Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain waa umdin wasatu wasalamu ala
- sayyidina muhammad waa alihi wasbihi
- ajma rbi zidni ilma allahumfani bima
- alamtani waimni ma yangfoni warzuqni
- ilman yangfun dipancarkan dari masjid
- silaturahim nomor 36 kalimanggis Cibur
- Bekasi radio silaturahim dan rasil TV
- untuk Islam yang satu ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala apa
- kabar Anda di pagi hari ini semoga di
- mana pun saja berada dalam keadaan sehat
- walafiat. Senang sekali saya Angga
- Aminudin ditemani oleh Fajar di
- operator, Adan Neza di kameramen dapat
- kembali menyapa Anda di hari Sabtu. Kita
- sudah memasuki hari yang ketiga ya apa
- hari yang kedua nih di bulan Muharram
- 1447 Hijriah. Sudah masuk hari yang
- kedua. Dan akhwat di Sabtu pagi ini kita
- ada acara spesial ini bersama guru kita
- Ustaz Husein Alatas dan juga bersama
- Bapak Safri Lublis di studio sudah
- hadir. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah kita bisa melanjutkan
- dialog bersama Ustaz Husein ya dan di
- sini ada Pak Safril juga. Ikhwan akhwat.
- Sebenarnya kalau masuk ke acaranya kita
- acara tanya jawab bersama ikhwan dan
- akhwat ya. Tapi kita ingin mengangkat
- juga satu topik khusus yang nanti
- insyaallah akan di ee buka gitu ya
- pembahasannya bersama Pak Safri Lubis.
- Bagaimana Islam menanggulangi
- kemiskinan. Islam dan kemiskinan. Potret
- apa sebenarnya yang terjadi di
- masyarakat saat ini? Kenapa istilah
- kemiskinan itu masih melekat? Kalau
- orang melihat ee saya enggak tahu
- kalimat ini muncul dari mana. Islam itu
- miskin, Islam itu diif, Islam itu wah
- selalu ada muncul yang hal seperti itu
- gitu ya. Kita mau lihat sebenarnya ee
- kemiskinan itu juga dalam Al-Qur'an
- apakah ada pembahasannya. Kita lebih
- ingin melihat potret yang terjadi di
- masyarakat lalu solusi Islam seperti apa
- lalu kita sebagai umat itu bagaimana
- gitu ya melihat hal tersebut. Dan
- sebenarnya
- Allah itu melihat manusia dari kemuliaan
- apanya gitu ya. Karena bicara kemiskinan
- itu bicara juga ada orang miskin, ada
- orang kaya gitu ya. Ada orang papa, ada
- orang yang ee bisa rupa. Nah, kami juga
- mengundang Anda ikhwan akhwat untuk
- bergabung. Silakan sampaikan pertanyaan
- ataupun komentarnya ke nomor WhatsApp
- Rasil di 0811999720.
- Bagi Anda pemirsa YouTube juga bisa ya
- komen langsung di kolom komentar
- channel. YouTubeil TV. Baik, saya akan
- ke Pak Safril dulu. Pak Safril, kenapa
- kita mengangkat? Oh, iya.
- Baik, Ustaz. Saya lupa. Kita mulai
- dengan alfatihah. [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta
- alaiimadin.
- Amin.
- Alhamdulillah. Baik, Pak Sapri. Pembuka
- dari kita di pagi hari ini. Apa
- sebenarnya masalah utama dari kemiskinan
- itu dan kita harus pandangnya seperti
- apa, Pak Sapril? Baik [berdehem]
- pendengar pemirsa yang insyaallah
- dimuliakan Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumussalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Di lingkungan kita sehari-hari kita
- lihat satu perubahan
- dalam tatanan kehidupan masyarakat.
- Yang paling mudah terlihat adalah
- bahwa di semua sektor, semua sisi yang
- memungkinkkan bisa terkumpul uang
- walaupun kecil semakin banyak tumbuh.
- Kalau di depan toko-toko kita sudah lama
- tahu, tapi sekarang hampir di semua
- keluar dari pompa bensin ada yang
- menungguin dengan wajah sedemikian rupa
- dari pagi sampai sore mengharapkan
- recehan dan tidak setiap mobil yang
- keluar akan memberi bantuan kepada
- mereka. Kemudian satu perubahan yang
- lagi sedang kita lihat adalah
- kalau pengamen tadinya tidak terlalu
- banyak sering hanya lampu merah sekarang
- sudah masuk ke ganggang ya ke
- perumahan-perumahan
- karena sedemikian rupa
- terbatasnya ee sumber penghasilan. Kalau
- kita lihat data walaupun ini ada
- dualisme antara data BPS dengan data
- World Bank, jumlah kemiskinan di
- Indonesia itu tidak kurang dari hampir
- 30-an juta
- ya. Data terakhir dari tahun lalu itu ee
- per September itu kira-kira 24 jutaan.
- Data siapa nih?
- Data BPS. Kalau
- kalau data BPS kira-kira 24 juta. Tapi
- kalau World Bank bedanya begini, Ustaz.
- Bahwa kalau menurut BPS biaya per hari
- itu kira-kira R15.000-an cukup
- setiap orang
- per kapita 1 hari.
- 1 hari per kan?
- Iya. Per orang. Kalau menurut World Bank
- itu idealnya adalah tingkat kemiskinan
- paling bawah ini
- di diambil seluruh dunia kira-kira
- Rp45.000.
- Kalau patokan R5.000 itu yang diambil,
- maka jumlah kemiskinan itu mencapai
- kira-kira 57 juta orang.
- He.
- Nah, kalau kita teliti lagi di mana yang
- paling besar? Di sektor-sektor
- pertanian, kemudian sektor-sektor
- ee pedagang-pedagang kecil, pengecer,
- dan seterusnya.
- pemirsa pendengar sekalian, keprihatinan
- kita tentu kita tidak bisa biarkan
- berlarut seperti ini. Kita coba pelajari
- bagaimana Islam mengatur, mengajari
- kita, memberikan motivasi kepada kita
- menghadapi kemiskinan ini dan
- langkah-langkah apa yang kita harus
- ambil agar kemiskinan ini bisa berkurang
- atau sekurang-kurangnya kita bisa
- berperan aktif di dalam menanggulangi
- kemiskinan atau [berdehem] berbagi
- dengan orang-orang miskin. Mungkin
- sebagai pembuka kurang lebih seperti
- itu, Mas.
- Hm.
- Bagaimana melihat hal ini, Pak Ustaz?
- Dari data-data tadi itu yang
- disampaikan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Assalamualaika ya Rasulullah.
- Ya ayyuhal mabutu rahmatan lil alamin.
- Asalamu alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Tema kita pada hari ini sebetulnya telah
- lama ditulis oleh As Syekh Yusuf
- Al-Qardhawi
- dalam judul bukunya Musykilatul Fakhri
- wa Kaifa Arahal Islam. problema
- kemiskinan dan bagaimana Islam
- menanggulanginya.
- Nah, kalau kita perhatikan bersama-sama
- [berdehem]
- kemiskinan ini problema yang bersifat
- kompleks.
- Oleh karena itu, perjuangan untuk
- memberantas kemiskinan,
- membawa kesejahteraan kepada satu bangsa
- dengan sendirinya
- membutuhkan perjuangan yang sifatnya
- menyeluruh masangga.
- Di samping menyeluruh ya juga
- kolaboratif.
- Kalau hanya sebahagian berjuang,
- sebahagian bersikap tidak peduli, maka
- tidak mungkin kita akan mampu keluar
- dari kemiskinan ini.
- Di samping kolaboratif, ya juga apa?
- bersifat berkelanjutan terus-menerus.
- artinya istiqamah dalam memperjuangkan
- hal ini.
- Allah subhanahu wa taala
- telah memberikan kepada kita rambu-rambu
- ya
- yang membawa Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- menuju keberhasilan dalam mengeluarkan
- umatnya
- dari kondisi keadaan yang amat-amat
- mines. Bahkan ketika umatnya
- terpaksa sampai menggadaikan
- lahan mereka, ternak mereka, bahkan diri
- mereka kepada bangkir-bangkir Zionis.
- Tapi dalam waktu relatif singkat, Pak
- Syafril,
- nabi kita yang hidup di Madinah selama
- 10 tahun sebelum meninggalkan dunia,
- hanya dalam waktu beberapa tahun beliau
- berdiam di Madinah berhasil mengeluarkan
- masyarakat Madinah
- dari cengkeraman Zionis ya yang
- menguasai ya, baik itu lembaga keuangan
- kemudian mengobarkan peperangan untuk
- menjerumuskan mereka dalam hutang.
- [berdehem]
- Oleh karena itu, usaha-usaha orang-orang
- Yahudi pada saat itu mereka mendirikan
- bank-bank sebagai bangkir-bangkir.
- Tapi tidak mungkin orang akan meminjam
- tanpa kebutuhan. Oleh karena itu mereka
- [berdehem] membagi apa? Membagi kekuatan
- mereka.
- seperti Yahudi Bani Nadir, Yahudi
- Bani Quraidah,
- Yahudi Bani Qainuqa, begitu juga Yahudi
- Khaibar. Nah, setiap suku di Madinah itu
- bersekutu. Sebagian bersekutu dengan
- Bani Qurai itu sekutu Aus Yak, suku Aus
- yang terbesar. Sebahagian lagi bersekutu
- dengan Bayi Nadir yaitu suku Khazraj.
- Belum lagi suku-suku yang kecil. Nah,
- orang-orang Yahudi ini selalu
- mengobarkan peperangan di antara mereka.
- Mereka tidak turut perang, tapi mereka
- mendukung dengan apa? Dengan memberikan
- senjata. Bukan cuma-cuma, tapi dengan
- apa? Pinjaman yang mereka pinjam. Persis
- seperti kondisi saat ini
- di mana kita berperang untuk kepentingan
- mereka
- untuk
- mengokohkan pengaruh mereka dan
- menancapkan kuku-kuku mereka di tengah
- kita. Harta kita diangkut ke negeri
- mereka. Sedangkan kita berdarah-darah
- berperang untuk memperjuangkan
- kepentingan mereka. Tidak sadar akan
- tujuan kita yang sebenarnya.
- Jadi yang terjadi pada masa Rasul
- sebenarnya mirip dengan apa yang terjadi
- pada saat ini. Ini merupakan cetak ulang
- dari kelis yang lama.
- Oleh karena itu Allah menyebutkan
- perangai orang-orang Yahudi kullama
- aqadu lil harbiahullah.
- Setiap kali mereka mengobarkan
- peperangan, Allah padamkan apa yang
- mereka lakukan.
- Jadi peperangan yang berlangsung di
- tengah-tengah penduduk Madinah yang
- terbagi pada dua suku besar Aus dan
- Khazraj itu diciptakan oleh orang-orang
- Yahudi. Sedangkan mereka sebagai bangkir
- memberikan pinjaman untuk menjerumuskan
- mereka ke dalam kondisi terdesak. Mereka
- ciptakan peperangan di antara mereka.
- Ini bukan hanya setahun, 2 tahun,
- ratusan tahun.
- Nah, pada saat ini umat Islam menjadi
- pion
- yang mereka gerakkan. ya untuk melakukan
- apa? Perang demi kepentingan mereka.
- Dalam bahasa Arab namanya alharbu bin
- niabah. Perang mewakili kepentingan
- mereka atau proxy war. Mereka tidak
- perlu mengirimkan pasukan. Mereka tidak
- perlu mengeluarkan biaya yang cukup
- besar ya. Tapi mereka meraih keuntungan
- dari berbagai macam aspek. Seperti
- ketika terjadi perang teluk,
- Amerika mengerahkan pasukannya.
- Sedangkan negara teluk yang memberikan
- bayaran kepada mereka. [berdehem]
- Amerika berarti apa? Diringankan
- bebannya untuk menggaji tentara-tentara
- mereka. Kemudian gudang senjata mereka
- yang penuh dengan senjata usang
- digunakan pada perang Teluk ditanggung
- dan dibayar oleh negara-negara Teluk.
- Usai perang mereka membagi wilayah yang
- kalah ke dalam apa? Ke dalam kekuasaan
- mereka. ini yang terjadi dan sampai saat
- ini bait Saudi Arabia maupun negara
- Teluk yang berdirinya karena didirikan
- oleh mereka hidupnya kelangsungannya
- penuh ketergantungan pada mereka.
- Nah, kalau kita berbicara mengenai
- Indonesia sebetulnya kondisi Indonesia
- ini lebih baik dibandingkan
- negara-negara Arab. Pertama, kita kaya
- dengan sumber kekayaan alam yang luar
- biasa. Beraneka macam. Saudi punya
- minyak, kita punya minyak.
- kotor punya gas. Kita punya kekayaan gas
- yang luar biasa.
- Kita memiliki beraneka macam sungai,
- mereka tidak memiliki sungai.
- Negeri mereka jarang disirami hujan.
- Sedangkan negeri kita pada musim panas
- pun hujan turun.
- Sungai-sungai kita yang mengalir. Tapi
- karena orang-orang yang tidak
- bertanggung jawab, Pak Syafril,
- mengakibatkan akhirnya sungai kita
- mengalami pencemaran karena keserakaan
- sebagai orang. di mana kebijakan makro
- tidak mendukung kepentingan rakyat, tapi
- kebijakan makro ini merusak betul-betul
- apa? sendi-sendi dan pilar kehidupan
- rakyat.
- Oleh karena itu, langkah pertama ini ya
- seperti yang saya sebutkan tadi bersifat
- menyeluruh, kolaboratif, dan juga
- berkesinambungan. Ini harus dikerjakan
- bersama-sama oleh setiap instansi
- pemerintah dan pemimpin juga harus
- sadar. Kalau pemimpinnya tidak sadar,
- maka dengan mudah melalui kebijakan dan
- wewenang yang mereka buat untuk merusak
- semua kepentingan rakyat. [mendengus]
- Jadi pertama-tama dimulai dengan
- pendidikan.
- Pendidikan mengingatkan bahwasanya
- kesejahteraan bangsa ini akan dinikmati
- oleh mereka bersama-sama. Jangan hanya
- oleh sebagian kalangan. Heeh.
- Begitu juga kerusakan dan penderitaan
- yang dialami oleh bangsa kita akan
- dirasakan oleh semuanya. Nah, Al-Qur'an
- memberikan solusi yang amat indah dan
- saya rasakan ini merupakan solusi
- tawaran yang terbaik yang tidak pernah
- sama sekali apa? Ditawarkan oleh apa?
- Oleh agama manaun.
- Allah berfirman di dalam Al-Qur'an.
- Wal mukminun wal mukminat ba'duhum
- auliya.
- Orang yang beriman, pria maupun wanita
- sebahagian mereka menjadi wali pelindung
- pembantu sebagian yang lain. Kalau kita
- resapi ayat ini Angga maupun Pak Syafril
- dalam arti yang betul-betul mendalam,
- kira-kira
- apa yang akan kita hasilkan kalau kita
- amalkan?
- Saling menolong, saling membantu,
- hasilnya akan menjadi lebih terarah,
- lebih menyatu.
- Dengan kebersamaan ini yang terbangun
- akan membawa kita menuju jalan pintas.
- Sebagai contoh,
- kalau orang yang berilmu merasakan
- tanggung jawab, bahwa mereka ini dengan
- ilmu mereka punya tanggung jawab untuk
- apa? Untuk mendidik, meluruskan. Ya,
- demikian pula memberikan motivasi kepada
- saudara-saudara mereka
- yang akan membawa mengantarkan mereka
- menuju kemajuan, menuju kesejahteraan
- dan kebangkitan. Itu dirasakan oleh
- mereka rasa tanggung jawab yang besar.
- [mendengus] Tanpa harus menunggu, mereka
- akan bekerja sama untuk apa? Untuk
- melaksanakan tugas mereka sebagai wali
- orang yang beriman dalam hal ini.
- Nah, dalam perjuangan mereka ini mau
- tidak mau apa? membutuhkan dana
- yang kayak terpanggil
- terpanggil untuk apa? berkontribusi
- dengan kekayaan mereka bukan hanya
- dengan 2,5% ini tidak sama sekali apa
- tidak sama sekali memahami firman Allah
- wal mukminun wal mukminat ba'duhum
- auliya bain
- tapi mereka dengan harta yang mereka
- usahakan dengan mengharapkan rida dan
- hari akhirat mereka tidak sayang-sayang
- dengan harta mereka berjihad
- berkontribusi mendukung mereka-mereka
- yang bekerja dalam bidang pendidikan
- bayangkan kan apabila mereka terpanggil
- untuk melakukan hal ini karena
- mengharapkan rida Allah dan hari akhirat
- untuk keselamatan mereka. Ini kolaborasi
- baru di antara orang yang berilmu dan
- orang kaya.
- Lalu
- didukung lagi oleh para pejabat,
- contohnya wakil rakyat. Mereka bekerja
- mewakili rakyat. Maka kebijakan
- undang-undang yang mereka buat semuanya
- betul-betul apa? kembali manfaatnya
- untuk kepentingan rakyat, bukan untuk
- kepentingan mereka atau oligarki ya yang
- bekerja sama bersama mereka.
- Kemudian
- badan pelaksana yang melaksanakan
- undang-undang negara ya dari mulai
- presiden [berdehem] sampai kepada apa?
- Sampai kepada para pembantunya, pejabat
- TNI-nya, sipilnya juga mempunyai rasa
- tanggung jawab. Mereka bukan pion, bukan
- pi pion,
- tapi mereka para pejuang yang berjuang
- di jalan Allah, baik itu pejabat
- sipilnya, TNI-nya, maupun kepolisiannya.
- bukan lagi pion atau orang-orang bayaran
- dengan harga yang murah, tapi mereka
- berjuang untuk kemajuan kebangkitan
- bangsa ini bersama-sama [berdehem]
- dengan kolaborasi ini di antara para
- ulamanya, ilmuwannya, kemudian
- mereka-mereka yang berharta,
- mereka-mereka yang memiliki wewenang ya,
- baik itu yang mewakili rakyat, yang
- membuat undang-undang atau lajnah
- tanfiah, badan pelaksana yang
- melaksanakan kan undang-undang ya dan
- [berdehem] peraturan-peraturan yang
- dibuat. Kalau tanpa kolaborasi ini Pak
- Syafril, masing-masing berjuang hanya
- untuk dirinya. Si kaya sibuk
- mengumpulkan harta. Kemudian mereka
- ingin mencari keuntungan
- sebesar-besarnya tapi dengan gaji buruh
- yang semurah-murahnya. Mereka tidak
- sadar bahwa buruh tersebut yang tidak
- mampu mencukupi keluarganya, yang tidak
- mampu menyekolahkan anak-anaknya, mereka
- punya kontribusi besar dalam
- menghancurkan. betul-betul generasi yang
- akan datang yang akan mengemban amanat
- bangsa dan negara. [mendengus]
- Jadi pendidikan yang amat penting.
- Saya pernah ingat ketika salah seorang
- ya ee jurnalis kita yang cukup terkenal,
- saya enggak sebutkan namanya diundang
- untuk menghadiri pertemuan besar Yahudi.
- Jurnalis Indonesia nih.
- Iya, jurnalis Indonesia.
- ini kira-kira 40 tahun yang lampau.
- He.
- Atau mungkin sebelumnya diundang untuk
- menghadiri pertemuan kalau tidak salah
- IPEC apa-apa.
- He
- kebetulan
- mereka berbicara mengenai bagaimana
- membangun ya kekuatan mereka ya,
- bagaimana mereka bisa betul-betul
- menguasai ya perekonomian dunia ya.
- Kira-kira apa usulan-usulan yang
- diusulkan oleh para tingteng mereka?
- Jadi biasanya pertemuan G7 kalau enggak
- G20.
- Nah, kalau G7 G20 beberapa negara
- enggak. Ini khusus pertemuan mereka.
- Pertemuan mereka. Dia bercerita pada
- kita pada saat itu. Dia mengatakan
- bahwasanya Pak Pertemuan sebetulnya
- tidak mungkin dihadiri oleh pihak luar.
- Tapi saya enggak tahu kenapa bisa hadir.
- H
- ternyata mereka ingin menunjukkan
- bagaimana kerja sama dan kolaborasi
- mereka.
- Ketika
- tingteng mereka mengatakan, "Kami akan
- menyiapkan hasil kerja kami, tapi kami
- membutuhkan dukung berukungan dana."
- Berapa yang kalian minta? Katakanlah
- mereka minta 100 juta dolar. Para
- pengusaha Yahudi pada saat itu
- mengatakan, "Kami berikan kalian 200
- juta dolar. Kalau hasil kalian
- memuaskan, kami akan tambahkan." Artinya
- diberikan kepercayaan tapi tanggung
- jawab.
- Coba saksikan ya bagaimana ya
- orang-orang kita ketika mengajukan
- proposal ya untuk pembangunan untuk
- pengembangan ya ternyata hasilnya bukan
- kembali kepada bangsa, kembali kepada
- diri mereka. Hm.
- Manfaatnya kembali kepada diri mereka,
- kepada organisasi mereka, bukan kembali
- kepada rakyat. [batuk] Jadi, [berdehem]
- yang penting kita lakukan pada saat ini
- untuk menghadapi problema kemiskinan ya
- harus betul-betul di samping secara
- menyeluruh
- dari mulai pendidikan menciptakan
- lapangan pekerjaan sampai kepada apa?
- sampai kepada ee pendidikan yang
- berkualitas ya, bukan pendidikan yang
- hanya menghasilkan katakan orang
- bergelar PhD atau master, tapi
- pendidikan yang memang disiapkan untuk
- menghadapi kebutuhan di masa akan
- datang.
- Oleh karena itu, kita butuh
- tenaga-tenaga terampil, bukan membutuh
- kepada apa menghasilkan mencetak
- orang-orang yang bergelar P dalam jumlah
- besar, tapi tenaga-tenaga terampil yang
- bisa apa bisa bekerja. Sedangkan
- tokoh-tokoh yang di atas sebagai tingte
- kita enggak butuh banyak, tapi kita
- butuh loyalitas. Karena biasanya kalau
- berkumpul orang yang pandai terlalu
- banyak yang akan terjadi perbedaan
- pendapat dan pertentangan. He.
- Tapi kita butuh orang yang punya
- loyalitas, yang mau bekerja dan punya
- keterampilan
- praktikal
- dan disiapkan juga untuk tantangan bukan
- hanya untuk jangka pendek, untuk jangka
- panjang. Begitu mereka keluar dari
- pendidikan, mereka langsung akan
- menempati pekerjaan mereka ya yang akan
- menjamin kehidupan mereka hingga mereka
- siap untuk berjuang demi kepentingan
- bangsa dan negara.
- Jadi kesimpulannya yang Allah Subhanahu
- wa taala berikan ya bimbingan tuntunan
- bagi mereka yang dikerjakan oleh Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- membangun kesadaran
- akan keharusan persatuan di antara
- mereka dan kerja sama.
- Nah, kita Mas Angga kalau seandainya
- kita memahami betul-betul tujuan Islam,
- tujuan para nabi diutus,
- tujuan kitab-kitab suci diturunkan,
- sebetulnya sederhana sekali.
- Yang ini justru kurang kita pahami. Yang
- pertama
- kita menegakkan agama Allah. Yang kedua
- kita bersatu dalam agama Allah.
- Sebagaimana firman Allahum
- minadin mahab
- Allah syariatkan bagi kalian dari
- agamanya sama dengan syariat yang Allah
- berikan pada Nuh. Begitu juga yang kami
- wahyukan padamu, yang kami wasiatkan
- kepada Musa Isa,
- kepada Ibrahim. Ya. Kemudian kepada
- siapa? Kepada ee Musa dan Isa, yaitu
- tegakkan agama Allah dan jangan
- bercerai-berai dalamnya.
- Nah, yang kedua ini Masangga bersatu
- dalam agama Allah belum kita laksanakan.
- Karena masing-masing mengajak kepada
- kelompoknya, kepada golongannya, maka
- kalimat tauhid belum betul-betul kita
- tegakkan dalam kehidupan kita. Karena
- kalimat tauhid ini mengajak dan
- mengharuskan kita untuk bersatu dalam
- kalimat tauhid. Nah, kalau umat Islam
- bersatu dalam Islam, walaitasnya untuk
- Allah, rasulnya dan orang yang beriman,
- ketika mereka dipanggil untuk
- betul-betul berkontribusi sesuai dengan
- apa potensi yang Allah berikan kepada
- mereka yang kaya dengan kewajiban, yang
- berilmu dengan ilmunya dan mereka merasa
- bahwa ini jihad, perjuangan di jalan
- Allah. Begitu juga yang berwenang dengan
- wewenangnya.
- Kalau kita lakukan hal ini,
- maka jalan menuju kesuksesan kita akan
- tempuh dalam waktu singkat. Karena
- masing-masing punya tanggung jawab, ya.
- Dan masing-masing merasa bahwa apa?
- Dengan apa yang Allah berikan kepadanya,
- bukan hanya berkewajiban memberikan
- sejam, 2 jam waktunya, bukan hanya 2,5%
- 5%, tapi dia memberikan
- seluruh potensi yang Allah berikan
- kepadanya di samping untuk keluarganya,
- untuk umat dan bangsanya. Dan ini yang
- dilakukan oleh sahabat-sahabat Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Walaupun mereka tidak memiliki
- katakan ee modal yang cukup besar, tapi
- modal ini yang menghasilkan modal yang
- amat besar buat mereka. Hingga walaupun
- hanya dengan beberapa butir kurma,
- mereka berjuang di jalan Allah tanpa
- gentar sedikit pun. Seperti pasukan
- syariah yang dikirim oleh Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- untuk berperang. Nabi hanya memberikan
- satu kantong kurma. Heeh.
- Mereka berjalan
- sambil menghisab-hisab rumah pada saat
- mereka lapar.
- Mereka berhasil menang dalam peperangan
- karena jiwa dan semangat mereka yang
- penuh betul-betul apa? Penuh apa? Penuh
- semangat mengharapkan Allah dan
- mengharapkan hari akhirat.
- Mereka mendapatkan ganimah. Begitu
- mereka kembali ke Madinah, ternyata di
- tengah jalan mereka menemukan seekor
- ikan besar yang terdampar.
- Mereka makan dari hasil ikan tersebut.
- Kemudian mereka keringkan, mereka bawa
- ke Madinah. Mereka ceritakan bagaimana
- pertolongan yang Allah Subhanahu wa
- taala berikan kepada mereka.
- Tapi tanpa sama sekali apa? Kesadaran
- semacam ini yang akan mengakibatkan satu
- membangun yang satu merusak.
- Hm. Tapi dengan kolaborasi atas dasar
- kesadaran bahwa orang yang beriman pria
- maupun wanita itu sebagai wali satu sama
- lain sehingga kita merasa apa? Ini
- betul-betul merupakan kewajiban saya
- sesuai dengan potensi yang Allah berikan
- kepada saya. Dan ini yang dinamakan
- fardu kifayah.
- Yang dinamakan fardu
- fardu kifayah.
- Karena kalau fardu ain itu setiap muslim
- mukalaf wajib melaksanakan kewajiban
- yang sama seperti salat, puasa. Tapi
- kalau fardu kifayah itu
- yaitu kewajiban yang Allah wajibkan atas
- setiap mukmin sesuai dengan kifayah
- masing-masing dengan kafaahnya, dengan
- potensinya. Itu namanya fardu kifayah.
- Bukan hanya sekedar memandikan jenazah,
- menyalatkan jenazah, mengantarkan mereka
- ke kubur. Tapi fardu kifayah dipetik
- dari firman Allah tadi, wal mukminun wal
- mukminat ba'duhum auliya ba'in taawanu
- al birriqwa w tawanu almi widwan.
- Jadi di samping pendidikan, di samping
- menciptakan lapangan pekerjaan yang
- berkualitas ya, kemudian juga apa
- kebijakan makro dari pemerintah di atas.
- Betul-betul kebijakan ini harus
- kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
- Jangan konglumerat. Nah, yang sekarang
- berlangsung ini kebijakan-kebijakan
- yang [berdehem] berpihak kepada oligarki
- bahkan kepada pihak asing. Kenapa kita
- tidak berikan subsidi bagi petani-petani
- pribumi kita? Kenapa kita harus
- memberikan subsidi bagi petani asing
- dengan kita mengimpor beras dari luar?
- Padahal kita ini
- negara yang betul-betul kaya dengan apa?
- Sumber daya alam.
- Dengan sumber daya alam. Oleh karena
- itu, pada era Soeharto dulu dengan
- segala kekurangannya pada era Presiden
- Soeharto kita mampu untuk melakukan suas
- sembada beras. Tapi pada akhirnya
- lumbung padi kita di Jawa Barat di
- Karawang, Cikarang semua dirubah menjadi
- area industri. Ini kan aneh luar biasa.
- Setelah itu kita mengimpor beras
- beras dari luar. Kita punya lumbung padi
- di Sulawesi, daerah Pendrang itu lumbung
- padi apa untuk wilayah Sulawesi. Dan
- ternyata menghasilkan hasil yang
- berlebihan yang bisa dikirim keluar.
- Padahal kalau kita lihat sungai di sana
- hanya satu.
- H.
- Kita di sini mempunyai sungai yang
- bermacam. Sungai Citarumnya sekarang
- tercemar. Sungai Ciliwung tercemar.
- Kenapa? Karena di hulu mereka membangun
- industri. industri-industri
- yang membuang limbahnya ke sungai tanpa
- ada tanggung jawab dan kontrol dari
- pemerintah. Jadi kesimpulannya untuk
- diskusi ini mungkin cukup panjang kita
- bicara ya, tapi pokoknya
- harus betul-betul secara menyeluruh,
- secara bersinambung dan kolaboratif.
- Jadi setiap ya instansi pemerintah,
- begitu pula setiap organisasi masyarakat
- masing-masing dengan potensi yang Allah
- berikan kepada mereka mengajak umat
- untuk betul-betul menjalankan kewajiban
- mereka sebagaimana anugerah yang Allah
- berikan kepada mereka. Jangan
- menghabiskan waktu dari waktu ke waktu
- ribut. Masalah qunut,
- masalah tarawih. Ini masa-masa yang bisa
- membuat kita mundur ke belakang bukan
- maju ke depan. Ketika kita perang
- berhadapan dengan Zionis, mulai muncul
- isu Syiah sunah. Menyedihkan enggak, Pak
- Cr?
- Iya,
- menyedihkan sekali. Padahal seharusnya
- setiap orang berkontribusi
- sesuai dengan kemampuan potensi yang
- Allah Subhanahu wa taala berikan
- kepadanya. Mungkin perlu ada ee
- tambahan-tambahan dari Pak Syafril.
- Heeh.
- Pertanyaan dari Mas Angangga. Silakan
- sebentar. dari
- pendengar.
- Jadi
- pendengar bagaimana Ustaz tadi itu
- bahkan mengawali sejarah gitu ya. Kita
- melihatnya di situ gini, Ustaz. Ada
- kemiskinan yang terstruktur ya, bahkan
- bisa langsung dianalisa oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Karena Imam Ghazali itu dalam syariahnya
- kan pernah melihat bahwa dakwah Rasul
- itu membebaskan kemiskinan. He.
- Salah satunya dari peristiwa yang di
- Madinah itu yang menghadapi para
- pengusaha Yahudi.
- Ada satu kata di situ masalahnya adalah
- ketidakadilan, ketidakadilan sosial dan
- Rasul merubah itu dan ternyata sekarang
- potretnya itu sama.
- Tapi ngelihat dari apa kemiskinan yang
- terstruktur ini bahkan tadi ustaz sampai
- menjelaskan ke perpecahan saya
- melihatnya begini Pak Ustaz. Ada juga
- salah satu masalah itu paradoks.
- Bagaimana paradoks terjadi di Indonesia.
- Nah, paradoksial ini Indonesia tadi yang
- kaya, yang makmur, tapi masyarakatnya
- miskin. Nah, saya juga ingin meminta
- data dari pasil itu mengenai
- paradoksialnya begini. Karena banyak
- juga analisanya ee ketika Indonesia bisa
- menjadi lumbung padi, tapi malah
- mengekspor,
- mengimpor,
- ya, malah mengimpor. Ketika Indonesia
- ini kayak akan mineral, masyarakatnya
- malah miskin.
- Ketika Indonesia ini banyak ilmuwannya,
- Ustaz, tapi ilmuwan itu tidak memiliki
- tempat untuk mereka berkarya. mereka
- bekerja di luar.
- Makanya paradoksal ini menciptakan
- kemiskinan. Nah, Pak Sapril melihat
- dalam hal pangan aja uh luar biasa ini
- Pak Sapril
- ada istilah gini Pak Sapril kan pernah
- ada instruksi begini kita harus kembali
- ke makanan lokal umbi ee jagung apa gitu
- ya. Itu program sepertinya bagus. Tapi
- ada sebuah analisa bahwa kita merupakan
- produksi beras padahal secara secara
- politik produksi beras di dunia ini lagi
- meningkat banget. Benar pada melihat
- paradoks kemiskinan ini.
- Iya. Jadi, [berdehem] Masakga ini
- menjadi salah satu faktor
- paradoks ini pertentangan ini
- pertentangan yang tadi Ustaz Husin jelas
- pertentangan kebijakan,
- h
- pertentangan kepentingan, pertentangan
- penerapan ilmu dan kebijakan.
- Ini semua berujung kepada semakin
- sedikitnya upaya-upaya real
- menanggulangi kemiskinan.
- Betul. Nah, contoh sederhana
- aspek pertanian.
- Pertanian kita itu tingkat produksi per
- hektar itu rendah sekali.
- He.
- Padahal tanah sangat luas, tingkat
- kesuburannya bisa terus ditingkatkan
- tetapi hasilnya tetap rendah dibanding
- dengan negara-negara khusus Vietnam,
- Thailand, bahkan India di mana kita
- mengimpor beras dari mereka. Heeh.
- Nah, jadi tentu dalam konteks ini
- aspek-aspek yang menjadi pertentangan
- ini di satu sisi harus ditertibkan
- melalui kesadaran. Ada Ustaz Husin
- menggambarkan bagaimana Al-Qur'an,
- bagaimana Allah
- memperingatkan kita siapa yang menjadi
- wali, siapa yang saling bantu. Dengan
- sinergi inilah dan memanfaatkan keahlian
- dari masing-masing pihak dipersatukan
- dengan tujuan yang sama. dengan mencari
- rida Allah baru ini punya kemungkinan
- kita keluar dari kemiskinan.
- He.
- Dan tentu saja ini
- akan berlangsung harus terus-menerus.
- Kalau kita lihat sejarah yang
- tidak terlalu jauh, kita lihat Vietnam
- selama puluhan tahun mereka perang
- saudara yang sangat mengerikan
- dengan orang yang mati itu berjuta-juta.
- Tetapi begitu mereka menyadarinya, baik
- dari pembuat keputusan, baik dari
- masyarakat, segera saling bersinergi
- memperbaiki diri, kita lihat mereka jauh
- lebih bagus, lebih produktif dar
- Indonesia. Hm.
- Kalau kita lihat zaman-zaman Frank
- Vietnam hampir tidak bisa kita bayangkan
- mereka bisa bersatu. He.
- Tetapi apa yang tadi Ustaz Rusin
- katakan, bersatu tidak berpecah belah
- ini menjadi salah satu faktor yang harus
- disadari oleh pendengar kita,
- disadari oleh pembuat keputusan,
- disadari oleh pemegang otority atau
- kekuasaan pemerintah. Nah, di satu sisi
- memang Rasil akan terus-menerus
- mengingatkan
- bagaimana masyarakat pendengar kita
- misalnya di sektor pertanian, bagaimana
- [berdehem] meningkatkan ee transformasi
- ya. Kemudian
- komunitas itu sudah mulai harus
- membangun kesadaran melakukan
- perbaikan-perbaikan kecil-kecil di
- tingkat komunitas, tetapi arahnya sama
- semata-mata untuk saling
- tolong-menolong. Jadi mungkin
- secara umum gambarannya seperti itu.
- Nanti [berdehem] hal-hal apa sih yang
- bisa kita lakukan ee secara real di
- masyarakat? Mungkin di penghujung
- pembicaraan ini coba akan kita
- gambarkan. Tapi dari cerita Pak Sapril,
- bagaimana hal kecil itu bisa membantu
- dan menjadi salah satu ilusi dalam
- perekonomian. Saya ada buktinya, Pak
- Sabril.
- Iya.
- Jadi Harvard University, Pak Ustaz
- tahun lalu ini bikin penelitian negara
- paling makmur dilihat dari
- masyarakatnya, masyarakat paling makmur
- di dunia. Ternyata Harvard itu juga
- kaget, dunianya juga kaget. Dan paling
- memur itu ternyata orang Indonesia.
- Cuman lihatnya begini, ada salah satu
- alasannya, Ustaz. Alasannya kenapa
- Indonesia menempati negara dengan
- masyarakat paling makmur di tengah
- kemiskinan yang angkanya tinggi.
- Salah satunya adalah kemampuan sistem
- ekonominya menciptakan
- interaksi agen-agen kecil. Dan di sini
- yang dia angkat adalah UMKM yang
- berkolaborasi.
- Dan UMKM ini ternyata itu di luar
- [berdehem] prediksi ekonomi global. Jadi
- kalau kalau saya lihat tadi gambung sama
- cerita ustaz bagaimana para
- petinggi-petinggi dunia dan orang-orang
- Yahudi yang kaya-kaya itu ingin mengatur
- perekon dunia UMKM ini di luar di luar
- skema mereka, di luar prediksi mereka
- kok bisa kok bisa bertahan ini malah
- UMKM. Dan kalimatnya kalau di Harvard
- ini adalah orang Indonesia itu
- kolaborasi UMKM-nya itu karena dasar
- budaya gitu. dasar budaya mungkin dia
- mungkin ingin mengatakan mungkin dasar
- ideologis bisa jadi cuma dia enggak mau
- pakai kata ideologis karena orang
- Indonesia majoritas Islam kan akhirnya
- ada dikatanya kata budaya aja nah
- berarti kan ini kita melihat gitu Pak
- Ustaz tadi kalau disinggung tadi
- bagaimana hal kecil lalu juga kolaborasi
- ada di sini ikatan-ikatan budaya saya
- memaknai ikatan budaya ini ikatan
- ideologis karena orang Indonesia punya
- keimanan bagaimana Ustaz memandang ini
- menjadi salah satu solusi kita dari
- lepas kemiskinan yang terstruktur Iya.
- Ini merupakan justru fondasi yang
- fondasi dan juga pilar yang membuat
- sahabat-sahabat Nabi kita itu mampu
- keluar dari kemiskinan.
- Karena apa?
- Karena kesadaran mereka yang bersumber
- dari iman mereka.
- Dan mereka merasakan selama ratusan
- tahun bagaimana mereka menjadi permainan
- di tangan-tangan Zionis pada saat itu.
- Nah, untuk Indonesia kita lihat ya kalau
- seandai kita ambil katakan gambaran
- sederhana saja
- kita akan tahu para petani yang bekerja
- di pertanian kan orang-orang kita semua
- kan. Hm.
- rakyat kita, para petani.
- Kemudian yang bekerja di dalam bidang
- industri juga rakyat kita yang selama
- ditawarkan dengan buruh yang ee apa
- namanya? Bergaji rendah.
- Kemudian pengusaha-pengusaha kita juga
- cukup banyak mereka ya yang bekerja
- dalam bidang industri,
- kemudian juga yang turun berinvestasi
- dalam bidang pertanian.
- Kemudian dalam kekayaan laut sebagai
- contoh Pak Syafril kalau kita perhatikan
- yang melaut yang menjadi layan siapa?
- Orang-orang kita. Walaupun tanpa
- dukungan peralatan-peralatan canggih ya
- yang membantu mereka.
- [mendengus]
- Coba renungkan kalau seandainya kita ya
- yang bekerja ya yang berusaha baik dalam
- bidang industri, dalam bidang pertanian,
- dalam bidang kelautan, kita
- berkolaborasi bersama-sama.
- Kemudian untuk jaringan distribusinya
- masangga
- kita bisa mempergunakan masjid-masjid
- dan musala-musala untuk mengingatkan
- umat agar mereka apa? agar mereka ya
- bila ingin maju, ingin sejahtera,
- hendaknya mereka pada saat berbelanja
- mereka mengutamakan betul-betul
- produk-produk yang dihasilkan oleh apa?
- Oleh sesama saudara mereka.
- H.
- Nah, kalau seandainya seluruh kebutuhan
- mereka bisa kembali kepada produksi dari
- apa?
- dari saudara-saudara mereka. Kemudian
- saudara mereka juga yang bekerja dalam
- bidang industri memberikan gaji bukan
- hanya pas-pasan, tapi yang mencukupi
- betul-betul pekerja-pekerja tersebut
- agar dapat meningkatkan kualitas hidup
- mereka. Kita punya apa? punya potensi ke
- arah itu dari mulai produksi, distribusi
- kita bisa lebih kuat dibandingkan
- distributor yang ada pada saat ini.
- Masjid diuntungkan, musala diuntungkan,
- ormas-ormas Islam juga apa bisa
- diuntungkan, kan?
- Iya.
- Mereka punya sumber penghasilan.
- Kemudian dari hasil keuntungan ya
- dikenakan lagi zakat. Zakat ini untuk
- membantu memberikan perlindungan sosial
- kepada mereka-mereka yang membutuhkan
- asal tepat sasaran.
- di mana yang tidak punya pekerjaan
- diberikan pelatihan ya diberikan
- pendidikan pelatihan untuk bekerja
- kemudian menciptakan lapangan pekerjaan
- sedangkan mereka-mereka yang jomp yang
- tua diberikan jaminan hidup seperti yang
- dilakukan negara-negara yang maju. Jadi
- tepat sasaran bukan hanya untuk
- memberikan makan, bukan hanya sekedar
- untuk memberikan mereka apa
- bantuan-bantuan yang sekali diberikan
- kemudian hilang,
- tapi yang butuh pendidikan-pendidikan,
- yang butuh modal juga kita berikan modal
- ya. Kemudian apa? Di samping modal kita
- butuh betul-betul apa? edukasi bagi
- mereka orang-orang yang mau bekerja ini
- agar mereka tidak menyia-nyiakan modal
- yang diberikan kepada mereka dan dalam
- bidang dia diberikan bimbingan dan
- petunjuk di bawah kontrol pengawasan.
- Kalau mereka menyia-nyiakan modal yang
- diberikan ada sanksinya. Tapi kalau
- mereka katakan gagal setelah mereka
- bersungguh-sungguh itu wajar diberikan
- tambahan modal. Jadi betul-betul umat
- seluruhnya tidak ada yang berdiam
- semuanya bergerak. Sedangkan mereka yang
- jompo, yang tua, yang tidak berdaya
- tetap melaksanakan tugas mereka dengan
- amar makruf nahi mungkar. Artinya kalau
- kita melibatkan seluruh lapisan
- masyarakat dengan kerja sama dan
- semboyan wal mukminun wal mukminat
- ba'buhum auliyau ba'din, setiap orang
- berjuang dengan potensi yang Allah
- berikan.
- Kita betul-betul akan merasakan hasil
- dan buah-buah yang amat indah di
- tengah-tengah kita semuanya. Tapi ini
- harus betul-betul dengan kesadaran.
- Karena tidak mungkin terjadi kolaborasi
- tanpa ada kesadaran. Dan kesadaran yang
- paling kuat itu yang bersumber dari iman
- kita kepada Allah,
- kepada rukun iman kita dan kepada hari
- akhir. Hingga setiap orang bekerja bukan
- hanya untuk hari ini, tapi bekerja untuk
- apa? Untuk persiapan bekal mereka.
- Sebagaimana firman Allah dalam satu ayat
- sederhana.
- ak gunakan tuntut dengan sungguh-sungguh
- apa yang Allah berikan kepada kamu bukan
- hanya untuk duniamu di sini tapi untuk
- membangun akhiratmu. Karena tidak
- mungkin orang lain akan membangun
- akhirat kamu. Kalau di dunia orang
- miskin ya bisa mendapatkan bantuan dari
- yang lain. Seorang anak yang tidak
- bekerja bisa menerima warisan besar dari
- orang tuanya. Kalau di hari akhirat
- semua bergantung pada usaha kita.
- Kemudian
- jangan kau lupakan kebutuhan duniamu.
- Tapi waahsin ahsanallahu berbuat baiklah
- kamu kepada saudara kamu sebagaimana
- Allah telah berbuat baik pada kamu.
- Jangan harta yang Allah berikan pada
- kamu kau gunakan melakukan kerusakan di
- muka bumi. Inallah yuhibbul mufsidin.
- Allah tidak menyukai orang yang
- melakukan kerusakan. Maka dalam satu
- hadis yang diriwayatkan dari Amirul
- Mukminin Ali ibn Abi Thalib Alaih Salam,
- [mendengus]
- beliau mengatakan apa?
- Allah Rasulullah bersabda, "Innallaha
- farad fi amwalil agniya ma yasudu hajata
- fuqar."
- Allah mewajibkan pada harta si kaya.
- Berapa kadarnya?
- Kadar yang Allah wajibkan pada si kaya
- itu yang dapat menutupi kebutuhan fakir
- miskin.
- H. Jadi enggak disebutkan 2,5%, enggak
- 5%, enggak 10%. Tapi kadar yang Allah
- wajibkan itu yang mencukupi kebutuhan
- fakir miskin mereka. Karena mereka
- sebagai wali dari orang-orang yang
- membutuhkan.
- He walan yajua faqirun wara illa bima
- faala aguhum. Dan tidak akan terjadi
- kemiskinan, tidak akan terjadi
- kelaparan. Begitu juga mereka yang
- telanjang kecuali disebabkan karena
- pengabaian orang-orang yang kaya dari
- mereka.
- Menyebarnya kebodohan tanggung jawab
- ulama. Oleh karena itu, umat yang bodoh,
- yang bercerai-berai, yang
- bermusuh-musuhan, yang paling depan
- dipanggil oleh Allah adalah para ulama.
- Begitu juga kerusakan juga dalam bidang
- hukum ya disebabkan karena kebijakan
- makro yang dilakukan oleh yang
- berwenang, tidak berpihak kepada rakyat.
- Kita enggak bisa bayangkan tanggung
- jawab mereka di akhirat. Sekarang mereka
- bersenang-senang,
- [berdehem]
- tapi mereka kelak akan betul-betul masuk
- dalam api neraka. Fidqil asfali min. I.
- Jadi, Angga kalau kita perhatikan
- sama-sama di sini
- bahwa seperti tadi yang kita sebutkan,
- setiap muslim harus memilih kesadaran
- h
- bahwa kamu terikat dengan Allah,
- bertanggung jawab di hadapan Allah atas
- semua potensi yang Allah berikan kepada
- kamu. W tus'alunna yaumaidin
- yang sekecil-kecilnya. Oleh karena itu
- kita lihat orang-orang yang sadar. Kita
- lihat seperti Zakir Naik
- ketika dia berbicara mengenai zakat dan
- infak, dia mengatakan bahwa anaknya itu
- ya mengeluarkan 51%
- dari pendapatan dia. He.
- Sedangkan dia lebih besar lagi. Bukan
- bicara 2,5% kalau kita masih berkutet.
- 2,5.
- 2,5% dari keuntungan apa dari
- keseluruhan?
- Masih dihitung. Kita punya boleh pikir i
- duniawi
- bukan mempersiapkan dunia kita untuk
- akhirat kita. Kita mengutamakan yang
- cepatunal
- dunia wal akhiratuir
- jadi orang kita ini aneh yang kekal
- mereka abaikan mereka mengutamakan dunia
- mereka. Jadi kita ingin betul-betul
- dimulai dengan edukasi yang dilakukan
- oleh orang-orang yang berilmu.
- Memberikan edukasi kepada rakyat, kepada
- para pejabat di atas. Jangan pejabat
- cabutan yang ditawarkan kita pilih
- setelah kita pilih dia lupa kepada
- rakyat.
- Yang anehnya ulama-ulama juga tidak
- memberikan contoh yang baik. Seharusnya
- ulama yang memberikan pendidikan,
- menanamkan kesadaran harus memulai dari
- diri mereka.
- Jangan ulama justru hidup
- bersenang-senang di atas penderitaan
- rakyat. Sebagai contoh he
- dia berdakwah di kalangan rakyat miskin
- yang mengumpulkan uang Rp1.000, Rp2.000.
- Ulama datang dengan kendaraan mobil
- dalam keadaan sejahtera.
- Hatinya tega menerima pemberian yang
- diberikan oleh mereka.
- Heeh.
- Seharusnya ulama ini mencontoh
- Rasulullah datang dengan membawa rahmat
- kepada mereka bertanya, "Apa kebutuhan
- kalian? Bagaimana cara meningkatkan coba
- kinerja kalian? Apa kekurangan kalian
- dalam bidang modal? Bagaimana ulama
- membantu menghubungkan yang kaya untuk
- memberikan es modal kepada mereka agar
- mereka bisa membuka lapangan pekerjaan.
- Tapi sekarang ulama-ulama berpikir
- bagaimana dengan ceramah mereka dengan
- paket-paket yang mereka buat ya di
- samping mengangkat nama mereka di tengah
- masyarakat mereka bisa mencari
- keuntungan dari mereka.
- Sampai akhirnya setiap kali dipanggil
- tarif saya sekian.
- H
- dalam kota, di luar kota sekian, di luar
- negeri sekian. Sampai ada sebuah cerita,
- seorang penceramah yang cukup kondang
- diundang ke Australia oleh jemaah-jamaah
- Indonesia di sana
- yang mengumpulkan uang dari gaji mereka
- untuk mengundang.
- Iya.
- Ketika diundang, si ulama bilang, "Saya
- minta tiket pulang pergi saya dan istri
- bersama keluarga sekalian berlibur."
- Kemudian
- hotel disiapkan kan dia minta uang
- sejumlah sekian.
- Hm.
- dibandingkan kalau saya di Jakarta, saya
- berceramah sekali ceramah sekian sekian
- sekian sekian ya saya pergi jauh
- sekarang meninggalkan ceramah saya,
- meninggalkan umat saya. Saya minta
- kompensasi yang sesuai
- dan itu bicara begitu tanpa beban ya.
- Tanpa beban.
- Nauzubillah.
- Yang di sana sedih sekali mendengarkan
- ceramah yang begitu indah. Tapi
- kenyataannya seperti ini. Mereka
- mengatakan, "Kami enggak mampu. Kami ini
- bekerja di Australia. kami sisihkan
- sebagian hasil kami.
- Coba lihat Rasulullah justru datang
- datang berkeliling untuk menaburkan
- rahmat di tengah mereka. Orang yang
- tadinya dalam kondisi butuh, susah,
- Rasulullah panggil, Rasulullah berikan
- modal kerja disuruh mencari kayu.
- Ketika dia berhasil,
- tangannya yang penuh dengan kapalan dan
- luka-luka diusap oleh Rasulullah. Dia
- mengatakan, "Hadiun ahabbah." Ini
- merupakan tangan yang dicintai oleh
- Allah.
- Bahkan ada keterangan sampai dicium.
- Iya, ada yang mengatakan dicium.
- Heeh.
- Kemudian Rasulullah memberikan motivasi
- bagi para petani. Seandainya seseorang
- dari kalian menghadapi hari kiamat, di
- hadapan kiamat,
- he.
- Di tangannya ada anak pohon kurma, lalu
- ditancapkan, dia akan mendapatkan pahala
- tanpa mengharap hasilnya. Itu
- padahal di hadapan kiamat. Bagaimana
- kalau hasilnya bisa dinikmati oleh
- banyak orang? Oleh karena itu, di antara
- pahlawan bangsa kita ini para petani. H
- [mendengus]
- mereka menghasilkan, mereka juga membuat
- orang lain menikmati hasil mereka.
- Jangan seperti pejabat-pejabat berdasi
- duduk di atas digaji oleh rakyat,
- membawa kesengsaraan kepada rakyat.
- Begitu juga ulama-ulama dengan pakaian
- ulama ya. Seharusnya membawa pencerahan
- harapan buat umat tapi ternyata datang
- meninggalkan fitnah perpecahan di antara
- mereka lalu dibayar lagi dengan fitnah
- yang mereka sebarkan. Jadi kesimpulannya
- kita pada saat ini harus membangun
- kesadaran kebersamaan di antara kita
- almukmin lil mukmin kalasu
- orang yang beriman bersama saudara yang
- beriman bagaikan bangunan yang saling
- topang-menopang.
- Begitu juga
- jasad alahid.
- Orang yang beriman diumpamakan dalam
- kasih sayang, kerja sama, kepedulian
- mereka seperti satu jasad. Kalau satu
- tubuhnya sakit, dia akan merasakan
- sakit.
- Sakit gigi ternyata apa? Berdampak juga
- merasakan perasaan tidak nyaman. He.
- Sakit perut juga demikian. Oleh karena
- itu, tidak mungkin kita akan bangkit,
- akan maju kalau kita jalan mundur ke
- belakang
- dan kita berleha-leha tidur tanpa rasa
- tanggung jawab sama sekali.
- Sebenarnya pengin banget tuh kita nanya
- lagi gitu ya, lebih jauh lagi. Apalagi
- tadi kalau ulama sama orang kaya
- kolaborasinya seperti apa gitu ya. Tapi
- ada pertanyaan ini Pak Ustaz ya.
- Kita ke pertanyaan dulu ya Pak Sabril
- ya.
- Silakan.
- Padahal kita ingin contoh juga tuh Pak
- Ustaz di Bangladesh ada Mahmud Yunus
- kan.
- Mah Yunus.
- Wah itu kalau saya baca dari buku
- walaupun masih apa walaupun masih ee apa
- bersangkutan dengan riba juga
- setidaknya ada gerakan buat
- masyarakatnya gitu ya. Oke, saya akan ke
- pertanyaan pertama. Ini [berdehem]
- Pak Sabril dan juga Ustaz Husein dari
- hamba Allah tidak menyebutkan nama. Pak
- Ustaz, bagaimana dengan sikap sebagian
- muslim
- untuk menutupi kemalasan dan
- ketidakmampuannya untuk berusaha
- maksimal, berusaha dan bekerja? Dia
- tidak memanfaatkan potensi dirinya. Dia
- selalu menggunakan kalimat, "Buat apa
- mengajar dunia? Lebih baik mengejar
- akhirat."
- Akhirnya dia hanya mengharapkan bantuan
- dari pemerintah, dari orang kaya dan
- juga dari orang lain. Keperluan utama
- untuk diri dan keluarganya apalagi untuk
- pendidikan anaknya itu tidak bisa
- dipenuhi. Bagaimana mental seperti ini,
- Pak Ustaz? Mental muslim seperti ini?
- Baik.
- [berdehem] Jawabannya sederhana sekali.
- Ini bukan mental orang yang beriman.
- Hm.
- Bukan mental orang yang mengikuti
- petunjuk kitab Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau Allah menginginkan orang yang
- beriman
- hanya beribadah, hanya beriba
- beribadah,
- tidak berjuang dalam kehidupan dunia
- ini, Allah Subhanahu wa taala cukup
- menempatkan malaikat di atas muka bumi
- akan lebih baik dari mereka.
- Iya.
- Betul gak?
- Iya.
- Justru karena apa? Karena pilihan
- kebebasan tanggung jawab manusia.
- Malaikat terheran-heran.
- Mengapa engkau tempatkan di muka bumi
- makhluk yang berpotensi untuk bisa
- merusak, menumpahkan darah?
- Karena dari kata khalifah di sini ya,
- ada keterangan yang tidak diterangkan
- oleh Allah. Maksudnya sebagai khalifah
- yang diberikan pilihan, kehendak, dan
- kebebasan.
- H
- malaikat terkejut.
- Allah Subhanahu wa taala menjawab bahwa
- aku tahu apa yang kalian tidak tahu.
- Malaikat hanya melihat sisi negatifnya
- bahwa manusia ini akan merusak
- menumpahkan darah.
- Dia tidak apa? Tidak memahami bahwa di
- antara manusia yang diberikan pilihan
- kebebasan ada yang rela mengorbankan
- diri mereka demi kemanusiaan karena
- mengharapkan rida Allah. Berjuang tanpa
- pamri untuk kepentingan dirinya tapi
- semata-mata untuk keridaan Allah
- Subhanahu wa taala. Jangankan di tengah
- orang Islam, kalau kita lihat orang
- seperti Nelson Mandela, H.
- Saya termasuk pengagum Nelson Mandela
- yang dipenjara selama 20 tahun mungkin
- dikubur sampai ke lehernya ya menjalani
- penderitaan. Ketika dibebaskan setelah
- perjuangan dia berhasil
- ya dia memberikan maaf kepada orang yang
- menganiay
- sipirnya termasuk
- dan orang-orang berkulit putih mengagumi
- dia bahkan merupakan bahagian dari teman
- perjuangan di pemerintahannya ketika dia
- diturunkan tidak dipilih kembali dengan
- legowo dia turun tapi ketika dia
- meninggalkan dunia para pemimpin dunia
- datang memberikan penghormatan dan
- sampai saat ini dikenang Ibu Teresia
- Nelson Mandela termasuk Sheves
- penguasa Venezuela ketika dia
- digulingkan, digulingkan
- iya
- tentara mengembalikan dia kembali
- setelah memberikan perlindungan karena
- dia bekerja untuk rakyatnya.
- He.
- Di mana orang-orang yang berwenang pada
- saat itu datang menjemput rakyatnya yang
- susah, yang sakit, memberikan bantuan
- kepada mereka, tidak harus menunggu
- mereka datang ke rumah sakit.
- Jadi kalau kita perhatikan
- orang-orang di luar Islam berbuat
- seperti ini, kita kagumi. Bagaimana
- kalau seandai orang Islam yang
- melakukan? Jangan kita saksikan layanan
- sosial di tengah-tengah masyarakat Islam
- layanan yang mencekik.
- Nah, orang-orang seperti tadi yang tidak
- sama sekali berkontribusi ya bergantung
- ya. Orang seperti ini orang yang tidak
- memberikan manfaat.
- Orang seperti ini orang yang membawa
- beban bagi umat sebagaikan khusyub
- musanadah. Balok-balok yang disadarkan
- bukan balok yang menyanggah. Kaahum
- khusyubun
- musanada. Biasanya orang seperti ini
- orang-orang yang menimbulkan rongrongan
- buat umat. Selalu mengeluhkan nasibnya,
- keadaannya. Oleh karena itu ketika
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menyaksikan seorang yang dilit hutang
- dalam keadaan berduka di masjid,
- ketika ditanya, "Kenapa kamu seperti
- ini?" Dia mengatakan, "Hammun baili
- wulun bin nahar." Penderitaan, kesedihan
- di waktu malam, kehinaan di waktu siang.
- Langsung Rasulullah ajarkan dia doa.
- Doanya doa motivasi. Allahum inilmi
- walikil ajzi wal kasal.
- Iya. I
- aku berlindung padamu dari alajz. Enggak
- ada semangat kerja.
- Walkasal kemalasan. Karena malas
- doanya kan nyangkut sama dirinya.
- [tertawa]
- Jadi bagaimana mendidik dia untuk
- mengingatkan bahwa kemunduran dia ini
- karena aljiz patah semangat
- kasal.
- Ya. Alajz itu bukan hanya menggambarkan
- e kelemahan fisik, kelemahan mental
- kemudian kemalasan. W naudubika minal
- jubni wal bukhri. Aku berlindung padamu
- dari apa? Rasa kikir. Eh dari takut dan
- kikir.
- He.
- Karena orang kalau takut untuk apa?
- berjuang dia tidak akan pernah sama
- sekali keluar dari problemnya.
- Begitu juga kalau orang berhasil
- kemudian kikir, Allah tidak akan
- memberkahi usahanya. Jadi doa-doa
- motivasi seperti ini amat berguna.
- Sampai Nabi mengatakan, "Almukmin alqawi
- ahabbual mukminif." Orang mukmin yang
- kuat lebih dicintai daripada mukmin yang
- lemah. Walaupun dua-duanya dicintai
- Allah, tapi yang lemah ini kan mau
- enggak mau di luar kemauan dia, yang
- sakit, yang lemah, dia tidak mau
- memberikan manfaat bagi orang banyak.
- Tapi yang kuat di samping dirinya,
- keluarganya, dia berikan keberkahan
- untuk semuanya. Oleh karena itu, perlu
- kita memahami apa yang dikatakan amal
- akhirat dan amal dunia.
- Amal akhirat dunia.
- Kalau seorang ustaz, Pak Syafril,
- I
- ngajar Al-Qur'an, ngajar tafsir, ngajar
- fikih, tapi tujuannya dunia itu amal
- dunia.
- Hm.
- Tapi kalau orang ngajar bahasa Inggris,
- ngajar matematik, ngajar juga katakan
- fisika untuk mendidik anak bangsanya
- supaya mampu menjadi muslim yang kuat,
- tujuannya mengharapkan rida Allah itu
- amal akhirat.
- Jadi amal dunia, amal akhirat itu
- tergantung apa?
- Niat.
- Niat.
- Niatnya.
- Bukan hanya konten.
- Bukan hanya kontennya. Walaupun dia
- mengajarkan Quran, walaupun dia
- mengajarkan tafsir, ulama yang kondang
- di sana sini yang terpikir amplop
- sebagai imbalannya itu amal dunia.
- Jadi, mari bersama-sama kita berjuang
- dalam dunia kita, untuk akhirat kita.
- Dan jangan kita menjadi beban buat orang
- lain, tapi mari kita menjadi orang-orang
- yang memikul beban orang lain.
- [mendengus]
- Karena sebaik-baiknya kalian yang paling
- bermanfaat bagi manusia. Khairukum
- anfaukum linnas. Mungkin cukup ya.
- Jadi, Pak kalimatnya kan enggak salah
- ya, mengutamakan akhirat, menyampaikan
- dunia. Tapi masalah sikap tadi yang
- salah sedikit dari Pak Saprio. Iya.
- Sebetulnya ada respek product
- prediktivity. [berdehem]
- Dengan niat mencari rida Allah, maka
- dalam bekerja dia akan berusaha
- seoptimal mungkin menampilkan
- produktivitas optimal. Ustaz,
- betul.
- Sepanjang ini niat karena mau cari rida
- Allah.
- Betul.
- Karena dia akan malu bekerja
- bermalas-malasan karena tidak sinkron
- dengan niatnya mau cari rida Allah.
- Betul. Jadi pendengar sekalian pemirsa
- di penutup acara ini mungkin satu waktu
- kita akan
- ee himpun beberapa komponen masyarakat
- pedagang
- kemudian UMKM dan sebagainya. Bagaimana
- merancang kebersamaan ini
- cari rida Allah tapi harus dengan
- kinerja yang paling baik
- dengan kinerja optimal. Jadi inilah yang
- mungkin proses edukasi yang bisa
- dilakukan oleh Rasil dalam mencerdaskan
- umat dalam bagian dari upaya
- menanggulangi kemiskinan. Ya, karena
- waktu singkat ini mungkin kita kalau
- [berdehem] seandainya ustaz sama ahli
- pertanian datang ke daerah pertanian
- memberikan ceramah edukasi buat mereka.
- Makkan mereka ustaz itu menyeka akan
- jihad mereka di jalan Allah Taala.
- Kemudian para ee ahlinya mendidik mereka
- bagaimana mengembangkan pertanian
- mereka. Betul.
- Kalau bisa Heeh. Kalau ini bisa
- dilakukan ya. Saya kira ini bagian dari
- rencana kita jangka panjang, Ustaz.
- Iya.
- Karena ee kita harapkan dengan ini
- program edukasi umat kemudian
- meningkatkan produktivitas,
- membangun komunitas
- yang arahnya semata-mata cari rida
- Allah. Tapi melaksanakan kegiatan dunia
- ini dengan sebaik-baiknya. kita akan
- akan lakukan di program-program lain
- gitu kan.
- Masih bisa satu pertanyaan Ustaz?
- Bisa
- ya? Kita ke satu pertanyaan lagi ya dari
- 0889
- 045 sekian-sekian tidak juga menama.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi [berdehem]
- wabarakatuh. Pak Ustaz dan juga semua
- kru Rasil semoga selalu diberikan
- kesehatan, keberkahan umur dan juga
- rezeki.
- Saya mau bertanya, bagaimana kita
- melihat sistem yang tidak mendukung
- orang miskin itu keluar dari kemiskinan?
- Ya, contohnya di negeri ini. Apa yang
- harus kita lakukan, Pak Ustaz?
- Nah, ini bicaranya benar, Pak Ustaz. Ada
- yang mengatakan bahwa kalian tidak akan
- pernah kaya karena di Indonesia karena
- sistemnya begini gitu. ee kalau kita
- biarkan seperti ini ya, maka selamanya
- kita akan apa? Selamanya kita akan
- berada di gar
- tidak akan pernah berubah. Oleh karena
- itu saya bilang perubahan harus ada
- kolaborasi.
- Yang membuat
- sistem seperti ini kan siapa? Siapa yang
- membuat sistem? H
- pemerintah
- pembat kekuasaan
- yang mengangkat pemerintah siapa?
- Masyarakat. Nah, kalau masyarakatnya
- masih tetap mengangkat pemimpin-pemimpin
- yang pandai berbicara, tidak terbukti
- sama sekali apa kinerja mereka selama
- ini. Mereka dibodoh-bodohi pada saat
- kampanye akhir seperti ini.
- Oleh karena itu ya dari mulai kita
- memilih calon pemimpin kita, kita
- betul-betul harus berhati-hati karena
- kita serahkan kepercayaan, amanat
- kehidupan kita, bangsa kita kepada
- mereka kan. Kemudian juga apa?
- Ulama-ulama di sini harus bekerja sama.
- Jangan menjadi pendukung partai, jangan
- menjadi jurkam, tapi memberikan edukasi
- kepada masyarakat untuk menunjukkan
- siapa kira-kira calon pemimpin yang
- tepat dan baik. Oleh karena itu, saya
- tidak ingin ulama berafiliasi kepada
- partai.
- Karena partai ini merupakan apa?
- merupakan ladang pemain politik yang
- bisa bohong, bisa janji palsu. Tapi
- kalau ulama-ulamanya memberikan edukasi
- kepada masyarakat menunjuk siapa
- kira-kira calon pemimpin yang akan
- membela hak mereka, berjuang demi
- kepentingan mereka dan juga mengeluarkan
- kebijakan yang pro rakyat. Nah, tidak
- mungkin sekarang kita mau sekarang akan
- apa akan ada perubahan. Jadi untuk
- pemilihan akan datang, jangan lagi mau
- kita dibodoh-bodohi.
- Kemudian sebelum ada perubahan nanti
- kita masyarakat mempersiapkan diri kita.
- Karena kalau kita enggak menyukai hal
- yang salah dari orang lain, jangan kita
- lakukan kesalahan. Jadi ulama-ulamanya
- harus merubah akhlak mereka. Kemudian
- tokoh-tokoh politik kita juga yang setia
- untuk perjuangan ya harus kita kawal.
- Kemudian ya kita juga berharap
- betul-betul apa perhatian kita ini semua
- bersama-sama ke arah perbaikan umat.
- bukan hanya untuk meningkatkan apa
- kesejahteraan kita pribadi ataupun
- golongan kita.
- Jangan lagi bicara soal NU,
- soal Muhammadiyah. Akhirnya gara-gara
- fanatisme ini kita akan mendukung calon
- dari NU walaupun jelas-jelasan dia
- enggak benar.
- Begitu juga yang Muhammadiyah begitu,
- kelompok yang lain pun demikian. Apalagi
- dengan isu macam-macam saat ini yang
- berkembang sengaja disebarkan oleh
- musuh-musuh Islam. Akhirnya membuat
- potensi kita berserakan dan
- bercerai-berai. Jadi untuk mengubah
- sistem yang salah dengan sendirinya kita
- harus kembali kepada apa? Akar
- persoalannya. Anda memilih seorang
- pemimpin yang baik yang bertakwa pada
- Allah, Anda akan menerima hasilnya.
- Kalau tidak Anda merelakan diri Anda
- untuk hidup sepanjang masa di Indonesia.
- Ditertawakan ya kemudian juga
- dipermainkan.
- Anda menyerahkan juga hidup Anda
- seluruhnya kepada mereka. Di dunia Anda
- sengsara, di akhirat Anda termasuk orang
- yang berkhianat. Karena Anda menunjuk
- orang yang sama sekali apa? Tidak
- bertanggung jawab. Oleh karena itu,
- betul-betul saya merasakan kenangan
- kisah dari Imam Hasan Albann. Saya
- anggap merupakan pejuang ya yang apa
- yang betul-betul punya ketulusan dari
- mulai tahun 28 hingga tahun 8
- di Mesir. Ustaz ya
- dia disambut [berdehem] oleh semua
- kalangan.
- Belum pernah ada seorang pemimpin
- disambut oleh semua kalangan dan
- mengajak ke arah persatuan
- seperti Albana. Oleh karena itu, Inggris
- ketika melihat menjadi ancaman buat
- hegemoni mereka, dominasi mereka di
- Mesir, mereka tembak.
- Karena kalau dibiarkan
- dia berhasil mengajak seluruh lapisan
- umat Islam bahkan dari luar
- untuk bisa bersatu, bersama-sama
- berkomunikasi.
- Ini menjadi ancaman buat penjajah. Oleh
- karena itu fitnah yang berkembang pada
- saat termasuk juga Syiah, Sunah pada
- saat menghadapi Zionis itu juga bahagian
- dari program Zionis. Dan yang
- menyebarkan fitnah ini saya yakin
- antek-antek Zionis
- baik sadar maupun tidak sadar tapi yang
- mengajak ke arah persatuan, kerukunan
- mendiskusikan perbedaan di antara kita
- dengan penuh sifat legawao. Insyaallah
- Allah Subhanahu wa taala akan
- bangkitkan, majukan bangsa kita dari
- keterpurukan ini. Insyaallah
- mudah-mudahan untuk para pemimpin di
- masa akan datang,
- baik itu wakil rakyatnya, begitu pula
- kepada apa ee para pemimpin yang apa
- yang memimpin negeri kita saat ini,
- mudah-mudahan diberikan kesadaran. Kalau
- tidak dia akan berlalu bagaikan angin,
- gun with the wind.
- Akan berlalu dengan sia-sia. Tapi kalau
- mereka dengan sisa masa jabatan mereka
- berjuang untuk kepentingan bangsa negara
- akan dikenang sebagai pahlawan. Nah, itu
- yang kita harapkan. Mudah-mudahan,
- mudah-mudahan ee kita yang berjuang di
- Rasil ini berjuang semata-mata untuk
- mengharapkan rida Allah Subhanahu wa
- taala. Walaupun pendapatan orang-orang
- yang berjuang di rasil kru-kerunya tidak
- seberapa, tapi saya yakin bahwa ini
- jihad. Sedangkan yang diberikan bukan
- sebagai upah dan bayaran. Upah mereka
- datang dari sisi Allah Subhanahu wa
- taala.
- Demikian pula kepada para pejuang di
- jalan Allah Subhanahu [berdehem] wa
- taala, jangan berkecil hati.
- Sesungguhnya dunia akan mengiringi
- mereka selagi mereka melayani Allah
- subhanahu wa taala. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik wal afu
- minkum. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Iwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Demikianlah dialog
- kita bersama Usadu Husin Alatas dan juga
- Pak Safri Lubis di hari ini. Semoga apa
- yang disampaikan bermanfaat dan Iwan
- bisa menyimak kembali tadi yang
- ketinggalan ya. Insyaallah ini ee
- rekamannya akan kami upload di channel
- YouTube Rasil TV dialog bersama Ustaz
- Dusana Latas. Demikian acara di
- kesempatan kali ini. Kami undur diri.
- Mohon maaf atas segala kesalahan kata.
- Terima kasih atas kebersamaan Anda.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka waubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.