Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsiran thayiban baran fih kama
- yuhibuna waard. Allahumma shalli
- wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin waa ali sayidina Muhammad.
- Masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur,
- Bekasi. Radio Silaturahim dan juga Rasil
- TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di kesempatan ini kami bisa
- kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an. Seperti biasa bersama guru
- kita Ustaz Husein Alatas untuk edisi
- Kamis ya hari ke-6 di bulan Jumatil
- akhir 1447 Hijriah bertepatan juga
- dengan hari yang ke-27
- ya di bulan November
- 2025 Awat di Kamis pagi hari ini
- insyaallah kami akan membuka sesi tanya
- jawab langsung ya Ikhwan Ahwat bagi
- ikhwan akhwat yang ingin ee berdialog
- menyampaikan pertanyaannya atau ingin
- berkonsultasi dengan guru kita
- Ustazusalatas kami persilakan ya bisa
- mengirimkan pesan singkatnya di 0811
- 9 08999
- ee mohon maaf jadi salah saya
- 08111999720
- aduh Kang Oi pagi-pagi saya jadi ee
- keceletot nih ya sampai lupa nomor pesan
- WhatsApp-nya dan ikhwan juga bisa
- menghubungi via
- apa ee call ya di WA nomor WA tersebut
- ya Ikhwan Nawat kami persilakan. Nah,
- kita sapa terlebih dahulu Ustaz Husein
- dan juga kita akan buka dengan pembacaan
- Quran surah Al-Fatihah. Asalamualaikum
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Kabar baik dan sehat Ustaz ya?
- Alhamdulillah.
- Baik, kami persilakan Ustaz untuk
- membuka dulu.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimat
- anamta alaiim
- giril magdubi alaihim waladin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwan. Selanjutnya ee saya langsung aja
- ee membacakan beberapa pertanyaan yang
- sudah masuk sebelumnya ya. ini yang
- temanya hampir senada nih ya dengan era
- modern ini Ustaz ya terkait digitalisasi
- terkait AI. Nah, yang pertama ini
- dikirimkan oleh ee Pak Feri di Bogor,
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. mengenai ee etika
- digital dan tabayun sepertinya ini
- sekarang fitnah digital semakin sulit
- dibedakan karena adanya de fake video
- palsu yang sangat mirip asli ya ini
- bersumber dari AI. Nah, bagaimana tafsir
- aktual dari surah Al-Hujurat ayat ke-6
- mengenai tabayun di era di mana mata dan
- telinga kita pun bisa ditipu oleh
- algoritma atau AI ini, Ustaz? Ya,
- demikian, Ustaz, pertanyaannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin
- hamdan katsiran thyyiban mubarokan fi
- kama yuhibuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Assalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna
- minadunka ilman nafi'fna
- bimaam.
- ilman
- lisanaidin
- akirin walna warati jannatin naim wala
- yaumadin yauma lafau maalun wala banun
- illa man atallaha biqalbin salim
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' wafna bima alamtana.
- Rabbana zidna ilman walhikna bisolihin.
- Amma ba'du.
- Ikhwan- akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Kita sebagai orang-orang yang di yang
- beriman,
- Allah perintahkan untuk berbaik sangka
- terhadap sesama saudara kita yang
- beriman.
- Apabila kita mendengarkan berita tentang
- seseorang
- yang tidak baik,
- seharusnya
- kita tidak menyebarluaskannya.
- Karena menyebar luaskan hal yang buruk
- tanpa kita sadari
- akan membangun opini yang tidak sehat.
- Orang beranggapan bahwa ini merupakan
- hal yang biasa. He.
- Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa
- taala paling membenci dan tidak menyukai
- orang yang gemar untuk apa?
- untuk menyebarkan ya mempopulerkan
- hal-hal yang buruk di tengah-tengah
- orang yang beriman.
- Bahkan Allah subhanahu wa taala
- mengancam, innalladzina yuhibbuna an
- tasyial fahisyatu filladzina amanu lahum
- adzabun alimun fid dunya wal akhirah.
- Sesungguhnya orang-orang yang punya
- kegemaran
- menyebarkan hal-hal yang keji yang tidak
- baik di tengah-tengah orang yang
- beriman. Bagi mereka Allah sediakan azab
- yang pedih dalam kehidupan dunia.
- Begitu pula di hari akhirat nanti.
- Karena orang yang suka menyebarluaskan
- hal seperti ini hingga viral dan populer
- lama-kelamaan.
- Orang yang tadinya merasa jiji
- mengingkari hal-hal yang buruk,
- lama-kelamaan mereka menganggap ini
- merupakan hal yang biasa.
- Ini merupakan salah satu ya trik setan
- dalam apa? dalam menjerumuskan orang ke
- dalam perbuatan yang keji.
- Ketika terjadi pada masa Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam,
- As Sayidah Aisyah Ummul Mukminin
- radhiallahu anha
- ketika dia dituduh dengan tuduhan yang
- keji
- lalu
- terjadi kegaduhan,
- terjadi huru-hara di tengah-tengah orang
- yang beriman.
- Bagaimana sebagian orang dengan gampang
- menyebarkan berita tersebut tanpa mereka
- ketahui secara pasti.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan mereka, "Laula id
- samumuhual
- mukminuna wal mukminat bianfusihim
- bianfusihim khair." Seharusnya orang
- yang beriman ketika mendengarkan hal ini
- mereka justru apa? berprasangka yang
- baik terhadap sesama saudara mereka yang
- beriman
- dan mereka tidak mempercayainya apalagi
- menyebarluaskannya.
- Tapi mereka mengatakan ini merupakan
- kebohongan yang amat nyata.
- Tapi karena ada sebagian orang punya
- kegemaran untuk mengangkat dirinya
- dengan menjatuhkan orang lain. Jadi
- kalau dia menceritakan keburukan orang
- lain tanpa disadari dia usaha untuk
- membaguskan dirinya.
- Sama dengan orang membelah bambu, dia
- injak yang satu, diangkat yang satu.
- Seharusnya kalau kamu ingin memperindah
- diri kamu, ya perindah diri kamu dengan
- kemuliaan,
- dengan perbuatan-perbuatan yang baik,
- bukan dengan menjatuhkan orang lain.
- Seperti sebagai contoh,
- ada seorang yang kelakuannya dikenal
- tidak baik
- di tengah-tengah masyarakat.
- dia tidak merasa puas atau merasa tidak
- puas terhadap sikap orang-orang yang
- mencemuhkan dirinya.
- Akhirnya dia berusaha untuk mengajak
- sebagian wanita-wanita yang baik ya
- untuk masuk dalam perangkap setan.
- Dia ajak mereka, dia goda mereka hingga
- akhirnya mereka melakukan
- perbuatan-perbuatan yang hina.
- Begitu mereka terjerumus dalam perbuatan
- yang hina,
- dia mengatakan, "Saya masih lebih baik
- dibandingkan dengan mereka."
- Seperti wanita yang menggoda Nabi Yusuf
- ketika buah bibir cerita mengenai dia
- yang berupaya menggoda anak angkatnya,
- terdengar sampai ke telinganya, dia
- mengundang teman-teman wanitanya untuk
- makan bersama-sama.
- Lalu masing-masing diberikan pisau dan
- buah setelah makan. Lalu dia perintahkan
- Yusuf untuk keluar di tengah-tengah
- mereka. Begitu mereka keluar, mereka
- terpanah.
- Tanpa mereka sadari mereka mengiris jari
- mereka.
- Lalu wanita ini mengatakan apa?
- Fzalikunnalladzi
- lumtunani fih.
- Ini yang dulu kalian cemohkan saya
- karena tergoda padanya.
- Saya masih lebih baik dibandingkan
- kalian. Saya setiap hari melihat
- dirinya. Sedangkan apa? Kalian baru
- melihat sekali jari kalian teriris.
- Nah, di sini banyak ya kita perhatikan
- orang-orang yang terjerumus dalam
- perbuatan yang tidak baik atau kelakuan
- yang tidak baik ingin memperindah
- dirinya dengan menjelekkan dan
- membusukkan orang lain.
- Ini merupakan penyakit yang amat
- berbahaya. Oleh karena itu, baik itu
- pria maupun wanita jangan pernah
- melakukan perbuatan semacam ini yang
- akan menjerumuskan dirinya lebih rendah.
- Seharusnya justru dia mengajak pada
- kebaikan. Dia mengingatkan orang untuk
- tidak melakukan perbuatan seperti
- dirinya,
- bukan justru mensosialisasikan
- menyebarluaskan perbuatan yang mungkar.
- Oleh karena itu kita orang yang beriman
- sebagaimana yang diajarkan Allah dalam
- suratul hujurat ataupun dalam suratun
- Nur berkaitan dengan haditul ifqi.
- Allah ingatkan kita dalam
- bersikap menghadapi berita isu yang
- beredar untuk mendahulukan sangkaan yang
- baik terhadap sesama orang yang beriman.
- Kemudian di saat orang membawa berita,
- kita minta kepadanya apa? Bukti.
- H
- bukan sembarangan kita menerima.
- Kalau pembicaraan tersebut berkaitan
- dengan urusan pribadi, seharusnya tutup
- mulut kita dan ingatkan dia juga untuk
- menutupi aurat saudaranya seandainya
- bersifat pribadi.
- H
- supaya dia bertobat jangan kita
- sebarkan. akhirnya membuat dia merasa
- sudah terjerumus, terlanjur, akhirnya
- semakin menjadi-jadi. Seorang bertanya,
- "Ya Rasulullah,
- kamu melarang kami dari gibah. Bagaimana
- kalau apa yang kami ceritakan sesuai
- dengan perbuatannya?" Rasulullah
- mengatakan, "Itu gibah yang diharamkan
- Allah." Wal y ba'dukum ba'd. Kalau apa
- yang kamu bicarakan tidak sesuai dengan
- apa yang dilakukan, maka yang kamu
- lakukan lebih dahsyat daripada giibah.
- Itu yang dinamakan bhtan.
- Bhtan itu kita menuduh orang lain,
- menisbatkan kepada orang perbuatan yang
- tidak baik yang tidak dilakukan orang
- tersebut.
- He.
- Jadi kedua-duanya merupakan perbuatan
- yang tidak benar. Baik itu gibah
- menceritakan kejelekan orang atau kita
- menisbatkan apa-apa yang tidak apa yang
- tidak dilakukan. Jadi jangan langsung
- kita percaya seharusnya orang yang
- beriman justru berhusnudzan
- terhadap saudaranya.
- Nah, kita bisa membaca ya
- dalam suratun Nur dimulai dari ayat e
- 11. Dari mulai ayat 11, bagaimana
- bimbingan petunjuk Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan kita untuk
- berhati-hati
- dan berbaik sangka terhadap sesama
- saudara kita. Dan Allah ingatkan
- bahwa tangan kita, kaki kita, lidah kita
- akan diminta pertanggungjawabannya di
- hari kemudian nanti.
- Nah, dalam suratul hujurat Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan kita
- pada saat kita mendengar berita
- agar tidak langsung mempercayainya. Ya
- ayyuhalladzina amanu in jaakum fasiqun
- binabain fatabayyanu.
- Wahai orang-orang yang beriman, apabila
- ada seorang fasik datang kepada kamu
- membawa berita, maka mintalah kepadanya
- bayyinah bukti.
- Fatabayyanu. Bukan kita bertanya kepada
- yang dituduh.
- He.
- Tapi minta kepada yang membawa berita
- untuk mengajukan bukti.
- Kalau sekarang kan enggak. Iya.
- Biasanya kalau seorang dituduh, orang
- beramai-ramai atau wartawan datang
- kepada orang tersebut
- bertanya, "Apa betul berita yang beredar
- yang seharusnya dilakukan? Justru kita
- minta kepadanya untuk mengajukan bukti."
- Jadi, sudah dituduh harus klarifikasi
- lagi, Ustaz.
- Iya.
- Repot.
- Iya, betul. Sudah dituduh ya terkadang
- tanpa dosa dia harus klarifikasi
- dan orang begitu mendengar isu tersebut
- langsung percaya biasanya. He
- baru nanti kalau tidak terbukti mereka
- mengatakan, "Oh, ternyata tidak sesuai."
- Seperti berita dulu mengenai Habib Rizq
- ya dalam kesetuhan melakukan perbuatan
- yang tidak baik dengan seorang wanita
- langsung sampai ke luar negeri orang
- percaya. He.
- Padahal tidak ada tanda-tanda, tidak ada
- bukti ya yang disodorkan,
- tapi orang langsung menerima. Kenapa?
- Karena orang paling suka, orang-orang
- yang buruk jiwanya, yang buruk perangnya
- paling suka menyebarkan hal-hal yang
- buruk. Tapi kalau orang yang baik mulia
- merasa jiji dengan pembicaraan yang
- buruk, mereka menjaga diri mereka.
- Dan konon katanya, Ustaz, kalau berita
- buruk tuh lebih cepat memutari dunia
- gitu dibandingkan berita baik. [tertawa]
- Betul. Betul. Itu selalu yang buruk
- tanpa kita sebarkan dia menyebar dengan
- sendirinya. Contohnya
- orang kalau menanam padi pasti akan
- tumbuh gulma. Tapi kalau menanam gulma
- enggak mungkin tumbuh padi. Kebaikan
- mesti dirawat, mesti dijaga. Nah, kalau
- kita tidak merawat, menjaga diri kita,
- menjaga kebersihannya, kita yang
- dirugikan.
- He.
- Sedangkan yang difitnah
- tanpa dasar kebenaran atau dia berbuat
- buruk, kita ceritakan akhirnya apa? Dia
- menjadi ringan dengan gibah yang kita
- lakukan. Sedangkan kita mengalami
- kerugian dengan perbuatan-perbuatan dosa
- yang tidak kita lakukan. Tapi kita
- ceritakan dan sebar luas kan. Akhirnya
- orang tersebut mendapatkan ampunan.
- Justru kita yang terkena imbas yang
- buruk dari ucapan dan perbuatan kita.
- Mengotori hati kita, mengotori lisan
- kita menunjukkan bahwa kita bukan
- manusia yang baik. He.
- Jadi, fatabayyanu
- hendaknya kalian bertabayun. Artinya
- minta. Mana buktinya?
- Bagaimana kalau dia orang baik? Kalau
- dia orang baik tidak mungkin bawa berita
- buruk.
- Jadi orang injaakum fasiquun binabain.
- Kalau seorang fasik datang kepada kamu
- membawa satu berita,
- kalau dia membawa berita buruk
- yang sifatnya pribadi, tidak mungkin dia
- orang baik. Walaupun seorang ulama,
- walaupun penampilannya orang-orang yang
- baik, yang rajin beribadah, tidak
- mungkin orang baik suka membawa hal-hal
- yang buruk.
- Oleh karena itu, minta bukti.
- Kenapa anusibu
- bijahalatin fatusbihu ala ma faumimin?
- Agar kalian tidak memvonnis satu kaum
- atas dasar kebodohan kemudian kalian
- menyesal berikutnya.
- Kejadian ini ya dilatar belakangi atau
- ayatnya dilatar belakangi satu
- peristiwa.
- Seorang sahabat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- diperintahkan untuk mendatangi satu kaum
- mengumpulkan zakat dari mereka.
- Tapi sahabat ini
- rupanya sudah punya permusuhan,
- kebencian antara dia dengan kaum
- tersebut.
- Akhirnya dia pergi beberapa lamu
- kemudian kembali kepada Rasulullah. Dia
- tidak sampai di tempat tersebut. Dia
- mengatakan, "Ya Rasulullah, mereka
- menolak untuk mengeluarkan zakat
- mereka."
- Mereka menentang.
- Mereka menolak untuk tunduk kepada apa?
- kepada perintah Allah dan Rasulnya.
- Sahabat ketika mendengar hal ini
- langsung mereka marah
- meminta agar Rasulullah mengirimkan
- pasukan untuk memerangi mereka.
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam
- tidak langsung mengikuti kemauan mereka,
- tapi dia kirim beberapa orang di bawah
- pimpinan Khalid bin Walid
- untuk mendatangi kaum tersebut.
- Tapi tidak langsung masuk ya
- berhenti ya
- dia, Pak di malam hari mendengarkan
- apakah terdengar kumandang azan.
- Ternyata mereka mendengarkan kumandang
- azan. Begitu pagi hari juga mereka
- mendengarkan suara azan di pagi hari.
- Akhirnya setelah subuh rombongan datang
- ke penduduk tersebut.
- Sampai di sana mereka bertanya, "Kenapa
- kalian terlambat? Kami sudah kumpulkan
- zakat kami." H.
- Akhirnya
- mereka kembali kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menjelaskan
- apa yang terjadi tidak seperti berita
- yang dibawa oleh orang tersebut.
- Akhirnya turunlah ayat ini mengingatkan
- kaum muslimin untuk tidak mudah menerima
- berita yang bisa berakibat fatal. Lalu
- Allah mengingatkan, "Waamu anna fikum
- rasulallah." Ketahuilah di antara kalian
- ada Rasulullah.
- Kalau rasul
- mendengarkan kalian, mengikuti kalian
- pada apa yang kalian inginkan, niscaya
- kalian akan binasah.
- Wakallaha hababa ilaikumul imanahu
- fiilubikum. Tapi Allah menghiasi di hati
- kalian, membuat kalian mencintai
- keimanan dan menghiasinya di hati
- kalian.
- Dan Allah membuat kalian membenci
- kefasikan dan kemaksiatan kepada Allah.
- Wakara ilaikumul kufro wal fusuq walika
- humur rasidun. Merekalah orang-orang
- yang berakal sempurna dan bijak. Orang
- yang beriman mereka cinta pada keimanan.
- Cinta kepada apa saja yang berhubungan
- dengan iman. Cinta pada kebaikan,
- pembicaraan yang baik.
- Dan mereka akan membenci terhadap
- perbuatan yang fasik dan menjijikkan.
- Jadi mereka yang beriman berhati-hati
- untuk tidak menyebarluaskan hal-hal yang
- buruk. Tapi kita justru di tengah-tengah
- umat Islam saat ini senang memviralkan
- hal-hal yang buruk, tapi yang baik
- mereka tidak sosialisasikan.
- Jadi menghadapi ee perkembangan
- AI saat ini yang bisa melahirkan
- video-video palsu.
- Suatu kali saya pernah menerima kiriman
- video dari seorang
- yang menggambarkan bagaimana ya
- ee si fulan mengeluarkan pernyataan
- penyesalan dan tobatnya.
- Hm.
- Saya begitu mendengarkan
- dan menyaksikan videonya, suaranya
- betul-betul mirip sampai gerakan
- lidahnya pun mirip.
- Sebelum saya sebar, saya bertanya
- pada beberapa orang ini nyata apa?
- Merupakan rekayasa.
- Akhirnya mereka mengatakan ini rekayasa,
- Ustaz. Padahal kalau kita dengarkan dari
- suara mimik muka dan gerakan lidah 100%
- mirip.
- Jadi sebagaimana kita mudah sebetulnya
- untuk terpedaya menyaksikan video-video
- palsu, sebetulnya kita mudah juga untuk
- mencari kebenaran. He.
- Kalau kita berusaha mencari, bertanya
- ya, apalagi dengan kemampuan seseorang
- pada saat ini ya untuk mengakses ya baik
- dengan Google image dan lain sebagainya
- atau bertanya kepada yang ahli, mereka
- bisa menemukan apakah ini AI, apakah ini
- merupakan
- ee video nyata.
- Bahkan sekarang kita saksikan
- para penyanyi sekarang.
- para penyanyi saat ini seringki mereka
- apa
- mereka dipalsukan melalui
- musik-musik yang lebih baik ya dengan
- wajah yang sama dan juga apa dengan apa
- dengan mimik muka dan gerakan lidah yang
- sama
- he
- nyanyiannya persis seperti apa
- suara orang tersebut padahal bukan apa
- bukan nyanyiannya bahkan sekarang
- film-film AI juga cukup banyak.
- He.
- Jadi orang tidak perlu membayar artis
- mahal-mahal, tidak perlu lagi mereka
- mengeluarkan biaya yang cukup besar
- melalui AI. Mereka bisa melahirkan
- drama, film lepas ya,
- bahkan dengan penampilan yang lebih
- cantik, lebih tampan lagi dengan efek
- juga yang lebih baik, suara yang lebih
- baik.
- Jadi dalam hal ini kita diuji oleh Allah
- Subhanahu wa taala keimanan kita juga
- kebersihan hati kita.
- Dan ingat kalau kita mendengarkan berita
- buruk jangan segera langsung kita
- menyebar keluaskan. Ingat apa yang kita
- lakukan bukan hal yang kecil. Yauma
- tashadu
- yauma tashhadu
- alaihim aidihim wajuluhum.
- Astagfirullahalazim.
- Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kita,
- "Yauma tashadu alaihim alsinatuhum
- wa aidihim wa arjuluhum bimau
- ymalun." Yaumaidin yuwafihimullahu
- dinahumul haq wa'lamuna annallaha huwal
- haqqul mubin.
- Ini merupakan ayat 23
- eh ayat 24 dan ayat 25 dari suratun Nur.
- Yauma tashadu alaihim alsinatuhum
- wa aidihim wa arjuluhum bima kanu
- ya'malun. Hati-hatilah. Waspadalah
- kalian dari satu hari ketika lisan-lisan
- mereka, tangan mereka dan kaki mereka
- bersaksi di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala atas apa yang mereka perbuat.
- Yaumaidin yuwafihimullahu dinahumul haq.
- Pada hari itu Allah Subhanahu wa taala
- melunasi balasan mereka
- dengan hak. Ya, tidak akan menzalimi
- mereka
- dengan mengurangi kebaikan mereka
- ataupun dengan menambahkan keburukan
- mereka. Tapi Allah akan melunasi
- perbuatan mereka dengan pembalasan yang
- hak.
- Walamuna anallaha hual haqqul mubin. Dan
- pada hari itu mereka betul-betul
- mengetahui dengan jelas bahwasanya Allah
- dialah al-Haq almubin yang akan
- menjelaskan dan menerangkan
- segala sesuatu dengan sejelas-jelasnya
- sebagaimana apa adanya. Artinya yang
- dilakukan Allah merupakan kebenaran yang
- pasti. almubin yang akan menjelaskan dan
- menerangkan tanpa ada kesamaran sedikit
- pun. Jadi hendaknya kita dalam hal ini
- berhati-hati jangan sampai akhirnya kita
- mendatangkan petaka buat diri kita.
- Dalam suratun nisa Allah berfirman, "La
- yuhibbullahul jahro bis minal illaim."
- Allah paling tidak menyukai orang yang
- suka menampakkan hal-hal yang buruk,
- baik ucapan maupun perbuatan. Illa
- manim. Kecuali kalau dia dianiaya oleh
- seseorang, mau tidak mau dia menuntut
- haknya, dia bisa bercerita kepada orang
- yang bisa mengambil haknya atau kepada
- hakim.
- Tapi kalau tidak menyangkut haknya dan
- ini merupakan hal yang bersifat pribadi,
- dia melakukan perbuatan dosa seharusnya
- kita tutupi, kita berikan nasihat kepada
- orang tersebut agar dia bertobat. Kalau
- kita saksikan langsung
- ada seorang berbuat zina,
- seorang menyaksikan perbuatannya,
- dia langsung menoleh meninggalkan.
- Tak lama kemudian ketika dia mulai
- tenang, ya setelah dia berdoa kepada
- Allah Subhanahu wa taala,
- datangi orang tersebut.
- Saya tadi menyaksikan perbuatan kamu
- yang tidak benar, yang dimurkai Allah.
- Bagaimana kalau seandainya keluarga kamu
- tahu perbuatan kamu? Bagaimana kalau
- orang semua tahu perbuatan kamu?
- Allah Subhanahu wa taala masih menutupi.
- Saya melihat, saya tidak akan bercerita
- kepada siapa-siapa. Tapi saya ingin kamu
- bertobat pada Allah Subhanahu wa taala.
- Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran
- dari hal ini.
- Dia tinggalkan.
- Orang tersebut
- betul-betul syok
- menyadari bagaimana seandainya
- perbuatannya dibuka di tengah-tengah
- manusia. Betapa memalukan dirinya
- apalagi di hadapan istrinya maupun di
- hadapan anak-anaknya.
- Nah, orangnya dengan maksud baik
- memberikan nasihat, tidak menceritakan
- ke sana kemari hingga dia merasa dirinya
- sudah terlanjur berbuat apa? Berbuat
- dosa. Orang semuanya sudah tahu.
- Akhirnya dia menganggap ini merupakan
- hal yang biasa.
- Akhirnya orang tersebut berhenti dari
- perbuatan dosa tersebut. Berikan
- kesempatan buat saudara-saudari kita
- untuk kembali kepada Allah, bertobat
- dari kesalahannya. Dan jangan kita
- jadikan diri kita ya sebagai orang yang
- terbiasa untuk berbicara yang buruk. Dan
- ingat semua yang kita lakukan, yang kita
- ucapkan kembali kepada diri kita. Kalau
- kita gampang menceritakan keburukan
- orang lain,
- subhanallah satu hari sebelum kita mati,
- kita akan melakukan perbuatan tersebut.
- Saya jumpai banyak orang yang suka
- menceritakan kejelekan orang,
- menceritakan kejelekan anak perempuan
- orang atau anak laki-laki orang.
- Subhanallah. Tidak lama kemudian
- ternyata apa yang terjadi pada orang
- lain terjadi pada dirinya. Kenapa?
- Karena dia menceritakan dan
- menyebarluaskan. Bukan memberikan
- nasihat yang baik, melakukan perbaikan,
- malah menyebarluaskan keburukan. Bagi
- mereka Allah sediakan azab yang pedih
- dalam kehidupan dunia maupun dalam
- kehidupan akhirat. Oleh karena itu,
- kalau kita menyaksikan ada berita
- melalui AI atau katakan sebuah narasi
- atau sebuah pernyataan, jangan langsung
- kita terima.
- Tapi lakukan tabayun terlebih dahulu
- sampai jelas. Kalau seandainya
- masalahnya pribadi belum beredar dan
- belum viral, alangkah baiknya kalau Anda
- memberikan nasihat yang baik. Kalau
- memang sudah viral, Anda jangan termasuk
- dari orang yang menyebarluaskan, malah
- menambahkan dosa. Karena ini tidak akan
- mengubah dan memperbaiki keadaan.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Jadi, kita lebih
- berhati-hati ya. Kalau sekarang tuh
- gampang banget, Ustaz. Ketika berita
- buruk ee diterima oleh kita, terutama
- lewat media sosial. Gampang banget kita
- komen, menghujat padahal belum tentu
- kebenarannya, Ustaz. Ya, betul.
- Baik, Ustaz. Terima kasih, Ustaz, atas
- nasihatnya. Jadi kalau ada WA yang kita
- terima yang buruk-buruk jangan
- disebarkan. Tapi kalau yang baik
- sebarkan.
- Sebarkan Ustaz ya. Kadang-kadang mailnya
- malah malas tuh yang baik menyebarkannya
- Ustaz ya. [tertawa]
- Baik Ustaz. Selanjutnya ini pertanyaan
- dua pertanyaan hampir senada dari Ibu
- Ati di Ciputat dan hamba Allah di
- Bekasi. Ustaz eh banyak generasi muda
- saat ini merasa kesepian meski
- terkoneksi dengan digit secara digital
- loneliness epidemic. Nah, apa resep
- Al-Qur'an untuk meraih ketenangan jiwa
- yang sakinah, yang sejati di tengah
- hiruk pikuk notifikasi lewat gadget
- katanya, Ustaz. Dan kemudian yang
- selanjutnya ini mengenai healing.
- Istilah healing katanya sangat populer
- untuk lari dari stres. Bagaimana
- Al-Qur'an juga memandang konsep
- istirahat dan penyembuhan jiwa. Apakah
- salat dan sabar relevan dijadikan metode
- healing utama dibanding sekedar liburan
- fisik, Ustaz? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisolihin.
- Di tengah-tengah kehidupan saat ini
- di mana
- materi dan syahwat itu merupakan hal
- yang digandrungi
- oleh kebanyakan manusia.
- Walaupun
- mereka hidup dalam kesejahteraan dan
- kemudahan, tapi hanya Allah yang tahu
- bagaimana derita dan kesepian mereka.
- Begitu juga di tengah-tengah era
- keterbukaan media sosial.
- Bumi yang tadinya begitu luas dan
- berjauhan, sekarang kita merasakan bumi
- seolah-olah hanya merupakan sebuah
- kampung kecil. H
- karena orang bisa menyaksikan satu
- kejadian
- di tempat yang jauh seolah-olah terjadi
- di depan matanya. Bisa langsung
- mendengarkan berita ya yang tersembunyi
- seolah-olah dia menyaksikan sendiri.
- Seperti kejadian ketika terjadi ledakan
- World Trade Center
- di New York
- itu orang bisa menyaksikan langsung
- tayangannya di depan mata mereka. mereka
- di rumah masing-masing melalui televisi
- menyaksikan tayangan langsung
- kejadiannya.
- Itu tahun 2001, Ustaz, ya.
- Apalagi saat itu,
- apalagi sekarang.
- Tapi ternyata manusia
- yang tadinya hidup dalam suasana yang
- lebih damai, lebih ceria ya karena
- aktivitas mereka tidak habiskan dalam
- gadget maupun dalam apa?
- Dalam menu-menu yang ditawarkan melalui
- gadget, pornografinya ya.
- Kemudian juga dari sisi finansial kita
- saksikan adanya pinjol, adanya juga judi
- online ya. Semua ini menambahkan derita
- dan keresahan manusia.
- Akhirnya walaupun habis waktu mereka ya
- mereka habiskan bersama jajan ternyata
- tidak menghilangkan kesepian mereka
- malah menjerumuskan mereka dalam
- kecanduan
- yang berbahaya. H
- yang membuat mereka jadi makhluk
- asosial.
- Bahkan anak-anak banyak yang terkena ya
- penyakit semacam ini yang mengerikan
- betul-betul. Dia tidak bisa bersosial
- dengan orang di sekelilingnya. Ya,
- lebih asyik dengan gadget.
- Kalau seorang anak bisa lebih asyik
- dengan jejek daripada ayah ibunya, kita
- bisa bayangkan bagaimana
- ya yang biasanya seorang anak dari mulai
- kanak-kanak itu merindukan untuk
- merasakan dekapan kedua orang tuanya.
- Tapi mereka lebih suka dekapan gadget
- dengan menu-menu yang ditawarkan.
- Oleh karena itu,
- upaya untuk melakukan healing
- di mana-mana tempat sekarang dilakukan.
- Bukan hanya di rumah sakit untuk ee
- mengobati orang yang kecanduan. Jajat
- ini bukan hanya morfin, bukan hanya
- obat-obatan, tapi jej ternyata
- menimbulkan kecanduan yang amat
- berbahaya. Meruntuhkan semangat belajar,
- semangat berjuang, semangat bekerja,
- dihancurkan semuanya
- dan menjadi orang yang betul-betul tidak
- lagi berupa manusia dalam arti yang
- seutuhnya sebagai makhluk sosial. Nah,
- kalau sampai dia bersama pasangannya pun
- walaupun bersebelahan tapi hubungan di
- antara mereka begitu jauh, begitu pula
- bersama anak-anaknya, berkumpul
- bersama-sama,
- tapi tidak ada komunikasi di antara
- mereka. Kehangatan yang dirasakan
- seperti orang tua dan anak-anak di masa
- yang lampau. He
- banyak upaya melakukan
- healing dengan berbagai macam cara. ada
- yang berkumpul di padepokan ya,
- ada yang menempuh cara ya dengan
- melakukan apa? Dengan melakukan semedi,
- ada yang menggunakan yoga, ada yang
- menggunakan ee berbagai macam cara ya
- untuk mengembalikan manusia ke dalam
- suasana yang tenang dan damai.
- Itu upaya. Tapi apakah berhasil? tidak
- berhasil dengan sendirinya.
- Ee ini semua merupakan apa? gambaran
- kepada kita bagaimana stresnya orang
- pada saat ini.
- Iya.
- Jadi kehangatan dalam rumah tangga,
- kehangatan juga dalam bersosial yang
- kita rasakan pada masa dulu. Bagaimana
- teman itu merindukan untuk berkumpul
- bersama temannya.
- Dan suami juga bergegas-gegas kembali ke
- rumah. Istri juga menanti kedatangan
- suaminya. Mereka merindukan berkumpul
- bersama anak-anak mereka. Saat ini
- masyarakat bahkan bukan hanya di
- perkotaan, sampai di daerah pun sudah
- mulai merasakan hal ini.
- Hm.
- Dan efek dari jejet sebagaimana kita
- tahu banyak yang masuk dalam perangka
- pinjol.
- Iya.
- masuk perangkap judi online
- sampai akhirnya mereka harus menjual
- rumah mereka. He.
- Bahkan anak-anak mencuri juga uang orang
- tua mereka. Menghancurkan usaha mereka
- disebabkan karena judi online.
- Game online pun seperti itu, Ustaz.
- Anak-anak bisa mencuri untuk ngisi apa
- ee token seperti itu, Ustaz.
- Betul. Betul. Waliyadubillah.
- Anak usia SD sekarang tuh banyak seperti
- itu.
- Nah, ini betul-betul merupakan wabah
- yang amat berbahaya.
- Nah, bagaimana kira-kira Allah
- memberikan solusi? Allah yang
- menciptakan kita,
- yang menciptakan jiwa kita
- dan potensi-potensi jiw jiwani yang
- Allah tanamkan dalam diri kita.
- Allah yang lebih tahu apa yang bakal
- menyehatkan jiwa kita, apa yang bakal ee
- menjerumuskan jiwa ke dalam penyakit
- dalam dan dalam dan dalam dan dalam
- bencana.
- Oleh karena itu Allah jelaskan pada ayat
- 28 surat Raad. Begitu juga ayat 29
- solusi bagaimana kita menyehatkan
- kembali jiwa kita.
- Bukan dengan meraba-raba,
- tapi dengan solusi yang betul-betul
- tepat bagi kita semuanya.
- Allah berfirman, "Alladzina amanu
- watatmainnu qulubuhum bidikrillah."
- Orang-orang yang beriman,
- hati mereka akan tentram dengan
- mengingat Allah.
- He
- zikir bukan amalan lisan,
- tapi amalan hati. Lisan hanya apa? Hanya
- ya menampakkan
- apa yang di hati seseorang. Karena kata
- dzakara yadkur dalam bahasa Arab artinya
- itu mengingat.
- H
- kemudian menyebut. Jadi menyebut itu ya
- karena apa? Karena dia mengingatnya. Man
- ahabba saian aksar min bikri. Orang
- kalau mencintai sesuatu pasti banyak
- menyebutnya.
- Bukan seperti zikir yang dilakukan
- sebagian orang baca 100.000 kali, 10.000
- kali. Subhanallah. Subhanallah.
- Subhanallah. Ini zikir yang betul-betul
- tidak bermarah. Walaupun mengucapkan
- secara perlahan-lahan subhanallah,
- subhanallah. Subhanallah.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah.
- Allahu Akbar. Allahu Akbar. Berselawat
- kepada Rasul. Kemudian sambil berzikir,
- sambil bertafakur. Kalau dia mau
- merenungkan ayat-ayat Allah yang
- terdapat di langit, di bumi, termasuk
- dalam dirinya, matanya terbuka, hatinya
- terbuka, dia akan menemukan keindahan
- yang jauh lebih indah daripada apa yang
- ditawarkan oleh jajet.
- Dia akan menemukan keindahan yang
- sejati. Jadi orang yang beriman hati
- mereka baru akan tentram dengan berzikir
- kepada Allah. Salat merupakan zikir.
- Al-Qur'an kita baca merupakan zikir.
- Bukan hanya membaca tapi meresapi
- maknanya juga.
- bertafakur,
- merenungkan ayat-ayat Allah juga zikir.
- Jadi majal zikir atau arenanya luas.
- Apa saja yang bakal mengingatkan kita
- kepada Allah dan kebesarannya, ilmu yang
- kita pelajari mengantarkan ke sana,
- pekerjaan yang kita lakukan juga
- mendekatkan kita kepada Allah. Itu semua
- merupakan bahagian dari zikir.
- Lalu Allah menegaskan, "Ala bidikrillahi
- tatmainnul qulub." Ketahuilah hanya
- dengan mengingat Allah, berzikir
- kepadanya, baru kalbu kita ini akan
- tentram dan damai. Begitu jiwa seseorang
- tentram
- dengan sendirinya apa? Pikirannya akan
- tentram,
- pandangan matanya akan tenang, begitu
- juga pendengarannya, begitu juga
- pekerjaan yang dilakukan juga akan apa?
- Akan lebih stabil dan sempurna karena
- datang dari hati yang tentram.
- Tapi kalau seorang jiwanya resah, gundah
- gulana, membawa kendaraan juga
- berpotensi untuk menabrak, pekerjaan dia
- tidak akan sempurna dikerjakan.
- Dia tidak akan fokus dengan baik. Jadi,
- ala bidzikrillahi tatmainul qulub. Allah
- tidak mengatakan ala tatmainnul qulub
- bidikrillah. Tidak. Karena kalau Allah
- bilang ala tatmainul qulub bidikrillah
- artinya kalbu kita dapat tentram dengan
- berzikir kepada Allah tapi juga dengan
- yang lain. Tapi kalau ala bikrillah
- didahulukan ketahuilah hanya dengan
- berzikir kepada Allah tatmainul qulub
- baru kalbu kita akan tentram.
- Tahu enggak Kang Rizal?
- Kalbu dari kata apa?
- dari kata kerja qolaba yaqlibu qolban
- yang artinya membalikkan.
- Taqallaba yang artinya begini
- bolak-balik.
- Dinamakan kalbu karena terkadang senang,
- terkadang susah, terkadang gembira,
- terkadang bersedih, ya terkadang dalam
- keadaan betul-betul apa? Dalam keadaan
- tenang, tapi terkadang juga berada dalam
- kondisi yang guncang.
- Nah, kalbu ini mudah sekali berubah
- untuk menentramkannya,
- memantapkannya hanya dengan
- melabuhkannya kepada Allah. Di saat
- menerima nikmat kita bersyukur dari
- Allah. Di saat kita menghadapi cobaan,
- kita kembalikan kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Ini merupakan solusi yang Allah berikan
- kepada kita dengan kita mengingat Allah.
- Solusi ini merupakan apa? merupakan amal
- maknawi yang bersifat maknawi. Tapi
- tidak cukup.
- Ayat berikutnya 29. Alladzina amanu
- wailus shihat tuba lahum wa husnu ma.
- Orang-orang yang beriman dan mengerjakan
- amal saleh. Tuba lahum. Betapa indahnya,
- betapa senangnya, bahagianya mereka. W
- husnu maab. dan mereka akan menerima
- tempat kembali yang terbaik.
- Jadi di samping kita berzikir kepada
- Allah, zikir harus menghasilkan buah
- buah-buahnya
- menumbuhkan iman dan mendorong kita
- mengerjakan amal saleh. Kalau seorang
- di samping dia berzikir, suka
- mengerjakan amal saleh, membantu
- sesamanya
- atau mengajak pada kebaikan, meringankan
- beban seseorang atau kita memberikan
- nasihat orang yang sedang berduka, yang
- mengalami cobaan agar apa? agar mereka
- bisa betul-betul menerima, bersabar dan
- lapang dadah. Subhanallah. Apa yang kita
- berikan kepada orang lain, kita akan
- terima lebih besar lagi.
- Oleh karena itu, banyak orang melakukan
- healing hanya dengan berzikir,
- tapi tidak melakukan amal saleh,
- akhirnya muncul kejenuhan
- sampai pada titik apa? Kejenuhan.
- Jiwa manusia ini tidak cukup hanya
- sekedar dia mengingat Allah subhanahu wa
- taala, tapi jiwa manusia secara fitri
- mencintai perbuatan baik
- baik dari orang lain
- ataupun dari dirinya. Oleh karena itu,
- di saat dia hatinya selalu berzikir
- kepada Allah, salat yang kita kerjakan
- dengan kita salat dan berzikir bukan
- hanya sebatas salat kita di masjid, tapi
- begitu kita keluar dari salat, kita juga
- apa? Melaksanakan pesan-pesan salat
- tersebut. Dari mulai mentakbirkan Allah
- yang melambangkan kebesaran keagungan
- Allah. Enggak dalam hidup ini dia hanya
- bergantung pada Allah.
- Membaca al-Fatihah yang begitu indah
- berisikan pesan-pesan.
- Begitu juga membaca surah yang mengajak
- bertafakur. Kemudian ruku sambil
- bertasbih kepada Allah yang melambangkan
- ketundukan.
- Kemudian sujud yang melambangkan
- tadalul, kerendahan di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Semua ini kalau kita resapi kemudian
- kita keluar.
- Setelah kita salat di masjid, kita juga
- salat di luar, di tengah-tengah arena
- kehidupan
- dengan melaksanakan pesan-pesan salat
- tersebut. Dengan amal saleh yang kita
- lakukan akan membuat jiwa ini
- betul-betul subur,
- bersih, ya, semarak dan penuh dengan
- cahaya.
- Nah, pada zaman dahulu kala semenjak
- katakan para khulafa rasyidun kembali
- kepada Allah digantikan dengan era
- kerajaan monarki absolut. Mulai orang
- juga hanyut bersama dunia.
- Banyak dari kalangan orang-orang saleh
- yang mengasingkan diri mereka.
- Mereka tidak mau melibatkan diri mereka
- di tengah-tengah arena kehidupan karena
- merasa jiji dengan manusia yang lupa
- kepada Allah. Akhirnya muncullah
- gerakan-gerakan azzuhad, orang-orang
- yang zuhud
- yang di kemudian hari dikenal dengan
- gerakan para sufiah. Dulunya sebetulnya
- mereka dikenal dengan azzuhad.
- Azzuhad
- yaitu jamak dari zahid. Oleh karena itu,
- gerakan meninggalkan dunia kemudian
- mereka fokus dengan mendekatkan diri
- mereka kepada Allah Subhanahu wa taala
- bertujuan untuk melakukan healing dan
- menyelamatkan diri mereka.
- Ini merupakan hal yang positif. Tapi
- sayang mereka apa tidak terjun melakukan
- perbaikan di tengah-tengah kehidupan
- dunia.
- Akhirnya apa? Kebaikan terbatas di
- tengah-tengah mereka. Lama-kelamaan
- keburukan juga apa? Keburukan juga
- akhirnya menularkan mereka
- seperti jangan jauh-jauh di Mesir. Kita
- jumpai ya tarekah sufiah di Mesir itu ya
- kalau kita lihat secara seremonial
- dari penampilan kelihatan menggambarkan
- kekhusyukan.
- Ini bukan semuanya tapi subhanallah
- ternyata itu hanya penampilan di luar.
- Banyak dari kalangan mereka yang
- melakukan penyimpangan bahkan
- berkolaborasi dengan kezaliman.
- Tapi mereka merasa seolah diri mereka
- orang-orang yang berjalan menuju Allah
- Subhanahu wa taala.
- Lalu para pengikut mereka untuk menguji
- kebenaran mereka mengatakan, "Coba lihat
- bagaimana mereka disambut oleh
- masyarakat, disambut juga oleh
- penguasa-penguasa yang datang kepada
- mereka minta doa bahkan memberikan
- hadiah kepada mereka." Ini merupakan
- tolok ukur orang bodoh yang mengukur
- kebenaran dengan cara semacam ini.
- Jadi semenjak berakhirnya masa khilafah
- arrasyidin
- berganti dengan masa-masa era monarki
- absolut apalagi pada zaman-zaman
- pertengahan Bani Umayyah dan Bani Abbas,
- akhirnya mulai banyak orang meninggalkan
- dunia. Nah, mereka lebih suka berada di
- tempat-tempat yang sepi, berzikir kepada
- Allah, meninggalkan kewajiban mereka
- untuk beramar makruf nahi mungkar.
- Akhirnya kondisi keadaan semakin buruk.
- Kalau kita lihat pada masa era sahabat,
- sahabat-sahabat di waktu malam mereka
- sujud di hadapan Allah. Di waktu siang
- mereka pahlawan-pahlawan yang berjuang
- di jalan Allah. Mereka tidak berdiam di
- hadapan yang mungkar. Mereka juga aktif
- dalam menyebarkan yang makruf. Jadi
- untuk kesuksesan kita, keselamatan jiwa
- kita, kita betul-betul harus betul-betul
- apa? Selalu berzikir kepada Allah
- Subhanahu wa taala agar setan tidak
- mengendalikan diri kita. Kemudian kita
- juga aktif di tengah-tengah kehidupan
- dengan menjalankan tugas amar makruf
- nahi mungkar. Oleh karena itu Allah
- ingatkan kita
- dalam surah Azzuhruf,
- bahayanya orang yang lengah dari Allah.
- Wam yasyuikir rahman nuqayyit lahu
- sitanan fahua lahu qorid. Orang yang
- lengah yang tidak mengingat Allah
- subhanahu wa taala yang maha pemurah,
- tidak mengikuti petunjuknya dan
- ayat-ayat yang Allah turunkan. Kami akan
- biarkan setan menyerubungi dan
- mengendalikan dirinya. Ke mana dia
- pergi,
- setan akan menjadi pengendalinya.
- Wa innahum lasuddunahumbil
- waahsabuna annahum muhtadun. Dan
- mereka-mereka yang disesatkan setan
- beranggapan apa? Mereka dalam kebenaran
- padahal mereka disesatkan dan
- dipalingkan oleh setan. Wa innahum
- lasuddunahum
- sabil wahsabuna annahum muhtadun.
- Mereka-mereka mewaringkan orang dari
- jalan Allah subhanahu wa taala. Tapi
- orang yang disesatkan beranggapan
- seolah-olah mereka berada di atas
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala.
- Ini disebabkan karena kita lengah dari
- Allah. Seharusnya kita selalu mengingat
- Allah, berpegang pada kitab Allah yang
- Allah turunkan sebagai zikir bagi kita.
- Kita gantikan Allah dengan selainnya,
- kitabnya juga kita gantikan dengan yang
- lain. Akhirnya setan berkuasa atas diri
- kita dan berkuasa di tengah-tengah
- masyarakat kita sampai masyarakat
- beranggapan Quran cukup untuk dibaca
- tanpa diresapi dan dihayati. Mereka
- lebih mengagungkan tulisan-tulisan ulama
- mereka. Jadi ee Kang Rizal dalam masalah
- ini ya kita sebagai manusia yang teri
- berbagai macam aspek ya. Di antaranya
- aspek sosial yang dirindukan setiap
- orang. Kalau kita tidak menjalankan
- kewajiban kita juga, maka kita akan
- merasakan betul-betul perasaan yang
- tidak nyaman di hati kita. Kenapa Allah
- perintahkan kita salat berjamaah bukan
- salat sendiri-sendiri? Agar kita
- betul-betul apa? Membangun hubungan yang
- harmoni bersama lingkungan kita, bersama
- saudara-saudara kita, sesama orang yang
- beriman. Di saat yang satu lengah
- diingatkan, yang satu butuh, yang lain
- memberikan dukungan. Bukan hanya tubuh
- berkumpul, tapi hati berserakan yang
- Allah inginkan. Sebagaimana kita
- berkumpul dalam salat, hati kita juga
- bersatu dalam memperjuangkan amar makruf
- dan nahi mungkar. Jadi, healing yang
- baik dengan mengikuti petunjuk Allah
- Subhanahu wa taala yang paling tahu
- mengenai manusia.
- Ya ayyuhalladina amanukurullahaikr
- wasabbihuhu bukratan wa asila huadzi
- yusli alikum waikatuhuakum
- minulumati.
- Sesungguhnya dialah yang telah yang
- selalu berselawat kepada kalian. Allah
- melimpahkan selawatnya atas kalian.
- Begitu juga malaikatnya untuk
- mengeluarkan kalian dari dalam kegelapan
- yang berlapis-lapis menuju kehidupan
- yang terang-penerang. Dan saya secara
- pribadi di saat lengah kurang berzikir
- kepada Allah juga kurang bersosial ya
- melakukan amar makruf nahi mungkar
- semaksimal kemampuan kita langsung kita
- merasakan perasaan tidak nyaman,
- perasaan gunda, perasaan resah, perasaan
- gelisah.
- Karena kita tidak melaksanakan kewajiban
- kita sebagai seorang hamba yang
- mengemban amanat sebagai khalifah di
- atas muka bumi. Jadi kita berharap
- mudah-mudahan ikhwan yang mengalami
- keresahan, kegundahan, kegelisahan, coba
- sisihkan sebagian waktu kita untuk
- berzikir kepada Allah, mengkhusyukkan
- diri kita. Lalu kita keluar di
- tengah-tengah masyarakat
- melakukan amalan-amalan saleh yang akan
- kembali manfaat yang lebih besar kepada
- kita sebelum kepada orang lain.
- Mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita
- semuanya.
- Insyaallah kita akan bahas satu persatu
- yang berhubungan dengan masalah ini ee
- dalam tema tafsir maudui insyaallah di
- masa akan datang. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husin Alat Atas
- menjawab pertanyaan beberapa pertanyaan
- yang sudah masuk di kesempatan ini.
- Terima kasih kepada Ibu Anggit, kemudian
- Bapak Rama, Ibu Maria dan juga ini siapa
- hamba Allah? Pak Nurhadi ini belum
- sempat kita bacakan. Mungkin insyaallah
- ee besok insyaallah Ustaz ya kalau tidak
- ada langgan insyaallah live kita jam
- 09.30 akan kita bacakan, akan kita bahas
- pertanyaan dari Ikhwan. Semoga jawaban
- ee dan juga penjelasan dari Ustaz Dusen
- juga menjawab dan memberikan ibrah
- pelajaran untuk kita semua. Ikhwan
- akhwat saya Rizal Haq bersama
- teman-teman yang bertugas dari pagi hari
- tadi ya dari jam .00 ada Kang Ondi dan
- Kang Algi undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.