Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Hasil 0:02 [musik] TV. 0:08 Asalamualaikum warahmatullahi 0:10 wabarakatuh. Apa kabar Mas Toni? 0:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Kabar baik, Pak Iksan. 0:18 Alhamdulillah. 0:19 Apa kabar nih? 81 tahun kemerdekaan 0:24 nampaknya. Oh, nampaknya. Oke. Memang 0:27 sudah merdeka ya 0:28 katanya begitu kan. Merdeka lah dari 0:31 Belanda. Walaupun 0:32 banyak pertanyaan yang kebetulan muncul 0:34 disampaikan ke saya, "Emang sudah 0:36 merdeka?" katanya saya belum bisa jawab. 0:39 Iya ya beres utang-utang hitung-hitungan 0:42 ya sampai tahun 1 baru beres sama negeri 0:45 Belanda itu. Ya. Tapi apa yang terjadi 0:48 dengan ee apa ya simbol kemerdekaan ini? 0:52 Nampaknya dalam usia 81 tahun, antara 0:56 daerah dan pusat pun yang katanya sudah 0:59 desentralisasi malah jadi uring-uringan. 1:02 Ini menjadi catatan lain. Dan juga ada 1:05 tanda apa, Bang? Ya, ini kok dari Nias 1:07 ee Krakatau, NTB, NTT tok gunung pada 1:11 bergolak ya. Apa yang sedang terjadi? 1:14 Apakah demo dari seorang BEM ya, Fatimah 1:17 Azzahra ini belum cukup untuk menjadi 1:20 pengingat bangsa ini atau memang sudah 1:22 pada dablek gitu atau bagaimana? 1:25 Sementara ulama lagi pada sibuk 1:27 muktamar. Entah apa yang diurusi di 1:29 sana. Lobi sana lobi sini. 1:31 Am Prabowo lagi sibuk bilang ungkap satu 1:36 dari empat anak Indonesia mengalami 1:38 stunting tapi duit MBG itu kan 1:41 separuhnya buat operator ya, separuhnya 1:43 buat perut. Ah, apa pula yang terjadi 1:45 dengan negeri hamba ini? Mungkin ada isu 1:47 lain tentang apa benar kita sudah 1:50 merdeka. Mungkin itu yang akan 1:52 disampaikan oleh Mas Toni Rosid dan 1:54 berbagai cerita lainnya yang ingin 1:57 masyarakat dengar dari tulisan dan 1:59 analisa antum sebagai pemerhati bangsa. 2:02 Silakan Dr. Toni Rasyid. 2:05 Baik Pak Isan dan seluruh pendengaril 2:08 kita awali dari musibah 2:11 baik gempa maupun gunung meletus. ee 2:15 kita ikut berduka menyampaikan ikut 2:18 sungkawa berduka terutama bagi keluarga 2:22 yang kehilangan saudara-saudaranya 2:24 di NTT misalnya ada puluhan orang 2:28 meninggal. ee semoga diberikan kesabaran 2:31 ya atas ujian ini dan ee semoga tepat 2:36 ada recovery terhadap ee segala hal 2:40 sebagai akibat dari ee gempa itu. Pada 2:45 tanggal 15 itu Pak Ehsan ya ada tiga 2:48 gempa itu. 2:50 Hm. 2:50 Ada gempa di ee NTT 2:54 itu 7,7 2:56 ee SR. Kemudian ada gempa di Simalungun, 3:01 Sumatera itu 6,4 SR. Ada juga di Pariki 3:06 itu 5,9 3:08 SR. Yang lebih banyak dibahas adalah ee 3:14 di NTT karena memang dampaknya cukup 3:17 dahsyat dan sampai puluhan ya yang 3:20 meninggal ya. Eh kita juga berharap ee 3:23 tidak hanya di NTT tetapi juga di 3:25 Simalungon dan Pariki di daerah Sumatera 3:28 sana ee negara memberikan perhatian tapi 3:32 juga ee NGOJO 3:35 yang selama ini juga ee konsern terhadap 3:39 bencana ee semoga memiliki kemampuan dan 3:43 juga tetap semangat untuk ikut mengurus 3:46 membantu negara yang serba terbatas itu. 3:50 He. 3:51 Dulu setiap ada gempa saya selalu ingat 3:53 ACT itu ya. ACT setiap gempa langsung 3:57 sayang sekali 3:58 potensi yang begitu besar gitu kan. Ee 4:01 kemudian por-por Anda karena sebuah ee 4:05 kasus kemudian ACT-nya ditutup. Mestinya 4:08 ya kalau ada masalah personal misalnya 4:11 ada oknum ya oknumnya sajalah tapi 4:13 ACT-nya jangan. Kemudian ee rumahnya 4:16 juga jangan dibakar. Heeh. 4:17 Nah, semangat sekali nampaknya ada yang 4:19 membakar rumah gitu kan ya. Nampaknya 4:22 yang bersemangat-semangat itu juga lagi 4:24 bermasalah sekarang gitu ya. Itu bahasa 4:27 lain ya. Bahasa lain, bahasa intuis lah. 4:30 Bahasa kalau supaya dianggap ilmunya 4:33 bahasa intuisi. Kemudian kemarin juga 4:36 ada ee gunung meletus batuk-batuk lah 4:40 kata Pak Isan kan itu [berdehem] di 4:43 Gunung Ibu di apa di Maluku Utara. He. 4:47 Kemudian ada ee Gunung Semeru di Jawa 4:50 Timur. Ada juga gunung 4:53 apa ee 4:56 di NTT itu ya, NTT juga itu 4:58 Flores itu 5:00 ee Latobi 5:02 iya. 5:02 Ah, ini kemudian ee sebagai orang yang 5:08 memiliki 5:10 ee apa atau memberikan perhatian 5:12 terhadap unsur spiritual ini ada apa sih 5:15 gitu kan? Kok 3 hari se apa ee sebelum 5:20 kemerdekaan itu muncul tiga tiga 5:24 apa ee tiga gempa kemudian 3 hari 5:27 kemudian muncul lagi tiga gunung gitu 5:30 kan 5:31 3 hari lagi muncul apaagi itu loh 5:34 ya apakah ini ada kaitannya dengan 5:37 protes MOI yang kencang sekali sama NU 5:40 kemarin 5:41 kemudian kita harus lawan LGBT apakah di 5:44 Indonesia itu lagi marah LGBT sehingga 5:47 kemudian ee MUI sampai berteriak kencang 5:51 gitu kan ee mendorong mendorong agar ini 5:56 menjadi bagian yang dimasukkan di dalam 5:59 ee rancangan undang-undang ya proleknas 6:02 latihan undang-undang yang saya selalu 6:04 bilang kalau MUI, Muhammadiyah NU 6:08 sudahlah bikin draf datang ke DPR datang 6:11 ke presiden, enggak mungkin tidak 6:13 diakomodir kalau tiga orang [berdehem] 6:14 ini serius. gitu loh 6:16 ya. Persoalannya ee 6:19 setinggi apa ke tingkat keseriusan MUI. 6:22 Jadi serius itu tidak hanya di dalam 6:24 narasi, tapi serius di dalam 6:26 memperjuangkan dengan langkah-langkah 6:28 yang taktis. Kumpul tiga ormas besar, 6:31 saya yakin semua ormas ya, khususnya 6:33 ormas Islam diajak semua gitu kan ya 6:36 kemudian datang kepada presiden ya. 6:39 Bukan selama ini kan ormas pada datang 6:42 ke presiden, tapi diundang ya untuk 6:44 menerima curhatnya presiden gitu kan ya. 6:47 Ee lalu ada sebagian yang diajak 6:50 jalan-jalan ke Uzbekistan gitu ya. 6:53 Bagus-bagus juga bagus gitu kan. 6:55 Maksudnya ini momentum punya akses untuk 6:59 ke penguasa 7:01 ya mesti ormas-ormas itu ada satu agenda 7:05 bersama untuk memperbaiki bangsa ini 7:08 tentu tidak semuanya. Apa kira-kira MUI 7:11 dan NU itu sudah teriak tentang LGBT? 7:14 Udah aja ini redaksinya dibikin, drafnya 7:17 dibuat kemudian ee secara bersama-sama 7:20 datang kepada penguasa. Saya yakin kalau 7:22 NU, Muhammadiyah, MUI dan hormat 7:25 semuasal yang lain minta kepada 7:26 Presiden, enggak ada alasan bagi 7:28 Presiden menolak. Minta minta ketemu 7:30 sama DPR ya, terutama Komisi 3 misalnya 7:33 atau apa ee kemudian minta kepada ee 7:37 DPR, pimpinan DPR misalnya tidak ada 7:40 alasan tidak menolak gitu kan. Nah, jadi 7:44 ya siapa tahu dengan semangat ee ini 7:48 kemudian gunung-gunung itu tidak pada 7:50 protes gitu kan ya. Laut-laut di bawah 7:53 laut itu tidak pada protes jadi gempa 7:55 gitu. Kira-kira kalau kalau makna ee 7:58 makna apa ee intuisinya begitu 8:02 barangkali ya. 8:03 Luar biasa. Luar 8:03 biasaf. [berdehem] 8:05 Oke. Ee itu itu satu hal ya. Semoga kita 8:08 ikut prihatin dan semoga kemudian ee pa 8:12 sungkawa semoga teratasi ya dengan 8:16 pemerintah bersama NJOJO masyarakat 8:19 secara luas ikut membantu ee dampak dari 8:23 ee gempa dan gunung meletus yang 8:25 mengakibatkan kerusakan secara material 8:28 maupun penderitaan-penderitaan lainnya, 8:30 Saudara. untuk bisa diatasi minimal ee 8:34 apa diberikan pertolonganlah semampu 8:38 negara memberikan pertolongan dan juga 8:40 swasta-swasta. He. 8:41 Kemudian [berdehem] 8:42 Pak Ihsan terkait dengan 8:46 laki-laki MB 8:48 gitu kan. [berdehem] Begini, Pak Ihsan. 8:51 Ee apa 8:54 ee 8:56 soal MBG ini jadi bukan ee begini ya, 9:02 bukan rumah itu ibarat rumah bukan rumah 9:04 itu yang ditolak 9:06 gitu kan, tapi proses pembangunannya, 9:10 kemudian pengelolaannya dan lain 9:12 sebagainya itulah yang kemudian 9:14 diperbincangkan oleh publik. 9:17 H 9:18 betul semua setuju. Standing itu harus 9:20 diatasi, kemiskinan harus diatasi, 9:22 kekurangan gizi harus diatasi, 9:25 gitu. Itu betul. Semua sepakat enggak 9:27 ada yang bisa menolak ya. Apakah 9:30 kemudian mengatasi itu harus dalam 9:33 bentuk MBG? Itu satu hal. 9:35 Okelah kemudian MBG gitu kan. Setujulah. 9:39 Tetapi ada problem-problem ya yang 9:42 kemudian diprotes. Jadi protes e itu 9:46 tidak meluluh kepada MBG-nya tetapi 9:49 kepada proses membit 9:52 MBK. Misalnya tidak ada perencanaan yang 9:56 matang 9:58 gitu kan. Coba direncanakan matang 1.000 10:00 dulu, 5.000 dulu, kemudian R.000 dulu. 10:04 Enggak. kemudian langsung masif yang 10:06 kemudian itu ee mengambil banyak 10:09 anggaran. Ini terkait holistik ini 10:11 masalahnya ya. Masalahnya holistik ya 10:14 satu dengan yang lain terkait gitu loh 10:16 dengan begitu masif ya atau tidak 10:19 terencana ya terus kemudian masif 10:22 akhirnya apa? Anggaran itu pemborosan 10:25 mengambil dari anggaran macam-macam 10:28 ini lebih e besar pasak daripada tiang 10:33 itu masalahnya. Nah, Pak Ihsan kalau 10:35 mengelola keuangan keluarga itu oh ini 10:38 ada program baru ini, ini butuh ini. 10:40 Tapi kemampuan finansial kita cuma 10:42 segini ya sudah segini dulu berproses 10:44 nanti ditambah nanti ditambah kan 10:46 begitu. 10:47 Iyalah 10:48 tidak ada yang sudah jalan di daerah di 10:52 desa di sebagainya itu sudah jalan ya. 10:55 itu berkaitan tidak hanya anggaran, 10:57 tetapi anggaran itu punya implikasi 10:59 terhadap ee pembangunan SDM, kemudian 11:03 tetap pembangunan infrastruktur ee 11:06 terhadap apa perputaran ee perputaran 11:09 ekonomi ee kemudian pertumbuhan ee 11:12 perputaran keuangan, pertumbuhan ekonomi 11:15 itu semua terkait 11:17 gitu kan. Ketika ini dipotong tahun 2025 11:21 itu 50 triliun kelabaan. Tambah lagi 11:24 potong 2026 226 triliun makin kelabaan. 11:29 Ya, ini sudah teriak mereka gitu kan ya 11:33 mestinya coba dirasionalisasi 11:37 tapi masih terjadi pemotongan 2027 itu 11:40 184 triliun. Ini menurut saya belum 11:44 terlambat untuk dilakukan evaluasi. 11:47 Ee kembali lagi soal contoh program kita 11:50 tidak ada masalah. Rakyat juga senang 11:53 dengan program-program prioritas kalau 11:55 memang itu berar rakyat. Tapi tidak 11:57 boleh kemudian ee mengorbankan 12:00 program-program yang lain yang 12:01 seolah-olah tidak langsung ke rakyat 12:03 gitu loh. 12:04 He 12:04 ya. Jangan kemudian pemerintah pusat 12:07 berpikir bahwa daerah enggak mampu, 12:09 daerah itu korup. Daerah itu tidak bisa 12:12 dipercaya. Sementara ketika itu ada 12:15 efisiensi membuat program prioritas yang 12:17 ditangani langsung oleh pusat, apa yang 12:19 terjadi? Lebih korup 12:21 koperasi merah putih 12:23 dalam ini baru baru baru bicara MB lah. 12:26 Belum koperasi 12:27 baru bicara MBK. Jadi ee karena 12:31 perencanaan itu tidak ee tidak matang 12:35 kemudian masif akhirnya masuk ke 12:37 anggaran yang bobol. He. 12:39 Kemudian akhirnya karena dalam waktu 12:42 dekat puluhan ribu dibangun, akhirnya 12:45 apa yang kemudian terjadi? Ruang untuk 12:47 korupsi makin lebar dan itu dilakukan. 12:49 Sudah tahu bahwa orang Indonesia itu 12:52 enggak asyik hidupnya pejabatnya. Kalau 12:54 enggak korupsi eh dikasih lahan gitu 12:56 loh. Ya makin asik gitu loh. Ya 12:58 kira-kira ginilah, ada teman saya punya 13:00 kapal ini. Ini kapal teman saya ya. 13:02 Tidak semua kapal kapal teman saya gitu 13:05 kan. Teman saya itu punya 100 lebih 13:07 kapal. Dia tahu bahwa itu BBM mereka, 13:10 para orang-or kapal itu maling. Tapi 13:13 kalau enggak maling meskipun diganti 13:14 duit itu enggak maling, enggak asik 13:16 katanya gitu loh. Jadi seninya gitu kan 13:19 maling. Tahu bahwa gitu kan 13:22 hiburan dan hobi 13:25 para pejabat Indonesia itu maling. 13:28 Dikasih lahannya ya dihabisi itu sehari 13:32 R miliar. Itu yang e ketangkap publik 13:36 gitu kan. 13:39 Jadi, Pak. Terus kemudian apa? 13:43 Beramai-ramilah mereka maling dari 13:45 tingkat terutama dari elitnya. Kemudian 13:47 menetes juga ikut maling gitu kan. Terus 13:50 ee ee lalu sudah pengelolaannya enggak 13:53 karuan ya. Nah, ini kan menjadi 13:56 karot-marot ya. Jadi enggak perlu 13:58 kemudian melakukan pembenaran. Jadi 14:00 kalau istilah filer bareto itu ada 14:03 istilah ee residu kemudian di refession 14:05 residu itu ada dorongan yang menjadi 14:08 dasar untuk bertindak untuk membuat 14:10 kebijakan dan keputusan. Kemudian dari 14:14 fashion itu mencari alat pembenaran. 14:18 Jadi kemudian ee sudah tahu stunting. 14:21 Iya ya. Dan ee Pak Prabowo saya kenapa 14:26 saya tidak pernah mengusulkan untuk 14:27 dibatalkan ya Pak Prabowo tidak mungkin 14:30 karena MBK itu wajahnya Pak Prabowo kok 14:31 wajah politiknya Pak Prabowo. Kalau 14:34 sampai dibatalkan selesailah itu. 14:36 He 14:37 ya saya yakin seyakin-yakinnya kalau ini 14:39 diberhentikan bukan ee tingkat kepuasan 14:42 itu naik kepada Pak Profowo makin turun 14:45 tingkat elektabilitasnya juga makin 14:46 turun. 14:47 Hm. He 14:48 ya. Karena ini wajah yang dibanggakan 14:50 oleh Pak Prabowo. Kalau kemudian MB 14:52 gagal itulah kegagalan Pak Prabowo. MB 14:55 berhenti itulah berhentinya Pak Prabowo. 14:57 Maka perlu dipertahankan. Yang kedua 14:59 adalah ini melibatkan swasta 15:02 sudah kontra. Kalau kalau kalau 15:04 bahasanya rasil kan almuslimuna ala 15:06 surutihim gitu kan. Jadi sudah ada MOU 15:09 gitu kan ya. sudah ada kontrak meskipun 15:12 kontrak itu di terus di diperbaiki 15:14 diperbaiki yang menguntennya 15:18 pemerintah memperbaiki merugikan kuasa. 15:20 Ah itu yang seringki tidak fair ya tidak 15:23 fair. Tetapi kalau dibatalkan makin 15:25 marah itu si pengusaha. Tidak mungkin. 15:27 Jadi ini sudah maju ya. Ee ada satu 15:31 kalimat yang saya setuju dari Pak 15:32 Prabowo itu sedang ada perbaikan. Nah 15:35 ini kita tunggu realisasinya. Sedang ada 15:37 proses perbaikan dan itu harus 15:40 perbaikan. Ee kita paham Pak Risan 15:43 dengan semua programnya ee Pak Prabowo 15:47 ingin ya misalnya 15:50 melaksanakan ee ini 15:53 ee pasal 33 15:55 dari UUD 45 itu ekonomi kerakyatan. Mbak 15:59 Prabowo ingin menciptakan ee apa? 16:02 Merealisasikan keadilan sosial sila 16:04 kelima dalam Pancasila itu. Kita tangkap 16:07 itu semangat dan spirit beliau untuk 16:09 melaksanakan itu. Ini sosialis lah 16:12 bahwasanya bukan sosialisme ya. Ini 16:14 sosialis gerakan-gerakan sosialis ingin 16:16 mendongkrak rakyat. Problemnya di 16:19 manapun negara sosialis Pak 16:21 H 16:21 ya kok komunis dalam konteks ini ya. apa 16:25 China, apakah itu Rusia, apakah itu 16:29 khususnya China dan kemudian Kor Korea 16:31 Utara 16:32 korupsi disikat habis gantung. 16:36 Tidak mungkin program-program sosialis 16:38 itu bisa dilaksanakan dengan baik kalau 16:42 ruang-ruang untuk korupsi 16:45 itu begitu lebar dan para koruptor itu 16:48 melalang buana. Enggak mungkin. Hm. 16:53 Ya, kenapa Cina berhasil itu ya ee 16:56 menciptakan ee apa ee apa 16:59 program-program sosialisnya gitu kan? 17:01 Karena ruang untuk korupsi disikat 17:04 habis, ditutup dan kemudian koruptor 17:06 disikat habis sehingga menjadi ee upaya 17:09 preventif yang sangat efektif. kita 17:11 enggak 17:13 ya kita setuju dalam program-program 17:16 sosialis itu tetapi ya seperti Dadang 17:19 mohon maaf gitu ya Dadang Korusinya 17:21 sudah seperti itu itu parah 17:24 mestinya hukuman tembak itu 17:28 kalau sampai ada hukuman mati ditembak 17:30 di lapangan lima pejabat aja lah gitu 17:33 lah yang korupsinya nauzubillah gitu kan 17:36 ya itu saya pikir wah semua besok ke 17:40 tingkat kepuasan Pak Prabowo itu naik 17:42 80% bukan 51,1% lagi. 17:44 He. 17:45 Tingkat elekitas Pak Prabowo itu enggak 17:47 akan kalah dengan Dedi Mulyadi. He 17:50 gitu kan misalnya. Ya. Jadi 17:53 ee ini saran ya saran e saya biasanya 17:56 kalau bicara dan juga ee ini sampai ke 17:59 Pak Prabowo nulis sampai Pak Prabowo itu 18:00 saran saya Pak Prabowo gitu kan Pak 18:03 Prabowo ee ya ee mereka yang koruptor 18:07 tingkat tinggi Pak Prabowo apakah itu 18:10 teman Pak Prabowo, kolega Pak Prabowo, 18:12 orang lingkaran Pak Prabowo pasang di 18:15 Monas tembak Pak Prabowo gitu kan ya. 18:18 itu itu langsung naik itu ah 18:21 program-program sosialis yang kemudian 18:23 yang kedua adalah ya he 18:26 ee berbasis meritokrasi di dalam 18:29 mengelola birokrasi 18:31 tenokretekat berbasis merotokrasi 18:34 artinya apa bukan kolega bukan teman 18:37 dekat tetapi mereka yang memiliki 18:39 kapasitas kalau kebetulan yang memiliki 18:41 kompetensi itu adalah teman lebih bagus 18:45 gitu tidak boleh e ada pemaksaan enggak 18:48 masalah salah itu teman atau bukan 18:49 teman. Yang penting memiliki kompetensi 18:51 yang teruji dan terukur. 18:55 Ah, itu baru program-program sosial 18:58 sosialisnya jalan. Heeh. 19:00 Ya, kalau tidak susah. Kalau kemudian 19:02 kita bicara tentang KMP kaitannya dengan 19:06 ee apa dana ee [berdehem] 19:09 sentralisasi dan desentralisasi 19:11 emang kita desentralisasi 19:14 e ada satu rapat ya para ini saya ikut 19:17 di situ untuk memberikan masukan 19:20 ya begini ee pada saat itu mengundang 19:24 namanya Rias Rasyid ya orang yang awal 19:26 punya gagasan terhadap desentralisasi 19:29 Prof. Dr. Yas Rasid. H. 19:32 Jadi dia katakan bahwa desentralisasi 19:36 itu adalah bukan ee protes, bukan e 19:40 proposal dari daerah atau dari dari 19:42 bawah, tapi itu adalah dari pusat. 19:45 Reformasi terjadi kemudian elit ya 19:47 memberikan sesuatu yang bersifat 19:49 kebetulan elitnya itu orang dari daerah. 19:52 elitnya orang yang baru 19:54 h 19:54 yang dulu rakyat kala menengah gitu 19:57 tidak tidak menjadi elit, tidak menjadi 19:59 bagian daripada kekuasaan naik 20:01 keusahaan. Jadi semangat sp dan jiwa 20:04 sebagai e rakyat itu masih kuat akhirnya 20:07 desentralisasi 20:09 ya tetapi kemudian dalam prosesnya ada 20:11 proses sentralisasi terutama pada 20:13 periode kemarin itu suu yang makin kuat 20:16 proses sentralisasi. 20:18 Jadi saya katakan begini, saya 20:20 menggunakan ee analogi yang dibuat oleh 20:22 Marx ya. Saya ah ini nih saya saya 20:25 mengutip Max ya. Saya tidak mengatakan 20:27 ini sama atau tidak. Enggak. Max itu 20:29 mengatakan tidak ada monyet yang 20:32 menggergaji ee dahan apa batang pohon 20:35 yang didudukinya gitu loh. 20:37 Artinya saya tidak mengatakan bahwa elit 20:40 itu monyet. Tidak. Ya. Ini analogi 20:43 kalmak yang saya ee ambil ya. ee 20:46 analogi, sekedar se analogi yang ambil 20:48 dari Max ini tidak mungkin ada orang 20:51 atau kelompok orang ya yang kemudian 20:55 menghancurkan 20:57 zona nyamannya. 20:59 Dia sudah nyaman di situ ya. Maka yang 21:02 diupayakan itu adalah menciptakan 21:05 menciptakan kenyamanan demi kenyamanan 21:07 yang lebih besar. H 21:09 ya. Di situlah kalau kemudian kita baca 21:11 teori tentang elit itu ya, mulai apa? 21:14 Filfredo Pareto kemudian keton Mosk 21:18 kemudian eh teori elitnya eh ee apa 21:22 namanya ee robot melich dan sebagainya 21:25 ya. Bicara-bicara tentang elit Qurannya 21:28 juga ada, hadisnya ada. Salah satu 21:30 Qurannya beginilah 21:32 ya. Ini ini bahasa Rasil yang saya kutip 21:34 gitu ya. ketikail mengutip Alquran ini 21:45 ya kan ya tidak akan aku lahirkan 21:48 seorang pembaharu gitu loh ya seorang 21:51 renewual yang yang akan melakukan sebuah 21:53 perubahan ee tanpa upaya yang dilakukan 21:57 oleh elit ya yangaman itu untuk 22:01 menentang untuk menggagalkannya 22:03 kan begitu itu Pak Isan teorinya begitu 22:06 gitu kan. [mendengus] Jadi ya apa yang 22:09 kemudian kita kita pahami sentralisasi 22:12 itu menjadi kepentingan elit di tidak 22:15 hanya dipertahankan tapi terus 22:17 dikukuhkan dan tinggalkan. Apa yang 22:20 kemudian terjadi ya yang 22:22 kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh 22:25 pemerintah memotong ya ee dana apa 22:29 memotong TKD transfer ke daerah ya 22:33 terdiri dari DA dana alokasi umum, DAK 22:37 dana alokasi khusus, DPA ee dana bagi 22:40 hasil, kemudian dana outsus, otonomi 22:42 khusus, ee kemudian juga ee dana yang 22:46 lain gitu kan. itu Pak dana Desa G itu 22:51 Pak Ihsan itu bagian daripada 22:53 sentralisasi 22:56 ya dan ini kemudian melahirkan kemarahan 23:00 misalnya Papua Tengah 23:02 ya sampai bakar-bakaran ya kemudian bisa 23:05 juga dipahami Aceh ya ada kemarahan 23:08 publik di situ dan ini bisa menyebar 23:10 kalau kita bicara dengan teman-teman 23:12 yang di appsi kemudian asosiasi bupati 23:16 walikota ee kepala daerah kabupaten itu 23:19 Pak semuanya sebenarnya gerah dan marah 23:22 untuk bayar untuk belanja pegawai aja 23:25 kewalahan ya pada akhirnya mereka 23:28 berpikir yang muncul kan P3K tapi 23:31 honorer enggak muncul karena apa 23:33 positioning honorer itu ee apa lemah 23:38 sementara posisioning PPK karena mereka 23:40 punya SK yang jelas 23:42 h 23:42 ya menjadi tinggi jadi akhirnya kemudian 23:44 ribut untuk belanja itu aja mereka akan 23:47 kesulitan. Bahkan ada 140 ee daerah yang 23:51 sudah defisit ya. Ee karena itu Pak Isan 23:54 ini logikanya kenapa pertumbuhan ekonomi 23:57 kita kelabaan susah. Terutama kita lihat 24:00 hampir sekitar 80% lah pertumbuhan 24:02 ekonomi daerah itu di bawah 50 di bawah 24:06 5%. Kenapa? Contohlah kita bicara 24:10 tentang ee apa itu kita bicara tentang 24:14 koperasi merah putih Paksan. 24:16 Hm. Koperasi Merah Putih itu kan ee 24:19 memang di tangannya Agrinas anggarannya 24:21 adalah 3 miliar ya kemudian pinjam ke 24:25 bank belum bunganya ini. Maka kewajiban 24:28 daripada kewajiban daripada ee daerah 24:33 desa ya itu membayar R00 juta. Saya kan 24:36 ngobrol dengan beberapa desa itu orang 24:38 kepala desa itu 24:40 itu 500 juta 24:43 mereka 24:44 setorkan setiap tahun selama 6 tahun. 24:47 Nanti kalau ternyata itu enggak jalan 24:50 karena memang satu strategi tidak mudah 24:53 membuat sebuah manajemen sekaligus itu 24:55 enggak mudah. minimarketmin itu 24:57 prosesnya panjang mereka sebu dulu ini 25:00 langsung 25:01 saya dengar 25:01 apa yang kemudian terjadi 25:04 kalau 25:04 silakan 25:05 itu mangkra kalau itu mangkrak gitu kan 25:08 meledak ini Pak Ihsan 25:10 enggak enggak enggak nyari 25:13 ini ini bangunnya benar apa enggak 25:15 namanya tempatnya enggak strategis itu 25:18 ya ee ada satu daerah saya ke daerah 25:21 jalan-jalan itu itu jaraknya cuman 25:24 sekitar 50 100 m. H 25:27 hm. 25:27 Jadi berdekatan gimana mau laku? Ya 25:31 [berdehem] beda dengan minimarket. 25:32 Kemudian ininya tidak ee tidak lengkap 25:36 barang-barangnya. 25:37 Iya, 25:37 di situ. Terus kemudian yang ketiga 25:39 tempatnya ada yang kalau di kampung saya 25:41 di pinggir kuburan jauh dari dari hirup 25:44 pikok masyarakat dari masyarakat ya yang 25:48 katanya sekitar 20% atau berapalah kita 25:50 itu perlu dicek lagi. Artinya kalau ini 25:52 kemudian meledak bisa e kalau kemudian 25:55 kemudian mengular ke mana-mana mun 25:57 pertanyaan loh itu anggarannya berapa 25:59 sih? Kok bangunannya segitu gitu kan. 26:01 Akhirnya kan orang bertanya benar enggak 26:03 sesuai dengan anggaran gitu loh. Ini 26:05 barangnya segitu. Nanti kalau ternyata 26:08 itu defisit diolah kemudian defisit itu 26:11 kan pegawai-pekai sudah diangkat itu 26:13 siapa yang membiayai itu apa defisit itu 26:15 dana desa lagi yang dipakai 26:19 katanya 26:19 kalau dana desa lagi kapan desa kapan 26:21 dana kapan desa itu bangun ya bagaimana 26:24 uang di desa itu bisa berputar ada 26:26 perputaran uang itu itu problem Pakleh 26:29 karena itu ya 184 triliun sebagai 26:34 pengurangan efisiensi dari dana Nah, ee 26:37 TKD itu memang perlu dievaluasi lagi 26:40 mumpung belum terealisasi ya. Apakah 26:44 betul itu harus 184 triliun? Karena 26:47 bagaimanapun ini akan mengancam terhadap 26:50 perputaran ekonomi daerah ya. ini bukan 26:53 soal angka, tetapi konsekuensi dari 26:55 angka itu adalah ya perputaran keuangan 26:59 di daerah itu kemudian mengecil yang 27:02 pada akhirnya ya pertumbuhan ekonomi 27:05 juga akan turun, akan mengecil juga 27:07 gitu. Tingkat ee kemiskinan akan naik, 27:10 tingkat pengangguran akan naik. itu 27:12 otomatically kalau kita ee melihat 27:14 secara ini kan ilmu awam sederhana ee 27:17 dalam ekonomi makronya kalau ee banyak 27:20 dana kecuali kalau daerah selama ini 27:23 memang PAD-nya ee diberikan ruang untuk 27:26 ya ee izin-izin misalnya IPRPR munculin 27:30 sana semua WPRPR tambang gitu kan. Jadi 27:33 nikel ada di diwpr diipr-kan kemudian 27:37 diipr-k yang lain diipr-kan dan kemudian 27:40 ee Menteri SDM tidak mengambil izin-izin 27:43 semuanya ee dibagi kepada daerah dibagi 27:46 lagi supaya daerah itu punya pendapatan 27:49 ya itu. Kemudian PAD-nya ya jalur-jalur 27:53 restitusinya ya restribusinya itu 27:56 pemain-pemainnya disikati tadi Pak Pak 27:58 Isan kalau mau sosialis sekalian. Jadi 28:01 ini kan keadilan sosial itu 28:03 pemain-pemain 28:05 pusatnya itu jagoan-jagoannya itu suruh 28:08 minggir itu suruh daerah yang yang 28:10 ngelola. Katakanlah kayak misalnya ada 28:14 pelabuhan ee laut, ada pelabuhan darat, 28:17 ada macam-macam itu. Itu suruh orang 28:20 daerah untuk mengolahnya itu. Kalau itu 28:23 dilakukan maka PAD akan naik, perputaran 28:26 ekonomi daerah akan tumbuh gitu kan. 28:29 yaitu menjadi penyeimbang efisiensi. 28:31 Kalau ini tidak juga dilakukan, hanya 28:33 sekedar efisiensi, ya sudah terkaparlah 28:36 daerah. Pakam 28:38 ini baru Papua. Semoga tidak ada 28:40 Papua-Papua yang lain. Semoga tidak ada 28:42 ajah-ajah yang lain, gitu. Yah, 28:45 nampaknya waktu pula yang memisahkan 28:47 kita. Ee, Bang Toni. Ah, kemarin upacara 28:51 di mana? Enggak di Pati bersama kabinet 28:54 bayangan, Pak ee Mas Toni bendera. 28:57 Oh, saya enggak dapat. Enggak dapat 28:59 undangan? Undangan [tertawa] 29:01 akan datang. 29:02 Iya. Nampaknya nih apa kabinet bayangan 29:05 ini menjadi harapan sebuah kritik karena 29:08 para mahasiswa pun capek ngadapin K 29:11 Polres Jakarta Pusat kemarin di 29:13 lapangan. Ya, sebagai penutup apa yang 29:15 ingin diingatkan oleh Mas Toni, setelah 29:17 30 menit kita berbincang. Silakan Mas 29:19 Toni. 29:20 Baik. Dari kejadian 29:23 yang langsung atau tidak langsung gitu 29:26 kan, Ma? ee musibah-musibah langsung 29:29 maupun tidak langsung. Mari jadikan 29:31 sebagai sebuah bahan evaluasi. Terut 29:34 pertama yang melakukan evaluasi itu 29:36 adalah ee pemerintah-pemerintah yang di 29:40 tangannyaalah sebuah kebijakan yang akan 29:43 berdampak kepada nasib masa depan rakyat 29:45 dan nasib masa depan bangsa. itu harus 29:48 betul-betul terukur. Ee jangan sampai 29:52 Indonesia ini realitasnya tidak 29:54 sebagaimana yang dibayangkan dalam 29:56 pidato presiden 29:57 ya. Ee kenapa? Karena pidato itu adalah 30:00 lahir dari masukan-masukan yang tentu 30:03 menteri-menteri yang bagus, 30:04 lembaga-lembaga yang bagus semua. 30:05 sementara ee realitasnya banyak hal yang 30:09 harus diperbaiki. Karena itu menurut 30:12 saya gitu kan ee evaluasi ini 30:14 betul-betul penting terhadap seluruh 30:17 realitas secara komprehensif. Apa yang 30:19 terjadi kemudian ee sedang berproses 30:23 seperti apa ee apa hambatan dan 30:27 tantangannya. Mari dibuka semua datanya 30:30 oleh pemerintah pusat, oleh penguasa dan 30:33 kemudian dicarikan ramuan-ramuan ya 30:36 enggak apa-apa pahit tetapi ya ke 30:38 depannya akan sehat. Itu yang terpenting 30:40 ya. Kalau kemudian e bagaimana rakyat 30:43 supaya bersatu ya kita kan di dalam 30:46 pembukaan Undang-Undang Dasar 45 Alinea 30:49 2 itu kan mengantarkan rakyat Indonesia 30:52 ke pintu ke depan pintu gerbang 30:54 kemerdekaan negara Indonesia yang 30:57 merdeka ee berdaulat, bersatu, 31:00 berdaulat, adil dan makmur. Kalau ini 31:03 menjadi sebuah standar ya yang kemudian 31:06 baik dalam proses maupun tujuan, mak 31:08 insyaallah rakyat Indonesia akan 31:10 bersatu. Jadi persatuan itu nonsen kalau 31:15 tidak apa membangun kewajiban dan 31:19 tanggung jawab bersama-sama dan 31:21 merasakan hak secara bersama-sama. 31:23 Begitu, Pak. 31:24 Insyaallah. Terima kasih, Mas Toni, pagi 31:26 hari ini menemani pendengar. 31:28 Mudah-mudahan Allah memberikan 31:29 keberkahan, kesehatan. Amin ya rabbal 31:31 alamin. Sampai bertemu pekan depan 31:33 insyaallah. Asalamualaikum 31:35 warahmatullahi wabarakatuh. 31:36 Masalikumsalam [berdehem] warahmatullah.