Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV
- ilhaqi biahliki. Pulang kamu ke tengah
- keluarga kamu.
- Wanita di mata mereka pembawa sial.
- Jadi kalau suami menghadapi kesialan,
- maka mereka timpakan pada wanita.
- Seperti orang-orang Yahudi juga sama.
- Seperti kisah yang kita dengar
- bahwa yang menyebabkan kakek kita Adam
- alaihialatu wasalam
- terus dari surga karena godaan istrinya.
- Padahal kita tahu bahwa kakek kita
- sebagai seorang pemimpin dan Quran tidak
- menyebutkan masalah istrinya,
- menyebutkan Adam.
- Walaqad ahna ila adama minqlu. Kami
- telah pesan wanti-wanti kepada Adam.
- Tapi falam najidahu asma. Kami tidak
- melihat dia memiliki tekad yang besar.
- Kita jangan menyepelekan kakek kita.
- Kita dibandingkan Nabi Adam jauh. Nabi
- Adam hanya salah sekali terus dari
- surga. Kalau kita hadirin sekalian yang
- kita lakukan lebih dahsyat dibandingkan
- yang kakek kita. Kita janji mau
- bertobat, berhenti, besok kita ulangi
- lagi. Betul enggak, Bapak, Ibu sekalian?
- Kalau Nabi Adam cuma makan buah
- terlarang. Kalau kita
- ucapan terlarang, perbuatan terlaralang,
- cara hidup yang tidak benar, yang kita
- lakukan.
- Kita melihat di sini bagaimana Allah
- menisbatkan kesalahan pada Adam. Tetapi
- masyarakat jahiliyah,
- bahkan masyarakat jahiliah dari kaum
- muslimin sampai saat ini, begitu pula
- orang-orang Yahudi menisbatkan kesalahan
- pada Hawa. Kalau keberhasilan
- dikembalikan pada suami. Kalau kesalahan
- dikembalikan pada siapa? Pada wanita.
- Saya teringat nenek saya bercerita
- satu hari dia berjalan bersama anaknya.
- berjalan sambil berolahraga dengan
- pakaian yang santun.
- Ini kira-kira tahun 40-an atau mungkin
- sebelumnya.
- Ketika mereka sedang berjalan,
- tahu-tahu teman suaminya kebetulan orang
- asing, orang Belanda pada saat itu
- bersama istrinya di kendaraan.
- ketika melihat istri temannya, dia
- mengajak untuk naik mobil diantarkan ke
- rumah. Dia mengatakan, "Tidak, saya
- ingin berolahraga."
- Akhirnya
- orang Belanda tersebut kebetulan datang
- ke rumah suaminya. Mampai di rumah
- suaminya bercerita, "Tadi saya lihat ibu
- sama anak, saya ajak naik kendaraan, dia
- menolak."
- Begitu istrinya pulang bersama anaknya,
- kakek saya bertanya, "Kenapa kamu
- menolak untuk naik kendaraan bersama
- mereka?
- Dia mengatakan, "Kalau saya naik
- kendaraan bersama dia walaupun ada
- istrinya, orang yang melihat akan
- mengatakan apa?" "Istri fulan naik
- kendaraan bersama seorang lahir.
- Kalau saya baik, yang bagus kamu." Orang
- mengatakan suaminya pandai mendidik
- istri, tapi kalau saya jelek, keluarga
- saya rusak seluruhnya.
- Dia menolak karena takut nama baiknya
- tergores. Karena kalau bagus, suami yang
- bagus. Betul enggak, Ibu sekalian?
- Enggak tahu sekarang masih enggak
- berlaku hukum ini. Tapi yang jelas
- selalu kalau ada kesalahan gara-gara
- kamu.
- Pada masa Islam kedudukan wanita
- diangkat tinggi-tinggi.
- Wawasional insana biwalidaihi ihsana.
- Amalathu ummuhu qurha. Waathu qurha
- wamluhu wa fisuhu syahr. Kami
- wanti-wanti berpesan kepada anak manusia
- agar memperlakukan orang tuanya dengan
- mulia. Bahkan walaupun mereka kafir
- kalau mereka memerintahkan yang tidak
- benar jangan ikuti. Tapi tetap gauli
- mereka dengan cara yang baik.
- Washohibhuma fid dunya ma.
- Setelah menjelaskan kewajiban berbakti
- pada ayah ibu secara khusus Allah
- mengisyaratkan kepada ibunya. Hammalatu
- ummuhu qurha. Ibunya mengandung dengan
- susah payah, melahirkan dengan susah
- payah. Masa menyusui cukup cukup banyak.
- Sampai ketika Rasulullah ditanya,
- "Siapa yang pertama-tama untuk berhak
- mendapatkan perhatianku dan
- kebaktianku?" Ummuka. Umaman ya
- Rasulullah. Ummuka.
- Ya Rasulullah ummuka baru yang terakhir
- ayahnya.
- Begitu juga perang anak
- dalam kehidupan nabi kita. Pada masa
- jahiliah,
- kaum wanita ini tidak pernah hari ini
- sekalian mendapatkan perhatian. Kalau
- orang ditanya, "Berapa anak kamu?" Dia
- mengatakan tiga. Walaupun punya anak
- perempuan, empat enggak disebutkan.
- Jadi yang disebutkan anak laki-laki.
- Tapi lihat Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Kalau putrinya datang
- ke rumah dia bangun, dia kecup
- keningnya, didudukkan di tempat
- duduknya. Dan kalau memanggil Sayidah
- Fatimah, ummu abiha, ibu dari ayahnya.
- Kalau Rasulullah akan berangkat menuju
- peperangan atau menuju safar tertentu,
- rumah terakhir setelah masjid yang
- dikunjungi, rumah Sayidah Fatimah baru
- di jalan. Kalau pulang dari peperangan
- setelah masjid, rumah pertama bukan
- istrinya, putrinya.
- Dan Nabi mengatakan kalau orang memiliki
- tiga anak perempuan dijaga dengan baik
- akan menjadi pembuka jalan baginya ke
- surga. Lalu sahabat mengatakan,
- "Bagaimana dua ya Rasulullah?" Walaupun
- dua. Bagaimana satu? Walaupun satu.
- Adapun sebagai istri Allah ingatkan
- waasyiruhunna
- bil marruf. Gauli mereka dengan cara
- yang makruf. Dan Rasulullah kalau ada
- laki seorang wanita meminta nasihat
- bahwa si fulan melamar dirinya,
- Rasulullah perhatikan selalu laki-laki
- yang memperlakukan istri dengan mulia.
- Sampai Rasulullah pernah mengatakan,
- "Jangan kamu terima dirinya karena
- dirinya suka apa? Berbuat kasar pada
- istrinya.
- Dan tidak ada orang yang lebih halus
- dalam memperlakukan istrinya seperti
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam." Bukan satu.
- Istrinya ya diperlakukan dengan mulia.
- Dan Rasulullah bukan karena dikuasai
- oleh syahwat. Istri yang dinikahi
- sebagian besar wanita-wanita yang sudah
- apa? Tua. Hanya Sayidah Aisyah seorang
- gadis, tapi yang lain semua
- wanita-wanita yang nikahnya pun atas
- isyarat dari Allah Subhanahu wa taala.
- Dan bagaimana beliau perlakukan istrinya
- dengan mulia, baik yang muda maupun yang
- tua, yang cantik, yang kurang cantik
- diperlakukan dengan mulia.
- Jadi bagaimana kehadiran Rasul
- betul-betul apa? mengangkat martabat
- manusia, membebaskan mereka semua dari
- berbagai macam belenggu yang membelenggu
- mereka dan manusia semua setara di
- hadapan Allah. Dahulu kala laki-laki
- yang punya hak untuk melakukan
- interupsi, tapi semenjak masa Rasul
- perempuan berani untuk melakukan
- interupsi, kritikan, bahkan terhadap
- penguasa. Seperti yang diucapkan Khaulah
- di hadapan Umar ibnu Khattab. Dia
- mengatakan, "Ingat dulu wahai Umar. Pada
- saat itu beliau sebagai amirul mukminin.
- Dulu kamu hidup dalam masa jahiliah,
- minum-minuman keras, berkelahi,
- melakukan perbuatan jahiliah, lalu Allah
- keluarkan kamu dan masukkan kamu dalam
- hidayah dan petunjuknya."
- Lalu sekarang Allah tempatkan kamu
- sebagai pemimpin kami. Fattaqillah fina.
- Bertakwalah kamu kepada Allah dalam
- urusan kami. Mana mungkin saat ini orang
- berbicara seperti
- jadi bagaimana wanita punya kedudukan
- yang begitu mulia.
- Dimulai dari Rasul kepada keluarganya
- diikuti oleh sahabat-sahabat.
- Semenjak saat itu, hadirin sekalian,
- pandangan masyarakat berubah total. Dan
- Nabi mengatakan, "Kirukum khairukum
- liahlih." Yang paling baik dari kalian,
- yang paling baik kepada keluarganya.
- Tidak pernah Rasulullah menggunakan kata
- kasar pada istrinya. Kalau Rasul tidak
- suka seperti permintaan istrinya, beliau
- berdiam lalu beliau menjauhi mereka
- semuanya sebagai peringatan bahwa beliau
- tidak suka dengan apa yang mereka
- lakukan, tapi tidak pernah mengeluarkan
- kata-kata kasar. Maka orang yang
- mengikuti Rasul harus mencontoh juga
- ucapan dan tutur katanya. jauh dari
- kata-kata yang tidak baik.
- Jadi kemerdekaan dari penindasan sosial,
- dari penganiayaan. Begitu pula dari apa?
- Dari kasta-kasta yang memuliakan
- sebahagian, merendahkan sebahagian.
- Kalau dahulu kalau suku yang banyak
- anaknya, keluarganya, yang banyak
- hartanya, yang termulia, pada saat itu
- yang termulia adalah orang yang beriman
- dan bertakwa.
- Satu waktu Abu Sufyan, Muawiyah, Bilal
- beri depan pintu. Amirul Mukminin Umar
- bin Khattab
- ingin masuk. Ternyata yang diizinkan
- masuk Bilal. Sedangkan Abu Sufyan dan
- Muawiyah tidak diizinkan untuk masuk.
- Marah Abu Sufyan. Kenapa ini hamba
- sahaya gagak hitam yang berkulit hitam
- diizinkan masuk? Sedangkan kami pembuka
- Quraisy tidak diizinkan masuk.
- Pada saat itu Muawiyah nyeletuk. Dulu
- waktu Rasulullah diperangi, Bilal
- bersama Rasul, "Sedangkan kamu yang
- mengangkat bendera untuk memerangi
- Rasul." Arti ini pengakuan dari Muawiyah
- sendiri.
- Begitu juga ketika hadirin sekalian
- Fathu Makkah
- yang mengumandangkan azan Bilal pada
- saat itu pemuka-pembuka Quraisy merasa
- apa?
- Kenapa gagak hitam ini dibiarkan untuk
- mengumandangkan azan?
- Mereka masih hadirin sekalian terbawa
- oleh apa? Oleh warisan jahiliah. Karena
- masuk Islamnya mereka bukan karena
- pendidikan, karena kalah perang, karena
- terpaksa tidak mampu lagi untuk melawan.
- Akhirnya mereka, hadirin sekalian
- menyerah masuk ke dalam Islam. Waktu
- yang membuktikan apakah betul-betul
- mereka beriman.
- Jadi beda orang yang bersama Rasul
- mendapatkan pendidikannya menyerap
- akhlak beliau dengan masyarakat jahiliah
- pada saat itu.
- Nah, siapa yang kita ikuti saat ini?
- Rasul
- apakah para pembuka jahil?
- Kalau kita mengikuti Rasul seharusnya
- kita berusaha menyerap kehidupan beliau.
- Tidak perlu kita mengatakan kita
- ahlusunah. buktikan melalui perilaku
- kamu betul-betul menyerap dan
- melaksanakan akhlak beliau. Oleh karena
- itu, kalau Bapak Ibu ingin tahu paling
- jelas sunah Rasul, baca Al-Qur'an.
- Tiap ada seruan dari Allah yang
- berisikan bimbingan dan perintah,
- Rasulullah yang terdepan dalam
- mengamalkan.
- Jadi pada saat Allah memanggil orang
- yang beriman, "Ya ayyuhalladina amanu
- asakum."
- Ayat-ayat yang memberikan bimbingan
- kepada masyarakat Islam, jangan
- sebahagian kalian mengolok-olok
- sebahagian yang lain. Bisa saja mereka
- lebih baik dari kalian.
- Begitu juga jangan sebagian wanita
- mengolah-olah sebagian yang lain.
- Bisa-bisa yang mereka sepelekan justru
- lebih baik dari mereka. Jangan kalian
- saling mencaci, jangan kalian memberikan
- julukan yang tidak patut.
- Bisal ismul fusuqu ba'dal iman.
- Seburuk-buruknya nama setelah orang
- beriman adalah nama fasik. Dan ini
- perbuatan fasik. Waman yatub faulaika
- humalimun. Siapa yang tidak bertobat
- maka mereka adalah orang-orang yang
- zalim.
- Ketika ayat ini turun, Rasulullah
- terdepan dalam mengamalkan. Sedangkan
- kita kaum muslimin saat ini mengaku
- sebagai ahlusunah atau mengaku sebagai
- Syiah, tapi ternyata apa? Kita gemar
- mencerca kelompok yang lain, mencaci
- mereka, mengolok-olok mereka, apa kita
- lebih baik dari mereka? Maka saya
- memandang umat Islam ini betul-betul
- kasihan amat picik.
- Ketika katakan umpamanya ahlusunah
- menyerang Syiah atau Syiah menyerang
- ahlusunah tidak akan menghasilkan
- kecuali kebencian permusuhan dan
- menguntungkan pihak musuh. Oleh karena
- itu, setiap kali kita menghadapi Zionis
- Israil mulai isu Syiah sunah muncul
- kembali.
- Di tengah-tengah
- kebutuhan untuk bersatu mulai isu Syiah
- sunah, is Syiah, Sunah dan lain
- sebagainya.
- Padahal seharusnya kita duduk sama-sama
- berdialog, mencari kebenaran,
- memperbaiki kesalahan kita. Tapi yang
- ada budaya kita, budaya mengolok-olok,
- mencaci, memaki, memberikan julukan.
- Bukan kita maju, bukan kita berkumpul
- bersama kafilah Rasul. Kita hanya
- dikumpulkan bersama kafilah iblis.
- Semua ayat Quran yang dimulai dengan
- seruan ya ayyuhalladzina amanu, maka
- Rasul orang yang pertama menjalankan
- perintah Allah yang paling jauh dari apa
- yang dilarang oleh Allah. Oleh karena
- itu kalau kita ingin melihat sunah rasul
- yang sebenarnya bukan sunah yang
- dibuat-buat
- semua kita jumpai dalam kehidupan yang
- diamalkan Rasul yang diserap dari
- Al-Qur'an Alkarim.
- Di samping kebebasan dari penindasan
- penganiayaan juga kebebasan dan
- kemerdekaan dari kebodohan menuju
- menuju kehidupan yang terang benerang.
- Di mana Allah melarang kita untuk
- mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. W
- takfu maa bihi ilmun in
- walada.
- Jangan sekali-kali kamu mengikuti
- sesuatu tanpa dasar ilmu. Karena baik
- pendengaranmu, penglihatanmu, begitu
- pula
- akalmu, kecerdasanmu, hatimu kelak akan
- ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Maka umat Islam dibebaskan dari
- khurafat, dari takhayul, dari tradisi
- budaya yang tidak benar agar mereka
- betul-betul apa? melihat dengan cerdas,
- dengan dasar kebenaran dan memilih yang
- benar dari mana pun dia berasal
- meninggalkan yang salah walaupun
- terdapat dalam diri mereka.
- Kemudian juga pembebasan dari wawasan
- dunia yang sempit menuju wawasan dunia
- dan akhirat.
- Ketika Saad bin Abi Waqqas radhiallahu
- anhu
- mengutus beberapa sahabat di bawah
- pimpinan Rabi bin Amir kalau tidak salah
- dua orang
- di bawah pimpinan Rabi' bin Amir
- datang ke hadapan penguasa Persia pada
- saat itu Kisra telah digulingkan naik
- rustum sebagai penggantinya
- datang Rabi bin Amir dengan temannya
- dengan pakaian yang amat sederhana
- masuk ke istana Kisra.
- Kalau dahulu mereka masuk dengan
- menunduk-nunduk,
- silau dengan pemandangan istana yang
- begitu megah, karpet yang terhampar,
- ternyata mereka jalan dengan tegak.
- Karena mereka tidak lagi melihat
- kebesaran dunia, mereka melihat Allah.
- Mereka berjalan dengan tegak tiba di
- hadapan penguasa Persia pada saat itu.
- Lalu penguasa Persia melihat mereka
- tidak sujud. Padahal dulu pada masa
- jahiliah mereka sujud di hadapan Kisra.
- Ditanya, "Kenapa kalian tidak sujud?"
- Dijawab mengatakan, "Nahnu kaumun lajudu
- illa lillah." Kami kaum tidak akan sujud
- kecuali hanya pada Allah.
- Lalu kepada penterjemahnya, penguasa
- Persia bertanya, "Apa yang membawa
- kalian kemari? Apa kalian lapar? Kalian
- butuh pakaian, butuh bantuan? Kami akan
- kirimkan kembali bawa pasukan kalian itu
- dalam benak rustum."
- Dijawab oleh mereka, "Innallaha
- linukrija
- min ibadatil ibad ibadatillahil wahidil
- ahad." Sesungguhnya Allah mengutus kami
- untuk mengeluarkan siapa yang Allah
- kehendaki dari hamba-hambanya dari
- penyembahan terhadap makhluk menuju
- penyembahan terhadap Allah Subhanahu wa
- taala. Lalu kelanjutannya betapa
- indahnya ucapan beliau. Wamim
- biqid dunya ila saat saatil akhirat.
- Dari wawasan duniawi yang sempit menuju
- wawasan dunia dan akhirat yang luas.
- Hingga kita tidak hidup hanya untuk
- kehidupan dunia ini. Wamin jaurilan ila
- adlil Islam. Dari kezaliman agama-agama
- yang lain yang menindas, yang membuli,
- yang merendahkan manusia, merendahkan
- martabat manusia yang juga apa?
- memasung akal pikiran mereka hingga
- tidak dapat berpikir dengan bebas.
- Mengeluarkan mereka dari kezaliman agama
- yang bermacam-macam menuju keadilan
- Islam.
- Ketika mereka mendengarkan ucapan orang
- ini yang dianggap orang badui, yang
- rendah miskin, marah luar biasa,
- langsung dia perintahkan pengawalnya,
- "Berikan dua kantong tanah pada dua
- orang ini." Mereka mengambil tanah
- tersebut. Mereka pikul keluar dengan
- mulia.
- Langsung dia berbicara pada temannya,
- "Terata
- mereka telah menyerahkan tanah mereka
- dengan tangan mereka sendiri."
- ketika kembali menyampaikan kabar
- gembira kepada Saad bin Abi Waqqas
- ketika ditanya, "Bagaimana keadaan
- kalian?" Dia mengatakan, "Kisrah atau
- penguasa Persia telah menyerahkan
- negerinya dengan tangannya sendiri."
- Berkobar peperangan,
- Persia mengalami betul-betul kehancuran.
- Akhirnya negeri mereka, hadirin
- sekalian, berubah. Yang tadinya mereka
- orang-orang yang menyembah api menjadi
- orang-orang yang beriman dengan rahmat
- Allah. Oleh karena itu, jangan sebutkan
- Persia, jangan sebutkan Arab. Allah
- hanya melihat mereka-mereka yang beriman
- dan bertakwa. Ini jahiliah pada masa ini
- masih terus dikembangkan dan ditiupkan.
- Membuat kebencian di antara kita terus
- berkeambuk. Lupa bahwa kita ini
- merupakan hamba-hamba yang kelak akan
- berdiri di hadapan Allah. Allah akan
- melihat perbuatan kita, bukan melihat
- klaim dan slogan yang kita buat.
- Oleh karena itu, kita bercita-cita dari
- mulai awal. Dimulai dari radio
- silaturahmi yang artinya menyambung
- hubungan rahim di antara kita. Kemudian
- juga umatan wahidah. Kita berharap juga
- radio, TV-TV yang lain dapat bersatu
- mengajak kepada Islam yang satu dan umat
- yang satu. Tidak lagi dibatasi oleh
- batasan-batasan kelompok, golongan dan
- semua di hadapan Allah sama. Demikian
- pula kita perlakukan mereka juga semua
- dengan sama tanpa membeda-bedakan.
- Baik kaya maupun miskin,
- baik orang yang bernasab mulia maupun
- yang biasa. Kita harus memandang mereka
- sama, memuliakan mereka sebagaimana Nabi
- telah memuliakan juga sahabat-sahabat.
- Oleh karena itu, bertepatan dengan
- peringatan Maulid Rasul, berarti kita
- memperingati juga hadirin sekalian hari
- kemerdekaan
- bangsa Indonesia, tapi dalam arti yang
- lebih luas.
- Karena apa? Artinya kemerdekaan dari
- penjajahan Belanda atau Portugis kalau
- sesama bangsa kita menjajah saudaranya.
- Kalau sesama bangsa kita memperbudak
- membully anak-anak bangsa. Oleh karena
- itu, kemerdekaan kita pada saat ini yang
- dikumandangkan pada tahun 45 belum
- sempurna.
- Kita berharap ulama-ulama kita jangan
- lagi menyibukkan umat dengan hal yang
- sepeleh, tapi mendidik anak bangsa untuk
- memiliki jiwa yang merdeka, memiliki
- kehormatan dan harga diri. Jangan
- sekali-kali merendah di hadapan harta
- atau pemilik harta. Jangan merendah di
- hadapan orang yang berkuasa. Karena
- mereka sebetulnya sama dengan kita.
- Tapi sayang, sungguh sayang, sikap
- kebanyakan kita ini masih suka merendah
- di hadapan orang yang punya kekuasaan
- atau berharta. Saya ingat hadirin
- sekalian sebagai penutup,
- ada salah satu saudara kita
- dari Partai Islam,
- tadinya berkumpul di halqah yang sama,
- di majelis yang sama.
- Tahu-tahu salah seorang dari mereka
- menjadi anggota DPR.
- langsung sikap teman-temannya berubah
- dan sikap dia juga apa? berubah mulai
- pakaian, kendaraan, kemudian cara juga
- menyapa dan juga lingkungannya
- memaklumi hal tersebut. Padahal
- apa yang dilakukan ini kalau kita
- perhatikan tidak layak sama sekali.
- Seharusnya dia sebagai seorang yang
- terpilih bersikap merendah di hadapan
- teman-teman. tidak menunjukkan
- keangkuhan, kebanggaan.
- Tapi sayang, mental kita belum merdeka.
- Oleh karena itu, jangan kita sibukkan
- umat dengan recehan-recehan yang
- sepele-spele. Masalah
- perbedaan-perbedaan yang tidak menyentuh
- sunah Rasul dalam artian sebenarnya.
- Masalah qunut, masalah baca Yasin malam
- Jumat, meletakkan tangan atau
- menggerakkan jari. Saya bilang, "Ke mana
- kita akan dibawa kalau umat Islam
- seperti ini?" Mereka berdiam di hadapan
- kezaliman, di hadapan korupsi. korupsi
- di hadapan juga pergaulan bebas kemudian
- LGBT yang sedang dikumandangkan
- tapi kita sibuk alasannya kita berjihad
- dalam bidang sunah saudara-saudara kita
- digas dibanta dan dianiaya mereka
- mengatakan tidak perlu kita berjuang
- bersama mereka mari kita berjihad
- menegakkan sunah sunah yang dimaksudkan
- hal-hal yang sepele tadi akhirnya kita
- bukan semakin pandai tapi semakin bodoh
- bukan maju semakin apa dan Kita tahu
- dari masa ke masa selalu hadirin
- sekalian, kita ini hanya memilih
- pemimpin yang telah disiapkan bukan
- persiapan dari bawah. Pemimpin yang
- sudah disiapkan begitu yang melakukan
- penyimpanan dapat
- pada saat K mengakan janji-janjian tentu
- yang akan menjadi pemimpin seolah-olah
- mereka tidak pernah mendapatkan.
- Oleh karena itu kita berjuang untuk
- menyempurnakan kemerdekaan bangsa kita
- dan menanamkan rasa hormatan dalam hati.
- Saudara kita jangan sebut PDR
- orang sebulan masuk pegawai negeri
- diberikan tring di PDU
- di tidak boleh dijawab tidak boleh
- melawan kalau begini caranya mereka
- hanya jadi mudah bukan pejabat-pejabat
- yang membela bangsa maupun negara J kita
- ingin pendidikan yang menahankan
- kehormatan harga diri dan kemuliaan
- sepertinya kita
- dari sekan ketika
- bangsa Allah
- ketika satu hari bangsa datang bangsa
- masih
- paraajari
- poin-poin
- untuk
- salah seorang anak dari bangsa mengambil
- tersebut
- mereka tidak
- pemberian seperti
- oleh Tuhan kita
- baik dalam berbuat dalam beriman semua
- dengan cara oleh mulai dari itu kita
- melakukan dan dengan yang baik karena
- yang satu mudah-mudahan bisa kepada anak
- keluarga kita dan hormati sesama kita
- seperti yang diajarkan Rasul kita mendoh
- sekalian
- kita memperingati
- melihat umekaan
- dan mudah-mudahan silaturahmi
- umat takwa kita
- bersama-sama merah
- dapat
- Bapak Ustazah
- yang kita membaca berita dengan Tuhan
- Tuhan yang nanti insyaallah kita akan
- dengarkan sambutan beliau
- dan sebelumnya
- di umat wahidah ini saingan silaturah
- tapi merupakan
- rencanaan ada
- itulah
- berulas
- Waubu ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Jazakumullah.
- 1 2 3. Jazakumullahir Bapak atas
- penjabarannya.
- Jazakumullah khair Baba atas penjabaran
- dan nasihatnya. Semoga bisa menjadi
- wasilah dan hidayah untuk kita semua.
- Ami Hamzah tafadol.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama
- kunna linahtadiya laula an hadanallah
- wasalatu wassalamu ala sayyidina
- Muhammad ibn abdillah wa ala alihi
- wasohbihi
- waman jahada fi sabilihi wawala.
- Amma ba'du.
- Para hadirin dan hadirat
- jemaah Masjid Al-Mahdi,
- jemaah pendengar
- umatan wahidah maupun pendengar Rasil
- yang dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala. Alhamdulillah wasyukrulillah
- kita panjatkan puji syukur kita ke
- hadirat Allah Subhanahu wa taala.
- atas karunia-Nya dan rahmat-Nya yang
- senantiasa tercurah kepada kita,
- terutama sekali nikmatul iman wal Islam
- dan juga nikmat taufik dan hidayah dari
- Allah Subhanahu wa taala sehingga kita
- masih dimudahkan untuk bisa berkumpul di
- majelis yang mulia ini dalam rangka
- memperingati
- lahirnya junjungan kita Nabi Besar
- Muhammad. sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam dan juga sekaligus ya karena
- besok hari proklamasi kemerdekaan
- negeri kita ini juga ya merupakan
- peringatan
- akan karunia Allah Subhanahu wa taala
- yang Allah anugerahkan kepada bangsa
- kita. Semoga kemerdekaan ini benar-benar
- terwujud dalam bentuk yang sesungguhnya.
- Seperti yang tadi diterangkan oleh guru
- kita Ustaz Husein bin Hamid Adas.
- Para hadirin dan hadirat sekalian,
- Nabi Allah Musa Alaih Salam
- pernah berdoa setelah melihat bagaimana
- pembangkangan,
- ngeyelnya
- pengikutnya. Padahal pengikutnya ini
- adalah pengikut-pengikut pilihan
- ya. Waktara Musa sabina rajulan
- limiqatihi.
- Ya, ada 70 orang pilihan yang diajak
- oleh Nabi Musa untuk mendengarkan
- bagaimana Allah Subhanahu wa taala
- berbicara kepada Nabi Allah Musa Alaih
- Salam.
- Tapi ternyata setelah mereka melihat
- bagaimana
- ini kemukjizatan yang begitu besar,
- mereka tetap masih ngeyel.
- Kemudian setelah itu
- Allah Subhanahu wa taala
- kirimkan suara yang keras
- mereka kemudian semuanya mati
- ya.
- Akhirnya Nabi Nabi Musa berdoa kepada
- Allah,
- "Ya Allah, kalau kamu kehendaki
- sebelumnya ini ya kamu niscaya kamu
- binasakan semuanya."
- Artinya dengan kemudian dengan kemud
- permohonan Nabi Allah Musa Alaih Salam,
- akhirnya pengikutnya ini memang pengikut
- pilihan.
- Mereka ngeyelnya kenapa? Mereka setelah
- mendengarkan Allah berbicara kepada Nabi
- Musa, mereka tetap minta yang lebih.
- Arinallaha jahratan.
- Perlihatkan Allah secara kasat mata.
- Nah, ini ya yang membuat akhirnya mereka
- diazab kemudian meninggal semua. Tapi
- kemudian Allah Subhanahu wa taala
- menghidupkan mereka kembali.
- Artinya matinya ini seperti mati suri
- seperti itu ya. Dan ini banyak terjadi
- ya sampai sekarang pun ada kematian
- seperti itu.
- Nabi Allah Musa kemudian berdoa di
- antara doanya
- ini disebutkan dalam surah Ala'raf.
- Waktub lana fi hadid dunya hasanah ya
- A'raf 157
- 150 eh 657 nanti doanya di 156.
- Waktublana fi hadid dunya hasanah wafil
- akhirah. Inna hudna ilaik.
- Ya Allah tulisklah, tetapkanlah untuk
- kami kebaikan baik di dunia maupun di
- akhirat. Inna hudna ilaik. Sesungguhnya
- kami kembali kepada Engkau. Kami
- bertobat kepada Engkau.
- Kemudian
- Allah Subhanahu wa taala berfirman,
- "Qala adzabi
- usibu bihi man asya
- warahmati wasi'at kullai."
- Allah Subhanahu wa taala kemudian
- menyatakan bahwasanya azabku
- akan aku timpakan kepada mereka-mereka
- yang aku kehendaki.
- Tapi warahmati
- sedangkan rahmatku wasiat kulla saai
- meliputi segala sesuatu.
- Ini menunjukkan bagaimana besarnya
- rahmat Allah Subhanahu wa taala.
- Di antara rahmat Allah Subhanahu wa
- taala yaitu diutusnya Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Oleh karena itu, ini juga merupakan
- rahmat yang sangat besar dan juga di
- antara rahmat Allah yang besar adalah
- diturunkannya Al-Qur'an
- dan dipeliharanya Al-Qur'an sejak
- diturunkan sampai saat ini. Kalau
- mukjizat-mukjizat Nabi terdahulu
- hanya bisa disaksikan oleh mereka-mereka
- yang hidup pada zaman itu dan berada di
- tempat tersebut.
- Tapi mukjizat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam
- ini sampai bisa sampai saat ini ya bisa
- kita saksikan dan ini terpelihara
- tidak ada perubahan sedikitp ya artinya
- kontennya tetap terpelihara
- ya
- sejak diturunkan sampai saat ini
- firman Allah inna
- Ini adalah rahmat Allah Subhanahu wa
- taala kepada kita yang harusnya kita
- benar-benar menghargai ini
- dengan menjaganya, dengan mengamalkannya
- sehingga kita akan mendapatkan kemuliaan
- seperti apa yang didapati oleh para
- sahabat Nabi yang tadi sudah diceritakan
- sebagian oleh nabi ee oleh guru kita
- Ustaz Husein bin Hamil. atas. Bagaimana
- mereka terangkat
- ya menjadi merdeka. Bukan hanya merdeka
- fisiknya, bagaimana merdeka rohaninya,
- bagaimana merdeka intelektualnya
- sehingga yang dulunya mereka itu umat
- yang tidak dikenal. Artinya umat
- yang terkebelakang
- atau sering disebut al-ummiyun
- tapi kemudian menjadi berubah dengan
- pendidikan dari Nabi di mana Nabi
- mendidik mereka dengan Al-Qur'an mereka
- menjadi khair ummatin ukhrijat linas.
- Ini adalah rahmat Allah yang besar.
- Rahmat Allah senantiasa
- dilimpahkan kepada kita.
- Ya,
- rahmat ini merupakan bagian dari nikmat
- Allah Subhanahu wa taala. Wasiat di
- sini. Jadi, warahmati wasiat kullai.
- Rahmatku meliputi segala sesuatu.
- Bukan saja akhirnya karena meliputi
- segala sesuatu bukan saja orang yang
- beriman yang mendapatkan rahmat Allah.
- Orang yang tidak beriman pun
- itu mendapatkan rahmat Allah.
- Seperti ya rahmat Allah tentunya waktu
- di dunia ketika turun hujan. Hujan
- enggak pilih-pilih turunnya enggak pada
- kaum mukminin saja tapi orang yang tidak
- beriman pun dapat hujan. Ya. Ketika
- mereka berusaha dapatkan rezeki itu juga
- mereka dapatkan seperti itu. Tapi Allah
- tegaskan di sini fasaha
- lilladina yattaquunazakata
- walladina hum biayatina yukminun.
- Tapi
- aku tetapkan aktubuha di sini aku
- tuliskan
- kataba juga misalkan kutiba alaikumusam
- aku wajibkan ya. Jadi seperti dalam
- kalimat kutiba alaikumusam ya
- ayyuhalladzina amanu wahai orang-orang
- yang beriman kutiba alaikumusam artinya
- diwajibkan
- ditetapkan kepada kalian untuk berpuasa.
- Jadi seolah-olah Allah mewajibkan
- dirinya. Ini menunjukkan kalimat
- kepastian
- ya. Fasa aktubuha. Aku akan tetapkan
- rahmatku itu lilladzina yattaquun. Bagi
- mereka-mereka yang bertakwa.
- Wauunazzakah
- dan menunaikan zakat. Wahum biayatina
- yukminun. Dan mereka yang beriman dengan
- ayat-ayat Kami
- ini untuk mereka artinya bukan rahmat
- yang umum tapi rahmat yang khusus yang
- Allah Subhanahu wa taala akan berikan
- kepada mereka.
- Setelah itu Allah jelaskan siapa itu
- mereka. Alladzina yattaquun watunzakata
- walladzina hum biayatina yminun.
- Allah jelaskan di ayat berikutnya.
- Alladzina yattabiunar rasul nabiyal
- ummiya
- alladzi yajidunahu maktubanahum f
- taurati wal injil.
- Yaitu mereka-mereka yang mengikuti
- nabi
- mengikuti rasul an naabiyil ummi.
- Seorang nabi yang ummi. Ya. Jadi
- mengikuti rasul maksudnya mengikuti
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Kemudian disifati dengan annabiyil ummi.
- Nabi yang ummi.
- Apa arti nabi yang ummi? Bapak-bapak,
- Ibu-ibu sekalian
- biasanya dari dulu kita diajarkan nabi
- al-ummi, nabi yang buta huruf.
- Ya,
- julukan buta huruf ini julukan
- rendah. Orang buta huruf kan enggak tahu
- apa-apa seperti itu ya.
- Sebenarnya ul ummi ini memiliki makna
- yang yang
- agung. Kata Ummi di sini memiliki makna
- yang mulia.
- Memang di antara kata ummi di dalam
- Al-Qur'an
- ya, kata ini berulang memiliki konteks
- ya yang berbeda-beda pemahamannya.
- Di antaranya kalau ummi ada juga artinya
- yang enggak bisa baca tulis memang
- al ummi.
- Dan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pun memang sebelum diutus
- menjadi rasul,
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- juga tidak bisa baca tulis.
- Ini juga memang masuk di sana.
- Itu sebelum diutus menjadi rasul.
- Tapi ada makna umi ya
- yang
- lebih ee khusus dan lebih ee
- mencari kepada Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Yaitu anak
- ini menyisbatkan
- kepada ibu. Umah itu anaknya ibu karena
- ini dinyatkan kepada ibu ya.
- Ini disebabkan biasanya ada ya kalau
- orang
- ee
- orang Makkah di dalam
- ya dakwah di dawiun artinya orang yang
- dakwah karena dinisbatkan kepada Jawa ya
- kata ini dinisbatkan kepada
- yang artinya
- ya mengandung arti bagaimana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu adalah
- nabi
- yang bersih, yang suci seperti seorang
- yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.
- Karena setiap orang yang lahir dari
- rahim ibunya mereka terlahir dalam
- keadaan suci. Seperti apa yang
- diterangkan sendiri oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dalam satu
- hadisnya.
- Maulin yuladu alal fit. Setiap orang
- yang terlahir,
- dia terlahir dalam keadaan suci.
- Ya, karena setiap kita di alam arwah
- ini perah janji semuanya di hadapan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Berjanji bersaksi bahwasanya kita
- mengakui Allah adalah Tuhan kita. Jadi
- setiap manusia yang terlahir semuanya
- mereka pernah bersaksi bahwa tidak ada
- Tuhan Allah. Dan ini ketika
- sehingga kata Nabi
- maka kedua orang tuanyaalah yang
- kemudian membuat
- Yahudi, Nasrani atau
- Jadi di sini Allah ingatkan bagaimana
- besarnya perang kedua orang tua yang
- mewarnai anak yang tadinya
- yang asalnya beriman kepada Allah
- Subhanahu wa taala kemudian ya dibidin
- dengan pendidikan sesuai dengan orang
- sehingga aku pun tidak
- sebelumnya dalam keadaan jadi kita
- menunjukkan bagaimana peran pendidikan
- dimulai dari luar negara terutama dari
- ayat
- dari
- karena ibu itu adalah merupakan
- itu adalah merupakan
- masyarakat
- kalau kamu persiapkan ibu ini atau
- persiapkan calon ibu ini dengan
- persiapan yang baik dengan pendidikan
- yang baik berarti kamu telah membiarkan
- suatu bangsa yang taat kepada Allah.
- Jadi begitu sentral begitu penting di
- dalam pembinaan akhlak.
- Oleh karena itu, ketika para ibu, para
- wanita dan direkkan di masa jadiah
- ketika datang terang
- tadi bagaimana derajat kaum Islam di
- sebelumnya
- para wanita baik mereka sebagai orang
- tua, sebagai ibu, sebagai saudara
- ataupun sebagai anak semuanya mereka
- istri sekarang bahkan tadi dikatakan
- kepertan wanita memang seperti itu tapi
- ketika datang Islam kita mengangkat
- harta
- bisa
- bahkan di dalam Al-Qur'an kita ada surat
- an surat anjal gak ada
- di dalam Al-Qur'an juga diterangkan
- bagaimana perang itu di dalam melahirkan
- Nabi
- Jawi
- dan juga khair
- ibunya menjaga anak ini agar kita tidak
- dibunuh oleh para diam sungai disuruh
- putrinya kakaknya dan untuk mengawali
- ke mana ini alah
- mengalirnya bicak
- dalam perangnya itu
- untuk mengimana
- kita yang dahulu di zaman
- dihilangin dilekan,
- dihinakan.
- Begitu juga ketika menyebutkan hukum
- waris yang selalu disebutkan diterangkan
- pembagiannya adalah bagian wanita dulu.
- Karena dahulu ya kaum wanita tidak
- mendapatkan waris. Baik dia sebagai ibu,
- sebagai istri, maupun sebagai ee anak.
- Gak dapat waris. Yang dapat cuman
- orang-orang tua yang dewasa saja. Ya.
- Jadi Islam datang memuliakan kaum
- wanita. Dan ini Rasulullah tekankan
- bagaimana peran pendidikan yang pertama
- adalah di keluarga wabil khusus dari
- ibu. Ya. Jadi kita bisa bayangkan kalau
- bagaimana anak kita tidak dididik ya
- oleh bapak ibunya ya dengan baik ya.
- Ketika akhlaknya tidak baik ya itu ya
- jangan salahkan orang lain seperti itu.
- Oleh karena itu penting sekali
- pendidikan
- ya di dalam mewarnai tadi ya seorang
- anak yang terlahir dalam keadaan suci.
- Kembali kepada tadi nisbat annabiyil
- ummi. Jadi nabi al ummi di sini
- mengandung pengertian bagaimana
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- adalah sebagai nabi
- yang suci,
- yang bersih,
- yang dalam keadaan beriman kepada Allah
- subhanahu wa taala. Sejak dilahirkan
- sampai beliau diutus menjadi nabi ini
- kesuciannya tetap.
- Ya, kalau orang kan banyak di antara
- kita yang ketika lahir ya dia masih
- kecil dia ee artinya suci. Tapi setelah
- itu karena pendidikan yang enggak benar
- dari lingkungannya, dari orang tuanya,
- akhirnya menjadi menjadi ee ee melakukan
- perbuatan-perbuatan kesalahan dan
- sebagainya, melakukan
- perbuatan-perbuatan dosa. Tapi kalau
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam ini suci, bersih, tidak
- terkontaminasi oleh adat-adat jahiliah,
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tidak pernah menyembah berhala, tidak
- pernah berzina, tidak pernah minum
- khamar, tidak pernah membunuh orang.
- Jadi terpelihara terus kesucian ini dari
- sejak lahirnya
- ya. Dan juga tidak ter kontaminasi oleh
- pendidikan ahlul kitab.
- Ya, oleh karena itu ketika Rasulullah
- mendapatkan wahyu dari Allah dengan
- perintah, "Iqra bismi rabbikalladzi
- khalaq." Nah, ini
- Rasulullah yang bersih jiwanya, suci ya,
- jasmani rohaninya. Allah Subhanahu wa
- taala berikan Al-Qur'anul Karim kitab
- suci dari Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- tadi pengertian umi juga
- bisa diartikan tidak baca, tidak bisa
- baca dan tulis. Ini ketika Rasulullah
- memang dari awal sejak lahir sampai
- dewasa dan sampai mendapatkan wahyu
- memang enggak bisa baca dan tulis. Tapi
- setelah mendapatkan wahyu dari Allah
- dengan firman Allah iqra
- bacalah.
- Maka Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam langsung bisa baca. Ya
- Rasulullah bisa baca bisa tulis.
- Ya Allah apa susahnya Allah mengajarkan
- seseorang untuk bisa baca. Banyak di
- antara kita orang yang pindah pandai
- sesuatu padahal dia sebelumnya enggak
- belajar. Yang sering ya kita sebut
- dengan otodidak ya. Di dalam Al-Qur'an
- pun diceritakan ada seorang hamba saleh
- yang sering kita sebut Nabi Hidir.
- Bagaimana Nabi Hidir memiliki ilmu yang
- tidak dimiliki oleh Nabi Allah Musa
- Alaih Salam? Karena Allah katakan, "Ya,
- waamnahu
- minadunna ilma." Kami yang mengajarkan
- ilmu kepadanya dari sisi kami. Jadi,
- Nabi Allah Hidir mendapatkan ilmu dari
- Allah Subhanahu wa taala. ilmunya
- bagaimana diajarkan oleh Allah. Ya
- enggak perlu ngajarkan seperti pakai
- papan tulis diajarkan dari awal alif ba
- enggak langsung ketika Allah
- menginginkan sesuatu innama amruhu idza
- arada saian ayula lahu kun fayakun.
- Ya seperti itulah. Jadi ya ketika kita
- mendengar annabiyil ummi jangan
- konotasinya oh nabi ini terus menjadi
- buta huruf sampai akhir hayatnya.
- Enggak. Ya, setelah mendapatkan firman
- Allah, perintah, bacalah, iqra. Masa
- Allah yang suruh Nabi supaya baca, Nabi
- enggak bisa baca. Ini hal yang mustahil.
- Nabi diutus kepada umat yang begitu maju
- sampai sekarang. Kemajuan umat adalah
- dengan bagaimana mereka bisa membaca,
- menulis, maka nabinya tidak bisa
- membaca. ini sering ya pemahaman ini
- enggak diajarkan diartikan Nabi yang
- buta huruf saja. Padahal ini tersirat
- dari Al-Qur'an itu sendiri. Dalam surah
- Al-Qiyamah, Allah Subhanahu wa taala
- menerangkan bagaimana saat kondisi kalau
- Rasulullah mendapatkan wahyu.
- Rasulullah saking gairahnya mendapatkan
- wahyu. Gembiranya kalau dapat wahyu itu
- ini ibarat mendapatkan suatu anugerah
- yang besar. Sehingga ketika malaikat
- Jibril baru mau membacakan ayat Quran
- langsung Rasulullah baca duluan.
- Rasulullah baca. Kok bisa begitu?
- maksudnya seperti apa? Ini tersirat ini
- dalam al-Qiyamah ini ee tidak pemahaman
- ini. Kalau tidak kita renungkan
- Al-Qur'an, kita enggak memiliki gambaran
- seperti itu. Al-Qur'an kalimatnya
- simpel-simpel, singkat, tapi kalau kita
- renungkan dengan hati yang bersih, Allah
- Subhanahu wa taala akan memberikan
- pemahaman kepada kita.
- Allah katakan, "La tuhar bihi lisanaka."
- Ketika Rasulullah pengin buru-buru baca
- Al-Qur'an karena begitu gembiranya dapat
- ayat Quran ini tentu diperlihatkan oleh
- malaikat Jibril langsung dilarang oleh
- Allah. La tuhar bihi lisanaka bih.
- Jangan kamu gerakkan, buru-buru gerakkan
- lidah kamu untuk buru-buru baca
- Al-Qur'an. Jangan kamu gerakkan lidahmu
- untuk buru-buru baca Al-Qur'an. Ini
- menunjukkan Rasulullah sudah lihat
- bacaannya. Dan Rasulullah berarti bisa
- baca ya. Masa buru-buru buruk belum
- dibacakan, belum diajarkan sudah sudah
- Rasulullah mau baca. Ini menunjukkan
- Rasulullah bisa baca dan Rasulullah bisa
- melihat bentuk tulisannya
- ya. Karena Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam setiap kali turun ayat Quran
- kemudian Rasulullah perintahkan kepada
- para sahabat yang disebut kutabul wahyi.
- Kalau kita baca ulumul Qur'an, ada
- sahabat-sahabat yang Rasulullah tugaskan
- sebagai penulis wahyu. Ketika turun ayat
- ini, oh kan ayat alaq turun 1 sampai 5
- saja ya. kelanjutannya diselingi oleh
- surah-surah yang lain. Ketika ada ee
- ayat ke-6 sampai ayat ke-19 turun,
- Rasulullah bilang, "Oh, ini adalah
- kelanjutan tulis gabung dengan surah
- Al-Alaq ayat 1 sampai 5 seperti itu.
- Karena Al-Qur'an turun secara ya ee
- bertahap ya, enggak sekaligus kan
- seperti itu." Nah, Rasulullah
- perintahkan suruh tulis itu siapa yang
- nulis? Ya Rasulullah bisa tulis kalau
- Rasulullah mau tulis. Tapi menghindari
- nanti orang bilang, "Oh, ini adalah
- buatan Rasulullah." Rasulullah
- perintahkan orang lain yang tulis. Tapi
- yang ngawasin siapa?
- Rasulullah. Bagaimana tahu itu tulisan
- salah atau benar? Ya Rasulullah yang
- ngawasin. Karena di dalam cara penulisan
- ini memiliki kaidah tertentu.
- Ya, seperti sering kita saya kasih
- contoh seperti tulisan kitabun. Kalau
- kita belajar bahasa Arab, tulis kitabun.
- Kalau belajar imla ya kaf ta karena
- tanya-nya dipanjangin pakaiin alif
- kitabun
- kan begitu.
- Coba lihat di dalam Al-Qur'an. Dalikal
- kitabu tulis tulisannya kaf ta terus ba
- enggak pakai setelah ta enggak ada alif
- ya seperti itu. Tapi bacanya kitabun.
- Kenapa kok Kenapa enggak ditulis setelah
- ta ada alif? Karena memang Allah
- perintahkannya seperti itu. Karena Allah
- karena Rasulullah lihat bentuk
- tulisannya seperti itu. Rasulullah
- perintahkan tulis seperti itu.
- Ya. Begitu juga bismi. Kata bismi dalam
- surah al-alaq nanti lihat ya. Surah
- Al-Aq ayat 1 s ee itu 1 sampai 5. Bismi.
- Tulisan bismi itu pakai ada ba terus
- alif terus sin baru mim. Arti artinya
- dengan nama.
- Di dalam Al-Qur'an ada bismi yaitu
- bismillah itu juga dengan nama Allah
- kan. Bismi itu artinya dengan nama. Coba
- tulisannya bagaimana? Apa setelah ba ada
- alif dulu? Tidak ada. Ba langsung sin
- langsung mim.
- Kenapa seperti itu? Ya memang tulisannya
- seperti itu yang diperlihatkan oleh
- malaikat Jibril kepada Nabi seperti itu.
- Sehingga Nabi perintahkan kepada para
- julutis wahyu ini ditulis seperti itu.
- Dulu enggak ada enggak ada belum ada
- titik ada belum ada baris ya. Tapi
- lekukan-lekukannya sama seperti itu ya.
- Baris panjang kita pun kan sekarang
- setelah tais apa? Alif seperti alif
- begitu di atas dulu gak ada ya. titik
- saja belum ada ya, tapi tulisannya
- seperti itu. Orang Arab biasa baca
- seperti itu walaupun enggak ada baris,
- enggak ada titik karena ini bahasa
- mereka bisa ya.
- Nah, inilah makna dari apa yang Allah
- Subhanahu wa taala ingatkan dalam surah
- Alqiyami ini. La tuhar bihi lisanaka.
- Jangan kamu gerakkan lisan kamu untuk
- buru-buru baca Al-Qur'an.
- Inna ala jamahu wa quran. Sesungguhnya
- tugas kamilah yang akan mengumpulkannya
- ya dan membacakannya.
- Jadi mengumpulkan dalam bentuk tulisan
- kan berserakan. Arti berserahkan di sini
- maksudnya turun ee tidak berurutan dari
- Al-Fatihah ya, Albaqarah, Al-Imbran, dan
- seterusnya. Enggak seperti itu kan
- sampai Annas. Tapi ayat demi ayat yang
- berbeda-beda ya kemudian dikumpulkannya
- siapa? Bukan dikumpulkan oleh para
- sahabat. Sehingga kita sering dengar
- kan, oh sahabat ngumpulin dari apa? Dari
- tulang-tulang. Enggak kat karena mereka
- nulisnya itu Al-Qur'an sana di
- tulang-tulang itu masing-masing di
- tulang, di pelepah kurma, di kulit itu
- masing-masing inisiatif sahabat sendiri.
- Adapun orang yang spesialis menulis
- karena wahyu itu disebutkan khutbabul
- wahyu. Mereka nulisnya dalam kertas
- seperti itu. Ya, kalau itu apa inisiatif
- para sahabat nulis ya ketika dengar ayat
- Quran pengin buru-buru supaya jangan
- hilang ya tulis kayak kita misalnya
- kalau ada ceramah Ustaz Husin oh kita
- ada ada polpen nih di situ enggak ada no
- ada bungkus misalnya bekas makanan kita
- tulis seperti itu. Begitu juga para
- sahabat saking gairahnya mendapatkan
- ayat Quran seperti itu. Nah, tapi
- Al-Qur'an yang dikumpulkan oleh Rasul
- melalui para sahabat, para penulis wahyu
- ini adalah atas perintah Allah. Ini in
- atas jaminan Allah. Inna alaina jamahu.
- Sesungguhnya kami yang akan
- mengumpulkan. Pakai alaina, pakai domir
- nahnu di sini kami karena Allah mengikut
- sertakan peran Nabi, peran para sahabat,
- peran ee malaikat Jibril. Jadi bukan
- alena suungguhnya kami ke Allah itu
- banyak enggak ya? Biar mengerti ini.
- Maaf ini walaupun peringatan Maulid saya
- kalau berceramah kurang pintar ya.
- Enggak bisa. Kalau saya biasanya ngajar,
- jadi anggap aja is sedang taklim ya
- seperti itu. Jadi seperti itu.
- Jadi Allah yang kumpulkan sehingga
- kemudian ya terkumpullah ayat-ayat
- Al-Qur'an ini oleh para sahabat dan cara
- penulisannya pun tadi ya diawasi oleh
- Nabi karena inna alaina jamahu. Kamilah
- yang mengumpulkannya dalam bentuk
- tulisan wa quranah dan juga
- membacakannya.
- Jadi cara bacanya juga diajarkan oleh
- Allah.
- Padahal tulisannya seperti contoh
- Maliki yaumiddin min langkah bangun kan
- gitu. Dulu belum ada basis ingat
- bacanya bisa kalau orang mau baca Maliki
- yaumiddin enggak panjang. Arti Malik
- sebagai raja di hari kemudian atau bisa
- bilang Maliki yaumiddin yang memiliki
- hari pembalasan itu juga benar. Atau
- kalau pakai fi'il madhi malaka yaumaddin
- begitu bacanya. Malaka artinya yang
- memiliki itu juga bisa diartikan seperti
- eh bisa dibaca seperti itu. Tapi tidak
- diajarkan cara bacanya. Oh, ini bacanya
- mesti Maliki yaumiddin.
- Ada dua bacaan memang ada Maliki
- yaumiddin atau Maliki yaumiddin. Kalau
- malaka yaumiddin gak ya seperti itu.
- Nah, ini artinya sampai cara bacanya pun
- diajarkan. Makanya Rasulullah dilarang
- la tuhar bihi lisanaka lalabih. Jangan
- kamu gerakkan lidah kamu untuk buru-buru
- baca Al-Qur'an karena kamilah yang akan
- mengumpulkannya dan membacakannya.
- Faidza qahu fattabi qurana. Kalau kami
- sudah bacakan ikuti bacaannya.
- Nah, ini penting. Jadi ketika kita baca
- Al-Qur'an itu talaqi dengerin ya guru
- baca seperti apa bacaannya. Jadi faidza
- qaranahu fattabi qurana. Ikuti cara
- bacanya ya. Tumma inna alaina bayah.
- Kemudian tugas kami juga yang
- menjelaskan Al-Qur'an. Ini menunjukkan
- mukjizat lain dari Al-Qur'an. Bahwasanya
- Al-Qur'an itu dijelaskan oleh Allah
- Subhanahu wa taala ayat demi ayat saling
- menjelaskan satu dengan yang lainnya.
- Ya. Yang terakhir. Tapi sayang ini
- adalah rahmat Allah annabi ummi ini nabi
- yang
- ummi yang memiliki karakter yang bersih,
- yang tidak teraminasi.
- adat-adat jahiliah ya tidak
- terkontamisinasi
- dengan perbuatan-perbuatan maksiat ini
- ya kita tidak mengikutinya. Dan apa yang
- dibawa oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Kitab suci
- ini. Al-Qur'an banyak dari kita ya tidak
- mau membacanya bahkan tidak mau
- merenunginya apalagi ya membacanya aja
- kadang-kadang malas seperti itu.
- Ada juga yang hanya cukup membaca dan
- menghafalkannya tapi tidak mau
- mengartikannya, tidak mau memahaminya
- seperti itu. Tidak mau mengamalkan dan
- mengambil Al-Qur'an sebagai pedoman.
- Sehingga kita bisa lihat, saksikan
- bagaimana umat muslimin sekarang
- terpecah belah. Karena referensinya
- beda-beda. Referensinya kata kitab si
- fulan, kitab fulan, kitab fulan, kata
- guru si fulan. Kenapa enggak
- dikembalikan kepada Al-Qur'an?
- Kalau dikembalikan kepada Al-Qur'an kita
- akan bersatu. Ini ya yang sekarang kita
- banyak abaikan. Ini sebenarnya sudah
- disebutkan juga di dalam Al-Qur'an.
- Rasulullah nanti ngadu waqasulu in
- Rasul mengatakan, "Wahai Tuhan,
- sesungguhnya kaum untuk menjadikan
- Al-Qur'an ini sesuatu yang
- ditinggalkan." Ini Al-Qur'an sesuatu
- yang begitu berharga, lebih berharga
- dari segala harta di dunia ini. Tapi
- ditinggalkan akhirnya beginilah umat
- Islam. Ini modal dasar umat Islam
- sebenarnya. Modal dasar bangsa Indonesia
- yang mayoritas muslim kalau mengamalkan
- ini, wah makmur semuanya. Tapi ini
- ditinggalkan, hidupnya sejahtera
- semuanya. Tapi ini ditinggalkan
- Al-Qur'an. Ya. Ee mungkin ini saja yang
- dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan
- dengan peringatan Maulid ini kita ya
- bertambah cinta kita kepada Nabi, cinta
- kita kepada Al-Qur'an yang dibawa oleh
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam dan kita berusaha terus untuk
- membacanya, mentadaburinya dan
- mengamalkan apa-apa yang di dalam
- Al-Qur'an dan menjadikan Al-Qur'an
- selalu imam kita, selalu menjadi ee
- tolak ukur kebenaran yang harus kita
- merujuk kepadanya. Ini saja yang dapat
- saya sampaikan lebih kurang saya mohon
- maaf. Billahi taufik wal hidayah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Makasih. Terima kasih banyak ee kepada
- Ustaz Hamzah bin Atos Salatos atas
- tausiahnya yang ilmu dan hikmah. Semoga
- Allah selalu menjaga beliau dan membalas
- dengan kebaikan yang berikan.
- Kami juga mohon kepada Ustaz Agus Abu
- Bakar untuk berkenan menyampaikan walau
- sedikit nasihat karena setiap kalimat
- yang lahir dari hati yang ikhlas
- insyaallah membawa manfaat dan
- keberkahan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillahi nahmaduhu waastainuhu
- wastagfiruhu wa naud nauzubillahi min
- syururi anfusina wamin sayiati a'alina.
- May yahdihillah fala mudillalah wam
- yudlil fala hadiyalah. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
- la nabiya ba'da.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina wa maulana wa habibina
- Muhammad
- wa ala alihi thayibin thahirin wa
- ashabihil mayamin.
- Para hadirin yang dimuliakan Allah, para
- asatiz, para habaib,
- ibu-ibu yang dimuliakan Allah.
- Pertama-tama sekali lagi kita panjatkan
- puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu
- wa taala atas segala limpahan nikmatnya
- dan juga tidak lupa kita panjatkan
- selawat dan salam kepada junjungan kita
- Nabi Besar Muhammad
- dan juga atas keluarganya serta
- para sahabatnya yang setia dan sekalian
- para pengikutnya yang mengikutinya
- dengan ihsan.
- Pada kesempatan yang ringkas singkat ini
- saya ingin menyampaikan pertama
- bahwa tugas nabi diutus adalah
- liyukhrijahum minzulumat ilan nur.
- Mengeluarkan manusia
- dari kegelapan menuju kepada cahaya.
- Kegelapan di sini luas sekali maknanya.
- Bisa kebodohan, kemiskinan, kezaliman,
- ketidakadilan.
- menuju kepada cahaya ilmu, cahaya
- pengetahuan,
- cahaya
- kesejahteraan, keterbebasan daripada
- ketidakadilan.
- Bahwa Nabi
- terutama diutus untuk membebaskan
- potensi-potensi yang ada pada manusia
- yang terhalang tumbuh karena
- ketertindasan manusia itu oleh hawa
- nafsunya, oleh lingkungannya.
- Dan ini semua menghalangi manusia untuk
- menjadi sempurna. Maka Nabi datang untuk
- membebaskan kita dari semua belenggu itu
- menuju kepada cahaya tadi. Dan itu semua
- tentu saja ee tersimpulkan dalam satu
- kalimat yang kita selalu baca yang
- menjadi esensi daripada agama itu, yaitu
- kalimat tauhid lailaha
- illallah. bahwa tidak ada Tuhan, tidak
- ada yang kita sembah, tidak ada yang
- kita cintai, tidak ada yang paling kita
- utamakan, tidak ada yang
- kita taati kecuali Allah Subhanahu wa
- taala.
- Di sini ketaatan yang dimaksudkan di
- sini tentu saja sangat luas ya, yang
- membebaskan kita dari semua selain Allah
- Subhanahu wa taala. Makanya kita disebut
- muslim. Muslim artinya orang yang
- betul-betul pasrah hanya berserah diri
- kepada Allah saja. Itu kata muslim.
- Saya ingin ee mengingatkan kita ayat
- yang selalu dibaca dalam setiap khotbah
- Jumat bahwa
- innallahamuru billi wal ihsan wailbahaya
- wal munkar wal.
- Ini adalah prinsip daripada ajaran Islam
- bahwa Allah menyuruh kalian untuk
- menegakkan keadilan
- dan melakukan ihsan dan
- waaiil qurba memberi kepada orang-orang
- yang terdekat berdasarkan prioritas.
- Inallah bilsan
- fah munkar dan mencegah kalian dari
- perbuatan keji dan mungkar.
- Nah, para hadirin yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala, saya ingin ee
- mengkaji sedikit ada satu ayat yang kita
- juga mungkin sering baca, surah
- Ali Imran
- ini ketika Nabi diperintahkan berdialog
- dengan pemuka agama lain dalam hal ini
- adalah ahlul kitab.
- Allah berfirman
- alla
- nabuda Allah
- whian
- wabanillah
- asadu
- muslimun Istilah
- menarik di sini namanya kalimatun sawa.
- Kalimat yang kita sepakati
- di dalam ayat ini bahwa para nabi diutus
- Allah untuk
- membangun kesepakatan dengan manusia.
- Kesepakatan yang paling pertama dan
- utama adalah
- bahwa
- alla na'budu illa Allah. kita tidak
- menghamba
- kecuali kepada Allah.
- Ya, ini prinsip tauhid lagi bahwa ini
- seruan.
- Tetapi bukan hanya sekedar
- penghambaan dalam arti ketaatan saja,
- tapi di sini juga pengertiannya luas
- menyangkut kehidupan sosial politik
- kita.
- bahwa kita
- tidak menjadikan ba'duna ba'dan ini
- sebagai arbab, sebagai majikan, sebagai
- tuan, sebagai penguasa yang mutlak ya
- arbaban min dunillah selain Allah
- subhanahu wa taala.
- Ini prinsip dasar sosial yang penting
- sekali bahwa
- jangan sampai kita membangun suatu
- sistem sosial yang sifatnya tidak adil
- yang mengklasifikasi masyarakat.
- Yang disebut musyrik itu masyarakat
- terdiri daripada kelas-kelas sosial. Ya,
- kelas sosial ini menyangkut keturunan,
- kekayaan, jabatan politik.
- Penolakan utama daripada
- kafir Quraisy kepada Nabi
- bukan sekedar tauhid dalam pengertian
- mengesakan Allah. Tidak ada Tuhan selain
- Allah dalam arti spiritual semata. Atau
- kalau mereka ditanya siapa pencipta
- langit dan bumi? Mereka akan mengatakan
- Allah.
- Mereka mengakui sebagai pencipta langit
- dan bumi. Tapi yang mereka persoalkan
- adalah
- konsekuensi daripada kalimat tauhid ini
- di dalam kehidupan sosial.
- Apa konsekuensi kita tidak membedakan
- antara satu manusia dengan manusia lain?
- Maka pemuka-pemuka Quraisy itu datang
- kepada Nabi, "Ya Rabb Muhammad, apa kamu
- datang mengajarkan kami ini
- untuk mempersamakan kami antara kami
- dengan budak-budak kami?
- Jadi mereka sudah terbiasa dengan suatu
- sistem sosial yang ee zalim di mana
- manusia terbagi-bagi dalam kelas
- dan itu kemudian dianggap sebagai suatu
- pola yang sudah wajar dan seharusnya
- seperti itu. Nah, mereka tidak bisa
- menerima ini. Kalau ditanya tauhid,
- mereka mengakui tauhid sebagai Allah
- pencipta. Tetapi ketika bicara tauhid
- dalam konteks kesamaan di hadapan hukum,
- kesamaan derajat manusia, mereka tidak
- terima. Dan Rasulullah memberikan satu
- contoh yang luar biasa kepada kita.
- Bagaimana Rasulullah sendiri
- tidak pernah membedakan dirinya dengan
- orang lain.
- Ketika sahabat bersama-sama membangun
- Masjid Nabawi
- itu sahabat ada yang bekerja membawa
- pengguna kayu, ada yang bekerja membawa
- tanah batu.
- Rasulullah juga ikut kerja. Rasulullah
- membawa batu juga ikut kerja mengangkat
- barang.
- Sahabat bertanya
- menahan Rasulullah, meminta Rasulullah
- diam saja. Ya Rasulullah, biar kami saja
- yang kerja. Cukuplah engkau
- ee mengawasi kami. Nabi bilang, "Apa
- jawabnya?" Allah paling tidak suka
- dengan orang yang membedakan dirinya
- dengan orang lain.
- Ini masalah yang terbesar adalah di
- dalam kehidupan kita ini. Kita
- membeda-bedakan diri kita. membedakan
- diri kita dan memisah-misahkan
- perlakuan kita antara satu orang dengan
- orang lain. Misalnya Nabi mengatakan
- dalam suatu riwayat yang mungkin jarang
- dikutip bahwa barang siapa menghormati
- seseorang karena ag karena kekayaannya,
- karena dunianya, karena jabatan
- materialnya,
- maka hilang 2/3 agamanya.
- bahwa bahkan kita dilarang misalnya
- menghadiri suatu pernikahan atau pesta
- di mana orang miskin tidak diundang atau
- orang miskin dipisahkan tempatnya.
- Nah, bayangkan
- kita seringki melihat hal itu dalam
- kehidupan kita. Bagaimana manusia itu
- dibedakan. Padahal kita lihat di masjid
- tempat kita beribadah, kita tidak
- membedakan manusia.
- Siapa saja yang datang pertama kali ke
- tempat ini, dia berhak menempati posisi
- terdepan.
- Tetapi tetapi kita melihat dalam
- kehidupan sosial kita
- apa ciri kemusyrikan ini menjadi gejala
- yang umum dan tanpa kita sadari kita
- semua masuk dalam lingkaran itu dan
- menjadi suatu kebiasaan yang tidak kita
- anggap sebagai suatu penyimpangan.
- Sehingga tadi saya katakan bahwa Nabi
- mengingatkan kita untuk tidak menghadiri
- majelis atau pesta di mana orang miskin
- tidak diundang atau dipisahkan
- tempatnya.
- Nah, ini satu hal yang ee patut untuk
- menjadi
- perhatian kita bahwa Islam ini
- menganggap manusia ini sama. Kata Nabi,
- "Tidak ada perbedaan antara Arab dengan
- ajam. Tidak ada. Kalian ini seperti ee
- sisir tuh semua sama dia punya sama
- tidak ada perbedaannya di sisi Allah.
- Dan inna akramakum indallahi atqakum.
- Nah, kita melihat masyarakat sekarang.
- Nah, ini salah satu tanda ya menarik ya.
- Ayat tadi ini ayat yang saya baca surat
- Al Imran ini itu dikaji secara khusus
- oleh seorang ulama besar namanya Sayid
- Kutub dalam kitabnya Fi Zilalil Qur'an
- di mana dia membahas bahwa tema ini
- dalam ayat ini adalah suatu tema yang
- sangat ee penting untuk kita pahami
- sebagai dasar daripada kehidupan sosial
- kita.
- Beliau menyebut bahwa
- kita ini misalnya dalam Sayid Kutub
- mengatakan saya ingin menyebut inti
- kalimatun sawa tidak menyembah kecuali
- Allah. Artinya manusia hanya tunduk
- kepada otoritas ilahi, bukan kepada
- sesama manusia.
- Tidak mempersekutukannya dengan apapun.
- Kemudian tidak menjadikan sebagian
- manusia menjadi majikan bagi sebagian
- yang lain.
- Tidak boleh manusia menjadi penguasa
- mutlak atas manusia yang lain. Tidak
- boleh ada manusia menjadi penguasa
- mutlak atas manusia lain.
- Kemudian kemerdekaan dari segi
- masalah sistem hukum. Nah,
- tidak menyembah,
- tidak menjadikan apa ee manusia ini
- sebagai takut. Penguasa zalim
- menundukkan manusia melalui kekuasaan
- mutlak yang dilapanggakan melalui hukum.
- Misalnya
- hukum, sistem hukum, sistem pajak.
- Nah, kita lihat ada tagut politik. takut
- politik ini manusia ditundukkan
- berdasarkan sistem kekuasaan yang diatur
- sedemikian rupa sehingga hanya kelompok
- tertentu yang bisa menang.
- Nah, itu bisa terjadi di mana-mana
- sekarang. Sekarang sistem politik kita
- itu hanya menguntungkan memberikan
- peluang kepada kelompok yang memiliki
- ekonomi yang kuat untuk menang.
- Dan ini adalah satu sistem takut politik
- di mana
- yang duduk sebagai wakil kita di DPR itu
- bukan suara terbanyak. Tapi
- kalau di negara maju, apakah itu di
- negara barat yang duduk di DPR itu orang
- yang memiliki ee suara 50% plus 1. Kalau
- di Indonesia
- dia bisa saja terpilih dengan suara
- hanya 20% bahkan 10%.
- sehingga dia tidak mewakili daerah itu
- secara ee apalagi hakiki. Tidak ada
- tidak ada keterwakilan karena dia menang
- karena partai. Partai jadi partainya
- punya suara 100 sedangkan dia punya
- suara 10 dia terpilih karena partainya
- bukan karena rakyat. Akibatnya apa? Dia
- bukan wakil daripada rakyat. Dia tidak
- mewakili kepentingan kita, tapi dia
- mewakili kepentingan partai.
- Ini tagut dalam politik.
- Tapi saya pernah di politik, saya pernah
- meminta supaya kita kembali ke sistem
- satu orang dipilih berdasarkan sistem
- distrik dengan suara 50% plus 1. Enggak
- ada yang mau,
- enggak ada yang setuju.
- Kenapa? Karena pasti mereka tidak akan
- terpilih kalau seperti itu.
- Ini tagut politik. Kita lihat ini
- terjadi dan ini adalah ketidakadilan.
- Sumber masalah kita semua adalah
- ketidakadilan dalam sistem politik kita.
- Ini ini juga satu hal yang harus kita
- jaga. Karena itu dalam Islam salah satu
- prinsip yang paling penting dalam
- kehidupan sosial kita itu adalah
- musyawarah.
- Nah, musyawarah ini oleh orang-orang
- yang memiliki autority, yang memiliki
- kemampuan.
- Sekarang saya punya pengalaman seorang
- teman
- duduk sebagai tukang ketik di kantor
- kita kemudian terpilih jadi anggota DPR.
- Karena apa? Karena dia di urutan kedua
- yang di atasnya meninggal
- ya. dia yang di atasnya meninggal dia
- yang suaranya hanya sekitar 2% 5% enggak
- sampai 5% 2% terpilih jadi wakil kita di
- sana dengan pendidikan rendah tukang
- ketik yang di sekolah di di kantor itu
- dia perempuan kebetulan itu selalu
- dibully
- ya tiba-tiba berubah pola hidupnya dari
- enggak punya apa-apa jadi punya Alfar ya
- itu banyak terjadi seperti itu. orang
- yang tidak punya latar belakang yang ee
- patut tiba-tiba duduk di dalam kekuasaan
- karena sistem yang tidak adil. Kalau di
- negara-negara seperti kita lihat di Iran
- misalnya, kalau orang itu misalnya duduk
- sebagai anggota DPR, dia harus mewakili
- 50% suara terbanyak dari suatu daerah.
- Kemudian baru dia naik. Kalau dia
- meninggal pemilihan ulang.
- Tidak otomatis orang yang kedua atau
- yang ketiga. Tidak. pemilihan ulang lagi
- di tempat itu. Itu juga terjadi di
- negara-negara Eropa, di Amerika dan
- lain-lain. Nah, kalau kita tidak bisa
- saja orang yang tidak ada nilainya sama
- sekali, tidak ada
- naik di atas dan tiba-tiba menjadi wakil
- kita di sana membuat hukum buat kita.
- Bayangkan dia menjadi legislator
- menentukan hukum buat kita.
- Apa akibatnya? Ya lihat sistem hukum
- kita jadi carut-marut.
- Jadi kita lihat ini satu takut politik
- dan sistem politik yang rusak dan Nabi
- mengatur ini. Kedua, takut di bidang
- ekonomi.
- Sekarang posisi kita negeri paling
- miskin di dunia sekarang. Nomor dua di
- bawah Zimbabwe.
- Jumlah penduduk miskin kita itu menurut
- World Bank 70% 200 juta orang.
- Kemudian kekayaan kita hanya lima orang
- memiliki 50% daripada jumlah seluruh
- penduduk kita.
- Apa yang terjadi? Sistem kapitalisme
- menguasai kita. Ini yang terjadi.
- Ekonomi dikuasai oleh segelintir orang
- yang punya modal.
- Masih mendingan kalau orang itu punya
- nasionalisme.
- Kebanyakan mereka bawa lari uang ke luar
- negeri. Kita punya uang di luar negeri
- puluhan ribu triliun. Kemudian kita
- mengemis-ngemis minjam duit ke
- negara-negara lain, ke IMF, ke World
- Bank dan lain-lain. Apa yang terjadi?
- Ya,
- saya kemarin tapi orangnya bilang,
- "Ustaz, jangan diomongin." Saya bilang,
- "Enggak apa-apa, ini kepentingan
- nasional."
- Word Bank itu enggak percaya sama kita
- ya, karena mereka juga punya
- kepentingan. Saya juga enggak percaya
- sama Worldbank. Saya juga enggak percaya
- sama mereka
- karena mereka adalah pengejawan tahan
- dari sistem kapitalisme yang ada. Mereka
- hanya bantu kita kalau ada kepentingan
- mereka yang terpenuhi. Di situ ada
- kepentingan imperialisme,
- neokolonialisme di dalamnya. Nah, sistem
- ekonomi kita ini takut. Sistem
- kapitalisme ini luar biasa. di negara
- maju, di negara Eropa misalnya orang
- enggak boleh punya bisnis monopoli,
- oligopoli, kartel. Di Indonesia hampir
- semua bisnis sekarang dikuasai oleh
- monopoli, oligopoli, kartel. Sehingga
- kita ini semua hanya jadi
- pekerja saja, tidak pernah jadi pemilik.
- di negara lain
- sistem itu tidak boleh misalnya pe
- misalnya ini contoh satu perusahaanpan
- dia men produk DOC
- doc tahu day old chicken apa ee anak
- ayam baru lahir.
- Dia juga yang memproduksi makanannya,
- dia juga yang membikin
- peternakannya,
- dia juga yang bikin turunannya. Ayam
- dibikin nugget dan lain-lain. Punya dia
- juga perusahaannya.
- Kemudian dia juga yang punya
- tokonya Fresmart
- itu di luar negeri itu kejahatan besar
- ya. itu sangat besar. Itu kejahatan, itu
- pelanggaran luar biasa. Saya juga protes
- kepada kemarin perwakilan World Bank
- saya bilang, "Anda ini peduli dengan
- ekonomi Indonesia, tapi kenapa masalah
- ini Anda tidak bahas? Anda biarkan ini
- pelanggaran hukum terhadap ee
- apalagi kejahatan ekonomi seperti ini."
- Dan ini yang menyebabkan apa? Kita
- kehilangan pemerataan. Karena orang yang
- punya bisnis seperti ini yang monopoli
- dari ujung ke ujung, kartel, kartel itu
- mereka kerja sama satu sama lain
- mengatur harga supaya tidak ada
- persaingan bebas.
- Mereka atur harga. Dan ini terjadi pada
- hampir semua bisnis di Indonesia,
- pertanian, peternakan, penerbangan.
- Sehingga kita bayangkan kalau jalan di
- Indonesia ini antara satu kota dengan
- kota lain itu lebih mahal daripada ke
- Malaysia.
- Sekarang kita mau jalan-jalan domestik
- aja keliling Indonesia misalnya domestik
- nih. Ke Papua berapa tiketnya?
- R5 juta. Sekarang kita ke Malaysia
- berapa? R00.000. R juta.
- Anak saya kemarin mau ke Aceh ikut lomba
- di Aceh.
- Anggarannya enggak cukup untuk beli
- tiket. Akhirnya jalan keluarnya apa?
- Pergi ke Malaysia dulu. dari Malaysia
- baru ke Aceh
- itu baru bisa dapat harga murah kan
- gila.
- Mana ada dunia seperti itu. Akibatnya
- barang-barang kita dari satu daerah ke
- daerah lain, barang-barang kita itu
- nilainya
- mahal sekali. Akhirnya barang asing yang
- masuk dengan bebas.
- Apa yang terjadi? Produk kita semua
- gagal kalah dengan produk asing semua.
- Ini yang terjadi ini takut
- dalam hal ekonomi. Masih banyak hal saya
- tidak
- kerja
- kelompok masyarakat kelompok lain. Dan
- terakhir tagut spiritual ini kata
- ee siapa lagi
- ini? Ulama besar ini, Sayid, Sayid Kutub
- ini luar biasa nih menulis ini.
- Dia bilang, "Ini juga tagut di bidang
- spiritual di Guani." Siapa tagut
- spiritual ini?
- Menuhankan ulama
- rahib, pemimpin agama
- di mana hukum-hukum mereka mau semaunya.
- Sekarang ini yang merusak kita ini juga
- siapa?
- Ulama kita.
- Benar kata Mahattir. Kenapa bangsa
- Melayu ini kalah terpojok
- dalam kehidupan politik, ekonomi,
- sosial, politik? Karena ulama dia
- bilang, "Kenapa ulama kita ini sibuk
- bertengkar mempermasalahkan masalah
- khilafiah
- dan urusannya urusan akhirat? Urusan
- dunia enggak diurusin.
- Ngerti maksudnya? Ya, lihat ulama kita
- bahas cara bahagia
- dengan ibadah duha ini itu itu. Tapi
- enggak ada yang bahagia juga kayak ada
- yang sukses.
- Ekonomi kita merosot terus.
- Karena kalau menurut aturan Islam,
- kalau suatu negeri penduduknya beriman
- ka apa ee dalam Al-Qur'an disebut
- apabila suatu penduduk negeri beriman
- bertakwa lafatahna alaihim barakat
- minasamawati wal ard. Kalau seseorang
- itu benar imannya, benar takwanya, pasti
- dibukakan pintu-pintu keberkahan. pasti
- makmur negeri itu.
- Sekarang siapa yang punya tugas
- memakmurkan negeri ini melalui
- spiritual? Para ulama. Tapi ulama ini
- ribut bahas mazhab, aliran, golongan,
- kemudian khilafiah.
- Tidak membahas masalah
- keadilan sosial, masalah takut di bidang
- ekonomi, di bidang politik. Didiamin.
- Akibatnya apa yang terjadi?
- Kita sekarang berada dalam negara yang
- termasuk rawan untuk mengalami
- apa yang disebut negara gagal. Pak
- Prabowo dalam bukunya Paradoks
- Indonesia, dia dulu meramalkan Indonesia
- ini akan bubar tahun 2030.
- Sekarang dia jadi presiden. Waktunya dia
- berat ini karena tantangan yang dihadapi
- luar biasa. Nah, kembali kepada
- Al-Qur'an, kembali kepada contoh yang
- diberikan oleh Nabi. Bagaimana Nabi
- membangun
- Madinah dalam waktu singkat, hanya 2
- tahun, 3 tahun Madinah itu menjadi
- negeri yang makmur, bahkan menjadi super
- power bisa mengalahkan musuh-musuhnya.
- Hanya dalam 12 tahun
- Madinah itu menjadi negeri yang
- mengalahkan dua superbawar pada masanya.
- Nah, kita bisa lihat kita sudah berapa
- puluh tahun merdeka. Ini tahun 80 tahun
- kita merdeka. Kita sudah renta.
- Sebenarnya kalau kita sebagai manusia,
- kita ini sudah di usia senja.
- Nah, seharusnya di usia remaja kita itu
- sudah berhasil.
- Nah, kembali peranan ulama bagaimana di
- sini? Peranan intelektual kita. Nah, ini
- tanggung jawab kita. Kita jangan
- nyalahin orang lain. Karena masalah
- terbesar umat Islam seringki
- mencari kambing hitam.
- Jadi ada masalah kambing hitamnya
- Yahudi, Nasrani,
- Cina, Amerika, imperialisme
- ini. Karena kata Nabi kalau kalian
- seperti itu kalian tidak akan maju
- karena
- maaka minanatin faminallah.
- Apa yang menimpa kalian dari kebaikan
- dari Allah? Tapi
- introspeksi diri kalian. Kenapa kalian
- mundur? Apa kekurangan kalian?
- Karena in arallah biahian.
- [Musik]
- Kalau Allah menghendaki kebaikan bagi
- seorang hambanya, bagi suatu kaum
- buyubah
- diperlihatkan kepada orang itu
- kekurangan dirinya, bukan kekurangan
- orang lain. Bukan cari kambing hitam,
- tapi kita introspeksi diri kita. Apa
- sebabnya? Kenapa kita mundur?
- kita harus introspeksi diri kita dan itu
- tanda karunia Allah terbesar bagi kita
- kalau kita bisa melihat kekurangan kita
- sehingga kita bisa memperbaiki diri kita
- dengan mengetahui kekurangan itu secara
- tepat sehingga kita betul-betul
- melakukannya sesuai dengan sunatullah ya
- sehingga kita bisa meraih apa yang
- dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Nah,
- inilah saya kira kritik kita untuk diri
- kita sendiri bahwa jangan kita biarkan
- takut-takut ini berkuasa di sekeliling
- kita dan itu sedang terjadi saat ini.
- Semoga Allah menolong kita, memberikan
- kekuatan kepada para pemimpin kita ya.
- Karena ngomong itu gampang ya, Pak
- Probow dan ini luar biasa berapa tahun
- yang lalu, berapa puluh tahun yang lalu.
- Tapi setelah memegang kekuasaan, tidak
- semudah itu. Tidak semudah itu. Tidak
- semudah membolakkan telapak tangan
- karena begitu banyak tantangan yang
- dihadapi. Sama dengan Sayidina Ali.
- Sayidina Ali itu luar biasa hebatnya.
- Kita tidak meragukan kehebatan Sayidina
- Ali. Tapi setelah beliau naik, yang
- terjadi perang saudara, perpecahan,
- konflik.
- Karena warisan yang beliau terima sudah
- berat yang harus beliau benahi. Ya,
- banyak warisan yang sudah terlanjur itu
- dibahas oleh Sayid Kutub dalam kitabnya
- ee Aladlu apa ee
- keadilan sosial dalam masyarakat Islam.
- Al apa? Ijtimaiyah fil Islam. Keadilan
- sosial di dalam Islam. Alabadul
- ijtimaiyah fil Islam. dibahas sama dia
- bagaimana kerusakan-kerusakan itu mulai
- terjadi di masa kepemimpinan sebelum
- Sayidina Ali dan kemudian menggumpal
- menjadi suatu kekuatan yang luar biasa
- yang Sayidina Ali tidak mampu lagi
- hadapi dan beliau harus menghadapi
- perang saudara, menghadapi ketimbangan
- sosial dan lain-lain. Ini saya kira
- salah satu buku yang penting kita kaji
- ulang itu adalah karya karya Sayid Kutub
- ini. Karena beliau adalah seorang ulama
- ahli sunah yang luar biasa sehingga
- beliau dibunuh,
- ditetapkan dan digantung ya digantung
- oleh penguasa-penguasa zalim pada
- zamannya. Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Tes 1 2 3. Alhamdulillah dengan izin
- Allah Taala kita rangkaian acara Maulid
- Nabi kali ini. Semoga bermanfaat dan
- bisa menjadi panduan hidup. Kami memohon
- maaf sebesar-besarnya atas segala
- kekurangan dan keterbatasan dalam
- menyambut para tamu. Kami juga telah
- menyiapkan hidangan di lantai bawah.
- Insyaallah cukup untuk kita semua.
- Sekali lagi terima kasih atas kehadiran
- dan kebersamaan yang penuh berkah ini.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee maaf ee salat zuhur dulu baru setelah
- itu kita bisa ee hidangan di bawah.
- Sekian. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.