Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:08 Brazil 0:16 [Musik] 0:33 Bismillahirrahmanirrahim. 0:35 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:37 shi ala sayidina Muhammad waa ali 0:39 sayidina Muhammad. Asalamualaikum 0:41 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:44 akhwat, pendengar di silaturahim dan 0:45 juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati 0:47 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:49 berjumpa Iwan akhwat di Rabu pagi hari 0:52 ini tanggal 20 Rabiul Akhir 1446 Hijriah 0:56 atau tanggal 23 0:58 Oktober 2024. Kembali hadir acara 1:01 tausiah pagi bersama Ustaz Abu Hidir 1:03 Saruji yang alhamdulillah juga telah 1:05 hadir di studio. Asalamualaikum 1:07 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10 wabarakatuh. Sehat, Ustaz, kabarnya? 1:12 Alhamdulillah batuk-batuk dikit. 1:13 Alhamdulillah batuk dikitlah. Enggak 1:14 apa-apalah, Ustaz. Ya, lagi musim memang 1:16 sekarang cuaca mungkin. Kalau enggak 1:18 ikut musim kan ketinggalan. Iya, Pak. 1:21 Ikutan tren ya. Ikutan tren. Baik, 1:23 Ustaz. Tema kita masih melanjutkan ee 1:26 minggu yang lalu, Ustaz, ya, mengenai 14 1:28 kewajiban manusia terhadap Allah 1:30 Tuhannya. Sekarang sesi yang kedua ya, 1:33 kedua. Kedua dengan subtema insyaallah 1:36 rida terhadap takdirnya gitu ya. Ya, 1:39 nanti akan kita bersama-sama simak Iwan 1:41 Ahwat dan nanti yang ingin bergabung 1:42 bertanya silakan Anda bisa kirimkan 1:45 WhatsApp kami di 1:49 0811999720 ataupun ingin telepon juga 1:51 silakan di 1:55 0218451512 T ustaz I. 2:03 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 2:05 rabbil 2:07 alamin. Wasalatu wassalamu ala asrofil 2:10 ambiyaai wal 2:11 mursalin. Wa ala alihi wa 2:14 ashabihi waman tabiahum bisanin ila 2:18 yaumiddin. Masyaallahu kan wama lam 2:21 yasya lam yakun. La haula wala quwwata 2:25 illa billahil aliyil adzim. 2:29 Maasyiral muslimin, ayyuhal ikhwah 2:33 rahimakumullah. Saudara-saudaraku kaum 2:35 muslimin di mana pun Anda berada. 2:39 Alhamdulillah kita bersyukur kepada 2:41 Allah Subhanahu wa taala pada kesempatan 2:44 pagi hari ini Allah masih 2:48 memberikan kesempatan bagi kita untuk 2:50 melanjutkan tugas hidup kita sebagai 2:53 hamba Allah 2:55 untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang 2:58 bisa kita lakukan. 3:02 Karena memang hidup ini berpacu dengan 3:05 waktu. 3:07 Semakin kita gunakan waktu itu 3:09 sebaik-baiknya untuk 3:12 kebaikan, baik secara dimensi vertikal 3:15 hubungan kepada Allah Subhanahu wa 3:17 taala, maupun dimensi horizontal. 3:21 Bagaimana kita bersikap berinteraksi 3:25 kepada sesama dengan akhlakul karimah. 3:29 Dan sebaik-baik di antara kita manusia 3:31 adalah yang paling banyak berbuat 3:34 kebaikan terhadap sesama 3:37 manusia. Sebaliknya menjadi manusia yang 3:39 terburuk adalah manusia yang selalu atau 3:42 banyak melakukan perbuatan yang menjadi 3:46 merugikan, menyusahkan, mungkin 3:48 menyengsarakan orang banyak. 3:51 Pada hari ini pagi ini insyaallah saya 3:54 ingin 3:55 melanjutkan ee rencana kita untuk 3:59 menyampaikan 14 4:02 wajib wajibul insan nahwabbihi. 4:06 Kewajiban manusia terhadap Allah 4:08 Tuhannya. Ada manusia yang tidak ngerti 4:13 apa kewajibannya terhadap Allah Tuhannya 4:15 dalam hidup ini. Nah, ini kan batal ya 4:19 kalau sampai enggak ngerti. Hm. Walaupun 4:21 secara umum kan ya di mana-mana disebut 4:25 ayat yang populer dalam surah Azzariyat 4:27 ayat 56 Allah berfirman 4:33 azubillahiminasyaitanirrajim. 4:35 Bismillahirrahmanirrahim. Wama khalaqtul 4:37 jinna wal insa illa liya'budun. Tidak 4:41 kami ciptakan jin dan manusia kecuali 4:44 untuk ibadah kepadaku. Tapi apa saja 4:47 yang harus dilakukan dalam melaksanakan 4:49 ibadah? 4:50 Nah, antara lain yaitu kemarin pada yang 4:54 pertama itu sudah kita uraikan tentang 4:57 attaqul arkanil islamil 5:00 khamsa. Kewajiban kita sebagai manusia 5:03 muslim melaksanakan rukun Islam yang 5:06 lima. 5:07 Ini harga mati gak bisa ditawar-tawar 5:09 kecuali yang dua. He. Zakat sama haji. 5:13 Walaupun itu rukun rukun Islam satu 5:16 kewajiban yang harus dilakukan, tetapi 5:19 syaratnya bagi yang mampu. Itulah Islam 5:23 agama yang 5:24 lues. Albasath agama yang mudah, agama 5:28 yang simpel. Dan ada ketentuan ciri 5:31 khasnya aljam'u bainas subuti wal 5:34 murunah. dia adalah syariat Islam itu 5:38 gabungan antara yang pasti dan yang 5:40 menerima perubahan. He. Jadi dalam 5:43 kondisi tertentu syariat Islam sekalipun 5:46 di sudah ada 5:48 ketetapannya tapi di dia bisa 5:51 berubah. Perubahannya itu disesuaikan 5:54 dengan sikon. Iya. Misalnya ada ruksah 5:58 tentang salat. Salat ketika kita tidak 6:02 bisa berdiri ya duduk. Iya. Padahal 6:05 salat wajib ndak gak sah salat kalau 6:07 tidak berdiri dengan berdiri. Tapi dalam 6:10 kondisi tertentu karena dia sakit atau 6:13 uzur duduk itu sah salatnya. Menghadap 6:17 kiblat jelas kewajiban. Tapi ketika dia 6:19 bingung enggak tahu arah menghadap ke 6:21 mana pun. Jadi begitu pula ketika kita 6:25 bersuci atau berwudu, gak ada air ganti 6:29 dengan tayamum. Begitu selanjutnya. 6:32 Tetapi perubahan itu jangan kita rubah 6:35 sendiri. Perubahan yang bisa itu ada 6:39 ketetapannya sesuai dengan petunjuk 6:42 dalil yang menyebut terutama dari 6:44 Rasulullah. Jadi bukan kita sendiri yang 6:47 merubah. Nah, itulah indahnya Islam 6:49 agama kita. Jadi itu lima rukun Islam. 6:53 Apabila mampu yang dua tadi, zakat dan 6:57 haji, wajib hukumnya. mau tidak mau itu 7:00 harga mati yang gak bisa di 7:02 ditawar-tawar lagi kecuali ada 7:05 ketentuan-ketentuan khusus yaitu karena 7:08 uzur ataupun uzur-uzur syari 7:11 lainnya. Nah, sekarang yang kedua adalah 7:14 bagaimana sikap kita sebagai manusia 7:17 terhadap kenyataan adanya 7:21 takdir. Dan takdir ini rukun 7:24 iman. Iman kepada qada dan 7:27 qadar minallah. 7:29 baik ataupun buruk harus kita imani 7:32 bahwa apa yang terjadi pada kita itu 7:34 merupakan ketentuan dari Allah Subhanahu 7:36 wa 7:38 taala. Dalam buku yang saya tulis yaitu 7:41 buku Indahnya Hidup 7:43 Berakidah. Indahnya Hidup berakidah saya 7:46 tulis begini. Rid biqadaillahi wa 7:50 takdirihi. Yang kedua, kewajiban manusia 7:52 rida kepada Allah terhadap takdir atau 7:55 qada dan qadarnya. 7:57 Sebagai manusia, hamba yang diciptakan 8:00 Allah dari barang yang hina. Kita harus 8:04 mengakui itu. Kita ini diciptakan bukan 8:07 dari emas, bukan dari 8:09 berlian. Sehebat apanpun yang punya 8:12 bintang di pundak, yang punya kekayaan, 8:15 konglomerat, yang cantik jelita, para 8:18 bintang-bintang sinetron, orang cantik, 8:21 semuanya bukan dari emas dibuatnya, tapi 8:24 dari air hina. 8:26 Ya. Kemudian menjadi manusia 8:29 sempurna, 8:31 berakal, 8:33 cerdas, bahkan dipercaya oleh Allah 8:36 Subhanahu wa taala sebagai khalifatullah 8:39 fil 8:40 ard. Yang dipercaya Allah di dunia ini 8:43 untuk mengelola 8:45 bumi untuk membuat menciptakan nuansa 8:49 suasana kehidupan yang harmonis, yang 8:52 sejahtera, yang aman. 8:56 mengelola bumi ini diserahkan pada 8:58 manusia. Itu kan luar biasa. Jadi bukan 9:00 diserahkan pada 9:02 malaikat, bukan diserahkan kepada yang 9:04 lain, tapi kepada manusia. Maka manusia 9:06 disebutnya khalifatullah fil 9:10 ard. Kemudian dibekali dengan segala 9:15 fasilitas. Fasilitas hidup kita ini 9:18 disediakan oleh Allah Subhanahu wa 9:19 taala. 9:22 fisiknya diciptakan memang kuat. Dia 9:25 mampu menghadapi berbagai masalah dalam 9:28 kehidupan kita. Karena kita memerlukan 9:31 oksigen gratis boleh dipakai digunakan 9:35 sepanjang hidup kita. Bebas, bebas belum 9:38 lagi orang tubuh lainnya dan seterusnya. 9:41 Jadi karena fasilitas yang sudah 9:42 dicukupkan demikian rupa, maka sudah 9:46 seharusnya bersikap rida terhadap segala 9:50 ketentuan dan 9:54 ketetapannya dari Allah. Allah yang 9:57 punya kok. Kita ini yang punya kan Allah 10:00 kadang-kadang ngaku, "Saya ini punya 10:02 aku." Apa ini diri kita ini, fisik kita 10:05 ini, seluruh hidup kita ini punya Allah? 10:08 Dari mana emang kita ngaku punyanya? 10:10 Kadang-kadang kita merasa punya Allah 10:12 itu seolah-olah pihak lain yang kenapa 10:16 kita diberi sakit, kenapa seolah-olah 10:18 kita ini punya Allah lah. Kalau kita ini 10:20 punya Allah ya Allah yang berhak untuk 10:22 memperlakukan kita mau diapakan kita. 10:24 Mau dikasih apa, mau tidak 10:29 dikasih. Ada dua ketentuan yang 10:32 ditetapkan oleh Allah. 10:35 Nah, ini jadi ketentuan itu namanya qada 10:38 dan qadar. Takdir dari Allah. Apa dua 10:41 ketentuan tadi yang disebut dengan 10:43 takdir? Takdir kauniah dan takdir 10:46 syariah. 10:50 Jadi, terhadap dua takdir ini kita harus 10:52 rida. Apa yang dimaksud dengan takdir 10:55 kauniah? yaitu kita harus bersikap rida 10:59 terhadap ketentuan yang bersifat 11:03 kauniah adalah rela terhadap segala 11:06 sesuatu yang terjadi yang langsung 11:10 mengenai diri atau tidak langsung 11:13 langsung atau tidak langsung yang 11:15 mengenai diri kita menyenangkan atau 11:17 tidak 11:19 menyenangkan dia meyakini segala sesuatu 11:21 yang dikehendaki Allah pasti terjadi. 11:25 Dan apa-apa yang tidak dikehendaki tidak 11:28 mungkin terjadi. Ah, ini sering menjadi 11:31 mukadimah kami. Masyaallahu kan wama lam 11:35 yasya lam yakun. La haula wala quwwata 11:38 illa billah. Apa yang dikehendaki Allah 11:40 jadi dan apa yang tidak dikehendaki oleh 11:43 Allah tidak akan 11:44 terjadi. La haula wala quwwata illa 11:46 billah. Tidak ada daya dan upaya 11:48 melainkan apa yang Allah anugerahkan 11:50 pada kita. Jadi segala sesuatu di dunia 11:53 ini adalah takdir Allah. 11:55 Gak ada yang bergerak sendiri menurut 11:57 kemampuan sendiri. Semua dengan takdir 11:59 kuasa Allah, dengan pertolongan Allah. 12:03 Hatta selembar daun kering yang jatuh 12:05 terbawa angin. Itu pun takdir 12:08 Allah. Demikian juga hal-hal yang nasib 12:11 kita, yang menimpa kita semuanya adalah 12:15 ketentuan dari Allah Subhanahu wa taala. 12:22 Jadi semua kejadian yang Allah 12:25 takdirkan yang menyenangkan atau tidak 12:28 menyenangkan semua dalam konteks dan 12:31 bingkai keadilan dan 12:34 kemahaijakan Allah yang tidak pernah 12:37 menzalimi hamba-hambnya. Nah, ini harus 12:39 jadi keyakinan. 12:41 Jadi sekalipun Allah itu kuasa 12:44 Alaziz yang punya wenang terhadap kita, 12:47 memang kita punya Allah, tapi setiap apa 12:50 yang diberikan oleh Allah tidak keluar 12:52 dari 12:53 bingkai dari maha bijaksananya Allah. 12:56 Maka dalam Al-Qur'an kita sering 12:58 dapatkan kalimat al-Azizun Hakim. Maha 13:01 wenang tapi maha bijaksana lagi maha 13:04 bijaksana. Jadi tidak semena-mena yang 13:08 menimpa kita atau yang kita jumpai 13:11 menjadi nasib kita. Bukan karena Allah 13:15 semena-mena melakukan kezaliman terhadap 13:18 hamba-Nya. Kalau kalau takdir yang 13:20 menyenangkan, kita bisa 13:22 bersyukur. Banyak uang, pintar, cakep, 13:26 ganteng. Wah, semuanya mudah. Oh, saya 13:30 bersyukur. Masyaallah dengan takdir. Ah, 13:33 iya. Tapi giliran yang tidak 13:36 menyenangkan. Cita-cita ndak sampai 13:39 sakit pokek melulu ada saja. Nah, di 13:43 sini agak susah kita bagaimana menyikapi 13:46 hal seperti itu kalau bukan dengan iman 13:48 gak bisa. Apalagi dengan logika materi 13:53 semata-mata untung dan rugi. Kenapa sih 13:55 begini nyalahkan Allah? 13:58 Padahal kita memang pertama milik Allah. 14:02 Allah yang punya kita. Allah yang maha 14:04 kuasa mau diapain kita itu terserah 14:06 Allah. Tetapi ketika Allah menetapkan 14:10 menetapkan sesuatu kepada hamba-hambnya 14:14 dan kepada alam semesta ini itu dengan 14:17 bingkai kebijak tidak keluar dari 14:20 bingkai 14:21 kemahabijaksanaan Allah. Berarti kita 14:24 harus mampu menangkap sinyal hikmah di 14:28 balik setiap peristiwa. 14:32 Nah, ini susahnya di sini. Kita ini kan 14:35 maunya yang enak-enak, giliran enggak 14:37 enak, nuntut nyalahkan Allah. Padahal 14:40 syukurnya belum. 14:42 Kita kepenginnya kaya, tapi belum tentu 14:44 dengan kekayaan itu bisa memberikan 14:47 kebahagiaan. Mungkin dengan kekayaan itu 14:49 kita menjadi sombong, menjadi takabur, 14:53 banyak dosa, banyak maksiat. Sebab orang 14:55 kaya itu kan lebih dekat dengan dosa. 14:58 Gampang soalnya bisa beli apa aja. Mau 15:01 main perempuan gampang ya. Perempuan 15:04 pada nempel datang sendiri karena 15:06 duitnya banyak. Tapi kalau orang bok 15:08 orang miskin terjaga malah siapa yang 15:11 mau aman ya. Dilirik aja enggak aman 15:13 berarti dari maksiat. Jadi ini 15:16 masyaallah. Maka dalam Al-Qur'an itu 15:19 disebutkan asa an taqrau saia wahua 15:22 khairu lakum. 15:24 Waasa an tuhibbu wahua syarul 15:27 lakum. Bisa jadi apa yang kau benci, 15:30 yang tidak kau 15:31 sukai, Allah menimpa kita takdir kepada 15:35 kita. Yang enggak yang enggak kita 15:37 enggak suka. Orang sakit siapa yang 15:40 suka? Orang enggak punya duit siapa yang 15:42 suka. Orang kena musibah siapa yang 15:44 senang? Gak ada. Tapi ternyata bisa jadi 15:48 di balik itu ada 15:50 hikmah. Allah berkehendak baik pasti. 15:54 Wamallahu. Apa 15:56 disebutkan? Ee Allah sama sekali tidak 16:00 berkehendak untuk menzalimi 16:03 hamba-hambnya. Menzalimi hamba-hambanya. 16:05 Gak ada itu sedikit pun. Melainkan 16:09 kebaikan. Karena Allah Maha Rahman dan 16:12 Maha 16:13 Rahim. Bisa jadi yang kau 16:15 sukai itu kalau diberikan belum tentu 16:18 berakibat baik, bisa buruk. 16:22 Ini 16:23 contoh umpamanya nih. Contoh 16:26 aja Kang 16:28 Oi naik motor ngebut dia 16:32 pulang 16:33 kampung ya naik motormu. motornya baru 16:38 di antara kampung yang jauh sana jauh 16:41 sini gak ada orang jalannya nikung 16:44 ngebut dia habis hujan terpeleset 16:46 motornya terpental dia jatuh pingsan 16:51 musibah kan musibah enggak enak h gak 16:54 ada yang nolong orang sit orang kamu 16:56 satu rumah dekat jauh sana jauh sini 16:58 digotonglah dia ke 17:00 rumah diawat sama dia. 17:04 Ternyata yang nolong itu punya anak, 17:06 punya janda. Cakep janda kembang lagi. 17:10 Masyaallah orangnya baik. Merawat dengan 17:13 tulus, ikhlas karena Allah. 17:15 Ujung-ujungnya happy ending-nya dia jadi 17:18 istrinya. Terpaut hatinya. Tuh kan. 17:21 Sengsara membawa nikmat. 17:24 Itu yang kadang-kadang kita enggak tahu. 17:27 Tahunya aduh sakit. Ya Allah. Allah 17:28 enggak adil nih. Kenapa saya lagi ada 17:30 keperluan? Tiba-tiba saya jatuh. Allah 17:32 aja disalahkan. Padahal ada hikmah di 17:35 Bali itu. Ada hikmahnya ya. Masyaallah. 17:37 Ada kiai saya 17:39 cerita dari Jakarta mau pulang ke Tasik. 17:43 Hah. 17:45 Naik di Pulau Gadung dia naik bis karena 17:47 masih kosong. Duduk yang paling depan. 17:50 He. Melehl lah 17:51 kursinya. Tiba-tiba dia kepengin ke 17:55 belakang. Nah, tempat duduknya supaya 17:58 jangan diduduki orang lain. Heeh. 18:00 Dikasih koran. Maksudnya tanda tanda ini 18:04 turunlah dia ke 18:06 toilet. Nah, rupanya di toilet agak 18:08 lama. Kemudian begitu naik sudah penuh. 18:12 Termasuk tempat duduknya diduduki orang 18:14 lain. Pak, ini tempat saya, Pak. Du tadi 18:17 tempat apa? Semua punya hak katanya. Wis 18:20 pokoknya ributlah. Karena dia kiai, dia 18:23 ngerti. Pasti ada hikmah di balik ini. 18:26 Dia sabar nerima kenyataan. Dia yakin 18:28 bahwa segala sesuatu tidak mungkin 18:30 terjadi melainkan dengan qadarullah, 18:32 takdir Allah. Turunlah dia sudah nunggu 18:35 lagi yang kedua. Jalan mobilnya. He. 18:39 Akhirnya dia naik yang 18:41 kedua. Nah, ternyata apa? 18:44 Subhanallah. Kejadian yang tidak 18:46 mengenakkan itu menyelamatkan dia. Oh, 18:51 di tengah perjalanan yang mobil yang 18:53 dinaiki tadi, bis tadi masuk jurang. H. 18:56 dia 18:57 melihat. Nah, sekiranya dia naik yang 18:59 dia sukai, nah, tentu terjerumus. Iya. 19:03 Dan ini terjadi pada saya pernah pernah 19:06 pengalaman pengalaman nih story kita ada 19:09 pertemuan mau dialog lah. Dialog tentang 19:12 agama, tokoh-tokoh secara saya termasuk 19:15 ikutlah. He. Nah, ada dua mobil saya 19:19 siapkan karena pertemuannya itu di 19:21 Malang. H. Nah, kita di Surabaya. 19:25 diatur sudah di mobil 19:27 itu dua 19:29 mobil. Saya duluan naik mobil yang di 19:32 depan. 19:34 Kata yang ngatur perjalanan, "Pak, 19:36 jangan naik mobil tuh. Bapak di depan, 19:38 Ustaz, di belakang aja." Ya Allah, saya 19:41 bilang tempat duduk aja kok mesti kan 19:43 enggak enak itu. Tapi ya sudah belajar 19:46 sabar mulai menerima kenyataan. Pindah 19:49 saya ke mobil belakang diisi orang lain. 19:53 Jalan mobil ini dong. 19:54 Subhanallah. Di depan mata saya mobil 19:57 yang tadi mau saya naiki itu, itu pecah 20:00 ban di tol. He he di tol. Tol Surabaya. 20:03 Tol yang sekarang lumpur Lapindo itu 20:07 dekat situ. Lapindo. Bannya petus yang 20:10 sebelah kanan belakang. Rupanya sopirnya 20:12 itu grogi atau apa. Dia putar balik. 20:16 Kemudian balik 180 derajat. Sudah sampai 20:19 di pinggir terguling tiga kali. Jing 20:21 kling kling. Masyaallah. 20:24 yang duduk di tempat saya tadi terpental 20:26 keluar 20:28 kemudian ininya ya cacatlah 20:31 kena subhanallah. Jadi 20:35 kita kadang jangan menakar nasib kita 20:39 dengan pikiran 20:41 kita. Apa yang menimpa kita itu pasti 20:44 Allah tidak pernah menzalimi pada 20:48 kita. Apa yang terjadi? Kita mencoba 20:52 sebagai orang beriman mencari menemukan 20:55 mutiara hikmah di balik peristiwa. I 20:59 makanya tidak hidup itu setiap saat ada 21:03 terjadi peristiwa dan setiap peristiwa 21:05 mengandung hikmah. Nah, kita harus 21:08 mencari mutiara-mutiara hikmah yang 21:10 bertebaran terutama yang menimpa pada 21:13 diri kita. H itu yang agak susah. Nah, 21:16 itu dia. Maka ini membuktikan bahwa 21:19 hidup tidak cukup melihat hanya dengan 21:22 mata 21:23 kepala, harus dengan mata ya hati. Hati 21:27 lebih dalam lagi harus dengan mata iman. 21:29 Kalau mata iman radarnya langsung kepada 21:32 Allah. Maka orang-orang yang diberi 21:34 kelebihan seperti ini, dia bisa melihat 21:37 sesuatu di balik hikmah peristiwa itu. 21:40 Maka kata Allah, orang yang diberikan 21:42 hikmah berarti dia telah diberikan 21:45 banyak anugerah dari Allah Subhanahu wa 21:47 taala. Tuh, jadi orang yang dekat sama 21:50 Allah itu kadang-kadang doanya makbul, 21:53 nasihatnya itu kemudian terjadi dan 21:55 seterusnya. Itu bukan peramal. Memang 21:57 dia melihat dengan mata iman lah. Kalau 21:59 mata iman Allah yang 22:01 membimbingnya dari iman. Nah, inilah 22:03 antara lain. Jadi, 22:06 maka terhadap hal seperti itulah yang 22:09 perlu kita cerna. Itu hanya bisa dengan 22:12 iman. Kalau dengan matematika, dengan 22:15 logika, retorika semata-mata itu enggak 22:18 akan dapat. Kita paling tahunya untung 22:20 rugi aja. Waduh, celaka saya kemarin. 22:23 Aduh, begini begini kurang ajar. Benar. 22:25 Kenapa sih? Akya muring-muring gak 22:27 karuan ya. 22:29 Nah, maka di sini orang-orang beriman 22:32 selalu ketika menghadapi masalah yang 22:34 tidak kita sukai, dia mencoba melihat 22:37 hikmah di balik peristiwa dan selalu 22:39 urusan hidupnya dia bergantung kepada 22:42 Allah. Maka dia selalu membaca 22:46 hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula 22:50 wikman nasir. La haula wala quwwata illa 22:54 billah. 22:56 Ini masyaallah cukup bagi kami Allah. 23:00 Saya enggak perlu khawatir, enggak perlu 23:01 takut. J kalau orang lain pada takut, 23:03 biar aja saya bersandar kepada Allah. 23:06 Sebaik-baik tempat bertawakal, 23:09 bersandar, bergantung itu hanya Allah. 23:12 Dan sebaik-baik pertolongan adalah 23:14 pertolongan Allah Subhanahu wa taala. 23:19 Nah, ini kan membangun kepribadian yang 23:22 disebut kecerdasan spiritual seperti ini 23:25 itu kan perlu berlatih dan perlu 23:27 pendalaman terus-menerus memperdalam 23:30 akidah, keimanan kita, tauhid kita 23:33 kepada Allah Subhanahu wa taala sehingga 23:35 hidup ini tetap dalam keadaan apapun dia 23:39 itu yang dikagum oleh Rasulullah. Hebat 23:41 orang beriman itu kata Nabi. H kenapa? 23:44 Kalau diberi kebaikan, tambah-tambah 23:46 kebaikannya dengan syukurnya. 23:49 Tambah syukur, berbuat baik, ditambah 23:52 kekayaannya, bukan sombong, banyak 23:54 dermanya, banyak amalnya. 23:57 Makin tinggi kedudukannya, makin rendah 23:59 hati. Ya, semana merakyat senang pada 24:03 orang-orang orang-orang susah. He. Wah, 24:06 itu mutiara betul dalam hidup 24:10 ini. Tapi kalau orang, "Oh, saya 24:12 kepengin kaya oleh Allah." dituruti 24:13 kekayaan berlimpah terus dagang untung 24:16 usaha berhasil terus tapi terus tambah 24:18 sombong iita-petitik gembelanggembeleng 24:22 kalau orang ja bilang oh hebat orang 24:25 lihat orang sudahnya datang juga suekin 24:27 karena enggak se 24:29 level itu jatuh itu hina di mata 24:33 Allah gak ada 24:35 apa-apanya kalau Allah berkehendak 24:37 kekayaan keberhasilannya dalam waktu 24:39 yang singkat saja set habis kebakar aja 24:42 sudah habis 24:43 mau apa? He. 24:46 Jadi itulah kualitas manusia akan 24:49 ditentukan bagaimana sikap dia terhadap 24:52 Allah Subhanahu wa 24:54 taala. Ini pengalaman saya juga nih. H 24:59 pengalaman. Ah tapi enggak usahlah 25:02 nanti saya sudah nulis di buku balada. 25:06 Buku balada saya tulis pengalaman jadi 25:08 mubalek itu kadang-kadang kan lebih 25:10 banyak susahnya. Iya. Maka bukunya saya 25:12 tulis balada. Balada hidup seorang dai 25:15 karena lebih banyak susahnya. Enggak 25:17 punya uang di tengah perjalanan. Coba 25:19 bayangin tuh. Masyaallah. Harus ke mana? 25:22 Minta-minta enggak boleh sama 25:25 orang. Masyaallah. Nanti dibaca aja ya. 25:28 Dibaca aja. Tapi sedikit aja enggak 25:30 apa-apa. 25:32 Jadi saya pernah diajak malam oleh bos. 25:34 Heeh. 25:37 Jam .00 malam dibangunkan. Bangun. Kita 25:40 ada pertemuan penting nih di 25:42 Semarang. Eh, enggak ngomong Semarang, 25:44 pokoknya bawa pakaian aja. Heeh. 25:46 Tahu-tahu dibawa bandara sudah disiapin 25:48 tiket naik pesawat. Enggak punya duit 25:51 tu. Jadi sering sekali saya kalau 25:54 ustaznya susah kadang-kadang enggak bisa 25:57 diretorikakan, matematika. Enggak punya 25:59 uang naik pesawat. Acara selesai jam 26:02 12.00 selesai. Nah, saya kok kepengin 26:05 nyantuni keluarga di Jawa kampung saya. 26:08 Heeh. Saya kan orang 26:10 Purwokerto. Saya nasihati orang, tapi 26:14 kok keluarga saya siapa yang nasihati? 26:17 Yang bimbing. Masyaallah. Jadi saya 26:20 waksa. Nah, waktu itu saya enggak merasa 26:23 enggak punya duit. Memang saya enggak 26:25 bawa duit waktu itu sama sekali. Tapi 26:27 enggak ini santai aja. Nah, ya itulah 26:30 apa itu napa tawakal. Enggak panik diam 26:32 aja biasa 26:34 aja bilang saya akan panggilnya imam. 26:38 Saya enggak bisa pulang ke Jakarta 26:41 bersama. Saya bilang, "Saya mau ke 26:42 kampung." Oh, iya. Kalau gitu salam ya 26:45 untuk Bapak Ibu. Beliau terbang pulang 26:47 ke Jakarta. Saya diingak-dinguk 26:49 sendirian buka dompet enggak ada 26:51 duitnya. Dibolak-balik itu dompet 26:53 berkali-kali tetap aja enggak muncul 26:54 duit. Nah, yang saya syukur begini. 26:57 Alhamdulillah. Ya Allah, saya berniat 27:02 baik. Saya mohon pertolonganmu, ya 27:04 Allah. 27:05 dan saya berlindung kepadamu. Jangan 27:08 sampai saya itu sampai minta pada 27:11 siapapun pada 27:12 orang. Nah, ini kan doa yang ya. Tapi 27:15 begitulah kenyataan. Heeh. Padahal 27:17 teman-teman saya di situ banyak 27:19 orang-orang sukses, orang kaya. Kalau 27:22 saya ngomong, "Aduh saya ini itu 27:24 insyaallah lah saya mau dibantu." Tapi 27:26 saya waktu itu alhamdulillah berdoanya 27:27 begitu. 27:29 Gak lama teman datang kepala ketua 27:34 pengadilan agama yang datangnya 27:36 terlambat. 27:38 Bet berhenti mobil tuh. Saya mau ke 27:41 mana? Itu sama-sama kampungnya. 27:44 Kampungnya di Purokota sama 27:47 saya. Mau ke selatan. Nah, biasanya 27:50 gitu. Kalau orang Banyumas dari Semarang 27:52 namanya mau ke selatan. 27:54 Ayo bersama sama-sama aja. Saya cuma 27:56 sama sopir. Ah, diam aja saya jalannya. 28:02 Rupanya dia bukan di kampungnya. 28:04 Kampungnya bukan di Purwokertonya. 28:05 Tugasnya pindah ke Wonosombo. Masih jauh 28:10 saya. Saya kan sekarang pindah di sini 28:11 tugasnya. Ya sudah saya ikut ya diam aja 28:14 saya enggak ngomong kalau enggak punya 28:15 duit. 28:17 Pokoknya besok gimana cara naik truk k 28:19 naik apa gitu. 28:21 Alhamdulillah malam nginp situ. Kemudian 28:24 biasalah kuliah subuh sudah selesai 28:26 pagi-pagi sarapan. Beliau sudah 28:29 berlentu, sudah dandan pagi-pagi jam . 28:31 Saya mau masuk kantor nih cuma saya 28:33 enggak pulang ke Purwokerto katanya. 28:36 Yang enak belakangan nih. Nah, cuma 28:39 mobil ini harus diantar pagi ini ke 28:42 Purwokerto gitu. Jadi Ustaz sama Supir 28:44 ini berdua. Alhamdulillah. Alhamdulillah 28:47 sampai ke sekali tu. 28:49 Itu kan enggak kebetulan itu takdir itu 28:51 takdir yang enggak enak tapi ada enaknya 28:54 juga gitu. Ah di rumah saya temui 28:58 saudara, adik, kakak, apa-apa ibu saja 29:01 dialog ngobrol sampai 3 hari. H. Nah, 29:05 mau pulang saya juga enggak ngomong 29:07 kalau saya enggak punya duit. Gaya itu 29:09 kan pakai sepatu, pakai tas, apa tapi 29:13 enggak punya duit. Keluar dari rumah 29:15 saya jam .00, jam .00 sore jalan saya 29:20 kira-kira 1 kilo 29:22 perjalanan. Nah, itu ada angkot yang mau 29:24 ke terminal. He. Persis di depan rumah 29:28 kakak saya yang paling tua pas magrib. 29:31 Jadi saya salat dulu situ numpang 29:34 salat suruh 29:36 ngimami. Ah, ngimami salat selesai. 29:39 Banyak itu anak mahasiswa yang kos di 29:41 situ. Iya. Dia ada yang nanya saya 29:44 jawab. Ada yang minta dituliskan doa, 29:48 saya tuliskan pokoknya saya layani 29:50 semua. Apa yang 29:52 terjadi itu ada tangan dari belakang 29:56 masuk ke kantong ini depan nih nyes 29:58 rasanya anyes gitu. 30:03 Itu kan siapa yang nyuruh coba? Saya kan 30:05 enggak minta jadi alhamdulillah jadi 30:08 enggak naik truk saya pulang enggak 30:10 numpang ke mana. Alhamdulillah malah 30:12 agak gagah jalannya karena bisa bawa 30:14 oleh-oleh. 30:16 Nah jadi asa an takqrohu syia wahua 30:20 khairul lakum. Waasa an tuhibbu saia 30:24 wahua khairul 30:27 lakum. Syarulakum. 30:29 Jadi bisa jadi yang kau tidak sukai 30:32 sesuatu yang menimpa pada diri kita itu 30:35 baik akibatnya. Heeh. 30:39 Sebaliknya sesuatu yang kita cintai, 30:41 kita sukai itu belum tentu baik, bisa 30:44 buruk akibatnya. 30:47 punya pacar umpamanya kayak oni gini kan 30:50 penginnya istri itu yang cantik, yang 30:54 kaya yang saleh ya. Ya jaranglah dia 30:57 milih yang kaya ada yang bukan yang kaya 30:59 yang cantik aja yang manis senyumnya 31:02 yang aduh hai gitu. Wah, Allah takdirkan 31:06 kan senang dia. Uh, alhamdulillah punya 31:09 istri cantik ternyata masyaallah 31:12 judes, 31:14 cerewet, 31:18 pelit, kurus. Oni 3 bulan jadi pengantin 31:21 jadi suaminya kurus dicerewetin melulu 31:24 boros lagi. Tuh kan kita enggak tahu. 31:26 Makanya selalu bergantunglah kepada 31:29 Allah, berdoa kepada Allah, "Ya Allah 31:31 berikan pada hamba yang terbaik. 31:34 baik untuk dunia maupun baik untuk 31:36 akhiratnya. 31:39 Ya, itu antara lainah banyaklah 31:40 contoh-contohnya. Jadi kita yakin 31:43 sepenuhnya hasbunallah wanikmal wakil, 31:46 nikmal maula wikman nasir. Kita 31:48 percayakan hidup mati kita ini kepada 31:50 Allah. Karena Allah yang maha mengatur 31:52 dan Allah tidak pernah menzalimi 31:54 terhadap hamba-Nya. Setiap kesusahan 31:57 bagi orang beriman itu ada hikmahnya. 32:02 Kerja payah, kita capek mencari nafkah, 32:04 dapatnya sedikit. Jangan marah dulu. 32:08 Karena di balik kesusahan, kepayahan 32:10 kita itu ada pahala. Capeknya kita 32:12 menggugurkan dosa. Sakit kita itu setiap 32:15 rasa sakit oleh Allah sekalipun hanya 32:17 tertusuk duri, itu juga menjadi kafarat 32:20 dari dosa-dosa kita. Ya Allah, itu indah 32:24 sekali. Kalau dengan iman ya. Kita 32:26 dimarahi orang, dicaci maki orang, kita 32:28 sabar. Masyaallah. itu kita panen 32:31 kebaikan-kebaikan tadi dia akan berikan 32:33 dosa kita akan diambil dengan dia dan 32:36 seterusnya. Itulah antara jadi 32:37 percayakan kita hidup ini hasbunallah 32:40 wanikmal wakil nikmal maula wikman 32:43 nasir. Ini namanya wajib 32:47 menerima rida terhadap takdir kauniah. 32:52 Kauniah yaitu yang terjadi. Apa yang 32:54 terjadi menimpa kita. 32:57 Yang kedua adalah takdir yang takdir 33:00 syariah syariah artinya ketetapan dan 33:03 ketentuan yang bersifat syariat yaitu 33:06 Islam. Nah, sikap kita bagaimana 33:09 terhadap syariat itu? Itu pun harus 33:11 sikap 33:12 rida. Senang 33:14 kita. Jadi bukan ah salat lagi, salat 33:17 lagi sebel capek ah salat. Nah, nah kita 33:21 enggak rida. Seolah-olah itu menjadi 33:23 beban bagi kita. Nah, ini sikap seperti 33:25 ini yang perlu di kita apa namanya? Kita 33:28 benah. Kenapa? Allah menurunkan syariat, 33:31 menurunkan 33:33 aturan. Maka aturan syariat Islam itu 33:35 agama yang lengkap dan sempurna mengatur 33:38 seluruh hidup kita. Bukan hanya 33:41 salat. Seluruh hidup kita diatur. Bangun 33:43 tidur diatur. Harus bagaimana kita baca 33:47 doa bukan nyanyi ya, bukan degung lagi, 33:51 bukan yang lain, tapi baca doa sebagai 33:54 syukur pada Allah karena kita 33:56 dibangunkan pagi itu dari kematian 33:57 sebentar. Kemudian ketika sebelum yang 34:01 lain kita bersuci kemudian menghadap 34:03 Allah dulu karena Allah yang punya hidup 34:05 ini, yang punya jagad raya ini, yang 34:08 memberikan segalanya kepada kita oleh 34:10 Allah diatur caranya. Kemudian kita 34:13 bekerja. Bekerja pun ada dituntun oleh 34:17 syariat Islam itu niatnya ibadah, 34:20 kewajiban seorang suami mencari nafkah. 34:23 Masyaallah. Sepanjang perjalanan kita 34:26 bekerja seharian dengan susah payah itu, 34:30 itu dinilai sebagai perjalanan jihad 34:32 fisabilillah. 34:34 Debunya akan bisa menjadi dinding dari 34:36 api neraka. 34:38 Capek kita, keringat kita itu tidak 34:40 sia-sia. Kemudian kita mendapatkan uang, 34:43 kita berikan kepada keluarga, itu 34:45 seperti sedekah dari dirinya. Sudah itu 34:48 dapat pahala lagi dan banyak lagi 34:51 syariat sampai nanti pergi lagi tidur. 34:53 Tidur pun diatur caranya, apa yang 34:55 dibaca dan seterusnya. 24 jam itu diatur 34:58 dengan Islam. Maka Islam arti daripada 35:00 agama yang keempat adalah annidam atau 35:03 asyariah. Agama itu undang-undang. Agama 35:05 itu peraturan. Tapi undang-undang yang 35:08 dibuat oleh Allah bukan keperluan Allah. 35:11 Allah gak butuh manusia. 35:14 Allah maha kaya kok. Iya. Kita yang 35:18 antumul fuqaro ya ayyuhannas antumul 35:21 fuqaro. Kamu yang miskin, kamu yang 35:23 perlu kepada Allah. Jadi setiap manusia 35:25 itu perlu aturan dari Allah. Allah 35:28 berikan konsep hidup ini adalah 35:31 aturan-aturan yang akan membawa kepada 35:33 keberkahan hidup dunia akhirat. 35:36 Makanya Islam artinya assalam, selamat. 35:39 Kalau mau selamat pakai itu syariat 35:41 Islam. Tapi kalau ditolak ya berarti 35:44 kamu siap 35:45 celaka. Masyaallah. Nah, maka orang 35:48 beragama adalah orang yang azzulu wal 35:50 khudu. Tunduk dan patuh, pasrah, 35:53 sumarah. Dengan syariat dia jalankan 35:55 dengan sukacita, bukan dengan ngomel, 35:58 bukan dengan berat. Nah, ini sekaligus 36:00 evaluasi diri kita sudah sejauh di mana 36:03 kewajiban yang kedua ini ada pada diri 36:06 kita. Apakah kita rida kepada Allah? 36:08 Apakah kita sudah senang terhadap 36:10 syariatnya? Apakah bahagia kalau kita 36:12 melakukan 36:14 kebaikan-kebaikan? Atau sebaliknya kita 36:16 tidak menyukai sudah bisa tidak menyukai 36:19 segala sesuatu yang bersifat maksiat dan 36:21 dosa. Inilah kewajiban yang kedua. Rid 36:25 biqadaillahi wa takdirihi. Insyaallah. 36:30 Wallahuam bisawab. Alhamdulillah. 36:32 Setelah kita bersama-sama simak ikhwan 36:34 awat tausiah pagi bersama Ustaz Abdul 36:36 Hidroji dengan tema 14 kewajiban manusia 36:40 terhadap Allah Tuhannya dengan 36:41 subtemanya ini bagian yang kedua yaitu 36:44 rida terhadap takdirnya. Yang bergabung 36:47 bertanya Anda silakan kirimkan melalui 36:49 WhatsApp kami Ahmad di 36:52 0811999720 ataupun di 0218451512. 36:57 Kami ser 37:00 [Musik] 37:06 kembali Brazil 37:14 [Musik] 37:31 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 37:33 bersama kami ikhwan akhwat di acara 37:35 tausiah pagi bersama Ustaz Abdul Hidraji 37:38 membahas tema mengenai 14 kewajiban 37:39 manusia terhadap Allah Tuhannya. Dengan 37:42 sesi yang kedua ini subtemanya yaitu 37:44 rida terhadap takdir Allah. Ini sudah 37:47 banyak ustaz yang menyapa kita di pagi 37:49 hari ini melalui WhatsApp terhasil ini 37:50 ada Ibu Cici ya. Selamat menyimak buat 37:54 semua kru dan pendengar hasil katanya. 37:58 Ibu Hajah Saidah juga sedang menyimak 37:59 pagi hari ini. Ada juga Ibu Asraf, Bapak 38:02 Sunan di Batam, Ibu Ijad Khadijah di 38:04 Sukabumi, Pak Naro, ada Ibu Tati, ada 38:07 Engkong Jun, ada Ibu Iskandar di 38:09 Magelang, ada juga Bapak Nur Sumiatno di 38:13 mana nih? Jakarta Timur ya. Bunda Emilda 38:15 juga sudah menyimak, Bapak Arwin, Bu 38:17 Henti di Jakarta Utara dan masih banyak 38:19 lagi yang sudah mengirimkan WhatsApp. 38:21 Terima kasih banyak Iwan Ahwad. Ini yang 38:23 bertanya pertama saya akan bacakan. 38:27 Nah, ini dia tadi yang mana ya? Yang 38:30 panjang itu ternyata kok ketumpuk lagi 38:32 sama yang lain nih 38:33 kayaknya. Apaan? Nah, ini dia dari hamba 38:37 Allah, Ustaz. Tidak menyatakan nama. 38:39 Asalamualaikum warahmatullahi 38:41 wabarakatuh. Waalaikumsalam 38:43 warahmatullahi wabarakatuh. Ee saya 38:44 seorang ibu usia 48 tahun. Usia 38:47 pernikahan saya sudah 21 tahun, Ustaz. 38:50 Suami usianya sama dengan saya. Sejak 38:53 awal menikah sampai dengan sekarang ini, 38:55 suami berkali-kali mengkhianati saya, 38:57 Ustaz. Setiap ketahuan ada 39:00 perselingkuhan dengan perempuan lain, 39:02 selalu minta maaf, berjanji untuk tobat 39:04 dan tidak ingin bercerai dengan saya. 39:07 Tapi perbuatannya selalu diulangi lagi 39:09 dengan perempuan yang berbeda-beda. 39:12 Padahal suami sangat rajin beribadah, 39:14 tidak pernah meninggalkan salat, 39:15 berjamaah, dan ibadah lainnya. Walaupun 39:19 mengaku tidak berzina tapi hanya 39:21 berpacaran saja, namun kebiasaannya ini 39:23 membuat saya trauma dan anak juga 39:25 trauma, Pak Ustaz. Dan saya sulit untuk 39:27 percaya lagi kepada dia untuk menjalani 39:30 kehidupan rumah tangga ke depannya. 39:32 Ustaz, apakah ini sebagian dari takdir 39:33 Allah dan apa yang harus saya lakukan, 39:35 Pak Ustaz? Mohon pencerahannya. 39:37 Demikian. 39:42 Masyaallah. Ibu siapa tidak sebut 39:44 namanya? Hamba Allah. Hamba Allah. 39:48 Apa yang terjadi yang menimpa kita 39:51 semuanya yang menyenangkan tidak 39:53 menyenangkan itu takdir 39:56 namanya. Jadi mentakdir Allah sebagai 39:59 ujian buat 40:00 ibu. Nah, 40:03 kemudian kalau seorang istri yang sabar 40:08 terhadap perilaku 40:11 suaminya, masyaallah itu luar biasa 40:13 pahalanya. Heeh. Ya. Tapi juga di sisi 40:17 lain, seorang wanita dalam Islam itu 40:20 dilindungi, tidak boleh dianiaya, tidak 40:23 boleh diperlakukan seenaknya. Ada hak 40:26 dia. Iya. Tapi jangan prasangka loh ya. 40:30 He. Artinya prasangka itu kalau suaminya 40:33 karena kecembur-cemburu umpamanya 40:36 terusemb belum ada fakta, belum ada 40:38 bukti, kemudian dia menuduh. Nah, ini 40:40 enggak boleh. 40:42 Tapi kalau memang faktanya seperti itu 40:45 menyakitkan kemudian dia membuat ulah 40:48 yang menyalahi syariat 40:51 itu ibu punya hak untuk 40:54 menuntut ke pengadilan untuk bercerai 40:57 karena gak mungkin bisa rumah tangga itu 41:00 kan tujuannya menciptakan rumah tangga 41:02 sakinah mawaddah warahmah. Dua-duanya 41:05 ada hak dan ada kewajiban. Hm. 41:08 Jadi harus terjalin kalau rumah tangga 41:11 yang baik menurut syariat yang memang 41:14 ideal menurut mengikuti petunjuk syariat 41:18 Islam adalah pasti terjadinya sakinah 41:21 mawadah warahmah. He. Walaupun dalam 41:25 kesederhanaan itu tetap terjaga. Dia 41:28 saling saling menjaga harga dirinya, 41:32 saling 41:32 menghormati ya. Kemudian laki-laki 41:35 melindungi, mengayomi, mendidik, ya 41:40 menyantuni. Laki-laki yang baik. Ma 41:43 akromanisa illa karimun. Kata Nabi, 41:45 "Tidaklah seorang laki-laki yang baik 41:48 kecuali laki-laki yang santun memuliakan 41:51 istrinya." 41:52 Ya. Dan 41:54 sebaliknya laki-laki 41:56 yang meremehkan, merendahkan, 41:59 melecehkan, berkhianat terhadap 42:01 istrinya, berarti laki-laki yang 42:04 laki-laki yang buruk. Itu kalau cari 42:06 mantu begitu. Jadi jangan lihat 42:09 kendaraannya, jangan lihat wajahnya, 42:12 penampilannya. Itu ciri khas laki-laki 42:14 yang baik yang memuliakan wanita. 42:18 Kemudian tidak merendahkan, tidak 42:20 menghinakan. 42:22 tidak meremehkan. Kalau dia sudah nikah 42:25 ya dia harus hormati, 42:27 dia harus jaga kehormatannya, dia harus 42:29 bimbing, dia harus lindungi, dia harus 42:32 bahagiakan sebisa mungkin 42:37 kita. Istri juga begitu kewajibannya 42:39 apa? Dia taat, setia dalam segala 42:41 keadaan. I kalau suaminya mau nikah lagi 42:45 dan dia memang mampu memenuhi 42:47 persyaratan i itu kalau istri rida bagus 42:50 sekali. Luar biasa ya. Luar biasa. Tapi 42:52 jangan main-main karena mau kawin lagi 42:55 itu ada syaratnya. Syaratnya bisa 42:57 berlaku 42:58 adil, kemudian bisa 43:01 membimbing. Kalau misalnya perempuannya 43:04 itu tadinya bermusuhan, saling cemburu, 43:06 begitu dinikah sama dia bisa dia pimpin 43:08 jadi akur. Iya. Istri tua, istri muda 43:12 melahirkan ya orang tua yang ngurusi 43:14 istri tuanya. Jarang itu istri tua yang 43:17 masuk angin, istri muda yang ngerokin. 43:20 Nah, itu baru damai anak-anak damai itu 43:24 baru dia bisa berisa memen gak gak 43:27 gampang mimpin perempuan tuh. Betul, 43:29 Ustaz. Perempuan tuh lembut tapi wis 43:31 masyaallah kadang-kadang ya ular 43:33 berbisang gigit 43:34 ya. Jadi enggak mudah syaratnya itu bisa 43:38 berlaku adil. Dia bisa memimpin. Kalau 43:41 pasea terus He. Apalagi umpet-umpetan. 43:45 Bohong mana itu? Jangan ngaku sunah 43:48 Nabi. Itu bohong itu. Itulah maka ada 43:52 persyaratan. Nah, jadi kalau sudah rumah 43:54 tangga ya jangan main-main. Kalau mau 43:56 betulan ya betulan boleh. Mau dua 43:58 silakan, tiga boleh, empat boleh. Tapi 44:01 dengan syarat. Syaratnya tadi bisa 44:03 menjaga keadilan, bisa menentramkan 44:06 bahagia dua-duanya bisa mendamaikan, 44:09 akur, guyub, rukun. Bisa enggak? Kalau 44:11 enggak bisa jangan. Bukan main-main. Ini 44:14 ada tanggung jawabnya. di hadapan Allah. 44:16 Tapi jangan didasarkan pada prasangka. 44:19 Adapun 44:21 salat, salat itu tidak hanya isi dan 44:24 fisiknya saja. Rukuk 44:26 sujudnya pakai sarung ke masjid rukuk ya 44:30 banyak orang bisa. Tapi hakikat salat 44:33 itu adalah tansya anil fahsya wal 44:36 munkar. Betul. Orang salat itu yang dia 44:39 mampu mencegah dirinya daripada 44:40 perbuatan buruk dan kemungkaran. Heeh. 44:43 Itu salat. 44:45 Jadi kalau dia rajin salat mestinya tapi 44:48 masih maksiat ya berarti salatnya belum 44:50 sempurna dan belum memahami apa yang 44:53 dimaksud dengan salat itu. Jadi Ibu 44:56 kalau sabar itu insyaallah pahalanya 45:00 akan diberikan oleh Allah Subhanahu wa 45:02 taala. Tapi jangan berdasar prasangka. 45:04 Tapi kalau sudah tidak kuat ya 45:06 dimusyawarahkan, dibicarakan terus 45:09 terang. Kalau mau berhenti tobat, 45:11 alhamdulillah dengan tobat nasuha. 45:14 Tapi kalau memang ibu sudah tidak tahan 45:17 lagi, ada hak untuk menuntut. Karena 45:20 perempuan dilindungi dalam Islam. He. 45:22 Harus diberikan hak dia. Dia juga berhak 45:25 mendapatkan kebahagiaan. Masyaallah. 45:27 Wallahuam. 45:29 Jadi kembali kepada Ibu ya. I terserah 45:31 mau tetap sabar atau Iya. Atau 45:34 perjuangkan. 45:36 Selanjutnya dari Ibu Rahma di Magelang. 45:39 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 45:40 wabarakatuh. Waalaikumsalam 45:41 warahmatullahi wabarakatuh. Ee Ustaz, 45:43 apa tanda-tanda seseorang itu rida 45:45 dengan ketentuan Allah, terutama yang 45:47 terkait dengan musibah? Apakah sering 45:50 teringat dengan musibah tersebut dan 45:52 timbul rasa sedih termasuk tidak rida, 45:54 Pak Ustaz? Demikian. 45:57 Iya. Rida itu kalau tanda-tanda iman 46:00 adalah idarrathu hasanatuhu wasaatui 46:04 sayiatuhu fahua fahua mukmin. Orang 46:07 mukmin tuh terhadap kebaikan tuh hatinya 46:10 bahagia. 46:13 Dan sebaliknya terhadap 46:15 keburukan dia sedih. Itulah 46:18 mukmin dalam secara umum ya. He. Jadi 46:21 dia itu kecenderungannya itu pada 46:24 kebaikan. Pada 46:26 kebaikan-kebaikan. Dia enggak suka pada 46:28 keburukan-keburukan. Baik yang dilakukan 46:30 oleh orang lain apalagi dilakukan oleh 46:32 dirinya. H. Nah, terhadap sesuatu yang 46:37 tidak ee menimpa kita, kita boleh 46:40 bersedih. Rasulullah juga menangis 46:42 ketika putranya Ibrahim meninggal dunia. 46:45 Beliau menangis. Ditanya sahabat, "Ya 46:47 Rasulullah, mengapa engkau menangis? Ini 46:50 adalah rahmat dari Allah." Sedih itu 46:52 boleh, tapi kesedihannya, menangisnya 46:56 itu tidak 46:58 berlebihan dan kemudian berprasangka 47:01 buruk kepada 47:02 Allah. Seolah-olah menolak, 47:06 seolah-olah enggak terima. Nah, itu 47:07 enggak rida. Rid itu 47:10 legowo. Legowo dia nerimo sabar lan 47:14 narimo. Nerimo ing pandum kata orang 47:17 Malang ya. Hm. Malang ya. Nerimo ing 47:20 pandum tapi dia sedih ya manusiawi. 47:23 Boleh kita menangis tapi enggak boleh 47:25 berlebihan. Orang yang kita cintai 47:27 meninggal dunia kita nangis kita sedih 47:30 kehilangannya. Itu air mata rahmat 47:32 namanya. Tanda kasih sayang. Boleh 47:35 nangis. Jangan berlebihan. Jangan sampai 47:38 kemudian 47:39 gulungking, kemudian jerit-jerit, 47:41 histeris. Nah, itu lain lagi. 47:43 Seolah-olah enggak terima dengan apa 47:44 yang terjadi. Padahal memang kalau ada 47:47 kematian itu memang hamba yang meninggal 47:49 dunia itu punya Allah diambil kita punya 47:52 apa? Jangankan orang lain, diri kita ini 47:55 pun punya Allah. Kalau kita ambil ya 47:57 innillahi wa inna ilaihi rojiun. 48:00 Sesungguhnya aku ini punya Allah. Iya. 48:03 Dan kepada Allah kita akan kembali. Nah, 48:06 itu sikap rida seperti itu. Jadi, boleh 48:08 nangis tapi hati tetap rida kepada Allah 48:10 Subhanahu wa taala dan selalu 48:12 berprasangka baik husnudon kepada Allah 48:15 dan jangan suudon kepada Allah. 48:17 Wallahuam. 48:19 Dari Bunda Emilda dengar cerita Ustaz 48:22 Abu Hidasji, ingat buku beliau yang 48:24 judulnya Baladas Orang Dangi. Sampai 48:26 berulang kali saya baca baca bukunya 48:28 bagus banget ini. Masih adaakah dihasil 48:31 katanya jualannya? Ada. Iya. 48:35 dari Ibu ee apa nih? Hajah Saidah juga 48:37 sedang menyimak. Terima kasih, Ustaz, 48:39 nasihatnya dan juga ilmu-ilmunya yang 48:41 bermanfaat. Amin. Dari pertanyaan 48:45 ini siapa? Dari Bapak Anto di Cikarang, 48:49 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 48:50 wabarakatuh. Waalaikumsalam 48:51 warahmatullahi wabarakatuh. Ada yang 48:53 mengatakan kalau Allah menciptakan 48:54 manusia sebagian sebagian sebagai isi 48:58 neraka. Apa ada manusia-manusia neraka 49:01 itu karena sudah takdir Allah? Pak Ustaz 49:03 mohon pencerahannya. 49:07 Iya. Nah, kita memahami takdir itu agak 49:12 agak yang lengkap ya. Takdir itu bukan 49:15 hanya ujungnya, tapi sebab dan 49:19 akibat. Ada takdir yang disebut dengan 49:21 takdir sayarah. 49:26 Musayaro 49:29 artinya ditentukan oleh Allah dan kita 49:32 tidak ada campur tangan dan tidak usaha 49:35 kita. Iya. 49:37 Misalnya kita dilahirkan kulitnya hitam, 49:42 rambutnya 49:43 keriting atau hidungnya mancung, yang 49:46 lain pesek. Jadi orang Jawa, jadi orang 49:49 Sunda, jadi orang mana, itu enggak bisa 49:52 kita ikut. Dan hal-hal seperti ini tidak 49:55 mukalaf, tidak akan diminta tanggung 49:57 jawab. Iya. Tidak berdosa karena 49:59 kulitnya hitam, tidak berdosa karena 50:01 kulitnya keritik, eh rambutnya keriting 50:04 gak bisa. Itu sudah ketentuan 50:06 Allah dan itu bukan jadi 50:09 ukuran. Nah, yang kedua adalah 50:12 mukhayarah, artinya 50:15 pilihan. Misalnya orang makan kenyang, 50:19 makan dan kenyang itu takdir namanya. 50:21 Kalau makan ya kenyang itu takdir. Jadi 50:24 bukan kalau memang takdirnya kenyang 50:26 mesti kenyang tapi gak makan. Iya. Nah, 50:28 ini kan enggak sebab akibat. Allah sudah 50:30 menentukan kadarnya bahwa orangorang 50:33 makan itu kenyang. Iya. Bermain air 50:35 basah. Iya. Bermain api kebakar. Itu 50:38 sudah takdir. He namanya takdir itu 50:41 ukurannya. Nah, sekarang masalahnya 50:44 manusia itu diberikan pilihan untuk 50:48 memilih. Allah sudah berikan kecerdasan. 50:52 Allah berikan akal budi yang bisa 50:55 memilah memilih. Allah berikan hati 50:57 nurani. Allah berikan juga Al-Qur'an 50:59 syariat dari wahyu Allah. Allah tuntun 51:02 juga turunkan Nabi membimbing kita 51:04 bagaimana hidup bagaimana dan 51:06 seterusnya. Jadi sebenarnya sudah 51:08 lengkap. Nah sekarang digelar dunia bumi 51:11 ini kita hidup di situ suruh memilih 51:13 sebagai ujian. Iya. Mana yang kau pilih? 51:17 Nah, ini berarti Allah menentukan suatu 51:20 bagaimana kehendak manusia yang 51:21 diberikan wewenang. Mau makan ya 51:24 takdirnya kenyang. Kenyang. Kalau mau 51:27 gak mau makan ya lapar. Heeh. Jadi 51:30 janganlah nyalahkan orang lain karena 51:32 ada makanan sudah disiapkan semuanya dia 51:35 enggak mau makan. Nah, di sini yang 51:37 menjadi adapun Allah sudah mengetahui 51:40 sebelumnya karena Allah itu maha maha 51:42 mengetahui. Jadi walaupun belum terjadi 51:45 Allah sudah tahu. Tapi pilihan diberikan 51:48 pilihan Allah memberikan wenang pilihan 51:51 sebagai suatu ujian dan sekaligus 51:53 kehormatan bagi manusia karena sudah 51:55 diberikan bekal yang begitu lengkap. 51:57 Jadi kalau dia memilih yang salah ya dia 52:00 berarti memilih takdir yang salah 52:03 tuh. Wallahualam. 52:06 Karena kita diberi akal juga, Ustaz, ya. 52:08 Akal untuk berpikir mana nih yang akal 52:10 diberikan Quran, diturunkan wahyu, 52:13 ditunjukkan jalan yang benar, jalan yang 52:15 masuk neraka. Dia milih. Heeh. Makanya 52:18 kalau ada pertanyaan, "Saya kan jadi 52:20 pelacurnya karena takdir." Betul. Tapi 52:22 takdir pilihan dia. Iya. Salahan dia 52:25 sendiri. Jangan nyalahin siapa-siapa. 52:27 Allah kan nyuruh ke surga, bukan ke 52:29 neraka. Allah nyuruh kan jadi orang 52:30 baik, bukan jadi pelacur. Malah dilarang 52:33 dia terabas. berarti dia menantang 52:36 Allah. Selanjutnya pertanyaan dari Ibu 52:41 Henti di Jakarta Utara, Ustaz. 52:42 Asalamualaikum warahmatullahi 52:43 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 52:45 warahmatullahi wabarakatuh. Saya punya 52:46 mantu sudah punya anak empat. Anaknya 52:49 sabar banget, Ustaz. Rajin ibadah, baik 52:51 sama orang tua dan lain sebagainya. Tapi 52:53 sudah beberapa tahun ini diuji dengan 52:55 ujian ekonomi, kesulitan yang 52:58 tidak terperihkan. Katanya ee anak saya 53:02 sekadang sampai ngomong sampai kapan ya 53:05 ee sebegini Pak Ustaz mohon doanya dan 53:08 pencerahannya. Demikian. 53:13 Iya. Kita harus tetap ingat bahwa Allah 53:16 itu Rabb. Rabbul alamin. Rabbanas. 53:22 Allah itu Tuhannya manusia. Allah 53:24 Tuhannya alam semesta. Allah maha 53:26 pemelihara. 53:28 Gak mungkin manusia itu dibiarkan 53:31 setelah 53:32 diciptakan. Bahkan manusia itu 53:34 sebenarnya rezekinya itu sudah di 53:37 siapkan gudang rezekinya 53:40 belum akan meninggal sebelum rezekinya 53:43 itu sampai 53:44 semuanya. Hanya dalam kondisi tertentu. 53:48 Nah, ini ada beberapa yang harus 53:49 dievaluasi. H 53:52 pertama kita jangan putus 53:54 asa. Sejauh di mana kita sungguh-sungguh 53:58 mengatasi 53:59 H ketiadaan itu, kekurangannya. Jangan 54:03 putus 54:04 asa. 54:05 Pelajari. Belajar sama orang 54:08 lain. Mau bergerak, mau punya 54:12 keinginan. Kalau orang Jawa bilang ono 54:16 awan, ono pangan. Hm. 54:19 gelem obahno 54:21 gabah itu istilah-istilah begitu artinya 54:23 ada ikhtiar itu satu jangan putus asa. 54:28 Kemudian yang kedua minta sama 54:32 Allah tahajud kita berdoa kita mungkin 54:37 kita banyak dosa kita istigfar perbanyak 54:41 mungkin ada kekeliruan kita kurang 54:43 berbaksi sama orang tua atau kurang apa. 54:45 Itu yang dibenahi akhlak kita, keimanan 54:47 kita kepada Allah. Doa pada Allah. Allah 54:51 sudah memberikan kepeluang kok bangun 54:53 kamu malam hari. Itu waktu yang aku 54:55 ijabah. Mintalah kamu kepadaku. Aku akan 54:58 memberikan. Nah, kita kurang percaya. 55:00 Mungkin mungkin ada salat ibadah yang 55:03 perlu 55:05 dibenahi. Evaluasi diri dulu. Mungkin 55:07 ada hal-hal yang apa yang kurang pas 55:11 dari rezeki yang halal. yang tidak halal 55:14 yang kita makan atau apa itu 55:18 dievaluasi. Insyaallah Allah Maha Kaya. 55:20 Jangan khawatir. Terus coba gagal sekali 55:24 pulang lagi besok sabar tambah perbaiki, 55:27 pelajari ilmunya besok lagi terus 55:29 belajar dari pengalaman. Insyaallah saya 55:31 doakan mudah-mudahan antum diberkati 55:32 oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. 55:34 Amin ya rabbal alamin. Evaluasi diri 55:35 Ustaz ya diri itu kita banyak dosa. Apa 55:37 ini sebuah ujian? Apakah sebuah siksaan 55:40 gitu? I betul. Selanjutnya ini yang 55:41 terakhir ustaz ya. Yang terakhir dari 55:43 Bapak Musawir. Asalamualaikum 55:44 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 55:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:47 wabarakatuh. Ini mohon pencerahannya 55:48 mengenai bila terkena musibah kita 55:50 berucap innal lillahi wa inna ilaihi 55:52 rojiun. Tetapi saat sahabat Umar bin 55:55 Khattab diangkat jadi khalifah beliau 55:58 mengucapkan kata sama juga ini lewun 56:00 ini. Mengapa Pak Ustaz pencerahannya? 56:03 Iya. Sebab di dalam 56:08 Islam pemimpin kepemimpinan itu amanat. 56:11 amanahnya bukan peluang bukan peluang i 56:16 kan bukan kebanggaan juga ya bukan 56:18 kebanggaan jadi ini 56:21 amanat sebagai amirul mukminin sebagai 56:23 khalifatur 56:25 rasul memikul beban umat yang nanti akan 56:28 diminta tanggung jawab di hadapan Allah 56:31 berat berat itu dalam Islam begitu 56:35 makanya ketika sahabat ada seorang 56:37 sahabat yang kepengin tolong berikan 56:40 keamiran kepada saya kepemimpinan. 56:42 Jangan nanti kamu menyesal. Kemin 56:46 berat. Berat di dunia dan di akhirat 56:49 menjadi penyesalan karena amanat. He. 56:52 Maka Umar bin Khattab itu masyaallah 56:54 kepemimpinan yang luar biasa. Beliau 56:57 sungguh-sungguh nangis kalau beliau 56:59 ingat tugas. M beliau tiap malam tuh 57:01 keliling lihat apa mungkin kalau 57:04 sekarang blusukan. Tapi blusukannya 57:06 lain. Positif ini ya. Kalau blusukan 57:08 sekarang kan pencitraan. Iya pencitraan. 57:11 Ini rakyat rakyat masuk ke God. Kenapa 57:15 enggak masuk cumur aja 57:17 sekalian? Itu pencitraan. Inilah kayak 57:20 seolah-olah sederhana hidup ini. Umar 57:23 betul malam tuh lihat kadang beliau 57:26 jalan dengerin ada suara orang-orang 57:29 miskin. Kan ada cerita yang populer 57:31 nenek-nenek atau bukan nenek-nenek ya. 57:34 Orang tua yang punya anak nangis karena 57:37 lapar. Wih, gimana caranya ini anak ini 57:41 diomongin tetap aja nangis? Karena 57:43 lapar, lapar ya enggak makan. Akhirnya 57:45 disiasati neneknya, ibu-ibunya itu 57:48 ngerebus 57:50 batu. Maksudnya apa? Direbus kan supaya 57:53 dia yakin ada optimis ini bakal makan 57:55 kan. Akhirnya dia ngantuk tertidur. Batu 57:58 kapan 58:00 matangnya? Ya Allah. Terus dia bilang, 58:03 "Yaah." didengar oleh Umar bin Khattab 58:07 langsung beliau pulang ke Baitul 58:09 Malandum sendiri. Itu khalifah khalifah 58:13 bulusukan gitu ya. Masyaallah bagaimana? 58:15 Jadi beliau tahu bahwa kepemimpinan itu 58:17 tanggung jawab amanah. Maka beliau 58:20 mengucapkan innillahi wa inna ilaihi 58:22 rojiun. Bahkan juga kalau dicabut itu 58:25 syukur sujud syukur. H sujud 58:29 syukur karena bebannya sudah selesai. 58:32 Nah, lain kalau pemimpin kita kan 58:34 rebutan kan peluang woi kepeng ya duit 58:40 cuan-cuan, hebat segala macam. Itu yang 58:43 dilihat rakyat mah entah nomor berapa 58:46 ngomongnya rakyat rakyat tapi demi 58:47 rakyatku sendiri 58:49 ya dan seterusnya. Wallahualam. Enggak 58:52 nyindir sini cuma kenyataan seperti itu. 58:56 Jadi innalillahi wa inna ilaihi rjiun. 58:59 Wallahuam. Ustaz. Alhamdulillah setelah 59:00 semua kita bacakan pertanyaan yang 59:02 masuk. Mungkin sebelum pamit, Ustaz 59:04 disimpulukan bahasan dari Iya. 59:05 Alhamdulillah. Ayyuhal ikhwah 59:08 rahimakumullah. Para ikhwan, 59:09 saudara-saudaraku, mari kita belajar 59:11 terus meningkatkan. Jangan hanya 59:13 memperkaya harta, memperkaya diri dengan 59:16 harta benda ya. Meningkatkan prestasi 59:20 diri, popularitas boleh saja sih. Tapi 59:24 lebih penting dari itu adalah perkaya 59:27 jiwa. 59:29 perkaya 59:30 amal, prestasi tinggi di sisi Allah itu 59:33 yang akan kekal dan 59:36 abadi. Sesekali kita evaluasi diri, 59:39 kira-kira posisi diri ini prestasinya di 59:42 mana? Di mata 59:43 Allah, di mata manusia. Kebaikan apa 59:46 yang sudah kita lakukan untuk orang 59:50 lain? Belum lagi kesalahan-kesalahan 59:52 yang kita lakukan. Sebab kita berpacu 59:55 dengan waktu. Jangan iman itu hanya di 59:57 bibir saja. Saya iman pada Allah. Rukun 1:00:00 iman saya percaya takdir. Tapi 1:00:02 praktiknya nah berarti itulah perlunya 1:00:06 pendalaman beragama dengan benar 1:00:08 sehingga kita bisa mendapatkan hikmah 1:00:10 mutiara yang kita dapatkan. 1:00:12 Insyaallahyaallah. Mari mudah-mudahan 1:00:15 kita berdoa pada Allah selamat kita 1:00:17 dunia akhirat. 1:00:25 Amin. Ya gar yaal jalali wal ikram. 1:00:29 Wasallahu ala nabina Muhammad wa 1:00:31 aljin. Walhamdulillahiabbil alamin. 1:00:35 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:00:37 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:00:41 ilaik. 1:00:43 Demikian lewat awan kebersamaan kita di 1:00:44 acara tausiah pagi bersama Ustaz Abu 1:00:47 Hidayati. 14 kewajiban manusia di 1:00:50 terhadap Allah Tuhannya dengan subtema 1:00:52 rida terhadap takdirnya. Semoga apa yang 1:00:55 disampaikan bermanfaat untuk semuanya. 1:00:57 Saya yang bertugas pahli ditemani Ondi 1:00:59 dan juga Algur pamit. Billahi taufik wal 1:01:01 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:01:04 wabarakatuh.