Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:08 Asalamualaikum warahmatullahi 0:09 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:11 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:14 wa ala ali sayyidina Muhammad. Ikhwan 0:16 dan akhwat yang dirahmati Allah 0:18 subhanahu wa taala. Para pendengar rasil 0:20 yang dirahmati Allah. Alhamdulillah kami 0:22 hadir di ruang dengar Ikhwan dan Akhwat 0:24 dengan seperti biasa Jumat siang fikih 0:26 wanita bersama guru kita Ustazah Herlini 0:29 Amran. Mari kita sapa terlebih dahulu. 0:31 Asalamualaikum warahmatullahi 0:32 wabarakatuh Ustazah. 0:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:36 wabarakatuh. 0:37 Alhamdulillah bahagia sekali bisa 0:39 dipertemukan kali ya. Ustazah apa kabar 0:42 Ustazah? 0:42 Alhamdulillah luar biasa. Tetap 0:45 semangat. Allahu Akbar. Masyaallah sehat 0:48 Mbak Olin ya semuanya. 0:50 R semua sehat ya. 0:54 Insyaallah. Insyaallah. Dan kami 0:56 berharap juga yang mendengarkan pada 0:58 siang hari ini diberikan kesehatan, 1:01 kemudahan, dan yang saat ini diberikan 1:03 ujian dilimpahkan kesabaran. Baik, 1:05 alhamdulillah Iwan dan akhwat sudah 1:07 dipersiapkan Ustazah tema kita pada 1:10 siang hari ini yang akan membahas bulan 1:13 Rajab yang saat ini sedang kita jalani 1:15 yaitu amal unggulan di bulan Rajab. 1:17 Tafadal Ustazah. 1:20 Ya, jazakillah Mbak Olin semua. 1:22 Bismillahirrahmanirrahim. 1:24 Alhamdulillah. 1:25 Alhamdulillahilladziasahnaw. 1:31 Yaana lakal hamdu bil iman. Yaana lakal 1:35 hamdu bil islam. Ya rabbana lakal hamdu 1:38 bil quran. Lakal hamdu bil mali wal ahli 1:41 wal muafah. 1:47 Allahumma shi wasallim wabarik alaidina 1:51 Muhammadin waa alihi wa ashabihi ajmain 1:54 w allahumma bariklana fi Rajab wa s'ban 1:59 wabalighna Ramadan. Semoga Allah 2:01 memberkahi kita semua di bulan Rajab, 2:04 memberkahi kita semua di bulan Syakban, 2:07 dan mudah-mudahan Allah menyampaikan 2:10 kita, menghantarkan kita sampai ke bulan 2:14 suci Ramadan dalam keadaan sehat 2:17 walafiat dan mampu beribadah di 2:20 dalamnya. Insyaallah yang sedang sakit 2:22 semoga Allah berikan kesembuhan. yang 2:24 sedang berada dalam keadaan barangkali 2:26 diuji Allah dengan ujian cobaan musibah. 2:29 Semoga Allah angkat ujian cobaan 2:30 musibahnya. Allah ganti yang lebih baik 2:32 lagi. Insyaallah semoga doa-doa dan ee 2:36 hajat-hajat saudara-saudara kita semua 2:39 semoga dikabulkan Allah. Amin ya rabbal 2:41 alamin. Bersaudara kita semua ya. Semoga 2:43 Allah kebahagiaan, kesejahteraan, 2:46 kemudahan dalam meniti langkah menuju 2:49 rida Allah. Amin ya rabbal alamin. 2:52 Ee kita tahu sekarang ini di bulan 2:56 Muharam ya, sebagaimana firman Allah 2:59 dalam surah at-Taubah ayat ke-36. 3:03 Inna iddatuhuriallahnaasar 3:06 syahron fi kitabillah. 3:08 bahwa Allah telah ee mencipta ya 3:12 sesungguhnya jumlah bulan Allah telah 3:13 menciptakan menentukan ya bahwa bulan 3:17 itu ada 12 dalam setiap tahun. Sejak 3:20 kapan Allah menentukannya? Yauma khalaq 3:23 samawati wal ard sejak Allah menciptakan 3:25 langit dan bumi. Nah, khususiat ada 4 3:28 bulan. Waminha arbaatun hurum. Jadi 3:32 sejak penetapan 3:34 bahwa jumlah bulan ada 12 itu Allah 3:38 telah takdirkan tetapkan hanya 4 bulan 3:41 yang dinamakan bulan haram. Bulan yang 3:43 dimuliakan, bulan yang diagungkan. Jadi 3:45 sudah sejak lama ya. Nah, ini yang ingin 3:48 kita bahas di pada tema kita kali ini 3:52 adalah amal unggulan di bulan Rajab. 3:55 Karena Rajab ini termasuk salah satu 3:58 dari bulan yang diharamkan bulan-bulan 4:00 hurum. Asyharul hurum itu adalah Rajab 4:03 termasuk ya. Jadi kita ee kesempatan 4:06 kali ini membahas tentang ee bulan-bulan 4:09 haram yaitu Rajab. Karena dalam ayat ini 4:12 langsung Allah pakai langsung sambung 4:14 fala maka itu 4:17 eh langsung dijelaskan di situ dalam 4:20 khususiat 4 bulan ini. Fala tadlimu 4:23 fihinna anfusakum 4:26 fa langsung tuh ya maksudnya tuh kalau 4:28 sudah Allah tetapkan ada 4 bulan haram 4:31 dalam setiap bulan gitu. Kita enggak 4:33 bicara bulan Muharam itu tentu istimewa 4:35 ya. Kita enggak bahas itu. Kita bahas 4:36 bulan haram. Maka di sini Allah telah 4:38 tetapkan, Allah telah tentukan, Allah 4:41 telah berikan kita kewaspadaan. Fala 4:43 tadlimu fihinna anfusakum. Jangan kamu 4:47 atau jangan kalian menzalimi diri kalian 4:50 sendiri. Nah, pembahasan kita ini memang 4:53 kalau masalah zalim itu kan luas ya. 4:56 Kita lebih ee menekankannya kepada tidak 5:00 zalim kepada keluarga gitu ya. Nah, 5:03 pembahasan tentang zalim ini larangan 5:06 Allah. 5:08 Jangan kalian zalim. Nah, karena memang 5:11 bulan ini, bulan haram ini telah 5:13 ditetapkan sejak lama ya, bahkan sebelum 5:16 Rasulullah diutus menjadi nabi, 5:18 orang-orang Arab ee kafir Quraisy, 5:20 orang-orang di zaman jahiliyah dulu itu 5:23 sangat memuliakan bulan-bulan haram ini 5:25 ya. Mereka tuh kalau datang bulan haram 5:29 itu orang-orang penjahat tuh keluar 5:30 rumah semuanya. Enggak takut dia yang 5:32 pembunuh, yang kriminal itu ya keluar 5:35 rumah enggak takut. Kenapa? Mereka tahu 5:38 bahwa di bulan haram tuh enggak boleh 5:40 membunuh. Jadi aman mereka gu ya keluar 5:43 rumah pokoknya mereka aman enggak 5:45 diapa-apain. Nah, orang-orang jahil, 5:47 orang kafir aja sampai mengagungkan ya 5:50 bulan haram mestinya kita lebih lagi. 5:52 Tapi itu bukan berarti kita tidak zalim, 5:55 tidak ee melakukan kezaliman di bulan 5:57 haram, tapi di bulan lain boleh enggak? 5:59 maksudnya tuh justru dosanya tuh 6:02 berlipat-lipat kalau kita ee melakukan 6:05 perbuatan kezaliman itu di dalam ee 4 6:07 bulan haram ini ya. Di bulan lain juga 6:09 enggak boleh ya, apalagi di bulan haram. 6:12 Nah, sebaliknya ketika kita melakukan 6:15 perbuatan-perbuatan amal saleh, ketaatan 6:19 itu juga pahalanya berlipat. Jadi, Mbak 6:21 Olin kita mengadakan acara ini ya karena 6:25 Allah tentu saja ya najelis bina mukmin 6:27 saah kita duduk sejenak beriman sesaat 6:30 karena Allah insyaallah tuh pahalanya 6:31 berlipat dibandingkan kita di 6:33 bulan-bulan lain ya 6:35 yang dengar duduk itu ya itu beda di 6:38 bulan haram ini luar biasa pahalanya ya 6:41 maka ee tema kita yang kita khususkan 6:44 itu adalah tidak zalim. Jadi kezaliman 6:47 itu adalah perbuatan yang pastinya 6:51 dihindarkan. Jadi meninggalkan kezaliman 6:54 itu adalah amal unggulan di bulan Rajab 6:57 ya. Karena di sini kan fala tadlim itu 7:00 kan artinya eh watai ghair mahali itu 7:03 yang meletak watai itu meletakkan 7:05 sesuatu tidak pada tempatnya ya. Eh 7:07 lawannya itu kan ee adil ya. Ya wat fi 7:11 mahallihi. Jadi yang namanya zalim itu 7:13 adalah tidak menempatkan sesuatu sesuai 7:17 dengan peruntukannya. 7:19 Ya. Jadi kalau misalnya kita diciptakan 7:23 Allah ee lisan, panca indra, mata, 7:27 telinga, itu harus disesuaikan dengan 7:29 tujuan penciptaan. Karena kita di dunia 7:31 ini kan diciptakan Allah untuk 7:33 beribadah, maka fungsi kita sebagai 7:35 manusia itu harus difungsikan sebagai 7:37 hamba Allah yang beribadah kepadanya. 7:39 Enggak boleh untuk yang yang lain-lain 7:42 ya. Kalau misalnya kita katakan ee 7:46 apa namanya? Ee contoh ya, Mbak. Kalau 7:50 yang tidak pada tempatnya kita kalau 7:53 pispot itu kan tahu ya, Mbak ya, untuk 7:56 orang buang air kecil enggak bisa ke 7:58 kamar mandi ya. 7:59 Iya. 8:00 Iya. Tempat penampungan pispot ya. 8:02 Itu kan buat menampung kotoran ya karena 8:05 orang sakit. Kira-kira kalau pispot itu 8:07 untuk naruh makanan nasi apa gimana? 8:10 Dihidangkan kan modelnya kayak tempat 8:12 nasi ya. E terus kita isi nasi di situ 8:15 dihidangkan di makan. Waduh itu kan 8:17 tidak pada tempat itu namanya zalim. 8:20 Jadi zalim itu adalah menempatkan 8:22 sesuatu tidak pada tempatnya. Nah dalam 8:24 hal ini para ulama itu menjelaskan lebih 8:26 detail lagi ya bahwa macam-macam 8:28 kezaliman itu ada tiga. Nah kita kan 8:31 nanti fokusnya kezaliman terhadap 8:33 keluarga yang harus dihindarkan ya. Nah, 8:35 secara umum ee kita sedikit singgung ya, 8:39 kezaliman pada Allah itu dihindari. Jadi 8:43 zalim terhadap hak Allah ya. Zalim pada 8:46 hak Allah maksudnya kezaliman terhadap 8:49 Allah atau terhadap ee hak Allah itu 8:51 dosa yang tidak diampuni itu jangan 8:53 sampai pernah dilakukan kapanpun. 8:55 Apalagi di bulan haram ini, di bulan 8:57 Rajab itu akan berlipat-lipat dosanya. 9:00 Apa sih maksudnya? Enggak boleh zalim ee 9:02 terhadap hak Allah. misalnya syirik, ri 9:06 atau tidak ber ee mengakui kekuasaan 9:10 Allah itu kan namanya juga ee zalim. 9:13 Innirkaulmunim. 9:15 Syirik itu adalah kezaliman yang azim 9:18 yang sangat besar. Nah, itu sudah jelas 9:20 ya. Itu ee tidak diampuni. Ya, 9:23 insyaallah kita kita enggak bahas itu 9:24 lebih detail ya. Tapi paling tidak 9:25 hati-hati aja jangan sampai ucapan kita 9:28 itu masuk kepada wilayah zalim terhadap 9:32 ee Allah. ee pada hak Allah yang 9:35 mestinya kita beriman kepada Allah itu 9:38 kan semuanya masuk dalam ruang lingkup 9:40 rukun iman ya. Kalau makrifatullah itu 9:42 kan pengenalan terhadap Allah itu kan 9:44 rukun iman. Nah, salah satu dari rukun 9:46 iman itu kita langgar itu termasuk zalim 9:49 pada hak Allah. Zalim terhadap Allah itu 9:52 dosanya tuh ya besar. Itu ria aja 9:56 termasuk syirik kecil ya. RI itu kan 9:58 kita beramal bukan karena Allah ya. 10:00 Padahal kayak kayak orang kayak ya benar 10:02 gitu beramal, tapi niatnya karena orang. 10:04 Itu aja sudah jelas syirik kecil ya. 10:06 Nah, apalagi ucapan-ucapan misalnya 10:10 ee tidak mengakui atau mungkin secara 10:14 tidak ee mungkin enggak ada ilmunya atau 10:16 enggak sadar ya ucapan itu menjadi 10:18 cenderung kepada ucapan zalim. Misalnya 10:22 menggugat kemahailan Allah, keha kasih 10:26 sayang Allah atau ee yang terkait dengan 10:29 Asmaul Husna. terus dihujat misalnya 10:31 ucapan-ucapan bagi orang-orang yang 10:33 mungkin mendapatkan ujian terus ee dia 10:35 langsung mengeluh kemudian mengatakan 10:38 Allah enggak adil ya kenapa sih Allah 10:40 terhadapku begini Allah tuh enggak 10:42 sayang kali samak nah kayak begini nih 10:45 ini kan perkataan-perkataan yang 10:47 meragukan kemahaadilan Allah ya atau 10:50 misalnya takdir Allah yang diingkari 10:53 misalnya ya aku juga enggak minta 10:55 dilahirkan di dunia aku kan juga enggak 10:57 mau lahir siapa yang suruh aku 10:58 melahirkan aku mungkin Mungkin kalau 11:00 anak berantem orang tuanya gitu ya itu 11:01 hati-hati itu kata-kata yang zalim gitu 11:04 ya. Jadi itu kita enggak bahas itu deh. 11:06 Itu tuh kan hak Allah kezaliman terhadap 11:07 Allah yaitu ee tidak diampuni kecuali 11:09 tobat. Nah, yang kedua itu berbuat zalim 11:13 kepada hamba Allah. Ya, berbuat zalim 11:16 kepada hamba Allah ini tentu saja ee 11:20 masuk dalam ruang lingkup zalim terhadap 11:23 keluarga kan itu orang lain ya. Nah, ee 11:26 memang terkait juga dengan kezaliman 11:27 terhadap ee diri sendiri ya. Kalau 11:30 kezaliman ee terhadap diri sendiri itu 11:32 yang terkait dengan harga diri 11:38 kita diri kit gitu ya. ini ee zalim 11:40 terhadap keluar ee orang lain ya, 11:42 terhadap manusia, terhadap keluarga itu 11:44 nan akan bahas sedikit kalau kezaliman 11:47 terhadap diri, harga diri yaitu ee lebih 11:50 kepada ini Mbak, perintah Allah 11:52 dilanggar, larangan Allah dikerjakan. 11:55 Nah, itu kan berarti kita kan berdosa. 11:57 Nah, itu maksudnya selama kaitannya 12:00 dengan perbuatan kita yang melanggar ee 12:05 larangan Allah ya. Larangan Allah 12:07 dikerjakan, perintah Allah tidak 12:10 dikerjakan misalnya ya, kita kewajiban 12:12 salat enggak salat, kewajiban menutup 12:14 aurat kita enggak nutup aurat. Itu zalim 12:16 terhadap diri sendiri. Nah, itu gak 12:19 dibenarkan. Kenapa? Karena kita telah 12:21 menzalimi diri yang menyebabkan kita 12:22 enggak mau mengerjakan perintah 12:24 ketaatan. menyebabkan kita nyemplung ke 12:26 neraka. Nah, kan berarti kita 12:27 menyia-nyakan diri kita, menganiaya diri 12:30 kita. Kita zalim terhadap diri kita. Itu 12:32 maksudnya ya. Yang akan kita bahas itu 12:34 nanti zalim terhadap orang lain ya atau 12:36 keluarga ya. Nah, zalim terhadap diri 12:39 sendiri ini yang terkait dengan anggota 12:40 tubuh kita ya. Ee misalnya mata 12:45 digunakan untuk apa? Melihat. Melihat 12:48 apa? Melihat hal-hal yang menambah rasa 12:50 syukur kita. ee menambah ee paling tidak 12:54 untuk mengarahkan perbuatan baik kita 12:56 untuk sesuai dengan tujuan penciptaan 12:58 kita itu beribadah. Itu kan mata ya 13:00 fungsinya. Tapi mata digunakan untuk 13:03 hal-hal yang 13:05 ee menjalankan larangan Allah. Kan Allah 13:07 melarang misalnya memandang hal-hal yang 13:10 ee apa yang tidak layak layak dipandang 13:12 ya mungkin aurat orang atau apalah terus 13:14 dilihat juga dipeloti. Nah, itu tuh 13:16 berarti kita zalim terhadap diri kita. 13:18 kezaliman kita dilakukan oleh mata kita 13:21 atau mungkin telinga kita mendengarkan 13:23 perkataan-perkataan gibah itu ya itu kan 13:26 zalim terhadap diri sendiri. Nah, cuman 13:28 memang hukumnya kalau kok zalim 13:31 berkaitan dengan diri kita ya itu memang 13:34 ee ringan ya artinya ee zalim terhadap 13:39 diri kita itu tidak seberat zalim 13:42 terhadap Allah atau zalim terhadap orang 13:44 lain ya. Maksudnya apa? maksudnya 13:48 berbuat zalim terhadap diri sendiri itu 13:52 ee kezaliman yang 13:55 Allah itu 14:00 memaafkan. Jadi maksiat itu ee orang 14:04 yang ber 14:08 maksiat kepada Allah itu Allah ampunkan. 14:11 Jadi asal hukum Allah itu kan mengampuni 14:15 ya. Nah, ketika dia bertobat kepada 14:18 Allah, kembali kepada Allah, dia itu 14:20 ampuni. Sebesar apapun pelanggaran yang 14:23 dia lakukan itu Allah maha pengampun. 14:25 Ya, itu kan urusan dia dengan Allah. 14:27 Allah itu kan maha pengampun. Jadi, 14:29 hukum asal tuh Allah maha mengampuni. 14:31 Tapi jangan memudah-mudahkan juga ya. 14:33 Udah, udahlah Allah kan maha pengampun. 14:35 Zina aja deh nanti tobat. Enggak begitu 14:37 juga ya. Nah, cuman kadang-kadang kita 14:40 itu menganggap dosa yang sebenarnya 14:45 menzalimi diri sendiri itu dianggap 14:46 kayaknya besar gitu ya di mata manusia. 14:49 Padahal di sisi Allah tuh enggak enggak 14:51 besar. Itu ringan, mudah kalau dia 14:54 bertobat dan Allah maha pengampun. Tapi 14:56 di sisi manusia kan kayaknya tuh besar 14:58 banget ya. Jadi contohnya antara 15:00 perbandingan 15:02 berzina dengan bergibah. 15:05 Nah, kalau wilayah bergibah ini masuk 15:08 kepada wilayah kezaliman ee yang 15:11 menyangkut kepada orang lain, kezaliman 15:13 terhadap orang lain ya, kezaliman ee 15:16 yang terkait dengan ee orang lain. Jadi 15:19 kalau kezaliman terhadap hamba Allah 15:22 orang lain itu itu kan ada yang terkait 15:24 dengan harta, darah gitu ya atau ee 15:28 harga diri gitu ya. Itu kan kezaliman 15:30 terhadap orang lain. Kalau berkaitan 15:32 dengan harta tuh misalnya membunuhnya 15:35 itu tuh kan apa? Darah ya. Maksud darah 15:37 tuh membunuhnya itu tuh hati-hati tuh 15:39 itu zalim terhadap itu akan dituntut 15:41 nanti di yaumil akhir ya. Ee gara-gara 15:44 apa? Membunuh tanpa hak gitu ya. Atau 15:46 berkaitan dengan harta ya. Misalnya dia 15:48 ee memakan harta ee orang lain, 15:51 saudaranya memakan harta anak yatim, dia 15:54 menipu, korupsi, itu tuh zalim tuh besar 15:57 itu. Jadi kalau yang terkait dosa zalim 15:59 terhadap manusia itu Allah tidak akan 16:02 ampuni dosanya sampai manusia itu 16:05 memaafkan. Tapi yang tadi yang ee 16:08 menzalimi diri sendiri tadi ya, yang 16:11 tidak menjalankan perintah Allah, 16:13 melanggar larangannya itu dia dengan 16:15 Allah urusannya. 16:17 Insyaa kalau Allah mau Allah ampuni. 16:21 Kalau Allah ya itu semua tergantung 16:22 Allah. Yagfiru lima yasya. Itu kan Allah 16:25 mengampuni siapapun yang dikehendakinya. 16:27 Itu urusannya dengan Allah dan hukum 16:29 asalnya Allah itu pengampun. Allah tuh 16:32 rauf rahim. Ya. Tapi kalau yang terkait 16:35 kezaliman terhadap manusia tunggu dulu. 16:39 Walaupun sebenarnya remeh-temeh bagi 16:41 kita, tapi di sisi Allah tuh berat loh. 16:44 Makanya sampai turun surah Al-Hujurat 16:47 larangan di ayat 11 dan 12 itu terkait 16:50 dengan zuhriah alamzu ya. Enggak boleh 16:53 mencela, enggak boleh bergunjing, enggak 16:55 boleh mengolok-olok, enggak boleh 16:57 memfitnah, enggak boleh menjatuhkan 16:59 harga diri, harkat martabat, ya enggak 17:02 boleh ee mencari-cari kesalahan. Itu tuh 17:05 berat. Apalagi di ayat 11-nya itu ya, 17:07 kalau enggak bertobat faulaika humalim 17:09 zalim disebut. Kalau enggak tobat 17:11 berarti dia zalim. Nah, itu ya. Jadi ee 17:14 berat kalau kezaliman itu dilakukan 17:18 terhadap manusia, terhadap orang lain. 17:20 Ya, kalau terhadap zalim, terhadap diri 17:22 ya itu kalau kita tobat nasuha, Allah 17:25 maha pengampun. Tapi dengan orang lain 17:27 enggak. Ya Allah. Itu berat ya. Berat 17:29 itu ya. Ini kan kaitannya dengan ee 17:31 manusia ya. Nah, jadi ee sekarang 17:37 kita 17:39 masuk ke ke dalam tema kita ya. Dan 17:41 zalim itu tadi kita sudah sebutkan ee 17:44 zalim terhadap Allah ya itu ee apanya 17:47 dosa besar ya. Kemudian zalim terhadap 17:50 diri sendiri gitu ya itu ee zalim 17:53 terhadap diri sendiri itu kalau Allah 17:56 mau mengampuni Allah ampuni. Kalau kita 17:58 betul-betul bertobat nasuha. Tapi kalau 18:00 zalim terhadap manusia itu Allah tidak 18:04 akan ampuni sampai manusia itu 18:07 memaafkan. Nah, ini ya. Nah, sekarang 18:09 kita masuk ke tema zalim terhadap 18:12 keluarga. Masyaallah ya. Jadi memang ee 18:17 zalim terhadap keluarga ini 18:19 kadang-kadang tanpa disadari ya ataupun 18:22 disadari ya itu dilakukan oleh manusia 18:25 ya selama memang ee tidak memiliki ilmu 18:29 iman dan ketakwaan ya. Zalim terhadap ee 18:32 keluarga itu seperti apa sih ya tadi 18:34 tidak menempatkan sesuatu pada 18:36 tempatnya. Misal 18:38 zalim ee suami terhadap istri ya. Zalim 18:43 suami terhadap istri itu maksudnya apa? 18:46 Ketika seorang laki-laki dalam keluarga 18:49 itu Allah berikan dia kewajiban sebagai 18:52 qawam qiwamah ya sebagai seorang apa? Ee 18:56 pemimpin keluarga ya. Qiwamah ya. Dia 18:59 itu memiliki kewajiban. Jadi ee kebaikan 19:04 seorang suami dalam menafkahi itu bukan 19:07 untuk menyenangkan keluarga, itu adalah 19:09 amanah. Jadi kepemimpinan dalam rumah 19:12 tangga itu adalah amanah dan tanggung 19:15 jawab kepada keluarga. Itu mencakup 19:18 semua ya. Penyediaan kebutuhan hidup 19:21 berupa makanan, tempat tinggal, pakaian, 19:25 pendidikan. Artinya bagaimana membentuk 19:27 generasi itu tuh tanggung jawabnya di 19:29 hadapan Allah tuh ya para suami di sini. 19:32 Jadi ee ketika dia tidak menjalankan 19:36 tanggung jawabnya maka dia zalim. 19:39 Masyaallah. Oh, kalau gitu banyak dong 19:41 sekarang para suami zalim-zalim ya yang 19:43 tidak menafkahi ya. Ya. Iya. Kalau 19:46 memang dia tidak menafkah apalagi secara 19:48 sengaja dia 19:50 meletakkan tanggung jawabnya gitu. 19:51 Apalagi dia memang sengaja dengan ee 19:54 alasan ya kan istrinya kan mampu ya 19:57 enggak perlu lagilah dinafkahi. Itu 19:59 salah ya enggak benar. 20:02 semampu se apapun kekayaan istri, 20:04 kewajiban suami itu tetap ee sebagai ee 20:08 apa namanya? ee memberikan hak itu 20:10 wajib. Kecuali kalau memang istrinya 20:12 rida. Nah, itu dia masalnya rida enggak 20:14 istrinya. Jadi, sekali lagi ini ee 20:17 bagian dari kezaliman suami ketika dia 20:20 tidak bertanggung jawab, tidak ee 20:22 memenuhi kewajibannya yang telah 20:25 diamanahkan Allah kepadanya, termasuk 20:27 anak-anak. Nah, apalagi kalau kita lihat 20:29 ya, Mbak ya, betapa seorang bapak ketika 20:34 dia sudah memiliki rumah tangga yang 20:36 lain gitu ya. Ya, mungkin takdir dengan 20:39 istri ee pertamanya hanya sekian tahun 20:42 gitu ya, punya anak-anak justru dia 20:43 nikah lagi. Ya, kita lihat bagaimana 20:46 ayah itu tidak pernah mantan jadi 20:49 mantan. Yang jadi mantan itu pasangan 20:52 ya. Suami istri itu bisa jadi mantan. 20:54 yang tidak bisa jadi mantan itu antara 20:56 orang tua dengan anak atau dengan ya 20:58 dengan ee kakak adik itu enggak ada 21:00 mantan-mantanan ya. Yang mantan tu tuh 21:02 yang yang suami istri. Nah, ketika 21:04 seorang suami, seorang laki-laki dia 21:06 membentuk rumah tangga baru dan dia 21:10 tidak bertanggung jawab, tidak menafkahi 21:12 anak loh ya, bukan mantan istri. Mantan 21:14 istri itu enggak wajib lagi dinafkahi 21:16 ya. Tapi yang namanya anak sampai kapan 21:19 pun tetap anak. Dan kewajiban ayah itu 21:22 tetap menafkahi. Kalau yang laki-laki 21:25 sampai dia mapan gitu ya, perempuan 21:27 sampai dia menikah. Nah, ketika dia 21:29 hilang menghilang begitu aja terlantar 21:31 ya itu zalim itu ya Allah. Bagaimana 21:35 pertanggung pertanggungjawaban orang 21:36 yang zalim di hadapan Allah tuh besar 21:38 banget ya. Maka sekali lagi ee di bulan 21:42 haram ini, bulan Rajab ini, seseorang 21:45 yang ee melakukan kezaliman itu dosanya 21:48 berlipat ya. dosanya berlipat. Nah, itu 21:51 ya itu di antaranya contohnya seperti 21:53 itu ya. Tidak menafkahi atau misalnya 21:58 zalimnya suami terhadap istri misalnya 22:01 menyakiti dengan ucapan-ucapan yang 22:04 menyinggung perasaan, bentakan misalnya 22:07 ya, hinaan atau ancaman apalagi sampai 22:10 terjadi kekerasan fisik itu zalim ya. 22:13 Padahal Allah dalam Al-Qur'an kan 22:15 mengatakan waasyiruhunna bil ma'ruf. 22:19 Pergaulilah ee istri-istri itu dengan 22:21 cara yang makruf. Makruf itu artinya 22:23 yang patut, yang dikenal. Jadi orang 22:25 tahu itu tuh memang patut. Nah, kalau 22:27 ada orang misalnya melihat suami 22:29 bentak-bentak istrinya tuh kayaknya 22:31 orang mendengarnya kayaknya enggak 22:33 pantes deh, kayaknya terlalu kasar. Nah, 22:35 itu namanya zalim ya. Makanya Rasulullah 22:37 mengatakan, "Kirukum khairukum liahli wa 22:40 khairukum liahli." Sebaik-baik kalian 22:42 itu adalah yang paling baik dari ee 22:44 kepada keluarganya dan aku yang paling 22:46 baik kepada keluargaku. Masyaallah ya. 22:48 Rasulullah tu kan dari dari Arab. Orang 22:51 Arab tuh kan kalau kita kenal ya secara 22:55 uruf ya, kasar-kasar ya kalau ngomongnya 22:57 ya. Waduh bentak-bentak gitu ya. Tapi 22:59 tidak Rasulullah subhanallah lembut 23:02 mungkin lebih lembut daripada orang 23:03 Timur kali ya. Yang orang Jawa orang 23:05 mana ya? Lembut menjaga perasaan. 23:08 Masyaallah. R. Jadi contohnya ya karena 23:10 Rasul itu adalah teladan kita ya. Nah, 23:12 jadi sekali lagi bahwa perlakuan suami 23:16 kepada istri dengan cara-cara ee yang 23:19 tidak baik itu adalah zalim ya. Jadi 23:22 tidak melakukan atau melaksanakan 23:25 kewajiban sebagaimana yang telah 23:26 diwajibkan ya ee menelantarkannya 23:30 ya. Kemudian bahkan ada ya dalam hadis 23:33 kafa bilman 23:35 itu 23:39 ya cukuplah seorang dianggap berdosa 23:41 jika dia menyanyiakan orang yang menjadi 23:43 tanggung jawabnya ya ditinggalkan, 23:46 dipelantarkan, tidak dipedulikan itu 23:48 zalim ya. Atau misalnya menguasai dan 23:52 menekan istri secara berlebihan. 23:54 Pokoknya benar-benar istri itu merasa 23:58 gimana gitu ya. ee 24:01 tertekan dinafkahi enggak, diceraikan 24:04 juga enggak misalnya ya atau apalah yang 24:07 menyebabkan tidak nyaman itu zalim. 24:09 Zalim hati-hati ya. Dakwatul mazlum itu 24:12 makbul gitu ya. Doanya orang dizalimi 24:15 itu makbul. Jadi ada tiga doa yang tidak 24:18 pernah di ee apa disia-siakan mustajab 24:21 hati-hati ya. Itu di antaranya adalah 24:23 dakwatul maum ya. Dakwatul imam adil ya. 24:26 E doa imam yang yang adil makbul. 24:29 dakwatul maum tuh makbul dakwah ee terus 24:31 kemudian doa orang yang eeim hatta 24:34 yuftir ya dia berpuasa sampai berbuka. 24:37 Nah, jadi orang yang dizalimi hati-hati 24:40 ketika dia sudah enggak sanggup lagi 24:43 udah menyerahkannya kepada Allah 24:44 hati-hati tuh bahaya tuh dunia 24:46 akhiratnya. Karena orang yang zalim itu 24:48 dikasih DP dulu di dunia sebelum di 24:50 akhirat. Masyaallah. Kan jangankan gitu 24:53 ya, ee hal sepele aja. 24:57 H sepele. Jadi ada kisah Mbak 25:00 ee 25:04 ketika itu apa namanya? Ee zalim itu kan 25:07 banyak ya dengan ucapan dengan segala 25:09 macam ya. Jadi ada kisah seorang ulama 25:11 tuh dia berhutang akhirnya dipenjara dia 25:13 ya ulama juga berhutang. Dulu kan ulama 25:14 juga pengusaha juga kan ya. Enggak kayak 25:16 sekarang ya punyahasus ya. Dia juga dulu 25:19 ee usaha. Nah karena namanya nama usaha 25:21 pasti dong ada ruginya. terus berhutang 25:23 terus enggak mampu karena mungkin ee apa 25:26 kerugian kan namanya orang usaha tuh kan 25:28 bisa jadi kesalahan tuh tidak dari ee 25:31 apa ya ditipu orang tapi bisa jadi 25:33 karena kerugian hal lain ya misalnya 25:35 dulu ada ulama beli apa ee bukan beli 25:38 yang ngutang ee minyak samin ee minyak 25:41 samin itu banyak gitu ya karena dia 25:43 grosiran eh enggak tahunya malamnya 25:45 kemasukan tikus gitu ya kemasukan tikus 25:48 itu akhirnya ya kan sudah najis ya. Nah, 25:50 dia kan dengan seorang ulama alim ya, 25:52 dia enggak bisa jual itu akhirnya kan 25:54 dibuang. Nah, artinya apa? Dia kan harus 25:56 gantiin tuh kan. Nah, akhirnya kan 25:58 dipenjara. Nah, ya di penjara ya. Nah, 26:00 dia kita nih bagus juga ngikutin sesuatu 26:03 yang baik ya. Ulama ini ketika dia 26:05 dipenjara dia muhasabah. Ini catatan 26:08 setiap musibah ujian cobaan yang menimpa 26:10 kita 26:13 itu jangan salahkan orang lain dulu. 26:15 Kita intropeksi dulu deh, muhasabah 26:16 dulu. Bisa jadi apa yang kita lakukan 26:20 saat ini adalah ee artinya memang 26:24 penghapus dosa kita atas dosa-dosa kita 26:26 yang dulu yang pernah kita lakukan. Jadi 26:28 muhasabah ya. Jadi sebelum menyalahkan 26:30 orang lain kita intropeksi dulu, 26:31 salahkan diri dulu. Nah ulama ini dia 26:33 intropeksi dia mau sabah apa ya dosaku 26:36 gitu ya. ee sehingga aku diberikan ujian 26:38 seperti ini. Akhirnya ketemu sayaah dia 26:41 pikir apa itu pun sudah lama 26:42 bertahun-tahun yang lalu waktu masih 26:44 menjadi pemuda dulu ya dia pernah 26:47 keceplosan itu ngomong kepada orang yang 26:50 berhutang ya garim gitu ya. Ya artinya 26:54 mungkin ada orang kalau ngomongin 26:55 mungkin lewat hati ya mencela kali ya 26:58 mencela gitu ya eh ee orang yang 27:00 berhutang gitu. Nah ternyata Allah 27:01 balas. Jadi Allah memberikan balasan 27:04 seperti apa yang dirasakan orang itu dia 27:07 rasakan. Nah, artinya itu balasan ya. 27:10 Nah, jadi artinya 27:12 hati-hati dengan mungkin dia merasa kok 27:14 kayaknya ada orang yang merasa terzalimi 27:15 dengan kata-kata yang nyelekit, sakit. 27:18 Nah, itu hati-hati kalau dia merasa 27:19 terzalimi, dia doa kepada Allah makbul 27:22 loh. Ya, jadi sekali lagi bahwa ee dosa 27:28 zalim kepada keluarga ini kan kita 27:31 khusus keluarga itu hati-hati ya. Betapa 27:34 banyak ya Allah balas di dunia ini. 27:38 Makanya Mbak pernah saya mendengarkan 27:41 hasil survei kali ya, seorang pengelola 27:44 panti jompo, 27:46 rumah panti jompo ya. yang ternyata yang 27:49 paling banyak masuk ke rumah panti jompo 27:51 itu adalah laki-laki yang sudah tua ya 27:55 ee sudah tua laki-laki tua, bapak-bapak 27:58 tua ya, kakek-kakek tua yang banyak di 28:02 ee rawat di panti jompo. Nah, terus dia 28:03 hasil kajian beliau ini mengatakan 28:06 setelah dipelajari riwayat hidupnya, oh 28:08 ternyata dia dulu pernah menelantarkan 28:10 keluarganya yang pertama dari istri 28:12 pertama ya. dia kan dia dia telantarkan 28:15 mungkin dia cerai atau apalah dengan 28:17 anak dia kawin lagi gitu ya. Nah, 28:19 kemudian pernikahan yang kedua ini tidak 28:21 tidak apa namanya tidak lancar ya 28:25 akhirnya ee ditinggalkan. Akhirnya 28:27 setelah dia tua gitu kan orang kan ada 28:29 masa-masanya mungkin masa-masa jaya dia 28:32 petantang pendeteng makanya hati-hati ya 28:34 pada saat kita ada jangan sampai zalim 28:37 jangan sampai kita melakukan perbuatan 28:39 yang nanti akan kita terima balasannya 28:41 jangan lupa diri gitu ya. Nah, setelah 28:43 dia ee diceraikan oleh keluarga yang 28:46 kedua, akhirnya dia enggak ada nampung 28:47 kalau ke ke mantan istri perteman mana 28:50 mau anak-anak juga sakit hati. Akhirnya 28:51 ya masuk rumah panti jompo. Akhirnya kan 28:53 dia jadi terlantar gitu ya. Nah, itu 28:57 makanya buat kita, kita tidak boleh 28:59 mencela orang ya. Ketika ada kasus 29:01 seperti ini bersihkan hati kita. Jangan 29:03 dicela. Kita enggak boleh mencela orang. 29:05 Kita diciptakan Allah bukan dalam rangka 29:06 mencela orang. Ya, kita menjadi pekan 29:08 pelajaran semuanya. Ini akibat yang dulu 29:12 dilakukan. Maka Allah berikan itu DP-nya 29:14 di dunia loh. Tapi dia sudah tobat, udah 29:17 itu insyaallah Allah maha pengampun. 29:18 Tapi kan DP-nya dulu gitu ya. Nah, oleh 29:21 karena itu di bulan Rajab ini, bulan 29:25 haram ini amal unggulan kita adalah 29:28 tidak zalim. Dan pertama kita menjaga 29:31 diri kita agar tidak menzalimi keluarga 29:34 kita, tidak menzalimi istri kita, 29:38 anak-anak kita, ya. Nah, itu zalimnya 29:41 suami terhadap istri dan anak ya. Ee 29:43 jadi ee berikan hak mereka. Nah, itu 29:47 suami dan istri. Nah, kalau zalimnya 29:49 istri terhadap suami itu di antaranya ya 29:52 durhaka, merendahkan suami, meremehkan, 29:56 menghina, membuka aib suami dan segala 29:59 macamnya. Ya, mungkin dalam takdir 30:01 kehidupan bisa jadi seorang istri itu 30:04 mungkin latar belakangnya dari latar 30:06 belakang yang ada mampu ekonominya 30:08 bagus, keluarganya misalnya ya. Terus 30:10 mendapatkan pasangan yang mungkin 30:13 suaminya tuh dari nol enggak punya 30:14 apa-apa gitu ya. Nah, karena memang 30:17 merasa ee di bawah ekonominya di bawah 30:21 istri kan semena-menalah perlakuan istri 30:23 ya. Nah, itu zalim loh ya. Ketika harga 30:26 diri suami ee terhancurkan 30:30 karena perilaku istri atau keluarganya 30:33 itu menyebabkan suaminya ya Allah gini 30:35 amat ya enggak punya duit. Nah, kita 30:37 belajar ya, Mbak ya, dari 30:38 pelajaran-pelajaran yang ada itu. 30:40 Beberapa kasus terjadi. Kita belajar 30:42 bukan dalam rangka menjat. Setelah si 30:44 suami ini dengan beberapa belas tahun 30:47 atau puluhan tahun dia berusaha bangkit 30:49 ya dia tidak ingin direndahkan. Akhirnya 30:51 jadi berhasil. Nah, pada saat dia 30:53 berhasil ya itu dia ya itu urusan dia 30:57 masalah itu ada. Jadi dia ee si istri 31:00 itu merasa kok suami saya sekarang kok 31:02 menyia-nyiakan saya gitu ya. Bahkan ada 31:05 yang bercerai setelah sekian puluh tahun 31:08 misalnya ya. Nah, bisa jadi kalau kita 31:10 evaluasi ya, bisa jadi itu ya intinya 31:13 adalah bahwa perlakuan kita terhadap 31:16 pasangan kita itu pasti ada 31:18 pembalasannya dari Allah kalau itu masuk 31:21 ke dalam wilayah kezaliman ya. Kalau 31:24 misalnya sudah memaafkan, gimana aku 31:26 maafkan? Ya, mudah-mudahan kalau 31:28 dimaafkan itu kan enggak ada lagi urusan 31:29 di akhirat. Ini masalahnya di dunia. Di 31:32 dunia mah tetap ada ya istilahnya. itu 31:35 kan hidup kita itu kan ee merupakan 31:38 sunah tadawul ya. Ee artinya Allah akan 31:42 pergilirkan ya pergilirkan hidup ini ya. 31:45 Mungkin yang masih berada di bawah suatu 31:48 saat pasti dia akan berada di atas. 31:50 Hidup itu kan tidaknan begitu kan. Nah 31:52 pada saat itu kan ya Allah kan maha adil 31:54 di situ ya. Allah maha adil gitu ya. 31:57 Nah, jadi zalimnya istri terhadap suami 31:59 itu ya tadi durhaka, merendahkan suami, 32:02 kemudian ee tidak mau melayani suami, ya 32:06 menolak suami itu tuh ya sampaikan dalam 32:08 hadis tuh ketika istri menolak suami 32:11 tanpa alasan syari, itu kan dilaknat 32:13 malaikat ya sampai pagi. Kalau sudah 32:16 malaikat melaknat, hati-hati loh laknat 32:18 itu masyaallah laknat itu bahaya itu 32:21 jauh dari rahmat Allah. Jadi seorang 32:23 mukmin itu 32:28 tidak melaknat. Tapi kalau malaikat yang 32:30 melaknat kan bahaya. Pernah dengar kan, 32:32 Mbak? Ya, ketika ada seorang perempuan 32:34 senang sama senang sekali ngomong 32:35 laknatlaknat laknatullah alaik gitu. 32:38 Astagfirullah. Nah, ketika dia naik 32:39 keledai itu kan dilaknat itu keledainya 32:41 itu Rasulullah langsung mengatakan turun 32:42 itu ee barang-barang di atas keledai itu 32:44 turunkan karena tidak layak keledai yang 32:46 sudah dilaknat dinaikin gitu ya. Jadi 32:48 apalagi ee seorang istri ya ketika 32:52 suaminya minta berhubungan ditolak 32:54 padahal suaminya sudah melaksanakan 32:56 kewajibannya, sudah menafkahinya, sudah 32:59 menjalankan kewajibannya. Eh malam mau 33:01 minta haknya ditolak sama istri. Nah, 33:03 itu laknat ya. Kecuali memang kalau ada 33:06 alasan syari ya sakit atau apapun. Jadi 33:09 ini menolak hubungan tanpa alasan syari 33:11 itu adalah ee apa namanya? zalim 33:14 terhadap suami. Nah, sekarang 33:16 permasalahannya kan gitu, Mbak. Ketika 33:18 di rumah ditolak istri, ya setan kan 33:20 goda. Dilihat di luar orang 33:21 bening-bening semua, ya. Nah, kan bisa 33:23 jadi munculnya ee perselingkuhan itu ya 33:27 bisa jadi bermula dari tidak 33:29 terpenuhinya kebutuhan suami. Ya kan 33:31 akhirnya seperti itu ya. Atau misalnya 33:33 zalim orang tua terhadap anak ini dalam 33:36 keluarga ya. 33:41 zalim orang tua terhadap bersikap keras, 33:43 tidak adil ya ee menyayangi satu, apa 33:47 namanya mengenyampingkan yang lain, ya 33:49 memukul karena emosi, merendahkan anak, 33:51 itu juga zalimnya orang tua. tidak 33:53 diberikan kasih sayang, balas dendam 33:55 atau misalnya ya ee tanpa disadari 33:58 seorang ibu misalkan ketika dia dizalimi 34:02 oleh suaminya misalnya suaminya tuh 34:04 selingkuh atau segala macam terjadi 34:06 perceraian itu akhirnya ee dia membalas 34:08 dendam kepada anaknya. Itu zalim tuh si 34:10 ibu. Jadi si ibu ini tidak menempatkan 34:13 pada tempatnya. pada saat dia terzalimi, 34:16 jangan buat zalim lagi. 34:18 Makanya nanti kita akan bahas ya, 34:19 bagaimana mensikapi ee diri kita ketika 34:22 orang menzalimi kita. Jangan samaan. 34:24 Rugi ya, rugi kita. Kenapa rugi? Karena 34:27 kita enggak dapat pahala dari ee 34:29 kesabaran dalam menjalani ee apa 34:33 namanya? Kondisi yang terzalimi itu ya 34:35 kan kalau kita sabar tuh kan pahalanya 34:37 berlipat. Nah, kalau kita balas dengan 34:39 yang lain kan tambah zalim lagi kita. 34:41 Nah, itu ya. Jadi zalim kepada anak 34:43 kadang-kadang pelampias ya, pelampiasan 34:47 ee tidak suka dengan bapaknya, anaknya 34:48 dipukul gitu ya. Nah, itu zalim orang 34:51 tua ya. Atau zalim mengabaikan 34:53 pendidikan agama, membiarkan anaknya 34:56 jauh dari salat, dari adab Islam, dari 34:59 pemahaman. Itu enggak dikasih tahu tuh 35:01 zalim. Kenapa anaknya sampai sudah 35:03 dewasa tidak menutup aurat? Ya karena 35:05 sejak kecilnya tidak diajarkan, tidak 35:08 diperintahkan. itu kan zalim nanti orang 35:10 tuanya gara-gara orang tua enggak didik 35:11 anaknya kan masuk masuk neraka n kan 35:13 tanggung jawab orang tua yang zalim juga 35:15 itu kan. Nah, ada lagi kezaliman anak 35:18 terhadap orang tua nih lebih banyak lagi 35:20 ya menyakiti dengan ucapan, dengan 35:23 sikapnya dengan membentak mengabaikan, 35:27 meremehkan. Padahal anak kepada orang 35:30 tua itu jangankan membentak, kalimat uf 35:33 aja enggak boleh. 35:37 Itu jelas dalam Alquran. 35:39 itu. Jadi kalau anak sampai membentak 35:41 orang tuh anaknya zalim loh itu. Ya 35:43 Allah menyakiti hati gitu ya. Ini 35:46 hati-hati ya apalagi terhadap orang tua. 35:48 Ketika orang tua disakiti ya anak 35:50 menzalimi orang tua dengan bentakannya, 35:53 dengan meremehkannya itu hidupnya susah 35:55 loh. DP itu Allah berikan itu di dunia 35:58 ya. Hidupnya itu tidak akan berkah. 36:00 Makanya ketika kita melihat yang 36:02 misalnya kita muhasabah ya, ketika dalam 36:04 diri kita, dalam kehidupan kita tuh kok 36:07 susah, sulit, apa-apa kok buntu gitu ya. 36:10 Kok kita sulit ee dalam mencari 36:12 pekerjaan, dapat pasangan kok begini, 36:15 anak begini. Coba muhasabah. Mungkin 36:17 dulu pernah kita menzalimi orang tua 36:19 kita, menzalimi ibu kita. Nah, sekarang 36:22 Allah balas ya. Jadi perbuatan kita saat 36:25 ini bisa jadi adalah pembalasan ee dari 36:28 sikap kezalimian kita. Nah, pada saat 36:30 anak itu mendapatkan musibah, ujian 36:32 cobaan, kemudian dia ee bersabar, 36:35 beristigfar, itu kan ujian cobaan, 36:36 musibah dari Allah itu kan pada 36:37 hakikatnya itu kan untuk membersihkan 36:39 ya, untuk membersihkan semua dosa yang 36:41 pernah kita lakukan ya, ibarat ee sabun 36:44 ya. Jadi dibersihkan dosa-dosa kita 36:46 mungkin dulunya dosa kita seperti itu 36:48 ya. Jadi dengan adanya ujian cobaan ini 36:50 Allah ee bersihkan semua 36:52 kesalahan-kesalahan kita. Nah, jadi ini 36:54 ee bentuk-bentuk zalim terhadap ee 36:57 keluarga ya. Nah, kalau zalim terhadap 37:01 keluarga ini tidak diop 37:04 itu dampaknya ke mana-mana. Nanti akan 37:07 terus berulang rumah tangga seperti itu 37:09 ya nanti ke mana-mana. Jadi generasi 37:12 yang kita harapkan itu akan sulit 37:14 menjadi generasi 37:18 yang ee dapat merubah peradaban. Karena 37:20 yang ada dalam rumah tangga tuh semuanya 37:22 zalim. Yang bapak enggak tanggung jawab 37:24 kepada keluarganya, istrinya, istrinya 37:26 tidak mendidik anaknya. Nah, itulah 37:27 bentuk kezaliman dalam keluarga ya. 37:30 Kezaliman ayah ibu dalam memperlakukan 37:31 anak, anak terhadap orang tua ya. 37:33 Artinya yang yang ada apa jug jadi 37:35 penyakit. Jadi artinya keluarga itu 37:36 keluarga yang sakit semuanya karena 37:38 kezalimannya tidak diberantas. Maka 37:41 kesempatan bulan Rajab ini kita mulai 37:44 muhasabah diri dan keluarga kita. Karena 37:47 kezaliman yang dilakukan di bulan Haram 37:50 itu dosanya berlipat. Nah, kita kan 37:51 inginnya ee dapat pahala yang berlipat 37:54 ya. Nah, enggak kalah penting lagi 37:56 adalah kezaliman terhadap pekerja rumah 37:59 tangga ya. ART. Masyaallah. 38:02 Kadang-kadang kita menganggap ART itu ee 38:06 apa ya? Kelas berapa gitu ya. Enggak 38:09 nganggap alahimat aja gitu. Hati-hati. 38:13 Allah itu enggak melihat dari sisi 38:15 pekerjaan, tapi yang Allah lihat itu 38:16 adalah ee hati kita dan amal kita, takwa 38:20 kita. Nah, ketika kita meremehkan 38:23 mempekerjakan ART kita dengan 38:26 semena-mena ya itu zalim ya. Tidak 38:31 memberikan kesempatan untuk beristirahat 38:33 gitu ya. Ee menghina, mencaci, memaki, 38:37 membentak-bentak. Masyaallah luar biasa 38:40 itu zalim itu. Jadi kadang-kadang kan 38:42 ada rasa sombong ya. Nah, itu sombong 38:45 itu sendiri sebesar biji sawi aja enggak 38:47 masuk surga. Apalagi sombong dengan 38:49 ucapan kata-kata. Alah, orang kampung 38:51 ini. Alah, begitu aja. Ah, itu itu 38:53 zalim. Masyaallah ya. Nah, kita lihat 38:56 bagaimana Rasul tuh sangat marah dengan 38:57 Abu Dzar ya. Ketika beliau tuh 38:59 merendahkan kalau enggak salah Bilal ya 39:02 anak budak perempuan namanya kulit hitam 39:04 itu Rasul marah itu kamu tuh sifat 39:06 jahiliah tuh gitu. Itu padahal kelas 39:08 sahabat. Nah, itu contoh buat kita ya. 39:10 jangan sampai melakukan seperti itu. 39:12 Meremehkan, merendahkan, ee memberi 39:15 makanannya dengan apa ya, dengan takaran 39:18 sebenarnya. Dia harus makan banyak 39:19 dikit. Pokoknya benar-benar dah kelas 39:22 apa gitu enggak boleh dia masuk area 39:24 ini, enggak boleh masuk khimat itu kan 39:25 zalim. Itu udah kayak raja aja ya, 39:28 membebani dengan pekerjaan berat dan 39:30 segala macam. Jadi sekali lagi memang 39:34 hal-hal seperti ini ee dihindari ini 39:36 zalim. Ada sebuah riwayat ya dari Ibnu 39:39 Umar radhiallahu anhuma, ada seorang 39:42 laki-laki datang kepada Rasulullah terus 39:44 bertanya dia, "Ya Rasulullah, berapa 39:47 kali aku harus memaafkan pembantuku?" 39:50 Memaafkan loh ya. Karena kan orang-orang 39:53 yang kita pekerjakan itu ya memang 39:55 keterbatasannya ada mungkin cara 39:57 berpikirnya, pemahamannya ya. Kalau 39:59 pintar mah enggak jadi khadimah dong 40:00 gitu ya. Justru karena keterbatasan itu 40:03 kerja sama kita kan gitu. Nah, ini ee 40:06 laki-laki ini bertanya, "Ya Rasulullah, 40:08 berapa kali aku harus memaafkan khadimat 40:10 atau pembantuku?" Ya kan suka gitu ya, 40:11 Mbak ya. Kalau kita ngasih arahan sekali 40:13 enggak ngerti-ngerti kadang-kadang salah 40:15 mesti berulang kali ya. Ya, Pakulang 40:17 lagi [tertawa] 40:18 kan wajarlah memang terbatas ya. Harus 40:21 sabar memaafkan. Nah, Rasulullah itu 40:23 kemudian diam. Terus laki-laki itu nanya 40:25 lagi, "Ya Rasulullah, berapa kali aku 40:27 harus memaafkan pembantuku?" Apa kata 40:29 Nabi? Maafkanlah dia setiap hari 70 40:32 kali. Masyaallah. 40:34 70 [tertawa] kali. 40:36 70 kali banyak banget ya. Artinya lapang 40:38 dada. Jadi artinya gini, adab Islam itu 40:42 memperlakukan pembantu dan pekerja rumah 40:44 tangga. Sekarang istilahnya terserah deh 40:46 mau ART kayak, mau asisten, mau pembantu 40:48 kan yang bantuin ya. Itu artinya itu 40:51 masalah bahasa ya. Itu kan ee mestinya 40:54 dibebani dengan pekerjaan yang sesuai 40:56 dengan kemampuannya, tidak 40:58 memberatkannya. Makanan sama dengan kita 41:02 dengan keluarga. Jangan dibeda-beda nih 41:04 makan buat ini nih buat gini. Bukan 41:05 makanan sisa atau remeh-remeh makanan 41:09 ya. Pakaiannya sama seperti yang kita 41:10 pakai. Jadi tidak mencari-cari 41:12 kesalahan. Ee artinya kadang-kadang kan 41:15 gitu ya, ada sifat manusia tuh rasa alah 41:17 ini kan ada rasa gimana itu hati-hati 41:19 jaga itu hati kita ini kalau ada rasa 41:22 sombong sedikit aja itu tuh ya Allah 41:26 e minalatan minal enggak ada tuh rasa eh 41:30 enggak akan masuk surga ya orang yang 41:33 memiliki rasa sombong sebesar biji sawit 41:35 itu kan takdir yang Allah tetapkan ya 41:37 kan memang sudah kondisi kayak gitu ya 41:39 udah takdirnya kalau mau mah dipesan ya 41:42 Allah kalau bisa aku jangan jadi 41:43 khadimat kan begitu ya sudah takdir. 41:45 Nah, ketika Allah berikan kita kemampuan 41:48 untuk mempekerjakannya itu bersyukur 41:51 alhamdulillah ada yang membantu gitu ya 41:53 dan kita ee berkah itu. Berkah loh. 41:56 Apalagi kalau majikannya baik itu 41:57 masyaallah berkah itu ya kan kelihatan 42:00 Mbak ya kalau enggak baik majikannya 42:02 setiap bulan ganti terus gitu ya. Ya 42:04 kenapa ganti terus karena mau ideal sih 42:07 mau cari yang ini ya. Iya, namanya 42:08 kekurangan. Ya iyalah, mana ada yang 42:10 sempurna di dunia ini. Siapapun enggak 42:12 ada yang sempurna, kita juga enggak 42:13 sempurna. Pasangan kita juga enggak 42:16 sempurna, tapi kitanya kok nuntut 42:17 sempurna gitu ya. Maka maafkan kata 42:21 Nabi, kalau bisa tuh sampai 70 kali, ya 42:23 sudahlah haknya berikan gitu. Jadi 42:25 itulah ee keadilan dalam keluarga. Maka 42:29 jangan zalim terhadap keluarga karena 42:33 kezaliman itu dosanya berlipat-lipat. Ya 42:36 Allah. Mudah-mudahan kita mampu ya, Mbak 42:38 ya, menjadi orang yang adil ya. 42:40 Wallahuam. Masyaallah. Amin ya Allah. 42:43 Baik, Iwan dan Awat telah kita ikuti 42:45 tadi pemaparan dari Ustazah perihal amal 42:48 unggulan di bulan Rajab. Kami undang 42:51 Ikhwan dan Ahwat untuk menyampaikan 42:52 pertanyaannya. Mau langsung saja Ustazah 42:54 karena sudah masuk pukul . 42:56 sudah dapat kita masukkan saja ini. Ee 43:00 langsung saya bacakan dari hamba Allah. 43:02 Asalamualaikum warahmatullahi 43:03 wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam 43:06 warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah, 43:08 saya ingin bertanya. Saya meminjam uang 43:11 dari teman untuk keperluan anak saya 43:13 sekolah. Sebenarnya saya sudah mampu 43:15 membayar, namun menundanya karena saya 43:17 lihat teman saya ini mampu, Ustazah. 43:20 Karena saya juga masih ada keperluan 43:22 lain. Saya jadi tersadar apakah ini 43:25 termasuk perbuatan zalim, Ustazah? 43:28 Oh, karena meminjam orang tapi enggak 43:30 dibayar gitu. Belum dibayar. Iar karena 43:33 dia merasa temannya ini tidak butuh atau 43:36 karena lebih mungkin lebih ada 43:38 dibandingkan beliau. 43:40 Ya, begini ya, Ibu ya. Ibu hamba Allah 43:43 ya, Bu, Mbak ya. 43:43 Hamba Allah. Hamba Allah. 43:45 Ya, begini. Ketika kita berhutang kepada 43:48 orang lain, meminjam kepada orang lain, 43:51 itu bayar. 43:53 Kalau kita tidak membayarnya itu bisa 43:55 jadi nih hati-hati nih, Rasul tuh sangat 43:57 menghindar ee daripada berhutang ya. 44:00 Bahkan doa maksurat kita pagi petang kan 44:04 ya ee misalnya ee yang Allahumma inni 44:07 azubika minal hami wal hazan wubika 44:10 minal ajzi wal kasar waubika minal jubni 44:12 wal buhul itu ya wubika min golidin 44:16 waqah rijal berlindung dari lilitan 44:18 hutang. Nah, ketika kita berhutang dan 44:21 kita memiliki ee dana untuk 44:23 membayarkannya bayar. Adapun urusan 44:26 orang tuh kayaknya dia itu enggak urusan 44:28 kita ini. Kita tuh berat loh kalau orang 44:31 yang berhutang menunda-nunda. Bahkan 44:33 bisa dimasukkan kategori kemunafikan. 44:35 Ketika kita mampu dan kita telah 44:37 berjanji akan membayarnya itu kita tidak 44:40 bayarkan. Itu ayatul munafik. Termasuk 44:42 orang munafik. Makanya sekali lagi hamba 44:44 Allah ketika kita meminjam kepada orang 44:48 itu hak orang. Kembalikan. Enggak peduli 44:51 dia itu mau kaya kek mau penghormat itu 44:53 urusan dia kan. Ini kan masalahnya 44:55 masalah kita kan Allah akan menuntut 44:57 pertanggungjawaban kita terhadap apa 44:58 yang kita lakukan. Nah, urusan orang itu 45:00 tuh itu rezeki dari Allah yang telah 45:02 diberikan ke orang itu. Ya, bisa jadi 45:04 mungkin kita anggap kayaknya dia ada 45:06 deh. Ya, bisa jadi dia punya punya 45:07 kebutuhan yang lain. Kita enggak tahu 45:09 kan. Kita kan hanya tahu zahirnya saja. 45:12 Maka itu urusan orang tersebut. Maka 45:14 urusan kita adalah kembali kepada 45:16 hal-hal yang terkait dengan hak orang 45:18 kepada kita. Makanya sekali lagi yang 45:21 memiliki hutang bayar. 45:24 Kalau enggak kita termasuk zalim, bahkan 45:26 hidup kita itu tidak akan berkah. 45:28 Apabila kita sudah mampu membayar, kita 45:30 tidak bayarkan. Woh, hati-hati tuh. 45:33 Hati-hati. Tidak akan mudah kita 45:35 diberikan Allah keberkahan selama kita 45:37 menahan hak orang. Ya, jadi Ibu kalau 45:40 sudah punya dana bayar. Insyaallah 45:42 ketika kita punya niat untuk membayar 45:44 itu keberkahan Allah berikan dengan kita 45:46 mampu untuk ee tidak meminjam lagi. 45:48 Masyaallah. Itu kan. Jadi, aufu bilin 45:50 ufud ya. ee tepatilah janji insyaallah 45:53 berkah dan Allah sangat menyukai 45:55 orang-orang yang memenuhi janjinya. 45:57 Bayar ya, Bu ya? Masyaallah bayar ya. 46:00 Insyaallah tadi Ustaz Jawat luar biasa 46:02 nanti diberikan kemampuan untuk tidak 46:04 berhutang lagi. Masyaallah. Baik. Baik, 46:07 saya ke pertanyaan berikutnya masih dari 46:09 hamba Allah ini, Ustazah. Asalamualaikum 46:11 warahmatullahi wabarakatuh. 46:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:14 wabarakatuh. Ustazah, beberapa waktu 46:16 yang lalu karena emosi saya pernah 46:18 mengucapkan kata-kata yang kasar dan 46:20 merendahkan suami. Walaupun saya 46:22 kemudian menyesal setelahnya. Saat ini 46:24 saya melaksanakan ee puasa sunah di 46:26 bulan Rajab. Saya jadi teringat, "Uh, 46:28 sajaah, apakah ee amal di bulan Rajab 46:32 saya bisa diterima jika saya belum 46:34 meminta maaf atas ucapan saya yang 46:36 menyakiti hati suami. Walaupun saat ini 46:39 saya dan suami hubungannya alhamdulillah 46:41 sudah kembali biasa saja 46:44 ya. Jadi ee urusan ibadah kita tuh kan 46:47 urusan kita dengan Allah kan. Pernah 46:50 dengar kan kisah seorang sahabiat yang 46:53 ibadahnya itu luar biasa. Salat 46:55 malamnya, puasanya, infaknya, sodqahnya. 46:58 Lakinnaha tujha. Tapi kalau ngomongnya 47:01 lekit gitu ya, sakit hati. Itu diadukan 47:04 kepada Nabi Rasul tuh ada seorang 47:06 perempuan gitu ya. Kalau ibadahnya 47:08 masyaallah gitu luar biasa. Tapi kalau 47:10 ngomong nyakitin apa kata finar yang itu 47:14 mah di neraka. 47:15 Jadi amal sosial ini, amal sosial ini 47:19 jauh lebih berharga harus kita jaga 47:21 ketimbang amalan pribadi kita. Nah, jadi 47:24 sekali lagi bahwa ketika kita telah 47:27 menyakiti, menyinggung ya walaupun 47:29 mungkin sekarang tampaknya baik-baik aja 47:31 tapi yang kita lakukan dulu kan 47:32 tercatat. Ini sama kayak anak juga ya, 47:35 Mbak ya. Kadang-kadang kan anak itu kan 47:37 mengatakan kata-kata yang sangat 47:39 menyakitkan hati orang tua ya. Mungkin 47:41 durhaka ya. Uf aja enggak boleh ya. Uf 47:44 itu ekspresi enggak suka. U itu bisa 47:46 cis, bisa ah bisa itu ya bisa ekspresi 47:50 berkenung apa kening berkerut karena 47:53 enggak apalagi sampai katanya tinggi 47:56 kasar nadanya atau mungkin isi bicaranya 48:00 atau bahasanya. Nanti saya balas jasa 48:02 ibu, jasa bapak. Nanti saya akan enggak 48:04 akan terbalas. Enggak usah diomongin tuh 48:06 nyakitin loh seakan-akan kayaknya gimana 48:08 sih? Nanti akan aku balas semua apa yang 48:10 telah ibu keluarkan, orang tua 48:12 keluarkan, bapak keluarkan dari 48:14 biaya-biaya hidupku. Kan ada anak yang 48:15 ngomong gitu ya kalau lagi emosi itu tuh 48:18 durhaka itu. Jasa orang tua tuh enggak 48:20 bisa dibalas dibayar ya dibalas jasa 48:23 enggak bisa terhitung. Nah yang kayak 48:25 kayak begini kan dicatat tuh oleh 48:27 malaikat gitu ya. Ya kemudian udah habis 48:29 itu kan udah biasa aja namanya orang tua 48:31 kan ya udahlah gitu. Tapi catatan itu 48:33 enggak akan terhapus. sampai kita 48:35 betul-betul minta maaf, minta ampun 48:38 kepada orang tua kita sampai orang tua 48:40 kita itu rida dengan kita. Nah, termasuk 48:43 suami juga ya. Suami kan udahlah udahlah 48:46 udah kan gitu ya. Apalagi orang tua 48:47 apalagi ya udahlah mau di mana lagi udah 48:49 takdir udahlah udahlah udahlah itu bukan 48:51 berarti memaafkan. Jadi sekali lagi 48:54 minta maaf aja sama suami kalau merasa 48:56 maafkan aku ya dengan kata-kataku itu 48:58 yang dulu. Nah sebutin tuh ya yang itu 49:00 dulu ya. Karena kan banyak tuh kata-kata 49:02 yang merendahkan ya. Itu kan semua 49:04 dicatat, dicatat ya anak-anak durhaka 49:06 sama orang tua dicatat. Saking banyaknya 49:08 itu kadang-kadang minta maafnya 49:10 gelondongan [tertawa] gitu ya. 49:11 Gelondongan maaf ya maafkan dosa. Iya 49:14 iya orang tua iya iya. Tapi yang dulu 49:15 kan masih sakit hati walaupun terlupa. 49:17 Lupa itu kan berarti pengampunan loh ya 49:20 kan? Itu kan dicatat itu akan dihisab 49:22 nantinya dihisab satu persatu nanti di 49:24 padang mahsyar itu ya kita akan 49:26 diingatkan Allah kembali dengan semua 49:28 dosa-dosa kesalahan kita. Sekarang aja 49:30 kita lupa ya yang kejadian setahun yang 49:32 lalu aja lupa apalagi yang 20 tahun yang 49:33 lalu ya nanti akan diingat maka mumpung 49:36 masih di dunia ini minta maafnya itu 49:40 benar-benar tulus ridain ya itu yang 49:42 keluar dari hati nurani. Nah insyaallah 49:44 mudah-mudahan selesai insyaallah. 49:46 He. Jadi teringat Ustazah ee di luar 49:48 tema ee kenapa banyak atau bukan banyak 49:51 beberapa orang yang secara hablum 49:53 minallah ee mereka sangat taat 49:55 beribadah, puasa sunah segala macam. Ee 49:58 tapi ketika berhubungan dengan manusia 50:00 yang lain, mereka suka kadang judes, 50:02 galak, kasar gitu, Ustazah. Kenapa tidak 50:05 berbanding lurus ya, Ustazah? Ee 50:06 ibadahnya dengan ee pencegahan mereka 50:09 melakukan hal-hal yang zalim terhadap 50:11 sesama, Ustazah? 50:13 Bisa jadi, Mbak, itu karena alfahmu, 50:16 karena ilmu juga. Ilmu. Ilmu kan artinya 50:20 ee ilmu itu kan qoblalqul wal amal. 50:23 Mestinya kedudukan ilmu itu sebelum kita 50:25 berkata-kata dan beramal. Jadi selama 50:27 ini masalah adab itu kan enggak terlalu 50:29 di ini ya ilmu ini kan masalah adab ya 50:32 bagaimana adab kita menjaga perasaan 50:34 orang bertutur kata itu kan adab ya adab 50:37 tuh dulu di para ulama tuh sampai 30 50:39 tahun belajar adab baru ilmu. Nah kalau 50:41 kita kan sekarang kan belajar ilmu dulu 50:43 pokoknya belajar ini dulu tapi yang 50:44 adabnya kan enggak. Heeh. Jadi itu 50:46 barangkali di situ sisi ee kenapa kok 50:49 ada orang berimbarah karena dia enggak 50:50 paham ilmu dan adab gitu. Heeh. Heeh. 50:53 He. Iya. Karena tiba-tiba saya teringat 50:55 tentang ee yang itu lazah meninggal 50:58 karena di ya numpang tidur di teras 51:01 musala kemudian ramai-ramai jemahnya ee 51:04 memukuli ee orang tersebut sampai 51:06 meninggal itu kayak enggak habis pikir 51:08 saya. Nauzubillah. 51:09 Iya. Iya. Begitu. Heeh. 51:12 Baik. Kembali ke pertanyaan ini dari 51:17 ini dari e Ibu Ibu Romlah di Jatiwarna. 51:23 Asalamualaikum warahmatullahi 51:24 wabarakatuh, Ustazah. 51:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:27 wabarakatuh. Saya usia 63 tahun, Ibu 51:30 Romla. Ee 51:33 ini 51:35 adik saya tidak memberikan bagian waris 51:37 yang semestinya karena dia merasa dia 51:39 yang merawat orang tua saya semasa 51:41 mereka hidup. Namun ee mereka bilang ee 51:45 saya tidak perlu banyak-banyak dengan 51:47 alasan saya toh sudah ada, Ustazah. 51:50 Bagaimana di bulan Rajab ini menjadi 51:52 momentum saya bicara kepada adik saya 51:56 bahwa seharusnya pembagian secara adil 51:59 bukan mengukur mampu atau tidaknya kita, 52:02 Ustazah. Apakah itu termasuk zalim, 52:04 Ustazah? 52:05 Ya, apalagi yang terkait dengan harta 52:07 ya. Jadi pada prinsipnya harta waris itu 52:12 wajib dibagikan sesuai dengan ee takaran 52:16 warisnya ya. ee itu kan semua sudah 52:18 diatur ya, berapa dapat berapanya ya. 52:21 Jadi tidak ada istilah nih karena ini 52:24 karena ini. Kenapa? Mestinya gini, kita 52:26 tuh ketika kita memiliki orang tua, 52:28 mungkin ada orang tua yang tinggal di 52:30 rumah anaknya itu ya kan anak yang di 52:33 tempat itu kan mungkin mengeluarkan 52:35 biaya, anggaran ya. Nah, saya 52:37 disepakatilah sesama keluarga 52:39 bermusyawarah bagaimana 52:41 menanggulanginya. Nah, itu bisa diambil 52:43 pembiayaannya dari harta orang tua gitu 52:46 ya. dari harta orang tua itu nanti 52:48 berapa? Dihitung aja dulu kalau masih 52:50 ini ya. Nanti kalau sudah meninggal 52:52 warisan itu dikeluarkan dulu 52:54 pengeluaran-pengeluaran itu bentuk 52:56 keadilan ya dalam ee kan setiap anak tuh 52:59 pasti merasa apalagi yang ketempatan 53:01 orang tua. Ini kita bicara belum bicara 53:04 ee birul walidain ya, ini bicara dari 53:07 sisi ee hak kewajiban harta itu ya. Jadi 53:11 mestinya anak-anak itu supaya tidak ada 53:13 keberatan bagi salah seorangnya untuk 53:16 menjaga orang tuanya. Apalagi mungkin 53:18 kondisinya ee enggak enggak mampu juga 53:22 ya artinya seadanya ya dia bisa 53:24 mempergunakan harta dari orang tuanya 53:27 untuk membiayai kebutuhan orang tuanya 53:29 itu. Atau orang tuanya juga usaha buat 53:32 apa sih gitu ya. Tapi ini berdasarkan 53:34 musyawarah mufakat. Nah, kalau misalnya 53:37 belum berupa enggak ada dana yang e cash 53:40 atau berupa ini ee bangunan atau apa, 53:43 dicatat aja. Ini kita bicara hak dan 53:45 kewajiban ya. Ini kan kita enggak bicara 53:46 birulidan ya. Padahal kalau yang paham 53:48 tuh sebenarnya ketika ada orang tua 53:50 bersamanya di rumah tuh tuh anugerah 53:52 besar tu kunci surga. Enggak usah 53:54 hitung-hitungan ya Allah aja enggak 53:56 hitung-hitungan. Itu di Saudi Mbak ada 53:58 empat orang anak tuh sampai ke 53:59 pengadilan untuk mengadili ee mereka ee 54:03 empat ini karena mereka rebutan ibunya. 54:05 Ibu sama saya, Ibu sama saya. 54:06 Masing-masing karena bersih keras enggak 54:08 ada solusinya ya akhirnya ke pengadilan 54:10 gitu. Itu karena mereka tahu kedudukan 54:12 orang tua, merawat orang tua itu birul 54:15 walidan masyaallah surga itu. Nah, 54:17 kita enggak bicara itu deh. Kita bicara 54:19 ee mungkin masa masa materialis tadi ya. 54:22 Jadi di musyawarah mufakat aja ini biaya 54:25 ee ini ibu nih gimana biaya 54:27 pengurusannya gitu ya. Ya udah keluarkan 54:29 dari harta ibu ya. catat aja nanti kan 54:32 jadi hutang misalnya nanti kalau sudah 54:34 meninggal dari warisan itu dikurangi 54:36 aja. Itu kalau memang musyawarah 54:38 mufakat. Cuman kadang-kadang kan enggak 54:39 enak diomongin gitu ya. Ee tapi ketika 54:43 ee sebaiknya nih kan bisa juga ya yang 54:46 ke tempat ibu tuh merasa kok yang lain 54:49 kakak-kakaknya kok enggak ngerawatin 54:50 padahal mampu kok dibebankan ke saya. 54:53 Nah mungkin dia merasa ya setelah 54:54 warisan kan aku dulu ini jadi 54:57 dimusyawarah mufakatkan aja ya. berapa 54:59 dia keluar bayarkan ya kalau memang ee 55:02 kita tidak bicara birul waliden ya. Nah, 55:04 buat Ibu ya mungkin apa yang Ibu ee 55:09 dapatkan komentar dari saudara ibu bahwa 55:12 buat apa sih kakak gitu atau ini sudah 55:14 63 tahun mikirin dunia aja gitu ya ini 55:17 warisan ya udahlah enggak usah di 55:19 mungkin begitu ya. Nah, sekarang gini 55:21 aja deh. 55:23 Ee memang mestinya disesuaikan dengan 55:26 hukum waris ya. Ya, kalau memang 55:29 semuanya mau. Kalau mereka semuanya 55:31 enggak mau kan susah ya kan yang ya 55:33 artinya dari seluruh anggota keluarga 55:35 satu orang aja enggak setuju enggak jadi 55:38 tuh. Ya itu betapa banyak ya sengketa 55:41 warisan itu luar biasa. Nah, bagi kita 55:43 Bu yang sudah paham dengan bagaimana 55:45 kita harapkan rida dan cinta Allah itu 55:48 mungkin ini bagi ini ya bagi kita ya 55:50 kalau mau memaafkan tuh lebih baik ya. 55:53 Artinya enggak rugi kok kalau harta 55:55 buntut warisan kita yang hak kita 55:59 udahlah terserah deh kalau mau mau 56:01 pergunungan. Kan ada ya di keluarga yang 56:02 nguasain gitu ya. Dia enggak mau bagi 56:04 dia kuasain. Udahlah sabar aja selama 56:07 kita tidak dalam kondisi membutuhkan ya. 56:10 Artinya semuanya ee semuanya 56:12 terpenuhilah kebutuhan-kebutuhan rumah 56:14 tangga kita selama kita tidak 56:15 membutuhkan. Ya sudahlah sabar. 56:18 Insyaallah 56:19 Allah akan ya Allah itu kan maha adil 56:21 ya. Enggak ada orang yang enggak ada 56:23 orang yang zalim tuh jadi kaya dengan ee 56:26 harta yang diambil. Percaya deh. Lihat 56:28 deh di manapun kejadian orang yang 56:30 banyak memperebutkan 56:32 ee harta warisan itu hidupnya susah, 56:35 tidak tenang. Ya, mungkin keluarganya 56:37 juga akan gelisah. Jadi artinya orang 56:39 yang ee berjalan di muka bumi ini dengan 56:43 mengambil hak orang itu perhatikan aja 56:45 bagaimana akibatnya. Nah, kita yang 56:47 sudah paham tujuan akhir hidup kita 56:50 adalah mencari rida Allah itu memang 56:52 lebih baik ya sudahlah maafkan sajalah 56:54 itu pahalanya besar loh. Jadi ketika ada 56:57 hak kita pada orang enggak tunaikan tuh 56:59 dianggap pahala infak ya Mbak. 57:01 Masyaallah. 57:03 Jadi jadi diperbolehkan Ustazah ya. 57:04 Maaf. Jadi diperbolehkan Ustazah apabila 57:06 kita memilih ee karena banyak 57:09 orang-orang yang saya suka dengar 57:10 daripada ribut sama saudara akhirnya 57:11 saya ikhlasin aja. Terus ada yang bilang 57:13 enggak boleh, itu hak kamu. Kamu harus 57:14 terima, kamu harus perjuangkan. Tapi 57:16 ternyata mengikhlaskannya 57:18 dengan niat infak lebih besar, Ustazah. 57:21 Ya. 57:21 Iya betul. Jadi hak kita yang kita 57:23 terima, kita berikan kan sama seperti 57:25 ini, Mbak. Istri itu kan kewajibannya 57:27 itu sama suami kan menafkahi. 57:29 Tapi manakala suami tidak bisa 57:31 menafkahi, istrinya ikhlas, istrinya 57:33 rida, bahkan dia menafkahi kan pahalanya 57:35 dapat dua. 57:36 H. 57:36 Jadi enggak selalu harus hak kita tuh 57:38 kita sampai ma harus ya kalau kita 57:40 ikhlaskan itu pahalanya besar itu 57:43 ya. Dunia ini mau ke mana sih? Mau mau 57:45 diapain sih? Ya masyaallah itu artinya 57:48 nih pahalanya besar Mbak. aturannya 57:49 orang itu, saudara kita itu nanti 57:51 mempertanggung jawabnya, 57:53 mempertanggungjawabkan di akhirat itu 57:54 dengan dengan perbuatannya itu itu luar 57:57 biasa ya siksanya atau azabnya. Tapi 58:00 karena maaf kita dia enggak jadi 58:02 disiksa, enggak jadi diazab, itu kan 58:04 pahalanya berlipat. Kita memudahkan 58:06 orang itu Allah akan mudahkan kita di 58:09 dunia dan di akhirat. Masyaallah. 58:12 Masyaallah. Ya. Baik, pertanyaan dari 58:14 Ibu Romlah nampaknya menjadi pertanyaan 58:16 penutup perjumpaan kita atau kajian kita 58:19 pada siang hari ini, Ustazah. Ee kiranya 58:21 ee kesimpulan, Ustazah 58:23 ya. Ee pendengar yang dirahmati Allah, 58:26 di bulan yang dimuliakan Allah ini, 58:28 bulan-bulan haram termasuk bulan Rajab 58:30 ini, amal unggulannya itu di antaranya 58:33 adalah alimu anfusakum. Jangan menzalimi 58:38 diri sendiri. Nah, terutama kezaliman 58:41 yang terjadi dalam keluarga. Kezaliman 58:44 dalam keluarga ini adalah dosa besar 58:46 karena terjadi di tempat yang seharusnya 58:49 menjadi ruang aman, kasih sayang dan 58:51 amanah dari Allah. Mudah-mudahan kita 58:54 bisa menjalankan kewajiban kita adil dan 58:59 mudah-mudahan tidak ada yang merasa 59:01 terzalimi. Bilaun ada, mari kita saling 59:04 memaafkan, kita bertobat, kita mohon 59:07 ampun kepada Allah dan meminta maaf 59:08 kepada orang-orang yang terdekat dengan 59:10 kita agar tidak ada lagi kezaliman dalam 59:13 kehidupan ini. Astagfirullahi wakum. 59:17 Asalamualaikum warahmatullahi 59:18 wabarakatuh. 59:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:22 wabarakatuh. Masyaallah, ikhwan dan 59:24 akhwat, marilah kita jadikan pengingat 59:26 dari Ustazah Helini Amran sebagai bulan 59:29 yang akan kita jadikan momentum 59:31 memperbaiki diri bukan hanya dengan 59:33 berbanyak amal ibadah, tapi juga dengan 59:36 menjaga hati agar tidak berbuat zalim 59:39 kepada siapapun. Sebab ternyata amal 59:41 tidak akan bernilai tinggi apabila tidak 59:43 diiringi dengan keikhlasan. Ikhwan dan 59:46 akhwat yang bertugas pada hari ini. Saya 59:49 Karolin juga Ondi mengucapkan terima 59:51 kasih kepada guru kita Ustazah Hilini 59:53 Amran atas waktunya, atas ilmunya dan 59:55 pengingatnya. Mudah-mudahan Allah 59:57 berkahi dengan kesehatan dan kemudahan 59:59 dalam segala urusan Ustazah dengan 1:00:01 keluarga juga. 1:00:02 Agi juga di belakang meja operator. 1:00:05 Terima kasih karena telah membuat ee 1:00:07 siaran kali ini insyaallah lancar dan 1:00:09 kami tutup dengan doa kafaratul majelis. 1:00:11 Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu 1:00:14 alla illa anta astagfiruka wa atubu 1:00:17 ilaik. Wabillahi taufik wal hidayah. 1:00:19 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:00:22 wabarakatuh.