaan Jepang." 26:22 Nah, sebelum ada misalnya ada 26:24 pertemuan-pertemuan 26:26 jadi sebelum membahas kerja sama itu 26:28 minum arak dulu. 26:31 Gimana semestinya, Ustaz? 26:34 A coba saya harus jawab gimana? Pertama, 26:38 antum harus menunjukkan bahwa antum 26:40 muslim. 26:43 Katakan, "Maaf, saya muslim. Saya tidak 26:45 minum arak." Itu kalau bisa. 26:49 Wah, saya tidak bisa cari kerjaan lain. 26:52 Saya bilang [berdehem] gitu. Sehingga 26:54 Anda terhindar dari maksiat. Waduh, kan 26:57 tidak gampang nyari pekerjaan sekaligus. 26:59 Lagi-lagi tuh ini logika logikanya. 27:02 Tetapi saya ingin memahami ya memahami 27:04 apalagi zaman sekarang nyari pekerjaan 27:06 susah. Oke kalau gitu anta antum minum 27:10 araknya pura-pura 27:12 [tertawa] 27:13 lah. Gimana pura-pura katanya? 27:16 Iya ambil selokinya. H padahal tidak 27:18 diminum gitu loh. Kalau itu kategorinya 27:22 aman udah itu aja ambil. 27:24 Wah sulit itu 27:25 ya gitu ya saya bilang. [tertawa] Tapi 27:27 sekali antum lebih bagus udah cari 27:30 kerjaan yang lain. Allah akan buka 27:31 kalian. Yang penting antum yakin cari 27:34 pekerjaan sejak sekarang. Kumpulkan 27:36 duitnya untuk modal atau untuk apa? 27:39 Bekal mencari pekerjaan lain. 27:41 He 27:42 banyak itu. Jadi paling tidak ada tuh di 27:45 beberapa masjid saya ditanya seperti itu 27:48 gitu. Sehingga saya aduh gimana sih 27:51 kalau kemudian udah tinggalkan kan 27:53 haram. Ee itu kan sifat syariat tadaruj 27:57 bertahap. 27:57 H 27:58 dia kalau mungkin kan makanya saya 28:00 seringkiali melihat latar belakang dia 28:02 pendidikannya apa. Kalau misalnya 28:05 misalnya ya seperti ee mohon maaf kan 28:08 saya sering membandingkan kata lulusan 28:11 S2 atau S3 dengan lulusan SD 28:15 di pekerja di sebuah perusahaan yang 28:17 nota bene itu kategorinya sebagian ulama 28:20 menghukuminya haram. 28:23 Masa misalnya bekerja di tempat minuman 28:26 keras. He. 28:28 Ustaz, boleh enggak saya ini melanjutkan 28:31 bekerja di sini? Antum siapa? Saya fulan 28:35 lulusan S3 28:38 market apa namanya? Ee ekonomi pemasaran 28:42 ya misalnya gitu ya. Karena pemasaran. 28:45 Hm. Terus ee jabatannya apa? Saya 28:48 manajer marketing. 28:50 Hm. Berapa gaji per bulan? Tidak kurang 28:53 dari R juta. 28:56 Sudah keluar? Keluar, Ustaz. Iya, 28:58 keluar. Kapan? Sekarang juga kamu 29:01 keluar. Saya bilang gitu. Aduh, saya 29:04 baru kerja 5 tahun kok sudah. Iya. 29:06 Daripada kemudian itu mudarat. Kenapa 29:10 saya langsung keluar? Kamu kan mesti 29:11 punya tabungan. Masa sebulan habis tuh 29:14 sekian puluh juta misalnya gitu. Paling 29:17 tidak kamu punya tabungan. Ketika kamu 29:19 mencari pekerjaan, kamu punya tabungan 29:23 tuh. Tabungan dipakai untuk mematuhi 29:25 kebutuhan. 29:28 Iya. 29:28 Habis, Ustaz, tabungan saya. Kamu kan 29:31 lulusan S3. Mikir buat pekerjaan baru. 29:35 Jangan nyari kerjaan. 29:37 Membuat pekerjaan baru. Tuh, gitu. 29:42 Ah, jadi tapi kalau yang nanyanya anak 29:44 SD yang enggak penghasilnya cuma R juta 29:48 gitu kan, Ustaz? Gimana saya? Kenapa? 29:53 Iya, saya pulang kerja di PT ini gaji R 29:57 juta atau UMR lah. UMR ya. Ah, kamu 30:01 kerja aja dulu terus nabung dulu ya. 30:04 Nah, setelah nabung kemudian kamu apa 30:06 namanya? ikut pelatihan-pelatihan bikin 30:08 mie ayam kayak apa. Nah, kalau sudah 30:10 nguasai, nah kamu keluar. 30:13 Kamu modalnya sudah punya bikin gerobak, 30:15 bikin kamu jadi jualan mie ayam. Itu 30:18 lebih mulia di Bandung kamu kerja 30:20 meskipun jadi office boy, meskipun jadi 30:23 cleaning service, tapi di tempat 30:25 perusahaan syubhat bahkan haram. Tuh, 30:29 gitu ya. Paham ya? Ya, Ustaz jazakallah 30:32 khairan. Wakum amin. Saya bilang. Nah, 30:35 ada juga yang begitu. Masyaallah. Nah, 30:37 oke. Baik. Nah, ini para ikhwan 30:39 sekalian. Jadi, menjaga lisan dan sibuk 30:41 dengan urusan pribadi itu menjadi 30:44 sesuatu yang harus didahulukan. Tiib. 30:48 Abi said alkudri radhiallahu anhu 30:50 nabiahu wasamnikaqtaqna 31:05 waajna 31:11 rohuzi 31:14 asha ibnu adam apabila anak adam 31:17 berpagi-pagi. Nah, gitu ya. Di pagi-pagi 31:23 sesungguhnya semua anggota badan ya fa 31:28 anggota badan kaha seluruhnya tuffirul 31:32 lisan memperingatkan. Tukafiru itu 31:36 sesungguhnya asalnya tukffiru itu 31:38 menyembunyikan. Maksudnya itu ee 31:41 dinasehati itu si lisan sehingga tidak 31:44 nampak zahirnya karena tertutup dengan 31:46 nasihatnya. Tuffirul lisan artinya 31:50 mengingatkan memperingatkan lisan. 31:54 Takulu maka si a'd anggota badan tadi 31:58 mengatakan ittaqillahi fina. Bertakwalah 32:02 kepada Allah dalam urusan kami, dalam 32:05 kondisi kami. Gitulah. Fainnama nahnu 32:08 bik. Karena sesungguhnya kami ini 32:11 tergantung kamu. E bika itu bersamamu. 32:14 Fainqta 32:15 istaqomna wa 32:19 wajta 32:21 wajna. Jadi gitu ya. Takutlah kepada 32:24 Allah dalam melihat keselamatan kami. 32:27 Karena nasib kami tergantung kamu. Bila 32:30 kamu lurus 32:32 maka kami pun lurus dan bila kami 32:35 bengkok maka kami pun bengkok. Kama qulu 32:38 lakum. Sebagaimana tadi telah saya 32:40 jelaskan. Mutiara-mutiara yang dapat 32:42 diambil dari hadis ini. Pertama, urgensi 32:45 menjaga lisan demi keselamatan 32:48 seseorang. 32:50 Hal itu karena lisan merupakan delegasi 32:53 dan penerjemah hati. Manusia itu 32:57 bergantung pada dua benda kecil pada 32:59 tubuhnya, yaitu lidah dan hatinya. Nah, 33:03 ini ee pensyarah menyimpulkannya. lidah 33:07 dan hatinya. Tapi bisa saja ya lidahnya, 33:11 ya hatinya ya pikirannya ya akalnya gitu 33:14 loh ya. Jadi maksudnya itu adalah 33:18 semuanya adalah ada ee korelasinya, ada 33:22 hubungannya ya ee ada munasabahnya. 33:26 Nah, munasabah gitu ya. Oke. Kemudian 33:29 anggota badan itu terpengaruh secara 33:32 negatif oleh dosa dan maksiat yang 33:35 dilakukan anggota badan lain, gitu ya. 33:39 Oke. Baik. Hadis ke ee hadis ke-12 ini 33:42 agak panjang. An Muad radhiallahu 33:45 berkata, "Qlu ya Rasulullah." Aku 33:48 berkata kata Muad kepada Rasulullah. Ya 33:51 Rasulullah, akbirni, kabarkan kepadaku 33:54 biamalin dengan satu amalan yudilunil 33:56 jannah yang dapat mengakibatkan aku 33:58 masuk surga. Waubiduniinar 34:02 dan menjauhkan aku dari neraka. Ikhwan, 34:06 kita tidak berdebat. 34:09 Sekali lagi kita tidak berdebat. Apakah 34:14 kita masuk surga itu karena rahmat Allah 34:17 ataukah juga diukur dengan amalan yang 34:21 kita lakukan? Sekali lagi saya tidak 34:23 berdebat 34:25 gitu ya. Tapi ada hadis yang menyatakan 34:28 begitu. 34:28 He 34:29 akbirni gitu ya. Biamalin yudkilil 34:33 jannata wubiuni 34:37 baiduni 34:40 minar aninar. 34:43 Ya Rasulullah, kabarkan kepadaku dengan 34:44 satu amalan yang dapat memasukkan aku ke 34:48 dalam surga dan menjauhkan aku dari 34:51 neraka. Qala Nabi menjawab, "Qal laqad 34:56 saaltazim." 34:58 Engkau telah bertanya dengan tentang 35:00 sesuatu yang sangat besar, sangat berat, 35:04 sangat agung. 35:06 Wa innahu yasirun ala yassarahullah. 35:10 Karena sesungguhnya layasirun la yasirun 35:14 benar-benar akan dibunahkan ala man atas 35:18 orang yassarahullahu 35:21 taala alaih yang Allah mudahkan atasnya. 35:26 Sekali lagi ini kuncinya di sini 35:28 ternyata kamu nanya sesuatu yang berat. 35:31 Nah itu hanya orang yang melakukannya 35:34 dengan mudah. Hanya orang-orang 35:35 dimudahkan oleh Allah. Nah, kembali 35:37 wajar kalau kesimpulannya bahwa oh 35:40 seorang masuk surga itu bukan amalannya, 35:43 tapi karena rahmat Allah. Tapi ada orang 35:45 tetap k ke enggak ini hadisnya kok 35:47 begitu kok. Ah, maka saya tidak 35:49 berdebatlah gitu ya. 35:52 Jadi apa itu yang di ta'budullaha la 35:56 tusriku bihi saia. Engkau mengibadahi 35:59 Allah dan tidak mensyirikatkannya dengan 36:01 sesuatu pun. Satu tuh ya. Ini apa modal 36:06 untuk masuk surga dan dijauhkan dari 36:08 neraka? 36:11 Engkau menegakkan salat dengan benar, 36:13 dengan khusyuk kan. Wah, gimana sih 36:15 ustaz jelaskannyaimus salat itu kan 36:17 menegakkan salat kok harus khusyuk, 36:19 harus ini. 36:22 Dan kau mengerjakan salat dengan 36:23 khusyuk, dengan baik, dengan konsentrasi 36:26 gitu. itu pemaknaan dari tuqimu. 36:31 Pemaknaan dari tuqi tuqimu. Tuqimu itu 36:33 maknanya seperti tadi bisa seperti tadi. 36:36 Jadi bukan hanya mengerjakan salat 36:37 tetapi harus khusyuk, 36:40 harus fokus ya. Khusyuk itu fokus 36:44 memahami ee apa? Fokus dalam bacaan. 36:47 Memahami bacaan gitu ya. Heeh. 36:50 akah dan engkau membayarkan zakatumu 36:55 Ramadan dan engkau berpuasa Ramadanul 37:00 dan engkau berhaji ke albait albait 37:03 almurad yang dimaksud adalah baitullah 37:06 gitu ya apa al masjidil haram 37:10 ini jika kamu mampu ilaisa bila menuju 37:15 kepadanya smma qala kemudian nabi 37:19 berkata lagi, alul abwabilir. Maukah aku 37:23 tunjukkan pintu-pintu kebaikan? 37:29 Asumu junah. Puasa itu adalah perisai. 37:33 Wasodqatu tufiul khai dan sodqah itu 37:39 menutupi kesalahan-kesalahan. 37:42 Di sini juga bisa bermakna memadamkan. 37:46 yfiular 37:48 sebagaimana air memadamkan api itu 37:53 kebaikan. 37:55 Jadi kita melakukan kesalahan itu 37:58 berarti di badan kita ada api banyak. 38:00 H 38:01 astagfirullahalazim 38:04 misalnya cukup sekali itu sama diguyur 38:06 pakai air. Tapi ada kalanya kalau apinya 38:09 besar enggak cukup pakai air sedikit. 38:12 Harus pakai blandwir, harus pakai mobil 38:14 kan begitu. Iya. 38:16 Nah, istigfar juga begitu. Enggak cukup 38:18 istigfar 10 kali atuh dosa besar begitu 38:21 gitu tetap ada masih menyala. Nah, maka 38:24 perbanyaklah istigfar ya gitu ya. Aksiru 38:29 perbanyaklah ee apa? Aksiru ee apa 38:33 namanya? Istigfarikum. 38:36 E aksiru istigfarokum. 38:40 Perbanyaklah istigfar kamu gitu ya. 38:43 Eh, wasatul rajuli min jaufil. Dan salat 38:48 seorang lelaki minu lail di tengah 38:52 malam. Jadi, gitu ya. Jadi pertama 38:56 puasa sodqah gitu kan dan salat malam. 39:02 Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam 39:03 menjawab membaca ayatta 39:10 balag sampai kepada yalun 39:14 ala ukbirukail amr. Maukah aku jelaskan, 39:19 aku tunjukkan 39:21 dengan ya bir alam. Ri itu kepala, alamr 39:26 itu urusan. kepalanya urusan artinya 39:29 inti persoalan gitu. Wa amudihi dan ee 39:33 amud imad dan tiang-tiangnya 39:37 wirwati sanami gitu ya. Heeh. Nah, jadi 39:41 ee seperti itu apa-apa sebagai ee apa 39:46 namanya? 39:49 Ee oke, sebentar ee kami berikan. Maka 39:52 tidak seorang pun mengai apa yang nah 39:58 itu kan dari maka tidak seorang pun apa? 40:01 Oke. Kemudian beliau bersabda, "Maukah 40:03 kalian kutunjukkan pokok?" Ya. Jadi apa 40:06 tadi? Rasul umur, rasul amri. 40:10 Ee pokok dari tiang dari segala sesuatu 40:14 sentud apa namanya? Ee apa namanya? Ee 40:18 sanamil sanamihi puncaknya. 40:22 E jadi ee pokok persoalan dan puncaknya. 40:26 Kemudian qulu aku berkata kata Muad bala 40:31 ya Rasulullah jelas saya kami mau wahai 40:34 utusan Allah qala rasul amri Islam. Ah 40:39 jadi ee pokok pangkal persoalan itu 40:43 adalah Islam wauduhusah 40:47 dan tiang-tiangnya adalah salat. 40:53 Dan puncaknya adalah aljihadmaq. 40:58 Kemudian Nabi berkata lagi, "Ala ukiruka 41:02 bimqalika 41:04 kullih." 41:08 Ee maukah kalian kutunjukkan pilar 41:10 penopang semua itu? Aku menjawab, kata 41:14 siapa? Kata Muad, "Ya Rasulallahi." 41:19 Kemudian beliau memegang, mengambil 41:22 mengambil lisannya, lidahnya. Qalaf 41:26 alaika h jagalah ini. 41:28 Kuf. 41:29 Nah, kufika hadza. Kuf itu ee ya apa? 41:34 Peganglah. 41:36 Nah, apa e atau misal tutuplah pegang 41:39 tutup karena kafful basar menutup mata. 41:43 Ah, berarti peganglah. Ah, maksudnya 41:46 kendalikan gitu loh. Kendalikan lisanmu. 41:49 Qulu ya Rasulullah, aku berkata lagi, 41:51 "Wahai utusan Allah, wa inna bima 41:55 natakamu bih." 41:57 Apa namanya? Apakah kami akan dituntut 42:00 terhadap apa yang kami katakan? Faqala 42:03 sakilat kaum ummuk. Celaka kamu. Begitu 42:07 maksudnya. Sakilat kaum ummuk. Celaka 42:09 ibumu itu maksudnya celaka kamu. Manusia 42:12 tidak tersur ke dalam neraka melainkan 42:14 akibat dari lidah mereka. Rawahu 42:18 Tirmidzi. Ee hadis ini diriwayatkan oleh 42:21 Imam at-Tirmidzi. Waqala dan telah 42:23 berkata Imam at-Tirmidzi, "Hadisun 42:25 hasanun shah." Hadisnya hasan shah. Nah, 42:30 penjelar-mutiar yang dapat kita ambil? 42:33 Penjelasan tentang urgensi setiap rukun 42:36 Islam. Kemudian penjelasan tentang 42:38 bahasa lisan dan bahwa apabila ia tidak 42:41 dijaga dari perkataan buruk maka ia 42:43 menjadi penyebab empunya dibolak-balik 42:46 di dalam neraka. Nauzubillahi min. Dari 42:50 demikian saya kira ee 42:54 penjelasan tiga hadis sebagai pengantar 42:56 dalam kajian kita pada sore hari ini. 42:59 Wasallallahu ala nabiina Muhammadin. 43:02 Wallahu aam bisawab. 43:06 Alhamdulillahabbil alamin. Wallahuam 43:08 biswab. Jazakumullahiran kir ustaz. 43:10 Demikian ikhwan akhwat tiga hadis yang 43:12 sudah diajarkan Ustaz Ahmad Saleh kepada 43:15 kita. Baik, tetap di radio silaturahim. 43:18 Kami akan segera kembali setelah nada 43:20 takwa berikut. 43:37 Alhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih 43:38 Ikhwan masih bersama Radio Silaturahim. 43:41 Saat ini ada senang menyaksikan siaran 43:44 live tausiah sore bersama Ustaz Ahmad 43:47 Saleh MA. Alhamdulillah kita sudah di 43:50 sesi kedua, sesi tanya jawab. Sebelum 43:53 kita membacakan pertanyaan ikhwan 43:54 akhwat, kami akan membacakan atensi dari 43:57 ikhwan akhwat yang sudah masuk. Pertama 43:59 dari Pak Arwin. Asalamualaikum 44:02 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 44:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:05 wabarakatuh. 44:06 Terima kasih, Ustaz, atas tausiah dan 44:08 nasihatnya. 44:09 Nah, 44:09 semoga Ustaz dan pendengar radio 44:12 silaturahim serta pejuang dakwah selalu 44:15 dalam keadaan sehat walafiat. 44:18 Kemudian dari Ibu Ani Hani. 44:22 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 44:24 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 44:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:28 wabarakatuh. 44:29 Semoga Ustaz selalu 44:32 sehat walafiat. Alhamdulillah hadir 44:34 penyimak Ustaz di radio pencerahan 44:36 tausiah sore. 44:37 Alhamdulillah. 44:38 Kemudian Ibu Retno. Asalamualaikum 44:42 warahmatullahi wabarakatuh. 44:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:46 wabarakatuh. 44:47 Alhamdulillah. Ustaz hadir menyimak 44:49 tausiah sore. Semoga Ustaz Ahmad Saleh 44:51 dan Kurasil sehat selalu. Amin. Kemudian 44:55 ada Ibu Ida di Bekasi. 44:58 Asalamualaikum warahmatullahi 44:59 wabarakatuh, Ustaz. 45:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:02 wabarakatuh. 45:03 Terima kasih, Ustaz, atas ilmunya. 45:05 Alhamdulillah hadir menyimak, Ustaz. 45:07 Barakallahu fikum. 45:09 Kemudian 45:10 ada Ibu Darma di Bekasi. 45:14 Sekarang kita akan bacakan pertanyaan 45:17 pertama dari Bapak Rohili di Pulau 45:20 Gebang. 45:21 Nam. 45:21 Asalamualaikum warahmatullahi 45:22 wabarakatuh, Ustaz. 45:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:26 wabarakatuh. 45:28 Ustaz, izin bertanya. Apabila kita 45:30 menggunjing atau memfitnah seseorang, 45:33 apakah benar semua pahala ibadah yang 45:36 kita kerjakan dipindahkan ke orang yang 45:39 kita fitnah, Ustaz? 45:41 Naam. Masyaallah. Itulah kenapa kita 45:43 harus menghindari gibah, 45:47 menghindari fitnah. Karena yang digibahi 45:51 atau yang difitnah itu mendapat 45:53 keuntungan justru dari kita gitu ya. 45:56 Jadi kebaikan kita ditransfer kepada 45:59 mereka sampai kita bertobat dan meminta 46:03 maaf. Minta maaf. 46:04 Nah, kalau tobat dan minta maaf kembali 46:07 lagi. Tetapi dia tetap dapat kebaikan 46:10 karena sudah digibah. 46:12 Nah, jadi gini dia digibah, transfer tuh 46:15 kebaikan kita ke dia. Kemudian kita 46:18 tobat, minta maaf sama dia. Sekali lagi 46:20 nanti ada pembahasan tuh kalau minta 46:22 maaf. Tapi intinya ketika kita menyadari 46:25 bahwa itu sebuah kesalahan, gibah dan 46:27 fitnah itu salah. Kemudian setelah kita 46:30 menyadari kesalahan, kemudian bertobat, 46:32 memperbaiki diri gitu kan. Kemudian 46:35 minta dihalalkan, antum minta maaf. 46:38 Nah, tetapi kemudian para ulama berbeda 46:41 pendapat dalam meminta maaf. Kan ada 46:45 kalanya orang tidak tahu karena kita 46:48 membicarakan di belakangnya gitu loh. 46:50 Kemudian tiba-tiba minta maaf. Aduh, aki 46:53 minta maaf ya. Kemarin saya ngomongin 46:54 antum yang asalnya tidak tahu jadi tahu 46:56 kan begitu. Nah, yang tadinya asalnya 46:59 tidak ada apa-apa jadi ada apa-apa 47:01 karena dia minta maaf. Maka kata ulama, 47:03 sudah kalau itu belum sampai kepada si 47:06 yang digibahi, maka tidak perlu gitu 47:09 loh. Jika fitnah itu juga tidak sampai 47:13 kepadanya gitu loh, maka tidak apa-apa. 47:16 Tapi kalau sudah menyebar kemudian ini 47:19 dia harus mengakui, saya yang 47:22 menyebarkan fitnah saya mohon maaf dan 47:23 saya akan klarifikasi. Sesungguhnya itu 47:26 adalah fitnah saya karena saya dengki 47:29 atau iri sama dia. Ada enggak yang 47:31 begitu? Nah, kan tetapi paling tidak 47:34 semuanya intinya adalah semuanya menjadi 47:37 clear. Dari mana tahunya? Dari tujuan 47:39 syariat. Tujuan syariat itu untuk 47:42 kemaslahatan, untuk kebaikan. 47:45 Jadi, semua jalan yang menunjuk kepada 47:47 kebaikan itu yang disyariatkan. Makanya 47:50 tadi meskipun sebaiknya memohon maaf 47:54 sekali lagi, tapi kalau mohon maaf bisa 47:56 mengakibatkan persoalan baru, maka jadi 47:59 tidak dianjurkan 48:01 gitu ya. Karena tujuan syariatnya jadi 48:03 tidak tercapai. He. 48:05 Yang tadinya biasanya ee beres roes gitu 48:09 ya, damai sejahtera gitu. Tiba-tiba 48:12 dengan mohon maaf, oh kamu rupanya kan 48:15 begitu. Begitu juga misalnya, mohon maaf 48:18 ya, 48:20 ada orang yang misalnya ketika 48:21 bersahabat mencuri apalah pokoknya mau 48:25 benda atau mau apa mencuri. 48:27 H 48:27 sudah bertahun-tahun dia kemudian 48:30 menjadi orang sukses. Ingat pada 48:31 dosanya. Aduh dulu saya ngambil dompet 48:34 dia isinya itu Rp500.000 di dompetnya 48:38 gitu ya. Kalau kemudian nanti dia datang 48:41 minta maaf, akhi afan 5 tahun yang lalu 48:44 yang ngambil dompet ente itu anak. 48:47 Oh, jadi kamu kan jadi masalah. Nah, 48:49 maka oleh sebab itu bawalah misalnya 48:53 dihitung dengan kursus. Misal kalau 48:54 dihitung dengan kursus atau paling tidak 48:56 R500.000 itu dibawa. Akhi alhamdulillah 49:00 nih ana dapat rezeki ya nih buat antum 49:03 ya. 49:04 gitu. Nah, kan kalau itu kan tidak akan 49:07 ini. Tetapi niat kita adalah 49:09 mengembalikan haknya. Udah enggak usah, 49:11 enggak usah kata dia misalnya enggak 49:12 usah enggak usah saya punya gak ini hak 49:15 antum. 49:17 Nah, ini hak antum. Kenapa antum sahabat 49:20 saya? 49:21 Lebih baik gitu ya. 49:22 Lebih baik begitu gitu loh ya. Atau 49:24 tiba-tiba kalau tahu tiba-tiba transfer 49:27 aja ke rekeningnya. H 49:29 misal aduh ini kok kata si pemilik 49:31 rekening atau kata sahabatnya kok 49:33 tiba-tiba ini ada yang masuk nih 49:34 R500.000 dari siapa ya? Meskipun bisa 49:37 dilacak tetapi kan bisa saja kita juga 49:39 minta minta dirahasiakan kepada petugas 49:42 banknya 49:43 gitu ya. Jangan dikasih tahu dari 49:45 siapa-siapanya meskipun misalnya kan ada 49:47 yang melalui nomor rekening ini kan 49:49 kalau sekarang mesti ada nomor 49:50 rekeningnya tapi kan nomor rekening juga 49:52 bisa tidak dimunculkan. Nah, maka oleh 49:54 sebab itu ee para ulama berdebat ya ee 49:58 mana yang lebih bagus, mana yang lebih 50:01 bagus itu kan begini, ada tuntutan 50:03 syariat, ada efek dari syariat. 50:06 Efek dari syariat. 50:07 Kalau efek dari syariat itu baik, 50:10 berarti penetapan syariat diaplikasikan. 50:13 Tapi kalau efek dari syariat itu menjadi 50:17 buruk, maka syariat itu jangan dulu 50:19 diaplikasikan. 50:22 gitu loh. Kenapa lah tujuan syariat itu 50:25 damai kok jadi ribut? 50:28 Berarti tidak sampai kepada tujuannya. 50:30 Maka oleh sebab itu kenapa kemudian dari 50:33 situlah dipahami kenapa Nabi 50:35 mensyariatkan segala sesuatu itu 50:38 bertahap. 50:39 H 50:40 nah karena oh sahabat sudah siap 50:42 menerimanya. 50:43 Oh sahabat belum siap menerimanya. 50:46 Sehingga kan kemudian Nabi pernah 50:47 berijtihad. 50:49 Ada sahabat Ansar kan ada ketika 50:53 peperangan kemudian Gonimah dibagi 50:55 kepada sahabat Anshar dengan 50:58 sahabat-sahabat yang dari luar ansar 51:00 dari luar Madinah. 51:02 Muhajirin bukan Ustaz? 51:02 Muhajirin. Muhajirin ee ya lebih apa nam 51:07 Muhajirin tapi bukan Muhajirin. Kalau 51:09 Muhajirin kan sama-sama tinggal di 51:11 Madinah. 51:11 He. 51:12 Para para pemeluk Islam yang baru. Maka 51:15 oleh Nabi diberi banyak lebih. 51:18 Sehingga sahabat dari Madinah, Ansar 51:21 protes. Ittaqillah ya Rasulullah. 51:25 Bertakwalah engkau kepada Allah. 51:27 Bersikap adillah engkau. Tuh coba kata 51:30 Nabi, siapa lagi yang disebut adil kalau 51:32 Allah dan Rasulnya sudah dianggap tidak 51:34 adil? Kenapa? Oh, ini berarti 51:37 ketidaksiapan sahabat. Kenapa? Karena 51:40 belum ada penjelasan. 51:43 Kemudian Nabi menjelaskan, "Kamu 51:46 mendingan mana? pulang bersama aku, 51:50 bersama Rasulullah atau bersama gonimah? 51:54 Saya rida bersama engkau. Ah, itulah 51:56 sebabnya mereka dikasih gonimah banyak 51:59 untuk menghibur hati mereka 52:01 kalau tidak bersama Rasul. 52:03 Kalau karena tidak bersama Rasul, adapun 52:04 kamu, aku ikut bersama kamu. Nangis 52:07 kalau gitu saya rida ya Rasulullah. Tuh, 52:10 asalnya kan dia nolak. 52:11 Iya. 52:12 Karena tidak paham. Setelah paham 52:14 maqasidnya, setelah paham maksud Nabi 52:17 memutuskan itu, baru saya rida ya 52:20 Rasulullah. Nah, maka maqasid itu 52:22 menjadi penting. 52:24 Nah, maka oleh sebab itu kadang mohon 52:26 maaf misalnya ada ustaz ditanya tadi 52:28 jawabnya A, ustaz yang lain ditanya lagi 52:32 persoalannya sama jawabnya B. Enggak 52:34 usah diadu-adu. Eh, Ustaz Anwar bilang 52:36 begini, Ustaz Anak, enggak apa-apa. 52:39 Dua-duanya benar kok. Kenapa? Karena 52:42 Ustaz A itu beranjak dari pemahaman A, 52:46 Ustaz B beranjak dari pemahaman B. 52:50 Kalaupun salah, insyaallah dapat pahala. 52:54 Insyaallah ya. Nah, kalau sudah 52:56 kategorinya mujtahid 52:58 kan begitu. Nah, seringkiali ya mohon 53:01 maaf ya e kan ada ustaz yang ditanya 53:04 kadang tidak menyebut dalil sing ih si 53:07 ustaz ini enggak pakai dalil main jawab 53:11 jawab aja persoalannya menarik sesungnya 53:14 setelah dianalisa 53:17 jadi dalil itu isyarat itu dalil itu 53:19 isyarat maksudnya isyarat itu bisa 53:21 diambil dari mana-mana selama 53:23 kesimpulannya mengantarkan kepada 53:26 kebaikan maka itu masyru maka itu 53:28 disyarat syatkan 53:31 kan seperti tadi ya. Ya Rasulullah, 53:33 boleh enggak saya mencium istri saya 53:35 saat berpuasa? Gak boleh. Ya Rasul, 53:37 boleh enggak saya mencium istri saya 53:38 saat berpuasa? Boleh loh kan jawabannya 53:40 beda 53:42 tadi. Karena apa? Karena yang bertanya 53:45 kondisinya berbeda. 53:47 Nah, dalam kondisi kok bisa beda ya? 53:50 Nah, seringkiali kita masih memahaminya 53:52 beda atau tidak samanya gitu loh. 53:55 Padahal beda dan tidak sama sangat 53:58 tergantung si ustaz sebut narumber 54:00 tersebut mengambil argumentasinya dari 54:03 mana. 54:05 Kan narasumber juga bukan orang yang 54:08 menguasai 1000 kitab kan. Paling tidak 54:11 ada yang baca 10 kitab, ada yang baca 54:13 100 kitab, ada yang membaca kan 54:15 masing-masing. Nah, meskipun dia baca 54:18 1000 kitab kan tidak semuanya harus 54:20 dijelaskan 1000 kitabnya 54:22 kan. Oh, ini pertanya pernanya begini 54:24 paling jawabnya ini 54:26 satu kitab. 54:26 Nah, satu kitab ini. Padahal satu kitab 54:28 ini juga ada pembahasan panjang. 54:30 Iya. tuh gitu loh. Nah, maka oleh sebab 54:33 itu kita bersyukurlah ya masih punya 54:37 narasumber yang mau menggali menjelaskan 54:40 syariat. Sekali lagi salahnya para 54:43 mujtahid masih dapat satu pahala 54:46 loh. Tapi Ustaz berarti sudah mendudukan 54:48 dengan satu mujtahid. Bukan dengan 54:52 kelemahan saya pun mengemukakan mengutip 54:55 pendapat ulama, mengutip mengkaji, 54:57 mentalaah beberapa penemuan-penemuan 54:59 para ulama baru 55:02 kan begitu. Nah, mohon maaf kadang ulama 55:06 ada ulama lain menemukan pendapat baru 55:08 kita kemukakan dan jemaah banyak yang 55:11 belum tahu penemuan ulama baru itu 55:13 dianggapnya nyeleneh. Loh, kok begitu 55:16 sih? Ya, karena Anda biasanya dengar 55:19 pendapat ulama-ulama ini, Anda tidak 55:22 dengar pendapat ulama ini. Nah, kalau 55:25 sudah kalau sudah seperti itu nanti 55:27 dihubungkan 55:29 gitu dihubungkan maka kita akan 55:31 menemukan tidak ada yang salah 55:34 gitu ya. Nah, itu menarik tuh. [tertawa] 55:38 Lah, kalau gitu berarti serba boleh 55:39 enggak? 55:40 Hm. 55:41 Memang kita harus selalu menyalahkan 55:43 orang yang benar 55:45 apa? Ada pendapat benar nih pendapat 55:48 kamu. Masa semuanya harus disalahkan? 55:51 Karena pendap apa? Kan gara-gara tidak 55:53 semuanya harus diterima. 55:56 Tidak semua harus diterami. Itu yang 55:57 menyimpang dari Quran, sunah baru tidak 55:59 diterima. 56:02 Kalau kemudian pemahamannya berbeda 56:04 bukan berarti menyimpang dari Quran, 56:06 sunah. 56:07 Kan begini kan? Pendapat kita terhadap 56:11 sesuatu yang baru itu kategorinya bidah. 56:14 bahkan mengatakan bidah dolalah. He 56:18 apaan itu muludan? 56:20 Itu bidah dolalah kata sebagian orang. 56:24 Karena Nabi tidak pernah memperingati 56:27 kelahirannya. Lah kamu mengajinya sih 56:29 enggak tuntas itu mohon maaf. Tapi ya 56:31 misalnya itu pendapat begitu ternyata 56:33 ada isyaratnya. Oh, Nabi juga 56:35 memperingati kelahirannya kok. Kan Nabi 56:38 ditanya kenapa Anda puasa hari Senin? 56:41 Lianna fihi wulid. Karena pada hari itu 56:43 aku dilahirkan. 56:45 Kenapa engkau hari Kamis puasa? Karena 56:47 pada hari itu amalanku dilaporkan 56:51 dan aku ingin dalam keadaan berpuasa. 56:53 Itu kan isyarat artinya. 56:56 Iya. 56:56 Nah, kalau selalu selalu tekstual, 56:58 selalu tekstual tuh mohon maaf saya 57:00 tidak menyalahkan yang tekstual. Tapi 57:02 kalau senantiasa harus tekstual, berapa 57:04 banyak bidah yang kita lakukan? 57:06 [mendengus] 57:07 Banyak bidah. 57:07 Banyak bidah. Oh, kita ajak kajian ini 57:10 Jumat sore ini bidah. E pertama Nabi 57:13 tidak pernah apa namanya broadcast di 57:17 apa namanya di radio gitu. Kajian kitab 57:20 Riyadus Shihin mana ada di zamannya 57:23 berarti bidah. Tapi bidahnya kan makanya 57:27 kan begini sesuatu bidah segala sesuatu 57:30 yang tidak pernah dilakukan pokoknya 57:31 bidah dolalah tidak semuanya dolalah 57:35 tidak semua dolah. Bahkan Nabi ngajarkan 57:37 sikap kita kepada bidah yang hubungannya 57:39 dengan ibadah. 57:41 Hm. 57:42 dengan ibadah aja, hubungan dengan 57:43 ibadah masih boleh. Nah, maka oleh sebab 57:46 itu kesimpulannya yang tidak boleh itu 57:48 bidah dalam ibadah mahdoh. 57:52 Tuh, itu baru tuh dalam ibadah mah tidak 57:55 boleh. Makanya sampai hari kiamat salat 57:57 subuh mesti dua rakaat. Tidak akan ada 57:59 yang nambah kan begitu. 58:01 Tapi kalau kemudian seperti zikir kan 58:05 begini kan kita ribut bakda salat 58:08 zikirnya berapa kali? Tiga kali. Yang 58:10 satu lima kali. Yang satu kali. Eh, saya 58:14 bilang saya mah 23 kali loh. 23 58:17 [tertawa] 58:18 beda 58:19 beda lagi. Nah, begini. Pertama Nabi 58:22 ngajarkan misalnya riwayat yang sampai 58:24 kepada kita Nabi istigfarnya bakda apa? 58:27 Bakda salat itu tiga kali. 58:29 Nah, sementara riwayat lain mengatakan 58:31 Nabi mohon ampun kepada Allah paling 58:33 tidak kurang dari 100 kali atau minimal 58:36 70 kali. Saya ambil yang 100. Kalau 100 58:39 kali itu dibagi 5 waktu berarti berapa? 58:42 20. 20 + 3 yang dicontohkan jadi 23 kan 58:48 jadi enggak ada masalah 58:49 sama. 58:50 I tapi kan enggak boleh digabung-gabung 58:52 begitu. Siapa yang melarang? 58:54 Nah, kita kadang karena beda langsung 58:57 jadi ada aturan-aturan yang kita buat 58:59 sendiri. Enggak boleh itu 59:00 digabung-gabung. Dalilnya mana yang 59:02 enggak boleh digabung-gabung? Tuh. Pada 59:05 akhirnya saya kata dalam kesempatan lain 59:08 saya katakan saya istigfar pada salat 59:10 itu bukan bukan tiga, bukan lima, bukan 59:13 7, bukan 23 100 kali. Jadi tiap salat 59:17 berarti dalam sehari semalam saya 59:20 mengucapkan istigfar itu 500 kali 59:23 akhirnya. Kenapa? Nabi mah wajar 100 59:26 kali istigfar. 59:29 Kenapa wajar? Enggak punya dosa kok. 59:31 Enggak punya dosa saja masih istigfar. 59:34 Maksum 59:35 maksum lah. Kita yang belepotan dengan 59:38 dosa masa ingin sama dengan Nabi era 59:41 atuh malu atuh. 59:44 Astagfirullah. 59:44 Nah kan Nabi mah wajar. Allah sudah 59:48 menjaminnya, 59:49 sudah memaafkannya, menghapus kesal 59:52 kemudian dijaga oleh Allah. Kita memang 59:54 sudah punya itu kan belum. Maka wajar 59:58 istigfarnya 500 kali, 1000 kali, 1500 1:00:01 kali dan seterusnya. 1:00:05 Ah, si ustaz mah kadang ini seenaknya 1:00:07 aja lah. Apa aja yang seenaknya? Coba 1:00:10 logika pemahaman tadi kan begitu 1:00:14 kan. Nabi istigfar 100 kali, tidak 1:00:16 dijelaskan kapan dan di mana. Kalau 1:00:19 tidak dijelaskan kapan dan di mana 1:00:22 berarti kapan pun dan di mana pun boleh 1:00:25 kecuali yang dilarang. H 1:00:26 kan begitu pemahamannya. Maka saya 1:00:29 bilang ee maka saya kan kembali pernah 1:00:31 menjelaskan bahwa kembali kepada 1:00:33 pemahaman salaf bukan kepada mono 1:00:36 pemahaman, tapi variasi pemahaman. 1:00:41 Nah, pemahaman karena hal-hal yang 1:00:44 dibenarkan boleh berbeda, maka itu 1:00:46 dinaungi oleh syariat, 1:00:49 oleh Quran dan As-Unah. 1:00:51 Kalau dipahami Quran, sunah itu secara 1:00:54 kaku, banyak maksiat yang kita lakukan, 1:00:56 kan begitu. Nah, ini saya kira ya 1:00:59 beberapa hal yang ingin saya ee 1:01:02 jelaskan. Maka oleh sebab itu sekali 1:01:05 lagi, jadi gibah dan apa? Fitnah itu 1:01:08 akan mengakibatkan kebaikan kita 1:01:10 ditransfer kepada orang yang difitnah. 1:01:14 Kecuali kita bertobat, maka insyaallah 1:01:17 akan kembali lagi kepada kebaikan. Gitu 1:01:19 ya. Demikian. Wallahu aam bisawab. 1:01:25 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rohili 1:01:28 semoga dapat menjawab. Berikutnya 1:01:30 pertanyaan kedua dari Bapak Sodqin Ustaz 1:01:33 Jakarta Timur. Asalamualaikum 1:01:35 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:01:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:38 wabarakatuh. 1:01:39 Izin bertanya, Ustaz. Dalam surah Asyura 1:01:42 ayat 41 yang artinya, "Dan sesungguhnya 1:01:45 orang-orang yang membela diri sesuatu, 1:01:50 orang-orang yang membela diri sesudah 1:01:52 teraniaya tidak ada dosa pun atas 1:01:55 mereka." Ustaz, apa maksud ayat di atas 1:01:57 tersebut, Ustaz? Jazakumullah. Naam. 1:01:59 Masyaallah. Jadi eh misalnya begini, 1:02:04 Hamas 1:02:06 menyerang Zionis Israel 1:02:09 itu dimaafkan. Kenapa? Karena Hamas atau 1:02:13 maksud maksud saya karena 1:02:15 saudara-saudara kita di Gaza itu 1:02:17 dizalimi sama Zionis Israel. 1:02:21 Kemudian membela diri gitu loh ya. 1:02:24 Melakukan penyerangan balik. Menyerang 1:02:27 balik itu bukan sebuah kejahatan. karena 1:02:29 apa namanya ee tadi ayatnya kan tidak 1:02:33 mengapa setelah dizalimi gitu loh ya, 1:02:38 setelah dirampas 1:02:40 hak-haknya kan begitu setelah di apalagi 1:02:44 dibunuh, diserang. Nah, maka kemudian 1:02:48 balik nyerang menjadi tidak mengapa. 1:02:51 Begitu juga begit begitu juga hal kecil 1:02:55 kita misalnya tiba-tiba ditabok orang 1:02:59 kita boleh mengambil pilihan boleh 1:03:02 memaafkan yang nabok 1:03:04 ah atau kita nabok ulang gitu nabok 1:03:07 balik gitu loh nabok pak. Nah kita nabok 1:03:10 balik bukan sebuah kesalahan gitu karena 1:03:13 kita ditabok du duluan. H begitu kurang 1:03:17 lebih yang dapat ditangkap dari pesan ee 1:03:20 ayat dimaksud wallahu aam bisawab. 1:03:27 Wallahuam. Demikian Bapak Shodikin 1:03:30 semoga dapat menjawab. Berikutnya 1:03:33 dari Bapak Abdullah Khaliq Ustaz. 1:03:37 Namam. 1:03:38 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:39 wabarakatuh Ustaz. 1:03:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:42 wabarakatuh. Ustaz mohon maaf bertanya 1:03:45 di luar tema. Oh. 1:03:47 Tapi berhubungan dengan hari Jumat 1:03:49 namam 1:03:49 pada saat khatib sedang berkhotbah 1:03:51 jemaah tidak boleh berbicara 1:03:54 nam. 1:03:54 Namun bolehkah kita mengucapkan amin 1:03:56 saat khatib berdoa dalam khotbahnya? 1:03:59 Ustaz 1:04:00 namam 1:04:02 jazakumullah. 1:04:02 Oh itu pertanyaannya. Jadi boleh enggak 1:04:04 kita mengaminkan doa dari siapa? 1:04:06 Khatib. 1:04:07 Khatib. Baik. Jadi kalau kita tidak 1:04:10 memahami maqasid dari larangan itu, maka 1:04:13 kita akan ber apa? Berdebat. Eh, kata 1:04:17 Nabi, "Kak boleh bicara kalau Nabi 1:04:19 sedang khotbah." 1:04:21 Maka ketika doa pun enggak usah 1:04:23 diaminkan 1:04:24 karena enggak boleh bic bicara. 1:04:26 Padahal tidak boleh bicara itu 1:04:28 dimaksudkan agar orang bisa mendengarkan 1:04:32 khotbah, bisa konsentrasi, tidak 1:04:34 terganggu. 1:04:37 gitu loh ya. Makanya kemudian apa 1:04:41 namanya pernah ee apa namanya terjadi 1:04:44 sebuah dialog ketika Nabi sedang khotbah 1:04:48 datang seorang sahabat tiba-tiba duduk 1:04:50 eh kamu sudah salat dua rakaat belum? 1:04:52 Belum ya Rasulullah salat dulu dua 1:04:54 rakaat tuh 1:04:55 ada di Allah. 1:04:57 Iya 1:04:57 ya kan? 1:04:58 Kemudian berarti di Allah itu apa? 1:05:01 menjadi boleh jika tidak mengganggu 1:05:05 konsentrasi dari khutbah. 1:05:09 Kalau kemudian yang berkhotbahnya eh 1:05:11 enggak boleh ribut. 1:05:14 Khatib itu boleh mengatakan seperti itu 1:05:17 dan itu tidak apa namanya tidak m karena 1:05:19 orang tetap konsentrasi memperhatikan 1:05:21 khutbahnya. 1:05:23 Maka oleh sebab itu sesungguhnya khotbah 1:05:26 yang bertele-tele, nah yang bertele-tele 1:05:30 ngebahas satu persoalan tapi ke sana 1:05:32 kemari tidak jelas itu tidak disukai. 1:05:35 Maka muncullah hadis seb 1:05:38 sedalam-dalamnya ilmu atau orang yang 1:05:41 khotbahnya pendek, salatnya panjang, itu 1:05:44 menunjukkan kedalaman ilmu seseorang. 1:05:48 Khotbahnya pendek. 1:05:48 Khotbahnya pendek, salatnya panjang. 1:05:52 Loh. Oh, kalau begitu kita khotbahnya 1:05:54 harus pendek, salatnya panjang. Riwayat 1:05:57 lain mengatakan orang yang dalam ilmunya 1:05:59 itu khotbah dan salatnya sepadan. 1:06:03 He 1:06:04 ya. Kalau kita memahami satu hadis saja 1:06:06 ribut itu. Oh, itu hadis kan Nabi 1:06:08 mengatakan sedalam-dalamnya orang yang 1:06:10 berilmu itu khotbahnya pendek, salatnya 1:06:13 panjang. Itu aja dipegang. Enggak, Mas. 1:06:16 Begini. Ini juga ada hikmahnya. Memang 1:06:19 jika khotbah pendek dan bisa dipahami 1:06:22 itu bisa berbekas dalam jiwa jemaah, 1:06:25 fayakfi cukup. H. 1:06:29 Tapi kalau kemudian khotbahnya mengutip 1:06:32 ayat yang tidak bisa dipahami secara 1:06:35 langsung oleh jemaah, perlu penjelasan. 1:06:39 Nah, penjelasan itu menjadi perlu karena 1:06:42 untuk memahami maksud daripada ayat atau 1:06:46 hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. 1:06:50 Makanya mohon maaf ya sekali lagi ee 1:06:53 dalam pandangan ada sebagian orang di 1:06:56 tempat kami itu salat Jumatnya pakai 1:06:59 bahasa Arab 1:07:01 dan pendek-pendek dan saya tidak 1:07:03 menyalahkan karena rukun dan syarat sah 1:07:06 salat Jumatnya terpenuhi. 1:07:09 meskipun bisa jadi tadi apa sih yang 1:07:11 disampaikan oleh khatibnya? Enggak tahu, 1:07:14 pokoknya bahasa Arab lah gitu ya. Sekali 1:07:17 lagi mohon maaf tidak dalam rangka 1:07:18 melecehkan saya ya, tetapi maksudnya 1:07:21 fakta penjelasan. Nah, kalau kemudian 1:07:24 tidak berdampak salat Jumatnya tidak 1:07:27 berdampak sekali lagi ya, kecuali 1:07:30 ayat-ayat yang dibacakannya sudah 1:07:32 familiar, sudah dipahami oleh jemaah, 1:07:35 maka itu tidak ada masalah. Tapi kalau 1:07:37 misalnya menyampaikan ayat baru yang 1:07:40 tidak diberikan penjelasannya, bisa jadi 1:07:43 bagi yang mengerti, yang biasa baca 1:07:45 Quran mengerti, tapi bagi orang awam 1:07:48 tidak jelas. 1:07:49 Nah, maka oleh sebab itu inilah kenapa 1:07:52 di dalam khotbah Jumat ada penjelasan 1:07:55 bahasa Indonesia. 1:07:57 Hm. 1:07:58 Supaya maksud khutbah sampai. 1:08:02 Atau misalnya bahasa Inggris gitu bagi 1:08:05 orang Inggris. 1:08:07 Tapi menjadi masalah juga khotbah Jumat 1:08:10 diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris di 1:08:12 tataran Sunda. Jadi masalah juga gitu 1:08:16 loh ya. Eah. Sebagaimana juga 1:08:19 sesungguhnya menjadi bermasalah khotbah 1:08:22 Jumat di teteran Sunda pakai bahasa 1:08:24 Indonesia di apa? Di hadapan orang-orang 1:08:28 awam. Berarti harusnya apa? berarti 1:08:31 diterjemahkannya penjelasannya pakai 1:08:33 bahasa Sunda. 1:08:36 Eah kan begitu jadinya pemahamannya ya. 1:08:39 Karena kan mohon maaf ada orang ya 1:08:42 tetapi juga memang ada kalau bahasa 1:08:44 misalnya saya tidak tidak bisa ee 1:08:46 berbicara bahasa Indonesia dah saya mah 1:08:49 orang kampung atuh gitu kan. Tapi ketika 1:08:53 ada orang menjelaskan bahasa Indonesia 1:08:54 dia bisa paham. 1:08:56 Nah ada juga yang begitu ya. Tetapi yang 1:08:58 jelas tadi ini ee apa namanya? 1:09:01 Persoalan-persoalan yang harus kita 1:09:03 pahami. Maka ee tadi ya kenapa salat 1:09:06 Jumat ini dan itu kemballah 1:09:09 ya ee saling ee apa satu persoalan 1:09:12 kadang menyelebar menjadi 1:09:14 persoalan-persoalan yang saling 1:09:15 menguntungkan. Jadi ee tadi apa? Mohon 1:09:17 maaf saya jadi lupa lagi pada 1:09:19 pertanyaannya itu. Jadi ee 1:09:22 apakah mengucapkan amin ketika khotbah? 1:09:24 Heeh. Nah, jadi mengucapkan amin itu ada 1:09:27 dasar hukumnya. Jadi gini, dasar 1:09:29 hukumnya 1:09:31 ada tiga sahabat sedang di Masjid Nabawi 1:09:36 ya. Masing-masing mereka berdoa 1:09:40 ya. Ee mereka berdoa kemudian datang 1:09:43 Rasulullah. 1:09:46 Sedang apa kalian? Kemudian mereka pada 1:09:48 berhenti itu berdoanya. He. 1:09:50 Pada berhenti karena ada rasul. 1:09:53 Nah, saya sedang berdoa ya Rasulullah. 1:09:56 Sudah lanjutkan. Nah, di antaranya Abu 1:09:58 Hurairah melanjutkan doanya kemudian 1:10:00 diaminkan oleh Rasulullah. Amin. Ini 1:10:04 menjadi isyarat bolehnya mengaminkan doa 1:10:07 orang lain. 1:10:09 Tuh di antaranya tuh jadi dalil itu. 1:10:12 Nah, maka ketika khatib pun berdoa, maka 1:10:16 makmum pun boleh mengaminkan 1:10:20 gitu loh. Meskipun secara ketat ada yang 1:10:23 gak boleh karena tadi gak boleh bicara, 1:10:25 gak boleh ini gitu loh. Nah, maka oleh 1:10:28 sebab itu saya kira ee pemahaman 1:10:30 terhadap satu dalil hendaknya 1:10:32 disempurnakan dengan dalil-dalil yang 1:10:34 lain gitu ya. Sehingga kemudian maqasid 1:10:38 dari seluruh syariat itu bisa terbaca. 1:10:40 Oh, maksudnya apa sih? Kenapa sih kita 1:10:42 tidak boleh bicara? 1:10:45 Kan begitu. Kenapa tidak boleh debat, 1:10:48 tidak boleh membantah, 1:10:51 gitu ya. Bahkan kalau di satu masjid 1:10:53 pernah terjadi bantah-bantahan antara 1:10:55 khatib dengan makmum. 1:10:57 gitu. Tetapi kemudian mereka ya khatib 1:11:00 boleh menyudahi kemudian nanti kita 1:11:01 lanjutkan habis salat ya misalnya begitu 1:11:03 boleh. Kami ketika di Sona di Yaman 1:11:06 pernah terjadi itu habis salat itu 1:11:09 langsung khatibnya dikerebutin jemah w 1:11:11 ramai. Nah saya bilang oh masyaallah 1:11:14 itulah kehidupan gitu ya. Nah dengan itu 1:11:17 menjadi pengalaman. Oh ada juga ya. 1:11:20 Kalau di kita kan mana ada gitu kan 1:11:22 debat gitu apalagi di mimbar. Nah, 1:11:25 tetapi itu menjadi catatan buat kita. 1:11:28 Oh, ada catatan pernah oh pernah 1:11:30 terjadi. Apa sih dasarnya? Kemudian saya 1:11:32 coba pelajari. Oh, di sini pemahamannya. 1:11:35 Jadi dengan pendekatan maqasid, maqasid 1:11:38 baik itu maqasid syariah maupun 1:11:40 maqasidul Quran, maka semuanya bisa 1:11:43 terjawab biidnillah. 1:11:46 Demikian yang dapat saya jawab. Wallahu 1:11:49 aam bisawab. 1:11:52 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 1:11:54 Abdullah Khalik semoga dapat menjawab. 1:11:57 Alhamdulillah kita sudah di akhir waktu 1:12:00 di tausiah sore ini. Baik Ustaz sebagai 1:12:03 penutup Ustaz Tafadol. 1:12:05 Iya. Baik. Jadi ee apa namanya? Kita 1:12:08 masih dapat mengambil kesimpulan 1:12:11 hendaknya kita mengendal mengendalikan 1:12:13 lisan. Lisan hendaknya dipakai berbuat 1:12:17 baik. Karena berbuat baik e berkata baik 1:12:20 itu lebih baik daripada diam. 1:12:23 tetapi diam. 1:12:25 Ketika kita tidak bisa berkata apa? 1:12:28 Berkata baik atau bahkan berkata buruk, 1:12:31 maka diam solusinya. Tapi diam meskipun 1:12:34 dikatakan emas tidak lebih baik daripada 1:12:37 berkata baik. Karena berkata baik adalah 1:12:40 belian. Demikian saya kira yang dapat 1:12:43 saya simpulkan. Wasallallahu ala nabiina 1:12:47 Muhammadin walhamdulillahiabbil 1:12:49 alamin. Wasalamualaikum. 1:12:52 warahmatullahi 1:12:54 wabarakatuh. 1:12:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:57 wabarakatuh. Jazakumullah khairan k 1:13:00 ee demikian yang akhwat. Alhamdulillah 1:13:02 telah kita dengarkan bersama tiga hadis 1:13:05 dari Ustaz Ahmad Saleh yang sudah 1:13:09 disampaikan oleh Ustaz tentang 1:13:13 haram mengguncing dan perintah untuk 1:13:15 menjaga lidah litan. Semoga dapat 1:13:18 diamalkan oleh ikhwan akhwat di mana pun 1:13:20 Anda berada. 1:13:22 Saya Fauzi Ridan mohon undur diri. Atas 1:13:25 segala khilaf saya ucapkan mohon maaf. 1:13:28 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:13:30 alla ilahailla anta astagfiruka waubu 1:13:32 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:13:34 wabarakatuh. 1:13:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:37 wabarakatuh.