Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:13 Assalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Innal hamdalillah namaduhu 0:17 wanastainuhu wanastagfiruhu 0:18 wanaudzubillahimin syururi anfusina 0:20 wamin syaiati amalina. Mayyahdillah 0:23 falah mudillah wamayyudlilhu falah 0:24 hadiyallah. Masya Allahu kan ma syaa 0:26 Allahu lam yasya lam yakun la haula wala 0:28 quwwata illa billah. 0:30 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:31 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:33 Bekasi. 0:34 Inilah Radio Silaturahim dan Hasil TV 0:37 untuk Islam yang satu. Apa kabarnya 0:39 Ikhwan Akhwat di manapun Anda berada? 0:41 Senang sekali rasanya pada kesempatan 0:43 sore hari ini. Saya Fajar Hidayat 0:46 ditemani Yusuf Subangkit di meja 0:48 operator dan juga ada Atep di balik meja 0:50 switcher Hasil TV. 0:52 Bisa kembali menemani ruang dengar 0:54 Ikhwan Akhwat semuanya dalam program 0:56 acara tausiyah sore. Yang setiap hari 0:58 Jumat diisi oleh guru kita Ustaz Ahmad 1:01 Saleh. Yang pada kesempatan sore hari 1:03 ini Ustaz Ahmad Saleh akan menyampaikan 1:05 temanya masih sama seperti pekan 1:07 sebelumnya yaitu tentang doa-doa. Dan 1:10 hadis yang disampaikan dimulai dari 1:12 hadis ke-28 dari syarah kitab Riyadhus 1:15 Shalihin. Dan guru kita sudah berada di 1:17 tengah-tengah kita Ikhwan Akhwat. Kita 1:18 sapa saja. Assalamualaikum Pak Ustaz. 1:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:22 wabarakatuh. 1:23 Kabar sehat hari ini Ustaz? 1:24 Alhamdulillah sehat walafiat dimudahkan 1:26 Allah segala urusannya. Alhamdulillah. 1:28 Alhamdulillah. Hari ini ada jadwal ngisi 1:30 khutbah di mana Ustaz? Khutbah saya tadi 1:31 di ini di Cawang. Di Cawang. 1:33 Alhamdulillah. Alhamdulillah bisa keburu 1:34 Ustaz ya. Alhamdulillah masya Allah 1:36 dimudahkan Allah. Alhamdulillah. Ya 1:38 Ikhwan Akhwat bagi Ikhwan Akhwat yang 1:40 mungkin nanti ingin bisa bergabung, 1:42 mengirimkan pertanyaannya ataupun 1:44 atensi-atensinya bisa dikirimkan ke 1:45 layanan WhatsApp Hasil. Di 08111999720 1:52 atau bisa via telepon di 0218451512. 1:56 Nomor WhatsApp juga bisa digunakan untuk 1:58 teleponnya, Ikhwan dan Akhwat. Dan 2:00 mungkin yang menyaksikan via YouTube 2:01 Rasil TV bisa mengirimkan pertanyaannya, 2:04 atensinya, salam-salamnya via kolom live 2:06 chat Rasil TV. Baik, sebelum mengawali 2:09 kajian sore hari ini, mari kita buka 2:11 saja dengan membaca doa thalabul ilmi. 2:13 Bismillahirrahmanirrahim. Rabbi zidni 2:15 ilman. Allahumma anfa'ni bima allamtani 2:18 wa allimni ma yanfa'uni warzuqni ilman 2:21 yanfa'uni. Amin. 2:22 Ya, tafadhol, Pak Ustaz. 2:25 Alhamdulillah. 2:27 Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih. 2:31 Kama yuhibbu rabbuna wa yardha. 2:34 [berdehem] 2:35 Asyhadu an laa ilaha illallah wahdahu 2:38 laa syarikalah. Wa asyhadu anna 2:40 Muhammadan abduhu wa rasuluh. Wa innahu 2:43 laa nabiya ba'dah. 2:45 Allahumma shalli wa sallim wa barik ala 2:48 nabiyyina Muhammadin. Wa ala alihi wa 2:51 ashhabihi wa man tabi'ahum bi ihsanin 2:53 ila yaumil qiyamah. Amma ba'd. 2:58 [berdehem] 3:00 Ikhwan dan Akhwat, azzakumullah. 3:03 Alhamdulillah pada sore hari ini kita 3:05 dipertemukan kembali dalam upaya atau 3:08 dalam rangka melanjutkan kajian kita, 3:10 kajian kitab Syarhu Riyadhus Shalihin. 3:14 Kemarin kita sudah membahas tentang 3:16 doa-doa sampai hadis ke 27. 3:20 Wal an awwalul hadits sanatakallam. 3:23 Maka sekarang kita akan membahas, akan 3:26 berbicara mulai hadis ke 28 sampai 29. 3:31 Sebelum saya masuk ke dalam ee hadis ke 3:35 28, 3:37 perlu dipahami terlebih ee apa, terlebih 3:41 dahulu atau me-review apa yang telah 3:43 kita bahas, bahwa doa-doa itu adalah apa 3:47 yang datang, riwayat-riwayat yang datang 3:50 yang diduga keras sampai kepada Nabi 3:52 Shallallahu Alaihi Wasallam. Jika 3:54 hadisnya sahih, maka kita meyakini bahwa 3:57 itu datang dari Rasulillah Muhammad 4:00 Shallallahu Alaihi Wasallam. 4:02 Betapa banyaknya doa-doa yang diajarkan 4:05 oleh Rasulullah, bahkan diantara kita 4:08 tidak mampu menghafal seluruh doa yang 4:10 diajarkan Nabi. 4:12 Nah, kita akan membahas bagaimana ketika 4:14 kita 4:15 eee apa namanya ingin meringkas doa oleh 4:19 doa Nabi yang banyak itu ingin kita 4:21 ringkas, bagaimana begitu ya. Oke, baik. 4:24 Kita mulai dengan hadis ke-28. 4:28 An Abi Umamah 4:30 Radhiallahu 4:32 An Abi Umamah Radhiallahu An 4:36 Qala, ia berkata 4:38 Da'a Rasulullahi Shallallahu Alaihi 4:41 Wasallam bi dua'in katsirin 4:46 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 4:47 berdoa dengan doa yang banyak katsir lam 4:50 nahfaz minhu syai'a 4:53 Kami tidak menghafalnya darinya sesuatu 4:56 pun. Kami sesuatu apa tidak dapat 4:59 menghafal sesuatu pun dari doa-doa yang 5:01 banyak itu. 5:03 Qulna, maka kami berkata, "Ya 5:05 Rasulallah, wahai utusan Allah da'auta 5:08 bi dua'in katsirin, engkau berdoa dengan 5:11 doa yang banyak lam nahfaz minhu syai'a, 5:14 kami tidak mampu menghafal begitu ya, 5:18 satu pun dari apa yang engkau doakan 5:20 itu." 5:21 Faqal maka Nabiyuna Shallallahu Alaihi 5:24 Wasallam bertanya atau berkata 5:27 Ala adullukum ala ma yajma'u dzalika 5:30 kullahu 5:32 Maukah aku tunjukkan kepadamu 5:35 apa yang ma mencakup dari itu semuanya 5:38 yang mencakup semuanya itu, begitu ya. 5:41 He emm. 5:43 Taqulu, maka Nabi melanjutkan taqulu 5:46 engkau ucapkan Allahumma inni as aluka 5:51 min khoiri ma sa alaka minhu nabiyuka 5:54 Muhammadun sallallahu alaihi wasallam. 5:58 Sudah berdoa saja dengan Allahumma inni 6:00 as aluka Allahumma ya Allah sesungguhnya 6:02 aku memohon kepadamu min khoiri dari 6:05 kebaikan ma sa alaka apa-apa yang 6:09 meminta kepada engkau minhu tentangnya 6:12 nabiyuka yaitu Nabi Muhammad nabimu Nabi 6:15 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 6:18 Wa audzubika dan aku berlindung kepadamu 6:21 min syarri dari keburukan ma ista adza 6:25 minhu nabiyuka Muhammadun sallallahu 6:28 alaihi wasallam. Apa-apa yang berlindung 6:31 darinya nabiyuka nabimu Muhammad 6:34 sallallahu alaihi wasallam. Wa antal 6:37 musta'an engkaulah tempat mengadu, 6:39 engkaulah tempat memohon. Wa alaikal 6:42 balaghu 6:45 dan engkaulah yang mencukupi. Wala haula 6:49 wala quwwata illa billah tidak ada daya 6:52 dan kekuatan kecuali dengan Allah 6:55 subhanahu wa ta'ala. Nah jadi ada doa 7:00 ini yang apa namanya kalau Quran dalam 7:02 doa Quran itu adalah doa sapu jagat 7:05 rabbana atina fiddunya hasanah wa fil 7:09 akhirati hasanatan waqina adzabannar. 7:11 Dari hadis gitu ya Allahumma inni as 7:15 aluka min khoiri gitu ya min khoiri ma 7:20 sa alaka minhu nabiyuka Muhammad 7:24 sallallahu alaihi wasallam. Wa audzubika 7:27 min syarri ma ista adza minhu nabiyuka 7:31 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Wa 7:33 antal musta'an wala haula wala wa 7:36 alaikal balaghu wala haula wala quwwata 7:38 illa billahil aliyil adzim. Nah ini saya 7:41 kira bisa dihafal ya jadi rabbana jadi 7:44 doa bisa dihafal, ya. Jadi, rabbana. 7:46 Jadi, doanya pertama pujian atas kepada 7:50 Allah, pujian yang banyak. Allahumma 7:52 lakal hamdu hamdan kasiran tayyiban 7:54 mubarakan fihi kama yuhibbu rabbuna wa 7:57 yardha. Allahumma lakal hamdu hatta 7:59 tardha. 8:01 Allahumma lakal hamdu hatta tardha. 8:04 Kemudian, Allahumma 8:07 innal hamda lillahi hamdan kasiran 8:09 tayyib. Terus, pujian-pujian yang 8:11 banyak, kemudian selawat atas Nabi. 8:13 Allahumma shalli, misalnya Allahumma 8:15 shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala 8:18 ali Muhammadin. Itu yang pendek. Tapi, 8:21 kemudian Allahumma shalli wa sallim wa 8:23 barik ala nabiyyina Muhammadin wa ala 8:28 alihi wa ashhabihi ajma'in. Boleh lagi 8:32 tambah yang lain dengan variasi selawat 8:35 yang lain. 8:37 Allahumma shalli ala 8:40 nabiyyina Muhammadin nurikas sari. 8:46 Dan seterusnya, gitu, kan. 8:47 Maka, oleh sebab itu, 8:49 pujian dan selawat atas Nabi boleh 8:51 dipilih. Nah, kemudian doanya apa? 8:54 Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil 8:57 akhirati hasanah waqina adzaban nar. 8:59 Allahumma inni as'aluka 9:02 min khairi ma salaka minhu nabiyyuna 9:06 Muhammad shallallahu alaihi wasallam wa 9:08 audzubika min syarri ma 9:11 ista'adzabika minhu nabiyyuka Muhammad 9:14 shallallahu alaihi wasallam. Wa antal 9:17 musta'an wa antal bala wa alaikal bala 9:20 wa la haula wa la quwwata illa billahil 9:23 aliyil adzim. Wa shallallahu ala 9:25 nabiyyina Muhammadin itu hal amr, urusan 9:28 selesai. Nah, jadi, 9:29 boleh seperti itu. Nah, tetapi juga 9:33 boleh meminta, misalnya Anda banyak 9:35 hafalannya 9:37 dari doa-doa Nabi yang mana atau aduh 9:40 meskipun itu diringkas saya enggak bisa 9:42 hafal. Ya sudah bahasa Anda saja. 9:46 Allahumma ya Allah saya mohon kepadamu 9:47 segala kebaikan yang Nabi Muhammad 9:50 sallallahu alaihi wasallam minta 9:52 kepada Engkau. 9:54 Dan saya berlindung 9:55 dari dari keburukan, dari apa-apa yang 9:57 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 9:59 berlindung darinya kepada Engkau. Gitu. 10:01 Ya. Jadi [tertawa] 10:03 kalau kemudian ditutup dengan wala haula 10:05 wala quwwata illa billahil aliyil adzim. 10:08 Bisanya cuma nya sebegitu. Ya sudah itu 10:10 saja. 10:11 Nah, gitu ya. Sambil terus 10:13 meng-menghafal. Oke, baik. Eee 10:17 mutiara-mutiara yang dapat kita ambil 10:19 dari hadis ini. Ini hadis riwayat rawahu 10:22 At-Tirmidziyu. 10:23 Telah meriwayatkan hadis ini Imam 10:25 At-Tirmidzi wa qaala dan Imam 10:26 At-Tirmidzi mengatakan hadisun hasanun. 10:29 Hadisnya hasan. 10:31 Hasan itu di bawah derajat sahih tapi di 10:34 atas daif. Ini termasuk hadis makbul. 10:39 Hadis yang bisa diterima. Oke. 10:41 Mutiara-mutiara hadis. 10:43 Pertama, anjuran untuk istikamah dalam 10:45 membaca doa yang menghimpun setiap doa 10:48 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 10:50 wasallam. Karena banyak juga gitu kan 10:53 doa-doa misalnya 10:55 doa Nabi Musa. 10:58 Eee Allahumma lakal hamdu 11:00 eee wa ilaikal musta'an. Ya. Allahumma 11:04 eee Allahumma 11:06 lakal hamdu wa ilaikal mustaka wa antal 11:10 musta'an wala haula wala quwwata illa 11:13 billahil aliyil adzim. 11:16 Kemudian doa Nabi eee Yunus. 11:21 La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu 11:25 minadzolimin. Meskipun itu zikir tapi 11:28 zikir bimakna doa. Gitu kan. 11:32 Kemudian doa Nabi Adam, "Rabbana zalamna 11:35 anfusana wa illam taghfirlana wa 11:38 tarhamna lanakunnana minal khosirin." 11:41 Seakan-akan itu menunjukkan kalau kamu 11:43 habis-habis berbuat kesalahan 11:46 tidak harus dosa, kesalahan gitu ya. 11:48 Kesalahan juga bisa dosa, bisa bisa 11:50 tidak. 11:51 Maka tadi 11:53 apa doa bapak kita Adam alaihissalam, 11:55 "Rabbana zalamna anfusana wa illam 11:57 taghfirlana wa tarhamna lanakunnana 12:00 minal khosirin." Meskipun doa Nabi Adam 12:03 itu bukan doa mohon ampun. 12:06 Karena bapak kita enggak berdosa, kan 12:08 begitu. Nah, hanya itu menjadi teladan, 12:10 menjadi contoh bagi kita yang berdosa 12:12 gitu. Karena para nabi itu kan maksum 12:15 sesungguhnya gitu ya. Kalau kemudian di 12:17 dalam Quran disebutkan doa-doa para nabi 12:20 itu bukan karena mereka punya dosa 12:22 tetapi ketawaduan mereka. 12:26 Ya, misalnya kita butuh ah, itu kan 12:28 bapak kita melanggar aturan Allah. 12:31 Apanya yang dilanggar? Iya, memetik itu, 12:33 memetik buah. Pertama, riwayat apa 12:36 teksnya itu ada mendekati 12:38 ya, mendekati pohon. 12:41 Kemudian eh 12:44 kemudian ayat lain mengatakan memetik, 12:46 mendekati dan memetik. Ah, kemudian 12:49 terbuka auratnya kan begitu. Kemudian 12:51 bapak kita mohon loh itu beliau 12:54 mendekati pohon. 12:57 Di Quran tidak disebutkan pohon apa 12:59 namanya kecuali iblis mengatakan bahwa 13:01 itu adalah pohon khuld. 13:04 Pohon khuldi gitu kan, pohon keabadian. 13:08 Nah, maka kemudian kenapa bapak kita 13:11 eh ini apa namanya tergoda dalam tanda 13:14 petik tergoda? Karena iblis bersumpah 13:17 atas nama Allah. 13:20 Masa Nabi Adam harus mendustakan orang 13:22 yang menyebut nama Allah? Demi Allah, ah 13:25 kita secara dzohir menghukumi percaya. 13:29 Meskipun nanti pembuktiannya di sisi 13:31 Allah, kan begitu. Maka bapak kita kalau 13:34 dia bersumpah atas nama Allah, maka 13:36 bapak kita ini juga. 13:38 Apa namanya? Menurut, karena masih iya 13:41 sih, ada seorang hamba atas nama Allah 13:43 masih bohong. Eh, ternyata benar. 13:46 Ada orang yang berani meme, apa? 13:48 Mengutip nama Allah tapi dipakai untuk 13:51 berbohong. Nah, tapi kemudian Allah 13:53 mengajarkan cara bertobatnya. Itu 13:56 sesungguhnya pelajaran buat umat Nabi 13:58 Muhammad. Gitu loh, ya. Kalau kamu 14:00 melakukan kesalahan, ya. Kalau kemudian 14:02 Nabi, Nabi Adam kan seperti tadi 14:04 dijelaskan, tidak jatuh kepada dosa. 14:07 Karena ter 14:09 maksum, terlindungi. Gitu loh, ya. Nah, 14:12 maka kemudian oh, diajarkanlah rabbana 14:15 dzolamna anfusana wa illam taghfirlana 14:18 wa tarhamna lanakunnana minal khosirin. 14:21 Jangankan para nabi itu, sekali lagi 14:24 jangankan melakukan maksiat. 14:26 Tidak melakukan maksiat tapi kemudian 14:29 dinilai dirinya belum full bersyukurnya, 14:32 belum full bersyukur, seakan-akan itu 14:35 sebuah kekufuran. 14:37 Sebuah pelanggaran. 14:39 Kenapa? Karena syukur itu lawannya 14:41 dengan kufur. Meskipun belum tentu yang 14:44 tidak bersyukur sempurna, gitu ya, 14:47 dianggap kufur. 14:49 Kufur bi, 14:50 apa? Bi, apa? Kufur, kufur nikmat, gitu 14:52 ya. Nah, maka oleh sebab itu para nabi 14:55 itu sekali lagi mereka mohon ampun 14:57 karena menilai dirinya seakan-akan 15:00 melakukan kesalahan. 15:02 Bersyukur tidak sempurna saja dianggap 15:04 sebuah kesa, kesalahan. Oke. Nah, maka 15:07 oleh sebab itu begitu juga doa Nabi 15:09 Muhammad. 15:10 Rabbana atina fiddunya hasanatan wa fil 15:12 akhirati hasanatan. Sekiranya Nabi 15:15 Muhammad, kita menemukan ada hadis dari 15:17 Nabi Muhammad memohonkan ampun untuk 15:20 dirinya, gitu loh. 15:22 Sekali lagi banyak yang mengajarkan 15:23 untuk umatnya tapi ya. 15:25 Maka sesungguhnya Nabi Muhammad bukan 15:28 untuk memohonkan ampun untuk dosanya 15:30 karena Nabi Muhammad tidak berdosa. 15:33 Gitu. Tapi apa? Ke pertama ketawaduan. 15:37 Kedua untuk meningkatkan derajat di sisi 15:40 Allah subhanahu wa taala. Tapi bagi 15:43 umatnya yang berdosa itu sebagai 15:46 penghapus dosa, gitu loh. Kalau dosanya 15:48 sudah terhapus misalnya nya, maka tadi 15:51 sama. Ah, sebagai peningkat derajat di 15:54 sisi Allah subhanahu wa taala. Oke, 15:56 tayib. 15:58 Ah, kemudian mutiara yang berikutnya 16:01 adalah 16:02 menghafal manfaat hadis ini dapat 16:05 dirasakan secara khusus oleh orang yang 16:07 tidak menghafal doa-doa Nabi sallallahu 16:09 alaihi wasallam. 16:10 Ini merupakan bagian dari kemudahan 16:12 Islam dan luasnya rahmat Allah bagi 16:15 hamba-hambanya, 16:16 gitu. Nah, jadi 16:18 atau misalnya loh, tetap aja banyak 16:20 hadisnya udah satu pun enggak ada yang 16:22 hafal udah. Rabbana atina fidunya 16:24 hasanah wafil akhirati hasanah waqina 16:26 fayakfi. 16:27 Memuji Allah, bershalawat atas Nabi, 16:30 konten doanya atau berdoanya, 16:33 substansinya, kemudian shalawat atas 16:35 Nabi, kemudian berpuji kepada Allah. Itu 16:38 dalam doa yang normatif, 16:41 gitu ya. Oke, baik. 16:42 Baik, kita lanjutkan pada hadis 16:44 berikutnya, hadis ke-29. An Ibni 16:46 Mas'udin 16:48 radhiallahu anhu qala kana min du'ai 16:51 Rasulillahi sallallahu alaihi wasallam, 16:54 Allahumma inni as'aluka mujibati 16:56 rahmatik wa azaima maghfiratik 17:00 wassalamata min kulli ism wal ghonimata 17:04 min kulli birr wal fauza bil jannah wan 17:07 najata minan nar wahul hakim Abu 17:11 Abdillah wa qala hadisun sahihun ala 17:14 syarti muslim. 17:17 Ah, dari Ibnu Mas'ud semoga Allah 17:19 meridhoinya ia berkata adalah diantara 17:22 doa-doa Rasulullah sallallahu alaihi 17:24 wasallam 17:25 yaitu ya Allah, Allahumma inni as'aluka, 17:29 ya Allah sesungguhnya aku memohon 17:31 kepadamu mujibati rahmatik 17:35 perkara-perkara yang mendatangkan 17:36 rahmatmu 17:38 perkara-perkara yang menetapkan 17:39 ampunanmu selamat dari segala dosa, 17:42 memperoleh segala kebaikan 17:45 keberuntungan, mendapatkan surga dan 17:47 selamat dari api neraka. Ya, hadis 17:50 riwayat Al-Hakim. Status hadis ini sahih 17:52 berdasarkan syarat-syarat muslim. Nah, 17:56 ini menarik sekali, ya. Jadi 17:58 boleh hadis yang tadi yang terakhir atau 18:01 hadis yang sebelum terakhir atau eee 18:04 rabbana atina fidunya hasanah wa fil 18:06 akhirat hasanah waqina adzabannar. 18:07 banyak doa. 18:09 Doa nabi-nabi semuanya bo-boleh dipilih. 18:12 Mau seluruh doanya dibaca bagus. Tapi 18:15 dipilih misalnya yang mencakup semuanya 18:17 itu doa Nabi Muhammad rabbana atina 18:20 fidunya hasanah wa fil akhirat hasanah 18:22 waqina adzabannar. Tapi kalau kemudian 18:24 ditambah lagi doa tadi yang masih 18:25 mencakup juga tadi Allahumma inni 18:28 as'aluka gitu ya. Eee apa Allahumma ya 18:31 Allah sesungguhnya kami memohon kepadamu 18:33 setiap kebaikan apa-apa yang Nabi 18:36 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 18:37 minta kepada engkau. 18:40 Jadi itu mencakup semuanya. Nah, oke. 18:41 Mutiara-mutiara hadis yang dapat kita 18:44 lihat dari hadis terakhir ini ya karena 18:46 tadi hadis ke-29 itu hadis terakhir 18:48 tentang doa-doa. 18:51 Mutiara-mutiara yang dapat kita lihat 18:53 diantaranya pertama usaha untuk 18:54 melakukan amal-amal kebajikan dan taat 18:57 serta menjauhi keburukan dan maksiat. 19:00 Nah, maka kenapa diajarkan banyak 19:02 doa-doa supaya lisan kita thayyibul 19:05 kalam. 19:08 Thayyib, baik. 19:09 Kalam, ucapan. 19:11 Nah, dan ini toyibul kalam ini sebagai 19:14 bukti juga haji mabrur. 19:16 Nah, ini sekarang ini musim haji ini. 19:19 Masya Allah. 19:21 Ketika kita berangkat haji, maka manasik 19:24 haji yang diperhatikan. 19:26 Fikihnya tuh yang diperhatikan. 19:28 Kalau sesuai dengan syarat dan rukunnya, 19:31 maka hajinya makbul. 19:33 Adapun eh 19:35 apa namanya eh mabrur, menurut Dr. 19:39 Lehisan, itu setelah pulang. Heeh. Nah, 19:42 baru ada bekasnya apa tidak? Kalau 19:45 kemudian tadi menurut hadis itu, dia 19:47 menjadi toyibul kalam wa wa it'amut 19:50 to'am dan beri makan dengan penafsiran 19:53 nanti bermacam-macam. 19:55 Toyibul kalam kesolehan pribadi, it'amut 19:58 to'am kesolehan sosial. Nah. 20:01 It'amut to'am memberi makan bukan hanya 20:03 ngasih makan, bukan hanya makan 20:05 matangnya, termasuk ngasih makan 20:07 mentahnya. 20:09 Apa ngasih makan mentahnya? Mendidik, 20:12 mengajari sehingga ia mampu mandiri. 20:17 Membimbing manajerialnya, gitu kan. Itu 20:20 bagian dari it'amut to'am. 20:23 Ngasih modal. Ya, tadi modalnya ilmu 20:25 pengetahuan, bisa modal uang, 20:29 bisa modal sarana dan prasarana. Nah, 20:32 maka itu semua bagian dari ciri haji 20:36 mabrur, gitu. Masya Allah. La haula wala 20:39 quwata illa billah. Jadi, yang pertama 20:42 tadi ya, kemudian yang kedua tindakan 20:44 Imam An-Nawawi menutup bab ini dengan 20:46 hadis ini, mengandung isyarat bahwa yang 20:48 menjadi tujuan dari doa dan amal 20:51 eh amal ubudiyah lainnya itu adalah 20:54 selamat dari neraka dan masuk surga sela 20:57 dengan sejahtera, gitu. Ya. Nah, ini ini 21:01 memang masya Allah. Intinya kalau kita 21:03 memahami maqasid, 21:05 baik maqasid Alquran maupun maqasid 21:08 syariah. 21:10 Kalau mas maqasid syariah kan ada enam. 21:13 Enam penjagaan, ya asalnya lima kemudian 21:17 penelitian berikutnya menjadi enam, 21:19 berikutnya menjadi tujuh gitu. Nah, jadi 21:22 menjaga apa? Agama, menjaga jiwa dan 21:25 lain sebagainya. Nah, itu maqasid 21:27 syariah. Maqasid Quran, jadi Quran 21:29 diturunkan tujuannya untuk apa? Oh, 21:31 untuk kesejahteraan manusia dunia 21:34 akhirat itu tujuan globalnya. Nah, nanti 21:37 ayat itu tujuan khusus. 21:40 Tujuan khususnya di ayat-ayat atau di 21:42 surat atau di juz-juz itu, di 21:44 surat-surat atau di ayat-ayat. Nah, itu 21:48 kemudian nanti bisa diteliti. Nah, maka 21:51 oleh sebab itu 21:53 tujuan syariat dengan tujuan Quran tidak 21:55 akan pernah bertentangan. 21:57 Saling menguatkan. Saling ee 22:01 ya saling menguatkan, saling men apa 22:04 saling mengokohkan. 22:06 Nah, maka oleh sebab itu ikhwatul iman 22:09 setelah memahami maqasid syariah maka 22:13 kehidupan keberagamaan itu menjadi 22:15 mudah, menjadi lapang, tidak sempit. 22:18 Maka dapat saya simpulkan 22:21 jadi selain 22:23 ibadah mahdah selain urusan akidah tidak 22:27 ada bidah dolalah begitu penelitian para 22:31 ulama. 22:32 Jadi kalau misalnya ini bukan bidah 22:34 dolalah berarti 22:35 ee bukan bukan apa namanya? Bukan ibadah 22:38 mahdah maka tidak terkena bidah dolalah. 22:42 Apa 22:43 apa namanya ee 22:45 ibadah mahdah contohnya? Salat subuh 22:48 sejak disyariatkan sampai hari kiamat 22:50 tetap dua rakaat. 22:51 Tidak akan pernah berubah. He em. Ya, 22:54 magrib tetap tiga rakaat. Isya tetap 22:58 empat rakaat tidak berubah jadi lima 22:59 atau jadi tiga kecuali dalam keadaan 23:02 musafir atau sakit. Ah, tapi daya yang 23:05 ini musafir. Musafir boleh diqas, 23:07 diqasar. Jadi dua. Kembali kepada awal 23:11 pensyariatannya yaitu dua rakaat, dua 23:13 rakaat. Nah, jadi kan itu ibadah 23:16 mahdhah. 23:17 Termasuk dalam manasik haji kalau ibadah 23:20 mahdhahnya. 23:22 Tidak akan terjadi perubahan. Gitu loh. 23:24 Maka para sahabat itu tidak berani 23:26 mengubah ibadah mahdhah, kecuali ibadah 23:30 ibadah selain mahdhah. Ah, Umar bin 23:32 Al-Khattab mempelopori itu ijtihadnya 23:35 dengan ijtihad. Begitu juga eh 23:37 khalifah-khalifah yang lain, gitu ya. Eh 23:40 termasuk Ali bin Abi Thalib dan lain 23:41 sebagainya. Demikian saya kira sebagai 23:43 pengantar yang dapat saya kemukakan. 23:46 Wasshallallahu ala nabiyyina Muhammadin 23:49 walhamdulillahi rabbil alamin. Wallahu 23:52 a'lam bishawab. 23:56 Demikian Ikhwan Nawwaf penyampaian 23:58 materi yang disampaikan oleh guru kita 23:59 Ustad Adam Masoleh yang tadi Ustad 24:01 menyampaikan temanya yaitu masih tentang 24:03 doa-doa dari kitab Syarah Riyadhus 24:05 Shalihin. Dan bagi Ikhwan Nawwaf yang 24:07 ingin bergabung mengirimkan 24:08 pertanyaannya, atensinya bisa dikirimkan 24:11 melalui melalui layanan WhatsApp 24:12 Rasheed. 24:13 Di 08111999720 24:17 atau berinteraktif di 0218451512 24:22 12. 24:23 Eh selagi tadi eh Ustad menyampaikan 24:25 materinya, jadi ada 24:28 laporan ada laporan transparan masuk 24:30 Ustad untuk dakwah Rasheed. Oh, 24:32 masyaallah. Jazakallahu khairan. 24:34 terima kasih. Jazakallahu khairan. 24:37 Eh mungkin bagi Ikhwan Nawwaf yang ingin 24:39 ikut berkontribusi untuk dakwah Rasheed, 24:42 ingin agar bisa dakwah Rasheed terus 24:44 mengudara. Naam. Mungkin bisa ikut 24:46 mengirimkan eh infaknya, donasinya ke 24:51 ke infak terbaiknya ya Ikhwan Nawwaf, 24:54 dikirimkan ke 24:56 nomor rekening Rasil di Bank BSI. 25:01 Bank Syariah Indonesia di nomor rekening 25:03 722 25:06 223 25:08 0033. 25:10 Sekali lagi di 722 25:12 223 25:14 0033 25:16 atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran 25:18 Silaturahim. 25:19 Nah. Ya [mendengus] Ikhwan wa Akhwat, 25:20 baik jangan ke mana-mana nanti kita akan 25:22 kembali lagi tetap di Radio Silaturahim 25:24 dan Rasil TV untuk Islam yang satu. 26:00 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 26:03 Islam yang satu. Ikhwan wa Akhwat, kita 26:04 kembali dalam program acara Tosiyah Sore 26:06 kajian syarah kitab Riyadhus Shalihin 26:08 bersama guru kita Ustadz Amas Shaleh 26:09 yang pada kesempatan sore hari ini 26:11 Ustadz menyampaikan temanya yaitu masih 26:13 tentang doa-doa. 26:15 Dan kita sudah memasuki sesi tanya jawab 26:17 bagi Ikhwan wa Akhwat yang 26:19 bagi Ikhwan wa Akhwat yang ingin 26:20 bergabung mengirimkan pertanyaannya 26:21 atensinya bisa dikirimkan ke layanan 26:23 WhatsApp Rasil di 08111999720 26:29 atau berinteraktif di 021 8451512. 26:33 Atau yang menyaksikan via YouTube Rasil 26:35 TV bisa mengirimkan pertanyaannya via 26:37 kolom live chat Rasil TV. Dan sekarang 26:39 kita masuk ke pertanyaan pertama Pak 26:41 Ustadz. Nah. Pertanyaan pertama datang 26:43 dari Bapak Hadi Rahmawady. 26:45 Assalamualaikum warahmatullahi 26:46 wabarakatuh Pak Ustadz. 26:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:49 wabarakatuh. Izin bertanya, bagaimana 26:52 dengan zikir pagi dan zikir petang? 26:54 Apakah itu memang ajaran Nabi atau hanya 26:56 ulama-ulama saja? 26:58 Bukankah zikir itu tidak ditentukan 27:00 waktunya? Boleh pagi, siang, sore atau 27:03 malam. Bahkan zikir di hati pun boleh 27:06 kapan saja, Pak Ustaz. Bagaimana tentang 27:08 hal tersebut? Mohon penjelasannya. 27:09 Terima kasih. Ah, na'am. Masya Allah. 27:11 Barakallahu fikum. 27:13 Jadi, doa yang dinisbatkan kepada Nabi, 27:17 misalnya oh, doa ini diambil dari hadis 27:21 secara sanadnya sambung-menyambung 27:23 sampai kepada Nabi sallallahu alaihi 27:25 wasallam, kemudian diberi status sahih. 27:28 Maka, diyakini bahwa itu dari Nabi 27:31 sallallahu alaihi wasallam. 27:35 Tapi, ada juga doa memang yang dibuat 27:38 oleh para ulama. 27:39 Tapi, biasanya para ulama juga membuat 27:42 itu dari intisari Alquran dan sunah 27:46 Rasulillah Muhammad sallallahu alaihi 27:48 wasallam. Bukan hanya dari hadis, tetapi 27:51 maksud saya dari sunah. 27:53 Gitu, kan? Ma farqu bainal hadis 27:55 wasunah? Apa bedanya hadis dengan sunah? 27:58 Kalau sunah tidak ada yang daif. Kalau 28:00 hadis ada yang daif, kan begitu. Oke, 28:02 baik. Jadi, sekali lagi, jika itu 28:04 dinisbatkan oh, doa pagi dan petang, 28:08 kemudian riwayat-riwayatnya atau tidak 28:10 disebutkan hadisnya, tapi intisarinya 28:13 saja. 28:14 Ah, ternyata kalau diteliti-diteliti, 28:15 loh, ada hadisnya bermuara kepada Nabi 28:18 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 28:21 Maka, oh, hadis itu adalah 28:24 hadis yang diduga keras berasal dari 28:26 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi, 28:28 ada juga doa-doa yang dibuat oleh para 28:31 ulama, gitu, ya. Ah, bahwa kemudian 28:34 berdoa kapan? Makanya, bukan hanya pagi 28:36 dan sore. 28:38 Jadi, doa itu 1 * 24 jam. 28:44 Ada doa yang ditentukan pagi dan sore, 28:47 ada juga yang tidak ditentukan pagi dan 28:49 sore, berarti ya pagi, ya siang, ya 28:52 sore, ya malam boleh berdoa, gitu. 28:56 Misalnya, "Rabbana atina fid dunya 28:58 hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 29:00 adzabannar." Kapan tuh dibacanya? Boleh 29:02 pagi, boleh sore, boleh juga siang, 29:06 boleh juga malam. 29:08 Ba'da Isya, "Rabbana atina fid dunya 29:11 hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 29:12 adzabannar." 29:14 Ba'da Dzuhur, "Rabbana atina fid dunya 29:17 hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 29:18 adzabannar." 29:20 Menjelang Maghrib atau ba'da Ashar, 29:22 "Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil 29:24 akhirati hasanah waqina adzabannar." 29:26 Ba'da Subuh, "Rabbana atina fid dunya 29:29 hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 29:30 adzabannar." Menjelang Dhuha atau 29:33 Isyraq, "Rabbana atina fid dunya hasanah 29:36 wa fil akhirati hasanah waqina 29:37 adzabannar." Jadi benar, boleh kapan 29:40 saja, tetapi ada juga yang dijelaskan 29:43 doa pagi dan petang. Misalnya doa 29:45 paginya apa? "Asbahna wa asbahal mulku 29:48 lillah." Doa petang, "Amsaina wa amsal 29:52 mulku lillah." Dan seterusnya. 29:55 Jadi sekali lagi, ada 29:58 pembagian-pembagian 29:59 yang pada intinya kapan pun dan di mana 30:03 pun kita disyariatkan berdoa. 30:08 Tuh, kapan pun dan di mana di mana pun. 30:12 Kalau doanya doa jahar, berarti tidak 30:15 boleh di tempat kotor, maksudnya ada 30:17 najisnya, gitu. Tapi kalau dalam hati 30:21 tidak ada masalah, di mana pun, seperti 30:23 dzikir juga, "La ilaha illallah." Kapan 30:26 itu dibacanya? Ya pagi, ya siang, ya 30:29 sore, ya malam. 30:33 Kapan itu? Kapan saja. 30:35 Di mana saja? Di mana saja, kecuali di 30:37 tempat-tempat yang ber na ber najis, 30:40 gitu ya. Demikian yang dapat saya 30:42 jelaskan. Wallahu a'lam bish shawab. 30:48 Iya. 30:48 Demikian, Bapak Hadi, jawaban dari Ustaz 30:50 Amas Saleh. Sebelum kita ke pertanyaan 30:52 selanjutnya, ada satu atensi dari 30:54 pendengar setia kita yang sering, 30:56 "Assalamualaikum, Pak Ustaz, semoga 30:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:59 wabarakatuh. Semoga Pak Ustaz Amas 31:01 Saleh, Pak Kiai ke luar hasil selalu 31:03 dalam rahmat dan rida Allah subhanahu wa 31:05 taala. Terima kasih, Pak Ustaz Pak Ustaz 31:07 atas tausiahnya. Masya Allah, sungguh 31:09 sungguh membantu sekali. Masya Allah. 31:12 Dan juga ini ada kita ke pertanyaan 31:15 kembali. 31:17 Pertanyaan selanjutnya datang dari Ibu 31:19 Rahma. Pak Ustaz, "Assalamualaikum, Pak 31:21 Ustaz Amas Saleh. 31:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:24 wabarakatuh. Bagaimana cara mengatasi 31:27 perasaan putus asa dan tidak terjawabnya 31:30 doa ketika kita telah berusaha dengan 31:32 sungguh-sungguh dan berdoa dengan tulus, 31:34 namun hasilnya tidak seperti yang 31:36 diharapkan? Syukron, Pak Ustaz." Maaf, 31:39 masya Allah. Barakallahu fikum. 31:41 Eee, na'am, masya Allah. Begini, 31:45 ketika kita berdoa, yakini bahwa doa 31:48 kita pasti dikabul. 31:51 Bisa dikabul segera, bisa dikabul 31:54 tertunda, gitu, ya. Atau bisa diganti 31:57 dengan yang lebih baik. 32:00 Jadi, kita jangan merasa putus asa. 32:04 "Ya, ah, ngapain saya berdoa?" Enggak, 32:06 bukan enggak, bukan ngapain. Berdoa itu 32:09 langsung dikasih pahala, 32:11 kasih kebaikan, pasti dikabul. 32:15 Dan Allah Maha Tahu apakah dikabulnya 32:18 itu atau tidak dikabulnya itu, Allah 32:20 Maha Tahu. Maka, Anda memohon kepada 32:23 Allah sesuatu yang boleh, sesuatu yang 32:25 dianjurkan, itu tidak ada sia-sia. 32:28 "Ah, tapi sampai sekarang tidak 32:30 dikabul." Pertama, bisa jadi bukan Allah 32:32 benci. 32:34 Bisa jadi Allah suka dengan 32:36 dalam tanda petik jeritan hambanya. 32:42 Bisa jadi Allah suka dengan pengaduan 32:44 hambanya. 32:46 Bisa jadi Allah suka dengan rintihan 32:50 hambanya. 32:52 Karena Allah ingin mencintainya, maka 32:54 dibiarkan tiap sewaktu dia berdoa. 32:59 Wah, tapi enggak seperti yang 33:00 diharapkan. Iya, karena Allah Maha Tahu 33:02 kalau Anda minta sesuatu, Allah kasih 33:04 Anda enggak bisa menggunakannya. 33:07 Ya Allah, berilah saya kekayaan. 33:10 Orang miskin enggak tuh dikasih 33:11 kekayaan, bingung mau dipakai apa itu 33:14 kekayaan. Tuh. 33:16 Ada enggak orang kayak begitu? 33:18 Ada. Wah, banyak orang bingung ya. 33:20 Waduh. 33:21 Duit misalnya, jangankan jutaan. 33:25 Megang 50.000 per minggu saja susah. 33:29 Tiba-tiba dapat jleg 1 miliar. Hah, 33:32 untuk apa ini duit? Ya. Heeh. Akhirnya 33:34 dihambur-hamburkan enggak karuan. Nah, 33:36 maka oleh sebab itu, maka sesuai dengan 33:39 proses. 33:41 Ya, sesuai dengan pro- proses. Maka oleh 33:44 sebab itu, cara pikir kita, cara pandang 33:46 kita juga, boleh dibilang itu sebagai 33:50 ukuran kita juga. Gitu. Oh, kalau saya 33:52 misalnya punya duit itu untuk nyumbang 33:55 ini, nyumbang ini, nyumbang ini. Ah, 33:56 kemudian mohon. Ah, jadi ketika itu tuh 33:59 dapat duit, ah, langsung dibelanjakan. 34:03 Orang-orang yang takut kepada Allah, 34:06 jadi minta hartanya itu bukan Ya Allah, 34:08 berilah saya kesejahteraan. Bukan hanya 34:10 begitu. 34:11 Ya Allah, berilah saya rezeki yang 34:13 bermanfaat. Ya Allah, berilah saya 34:15 rezeki yang barokah. Gitu. 34:18 Jadi ketika dikasih rezeki yang barokah, 34:20 meskipun sedikit tapi barokah. Banyak 34:23 juga barokah. Jadi tidak akan menjadi 34:25 penyesalan. Tidak akan menjadi sebuah 34:29 eh, apa istilahnya? Ya, penyesalan. 34:32 Karena dia sudah siap untuk 34:34 membelanjakannya 34:35 nah maka oleh sebab itu saya kira Allah 34:38 maha tahu 34:40 kapan permohonan hambanya harus dijawab 34:42 cash 34:44 dan kapan harus ditunda 34:47 maka oleh sebab itu minta saja pada 34:49 Allah nanti 34:51 misalnya apa yang kita butuhkan misalnya 34:52 begini 34:54 misalnya Anda menginginkan 34:58 anak nomor satu itu yang perempuan bisa 35:02 melanjutkan studi S1 35:05 eh tiba-tiba malah bukan melanjut bukan 35:08 bukan diterima dulu di perguruan tinggi 35:10 tiba-tiba ada yang melamar 35:14 ya Allah saya kan mintanya bukan yang 35:16 melamar saya mintanya agar saya agar 35:19 putri saya bisa studi S1 35:22 maka jawabannya untuk bisa dipahami iya 35:25 nanti bisa sekolah lagi setelah nikah 35:27 bisa begitu 35:28 karena nanti ketika dia seko kuliah Anda 35:31 enggak mampu ngasih biayanya 35:34 maka saya serahkan kepada seorang hamba 35:36 Allah yang saleh untuk melamar putrimu 35:39 kemudian putrimu bisa melanjutkan studi 35:41 S1 atau S2 gitu jadi rahasia-rahasia itu 35:44 aduh maka baik sangka saja pada Allah 35:47 nah maka 35:49 eh diutusnya Nabi Muhammad sallallahu 35:51 alaihi wasallam 35:54 itu adalah pengabulan salah satu 35:57 pemahaman para ulama adalah salah satu 35:59 pengabulan atas doa Nabi Ibrahim 36:04 berapa ratus tahun tuh Nabi Ibrahim 36:06 kepada Nabi Muhammad 36:09 apalagi kita baru juga 10 tahun juga 36:11 enggak 5 tahun juga enggak sudah merasa 36:14 setahun saja berdoa sudah aduh saya 36:16 sudah lelah berdoa setahun penuh 36:19 Nabi Ibrahim saja doanya ratusan tahun 36:22 baru dikabul 36:23 nah maka saya katakan pasti dikabul 36:26 hanya kapan wallahu alam Allah maha 36:28 mengetahuinya Nah, gitu ya. Maka oleh 36:31 sebab itu sudah mengumpulkan kebaikan 36:33 saja dengan berdoa. 36:36 Gitu ya. Sudah belum tentu berdoa itu 36:38 dikabul atau tidak dapat pahala, dapat 36:41 kebaikan. 36:43 Dapat keberkahan, begitu bisa 36:44 disimpulkan. Gitu ya. Maka oleh sebab 36:47 itu sekali lagi ikhwan dan akhwat 36:50 melalui pertanyaan tadi ee menjadi 36:53 motivasi buat kita. Sudah berdoa saja 36:55 pada Allah, baik sangka saja pada Allah. 36:58 Kan intinya 36:59 ee tidak dikabul tapi persoalan intinya 37:02 terselesaikan, gitu kan. Allahuma ya 37:04 Allah, saya minta rezeki. 37:07 Enggak, saya enggak ngasih rezeki banyak 37:09 sama 37:10 tidak akan ngasih harta. 37:12 Ya, enggak apa-apa ya Allah. Engkau juga 37:15 enggak ngasih harta enggak apa-apa, 37:17 asalkan saya bisa makan. 37:19 Saya juga tidak ngasih makanan. 37:22 Kemudian dia tidak dikasih makan 37:23 misalnya. Enggak apa-apa ya Allah, 37:25 Engkau enggak ngasih makan juga. Yang 37:27 penting Engkau ngasih kenyang. 37:31 Gitu kan. Enggak ngasih makan enggak 37:33 tapi dikasih kenyang. 37:36 Enggak, saya pun tidak akan mengasih 37:38 kenyang kepada Engkau. Ya, enggak 37:40 apa-apa ya Allah, Engkau enggak ngasih 37:41 kenyang kepada aku, asalkan Engkau 37:43 ngasih tenaga untuk beribadah kepada 37:45 Engkau. Tuh. 37:47 Jadi intinya di situ ternyata kita minta 37:49 apa-apa, minta apa-apa ternyata intinya 37:52 agar kita beribadah dengan benar kepada 37:54 Allah. 37:56 Nah, kadang kita lupa pada tujuan itu. 37:59 Nah, seakan-akan kita yang ngatur 38:01 kehidupan. Oh, enggak saya harus kalau 38:03 kalau punya rumah sekian, punya 38:04 kendaraan sekian, maka saya akan 38:06 begini-begini. Ternyata ketika Allah 38:08 ngasih juga jadi lupa kita. 38:10 Nah, maka oleh sebab itu jangan lupa ya, 38:13 tujuan kita ini ibadah kepada Allah. 38:15 Maka dikasih harta, dikasih jabatan, 38:17 dikasih kekayaan, ee dikasih tenaga 38:20 maksudnya, semuanya untuk ibadah kepada 38:21 Allah Subhanahu wa ta'ala. Demikian saya 38:24 kira yang dapat saya jawab. Wallahu 38:27 a'lam bishawab. 38:31 Ya Ustaz, kita ke pertanyaan 38:33 selanjutnya. Pertanyaan datang dari Ibu 38:36 Lestari. Assalamualaikum warahmatullahi 38:38 wabarakatuh Pak Ustaz Ahmad Shaleh. 38:39 Wa'alaikum salam warahmatullahi 38:41 wabarakatuh. Semoga Ustaz selalu 38:43 dilindungi Allah Subhanahu wa ta'ala. 38:44 Amin. Terima kasih atas atas tausiahnya 38:46 Pak Ustaz. 38:48 Saya izin bertanya, mohon tipsnya untuk 38:50 meningkatkan kualitas doa dan membuatnya 38:53 lebih efektif. Serta bagaimana cara 38:55 memelihara kesabaran dan keimanan dalam 38:57 berdoa Pak Ustaz? Syukron. 39:00 Iya. 39:01 Jadi kualitas doa itu pertama, menyadari 39:05 betul, meyakini betul bahwa Allah tempat 39:09 bergantung segala sesuatu. 39:13 Gitu ya. 39:15 Itu pertama itu dulu. Yang kedua, kita 39:18 menyadari betul bahwa kita sumber 39:20 kekurangan. 39:23 Sumber cacat. 39:25 Itu kita. 39:26 Gitu ya. Meskipun ternyata kita orang 39:28 saleh, ahli ta'at. 39:31 Mesti kita juga harus cerdas. 39:35 Jangan-jangan. 39:37 Dalam salat saya tidak sempurna. 39:40 Dalam syukur saya tidak sempurna. 39:43 Katakanlah oh salat saya sudah sesuai. 39:46 Sesuai dengan. 39:47 Sunnah Rasulullah. Tapi kemudian kita 39:51 jangan-jangan. 39:54 Kesalehan kesalehan sosialnya, gitu kan. 39:58 Ibadah maknawinya belum terwujudkan. 40:01 Nah, maka pertama tadi ya. Bahwa kita 40:04 meyakini betul bahwa Allah tempat 40:06 bergantung segala sesuatu. Allahus 40:09 Shamad. Yang kedua bahwa kita sumber 40:11 kekurangan. Kalau kemudian kita merasa 40:15 ta'at, ah saya perasaan enggak pernah 40:17 maksiat. 40:18 Anda boleh mengatakan tidak pernah 40:20 maksiat, tetapi Anda syukur Anda tidak 40:23 benar cara bersyukurnya. Cara ibadah 40:26 Anda bisa jadi, nah maka evaluasilah di 40:29 situ. Wah, ternyata betul. Saya 40:32 kembaliin oleh Allah dikasih rezeki, 40:34 malah saya mendahulukan keinginan. 40:37 Bukan mendahulukan 40:39 infak dan sedekah. Bukan mendahulukan 40:43 keperluan. 40:45 Tapi saya mendahulukannya keinginan. 40:47 Ah, itu kan sudah menjadi persoalan. 40:50 Mendahulukan keinginan dibanding 40:52 mendahulukan kebu-kebutuhan. 40:55 Kebutuhan dengan keinginan apa bedanya? 40:57 Kalau kebutuhan mah tuntutan. 41:00 Tapi kalau keinginan, itu hawa nafsu. 41:03 Meskipun hawa nafsunya 41:04 bertingkat-tingkat. Gitu. Nah, maka oleh 41:07 sebab itu, ketika Anda berdoa itu, 41:09 menyadari betul kesempurnaan Allah 41:12 subhanahu wa taala dan kekurangan kita. 41:15 [mendengus] 41:16 Hidup kita ini diatur oleh Allah, bukan 41:19 kita yang mengaturnya. Ah, maka oleh 41:21 sebab itu betul-betul apa ya merasakan 41:26 memohon kepada Allah itu. 41:31 Betul-betul menikmati permohonan kepada 41:34 Allah itu. Gitu ya. Maka oleh sebab itu, 41:36 kadang orang yang berdoa itu 41:39 macam-macam. 41:41 Kadang ada doa yang ya normatif saja. 41:45 Meskipun normatif, wallahualam. 41:47 Sekali lagi, wallahualam di sisi Allah 41:50 apa dikabul apa enggak. 41:57 Ah, itu normatif. Tapi kemudian itu 41:59 keluar dari lisan. 42:01 Tapi yang kualitasnya yang agak lebih 42:04 tinggi, ada keluar dari hati sanubari. 42:08 Rabbana 42:11 dzalamna anfusana wa illam taghfir lana 42:21 Apalagi kita pernah punya melakukan 42:22 maksiat, ingat terus maksiat itu. 42:26 Maka sebagian ulama mengatakan ciri dosa 42:29 yang belum diampuni 42:31 ketika kita senantiasa 42:34 ketika mengingat dosa, dosa itu muncul 42:36 terus. 42:38 Kalau dosa itu tergambar terus muncul 42:41 terus, ah jangan-jangan 42:43 belum dihapus gitu loh. Jangan-jangan 42:46 ini masih tercatat. 42:48 Maka kemudian tetap. Nah, maka oleh 42:50 sebab itu ikhwatul iman, karena meskipun 42:54 kita melupakan dosa itu gitu ya, apalagi 42:57 kemudian sudah sudah sudah memohon 43:01 ampunan, sudah melupakan dosa itu, tapi 43:04 ketika berdoa kok 43:06 ngelembat lagi dosa itu. Nah, maka 43:09 sekali lagi kalau kemudian dengan doa 43:12 tidak 43:13 masih saja seperti itu, maka upayakan 43:16 dengan kebaikan hubungan manusia dengan 43:18 manusia. 43:19 Dengan sedekah 43:21 dengan infak 43:23 dengan berbuat baik ya, hubungan manusia 43:26 dengan makhluk, hubungan kita dengan 43:28 makhluk Allah baik dengan sesama 43:30 manusia, pertamanya dengan kerabat kita 43:34 yang sesama muslim, kemudian dengan 43:36 sesama muslim, kemudian dengan semua 43:39 manusia. Gitu ya. Nah, maka oleh sebab 43:41 itu saya kira seperti itulah yang bisa 43:44 saya jawab. Wallahu a'lam bishawab. 43:50 Baik Ustaz, kita selanjutnya pertanyaan 43:52 datang dari Bapak Arwin namun di luar 43:55 tema. Trim, Assalamualaikum 43:57 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz. 43:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:00 wabarakatuh. Terima kasih atas 44:02 tausiahnya dan nasehatnya, semoga Pak 44:04 Ustaz dan pejuang dakwah serta para 44:06 pendengar Radio Rasil selalu dalam 44:08 keadaan sehat walafiat serta dalam 44:10 lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 44:11 Amin. Terima kasih, Pak Arwin. 44:13 Dan pertanyaan saya di luar tema, Pak 44:16 Ustaz. 44:17 Eee, alhamdulillah. 44:19 Atas saran dokter gigi pada tanggal 23 44:21 Desember 2024 saya memasang gigi palsu. 44:24 Naam. Pertanyaannya adalah apabila saya 44:27 meninggal dunia, apakah gigi palsu 44:29 tersebut harus dicopot, Pak Ustaz? 44:30 Syukron, terima kasih. Bapak 66 44:33 66 tahun. Masya Allah, barakallahu 44:36 fikum. 44:37 Naam. Pertama, 44:40 gigi itu terbuat dari sesuatu yang 44:43 berhukum apa? 44:46 Bolehkah atau haram? 44:49 Kalau haram, jelas awalnya tidak boleh 44:52 digunakan. 44:53 Gitu ya. 44:55 Jadi kalau bisa bahan-bahannya itu dari 44:57 sesuatu yang bersih, yang paling tidak 44:59 yang kategori jaiz. Oh, iya nih jaiz, 45:02 boleh. Ah, berarti dipasanglah gigi 45:04 palsu itu. 45:05 Setelah meninggal dunia, haruskah 45:07 dicopot? Ketika dicopot dan tidak datang 45:11 kemudaratan, maka copot. 45:15 Tapi jika nyopotnya mendatangkan 45:18 kemudaratan, 45:19 misalnya karena sudah kencang sehingga 45:21 kemudian bisa mengakibatkan apa namanya? 45:24 Rasa sakit bagi si mayit. Nah, sekali 45:26 lagi, 45:27 rasa sakit bagi si Tapi kan sudah 45:29 meninggal dunia, gitu kan? Ada isyarat 45:32 mengatakan bahwa 45:35 si mayit juga merasakan sakit, gitu. 45:37 Wallahualam ya, ini saya belum 45:39 mengkonfirmasi. Maksudnya belum 45:41 menganalisa lebih jauh, tapi paling 45:43 tidak isyarat itu saya gunakan. 45:45 Maka ketika tidak memudaratkan, copot. 45:48 Tapi kalau nambah kemudaratan, biarkan, 45:50 enggak ada masalah, gitu ya. Apalagi 45:53 tadi barangnya barang yang 45:56 mubah, bukan sesuatu yang haram. Jadi 45:59 kalau ada misalnya misalnya sesuatu 46:01 harus dilepas katakanlah itu misalnya 46:04 mastata'a se kemampuan kita. 46:08 Jadi kalau mampu untuk apalagi mohon 46:10 maaf ya mencabut giginya terlambat 46:13 sehingga sudah kaku. 46:15 Wah harus nyabut giginya dua dipaksa itu 46:19 ee 46:19 tidak disarankan. Tetapi kalau masih 46:22 lemas gitu ya baru meninggal dunia 46:25 kemudian dicopotnya juga gampang maka 46:27 copot enggak ada masalah ya. Demikian 46:29 yang dapat saya jawab wallahu a'lam bish 46:33 shawab. 46:36 Ya baik ee Iwan Nawad 46:38 ee demikian sudah beberapa pertanyaan 46:40 yang dibacakan dan juga dijawab oleh 46:42 Ustaz Adam Shaleh dan nanti kita akan 46:44 kembali lagi 46:45 ee setelah beberapa lagu berikut. Jangan 46:49 ke mana-mana tetap berada di Radio 46:51 Silaturahim dan Hasil TV untuk Islam 46:53 yang satu. 47:09 Masih dipancarkan dari Jalan Masjid 47:10 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 47:13 Bekasi inilah Radio Silaturahim dan 47:15 Hasil TV untuk Islam yang satu. Kami 47:17 ingin menyapa para pendengar kami yang 47:19 mendengarkannya via live streaming 47:22 ataupun radio relay di daerah ada di 47:25 pendengar yang di Batam 47:26 melalui Sayula FM dan juga di Sukabumi 47:29 melalui Latansa FM Sukabumi dan juga di 47:31 Radio Sigli Megaphone Aceh. 47:34 Dan juga para pendengar yang 47:35 mendengarkan via streaming ataupun via 47:39 radio mobil ya di perjalanan pulang. 47:41 Saat ini kita kembali dalam program 47:43 acara tausiah sore kajian syarah kitab 47:45 Riyadus Shalihin bersama guru kita Ustaz 47:46 Adam Shaleh yang pada edisi hari ini 47:49 Ustaz menyampaikan temanya yaitu tentang 47:52 masih tentang doa-doa. 47:54 Dan [mendengus] tadi kita sudah 47:57 membacakan beberapa pertanyaan yang 47:58 masuk dan kita akan kembali membacakan 48:00 pertanyaan-pertanyaan dari Ikhwan dan 48:01 Akhwat semuanya. Bagi Ikhwan dan Akhwat 48:03 yang mungkin ingin mengirimkan atensinya 48:05 atau ada pertanyaan bisa dikirimkan ke 48:07 layanan WhatsApp Hasil 48:08 di 08111999720 48:14 atau berinteraktif di 021 48:16 8451512. 48:19 Kami juga ingin menyapa Bapak Umar 48:22 Shaleh yang mendengarkan dari HP ya, 48:24 dari Garut langsung mendengar tausiah 48:26 Ustadz Ammar Shaleh, masyaallah. 48:27 [tertawa] Masyaallah, masyaallah. Selalu 48:28 mengirimkan salamnya, salam untuk Ustadz 48:30 Ammar Shaleh katanya. 48:31 Terima kasih atas tausiahnya, luar biasa 48:34 Ustadz menemani keseharian di rumah. 48:36 Masyaallah, masyaallah. Dan sekarang 48:38 kita ke pertanyaan Pak Ustadz. Naam. 48:43 Emm, mana tadi ya? 48:45 Assalamualaikum warahmatullahi 48:46 wabarakatuh Pak Ustadz. Waalaikumsalam 48:49 warahmatullahi wabarakatuh. 48:51 Bagaimana cara membuat hati ini agar 48:54 bisa selalu istiqomah untuk berdoa 48:56 setiap waktu? 48:57 Terima kasih Pak Ustadz. Naam, 48:59 masyaallah. 49:00 Naam. 49:01 Ketika kita 49:03 merasa perlu, merasa butuh, biasa itu 49:05 yang mendorong. 49:07 Maka oleh sebab itu doa harus menjadi 49:09 kebutuhan. 49:11 Menjadi kebutuhan utama sehingga kita 49:14 senantiasa berdoa kepada Allah. 49:17 Setiap langkah kita dihadapkan dengan 49:19 persoalan-persoalan, maka jawabannya 49:21 minta kepada Allah. 49:23 Maka setiap persoalan minta kepada 49:26 Allah, berdoa lagi gitu loh. Setiap ada 49:28 masalah berdoa lagi. 49:30 Bahkan kalau sudah terbiasa, jangankan 49:33 ada, dianggap ada masalah, tidak ada 49:35 masalah pun minta penjagaan kepada Allah 49:39 subhanahu wa taala. Maka doanya tadi 49:42 bisa doa sapu jagat, bisa doa yang 49:44 mencakup seluruhnya, terus didawamkan. 49:48 Nah, ketika ada keperluan tertentu boleh 49:51 ditambahkan doa khusus. 49:54 Gitu ya, jadi doa khusus itu boleh 49:56 diselipkan di saat di sela-sela doa-doa 49:59 umum, doa-doa yang diajarkan Nabi. Kan 50:03 ada doa yang berkenaan dengan sebuah 50:06 peristiwa, ada doa umum. Nah, doa umum 50:09 kita senantiasa minta pada Allah. 50:12 Tapi doa-doa khusus, misalnya qunut 50:14 nazilah, doa-doa peristiwa ini nih, "Ya 50:17 Allah, selamatkanlah mereka." Ah, itu 50:19 doa khusus. 50:20 Nah, ya jadi doa khusus boleh diselipkan 50:23 di sela-sela doa am, doa umum. Gitu. 50:27 Nah, maka oleh sebab itu, itu akan 50:30 mendorong kita senantiasa berdoa kepada 50:32 Allah. Apalagi meyakini bahwa berdoa 50:34 adalah ibadah. 50:37 Doa itu intisarinya 50:39 apa namanya? Doa itu silah-nya, silah 50:42 itu senjata. 50:44 Senjata orang mukmin. 50:47 Ya, wallahu alam ini 50:49 kan Iya. Nah, gitu ya. Saya 50:52 apa namanya? 50:54 Jika itu benar, berarti itu pengaruh 50:56 dari doa-doa kita yang dipanjatkan. Hmm. 50:59 Allah turun tangan langsung, gitu ya. 51:02 Tapi sekali lagi, kalaupun itu tidak 51:04 benar, paling tidak ini adalah perang 51:08 psikologi. 51:09 Psycho war. 51:11 Gitu ya. Jadi bisa jadi 51:14 apa namanya itu adalah 51:16 memberi motivasi kepada bangsa-bangsa 51:19 lain untuk membela Palestina, gitu kan. 51:22 Sehingga kemudian mereka menyamakan 51:24 persepsi menjadi lebih bersatu lagi, ya. 51:28 Seperti itulah kurang lebih. Maka 51:30 oleh sebab itu sekali lagi saya katakan 51:33 kenapa saya katakan wallahu alam? Saya 51:37 tidak tahu, kan begitu ya. Karena 51:38 pertama, saya belum mendapatkan 51:43 apa nama kabar langsung, katakanlah A1, 51:46 gitu loh. A1 itu maksudnya sumber 51:49 terpercaya. Karena eee 51:52 adapun apa namanya sebenarnya sudah ada 51:54 juga kantor berita eh apa namanya sebuah 51:58 channel berita yang sudah memberitakan. 52:01 Tapi kemudian dibanding dengan eh apa 52:04 berita-berita mainstream kan apa kantor 52:07 berita kantor berita mainstream saya 52:09 belum mendapatkan. Nah, tapi sekali lagi 52:11 bisa jadi saya luput membacanya gitu 52:13 kan. Tetapi paling tidak sekali lagi 52:16 maka semoga Allah segera menurunkan 52:19 pertolongannya kepada apa? Kepada 52:21 saudara-saudara kita. Jadi sekali lagi 52:23 doa-doa yang khusus boleh diselipkan 52:26 dalam doa-doa umum. Doa-doa umum untuk 52:29 keselamatan dunia akhirat juga 52:31 senantiasa kita panjatkan. Demikian yang 52:34 dapat saya jelaskan. Wallahu a'lam 52:37 bishawab. 52:39 Ya Ustad, ke pertanyaan selanjutnya 52:41 datang dari seorang ibu di Tangerang. 52:43 Assalamualaikum warahmatullahi 52:44 wabarakatuh. Puasa Ramadhan soleh. 52:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:47 wabarakatuh. 52:49 Mohon penjelasannya bagaimana cara 52:51 memadukan doa dengan usaha dan kerja 52:54 keras serta bagaimana memahami bahwa doa 52:57 tidak mengga tidak menggantikan usaha. 53:00 Terima kasih. 53:00 Ah iya. 53:02 [tertawa] 53:02 Masya Allah. Jadi kita usaha 100% full 53:06 usaha. 53:08 Tetapi kita juga 100% yakin dengan doa 53:11 gitu ya. Lewat mana pintu itu terbuka 53:15 maka kita serahkan kepada Allah. Usaha 53:18 selama mampu kerjakan. 53:20 Doa terus kita panjatkan. Doa dan usaha 53:25 kita tidak tahu lewat pintu mana pintu 53:27 usaha apa pintu doa itu dibukanya gitu 53:30 loh. Maka oleh sebab itu dua-duanya 53:32 harus 100%. 100% dengan keyakinan 53:36 memohon kepada Allah 100% juga upaya 53:39 sekemampuan kita. Ah, jadi nanti oh ini 53:44 ini hasil dari doa antum nih, 53:46 alhamdulillah. 53:48 Tapi juga saya kan usaha gitu, tapi 53:50 lagi-lagi tadi semuanya harus 100% ini 53:53 juga 100%. Jadi tidak dibagi 50% 50% 53:57 enggak. 53:58 Tapi berdoa 100% berdoa apa usaha juga 54:01 100% karena ada kalanya doa tapi kita 54:05 tidak mampu mengusahakan tapi berhasil. 54:09 Tapi ada juga 100% usaha doa tidak 54:13 dipanjatkan berhasil juga. 54:16 Misalnya 54:17 mohon maaf ini tapi kalau dalam 54:19 keyakinan kita harus dua-duanya 100%. 54:22 Orang kafir itu berusaha 54:24 kadang berhasil. 54:26 Gitu ya, hmm tanpa doa mereka gitu loh 54:29 maka berhasil. Nah, kita juga ada yang 54:31 doa karena kemampuan keterbatasan fisik 54:34 maka dia ya cuma berdoa berhasil juga 54:36 dikabul juga oleh Allah subhanahu wa 54:39 taala. Maka sekali lagi itu dua pintu 54:42 itu harus kita masuki. 54:44 Pintu doa 100% kita masuki pintu usaha 54:47 juga 100% kita masuki. 54:50 Demikian yang dapat saya jelaskan 54:53 wallahu a'lam bishawab. 54:58 Ya Ustaz kita ke pertanyaan selanjutnya 55:00 datang dari hamba Allah Pak Ustaz. Naam. 55:02 Assalamualaikum warahmatullahi 55:03 wabarakatuh Pak Ustaz Adam Saleh. 55:05 Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi 55:06 wabarakatuh. Pak Ustaz mohon 55:08 penjelasannya apa perbedaan antara doa 55:10 permohonan dan doa syukur dan bagaimana 55:13 cara mengaplikasikan keduanya dalam 55:15 kehidupan sehari-hari 55:17 terima kasih. 55:19 Doa syukur dengan doa tadi permohonan. 55:22 Permohonan iya. 55:23 Iya, permohonan sendiri bisa dimaknai 55:26 syukur syukur juga bisa dimaknai 55:29 permohonan. 55:31 Karena ada orang bersyukur dipandang dia 55:35 memohon, apa, 55:36 kepada Allah. 55:38 Misalnya dengan membaca alhamdulillah, 55:41 la ilaha illallah, itu sama dengan 55:44 memohon. 55:45 Ya, seperti ee istigfar itu juga bisa 55:48 bagian dari syukur. 55:49 Ya, kalau syukur yang kita ketahui kan 55:51 baca alhamdulillah wa syukrulillah. 55:55 Itu menunjukkan bahwa Allah tidak cacat. 55:58 Allah itu sempurna, maka tujuan terima 56:01 kasih, beri terima kasih, syukur itu 56:04 ditujukan kepada Allah subhanahu wa 56:06 taala. 56:07 Maka karena kelemahan kita dan cacat 56:10 kita, maka istigfar. 56:12 Atau menyak, karena kita memahami 56:14 keagungan Allah, maka kita pun 56:16 mengucapkan la ilaha illallah. Kalimat 56:19 la ilaha illallah itu bisa dimaknai juga 56:22 permohonan, yaitu permohonan ampun. 56:25 Kenapa 56:26 dimaknai permohonan ampun? Karena orang 56:28 yang mengucapkan la ilaha illallah bisa 56:30 diampuni dosanya. Contohnya, orang yang 56:33 masuk Islam. 56:36 Orang yang masuk Islam mengucapkan la 56:37 ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, 56:39 maka dosa-dosanya diampuni. 56:42 Gitu ya, diampuni dosa-dosa yang lalu 56:45 itu diampuni, dihapus. Nah, maka oleh 56:47 sebab itu dua-duanya tidak bisa 56:49 dipisahkan dalam pandangan saya, gitu 56:51 ya. Jadi kalau doa syukur tadi, ee apa 56:56 namanya, sesungguhnya bukan doa syukur 56:58 kalau 56:59 kalau mau diinikan adalah zikir syukur. 57:02 Ya, zikir syukur dengan doa permohonan. 57:06 Ya, kalau doa ya permohonan. Nah, tapi 57:08 kalau zikir bisa bermakna syukur, bisa 57:11 bermakna doa, gitu kan. Doa bisa 57:14 bermakna zikir. 57:16 Gitu ya. Nah, maka oleh sebab itu 57:19 semuanya ada hubungannya sesungguhnya, 57:21 gitu ya. Maka kemudian apapun istilah 57:23 yang diberikan 57:25 adalah semuanya ibadah kepada Allah 57:27 subhanahu wa taala. Sekali lagi, apapun 57:29 istilah yang digunakan karena semuanya 57:31 saling keterkaitan, maka itu dalam 57:33 rangka ibadah kepada Allah Subhanahu wa 57:36 taala. Maka kadang, sekali lagi kadang, 57:39 syukur itu bisa sebagai kadang apa tadi 57:42 zikir eh merupakan doa. 57:46 Doa merupakan zikir. Ya, doa dan zikir 57:49 bisa merupakan syukur. 57:52 Gitu ya, bisa merupakan syu-syukur. 57:55 Nah, jadi masya Allah la haula wala 57:58 quwwata illa billah. Maka oleh sebab itu 58:00 kadang istilah-istilah para ulama 58:03 eh membedakan itu untuk menguraikan 58:06 maksud dan tujuannya. Tapi kadang juga 58:08 maknanya itu-itu juga. Ya, demikian saya 58:11 kira yang dapat saya eh kemukakan 58:13 meskipun sekali lagi kesimpulannya masih 58:15 ambigu, ya masih ambigu untuk 58:18 membedakannya seperti apa karena saya 58:19 masih memahaminya sama ya antara 58:22 syuku-antara zikir dengan doa, antara 58:26 doa dengan syukur, antara syukur dengan 58:30 permohonan, gitu ya. He eh. Demikian 58:32 yang dapat saya kemukakan. Wallahu a'lam 58:36 bish shawab. 58:38 Ya, baik Iwan-Iwan Awat kami kembali 58:40 mengundang Iwan Awat semua yang ingin 58:42 berparti-berpartisipasi mengirimkan 58:45 pertanyaannya, atensinya bisa dikirimkan 58:46 ke layanan WhatsApp Rasil di 58:48 08111999720. 58:52 Dan selagi Ustaz menjawab pertanyaan, 58:54 kembali ada eh infak yang masuk Pak 58:56 Ustaz. Masya 58:57 Allah. Alhamdulillah. 58:59 Datang dari Bapak Abdurrahman. Masya 59:01 Allah, terima kasih Bapak Abdurrahman 59:03 atas infak-infaknya, donasinya untuk 59:04 Rasil. Semoga Allah lipat gandakan. 59:06 Apalagi ini di hari Jumat loh, Ustaz. 59:08 Masya Allah. 59:08 Berkah insya Allah. Masya Allah, 59:09 alhamdulillah. 59:10 fikum. Masya Allah, barakallahu fikum. 59:12 Dan kita kembali ke pertanyaan, Pak 59:14 Ustaz. Datang dari 59:17 Pertanyaan datang dari Bapak Bahron di 59:18 Tangerang. 59:20 Assalamualaikum, Pak Ustaz. 59:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:23 wabarakatuh. 59:24 Saya Bahron 78 tahun di Tangerang. 59:27 barakallahu fikum. 59:28 Pak Ustaz. Apa 59:29 hikmah dan manfaat dari mengingat 59:31 kematian dan bagaimana cara 59:33 mempersiapkan diri untuk menghadapi 59:36 kematian agar ee kematian kita bisa 59:39 husnul khotimah. Terima kasih Pak Ustaz. 59:41 Nah. 59:42 Pertama 59:44 faedah mengingat kematian 59:48 adalah 59:49 mengakibatkan kita senantiasa 59:52 mempersiapkan diri menghadapi kematian. 59:55 Gitu ya. Kalau ingat mati mesti 59:58 mendorong mempersiapkan diri. 1:00:00 Yang kedua mengingat kematian dapat 1:00:03 berdampak menghalangi kemaksiatan. 1:00:09 Dengan mengingat kematian akan berdampak 1:00:11 mendorong berbuat baik sebagai bekal 1:00:14 setelah kematian. 1:00:17 Mencegah dari perbuatan maksiat, gitu 1:00:20 ya, karena dia yakin akan ada tanggung 1:00:23 jawab yang harus ditanggung setelah 1:00:25 kematian. Jadi itu faedahnya di 1:00:27 antaranya. 1:00:28 Jadi pertama ee semakin dekat kepada 1:00:31 Allah ya karena mengingat kematian. Ee 1:00:33 semakin mendorong berbuat baik dan 1:00:36 semakin mencegah dari perbuatan buruk. 1:00:39 Kemudian bagaimana cara mempersiapkannya 1:00:41 agar kita husnul khotimah? 1:00:43 [mendengus] 1:00:44 Maka satu 1:00:46 harus senantiasa husnuzan kepada Allah. 1:00:50 Kedua, [mendengus] 1:00:52 agar senantiasa berbuat ihsan. 1:00:56 Ketiga, diduga keras dia berdampak 1:00:59 husnul khotimah. Pertama, husnuzan, 1:01:03 kedua berbuat ihsan, maka diduga keras 1:01:06 dia akan husnul khotimah. 1:01:10 Jadi husnul khotimah itu dibiasakan 1:01:12 dengan husnuzan kepada Allah dan 1:01:14 senantiasa berbuat ihsan dan berbuat 1:01:16 baik kepada ee apa namanya? Kepada Allah 1:01:20 dan kepada se ee makhluknya. Jadi ada 1:01:24 horizontal dan vertikalnya. Gitu ya. 1:01:27 Nah, kalau berbuat baik horizontal dan 1:01:29 vertikalnya senantiasa dirawat, maka 1:01:32 diduga keras dia akan meninggal husnul 1:01:34 khotimah. Maka di sujud-sujud salat 1:01:39 nawafilnya 1:01:40 di antara doa yang senantiasa 1:01:42 dipanjatkan Allahumma inni as aluka 1:01:45 husnal khotimah. 1:01:48 Allahumma inni as aluka husnal khotimah. 1:01:51 Allahumma inni as aluka husnal khotimah 1:01:54 atau Allahumma inna nas aluka husnal 1:01:58 khotimah. Allahumma inna nas aluka 1:02:01 husnal khotimah. Di sujud-sujud salat 1:02:04 tahajudnya di sujud-sujud salat 1:02:07 sunnahnya, dia memohon kepada Allah azza 1:02:09 wa jalla dan di antara doanya itu adalah 1:02:12 memohon husnul khotimah. 1:02:15 Demikian yang dapat saya jawab. Wallahu 1:02:19 a'lam bis shawab. 1:02:22 Ya, demikian ya Bapak Bahron dan kita ke 1:02:25 pertanyaan selanjutnya, Pak Ustaz. 1:02:28 Datang dari hamba Allah. Assalamualaikum 1:02:30 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:02:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:34 wabarakatuh. Pak Ustaz, adakah doa 1:02:36 khusus agar hati ini senantiasa ingin 1:02:40 berdoa kepada kepada Allah karena saya 1:02:42 berdoa hanya sekeperluannya 1:02:46 saja, Pak Ustaz. 1:02:47 Terima kasih. [berdehem] Masya Allah, 1:02:49 baik. Jadi doa yang masyhur gitu ya, itu 1:02:53 agar pertama agar ya muqallibal qulubi 1:02:56 tsabbit qalbi ala dinika wa ta'atik. 1:03:00 Ya musharrifal qulubi tsabbit qalbi ala 1:03:03 dinika wa ta'atik. Maka di sujud-sujud, 1:03:06 nah 1:03:08 di antara sujud-sujud di dalam sujud itu 1:03:10 ada doa yang dipanjatkan. Allahumma ya 1:03:14 muqallibal qulubi tsabbit qalbi ala 1:03:17 dinika wa ta'atihi. 1:03:20 Memohon kepada Allah hati 1:03:22 yang di atas agama Allah dan senantiasa 1:03:27 taat kepada Allah subhanahu wa taala. 1:03:30 Maka hati yang senantiasa mendorong 1:03:32 seperti itu akan mendorong senantiasa 1:03:35 ibadah, mendorong agar senantiasa berdoa 1:03:37 kepada Allah azza wa jalla karena 1:03:39 ketergantungannya kepada Allah subhanahu 1:03:41 wa taala. Maka doa yang masyhur itu ya 1:03:44 muqallibal qulubi tsabbit qalbi ala 1:03:47 dinika wa ta'atik. Itu senantiasa 1:03:50 diperbanyak. Di antaranya doa itu juga 1:03:52 diucapkan 1:03:54 dalam sujud-sujud, ya. Baik di tiap 1:03:57 sujud, baik di sujud terakhir atau sujud 1:04:01 ganjil atau sujud genap. Mana dalilnya? 1:04:04 Tadi. Gitu ya. Eee seorang hamba 1:04:09 kedudukan terdekat antara hamba-hamba 1:04:11 dan khaliq itu saat sujud. Faktsirud 1:04:14 dua. Maka perbanyaklah doa. 1:04:17 Itu isyaratnya, itu dalilnya. Ya, selain 1:04:20 nasnya juga gitu ya. Nah, maka di 1:04:23 situlah kita banyak berdoa kepada Allah 1:04:25 subhanahu wa taala. Demikian yang dapat 1:04:27 saya jelaskan. Wallahu a'lam bishawab. 1:04:32 Ya, baik Ustaz nampaknya ini ada telepon 1:04:33 yang masuk. Oke. Bisa tolong diangkat. 1:04:40 Halo. 1:04:44 Halo, asalamualaikum. 1:04:46 Halo, asalamualaikum. Ya, 1:04:47 waalaikumsalam. 1:04:49 Dengan Bapak 1:04:50 Iya. dengan Bapak Abdul Salam. 1:04:53 Iya, betul. 1:04:54 Ya, silakan Bapak pertanyaannya dengan 1:04:55 Ustaz Amas Saleh, Bapak. 1:04:57 Sebenarnya ah terutama asalamualaikum 1:04:59 warahmatullahi wabarakatuh, Bapak Bapak 1:05:01 Kiai. Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:03 wabarakatuh. 1:05:05 Alhamdulillah, Pak Kiai. Selalu saya 1:05:07 mendengarkan terus ini apa tentang 1:05:10 ceramah-ceramah. 1:05:11 Masya Allah. 1:05:12 Walaupun memang terus saja 1:05:14 saya jaga ambil buku ke Kiai. Ah, 1:05:16 masyaallah ya. 1:05:17 [tertawa] 1:05:18 Iya, ada yang saya tanyakan ke Kiai ini. 1:05:21 Iya. Halo. Iya, iya, iya silakan Bapak. 1:05:24 Tentang masalah sanad. Ya. He em. Jadi 1:05:27 kan gini. 1:05:29 Kan saya ini kalau mau memurakabah ini 1:05:31 kan tawasul dulu. Iya. Iya kan? Iya. 1:05:35 Berwasul pada wali, pada apa? Sahabat, 1:05:39 aulia. He em. Para guru, guru, guru 1:05:41 kita. He em, he em. Gitu kan? Iya, iya, 1:05:43 iya. Kemudian, kemudian ada Ustaz, Ustaz 1:05:47 saya juga. He em. 1:05:49 Padahal saya sama dengan dia, 1:05:51 walaupun kita satu, satu guru gitu ya. 1:05:53 Iya, iya, iya, oke. 1:05:54 Tapi kalau di berjamaah, kalau saya lagi 1:05:56 berjamaah, mereka bilang kagak bersanad 1:05:59 gitu loh. Nah, sanad itu apa sih 1:06:01 sebenarnya? Ah, masyaallah. 1:06:04 Iya, iya. 1:06:04 Assalamualaikum. Waalaikumsalam 1:06:06 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:06:07 Bapak Abdul Salam. Sanad itu arti 1:06:10 dasarnya adalah sandaran. 1:06:13 Jadi misalnya saya dapat pengetahuan ini 1:06:17 dari guru saya. 1:06:19 Nah, guru saya dapat pengetahuan itu, 1:06:22 pengetahuan itu tuh yang disampaikan ke 1:06:24 saya, itu dari gurunya. 1:06:28 Gurunya menjelaskan kepada guru saya, 1:06:30 itu dari gurunya. 1:06:32 Gurunya dari gurunya, gurunya dari 1:06:35 tabiin tabiin. Ah, tabiin tabiin dari 1:06:38 tabiin, tabiin dari sahabat, sahabat 1:06:41 dari Nabi sallallahu alaihi wasallam, 1:06:44 itu sanad. 1:06:46 Nah, biasanya 1:06:48 yang bersanad seperti itu, itu adalah 1:06:50 bil ma'fur. 1:06:52 Ilmu yang bir maksur. Namun kemudian 1:06:56 sejalan dengan perkembangan zaman, ada 1:07:00 ilmu-ilmu yang ditemukan tanpa sanad. 1:07:05 He em, ilmu-ilmu yang ditentukan tanpa 1:07:08 sanad. Kata Imam Syafi'i, jadi 1:07:11 pengetahuan itu bisa didapat dari nas 1:07:14 dan dalalah. 1:07:16 Nah, dalalah itu kan bukan dari nas. 1:07:19 Tapi dari hasil penggalian. Dalalah itu 1:07:22 isyarat, gitu loh. 1:07:23 Jadi seperti begini. 1:07:25 Kan setahu saya, setahu saya sekali 1:07:28 lagi, enggak ada yang menjelaskan, nas 1:07:31 yang menjelaskan bahwa pernikahan di 1:07:34 luar umat Islam itu sah. 1:07:38 Sekali lagi, tidak ada nas. 1:07:41 Baik di Quran maupun di sunah, gitu ya, 1:07:43 yang menyatakan bahwa pernikahan di luar 1:07:46 Islam itu sah. Namun Imam Syafi'i, kalau 1:07:50 tidak salah, menyatakan sah. 1:07:53 Dari mana? Dapat dalalah dari Quran. 1:07:58 Dapat dalil, dapat isyarat dari Quran. 1:08:01 Itu dalam surat apa? Surat Al-Lahab. 1:08:05 Tabbat yada Abi Lahab wa tab dan 1:08:07 seterusnya. Wamroatuhu, 1:08:10 ah, di situ ada kata wamroatuhu. Dan 1:08:14 istrinya. Salah satu pengertian, apa 1:08:17 namanya, istri itu, ya, selain an-nisa, 1:08:21 juga wamroatuh. Dan istrinya, gitu loh. 1:08:26 Padahal itu istrinya siapa? Istrinya Abu 1:08:28 Lahab. Abu Lahab nikahnya tidak secara 1:08:31 Islami. Iya. Nah, maka kata Imam 1:08:33 Syafi'i, pernikahan di luar umat Islam 1:08:37 pun, sekali lagi, dinyatakan sah. Karena 1:08:40 Allah juga mengakui Ummu Jamil itu 1:08:44 adalah istrinya Abu La, Abu Lahab, gitu 1:08:48 loh. Nah, itu penggalian bukan dari nas 1:08:51 secara, bukan dari nas. Nas itu teks. 1:08:54 Tapi pengertiannya dari dalalah. Nah, 1:08:56 kemudian dalalah, kata lain dari 1:08:59 dalalah, gitu ya, itu adalah hikam atau 1:09:03 hikmah-hikmah. 1:09:07 Hikmah-hikmah atau hikam sebelumnya 1:09:09 digunakan juga illat 1:09:12 atau illah mufradnya. 1:09:14 Gitu loh. Nah, belakangan dari apa 1:09:17 dalalah, dari hikam, dari illat 1:09:21 belakangan dimaknailah maqasid atau 1:09:24 maksud. Maksudul Quran, maksudul ayat. 1:09:29 Maqasid Alquran, maqasid syariah atau 1:09:32 maksud syariah atau maksud syariah. 1:09:37 Gitu loh. Nah, jadi masya Allah 1:09:39 seringkali nah pertanyaannya dari mana 1:09:42 itu pemahaman memang di zaman Nabi ada? 1:09:45 Ada ternyata. 1:09:48 Ada nas, ada pemahaman di belakang nas. 1:09:52 Gitu maka pengertiannya juga ada 1:09:54 tekstual, ada kontekstual. Nah, 1:09:56 kontekstual itu tadi ada dalalah, ada 1:10:00 illat, ada hikam, ada maqasid. 1:10:04 Gitu loh ya. Jadi saya kira itu eh yang 1:10:07 dapat saya jelaskan. Jadi sanad itu 1:10:09 apabila bersambung. 1:10:12 Nah, ada sanadnya ini. Wah, ini kitab 1:10:14 ini disanadkan, disanadkan. Kemudian 1:10:17 guru kita ya nulis kitab lagi 1:10:20 sebagai pengembangan dari kitab yang 1:10:22 telah disanadkan. Gitu loh. Nah, maka 1:10:25 oleh sebab itu menarik sekali ada ilmu 1:10:27 yang bersanad tapi dalam pengembangannya 1:10:31 ada ilmu yang berkembang 1:10:34 tetapi juga berkembangnya sejak zaman 1:10:36 siapa, zaman siapa kemudian ada sanadnya 1:10:38 juga. Demikian yang dapat saya jelaskan. 1:10:40 Jadi sanad itu adalah sandaran. 1:10:43 Demikian wallahu a'lam bishawab. 1:10:49 Nampaknya Bapak Abdul Salam masih belum 1:10:51 puas Ustaz nelpon lagi. 1:10:52 iya boleh boleh. Gimana mau dilanjutin 1:10:54 Ustaz? Iya iya boleh boleh. Ya, silakan 1:10:56 dilanjut Ustaz. 1:10:59 Halo. 1:11:03 Halo, asalamualaikum, Pak Abdul. 1:11:07 Ya, namanya terputus, Pak Ustaz. Ah, 1:11:09 iya. Baik, itu mungkin jadi pertanyaan 1:11:11 terakhir, Pak Ustaz, di kesempatan 1:11:13 siaran kita pada sore hari ini. Mungkin 1:11:15 ada kesimpulan dari seluruh kajian kita 1:11:17 sore ini. 1:11:17 Baik, kesimpulan yang dapat saya 1:11:19 kemukakan, maka 1:11:22 ajaran doa-doa dari Nabi sallallahu 1:11:25 alaihi wasallam boleh diambil sebagian 1:11:28 bagi mereka yang terbatas hafalannya, 1:11:31 tapi juga dapat diambil secara ringkas 1:11:35 mana yang mewakili yang jamak, 1:11:38 yang mewakili yang menggabungkan seluruh 1:11:41 doa-doa, maka boleh itu saja. Tapi yang 1:11:44 paling penting tadi, keyakinan, baik 1:11:47 sangka kepada Allah subhanahu wa taala 1:11:49 bahwa setiap doa kita senantiasa dikabul 1:11:52 oleh Allah azza wa jalla, baik dikabul 1:11:55 cash maupun dikabul tertunda. 1:11:59 Demikian yang dapat saya simpulkan. 1:12:01 Wasshallallahu ala nabiyyina Muhammadin 1:12:04 walhamdulillahirabbil 1:12:05 alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi 1:12:09 wabarakatuh. 1:12:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:12 wabarakatuh. Terima kasih, Pak Ustaz, 1:12:13 atas ilmunya, tausiahnya pada sore hari 1:12:15 ini. Semoga Allah senantiasa memberikan 1:12:17 Pak Ustaz dan Iwan Awan kesehatan agar 1:12:18 bisa terus menyampaikan ilmunya bagi 1:12:20 kita semua, Iwan Awan. 1:12:21 Dan kami juga mengucapkan terima kasih 1:12:23 kepada Iwan Awan semuanya sudah 1:12:25 memberikan pertanyaannya, atensinya. 1:12:26 Semoga Allah membalas dengan kelipat 1:12:28 dengan kebaikan yang berlipat ganda. Dan 1:12:30 dari studio, saya Fajar Hidayat, Yusuf 1:12:33 Bangkit, dan dan juga Atep mohon undur 1:12:35 diri. Mari kita akhiri saja dengan 1:12:37 membaca doa kafaratul majelis. Subhanaka 1:12:40 Allahumma asyhadu alla ilaha illa anta, 1:12:42 astagfiruka wa atubu ilaik. Billahi 1:12:44 taufik wal hidayah. Wassalamualaikum 1:12:46 warahmatullahi wabarakatuh. 1:12:52 Hah.