Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdulillah nahmaduhu
- wastainuhu wastagfiruh wa nauzubillahi
- min syururi anfusina wamiti aalina may
- yahdillah fal mudillah w yudilu fala
- hadalah. Masyaallahuama lam yasya lam
- yakun la haula wala quata illa billah.
- Dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Inilah radio
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Apa kabarnya Iwan Ahwat di
- mana pun Anda berada? Senang sekali
- rasanya pada kesempatan sore hari ini
- saya Fajar Hidayat ditemani Yusuf
- Subangkit di Mejo Prator dan juga ada
- Atep di balik meja Swiel TV bisa kembali
- menemani ruang dengar ikhwan awat
- semuanya dalam program acara atau si
- sore yang setiap hari Jumat diisi oleh
- guru kita Ustaz Ahmad Saleh yang pada
- kesempatan sore hari ini Ustaz Ahmad
- Saleh akan menyampaikan temanya masih
- sama seperti pekan sebelumnya yaitu
- tentang doa-doa dan hadis yang
- disampaikan dimulai dari hadis ke-28
- dari syarah kitab Riyadus Shihin dan
- guru kita sudah berada di tengah-tengah
- kita Iwan Awat kita sapa saja.
- Asalamualaikum Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat hari ini, Ustaz?
- Alhamdulillah sehat walafiat dimudahkan
- Allah segala urusannya. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Hari ini ada jadwal ngisi
- khotbah di mana, Ustaz?
- Khutbah saya tadi di ini di Cawang.
- Di Cawang.
- Alhamdulillah.
- Alhamd keburuh Ustaz ya.
- Alhamdulillah. Masyaallah. Dimudahkan
- Allah.
- Alhamdulillah. Ya. Iwan Nawat. Bagi
- Wanawat yang mungkin nanti ingin bisa ee
- bergabung, mengirimkan pertanyaannya
- ataupun atensi-atensinya bisa dikirimkan
- ke layanan laptop berhasil di 0811999720
- atau bisa via telepon di 021845151.
- Nomor WhatsApp juga bisa digunakan untuk
- teleponnya Iwan Awat. Dan mungkin yang
- menyaksikan via YouTube Rasil TV bisa
- mengirimkan pertanyaannya, atensinya,
- salam-salamnya via kolom live chat Rasil
- TV. Mari sebelum mengawali kajian sore
- hari ini, mari kita buka saja dengan
- membaca doa tawabul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rbi zidan
- allahum bimaamani waimni mafuni warzuqni
- ilmani. Amin. Ya tafad ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiran thayiban mubarokan fih
- kama yuhibuna waard.
- [berdehem]
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabiyina Muhammadin wa ala
- alihi wa ashabihi waman tabiahum
- biihsanin yaumilqiamah. Amma ba'.
- [berdehem]
- Ikhwan dan akhwat. Azakumullah.
- Alhamdulillah pada sore hari ini kita
- dipertemukan kembali dalam upaya atau
- dalam rangka melanjutkan kajian kita,
- kajian kitab Syarhu Riyadus Shihin.
- Kemarin kita sudah membahas tentang
- doa-doa sampai hadis ke-27.
- Wal awal hadiratallam.
- Maka sekarang kita akan membahas akan
- berbicara mulai hadis ke-28 sampai 29.
- Sebelum saya masuk ke dalam ee hadis
- ke-28,
- perlu dipahami terlebih ee apa terlebih
- dahulu atau mer-review apa yang telah
- kita bahas bahwa doa-doa itu adalah apa
- yang datang, riwayat-riwayat yang datang
- yang diduga keras sampai kepada Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Jika
- hadisnya sahih, maka kita meyakini bahwa
- itu datang dari Rasulullah Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Betapa banyaknya doa-doa yang diajarkan
- oleh Rasulullah. Bahkan di antara kita
- tidak mampu menghafal seluruh doa yang
- diajarkan Nabi. Nah, kita akan membahas
- bagaimana ketika kita ee apa namanya?
- Ingin meringkas doa oleh doa nabi yang
- banyak itu ingin kita ringkas bagaimana
- gitu ya. Oke. Baik. Kita mulai dengan
- hadis ke-28.
- An Abi Umamah radhiallahu an Abi Umamah
- radhiallahu anh
- qala ia berkata,
- "Daa Rasulullahi sallallahu alaihi
- wasallam biduain katsirin."
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- berdoa dengan doa yang banyak katir lam
- nahfad minhuai.
- Kami tidak menghafalnya darinya sesuatu
- pun. Kami sesuatu apa? Tidak dapat
- menghafal sesuatu pun dari doa-doa yang
- banyak itu. Qulna. Maka kami berkata,
- "Ya Rasulullah, wahai utusan Allah daut
- biduain
- engkau berdoa dengan doa yang banyak."
- Lam nahfad minhuai. kami tidak mampu
- menghafal gitu ya satuun dari apa yang
- engkau doakan itu. Faqal. Maka Nabi Yuna
- sallallahu alaihi wasallam bertanya atau
- berkata, "Ala adulukum ala ma
- yajmaalikaah."
- Maukah aku tunjukkan kepadamu apa yang
- mencakup dari itu semuanya yang mencakup
- semuanya itu begitu ya. Heeh.
- Takulu. Maka Nabi melanjutkan taquulu
- engkau ucapkan Allahumma inni asaluka
- minhairi ma saalaka minhu nabiuka
- Muhammadun sallallahu alaihi wasallam.
- Udah berdoa saja dengan Allahumma inni
- asaluka Allahumma ya Allah sesungguhnya
- aku memohon kepadamu min khairi dari
- kebaikan masaalaka apa-apa yang meminta
- kepada engkau minhu tentangnya. Nabi
- Yuka yaitu Nabi Muhammad. Nabimu Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Waubika dan aku berlindung kepadamu min
- syarri dari keburukan ma istaad minhu
- nabiyuka Muhammadun sallallahu alaihi
- wasallam. Apa-apa yang berlindung
- darinya nabiuka nabimu Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Wa antal
- mustaan. Engkaulah tempat mengadu.
- Engkaulah tempat memohon. Waikal balagu.
- Ee dan kaulah yang mencukupi. Wala haula
- wala quwwata illa billah. Tidak ada daya
- dan kekuatan kecuali dengan Allah
- subhanahu wa taala. Nah, jadi ada doa
- ini yang apa namanya? Kalau Quran dalam
- doa Quran itu adalah doa sapu jagat.
- Rbana fid dunya hasanah wafil akirati
- hasan waqinaar
- dari hadis itu ya Allahumma inni asaluka
- miniri gitu ya minhairi
- maalaka minhu nabiuka Muhammad
- sallallahu alaihi wasallamubika
- mau
- nabiuka Muhammadallahu alaihi wasallam
- Allah.
- Nah, ini saya kira bisa dihafal ya.
- Jadi, Rabbana jadi doanya pertama pujian
- atas e kepada Allah pujian yang banyak.
- Allahumma lakal hamdu hamdan katsir
- thyiban mubarokan fama yuhibubuna waard.
- Allahumma lakal hamdu hatta tard.
- Allahumma lakal hamdu hatta tard. Eh
- kemudian e Allahumma e innal hamda
- lillahi hamdan katir terus pujian-pujian
- yang banyak kemudian selawat atas Nabi.
- Allahumma sholli ee misalnya Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammadin wa ala
- ali Muhammadin itu yang pendek. Tapi
- kemudian Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabiyina Muhammadin wa ala
- alihi wa ashabihi ajmain. Boleh lagi
- tambah lagi yang lain dengan variasi e
- selawat yang lain.
- Allahumma sholli ala
- nabiina Muhammadin nuriari
- dan seterusnya gitu kan. E maka oleh
- sebab itu pujian dan selawat atas Nabi
- boleh dipilih. Nah, kemudian doanya apa?
- Rbana atina fid dunya hasanah wafil
- akhirati hasanah waqinaabanar. Allahumma
- inni asaluka
- minhairi masalaka minhu nabiyuna
- Muhammad sallahu alaihi wasallam.
- Wazubika minarri ma
- ista minhu nabiyuka Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Wa antal musta'an wa
- antal waaikal balag wala haula wala
- quwwata illa billahil aliyil adzim
- wasallallahu ala nabiina Muhammadin
- walhamdulillahi rabbil alamin. Khalas
- hal amr urusan selesai. Nah, jadi boleh
- seperti itu. Nah, itu tapi juga boleh
- meminta misalnya Anda banyak hafalannya
- dari doa-doa Nabi atau aduh meskipun itu
- diringkas saya enggak bisa hafal. Ya
- udah bahasa Anda aja. Allahum ya Allah
- saya mohon kepadamu segala kebaikan yang
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- minta kepada engkau dan saya berlindung
- dari dari keburukan dari apa-apa yang
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- berlindung darinya kepada engkau gitu
- ya. Jadi [tertawa]
- kalau kemudian ditutup dengan wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyyil adzim
- misalnya cumanya sebegitu ya sudah itu
- saja.
- Nah, gitu ya. Sambil terus menghafal.
- Oke. Baik. Ee mutiara-mutiara yang dapat
- kita ambil dari hadis ini, ini hadis
- riwayat wahu at-Tirmidziyu.
- Telah meriwayatkan hadis ini Imam
- at-Tirmidzi waqal dan Imam at-Tirmidzi
- mengatakan, "Haditun hasanun." Hadisnya
- hasan. Hasan itu di bawah derajat sahih
- tapi di atas daif. Ini termasuk hadis
- makbul.
- Hadis yang bisa diterima. Oke,
- mutiara-mutiara hadis pertama, anjuran
- untuk istikamah dalam membaca doa yang
- menghimpun setiap doa Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Karena
- banyak juga gitu kan doa-doa misalnya
- doa Nabi Musa
- e Allahumma lakal hamdu ee wailaikal
- musta'an. Ya Allahumma eh Allahumma
- lakal hamdu wailaikal mustaaka wa antal
- mustaan wala haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim.
- Kemudian doa Nabi ee Yunus.
- La ilahailla anta subhanaka inni kuntu
- minadzolimin. Meskipun itu zikir tapi
- zikir bmakna doa gitu kan. Kemudian doa
- Nabi Adam, rbanaamna
- anfusana waillam tagfirlana watarhamna
- lanquunna minal khasirin. Seakan-akan
- itu menunjukkan kalau kamu habus habis
- berbuat kesalahan tidak harus dosa,
- kesalahan gitu ya. Kesalahan juga bisa
- dosa bisa bisa tidak. Maka tadi
- apa doa bapak kita Adam alaihi salam?
- Rabbanaamna anfusana waillam tagfirlana
- watarhamna lanaquunana minal khosirin.
- Meskipun doa Nabi Adam itu bukan doa
- mohon ampun
- karena Bapak kita enggak berdosa, kan
- begitu. Nah, hanya itu menjadi teladan,
- menjadi contoh bagi kita yang berdosa,
- gitu. Karena para nabi itu kan maksum
- sesungguhnya, gitu ya. Kalau kemudian di
- dalam Quran disebutkan doa-doa para nabi
- itu bukan karena mereka punya dosa,
- tetapi ketawaduan mereka
- ya misalnya kita buku, "Ah, itu kan
- bapak kita melanggar aturan Allah."
- Apanya yang dilanggar? I memetik itu
- memetik buah. Pertama riway apa ee
- teksnya itu ada mendekati ya, mendekati
- pohon.
- Kemudian ee ee kemudian ayat lain
- mengata memetik, mendekati dan memetik.
- Ah kemudian terbuka auratnya kan begitu.
- Kemudian Bapak kita mohon loh itu beliau
- mendekati pohon
- di Quran tidak disebutkan pohon apa
- namanya kecuali iblis mengatakan bahwa
- itu adalah pohon khuld
- pohon khuldi gitu kan pohon keabadian.
- Nah, maka kemudian kenapa bapak kita ini
- apa namanya? Tergoda dalam tanda petik
- tergoda. Karena iblis bersumpah atas
- nama Allah.
- Masa Nabi Adam harus mendustakan orang
- yang menyebut nama Allah demi Allah.
- Nah, kita secara zahir menghukumi
- percaya
- meskipun nanti pembuktiannya di sisi
- Allah kan begitu. Maka bapak kita karena
- dia bersumpah atas nama Allah, maka
- bapak kita juga apa namanya? Menurut.
- Karena masih iya sih ada seorang hamba
- atas nama Allah masih bohong. Eh,
- ternyata benar ada orang yang berani apa
- mengutip nama Allah tapi dipakai untuk
- berbohong. Nah, tapi kemudian Allah
- ngajarkan cara bertobatnya. Itu
- sesungguhnya pelajaran buat umat Nabi
- Muhammad gitu loh ya. Kalau kamu
- melakukan kesalahan bahwa kemudian Nabi
- Adam kan seperti tadi dijelaskan tidak
- jatuh kepada dosa karena ter maksum
- terlindungi gitu ya. Nah, maka kemudian
- oh diajarkanlah rbanaamna
- anfusana waam tagfirlana watarhamna.
- Jangankan para nabi itu sekali lagi
- jangankan melakukan maksiat, tidak
- melakukan maksiat tapi kemudian dinilai
- dirinya belum full bersyukurnya, belum
- full bersyukur, seakan-akan itu sebuah
- kekufuran,
- sebuah pelanggaran. Kenapa? Karena
- syukur itu lawannya dengan kufur.
- Meskipun belum tentu yang tidak
- bersyukur sempurna gitu ya dianggap
- kufur.
- Kufur apa? B apa? Kufur nikmah gitu ya.
- Nah, maka oleh sebab itu para nabi itu
- sekali lagi mereka mohon ampun karena
- menilai dirinya seakan-akan melakukan
- kesalahan.
- Bersyukur tidak sempurna saja dianggap
- sebuah kesalahan. Oke. Nah, maka oleh
- sebab itu begitu juga doa Nabi Muhammad.
- Rabbana atina fid dunya hasanah wafil
- akhirati hasanah. Sekiranya Nabi
- Muhammad kita menemukan ada hadis dari
- Nabi Muhammad memohonkan ampun untuk
- dirinya gitulah. Sekali lagi banyak yang
- mengajarkan untuk umatnya tapi ya. Maka
- sesungguhnya Nabi Muhammad bukan untuk
- memohonkan ee ampun untuk dosanya.
- Karena Nabi Muhammad tidak berdosa gitu.
- Tapi apa? pertama ketawaduan,
- kedua untuk meningkatkan derajat di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Tapi bagi
- umatnya yang berdosa itu sebagai
- penghapus dosa gitu loh. Kalau dosanya
- sudah terhapus misalnya, maka tadi sama
- ee sebagai peningkat derajat di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Oke. Tiayib.
- Ee kemudian mutiara yang berikutnya
- adalah menghafal manfaat hadis ini dapat
- dirasakan secara khusus oleh orang yang
- tidak menghafal doa-doa Nabi sallallahu
- alaihi wasallam. Ini merupakan bagian
- dari kemudahan Islam dan luasnya rahmat
- Allah bagi hamba-hambnya
- gitu. Naj atau misalnya aduh tetap aja
- banyak hadisnya sudah satu pun enggak
- ada yang hafal.
- Rbana fid dunya hasanah wafil ak fayf
- memuji Allah berselawat atas nabi konten
- doanya atau berdoanya substansinya
- kemudian selawat atas Nabi. Kemudian
- berpuji pada Allah itu dalam doa yang
- normatif gitu ya. Oke. Baik. Baik. Kita
- lanjutkan pada hadis berikutnya hadis
- ke-29. an ibni masudin radhiallahu anhu
- q kana min rasulillah sallallahu alaihi
- wasallam allahumma inni asaluka mujibati
- rahmatik
- magfiratik wasalam
- walimata minulli bir wal bilah
- minar wahul hakim abu abdillah waqala
- hadisunahihun
- muslim
- Ee dari Ibnu Mas'ud semoga Allah
- meridainya. Ia berkata adalah di antara
- doa Rasulullah sallahu alaihi wasallam
- yaitu ya Allahumma
- inni asaluka. Ya Allah sesungguhnya aku
- memohon kepadamu mujibati rahmatik.
- Perkara-perkara yang mendatangkan
- rahmat-Mu. Perkara perkara yang
- menetapkan ampunanmu. Selamat dari
- segala dosa memperoleh segala kebaikan.
- keberuntungan mendapatkan surga dan
- selamat dari api neraka. Ya, hadis
- riwayat Al-Hakim. Status hadis ini sahih
- berdasarkan syarat syarat Muslim. Nah,
- ini menarik sekali ya. Jadi boleh hadis
- yang tadi yang terakhir atau hadis yang
- sebelum terakhir atau ee rabbana atina
- fid dunya hasanah wafil akhir hasanah.
- Di Quran juga banyak doa. Doa nabi-nabi
- semuanya boleh dipilih. Mau seluruh
- doanya dibaca bagus.
- Tapi dipilih misalnya yang mencakup
- semuanya itu doa Nabi Muhammad. Rbana
- fid dunya hasanah wafil akhirat.
- Tapi kalau kemudian ditambah lagi doa
- tadi yang masih mencakup juga tadi
- Allahumma inni asaluka gitu ya. E apa?
- Allahumma ya Allah kami memohon kepadamu
- setiap kebaikan apa-apa yang Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- minta kepada engkau.
- Jadi itu mencakupnya. Nah, oke.
- Mutiara-mutiara hadis yang dapat kita
- lihat dari hadis terakhir ini ya. Karena
- tadi hadis ke-29 itu hadis terakhir
- tentang doa-doa.
- Mutiara-mutiara dapat kita lihat di
- antaranya pertama usaha untuk melakukan
- amal-amal kebajikan dan taat serta
- menjauhi keburukan dan maksiat. Nah,
- maka kenapa diajarkan banyak doa-doa?
- Supaya lisan kita thayyibul kalam.
- Thayib, baik. Kalam ucapan. Nah, dan ini
- thayibul kalam ini sebagai bukti juga
- haji mabrur.
- Nah, sekarang ini musim haji ini.
- Masyaallah.
- Ketika kita berangkat haji, maka manasik
- haji yang diperhatikan. Fikihnya tuh
- yang diperhatikan. Kalau sesuai dengan
- syarat dan rukunnya, maka hajinya
- makbul.
- Adapun ee ee apa namanya? ee mabrur
- menurut Dr. Lehisan itu setelah pulang.
- Heeh.
- Ah baru ada bekasnya. Apa tidak? Kalau
- kemudian tadi menurut hadis itu dia
- menjadi thayibul kalam waamut thaam dan
- beri makan dengan penafsiran nanti
- bermacam-macam.
- Thayibul kalam kesalehan pribadi.
- It'amut taam kesalehan sosial. Ah, itu
- memberi makan bukan hanya ngasih makan,
- bukan hanya makan matangnya, termasuk
- ngasih makan mentahnya.
- Apa ngasih makan mentahnya? Mendidik,
- mengajari sehingga ia mampu mandiri,
- membimbing manajerialnya gitu kan. Itu
- bagian dari it'amut thaam. Ngasih modal
- ya. tadi modalnya ilmu pengetahuan bisa
- modal uang, bisa modal sarana dan
- prasarana. Ah, maka itu semua bagian
- dari ciri haji mabrur gitu. Masyaallah.
- La haula wala quwwata illa oke. Baik.
- Jadi yang pertama tadi ya. Kemudian yang
- kedua, tindakan Imam Anawawi menutup bab
- ini dengan hadis ini mengandung isyarat
- bahwa yang menjadi tujuan dari doa dan
- amal ee amal ubudiyah lainnya itu adalah
- selamat dari neraka dan masuk surga
- dengan sejahtera gitu ya. Nah, ini
- memang masyaallah. Intinya kalau kita
- memahami maqasid, baik maqasid Al-Qur'an
- maupun maqasid syariah.
- Kalau maqasid syariah kan ada enam, enam
- penjagaan ya, asalnya lima kemudian
- penelitian berikutnya menjadi enam,
- berikutnya menjadi tujuh gitu. Nah, jadi
- menjaga apa? Agama, menjaga jiwa dan
- lain sebagainya. Nah, itu maqasid
- syarih, maqasid Quran. Jadi, Quran
- diturunkan tujuannya untuk apa? Oh,
- untuk kesejahtaan manusia dunia akhirat
- itu tujuan globalnya. Nah, nanti ayat
- itu tujuan khusus.
- Tujuan khususnya di ayat-ayat atau di
- surat atau di juzzuz itu di surat-surat
- atau di ayat-ayat. Nah, itu kemudian
- nanti bisa diteliti. Nah, maka oleh
- sebab itu
- tujuan syariat dengan tujuan Quran tidak
- akan pernah bertentangan.
- Saling menguatkan, saling ee ya saling
- menguatkan, saling apa? Saling
- mengokohkan. Nah, maka oleh sebab itu,
- Ikhwatul iman, setelah memahami maqasid
- syariah, maka
- kehidupan keberagamaan itu menjadi
- mudah, menjadi lapang, tidak sempit.
- Maka dapat saya simpulkan,
- jadi selain ibadah mahdoh, selain urusan
- akidah, tidak ada bidah dolalah. Begitu
- penelitan para ulama. Jadi kalau
- misalnya ini bukan bidah dolalah,
- berarti ee e bukan bukan apa namanya
- bukan ibadah mahd terkena bidah dolalah.
- Apa apa namanya ee ibadah mahdah
- contohnya salat subuh. He.
- Sejak disyariatkan sampai hari kiamat
- tetap dua rakaat, tidak akan pernah
- berubah.
- Heeh.
- Ya. Magrib tetap 3 rakaat, isya tetap
- empat rakaat, tidak berubah jadi lima
- atau jadi tiga, kecuali dalam keadaan
- musafir atau sakit. Ah, tapi yang ini
- musafir. Musafir boleh diqas
- jadi dua. Kembali kepada awal
- pensyariatannya yaitu dua rakaat. Dua
- rakaat. Nah, jadi karena itu ibadah
- mahdoh termasuk dalam manasik haji kalau
- ibadah mahdohnya
- tidak akan terjadi perubahan gitu loh.
- Maka para sahabat itu tidak berani
- mengubah ibadah mahdoh kecuali
- ibadah-ibadah selain mahdoh. Ah, Umar
- bin al-Khattab mempelopori itu
- ijtihadnya dengan ijtihad. Begitu juga
- ee khalifah-khalifah yang lain gitu ya
- ee termasuk Ali bin Abi Thalib dan lain
- sebagainya. Demikian saya kira sebagai
- pengantar yang dapat saya kemukakan.
- Wasallallahu ala nabiyina Muhammadin.
- Walhamdulillahi rabbil alamin. Wallahu
- aam bisawab.
- Demikian Iwan Naot penyampaian materi
- yang disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Nam Saleh yang tadi Ustaz menyampaikan
- temanya yaitu masih tentang doa-doa dari
- kitab syarah Riyadus Shihin. Dan bagi
- Iwan Nawat yang ingin bergabung
- mengirimkan pertanyaannya, atensinya
- bisa dikirimkan melalui layanan Masa
- Prasil di 0811999720
- atau berinteraktif di 021 84515212.
- Ee selagi tadi ee Ustaz menyampaikan
- materinya, jadi ada laporan, ada laporan
- transparan masuk Ustaz untuk dakwah
- rasil
- ini dari Bapak Sarifudin. Masyaallah,
- alhamdulillah. Terima kasih. Jazakiran
- ee mungkin bagi Wanawat yang ingin ikut
- berkontribusi untuk dakwah Rasil, ingin
- agar bisa dakwah rasil terus bank udara
- mungkin bisa ikut mengirimkan ee
- infaknya, donasinya ke
- infak terbaiknya ya, Iwan Nawat
- dikirimkan ke
- nomor rekening Rasil di Bank BSI
- Bank Syariah Indonesia di nomor rekening
- 722
- 223
- 0033.
- Sekali lagi di 72230033
- atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran
- Silaturahim. Nah, [mendengus]
- ya. Baik, jangan ke mana-mana nanti kita
- akan e kembali lagi tetap di radio
- Silaturrahim dan Rasul TV untuk Islam
- yang satu.
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu Iwan Hawat. Kita kembali
- dalam program acara TOS sore kajian
- syarah kitab Riyadus Solihin bersama
- guru kita Ustaz Saleh yang pada
- kesempatan sore hari ini Ustaz
- menyampaikan temanya yaitu masih tentang
- doa-doa dan kita sudah memasuki sesi
- tanya jawab bagi Wanawat yang bagi wat
- yang ingin bergabung mengirimkan
- pertanyaannya atensinya bisa dikirimkan
- ke layanan masa berhasil di 081199720
- atau berinteraktif di 0218451512
- atau yang menyaksikan via YouTube Rasil
- TV bisa mengirim pertanyaannya via kolom
- live chat Rasil TV. Dan sekarang kita
- masuk ke pertanyaan pertama, Pak Ustaz.
- Nah,
- pertanyaan pertama datang dari Bapak
- Hadi Rahmawadi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya, bagaimana dengan zikir
- pagi dan zikir petang? Apakah itu memang
- ajaran Nabi atau hanya ulama-ulama saja?
- Bukankah zikir itu tidak ditentukan
- waktunya? Boleh pagi, siang, sore, atau
- malam. Bahkan zikir di hati pun boleh
- kapan saja. Pak Ustaz, bagaimana tentang
- hal tersebut? Mohon penjelasannya.
- Terima kasih.
- E namam, masyaallah, barakallahu fikum.
- Jadi, doa yang dinisbatkan kepada Nabi
- misalnya, oh doa itu diambil dari hadis
- secara sanadnya, sambung-menyambung
- sampai kepada Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. kemudian diberi status sahih
- maka diyakini bahwa itu dari Nabi
- sallallahu alaihi wasallam.
- Tapi ada juga doa memang yang dibuat
- oleh para ulama tapi biasanya para ulama
- juga membuat itu dari intisari Al-Qur'an
- dan sunah Rasulillah Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Bukan hanya dari hadis,
- tetapi maksud saya dari sunah
- gitu kan. Ma far bainal hadis wasunah.
- Apa bedanya hadis dengan sunah? Kalau
- sunah tidak ada yang diif. Kalau hadis
- ada yang diif kan begitu. Oke. Baik.
- Jadi sekali lagi jika itu dinisbatkan
- doa pagi dan petang kemudian
- riwayat-riwayatnya atau tidak disebutkan
- hadisnya tapi intisarinya saja. Ah
- ternyata kalau diteliti-teliti loh ada
- hadisnya bermuara kepada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Maka oh
- hadis itu adalah
- hadis yang diduga keras berasal dari
- Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi
- ada juga doa-doa yang dibuat oleh para
- ulama gitu ya. Ee bahwa kemudian berdoa
- kapan? Makanya bukan hanya pagi dan
- sore.
- Jadi doa itu 100 * 24 jam.
- Ada doa yang ditentukan pagi dan sore,
- ada juga yang tidak ditentukan pagi dan
- sore. Berarti ya pagi, ya siang, ya
- sore, ya malam boleh berdoa gitu.
- Misalnya, Rabbana atina fid dunya
- hasanah wafil akhirati hasanah
- waqinaabanar. Kapan tuh dibacanya? Boleh
- pagi, boleh sore, boleh juga siang,
- boleh juga malam.
- B isbanaaunah
- akar
- b zuhuranaun
- menjelang magrib atau bak asarbana
- fidun akabanar
- bda subuh rbana atina fid dunya hasana
- wafil akati hasan waqinaabanar menjelang
- duha atau isyraq rbana atina fid dunya
- hasanah wail ak hasanah
- Jadi benar boleh kapan saja. Tetapi ada
- juga yang dijelaskan doa pagi dan
- petang. Misalnya doa paginya apa?
- Asbahna wa asbaha mulku lillah. Doa
- petang amsaina wa mulku lillah dan
- seterusnya.
- Jadi sekali lagi ada pembagian-pembagian
- yang pada intinya kapanp
- dan di mana pun kita disyariatkan berdoa
- tuh kapanp dan di mana pun. Kalau doanya
- doha jahar berarti tidak boleh di tempat
- kotor. Maksudnya ada najisnya gitu. Tapi
- kalau dalam hati tidak ada masalah di
- manaun seperti zikir juga
- lailahaillallah. Kapan itu dibacanya? Ya
- pagi, ya siang, ya sore, ya malam.
- Kapan itu? Kapan saja. Di mana aja? Di
- mana saja kecuali di tempat-tempat yang
- berna bernajis gitu ya. Demikian yang
- dapat saya jelaskan. Wallahu aam
- bisawab.
- Iya. Demikian Bapak Hadi jawaban dari
- Ustaz Ahmad Saleh. Sebelum kita ke
- pertanyaan selanjutnya, ada satu atensi
- dari pendengar setia kita yang seri.
- Asalamualaikum Pak Ustaz. Semoga
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Pak Ustaz dan Mas Saleh, Pak Kiai
- Kerasil selalu dalam rahmat dan rida
- Allah Subhanahu wa taala. Terima kasih
- Pak Ustaz atas tausiahnya. Masyaallah
- sungguh sungguh membantu sekali.
- Masyaallah.
- Dan juga ini ada kita ke pertanyaan
- kembali. Pertanyaan selanjutnya datang
- dari Ibu Rahma. Pak Ustaz,
- asalamualaikum, Pak Ustaz. Nam saleh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana cara mengatasi perasaan putus
- asa dan tidak terjawabnya doa ketika
- kita telah berusaha dengan
- sungguh-sungguh dan berdoa dengan tulus,
- namun hasilnya tidak seperti yang
- diharapkan. Syukran, Pak Ustaz.
- Maaf. Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Ee naam. Masyaallah. Begini,
- ketika kita berdoa, yakini bahwa doa
- kita pasti dikabul.
- Bisa dikabul segera, bisa dikabul
- tertunda, gitu ya. Atau bisa diganti
- dengan yang lebih baik.
- Jadi kita jangan merasa putus asa, ya.
- Ah, ngapain saya berdoa? Enggak, bukan
- enggak, bukan ngapain berdoa itu
- langsung dikasih pahala.
- kasih kebaikan pasti dikabul
- dan Allah maha tahu. Apakah dikabulnya
- itu atau tidak dikabulnya itu Allah maha
- tahu. Maka Anda memohon kepada Allah
- sesuatu yang boleh, sesuatu yang
- dianjurkan itu tidak ada sia-sia. Ah,
- tapi sampai sekarang tidak dikabul.
- Pertama bisa jadi bukan Allah benci,
- bisa jadi Allah suka dengan dalam tanda
- petik jeritan hambanya.
- Bisa jadi Allah suka dengan pengaduan
- hambanya.
- Bisa jadi Allah suka dengan rintihan
- hambanya.
- Karena Allah ingin mencintainya, maka
- dibiarkan tiap waktu dia berdoa.
- Wah, tapi enggak seperti yang
- diharapkan. Iya, karena Allah maha tahu.
- Kalau Anda minta sesuatu Allah kasih,
- Anda enggak bisa menggunakannya.
- Ya Allah, belilah saya kekayaan.
- Orang miskin enggak tuh dikasih kekayaan
- bingung mau dipakai apa itu kekayaan
- tuh. Ada enggak orang kayak begitu? Ada.
- Wah, banyak orang bingungnya. Waduh,
- duit misalnya jangankan jutaan,
- megang Rp50.000 per minggu saja susah.
- Tiba-tiba dapat je R miliar. Hah? Untuk
- apa ini duit?
- Akhirnya dihabur-haburkan enggak karuan.
- Nah, maka oleh sebab itu maka sesuai
- dengan proses
- ya, sesuai dengan proses. Maka oleh
- sebab itu cara pikir kita, cara pandang
- kita juga boleh dibilang itu sebagai
- ukuran kita juga gitu. Oh, kalau saya
- misalnya punya duit itu untuk nyumbang
- ini, nyumbang ini, nyumbang ini. Nah,
- kemudian mohon. Ah, jadi ketika itu tuh
- dapat duit ah langsung dibelanjakan.
- Orang-orang yang takut kepada Allah.
- Jadi minta hartanya itu bukan, "Ya Allah
- berilah saya kesejahteraan, bukan hanya
- begitu. Ya Allah berilah saya rezeki
- yang bermanfaat. Ya Allah belilah saya
- rezeki yang barokah." Gitu. Jadi ketika
- dikasih rezeki yang barokah meskipun
- sedikit tapi barokah. Banyak juga
- barokah. Jadi tidak akan menjadi
- penyesalan, tidak akan menjadi sebuah ee
- apa istilahnya ya? penyesalan
- karena dia sudah siap untuk
- membelanjakannya.
- Betul. Maka oleh sebab itu saya kira
- Allah maha tahu
- kapan permohonan hambanya harus dijawab
- cash dan kapan harus ditunda.
- Maka oleh sebab itu minta aja pada Allah
- nanti misalnya apa yang kita butuhkan
- misalnya begini
- misalnya Anda menginginkan
- anak nomor satu itu yang perempuan bisa
- ngelanjutkan studi S1.
- Eh, tiba-tiba malah bukan melaju bukan
- bukan diterima dulu di perguruan tinggi,
- tiba-tiba ada yang melamar.
- Ya Allah, saya kan mintanya bukan yang
- melamar. Saya mintanya agar saya agar
- putri saya bisa studi S1.
- Maka jawabannya untuk bisa dipahami, iya
- nanti bisa sekolah lagi setelah nikah.
- Bisa begitu. Karena nanti ketika dia
- kuliah, Anda enggak mampu ngasih
- biayanya. Maka saya serahkan kepada
- seorang hamba Allah yang saleh untuk
- melamar putrimu. Kemudian putrimu bisa
- melanjutkan studi S1 atau S2 gitu. Jadi
- rahasia-rahasia itu aduh maka baik
- sangka aja fad Allah. Nah, maka
- ee diutusnya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam
- itu adalah pengabulan. Salah satu ee
- pemahaman para ulama adalah salah satu
- pengabulan atas doa Nabi Ibrahim.
- Berapa ratus tahun tuh Nabi Ibrahim
- kepada Nabi Muhammad?
- Apalagi kita baru juga 10 tahun juga
- enggak, 5 tahun juga enggak. Oh, sudah
- merasa setahun aja berdoa sudah aduh
- saya sudah lelah berdoa setahun penuh.
- Nabi Ibrahim aja doanya ratusan tahun
- baru dikabul.
- Nah, maka saya katakan pasti dikabul
- hanya kapan? Wallahuam. Allah maha
- mengetahuinya. Nah, gitu ya. Maka oleh
- sebab itu sudah ngumpulkan kebaikan aja
- dengan berdoa
- gitu ya. Sudah barang tentu berdoa itu
- dikabul atau tidak dapat pahala, dapat
- kebaikan,
- dapat keberkahan. Begitu bisa
- disimpulkan gitu ya. Maka oleh sebab itu
- sekali lagi ikhwan dan akhwat melalui
- pertanyaan tadi ee menjadi motivasi buat
- kita sudah berdoa aja pada Allah, baik
- sangka aja pada Allah. Kan intinya ee
- tidak dikabul tapi persoalan intinya
- terselesaikan gitu kan. Allahum. Ya
- Allah, saya minta rezeki.
- Enggak, saya enggak ngasih rezeki banyak
- sama tidak akan ngasih harta. Ya enggak
- apa-apa, ya Allah. Engkau juga enggak
- ngasih harta enggak apa-apa. Asalkan
- saya bisa makan, saya juga tidak ngasih
- makanan.
- Kemudian dia tidak dikasih makan.
- Misalnya, "Gak apa-apa, ya Allah, engkau
- enggak ngasih makan juga. Yang penting
- engkau ngasih kenyang
- gitu kan. ngasih makan enggak, tapi
- dikasih kenyang.
- Enggak, saya pun tidak akan mengasih
- kenyang kepada Engkau. Ya gak apa-apa ya
- Allah, Engkau enggak ngasih kenyang
- kepada aku, asalkan Engkau ngasih tenaga
- untuk beribadah kepada engkau. Tuh, jadi
- intinya di situ. Ternyata kita minta
- apa-apa, minta apa-apa ternyata intinya
- agar kita beribadah dengan benar kepada
- Allah.
- Nah, kadang kita lupa pada tujuan itu.
- Nah, seakan-akan kita yang ngatur
- kehidupan. Oh, enggak. Saya harus kalau
- harus punya rumah sekian, punya
- kendaraan sekian, maka saya akan
- begini-begini. Ternyata ketika Allah
- ngasih juga jadi lupa kita. Nah, maka
- oleh sebab itu jangan lupa ya tujuan
- kita ini ibadah fala Allah. Maka dikasih
- harta, dikasih jabatan, dikasih
- kekayaan, ee dikasih tenaga makudnya
- semuanya untuk ibadah kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Demikian saya kira
- yang dapat saya jawab. Wallahuam
- bisawab.
- Ya, Ustaz, kita ke pertanyaan
- selanjutnya. Pertanyaan datang dari Ibu
- Lestari. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz Salleh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz selalu dilindungi Allah
- subhanahu wa taala. Amin. Terima kasih
- atas atas tausiahnya, Pak Ustaz. Saya
- izin bertanya, mohon tipsnya untuk
- meningkatkan kualitas doa dan membuatnya
- lebih efektif serta bagaimana cara
- memelihara kesabaran dan keimanan dalam
- berdoa, Pak Ustaz Syukron. Iya. Jadi
- kualitas doa itu pertama
- menyadari betul, meyakini betul bahwa
- Allah tempat bergantung segala sesuatu
- gitu ya.
- Itu pertama itu dulu. Yang kedua, kita
- menyadari betul bahwa kita sumber
- kekurangan,
- sumber cacat itu kita gitu ya. Meskipun
- ternyata kita orang saleh, ahlut taah,
- mesti kita juga harus cerdas.
- Jangan-jangan
- dalam salat saya tidak sempurna, dalam
- syukur saya tidak sempurna. Katakanlah,
- "Oh, salat saya sudah sesuai sesuai
- dengan sunah Rasulullah." Tapi kemudian
- kita jangan-jangan
- kesalehan kesalehan sosialnya gitu kan,
- ibadah maknawinya belum terwujudkan.
- Nah, maka pertama tadi ya bahwa kita
- meyakin betul bahwa Allah tempat
- bergantung segala sesuatu. Allahus
- somad. Yang kedua, bahwa kita sumber
- kekurangan. Kalau kemudian kita merasa
- taat, ah saya perasaan enggak pernah
- maksiat.
- Anda boleh mengatakan tidak pernah
- maksiat, tetapi Anda syukur Anda tidak
- benar cara bersyukurnya, cara ibadah
- Anda bisa jadi. Nah, maka evaluasilah di
- situ. Wah, ternyata betul saya kembaliin
- oleh Allah dikasih rezeki. Malah saya
- mendahulukan keinginan.
- Bukan mendahulukan
- infak dan sodqah. Bukan mendahulukan
- keperluan
- tapi saya mendulukannya keinginan.
- Ah, itu kan sudah menjadi persoalan
- mendahulukan keinginan dibanding
- mendahulukan kebu kebutuhan.
- Kebutuhan dengan keinginan apa bedanya?
- Kalau kebutuhan mah tuntutan. He. Tapi
- kalau keinginan itu hawa nafsu. Meskipun
- hawa nafsunya bertingkat-tingkat gitu.
- Nah, maka oleh sebab itu ketika Anda
- berdoa itu menyadari betul kesempurnaan
- Allah Subhanahu wa taala dan kekurangan
- kita.
- [mendengus]
- Hidup kita ini diatur oleh Allah, bukan
- kita yang mengatur. Ah, maka oleh sebab
- itu betul-betul apa ya merasakan memohon
- kepada Allah itu
- betul-betul menikmati permohonan kepada
- Allah itu gitu ya. Maka oleh sebab itu
- kadang orang yang berdoa itu
- macam-macam.
- Kadang ada doa yang ya normatif saja.
- meskipun normatif. Wallahuam
- sekali lagi wallahuam di sisi Allah apa
- dikabul apa enggak.
- Ah itu normatif. Tapi kemudian itu
- keluar dari lisan. Tapi yang kualitasnya
- yang agak lebih tinggi ada keluar dari
- hati sanubari.
- Rabbana
- dolamna anfusana waagfirlana
- watarhamna lanakunanna minal khasirin.
- Apalagi kita pernah melakukan maksiat,
- ingat terus maksiat itu. Maka sebagian
- ulama mengatakan ciri dosa yang belum
- diampuni
- ketika kita senantiasa
- ketika mengingat dosa, dosa itu muncul
- terus.
- Kalau dosa itu tergambar terus, muncul
- terus, ah jangan-jangan belum dihapus
- gitu loh. Jangan-jangan ini masih
- tercatat.
- Maka kemudian tetap Nah, maka oleh sebab
- itu, Ikhwatul iman, karena meskipun kita
- melupakan dosa itu, gitu ya, apalagi
- kemudian sudah sudah memohon ampunan,
- sudah melupakan dosa itu, tapi ketika
- berdoa kok ngelebat lagi dosa itu. Nah,
- maka sekali lagi kalau kemudian dengan
- doa tidak ee masih saja seperti itu,
- maka upayakan dengan kebaikan hubungan
- manusia dengan manusia dengan sedekah,
- dengan infak, dengan berbuat baik ya.
- hubungan manusia dengan makhluk,
- hubungan kita dengan makhluk Allah, baik
- dengan sesama manusia ee pertamanya
- dengan kerabat kita yang sesama muslim,
- kemudian dengan sesama muslim, kemudian
- dengan semua manusia gitu ya. Nah, maka
- oleh sebab itu saya kira ee seperti
- itulah yang bisa saya jawab. Wallahu aam
- bisawab.
- Baik, Ustaz. kita selanjutnya pertanyaan
- datang dari Bapak Arwin namun di luar
- tema. Terim Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih atas tausiahnya dan
- nasihatnya. Semoga Pak Ustaz dan pejuang
- dakwah serta para pendengar radio Rasil
- selalu dalam keadaan sehat walafiat
- serta dalam lindungan Allah subhanahu wa
- taala. Amin. Terima kasih, Pak Arwin.
- Dan pertanyaan saya di luar tema, Pak
- Ustaz. Ee
- atas saran dokter gigi pada tanggal 23
- Desember 2024, saya memasang gigi palsu.
- Pertanyaannya adalah apabila saya
- meninggal dunia, apakah gigi palsu
- tersebut harus dicopot, Pak Ustaz?
- Syukron, terima kasih. Bapak
- 66 tahun.
- Masyaallah. Masyaallah. Barakallahu
- fikum. Naam. Pertama,
- gigi itu terbuat dari sesuatu yang
- berhukum apa?
- Bolehkah atau haram?
- Kalau haram jelas e awalnya tidak boleh
- digunakan gitu ya. Jadi kalau bisa
- bahan-bahannya itu dari sesuatu yang
- bersih yang paling tidak yang
- kategorinya jaiz. Oh ini jaiz boleh. Ah,
- berarti dipasanglah gigi palsu itu.
- Setelah meninggal dunia, haruskah
- dicopot? Ketika dicopot dan tidak datang
- kemudoran, maka copot.
- Tapi jika nyopotnya
- mendatangkan kemudoran, misalnya karena
- sudah kencang sehingga kemudian bisa
- mengakibatkan apa namanya? Rasa sakit
- bagi si mayit. Nah, sekali lagi rasa
- sakit bagi si tapi kan sudah meninggal
- dunia gitu kan. Ada isyarat mengatakan
- bahwa si mayit juga merasakan sakit
- gitu. Wallahualam ya. Ini saya belum
- mengkonfirmasi maksudnya belum
- menganalisa lebih jauh tapi paling tidak
- isyarat itu saya gunakan. Maka ketika
- tidak memudaratkan copot. Tapi kalau
- nambah kemudoratan biarkan enggak ada
- masalah gitu ya. Apalagi tadi barangnya
- barang yang mubah bukan sesuatu yang
- haram. Jadi kalau ada misalnya misalnya
- sesuatu harus dilepas, katakanlah itu
- misalnya mastataa sekemampuan kita. Jadi
- kalau mampu untuk apalagi mohon maaf ya
- mencabut giginya terlambat sehingga
- sudah kaku.
- Wah harus nyabut giginya wah dipaksa. Ah
- itu ee tidak disarankan. Tetapi kalau
- masih lemas gitu ya, baru meninggal
- dunia kemudian dicopotnya juga gampang,
- maka copot enggak ada masalah. Ya,
- demikian yang dapat saya jawab. Wallahu
- aam biswab.
- Ya, baik. Ee Iwan Nawat e demikian sudah
- ada beberapa pertanyaan yang dibacakan
- dan juga dijawab oleh Ustaz dan Mas
- Saleh. Dan nanti kita akan kembali lagi
- ee setelah ee beberapa lagu berikut.
- Jangan ke mana-mana, tetap di radio
- Sahim dan Ras TV untuk Islam yang satu.
- Masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, Cibo
- berbekasi. Inilah Radio Silaturahim dan
- Asil TV untuk Islam yang satu. Kami
- ingin menyapa para pendengar kami yang
- mendengarkannya via streaming ataupun
- radio relay di daerah ada di pendengar
- yang di Batam melalui Sela FM dan juga
- di Sukabumi, melalui Latan FM Sukabumi
- dan juga di Radio Sigli Megapon Aceh dan
- juga para pendengar yang mendengarkan
- via streaming ataupun via radio mobil ya
- di perjalanan pulang. Saat ini kita
- kembali dalam program acara tausiah sore
- kajian syarah kitab Rus Solihin bersama
- guru kita Ustaz Dam Saleh yang pada
- edisi hari ini Ustaz menyampaikan
- temanya yaitu tentang masih tentang
- doa-doa dan [mendengus] tadi kita sudah
- membacakan beberapa pertanyaan yang
- masuk dan kita akan kembali membacakan
- pertanyaan-pertanyaan dari Iwan Awat
- semuanya bagi Iwan Awat yang mungkin
- ingin mengiriman atensinya atau ada
- pertanyaan bisa dikirimkan ke layanan
- masa berhasil di 0811 111 999
- 720 atau berinteraktif di 021 8451512.
- Kami juga ingin menyapa Bapak Umar Saleh
- yang mendengarkan dari HP ya dari Garut
- langsung mendengar setia Ustaz Mas
- Saleh. Masyaallah [tertawa]
- selalu mengirimkan salamnya salam untuk
- Ustaz Saleh katanya.
- Terima kasih atas tausiahnya. Luar biasa
- Pak Ustaz menemani kesehatan di rumah.
- Masyaallah. Masyaallah. Dan sekarang
- kita ke pertanyaan Pak Ustaz.
- Naam.
- Hm. Mana tadi ya? Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana cara membuat hati ini agar
- bisa selalu istikamah untuk berdoa
- setiap waktu? Terima kasih, Pak Ustaz.
- Namam. Masyaallah. Naam. Ketika kita
- merasa perlu, merasa butuh, biasa itu
- yang mendorong. Maka oleh sebab itu doa
- harus menjadi kebutuhan,
- menjadi kebutuhan utama sehingga kita
- senantiasa berdoa pada Allah.
- Setiap langkah kita dihadapkan dengan
- persoalan-persoalan, maka jawabannya
- minta kepada Allah. Maka setiap
- persoalan minta pada Allah berdoa lagi
- gitu loh. Setiap ada masalah berdoa
- lagi. Nah, bahkan kalau sudah terbiasa
- jangankan ada dianggap ada masalah tidak
- ada masalah pun minta penjagaan kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Maka doanya
- tadi bisa doa sabu jagat, bisa doa yang
- mencakup seluruhnya terus didawamkan.
- Nah, ketika ada keperluan tertentu boleh
- ditambahkan doa khusus.
- gitu ya. Jadi doa khusus itu boleh
- diselipkan di di sela-sela doa-doa umum,
- doa-doa yang diajarkan Nabi. Kan ada doa
- yang ee berkenaan dengan sebuah
- peristiwa, ada doa umum. Nah, doa umum
- kita senantiasa minta pada Allah. Tapi
- doa-doa khusus misalnya qunut nazilah,
- doa-doa peristiwa ini, "Ya Allah
- selamatkanlah mereka." Ah, itu doa
- khusus. Nah, ya. Jadi doa khusus boleh
- diselipkan di sela-sela doa am, doa umum
- gitu. Nah, maka oleh sebab itu itu akan
- mendorong kita senantiasa berdoa kepada
- Allah. Apalagi meyakini bahwa berdoa
- adalah ibadah.
- Doa itu intisarinya
- ee apa namanya? Ee doa itu silahnya.
- Silah itu senjata. Senjata orang mukmin
- ya. Wallahualam. Ini ee kan
- Iya.
- Nah, gitu ya. saya ee apa namanya ee
- jika itu benar berarti itu pengaruh dari
- doa-doa kita yang dipanjatkan. H
- Allah turun tangan langsung gitu ya.
- Tetapi sekali lagi kalaupun itu tidak
- benar paling tidak ini adalah perang
- psikologi psikowor
- gitu ya. Jadi bisa jadi ee apa namanya
- itu adalah ee memberi motivasi kepada
- bangsa-bangsa lain untuk membela
- Palestina gitu kan. Sehingga kemudian
- mereka menyamakan persepsi menjadi lebih
- bersatu lagi. Ya, seperti itulah kurang
- lebih. Maka ee oleh sebab itu sekali
- lagi saya katakan
- ee kenapa saya katakan wallahuam saya
- tidak tahu kan begitu ya. Karena pertama
- saya belum mendapatkan
- ee apa namama kabar langsung katakanlah
- A1 gitu loh. A1 itu maksudnya sumber
- terpercaya. Karena ee adapun ee apa
- namanya sudah ada juga kantor berita eh
- apa namanya sebuah channel berita yang
- sudah memberitakan.
- Tapi kemudian dibanding dengan ee apa
- berita-berita mainstream apa kantor
- berita kantor berita mainstream saya
- belum mendapatkan. Nah, tapi sekali lagi
- bisa jadi saya luput membacanya gitu
- kan. Tetapi paling tidak sekali lagi
- maka semoga Allah segera menurunkan
- pertolongannya kepada apa? Kepada
- saudara-saudara kita. Jadi sekali lagi
- doa-doa yang khusus boleh diselipkan
- dalam doa-doa umum.
- Doa-doa umum untuk selamatan dunia
- akhirat juga senantiasa kita panjatkan.
- Demikian yang dapat saya jelaskan.
- Wallahuam
- bisawab.
- Ya, Ustaz. Ke pertanyaan selanjutnya
- datang dari seorang ibu di Tangerang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz dan Mas Saleh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon penjelasannya bagaimana cara
- memadukan doa dengan usaha dan kerja
- keras serta bagaimana memahami bahwa doa
- tidak menggantikan usaha. Terima kasih.
- Ah, iya. [tertawa]
- Masyaallah. Jadi kita usaha 100% full
- usaha,
- tetapi kita juga 100% yakin dengan doa
- gitu ya. Lewat mana pintu itu terbuka,
- maka kita serahkan kepada Allah. Usaha
- selama mampu, kerjakan.
- Doa terus kita panjatkan. Doa dan usaha
- kita tidak tahu lewat pintu mana. Pintu
- usaha apa pintu doa itu dibukanya
- gitulah. Maka oleh sebab itu dua-duanya
- harus 100%. 100% dengan keyakinan
- memohon kepada Allah. 100% juga upaya
- sekemampuan kita. Ah. Nah, jadi nanti oh
- ini ini hasil dari doa antum nih.
- Alhamdulillah.
- Tapi juga saya kan usaha gitu. Tapi
- lagi-lagi tadi semuanya harus 100% ini
- juga 100%. Jadi tidak dibagi 50%
- gak. Tapi berdoa 100% berdoa apa usaha
- juga 100%. Karena ada kalanya doa tapi
- kita tidak mampu mengusahakan tapi
- berhasil.
- Tapi ada juga 100% usaha doa tidak
- difajatkan, berhasil juga.
- Misalnya, mohon maaf ini, tapi kalau
- dalam keyakinan kita harus dua-duan
- 100%. Orang kafir itu berusaha kadang
- berhasil
- gitu ya. H tanpa doa mereka gitu loh,
- maka berhasil. Nah, kita juga ada yang
- doa karena kemampuan keterbatasan fisik.
- Maka diaah cuma berdoa berhasil juga
- dikabul juga oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Maka sekali lagi itu dua pintu
- itu harus kita masuki. Pintu doa 100%
- kita masuki. Pintu usaha juga 100% kita
- masuki. Demikian yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- Baik ya, Ustaz. Kita ke pertanyaan
- selanjutnya datang dari hamba Allah, Pak
- Ustaz.
- Namam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz Dam Saleh.
- Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullah
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, mohon penjelasannya. Apa
- perbedaan antara doa permohonan dan doa
- syukur dan bagaimana cara
- mengaplikasikan keduanya dalam kehidupan
- sehari-hari? Ustaz, terima kasih.
- Syukur.
- Doa syukur dengan doa tadi permohonan.
- Permohonan. Iya.
- Iya. Permohonan sendiri bisa dimaknai
- syukur. Syukur juga bisa dimaknai
- permohonan.
- Karena ada orang bersyukur dipandang dia
- apa? Memohon kepada Allah. Misalnya
- dengan membaca alhamdulillah
- lailahaillallah
- itu sama dengan memohon ya. Seperti ee
- istigfar itu juga bisa bagian dari
- syukur. Dia kalau syukur yang kita
- ketahui kan baca alhamdulillah
- wasyukrulillah.
- itu menunjukkan bahwa Allah tidak cacat.
- Allah itu sempurna. Maka tujuan terima
- kasih, berterima kasih syukur itu
- ditujukan kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Maka karena kelemahan kita dan
- cacat kita, maka istigfar
- atau men karena kita memahami keagungan
- Allah maka kita pun mengucapkan
- lailahaillallah.
- Kalimat lailahaillallah itu bisa
- dimaknai juga permohonan, yaitu
- permohonan ampun. Kenapa dimaknai
- permohonan ampun? Karena orang yang
- mengucapkan lailahaillallah bisa
- diampuni dosanya. Contohnya orang yang
- masuk Islam,
- orang yang masuk Islam mengucapkan
- lailahaillallah muhammadur rasulullah
- maka dosa-dosanya diampuni
- gitu ya. Diampuni dosa-dosa yang lalu
- itu diampuni, dihapus. Nah, maka oleh
- sebab itu dua-duanya tidak bisa
- dipisahkan dalam pandangan saya gitu ya.
- Jadi kalau doa syukur tadi ee apa
- namanya bukan doa syukur kalau gitu
- kalau mau diinikan adalah zikir syukur
- ya. Zikir syukur dengan doa permohonan
- ya. Kalau doa ya permohonan. Nah, tapi
- kalau zikir bisa bermakna syukur, bisa
- bermakna doa gitu kan. Doa bisa bermakna
- zikir
- gitu ya. Nah, maka oleh sebab itu suju
- ada hubungannya sesungguhnya gitu ya.
- Maka kemudian apapun istilah yang
- diberikan
- adalah semuanya ibadah kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Sekali lagi apapun
- istilah yang digunakan karena semuanya
- saling keterkaitan maka itu dalam rangka
- ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Maka kadang sekali lagi kadang syukur
- itu bisa sebagai ee kadang apa tadi?
- Zikir ee merupakan doa.
- Doa merupakan zikir. Nah, doa dan zikir
- bisa merupakan syukur
- gitu ya. Bisa merupakan syu syukur. Nah,
- jadi masyaallah la haula wala quwwata
- illa billah. Maka oleh sebab itu kadang
- istilah-istilah para ulama ee membedakan
- itu untuk menguraikan maksud dan
- tujuannya tapi kadang juga maknanya itu
- juga. Ya, demikian saya kira yang dapat
- saya ee kemukakan meskipun sekali lagi
- kesimpulannya masih ambigu ya, masih
- ambigu untuk membedakannya seperti apa.
- Karena saya masih memahaminya sama ya
- antara syukur, antara zikir dengan doa,
- antara doa dengan syukur, antara syukur
- dengan permohonan gitu ya. Heeh.
- Demikian yang dapat saya kemukakan.
- Wallahuam
- bisawab.
- Ya, baik e Iwan Awat, kami kembali
- mengundang Iwan Awat semua yang ingin
- berpartisipasi mengirimkan
- pertanyaannya, atensinya bisa dikirimkan
- ke layanan Nosa Berasil di 0811999720.
- Dan selagi Ustaz menjawab pertanyaan
- kembali ada ee infak yang masuk, Pak
- Ustaz. Masyaallah,
- alhamdulillahamdulillah. Alhamdulillah.
- Datang dari Bapak Abdurrahman.
- Masyaallah. Terima kasih Bapak
- Abdurrahman atas infaknya, donasinya
- untuk Rasil. Semoga Allah limpat
- gandakan. Apalagi ini di hari Jumat loh,
- Ustaz.
- Berkah insyaallah. Masyaallah.
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Dan kita kembali ke pertanyaan Pak Ustaz
- datang dari
- pertanyaan datang dari Bapak Bahron di
- Tangerang. Asalamualaikum Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya Bahron, 78 tahun.
- Izin bertanya, Pak Ustaz. Apa hikmah dan
- manfaat dari mengingat kematian dan
- bagaimana cara mempersiapkan diri untuk
- menghadapi kematian agar ee kematian
- kita bisa husnul khatimah. Terima kasih,
- Pak Ustaz.
- Nah, pertama, faedah mengingat kematian
- adalah
- mengakibatkan kita senantiasa
- mempersiapkan diri menghadapi kematian
- gitu ya. Karena ingat mati mesti
- mendorong mempersiapkan diri. Yang
- kedua, mengingat kematian dapat
- berdampak menghalangi kemaksiatan.
- Dengan mengingat kematian akan berdampak
- mendorong berbuat baik sebagai bekal
- setelah kematian.
- Mencegah dari perbuatan maksiat gitu ya.
- Karena dia yakin akan ada tanggung jawab
- yang harus ditanggung setelah kematian.
- Jadi itu faedahnya di antaranya. Jadi
- pertama ee semakin dekat kepada Allah ya
- karena mengingat kematian. Ah semakin
- mendorong berbuat baik dan semakin
- mencegah dari perbuatan buruk. Kemudian
- bagaimana cara mempersiapkannya agar
- kita husnul khatimah? [mendengus] Maka
- satu harus senantiasa husnudzon kepada
- Allah.
- Kedua, [mendengus]
- agar senantiasa berbuat ihsan.
- Ketiga, diduga keras dia berdampak
- husnul khatimah. Pertama, husnudzon.
- Kedua, berbuat ihsan. Maka diduga keras
- dia akan husnul khatimah.
- Jadi husnul khatimah itu dibiasakan
- dengan husnudan kepada Allah dan
- senantiasa berbuat ihsan dan berbuat
- baik kepada ee apa namanya? kepada Allah
- dan kepada ee makhluknya. Jadi ada
- horizontal dan vertikalnya gitu ya. Nah,
- kalau berbuat baik horizontal dan
- vertikalnya senantiasa dirawat, maka
- diduga keras dia akan meninggal husnul
- khatimah. Maka di sujud-sujud salat ee
- nawafilnya di antara doa yang senantiasa
- dipanjatkan, Allahumma inni as'aluka
- husnal khatimah.
- Allahumma inni as'aluka husnal khatimah.
- Allahumma inni as'aluka husnal khatimah.
- Atau Allahumma inna nas'aluka husnal
- khatimah. Allahumma inna nas'aluka
- husnal khatimah. Disujud-sujud ee salat
- tahajudnya, disujud-sujud salat
- sunahnya, dia memohon kepada Allah azza
- wa jalla. Dan di antara doanya itu
- adalah memohon husnul khatimah. Demikian
- yang dapat saya ee jawab. Wallahuam
- biswab.
- Ya, demikiannya Bapak Bahron dan kita ke
- pertanyaan selanjutnya Pak Ustaz datang
- dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, adakah doa khusus agar hati
- ini senantiasa ingin berdoa kepada
- Allah? Karena saya berdoa hanya
- sekerluannya saja, Pak Ustaz.
- Terima [berdehem] kasih.
- Masyaallah. Baik. Jadi doa yang masyhur
- gitu ya itu agar pertama agak
- maka disujud-sujud. Nah, itu juga di
- antara sujud-sujud di dalam sujud itu
- ada doa yang dipajatkan. Allahumma ya
- muqallibal qulubbit qolbi ala dinika
- memohon kepada Allah hati
- yang di atas agama Allah dan senantiasa
- taat kepada Allah subhanahu wa taala
- maka hati yang senantiasa mendorong
- seperti itu akan mendorong senantiasa
- ibadah mendorong agar senantiasa berdoa
- kepada Allah azza wa jalla karena
- ketergantungannya kepada Allah subhanahu
- wa taala
- Maka doa yang masyhur itu ya
- itu sen diperbanyak. Di antaranya doa
- itu juga diucapkan
- dalam sujud-sujud ya. Baik di tiap
- sujud, baik di sujud terakhir atau sujud
- ganjil atau sujud genap. Mana dalilnya?
- Tadi gitu ya. Ee seorang hamba kedudukan
- terdekat antara hamba dan khaliq itu
- saat sujud. Faksirud dua. Maka
- perbanyaklah doa.
- Itu isyaratnya, itu dalilnya ya. Selain
- nasnya juga gitu ya. Nah, maka di
- situlah kita banyak berdoa kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Demikian yang dapat
- saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Iya. Baik, Pak Ustaz. Nampaknya ini ada
- telepon yang masuk masuk. Bisa tolong
- diangkat.
- Halo.
- Halo. Asalamualaikum.
- Halo. Asalamualaikum.
- Ya. Waalaikumsalam.
- Dengan Bapak
- dengan Bapak Abdul Salam.
- Iya betul.
- Ya, silakan Bapak pertanyaannya dengan
- Ustaz Saleh. Bapak
- sebenarnya e terutama Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah, Pak Kiai selalu saya
- mendengarkan terus ini apa tentang
- ceramah-ceramah.
- Masyaallah.
- Walaupun memang terang aja saya enggak
- sambil muraqabah, Pak Kiai.
- Ah, masyaallah. Ya, [tertawa]
- iya. Ada yang pertanyakan ini.
- Iya. Iya.
- Iya. Silakan Bapak
- tentang masalah sanad ya.
- Heeh.
- Jadi kan gini kan saya ini kalau
- memurkqabah ini kan tawasul dulu.
- Iya. I kan
- iya
- para rasul pada aul pada apa? Sahabat,
- aulia, para guru, guru-guru kita. Heeh.
- He gitu kan.
- Iya. Iya. Iya.
- Kemudian, kemudian ada ustaz, ustaz saya
- juga.
- Heeh.
- Padahal saya sama dengan dia.
- Walaupun kita satu satu guru gitu ya.
- Iya. Iya, iya. Oke.
- Tapi kalau dia berjamaah, kalau saya
- lagi berjamaah, mereka bilang kagak
- bersanad gitu loh. Nah, sanad itu apa
- sih sebenarnya?
- Ah, masyaallah.
- Iya.
- Iya. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Bapak Abdul
- Salam.
- Sanad itu arti dasarnya adalah sandaran.
- Jadi misalnya saya dapat pengetahuan ini
- dari guru saya. Nah, guru saya dapat
- pengetahuan itu. Pengetahuan itu tuh
- yang disampaikan ke saya itu dari
- gurunya.
- Gurunya menjelaskan kepada guru saya itu
- dari gurunya. Gurunya dari gurunya,
- gurunya dari tabiut tabiin. Ah, tabiut
- tabiin dari tabiin. Tabiin dari sahabat,
- sahabat dari Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Itu sanad.
- Nah, biasanya
- yang bersanad seperti itu itu adalah bil
- maksfur.
- Ilmu yang bir maksur. Namun kemudian
- sejalan dengan perkembangan zaman, ada
- ilmu-ilmu yang ditemukan tanpa sanad.
- Hm. ilmu-ilmu yang ditentukan tanpa
- sanad kata Imam Syafi'i. Jadi
- pengetahuan itu bisa didapat dari nas
- dan dalalah.
- Nah dalalah itu kan bukan dari nas, tapi
- dari hasil penggalian. Dalalah itu
- isyarat gitu loh. Jadi seperti begini
- kan setahu saya, setahu saya sekali lagi
- gak ada yang menjelaskan nas yang
- menjelaskan bahwa pernikahan di luar
- umat Islam itu sah.
- Sekali lagi tidak ada nas baik di Quran
- maupun di sunah gitu ya yang menyatakan
- bahwa pernikahan di luar Islam itu sah.
- Namun Imam Syafi'i kalau tidak salah
- menyatakan sah.
- Dari mana? Dapat dalalah dari Quran.
- Dapat dalil, dapat isyarat dari Quran.
- Itu dalam surat apa? Surah Alahab.
- Tabbat yada Abi Lahabi Watab dan
- seterusnya. Wamroatuhu.
- Ah, di situ ada kata wamroatuhu. Dan
- istrinya salah satu pengertian apa
- namanya? ist itu ya selain
- juga
- dan istrinya gitu loh.
- Padahal itu istrinya siapa? Istrinya Abu
- Lahab. Abu Lahab nikahnya tidak secara
- islami.
- Iya. Nah, maka kata Imam Syafi'i,
- pernikahan di luar umat Islam pun sekali
- lagi dinyatakan sah. Karena Allah juga
- mengakui Ummu Jamil itu adalah istrinya
- Abu Abu Lahab. Gitu loh. Nah, itu
- penggalian bukan dari nas secara bukan
- dari nas. Nas itu teks, tapi
- pengertiannya dari dalalah. Nah,
- kemudian dalalah kata lain dari dalalah
- gitu ya, itu adalah hikam. atau
- hikmah-hikmah.
- Hikmah-hikmah atau hikam sebelumnya
- digunakan juga ilat atau illah mufradnya
- gitu loh. Nah, belakangan dari apa?
- Dalalah, dari hikam, dari ilat,
- belakangan dimaknailah maqasid atau
- maksud. Maksudul Qur'an, maksudul ayah,
- maqasid Al-Qur'an, maqasid syariah atau
- maksud syariah atau maksad syariah gitu.
- Nah, jadi masyaallah seringki. Nah,
- pertanyaannya dari mana itu pemahaman?
- Memang di zaman Nabi ada ternyata
- ada nas, ada pemahaman di belakang nas
- gitu. Maka pengertiannya juga ada
- tekstual, ada kontekstual. Nah,
- kontekstual itu tadi ada dalalah, ada
- ilat, ada hikam, ada maqasid,
- gitu ya. Jadi saya kira itu ee yang
- dapat saya jelaskan. Jadi sanad itu
- apabila bersambung,
- ada sanadnya ini. Kitab ini disanadkan.
- disanadkan. Kemudian guru kita ya nulis
- kitab lagi sebagai pengembangan dari
- kitab yang telah disanadkan gitu loh.
- Nah, maka oleh sebab itu menarik sekali
- ada ilmu yang bersanad tapi dalam
- pengembangan perjalanannya ada ilmu yang
- berkembang
- tetapi juga berkembangnya sejak zaman
- siapa, zaman siapa, kemudian ada
- sanadnya juga. Demikian yang dapat saya
- jelaskan. Jadi sanad itu adalah
- sandaran. Demikian. Wallahuam
- biswab.
- Nampaknya Bapak Abdul Salam masih belum
- puas. Ustaz nelepon lagi.
- Oh iya ya. Boleh. Boleh.
- Bagaimana dilanjutnya Ustaz?
- Iya iya boleh.
- Yuk silakan Pak Cup.
- Halo.
- Halo. Asalamualaikum Pak Abdul.
- Ya. Namanya terputus Pak Ustaz.
- Ah iya.
- Baik. Ee itu mungkin jadi pertanyaan
- terakhir Pak Ustaz di kesempatan siaran
- kita pada sore hari ini.
- Mungkin ada kesimpulan dari seluruh
- kajian kita sore ini. Kesimpulan yang
- dapat saya kemukakan maka
- ajaran doa-doa dari Nabi sallallahu
- alaihi wasallam boleh diambil sebagian
- bagi mereka yang terbatas hafalannya,
- tapi juga dapat diambil secara ringkas.
- Mana yang mewakili yang jamak yang
- mewakili yang menggabungkan seluruh
- doa-doa maka boleh itu saja. Tapi yang
- paling penting tadi keyakinan baik
- sangka kepada Allah Subhanahu wa taala
- bahwa setiap doa kita senantiasa dikabul
- oleh Allah azza wa jalla baik dikabul
- cash maupun dikabul tertunda.
- Demikian yang dapat saya simpulkan.
- Wasallahu ala nabiy Muhammadin.
- Walhamdulillahiabbil
- alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Pak Ustaz atas
- ilmunya tausahnya pada sore hari ini.
- Semoga Allah senantiasa memberikan ustaz
- dan mas saleh kesehatan agar bisa terus
- menyampaikan ilmunya bagi kita semua.
- Iwan
- dan kami juga mengucapkan terima kasih
- kepada Iwan Nawat semua yang sudah
- memberikan pertanyaannya, atensinya.
- Semoga Allah membalas dengan kelipat
- dengan kebaikan yang berlipat ganda.
- Amin.
- Dan dari studio saya Fajar Hidayat Yusuf
- Bangkit dan juga Atep mohon undur diri.
- Mari kita akhiri saja dengan membaca doa
- qaratul majelis. Subhanaka allahumika
- asadu ila anta astagfiruka ilaik.
- Billahi taufik walayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.