Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brazil
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Allahumma shi ala sayidina
- Muhammad wa ali sayidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat 1 November 2024 atau 29
- Rabiul Akhir 1446 Hijriah. Kita jumpa
- lagi dalam acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an untuk edisi dialog dan
- tanya jawab. Silakan layangkan
- pertanyaan Anda ke
- 081199 720. Insyaallah nanti akan
- dijawab ya oleh Ustaz Husein Alatas.
- Alhamdulillah Ustaz Husein sudah hadir
- sini. Ustaz Isa juga Ondi Saputra dan
- Algi. Baik, kita mulai acara ini dengan
- membaca
- al-Fatihah.
- [Musik]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- [Musik]
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina anamta
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- alfatihah. Mudah-mudahan jawaban-jawaban
- yang nanti akan diberikan oleh Ustaz
- Husin dari pertanyaan Anda sesuai dengan
- kehendak Allah. Ustaz Isa nih seperti
- banyak pertanyaan masalah ilmu Allah,
- takdir, qada dan perbuatan manusia.
- Bismillah. Nah, silakan Ustaz silakan.
- Augrisnya juga boleh dari Auge. Bias nih
- ada yang banyak yang bertanya nih, Ustaz
- masalah ilmu Allah, takdir, qada dan
- perbuatan manusia seperti apa
- memahaminya ustaz? Dan kalau
- ikhwan-akhwat kalau mau bertanya silakan
- kirimkan pertanyaan ke
- 0811999720. Saya betul ustaz tentang
- takdir dan
- bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin hamdan katsiran thayyiban
- mubarokan fih kama yuhibbuna.
- Allahumma sholli ala sayyidina wa nabina
- Muhammadin imamil
- muttaqin qaidil gurril muhajjarjalin
- almabuti rahmatan lil
- alamin shawatu rabbi wasalamuhu alaihi
- wa ala wa ala ahli baitihi
- washabatihi waman ihtada bihadihi ila
- yaumiddin asalamuikum
- Ya Rasulullah
- asalamuala
- ibadillahin.
- Wasalamualaikumyuhal ikhwatul mukminun
- wal akhwatul mukminat warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi wna
- bimaam. W ba'du. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. pagi hari ini bersama
- Ustaz Isa bin Ahmad
- Taufik bersama Ustaz Muhammad Krishna
- ditemani oleh Ondi Algi dan
- Ikhwan. Seluruh kerabat kerja di studio,
- seluruh keluarga besar radio
- silaturahim, begitu pula seluruh
- pencinta radio TV silaturahim.
- Alhamdulillah bersama-sama kita kumpul
- pada hari ini dalam dialog pagi
- langsung
- dari
- silaturahmi. Menjawab pertanyaan yang
- diajukan oleh beberapa ikhwah yang
- seringki menghadapi kebingungan
- berkaitan dengan ilmu
- Allah.
- Takdir,
- qada dan perbuatan manusia.
- Kalau kita
- [Musik]
- perhatikan dalam tema ini, kita temukan
- ternyata pendapat para ulama
- simpansi, terkotak-kotak,
- terbagi-bagi. Padahal Al-Qur'an
- menjelaskannya dengan mudah dan
- sederhana. Tapi sayang kita tidak
- merujuk kepada Al-Qur'an. Kita merujuk
- kepada riwayat yang tidak dapat
- dipastikan
- kebenarannya. Kita meninggalkan yang
- pasti yaitu kitab Allah Subhanahu wa
- taala. Kita juga ikut terbawa oleh apa?
- Oleh pendapat yang berbeda-beda dan
- simpang si akhirnya tidak memberikan
- kejelasan malah menumbuhkan dan
- menambahkan keragu-raguan di hati kita.
- Pertama kita akan bicara mengenai ilmu
- Allah. Dengan sendirinya kita sebagai
- hamba tidak mungkin dapat meliputi ilmu
- Allah. Tapi yang perlu kita pahami
- sebagaimana yang diterangkan Al-Qur'an
- dengan contoh-contoh yang
- bermacam-macam. Ilmu Allah Subhanahu wa
- taala sebagaimana yang Allah terangkan
- meliputi segala sesuatu.
- Dia mengetahui yang gaib di langit
- maupun di bumi. Dia mengetahui yang
- lalu, yang kini, maupun yang akan datang
- sebelum
- terjadi. Artinya ilmu Allah tidak
- dibatasi oleh ruang dan
- waktu. Lalu kita bertanya, "Bagaimana
- hubungan antara ilmu Allah Subhanahu wa
- taala dan perbuatan manusia?" Jawabannya
- sederhana.
- Ilmu Allah Subhanahu wa taala meliputi
- segala sesuatu yang lalu, yang kini,
- yang akan
- datang. Tapi bukan berarti ilmu Allah
- yang menggiring dan mengendalikan
- perbuatan
- manusia. Kalau Allah mengendalikan
- perbuatan
- manusia, menentukan atas mereka
- ketentuannya, maka dengan sendirinya
- manusia bukan lagi berstatus sebagai
- khalifah yang memiliki kehendak dan
- pilihan.
- Nah, manusia dengan statusnya sebagai
- khalifah yang memiliki kehendak, pilihan
- dan kebebasan pada apa? Pada
- ranah ujian yang dihadapi dengan
- sendirinya ya mereka sebagai
- seorang yang akan bertanggung jawab di
- hadapan Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, Syekh Muhammad
- Mutawalli Asya'rawi rahimahullah ketika
- menjelaskan mengenai ilmu Allah,
- hubungannya dengan perbuatan
- manusia yang berstatus sebagai khalifah,
- ilmu Allah sabiqun la saquun.
- Ilmu Allah mendahului peristiwa sebelum
- terjadinya, tapi bukan yang
- menggiring. Jadi Allah Subhanahu wa
- taala tahu bahwa Firaun akan menentang
- membangkang. Tapi tetap Allah
- perintahkan Nabi Musa untuk menyampaikan
- pesan dan peringatan agar Firaun tidak
- beralasan di hari kemudian nanti bahwa
- dia tidak pernah mendapatkan peringatan
- sebelumnya. Tapi apakah pengetahuan
- Allah Subhanahu wa taala yang menentukan
- Firaun untuk membangkang dan menangkang?
- Tidak. Ilmu Allah meliputi ya segala
- sesuatu di langit, di bumi, yang lalu,
- yang kini, yang akan datang. Tapi bukan
- ilmu Allah yang menentukan Firaun untuk
- menentang dan
- membangkang. Perumpamaannya sederhana.
- Kalau seandainya Mas Krishna bercermin
- di hadapan cermin, cermin menampakkan
- apa adanya, apakah dia membentuk rupa
- kita sesuai dengan kehendaknya? Apa
- adanya. Apa adanya. Cermin mampu untuk
- menampakkan wajah kita apa adanya. Nah,
- ilmu Allah mampu untuk menampakkan ya
- berbagai macam peristiwa yang lalu di
- langit maupun di bumi. Karena dia
- menciptakan semuanya.
- mengetahui juga apa yang terjadi pada
- saat ini di seluruh alam semesta.
- Allah berfirman, "Yaamu ma yariju ardi w
- yaku minha wzilu minama w fiha
- wumtum." Allah mengetahui apa yang masuk
- ke bumi sekecil apapun baik benda cair
- maupun padat yang masuk bumi kitaampil
- dan apa yang keluar
- daripadanya? Apa yang turun dari langit
- dan apa yang naik ke langit Allah maha
- mengetahui segala sesuatu. Maha melihat
- apa yang kalian
- perbuat. Jadi ilmu Allah Subhanahu wa
- taala ya bagaikan cermin ini perumpamaan
- ya yang dapat menampakkan yang lalu
- sebagaimana adanya. Begitu pula yang
- kini, begitu pula yang akan datang. Nah
- perbuatan manusia walaupun belum terjadi
- Allah mengetahuinya. Tapi jangan kita
- menuduk Allah. Allah yang menentukan si
- fulan untuk mencuri. Allah yang
- menentukan si fulan untuk berzina atau
- berbuat yang tidak baik. Allah
- mengatakan, "Qul innallaha la yamuru bil
- fahsya." Allah tidak pernah
- memerintahkan orang berbuat
- tinggi. Nah, jelas bagi kita bahwa ilmu
- Allah Subhanahu wa taala meliputi segala
- sesuatu alimul ghaibi wasya wasyahadah.
- Tapi ilmu Allah ya
- menampakkan semua peristiwa yang telah
- terjadi, yang terjadi saat ini dan yang
- akan datang sebagaimana adanya. Dan
- Allah tidak pernah melakukan intervensi
- mengendalikan manusia yang baik untuk
- menjadi buruk, yang buruk menjadi baik.
- Tapi siapa yang berniat baik mencari
- petunjuk, Allah membantunya.
- Sedangkan orang-orang yang ingin
- berkhianat terhadap Allah, berkhianat
- terhadap agamanya, Allah Subhanahu wa
- taala tidak menghalangi. Karena dia
- merupakan khalifah yang memiliki pilihan
- kehendak dan
- kebebasan. Kemudian kita bicara mengenai
- takdir. Dalam bahasa Arab, kata takdir
- itu jelas maknanya. Dan Al-Qur'an juga
- menggunakan kata takdir untuk
- menjelaskan hukum-hukum dan aturan Allah
- yang
- terukur. Contohnya Allah berfirman,
- "Inna kulla syaaiin khalaqnahu biqadar."
- Sesungguhnya kami telah menciptakan
- segala sesuatu bikadar dengan ukuran.
- Nah, manusia mempelajari ukuran tersebut
- dan aturannya mengambil
- manfaat dari berbagai
- macam yang Allah ciptakan dengan kita
- memahami apa? Memahami aturan dan
- ukurannya. Seorang bercocok tanam harus
- mempelajari enggak tata caranya? Iya,
- harus pelajari. Mempelajari tata
- caranya.
- Kalau dia tidak mengikuti tata cara
- untuk bertani, ya walaupun seorang nabi
- yang melakukan tidak akan tumbuh ya
- walaupun seorang alim, tapi seorang
- nonmuslim, seorang bahkan yang kafir
- mengikuti aturan yang ditetapkan Allah,
- dia akan menuai hasil seperti
- negara-negara maju yang mengembangkan
- pertanian. Sedangkan orang Islamnya
- menanam di atas ubin atau di atas tanah
- yang tidak subur tanpa diberikan pupuk.
- Dia mengatakan kalau Allah takdirkan
- tumbuh, dia akan tumbuh. Itu namanya
- melecehkan takdir Allah. Oleh karena itu
- Allah berfirman,
- "Bismillahirrahmanirrahim.
- Sabbihismaabbikal a." Sucikan nama
- kebesaran keagungan Tuhanmu dari segala
- yang tidak layak bagi Allah. Alladzi
- khalaqo yang mencipta.
- Fasawa. Dia menyempurnakan ciptanya
- dengan penuh
- keseimbangan. Walladzi qaddar. Dan dia
- menetapkan aturan-aturannya.
- Ya. Lalu Allah memberikan bimbingan
- kepada kita untuk
- mempelajarinya. Maka lahirlah berbagai
- macam disiplin ilmu pengetahuan. Semua
- itu
- mengungkapkan ketentuan-ketentuan dan
- aturan Allah. Lahir ilmu
- fisika, lahir juga ilmu apa? biologi,
- geologi, begitu juga ee lahir astronomi.
- Ini bukan ilmu yang dibuat oleh manusia,
- tapi merupakan penemuan-penemuan manusia
- dari berbagai macam fenomena di alam
- raya
- ini. Jadi, manusia meneliti,
- mempelajari, lalu melahirkan hukum-hukum
- dari penemuan tersebut. Jadi fenomena
- fisika, fenomena astronomi, fenomena
- biologi, geologi telah ada sebelum ada
- ilmunya. Ya,
- oleh karena itu dengan jelas Allah
- Subhanahu wa taala
- mengatakan dalam apa?
- dalam ee surah Yasin yang menerangkan
- kepada kita bagaimana aturan-aturan
- Allah Subhanahu wa taala yang mengatur
- mataharinya, bulannya, peredarannya.
- Wasyamsuajah. Bagaimana Allah telah
- menjelaskan kepada kita dengan
- jelas bahwa
- matahari bukan benda yang berdiam.
- Dia juga
- tajri. Tapi di samping dia beredar ya
- mengitari pusat galaksinya, dia juga
- menjadi poros bagi planet-planet yang
- mengitarinya. Maka dikatakan
- mustqar. Jadi matahari bersama bumi dan
- seluruh planet dia mengitari pusat
- galaksi. Dan subhanallah matahari
- bergerak, bumi juga melakukan evolusi
- mengitari dirinya. kemudian melakukan
- revolusi mengitari matahari dan
- planet-planet yang lain pun demikian.
- Kemudian bulan mengitari bumi kita.
- Antum bisa bayangkan bagaimana seluruh
- benda tersebut bergerak tapi penuh
- dengan
- keteraturan. Ini betul-betul amat
- menakjubkan. Dalika takdirul azizil
- alim. Itulah takdir dari yang maha
- perkasa lagi maha tahu. Karena tanpa
- keperkasaan mana mungkin bisa
- mendudukkan alam. Begitu juga tanpa
- ilmu, bagaimana mungkin lahir
- keteraturan? Jadi dari ayat-ayat Quran
- yang bicara mengenai takdir, tidak ada
- satu pun yang menghubungkan takdir Allah
- dengan perbuatan manusia. Enggak ada
- yang mengatakan dalam Quran, perbuatan
- manusia telah ditakdirkan Allah. Tidak
- ada sama sekali.
- Tapi sayangnya karena kita lengah dari
- Al-Qur'an, akhirnya kita menyimpulkan
- kesimpulan yang salah mengenai takdir
- Allah. Dan takdir Allah Mas Krisna
- terbagi
- dua. Ada takdir, aturan, dan hukum yang
- Allah tetapkan untuk mengatur alam raya
- dan seluruh isinya.
- Ini semua ditentukan Allah. Sebagaimana
- bekerjanya jantung kita, paru-paru kita,
- ginjal kita, pencernaan kita, semua
- ditentukan oleh Allah. Betul gak? Dari
- mulai ginjal yang menciptakan Allah,
- jantung juga yang menciptakan Allah,
- paru-parunya dan hukum. Ya, demikian
- pula pengoperasiannya semua ditangan
- oleh Allah, bukan kita yang
- menangan. Betul gak?
- Tapi Allah enggak bakal bertanya,
- "Kenapa jantung kamu berdenyut sekian
- kali? Kenapa paru-paru kamu ber kembang
- kuncupnya sekian kali?" Enggak bakal
- ditanya. Begitu juga lahirnya kita dari
- Bapak, Ibu tertentu bukan pilihan kita.
- Kemudian wajah kita, suku kita. Ini
- semuanya merupakan takdir
- takwini. Artinya yang kembali kepada
- kehendak Allah. Kun fayakun tanpa sama
- sekali melibatkan
- kita. Mas Kris waktu akan diciptakan
- Allah enggak bertanya kira-kira milih
- bapaknya siapa, ibunya siapa, mau lahir
- dari suku mana kan enggak ditanya. Betul
- gak? Tapi Allah yang menentukan. Allah
- menjadikan sebahagiannya Arab, sebagian
- Cina, sebagian katakan Jawa, Sunda. Itu
- ketentuan Allah untuk menguji kita,
- bukan untuk kita banggakan.
- Ini namanya takdir takwini. Takdir
- takwini. Takwini.
- Lalu ya ada yang dinamakan takdir
- tasyri'i. I kalau takwiri itu yang
- langsung ditetapkan Allah dari mulai
- penetapan hukumnya sampai
- pengoperasiannya.
- Berbeda dengan takdir tasyrii. Takdir
- tasyri'i itu hukum-hukum dan aturan
- syariat yang ditetapkan Allah Subhanahu
- wa taala. Allah perintahkan kita untuk
- mengerjakan salat. Allah perintahkan
- kita berzakat. Allah perintahkan kita
- untuk berpuasa, berhaji, bersedekah. Ya,
- itu namanya ketentuan dan aturan
- syariat. Kalau kamu ikuti aturan ini,
- kamu akan sukses dunia akhirat.
- Kalau kamu langgar akibatnya kamu yang
- akan takut. Jadi takdir tasyrii ini
- hukum dan aturan yang ditetapkan oleh
- Allah yang berusaha yang berisikan
- bimbingan dan petunjuk hidup. Nah,
- dengan aturan yang Allah turunkan,
- dengan rasul yang diutus oleh Allah
- Subhanahu wa
- taala dan pilihan yang Allah berikan
- kepada manusia, maka dia bertanggung
- jawab atas pilihannya. Oleh karena itu
- kalau orang bertanya apakah manusia ini
- makhluk yang
- merdeka, apakah makhluk yang mempunyai
- pilihan? Jawabannya manusia berada di
- antara keduanya. Hm.
- Sebahagian hidupnya dikendalikan Allah.
- Iya.
- Mata kita, semua organ tubuh kita itu
- semua dibawa kendali Allah. Allah. Tapi
- sebahagian lagi menjadi pilihan kita.
- yaitu apa-apa yang kita
- pertanggungjawabkan di hadapan Allah
- dari amal, perbuatan, pilihan kita. Dan
- Allah sama sekali apa tidak
- mengendalikan kita dalam hal ini karena
- berstatus sebagai khalifah. Oleh karena
- itu malaikat bertanya, "Apa kamu akan
- menempatkan di bumi makhluk yang
- berpotensi untuk
- merusak menumpahkan darah?"
- Allah jawab, "Aku tahu apa yang kalian
- tidak tahu. Kalian hanya melihat sisi
- negatifnya, tapi kalian lupa. Manusia
- dengan kehendaknya bisa melakukan
- perbuatan-perbuatan yang amat mulia,
- bahkan mengorbankan hidup mereka untuk
- Allah. Seperti yang kita saksikan di
- Palestina, di Libanon. Kita saksikan
- juga umat Islam di dunia dari berbagai
- macam-macam negara yang tidak punya
- hubungan darah, rela mempersembahkan
- harta mereka demi mendukung saudara
- mereka di Palestina.
- Walaupun sebagian manusia mengorbankan
- sebagian yang lain menumpahkan darah
- tanpa ada berat hati di hati mereka.
- Tapi tidak semuanya demikian. Jadi
- manusia kalau ditanya apakah mereka
- makhluk yang merdeka secara mutlak?
- Apakah makhluk yang berada dalam kendali
- Allah? Jawabannya di antara keduanya.
- Sisi sebagian hidupnya ya adalah hal-hal
- yang ditentukan Allah.
- Sebahagian hidupnya yang lain kembali
- pada pilihannya. Dia bertanggung jawab
- pada apa yang dilakukan dengan
- pilihannya. Lalu ada sebagian orang
- mengatakan apa?
- Allahu yakluqu ma yasya.
- Allahu yakluqu ma
- yasyau lahum.
- Allah menciptakan apa saja yang
- dikehendaki dan Allah memilih dengan
- pilihannya.
- Mereka tidak memiliki pilihan dalam hal
- ini. Itu betul berkaitan dengan bentuk
- rupa kita, suku kita, orang tua kita,
- dan ciptaan yang bermacam-macam itu
- kembali pada apa? Ciptaan Allah dan
- pilihannya. Tapi tidak berbicara
- mengenai amal kita. Ada lagi yang
- membawa riwayat ayat Quran. Wallahu
- khalaqokum w tamalun. Allah menciptakan
- kalian dan apa yang kalian perbuat.
- Maksud ayat ini yaitu merupakan teguran
- pada para penyembah berhala. Kalian
- ciptaan. Begitu juga apa yang kalian
- buat ya dari tanah menjadi patung juga
- ciptaan Allah. Masa kalian sembah?
- Karena ayat sebelumnya wallah apa?
- Cuma orang memotong ayat ini dipisahkan
- dari apa? Redaksi
- ayatnya. Jadi
- takdir diambil dari kata qadar dalam
- bahasa Arab. Bahasa Indonesia sudah
- berubah. sudah apa diterjemahkan dalam
- bahasa Indonesia sama artinya
- kadar. Nah, sekarang kita bicara
- mengenai
- al-qaba.
- Alqaba dalam bahasa Arab kata qada itu
- jelas
- artinya menetapkan.
- Al-Qur'an menggunakan kata
- qada juga untuk dua makna tadi. Ada qada
- takwini, ada qada
- tasyri'i, ada qada takwini. Takwini, ada
- qada tasri tasyri'i.
- Qada takwini seperti
- apa? Allah subhanahu wa taala menetapkan
- langit menjadi tujuh. Apa? Tujuh.
- sabwatin wa fi
- am. Ketika Allah
- menciptakan langit, Allah Subhanahu wa
- taala ceritakan pada kita tadinya
- merupakan
- gas. Bumi juga tadinya merupakan satu
- kesatuan dengan langit. Kemudian Allah
- panggil datang ke hadapannya dengan
- penuh ketaatan datang kepada Allah.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- membangun langit, menyusunnya menjadi
- tujuh
- langit. Lalu Allah menetapkan pada
- setiap langit ketetapan dan
- aturan-aturan. Langit dengan patu
- menjalankan perintah
- Al.
- Tapi qada juga dipergunakan untuk apa?
- Untuk qada tasyrii. Tasri.
- Waqbuka
- all'udu illa iyahu wabil ihsan. Tuhanmu
- menetapkan, mengharuskan atas kalian
- untuk menyembah Allah dan tidak
- menyembah selainnya. Dan terhadap kedua
- orang tua Allah perintahkan kalian untuk
- memperlakukan mereka. Ini perintah
- ketetapan yang Allah tetapkan dalam
- syariatnya. Kalau kita ikuti, kita
- meraih keridaan Allah, kita menentang
- kita masuk dalam murka Allah. He. Iya.
- Iya.
- Jadi penggunaan kata qada ya dalam
- Al-Qur'an bisa qada dalam arti takwin
- bisa berarti juga dalam arti tasyrid. H
- kalau qadar menggambarkan ukurannya,
- kalau qada menetapkan ketetapan dan
- keharusan. Ya, mempunyai makna yang
- bersamaan di antara keduanya karena ada
- takwini, ada tasyrii. Tapi yang satu
- menjelaskan aturan dan kadar, satu
- menjelaskan ketetapan yang langsung
- datang dari Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau buah-buahan yang bermacam-macam
- itu tasri juga dengan sendirinya kan
- takwini bukan pilihan kita kan. Takwini
- betul gak? Semua yang diciptakan oleh
- Allah tanpa kembali pada pilihan kita
- itu tapi termasuk apa? cobaan yang
- datang menimpa
- salah. Jadi Allah dalam perjalanan hidup
- manusia ini telah menggariskan ya secara
- melintang di hadapannya garis demi garis
- cobaan. Allah ingin menguji dia
- bagaimana. Contohnya orang yang lahir
- dalam keadaan sumbing. H lahir dalam
- keadaan buta. Ada enggak yang mau lahir
- buta? Enggak ada. Dan mungkin enggak
- orang
- tua membuat anaknya buta kecuali enggak
- waras kan? Iya. Iya. Mereka berusaha
- menyembuhkan anaknya. Di sini ujian buat
- orang tuanya, ujian juga buat anaknya.
- Nah, di sini namanya qada
- takwini. Allah Subhanahu wa taala
- menguji manusia, tapi Allah enggak
- bertanya kenapa kamu
- buta? Yang ditanya bagaimana sikapnya
- dalam menyikapi cobaan ini. Yang
- diberikan kekayaan juga ujian dari
- Allah. Jangan beranggapan kalau lagi
- kaya bebas ujian. Iya. Yang diberikan
- kesehatan ujian, yang diberikan penyakit
- juga ujian.
- Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama,
- Allah akan meminta pertanggungjawaban
- kita pada apa yang kita lakukan dengan
- pilihan dan kesadaran. Oleh karena itu
- kalau kita lupa dimaafkan, kita dipaksa
- dimaafkan. Betul enggak? Iya. Kalau kita
- tidak tahu juga tanpa sengaja dimaafkan
- oleh Allah Taala. Tapi yang kita lakukan
- dengan kesadaran, pemahaman dan pilihan
- kita itu yang kita akan
- pertanggungjawabkan. Jadi jelas sekali
- bahwa ilmu
- Allah ilmu yang meliputi segala sesuatu
- tapi tidak mengendalikan perbuatan
- manusia. Takdir menjelaskan aturan dan
- hukum. Ada takwini, ada tasyri'i. Begitu
- juga qada, ada takwini dan tasyri. Nah,
- berkaitan dengan perbuatan manusia.
- Kalau kita pahami tadi keterangannya
- jelas perbuatan manusia yang dilakukan
- dengan
- kesadaran maka dia akan
- pertanggungjawabkan. Dan ini dalam
- kehidupan hukum dan peraj sama orang
- kalau melakukan perbuatan kriminal tapi
- bukan dengan kesadaran umpaya dia orang
- yang tidak waras enggak dikenakan
- hukuman. Paling pihak keluarganya
- mengganti rugi. Betul enggak? Iya. Masa
- peradilan yang berlaku di tengah manusia
- lebih adil daripada Allah. Mustahil.
- Apalagi Allah maha pengampun lagi maha
- penyayang. Melipat gandakan kebaikan
- manusia. Ya, sedangkan dosa hanya
- dihukum sesuai dengan perbuatannya. Masa
- kita masih bercuriga pada Allah. H.
- Betul enggak? Betul. Jadi saya harapkan
- bisa jelas bagi kita semuanya.
- Wallahuam. Masyaallah. Jazakumullah
- khair, Ustaz. Oke. Baik. Ini pertanyaan
- dari Ibu Pegi ni sudah lama dikirim ee
- masalah iman itu katanya setipis
- hah pakai mik Krisna.
- Lupa, lupa. Ini ada pertanyaan Ibu Pegi
- menanyakan tentang bahwa iman itu kata
- setipis kulit bawang itu. Bagaimana
- penjelasan itu? Dengar dari Ustaz Husin
- juga beliau. Ee mohon penjelasannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Sebetulnya apa yang ditanyakan merupakan
- kondisi keadaan iman pada saat seorang
- menjauh dari Allah.
- Pada saat orang menjauh dari Allah, maka
- imannya sedikit demi sedikit akan
- menipis. Semakin jauh kalau terhijab
- maka dia akan apa? Kehilangan
- iman. Tapi apabila seorang mendekatkan
- diri kepada Allah dengan ketaatan
- perbuatan baik, maka imannya akan
- menebal. Semakin dekat semakin menebal
- keimanannya. Ini merupakan gambaran
- aliman yazidu waanquus. Iman itu
- bertambah dan berkurang. bertambah
- dengan apa? Makrifah, bertambah dengan
- ketaatan dan perbuatan baik. Tapi iman
- akan mulai menipis dengan kejauhan
- seseorang dari apa? Dari Allah
- disebabkan karena perbuatan-perbuatan
- dosanya. Oleh karena itu, ada sebuah
- hadis yang diriwayatkan dari Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Saya gunakan kata ruwya karena saya
- tidak berani memastikan. Tapi hadis ini
- cukup
- populer. Kalau Quran kita yakin
- qalallahu taala. Tapi kalau hadis kita
- katakan ruwiya an rasulillahi
- shallallallahu alaihi wasallam qu la
- yaznizzani hina yazni wahua mukmin. Wala
- yasriquariqu hina yasriqu wahua mukmin.
- Wala yasrabul khamrina yasrabuha wahua
- mukmin. Hadis ini menerangkan ketika
- seorang melakukan perbuatan zina pada
- saat itu imannya akan meninggalkan diri.
- Artinya bukan dalam keadaan beriman dia
- melakukan. Karena kalau ada iman di
- hatinya akan mencegah dirinya dari
- perbuatan tersebut. Jadi kalau dia
- meninggal dunia dalam keadaan berzina,
- mati dalam keadaan suul
- khatimah. Begitu juga seorang tidak akan
- mencuri pada saat iman masih ada di
- hatinya.
- Pada saat dia mencuri, iman meninggalkan
- diri. Kalau dia meninggal dunia dalam
- keadaan mencuri dan mencurinya bukan
- karena desakan kebutuhan yang mendesak,
- tapi sebagai profesi, maka orang seperti
- ini kalau dia meninggal dunia mengerikan
- nasib. Kalau kita membaca Al-Qur'an
- berkaitan dengan ampunan dan hukuman,
- biasanya Allah dahulukan ampunan.
- yasyau
- kecuali dalam masalah
- pencurian
- wasallahu setelah itu apa sampai kepada
- firman Allah berikutnya alam taam
- anallaha yuibu yasyafiru lim
- yasya ini Satu-satunya ayat ya yang
- dimulai dengan azab sebelum ampunan.
- Sedangkan yang lain yagfiru lim yasya
- wuadzibu. Tapi dalam masalah pencurian
- yuadzibu may yasya wagfiru liman yasya.
- Kenapa? Ini menjelaskan kepada kita
- bahwa pencurian ini betul-betul amat
- merugikan orang dan merusak kehidupan
- berbangsa, bernegara apalagi korupsi.
- tingkatannya lebih tinggi lagi.
- I dan saya saksikan bagaimana seorang
- menangis
- meratap ketika dia kehilangan hasil
- usahanya. Seorang pedagang sayur dari
- mulai tengah malam berangkat ke pasar
- induk berbelanja. Subuh-subuh naik beca
- diturunkan di satu gang, diangkut
- sayurannya. Di tengah-tengah jalan dia
- apa? Pagi-pagi sekali dia jual
- sayurannya.
- Begitu hampir habis tahu-tahu ada
- seorang mencuri. Apa yang didapatkan
- dari usaha? Oleh karena itu, seorang
- pencuri yang seperti ini layak untuk
- dipotong tangannya. Dan kalau sampai dia
- terus melakukan perbuatannya, maka orang
- semacam ini akan diharamkan dari surga
- bahkan
- baunya. Jadi jangan sepele mengatakan
- bahwa orang mencuri itu apa?
- masalah
- sepele
- wul. Begitu juga pada saat orang lagi
- minum, pada saat itu dia bukan lagi
- seorang yang beriman. Iman meninggalkan
- dirinya. Jadi kita harus tahu bahwa iman
- itu bisa bertambah, bisa menurun, bisa
- juga menghilang.
- Nah, kita berharap jangan sampai
- betul-betul iman meninggalkan kita. Juga
- dibantu untuk dapat bertobat,
- membersihkan kotoran-kotoran yang
- menutupi fitrah kita hingga iman kita
- semakin bercahaya dan kita semakin dekat
- ke hadapan Allah Subhanahu wa taala.
- Menyatu bersama langit bumi kita
- bertasbih kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Masyaallah. Jadi bukan Allah yang
- mengurangi iman tanpa sebab, tapi
- imannya otomatik berkurang dengan
- perbuatan dosa, perbuatan zalim,
- meninggalkan perintah Allah. Bertambah
- sewaktu kita mendekat ke sisi
- Allah, bertambah cahaya iman kita. Kita
- mendekat dari cahaya Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam. Ustaz ee di dalam
- hukum Islam kan ada mencuri potong
- tangan, kemudian zina hukum cambuk dan
- lain sebagainya. hukuman yang ada
- konsekuensinya. Ketika kita melakukan ee
- perilaku-perilaku tersebut dan tidak
- ketahuan sama orang lain, zina, mencuri
- dan lain sebagainya. Apakah cara
- bertobatnya harus kita datang ke
- pengadilan atau cukup kita minta ampun
- sama Allah subhanahu wa taala dan kalau
- ada hak orang lain kita kembalikan?
- Ustaz, pada saat orang melakukan
- perbuatan
- dosa, orang lain tidak tahu, tidak ada
- yang menyaksikan perbuatan kita.
- Kalau kita kembali kepada Allah,
- bertobat dari dosa kesalahan kita,
- kemudian berkaitan dengan hak orang
- lain, kita kembalikan atau mohon
- keikhlasannya, Allah Subhanahu wa taala
- ampuni. Dan tidak perlu sama sekali
- orang tersebut ya untuk apa? dihukum
- dengan potong tangan atau dicambuk.
- Allah
- berfirman, "Illalladina tabu min qobli
- an taqdiru alaihim fa'lamu anallaha
- gfururah rahim." Kecuali mereka yang
- bertobat sebelum kalian kuasa atas
- mereka, sebelum menangkap mereka,
- sebelum membongkar kejahatan mereka maka
- Allah maha pengampun lagi maha
- penyayang.
- Hukum cambukan baru dilakukan kalau
- disaksikan empat orang saksi. Iya.
- Sebetulnya yang dihukum tuh bukan
- zinanya,
- tapi yang dihukum di sini apa? Orang
- tersebut telah kehilangan rasa malu dan
- kemanusiaannya, memamerkan perbuatannya
- hingga empat orang bisa menyaksikan
- perbuatannya.
- Kalau dibiarkan orang semacam ini bisa
- merusak masyarakat karena dia
- membanggakan perbuatan
- dosa. Tapi kalau dia berzina kemudian
- dia bertobat, jangan ceritakan perbuatan
- dosanya kepada orang lain. Mohon ampun
- kepada Allah. Bahkan kalau dua orang
- menyaksikan perbuatan dosanya tidak
- boleh sama sekali dia mengungkap. Dia
- wajib menutupi. Kalau dia sampai
- mengungkap mengatakan saya lihat si
- fulan berzina maka dia wajib membawa
- empat orang saksi yang adil. Kalau tidak
- dirinya dihukum karena Allah ingin
- menjaga kehormatan
- manusia. Jadi Maha Rahman, Maha Rahim
- Allah Subhanahu wa taala tapi kita tidak
- menghargai rahmat Allah dan juga
- sitirnya menutupi dosa kejahatan kita.
- Maka jangan suka ceritakan kejelekan
- orang lain. Ada satu orang cerita saya,
- "Ustaz, saya lihat
- seorang yang saya kenal, ustaz juga
- kenal. Dia sudah bersuami. Dia berzina
- dengan seorang wanita.
- Jadi gimana Ustaz? Apa saya beritahukan
- keluarganya? Saya
- bilang, "Jaga, tutupi, kamu datangi
- orang tersebut supaya dia
- bertobat. Jaga jangan kamu ucapkan,
- jangan kamu cerita pada orang lain.
- Kemudian berikan nasihat kepada orang
- tersebut." berikan nasihat kepada orang
- tersebut.
- Ya, supaya dia bertobat kepada Allah.
- Katakan sekarang alhamdulillah tidak ada
- orang yang mengetahui. Saya berjanji
- untuk menutupi rahasia kamu. Tapi
- bertobatlah sebelum Allah mengungkap
- rahasia kamu. Ini merupakan dosa besar.
- Itu yang terbaik yang seharusnya kita
- lakukan.
- Jadi mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
- taala tutupi kejelekan kita, ampuni dosa
- kita, dan kita dibantu untuk menutupi
- juga aurat dan kejelekan orang lain.
- Masyaallah. Ada lagi mengenai status
- ayah Nabi Ibrahim saat itu sebenarnya
- dia kafir atau muslim? Hm. Ayah dari
- Nabi Ibrahim. Iya. Statusnya dia tuh dia
- kafir apa muslim lain? dari Pak Nur. Hm.
- Kalau kita mendengarkan ayat-ayat
- Al-Qur'an yang bercerita
- mengenai
- Azar, Allah
- berfirman, "Waqala Ibrahimu liabihi azar
- atattakidu asnaman aliha inni ar
- fiin." Dan ketika Ibrahim berkata kepada
- abihi, kepada apa? Kepada aku yang
- bernama Azar. Apakah kamu patut
- menjadikan berhala-berhala yang kamu
- buat dengan tangan kamu sebagai
- sembahan? Saya menyaksikan engkau dalam
- kesesatan yang amat nyata. Dalam surat
- Maryam, wadkur fil kitabi
- Ibrahim innahu kaana siddiq nabiq li
- abihi ya
- abati lima ta'budu maa yasma wala
- yubsiru wala yugh ankaan.
- Ya abati in
- minamika
- ah
- inah ya
- abak
- minah
- qun ya ibrahim
- laamaka
- wni Kita lihat dari ayat ini Allah
- pergunakan kata AB ketika ceritakan
- mengenai apaak Ibrahim seorang yang
- jujur dan dia seorang nabi ketika
- berkata pada ayahnya, "Mengapa engkau
- wahai ayahanda menyembah yang tidak
- dapat mendengar, yang tidak dapat
- melihat, dan tidak kuasa memberikan
- sedikit pun manfaat bagimu. Wahai ayah,
- telah datang
- kepadaku apa pengetahuan yang tidak
- sampai kepadamu? Q jaani minal
- ilmi fattabi ahdikaan sawi. Ikuti aku
- wahai ayah. Aku akan bimbing kamu ke
- jalan yang lurus. Wahai ayahanda, jangan
- kamu sembah setan. Jangan ikuti dia.
- Sesungguhnya
- setan makhluk yang membangkang terhadap
- Tuhan yang maha pengasih. Wahai ayah,
- saya khawatir kamu akan terkena azab
- Allah hingga kamu dikumpulkan bersama
- setan sebagai walimu." Sang ayah marah
- langsung mengatakan, "Apa kamu
- paling dari Tuhan-tuhanku wahai Ibrahim?
- Kalau kamu tidak menghentikan dakwahmu,
- aku akan merajam kamu dan tinggalkan
- aku. Jauhi aku dalam waktu yang lama."
- Ibrahim tinggalkan ayahnya. Dia
- mengatakan, "Saya akan mohon ampun
- kepada Allah atas apa yang kamu lakukan.
- Semoga Allah memberikan hidayah
- kepadamu. Tapi ternyata si ayah tetap
- dalam kekafiran. Nah, kata AB dalam
- bahasa Arab bisa berarti ayah, bisa
- berarti paman,
- bisa bahkan berarti kakek.
- Contohnya ma'uduna min bau nabudu
- ilahaka wa ilaha abaika Ibrahima wa
- ismail wa ishaqa ilahan wahida wahnu
- lahu muslimun. Ini yang berbicara anak
- Yakub. Dia mengatakan kami akan
- menyembah siapa? Tuhanmu dan
- Tuhan ayah-ayahmu. Abak jamaah bapak
- Ibrahim. Berarti kakeknya kan? Hm.
- Kemudian Ishak juga kakek. He. Eh,
- Ismail. Ismail paman. Paman kakek. Hm.
- Karena saudara Ishak kan.
- Kemudian siapa? Ee Ishak kakek langsung.
- Karena Yakub bin Ishak bin Ibrahim.
- Sedangkan Ismail merupakan saudara
- Ishak. J digunakan untuk Ibrahim,
- digunakan juga untuk paman kakek di
- sini, digunakan juga untuk apa? untuk ee
- sang kakek langsung. Begitu juga untuk
- apa? Untuk orang
- tua. Jadi kata AP ini beda sama walid.
- Kalau walid itu bapak biologis. He.
- Walid yang menyebabkan kelahiran gitu,
- Ustaz, ya. Iya. Walidah juga ibu
- biologis. Tapi kalau AB sama um bisa
- berarti ibu kandung, bisa berarti ibu
- apa? Ibu sambung, bisa berarti ibu tiri.
- Hm. Bisa berarti juga apa? Ibu angkat.
- Ibu angkat ya. Up juga begitu. Bisa jadi
- bapak angkat.
- bisa jadi bapak kandung. Nah, sebagian
- ahli tafsir mengatakan bahwa Azhar itu
- bukan ayah kandung
- Ibrahim. Sebahagian lagi mengatakan
- bahwa dia adalah ayah
- kandungnya. Lalu bagaimana mungkin ayah
- kandung Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam atau kakeknya seorang yang
- musyrik? Mereka mengatakan dalam hal ini
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tidak
- ternoda. Karena apa? Karena apa?
- Hubungan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam katakan dengan kakinya yang
- musyrik. Dia bagaikan susu yang mengalir
- di antara apa? Farh dan darah. Bening,
- jernih betul-betul.
- Jadi kalau bapaknya kafir, maka bukan
- bapaknya lagi. Iya. Keluar dari silsilah
- dia terhubung langsung ke mana? Kepada
- apa? Kakeknya yang beriman.
- Dan kalau seandainya dia merupakan ayah
- Ibrahim yang sebenarnya, kan telah
- mendapatkan peringatan dari Ibrahim.
- Beda dengan ayah Ibu Rasul. Ayah ibu
- Rasul tidak pernah mendengarkan
- Al-Qur'an. Bahkan sang ayah meninggal
- Nabi dalam kandungan ibunya. Ketika
- Rasul ee ibunya meninggal, Rasulullah
- beberapa tahun usianya dan dua-duanya
- dikenal sebagai manusia yang baik, yang
- suci dan saleh. Jadi jangan samakan
- antara Abdullah ya bin Abdul Muthalib
- ayah Rasul. Begitu juga Aminah
- ya disamakan dengan apa? Dengan ayah
- Ibrahim. Beda di antara keduanya.
- Berkaitan dengan ayah ibu rasul itu
- menjadi urusan Allah Subhanahu wa taala.
- Berarti up itu yang berada di atas kita
- secara silsilah. Kalau walid yang
- biologis. Oke. Ustaz, ini ee jadi
- penyebab juga enggak, Ustaz? Kenapa
- kalau anak murtad dia enggak enggak
- mendapatkan hak waris? Apakah karena
- kekafirannya itu menutup dia dari
- status? Jadi begini, sebetulnya bukan
- hanya anak tidak mendapatkan warisan
- dari bapak. Bapak juga kalau anaknya
- murtad tidak mendapatkan warisan dari
- anak. Hm. H karena tawaruf saling
- mewarisi itu ya iya berkaitan dengan
- wala tawarud itu saling mewarisi yang
- beriman dengan yang beriman itu
- berkaitan dengan wala
- tapi kalau
- seandainya katakan sifatnya pemberian
- bukan warisan itu enggak ada masalah
- tapi kalau berkaitan dengan warisan ya
- almukmin mewarisi dari yang
- beriman baik itu ayah mewarisi anak
- mewarisi si ayahnya. Tapi kalau keluar
- dari
- keimanan, maka keluar dari firman Allah,
- wal mukminun wal mukminat
- ba'duhum ba. Sebagai contoh, kalau
- bapaknya kafir punya anak perempuan,
- boleh enggak si bapak yang kafir
- menikahkan anak perempuannya dengan
- seseorang? Enggak boleh. Enggak boleh.
- Tetapi yang menjadi wali yang beriman.
- Karena wal mukminun wal mukminat
- ba'duhum auliya. Aul itu urutannya. Ada
- urutannya enggak, Ustaz? Kalau wali gitu
- maksudnya kan kalau kita tahu bapak
- enggak bisa kakek, kakek enggak bisa
- paman, paman enggak bisa saudara
- laki-laki. Nah, itu kalau perwalian
- karena kekafiran tuh harus diurutkan apa
- langsung ke hakim, Ustaz? Maaf. Jadi
- baik ada kita punya rekan menikah dengan
- seorang wanita muslimah tapi ayahnya
- kafir. Saudara laki-lakinya beriman,
- saudaranya yang menikahkan. Oh, oke.
- Baik. Yang beriman menikahkan. Kalau
- semua keluarganya kafir, maka yang
- menikahkan wali hakim.
- Dan dengan sendirinya hakim yang beriman
- bertakwa kepada Allah, dia juga bisa
- minta kepada seorang ustaz yang
- dipercaya untuk mewakili dirinya. Karena
- yang beriman lebih prihatin terhadap
- agama si wanita daripada yang enggak
- beriman walaupun bapaknya. Iya. Iya.
- Iya. Paham gak? Paham, Ustaz? Jadi
- menjaga agama kita itu nomor satu. Wala
- tamutunna illa wa antum muslimun. Jadi
- berkaitan dengan tawarud bukan hanya
- anak tidak mewarisi orang tuanya. Orang
- tua kalau anaknya murtad dari Islam, si
- bapak tidak mewarisi anak. Hmm. Ya. Iya.
- Oleh karena itu, mari kita ajak dengan
- cara yang baik agar saudara-saudara kita
- semua keluarga kita bahkan yang belum
- beriman untuk kembali pada Allah demi
- keselamatan kita. Bukan untuk
- kebanggaan agar jumlah umat kita
- bertambah. Tidak. Tapi untuk keselamatan
- manusia. Begitulah Rasulullah w
- arsalnaka illa rahmatan lil alamin.
- Insyaallah kita belajar. Pertanyaan dari
- Bapak Maulana Yusuf di Sukabumi.
- Asalamualaikum Husinam warahmatullah.
- Penuh dengan hormat. Izin bertanya dari
- ahli bahasa di Jalan Pajajaran Sukabumi.
- Bagaimana hukumnya meninggalkan perkara
- yang bermanfaat untuk kebaikan?
- Bagaimana konsekuensinya ketika perkara
- yang bermanfaat haram? Contohnya
- pengeras suara. Soalnya masih ada
- sekelompok orang yang masih
- mempermasalahkan. Sumber hukumnya
- berasal dari sumber hukum yang satu
- yaitu Al-Qur'an. dan saya setuju dengan
- slogan Rasil untuk Islam yang satu.
- Seandainya pertanyaan ini kurang
- berkenan.
- Oh, maaf, maaf lagi. Ee baik, ini
- pertanyaan dari Bapak ee siapa ini ya?
- Asalamualaikum satuin. Waalaikumsalam.
- Dari Ali Basa di Jalan Pajajaran
- Sukabumi. Bagaimana hukumnya
- meninggalkan perkara yang bermanfaat
- untuk kebaikan? Bagaimana konsekuensinya
- ketika perkara yang bermanfaat dihukum
- haram? Contohnya pengaruh suara. Soalnya
- masih ada sekelompok orang yang masih
- mempermasalahkan sumbernya hukum berasal
- dari sumber hukum yang satu yaitu
- Al-Qur'an. Dan saya setuju dengan slogan
- Rasil untuk Islam yang satu. Demikian
- Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim. Kalau
- kita masuk di daerah aspek
- antipak, masyarakatnya banyak yang
- baik-baik, tapi mereka terkadang lugu.
- Terkadang lu lugu lugu. Kiai-kiai juga
- mungkin punya pendapat pendirian sendiri
- menganggap speaker ini merupakan satu
- bidah.
- Maka dalam hal
- ini demi kebaikan kemaslahatan ya untuk
- menjaga persatuan kita enggak harus
- menggunakan speaker. Menggunakan speaker
- atau menggunakan mic itu memperluas
- sifatnya. Betul gak?
- Memperluas kita. Tapi kalau bakal
- menimbulkan kebencian, permusuhan,
- kesalahpahaman, menjaga keutuhan
- persatuan itu sifatnya wajib. Betul gak?
- Jadi yang bermanfaat, yang tidak wajib
- kita tinggalkan untuk menjaga yang wajib
- untuk kita tahan dan
- perjuangkan. Jadi hendaknya berlapang
- dan nanti insyaallah mudah-mudahan
- bertambah bertambah apa namanya
- perjalanan waktu kita bisa berdialog
- dari hati ke hati. Yang penting tidak
- ada kebencian. Kalau ada husnudan kita
- berdialog insyaallah akan melahirkan
- pengertian yang lebih luas. daerah
- Bogor, daerah Sukabumi ya itu masih
- banyak orang-orang yang anti speaker
- dengan anggapan bahwa itu
- bidah. Jadi lebih baik kita utamakan
- yang menjaga. Tapi di tempat lain yang
- menggunakan speaker kita gunakan
- speaker. Tapi di tempat mereka yang
- tidak menggunakan speaker kita hormati
- mereka. Mudah-mudahan Allah lunakkan
- hati kita untuk dapat bersatu di jalan
- Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik. Ini mungkin pertanyaan terakhir
- dari Bapak Masud di Batam.
- Asalamualaikumin. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Izin bertanya, izin
- nasihatnya. Kalau saya pernah dengar
- bahwa umat Islam adalah umat, pilihan
- umat terbaik. Apakah Allah
- sebenarnya mentakdirkan kita agama
- berusaha sekuat pikiran dan tentu usaha
- kita agar menjadi umat yang sesuai
- dengan keinginan Allah Subhanahu wa
- taala? Bagaimana kalau melihat umat
- Islam sekarang ini, Ustaz, yang
- bercerai-berai ibarat sapulidi yang
- tidak terikat Ustaz. Sedangkan Allah
- menghendaki agar kita berubah nasib yang
- buruk menjadi nasib yang baik. Mohon
- penjelahannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah telah menetapkan bahkan bukan baru
- ini, bukan dimulai dari masa
- Nabi, tapi dari jauh-jauh hari Allah
- mengatakan kuntum, bukan mengatakan
- antum. Untuk menjelaskan bahwa ini
- merupakan ketetapan Allah. Kuntum khair
- ummah. Kalian adalah sebaik-baiknya
- umat.
- ukhrijat linas yang dikeluarkan bagi
- umat manusia apabila memenuhi syarat
- yang Allah
- sebutkan biluf kalian selalu bekerja
- sama beraktivitas mengajak kepada
- nilai-nilai
- makruf hingga almauf itu betul-betul apa
- menjadi opini masyarakat yang
- mendominasi mereka watanhaun alil munkar
- dan mencegah memerangi yang mungkar
- hingga yang mungkar seandainya ada
- sembunyi.
- Dan kalian beriman kepada Allah. Artinya
- dasarnya adalah iman pada Allah bukan
- karena
- ri. Kalau kalian lakukan tiga hal ini,
- kalian menjadi umat yang terbaik.
- Kenapa? Karena setiap umat dulu tiap
- nabinya wafat digantikan dengan nabi
- yang lain. Tapi setelah Nabi wafat
- dakwahnya dipercayakan pada umat. Maka
- yang tampil ke depan mengajak kepada
- yang makruf, mencegah dari yang mungkar
- sama dengan nabi-nabi dari Bani Israil.
- Jadi Allah berikan kepercayaan pada umat
- yang telah dewasa ini. Kalau mereka
- tidak mau berpecah belah,
- bergolong-golongan dan berselisih, maka
- mereka keluar dari apa? Dari calon umat
- yang terbaik. Di sini Allah tidak akan
- pandang buruk. Jadi kita berharap
- mudah-mudahan Allah bimbing kita
- semuanya menjadi umat yang terbaik yang
- melakukan tiga hal tadi. Hadallahum
- ajmain
- wihin subhanakallahum wabihamdik ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka waubu
- ilaik walinkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Terima kasih Ustaz Huzin
- atas jawaban-jawaban yang diberikan.
- Mudah-mudahan jawaban tadi sesuai dengan
- kehendak Allah ya. Terima kasih untuk
- Bapak Musdi Narogong, Bapak Ruli. Mohon
- maaf eh tidak semuanya dapat kami jawab
- karena keterbatasan waktu. Insyaallah
- kita akan jumpa lagi pada Jumat depan.
- Saya Muhammad Krishna, Ustaz Isa, On
- Saputra, dan Algi mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Warahmatullahi wabarakatuh.