Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini hari Selasa
- tanggal 10 Muharam 1446 Hijriah atau 16
- Juli 2024. Seperti biasa, Selasa pagi
- kita akan menghadirkan renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an ee untuk edisi dialog
- dan tanya jawab. Silakan kirim
- pertanyaan Anda ke
- 0811999720. Kami tunggu nanti insyaallah
- akan dijawab oleh Ustaz Husein bin Hamid
- Al-Attas dan juga Ustaz Hamzah.
- Asalamualaikum Ustaz Husin, Ustaz Isa.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, kita mulai acara ini
- dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal mustaqimat
- anamta
- alaihim giril magdubi alaihim wadin.
- Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami jawaban-jawaban yang
- diberikan oleh Ustaz Husin dan Ustaz
- Hamzah. Ustaz Isa, apakah sudah ada
- pertanyaan masuk? Masyaallah. Ini ada
- sebenarnya kita hutang pertanyaan yang
- minggu lalu ya belum dijawab ya waktu
- kita live hari Jumat kemarin 3 hari lalu
- ee ada beberapa pertanyaan yang belum
- terjawab barangkali jadi pertanyaan buka
- sambil menunggu dan sebenarnya sudah
- masuk pertanyaan yang pada pagi hari
- ini. Di antaranya ada dari hamba Allah
- di Keranji, ada Umi Yasir, Ipin, Irfan,
- Ibu Lin dan lain sebagainya. Nanti
- insyaallah kita akan bahas satu persatu.
- Ini pertanyaan pertama. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuhkah atau sahkah apabila
- seorang wanita atau janda yang menikah
- sir tanpa dihadiri wali atau ayahnya
- karena sudah sepuh dan jaraknya jauh.
- Akan tetapi ayahnya sudah memberikan
- surat kuasa mewakilan perwalian kepada
- Amil Millah. Mohon penjelasannya, Pak
- Ustaz. Syukran. Jazakumullah khairan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Hamdan katsiron thayyiban
- mubarokan fih kama yuhibbu
- rabbuna. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali
- Muhammad. Asalamualaika ya
- rasulullah. Assalamu alaina wa ala
- ibadillahi shihin. Wassalamualaikum
- ayyuhal ikhwatul mukminun. Wal akhwatul
- mukminat
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi bimaam.
- Allahumma inna naud
- naubikaill nazilla
- nuzalima nudlama
- [Musik]
- najbanaidna
- ilman amma
- ba menjawab
- pertanyaan saudari kita ya yang bertanya
- apakah sah pernikahan dia sebagai
- seorang janda dengan seorang pria tanpa
- dihadiri oleh orang tuanya yang sudah
- lanjut usia Tapi orang tuanya sudah
- memberikan kuasa kepada
- Amil untuk mewakili dirinya dalam
- menikahkan
- putrinya. Menjawab pertanyaan ini,
- kehadiran orang
- tua sebetulnya telah diwakili dengan
- kuasa yang diberikan kepada Amil.
- Bagi seorang janda
- sebetulnya dia memiliki hak ya untuk
- menentukan
- pilihannya dengan syarat pria yang
- dipilih itu merupakan seorang pria
- muslim
- ya yang berakhlak baik
- ya maka dia memiliki hak untuk
- menentukan pilihan Hanya berbeda dengan
- seorang gadis ya, dengan sendirinya di
- bawah pengawasan orang tua. Maka peran
- wali di sini lebih
- kuat dibandingkan peran wali ya pada
- seorang wanita yang berstatus janda.
- Dan tujuan wali ya atau tujuan
- diamanatkan seorang wanita kepada wali
- ini betul-betul dengan tujuan untuk
- menjaga wanita ini agar
- tidak
- terpedaya, tidak terperosok ya dan
- terjerumus ke
- dalam ke dalam keadaan yang akan
- membahayakan dirinya. Karena seorang
- wanita kalau dibiarkan memilih dengan
- perasaannya tidak mempertimbangkan
- berbagai macam akibat yang akan dihadapi
- di kemudian hari.
- Oleh karena itu, peran wali di sini
- betul-betul menjaga ya, mengawal,
- memberikan bimbingan petunjuk agar
- putrinya atau
- saudarinya mendapatkan pasangan yang
- betul-betul akan dapat menjaga amanat
- Allah Subhanahu wa taala dengan
- sebaik-baiknya dan memperlakukan putri
- mereka atau saudari mereka dengan
- perlakuan yang mulia.
- Nah, seorang janda yang telah memiliki
- pengalaman berumah
- tangga tidak diperlakukan sebagaimana
- perlakuan seorang gadis yang belum
- menikah. Dia sudah memiliki pengalaman
- pengetahuan. Tinggal wali di sini
- melihat apabila pilihannya ya memang
- merupakan pilihan yang tepat yang akan
- menjaga dirinya, memuliakannya dan
- menjaga juga agamanya. wali memberikan
- restu. Tapi kalau seandainya dia memilih
- seorang pria yang bakal merusak
- agamanya, yang juga bakal memperlakukan
- dirinya dengan cara yang tidak baik,
- karena laki-laki tersebut, laki-laki
- yang
- betul-betul tidak bertakwa kepada Allah
- subhanahu wa taala, maka orang tua atau
- saudara berhak melakukan intervensi ya
- untuk merintangi, menghalangi ee
- perkawinan di antara keduanya.
- Dan kita tahu bahwa orang yang beriman
- satu dengan lain menjadi wali saudara
- mereka. mukminun wal mukminat ba'duhum
- auliya
- ba'din. Maka peran wali di sini
- sebetulnya menjaga mengawal, memberikan
- bimbingan dan
- tuntunan kepada anak-anak mereka agar
- mereka betul-betul dapat menentukan
- pilihan yang tepat yang sejalan dengan
- keridaan Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- berkaitan dengan pertanyaan saudari kita
- tadi yang bertanya, apakah boleh dia
- menikah dengan seorang pria tanpa
- kehadiran orang tuanya karena jarak yang
- jauh dan orang tuanya telah memberikan
- kuasa kepada seorang amil untuk
- menikahkan mereka. Dalam hal ini
- sebetulnya
- [Musik]
- ee rukun dari pernikahan sudah
- terpenuhi. Dengan adanya wali, demikian
- pula di hari dengan dua orang
- saksi, kemudian mahar, adanya ijab dan
- qabul, maka semua apa? Telah terpenuhi.
- Jadi yang perlu diperhatikan di
- sini bagi seorang wanita yang belum
- pernah menikah
- hendaknya dia
- [Musik]
- betul-betul dalam menentukan pilihan
- hendaknya dia kembali kepada
- pertimbangan akal yang sehat dan
- tuntunan
- agama. Dia berusaha betul-betul
- mendengarkan bimbingan nasihat orang
- tuanya.
- di mana orang tuanya tidak memilihkan
- bagi dirinya ya pasangan suami yang akan
- membuat dirinya hidup tidak berbahagia
- atau tidak berjalan di atas jalan Allah
- dan wanita juga tidak memilih seorang
- laki-laki yang bakal mengecewakan kedua
- orang tuanya padahal mereka berjasa
- dalam mendidik dirinya dan tidak memilih
- pasangan yang tidak sejalan dengan
- tuntunan agama Allah Subhanahu wa taala.
- Karena Allah jadikan pria dan wanita
- berpasangan dalam rangka untuk
- betul-betul menjalankan amanat yang
- besar dalam kehidupan. Wallahuam.
- Insyaallah. Berikutnya ini Ustaz dari
- Ibu Darma di Bekasi. Asalamualaikum
- Ustaz. Mohon pencerahannya. Bulan Oh
- Afwan. Bukan Ibu Darma ini tidak
- menyebutkan namanya tapi dia bercerita
- bahwa bulan lalu adik saya meninggal
- jatuh di penggorengan yang penuh dengan
- minyak mendidih.
- Apakah itu bisa dibilang mati syahid?
- Karena dia dan istrinya usaha catering.
- Jadi penggorengannya besar. Mungkin
- dengan minyak lebih dari 10 liter dan
- langsung meninggal adik saya. Ini saya
- masih di Jogja mau ke haul ke-40
- harinya. Masyaallah. Mohon
- pencerahannya, Ustaz.
- Semoga Allah subhanahu wa
- taala menjadikan kematiannya ya
- merupakan kematian yang membuka pintu
- rahmat Allah Subhanahu wa
- taala. Adapun menentukan dirinya sebagai
- seorang yang mati syahid atau tidak ya
- ini bukan merupakan urusan kita.
- Tapi kita harapkan dengan kematian yang
- tragis tersebut ya, di mana anak
- tersebut masuk ke dalam penggorengan ya
- yang penuh dengan minyak yang mendidih.
- Mudah-mudahan derita di dunia ini akan
- menghindarkan dirinya dari derita di
- hari kemudian nanti dan Allah masukkan
- dirinya ke dalam rahmat Allah. Jadi
- sebaiknya bagi kita mendoakan anak
- tersebut, mendoakan juga yang hidup agar
- diberikan kesabaran dan menjadikan ini
- sebagai pelajaran buat kita semua.
- Terkadang kita tidak menyukai sesuatu,
- tapi itu sesuatu yang membawa kebaikan
- buat kita. Sebagaimana kisah yang
- diceritakan
- mengenai seorang hamba yang saleh ya
- yang memberikan pelajaran kepada Nabi
- Allah Musa alaihialatu wasalam.
- di mana seorang anak
- ya tanpa dosa, tanpa berbuat salah
- ya dibunuh ya oleh teman yang
- mendampingi Musa yang Allah Subhanahu wa
- taala perintahkan kepada Musa untuk
- belajar daripadanya.
- Nabi Allah Musa dengan marah mengatakan,
- "Bagaimana kamu membunuh seorang anak
- yang masih suci, bersih, tanpa kesalahan
- yang dilakukan?"
- Nah, sebagai jawaban
- kemudian orang tersebut berkata kepada
- Musa
- bahwa kedua orang kedua orang tua dari
- anak ini merupakan orang tua yang
- saleh. Kami khawatir anak ini tumbuh
- akan menjadi sebab kedua orang tuanya
- terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan
- dosa, perbuatan-perbuatan aniaya. Maka
- dengan kehendak Allah Subhanahu wa taala
- mengambil anak tersebut dan Allah
- Subhanahu wa taala menggantikan kedua
- orang tuanya dengan anak yang lain. Anak
- ini yang diambil oleh Allah Subhanahu wa
- taala dengan sendirinya terbebas dari
- apa-apa yang mungkin terjadi masa akan
- datang dari perbuatan yang tidak baik.
- Orang tuanya diselamatkan dan digantikan
- anak yang lebih baik. dengan sendirinya
- kematian anak ini sebetulnya kebaikan
- buat anaknya, kebaikan juga buat kedua
- orang tuanya. Nah, demikian pula saudara
- Anda yang mati dalam keadaan tragis
- tersebut mudah-mudahan akan menjadi
- sebab kebaikan bagi kedua orang tua. A
- gantikan yang lebih baik dan anak ini
- juga dibebaskan dari hal-hal yang
- mungkin saja terjadi di masa akan datang
- dari perbuatan-perbuatan yang tidak kita
- sukai. Maka kedua orang tua keluarga
- hendaknya menerima dengan rida dan
- pasrah dan mendoakan anak tersebut agar
- masuk dalam rahmat Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam. Baik, selanjutnya
- pertanyaan dari Ibu Tri di Sawangan. Ini
- pertanyaan lama juga nih baru bisa
- dijawab sekarang. Ee Ustaz, bolehkah
- muslimah memandikan jenazah orang
- nonmuslim tapi mulutnya ngobrol? Karena
- yang meninggal sahabat dari kecil? Jika
- sudah terjadi
- bagaimana Bu Tri? Seorang muslimah
- memandikan temannya. Muslimah memandikan
- jenazah orang nonmuslim.
- He. Karena wanita ini merupakan
- temannya.
- Memandikan sebetulnya bukan merupakan
- apa? Bukan merupakan satu kesalahan.
- dia berhubungan baik dengan wanita ini,
- dia mandikan, dia bersihkan dirinya ya,
- bukan dalam rangka apa mendoakan dirinya
- atau menyalatkannya, hanya sekedar
- memandikannya. Saya melihat dalam hal
- ini bukan merupakan apa? Bukan merupakan
- satu perbuatan yang bertentangan dengan
- tuntunan agama.
- Allah berfirman dalam surah
- Al-Mumtahan yang menerangkan kepada
- kita, kita tidak dilarang untuk berbuat
- baik, berbuat kebaikan ya kepada
- orang-orang nonmuslim yang tidak
- memerangi kita. Yang tidak memerangi
- kita dalam urusan agama kita atau
- membantu musuh-musuh kaum muslimin untuk
- memerangi
- kita. Apalagi merupakan sahabat baik.
- Allah tidak melarang kita untuk
- memperlakukan mereka dengan baik. Allah
- berfirman, "La
- yanakumullah alilladina lam yuqatilukum
- fiddin walam yukhrijukum min diarikum
- anabaruhumitu ilaihim inallaha
- yuhibbul." Allah tidak melarang kalian
- dari orang-orang yang tidak memerangi
- kalian dalam agama
- kalian. Untuk apa?
- tidak juga mengusir kalian dari rumah
- kalian untuk berbuat kebaikan kepada
- mereka.
- Antabaruhumitu ilaihim dan berlaku adil
- kepada mereka. Innallaha yuhibbul
- mqsitin. Sungguh Allah mencintai orang
- yang berbuat adil. Wanita ini
- berhubungan baik dengan dirinya,
- merupakan sahabatnya. di luar perbedaan
- agama sebagai
- seorang muslim akan memperlakukan orang
- baik juga dengan kebaikan yang sama
- selagi tidak bertentangan dengan hukum
- Allah. Jadi hanya sekedar memandikan,
- membersihkan tubuhnya sebelum
- disemayamkan dan dikuburkan itu
- sebetulnya bukan merupakan sesuatu yang
- dilarang kecuali ya kecuali apa? Dia
- mendoakan ya wanita ini memohonkan ampun
- buat dirinya ya sebagaimana yang
- dilarang oleh Allah subhanahu wa taala
- dalam surah Taubah. Makana lin nabi
- walladzina amanu yastagfiru lil
- musyrikin walau qurban. Tidak dibenarkan
- ya mustahil bagi nabi dan orang yang
- beriman ya untuk memohon ampun bagi apa
- orang-orang musyrik walaupun termasuk
- kerabat-kerabat mereka.
- Walaupun orang yang merupakan kerabat
- dekatnya, kalau dia meninggal dalam
- keadaan musyrik, maka tidak dibenarkan
- baginya untuk memohon ampun
- baginya. Nah, wanita ini memandikan
- temannya sebagai sikap ya seorang muslim
- yang berbuat kebaikan pada orang yang
- berbuat baik baginya, teman dekatnya.
- Adapun urusan dia dengan Allah Subhanahu
- wa taala bukan menjadi tanggung
- jawabnya.
- Sebagaimana kalau seanda kita memberikan
- bantuan kepada teman kita yang
- nonmuslim, dia butuh bantuan. Kita
- membantu dirinya, membantu anaknya,
- ya memperlakukannya dengan baik dan
- mulia itu bukan merupakan satu hal yang
- dilarang, malah perbuatan yang terpuji.
- Tapi yang tidak dibenarkan kita ikut
- bersamanya dalam acara-acara keagamaan
- seperti Natal. Karena kalau kita
- mengucapkan selamat Natal itu hampir
- besar.
- Selamat di sini ditujukan untuk
- memperingati lahirnya Yesus sebagai anak
- Tuhan, bukan sebagai nabi dan rasul.
- Kalau mereka memperingati lahirnya
- Almasih sebagai nabi dan rasul, kita
- mengucapkan selamat kepadanya masih
- enggak menjadi
- soal. Tapi kata Natal di sini
- memperingati lahirnya Yesus sebagai anak
- Tuhan. Ini yang tidak bisa kita terima.
- Jadi wanita ini memperlakukan temannya
- dengan cara baik dan mulia sebagai
- seorang muslimah bukan merupakan satu
- hal yang dilarang. Kecuali kalau
- berurusan dengan apa? Dengan ritual
- keagamaan mereka. Kalau berkaitan dengan
- ritual keagamaan mereka, kita enggak
- boleh sama sekali ikut bersama mereka.
- Lana a'maluna
- wakumukum lakum dinukum waliin.
- Wallahuam. Masyaallah. Ini dari Nining
- dan Imran. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Timara
- wabarakatuh. Saya Nining dari Jawa
- Dendet. Ibu, kami baru saja meninggal,
- Ustaz. Berusaha untuk ikhlas tapi sedih.
- Ini teramat dalam. Bagaimana caranya
- agar hati bisa ikhlas menerima ketentuan
- Allah Subhanahu wa taala? Syukran.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali Muhammad. Rabbana zidna ilman
- waidna
- b. Seorang yang
- bersedih. Alhamdulillah Ustaz Hamzah ya
- telah hadir bersama kita.
- Seorang yang bersedih karena
- ditinggalkan orang yang
- dicintai baik ibunya, ayahnya, putranya,
- putrinya itu merupakan hal yang
- wajar. Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam juga berduka, bersedih
- ya ketika ya sang paman meninggal
- dunia, ketika ibunya juga meninggal
- dunia, dia bersedih berduka. Begitu pula
- ketika ditinggalkan ya salah satu
- cucunya yang berada dalam
- gendongan dan pangkuannya dalam keadaan
- sekarat beliau juga mencucurkan air
- mata. Hingga sewaktu
- sebagian ee sahabat beliau menyaksikan
- Nabi air matanya
- berlinang-linang karena kematian
- cucunya. Mereka mengatakan, "Ma hadid
- dumu." Ya Rasulullah apa? Arti dari air
- mata ini
- Rasulullah. Rasulullah
- mengatakan innaha dumuur rahmah. Ini
- merupakan air mata rahmat. Bukan sebagai
- pertanda kita tidak rida dengan
- ketentuan Allah tapi ini merupakan air
- mata rahmat. Lalu orang tersebut
- mengatakan, "Ya Rasulullah, saya
- memiliki sekian banyak anak sekalipun
- saya tidak pernah sama sekali mencium
- anak saya." Nabi langsung mengatakan,
- "Man la yarham la yurham." yang tidak
- memiliki rasa rahmat tidak akan
- mendapatkan rahmat dari Allah. Jadi
- kesedihan air mata yang berlinang yang
- merupakan apa? Air mata kesedihan,
- kedukaan karena berpisah dari orang yang
- dicintai itu wajar
- normal. Tapi jangan sekali-kali
- kesedihan mendorong kita untuk melakukan
- perbuatan-perbuatan yang bertentangan
- dengan tuntunan agama. seperti kita
- menolak ketentuan
- Allah. Kita juga dalam keadaan bingung
- kepada siapa lagi kita berpegang setelah
- katakan tulang punggung kita atau orang
- tua kita meninggal dunia atau seorang
- ibu yang ditinggalkan anaknya. Karena
- walaupun anaknya meninggalkan dirinya,
- Allah tidak meninggalkan dirinya.
- Walaupun orang tuanya meninggalkannya,
- Allah tidak pernah meninggalkan dirinya.
- Asal dia betul-betul dalam hidup ini
- menyandarkan hidupnya kepada Allah.
- Iyaka na'budu wa iyaka nasta'in. Jadi
- yang ditinggalkan oleh orang-orang yang
- dicintai yang menjadi tulang punggungnya
- jangan bersedih hati. Bisa saja ya Allah
- subhanahu wa taala menggantikan peran
- orang tuanya lebih baik daripada apa
- yang dilakukan orang tuanya. Asal dia
- hatinya berserah diri pada Allah. Dan
- kita harus tahu tidak ada jamuan yang
- tidak bubar. Tidak ada pertemuan tanpa
- perpisahan. Berpisah bertemu itu
- merupakan sunatullah. Nah, pada saat ini
- kamu berpisah. Kalau kamu beriman, dia
- beriman kelak kamu akan dikumpulkan
- kembali di tempat yang betul-betul lebih
- indah daripada kehidupan dunia. Dia
- sudah pergi terbebas dari berbagai macam
- ujian. Nah, kamu doakan dirinya agar
- mendapatkan ampunan dan rahmat dari
- Allah. Dan kamu dengan sisa hidupmu
- mengerjakan amalan saleh berbekal untuk
- hari akhir kamu. Semoga perpisahan
- sesaat ini ya akan mengantarkan kamu
- untuk menuju pertemuan perkumpulan yang
- kekal abadi dalam kebahagiaan. Kalau
- kita menyadari bahwa hidup mati
- merupakan sunatullah, begitu pula
- perpisahan dan
- pertemuan, pasrahkan dan terima segala
- sesuatu dengan penuh keridaan. Walaupun
- bersedih berlinang-linang air mata
- setiap kita terbayang pada orang yang
- kita cintai, itu merupakan hal yang
- wajar. Dan mudah-mudahan tiap tetesan
- air mata yang keluar, kesedihan yang
- kamu rasakan akan menjadi penghapus dosa
- kamu. Wallahuam.
- Ada lagi nih. Salam e mau Ustaz Hamzah
- mau tambahan enggak? Asalamualaikum
- Ustaz Husin. Ustaz Husin, apakah fanatik
- itu? Apakah batasan fanatik dan bolehkah
- kita
- fanatik? Dalam
- [Musik]
- Islam tidak
- dibenarkan sikap ashabiyah. Sikap
- asabiah. Ashabiyah.
- Kata ashabiyah ini unik sekali
- ya. Kalau seorang menutup matanya ya,
- katakan dia mengambil perban atau
- mengambil sorban, dia tutup matanya ya.
- Kemudian setelah itu dia
- bersikap bersikap mengambil
- keputusan atau menunjukkan
- keberpihakannya tanpa
- melihat. Tanpa meli melihat melihat.
- Maka pada saat itu pasti keputusannya
- apa?
- Keputusannya pasti apa? Banyak akan
- meleset dari kebenaran karena mengikuti
- perasaan. Tidak lagi mau melihat, tidak
- lagi mau mendengar. Oleh karena itu kata
- isabah itu artinya perban juga. Isabah
- artinya per perban.
- Nah, kata la asobiyata fil Islam di sini
- menerangkan kepada kita bahwa seorang
- yang berfanatik buta tidak melihat sama
- sekali argumentasi, tidak melihat
- dasar-dasar kebenaran, tapi dia
- mengambil keputusan dengan perasaannya
- dan hawa nafsunya. Ini merupakan hal
- yang tidak dibenarkan dalam Islam.
- Imam Ali Zainal Abidin alaihialatu
- wasalam mengatakan, "Laisa minal
- ashabiyati an
- tuhibbaum." Ashabiyah
- itu bukan berarti kamu mencintai
- kaummu, mencintai kedua orang tuamu,
- mencintai anak-anakmu, mencintai juga
- bahasa ibu di mana kamu apa? Dilahirkan
- dalam bahasa tersebut. Kalau orang
- berangkat katakan
- ke satu
- negara, dia berasal dari Sukabumi.
- Ketemu orang Sukabumi, bagaimana
- perasaannya? Senang. Kalau di sini
- bertemu dengan orang Sukabumi wajar,
- tapi di tanah rantau dia bertemu dengan
- sesama saudaranya yang berasal dari
- Sukabumi. Lalu hatinya begitu dekat. Itu
- bukan
- ashabiah. Begitu juga orang mencintai
- bahasa ibunya, dia mencintai juga
- kaumnya. Mencintai juga sukunya itu
- wajar. Jadi bukan termasuk dalam
- ashabiyah kamu mencintai kaumu,
- mencintai kedua orang tuamu, mencintai
- juga tanah airmu. Itu bukan asabiah.
- Walakinal asobiyah. Tapi asabiyah yang
- sebenarnya itu antaro sirara qumumika
- khiaran.
- Kamu
- melihat orang-orang yang bobrok dari
- kaummu di mata kamu baik dan
- mulia. Sebaliknya kau melihat
- orang-orang yang benar di luar kaummu,
- orang-orang yang melakukan
- perbuatan-perbuatan yang sejalan dengan
- keridaan Allah, tapi karena bukan
- berasal dari kaumu, kamu pandang mereka
- buruk dan sesat.
- Jadi kalau kita sudah berfanatik kepada
- kelompok kita, kita akan melihat
- kelompok kita sebagai tolok ukur. Yang
- sesuai dengan kelompok kita benar, yang
- tidak sesuai
- sesat. Ini yang berbahaya. Oleh karena
- itu, Quran selalu mengajak kita untuk
- berakal, untuk berpikir, melihat
- bukti-bukti di hadapan kita. Baru
- setelah itu kita mengambil keputusan.
- Sehingga Allah mengecam orang-orang yang
- apa? Yang hidup dengan asabiah ini.
- Waluladina kafaru kamalilladzi yaniqu
- bima la yasma illa duaan waidaan summun
- bukmun umyun fahum
- laqilun. Allah gambarkan orang-orang
- yang dikuasai asabiah ini mirip dengan
- hewan-hewan
- ternak. Kalau mereka diajak berpikir,
- berdialog, kira-kira mereka akan mampu
- gak kita ajak dialog mereka?
- Mereka enggak bakal paham. Mereka hanya
- paham bahasa-bahasa yang digunakan
- penggembala untuk menggiring mereka.
- Betul gak? Jadi orang-orang yang
- dikuasai ashabiyah ini orang yang tidak
- berakal, orang yang tidak melihat, orang
- yang tidak mendengar, orang yang tidak
- berpikir. Kalau kita ajak mereka
- berdialog, berpikir walaupun kita
- kumpulkan 1 juta argumen, dia tidak akan
- terima. Allah berfirman, "Walau anzalna
- ilaihimul
- malaikahumul
- mauta
- alaihimya Allah." Kalau
- kami turunkan malaikat semua dari langit
- datang ke hadapan.
- Walau ananazalna ilaihimul
- malaikahumul mauta. Orang yang sudah
- dikubur dibangkitkan berbicara
- bersaksi kepada orang
- tersebut. Alaihim qub kami kumpulkan
- segala sesuatu datang ke hadapannya
- bersaksi mereka sekali-kali tidak akan
- beriman kecuali bila Allah kehendaki.
- Yang dikehendaki untuk beriman menerima
- kebenaran yang hatinya terbuka. Tapi
- kalau yang hatinya dikuasai oleh
- ashabiyah, walaupun kita bawakan
- berjuta-juta bukti, dia tidak akan
- menerima. Prinsip dia anzah wa inorat
- kambing walaupun
- terbang. Jadi dua orang main
- tebak-tebakan. Ada hewan yang bergerak
- di balik alang-alang. Temannya bertanya,
- "Murut kamu hewan apa itu?" Si teman
- mengatakan,
- "Burung." Bu.
- Yang satu lagi mengatakan kambing.
- Akhirnya kedua-duanya mengatakan, "Mari
- kita buktikan." Mereka ambil batu.
- Mereka lempar-ang tersebut ternyata
- burung
- terbang. Si teman mengatakan, "Saya
- sudah bilang sama
- kamu bahwa itu burung." Dia mengatakan,
- "Tidak." Anzah wa kambing. Walaupun dia
- terbang.
- Nah, orang semacam ini walaupun sudah
- melihat bukti bahwa dia burung yang
- kerbang tidak mau menerima orang yang
- dikuasai asadiah. Al-Qur'an melarang
- kita untuk memiliki sifat semacam ini,
- tapi mengajak kita untuk ya betul-betul
- bersikap yang sesuai dengan akal sehat,
- melihat bukti dan argumentasi dan inilah
- yang kelak akan menjadi penghuni surga.
- Wir
- ibadina. Sampaikan kabar gembira dari
- aku untuk hamba-hambaku. Siapa yang
- dimaksudkan dengan hamba Allah? Alladina
- yastamiunal yang mendengarkan setiap
- ucapan. Fattabiun ahsan. Dia mengikuti
- yang terbaik, yang terbenar, yang sesuai
- dengan akal sehat dan sesuai dengan
- petunjuk Allah. Merekalah orang-orang
- yang mendapatkan hidayah Allah dan
- merekalah yang termasuk dalam
- ulaka. Allah mengatakan, "Walaq jahanama
- minal jin wal ins." Kami telah
- persiapkan untuk menjadi penghuni api
- neraka jahanam ini kebanyakan jin dan
- manusia. Lahum qulubun lailun la
- yafqahuna biha. Allah berikan mereka
- kalbu. Tapi ternyata kalbu ini kalbu
- yang mati. Walaupun sudah melihat bukti
- kebenaran, enggak mau menerima sama
- sekali. Jadi dia melihat bukti-bukti
- kebenaran tapi kalbunya menolak untuk
- menerima. Jadi walaupun memiliki kalbu
- sama dengan orang yang tidak memiliki
- kalbu. Walahum aunun la yubsiruna biha.
- Mereka juga memiliki mata. Tapi sayang
- mereka tidak bisa melihat mana benar
- mana salah. Ya, padahal sudah terpapar
- bukti-bukti argumentasi tentang
- kebenaran di hadapannya.
- tadi dia bukti sudah melihat bahwa itu
- apa itu burung dia masih mengatakan
- anzah waat ini sama dengan orang buta
- betul gak
- wahum biha dan mereka diberikan telinga
- tapi sama dengan orang yang tidak
- mendengar karena walaupun sudah
- mendengarkan bukti dia menolak untuk
- menerima ulaika kalam mereka mirip
- dengan hewan ternak balhum adol bahkan
- mereka lebih tersesatika humul gofilun
- merekalah orang-orang yang lalai jadi
- kalau
- Anda dalam menilai sesuatu menjadikan
- diri Anda sebagai tolak ukur bukan
- kebenaran, maka anta mutaasib. orang
- yang telah tertutup mata hati Anda,
- telinga hati Anda, begitu pula kalbu
- Anda. Tapi kalau Anda dalam menilai
- sesuatu tidak kembali kepada diri Anda,
- menjadikan Anda sebagai tolak ukur atau
- golongan Anda sebagai tolak ukur, tapi
- melihat apakah ini sesuai dengan
- kebenaran berdasarkan bukti-bukti dalil
- yang Allah ajarkan kepada kita dan akal
- sehat. Pada saat Anda memutuskan dengan
- dasar kebenaran, maka ana terbebas dari
- penyakit asabiah yang membuat setan
- terjerumus ke dalam api neraka dan
- terusir dari surga. Karena dia
- mengatakan, "Ana khairun minhu
- khalaqtani minar waqtahu." Dia
- menjadikan ana ini sebagai tolak ukur.
- Seharusnya kembali kepada kebenaran yang
- datang dari Allah. Jadi hati-hati jangan
- karena kita diberikan kemuliaan,
- diberikan ilmu, diberikan kelebihan lalu
- kita bersikap sombong menganggap diri
- kita seolah-olah sebagai tolok ukur
- kebenaran.
- Waliyadubillah. Silakan bisa menambahkan
- ya. Itulah apa definisi ee fanatik yang
- apa yang tadi yang benar sesuai dengan
- apa yang diuraikan tadi. Ee jadi jangan
- ada orang mengatakan seperti kepada
- orang misalnya dia menjalankan perintah
- agama dengan benar, dia jujur, kemudian
- bilang, "Kamu fanatik banget nih. Itu
- itu salah. Jangan terlalu fanatik dong
- dalam menjalankan e dalam beragaman."
- Nah, ini ini pengertian yang salah ya
- seperti itu. Orang yang taat dalam agama
- itu adalah diperintahkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Bukan fanatik yang
- seperti yang Allah Rasulullah katakan,
- "Laisa minna man mata ala asabiyah."
- Bukan dari golonganku yang mati dalam
- asabiyah kefanatikannya. Jadi fanatik
- yang seperti tadi artinya fanatik yang
- bagaimana
- kalau walaupun apa ada keburukan di
- kelompoknya dibilang oh tetap itu
- kebenaran pokoknya dia yang penting dia
- golonganku seperti itu. Ya. Ketika ada
- kebaikan di golongan orang lain dia
- enggak mau nyatakan itu kebenaran atau
- kebaikan. Tapi di pokoknya kalau yang
- dari dia semuanya buruk itu namanya itu
- fanatik yang buta tadi ya. itu yang
- seperti yang dijelaskan tadi sudah
- panjang lebar. Jadi jangan dia salah
- artikan mengenai fanatik ini ya.
- Ketaatan di dalam menjalankan kebaikan
- dalam menjalankan syariat agama kita ini
- itu adalah suatu kewajiban dan itulah
- yang berjalan di di apa di relnya Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Dan itulah yang akan bersama
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Bukan tadi ya, yaitu yang apa
- bukan dari golonganku yang mati dalam
- fanatik ya. Fanatiknya maksud adalah
- seperti yang tadi sudah diterangkan oleh
- Ustaz. Wallahuam.
- Subhanallah. Ini menarik sekali masalah
- ashabiyah ni. Mungkin ditambah sedikit
- ya. Kalau kita lihat
- sebetulnya dosa pertama yang
- dilakukan oleh iblis adalah asawiah. Hm.
- Betul gak? Iya.
- Artinya ketika Allah mengatakan, "Malaka
- alla tasjuda lima khalaqtu biyadai."
- Kenapa kamu menolak untuk sujud kepada
- sesuatu yang aku ciptakan dengan kedua
- tanganku? Menggambarkan kemuliaan dari
- makhluk yang diciptakan dan ujian bagi
- apa? Bagi jin tersebut yang kemudian
- hari dikenal dengan nama iblis yang
- artinya terputus dari rahmatku. Dia
- dengan bangga
- mengatakan ya khalaqani minarin
- wqtahu dalam suratul isra dia mengatakan
- asjudu
- khalaqina masa saya akan sujud di
- hadapan makhluk yang kau ciptakan dari
- aku. Padahal ujian Allah kepadanya untuk
- menguji ketaatan dirinya dan
- kepasrahannya kepada Allah.
- Adam juga melakukan dosa ketika dia
- terjerumus untuk memakan sesuatu yang
- dilarang Allah. Tapi dia menyesal bertau
- kembali kepada Allah. Seandainya iblis
- bertauat kembali kepada Allah, Allah
- akan terima
- tobatnya. Tapi sayang sungguh sayang
- kesombongan dan ashabiyahnya ini yang
- menghalangi dirinya untuk menerima
- kebenaran. Nah, begitu juga umat Islam
- pada saat ini kalau menjadikan Islam
- sebagai tolok ukur, mereka bisa bersatu
- karena Islam mengajak dia berserah diri
- kepada Allah. Tapi sayang mereka
- menjadikan kelompok-kelompok mereka ya
- golongan mereka, doktrin mereka sebagai
- barometer kebenaran. Maka Allah
- berfirman, "Wala takunu minal
- musyrikin." Jangan kalian tergolong
- orang musyrik. Siapa mereka? Ya Allah.
- minalladina itu mereka-mereka yang
- mengotak-ngotak memecah-mecah agama
- mereka
- bimadiun tiap kelompok merasa senang
- bangga dengan apa yang ada pada
- mereka Syiah mereka yang berfanatik
- kepada Syiah mereka dibutakan oleh
- kefanatikan hingga menganggap semua yang
- datang dari Syiah itu benar padahal
- keluarga Nabi di atas mengajak setiap
- orang pengikutnya
- untuk mengoreksi ya menyeleksi kembali
- apa yang mereka terima dicocokkan dengan
- kitab Allah. Begitu juga dari kalangan
- yang menamakan diri mereka ahlusunah,
- belum tentu mereka mengikuti sunah
- rasul. Sebagai bukti ahlusunah juga
- terpecah-pecah.
- Bahkan sebagian mereka bisa mengkafirkan
- sebahagian yang
- lain. Ada yang menamakan diri mereka
- salafi, ada yang menamakan diri mereka
- khalafi. Pertentangan di antara mereka
- cukup tajam.
- Seandainya tidak terdapat Syiah, di
- antara mereka mungkin terjadi kebencian,
- permusuhan seperti yang sekarang ini
- berlaku dari sebagian yang menamakan
- diri mereka ahlusunah terhadap kalangan
- Syiah. Di kalangan Syiah juga sama.
- Mereka memandang sebagian mereka
- memandang remeh ahlusunahnya dengan
- pandangan apa? yang kecil dan
- sepilih. Tapi orang yang berjuang untuk
- kebenaran, berjuang di jalan Allah,
- mereka tidak melihat batasan-batasan
- yang dibuat oleh manusia ini. Iniya illa
- asmaun sammaituma antum waukumzallahu
- bihaan. Ini batasan-batasan ini
- tira-tira ini. Nama-nama yang kalian
- berikan dan orang tua kalian berikan.
- Allah enggak pernah memberikan sama
- sekali apa? rekomendasi izin untuk
- membuat kalian terkotak-kotak dan
- berpecah belah. Oleh karena itu, dalam
- perjuangan yang serius seperti yang
- terjadi di Palestina atau di Gaza pada
- saat ini, kita lihat orang yang hatinya
- betul-betul berserah diri kepada Allah,
- dia tidak melihat latar belakang
- golongannya. Walaupun Hamas dari
- kalangan ahlusunah, kita lihat ternyata
- dari kalangan Syiah seperti Iran,
- Libanon, Yaman, mereka memberikan
- dukungan buat saudara mereka yang sesama
- muslim yang dianiaya. Dari kalangan
- ahlusunah juga kita
- lihat banyak orang-orang yang tampil
- bahkan dari Indonesia. mereka memberikan
- bantuan, dukungan baik dengan kebutuhan
- logistiknya, dengan pengobatannya,
- bahkan mengirim dokter ke sana. Padahal
- mereka bukan merupakan satu bangsa, satu
- darah, tapi mereka berangkat
- bersama-sama. Panggilan ini bukan
- panggilan Syiah, bukan panggilan sunah,
- tapi panggilan
- lailahaillallah. Oleh karena itu, kalau
- kita melihat umat dengan kacamata Islam,
- kita bisa bersatu.
- Tapi di saat kita pakai kacamata
- ashabiah terhadap kelompok kita, maka
- sampai hari kiamat pun tidak mungkin
- mereka akan bersatu. Ini ujian Allah
- Subhanahu wa taala. Oleh karena itu,
- kejadian juga yang berkaitan dengan
- geger nasab ini
- sebetulnya seandainya ya betul-betul
- katakan nasab tersebut merupakan nasab
- yang terjamin, apakah berarti kalau dia
- tidak beramal berserah diri kepada Allah
- lebih mulia daripada kaum yang lain? Kan
- tidak. Malah siapa yang amalnya lambat
- tidak dipercepat oleh nasabnya.
- Seorang keturunan Rasul di saat dia
- berbuat kebaikan mendapatkan dua kali,
- tapi di saat dia berbuat dosa juga apa?
- Dua kali lipat. Dua kali lipat
- sebagaimana wanita-wanita dari keluarga
- Rasul. Kemudian apakah kalau sebagian
- saudara kita yang bukan berasal dari
- keturunan Rasul, apakah mereka lebih
- rendah di mata Allah? Tidak. Tidak.
- Kalau mereka beramal, berserah diri
- kepada Allah, mereka akan mendapatkan
- kedudukan yang mulia. Oleh karena itu
- kita saksikan bagaimana sahabat seperti
- Salman dan Bilal tidak cemburu pada
- siapa? Pada Rasul dan keluarganya.
- Bahkan mereka begitu mencintai Rasul dan
- keluarga. Kecintaan mereka kepada Rasul
- atas dasar kebenaran. Kecintaan juga
- kepada keluarga Rasul atas dasar
- kebenaran. Bukan karena
- asabiyah. Begitu juga mereka-mereka yang
- menjalankan sunah rasul atas dasar
- kebenaran, berserah diri kepada Allah.
- mereka akan dikumpulkan bersama-sama.
- Oleh karena itu, geger nasab pada saat
- ini disebabkan dua
- hal. Satu, karena kebanggaan,
- kesombongan yang membuat orang akhirnya
- tertutup matanya untuk melihat kebenaran
- dan mengerjakan yang benar. Satu lagi
- dengki dan iri. Dengki dan i
- iri. Padahal dua-duanya merupakan
- penyakit iblis. Sombong, bangga diri,
- maupun dengki merupakan penyakit iblis.
- Padahal kalau mereka sadar bahwa orang
- tua kita
- satu, asal usul kita sama, Tuhan kita
- juga sama. Dan Allah Subhanahu wa taala
- menempatkan kita di bumi,
- menganugerahkan kita kehidupan dan
- kematian untuk menguji kita siapa di
- antara kita yang amalnya terbaik, bukan
- siapa yang nasabnya termulia.
- Semakin tinggi nikmat kemuliaan yang
- Allah berikan kepada seseorang, semakin
- berat hisabnya di hari kemudian nanti.
- Oleh karena itu, jangan kita habiskan
- waktu untuk bertengkar, berselisih atau
- meladani sesuatu yang sia-sia tidak
- berguna, tapi mari kita berlomba-lomba
- dalam kebaikan. Fastabiul khair.
- Wallahuam. Masyaallah, Ustaz. Ini dari
- Anggit, Ustaz. Tapi kayaknya dari
- penjelasan Ustaz, Ustaz dulu pernah
- mengatakan bahwa musibah yang ditimpa
- oleh umat manusia itu adalah sebab ulah
- tangan manusia sendiri. Ustaz, nampaknya
- musibah yang dialami oleh saudara kita
- di Palestina adalah karena dosa
- perpecahan di antara umat Islam, Ustaz.
- Kalau kita berasumsi seperti itu, apakah
- benar, Ustaz?
- Kita tahu bahwa umat Islam merupakan
- satu kesatuan.
- Satu kesatuan. Kesatuan.
- Sebagaimana kesebelasan
- bola. Kesebelasan
- bola. Pada saat pertandingan kiper
- meninggalkan gawang untuk melakukan
- serangan. Waktu datang serangan
- balik karena gawang kosong bola dengan
- gampang masuk ke dalam gawang. Yang
- berbuat salah kiper satu. Iya. Tapi
- akibatnya kesebelasan semua mengalami
- kekalahan. Betul gak? Betul. Atau
- katakan ya yang berperan sebagai back
- kanan dan kiri. He tidak menjalankan
- tugasnya. Waktu musuh menyerang
- dibiarkan liwat begitu saja. Kira-kira
- yang kalah dia aja berdua apa
- kesebelasan? Seluruhnya kesebelasan.
- Kesebelasan. Begitu juga umat Islam.
- Ummatan wahidah. Inna hadhi ummatukum
- umatan wahidah. Saudara mereka di
- Palestina dianiaya.
- Sedangkan saudara-saudara mereka sesama
- kaum muslimin menonton menyaksikan
- pembantaian yang berlangsung di
- Palestina.
- Bahkan menutup pintu tidak mengizinkan
- bala bantuan datang untuk mendukung
- saudara mereka. Dengan
- sendirinya musibah ini terjadi akibat
- dari pengkhianatan sesama kaum muslimin.
- Yang menjadi korban di Palestina syahid.
- Mereka enggan meninggalkan negeri
- mereka. Ada sebagian orang mengatakan,
- "Kenapa mereka tidak hijrah? Kalau
- mereka meninggalkan negeri mereka bukan
- hijrah tapi lari dari peperangan." H
- yang wajib dilakukan bagi saudara mereka
- dari berbagai macam negara Arab yang
- terdekat untuk memberikan bantuan. Kalau
- mereka bersatu menghadapi Israel,
- sekejap Israel akan lenyap. Betul gak?
- Jadi sebetulnya Allah Subhanahu wa taala
- pada saat ini memilih saudara-saudara
- kita di Gaza menjadi para syuhada yang
- mati. Dan Allah Subhanahu wa taala ya
- juga mengangkat mereka yang hidup.
- Karena yang hidup lebih berat lagi
- cobaannya dibandingkan yang mati
- menghadapi pengabaian. Saudara-saudara
- mereka menghadapi keganasan Israel,
- anak-anak mereka meninggal dunia, cobaan
- mereka lebih berat dibandingkan yang
- pergi lebih dulu. Jadi Allah Subhanahu
- wa taala melalui cobaan ini tujuannya
- liyatakhid minkum syuhada. Watak minkum
- syuhada. Mengangkat sebahagian kalian
- sebagai para syuhada. Ini kedudukan yang
- paling mulia. Karena kematian bakal
- datang kepada kita kalau sudah tiba
- saatnya mau di tempat tidur, betul gak?
- Mau di kendaraan atau mati di medan
- perang. Kalau orang harus memilih,
- kira-kira memilih yang mana? Mati di
- tempat tidur, ya? Mati di kendaraan,
- mati sedang bermain-main apa mati di
- jalan Allah Taala? Mati di jalan Allah.
- Kalau kita bisa memilih, kita akan
- memilih mati di jalan Allah. Betul gak?
- Betul. Tapi karena kita mencintai
- kehidupan, kita beranggapan seolah-olah
- di rumah kita aman. Kalau kita keluar
- kita terancam. Padahal sebetulnya kita
- di rumah atau kita berhati-hati kalau
- sudah tiba saatnya malaikat akan datang.
- Betul gak? Betul. Malaikat akan datang
- menjemput kita. Walau kuntum fi burujin
- musin. Walaupun kalian berada di menara
- yang terjaga, kokoh, kuat, malaikat
- tidak terhalang untuk mendatangi kita
- mencabut nyawa kita. Kalau memang
- kematian bakal datang di mana pun kita
- berada, kenapa kita tidak memilih
- kematian yang mulia? Bukan sebagai
- pengkhianat, bukan sebagai orang yang
- berfoya-foya menghabiskan waktunya
- mengejar syahwat, tapi dalam perjuangan
- di jalan Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- berkaitan dengan pertanyaan ini, Allah
- berfirman, "Ma asobaka min hasanatin f
- Allah." Kebaikan yang kamu terima dari
- Allah. Tapi ada syaratnya. Kalau umat
- ingin jaya, mereka bersatu bertakwa
- kepada Allah. Walau
- antaq lafahna
- alaihim
- wakain nafs keburukan yang menimpa kamu
- jangan salahkan Allah. Karena yang
- datang dari Allah semua kebaikan.
- Alkhairu minallah wasyarisa ilaih. Tapi
- keburukan-keburukan yang menimpa
- seseorang atau menimpa satu umat ada
- kaitannya dengan perbuatan kalian.
- Menyebarnya COVID, penyebarnya HIV,
- menyebarnya kanser. Betul atas izin
- Allah. Tapi pencetusnya siapa? Manusia
- kan? Iya, manusia. Manusia. Jadi ingat
- bahwa kita ini satu umat. Jangan kita
- beranggapan kita ini hanya dengan
- golongan kita dilihat oleh Allah. Tidak.
- Kalau kita sudah berfanatik terhadap
- kelompok kita, menutup mata, menutup
- hati kita dari saudara-saudara kita yang
- lain, ini merupakan tanda petaka buat
- umat. dan dia akan apa? Oh, dia bersama
- kelompoknya kelak akan menjadi orang
- yang merugi di hari kemudian nanti. Nah,
- inilah seruan dan ajakan radio Rasil
- ini. Hendaknya kita melihat umat dengan
- kacamata Islam, dengan kacamata iman,
- bukan dengan kacamata mazhab atau
- akidah. Akidah enggak jelas, bisa
- berkembang, bisa menyempit, tergantung
- siapa yang masukkan. Tapi kalau iman
- Islam kemudian dilanjutkan dengan ihsan.
- Kita berbuat ihsan kepada sesama kita.
- Ini yang diajarkan Allah. Bukan
- bercerai-berai saling serang-menyerang
- satu dengan lainnya. Apa kabar? Ustaz
- dari Ibu Angit tadi belum terbaca. Ustaz
- mau bertanya. Kalau ada teman nonmuslim
- yang meninggal ucapannya apakah hanya
- cukup untuk turut berdukaita saja?
- Apakah perlu mendoakannya, Ustaz? Mohon
- pencerahannya. Terima kasih. Ini kaitan
- dengan hukum mendoakan kawan kita yang
- nonmuslim yang meninggal. Ustaz,
- bagaimana, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalliim sayidina Muhammadin wa sayidina
- Muhammad. Allahumma shalli ala Muhammad.
- Kita apa? Diperintahkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk berbuat ihsan
- ya. Berbuat
- baik kepada tetangga baik tetangga yang
- dekat, tetangga yang jauh ya. seperti
- itu. Nah, ini kaitannya juga ketika kita
- ini bertetangga ya kan kita ada yang
- tetangganya yang muslim, ada yang
- nonmuslim. Kita diperintahkan oleh Allah
- ya untuk berbuat baik ya. Nah, ini
- berbuat baik terhadap mereka-mereka yang
- tentunya tidak memerangi Islam ya.
- Jadi Allah tidak melarang kalian
- untuk apa terhadap mereka-mereka yang
- tidak memerangi kalian dan tidak
- mengusir kalian dari ya rumah-rumah
- kalian untuk kalian ee berbuat baik
- kepada mereka dan berlaku adil terhadap
- mereka. Ini dalam rangka berbuat baik
- ketika ada yang meninggal ya kita juga
- ber ya diperintahkan ikut ber apa?
- berbela sengkawa. Artinya kita
- ee hibur mereka, kita datangi mereka
- seperti
- itu. Tapi ya kita hibur yang hidupnya.
- Tapi kalau masalah
- mendoakan kita dilarang ya kita dilarang
- mendoakan ya orang yang sudah meninggal
- dalam nyata-nyata dalam kekafiran
- seperti itu. Wala tusolli ala ahadim
- minhum mata abad. Ya. Ya. Rasulullah pun
- dilarang ya untuk memberikan doa
- kepada ini ayat turun kepada pada saat
- pimpinan munafik di Madinah Abdullah bin
- Ubay bin Salul. ee wafat meninggal ya
- Rasulullah dilarang untuk mendoakan
- mereka. Begitu juga Nabi Allah
- Ibrahim ya dilarang untuk mendoakan
- pamannya Azar setelah pamannya ya sudah
- meninggal arti sudah jelas kekafirannya.
- Kalau orang masih hidup boleh dia
- misalnya kafir ya orang yang kita cintai
- misalnya dia kafir dia belum beriman
- kita mau doain boleh doain ya doain
- supaya dapat hidayah seperti itu ya tapi
- ketika dia mati dalam kekafiran itu
- berarti sudah jelas dia adu lillah ya
- maka Nabi Allah Ibrahim ketika mm Azar
- ya masih hidup Nabi Ibrahim berusaha
- mendoakan dia supaya mendapatkan hidayah
- ya. Nah, seperti itu. Tapi ketika sudah
- jelas sudah meninggal ee meninggal dalam
- kekafiran, maka itu ee dilarang ya. Jadi
- ya kita boleh mengucapkan ucapan-ucapan
- yang baik ya, tapi tidak mendoakan
- kepada si mayunnya. kita ee hibur si
- tua-tua rumahnya ya seperti itu supaya
- tabah supaya apa dan ee
- perbuatan-perbuatan yang baik yang
- lainnya ya tetapi tidak mendoakan si
- mayit. Wallahuam. Masyaallah. Mungkin
- perlu tambah sedikit ya. Gimana kalau
- seorang muslim mendoakan temannya dengan
- kesembuhan, dengan keaksiatan?
- Hal ini bukan merupakan sesuatu yang
- dilarang. Kita mendoakan katakan seorang
- teman non muslim syafakallah wafaka ya
- wahadaka. Semoga Allah menyembuhkan
- kamu, memberikan afiat kepada kamu ya
- memberikan juga hidayah. Semoga Allah
- memuliakan kamu dengan Islam itu indah
- sekali.
- Jadi seperti yang tadi katakan yang
- tidak dibenarkan kalau kita sudah jelas
- seorang mati dalam keadaan di luar
- Islam, berarti dia tidak memeluk agama
- Islam dan telah sampai kepadanya
- kebenaran ya dia menolak untuk masuk.
- Ya, kita boleh datang berkunjung sebagai
- teman mendatangi dia ya ucapkan belah
- sungkawa kepada keluarganya karena
- ditinggalkan dirinya tapi mendoakan dia
- untuk mendapatkan ampunan. Ini tegas
- larangan dari Allah.
- Wana walladina amanu yastagfiru lil
- musyrikina
- wau orang mengatakan bagaimana Nabi
- Ibrahim enggak pernah mengatakan bahwa
- saya akan memohon ampun untuk orang tua
- saya.
- Dijawab oleh
- Allah wfar
- ibrahim. Jadi istigfar Ibrahim
- ketika pertama-tama dia berpisah dari
- ayahnya. Ayahnya belum meninggal dunia
- dengan harapan bahwa Allah memberikan
- ampunan hidayah bagi orang tuanya. Tapi
- setelah jelas bahwa ayahnya menjadi
- musuh Allah, bagaimana mungkin dia akan
- ya ee
- membela musuh Allah Subhanahu wa taala
- dengan meninggalkan Allah dengan set dia
- akan berpihak kepada Allah subhanahu wa
- taala. Dia tidak akan sama sekali
- menentang Allah dengan memohon ampun
- kepada orang yang memusuhi Allah
- subhanahu wa taala. Wallahuam. Ini
- terakhir barangkali pertanyaan terakhir
- ya, Om Krisna. Mohon izin dari Aisyah
- Jati Mulya.
- Yang lainnya untuk Bapak Santoso, Ibu
- Hati, Engkongjun, Abu Abdillah,
- Bimantoro, Ibu Ijah, ada Bunda Rido, ada
- hamba Allah Sukabumi, Bu Maya, Gondok
- Kusumo, Imam Khudori, Zahir, Aminah dan
- lain sebagainya. Mohon maaf nanti
- insyaallah akan dibacakan pada
- kesempatan tanya jawab berikutnya. Bisa
- dua dua pertanyaan sekaligus, ya. Dua
- pertanyaan sekaligus. Oh, baik baik
- baik, Ustaz. Dua pertanyaan. Yang
- pertama, Heeh. Ee ibu saya sudah 7 tahun
- wafat, tapi seringki hadir dalam tidur
- bersama bahkan memeluk. Jadi saya kadang
- merasa ibu masih hidup. Itu kenapa ya
- Ustaz? Mungkin itu mimpi. Tapi sering
- sekali Ustaz syukron mohon
- pencerahannya. Yang pertama coba Imam
- Khudari apa? Ee Bapak
- Khudori. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ada kelompok yang
- men
- jadiadi ada 72
- kelompok dan kelompok yang paling benar
- dan masuk surga. Bagaimana menurut ustaz
- tentang hadis ini? Syukran ya. Ini
- menjas menjas DTI apa itu ya maksudnya?
- Maksudnya menjustifikasi mungkin ya. Ee
- ada 70 kelompok dan kelompok yang paling
- benar adalah satu yang masuk segera.
- Bagaimana menurut Ustaz tentang hadis
- ini? Ustaz, alhamdulah bisa jawab yang
- pertama nanti hadis ini ada yang jawab.
- Baik, Ustaz. Jazakumullah khair.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayidina Muhammad sayidina
- Muhammad. Ya, orang yang sudah meninggal
- ya mereka itu jiwanya berada di alam
- barzakh ya alam yang terpisah dari alam
- dunia atau sebagian ilmuwan meneliti
- mungkin itu alam yang berada dalam
- dimensi yang lebih tinggi dari kita.
- Ya, mereka terkadang Allah izinkan
- melihat ya melihat apa yang kita
- lakukan. Ee karena mereka ini
- penglihatannya tidak dibatasi oleh ruang
- dan waktu seperti kita, oleh jasad.
- Karena kita waktu hidup jiwa kita ini
- berada dalam jasad. Di mana jasad ini
- melihat pakai ini, pakai organ mata.
- Mata memiliki keterbatasan.
- mendengar juga pakai organ telinga.
- Telinga pun memiliki
- keterbatasan ya. Tapi ketika orang yang
- meninggal itu ee jiwanya terlepas dari
- jasadnya, dari sangkar jasad ini ya
- mereka berada di dalam warah terkadang
- ya bahkan kalau ee diizinkan Allah bisa
- mereka bisa melihat ya ee apa yang kita
- lakukan.
- Dan orang yang sudah meninggal tentunya
- enggak bisa ya berbicara dengan kita,
- enggak bisa berinteraksi dengan
- kita. Ketika seorang yang tidur sedang
- tidur, Allah Subhanahu wa taala
- gambarkan bagaimana orang yang lagi
- tidur itu sama seperti orang yang sedang
- meninggal.
- Dalam surah Az-Zumar ayat
- 46am Allah Subhanahu wa taala
- terangkan e Allahu yatawaal anfusaina
- mautiha wallati lam tamut fi
- maamiha. Allah itu menahan jiwa ya
- ketika seorang lagi
- tidur
- ya. Ya. Ketika orang yang meninggal itu
- Allah tahan jiwanya. Jadi kan kita diri
- kita ini manusia ini terdiri dari tiga
- unsur. Ada
- jasad fisik ini, ada roh, ada jiwa, nafs
- ya. Nah, jiwa itu ketika seorang lagi
- tidur ya, seorang yang meninggal itu
- Allah pisahkan jiwa dengan
- jasadnya. Nah, dan begitu juga wallati
- lam tamud fi manamiha. Begitu juga orang
- yang belum mati. Yaitu ketika orang lagi
- tidur, Allah tahan juga jiwanya. Jadi
- orang yang ditidur ketika dia bermimpi
- itu sama ya seperti orang yang mati
- jiwanya terlepas dari jasadnya. Nah,
- inilah ketika seorang yang tidur e tadi
- yang pertamanya tidur bertemu dengan
- orang ee tuhannya itu ya itu kemungkinan
- seperti itu Allah pertemukan. Karena
- orang yang lagi tidur itu jasadnya ee
- jiwanya terlepas dari jasad.
- berada di alam suatu alam yang di luar
- dari dimensi kita ya. Maka pada saat itu
- ya yang berada di alam barzak itu yang
- mana mereka juga sudah terlepas dari
- jasadnya ya jiwanya itu bisa ya bertemu
- tadi ya bisa bertemu. Nah, tentang
- masalah mimpi ini ya bisa saja ya ee ada
- yang ee mimpi yang tidak baik misalnya
- ya bisa dari setan misalnya tapi bisa
- juga ti tadi mimpi yang baik bertemu
- dengan arwah seperti itu. ee yang kita
- sayangi, yang kita cintai, maka kita
- berhusnuzzan ya. Ya, mungkin itulah
- bagaimana kerinduan ibu ya kepada
- anaknya ya. Seperti itu Allah Subhanahu
- wa taala pertemukan di dalam mimpi ya
- kerinduan anak kepada ibunya. Oleh
- karena itu ketika sudah bangun ya karena
- banyak-banyaklah doakan orang tua,
- banyak-banyaklah beramal untuk orang tua
- karena mereka di alam barzakh sangat
- menantikan ee amal jariah, sangat
- menantikan doa dari anak-anaknya karena
- mereka butuh ya senantiasa kepada
- tambahan amal ya. orang masih yang
- berada di alam barzakh masih ada
- kemungkinan bertambah deposit amal
- kebaikannya dan juga ada kemungkinan
- bertambah deposit amal keburukannya.
- Oleh karena itu ya banyak-banyak
- istigfar untuk orang tua dan beramal ya
- untuk kedua orang tua. Mungkin ini juga
- apa ini bagaimana menggambarkan ya Allah
- ingin gambarkan
- pertemukan jiwa yang bertanya tadi
- dengan ibunya. Bagaimana kedekatan ibu,
- sayangnya ibu ya. Oleh karena itu, balas
- kesayangan ibu itu dengan amal yang
- baik, amal yang saleh, ya sedekah dari
- atas nama ibu ya, maka itu akan
- menggembirakan ibunya. Wallahualam.
- Yang tiga golongan, Ustaz.
- Oke.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Rabbana zidna ilman wal hikna
- bish. Kita semua sering mendengar hadis
- yang
- berbunyi iftaraqat alyahud ila ihda
- wasabina
- firqah waftarqatin nasar ila fintain
- wasina
- firq wasariqu ummati
- ilain firqah kulluha finar illa wah
- wahida
- sebagian ulama
- ya beranggapan bahwa hadis ini merupakan
- hadis yang lemah yang tidak dapat
- menjadi
- hujah. Karena hadis ini akhirnya
- dijadikan sebagai justifikasi pembenaran
- terhadap perpecahan di tengah-tengah
- umat.
- Lalu setiap golongan menganggap
- merekalah golongan yang selamat atau
- alfirqatun
- najiah. Kalangan kelompok-kelompok
- salafi mengatakan nahnu alfirqatun
- najiah. Oleh karena itu mereka mengajak
- orang untuk menumpangi bahtera mereka
- dan menghindari bahtera-bahtera yang
- lain. Kemudian
- kelompok-kelompok non salafi yang
- bermacam-macam juga masing-masing mereka
- beranggapan sebagai alfilqatun naiah.
- Jadi hadis ini membawa dampak
- pertentangan, perselisihan di antara
- umat ya. Kemudian juga hadis yang
- merupakan hadis ahad untuk mereka.
- Jadi para alim ulama berbeda pendapat
- mengenai hadis
- ini.
- Sebagian mereka menegaskan bahwa hadis
- ini merupakan hadis yang lemah.
- Riwayatnya merupakan riwayat ahad dan
- menimbulkan dampak negatif di
- tengah-tengah umat. di
- mana kaum
- muslimin yang berpecah belah menjadikan
- hadis ini sebagai dasar dan pegangan
- mereka. Lalu masing-masing mengklaim
- bahwa merekalah alfiqatun najiah,
- kelompok yang
- selamat. Sebahagian lagi mengatakan
- bahwa hadis ini merupakan hadis yang
- sahih dan maknanya pun sahih tapi
- pemahaman yang salah. di mana sebagian
- besar kaum muslimin memahami hadis ini
- secara tidak
- benar. Kalau kita perhatikan hadis ini
- menerangkan kepada kita bahwa umat
- Yahudi telah terpecah belah menjadi 71
- golongan. Angka 70 ini bukan menunjukkan
- pembatasan, tapi menunjukkan jumlah yang
- banyak. Jumlah yang banyak. Banyak.
- Kemudian Nabi menambahkan bahwa umat
- Nasrani terpecah belah menjadi 72
- golongan. Tambah satu ini sebetulnya
- menjelaskan bahwa perpecahan di antara
- mereka lebih banyak daripada perpecahan
- di tubuh umat
- Yahudi. Umatku juga akan terpecah
- belah menjadi 73 golongan. Artinya
- perpecahan di tubuh umat Islam lebih
- besar dibandingkan perpecahan di tubuh
- umat
- Nasrani. Begitu juga di tubuh umat
- Yahudi. L Nabi mengatakan kulluha finar.
- Seluruhnya akan menjadi penghuni api
- neraka illa wahidah kecuali yang
- satu. Nah, siapa dimaksud yang
- dimaksudkan dengan yang satu ini?
- Ya. Dan apa makna bahwa 72 golongan yang
- lain akan terjerumus dalam api neraka?
- Tadi Ustaz Hamzah mengatakan,
- "Laisa innaman mata ala asod." Betul
- gak?
- Sebetulnya ke-72 golongan ini sebetulnya
- menggambarkan mereka yang hanyut bersama
- ashabiyah
- masing-masing. Mereka masing-masing
- mengklaim sebagai umat Islam bahkan
- menganggap diri mereka alfirqatun
- najiah. Kelompok yang lain kelompok yang
- celaka. Sedangkan barometer mereka bukan
- Islam. Barometer mereka bukan iman.
- Barometer mereka bukan ihsan. Tapi
- barometer mereka kelompok mereka,
- asabiah mereka. H.
- Nah, kalau kebenaran mengikuti hawa
- nafsu, yang jadi kebenaran apa?
- Kebatilan. Kebatilan.
- Kalau kebenaran harus mengikuti hawa
- nafsu manusia, apa
- jadinya? Kalau kebenaran harus mengikuti
- hawa nafsu manusia ke sana kemari,
- langit bumi akan mengalami kehancuran.
- Betul gak? Langit bumi pasti akan
- mengalami kehancuran. Oleh karena itu
- kebenaran yang datang dari Tuhanmu.
- Alhaqu mirbika fala takunanna minal
- mutin. Maka kaum muslimin dari apapun
- mereka, dari latar belakang
- manaun yang mau kembali kepada Allah,
- berserah diri kepadanya, baik dia latar
- belakangnya Ahlusunah, Syiah dengan
- golongan-golongannya, mereka di saat
- melihat golongan mereka salah, mereka
- salahkan. Di saat mereka melihat
- kebenaran, dari mana pun datangnya
- mereka benarkan. Nah, orang-orang
- semacam ini yang tidak akan disesatkan
- oleh setan karena jiwa mereka sepenuhnya
- dan loyalitas mereka kepada Allah. Jadi,
- illa wahidah-wahidah di sini adalah umat
- yang betul-betul berserah diri kepada
- Allah Subhanahu wa taala terbebas dari
- ashabiyah yang menutup mata mereka.
- Karena begitu mata mereka ditutupi oleh
- ashabiyah maka mereka tidak akan lagi
- dapat melihat kebenaran. Seperti Allah
- berfirman dalam satu
- perumpamaan,
- inalimahum. Sesungguhnya kami letakkan
- belenggu ya di leher mereka ya hingga
- membuat kepala mereka tertengada ke
- atas.
- Kemudian kami letakkan di hadapan mereka
- hijab. Begitu pula di belakang mereka.
- Demikian pula di atas mereka. Nah, kalau
- orang tertutup dari segala penjuru,
- kepalanya tertengada ke atas, bisa
- enggak melihat kebenaran? Tidak.
- Tertengada kepalanya menggambarkan
- kesombongan. Nah, hijab di depan, di
- belakang, maupun di atas juga
- menggambarkan asabiahnya yang membutakan
- matanya, telinganya. Orang semacam ini
- siapapun latar belakangnya mau dia
- habib, non habib, kiai, ya siapapun juga
- orang seperti ini akan menjadi penghuni
- api neraka. Oleh karena itu, kesesatan
- orang Yahudi ketika mereka mengatakan
- waqatil yahudu nasara nahnu abnaah wa.
- Jadi apapun yang mereka perbuat karena
- mereka anak kesayangan Allah menurut
- mereka, mereka tidak akan dihukum.
- Dijawab oleh Allah, "Qul falim
- yadbukumikum." Kalau gitu, kenapa Allah
- siksa kalian dengan dosa kalian? Yang
- dikutuk menjadi monyet, betul enggak?
- Yang dikutuk menjadi babi, ya? Yang
- dihancurkan berulang kali. Kalau memang
- kalian kekasih Allah, kenapa Allah hukum
- kalian dengan dosa kalian? Begitu juga
- sebagaimana yang berlaku pada
- orang-orang
- Yahudi yang mengatakan waq
- tamassanaru iyamdudat. Ya Allah bantah
- ucapan mereka. Begitu juga dulu sebelum
- datang Islam. Waqat yahudu laatin
- nasarin laatil yahudu
- wab. Orang Yahudi mengatakan orang
- Nasrani tidak berpijak dalam kebenaran.
- Kita golongan yang benar. Orang Nasrani
- mengatakan orang Yahudi tidak berpijak
- pada kebenaran. Kita orang-orang yang
- berada pada golongan yang benar. Padahal
- mereka membaca kitab Allah tahu mana
- barometer kebenaran. Begitu datang nabi
- kita, mereka dua-duanya merasa terancam.
- Waqual jannata illa manana hudan nasara.
- Mereka mengatakan tidak akan masuk surga
- kecuali orang Yahudi maupun Nasrani atau
- yang beragama Yahudi maupun beragama
- Nasrani. Jadi kesimpulannya hadis ini
- sebetulnya menjelaskan realita fakta di
- tengah-tengah kehidupan umat di mana
- sebagian besar umat terbawa oleh
- ashabiyah mereka, hawa nafsu mereka
- hingga berpecah belah. Masing-masing
- membanggakan diri mereka. Sedangkan satu
- golongan ya tanpa melihat apa latar
- belakang mereka, mau Ahlusunah, mau
- Syiah, mau Muhammadiyah, mau NU, tapi
- Allah akan pilih dari mereka orang-orang
- yang berserah diri yang matanya terbuka
- untuk kebenaran, hatinya juga legowo
- menerima kebenaran. Ini orang-orang yang
- akan selamat. Sedangkan mereka yang
- dibutakan oleh kefanatikan mereka, lihat
- orang-orang Yahudi pada masa Rasul,
- lihat orang-orang Yahudi pada masa Nabi
- Allah Musa, lihat juga umat Nasrani yang
- berpecah belah. Jadi jangan kita bangga
- diri, jangan kita membiarkan diri kita
- dikuasai oleh asabiyah, tapi kembalikan
- kita semua kepada kebenaran yang datang
- dari Allah. Wtalaftum fi minin
- fahmallah. Apa yang kalian perselisihkan
- kembalikan pada Allah. Itu yang
- seharusnya kita lakukan.
- Jadi hadis ini sebetulnya kalau kita
- lihat maknanya sahih, tapi sayang
- disalah pahami maknanya. Di mana tiap
- kelompok ya menutup mata dari kebenaran
- mengatakan nahnu alfirqatun najiah wal
- iyadubillah. Mari bersama-sama kita buka
- hati kita, buka mata kita dan dengarkan
- apa yang datang dari Allah. Jangan kita
- kedepankan diri kita. Kita letakkan
- Allah dan rasulnya di belakang. Ya
- ayyuhalladzina amanu la tuqaddimu baina
- yadaillahi wa rasuli wattaqulaha
- innallaha samiun alim. Jadi menjawab
- pertanyaan Imam Khudhari, memang hadis
- ini dijadikan sebagai alat pembenaran
- bagi setiap kelompok untuk menganggap
- diri mereka sebagai kelompok yang
- selamat dan mereka jadikan doktrin
- mereka, golongan mereka sebagai
- barometer kebenaran dan orang yang
- bertentangan dengan mereka anggap sesat.
- Wali iyadzubillah. Mudah-mudahan Allah
- jauhkan kita dari penyakit asabiah
- semacam ini. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu ilaik wfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah Ustaz Husin, Ustaz Hamzah,
- Ustaz
- Isa. Baik. Eh dibang tadi
- jawaban-jawaban diberikan oleh Ustaz
- Husin dan Ustaz Hamzah. Mudah-mudahan
- sesuai dengan keridaan Allah. Baik saya
- Muhammad Krishna Saputra dan Algi mohon
- pamit. Wabillahi taufik walhidah.
- Wasalamualaikum. warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi