Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV 0:11 ilhaqi biahliki. Pulang kamu ke tengah 0:13 keluarga kamu. 0:19 Wanita di mata mereka pembawa sial. 0:23 Jadi kalau suami menghadapi kesialan, 0:26 maka mereka timpakan pada wanita. 0:28 Seperti orang-orang Yahudi juga sama. 0:31 Seperti kisah yang kita dengar 0:34 bahwa yang menyebabkan kakek kita Adam 0:36 alaihialatu wasalam 0:39 terus dari surga karena godaan istrinya. 0:44 Padahal kita tahu bahwa kakek kita 0:46 sebagai seorang pemimpin dan Quran tidak 0:49 menyebutkan masalah istrinya, 0:51 menyebutkan Adam. 0:54 Walaqad ahna ila adama minqlu. Kami 0:58 telah pesan wanti-wanti kepada Adam. 1:01 Tapi falam najidahu asma. Kami tidak 1:03 melihat dia memiliki tekad yang besar. 1:06 Kita jangan menyepelekan kakek kita. 1:08 Kita dibandingkan Nabi Adam jauh. Nabi 1:11 Adam hanya salah sekali terus dari 1:13 surga. Kalau kita hadirin sekalian yang 1:15 kita lakukan lebih dahsyat dibandingkan 1:17 yang kakek kita. Kita janji mau 1:20 bertobat, berhenti, besok kita ulangi 1:22 lagi. Betul enggak, Bapak, Ibu sekalian? 1:24 Kalau Nabi Adam cuma makan buah 1:26 terlarang. Kalau kita 1:29 ucapan terlarang, perbuatan terlaralang, 1:32 cara hidup yang tidak benar, yang kita 1:34 lakukan. 1:37 Kita melihat di sini bagaimana Allah 1:41 menisbatkan kesalahan pada Adam. Tetapi 1:45 masyarakat jahiliyah, 1:47 bahkan masyarakat jahiliah dari kaum 1:49 muslimin sampai saat ini, begitu pula 1:51 orang-orang Yahudi menisbatkan kesalahan 1:54 pada Hawa. Kalau keberhasilan 1:56 dikembalikan pada suami. Kalau kesalahan 1:59 dikembalikan pada siapa? Pada wanita. 2:03 Saya teringat nenek saya bercerita 2:08 satu hari dia berjalan bersama anaknya. 2:11 berjalan sambil berolahraga dengan 2:14 pakaian yang santun. 2:16 Ini kira-kira tahun 40-an atau mungkin 2:19 sebelumnya. 2:21 Ketika mereka sedang berjalan, 2:25 tahu-tahu teman suaminya kebetulan orang 2:29 asing, orang Belanda pada saat itu 2:30 bersama istrinya di kendaraan. 2:34 ketika melihat istri temannya, dia 2:37 mengajak untuk naik mobil diantarkan ke 2:40 rumah. Dia mengatakan, "Tidak, saya 2:42 ingin berolahraga." 2:44 Akhirnya 2:45 orang Belanda tersebut kebetulan datang 2:47 ke rumah suaminya. Mampai di rumah 2:49 suaminya bercerita, "Tadi saya lihat ibu 2:51 sama anak, saya ajak naik kendaraan, dia 2:53 menolak." 2:55 Begitu istrinya pulang bersama anaknya, 2:57 kakek saya bertanya, "Kenapa kamu 2:59 menolak untuk naik kendaraan bersama 3:01 mereka? 3:03 Dia mengatakan, "Kalau saya naik 3:05 kendaraan bersama dia walaupun ada 3:07 istrinya, orang yang melihat akan 3:09 mengatakan apa?" "Istri fulan naik 3:12 kendaraan bersama seorang lahir. 3:16 Kalau saya baik, yang bagus kamu." Orang 3:19 mengatakan suaminya pandai mendidik 3:20 istri, tapi kalau saya jelek, keluarga 3:23 saya rusak seluruhnya. 3:26 Dia menolak karena takut nama baiknya 3:28 tergores. Karena kalau bagus, suami yang 3:31 bagus. Betul enggak, Ibu sekalian? 3:34 Enggak tahu sekarang masih enggak 3:35 berlaku hukum ini. Tapi yang jelas 3:38 selalu kalau ada kesalahan gara-gara 3:40 kamu. 3:41 Pada masa Islam kedudukan wanita 3:44 diangkat tinggi-tinggi. 3:47 Wawasional insana biwalidaihi ihsana. 3:51 Amalathu ummuhu qurha. Waathu qurha 3:55 wamluhu wa fisuhu syahr. Kami 3:59 wanti-wanti berpesan kepada anak manusia 4:02 agar memperlakukan orang tuanya dengan 4:04 mulia. Bahkan walaupun mereka kafir 4:08 kalau mereka memerintahkan yang tidak 4:10 benar jangan ikuti. Tapi tetap gauli 4:13 mereka dengan cara yang baik. 4:14 Washohibhuma fid dunya ma. 4:18 Setelah menjelaskan kewajiban berbakti 4:20 pada ayah ibu secara khusus Allah 4:23 mengisyaratkan kepada ibunya. Hammalatu 4:25 ummuhu qurha. Ibunya mengandung dengan 4:27 susah payah, melahirkan dengan susah 4:30 payah. Masa menyusui cukup cukup banyak. 4:34 Sampai ketika Rasulullah ditanya, 4:37 "Siapa yang pertama-tama untuk berhak 4:40 mendapatkan perhatianku dan 4:42 kebaktianku?" Ummuka. Umaman ya 4:45 Rasulullah. Ummuka. 4:48 Ya Rasulullah ummuka baru yang terakhir 4:51 ayahnya. 4:53 Begitu juga perang anak 4:57 dalam kehidupan nabi kita. Pada masa 5:01 jahiliah, 5:02 kaum wanita ini tidak pernah hari ini 5:04 sekalian mendapatkan perhatian. Kalau 5:07 orang ditanya, "Berapa anak kamu?" Dia 5:09 mengatakan tiga. Walaupun punya anak 5:10 perempuan, empat enggak disebutkan. 5:15 Jadi yang disebutkan anak laki-laki. 5:18 Tapi lihat Nabi kita Muhammad sallallahu 5:20 alaihi wasallam. Kalau putrinya datang 5:22 ke rumah dia bangun, dia kecup 5:24 keningnya, didudukkan di tempat 5:26 duduknya. Dan kalau memanggil Sayidah 5:28 Fatimah, ummu abiha, ibu dari ayahnya. 5:33 Kalau Rasulullah akan berangkat menuju 5:35 peperangan atau menuju safar tertentu, 5:39 rumah terakhir setelah masjid yang 5:42 dikunjungi, rumah Sayidah Fatimah baru 5:44 di jalan. Kalau pulang dari peperangan 5:47 setelah masjid, rumah pertama bukan 5:50 istrinya, putrinya. 5:52 Dan Nabi mengatakan kalau orang memiliki 5:54 tiga anak perempuan dijaga dengan baik 5:57 akan menjadi pembuka jalan baginya ke 6:00 surga. Lalu sahabat mengatakan, 6:02 "Bagaimana dua ya Rasulullah?" Walaupun 6:04 dua. Bagaimana satu? Walaupun satu. 6:07 Adapun sebagai istri Allah ingatkan 6:10 waasyiruhunna 6:11 bil marruf. Gauli mereka dengan cara 6:14 yang makruf. Dan Rasulullah kalau ada 6:17 laki seorang wanita meminta nasihat 6:20 bahwa si fulan melamar dirinya, 6:22 Rasulullah perhatikan selalu laki-laki 6:24 yang memperlakukan istri dengan mulia. 6:25 Sampai Rasulullah pernah mengatakan, 6:27 "Jangan kamu terima dirinya karena 6:30 dirinya suka apa? Berbuat kasar pada 6:32 istrinya. 6:35 Dan tidak ada orang yang lebih halus 6:38 dalam memperlakukan istrinya seperti 6:40 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 6:42 wasallam." Bukan satu. 6:45 Istrinya ya diperlakukan dengan mulia. 6:48 Dan Rasulullah bukan karena dikuasai 6:50 oleh syahwat. Istri yang dinikahi 6:53 sebagian besar wanita-wanita yang sudah 6:56 apa? Tua. Hanya Sayidah Aisyah seorang 6:59 gadis, tapi yang lain semua 7:01 wanita-wanita yang nikahnya pun atas 7:04 isyarat dari Allah Subhanahu wa taala. 7:08 Dan bagaimana beliau perlakukan istrinya 7:09 dengan mulia, baik yang muda maupun yang 7:12 tua, yang cantik, yang kurang cantik 7:14 diperlakukan dengan mulia. 7:18 Jadi bagaimana kehadiran Rasul 7:20 betul-betul apa? mengangkat martabat 7:22 manusia, membebaskan mereka semua dari 7:25 berbagai macam belenggu yang membelenggu 7:27 mereka dan manusia semua setara di 7:30 hadapan Allah. Dahulu kala laki-laki 7:32 yang punya hak untuk melakukan 7:34 interupsi, tapi semenjak masa Rasul 7:37 perempuan berani untuk melakukan 7:39 interupsi, kritikan, bahkan terhadap 7:42 penguasa. Seperti yang diucapkan Khaulah 7:45 di hadapan Umar ibnu Khattab. Dia 7:47 mengatakan, "Ingat dulu wahai Umar. Pada 7:50 saat itu beliau sebagai amirul mukminin. 7:53 Dulu kamu hidup dalam masa jahiliah, 7:55 minum-minuman keras, berkelahi, 7:57 melakukan perbuatan jahiliah, lalu Allah 8:00 keluarkan kamu dan masukkan kamu dalam 8:03 hidayah dan petunjuknya." 8:05 Lalu sekarang Allah tempatkan kamu 8:07 sebagai pemimpin kami. Fattaqillah fina. 8:10 Bertakwalah kamu kepada Allah dalam 8:11 urusan kami. Mana mungkin saat ini orang 8:14 berbicara seperti 8:17 jadi bagaimana wanita punya kedudukan 8:19 yang begitu mulia. 8:22 Dimulai dari Rasul kepada keluarganya 8:25 diikuti oleh sahabat-sahabat. 8:29 Semenjak saat itu, hadirin sekalian, 8:31 pandangan masyarakat berubah total. Dan 8:34 Nabi mengatakan, "Kirukum khairukum 8:36 liahlih." Yang paling baik dari kalian, 8:38 yang paling baik kepada keluarganya. 8:41 Tidak pernah Rasulullah menggunakan kata 8:43 kasar pada istrinya. Kalau Rasul tidak 8:45 suka seperti permintaan istrinya, beliau 8:48 berdiam lalu beliau menjauhi mereka 8:50 semuanya sebagai peringatan bahwa beliau 8:52 tidak suka dengan apa yang mereka 8:53 lakukan, tapi tidak pernah mengeluarkan 8:56 kata-kata kasar. Maka orang yang 8:58 mengikuti Rasul harus mencontoh juga 9:01 ucapan dan tutur katanya. jauh dari 9:03 kata-kata yang tidak baik. 9:07 Jadi kemerdekaan dari penindasan sosial, 9:11 dari penganiayaan. Begitu pula dari apa? 9:16 Dari kasta-kasta yang memuliakan 9:19 sebahagian, merendahkan sebahagian. 9:21 Kalau dahulu kalau suku yang banyak 9:24 anaknya, keluarganya, yang banyak 9:26 hartanya, yang termulia, pada saat itu 9:29 yang termulia adalah orang yang beriman 9:31 dan bertakwa. 9:33 Satu waktu Abu Sufyan, Muawiyah, Bilal 9:38 beri depan pintu. Amirul Mukminin Umar 9:40 bin Khattab 9:42 ingin masuk. Ternyata yang diizinkan 9:45 masuk Bilal. Sedangkan Abu Sufyan dan 9:49 Muawiyah tidak diizinkan untuk masuk. 9:52 Marah Abu Sufyan. Kenapa ini hamba 9:56 sahaya gagak hitam yang berkulit hitam 9:59 diizinkan masuk? Sedangkan kami pembuka 10:01 Quraisy tidak diizinkan masuk. 10:04 Pada saat itu Muawiyah nyeletuk. Dulu 10:08 waktu Rasulullah diperangi, Bilal 10:10 bersama Rasul, "Sedangkan kamu yang 10:13 mengangkat bendera untuk memerangi 10:14 Rasul." Arti ini pengakuan dari Muawiyah 10:18 sendiri. 10:20 Begitu juga ketika hadirin sekalian 10:22 Fathu Makkah 10:24 yang mengumandangkan azan Bilal pada 10:27 saat itu pemuka-pembuka Quraisy merasa 10:29 apa? 10:30 Kenapa gagak hitam ini dibiarkan untuk 10:34 mengumandangkan azan? 10:37 Mereka masih hadirin sekalian terbawa 10:39 oleh apa? Oleh warisan jahiliah. Karena 10:43 masuk Islamnya mereka bukan karena 10:45 pendidikan, karena kalah perang, karena 10:48 terpaksa tidak mampu lagi untuk melawan. 10:51 Akhirnya mereka, hadirin sekalian 10:53 menyerah masuk ke dalam Islam. Waktu 10:55 yang membuktikan apakah betul-betul 10:57 mereka beriman. 10:59 Jadi beda orang yang bersama Rasul 11:01 mendapatkan pendidikannya menyerap 11:03 akhlak beliau dengan masyarakat jahiliah 11:05 pada saat itu. 11:08 Nah, siapa yang kita ikuti saat ini? 11:10 Rasul 11:11 apakah para pembuka jahil? 11:14 Kalau kita mengikuti Rasul seharusnya 11:17 kita berusaha menyerap kehidupan beliau. 11:20 Tidak perlu kita mengatakan kita 11:21 ahlusunah. buktikan melalui perilaku 11:25 kamu betul-betul menyerap dan 11:28 melaksanakan akhlak beliau. Oleh karena 11:31 itu, kalau Bapak Ibu ingin tahu paling 11:33 jelas sunah Rasul, baca Al-Qur'an. 11:37 Tiap ada seruan dari Allah yang 11:39 berisikan bimbingan dan perintah, 11:41 Rasulullah yang terdepan dalam 11:42 mengamalkan. 11:44 Jadi pada saat Allah memanggil orang 11:45 yang beriman, "Ya ayyuhalladina amanu 11:50 asakum." 12:00 Ayat-ayat yang memberikan bimbingan 12:02 kepada masyarakat Islam, jangan 12:05 sebahagian kalian mengolok-olok 12:07 sebahagian yang lain. Bisa saja mereka 12:09 lebih baik dari kalian. 12:12 Begitu juga jangan sebagian wanita 12:14 mengolah-olah sebagian yang lain. 12:16 Bisa-bisa yang mereka sepelekan justru 12:18 lebih baik dari mereka. Jangan kalian 12:20 saling mencaci, jangan kalian memberikan 12:22 julukan yang tidak patut. 12:25 Bisal ismul fusuqu ba'dal iman. 12:28 Seburuk-buruknya nama setelah orang 12:29 beriman adalah nama fasik. Dan ini 12:31 perbuatan fasik. Waman yatub faulaika 12:34 humalimun. Siapa yang tidak bertobat 12:37 maka mereka adalah orang-orang yang 12:38 zalim. 12:41 Ketika ayat ini turun, Rasulullah 12:43 terdepan dalam mengamalkan. Sedangkan 12:45 kita kaum muslimin saat ini mengaku 12:47 sebagai ahlusunah atau mengaku sebagai 12:49 Syiah, tapi ternyata apa? Kita gemar 12:52 mencerca kelompok yang lain, mencaci 12:55 mereka, mengolok-olok mereka, apa kita 12:58 lebih baik dari mereka? Maka saya 13:00 memandang umat Islam ini betul-betul 13:02 kasihan amat picik. 13:05 Ketika katakan umpamanya ahlusunah 13:07 menyerang Syiah atau Syiah menyerang 13:09 ahlusunah tidak akan menghasilkan 13:11 kecuali kebencian permusuhan dan 13:13 menguntungkan pihak musuh. Oleh karena 13:15 itu, setiap kali kita menghadapi Zionis 13:17 Israil mulai isu Syiah sunah muncul 13:20 kembali. 13:22 Di tengah-tengah 13:24 kebutuhan untuk bersatu mulai isu Syiah 13:27 sunah, is Syiah, Sunah dan lain 13:28 sebagainya. 13:31 Padahal seharusnya kita duduk sama-sama 13:35 berdialog, mencari kebenaran, 13:37 memperbaiki kesalahan kita. Tapi yang 13:39 ada budaya kita, budaya mengolok-olok, 13:42 mencaci, memaki, memberikan julukan. 13:45 Bukan kita maju, bukan kita berkumpul 13:47 bersama kafilah Rasul. Kita hanya 13:49 dikumpulkan bersama kafilah iblis. 13:56 Semua ayat Quran yang dimulai dengan 13:59 seruan ya ayyuhalladzina amanu, maka 14:02 Rasul orang yang pertama menjalankan 14:05 perintah Allah yang paling jauh dari apa 14:07 yang dilarang oleh Allah. Oleh karena 14:09 itu kalau kita ingin melihat sunah rasul 14:11 yang sebenarnya bukan sunah yang 14:13 dibuat-buat 14:15 semua kita jumpai dalam kehidupan yang 14:18 diamalkan Rasul yang diserap dari 14:20 Al-Qur'an Alkarim. 14:22 Di samping kebebasan dari penindasan 14:25 penganiayaan juga kebebasan dan 14:28 kemerdekaan dari kebodohan menuju 14:31 menuju kehidupan yang terang benerang. 14:34 Di mana Allah melarang kita untuk 14:36 mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. W 14:38 takfu maa bihi ilmun in 14:43 walada. 14:45 Jangan sekali-kali kamu mengikuti 14:47 sesuatu tanpa dasar ilmu. Karena baik 14:50 pendengaranmu, penglihatanmu, begitu 14:52 pula 14:53 akalmu, kecerdasanmu, hatimu kelak akan 14:56 ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. 15:00 Maka umat Islam dibebaskan dari 15:02 khurafat, dari takhayul, dari tradisi 15:05 budaya yang tidak benar agar mereka 15:06 betul-betul apa? melihat dengan cerdas, 15:10 dengan dasar kebenaran dan memilih yang 15:12 benar dari mana pun dia berasal 15:14 meninggalkan yang salah walaupun 15:16 terdapat dalam diri mereka. 15:21 Kemudian juga pembebasan dari wawasan 15:24 dunia yang sempit menuju wawasan dunia 15:27 dan akhirat. 15:30 Ketika Saad bin Abi Waqqas radhiallahu 15:32 anhu 15:34 mengutus beberapa sahabat di bawah 15:38 pimpinan Rabi bin Amir kalau tidak salah 15:40 dua orang 15:42 di bawah pimpinan Rabi' bin Amir 15:46 datang ke hadapan penguasa Persia pada 15:49 saat itu Kisra telah digulingkan naik 15:52 rustum sebagai penggantinya 15:56 datang Rabi bin Amir dengan temannya 16:00 dengan pakaian yang amat sederhana 16:03 masuk ke istana Kisra. 16:07 Kalau dahulu mereka masuk dengan 16:09 menunduk-nunduk, 16:11 silau dengan pemandangan istana yang 16:13 begitu megah, karpet yang terhampar, 16:15 ternyata mereka jalan dengan tegak. 16:17 Karena mereka tidak lagi melihat 16:19 kebesaran dunia, mereka melihat Allah. 16:22 Mereka berjalan dengan tegak tiba di 16:24 hadapan penguasa Persia pada saat itu. 16:29 Lalu penguasa Persia melihat mereka 16:32 tidak sujud. Padahal dulu pada masa 16:34 jahiliah mereka sujud di hadapan Kisra. 16:38 Ditanya, "Kenapa kalian tidak sujud?" 16:41 Dijawab mengatakan, "Nahnu kaumun lajudu 16:44 illa lillah." Kami kaum tidak akan sujud 16:47 kecuali hanya pada Allah. 16:50 Lalu kepada penterjemahnya, penguasa 16:51 Persia bertanya, "Apa yang membawa 16:53 kalian kemari? Apa kalian lapar? Kalian 16:56 butuh pakaian, butuh bantuan? Kami akan 16:58 kirimkan kembali bawa pasukan kalian itu 17:00 dalam benak rustum." 17:03 Dijawab oleh mereka, "Innallaha 17:07 linukrija 17:09 min ibadatil ibad ibadatillahil wahidil 17:12 ahad." Sesungguhnya Allah mengutus kami 17:18 untuk mengeluarkan siapa yang Allah 17:20 kehendaki dari hamba-hambanya dari 17:22 penyembahan terhadap makhluk menuju 17:25 penyembahan terhadap Allah Subhanahu wa 17:27 taala. Lalu kelanjutannya betapa 17:29 indahnya ucapan beliau. Wamim 17:33 biqid dunya ila saat saatil akhirat. 17:35 Dari wawasan duniawi yang sempit menuju 17:38 wawasan dunia dan akhirat yang luas. 17:40 Hingga kita tidak hidup hanya untuk 17:41 kehidupan dunia ini. Wamin jaurilan ila 17:45 adlil Islam. Dari kezaliman agama-agama 17:48 yang lain yang menindas, yang membuli, 17:50 yang merendahkan manusia, merendahkan 17:52 martabat manusia yang juga apa? 17:56 memasung akal pikiran mereka hingga 17:59 tidak dapat berpikir dengan bebas. 18:01 Mengeluarkan mereka dari kezaliman agama 18:03 yang bermacam-macam menuju keadilan 18:05 Islam. 18:09 Ketika mereka mendengarkan ucapan orang 18:12 ini yang dianggap orang badui, yang 18:14 rendah miskin, marah luar biasa, 18:17 langsung dia perintahkan pengawalnya, 18:19 "Berikan dua kantong tanah pada dua 18:21 orang ini." Mereka mengambil tanah 18:23 tersebut. Mereka pikul keluar dengan 18:25 mulia. 18:27 Langsung dia berbicara pada temannya, 18:29 "Terata 18:31 mereka telah menyerahkan tanah mereka 18:33 dengan tangan mereka sendiri." 18:36 ketika kembali menyampaikan kabar 18:37 gembira kepada Saad bin Abi Waqqas 18:40 ketika ditanya, "Bagaimana keadaan 18:41 kalian?" Dia mengatakan, "Kisrah atau 18:44 penguasa Persia telah menyerahkan 18:46 negerinya dengan tangannya sendiri." 18:48 Berkobar peperangan, 18:50 Persia mengalami betul-betul kehancuran. 18:53 Akhirnya negeri mereka, hadirin 18:55 sekalian, berubah. Yang tadinya mereka 18:58 orang-orang yang menyembah api menjadi 19:00 orang-orang yang beriman dengan rahmat 19:03 Allah. Oleh karena itu, jangan sebutkan 19:05 Persia, jangan sebutkan Arab. Allah 19:08 hanya melihat mereka-mereka yang beriman 19:10 dan bertakwa. Ini jahiliah pada masa ini 19:12 masih terus dikembangkan dan ditiupkan. 19:15 Membuat kebencian di antara kita terus 19:17 berkeambuk. Lupa bahwa kita ini 19:19 merupakan hamba-hamba yang kelak akan 19:21 berdiri di hadapan Allah. Allah akan 19:23 melihat perbuatan kita, bukan melihat 19:25 klaim dan slogan yang kita buat. 19:29 Oleh karena itu, kita bercita-cita dari 19:31 mulai awal. Dimulai dari radio 19:34 silaturahmi yang artinya menyambung 19:36 hubungan rahim di antara kita. Kemudian 19:39 juga umatan wahidah. Kita berharap juga 19:41 radio, TV-TV yang lain dapat bersatu 19:44 mengajak kepada Islam yang satu dan umat 19:48 yang satu. Tidak lagi dibatasi oleh 19:51 batasan-batasan kelompok, golongan dan 19:54 semua di hadapan Allah sama. Demikian 19:57 pula kita perlakukan mereka juga semua 19:59 dengan sama tanpa membeda-bedakan. 20:02 Baik kaya maupun miskin, 20:05 baik orang yang bernasab mulia maupun 20:07 yang biasa. Kita harus memandang mereka 20:10 sama, memuliakan mereka sebagaimana Nabi 20:13 telah memuliakan juga sahabat-sahabat. 20:17 Oleh karena itu, bertepatan dengan 20:18 peringatan Maulid Rasul, berarti kita 20:21 memperingati juga hadirin sekalian hari 20:24 kemerdekaan 20:26 bangsa Indonesia, tapi dalam arti yang 20:29 lebih luas. 20:31 Karena apa? Artinya kemerdekaan dari 20:33 penjajahan Belanda atau Portugis kalau 20:35 sesama bangsa kita menjajah saudaranya. 20:39 Kalau sesama bangsa kita memperbudak 20:41 membully anak-anak bangsa. Oleh karena 20:44 itu, kemerdekaan kita pada saat ini yang 20:47 dikumandangkan pada tahun 45 belum 20:49 sempurna. 20:50 Kita berharap ulama-ulama kita jangan 20:54 lagi menyibukkan umat dengan hal yang 20:56 sepeleh, tapi mendidik anak bangsa untuk 20:58 memiliki jiwa yang merdeka, memiliki 21:00 kehormatan dan harga diri. Jangan 21:03 sekali-kali merendah di hadapan harta 21:04 atau pemilik harta. Jangan merendah di 21:06 hadapan orang yang berkuasa. Karena 21:08 mereka sebetulnya sama dengan kita. 21:12 Tapi sayang, sungguh sayang, sikap 21:14 kebanyakan kita ini masih suka merendah 21:17 di hadapan orang yang punya kekuasaan 21:19 atau berharta. Saya ingat hadirin 21:21 sekalian sebagai penutup, 21:25 ada salah satu saudara kita 21:28 dari Partai Islam, 21:30 tadinya berkumpul di halqah yang sama, 21:32 di majelis yang sama. 21:35 Tahu-tahu salah seorang dari mereka 21:37 menjadi anggota DPR. 21:40 langsung sikap teman-temannya berubah 21:43 dan sikap dia juga apa? berubah mulai 21:46 pakaian, kendaraan, kemudian cara juga 21:49 menyapa dan juga lingkungannya 21:53 memaklumi hal tersebut. Padahal 21:57 apa yang dilakukan ini kalau kita 21:59 perhatikan tidak layak sama sekali. 22:03 Seharusnya dia sebagai seorang yang 22:04 terpilih bersikap merendah di hadapan 22:07 teman-teman. tidak menunjukkan 22:09 keangkuhan, kebanggaan. 22:12 Tapi sayang, mental kita belum merdeka. 22:15 Oleh karena itu, jangan kita sibukkan 22:17 umat dengan recehan-recehan yang 22:19 sepele-spele. Masalah 22:21 perbedaan-perbedaan yang tidak menyentuh 22:22 sunah Rasul dalam artian sebenarnya. 22:24 Masalah qunut, masalah baca Yasin malam 22:27 Jumat, meletakkan tangan atau 22:29 menggerakkan jari. Saya bilang, "Ke mana 22:32 kita akan dibawa kalau umat Islam 22:33 seperti ini?" Mereka berdiam di hadapan 22:36 kezaliman, di hadapan korupsi. korupsi 22:38 di hadapan juga pergaulan bebas kemudian 22:41 LGBT yang sedang dikumandangkan 22:45 tapi kita sibuk alasannya kita berjihad 22:48 dalam bidang sunah saudara-saudara kita 22:50 digas dibanta dan dianiaya mereka 22:52 mengatakan tidak perlu kita berjuang 22:54 bersama mereka mari kita berjihad 22:56 menegakkan sunah sunah yang dimaksudkan 22:59 hal-hal yang sepele tadi akhirnya kita 23:02 bukan semakin pandai tapi semakin bodoh 23:04 bukan maju semakin apa dan Kita tahu 23:08 dari masa ke masa selalu hadirin 23:11 sekalian, kita ini hanya memilih 23:13 pemimpin yang telah disiapkan bukan 23:15 persiapan dari bawah. Pemimpin yang 23:17 sudah disiapkan begitu yang melakukan 23:20 penyimpanan dapat 23:24 pada saat K mengakan janji-janjian tentu 23:27 yang akan menjadi pemimpin seolah-olah 23:30 mereka tidak pernah mendapatkan. 23:33 Oleh karena itu kita berjuang untuk 23:35 menyempurnakan kemerdekaan bangsa kita 23:38 dan menanamkan rasa hormatan dalam hati. 23:43 Saudara kita jangan sebut PDR 23:47 orang sebulan masuk pegawai negeri 23:49 diberikan tring di PDU 23:53 di tidak boleh dijawab tidak boleh 23:55 melawan kalau begini caranya mereka 23:58 hanya jadi mudah bukan pejabat-pejabat 24:00 yang membela bangsa maupun negara J kita 24:03 ingin pendidikan yang menahankan 24:06 kehormatan harga diri dan kemuliaan 24:08 sepertinya kita 24:11 dari sekan ketika 24:13 bangsa Allah 24:15 ketika satu hari bangsa datang bangsa 24:20 masih 24:23 paraajari 24:25 poin-poin 24:27 untuk 24:29 salah seorang anak dari bangsa mengambil 24:31 tersebut 24:38 mereka tidak 24:40 pemberian seperti 24:43 oleh Tuhan kita 24:46 baik dalam berbuat dalam beriman semua 24:49 dengan cara oleh mulai dari itu kita 24:52 melakukan dan dengan yang baik karena 24:56 yang satu mudah-mudahan bisa kepada anak 24:59 keluarga kita dan hormati sesama kita 25:02 seperti yang diajarkan Rasul kita mendoh 25:10 sekalian 25:12 kita memperingati 25:15 melihat umekaan 25:18 dan mudah-mudahan silaturahmi 25:21 umat takwa kita 25:23 bersama-sama merah 25:28 dapat 25:29 Bapak Ustazah 25:31 yang kita membaca berita dengan Tuhan 25:34 Tuhan yang nanti insyaallah kita akan 25:37 dengarkan sambutan beliau 25:40 dan sebelumnya 25:42 di umat wahidah ini saingan silaturah 25:45 tapi merupakan 25:48 rencanaan ada 25:50 itulah 25:55 berulas 26:06 Waubu ilaik walu minkum. Wasalamualaikum 26:09 warahmatullahi wabarakatuh. 26:13 Jazakumullah. 26:20 1 2 3. Jazakumullahir Bapak atas 26:23 penjabarannya. 26:28 Jazakumullah khair Baba atas penjabaran 26:30 dan nasihatnya. Semoga bisa menjadi 26:31 wasilah dan hidayah untuk kita semua. 26:34 Ami Hamzah tafadol. 27:39 Asalamualaikum 27:41 warahmatullahi 27:42 wabarakatuh. Waalaikumsalam 27:45 warahmatullahi wabarakatuh. 27:49 Bismillahirrahmanirrahim. 27:52 Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama 27:55 kunna linahtadiya laula an hadanallah 27:59 wasalatu wassalamu ala sayyidina 28:01 Muhammad ibn abdillah wa ala alihi 28:04 wasohbihi 28:06 waman jahada fi sabilihi wawala. 28:12 Amma ba'du. 28:15 Para hadirin dan hadirat 28:20 jemaah Masjid Al-Mahdi, 28:23 jemaah pendengar 28:27 umatan wahidah maupun pendengar Rasil 28:30 yang dimuliakan Allah subhanahu wa 28:32 taala. Alhamdulillah wasyukrulillah 28:37 kita panjatkan puji syukur kita ke 28:39 hadirat Allah Subhanahu wa taala. 28:43 atas karunia-Nya dan rahmat-Nya yang 28:46 senantiasa tercurah kepada kita, 28:49 terutama sekali nikmatul iman wal Islam 28:53 dan juga nikmat taufik dan hidayah dari 28:57 Allah Subhanahu wa taala sehingga kita 29:00 masih dimudahkan untuk bisa berkumpul di 29:04 majelis yang mulia ini dalam rangka 29:07 memperingati 29:09 lahirnya junjungan kita Nabi Besar 29:11 Muhammad. sallallahu alaihi wa alihi 29:13 wasallam dan juga sekaligus ya karena 29:16 besok hari proklamasi kemerdekaan 29:21 negeri kita ini juga ya merupakan 29:24 peringatan 29:27 akan karunia Allah Subhanahu wa taala 29:29 yang Allah anugerahkan kepada bangsa 29:32 kita. Semoga kemerdekaan ini benar-benar 29:36 terwujud dalam bentuk yang sesungguhnya. 29:39 Seperti yang tadi diterangkan oleh guru 29:42 kita Ustaz Husein bin Hamid Adas. 29:45 Para hadirin dan hadirat sekalian, 29:52 Nabi Allah Musa Alaih Salam 29:56 pernah berdoa setelah melihat bagaimana 30:01 pembangkangan, 30:02 ngeyelnya 30:04 pengikutnya. Padahal pengikutnya ini 30:07 adalah pengikut-pengikut pilihan 30:10 ya. Waktara Musa sabina rajulan 30:14 limiqatihi. 30:16 Ya, ada 70 orang pilihan yang diajak 30:21 oleh Nabi Musa untuk mendengarkan 30:23 bagaimana Allah Subhanahu wa taala 30:28 berbicara kepada Nabi Allah Musa Alaih 30:30 Salam. 30:32 Tapi ternyata setelah mereka melihat 30:36 bagaimana 30:37 ini kemukjizatan yang begitu besar, 30:40 mereka tetap masih ngeyel. 30:43 Kemudian setelah itu 30:46 Allah Subhanahu wa taala 30:50 kirimkan suara yang keras 30:54 mereka kemudian semuanya mati 30:58 ya. 31:01 Akhirnya Nabi Nabi Musa berdoa kepada 31:04 Allah, 31:07 "Ya Allah, kalau kamu kehendaki 31:09 sebelumnya ini ya kamu niscaya kamu 31:12 binasakan semuanya." 31:14 Artinya dengan kemudian dengan kemud 31:17 permohonan Nabi Allah Musa Alaih Salam, 31:19 akhirnya pengikutnya ini memang pengikut 31:21 pilihan. 31:24 Mereka ngeyelnya kenapa? Mereka setelah 31:26 mendengarkan Allah berbicara kepada Nabi 31:29 Musa, mereka tetap minta yang lebih. 31:32 Arinallaha jahratan. 31:35 Perlihatkan Allah secara kasat mata. 31:38 Nah, ini ya yang membuat akhirnya mereka 31:41 diazab kemudian meninggal semua. Tapi 31:45 kemudian Allah Subhanahu wa taala 31:47 menghidupkan mereka kembali. 31:50 Artinya matinya ini seperti mati suri 31:52 seperti itu ya. Dan ini banyak terjadi 31:55 ya sampai sekarang pun ada kematian 31:58 seperti itu. 32:00 Nabi Allah Musa kemudian berdoa di 32:03 antara doanya 32:05 ini disebutkan dalam surah Ala'raf. 32:07 Waktub lana fi hadid dunya hasanah ya 32:11 A'raf 157 32:14 150 eh 657 nanti doanya di 156. 32:20 Waktublana fi hadid dunya hasanah wafil 32:24 akhirah. Inna hudna ilaik. 32:28 Ya Allah tulisklah, tetapkanlah untuk 32:31 kami kebaikan baik di dunia maupun di 32:35 akhirat. Inna hudna ilaik. Sesungguhnya 32:38 kami kembali kepada Engkau. Kami 32:41 bertobat kepada Engkau. 32:45 Kemudian 32:49 Allah Subhanahu wa taala berfirman, 32:51 "Qala adzabi 32:54 usibu bihi man asya 32:57 warahmati wasi'at kullai." 33:01 Allah Subhanahu wa taala kemudian 33:03 menyatakan bahwasanya azabku 33:07 akan aku timpakan kepada mereka-mereka 33:10 yang aku kehendaki. 33:13 Tapi warahmati 33:15 sedangkan rahmatku wasiat kulla saai 33:18 meliputi segala sesuatu. 33:22 Ini menunjukkan bagaimana besarnya 33:24 rahmat Allah Subhanahu wa taala. 33:28 Di antara rahmat Allah Subhanahu wa 33:30 taala yaitu diutusnya Nabi kita Muhammad 33:33 sallallahu alaihi wasallam. 33:35 Oleh karena itu, ini juga merupakan 33:39 rahmat yang sangat besar dan juga di 33:42 antara rahmat Allah yang besar adalah 33:44 diturunkannya Al-Qur'an 33:47 dan dipeliharanya Al-Qur'an sejak 33:50 diturunkan sampai saat ini. Kalau 33:53 mukjizat-mukjizat Nabi terdahulu 33:57 hanya bisa disaksikan oleh mereka-mereka 34:00 yang hidup pada zaman itu dan berada di 34:03 tempat tersebut. 34:05 Tapi mukjizat Nabi kita Muhammad 34:07 sallallahu alaihi wasallam 34:10 ini sampai bisa sampai saat ini ya bisa 34:14 kita saksikan dan ini terpelihara 34:20 tidak ada perubahan sedikitp ya artinya 34:24 kontennya tetap terpelihara 34:27 ya 34:29 sejak diturunkan sampai saat ini 34:33 firman Allah inna 34:37 Ini adalah rahmat Allah Subhanahu wa 34:39 taala kepada kita yang harusnya kita 34:42 benar-benar menghargai ini 34:46 dengan menjaganya, dengan mengamalkannya 34:50 sehingga kita akan mendapatkan kemuliaan 34:53 seperti apa yang didapati oleh para 34:56 sahabat Nabi yang tadi sudah diceritakan 34:59 sebagian oleh nabi ee oleh guru kita 35:03 Ustaz Husein bin Hamil. atas. Bagaimana 35:05 mereka terangkat 35:08 ya menjadi merdeka. Bukan hanya merdeka 35:12 fisiknya, bagaimana merdeka rohaninya, 35:14 bagaimana merdeka intelektualnya 35:17 sehingga yang dulunya mereka itu umat 35:21 yang tidak dikenal. Artinya umat 35:26 yang terkebelakang 35:28 atau sering disebut al-ummiyun 35:31 tapi kemudian menjadi berubah dengan 35:34 pendidikan dari Nabi di mana Nabi 35:37 mendidik mereka dengan Al-Qur'an mereka 35:40 menjadi khair ummatin ukhrijat linas. 35:46 Ini adalah rahmat Allah yang besar. 35:47 Rahmat Allah senantiasa 35:50 dilimpahkan kepada kita. 35:53 Ya, 35:57 rahmat ini merupakan bagian dari nikmat 35:59 Allah Subhanahu wa taala. Wasiat di 36:02 sini. Jadi, warahmati wasiat kullai. 36:05 Rahmatku meliputi segala sesuatu. 36:09 Bukan saja akhirnya karena meliputi 36:12 segala sesuatu bukan saja orang yang 36:14 beriman yang mendapatkan rahmat Allah. 36:17 Orang yang tidak beriman pun 36:20 itu mendapatkan rahmat Allah. 36:22 Seperti ya rahmat Allah tentunya waktu 36:25 di dunia ketika turun hujan. Hujan 36:29 enggak pilih-pilih turunnya enggak pada 36:31 kaum mukminin saja tapi orang yang tidak 36:32 beriman pun dapat hujan. Ya. Ketika 36:35 mereka berusaha dapatkan rezeki itu juga 36:38 mereka dapatkan seperti itu. Tapi Allah 36:41 tegaskan di sini fasaha 36:44 lilladina yattaquunazakata 36:48 walladina hum biayatina yukminun. 36:52 Tapi 36:53 aku tetapkan aktubuha di sini aku 36:56 tuliskan 36:58 kataba juga misalkan kutiba alaikumusam 37:02 aku wajibkan ya. Jadi seperti dalam 37:06 kalimat kutiba alaikumusam ya 37:08 ayyuhalladzina amanu wahai orang-orang 37:10 yang beriman kutiba alaikumusam artinya 37:13 diwajibkan 37:14 ditetapkan kepada kalian untuk berpuasa. 37:18 Jadi seolah-olah Allah mewajibkan 37:20 dirinya. Ini menunjukkan kalimat 37:23 kepastian 37:25 ya. Fasa aktubuha. Aku akan tetapkan 37:28 rahmatku itu lilladzina yattaquun. Bagi 37:33 mereka-mereka yang bertakwa. 37:35 Wauunazzakah 37:37 dan menunaikan zakat. Wahum biayatina 37:41 yukminun. Dan mereka yang beriman dengan 37:44 ayat-ayat Kami 37:46 ini untuk mereka artinya bukan rahmat 37:49 yang umum tapi rahmat yang khusus yang 37:51 Allah Subhanahu wa taala akan berikan 37:54 kepada mereka. 37:57 Setelah itu Allah jelaskan siapa itu 37:59 mereka. Alladzina yattaquun watunzakata 38:03 walladzina hum biayatina yminun. 38:07 Allah jelaskan di ayat berikutnya. 38:09 Alladzina yattabiunar rasul nabiyal 38:13 ummiya 38:15 alladzi yajidunahu maktubanahum f 38:17 taurati wal injil. 38:20 Yaitu mereka-mereka yang mengikuti 38:23 nabi 38:25 mengikuti rasul an naabiyil ummi. 38:29 Seorang nabi yang ummi. Ya. Jadi 38:33 mengikuti rasul maksudnya mengikuti 38:35 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 38:36 Kemudian disifati dengan annabiyil ummi. 38:39 Nabi yang ummi. 38:42 Apa arti nabi yang ummi? Bapak-bapak, 38:44 Ibu-ibu sekalian 38:46 biasanya dari dulu kita diajarkan nabi 38:50 al-ummi, nabi yang buta huruf. 38:55 Ya, 38:57 julukan buta huruf ini julukan 39:01 rendah. Orang buta huruf kan enggak tahu 39:04 apa-apa seperti itu ya. 39:10 Sebenarnya ul ummi ini memiliki makna 39:13 yang yang 39:15 agung. Kata Ummi di sini memiliki makna 39:19 yang mulia. 39:22 Memang di antara kata ummi di dalam 39:24 Al-Qur'an 39:26 ya, kata ini berulang memiliki konteks 39:30 ya yang berbeda-beda pemahamannya. 39:33 Di antaranya kalau ummi ada juga artinya 39:36 yang enggak bisa baca tulis memang 39:40 al ummi. 39:44 Dan Rasulullah sallallahu alaihi 39:46 wasallam pun memang sebelum diutus 39:49 menjadi rasul, 39:52 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 39:53 juga tidak bisa baca tulis. 39:57 Ini juga memang masuk di sana. 40:00 Itu sebelum diutus menjadi rasul. 40:05 Tapi ada makna umi ya 40:09 yang 40:11 lebih ee khusus dan lebih ee 40:17 mencari kepada Nabi kita Muhammad 40:20 sallallahu alaihi wasallam. Yaitu anak 40:22 ini menyisbatkan 40:24 kepada ibu. Umah itu anaknya ibu karena 40:29 ini dinyatkan kepada ibu ya. 40:32 Ini disebabkan biasanya ada ya kalau 40:35 orang 40:37 ee 40:39 orang Makkah di dalam 40:42 ya dakwah di dawiun artinya orang yang 40:45 dakwah karena dinisbatkan kepada Jawa ya 40:51 kata ini dinisbatkan kepada 40:53 yang artinya 40:55 ya mengandung arti bagaimana Rasulullah 40:57 sallallahu alaihi wasallam itu adalah 41:00 nabi 41:02 yang bersih, yang suci seperti seorang 41:06 yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. 41:10 Karena setiap orang yang lahir dari 41:12 rahim ibunya mereka terlahir dalam 41:15 keadaan suci. Seperti apa yang 41:18 diterangkan sendiri oleh Rasulullah 41:19 sallallahu alaihi wasallam dalam satu 41:20 hadisnya. 41:22 Maulin yuladu alal fit. Setiap orang 41:26 yang terlahir, 41:28 dia terlahir dalam keadaan suci. 41:32 Ya, karena setiap kita di alam arwah 41:36 ini perah janji semuanya di hadapan 41:39 Allah Subhanahu wa taala. 41:42 Berjanji bersaksi bahwasanya kita 41:46 mengakui Allah adalah Tuhan kita. Jadi 41:50 setiap manusia yang terlahir semuanya 41:53 mereka pernah bersaksi bahwa tidak ada 41:57 Tuhan Allah. Dan ini ketika 42:02 sehingga kata Nabi 42:09 maka kedua orang tuanyaalah yang 42:12 kemudian membuat 42:15 Yahudi, Nasrani atau 42:19 Jadi di sini Allah ingatkan bagaimana 42:22 besarnya perang kedua orang tua yang 42:27 mewarnai anak yang tadinya 42:30 yang asalnya beriman kepada Allah 42:32 Subhanahu wa taala kemudian ya dibidin 42:36 dengan pendidikan sesuai dengan orang 42:40 sehingga aku pun tidak 42:46 sebelumnya dalam keadaan jadi kita 42:49 menunjukkan bagaimana peran pendidikan 42:53 dimulai dari luar negara terutama dari 42:56 ayat 42:59 dari 43:01 karena ibu itu adalah merupakan 43:08 itu adalah merupakan 43:12 masyarakat 43:19 kalau kamu persiapkan ibu ini atau 43:22 persiapkan calon ibu ini dengan 43:25 persiapan yang baik dengan pendidikan 43:27 yang baik berarti kamu telah membiarkan 43:31 suatu bangsa yang taat kepada Allah. 43:35 Jadi begitu sentral begitu penting di 43:39 dalam pembinaan akhlak. 43:43 Oleh karena itu, ketika para ibu, para 43:47 wanita dan direkkan di masa jadiah 43:51 ketika datang terang 43:54 tadi bagaimana derajat kaum Islam di 43:59 sebelumnya 44:01 para wanita baik mereka sebagai orang 44:05 tua, sebagai ibu, sebagai saudara 44:09 ataupun sebagai anak semuanya mereka 44:12 istri sekarang bahkan tadi dikatakan 44:16 kepertan wanita memang seperti itu tapi 44:20 ketika datang Islam kita mengangkat 44:23 harta 44:26 bisa 44:27 bahkan di dalam Al-Qur'an kita ada surat 44:30 an surat anjal gak ada 44:34 di dalam Al-Qur'an juga diterangkan 44:36 bagaimana perang itu di dalam melahirkan 44:40 Nabi 44:41 Jawi 44:43 dan juga khair 44:46 ibunya menjaga anak ini agar kita tidak 44:48 dibunuh oleh para diam sungai disuruh 44:52 putrinya kakaknya dan untuk mengawali 44:57 ke mana ini alah 45:00 mengalirnya bicak 45:03 dalam perangnya itu 45:06 untuk mengimana 45:11 kita yang dahulu di zaman 45:14 dihilangin dilekan, 45:16 dihinakan. 45:19 Begitu juga ketika menyebutkan hukum 45:21 waris yang selalu disebutkan diterangkan 45:26 pembagiannya adalah bagian wanita dulu. 45:30 Karena dahulu ya kaum wanita tidak 45:33 mendapatkan waris. Baik dia sebagai ibu, 45:37 sebagai istri, maupun sebagai ee anak. 45:41 Gak dapat waris. Yang dapat cuman 45:43 orang-orang tua yang dewasa saja. Ya. 45:47 Jadi Islam datang memuliakan kaum 45:50 wanita. Dan ini Rasulullah tekankan 45:52 bagaimana peran pendidikan yang pertama 45:55 adalah di keluarga wabil khusus dari 45:59 ibu. Ya. Jadi kita bisa bayangkan kalau 46:03 bagaimana anak kita tidak dididik ya 46:06 oleh bapak ibunya ya dengan baik ya. 46:11 Ketika akhlaknya tidak baik ya itu ya 46:15 jangan salahkan orang lain seperti itu. 46:17 Oleh karena itu penting sekali 46:18 pendidikan 46:20 ya di dalam mewarnai tadi ya seorang 46:23 anak yang terlahir dalam keadaan suci. 46:26 Kembali kepada tadi nisbat annabiyil 46:29 ummi. Jadi nabi al ummi di sini 46:31 mengandung pengertian bagaimana 46:33 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 46:34 adalah sebagai nabi 46:37 yang suci, 46:39 yang bersih, 46:41 yang dalam keadaan beriman kepada Allah 46:43 subhanahu wa taala. Sejak dilahirkan 46:46 sampai beliau diutus menjadi nabi ini 46:49 kesuciannya tetap. 46:52 Ya, kalau orang kan banyak di antara 46:54 kita yang ketika lahir ya dia masih 46:57 kecil dia ee artinya suci. Tapi setelah 47:01 itu karena pendidikan yang enggak benar 47:04 dari lingkungannya, dari orang tuanya, 47:06 akhirnya menjadi menjadi ee ee melakukan 47:10 perbuatan-perbuatan kesalahan dan 47:13 sebagainya, melakukan 47:14 perbuatan-perbuatan dosa. Tapi kalau 47:17 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 47:18 wasallam ini suci, bersih, tidak 47:21 terkontaminasi oleh adat-adat jahiliah, 47:25 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 47:26 tidak pernah menyembah berhala, tidak 47:29 pernah berzina, tidak pernah minum 47:31 khamar, tidak pernah membunuh orang. 47:34 Jadi terpelihara terus kesucian ini dari 47:37 sejak lahirnya 47:40 ya. Dan juga tidak ter kontaminasi oleh 47:44 pendidikan ahlul kitab. 47:46 Ya, oleh karena itu ketika Rasulullah 47:48 mendapatkan wahyu dari Allah dengan 47:51 perintah, "Iqra bismi rabbikalladzi 47:54 khalaq." Nah, ini 47:57 Rasulullah yang bersih jiwanya, suci ya, 48:00 jasmani rohaninya. Allah Subhanahu wa 48:03 taala berikan Al-Qur'anul Karim kitab 48:06 suci dari Allah Subhanahu wa taala. Nah, 48:09 tadi pengertian umi juga 48:12 bisa diartikan tidak baca, tidak bisa 48:14 baca dan tulis. Ini ketika Rasulullah 48:17 memang dari awal sejak lahir sampai 48:21 dewasa dan sampai mendapatkan wahyu 48:23 memang enggak bisa baca dan tulis. Tapi 48:26 setelah mendapatkan wahyu dari Allah 48:29 dengan firman Allah iqra 48:32 bacalah. 48:34 Maka Rasulullah sallallahu alaihi 48:36 wasallam langsung bisa baca. Ya 48:40 Rasulullah bisa baca bisa tulis. 48:43 Ya Allah apa susahnya Allah mengajarkan 48:47 seseorang untuk bisa baca. Banyak di 48:50 antara kita orang yang pindah pandai 48:52 sesuatu padahal dia sebelumnya enggak 48:55 belajar. Yang sering ya kita sebut 48:58 dengan otodidak ya. Di dalam Al-Qur'an 49:03 pun diceritakan ada seorang hamba saleh 49:06 yang sering kita sebut Nabi Hidir. 49:08 Bagaimana Nabi Hidir memiliki ilmu yang 49:12 tidak dimiliki oleh Nabi Allah Musa 49:14 Alaih Salam? Karena Allah katakan, "Ya, 49:18 waamnahu 49:20 minadunna ilma." Kami yang mengajarkan 49:23 ilmu kepadanya dari sisi kami. Jadi, 49:25 Nabi Allah Hidir mendapatkan ilmu dari 49:28 Allah Subhanahu wa taala. ilmunya 49:30 bagaimana diajarkan oleh Allah. Ya 49:32 enggak perlu ngajarkan seperti pakai 49:34 papan tulis diajarkan dari awal alif ba 49:38 enggak langsung ketika Allah 49:40 menginginkan sesuatu innama amruhu idza 49:43 arada saian ayula lahu kun fayakun. 49:49 Ya seperti itulah. Jadi ya ketika kita 49:52 mendengar annabiyil ummi jangan 49:54 konotasinya oh nabi ini terus menjadi 49:57 buta huruf sampai akhir hayatnya. 49:59 Enggak. Ya, setelah mendapatkan firman 50:02 Allah, perintah, bacalah, iqra. Masa 50:05 Allah yang suruh Nabi supaya baca, Nabi 50:08 enggak bisa baca. Ini hal yang mustahil. 50:12 Nabi diutus kepada umat yang begitu maju 50:15 sampai sekarang. Kemajuan umat adalah 50:17 dengan bagaimana mereka bisa membaca, 50:21 menulis, maka nabinya tidak bisa 50:23 membaca. ini sering ya pemahaman ini 50:27 enggak diajarkan diartikan Nabi yang 50:31 buta huruf saja. Padahal ini tersirat 50:34 dari Al-Qur'an itu sendiri. Dalam surah 50:37 Al-Qiyamah, Allah Subhanahu wa taala 50:40 menerangkan bagaimana saat kondisi kalau 50:43 Rasulullah mendapatkan wahyu. 50:46 Rasulullah saking gairahnya mendapatkan 50:49 wahyu. Gembiranya kalau dapat wahyu itu 50:52 ini ibarat mendapatkan suatu anugerah 50:54 yang besar. Sehingga ketika malaikat 50:57 Jibril baru mau membacakan ayat Quran 51:00 langsung Rasulullah baca duluan. 51:04 Rasulullah baca. Kok bisa begitu? 51:07 maksudnya seperti apa? Ini tersirat ini 51:09 dalam al-Qiyamah ini ee tidak pemahaman 51:13 ini. Kalau tidak kita renungkan 51:15 Al-Qur'an, kita enggak memiliki gambaran 51:18 seperti itu. Al-Qur'an kalimatnya 51:21 simpel-simpel, singkat, tapi kalau kita 51:24 renungkan dengan hati yang bersih, Allah 51:25 Subhanahu wa taala akan memberikan 51:27 pemahaman kepada kita. 51:31 Allah katakan, "La tuhar bihi lisanaka." 51:35 Ketika Rasulullah pengin buru-buru baca 51:37 Al-Qur'an karena begitu gembiranya dapat 51:39 ayat Quran ini tentu diperlihatkan oleh 51:42 malaikat Jibril langsung dilarang oleh 51:45 Allah. La tuhar bihi lisanaka bih. 51:49 Jangan kamu gerakkan, buru-buru gerakkan 51:52 lidah kamu untuk buru-buru baca 51:54 Al-Qur'an. Jangan kamu gerakkan lidahmu 51:58 untuk buru-buru baca Al-Qur'an. Ini 52:00 menunjukkan Rasulullah sudah lihat 52:02 bacaannya. Dan Rasulullah berarti bisa 52:05 baca ya. Masa buru-buru buruk belum 52:09 dibacakan, belum diajarkan sudah sudah 52:11 Rasulullah mau baca. Ini menunjukkan 52:14 Rasulullah bisa baca dan Rasulullah bisa 52:16 melihat bentuk tulisannya 52:20 ya. Karena Rasulullah sallallahu alaihi 52:22 wasallam setiap kali turun ayat Quran 52:25 kemudian Rasulullah perintahkan kepada 52:26 para sahabat yang disebut kutabul wahyi. 52:29 Kalau kita baca ulumul Qur'an, ada 52:32 sahabat-sahabat yang Rasulullah tugaskan 52:35 sebagai penulis wahyu. Ketika turun ayat 52:37 ini, oh kan ayat alaq turun 1 sampai 5 52:40 saja ya. kelanjutannya diselingi oleh 52:45 surah-surah yang lain. Ketika ada ee 52:48 ayat ke-6 sampai ayat ke-19 turun, 52:51 Rasulullah bilang, "Oh, ini adalah 52:52 kelanjutan tulis gabung dengan surah 52:55 Al-Alaq ayat 1 sampai 5 seperti itu. 52:57 Karena Al-Qur'an turun secara ya ee 53:02 bertahap ya, enggak sekaligus kan 53:04 seperti itu." Nah, Rasulullah 53:06 perintahkan suruh tulis itu siapa yang 53:09 nulis? Ya Rasulullah bisa tulis kalau 53:10 Rasulullah mau tulis. Tapi menghindari 53:13 nanti orang bilang, "Oh, ini adalah 53:15 buatan Rasulullah." Rasulullah 53:16 perintahkan orang lain yang tulis. Tapi 53:19 yang ngawasin siapa? 53:21 Rasulullah. Bagaimana tahu itu tulisan 53:24 salah atau benar? Ya Rasulullah yang 53:26 ngawasin. Karena di dalam cara penulisan 53:29 ini memiliki kaidah tertentu. 53:33 Ya, seperti sering kita saya kasih 53:36 contoh seperti tulisan kitabun. Kalau 53:39 kita belajar bahasa Arab, tulis kitabun. 53:41 Kalau belajar imla ya kaf ta karena 53:45 tanya-nya dipanjangin pakaiin alif 53:48 kitabun 53:50 kan begitu. 53:52 Coba lihat di dalam Al-Qur'an. Dalikal 53:55 kitabu tulis tulisannya kaf ta terus ba 53:59 enggak pakai setelah ta enggak ada alif 54:02 ya seperti itu. Tapi bacanya kitabun. 54:06 Kenapa kok Kenapa enggak ditulis setelah 54:08 ta ada alif? Karena memang Allah 54:11 perintahkannya seperti itu. Karena Allah 54:14 karena Rasulullah lihat bentuk 54:15 tulisannya seperti itu. Rasulullah 54:17 perintahkan tulis seperti itu. 54:20 Ya. Begitu juga bismi. Kata bismi dalam 54:23 surah al-alaq nanti lihat ya. Surah 54:25 Al-Aq ayat 1 s ee itu 1 sampai 5. Bismi. 54:29 Tulisan bismi itu pakai ada ba terus 54:32 alif terus sin baru mim. Arti artinya 54:35 dengan nama. 54:37 Di dalam Al-Qur'an ada bismi yaitu 54:40 bismillah itu juga dengan nama Allah 54:43 kan. Bismi itu artinya dengan nama. Coba 54:46 tulisannya bagaimana? Apa setelah ba ada 54:48 alif dulu? Tidak ada. Ba langsung sin 54:52 langsung mim. 54:54 Kenapa seperti itu? Ya memang tulisannya 54:56 seperti itu yang diperlihatkan oleh 54:58 malaikat Jibril kepada Nabi seperti itu. 55:00 Sehingga Nabi perintahkan kepada para 55:03 julutis wahyu ini ditulis seperti itu. 55:07 Dulu enggak ada enggak ada belum ada 55:09 titik ada belum ada baris ya. Tapi 55:12 lekukan-lekukannya sama seperti itu ya. 55:15 Baris panjang kita pun kan sekarang 55:17 setelah tais apa? Alif seperti alif 55:21 begitu di atas dulu gak ada ya. titik 55:24 saja belum ada ya, tapi tulisannya 55:27 seperti itu. Orang Arab biasa baca 55:29 seperti itu walaupun enggak ada baris, 55:30 enggak ada titik karena ini bahasa 55:32 mereka bisa ya. 55:35 Nah, inilah makna dari apa yang Allah 55:38 Subhanahu wa taala ingatkan dalam surah 55:40 Alqiyami ini. La tuhar bihi lisanaka. 55:44 Jangan kamu gerakkan lisan kamu untuk 55:47 buru-buru baca Al-Qur'an. 55:50 Inna ala jamahu wa quran. Sesungguhnya 55:54 tugas kamilah yang akan mengumpulkannya 55:58 ya dan membacakannya. 56:01 Jadi mengumpulkan dalam bentuk tulisan 56:03 kan berserakan. Arti berserahkan di sini 56:05 maksudnya turun ee tidak berurutan dari 56:09 Al-Fatihah ya, Albaqarah, Al-Imbran, dan 56:12 seterusnya. Enggak seperti itu kan 56:14 sampai Annas. Tapi ayat demi ayat yang 56:17 berbeda-beda ya kemudian dikumpulkannya 56:19 siapa? Bukan dikumpulkan oleh para 56:21 sahabat. Sehingga kita sering dengar 56:23 kan, oh sahabat ngumpulin dari apa? Dari 56:26 tulang-tulang. Enggak kat karena mereka 56:29 nulisnya itu Al-Qur'an sana di 56:30 tulang-tulang itu masing-masing di 56:33 tulang, di pelepah kurma, di kulit itu 56:36 masing-masing inisiatif sahabat sendiri. 56:39 Adapun orang yang spesialis menulis 56:42 karena wahyu itu disebutkan khutbabul 56:45 wahyu. Mereka nulisnya dalam kertas 56:47 seperti itu. Ya, kalau itu apa inisiatif 56:51 para sahabat nulis ya ketika dengar ayat 56:54 Quran pengin buru-buru supaya jangan 56:55 hilang ya tulis kayak kita misalnya 56:58 kalau ada ceramah Ustaz Husin oh kita 57:00 ada ada polpen nih di situ enggak ada no 57:03 ada bungkus misalnya bekas makanan kita 57:06 tulis seperti itu. Begitu juga para 57:08 sahabat saking gairahnya mendapatkan 57:10 ayat Quran seperti itu. Nah, tapi 57:13 Al-Qur'an yang dikumpulkan oleh Rasul 57:16 melalui para sahabat, para penulis wahyu 57:18 ini adalah atas perintah Allah. Ini in 57:21 atas jaminan Allah. Inna alaina jamahu. 57:24 Sesungguhnya kami yang akan 57:26 mengumpulkan. Pakai alaina, pakai domir 57:28 nahnu di sini kami karena Allah mengikut 57:32 sertakan peran Nabi, peran para sahabat, 57:35 peran ee malaikat Jibril. Jadi bukan 57:39 alena suungguhnya kami ke Allah itu 57:41 banyak enggak ya? Biar mengerti ini. 57:44 Maaf ini walaupun peringatan Maulid saya 57:47 kalau berceramah kurang pintar ya. 57:49 Enggak bisa. Kalau saya biasanya ngajar, 57:52 jadi anggap aja is sedang taklim ya 57:56 seperti itu. Jadi seperti itu. 57:59 Jadi Allah yang kumpulkan sehingga 58:01 kemudian ya terkumpullah ayat-ayat 58:05 Al-Qur'an ini oleh para sahabat dan cara 58:07 penulisannya pun tadi ya diawasi oleh 58:11 Nabi karena inna alaina jamahu. Kamilah 58:14 yang mengumpulkannya dalam bentuk 58:16 tulisan wa quranah dan juga 58:18 membacakannya. 58:20 Jadi cara bacanya juga diajarkan oleh 58:23 Allah. 58:25 Padahal tulisannya seperti contoh 58:28 Maliki yaumiddin min langkah bangun kan 58:32 gitu. Dulu belum ada basis ingat 58:36 bacanya bisa kalau orang mau baca Maliki 58:40 yaumiddin enggak panjang. Arti Malik 58:43 sebagai raja di hari kemudian atau bisa 58:47 bilang Maliki yaumiddin yang memiliki 58:51 hari pembalasan itu juga benar. Atau 58:54 kalau pakai fi'il madhi malaka yaumaddin 58:57 begitu bacanya. Malaka artinya yang 59:00 memiliki itu juga bisa diartikan seperti 59:03 eh bisa dibaca seperti itu. Tapi tidak 59:07 diajarkan cara bacanya. Oh, ini bacanya 59:09 mesti Maliki yaumiddin. 59:12 Ada dua bacaan memang ada Maliki 59:14 yaumiddin atau Maliki yaumiddin. Kalau 59:17 malaka yaumiddin gak ya seperti itu. 59:20 Nah, ini artinya sampai cara bacanya pun 59:24 diajarkan. Makanya Rasulullah dilarang 59:26 la tuhar bihi lisanaka lalabih. Jangan 59:30 kamu gerakkan lidah kamu untuk buru-buru 59:33 baca Al-Qur'an karena kamilah yang akan 59:35 mengumpulkannya dan membacakannya. 59:38 Faidza qahu fattabi qurana. Kalau kami 59:42 sudah bacakan ikuti bacaannya. 59:45 Nah, ini penting. Jadi ketika kita baca 59:47 Al-Qur'an itu talaqi dengerin ya guru 59:51 baca seperti apa bacaannya. Jadi faidza 59:54 qaranahu fattabi qurana. Ikuti cara 59:57 bacanya ya. Tumma inna alaina bayah. 1:00:02 Kemudian tugas kami juga yang 1:00:05 menjelaskan Al-Qur'an. Ini menunjukkan 1:00:08 mukjizat lain dari Al-Qur'an. Bahwasanya 1:00:10 Al-Qur'an itu dijelaskan oleh Allah 1:00:12 Subhanahu wa taala ayat demi ayat saling 1:00:15 menjelaskan satu dengan yang lainnya. 1:00:17 Ya. Yang terakhir. Tapi sayang ini 1:00:21 adalah rahmat Allah annabi ummi ini nabi 1:00:24 yang 1:00:25 ummi yang memiliki karakter yang bersih, 1:00:29 yang tidak teraminasi. 1:00:31 adat-adat jahiliah ya tidak 1:00:34 terkontamisinasi 1:00:35 dengan perbuatan-perbuatan maksiat ini 1:00:39 ya kita tidak mengikutinya. Dan apa yang 1:00:43 dibawa oleh Nabi kita Muhammad 1:00:44 sallallahu alaihi wasallam. Kitab suci 1:00:46 ini. Al-Qur'an banyak dari kita ya tidak 1:00:50 mau membacanya bahkan tidak mau 1:00:53 merenunginya apalagi ya membacanya aja 1:00:56 kadang-kadang malas seperti itu. 1:01:00 Ada juga yang hanya cukup membaca dan 1:01:02 menghafalkannya tapi tidak mau 1:01:04 mengartikannya, tidak mau memahaminya 1:01:07 seperti itu. Tidak mau mengamalkan dan 1:01:09 mengambil Al-Qur'an sebagai pedoman. 1:01:11 Sehingga kita bisa lihat, saksikan 1:01:13 bagaimana umat muslimin sekarang 1:01:15 terpecah belah. Karena referensinya 1:01:18 beda-beda. Referensinya kata kitab si 1:01:22 fulan, kitab fulan, kitab fulan, kata 1:01:24 guru si fulan. Kenapa enggak 1:01:26 dikembalikan kepada Al-Qur'an? 1:01:28 Kalau dikembalikan kepada Al-Qur'an kita 1:01:30 akan bersatu. Ini ya yang sekarang kita 1:01:35 banyak abaikan. Ini sebenarnya sudah 1:01:37 disebutkan juga di dalam Al-Qur'an. 1:01:39 Rasulullah nanti ngadu waqasulu in 1:01:46 Rasul mengatakan, "Wahai Tuhan, 1:01:49 sesungguhnya kaum untuk menjadikan 1:01:50 Al-Qur'an ini sesuatu yang 1:01:52 ditinggalkan." Ini Al-Qur'an sesuatu 1:01:55 yang begitu berharga, lebih berharga 1:01:58 dari segala harta di dunia ini. Tapi 1:02:01 ditinggalkan akhirnya beginilah umat 1:02:03 Islam. Ini modal dasar umat Islam 1:02:05 sebenarnya. Modal dasar bangsa Indonesia 1:02:08 yang mayoritas muslim kalau mengamalkan 1:02:10 ini, wah makmur semuanya. Tapi ini 1:02:13 ditinggalkan, hidupnya sejahtera 1:02:15 semuanya. Tapi ini ditinggalkan 1:02:18 Al-Qur'an. Ya. Ee mungkin ini saja yang 1:02:23 dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan 1:02:27 dengan peringatan Maulid ini kita ya 1:02:31 bertambah cinta kita kepada Nabi, cinta 1:02:33 kita kepada Al-Qur'an yang dibawa oleh 1:02:35 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 1:02:36 wasallam dan kita berusaha terus untuk 1:02:40 membacanya, mentadaburinya dan 1:02:43 mengamalkan apa-apa yang di dalam 1:02:45 Al-Qur'an dan menjadikan Al-Qur'an 1:02:46 selalu imam kita, selalu menjadi ee 1:02:50 tolak ukur kebenaran yang harus kita 1:02:53 merujuk kepadanya. Ini saja yang dapat 1:02:55 saya sampaikan lebih kurang saya mohon 1:02:57 maaf. Billahi taufik wal hidayah. 1:02:58 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:00 wabarakatuh. 1:03:07 Makasih. Terima kasih banyak ee kepada 1:03:09 Ustaz Hamzah bin Atos Salatos atas 1:03:11 tausiahnya yang ilmu dan hikmah. Semoga 1:03:14 Allah selalu menjaga beliau dan membalas 1:03:16 dengan kebaikan yang berikan. 1:03:19 Kami juga mohon kepada Ustaz Agus Abu 1:03:22 Bakar untuk berkenan menyampaikan walau 1:03:24 sedikit nasihat karena setiap kalimat 1:03:26 yang lahir dari hati yang ikhlas 1:03:27 insyaallah membawa manfaat dan 1:03:29 keberkahan. 1:03:55 Bismillahirrahmanirrahim. 1:03:58 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:59 wabarakatuh. 1:04:02 Alhamdulillah. 1:04:05 Alhamdulillahi nahmaduhu waastainuhu 1:04:07 wastagfiruhu wa naud nauzubillahi min 1:04:09 syururi anfusina wamin sayiati a'alina. 1:04:12 May yahdihillah fala mudillalah wam 1:04:14 yudlil fala hadiyalah. Ashadu alla 1:04:17 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 1:04:20 ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh 1:04:22 la nabiya ba'da. 1:04:24 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 1:04:26 sayyidina wa maulana wa habibina 1:04:29 Muhammad 1:04:31 wa ala alihi thayibin thahirin wa 1:04:33 ashabihil mayamin. 1:04:36 Para hadirin yang dimuliakan Allah, para 1:04:38 asatiz, para habaib, 1:04:41 ibu-ibu yang dimuliakan Allah. 1:04:43 Pertama-tama sekali lagi kita panjatkan 1:04:45 puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu 1:04:47 wa taala atas segala limpahan nikmatnya 1:04:50 dan juga tidak lupa kita panjatkan 1:04:52 selawat dan salam kepada junjungan kita 1:04:55 Nabi Besar Muhammad 1:04:57 dan juga atas keluarganya serta 1:05:01 para sahabatnya yang setia dan sekalian 1:05:03 para pengikutnya yang mengikutinya 1:05:05 dengan ihsan. 1:05:07 Pada kesempatan yang ringkas singkat ini 1:05:09 saya ingin menyampaikan pertama 1:05:13 bahwa tugas nabi diutus adalah 1:05:17 liyukhrijahum minzulumat ilan nur. 1:05:20 Mengeluarkan manusia 1:05:23 dari kegelapan menuju kepada cahaya. 1:05:27 Kegelapan di sini luas sekali maknanya. 1:05:30 Bisa kebodohan, kemiskinan, kezaliman, 1:05:35 ketidakadilan. 1:05:37 menuju kepada cahaya ilmu, cahaya 1:05:39 pengetahuan, 1:05:41 cahaya 1:05:42 kesejahteraan, keterbebasan daripada 1:05:46 ketidakadilan. 1:05:49 Bahwa Nabi 1:05:51 terutama diutus untuk membebaskan 1:05:53 potensi-potensi yang ada pada manusia 1:05:56 yang terhalang tumbuh karena 1:05:59 ketertindasan manusia itu oleh hawa 1:06:01 nafsunya, oleh lingkungannya. 1:06:05 Dan ini semua menghalangi manusia untuk 1:06:07 menjadi sempurna. Maka Nabi datang untuk 1:06:11 membebaskan kita dari semua belenggu itu 1:06:14 menuju kepada cahaya tadi. Dan itu semua 1:06:17 tentu saja ee tersimpulkan dalam satu 1:06:21 kalimat yang kita selalu baca yang 1:06:23 menjadi esensi daripada agama itu, yaitu 1:06:26 kalimat tauhid lailaha 1:06:29 illallah. bahwa tidak ada Tuhan, tidak 1:06:32 ada yang kita sembah, tidak ada yang 1:06:34 kita cintai, tidak ada yang paling kita 1:06:36 utamakan, tidak ada yang 1:06:38 kita taati kecuali Allah Subhanahu wa 1:06:41 taala. 1:06:43 Di sini ketaatan yang dimaksudkan di 1:06:45 sini tentu saja sangat luas ya, yang 1:06:47 membebaskan kita dari semua selain Allah 1:06:50 Subhanahu wa taala. Makanya kita disebut 1:06:52 muslim. Muslim artinya orang yang 1:06:54 betul-betul pasrah hanya berserah diri 1:06:56 kepada Allah saja. Itu kata muslim. 1:07:00 Saya ingin ee mengingatkan kita ayat 1:07:03 yang selalu dibaca dalam setiap khotbah 1:07:05 Jumat bahwa 1:07:08 innallahamuru billi wal ihsan wailbahaya 1:07:13 wal munkar wal. 1:07:15 Ini adalah prinsip daripada ajaran Islam 1:07:17 bahwa Allah menyuruh kalian untuk 1:07:20 menegakkan keadilan 1:07:22 dan melakukan ihsan dan 1:07:26 waaiil qurba memberi kepada orang-orang 1:07:29 yang terdekat berdasarkan prioritas. 1:07:32 Inallah bilsan 1:07:36 fah munkar dan mencegah kalian dari 1:07:38 perbuatan keji dan mungkar. 1:07:41 Nah, para hadirin yang dimuliakan Allah 1:07:43 Subhanahu wa taala, saya ingin ee 1:07:47 mengkaji sedikit ada satu ayat yang kita 1:07:50 juga mungkin sering baca, surah 1:07:53 Ali Imran 1:07:57 ini ketika Nabi diperintahkan berdialog 1:07:59 dengan pemuka agama lain dalam hal ini 1:08:02 adalah ahlul kitab. 1:08:04 Allah berfirman 1:08:16 alla 1:08:18 nabuda Allah 1:08:21 whian 1:08:23 wabanillah 1:08:30 asadu 1:08:32 muslimun Istilah 1:08:37 menarik di sini namanya kalimatun sawa. 1:08:39 Kalimat yang kita sepakati 1:08:43 di dalam ayat ini bahwa para nabi diutus 1:08:48 Allah untuk 1:08:50 membangun kesepakatan dengan manusia. 1:08:53 Kesepakatan yang paling pertama dan 1:08:55 utama adalah 1:08:57 bahwa 1:09:00 alla na'budu illa Allah. kita tidak 1:09:03 menghamba 1:09:05 kecuali kepada Allah. 1:09:08 Ya, ini prinsip tauhid lagi bahwa ini 1:09:10 seruan. 1:09:12 Tetapi bukan hanya sekedar 1:09:16 penghambaan dalam arti ketaatan saja, 1:09:18 tapi di sini juga pengertiannya luas 1:09:21 menyangkut kehidupan sosial politik 1:09:24 kita. 1:09:25 bahwa kita 1:09:27 tidak menjadikan ba'duna ba'dan ini 1:09:31 sebagai arbab, sebagai majikan, sebagai 1:09:34 tuan, sebagai penguasa yang mutlak ya 1:09:38 arbaban min dunillah selain Allah 1:09:40 subhanahu wa taala. 1:09:44 Ini prinsip dasar sosial yang penting 1:09:46 sekali bahwa 1:09:48 jangan sampai kita membangun suatu 1:09:51 sistem sosial yang sifatnya tidak adil 1:09:54 yang mengklasifikasi masyarakat. 1:09:58 Yang disebut musyrik itu masyarakat 1:10:00 terdiri daripada kelas-kelas sosial. Ya, 1:10:04 kelas sosial ini menyangkut keturunan, 1:10:08 kekayaan, jabatan politik. 1:10:13 Penolakan utama daripada 1:10:17 kafir Quraisy kepada Nabi 1:10:20 bukan sekedar tauhid dalam pengertian 1:10:23 mengesakan Allah. Tidak ada Tuhan selain 1:10:25 Allah dalam arti spiritual semata. Atau 1:10:28 kalau mereka ditanya siapa pencipta 1:10:30 langit dan bumi? Mereka akan mengatakan 1:10:32 Allah. 1:10:34 Mereka mengakui sebagai pencipta langit 1:10:37 dan bumi. Tapi yang mereka persoalkan 1:10:39 adalah 1:10:41 konsekuensi daripada kalimat tauhid ini 1:10:43 di dalam kehidupan sosial. 1:10:46 Apa konsekuensi kita tidak membedakan 1:10:49 antara satu manusia dengan manusia lain? 1:10:52 Maka pemuka-pemuka Quraisy itu datang 1:10:54 kepada Nabi, "Ya Rabb Muhammad, apa kamu 1:10:56 datang mengajarkan kami ini 1:10:58 untuk mempersamakan kami antara kami 1:11:01 dengan budak-budak kami? 1:11:04 Jadi mereka sudah terbiasa dengan suatu 1:11:06 sistem sosial yang ee zalim di mana 1:11:10 manusia terbagi-bagi dalam kelas 1:11:14 dan itu kemudian dianggap sebagai suatu 1:11:17 pola yang sudah wajar dan seharusnya 1:11:19 seperti itu. Nah, mereka tidak bisa 1:11:21 menerima ini. Kalau ditanya tauhid, 1:11:23 mereka mengakui tauhid sebagai Allah 1:11:24 pencipta. Tetapi ketika bicara tauhid 1:11:28 dalam konteks kesamaan di hadapan hukum, 1:11:31 kesamaan derajat manusia, mereka tidak 1:11:34 terima. Dan Rasulullah memberikan satu 1:11:36 contoh yang luar biasa kepada kita. 1:11:39 Bagaimana Rasulullah sendiri 1:11:41 tidak pernah membedakan dirinya dengan 1:11:43 orang lain. 1:11:46 Ketika sahabat bersama-sama membangun 1:11:48 Masjid Nabawi 1:11:51 itu sahabat ada yang bekerja membawa 1:11:55 pengguna kayu, ada yang bekerja membawa 1:11:57 tanah batu. 1:11:59 Rasulullah juga ikut kerja. Rasulullah 1:12:01 membawa batu juga ikut kerja mengangkat 1:12:05 barang. 1:12:06 Sahabat bertanya 1:12:09 menahan Rasulullah, meminta Rasulullah 1:12:10 diam saja. Ya Rasulullah, biar kami saja 1:12:12 yang kerja. Cukuplah engkau 1:12:15 ee mengawasi kami. Nabi bilang, "Apa 1:12:18 jawabnya?" Allah paling tidak suka 1:12:21 dengan orang yang membedakan dirinya 1:12:23 dengan orang lain. 1:12:26 Ini masalah yang terbesar adalah di 1:12:29 dalam kehidupan kita ini. Kita 1:12:31 membeda-bedakan diri kita. membedakan 1:12:33 diri kita dan memisah-misahkan 1:12:35 perlakuan kita antara satu orang dengan 1:12:37 orang lain. Misalnya Nabi mengatakan 1:12:40 dalam suatu riwayat yang mungkin jarang 1:12:42 dikutip bahwa barang siapa menghormati 1:12:45 seseorang karena ag karena kekayaannya, 1:12:48 karena dunianya, karena jabatan 1:12:50 materialnya, 1:12:52 maka hilang 2/3 agamanya. 1:12:56 bahwa bahkan kita dilarang misalnya 1:12:59 menghadiri suatu pernikahan atau pesta 1:13:01 di mana orang miskin tidak diundang atau 1:13:04 orang miskin dipisahkan tempatnya. 1:13:08 Nah, bayangkan 1:13:10 kita seringki melihat hal itu dalam 1:13:13 kehidupan kita. Bagaimana manusia itu 1:13:15 dibedakan. Padahal kita lihat di masjid 1:13:18 tempat kita beribadah, kita tidak 1:13:20 membedakan manusia. 1:13:22 Siapa saja yang datang pertama kali ke 1:13:23 tempat ini, dia berhak menempati posisi 1:13:26 terdepan. 1:13:28 Tetapi tetapi kita melihat dalam 1:13:30 kehidupan sosial kita 1:13:34 apa ciri kemusyrikan ini menjadi gejala 1:13:37 yang umum dan tanpa kita sadari kita 1:13:40 semua masuk dalam lingkaran itu dan 1:13:43 menjadi suatu kebiasaan yang tidak kita 1:13:45 anggap sebagai suatu penyimpangan. 1:13:49 Sehingga tadi saya katakan bahwa Nabi 1:13:51 mengingatkan kita untuk tidak menghadiri 1:13:53 majelis atau pesta di mana orang miskin 1:13:57 tidak diundang atau dipisahkan 1:13:59 tempatnya. 1:14:00 Nah, ini satu hal yang ee patut untuk 1:14:04 menjadi 1:14:06 perhatian kita bahwa Islam ini 1:14:08 menganggap manusia ini sama. Kata Nabi, 1:14:11 "Tidak ada perbedaan antara Arab dengan 1:14:13 ajam. Tidak ada. Kalian ini seperti ee 1:14:16 sisir tuh semua sama dia punya sama 1:14:19 tidak ada perbedaannya di sisi Allah. 1:14:20 Dan inna akramakum indallahi atqakum. 1:14:25 Nah, kita melihat masyarakat sekarang. 1:14:28 Nah, ini salah satu tanda ya menarik ya. 1:14:30 Ayat tadi ini ayat yang saya baca surat 1:14:32 Al Imran ini itu dikaji secara khusus 1:14:35 oleh seorang ulama besar namanya Sayid 1:14:38 Kutub dalam kitabnya Fi Zilalil Qur'an 1:14:42 di mana dia membahas bahwa tema ini 1:14:46 dalam ayat ini adalah suatu tema yang 1:14:48 sangat ee penting untuk kita pahami 1:14:51 sebagai dasar daripada kehidupan sosial 1:14:53 kita. 1:14:55 Beliau menyebut bahwa 1:15:00 kita ini misalnya dalam Sayid Kutub 1:15:02 mengatakan saya ingin menyebut inti 1:15:04 kalimatun sawa tidak menyembah kecuali 1:15:07 Allah. Artinya manusia hanya tunduk 1:15:09 kepada otoritas ilahi, bukan kepada 1:15:11 sesama manusia. 1:15:14 Tidak mempersekutukannya dengan apapun. 1:15:17 Kemudian tidak menjadikan sebagian 1:15:19 manusia menjadi majikan bagi sebagian 1:15:21 yang lain. 1:15:25 Tidak boleh manusia menjadi penguasa 1:15:28 mutlak atas manusia yang lain. Tidak 1:15:30 boleh ada manusia menjadi penguasa 1:15:32 mutlak atas manusia lain. 1:15:35 Kemudian kemerdekaan dari segi 1:15:38 masalah sistem hukum. Nah, 1:15:42 tidak menyembah, 1:15:45 tidak menjadikan apa ee manusia ini 1:15:48 sebagai takut. Penguasa zalim 1:15:50 menundukkan manusia melalui kekuasaan 1:15:52 mutlak yang dilapanggakan melalui hukum. 1:15:55 Misalnya 1:15:56 hukum, sistem hukum, sistem pajak. 1:16:00 Nah, kita lihat ada tagut politik. takut 1:16:03 politik ini manusia ditundukkan 1:16:05 berdasarkan sistem kekuasaan yang diatur 1:16:07 sedemikian rupa sehingga hanya kelompok 1:16:09 tertentu yang bisa menang. 1:16:13 Nah, itu bisa terjadi di mana-mana 1:16:15 sekarang. Sekarang sistem politik kita 1:16:17 itu hanya menguntungkan memberikan 1:16:19 peluang kepada kelompok yang memiliki 1:16:22 ekonomi yang kuat untuk menang. 1:16:26 Dan ini adalah satu sistem takut politik 1:16:30 di mana 1:16:33 yang duduk sebagai wakil kita di DPR itu 1:16:36 bukan suara terbanyak. Tapi 1:16:41 kalau di negara maju, apakah itu di 1:16:44 negara barat yang duduk di DPR itu orang 1:16:46 yang memiliki ee suara 50% plus 1. Kalau 1:16:51 di Indonesia 1:16:53 dia bisa saja terpilih dengan suara 1:16:55 hanya 20% bahkan 10%. 1:16:59 sehingga dia tidak mewakili daerah itu 1:17:01 secara ee apalagi hakiki. Tidak ada 1:17:06 tidak ada keterwakilan karena dia menang 1:17:09 karena partai. Partai jadi partainya 1:17:12 punya suara 100 sedangkan dia punya 1:17:15 suara 10 dia terpilih karena partainya 1:17:18 bukan karena rakyat. Akibatnya apa? Dia 1:17:21 bukan wakil daripada rakyat. Dia tidak 1:17:24 mewakili kepentingan kita, tapi dia 1:17:26 mewakili kepentingan partai. 1:17:30 Ini tagut dalam politik. 1:17:33 Tapi saya pernah di politik, saya pernah 1:17:36 meminta supaya kita kembali ke sistem 1:17:39 satu orang dipilih berdasarkan sistem 1:17:42 distrik dengan suara 50% plus 1. Enggak 1:17:44 ada yang mau, 1:17:47 enggak ada yang setuju. 1:17:49 Kenapa? Karena pasti mereka tidak akan 1:17:51 terpilih kalau seperti itu. 1:17:54 Ini tagut politik. Kita lihat ini 1:17:57 terjadi dan ini adalah ketidakadilan. 1:17:59 Sumber masalah kita semua adalah 1:18:02 ketidakadilan dalam sistem politik kita. 1:18:05 Ini ini juga satu hal yang harus kita 1:18:07 jaga. Karena itu dalam Islam salah satu 1:18:09 prinsip yang paling penting dalam 1:18:11 kehidupan sosial kita itu adalah 1:18:12 musyawarah. 1:18:15 Nah, musyawarah ini oleh orang-orang 1:18:16 yang memiliki autority, yang memiliki 1:18:19 kemampuan. 1:18:21 Sekarang saya punya pengalaman seorang 1:18:24 teman 1:18:26 duduk sebagai tukang ketik di kantor 1:18:29 kita kemudian terpilih jadi anggota DPR. 1:18:33 Karena apa? Karena dia di urutan kedua 1:18:37 yang di atasnya meninggal 1:18:39 ya. dia yang di atasnya meninggal dia 1:18:42 yang suaranya hanya sekitar 2% 5% enggak 1:18:45 sampai 5% 2% terpilih jadi wakil kita di 1:18:49 sana dengan pendidikan rendah tukang 1:18:51 ketik yang di sekolah di di kantor itu 1:18:55 dia perempuan kebetulan itu selalu 1:18:57 dibully 1:18:59 ya tiba-tiba berubah pola hidupnya dari 1:19:01 enggak punya apa-apa jadi punya Alfar ya 1:19:06 itu banyak terjadi seperti itu. orang 1:19:08 yang tidak punya latar belakang yang ee 1:19:11 patut tiba-tiba duduk di dalam kekuasaan 1:19:14 karena sistem yang tidak adil. Kalau di 1:19:17 negara-negara seperti kita lihat di Iran 1:19:20 misalnya, kalau orang itu misalnya duduk 1:19:22 sebagai anggota DPR, dia harus mewakili 1:19:25 50% suara terbanyak dari suatu daerah. 1:19:29 Kemudian baru dia naik. Kalau dia 1:19:31 meninggal pemilihan ulang. 1:19:34 Tidak otomatis orang yang kedua atau 1:19:36 yang ketiga. Tidak. pemilihan ulang lagi 1:19:38 di tempat itu. Itu juga terjadi di 1:19:39 negara-negara Eropa, di Amerika dan 1:19:41 lain-lain. Nah, kalau kita tidak bisa 1:19:44 saja orang yang tidak ada nilainya sama 1:19:46 sekali, tidak ada 1:19:48 naik di atas dan tiba-tiba menjadi wakil 1:19:51 kita di sana membuat hukum buat kita. 1:19:53 Bayangkan dia menjadi legislator 1:19:56 menentukan hukum buat kita. 1:19:59 Apa akibatnya? Ya lihat sistem hukum 1:20:01 kita jadi carut-marut. 1:20:03 Jadi kita lihat ini satu takut politik 1:20:06 dan sistem politik yang rusak dan Nabi 1:20:10 mengatur ini. Kedua, takut di bidang 1:20:12 ekonomi. 1:20:15 Sekarang posisi kita negeri paling 1:20:17 miskin di dunia sekarang. Nomor dua di 1:20:19 bawah Zimbabwe. 1:20:24 Jumlah penduduk miskin kita itu menurut 1:20:26 World Bank 70% 200 juta orang. 1:20:33 Kemudian kekayaan kita hanya lima orang 1:20:35 memiliki 50% daripada jumlah seluruh 1:20:39 penduduk kita. 1:20:41 Apa yang terjadi? Sistem kapitalisme 1:20:43 menguasai kita. Ini yang terjadi. 1:20:46 Ekonomi dikuasai oleh segelintir orang 1:20:48 yang punya modal. 1:20:50 Masih mendingan kalau orang itu punya 1:20:51 nasionalisme. 1:20:53 Kebanyakan mereka bawa lari uang ke luar 1:20:55 negeri. Kita punya uang di luar negeri 1:20:57 puluhan ribu triliun. Kemudian kita 1:21:00 mengemis-ngemis minjam duit ke 1:21:02 negara-negara lain, ke IMF, ke World 1:21:04 Bank dan lain-lain. Apa yang terjadi? 1:21:07 Ya, 1:21:09 saya kemarin tapi orangnya bilang, 1:21:12 "Ustaz, jangan diomongin." Saya bilang, 1:21:14 "Enggak apa-apa, ini kepentingan 1:21:15 nasional." 1:21:17 Word Bank itu enggak percaya sama kita 1:21:19 ya, karena mereka juga punya 1:21:20 kepentingan. Saya juga enggak percaya 1:21:22 sama Worldbank. Saya juga enggak percaya 1:21:23 sama mereka 1:21:25 karena mereka adalah pengejawan tahan 1:21:27 dari sistem kapitalisme yang ada. Mereka 1:21:30 hanya bantu kita kalau ada kepentingan 1:21:33 mereka yang terpenuhi. Di situ ada 1:21:36 kepentingan imperialisme, 1:21:37 neokolonialisme di dalamnya. Nah, sistem 1:21:41 ekonomi kita ini takut. Sistem 1:21:43 kapitalisme ini luar biasa. di negara 1:21:45 maju, di negara Eropa misalnya orang 1:21:49 enggak boleh punya bisnis monopoli, 1:21:52 oligopoli, kartel. Di Indonesia hampir 1:21:56 semua bisnis sekarang dikuasai oleh 1:21:58 monopoli, oligopoli, kartel. Sehingga 1:22:01 kita ini semua hanya jadi 1:22:04 pekerja saja, tidak pernah jadi pemilik. 1:22:06 di negara lain 1:22:09 sistem itu tidak boleh misalnya pe 1:22:12 misalnya ini contoh satu perusahaanpan 1:22:16 dia men produk DOC 1:22:21 doc tahu day old chicken apa ee anak 1:22:27 ayam baru lahir. 1:22:30 Dia juga yang memproduksi makanannya, 1:22:34 dia juga yang membikin 1:22:37 peternakannya, 1:22:40 dia juga yang bikin turunannya. Ayam 1:22:43 dibikin nugget dan lain-lain. Punya dia 1:22:45 juga perusahaannya. 1:22:47 Kemudian dia juga yang punya 1:22:51 tokonya Fresmart 1:22:55 itu di luar negeri itu kejahatan besar 1:22:58 ya. itu sangat besar. Itu kejahatan, itu 1:23:01 pelanggaran luar biasa. Saya juga protes 1:23:03 kepada kemarin perwakilan World Bank 1:23:06 saya bilang, "Anda ini peduli dengan 1:23:08 ekonomi Indonesia, tapi kenapa masalah 1:23:10 ini Anda tidak bahas? Anda biarkan ini 1:23:12 pelanggaran hukum terhadap ee 1:23:16 apalagi kejahatan ekonomi seperti ini." 1:23:18 Dan ini yang menyebabkan apa? Kita 1:23:21 kehilangan pemerataan. Karena orang yang 1:23:23 punya bisnis seperti ini yang monopoli 1:23:26 dari ujung ke ujung, kartel, kartel itu 1:23:29 mereka kerja sama satu sama lain 1:23:30 mengatur harga supaya tidak ada 1:23:33 persaingan bebas. 1:23:35 Mereka atur harga. Dan ini terjadi pada 1:23:37 hampir semua bisnis di Indonesia, 1:23:39 pertanian, peternakan, penerbangan. 1:23:43 Sehingga kita bayangkan kalau jalan di 1:23:45 Indonesia ini antara satu kota dengan 1:23:48 kota lain itu lebih mahal daripada ke 1:23:51 Malaysia. 1:23:53 Sekarang kita mau jalan-jalan domestik 1:23:55 aja keliling Indonesia misalnya domestik 1:23:57 nih. Ke Papua berapa tiketnya? 1:24:01 R5 juta. Sekarang kita ke Malaysia 1:24:04 berapa? R00.000. R juta. 1:24:08 Anak saya kemarin mau ke Aceh ikut lomba 1:24:11 di Aceh. 1:24:13 Anggarannya enggak cukup untuk beli 1:24:15 tiket. Akhirnya jalan keluarnya apa? 1:24:17 Pergi ke Malaysia dulu. dari Malaysia 1:24:19 baru ke Aceh 1:24:22 itu baru bisa dapat harga murah kan 1:24:25 gila. 1:24:27 Mana ada dunia seperti itu. Akibatnya 1:24:30 barang-barang kita dari satu daerah ke 1:24:32 daerah lain, barang-barang kita itu 1:24:35 nilainya 1:24:37 mahal sekali. Akhirnya barang asing yang 1:24:39 masuk dengan bebas. 1:24:42 Apa yang terjadi? Produk kita semua 1:24:44 gagal kalah dengan produk asing semua. 1:24:47 Ini yang terjadi ini takut 1:24:51 dalam hal ekonomi. Masih banyak hal saya 1:24:54 tidak 1:24:58 kerja 1:25:01 kelompok masyarakat kelompok lain. Dan 1:25:04 terakhir tagut spiritual ini kata 1:25:09 ee siapa lagi 1:25:13 ini? Ulama besar ini, Sayid, Sayid Kutub 1:25:17 ini luar biasa nih menulis ini. 1:25:21 Dia bilang, "Ini juga tagut di bidang 1:25:23 spiritual di Guani." Siapa tagut 1:25:25 spiritual ini? 1:25:27 Menuhankan ulama 1:25:30 rahib, pemimpin agama 1:25:33 di mana hukum-hukum mereka mau semaunya. 1:25:36 Sekarang ini yang merusak kita ini juga 1:25:37 siapa? 1:25:39 Ulama kita. 1:25:41 Benar kata Mahattir. Kenapa bangsa 1:25:44 Melayu ini kalah terpojok 1:25:48 dalam kehidupan politik, ekonomi, 1:25:50 sosial, politik? Karena ulama dia 1:25:53 bilang, "Kenapa ulama kita ini sibuk 1:25:55 bertengkar mempermasalahkan masalah 1:25:57 khilafiah 1:25:58 dan urusannya urusan akhirat? Urusan 1:26:00 dunia enggak diurusin. 1:26:03 Ngerti maksudnya? Ya, lihat ulama kita 1:26:05 bahas cara bahagia 1:26:08 dengan ibadah duha ini itu itu. Tapi 1:26:11 enggak ada yang bahagia juga kayak ada 1:26:12 yang sukses. 1:26:14 Ekonomi kita merosot terus. 1:26:18 Karena kalau menurut aturan Islam, 1:26:23 kalau suatu negeri penduduknya beriman 1:26:27 ka apa ee dalam Al-Qur'an disebut 1:26:31 apabila suatu penduduk negeri beriman 1:26:33 bertakwa lafatahna alaihim barakat 1:26:36 minasamawati wal ard. Kalau seseorang 1:26:39 itu benar imannya, benar takwanya, pasti 1:26:41 dibukakan pintu-pintu keberkahan. pasti 1:26:43 makmur negeri itu. 1:26:46 Sekarang siapa yang punya tugas 1:26:48 memakmurkan negeri ini melalui 1:26:50 spiritual? Para ulama. Tapi ulama ini 1:26:52 ribut bahas mazhab, aliran, golongan, 1:26:55 kemudian khilafiah. 1:26:57 Tidak membahas masalah 1:27:00 keadilan sosial, masalah takut di bidang 1:27:04 ekonomi, di bidang politik. Didiamin. 1:27:06 Akibatnya apa yang terjadi? 1:27:09 Kita sekarang berada dalam negara yang 1:27:11 termasuk rawan untuk mengalami 1:27:14 apa yang disebut negara gagal. Pak 1:27:16 Prabowo dalam bukunya Paradoks 1:27:19 Indonesia, dia dulu meramalkan Indonesia 1:27:21 ini akan bubar tahun 2030. 1:27:24 Sekarang dia jadi presiden. Waktunya dia 1:27:28 berat ini karena tantangan yang dihadapi 1:27:30 luar biasa. Nah, kembali kepada 1:27:32 Al-Qur'an, kembali kepada contoh yang 1:27:35 diberikan oleh Nabi. Bagaimana Nabi 1:27:37 membangun 1:27:39 Madinah dalam waktu singkat, hanya 2 1:27:42 tahun, 3 tahun Madinah itu menjadi 1:27:45 negeri yang makmur, bahkan menjadi super 1:27:48 power bisa mengalahkan musuh-musuhnya. 1:27:51 Hanya dalam 12 tahun 1:27:54 Madinah itu menjadi negeri yang 1:27:57 mengalahkan dua superbawar pada masanya. 1:27:59 Nah, kita bisa lihat kita sudah berapa 1:28:01 puluh tahun merdeka. Ini tahun 80 tahun 1:28:04 kita merdeka. Kita sudah renta. 1:28:07 Sebenarnya kalau kita sebagai manusia, 1:28:09 kita ini sudah di usia senja. 1:28:11 Nah, seharusnya di usia remaja kita itu 1:28:13 sudah berhasil. 1:28:16 Nah, kembali peranan ulama bagaimana di 1:28:18 sini? Peranan intelektual kita. Nah, ini 1:28:21 tanggung jawab kita. Kita jangan 1:28:23 nyalahin orang lain. Karena masalah 1:28:24 terbesar umat Islam seringki 1:28:28 mencari kambing hitam. 1:28:30 Jadi ada masalah kambing hitamnya 1:28:32 Yahudi, Nasrani, 1:28:34 Cina, Amerika, imperialisme 1:28:38 ini. Karena kata Nabi kalau kalian 1:28:40 seperti itu kalian tidak akan maju 1:28:42 karena 1:28:44 maaka minanatin faminallah. 1:28:48 Apa yang menimpa kalian dari kebaikan 1:28:50 dari Allah? Tapi 1:28:56 introspeksi diri kalian. Kenapa kalian 1:28:58 mundur? Apa kekurangan kalian? 1:29:02 Karena in arallah biahian. 1:29:06 [Musik] 1:29:08 Kalau Allah menghendaki kebaikan bagi 1:29:10 seorang hambanya, bagi suatu kaum 1:29:14 buyubah 1:29:16 diperlihatkan kepada orang itu 1:29:18 kekurangan dirinya, bukan kekurangan 1:29:20 orang lain. Bukan cari kambing hitam, 1:29:23 tapi kita introspeksi diri kita. Apa 1:29:26 sebabnya? Kenapa kita mundur? 1:29:29 kita harus introspeksi diri kita dan itu 1:29:32 tanda karunia Allah terbesar bagi kita 1:29:34 kalau kita bisa melihat kekurangan kita 1:29:36 sehingga kita bisa memperbaiki diri kita 1:29:38 dengan mengetahui kekurangan itu secara 1:29:40 tepat sehingga kita betul-betul 1:29:42 melakukannya sesuai dengan sunatullah ya 1:29:46 sehingga kita bisa meraih apa yang 1:29:48 dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Nah, 1:29:49 inilah saya kira kritik kita untuk diri 1:29:52 kita sendiri bahwa jangan kita biarkan 1:29:54 takut-takut ini berkuasa di sekeliling 1:29:56 kita dan itu sedang terjadi saat ini. 1:29:58 Semoga Allah menolong kita, memberikan 1:30:01 kekuatan kepada para pemimpin kita ya. 1:30:04 Karena ngomong itu gampang ya, Pak 1:30:06 Probow dan ini luar biasa berapa tahun 1:30:08 yang lalu, berapa puluh tahun yang lalu. 1:30:10 Tapi setelah memegang kekuasaan, tidak 1:30:12 semudah itu. Tidak semudah itu. Tidak 1:30:15 semudah membolakkan telapak tangan 1:30:17 karena begitu banyak tantangan yang 1:30:18 dihadapi. Sama dengan Sayidina Ali. 1:30:21 Sayidina Ali itu luar biasa hebatnya. 1:30:23 Kita tidak meragukan kehebatan Sayidina 1:30:25 Ali. Tapi setelah beliau naik, yang 1:30:27 terjadi perang saudara, perpecahan, 1:30:30 konflik. 1:30:31 Karena warisan yang beliau terima sudah 1:30:34 berat yang harus beliau benahi. Ya, 1:30:38 banyak warisan yang sudah terlanjur itu 1:30:41 dibahas oleh Sayid Kutub dalam kitabnya 1:30:44 ee Aladlu apa ee 1:30:48 keadilan sosial dalam masyarakat Islam. 1:30:51 Al apa? Ijtimaiyah fil Islam. Keadilan 1:30:56 sosial di dalam Islam. Alabadul 1:30:58 ijtimaiyah fil Islam. dibahas sama dia 1:31:00 bagaimana kerusakan-kerusakan itu mulai 1:31:01 terjadi di masa kepemimpinan sebelum 1:31:04 Sayidina Ali dan kemudian menggumpal 1:31:06 menjadi suatu kekuatan yang luar biasa 1:31:09 yang Sayidina Ali tidak mampu lagi 1:31:11 hadapi dan beliau harus menghadapi 1:31:12 perang saudara, menghadapi ketimbangan 1:31:14 sosial dan lain-lain. Ini saya kira 1:31:18 salah satu buku yang penting kita kaji 1:31:20 ulang itu adalah karya karya Sayid Kutub 1:31:23 ini. Karena beliau adalah seorang ulama 1:31:25 ahli sunah yang luar biasa sehingga 1:31:27 beliau dibunuh, 1:31:28 ditetapkan dan digantung ya digantung 1:31:31 oleh penguasa-penguasa zalim pada 1:31:32 zamannya. Wabillahi taufik wal hidayah. 1:31:34 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:31:36 wabarakatuh. 1:31:38 Tes 1 2 3. Alhamdulillah dengan izin 1:31:40 Allah Taala kita rangkaian acara Maulid 1:31:43 Nabi kali ini. Semoga bermanfaat dan 1:31:45 bisa menjadi panduan hidup. Kami memohon 1:31:48 maaf sebesar-besarnya atas segala 1:31:49 kekurangan dan keterbatasan dalam 1:31:51 menyambut para tamu. Kami juga telah 1:31:53 menyiapkan hidangan di lantai bawah. 1:31:55 Insyaallah cukup untuk kita semua. 1:31:57 Sekali lagi terima kasih atas kehadiran 1:31:59 dan kebersamaan yang penuh berkah ini. 1:32:00 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:32:02 wabarakatuh. 1:32:06 Ee maaf ee salat zuhur dulu baru setelah 1:32:08 itu kita bisa ee hidangan di bawah. 1:32:11 Sekian. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:32:12 wabarakatuh.