Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahimalam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa
- ala ali Muhammad. Dipancar luaskan dari
- jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. [mendengus]
- Bagaimana kabar Anda di siang hari ini?
- Alhamdulillah kembali kita berjumpa
- dalam program tausiah siang. bersama
- Ustaz Fawasz Abizawiyah edisi Selasa di
- tanggal 12 Januari
- 2021.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Alhamdulillah beliau
- telah hadir di studio Rasil saat ini
- kita sapa. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Sekarang pembahasan kita tentang apa,
- Ustaz?
- ee kali ini karena seharusnya kan Selasa
- kemarin kita cuti ya harusnya kajian
- kitab. Nah, hari ini tematik di seputar
- algurur.
- Heeh.
- Ya, Alghurur tertipu diri.
- tertipu diri
- karena kalau tidak salah di Selasa
- ee 29 Desember ini, Selasa pekan lalu.
- Dua pekan lalu
- itu dua pekan lalu yaitu temanya
- dahsyatnya pengaruh ucapan.
- Baik. [berdehem]
- Baik, Ustaz.
- Insyaallah.
- Baiklah, ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Langsung aja kita akan dengarkan
- pemaparan yang akan disampaikan
- oleh Ustaz Fawas Abi Zawiyah. Baik,
- maaf Ustaz maskernya.
- Oh iya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina
- wa habibina wa syafiina wa quti aunina
- wa maulana Muhammadin waa alihi thhirin
- wasohabatihil akramin waradhiallahu
- taala baqi sahabati ansihim wal
- muhajirinabiihim
- bisihsanin yaumiddin subhanaka la ilma
- lana illa ma alamtana innaka antal
- alimul hakim
- willah
- billahilbisrohli
- waassirli amri wahlul uqdatan m lisani
- yafqahu qi rbana atina min ladunka
- rahmatan wahayi lana min amrina rasyada
- rbana zidna ilman hablana hukman alimna
- minadunka ilman
- Muslimanna
- waakirwanahamdulillahiabbil
- alamin.
- Salam sejahtera
- alfakir haturkan dan sampaikan
- untuk segenap pemirsa Radio Rasil AM720
- dan juga pemirsa Rasil TV di mana saja
- berada.
- termasuk radio-radio atau pendengar yang
- mendengarkan melalui radio-radio
- yang bersinergi dengan Radio Rasil
- AM720, baik yang berada di Sukabumi,
- yang berada di Semarang, Magelang,
- Yogyakarta, Palembang, Bondowoso,
- Banyuwangi,
- Batam,
- Johor, Singapura, Pontianak, Kalimantan,
- dan juga ikhwan-akhwat yang menyimak
- melalui
- live streaming Facebook Bubur Subuh di
- mana saja berada.
- Tak lupa
- salam sejahtera, keselamatan doa
- keselamatan afiah. Semoga tercurah
- rahmat Allah dan keberkahannya semoga
- senantiasa tercurah untuk segenap kru
- Radio Silaturahim Rasil TV bilkhusus
- yang senantiasa setia menemani di setiap
- kajian Selasa kali ini. Akhina
- Abina Agus dan juga
- Fajar
- Kang Fajar walaupun sudah zuhur ya Fajar
- ada Kang Anis Mualim di
- meja operator. meja operator dan juga
- untuk segenap karyawan kru rasil di mana
- saja berada tak lupa juga kita doakan
- mudah-mudahan para pejuang-pejuang
- dakwah melalui media
- audio dan visual rasil di mana saja
- berada senantiasa dianugerahkan
- kesehatan, keselamatan, keberkahan,
- rahmat dan bimbingan Allah Subhanahu wa
- taala. Tak lupa juga khususnya untuk
- founder Rasil Radio Silaturahim Gurunda
- yang mulia Al Ustaz Alfadil Al Habib
- Husein bin Hamid Alattas mataanallah
- bituli hayatih wfidahu warah wafahu min
- kulli balih wal fitan mahar minha wga
- untuk guru-guru kami di mana saja
- beradahanda
- Buya Kia Ghazali Musif Abina Kiah
- Muhammad Ihya Ulumiddin
- kemudian Sayidil Walid Al Habib Umar bin
- Muhammad bin Hafid, Abu Bakar Adni
- Almasyhur, Zain bin Ibrahim bin Sumaid,
- Sayid Abuya Sayid Ahmad bin Muhammad
- Almaliki, dan para guru-guru, para
- ulama-ulama yang tulus, yang ikhlas,
- yang istikamah. Mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala berkenan lindungi
- mereka semua. Am.
- Tak lupa pendengar-pendengar yang
- senantiasa mendengarkan kajian siang di
- siang hari ini. Baik yang ada di
- Cibubur, yang ada di Bekasi, ada Al
- Ustaz Ali Al Haddad, ada yang menyimak
- di Cilengsi ataupun yang menyimak di
- mana saja. Mudah-mudahan senantiasa
- diberkahi, dirahmati, dibimbing dengan
- sebaik-baik bimbingan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Tema kita di siang hari ini yang
- merupakan kajian tematik. Insyaallah
- Selasa berikutnya kita akan masuki
- kajian kitab
- ee yang mana dua kitab yang sedang kita
- baca yaitu kitab fenomenal karangan dan
- susunan Hadratus Syekh K.H. Muhammad
- Hasyim Asy'ari dengan kitabnya, kumpulan
- kitab karangannya yang bernama Irsyadus
- Sari dan juga kitab Abuya Sayid Muhammad
- bin Aliwi al Maliki yaitu manhajus salaf
- fi fahmin nusus bain Nadariyah wat
- tatbiq. Insyaallah di pertemuan yang
- berikutnya biidnillahi taala.
- Pada siang hari ini kita akan ajak
- ikhwan dan akhwat, mustamiin, mustamiat,
- musyahidin, musyahidat untuk merenungkan
- beberapa panduan suci ayat-ayat suci
- Al-Qur'anul Karim.
- Kita akan berangkat dari dua surah yaitu
- Al-Hadid dan Al-Qur'an suratul infitar.
- Kita akan baca
- Alhadis. al ee nanti di ayat
- Al-Hadis [berdehem] itu di ayat ke
- 20 ya,
- ayat 20.
- Nah, Al-Infitar kita mulai dari ayat 6.
- [berdehem]
- Baik, kita akan mulai dengan membaca
- Al-Qur'an suratul fatihah. Seranya
- bermohon pada Allah Subhanahu wa taala
- mudah-mudahan dengan keberkahan suratul
- fatihah, keagungan Al-Qur'anul Karim
- Allah Subhanahu wa taala jadikan kita
- min ahlil fatihah zahiratan wa batinah.
- Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
- taala senantiasa bimbing kita dengan
- hadil Quran dan Allah jadikan kita semua
- min ahlil Quran. Akhlak kita dengan
- akhlakul Quran. Ucapan kita dengan
- ucapan Al-Qur'an. Dan mudah-mudahan
- Allah jadikan kita istri, anak-anak dan
- orang-orang yang kita cinta min ahlil
- Quran zahiran wa batinan ala hadinah wau
- niyatin shih waila hadratin nabiil
- mustofa Muhammadin sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Alfatihah.
- Auzubillahis
- samiil alim minasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin.
- Auzubillahisil
- alim minasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Idzasamaun
- fatharat
- waidzal kawakibatarat.
- Waidzal biharu fujjirat
- waidzal quburuirat
- alimat nafsum maa qoddamat wa akharat.
- Ya
- ayyuhal insanu maa gharraka birabbikal
- karim.
- Alladzi khalaqoka fasawaka fa'alak
- fi ayyi suratim
- ma syaa
- rakkabak
- kalla bal tukadzibuna biddin
- wa inna alaikum lahafidin
- kiroman
- katibin.
- maalun
- innal abrara lafi naim
- wa innal fujjara lafi jahim
- yaslaunaha
- yaumaddin
- wama hum anha bighbin
- wama Ma adrakama yaumuddin.
- Tumma ma
- adrakama yaumuddin.
- Yauma laa tamliku nafsun linafsin saai.
- Wal amru yaumaidzin lillah.
- Sadaqallahuladzim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumfna
- bil quranumfna
- bil quranumimna
- bil quranumarhamna
- bil quran waj'alhuana imaman waan wa
- hudan waahmah.
- Allahumma dakkirna minhuma nusina waimna
- minhuma jahilna warzuqna tilawatahu
- anaili
- waan nahar wajalhuana hujjatan ya rabbal
- alamin. Allahumma ya man anzala ilainal
- quran wa man alamal quran nas'aluka
- bijahika ya rahman wabihaqqi kitabikal
- quran
- wabijahi man unzila ilaihil quran
- habibna ilainal quran wa habibil qurana
- ilaina walqna biaklaqil quran w'alna min
- ahlil quranir
- Yaahiminallahuidina
- Muhammadin wa alihi wasbihi wasallam.
- Ikhwan dan akhwat, musyahidin dan
- musyahidat rahimakumullah.
- Dalam Al-Qur'an ada beberapa terulang
- panggilan dari Allah Subhanahu wa taala,
- seruan dari Allah Subhanahu wa taala
- kepada
- al-insan.
- Dalam Al-Qur'an
- kalimat insan
- panggilan ya ayyuhal insan
- dalam Al-Qur'an terulang dua kali
- dengan seruan ya ayyuhal insan.
- Al-insan adalah manusia
- dalam kondisi semula jadi diciptakan
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Dalam Al-Qur'an terdapat dua ayat yang
- menyeru kepada al-insan. Yang pertama
- dalam Quran surah Al-Infitar ini. Dan
- yang kedua dalam Al-Qur'an surah
- Al-Insyiqaq.
- Dalam Quran surah Al-Infitar berisikan
- sebuah pertanyaan.
- tentang pertanyaan Allah dan tuntutan
- Allah kepada setiap insan akan alasan
- kenapa setiap insan bisa meninggalkan
- Allah subhanahu wa taala yang
- menciptakan insan
- dengan firmannya. Ya ayyuhal insan ma
- garraka birabbikal karim. Apa yang
- memperdayakan dirimu wahai insan?
- Apa yang menipu dirimu wahai insan?
- Memperdayakan dirimu sehingga engkau
- lupa, lalai, bahkan meninggalkan Allah
- subhanahu wa taala. Ya ayyuhal insan ma
- garraka birabbikal karim.
- Padahal
- rbika rbuka yang menciptakanmu.
- Rabbuka yang memiliki dirimu. Rabbuka
- yang merawatmu.
- Rabbuka yang melindungimu. Rabbuka yang
- mengatur dirimu. Adalah Tuhan yang maha
- karim.
- Karim. Sebutan alkarim dalam istilah
- bahasa Al-Qur'an
- yaitu seseorang yang memiliki bermacam
- atau beberapa sifat.
- Yang pertama
- alkarim orang yang senantiasa
- memberi sesuatu
- bahkan senantiasa memberikan sesuatu
- kepada yang lain walau tanpa diminta.
- Ini alkarim.
- Yang kedua, karakter atau sifat alkarim
- ialah
- yang tidak pernah bosan
- sekalipun sering diminta. Tadi yang
- pertama saja senantiasa memberi walau
- tanpa perlu diminta.
- Dan sekali memberi tidak akan pernah
- bosan bahkan walau sering diminta.
- Ini alkarim, Allah yang maha karim. Yang
- ketiga,
- kecewa, sedih, bahkan bisa murka jika
- ada orang lain yang tidak mau meminta
- kepadanya. Ini gambaran Alkarim.
- Maka di antara doa yang Nabi ajarkan
- ketika menjelang berbuka puasa
- adalah Allahumma innaka afwun karim.
- Tuhibbul afwa fa'fu an.
- Yang keempat, ciri karakter karim adalah
- yang pertama tadi senantiasa memberi
- sekalipun tanpa diminta. Yang kedua,
- tidak pernah bosan walaupun sering
- diminta. Yang ketiga,
- sedih, kecewa, bahkan murka jika tidak
- ada yang meminta.
- Ini rabbikal karim.
- Maka Allah Subhanahu wa taala dalam ayat
- ini memberikan sebuah pertanyaan agar
- manusia al-insan ini menggunakan akalnya
- menggunakan
- satu alat yang Allah berikan dalam diri
- setiap manusia yang membedakan manusia
- dengan hewan yaitu akal. Layakkah
- seorang manusia mengabaikan Allah sang
- pencipta yang maha karim? Maakaal
- karim. Padahal Allah Subhanahu wa taala
- adalah zat yang alladzi khalaqoka
- fasawaka faadalak. Dia adalah zat yang
- telah menciptakan dirimu.
- Allah yang telah menciptakan diri kita
- manusia.
- Fasawaka. Maka Allah memberikan apa?
- Menjadikan bentuk kita demikian indah.
- Faadalak. Allah berikan kita
- satu hal yang begitu
- indah, rapi, dan lurus.
- Fi ayi suratim ma syaa rakabak. Dalam
- bentuk yang Allah kehendaki, Allah
- menyusun dan apa namanya ee membentuk
- manusia alinsan. Ini mungkin maaf ya
- ada.
- Oh iya
- ya.
- Kalla bal tukadzibuna biddin wa inna
- alaikum lafidin
- kiroman katibin yalamuna
- ylamuna ma taf'alun.
- Allah subhanahu wa taala memberikan
- sebuah pertanyaan.
- Kenapa manusia ini mesti lalai,
- lengah, dan rela meninggalkan Allah yang
- menciptakannya?
- menciptakan dalam sebentuk baik-baik
- rupa dan bentuk. Allah yang membuat
- manusia menjadi indah dipandang. Allah
- yang berikan manusia begitu layak untuk
- menjadi khalifah. Karena Allah Subhanahu
- wa taala yang menciptakan manusia. Cuma
- alasan yang diberikan oleh manusia ini
- terkadang sungguh aneh.
- Ketika Allah Subhanahu wa taala
- bertanya, Allah yang menjadikan
- menciptakan manusia, menjadikan tubuh
- kita seimbang,
- susunan tubuhnya begitu bagus. Laqad
- khalaqnal insan fi ahsani takqwim.
- Sekalipun Allah katakan dalam bentuk apa
- saja yang ia kehendaki, Allah menyusun
- tubuh kita.
- Namun maka Allah Subhanahu wa taala
- berikan peringatan. Kalla bal
- tukadzibuna biddin.
- Kalla bal tukadzibuna biddin.
- Sekali-kali jangan kalian mendustakan
- biddin. Addin yaumul hisab. Adin hari
- pembalasan. Kalla bal tukadzibuna biddin
- wa inna alaikum lahfidin. Karena kalian
- ini senantiasa
- ada malaikat-malaikat yang senantiasa
- menjaga di sekeliling kalian. Tugas
- mereka kiraman katibin. Selain mereka
- malaikat-malaikat yang mulia mereka
- senantiasa mencatat amal perbuatan
- manusia.
- Kiraman katibin yalamuna ma taf'alun.
- Senantiasa mereka tahu apa yang kalian
- kerjakan.
- Kiraman katibin y'lamuna ma taf'alun.
- Ingat kata Allah, jangan berbuat sesuatu
- yang itu menggambarkan
- bahwa kalian mendustakan hari
- pembalasan. Yaumul hisab, yaumul jaza,
- bahwa setiap amal-amal manusia, bahkan
- setiap nikmat yang Allah anugerahkan
- pada diri manusia, nikmat mata, nikmat
- telinga, nikmat merasa, nikmat makan,
- nikmat kesehatan, nikmat ilmu, nikmat
- segala hal, semua akan dimintakan
- pertanggungan jawab oleh Allah subhanahu
- wa taala. Kenapa? Selama kita hidup di
- dunia, Allah utus bersama kita malaikat
- hafidin
- yang senantiasa mengawal kita. Selain
- mereka makhluk-makhluk Allah yang mulia,
- tidak pernah melanggar perintah Allah.
- La yuna ma amarahum wafaluna ma yarun.
- Malah para malaikat ini juga punya tugas
- katibin
- ma yalfidu minin
- illa ladaiim raqibun atid. Bahkan
- tidaklah setiap lafaz terucap termasuk
- dari diri al-fakir saat ini berucap
- kecuali ada malaikat yang mencatat
- dengan begitu teliti dan detail apa yang
- kita ucapkan dan semua akan dimintakan
- pertanggungan jawab oleh Allah subhanahu
- wa taala. Pada pertemuan 2 pekan yang
- lalu kita telah merenungkan beberapa
- panun Allah Subhanahu wa taala tentang
- dahsyatnya pengaruh ucapan.
- Setiap lafaz yang telah terlontar dari
- lisan kita, semua akan dimintakan
- pertanggungan jawab oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Jangankan ucapan, segala
- nikmat yang ada dalam diri kita semua
- Allah beritahukan tumma latus'alunna
- yaumaidin anin naim tummausalunna
- yaumidin naim.
- Maka Allah Subhanahu wa taala
- beritahukan pada ayat berikutnya, innal
- abrar lafi naim. Innal abr lafi naim wa
- innal fujjar lafi jahim. Hidup ini
- pilihan. Allah telah beritahukan bahwa
- innal abrar orang-orang yang abrar yang
- berbakti dengan sebenar-benar pembaktian
- diri kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Lafi naim.
- Lafi naim.
- Mereka benar-benar berada dalam
- kenikmatan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Wa innal fujjar lafi jahim.
- Orang-orang yang senantiasa berdurhaka,
- berbuat kedurhakaan pada Allah Subhanahu
- wa taala, mereka berada di neraka jahim.
- Innal abrara lafi naim. Sekarang kita
- ingin lihat apa sih seor apa sih
- pekerjaan,
- perilaku amal. Al insan
- al-insan.
- sehingga layak diberikan sebutan oleh
- Allah sebagai al-abrar.
- Subhanallah. Dalam Al-Qur'an ada sebuah
- surah yang bernama Al-Insan.
- Ini menggambarkan keagungan dan
- sekaligus juga tanggung jawab yang besar
- dari makhluk yang bernama al-insan.
- Al-Qur'an terdapat dalam di dalamnya
- dalam satu surahnya adalah surah
- Al-Insan. Surah Al-Insan ini adalah
- surah nomor urut 79 dalam Al-Qur'an. Di
- sini dalam ayat keenam
- kelima Allah Subhanahu wa taala
- informasikan kepada kita orang-orang
- yang beriman kepada Al-Qur'an
- tentang balasan orang-orang abrar
- dan sekaligus apa amalan mereka sehingga
- layak mendapatkan sebutan al-abrar.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam
- Al-Qur'an suratul insan ayat keelima.
- Auzubillahis samiil alim
- minasyaitanirrajim.
- Innal abrara
- yasrobuna min kasin kaana mizajuha
- kafuro.
- Ainan yasrobu biha ibadullahi
- yufajjirunaha
- tafjiro.
- Yufuna binadri
- wa yakhafuna
- yaumanana
- syarruhu
- must.
- waiman wa asir
- innama nimukum liwajhillah
- la nuridu minkum jaza
- wala syukur
- inna nakfu
- mirbina
- yauman abus
- nadratur
- wazahum bimaa shu jannat wa hari
- muttaqiina fiha alal araik
- la yarauna fiha syams wala zamharir
- wadaniatan
- [mendengus]
- alaihim biatim min fidatin wa akwinat
- qwarir
- qwarrair min fiddatin qaddaruha taqdir
- wausqauna fiha kasan kaana mizajuha
- zanjabila
- ainan
- Aiumadunza
- raitahum
- hasibtahum lluam mansura.
- Waidza roaita tsamma roaita naiman wa
- mulkan kabiro
- aiahumia
- sundusin khudrun wa istabraq
- wahullu
- asawira min fiddatin
- min fiddatin wasaqahum rabbuhum syaraban
- thahur
- inna hadza kaana lakum jaza
- Subhanallah.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Dalam Al-Qur'an
- suratul insan surah urutan ke-76 dalam
- mushaf Al-Qur'an bukan 79 mohon maaf.
- Allah Subhanahu wa taala berikan
- informasi yang begitu valid, informasi
- yang begitu detail,
- bahkan panjang lebar tentang balasan
- bagi kaum abrar.
- Al-abrar ini dari kata albir artinya
- puncak kebajikan dan puncak kebaktian
- diri kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Allah beritahukan dalam Al-Qur'an surah
- Annisa. Innal abrar
- yasrobuna
- min ka's kana mizajuha kafuro.
- Para abrar yang tadi Allah katakan dalam
- Quran surah Alinfitar, innal abrara lafi
- naim. Nah, inilah Al-Qur'an ini indahnya
- memberikan penjelasan di satu surah,
- pemberitahuan di satu surah dan
- penjelasan detail tentang maksud ayat
- yang terdapat dalam surah tersebut.
- Tadi Allah beritahukan dalam al-Infitar
- bahwa innal abrar lafi naim.
- Nah, nikmat ini apa ini? Perhatikan.
- Dengarkan. Allah beritahukan balasan
- yang akan diterima bagi kaum abrar.
- Gambaran kaum abrar ini nanti akan Allah
- jelaskan dalam ayat ini apa saja yang
- mereka lakukan, apa saja yang mereka
- kerjakan.
- Innal abrar yasrouna min kainana
- mizajuha kafuro.
- Para kaum abrar, orang-orang yang dalam
- berbakti berbuat kebajikan kepada Allah
- betul-betul melaksanakan pada hingga
- pada puncak kebajikan yang begitu
- sempurna.
- Senantiasa minum min kasin dari
- apa namanya gelas.
- Piala Kalau ada ungkapan bahasa lain,
- gelas yang begitu indah, begitu mahal.
- Kana mizajuha kafuro. Campuran air
- minumnya itu dari kafur.
- Apa itu kafur? Ainan yasro biha
- ibadullah
- yufajjirunaha tafjir. Sebuah mata air
- surgawi
- yang diminum oleh para hamba-hamba
- pilihan Allah Subhanahu wa taala yang
- mana airnya yufajjirunaha tafjir
- senantiasa mengalir dengan derasnya
- tiada henti. Di mana itu? Nanti di dalam
- surga Allah Subhanahu wa taala. Yang
- mana kemarin pada kita renungan kita di
- dua pekan ber yang lalu dalam Al-Qur'an
- surah Almaidah ayat 83 hingga 85 Allah
- gambarkan faabahumullah
- bimaqolu
- jannatin tajri min tahtihal anhar
- khidina fiha walika jazaul muhsin
- orang-orang yang senantiasa menjaga
- ucapannya
- tidak berucap kecuali dengan suatu yang
- menjadi sebab Rabnya Allah Subhanahu wa
- taala rida pada mereka. Nah, ini
- tempatnya di mana dalam kenikmatan
- surgawi di antaranya nikmatnya mereka
- meminum
- mata air yang berada di surga yang hanya
- diminum oleh hamba-hamba pilihan Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, apa saja amalan
- mereka di dunia, Kang Agus? amalan
- mereka di dunia kata Allah dalam
- Al-Qur'an surah Al-Insan ayat 7 ini.
- Yufuna binadri.
- Yang kedua,
- yauman syaruh mustatir.
- Pertama, mereka hidup di dunia
- senantiasa
- menjaga
- nazarnya.
- Mereka ini senantiasa menunaikan nazar.
- Yufuna bin nadri. Senantiasa menunaikan
- nazarnya.
- Waakfuna
- yauman syaruh mustatir. Di antara ciri
- amalan-amalan para kaum abrar
- ya yang pertama dalam ayat ini
- disebutkan adalah yufuna bin nadar.
- Senantiasa mereka memenuhi nazar yang
- telah mereka nazarkan. Jika hal ini
- tercapai, saya akan bersedekah ini.
- Saya akan berbuat ini. Nah, ini mereka
- senantiasa tunaikan.
- Yang kedua, wakuna
- yauman
- syaruh mustatir. Mereka senantiasa takut
- akan datangnya satu hari yang mana hari
- tersebut azabnya,
- sururnya, kedahsyatan bahayanya
- mustatiro merata. Yang tergambar tadi
- dalam Al-Qur'an surah Al-Infitar.
- Dalam ayat lain
- ketika sudah Allah binasakan, ratakan
- azabnya, maka semua yang ada di hadapan
- kita hancur lebur luluh lantah. Ah ini
- mereka sangat khawatir datang satu hari
- yang seperti ini. yang kana syaruh
- mustatir.
- Kemudian amalan abrar, kaum abrar yang
- ketiga adalah wautimun thaama ala
- hubbihi. Senantiasa
- memberikan makanan yang mereka suka.
- Gambaran lain dalam Al-Qur'an surah Ali
- Imran. Lan tanalul birro hatta tunfiqu
- mimma tuhibbun.
- Kalian yang akan bisa meraih puncak
- kebajikan. albir
- hatta tunfiqu sehingga kalian siap rela
- berani menginfakkan
- apa yang diinfakkan ma tuhibbun apa yang
- kalian cintai tuh jadi bukan kita
- menginfakkan sesuatu berbagi pada orang
- lain sesuatu yang kita sudah enggak
- suka, Kang Agus ya yang sudah mau basi
- dikasih orang pakaian yang udah jelek
- disumbangin
- itu namanya nya bukan orang-orang yang
- menginfak apa yang mereka suka.
- Ciri kaum abrol ini menginfakkan apa
- yang mereka masih suka bahkan memberikan
- makanan yang mereka suka. Contoh
- misalnya kita sehari-hari makan di rumah
- dengan beras kualitas yang harganya 1
- liter Rp15.000.
- ketika mau berbagi pada orang lain
- sekalipun amal baik Agus berbagi eh
- berasnya harganya R5.000 seliternya.
- Nah, ini bukan apa bukan
- hubbihi karena yang biasa dia suka makan
- beras yang greitnya 1 liter R.000
- rib atau barangkali beras apa namanya
- bas mati abu khas.
- Oh yang sekilo berapa harganya? Rp30.000
- ya sekilo R30.000. Eh, pas mau berbagi
- pada orang lain dia infakkan, dia
- berikan makanan yang nilainya rendah,
- yang dia tidak suka untuk dia makan.
- Nah, syirik kaum abrar ini dalam
- Al-Qur'an Allah sebutkan thama ala
- hubbihi
- kepada siapa? Miskinan orang miskin
- waatiman anak yatim wa asiro dan tawanan
- atau orang-orang yang membutuhkan dana
- untuk membebaskan dirinya dari belenggu
- ikatan hutang atau hal-hal yang berat.
- Ini ciri
- orang-orang abrar. Pertama, yufuna bin
- nadri. Yang kedua,
- mustir. Yang ketigi
- kepada siapa? miskinan wa yatiman wa
- asir maka sangatlah beruntung kalau
- orang di antara kita ini, di antara
- setiap insan yang setiap hari mulai
- bangun tidur
- bahkan ketika mau tidur tidaklah ia
- tidur atau tidaklah ia bangun dari tidur
- kecuali dibenaknya adalah kepada siapa
- hari ini aku akan berbagi,
- ke mana aku salurkan harta dan
- kenikmatan yang Allah anugerah padaku.
- Ah, bila kita melakukan tiga perkara
- ini, maka insyaallah kita akan
- mendapatkan label dari Allah berupa
- sebutan al-abrar.
- Maka ada sebuah doa yang berbunyi wat
- tawafana maal abrar.
- Dan wafatkan kami Tuhan bersama
- orang-orang abrar. Nah, mereka ketika
- ditanyakan kenapa senantiasa memberikan
- makan setiap hari? senantiasa memberikan
- makan yang mereka suka kepada miskin,
- yatim, dan asir. Mereka berikrar, innama
- nutimukum liwajhillah
- laidu minkum jazaan wala syukur
- inna
- nakfu minbina yauman abusan qamtorir.
- Apa alasan Anda setiap hari senantiasa
- berbagi makanan yang Anda suka kepada
- orang miskin, anak yatim dan asir? Apa
- jawab mereka? Innama nutimukum
- liwajhillah. Sungguh kami memberi makan
- ini tulus hanya carmuk. Arti carmuk itu
- apa? Mencari pencitraan bukan dari
- manusia tapi dari Allah. Liwajhillah.
- Karena zatnya Allah. Karena ingin
- dipandang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Inamaillah
- laiduum
- jaan w syukur.
- Alasan yang kedua, inna naku minbina
- yauman abusan qir.
- Sungguh alasan yang kedua ini kami
- senantiasa berbagi makan,
- menunaikan nazar dan takut kepada Allah.
- Karena memang kami takut akan datang
- satu hari yang mana nanti wajah-wajah
- banyak dari wajah orang-orang itu abusan
- bermuka masam.
- Qam thairo penuh kesulitan.
- Ini gambaran wajah yang apa? Yang hitam
- ya. Yauma tabyadu wujuh wataswaddu
- wujuh.
- Ya, gambaran hari nanti ada wajah yang
- putih cerah bercahaya. Wajah orang-orang
- yang beriman dan kaum abrar. Dan ada
- nanti wajah orang yang abus. Bahkan
- wajah mereka hitam kelam karena
- banyaknya pelanggaran dan kedurhakaan di
- masa kehidupan dunia. Nah, kaum Abrar
- ini
- senantiasa berbagi makanan setiap hari.
- kepada orang-orang miskin, anak-anak
- yatim dan kaum Asir tidak lain karena
- khawatir takut nanti wajah mereka di
- hari tersebut menjadi abus, hidup mereka
- menjadi qamtarir serba penuh kesulitan.
- Nah, dikarenakan alasan ini,
- fawaqahumullah
- syarikal yaumqahum
- nadratan wasur. Nah, jika seseorang
- insan dalam kehidupan dunia senantiasa
- mengamalkan perilaku kaum abrar, yaitu
- menunaikan nazar,
- kemudian takut kepada Allah, akan
- datangnya hari yang begitu dahsyat
- azabnya dan diaplikasikan melalui
- berbagi makanan yang ia suka, senantiasa
- berbagi kepada anak yatim, orang miskin
- dan kaum asir. Maka janji Allah
- subhanahu wa taala dan tentunya janji
- Allah itu pasti tidak akan diingkari.
- Fawaqahumullah
- syaralikal yaum. Maka Allah subhanahu wa
- taala akan menjaga dan melindungi mereka
- dari kesulitan dan kesusahan hari
- tersebut. Hari yang mana? Syarhu
- mustatir. Hari yang mana? Abusan
- qantarra. Ya.
- Kemudian Allah bergantikan ketakutan
- mereka dengan perlindungan dan
- kekhawatiran mereka.
- Jangan sampai nanti di hari itu muka
- mereka masam dan menggambarkan
- kesulitan.
- Allah gantikan dengan walaqahum
- nadratan wasuro. Dan Allah berikan pada
- mereka keceriaan wajah dan kegembiraan
- sikap di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, kemudian Allah Subhanahu wa
- taala, wajahum bima sharu. Maka Allah
- berikan mereka balasan
- dari sebab sabarnya mereka, kesabaran
- mereka di kehidupan dunia. Diriwayatkan
- dalam sebuah tafsir, ini gambaran dari
- ahli bait Rasulillah sallallahu wasallam
- wabaraka alaih yang begitu sabar. Bahkan
- mereka lebih dari orang-orang yang Allah
- gambarkan dari kaum Anshar.
- Walau bihim khasah. Diriwayatkan bahwa
- amirul mukminin Ali bin Abi Thalib
- radhiallahu anhuma wa alaihi assalam
- juga istri beliau Asayidah Fatimah
- Salamullah alaiha dan kemudian dua putra
- beliau Alhan wal Husein mengamalkan ayat
- ini
- dan ini potensinya bisa diikuti oleh
- setiap manusia yang ingin menjadi kaum
- abrar.
- Contoh perilakunya dari keluarga Rasul
- sallallahu wasallam wabaraka alaihi wa
- ala alih wa ashabih.
- Mereka ketika di saat kesulitan
- hanya memiliki beberapa
- timbangan gandum dengan payahnya membuat
- roti kering.
- Ada Asayidah Fatimah menggiling gandum
- lalu dibuat roti kering. Dapatlah dari
- seberapa tidak seberapa dari berat
- gandum tersebut empat potong roti kering
- yang ditujukan satu untuk suaminya
- amirul mukminin wa waliulil mukminin Ali
- bin Abi Thalib untuk dirinya dan kedua
- putranya Al-Han wal Husein.
- Baru mau mulai makan ada suara pintu
- diketuk.
- Siapa gerangan yang datang? Miskin minal
- masakin. Ia meminta makan kepada amirul
- mukminin. Adakah yang akan memberikan
- makanan?
- Sedangkan ini makanan ala hubbihi yang
- mereka butuhkan, bahkan mereka suka
- karena waktu begitu mendesak, keadaan
- begitu sulit.
- Lalu sang suami bertanya pada sang
- istri, "Adakah makanan lebih?" Beliau
- menjawab, "Salamullahu alaiha, kakanda.
- Hanya ada empat potong roti pas-pasan.
- Itu pun roti kering, Pak Agus. Kak Agus.
- Ya. Kemudian apa jawab suami? Sudah
- kalau begitu roti yang satu ini kita
- berikan pada seorang miskin. Biar yang
- satu tadi tinggal tiga potong kita makan
- berdua. Yang satu yang dua lagi biar
- anak-anak yang makan. Baru mau duduk
- lagi mulai makan ada kembali suara pintu
- terketuk. Assalamualaikum.
- Waalaikumsalam. Siapa gerangan? Ana
- yatim minal aitam. Belum makan perut
- lapar.
- Adakah saudara berkenan berikan saya
- makan? Maka sisa tiga potong roti kering
- tadi kembali ditanya oleh sang suami.
- Bunda,
- roti tinggal berapa potong? Tinggal tiga
- potong. Ini ada seorang yatim belum
- makan.
- Berikanlah satu potong roti buat si
- yatim.
- Dua potong lagi kita bagi empat.
- Satu yang harusnya buat anak-anak mereka
- masing-masing. Sekarang satu berdua
- diberikanlah pada yatim min aitam.
- Dah pintu dikunci karena apa? Ingin
- segera makan karena perut sudah lapar.
- Bismillah. Baru mulai makan ada kembali
- suara pintu terketuk. Siapa gerangan?
- Ana asirun minal usar.
- Saya ini seorang tawanan perang.
- Barangkali ada yang berikan saya sesuatu
- yang bisa membebaskan saya dari belenggu
- ini atau paling tidak untuk mengganjal
- rasa lapar.
- Roti tinggal dua potong. Apa yang
- berlaku?
- Sampaikan lagi pada sang istri. Tamu ini
- tidak ditolak. Sampai kepada istri,
- "Bunda, roti tinggal berapa?" Jawab sang
- istri, "Tinggal dua potong. Satu untuk
- kita berdua, satu untuk kedua ananda
- Alhan wal Husein yang sudah kelaparan.
- Ada pergerangan wahai suami, di depan
- rumah kita ada asirun minal usara.
- Seorang tawanan yang kelaparan. Bahkan
- kalau perlu ingin minta harta untuk bisa
- membebaskan belenggu dirinya dari
- tawanan ikatan perang. Lalu apa
- jawabnya? Karena kita enggak punya harta
- kanda hanya ada dua potong roti, baiklah
- satu kita berikan untuk si asir minal
- usar. Lalu bagaimana dengan kita? Kita
- berpuasa satu potong bagi dua untuk
- Alhan wal Husin. Ini gambaran dari
- orang-orang yang di bawah panduan dan
- bimbingan Al-Qur'an serta bimbingan
- Rasulillah sallallahu wasallam wabaraka
- alaih yang rela mengalah bahkan
- thaam bersedia memberikan makanan ala
- hubbihi. Makanan yang mereka perlukan
- bahkan yang mereka suka. Demi apa? Demi
- menggapai rida Allah subhanahu wa taala,
- mereka harus bersabar dengan berpuasa.
- Maka Allah sebutkan gambaran orang-orang
- seperti ini dengan sebuah balasan.
- Waazahum
- bimaa shobaru
- jannatan wa hario
- muttaqiina fiha alal araik.
- La yarauna fiha syams wala zamir.
- Balasan untuk mereka adalah surga.
- Surga bonus dapat pakaian berupa sutra
- surgawi.
- Kemudian mereka duduk berada di atas
- dipan dengan santainya mereka tidak
- pernah melihat di dalam surga tersebut
- panasnya matahari atau bekunya suasana
- dingin.
- Mereka dinaungi dengan pohon-pohon
- di atas mereka yang begitu dekat. Bahkan
- dimudahkan buah-buahnya untuk dipetik.
- Dan mereka dikelilingi ya dikelilingi
- oleh
- malaikat-malaikat surgawi,
- penghuni-penghuni surga yang membawakan
- mereka bianiah wadah-wadahnya
- dari perak waqwab, gelas-gelas kanat
- qawariro yang laksana kristal yang
- berasal dari perak yang begitu indah.
- Gambaran balasan dalam ayat 22 dari
- surat insan. Inna hzaana lakum jazaan
- wanaukum
- maskur. Inilah balasan yang Allah
- berikan buat kalian dan apa yang kalian
- kerjakan, usaha yang kalian lakukan di
- kehidupan dunia itu semua diberikan
- balasan syukur oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Ini gambaran amalan-amalan kaum
- abrar dan mudah-mudahan Allah berk
- jadikan kita kaum abrar dan Allah
- wafatkan kita bersama orang-orang abrar.
- Amin ya rabbal alamin. Setelah jedah
- berikut kita akan sambung kepada
- renungan yang berikutnya. Barakallahu
- fikum.
- Baik, terima kasih Ustaz Fawas
- Abizawiyah. Ikhwan dan akhwat, demikian
- ee pembahasan telah disampaikan oleh
- beliau
- dalam program kajian kitab Irsyadus
- Syari'i. Kami akan kembali setelah nada
- takwa berikut ini. Jadi tetaplah bersama
- kami.
- [musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Terima kasih Anda
- masih bersama kami dalam program kajian
- kitab Irsyadus Syari. bersama Ustaz
- Fawas Abi Zawiyah. Kami buka
- termin pertanyaan. Silakan bagi Anda
- ingin bertanya di 021845
- 1512.
- SM WhatsApp di 0811999720.
- Pertanyaan pertama datang dari hamba
- Allah di Sukabumi. Pak Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Baik,
- Ustaz. Idealnya kita itu harus
- memberikan makanan atau barang yang kita
- sukai kepada orang yang berhak
- menerimanya. Bagaimana jika justru kita
- memberi makan atau barang itu karena
- kita tidak menyukainya dan barang
- tersebut berasal dari pemberian orang
- lain? Misalnya dari bantuan pemerintah
- karena terimbas pandemi.
- Kenapa diberikan kepada orang lain?
- Karena kita berpikir akan lebih
- bermanfaat bagi mereka daripada yang
- memberi. Kalau kejadiannya seperti ini,
- apakah si pemberi tersebut tidak
- termasuk kaum abror? Subhanall.
- Baik. Masyaallah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman hablana hukmanimna
- minadunka ilman tawa musliman wa
- alhiqnahin.
- Allah subhanahu wa taala memberitahukan
- ciri kaum abrar.
- Dan Allah Subhanahu wa taala menjelaskan
- dalam bermacam ayat dalam Al-Qur'an
- tentang albir.
- Albir dalam Al-Qur'an memiliki makna
- puncak kebaktian dan puncak kebajikan.
- Kata albir dalam Al-Qur'an
- terulang dalam beberapa ayat
- lebih kurang sebanyak
- satu terdapat dalam Al-Qur'an suratul
- baqarah
- dua kali terulang dalam ee tiga kali
- dalam Quran surat Albaqarah dan terdapat
- juga dalam Al-Qur'an surah Ali Imran
- Al-Maidah
- ya
- yang menjelaskan tentang puncak
- kebajikan.
- Nah, dalam Al-Qur'an surah
- Ali Imran ayat 92, Allah berfirman, "Lan
- tanalul birro hatta tunfiqu mimma
- tuhibbun
- w tunfiqu minaiin fnallaha bihi alim."
- Ya Allah beritahukan, "Kalian tidak akan
- meraih puncak kebajikan sehingga kalian
- menginfakkan
- dari sebagian yang kalian suka."
- Lalu bagaimana ketika
- ada
- bantuan yang kita terima
- semisal dikarenakan sebab pandemi.
- Lalu kita merasa diri kita ini tidak
- layak untuk menerima bantuan atau ada
- orang lain yang lebih berhak untuk
- menerima bantuan.
- Lalu kita infakkan atau kita kembali
- bagikan kepada orang yang lebih berhak
- menerima.
- Nah, apakah itu masuk bagian dari albir?
- Jika definisi
- mimma tuhibbun ini dari kaidah mimma
- tuhibbun atau wautimun thaam ala hubbihi
- ya
- sepertinya
- tidaklah sampai pada definisi tersebut
- sekalipun ya ee maaf ee sekalipun nilai
- sedekahnya tetap ada, nilai berbagi
- tetap ada. Nah, saya akan kutipkan
- beberapa ayat di antaranya dari
- Albaqarah 177.
- Kemudian Alli Imran 192 dan tadi Quran
- suratul insan ya ayat berapa tadi? Ayat
- 9 atau 10 ya
- tentang alubbihi.
- Dalam Quran suratul Albaqarah contohnya
- ayat 177
- Allah berfirman laisal birra
- anwallu wujuhakum qibalal masriqi wal
- maghrib
- wakinal birro. Nah, yang disebut dengan
- puncak kebajikan adalah man amana billah
- wal yaumil akhir wal malaikati
- wal kitabi w nabiyini waatal maala ala
- hubbihi waal mala ala hubbihi
- rela untuk berbagi harta yang mereka
- suka sekalipun pada ayat berikutnya
- wazakah
- wal mufuna biahdihimza ahadu
- Jadi puncak kebajikan itu dari segi
- berbagi ini mesti berbagi sesuatu yang
- masih kita suka. Bukan hanya sekedar
- tuntutan
- kewajiban ataupun pilihan yang tidak
- kita ambil dari satu di antara dua
- kebaikan
- daripada makanannya kita enggak terima
- atau kita enggak makan. Ya, memang
- biasanya mohon maaf bantuan biasanya
- apalagi dari pemerintah kualitasnya
- cukup rendah.
- Nah, artinya sebagian orang tidak mau
- atau tidak begitu apa namanya menikmati
- dengan nilai kualitas bantuan tersebut.
- Namun daripada dibuang kan lebih baik
- dibagi orang lain yang membutuhkan. Nah,
- ini kalau secara definisi bahasa tadi,
- albir itu adalah memberikan sebagian
- harta yang kita suka. Maka menurut
- definisi ini orang tersebut atau yang ee
- yang bertanya tadi, kasus tersebut tidak
- sampai kepada level al-abrar
- walaupun tetap memiliki keutamaan dalam
- berbagi dan bersedekah.
- Karena alabrar rupanya terikat dengan
- catatan
- ini jawaban yang dapat kami simpulkan
- dari beberapa ayat suci Alquran. Wallahu
- taalaam b.
- Baik. Tapi biasanya, Ustaz, kan saya
- juga punya tetangga karena memang sedang
- COVID gini ee dia kemudian dapat bantuan
- dari pemerintah dan saya lihat memang
- kualitasnya ee bagus, Ustaz. Lumayan
- ya mungkin buat kita yang nerima.
- Oh, kan tentunya artinya relatif ini ya.
- Mungkin buat dia karena mungkin ah biasa
- atau mungkin kita biasa yang lebih bagus
- tapi kita mau terima. Artinya kan ee
- bantuan itu kan sebetulnya untuk
- masyarakat yang membutuhkan.
- Heeh.
- Dalam artian dengan definisi miskin ya.
- Nah, tapi mungkin yang menerima ini
- dapat juga cuma bantuannya enggak
- seberapa buat dia. Lebih baik yaasih
- orang orang lain atau mungkin dia biasa
- apa makan menikmati apa namanya rezeki
- yang lebih dari yang diterima dari bant
- itu diserahkan sama orang lain. Nah,
- artinya definisi abrol ini terikat
- dengan memberikan makanan yang dia suka.
- Karena ada pertanyaannya yang dia kurang
- atau bantuan yang memang buat dia enggak
- layak lalu diberikan pada orang lain
- dapat pahala dapat tentunya sedekah
- dapat pahala sedekah cuma definisi albir
- ini dari beberapa ayat ini belum masuk.
- Lalu kalau kasusnya ee jika bantuannya
- layak dari orang lain kepada kita. Cuman
- karena menurut kita ee saya mah sudah
- lebih dari cukup, akhirnya kita kita
- sampaikan bantuan tersebut atau kita
- kasih lagi ke orang lain itu bagaimana?
- Boleh enggak? Apa? Artinya tetap dapat
- pahala tadi. Cuma ee tadi definisi ee
- konteks definisi albirra
- puncak kebajikan itu
- he
- kita tidaklah berbagi pada orang lain
- kecuali dari sebagian harta yang memang
- kita masih suka.
- H
- gitu. Atau tadi kalau levelnya misalnya
- kita biasa makanan yang beli e beras
- yang seliternya Rp15.000, kalau kita
- berbagi dengan orang pada orang lain
- dengan beras yang harga R5.000 dapat
- pahala tentunya.
- Iya.
- Cuma tidak masuk kategori albir atau
- perilaku kaum abrar. Kenapa? Karena dia
- memberikan dengan nilai yang di bawah
- yang biasa dia nikmati.
- Hm.
- Itu
- baik Ustaz. Terima kasih banyak atas
- jawabannya. Semoga terjawab untuk hamba
- Allah di Sukabumi. Kemudian pertanyaan
- selanjutnya datang dari
- Bapak
- Sofyan. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sesuai dengan penjelasan yang tadi Ustaz
- sampaikan, pada suatu pagi hari saya
- kedatangan tamu, teman dari jauh.
- Kebetulan tamu tersebut belum makan dan
- tidak ada uang untuk beli makan.
- Heeh.
- Kebetulan di meja makan rumah saya hanya
- ada nasi dan lauk pauk yang sangat
- sederhana.
- Karena istri saya belum masak. Enggak
- mungkin saya menawarkan makan dengan
- lauk-pauk tersebut. Untuk memberi makan
- tersebut saya belikan makan dan
- lauk-pauk di warung makan yang pantas
- dan enak.
- Nah, yang saya tanyakan, saya tidak
- memberi makan yang tidak sama yang saya
- makan. Pertanyaannya, apakah yang saya
- lakukan dibenarkan dan termasuk
- golongan orang-orang yang abror?
- Demikian.
- Masyaallah.
- Masyaallah. Pertanyaannya begitu indah
- ini.
- Iya.
- Ini malah insyaallah masuk dalam
- golongan kaum abrar kan. Tadi kan beliau
- si penanya ini, Bapak Sofyan ini
- mengatakan bahwa makan yang ada di rumah
- ini makanan yang cukup sederha
- sederhana.
- Istri belum masak. Artinya makanan ini
- buat buat beliau kualitasnya kurang
- layak untuk diberikan kepada orang lain.