Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brail TV.
- Alhamdulillah wasalatu wasalam ala
- rasulillah waa alihi wasbih w.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa
- kabar? Senang sekali akhirnya kembali
- Alfagir Isa Alkaf bisa menemani ikhwan
- akhwat secara langsung bersama ada Ondi
- dan juga Mas Fajar di meja operator.
- Alhamdulillah pagi hari ini kita
- berkesempatan ditemani oleh guru kita
- bersama Ustaz Husein bin Hamid Alatos
- yang sudah membersamai kita di studio.
- Asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Segar sekali nampaknya
- habis berenang Ustaz. Alhamdulillah biar
- sehat selalu, Ustaz. Panjang umur
- insyaallah ikhwan akhwat. Pagi hari ini
- insyaallah kita bersama Ustaz Husin akan
- berdialog menjawab pertanyaan ikhwan
- akhwat sekalian. Insyaallah silakan jika
- Anda ingin bertanya kirimkan pertanyaan
- Anda di
- 0811999720 melalui pesan WhatsApp atau
- bisa telepon langsung di
- 0218451512. Pagi hari ini kita akan
- berdiskusi tentang banyak hal. Apapun
- yang anakwat ingin tanyakan silakan
- tanyakan agar tidak mengganjal di hati.
- Insyaallah taala. Kami ucapkan terima
- kasih juga kepada Pak Huda Saleh.
- Pagi-pagi sebelum acara dimulai, Pak
- Huda Saleh sudah mengirimkan donasinya
- untuk gerakan dakwah radio silaturahim.
- Jazakumullah khairan jaza. Semoga Allah
- balas dengan rezeki yang berkali lipat
- di sisi Allah Subhanahu wa taala, ikhwan
- akhwat. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Bagi ikhwanak yang ingin berdonasi untuk
- gerakan dakwah radio silaturahim,
- silakan kirimkan donasi Anda untuk bayar
- listrik, untuk internet dan lain
- sebagainya ke nomor rekening Bank
- Syariah Indonesia di nomor
- 7222
- 3003. Sekali lagi 7 duanya 4*
- 33 atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran
- Silaturahim. Masyaallah, sudah ada yang
- menelepon untuk bertanya. Barangkali
- mohon ditunggu sebentar. Alangkah
- baiknya kita buka dulu dengan baca ummul
- Quran surah Al-Fatihah. Tafadul Ustaz
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- [Musik]
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal mustaqim.
- Adina anamta
- alaiim ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna bil Quran. Sudah ada
- pertanyaan
- masuk. Oh, terputus. Masyaallah. Silakan
- ikonak ee yang ingin bertanya silakan
- telepon di
- 0218451512 atau kirimkan pesan WhatsApp
- di
- 08111999 720. Bagaimana? Oh ya.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Masyaallah. Dengan siapa
- ini? Pak Asniati. Pak Isa. Ah. Apa kabar
- Ibu? Sehat. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Silakan, Ibu
- pertanyaannya. Suara suara Ibu Asmiati
- nih. Iya, Ibu Asmiati. Ibu lagi kurang
- sehat di mohon doanya. Syafakillah.
- Syafakillah Bu Asmiati. Insyaallah
- disembuhkan, diberikan ganjaran,
- diangkat derajatnya. Insyaallah
- mudah-mudahan.
- Silakan Bu Asmiati.
- Apa Pak Ustaz?
- Suaranya boleh dibesarkan? Suaranya
- kurang jelas sedikit ya. Kurang jelas
- ya. Iya, silakan Bu Esmiati. Iya. I saya
- agak lama sudah sakit Pak Ustaz ini.
- Tapi belum pulih-pulih. Apa yang
- dirasakan Bu Asmiati? Lemas, Pak Ustaz.
- Enggak ada tenaga. Heeh. Sudah diinfus,
- udah segala
- macam. Udah berobat Mas Pian, udah
- berobat ke
- dokter. Saya mohon doanya gini. Ya Rabb.
- Ya Rabb. Insyaallah. Amin. Amin. Masih
- panjang umur. Amin. Amin. Panjang umur.
- Semangat berjuang di jalan Allah Taala.
- Insyaallah. Itu aja, Pak Ustaz. Amin.
- Amin. Insyaallah. Mohon doanya itu aja
- ya. Sama-sama. Bu Asmiati tolong
- kirimkan coba alamatnya Bu Asmiati nanti
- kita kirimkan madu. Insyaallah kirimkan
- alamatnya coba ya. Bu Asmiati boleh
- kirimkan alamatnya di
- 0811999720. Masyaallah dapat hadiah madu
- dari Ustaz Husein bin Hamid Alatos.
- Jazakumullah khair buasmiati. Pantes
- kemarin kajian Umahat tidak terlihat
- Ustaz. Biasanya paling rajin paling
- depan buasmiati. Masyaallah paling cepat
- nanyanya. Masyaallah. Insyaallah
- dikumpulkan bersama Rasul sama
- keluarganya sahabat sekalian. Amin ya
- rabbal alamin. Insyaallah. Amin ya
- rabbal alamin. Nah ini sebenarnya sudah
- ada pertanyaan masuk melalui pesan
- WhatsApp Ustaz. Sekali lagi di
- 0811999720 atau mau telepon di
- 0218451512. Dari Pak Edi Suprapto di
- pisangan baru ingin bertanya, "Ustaz,
- negara Arab
- Saudi penyelenggara haji sepertinya dia
- bisniskan musim haji
- kah?" Yang kedua, masalah Israel, Ustaz,
- kenapa kita tidak kompak dalam
- menghadapinya? Dan kenapa negara Iran
- yang konsisten membela saudara kita di
- Palestina padahal dia Syiah? Enggak
- peduli Syiah ataupun apa sepanjang
- membela agama Allah? Apakah kita bantu
- dia? Hanya itu, Ustaz. Mohon
- pencerahannya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Falillahil hamdu.
- Rabbis samawati warbil ardhi rabbil
- alamin walahul kibriyau fis samawati wal
- ard wahuwal azizul
- hakim.
- Lailahaillallah aladzimul halim.
- Lailahaillallah rabbul arsyil adzim.
- Lailahaillallah rabbus samawati wal
- ardhi warabbul arsyil karim. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Asalamualaika ya
- Rasulullah. Wassalamu ala ahli bait
- thyibin wasahabatikal ghurril
- mayamin. Wa tabiin asairina ala nahjikal
- qawim ila yaumiddin.
- Wassalamualaikum. Ayyuhal ikhwatul
- mukminun wal akhwatul mukminat
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Pertanyaan yang cukup
- menarik. Apa yang sedang berlangsung di
- hadapan mata
- kita yang kita dengar dengan telinga
- kita? Banyak yang penuh dengan
- kontradiksi.
- termasuk sikap pemerintah Saudi
- Arabia Emirat Arab
- ya terhadap perjuangan saudara-saudara
- kita di Gaza
- Palestina. Di sini kita bisa melihat
- bahwa Saudi Arabia bersama
- rekan-rekannya ternyata mereka
- bersekongkol bersama Zionis Israel.
- Jangan sekali-kali kita terpedaya,
- tertipu oleh slogan mereka bahwa mereka
- merupakan negara ya yang berpegang
- kepada prinsip ahlusunah wal
- jamaah. Sunah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- tidak mengajarkan mereka untuk
- bersekongkol dengan Zionis. Tapi sunah
- nabi kita menegaskan, almukmin lil
- mukmin kal bunyani yasyuddu ba'duhu
- ba'd. Orang yang
- beriman bersama saudaranya yang beriman
- bagaikan bangunan yang saling mengikat,
- yang saling
- menopang. Begitu juga almukmin akhul
- mukmin, seorang mukmin, saudaranya orang
- yang beriman. La yadlimuh, dia tidak
- mungkin akan
- menganiayanya. Wala yakuluh. Dan tidak
- mungkin di saat saudaranya menghadapi
- bahaya, dia meninggalkan dan tidak
- mengulurkan bantuannya.
- Oleh karena itu, Saudi
- Arabia bersama
- ulama-ulamanya yang sependapat dengan
- sikap pemerintah Saudi Arabia, begitu
- juga Emirat Arab, dengan semua yang
- bersepakat, baik yang berdiam di negara
- tersebut ataupun di luar negara
- tersebut, mereka sekali-kali bukan
- pengikut Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- He. Tapi sebagaimana firman
- Allah, mereka adalah orang-orang yang
- sama dengan kaum
- Zionis. Allah tidak mengatakan mereka
- berkhianat, tapi Allah menegaskan mereka
- dikumpulkan bersama-sama mereka. Allah
- berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu
- laakul yahuda auliya ba'duhum auliya
- ba'in wamwallahum minhum wahum minkum
- fainnahu minhum."
- Wahai orang-orang yang
- beriman, jangan kalian menjadikan
- orang-orang
- Yahudi secara khusus Zionis, ya.
- Kemudian umat
- Nasrani secara khusus dengan sendirinya
- yang memusuhi kita, memerangi kita,
- jangan jadikan mereka sebagai wali-wali
- kalian, sebagai pembela-pembela kalian
- dan pelindung-pelindung
- kalian. Karena mereka hanya akan menjadi
- pelindung, pembela sesama mereka.
- Walaupun di mulut mereka manis atas nama
- keadilan, hak asasi manusia, demokrasi,
- tapi sebenarnya hati mereka, sikap
- mereka hanya akan bekerja sama saling
- membela di antara
- mereka. Wamay yatawallahum minkum
- fainnahu minhum. Siapa saja yang
- menjadikan mereka sebagai walinya, maka
- Allah nyatakan dia dari mereka. Jadi,
- pemerintah Saudi Arabia, ulama-ulamanya
- juga yang mendukung ya. Begitu juga
- Emirat Arab ya, baik yang berada dalam
- negara mereka atau di luar negara
- mereka, sebetulnya mereka adalah
- orang-orang yang Allah satukan bersama
- kaum Zionis. Nauzubillah.
- Nah, Bapak, Ibu jangan terpedaya oleh
- slogan-slogan Ahlusunah atau Syiah.
- Karena kita tidak mengenal ini pada masa
- Rasul yang ada Islam, iman, dan ihsan.
- Nah, apa yang dilakukan
- Iran? Apa yang dilakukan Yaman, apa yang
- dilakukan juga oleh Hizbullah di Libanon
- yang
- bersungguh-sungguhnya mereka membela
- saudara mereka di Palestina.
- Padahal terdapat perbedaan
- mazhab. Ini menunjukkan bahwa hati
- mereka bersama kaum muslimin. Allah
- Subhanahu wa taala tidak menilai
- seseorang dengan namanya, dengan
- penampilannya, dengan sukunya maupun
- slogannya, tapi dengan kalbunya dan
- sikapnya. Innallaha la yzuru ila
- ajsamikum wala ila suarikum. Allah tidak
- melihat kalian kepada tubuh kalian,
- bentuk kalian.
- Tapi Allah melihat bagaimana hati
- kalian. Jadi apa yang dilakukan Iran,
- apa yang dilakukan oleh Libanon, apa
- yang dilakukan oleh Yaman yang
- menunjukkan betul-betul solidaritas
- mereka terhadap saudara mereka di
- Palestina menunjukkan bahwa mereka
- orang-orang yang menjadikan Allah
- Rasul-Nya orang yang beriman sebagai
- saudara-saudara mereka. dikarenakan
- mereka bersikap seperti ini, mereka
- dimusuhi. Kalau seandainya Iran mau
- berkolaborasi dengan Amerika, dengan
- Zionis, niscaya tidak lagi akan ada
- kata-kata
- Syiah. Tapi yang ada ya seperti yang
- terjadi pada masa-masa kemesraan Syah
- Iran bersama Fahad bin Abdul Aziz dan
- para pemimpin negara Arab. Syairan
- dielu-elukan. Tidak ada sama sekali
- pembicaraan mengenai Syiah sunah. Begitu
- juga Yaman ketika masih pada
- pemerintahan Ali Abdullah Salh dan
- sebelumnya tidak pernah ada pembicaraan
- mengenai Syiah sunah. Mereka mengatakan
- Yaman,
- saudara kembar kami, saudara sekandung
- kami. Begitu juga Libanon. Kalau
- Hizbullah mau berkolaborasi dengan
- Israel, pasti mereka akan dieluk-elukan,
- tidak dimasukkan dalam ee kelompok
- teroris. Jadi kita harus sadar, kita
- harus tahu siapa teman kita, siapa musuh
- kita. Adapun perbedaan mazhab itu
- kembali kepada
- masingmasing. Iran tidak memaksa Hamas
- untuk mengikuti mazhab mereka. Tidak
- memaksakan juga masyarakat-masyarakat
- yang dibantu oleh Iran untuk mengikuti
- mazhab mereka. Kita bisa bekerja sama.
- Katakan umpamanya dengan Rusia ya selagi
- kerja sama tersebut penuh dengan
- keadilan.
- Tapi kita bekerja sama dengan
- negara-negara yang menjadikan kita
- sebagai kendaraan tunggangan dan
- menghisap-hisap sari kehidupan kita. Ini
- merupakan perbuatan yang tidak benar.
- Nah, yang dilakukan Saudi Arabia pada
- saat ini dengan membuka pintu umrah
- seluas-luasnya, kemudian juga membangun
- hotel-hotel, tempat-tempat untuk
- menampung jemaah haji di Makkah dengan
- menghancurkan milik
- rakyat yang sudah lama berdiam di
- Makkah.
- Dihancurkan, dibebaskan dengan harga
- yang tidak setimpal. Kemudian mereka
- bangun dengan tujuan berinvestasi.
- Ya, apabila minyak mereka habis melalui
- jemaah haji, mereka dapat betul-betul
- menghidupkan negara mereka dan
- bersenangsenang dengan harta yang mereka
- dapatkan dari jemaah haji untuk
- berfoya-foya melampiaskan hawa nafsu
- mereka dan melakukan kerusakan di muka
- bumi. Oleh karena itu, jangan kita
- tertipu oleh slogan ahlusunah syiah yang
- mengumandangkan slogan seperti ini.
- Ternyata mereka yang menghalang-halangi
- umat Islam untuk membela saudara mereka
- di Palestina. Tapi di saat umat Islam
- yang diserang seperti yang terjadi di
- Suriah, kita saksikan bagaimana hadirin
- sekalian mereka mengerahkan kekuatan
- mereka, mengumpulkan dana mereka. Ini
- membuktikan betul-betul yang menjadi
- mangsa mereka, musuh mereka adalah umat
- Islam. Sedangkan Zionis ya menjadi
- teman yang menjadi betul-betul kerabat
- yang mereka akan bela pada kesusahan
- mereka seperti yang kita jumpai saat
- ini. Maka umat Islam harus lebih dewasa.
- Jangan terpedaya dan tertipu. Mari kita
- bersatu berjuang bersama-sama menghadapi
- musuh kita yang sebenarnya. Wallahuam.
- Masyaallah Ustaz. Jazakumullah khairan
- jazah. Ustaz, begitu gamblang
- penjelasannya tadi. Ini saya sedang
- kelimpungan ini menjawab atau
- menyimpan-nyimpan, mensortir pertanyaan
- ikhwan akhwat nih. Karena kalau enggak
- disortir suka ada pertanyaan yang
- masyaallah tabarakallah. Ada pertanyaan
- dari Bapak Kundarto. Asalamualaikum
- Ustaz Husin. Waalaikumsalam. Mohon
- doanya sih ke-49. Insyaallah panjang
- umur. Bagaimana caranya saya cari janda
- di Palestina katanya mau adopsi anak
- Palestina. Ya Allah. Masyaallah Pak
- Kundarto. Insyaallah niat baik.
- Ada Pak Bu Rosyadah.
- Asalamualaikum Ustaz Buros di Pejaten
- Timur. Mau tanya Ustaz Husin, apa yang
- dimaksud dengan manisnya iman itu,
- Ustaz? Apa contohnya? Terima kasih,
- Ustaz sebelumnya. Manisnya iman, Ustaz.
- Kalau kita ingin melihat rasa manisnya
- iman, kita dapat
- saksikan
- dari
- dialog yang berlangsung antara para
- penyihir
- Firaun dengan Firaun. He.
- Ketika mereka pertama-tama dikumpulkan
- datang ke hadapan Firaun karena mereka
- mendambahkan hadiah besar.
- Mereka bertanya kepada Firaun, "Inna
- lana laajron in kunna nahnul golbin."
- Apa kita akan mendapatkan bayaran
- imbalan kalau kami mampu untuk
- mengalahkan
- Musa? Jawaban Firaun, qala naam wa
- innakum laminal
- muqarabin. Pasti kalian akan mendapatkan
- imbalan bahkan kalian akan dijadikan
- sebagai orang-orang yang terdekat dari
- kekuasaan.
- Mereka menghadap ke hadapan
- Musa. Q ya Musa imma tulqi wa immaakuna
- mul. Wahai Musa, silakan kamu
- melomparkan
- melontarkan ee sihir kamu atau kami yang
- lebih dulu.
- Q. Lalu mereka mengatakan eh ee eh qala
- eh Musa berkata, "Qala al qalaqu silakan
- kalian melontarkan sihir
- kalian." Falamma alquau saharu aunanas
- wastarhabuhum wajau bisihrinim. Begitu
- mereka melontarkan sihir
- mereka, mereka menyihir pandangan mata
- manusia. Mereka menghadirkan sihir yang
- amat
- dahsyat di mana tali-temali mereka
- ketika mereka lontarkan berubah menjadi
- ular. Pemandangan yang
- mengerikan. Waaina ila Musa an alqi
- asaka faid hiya talqofu maifun.
- Kami wahyukan kepada Musa, lontarkan
- tongkatmu wahai
- Musa. Ketika Musa melontarkan
- tongkatnya, tongkat tersebut langsung
- dalam waktu sekejap menelan semua sihir
- mereka. Bukan hanya mengembalikan ular
- menjadi tali, bukan mengembalikan
- tongkat mereka menjadi tali, tapi
- menelan hingga pemandangan kosong dari
- apa? Tali maupun tongkat yang mereka
- lontarkan.
- Para penyihir tahu betul bahwa ini bukan
- sihir. Kalau
- sihir yang lebih kuat akan mengembalikan
- ke asalnya. Artinya kalau Musa seorang
- penyihir, dia akan mengembalikan tongkat
- ke tongkat, akan mengembalikan tambang
- atau tali ke tali. Tapi yang terjadi,
- tongkat yang dilontarkan
- Musa ternyata menelan semua tali-tali
- dan tongkat-tongkat mereka.
- Faalum
- faalq fawaq haqqu mau
- yalun. Pada saat itu nampaklah kebenaran
- yang sejati dan gugurlah semua kebatilan
- yang diada-adakan. Yang datang dari Musa
- kebenaran, yang datang dari mereka
- kebohongan.
- Waulqharatus sajidin. Langsung spontan
- para penyihir yang memahami betul-betul
- hakikat sihir langsung mereka tersungkur
- sujud. Seraya berkata, "Qolu amanna
- birabbil alamin." Birabbi alamin.
- Alamin. Rabbi Musa wa Harun. Kami
- beriman kepada Tuhan semesta alam.
- Tuhannya Musa dan Harun.
- Q Firaunu amantum bihi qbla anana
- lakum. Firaun dengan marah mengatakan,
- "Apa kalian akan
- beriman mempercayai Musa? Ya, sebelum
- saya mengizinkan kalian, selalu para
- penguasa ya yang memegang kekuasaan
- beranggapan apa? Benar salah itu di
- tangan mereka. Tolok ukurnya kekuasaan.
- Siapa yang berkuasa dia yang benar. H
- dia beranggapan bahwa mereka ini telah
- mendahului Firaun.
- Seharusnya minta izin kepada
- Firaun. Qala amantum bihi qobla anana
- lakum. Na hadza lrun makartumuhu fil
- madinatihriju minha ahlaha
- fasaufaun. Ini jelas-jelasan merupakan
- makar yang kalian sepakati. Kalian
- bersekongkol bersama Musa dengan tujuan
- untuk mengusir penduduk
- Mesir. Kalian kelak akan mengetahui
- akibat dari perbuatan kalian. Jadi,
- bagaimana Firaun menghasut rakyatnya
- mengatakan bahwa ini persekongkolan
- antara Musa dan para penyihir. Musa
- seorang penyihir. Mereka juga seorang
- mereka juga merupakan para
- penyihir. Fala uqati aidiyakum wa
- arjulakum min khilafin tma usibannakum.
- Ajmain. Maka aku akan memotong tangan
- dan kaki kalian secara menyilang. Tangan
- kanan dipotong, kaki kiri dipotong atau
- sebaliknya tangan kiri dipotong, kaki
- kanan dipotong sehingga membuat orang
- tidak mampu untuk menjaga
- keseimbangannya.
- Dan aku akan salib kalian semua di atas
- pohon
- kurma. Apa jawaban
- mereka? Qolu lairo inna ilabbina
- munqolibun.
- Mereka mengatakan, "Bagi kami ini bukan
- merupakan hal yang merugikan, yang
- membahayakan. Karena kalau kamu
- melakukan tersebut, kami semua akan
- kembali kepada Allah."
- minna aman biayibina
- lamatbana watana
- muslimin. Dan kamu tidak dengki memusuhi
- kami kecuali disebabkan karena kami
- beriman pada ayat-ayat Tuhan kami ketika
- datang. Wahai Tuhan kami, tuangkan
- kesabaran ke dalam hati kami dan
- wafatkan kami dalam keadaan
- muslimin." Datang dengan mengharapkan
- imbalan, datang dengan mengharapkan
- kedudukan, begitu dia mereka melihat
- kebenaran, mereka rela untuk menanggung
- siksa, derita, bahkan
- kebinasaan demi mempertahankan iman
- mereka. Jaraknya begitu dekat antara
- tujuan mereka datang dengan akhir yang
- betul-betul
- mengharukan. Ini hadirin sekalian,
- tanda-tanda orang merasakan rasa
- manisnya iman rela mempersembahkan
- hidupnya untuk mempertahankan kebenaran.
- Bukan seperti yang saat ini terjadi.
- Kita dari mulai lahir sebagai orang
- Islam, tumbuh di tengah masyarakat
- Islam, bahkan banyak yang menghafal
- Quran. Tapi di saat diuji oleh Allah
- Qurannya mereka jual, agamanya mereka
- jual untuk berkolaborasi dengan
- kezaliman.
- Oleh karena itu, bagaimana mungkin Allah
- akan menolong mereka kalau kehormatan
- agama, kebenaran mereka jual belikan
- untuk kekuasaan yang mereka dambakan.
- Maka halawatal iman merupakan anugerah
- Allah yang terbesar membuat orang
- memandang hidup ini tidak berarti
- apa-apa demi imannya. Seperti yang kita
- saksikan pada sahabat-sahabat Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Wallahuam. Masyaallah, Ustaz. Ee tadi
- ada telepon ee sudah tertutup ya.
- Silakan kalau mau telepon lagi konakot.
- Ee saat pertanyaannya sudah selesai
- silakan baru ditelepon. Ada dari Setia
- Budi, ada dari Fajar Alfatih, ada Yuman
- Gunung Putri, ada dari Ibu Sri, ada
- Rahman Nosta, masyaallah Bani Adam,
- Nurjana, Abu Abdillah Tal Tatleha,
- masyaallah jazakumullah khair Abdur
- Rasyid dan uh
- masyaallah ikhwanak yang belum tertulis
- namanya di sini hamba Allah lah kita
- sebut ya. Masyaallah, jazakumullah khair
- mengirimkan donasinya. Semoga Allah
- balas dengan ee rezeki yang berkali
- lipat. Bagi-akot lainnya ingin berdonasi
- untuk gerakan dakwah Radio Silaturahim
- di nomor rekening
- 7222nya 4* 33. Bank Syariah Indonesia
- atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran
- Silaturahim. Sekali lagi nomor rekening
- 7 duanya 4 kali
- 333 atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran
- Silaturahim. Nah, ada telepon masuk ini.
- Silakan. Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dengan siapa ini? Hamba
- Allah di Jakarta Timur. Oh iya, Ibu
- silakan pertanyaannya. Sil.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz Rusin,
- saya kan ngaji terus belajar tentang ee
- apa kayak semacam fikih gitu ya. Terus
- ee dibilang katanya wajib ee malaikat
- beribu-ribu tapi wajib yang kita ketahui
- 10 gitu, Pak Ustaz. Terus katanya ada
- malaikat yang menanya di dalam kubur
- gitu katanya. Terus kan ada malaikat
- yang menut meniup trompet, ada malaikat
- penjaga surga, penjaga neraka. Nah,
- terus ada yang ee apa menanya kita pas
- kita dikubur gitu, Pak Ustaz, tolong
- dijelasin, Pak Ustaz. Saya kurang paham
- gitu. Apakah kita orang sudah ninggalin
- kita dari kubur apa mengubur kita terus
- langsung ditanya gitu, Pak Ustaz. Terima
- kasih banyak sebelumnya, Pak Ustaz.
- Sama-sama. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Kalau kita membaca surah
- Fatir, Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Alhamdulillahi fat samawati
- wal ard jail malaikati rusula uli
- ajni yau khqi ma
- yasya inallaha alain
- qir. Segala puji bagi Allah yang telah
- menciptakan langit bumi dari
- ketiadaan yang menjadikan para malaikat
- sebagai rasul-rasul dan duta-duta yang
- menjalankan perintah Allah Subhanahu wa
- taala. Ada yang Allah
- anugerahkan sayap-sayap ya yang
- membedakan kecepatan mereka. Masna
- dua-dua watulat atau tiga-tiga
- warubah atau diberikan sayap
- 44. Allah Subhanahu wa taala menambahkan
- ya dalam ciptaannya sesuai dengan
- kehendaknya Dia Maha Kuasa atas segala
- sesuatu. Ini keterangan Allah dalam
- surah Fatir. Dan peran malaikat
- menjalankan perintah Allah dan jumlah
- malaikat
- ya tak terhitung. Arti kita tidak mampu
- untuk
- menghitungnya. Yang kita kenal dari
- malaikat seperti Jibril, Israil, Mikail,
- ya ee Israfil, Mikail, kemudian Izrail,
- Ridwan. nya ini bukan menunjukkan bahwa
- malaikat terbatas pada mereka. Ada juga
- munkar dan nakir. Setiap orang juga
- dikawal dengan dua malaikat. Dua
- malaikat ini bukan mengawal semua
- manusia, tapi setiap orang terdapat dua
- malaikat di kanan kirinya. Ma yalfidu
- minadai raqibun.
- Begitu juga setiap
- orang di samping dikawal oleh malaikat
- di kanan kirinya ada juga malakul maut
- yang siap untuk mencabut nyawanya. Qul
- yatawaakum malakul mautilladzi wukila
- bikum. Wukil bikum yang ditegaskan yang
- ditugaskan Allah subhanahu wa taala
- khusus untuk
- kita. Tinggal menunggu saat perintah
- dari Allah dia akan mencabut nyawa kita.
- Baik, kita masih dalam keadaan sehat,
- segar, bugar. Dokter mengatakan, "Kamu
- bisa hidup 30 tahun lagi." Kalau sudah
- tiba saatnya panggilan, dia tidak akan
- mampu menolak. Tapi ada orang yang sudah
- koma berulang kali masuk keluar rumah
- sakit, ternyata apa? Masih diberikan
- panjang usia. Rahasia kematian merupakan
- rahasia Allah.
- Nah, berkaitan
- dengan malaikat munkar dan nakir yang
- akan bertanya kepada kita, ya. Yang
- penting mesti kita perhatikan Ibu, apa
- yang kita akan siapkan menghadapi hari
- tersebut. Adapun hakikat mereka berdua
- kita tidak tahu. Yang jelas orang yang
- beriman yang mengerjakan amal saleh,
- Allah akan jadikan kuburnya raudah min
- riyadil jannah. taman dari taman surga
- bagi orang yang beriman, bertakwa, dan
- beramal saleh. Sedangkan bagi
- mereka-mereka yang ingkar, bagi
- mereka-mereka yang hanyut bersama hawa
- nafsunya, angan-angannya dalam kehidupan
- dunia, tidak bersiap atau mempersiapkan
- dirinya untuk menghadapi hari akhir,
- maka kuburnya akan berubah menjadi
- hufrah min hufarin niron, liang dari
- liang api neraka.
- Beda orang yang beriman, yang beramal
- saleh, baik ketika mereka mati, ketika
- mereka dikuburkan, ketika mereka
- dibangkitkan. Jadi yang penting Ibu yang
- dimuliakan Allah, mari kita persiapkan
- diri
- kita dengan keimanan yang dibuktikan
- melalui amal kita. Bertakwa, menjaga
- diri kita untuk selalu dalam keridaan
- Allah. Insyaallah tempat kediaman ibu di
- alam barzakh akan menjadi raudah min
- riyadil jannah. Dan jauhkan diri dari
- kezaliman dan perbuatan aniaya. Walaupun
- terhadap orang-orang yang dekat dengan
- kita, anak
- kita, suami kita, tetangga kita,
- masyarakat kita, bahkan terhadap hewan,
- kezaliman ini akan merugikan kita semua.
- Maka bersikap baiklah. Wa ahsinu
- inallaha yuhibbul muhsin wallahuam.
- Masyaallah. Eh Omaret. Masyaallah.
- Jazakumullah khair. Omar penyimak
- katanya. Bu Sunarti eh Sutrisno Rukmini
- Yuman, Gunung Putri KGB Fajar Alfatih
- Setia Budi, dan masih banyak
- ikhwan-akhwat lainnya dari Bapak
- Setiabudi. Ustaz, adakah orang yang
- masuk neraka pertama adalah qari yang
- mengindahkan suara karena ingin dipuji
- manusia? Adakah penghafal Al-Qur'an tapi
- tidak menjadikan syafaat bagi dia
- seperti Quran diperjual belikan atau
- bacaan hanya sampai kerongkongan. Orang
- sudah sibuk, banyak pikiran, sering
- lupa, tapi ingin mendapatkan syafaat
- Quran. Ia hanya berdonasi, memberi
- mushaf ke pesantren, yayasan atau rumah
- Quran. Apakah ini cukup? Jazakumullah
- khairan jaza. dari Budi di Durwi. Ada
- satu riwayat yang
- diriwayatkan
- dari salah satu keluarga
- Rasul dan ini merupakan petikan dari apa
- yang mereka riwayatkan dari Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam.
- Arti mereka bukan menyampaikan dari diri
- mereka dalam ucapan Imam Muhammad
- Albaqir. Muhammad bin Ali bin Husain bin
- Ali bin Abi Thalib. Ibunya adalah
- Sayidah Fatimah. Dia mengatakan
- Al-Qur'an hu syafi'ul musyaffa. Quran
- adalah juru
- syafaat yang akan didengar diterima
- syafaatnya.
- Man ja'alahu amamahu qodahu ilal jannah.
- Siapa yang menempatkan Quran di depan
- dia menjadi makmum yang mengikutinya,
- maka Quran akan mengantarkan dia ke
- surga. Waman ja'alahu khalfah. Tapi
- siapa yang menempatkan Quran di
- belakang, dia di depan. Dia menafsirkan,
- menterjemahkan Al-Qur'an, ya mengikuti
- hawa
- nafsunya, membenarkan
- perbuatan-perbuatannya.
- maka Quran akan menjerumuskan dirinya ke
- dalam api
- neraka. Oleh karena itu, Bapak Ibu,
- tidak cukup hanya kita membeli mushaf,
- kita bagi-bagikan kita mewakafkan
- Al-Qur'an atau menghafalnya.
- Tapi di samping kita membacanya dengan
- suara indah, menghafalnya atau kita
- membagi-bagikan maupun mengajarkannya,
- yang lebih penting mengamalkan
- petunjuknya. Hidup kita disesuaikan
- dengan petunjuk Al-Qur'an. Ini yang akan
- menjadi jaminan keselamatan buat kita
- semua. Adapun mereka-mereka yang hafiz
- Al-Qur'an membaca dengan suara indah
- tapi tidak mengikuti petunjuk Al-Qur'an,
- mereka kelak akan dihujat oleh
- Al-Qur'an. Akan bersaksi di hadapan
- Allah, "Ya Allah, orang ini ternyata
- memperalat aku,
- menjadikan aku sebagai kendaraan untuk
- meraih kemuliaan dan kebesaran."
- Oleh karena itu, Ibn Ruslan
- dalam ee syair-syair yang ditulis ya ee
- dalam buku fikihnya
- Azzubad mengatakan, "Waimun biilmihi lam
- yamalan muadzabun min qobli ubbadil
- wat." Orang yang berilmu tidak
- mengamalkan ilmunya sebelum para
- penyembah
- berhala, mereka dulu yang akan dihukum
- oleh Allah.
- Oleh karena itu ulama-ulama
- su sebagaimana dalam satu riwayat
- innallaha tabaraka wa taala
- innallaha tabaraka wa taala
- smuh sayuhasibul ulama qobla an
- yuhasiba qbla an yuhasiba apa qobla an
- yuhasibanas yang pertama akan dihisab
- dari riwayat petikan dari riwayat ahli
- bait ya akan menghisab ulama lebih dulu
- Ya Allah. Sebelum orang-orang
- lain. Apabila ulama ditanya oleh Allah,
- "Sudahkah kamu menyampaikan amanat
- Allah?" Pesan-pesan Allah? Kalau mereka
- sudah menyampaikan amanat Allah, maka
- dengan sendirinya umat yang bernaung di
- bawah naungan mereka bertanggung jawab.
- Tapi seandainya mereka tidak
- menyampaikan amanat Allah sebelum para
- penyembah berhala dijerumuskan ke dalam
- api neraka, maka mereka dulu yang
- dijerumuskan dalam api neraka karena
- mereka tidak menyampaikan amanat
- Allah. Jadi innallaha yasalul ulama
- qobla an yas'alu apa? Q yasalu amatanas.
- Bahkan qabla an yas'al ubbad al ubbad
- alasam sebelum mempertanyakan
- perbuatan-perbuatan para penyembah
- berhala, Allah akan bertanya, "Apakah
- kamu menyampaikan amanat Allah?" Rasul
- juga akan ditanya oleh Allah. Bahkan
- Rasul akan menjadi saksi ketika Allah
- bertanya kepada Rasul, ya bersaksi di
- hadapan umatnya, "Apakah engkau telah
- menyampaikan amanat Allah?"
- Lalu mengenai perbuatan orang-orang yang
- mengaku bahwa mereka sebagai pengikut
- Nabi kita atau pengikut Almasih
- alaihialatu wasalam, apakah benar yang
- mereka lakukan merupakan ajaran?
- Oleh karena itu dalam suratul Maidah
- Allah menceritakan kepada kita saat
- nanti ketika Isa dipanggil oleh Allah
- anta
- qulastuni wa umi minunillah. Apa kamu
- betul
- berkata kepada para pengikutmu? Jadikan
- aku dan ibuku sebagai apa? Tuhan-tuhan
- selain dari
- Allah. Qala subhanaka ma yakunu li aula
- maisa bihaq. Inuntu qulu faqad alimta
- tamamu ma fi nafsi wamu ma fi nafsik
- innaka anta alamul gub. Isa langsung
- membantah mengatakan, "Ya Allah maha
- suci, Engkau mana mungkin saya
- mengatakan sesuatu yang bukan menjadi
- hakku.
- Kalau aku meng mengucapkan hal tersebut,
- pasti engkau tahu. Engkau mengetahui
- segala-galanya mengenai aku, sedangkan
- aku tidak mengetahui tentang engkau
- kecuali apa yang Allah Subhanahu wa
- taala
- kehendaki. Ini merupakan kesaksian Isa.
- Begitu juga nabi kita. Sebagaimana
- firman Allah, fakaifa jana min kulli
- ummatin byyahidin wina bika ala haulai
- syahida. Bagaimana nanti ketika setiap
- umat kami panggil saksi mereka dan
- engkau akan bersaksi atas umatmu wahai
- Rasulullah? Maka ketika ahlusunah
- ditanya ya mereka mengatakan bahwa kami
- mengikuti sunah Rasul. Rasul akan
- ditanya apa betul yang mereka lakukan
- merupakan sunahmu wahai Rasulullah?
- Kalau seandainya mereka berdusta
- mengatasnamakan sunah Rasul padahal
- mereka tidak mengikuti sunah Rasul. Ya
- wailahum minabillah. Betapa dahsyatnya
- mereka dari azab Allah dan kebohongan
- yang mereka ucapkan. Seperti kebohongan
- yang diucapkan oleh pemerintah Saudi
- Arabia dan ulama-ulama mereka. Begitu
- juga Emirat Arab dan ulama-ulama mereka
- yang tidak sama sekali
- mengingatkan rakyatnya untuk berjuang
- demi membela saudara mereka di
- Palestina. Begitu juga di Indonesia
- banyak orang mengaku ahlusunah. Begitu
- juga mengaku sebagai pengikut keluarga
- Rasul. Keluarga Rasul akan dipanggil
- kemudian diminta kesaksian mereka. Apa
- betul mereka-mereka ini yang
- mengatasnamakan kalian mengikuti apa
- yang kalian
- ajarkan dengan
- sendirinya? Waumalqiamati yakfuruna
- bisyirkikum w
- yunabbiukair. Di hari kiamat nanti
- mereka akan mengingkari apa-apa yang
- kalian lakukan dari perbuatan syirik.
- Jadi kalau kita mengaku pengikut sunah
- Rasul, buktikan melalui amal kita.
- Begitu juga mengaku pengikut keluarga
- Rasul, semua sumbernya sama, Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi tidak perlu kalian mengatakan ana
- syi'i, ana sunni. Buktikan melalui sikap
- dan perbuatan kalian. Wallahuam.
- Masyaallah, Ustaz. Eh, oh masyaallah.
- Jazakumullah khair dari Isna Verona
- Properti. Oh, ada telepon, Kang, dari
- WhatsApp dari Tujiman
- Sawangan. Silakan boleh diangkat. Kita
- dahulukan yang telepon, ya. Isna Ferona
- Properti, jazakumullah khairan jaza atas
- donasinya ke nomor rekening Bank Syariah
- Indonesia di nomor
- 7222
- 333 72-nya 4* 3003 atas nama Yayasan
- Wakaf, Rumah Quran Silaturahim. Eh, Bu
- Isna atau Pak Isna semoga Allah ganti
- dengan rezeki yang berkali lipat di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
- alamin. Silakan yang bertelepon.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam, Habib. Waalaikumsalam
- warahmatullahi. Dengan Pak siapa ini?
- Dengan tujiman di Sawangan, Habib.
- Silakan, Pak Tujiman. Monggo.
- Mudah-mudahan Habib sehat selalu. Amin.
- Pak Tujima juga insyaallah mudah-mudahan
- sehat afiat diangkat derajatnya.
- Insyaallah ditempatkan di tempat yang
- mulia. Insyaallah. Amin. Amin. Habib
- saya mau tanya Habib. Jadi gini saya ini
- kalau minta semangatnya
- biar kalau ke masjid itu semangat tuh
- gimana Habib? Mohon maaf saya suka ada
- gimana gitu. Jadi
- mohon minta semangatnya biar ke masjid
- itu rajin gitu, Habib. Mudah-mudahan
- Habib sehat selalu.
- Amin. Amin. Amin. Mudah-mudahan kita
- semuanya sama-sama rajin ke masjid.
- Insyaallah mudah-mudahan. Masyaallah.
- Satu lagi. Amin. Habib. Makasih banyak.
- Asalamualaikum. Satu lagi. Dikumpulkan
- kali pertanyaannya. Ada satu lagi pas
- adik Tejo Sukmono ini.
- Silakan. Eh di diangkat dari situ
- barangkali Mas Fajar.
- Asalamualaikum, Pak
- Adik. Oh, terputus ya. Boleh, Pak Adik
- telepon sekali lagi. Dari tadi telepon
- dia. Kasihan. Asalamualaikum, Pak Adik.
- Masyaallah. Tadi pertanyaan pertama,
- Ustaz, gimana sih rasanya supaya
- termotivasi untuk salat? Saya itu punya
- teman, Ustaz, ada dia dulu atlet ee
- punya masa lalu dunia malam yang cukup
- kelam lah, Ustaz.
- Kemudian pada satu malaman dia salat
- subuh dan ketika salat subuh dia
- akhirnya bertobat sama Allah subhanahu
- wa taala dan sampai sekarang dibikin
- gerakan pejuang subuh. Masyaallah Ustaz
- Allah ubah dia luar biasa berkat salat
- berjamaah di masjid. Pak Adik Tejo
- Sukmo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam. Terima kasih atas
- kesempatannya
- masuk apa telepon Ustaz? Silakan
- bertanya Ustaz. Hm. Iya. Ee bagaimana ee
- Al-Qur'an dan hadis secara singkat saja
- untuk kita diri, keluarga, maupun ee
- berjamaah, Ustaz. Karena kalau tidak
- berjamaah juga perjuangan rep. Tadi
- Ustaz sampaikan ee negara-negara Arab
- itu boleh katakan berkolaborasi dengan
- Zionis di mana kalau tidak keliru Zionis
- juga komunis. Nah, ini bagaimana
- kemudian juga di negara kita ada partai
- yang tadinya harapan kita seperinya
- memperjuangkan Islam, sekarang sudah
- mulai berapat kepada rezim. Ini pasti
- semua punya punya reason-nya, Ustaz.
- Karena masing-masing punya dalil. Nah,
- ini bagaimana, Ustaz? Terima kasih.
- Baik,
- Kak. Ini pertanyaan yang menarik, ya.
- Kita jawab dua pertanyaan ini. Mungkin
- pertanyaan terakhir untuk hari ini, ya.
- Saya mulai dari Pak Adik dulu.
- Barusan Pak Ad kan. Iya.
- Kita tahu bahwa negeri kita ini
- menganut menganut apa? Prinsip
- demokrasi. Demokrasi.
- Demokrasi. Mungkin banyak dari
- saudara-saudara kita di Indonesia ini
- tidak memahami arti demokrasi.
- Demokrasi
- merupakan dua kata yang berasal dari
- bahasa Yunani kuno itu
- Demos. Yang kedua adalah
- Kratos. Demos artinya rakyat sedangkan
- Kratos artinya kekuasaan atau
- pemerintahan. Jadi demokrasi ini
- menunjukkan bahwa pemerintahan berada di
- tangan rakyat.
- Nah, di negeri kita berpegang pada
- prinsip demokrasi
- Pancasila. Nah, demokrasi Pancasila
- sebagaimana yang kita ketahui
- ya menyerahkan kekuasaan kepada rakyat
- ya, tapi diwakili oleh
- wakil-wakil rakyat.
- Sedangkan wakil-wakil rakyat dipilih
- melalui par partai
- partai. Jadi kekuasaan sebetulnya di
- tangan partai,
- bukan di tangan rakyat. Iya. Karena kita
- semua tahu
- bahwasanya rakyat pada saat memilih ya
- mereka mendengarkan janji-janji yang
- indah yang akan berpihak kepada mereka.
- Tapi begitu mereka terpilih, putus
- hubungan antara mereka dengan rakyat.
- Jadi, sebetulnya demokrasi ini telah
- gugur semenjak
- dilahirkan. Semenjak dia lahir telah
- mengalami
- keguguran. Dan ini bukan hanya di
- Indonesia. Apakah
- betul Amerika yang
- menganut prinsip demokrasi? Kekuasaan
- kembali kepada rakyat.
- rakyat Amerika lebih tahu dalam masalah
- ini. Saya teringat
- bahwasanya salah
- seorang
- mantan anggota kongres yang berasal dari
- Partai Republik,
- David Duke dalam sebuah wawancara antara
- David Duke dengan Aljazirah. Dia
- mengatakan dulu saya merupakan
- pengagum
- Zionis dan saya melihat mereka merupakan
- bangsa yang
- teraniaya dan saya membenci bangsa Arab
- yang tidak sama sekali berlapang dada
- legowo untuk menerima kehadiran mereka.
- Sampai satu hari saya menemukan ternyata
- anggota kongres baik dari Partai
- Republik maupun Partai Demokrat semuanya
- digaji oleh pihak Zionis hingga suara
- mereka seluruhnya bukan suara yang
- objektif tapi suara yang berpihak kepada
- kepentingan Zionis.
- Mulai saat itu saya membenci mereka dan
- saat itu juga saya menyadari
- bahwasanya rakyat Amerika bukan rakyat
- yang merdeka.
- Karena kekuasaan ya atau orang-orang
- yang mewakili mereka tidak sama sekali
- bekerja untuk kepentingan mereka, tapi
- mereka bekerja untuk
- kepentingan kekuatan-kekuatan yang
- berada di belakang layar yang membiayai
- mereka dan menunjang mereka. Oleh karena
- itu, saksikan bagaimana sikap pemerintah
- Amerika bukan hanya ke dalam. Pada saat
- keluar resolusi dari PBB terhadap
- Israel, Amerika mengajukan hak vital
- mereka untuk membatalkan resolusi
- tersebut. Dan kita saksikan bagaimana
- rakyat
- Amerika sebetulnya tidak hidup mulia.
- Orang yang pernah hidup di Amerika ya
- yang mengetahui keadaan kondisi rakyat
- Amerika, mereka mengetahui betul-betul
- rakyat Amerika tidak diperlakukan mulia
- oleh pemerintahan mereka.
- Apalagi saat ini. Nah, kalau kita
- kembali ke Indonesia, Pak
- Adik, kita yang menganut ee demokrasi
- Pancasila pada saat ini, kita tahu
- bahwasanya rakyat tidak bisa memilih
- langsung pemimpin yang mereka inginkan,
- tapi harus melalui partai. Apabila suara
- partai
- ya di mana tempat kita bernaung tidak
- memenuhi syarat, mereka tidak akan mampu
- sama sekali memilih ya orang yang mereka
- inginkan. Partai tersebut terjegal. Nah,
- kita tahu bagaimana kondisi partai pada
- saat ini di mana wakil-wakil rakyat
- demikian pula yang berada di partai
- banyak yang terlibat dalam skandal.
- Oleh karena itu, dengan mudah penguasa
- mengancam mereka. Kalau mereka tidak
- berkolusi bersama mereka, aib mereka,
- skandal mereka akan
- dibuka. Oleh karena itu, tidak heran
- kita saksikan bagaimana
- partai-partai ya dengan terpaksa karena
- banyak dosa kesalahan yang dilakukan
- oleh mereka para wakil rakyat, mereka
- terpaksa berkolusi dengan kekuasaan.
- Jadi, Pak tidak perlu heran menyaksikan
- PKS.
- PKS ya
- dengan skandal-skandal yang dilakukan
- oleh sebagian tokoh mereka membuat
- mereka tak berdaya sama sekali untuk
- mengambil keputusan dan menunjukkan
- keberpihakan mereka kepada rakyat. Jadi
- kita sebetulnya telah terbebas dari
- penjajahan Belanda, sekarang kita masuk
- dalam penjajahan partai. Hm.
- Jadi jangan pernah kita berharap akan
- bisa memilih pemimpin yang adil, yang
- jujur, yang akan berpihak kepada
- rakyat kalau seandainya ya kita masih
- berpegang kepada sistem yang ada pada
- saat ini. Oleh karena
- itu, seharusnya kita menjadi rakyat yang
- merdeka dalam arti yang sebenarnya.
- Dan kemerdekaan tersebut tidak mungkin
- kita raih, kita dapatkan melainkan
- dengan
- apa? Dengan kebebasan dari setiap rakyat
- untuk mengekspresikan ya
- pendapatnya, tapi di atas real kebenaran
- keadilan di mana kebebasan rakyat tidak
- boleh mengganggu kebebasan saudaranya.
- Oleh karena itu, Allah utus rasulnya,
- turunkan kitabnya bukan karena ingin
- memberatkan atau menyempitkan mereka,
- tapi untuk menjaga hak-hak setiap orang
- agar tidak dianiaya dan tidak
- mengizinkan seseorang untuk menzalimi,
- menganiaya
- saudaranya. Ini perbedaan antara
- demokrasi dengan syura dalam Islam. di
- mana demokrasi tidak membedakan orang
- bijak dengan orang bodoh. Tidak
- membedakan antara penjahat dan orang
- baik, tidak membedakan antara
- pengkhianat dan orang yang mencintai
- bangsa negaranya. Suara mereka
- sama. Suara mereka sa. Oleh karena itu,
- di saat yang banyak ya memiliki kekuatan
- untuk mengeluarkan suaranya para
- penjahat, yang akan naik ke atas adalah
- pelindung para penjahat. Itu sudah
- pasti.
- Tapi kalau dalam Islam, syura itu
- diserahkan kepada orang-orang yang
- bijak, orang-orang yang betul-betul adil
- dan amanat tanpa melihat latar belakang
- mereka di saat dia bijak, adil, amanat,
- jujur, dan takut kepada Allah subhanahu
- wa taala. Ada pengawasan dari Allah. Ini
- bukan sembarangan ulama, bukan
- sembarangan kiai, bukan sembarangan
- habib, tidak. Tapi orang yang jujur,
- amanat, cinta kepada bangsa, negara dan
- adil. Orang-orang ini yang akan
- menyeleksi nanti siapa kira-kira orang
- yang tepat untuk diangkat menjadi
- pemimpin. Katakan mereka menyeleksi ada
- tiga, empat orang yang layak untuk
- diangkat sebagai pemimpin. Setelah itu
- dikembalikan kepada rakyat untuk memilih
- satu di antara empat tersebut. Siapa
- yang mereka akan pilih? Mereka memilih,
- tapi yang dipilih setelah diseleksi.
- orang-orang yang bersih, yang tidak
- pernah terlibat dalam skandal,
- orang-orang yang betul-betul apa?
- Terbukti mencintai negara, tidak pernah
- terlibat dalam kasus perbuatan
- khianat. Nah, kalau seandainya
- orang-orang ini diseleksi melalui satu
- lembaga yang dipilih oleh orang-orang
- yang ahli, kemudian diserahkan kepada
- rakyat untuk memilih salah seorang dari
- mereka yang lolos dari seleksi tersebut.
- Insyaallah dengan cara seperti ini
- melalui musyawarah di mana umat tidak
- dikotak-kotak dibagi ke dalam
- partai-partai. Tapi umat yang
- betul-betul apa? Bersatu di bawah
- naungan orang-orang yang bijak dan adil.
- Di saat
- pemimpin memerintah ternyata dia tidak
- menjalankan amanat rakyat malah dia
- berkhianat. Karena pilihan manusia bisa
- saja salah. Maka mereka yang berwenang
- untuk menyeleksi memilih mempunyai hak
- untuk menjatuhkan orang tersebut. Jadi
- jangan dibiarkan berlarut-larut. Tapi
- kalau di negeri kita ini, ini negeri
- lebih dahsyat dari 100 malam. Kebohongan
- depan mata
- ya, perbuatan-perbuatan dan tindakan
- bully juga depan mata. Dan kita saksikan
- betul-betul pemandangan yang amat
- memalukan. Oleh karena itu mereka yang
- mengatakan bahwa demokrasi negeri kita
- dalam keadaan kritis dan
- sekarat. Kenapa kalian kok berusaha
- membela demokrasi? Ya, membela demokrasi
- habis-habisan. Padahal demokrasi ini
- hanya merupakan slogan dan casing. Di
- dalamnya sebetulnya terdapat kebohongan
- dan kepalsuan. Nah, mari bersama-sama
- bangsa Indonesia kembali kepada Allah.
- Persiapkan amal mereka untuk berjumpa
- dengan Allah. kita diangkat sebagai
- khalifah, dimuliakan Allah atas
- kebanyakan makhluk yang
- lain. Mari kita persiapkan diri kita,
- amal kita untuk menghadap ke hadapan
- Allah. Dan ingat, kalau kita tidak
- melihat Allah, Allah melihat kita
- semuanya. Hendaklah kita bersikap jujur,
- amanat, adil. Ya. Dan kita mohon pada
- Allah Subhanahu wa taala agar melindungi
- bangsa kita, negara kita dari azab dan
- kemurkaannya. Karena kalau seandainya
- kondisi terus seperti ini, saya khawatir
- negara ini akan terkena azab Allah
- Subhanahu wa taala. Sampai sebagian
- orang bilang PKS yang
- diharap-harapkan ternyata mengecewakan
- harapan rakyat. Oleh karena
- itu, mereka-mereka yang berkhianat akan
- terkena azab dan hukumannya. Jangan
- kalian terpedaya, tertipu oleh
- slogan-slogan atau nama Islam. Karena
- Allah tidak lihat nama, lihat esensi dan
- isinya. Oleh karena itu, kita harap
- betul-betul rakyat kita ini mendapatkan
- edukasi mengenai arti kemerdekaan yang
- sebenarnya. Bukan hanya memperingati
- hari kemerdekaan dengan mengangkat
- bendera dengan perayaan-perayaan dan
- hura-hura, tapi diberikan edukasi. Apa
- itu kemerdekaan? Kamu memiliki
- hak sebagaimana hak yang dimiliki oleh
- pejabat tinggi negara. Mereka ditaati
- karena mereka menjalankan amanat. Kalau
- mereka berkhianat, tidak ada kewajiban
- untuk rakyat mentaati mereka semuanya.
- Dan kamu merdeka selagi kamu tidak
- keluar dari wilayah kamu. Kalau masuk
- wilayah umum atau wilayah orang lain,
- kamu harus menjaga diri kamu. Coba kalau
- seandainya rakyat kita kebanyakannya
- cenderung kepada
- LGBT dengan demokrasi, berarti mereka
- punya hak untuk apa? Menghalalkan LGBT.
- Padahal ini merupakan pangkal kehancuran
- yang bisa mengundang azab Allah. Kalau
- seandainya rakyat kita punya kecondongan
- untuk menghalalkan narkoba atau free,
- apa
- jadinya? Lah perunya kita menjadi orang
- Islam. Nah, kita sebagai hamba Allah
- yang beriman yang diberikan amanat ini,
- kita ditugaskan menjalankan kehidupan
- sesuai dengan amanat yang Allah
- amanatkan kepada kita. Dan amanat ini
- ternyata takut untuk dipikul oleh
- langit, bumi, dan gunung. Mereka
- gentar. Tapi hati kita ternyata lebih
- keras daripada gunung, lebih keras
- daripada bumi ini. Bahkan lebih berani
- dibandingkan dengan penduduk
- langit. Oleh karena itu Allah
- mengatakan, "Lau anzalna hadal qurana
- ala jabalin laraitahu khyiam mutasdian
- min kyatillah." Seandainya Quran ini
- kami turunkan di atas gunung, maksudnya
- gunung yang menerima amanat ini bukan
- lagi
- manusia. Kamu akan saksikan gunung
- hancur lebur karena takutnya kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Watilkal
- amalbuha linasi laallahum yatafakkarun.
- Oleh karena itu, saya heran kita umat
- Islam di Indonesia kenapa enggak punya
- sama sekali
- identitas yang betul-betul apa
- membedakan kita dengan yang lain? Kenapa
- kita harus menggunakan kata demokrasi
- atau demoskratos ini ya yang
- mengembalikan kepada pemerintahan kepada
- rakyat tapi sebetulnya rakyat dibully
- dan dibohongi. Saksikan coba kepada
- partai-partai yang ada pada saat ini.
- Apakah pernah mereka bekerja untuk
- rakyat? Rakyat begitu mengajukan suara
- mereka ya langsung
- dibungkap. Waktu mereka mencalonkan diri
- mereka, mereka merendah di hadapan
- rakyat. Begitu mereka menjadi wakil
- rakyat, mereka menjadi raja-raja yang
- sulit untuk dihubungi. Bahkan mereka
- menggunakan kekuasaan mereka untuk
- memperkaya diri, bersenang-senang. Coba
- periksa kekayaan wakil rakyat berapa
- banyak. Iya.
- Di tengah situasi yang menyulitkan,
- ternyata ada orang yang mendapatkan
- kekuasaan terbang ke Amerika dengan
- pesawat pribadi ya yang biaya per jamnya
- sebanyak Rp100 juta. Bersenang-senang
- menghamburkan uang di atas penderitaan
- rakyat. Nauzubillah. Oleh karena itu,
- kita ingin bangsa Indonesia menjadi
- bangsa yang
- cerdas, memerdekakan diri mereka dari
- perbudakan. siapapun yang memperbudak
- mereka, mereka betul-betul harus berani
- untuk mengatakan
- tidak. Dan ketahui bahwa pejabat yang
- diangkat di atas bukan tuan, bukan raja.
- Mereka bekerja untuk rakyat. Kalau
- mereka berkhianat terhadap rakyat,
- gantikan mereka dengan lain orang-orang
- yang betul-betul apa? Dapat menjaga
- amanat Allah. Dan jangan tertipu dengan
- slogan, baik itu dengan slogan Islam,
- slogan nama Ahlusunah, slogan Syiah dan
- lain sebagainya. Mari kita buktikan diri
- kita manusia bukan hewan-hewan yang
- biadab, yang buas, yang
- menghalalkan darah saudaranya untuk
- memuaskan dirinya. Kita bukan hewan,
- kita manusia yang beradab. Nah, kita
- ingin sebagaimana
- butiran-butiran Pancasila mengajarkan
- kita menjadi manusia yang adil, yang
- beradab, yang dipimpin oleh
- kebijaksanaan atas dasar musyawarah.
- Musyawarah ini diserahkan kepada
- ahlinya. Nah, kita berharap jangan
- penjahat-penjahat, preman-preman naik ke
- atas menjadi ahlus syura. Bisa
- dibayangkan bagaimana coba? Seperti yang
- Rasulullah bilang, "Widal ahlu usidal
- amru ahli sah." Kalau satu urusan
- diserahkan bukan pada ahlinya, tunggulah
- saat kiamat.
- Jadi bukan kita membenci demokrasi
- secara sentimen, tapi demokrasi ya yang
- menyerahkan kekuasaan pada rakyat yang
- berlangsung pada saat ini sebetulnya
- hanya merupakan casing yang menutupi
- kebohongan,
- kepalsuan. Di dalamnya wali
- iyadubillah terdapat hal-hal yang amat
- menjijikkan dan kita bisa buktikan di
- tengah-tengah negara maju. Adapun
- pertanyaan yang pertama
- tadi berkaitan dengan bagaimana kita
- bisa rajin ke
- masjid? Masjid
- merupakan rumah yang dinisbatkan kepada
- Allah. Rumah yang dinisbatkan kepada
- Allah bukan berarti Allah berdiam di
- masjid. Sebagaimana Ka'bah Baitullah
- bukan berarti Allah berdiam di rumah
- tersebut.
- Tapi yang menghadapkan wajahnya menuju
- Alka'bah sama dengan menghadapkan
- wajahnya kepada Allah. Yang bertawaf
- sama dengan bertawaf mal kebesaran dan
- keagungan Allah. Begitu juga orang yang
- datang mendatangi
- masjid dari seruan hayya alas shah hayya
- alal falah.
- Kita merasakan bahwa panggilan ini yang
- mengajak kita untuk berhubungan dengan
- Allah dengan muadzin yang Allah
- perintahkan untuk mengumandangkan
- panggilan mengajak kita menuju
- keberuntungan. Orang yang bergegas-gegas
- menyambut seruan Allah, Allah juga akan
- cepat menyambut doanya. Allah akan cepat
- untuk menyambut doanya.
- Kemudian kita harus tahu bahwa salat
- kita di masjid akan mendapatkan balasan
- berlipat ganda lebih dari 27 derajat.
- Kaki kita yang melangkah ke masjid satu
- menghapuskan derajat kita eh
- menghapuskan dosa kita satu mengangkat
- derajat kita.
- Kemudian salat berjamaah di masjid
- merupakan bukti akan keimanan kita. Oleh
- karena itu Allah tegaskan, makana lil
- musyrikinauru
- masajidallah syahidina ala anfusihim
- bilfri. Mustahil bagi orang musyrik
- untuk meramaikan rumah
- Allah, untuk salat di rumah Allah
- subhanahu wa taala. Kenapa? Syahidina
- ala anfusihim bil kufri. Sebagai
- kesaksian diri mereka akan keingkaran
- mereka.
- Lalu Allah terangkan, siapa orang yang
- suka meramaikan rumah Allah? Innama
- y'muru masajidallah man amana billah wal
- yaumil akhir waq
- wazakah. Kemudian walam yaksya illallah
- faasa ulaika yakunu minal muhtadin.
- Sesungguhnya orang yang meramaikan rumah
- Allah itu, yang memenuhi rumah Allah,
- yang memenuhi panggilan Allah adalah
- orang yang beriman kepada Allah dan hari
- akhirat. Ini bukti keimanan kepada Allah
- dan hari akhirat.
- Dan orang yang betul-betul mendirikan
- salat, bukan mengerjakan salat tapi
- mendirikan salat. Kemudian waatzakah dan
- orang yang mengeluarkan zakat dan Allah
- akan anugerahkan buat dia walam yaksya
- illallah dan tidak akan takut kecuali
- hanya pada Allah. Nah, mereka-mereka ini
- dipastikan untuk menjadi orang-orang
- yang menerima petunjuk dari Allah. Kalau
- asal dari kita artinya semoga, kalau
- dari Allah kepastian. Jadi, Pak
- Tujiman dengan Bapak ke masjid ya
- walaupun kita semua terkadang merasakan
- berat
- ya, paksakan berangkat ke rumah Allah,
- insyaallah anugerah Allah amat besar.
- Nah, oleh karena itu kita ingatkan
- kepada pengelola masjid, pengurus masjid
- untuk membuat orang yang datang masuk ke
- masjid merasa
- nyaman. Oleh karena itu, jangan bendera
- kelompok dan golongan kita kibarkan di
- masjid. Biar semua mau Muhammadiyah, mau
- NU, mau Persis, mau siapap pun juga
- datang ke masjid, mereka masuk ke rumah
- Allah Subhanahu wa taala. Bukan masuk ke
- rumah sekta atau kelompok tertentu atau
- mazhab tertentu, tapi masuk ke rumah
- Allah Subhanahu wa taala. Maka yang
- menjadi pengelola pengurus masjid,
- mereka betul-betul harus menjaga adab
- dan betul-betul menyambut tamu-tamu
- Allah yang datang ke rumahnya. tidak
- menyakiti mereka, tidak memperlakukan
- mereka dengan cara-cara yang tidak baik,
- tapi memuliakan mereka dan mereka
- berstatus sebagai penjaga-penjaga rumah
- Allah. Jadi,
- mudah-mudahan masjid-masjid di negeri
- kita ini betul-betul masjid yang terbuka
- untuk orang-orang yang datang merindukan
- Allah, ingin mendirikan salat, ingin
- membuktikan betul-betul keimanan mereka
- kepada Allah dan hari akhirat. Dan
- hendaknya juga imam yang menjadi imam
- betul-betul menjaga adab
- mereka. Hendaknya dalam
- perbedaan-perbedaan hendaklah mereka
- bersifat legowo, lapang dada. Adapun
- berkaitan dengan prinsip-prinsip syariat
- mereka bersatu, tapi dalam
- perbedaan-perbedaan pendapat hendaknya
- mereka berlapang dada. Yang salat juga
- bisa menghargai mereka yang qunut, yang
- tidak qunut. Di saat imamnya tidak
- qunut, jangan dicemohkan. Di saat
- imamnya qunut juga jangan dicemohkan.
- Tapi mari kita bangun persaudaraan.
- Kemudian juga selesai salat di saat kita
- ingin berjabat tangan, jangan
- dicemokkan. Masa senyum saja untuk
- saudara kita. Ketahuilah kalau kita
- senyum untuk saudara kita, kita berjabat
- tangan. Ya, karena itu pertemuan kita
- kan bisa saja satu hari cuma sekali,
- bisa lima kali. Senyum bersama mereka
- lebih afdal daripada 1000 tasbih kita.
- Anjin. Nah, setelah kita senyum terhadap
- saudara kita, kita bertasbih, berzikir,
- insyaallah akan lebih indah lagi
- daripada kita diajak bersaraman, kita
- palingkan wajah kita. Kita ini makhluk
- sosial. Kita beribadah, berzikir untuk
- melembutkan hati kita, bukan kita
- berzikir untuk membuat hati kita menjadi
- keras. Maka senyum, tebarkan betul-betul
- rahmat terhadap saudara kita.
- Sebagaimana sabda
- Rasul, "La tuhaqirna minal marufi jangan
- mandang remeh perbuatan baik sedikit pun
- juga. Walau analq ak biwajhin basyus."
- Walaupun kamu hanya menjumpai saudara
- kamu dengan pandangan yang penuh dengan
- senyum, kesannya beda ya. Jadi jangan
- sampai kita mengutamakan zikir tapi hati
- kita mengeras. Berarti zikir kita tidak
- berguna. Begitu selesai salat, kalau ada
- yang ma jabat tangan di sebelah kita,
- ajak jabat tangan. Kalau dulu selesai
- salat, selesai zikir, bangun berjabat
- tangan satu dengan lainnya. Tapi
- sebagian orang mengatakan bahwa ini
- bidah. He. Padahal di luar salat. Tapi
- kalau di luar masjid kata mereka boleh
- berjabat
- tangan. Ini betul-betul sebagai tanda
- kenaifan dan kurang memahami betul-betul
- hikmah tasyri. Demikianlah ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah. Dihahmati Allah
- Taala. Dan mudah-mudahan negara kita ini
- menjadi negara yang
- betul-betul dipimpin oleh orang-orang
- yang adil dan rakyat yang tahu akan hak
- mereka dan tahu kewajiban mereka. Nah,
- saat ini kebanyakan rakyat kita tidak
- memahami apa hak-hak mereka sebagai
- rakyat. Mereka dipaksa untuk mentaati
- para pemimpin dan kebijakan keputusan
- yang dibuat oleh wakil-wakil rakyat.
- Tapi wakil-wakil rakyat tidak menjalani
- kewajiban mereka. Kalau seandainya terus
- kondisi Indonesia seperti ini, saya
- khawatir tidak lama lagi. Baik itu
- bencana alam atau terjadi kerusuhan,
- terjadi instabilitas di negeri kita yang
- bisa terjadi setiap saat dan semua
- sebagai hukuman dari Allah Subhanahu wa
- taala. Maka mari kita yang diberikan
- pengetahuan untuk beramar makruf,
- bernahi mungkar tanpa melakukan teror,
- tanpa melakukan tindakan-tindakan
- anarkis, beramar makruf, bernahi
- mungkar, mengajak pada kebaikan ini yang
- akan menyelamatkan kita semuanya.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan jaza
- Ustaz Husin atas jawaban-jawaban dari
- pertanyaannya.
- Masih banyak sekali jawaban dari anak.
- Jangan khawatir nanti insyaallah akan
- kita jawab di pertemuan selanjutnya.
- Salah satunya Ustaz ada dari ee ini
- namanya hasbunallah wikmal wakil.
- Katanya jangan kamu gonjing
- pemerintahmu. Apakah benar? Barangkali
- ini bisa jadi tema kita selanjutnya
- insyaallah ya. Ini tema menarik ini ee
- tentang apakah boleh menggunjing
- pemerintah dan ada dari Fajar Al-Fatih
- mengenai pengumpulan Al-Qur'an di masa
- Nabi. Bagaimana sejarahnya? Ada dari
- Yuman Gunung Putri juga pertanyaannya
- dan masih banyak ikhwan akhwat. Kami
- akan kumpulan kami akan perbendaharakan
- dan kami akan jawab di siaran
- selanjutnya. Mohon maaf sekali karena
- keterbatasan waktu ikhwan akhwat.
- Albagir Isa Alkaf ada Ondi dan juga Mas
- Fajar di meja operator. Mohon undur
- diri. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.