Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Yufid TV
- Untuk Islam yang satu.
- Rabb itu.
- Alhamdulillahirobbil
- alamin.
- Wal aqibatul lil muttaqin.
- Asyhadu anla ilaha illallahu wahdahu la
- syarikalah.
- Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa
- rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim.
- Wabarik ala sayyidina Muhammadin.
- Wa ala alihi wasohbihi
- ajmain.
- Amma ba'du.
- Faqod qolallahu taala fil Quranil Karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya
- ayyuhannasu
- qod jaatkum
- mauizotun
- min
- robbikum.
- Qod jaatkum
- mauizotun
- min
- robbikum wa syifaun
- lima.
- Wasyifa'ul
- lima
- fissudur
- wa hudan
- wa rahmatun
- lil
- mukminin.
- Wa qala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Innahu dzakara annama dzubatullah.
- Fata'allamu min dzubatihi mastatha'tum.
- Shadaqallah.
- Wa shadaqa Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Para pendengar
- dan pemirsa Rasul TV yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa ta'ala.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Pada malam
- ini kita dapat berjumpa kembali
- pada
- kajian ulumul Qur'an.
- Sebuah
- ilmu yang secara khusus
- berupaya melihat
- Alquran dari berbagai macam sisi.
- Di mana
- karena Alquran itu begitu sangat luas
- isi kandungannya.
- Maka kita pun berupaya
- melalui kajian ulumul Qur'an ini
- sedikit demi sedikit
- kita pelajari
- isi kandungan Alquran.
- Di mana
- kalau Alquran itu kita tulis
- maka
- tidak akan selesai untuk menulisnya.
- Oleh sebab itu sedikit demi sedikit
- kita memanfaatkan
- kehadiran Alquran
- yang sudah sempurna
- sudah lengkap
- 30 juz
- 114
- surah ini
- untuk kita pelajari
- khususnya melalui kajian Ulumul Quran
- ini
- ilmu yang sangat luas tentunya
- di mana
- dengan kajian Ulumul Quran ini kita
- melihat
- Alquran dari sisi
- asbabun nuzulnya misalkan
- kemudian dari sisi
- qisasul Qurannya, kisah-kisah dalam
- Alquran
- dari sisi
- amsal Qurannya
- perumpamaan-perumpamaan
- yang sangat menakjubkan, yang sangat
- luar biasa
- juga dari sisi aqsamul Quran
- dari sisi sumpah-sumpah dalam Alquran
- juga jadalul Quran
- berdiskusi, berdialog di dalam Alquran
- dan masih banyak lainnya
- di mana pada malam ini
- edisi khusus
- yaitu
- bagaimana agar kita mampu
- mengisi kehidupan kita dengan Alquran
- tentunya perlu perenungan
- dengan napak tilas sejarah
- bahwa kalau kita perhatikan
- kalau kita kaji ulang
- maka
- sejarah
- kehidupan manusia nampak begitu sangat
- jelas
- khususnya dari Nabi Ibrahim alaihissalam
- kemudian Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam dan sekarang adalah generasi
- kita semua
- ini adalah satu paket
- satu tujuan
- satu konsep
- di mana Allah subhanahu wa taala
- memberikan penjelasan yang sangat jelas
- yaitu bahwa
- Alquranul Karim
- merupakan pelajaran yang sangat berharga
- walaupun tentunya saat ini
- sebagai koreksi bagi kita semua
- bahwa
- kebanyakan umat manusia saat ini
- meninggalkan kitab suci Alquran
- bukan hanya di Indonesia saja
- seluruh dunia
- hal ini nampak dari
- sebuah pengalaman
- ketika
- saat ini di Madinah sudah
- mengalami
- kemajuan yang sangat luar biasa yaitu
- dengan diadakannya halaqah-halaqah
- Alquranul Karim
- yang dilakukan setiap ba'da salat
- tujuannya adalah mengecek
- dan sekaligus mengajarkan tata cara
- membaca kitab suci Alquran
- para syekh yang masih muda
- dibuat halaqah lingkaran-lingkaran
- dari manapun kita, dipersilakan untuk
- duduk
- untuk membaca Alquran kemudian
- dikoreksi,
- dicek.
- Dan ternyata memang
- begitu sangat memprihatinkan.
- Dibanyak ternyata
- dari hasil riset kemarin yang sebentar
- melaksanakan ibadah umrah tetapi
- mempunyai pengalaman yang sangat luar
- biasa.
- Ternyata
- membaca surah Al-Fatihah pun banyak yang
- tidak mampu membaca secara baik dan
- benar.
- Ini tentunya sebuah koreksi buat kita.
- Mengapa sebuah koreksi buat kita?
- Ada pengalaman baru juga.
- Napak tilas sejarah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam
- yang perlu kita renungkan kembali
- supaya kita semangat,
- supaya kita
- mempunyai motivasi
- untuk mempelajari kitab suci Alquran
- dengan sungguh-sungguh, dengan serius,
- dengan istikamah.
- Kita melihat sejarah kembali.
- Tatkala bangsa Arab saat itu mengalami
- kehancuran berbagai macam.
- Moralitas akidahnya rusak,
- akhlaknya rusak.
- Maka Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam
- sosok pemuda yang saat itu
- yang berupaya sekuat tenaganya berusaha
- keras untuk mencari pedoman hidup.
- Maka Rasulullah
- selalu bertahannus di Gua Hira khususnya
- pada bulan Ramadan.
- Dan ternyata Gua Hira itu itu
- di puncak Gua Hira itu mampu melihat ke
- segala arah penjuru Mekah.
- Bisa melihat, bisa mengontrol perbuatan
- manusia saat itu.
- Maka dengan selalu merenung Rasulullah
- mencari petunjuk, mencari hakikat
- kehidupan
- agar mampu memperbaiki
- kondisi masyarakat yang rusak.
- Rusak moralitasnya, rusak akidahnya.
- Kemudian
- secara berangsur-angsur
- Allah turunkan kitab suci Alquran.
- Dan tentunya kita pun perlu renungkan
- bahwa untuk mencapai puncak Gua Hira itu
- memerlukan tenaga, memerlukan
- mental yang cukup kuat.
- Walaupun saat ini sudah diberikan
- tangga-tangga untuk
- naik ke Gua Hira.
- Yang memerlukan waktu kurang lebih 1 jam
- setengah, bayangkan.
- Saat itu Rasulullah belum ada tangganya.
- Berjalan ke sana untuk mencari hakikat
- kebenaran hidup saat ini.
- Hakikat kebenaran hidup, konsep hidup
- sudah ada di depan mata kita.
- Yaitu kitab suci Alquran ini.
- Mari kita renungkan buat kita semua
- khususnya pribadi saya.
- Agar kita mampu
- mengisi kehidupan yang sementara ini
- dengan kitab suci Alquran.
- Kita isi kehidupan-kehidupan kita.
- Baik dengan membaca Qur'an.
- Baik dengan mempelajari isi kandungan
- Qur'annya.
- Karena begitu sangat menakjubkan
- Alquranul Karim.
- Dan Alquranul Karim
- juga di di samping memberikan
- informasi-informasi kepada kita tentang
- kehidupan
- kehidupan manusia di dunia dan kehidupan
- manusia di akhirat nanti.
- Semua secara gamblang, secara rinci
- dijelaskan di dalam kitab suci Alquranul
- Karim.
- Oleh sebab itu
- mari kita pun agar kita mampu menikmati
- kehadiran Alquran ini.
- Kita pun masih teringat
- setiap
- suatu kelompok
- suatu halaqah
- ketika selesai mengkhatamkan Alquranul
- Karim
- baik secara pribadi maupun secara
- berkelompok
- maka ada sebuah doa
- yang kita mohonkan kepada Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala
- Allahumma ja'alni
- min kulli harfin
- halawah.
- Ya Allah jadikanlah buatku, bagi kami
- setiap huruf yang kami baca, setiap
- huruf yang aku baca menjadi sebuah
- kenikmatan.
- Menjadi sebuah kelezatan.
- Di mana kalau kita
- sudah mampu membaca Alquranul Karim
- secara baik dan benar
- maka saat itulah
- kita dapat menikmati bacaan Alquran
- Karim.
- Dapat menikmati ucapan hukum-hukum
- Alquran Karim.
- Baik yang menyangkut bacaan mad, bacaan
- panjang.
- Bacaan qasar yang pendek maupun
- menyangkut mana yang dibaca dengung,
- mana yang dibaca jelas.
- Itu merupakan suatu kenikmatan,
- kelezatan.
- Oleh sebab itu bagaimana agar kita mampu
- membaca Alquran secara baik dan benar.
- Karena begitu banyak sekali manfaatnya
- ternyata dengan kehadiran kitab suci
- Alquran Karim ini.
- Jangan kita sia-siakan kehadiran Alquran
- ini.
- Mari kita isi kehidupan kita dengan
- Alquran.
- Setiap selesai salat lima waktu
- setelah kita berzikir
- berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- luangkan waktu sejenak
- walaupun hanya beberapa menit
- untuk membaca Alquran Karim.
- Karena Alquran hidup.
- Alquran bukan barang mati. Alquran bisa
- berdialog dengan kita ketika kita
- membaca Alquran.
- Karena Alquran mukjizat dan mukjizat
- Alquran tetap akan berlaku sampai hari
- kiamat.
- Konsepnya
- undang-undangnya, peraturannya, bahkan
- kehebatannya, kedahsyatan Alquran
- terus berlaku.
- Memang karena sifatnya material
- immaterial. Sementara manusia mencari
- adalah yang material.
- Akan tetapi tentunya
- kalau kita sudah merasakan
- dekatnya dengan Alquran
- yang sekaligus tentunya
- ketika kita membaca Alquran
- bagaimana agar kita mampu meningkatkan
- kualitas bacaan Quran tersebut
- bahwa Alquran yang kita baca ketika kita
- membaca Alquran
- disamping misalkan
- kita diawasi
- dengan guru kita
- kemudian kita tingkatkan bahwa Alquran
- yang kita baca
- kita seakan-akan membacanya di hadapan
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Juga bagaimana kita
- ketika kita membaca Alquran seolah-olah
- kita bercakap-cakap dengan Allah di
- hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Ini yang perlu kita renungkan sehingga
- kita pun tentunya
- tidak akan
- asal saja di dalam membaca Alquran.
- Tetapi kita berupaya
- membacanya secara baik dan benar,
- berupaya terus mempelajari
- kekurangan-kekurangan kita.
- Misalkan dari sisi makhrajnya kurang
- bagus, kurang tepat kita belajar
- makhrajnya.
- Dari sisi ilmu tajwidnya
- panjang pendeknya, dari sisi periwayatan
- baca Alqurannya kita sempurnakan.
- Kita berusaha, berupaya.
- Karena begitu sangat banyak manfaat
- daripada kehadiran kitab suci Alquranul
- Karim.
- Begitu banyak jaminan dari Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala, juga dari Nabi
- Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Dari sisi pahala sudah kita tahu.
- Satu huruf yang kita baca dari kitab
- suci Alquran.
- Allah akan memberikan pahala.
- Satu kebaikan.
- Yang satu kebaikan tersebut
- dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan.
- Dalam sebuah hadis, Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda.
- Yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.
- Man qaraa harfan min kitabillahi ta'ala
- falahu hasanatun wal hasanatu bi asyri
- amsalih.
- Laa aqulu alif laam mim harfun.
- Walakin alifun harfun wa laamun harfun
- wa mimun harfun.
- Yang artinya barangsiapa yang membaca
- satu huruf dari kitab suci Alquran ini.
- Maka baginya diberikan.
- Satu kebaikan.
- Dan satu kebaikan tersebut.
- Dibalas, dilipatgandakan menjadi 10
- kebaikan. Kata Rasulullah laa aqulu alif
- laam mim harfun. Aku tidak mengatakan
- bahwa alif laam mim itu satu huruf.
- Walakin tetapi alifun harfun. Alif satu
- huruf. Wa laamun harfun. Laam satu
- huruf. Mim satu huruf.
- Ini penghargaan yang sangat luar biasa.
- Bahkan dalam hadis lain.
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- bersabda. Yang diriwayatkan oleh Imam
- Muslim. Innallaha yarfa'u bihadzal
- kitabi aqwaman wa yadha'u bihi akharin.
- Yang artinya sesungguhnya Allah akan
- mengangkat derajat suatu kaum.
- Karena dengan kitab suci Alquran ini.
- Dan Allah akan merendahkan kaum yang
- lain.
- Karena jauh dari kitab suci Alquran.
- Ini janji Allah.
- Sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi
- Wasallam, bahwa Allah akan mengangkat
- derajat suatu kaum, suatu masyarakat.
- Baik secara personal maupun secara
- bersama.
- Ketika kita kembali kepada kitab suci
- Alquran, maka Allah akan angkat derajat
- kita.
- Kita tahu dalam sejarah.
- Generasi pertama adalah
- generasi Rasulullah, para sahabat.
- Dengan berpegang teguh kepada kitab suci
- Alquran.
- Diangkat derajatnya, menjadi khalifah,
- menjadi pemimpin dunia saat itu.
- Saat ini tentunya
- perlu kita renungkan.
- Perlu kita camkan.
- Khususnya pribadi kita.
- Agar Allah mengangkat derajat kita
- kepada kehidupan yang lebih baik, kepada
- kehidupan yang lebih mulia.
- Maka salah satu konsepnya adalah kembali
- kepada kitab suci Alquran ini.
- Mari kita
- gaungkan kembali, dengungkan kembali di
- rumah-rumah kita.
- Untuk kembali rajin membaca Alquran.
- Yang saat ini tentunya
- dari statistik yang ada
- begitu sangat memprihatinkan.
- Karena mayoritas umat Islam saat ini
- khususnya di Indonesia, juga di dunia.
- Mayoritas buta huruf Alquran.
- Kembali mari kita renungkan.
- Agar kita mampu mengisi kehidupan dengan
- Alquran.
- Kita baca Alquran.
- Juga jangan lupa bahwa karena Alquran
- itu berbahasa Arab.
- Walaupun sekarang tentunya banyak
- kemudahan termasuk
- di Radio Rasio
- TV Rasio
- selalu memberikan nasehat nasehat dengan
- para ustad.
- Para ustadzah ya.
- Para pakar Islam memberikan pencerahan,
- tetapi kita pun jangan lupa secara
- mandiri kita pun
- dianjurkan untuk mempelajari kitab suci
- Alquran.
- Melalui terjemahannya, melalui
- tafsirnya.
- Karena sekarang banyak kemudahan.
- Disamping mendengarkan ceramah-ceramah
- Alquran.
- Juga kita mandiri.
- Buat sebuah konsep buat kita.
- Ketika menjelang tidur kita, menjelang
- istirahat kita.
- Terlebih dahulu kita biasakan untuk
- membaca Alquran, walaupun hanya satu dua
- ayat tetapi secara istiqomah.
- Secara kontinyu, secara terus menerus.
- Kita baca satu dua ayat Alquran, baca
- terjemahannya, syukur-syukur ada
- tafsirnya, baca tafsirnya.
- Apakah dengan tafsir Buya Hamka?
- Apakah dengan
- tafsir Ibnu Katsir yang sudah
- diterjemahkan?
- Juga tafsir
- Al Munir karya Prof. Dr. Wahbah Zuhaili
- misalkan, banyak sekali tafsir.
- Kita harus memiliki.
- Kita keluarkan uang kita untuk membeli
- kitab suci Alquran terjemahannya,
- tafsirnya untuk mengisi kehidupan kita.
- Siapapun kita, apapun profesi kita,
- semua mempunyai kewajiban agar kita
- mampu membaca Alquran secara baik dan
- benar, agar kita mampu memahami
- kandungannya Alquran, kemudian kita
- berusaha
- mengaplikasikan, mengamalkan isi Alquran
- di dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini
- adalah sebuah konsep yang harus kita
- tempuh kalau kita memang
- menginginkan mencapai keridhoan Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala.
- Agar kita diberikan kehidupan di dunia
- yang baik.
- Dan di akhirat dikumpulkan
- bersama orang-orang yang sholeh.
- Salah satu petunjuknya adalah
- firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- di dalam surah An Nahl
- ayat 120 sampai 123
- memberikan informasi
- sebuah jaminan hidup dari Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala.
- Yaitu
- ijtabahu wa hadahu ila shirotim
- mustaqim.
- Allah akan memilih kepada kita, Allah
- akan memberikan petunjuk kepada kita
- menuju jalan yang lurus.
- Wa atainahu fid dunya hasanah.
- Dan Allah akan memberikan kepada kita
- kehidupan yang baik di dunia. Wa innahu
- fil akhirati laminas sholihin.
- Dan di akhirat akan dikumpulkan bersama
- orang-orang yang sholeh apabila kita
- kembali kepada Alquran yang secara
- khusus ayat ini
- menjelaskan
- tentang karakter Nabi Ibrahim
- Alaihissalam.
- Ada lima karakter Nabi Ibrahim
- Alaihissalam
- yang harus kita ketahui
- yang harus kita pahami, kemudian Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala memberikan perintah
- kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi
- Wasallam agar mengikuti
- ajaran Nabi Ibrahim.
- Millata Ibrahim Hanifa
- yaitu mencocokkan pribadi kita
- menjadi
- seperti Nabi Ibrahim Alaihissalam,
- seperti Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi
- Wasallam.
- Di mana dalam konteks ayat ini
- bahwa
- Nabi Ibrahim Alaihissalam
- menjadi sosok ummah
- sosok menjadi orang pemimpin yang
- menjadi teladan yang menjadi contoh.
- Perlu kita ketahui
- perlu kita pelajari dan ini tentunya ada
- dalam Kitab Suci Alquran.
- Kita pun berusaha
- dengan berbagai macam profesi kita agar
- kita pun menjadi seorang pemimpin
- yang menjadi teladan.
- Paling kecil kita adalah
- menjadi pimpin, pemimpin keluarga.
- Sekup kecil lagi kita adalah menjadi
- pemimpin bagi diri kita.
- Tugas pemimpin
- adalah bagaimana agar memberikan
- kenyamanan,
- terhadap yang dipimpinnya,
- memberikan kesejahteraan
- terhadap yang dipimpinnya, minimal
- pribadi kita.
- Ini adalah sebuah konsep buat kita semua
- tentunya.
- Berbagi informasi daripada Kitab Suci
- Alquranul Karim ini.
- Salah satu konsep
- agar hidup kita tidak tenang
- Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam
- bersabda, "Ju'ilat Qurratu Aini Fis
- Shalah."
- Aku mencapai puncak ketenangan jiwa.
- Yaitu dengan salat.
- Salat yang kita lakukan
- baik salat wajib maupun salat sunah
- apabila kita lakukan
- dengan rajinnya, dengan maksimal
- maka bacaan
- dalam salat tidak terlepas daripada
- bacaan kitab suci Alquran ini.
- Kembali kepada Alquran Karim, baca surah
- Al-Fatihah.
- Wajib.
- Membaca surah.
- Ini yang baca adalah Alquran.
- Dalam konteks ini sebenarnya kehidupan
- yang kita lalui, yang kita jalani tidak
- terlepas daripada kitab suci Alquran
- ini.
- Mengisi kehidupan dengan Alquran
- mempunyai makna yang luas.
- Yaitu satu sisi bagaimana agar kita
- menjembatani setiap waktu yang kita
- lalui, yang kita jalani ini
- dengan Alquran.
- Dengan banyak membaca Alquran.
- Satu sisi kita pun
- mempelajari isi kandungan Quran
- sesuai dengan kemampuan kita
- masing-masing, kemudian kita pun
- mengaplikasikannya, mengamalkan dalam
- kehidupan sehari khususnya mencontoh
- Nabi Ibrahim alaihissalam yang sekaligus
- mencontoh Nabi Muhammad sallallahu
- alaihissalam agar kita menjadi sosok
- pemimpin yang mencintai Allah dan
- khususnya bagi diri kita.
- Yang saat ini tentunya
- krisis kepemimpinan
- di dunia ini.
- Para pendengar dan pemirsa Rasya TV yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- Kita renungkan kembali.
- Kita mencocokkan diri kita.
- Karena Allah memberikan jaminan.
- Siapapun yang hidup
- di zaman kapanpun kalau mencontoh
- sosok Nabi Ibrahim, mencontoh Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
- Allah pun akan memilih kita, Allah pun
- akan memberikan petunjuk kepada kita
- menuju jalan yang lurus.
- Paling tidak ada lima karakter yang
- pertama adalah
- kita menjadi pemimpin yang jadi teladan,
- kemudian qanitatalillah.
- Yaitu taat, patuh, tunduk kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Dalam konteks ini
- berarti kita pun
- harus berusaha, berupaya setiap hari
- yang kita lalui.
- Kita mempunyai program di dalam
- kehidupan kita.
- Kita mempunyai catatan, mampu membagi
- waktu, setiap waktu kita bagi.
- Waktu yang Allah berikan kepada kita 24
- jam.
- Bagi orang yang qanitatalillah
- mampu mengisinya dengan nilai-nilai
- kebaikan, dengan nilai-nilai positif.
- Karena betul-betul meyakini bahwa
- kehidupan di dunia itu hanya sementara,
- hanya sebentar.
- Sementara kehidupan akhirat
- begitu kekal.
- Nah, kalau kita tidak mempersiapkan
- bekal kita dengan sebaik-baiknya, dengan
- sebanyak-banyaknya, maka akan merugi.
- Oleh sebab itu tentunya orang yang mampu
- mencapai qanitatalillah tidak akan
- hidup
- sembrono, tidak akan hidup
- asal-asalan.
- Apalagi sampai
- mengisi kehidupan dengan perbuatan dosa,
- dengan korupsi, dengan menipu orang
- lain, dengan menzalimi orang lain,
- dengan menyakiti orang lain.
- Orang yang qanitat lillah tidak akan
- seperti itu.
- Tapi bagaimana agar mengisi kehidupannya
- dengan
- perbuatan-perbuatan yang positif.
- Kita pun tentunya berusaha.
- Kita bukan untuk pamer.
- Kita bukan untuk riya, kita punya
- catatan.
- Dicatat dalam sebuah harian buku besar.
- Kita tulis
- salat kita.
- Salat wajib kita, salat sunah kita untuk
- kita saja.
- Kemudian baca Quran kita.
- Kemudian sedekah kita, zikir kita-kita
- tulis.
- Buku rahasia buat kita. Yang tentunya
- suatu saat akan bermaaf untuk generasi
- kita, untuk anak cucu kita.
- Agar berusaha juga mampu memanfaatkan
- waktu yang Allah berikan kepada kita
- dengan qanitat lillah, penuh dengan
- ketaatan kepada Allah subhanahu wa
- taala.
- Karena sekali lagi hidup dalam Islam
- merupakan ibadah ibadah.
- Karena dalam Islam arti ibadah mempunyai
- arti yang sangat luas. Setiap nilai
- kebaikan yang kita lakukan adalah nilai
- ibadah semua.
- Bukan hanya ibadah salat saja.
- Wajib salat wajib, salat sunah, baca
- Quran, tetapi nilai-nilai positif yang
- kita lakukan
- termasuk ibadah.
- Itu adalah qanitat lillah.
- Bagaimana kalau kita mencocokkan kita
- dengan konsep-konsep Alquran Karim
- sebagai qanitat lillah.
- Salah satu contoh
- di dalam surah Ali Imran yang sama-sama
- kita sudah hafal, kita sudah ketahui
- pada ayat 17.
- Orang-orang
- yang ingin meraih hadiah Allah, yaitu
- surga, pasangan sucikan dan mendapatkan
- rida Allah, maka setiap pada waktu sahur
- dikala kebanyakan manusia sedang tidur
- lelap
- kita bangun
- mengambil air wudu
- melaksanakan salat malam beberapa
- rakaat, kemudian memohon ampunan kepada
- Allah subhanahu wa taala. Ini adalah
- salah-salah bentuk contoh
- qanitat lillah. Kita mengisi waktu, oh
- pada waktu sahur berarti sebelum
- datangnya waktu subuh
- kita penuh dengan khidmat, penuh dengan
- kekhusyuan, memohon ampunan kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Dengan memperbanyak istigfar.
- Bisa dengan istigfar yang pendek
- bisa dengan istigfar yang panjang.
- Kita mohon ampunan kepada Allah
- subhanahu wa taala. Ini dalam rangka
- mengisi kehidupan dengan Alquranul Karim
- ketika sebagai qanitat lillah.
- Orang yang tunduk patuh taat kepada
- Allah subhanahu wa taala.
- Kita buat harian kita.
- Setelah salat subuh
- mungkin sebelum berangkat bekerja kita
- baca Quran terlebih dahulu.
- Kalau waktunya lebih luang lagi, kita
- bisa melaksanakan salat sunah duha dulu
- dulu.
- Salat duha beberapa rakaat.
- Ini adalah konsep dalam mengisi
- kehidupan
- ketika kita menyadari bahwa
- kita ingin masuk kepada kelompok
- qanitalillah, orang yang tunduk taat
- kepada Allah.
- Mengisi kehidupan
- dengan ibadah-ibadah kepada Allah
- subhanahu wa taala. Kemudian hanifa.
- Hanifa adalah cenderung kepada
- kebenaran.
- Kita berusaha agar kita pun
- selalu berpikir positif.
- Selalu bertindak positif.
- Selalu berpikiran positif adalah hanifa,
- cenderung kepada kebenaran, cenderung
- kepada kebaikan.
- Kemudian walam yakum minal musyrikin.
- Dan kita berusaha
- agar kita tidak menyekutukan Allah
- subhanahu wa taala.
- Juga syakiralil an'ummih.
- Kita berupaya agar kita
- termasuk orang-orang yang banyak
- bersyukur kepada Allah subhanahu wa
- taala.
- Ini
- lima karakter Nabi Ibrahim
- yang akan mengantarkan Allah memilih
- kita, Allah akan memberikan petunjuk
- kepada kita
- menuju jalan lurus dan Allah akan
- memberikan kehidupan yang baik di dunia
- ini dengan penuh keberkahan, dengan
- penuh ketentangan, ketentraman, dengan
- penuh ketenangan.
- Dan kelak di akhirat
- tentunya kita akan dikumpulkan bersama
- orang-orang yang saleh.
- Dan kita pun tentunya banyak bersyukur
- kepada Allah subhanahu wa taala.
- Khususnya kita bangsa Indonesia yang
- diberikan anugerah oleh Allah begitu
- sangat banyak.
- Begitu sangat besar.
- Bahkan Indonesia termasuk surganya
- dunia.
- Tentunya harus banyak bersyukur.
- Apalagi tadi ketika kita melaksanakan
- konsep kita membaca Alquran, membaca isi
- Alquran, membaca terjemahannya
- sudah diteliti bahwa 70% lebih ketika
- Alquran berbicara tentang ayat-ayat
- kauniyah itu menunjuk Indonesia.
- Karena memang Indonesia sebenarnya
- adalah
- negara yang hebat, yang besar.
- Tinggal kitanya mempunyai kesadaran
- bagaimana agar kita semua berpikir
- positif
- bukan berpikir hanya untuk kepentingan
- sesaat, untuk kepentingan pribadi,
- tetapi bagaimana agar kita berpikir ke
- depan, mempersiapkan generasi
- agar Indonesia tetap jaya.
- Bagaimana agar kita mempersiapkan
- konsep, sebuah konsep supaya masyarakat
- Indonesia menjadi makmur, menjadi
- sejahtera, menjadi cerdas, menjadi
- dewasa
- dengan penuh
- nilai-nilai positif.
- Ego-ego kita buang.
- Mari kita isi.
- Dalam rangka mengisi kehidupan kita
- dengan Alquran itu mempunyai makna yang
- luas.
- Pada intinya adalah bagaimana
- agar kita hidup
- penuh dengan
- lindungan Allah
- penuh dengan rahmat Allah penuh dengan
- ampunan Allah subhanahu wa taala.
- Maka kita pun
- berusaha
- berupaya mencontoh kekasih-kekasih Allah
- subhanahu wa taala, khususnya Nabi
- Ibrahim alaihissalam dan Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Mari kita
- contoh.
- Apalagi
- kita menyadari bahwa
- dua sosok manusia teladan ini
- diabadikan di dalam salat lima waktu
- yang kita sebut namanya.
- Juga ketika kita membaca tasyahud akhir
- yang pada hakikatnya adalah merupakan
- reuni akbar
- seakan-akan kita berkumpul
- bersama para nabi dan rasul khususnya
- Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim
- alaihissalam. Berarti kita pun harus
- mencocokkan
- pribadi kita melebur
- menjadi kelompok orang-orang yang saleh,
- bukan orang-orang yang salah.
- Mari kita berpikir positif.
- Berpikir positif, bertindak positif.
- Bukan berpikir hanya kepentingan sesaat
- tetapi berpikirlah untuk masa depan.
- Bagaimana agar kita mampu berlomba-lomba
- saat di dunia ini
- untuk beramal jariah yang
- sebanyak-banyaknya.
- Karena hidup
- di dunia hanya sementara, sementara
- kehidupan di akhirat
- sangat kekal dan lama.
- Nah, tentunya dengan banyak amal jariah
- kita akan menolong kita
- dihindarkan daripada siksa api neraka
- dan dimasukkan ke dalam surga Allah
- subhanahu wa taala. Mari kita
- isi kehidupan yang sesaat ini
- dengan kitab suci Alquran.
- Semoga kita semua
- selalu mendapatkan rahmat Allah, kasih
- sayang Allah
- ampunan Allah
- dan mendapatkan rida Allah dengan
- kembali kepada kitab suci Alquran.
- Sehingga
- kehidupan kita sehari-hari
- yang kita lalui selalu dalam
- kebahagiaan
- ketenangan, ketentraman dan penuh dengan
- kedamaian.
- Mudah-mudahan
- uraian singkat ini
- bermanfaat khususnya bagi pribadi saya
- dan umumnya bagi para pendengar
- dan pemirsa Rasio TV
- mari kita isi kehidupan kita dengan
- kitab suci Alquran. Terima kasih.
- Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Rasio TV
- untuk Islam yang satu.