Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail TV. 0:18 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:20 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 0:22 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:24 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 0:27 berjumpa lagi hari ini, hari Kamis 0:30 tanggal 3 Jumadil akhir 1446 Hijriah 0:34 atau tanggal 5 0:36 Desember 2024. Kita jumpa lagi dalam 0:40 acara Bincang Hijrah. Acara ini diadakan 0:44 setiap Kamis pertama di setiap bulan. 0:48 Ini kan Kamis pertama nih ya. Kita 0:50 berjumpa lagi dalam Bincang Hejar 0:52 bersama Bang Habib. Kita akan mengambil 0:56 tema strategi marketing personal untuk 0:59 meningkatkan profit. Nah, bagaimana itu? 1:02 Nanti akan diuraikan oleh Bang Habib. 1:05 Sekarang Bang Habib ee ada di gedung DPR 1:09 RI di ruang Nusantara 1. Beliau adalah 1:13 tenaga ahli DPR RI dan juga mm master 1:19 trainer 1:21 BNSP. Asalamualaikum, Bang Habib. 1:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:26 wabarakatuh. Apa kabar, Pak Krisna? 1:28 Sehat di gedung DPR sekarang nih ya, 1:31 posisi ya. Alhamdulillah ya. Bagus 1:34 sinyalnya. 1:35 Bagus. Oke, Bang Habib. Strategi 1:38 marketing personal untuk meningkatkan 1:40 profit seperti apa itu uraiannya? 1:43 Silakan Bang Habib. Oke. 1:45 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:46 warahmatullahi wabarakatuh. Pendengar 1:49 yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa 1:50 taala. 1:52 Terima kasih. Hari ini kita ee akan 1:54 membahas salah satu teknik penting dalam 1:59 ee berjualan dalam ee menghasilkan ee 2:04 deal atau menghasilkan kesepakatan 2:06 dengan orang dan lain-lain. ini ee 2:10 strategi yang ee terkini ya digunakan 2:14 oleh para pemasar, para penjual, para ee 2:19 pengusaha ya untuk bagaimana dengan 2:23 modal yang kecil di bidang pemasaran 2:26 mendapatkan hasil yang besar. Mungkin ee 2:29 saya jelaskan ilustrasinya sedikit, Pak 2:31 Krista. Nanti kita ngobrol-ngobrol 2:33 banyak ya. 2:34 Jadi selama ini ketika kita punya modal, 2:37 kita masuk berjualan apa yang terjadi? 2:41 Yang terjadi 2:42 adalah pemain besar itu masuk di situ. 2:45 Begini contohnya Pak Krisna punya usaha 2:48 ya dibesarkan dari modal R juta, R juta 2:52 gitu ya sampai besar gitu ya sampai 2:55 besar. Pak Krisna ee punya customer 2:59 banyak gitu ya. punya customer banyak, 3:01 punya pelanggan banyak, punya toko yang 3:04 ramai. ini ini ee saya jumpain juga ee 3:07 saya melihat langsung seperti ini di 3:09 Jakarta Timur waktu itu di Condet ya ada 3:12 toko yang toko pribumi yang sudah lama 3:15 sekali sudah dan itu ramai dan ketika ee 3:20 udah berapa tahun terakhir dan itu 3:22 sebetulnya toko sudah cukup lama ada 3:24 toko baru dia lihat toko ini ramai dia 3:27 buka toko di sebelahnya ya dia pakai 3:29 harga yang lebih rendah ya karyawannya 3:32 diambil satu dua yang senior gitu ya. 3:34 Dikasih gaji lebih besar. Akhirnya apa? 3:37 Pelanggan lama pindah ke toko yang baru. 3:40 Akhirnya lama-lama toko yang lama ini 3:42 sepi gitu ya. Kenapa? Dan akhirnya tokoh 3:44 ini tutup gitu ya. Nah, apa yang ee 3:47 membedakan usaha kita dengan ee usaha 3:51 baru yang lain gitu? Pak Kristana punya 3:52 modal misalnya R juta, R00 juta. Ada 3:55 pesaing masuk misalnya saya masuk dengan 3:58 modal 1 M. Saya bilang buka toko kayak 4:00 Pak Krishna gitu ya. ee dengan strategi 4:03 yang lebih bagus ya, buka di sebelahnya, 4:06 ambil semua customernya Pak Krisna, 4:07 ambil semua pelanggannya Pak Krisna gitu 4:09 ya. Dengan modal tiga kali lipat, empat 4:11 kali lipat, akhirnya apa? Pelanggan kita 4:13 pindah ke ee ke perusahaan baru gitu ya. 4:17 Nah, yang terjadi adalah kita membuat 4:21 strategi yang umum gitu ya. Kita ee 4:23 ketika orang beli ya sudah selesai gitu 4:25 ya. Ketika kita ee misalnya jual rumah, 4:28 setelah jual rumah transaksi selesai 4:29 gitu ya. ketika kita jual barang, jasa, 4:33 ketika selesai sudah selesai gitu ya. 4:36 Nah, ini yang banyak dilakukan oleh UMKM 4:39 gitu ya. Saya fokus ke UMKM sama 4:41 pengusaha menengah lah. Nah, ini yang 4:43 banyak dilakukan ya kalau kita lihat. 4:46 Nah, tahun 2024 ini ada tren pemasaran 4:49 dari dari lena. Pemasaran ini berfokus 4:53 pada pembuatan konten yang lebih 4:54 personal gitu ya. Nah, ada data asentur 4:57 bahwa 91% pelanggan akan cenderung 5:00 membeli dari ee mereka yang kenal gitu 5:03 ya. Saya kenal sama Pak Krishna ee Pak 5:07 Krishna jual ee misalnya ee Rp100.000. 5:09 Saya enggak kenal nih, dia jual lebih 5:10 murah. Saya tetap ee akan beli ke Pak 5:13 Krishna karena apa? Karena ee saya sudah 5:16 kenal gitu ya. Itu ee 91% orang lebih 5:20 cenderung membeli ke orang yang lebih 5:22 kenal gitu. Satu. Nah, yang kedua, tren 5:25 pemasaran personal ini akan jadi eh tren 5:29 yang benar-benar eh hype nih, akan 5:32 tinggi di 2024. Jadi, perkembangan AI, 5:36 kecerdasan buatan ini buat memahami data 5:39 pelanggan. Nanti data pelanggan seperti 5:41 apa gitu ya. Kayak misalnya Pak Krisna 5:44 nonton ee saya sebut enggak apa-apa ya, 5:47 YouTube ya. Nanti Pak Krisna sering 5:49 nonton politik misalnya atau sering 5:51 nonton ceramah agama, dia akan munculin 5:53 ceramah-ceramah yang berkaitan gitu ya. 5:56 Misalnya Ustaz Husein, nanti ada lagi 5:58 Ustaz Abdul Somad, ada segala macam. 5:59 Nah, itu akan bermunculan sesuai sama 6:02 preferensi Pak Krisna gitu ya. Itu nah 6:05 dipakai sama perusahaan besar untuk 6:07 melihat kita tuh kecenderungannya ke 6:09 mana gitu ya. Bahkan suara kita juga 6:12 kadang-kadang kerekam gitu ya. Pak Pak 6:13 Krisna ngobrol apa nih ya? Kita lagi 6:15 ngobrolin masalah ee mobil gitu ya, 6:18 mobil baru. Tiba-tiba begitu Pak Krisna 6:20 buka HP itu munculnya mobil baru. Pernah 6:23 enggak Pak Krisna seperti itu? Iya. Iya. 6:25 Nah, itu sering karena apa? Mereka 6:27 merekam data, capture data itu dari 6:31 percakapan tulisan kita gitu ya, dari 6:34 segala macam gitu ya, dari kita nonton 6:36 apa itu akan dibaca. itu yang penting. 6:39 Jadi kita bagaimana ee kita memenangkan 6:42 persaingan dengan data yang personal 6:44 gitu ya. Kita ambil contoh kasus warung 6:47 tadi ya, warung yang di Jakarta Timur 6:49 itu yang Condet itu ketika dia punya 6:52 pelanggan 1000 nih ya. Dia punya 6:54 pelanggan 1.000 dia maintain 6:56 pelanggannya dia. Dia benar-benar ee 6:58 ketika beli dia ee WhatsApp ee Bu gimana 7:02 apa kabarnya apa sudah habis belum 7:04 barangnya? He. Dan lain-lain itu dia 7:07 enggak bakalan lari ke pelanggan lain. 7:10 Ah, sudah di situ aja saya sudah kenal, 7:11 sudah terpercaya gitu ya. Saya ada lagi 7:14 ee di daerah ee Sim Tupang itu ada satu 7:18 apa 7:19 namanya? Parkiran mobil parkir kosong 7:22 itu ada warung kecil Pak Krishna itu. 7:24 Tapi ramai sekali warungnya. Warung 7:26 kecil ramai ee dengan ee taksi takis 7:30 taksi Bluebird ya. Dan mereka belanja di 7:33 warung itu gitu ya. Hm. Nah, ketika ee 7:37 saya nanya ee saya pesan dari gedung 7:40 sebelahnya, saya tanya sama taksinya, 7:42 saya bilang 7:45 ee ee Pak dari mana? Di sebelah itu 7:47 banyak mobil ee di sana. Oh, kenapa Pak? 7:50 Ee di apa Bapak dari situ? Oh, iya. 7:53 Terus dia cerita, "Ini ada makanan." Dia 7:55 beli, ada gorengan, ada segala macam 7:57 disajiin ke saya di taksinya. dia dia 7:59 saya beli ke warung itu dia bilang gini, 8:01 "Itu ibu itu kalau saya enggak masuk dia 8:04 nanya, "Wah, ke mana aja sombong enggak 8:06 pernah datang gitu ya, gimana?" Terus 8:08 datang itu disambut ibu warung. Ibu 8:10 warung ini dia sambut ee tukang taksinya 8:14 disebutin namanya, "Pak, gimana sehat?" 8:17 "Oh iya gimana hari ini orderan?" Ee 8:20 lancar gitu ditanyain. Itu personal, 8:23 tapi ibu itu tahu dari mana strategi 8:27 marketing gitu ya? H ibu itu belajar 8:29 dari mana strategi? Tapi ketika ibu itu 8:32 ee melakukan itu apa? Melakukan 8:36 benar-benar personal touch ya artinya 8:38 dia benar-benar melakukan personalisasi 8:41 dalam dagangannya dia. Ketika ada warung 8:43 baru itu pelanggan tetap ke dia gitu 8:45 karena hubungannya benar-benar personal 8:47 gitu ya. Nah, ee ini ada laporan juga 8:50 dari Nilson bahwa 2024 72% 8:55 ya ee pemasar global ini 8:59 akan menganggarkan iklan yang lebih 9:02 besar ee pada tahun 2024. Bayangin Pak 9:04 Kristana kalau kita iklannya sedikit. 9:06 Saya punya punya anggaran ee sedikit 9:09 buat pemasaran ya. Saya beradu sama 9:13 pemain besar ini perusahan-perusahaan 9:14 besar yang anggarannya besar. gimana dia 9:18 gimana kita bisa menang gitu ya melawan 9:21 ee kapitalis atau perusahaan besar yang 9:23 ee masuk ke pasar gitu ya. Nah, ini 9:26 strategi ini yang dipakai strategi 9:28 personal namanya. Nah, ee saya masuk 9:31 sedikit ke materi sebelum diskusi ya 9:34 nanti ya. Jadi strategi personal tuh apa 9:37 sih sebenarnya Pak Krisna? 9:39 Jadi gimana cara jangkau pelanggan 9:42 dengan cara yang lebih spesifik gitu 9:44 berdasarkan kebutuhan mereka gitu ya. 9:47 Jadi Pak contoh gini, mau jualan ee baju 9:51 pokok di daerah radio silaturahim ya di 9:54 daerah Rasil. Oh orang sini sukanya tuh 9:57 model-model gamis gitu ya. Saya cari 10:00 modelnya ee di Tanah Abang saya beli 10:02 yang gamis-gamis gitu. Karena model baju 10:04 koko yang pendek itu di sini kurang ee 10:07 suka. Karena saya lihat tuh banyak di 10:09 masjid itu orang pakai gamis. Jadi saya 10:11 nawarin baju-baju yang model-model lebih 10:14 kearapan gitu ya. Misalnya contoh. Nah, 10:16 jadi Pak Krishna sesuai dha data 10:18 pengamatan Pak Krishna gitu ya, itu Pak 10:20 Krishna akan ngambil ee barang yang 10:23 sesuai kebutuhannya customer gitu ya. 10:25 Kalau di kita buka-buka internet namanya 10:28 Google Trend ya. kita bisa lihat trennya 10:30 tuh pemasarannya ke mana, mana yang 10:32 lebih tinggi, mana yang lagi hype, lagi 10:35 tinggi di daerah mana misalnya kalau di 10:38 daerah Kalimantan masakan Padang itu 10:40 agak manis saya cobain gitu. Jadi ee 10:43 kalau kita bikin masakan Padangnya ee 10:46 pedas gitu ya, wah kayaknya enggak cocok 10:49 sama lidah sini gitu ya. Nah, gitu. Jadi 10:52 kita butuh data sebanyak-banyaknya, 10:54 pelanggan sebanyak-banyaknya. radioasil 10:57 misalnya punya pelanggan 1000 orang, 10:59 2000 orang ya sekali-kali disapa 11:02 pelanggannya di ee ditanyain rumahnya di 11:06 mana, pekerjaannya apa, kesibukannya 11:08 apa. Nah, dari data-data itu nanti 11:11 dilihat, oh ternyata ee pendengarnya 11:13 Radio Rasil itu lebih banyak yang ee 11:16 wiraswasta gitu ya atau lebih banyak 11:19 yang waktu luangnya tuh hari Sabtu. 11:21 Bikin acara di hari Sabtu. Temanya apa 11:23 yang yang mereka suka? Nah, bikin tema 11:25 yang mereka suka. Misalnya ada donasi 11:28 yaah, ada donasi yang berkaitan dengan 11:31 tema yang mereka suka gitu ya. Misalnya 11:33 ee apa misalnya ee ee kopi atau apa 11:38 barang-barang yang memang umur 40 tahun 11:41 ke atas atau herbal gitu ya. Mungkin 11:43 mendengar hasil banyak yang umurnya 40 11:46 ke atas gitu ya. Kita data data 11:48 pelanggan itu perlu dikumpulin gitu ya. 11:50 Apa yang mereka suka gitu ya. gimana 11:52 cara berinteraksi. Kayak misalnya ee 11:55 saya sama pendengar hasil panggilnya Kak 11:58 ee iya, Kak gitu. Pantes enggak? 12:00 Kayaknya kurang ya. Karena ee pernah 12:03 juga gitu ya dipanggil Kak, oh saya 12:06 ustaz gitu atau saya Pak gitu. Enggak 12:08 enggak enggak pas gitu ya. Jadi ini kita 12:10 mesti lihat banget gitu ya. E terus apa 12:13 sih ee yang mereka suka seperti apa? 12:16 Nah, setelah ngumpulin data kita 12:18 kelompokin nih, oh di sini ada ternyata 12:21 ee Jabo Tabek itu banyakan anak muda 12:24 gitu ya dan suka-suka produk olahraga 12:26 misalnya. Oh, adainlah hari Sabtu. Tiap 12:28 hari Sabtu kita ada lintingkung gitu. 12:31 Nah, itu sesuai 12:33 sama segmentasi ee pasar dan pesannya 12:36 itu harus relevan. misalnya ee misalnya 12:40 mereka ini umurnya udah 50 tahun ke atas 12:43 gitu, kita mesti bahasanya sopan dan 12:45 mereka tuh enggak cepat respon WhatsApp, 12:48 enggak telepon, "Pak, ada acara ya gini 12:51 gini gini karena ee itu Gen X itu lebih 12:55 ee sedikit terpapar teknologi gitu 12:57 dibanding Gen Y atau Gen Z gitu ya. Nah, 13:00 produk-produk juga dilihat, oh berarti 13:02 umur 50 itu banyakan herbal. Karena 13:04 mungkin mereka imunitasnya ya 13:07 imunitasnya sudah mulai turun ya, 13:09 performannya juga sudah mulai turun. 13:11 Jadi ee dan herbal ini pas gitu ya, 13:15 dampaknya sedikit. Nah, gitu ya, e 13:18 ininya tinggi, fungsinya tinggi seperti 13:20 itu. Terus kita bikin konten-konten yang 13:22 menarik gitu ya. Nah, apa kontennya? 13:25 Terus kita kasih layanan. orang tuh 13:27 kalau direspon ya ada namanya service 13:29 recovery Pak Krisna service recovery itu 13:31 kalau ada masalah kita gimana cara 13:33 nyelesainnya dengan bagus dengan cepat 13:35 gitu ya. Nah, 13:37 ternyata ee ketika kita ee apa namanya? 13:42 Pelanggan ini dari survei Bukalapak ya, 13:44 ada delan orang puas ya, itu mereka akan 13:47 ngasih tahu ke 10 orang, 12 orang. 13:50 Tetapi ketika dia enggak puas, satu 13:52 orang aja dia bisa ngasih tahu ke 20 13:54 orang gitu ya. Jadi ee mereka itu 13:58 pelanggan itu ee kita lihat nih kadang 14:01 kalau mereka puas ya sudah mereka diam 14:03 gitu ya. ya sudah itu emang kewajiban 14:05 kamu bikin saya puas gitu. Memang 14:07 kewajiban kamu apa namanya ee ngasih 14:09 layanan yang baik, tapi ketika 14:11 bermasalah itu bisa ngomong ke banyak 14:14 orang gitu ya. Gitu. Jadi bagaimana 14:17 respon time-nya mesti cepat gitu ya. 14:20 Kita kalau misalnya malam-malam belum 14:22 balas kita pakai pesan otomatis atau 14:24 pagi-pagi mohon maaf saya tadi malam 14:25 sudah istirahat ada apa yang bisa di dan 14:28 itu saya lihat etos kerja di Rasil sudah 14:30 seperti itulah banyak yang dihubungin 14:33 gitu ya. ee para petinggi rasil juga ee 14:35 responnya bagus gitu ya. Padahal bukan 14:38 memang bukan bidangnya mereka tapi 14:39 direspon gitu. Itu Pak Krisna dan kita 14:42 kasih feedback ee ada masukan enggak 14:44 dari pelanggan gitu ya. Ada ee dan kita 14:48 bangun komunikasi terus seperti itu 14:50 kurang lebih Pak Kristen seperti itu ee 14:52 intinya ee bangun data yang lengkap gitu 14:55 ya. Terus kita pakai benar-benar 14:58 personal ini kita baca umurnya berapa 15:01 gitu, kebiasaannya apa, bagaimana 15:03 strateginya. Jadi habis beli itu jangan 15:05 langsung ditinggalin atau habis selesai 15:07 acara jangan langsung ditinggalin tapi 15:09 dihubungin gitu ya. Jadi orang itu 15:12 enggak harus transaksional. Saya ketemu 15:13 Pak Krusna cuman mau ngomongin satu hal 15:16 udah kepentingan masing-masing. Nah, 15:18 mungkin kalau di politik kayak gitu ya, 15:20 transaksional banyak yang kayak gitu. 15:23 Tapi kalau kita hubungan personal itu 15:25 lebih ke hati ke hati, manusia ke 15:27 manusia gitu ya. Ketika saya tulus ee 15:31 melayani Pak Krishna, ketika saya saya 15:34 bukan jualan tapi saya Pak Krishna 15:36 butuhnya apa? Oh enggak ada di saya. Oh 15:38 ya nanti saya ada teman saya yang butuh 15:40 Pak Krishna. Itu jadi saya mementingkan 15:42 kepentingannya Pak Krishna itu. Trennya 15:44 tuh sekarang ke situ, Pak Krisna gitu. 15:46 Banyak ee para penjual itu jadi 15:48 konsultan sama customernya dan 15:51 customernya percaya banget. ya sudah 15:52 terserah mau nyariin barang apa. Yang 15:54 penting saya butuhnya kayak gini. Kalau 15:56 kita berfokus pada kepentingan 15:58 pendek-pendek gitu ya, akhirnya udah 16:00 beli sekali habis itu tinggal gitu ya. 16:02 Ah jangan deh kapok ya. Misalnya kita 16:04 makan di warung Padang, begitu kita 16:06 makan pertama udah mahal. Wah kan kita 16:09 langsung kapok enggak ke situ gitu kan. 16:12 Gitu itu. Jadi gitu Pak Krishna. Ee 16:14 mungkin itu intro dari Pak Krisna. 16:17 Silakan. Oke. Baik. H silakan yang mau 16:20 bertanya ee dalam acara Bincang Hijrah 16:23 bersama Abang Habib, kami tunggu 16:25 pertanyaan Anda atau sharing Anda di 16:33 08119997. Wih, sudah ada masuk nih. 16:36 Asalamualaikum, Bang Habib. Bang Habib, 16:38 saya kerjanya suka jual-jual mobil, 16:42 mobil-mobil bekas. Bagaimana caranya 16:45 supaya penjualan saya bisa meningkat? ee 16:48 sesuai dengan ee tema hari ini yaitu ee 16:52 pendekatan personal ya. Oke. Jadi ee 16:57 gini, prinsipnya tuh semakin tinggi 16:59 harga itu harus semakin personal. 17:02 Misalnya saya jualan pulpen, Pak Krisna 17:05 R5.000 atau R3.000, Ibu saya perlu 17:07 enggak benar-benar gimana caranya 17:09 personal dan lain-lain. Jadi gini, ada 17:12 juga ee merek-merek saya lihat 17:15 merek-merek Korea, Jepang itu misalnya 17:17 jualan ranjang terapi itu R30 juta, Pak 17:19 Krisna. Tapi mereka orangnya suruh 17:21 nyobain dulu experience. He. Suruh 17:23 nyobain dulu. Akhirnya setelah coba, oh 17:25 enak ya. Itu banyak tuh di Cawang, Dewi 17:27 Sartika saya lihat banyak yang nyobain 17:29 ibu-ibu gratis. Pokoknya nih cobain 17:31 ranjang mereka ngerasain manfaatnya. 17:33 Lama-lama mereka jualan yang 17:34 murah-murah. Oh, ini aja Bu Rp100.000. 17:36 Ibu cobain e produk. Iya. Nanti 17:39 lama-lama dari transaksi yang kecil dia 17:41 lama-lama ke transaksi yang besar. Itu 17:43 strategi pertama. Strategi kedua ketika 17:47 kita jual personal ya kita mesti ada 17:49 deposit kebaikan gitu ya. Ada deposit 17:51 kebaikan ke orang. Ada teman saya, Pak 17:53 Krisna itu dia jualan BMW, tapi tiap 17:56 jualan itu satu pekan apa dua pekan saya 17:59 lupa, itu timnya itu berhasil jual 1000 18:01 BMW gitu di apa ee di pameran. Saya 18:05 bilang, "Gimana cara jual BMW yang 18:07 miliaran? Dia jualnya sampai ribuan 18:10 gitu. 1000 e tempo hari 1.000 saya 1.000 18:13 penjualnya. Gimana cara jualnya? Itu 18:15 benar-benar personal, Pak Krishna. Jadi 18:17 enggak enggak langsung ibu mau beli BMW 18:19 ini gini-gini ya udah Ibu transfer aja 18:21 atau 18:22 pakai apa namanya online gitu ya enggak 18:25 kayak gitu Pak Krishna gitu. Jadi mereka 18:27 itu database yang udah terseleksi gitu 18:30 ya. Database yang sudah terseleksi 18:33 mereka itu butuh experience, butuh 18:36 ditanyain gitu ya. Ee dia jual BMB 18:38 misalnya saya tanya tuh ee ee dibilang, 18:42 "Oh, Ibu di daerah mana rumahnya?" "Di 18:44 sini?" "Oh, di Bekasi." "Oh, di sini." 18:46 Oh, di situ mah udah banyak Honda, Bu. 18:48 Misalnya Honda CRV gitu-gitu. Wah, Ibu 18:50 ee umum itu kalau di komplek itu sudah 18:53 banyak. Saya lihat BMW itu prestis, Ibu 18:56 kan posisinya bagus, prestis. Kalau 18:58 pakai merek itu di situ belum ada, Bu. 19:01 Jarang saya lihat gitu. Jadi 19:03 pendekatannya personal naikin harga 19:05 dirinya dia gitu. Jadi lebih ke gimana 19:08 caranya mentreatmen orang secara 19:09 personal karena semakin personal itu 19:11 semakin mahal gitu ya. Bagaimana kuburan 19:14 itu dijual sampai harga miliaran Pak 19:15 Kristana gitu. Padahal cuman berapa 19:17 meter kali berapa meter coba? Dijual 19:19 berapa meter ding misalnya cuburan 19:21 berapa? 2 * 3 misalnya itu coba hitung 19:25 luasnya sekarang kuburan mahal-mahal 19:27 gitu. Apa yang dijual? Yang dijual 19:29 adalah rasa gitu ya. Bagaimana nanti 19:31 begini begini begini. Padahal memang 19:33 sudah masuk kubur ya amalannya kan yang 19:35 dihitung gitu ya. Kuburan bagus-bagus. 19:38 Kalau amalannya jelek ya ee jelek gitu 19:41 ya disiksa juga gitu. Jadi ee yang 19:44 dijual adalah ee personal gitu ya, rasa 19:48 gitu ya. Ketika kita ngelayanin 19:50 pelanggan, jualan mobil misalnya, kita 19:52 ngomong sama orangnya bagaimana, kita 19:53 banyak dengar gitu ya, kita deposit 19:56 kebaikan gitu ya. Ketika udah oh ini 19:58 udah pas nih, baru kita oh ini Bu ee ee 20:02 ini bagus gitu ya. nih juga berapa kali 20:06 ya itu misalnya orang masuk ke ee 20:09 showroom Toyota ya dia mau masuk harga 20:12 mobil Rp99 juta gitu ya dimasukin ke 20:15 Agia ada mobil yang kecil gitu Agia 20:18 begitu masuk mobil Agia dia bilang ah 20:20 tapi ini ee kecil ya ee apa namanya 20:23 duduknya sempit gitu ya begitu duduk 20:25 sempit oh iya Bu tenang kita ada lagi 20:27 yang ee lebih bagus masukinlah ke Innova 20:30 di atasnya gitu ya begitu oh ini enak 20:32 enggak berisik gitu Ya, nyaman 20:34 senderannya, empuk gitu ya, suspensinya 20:36 bagus nyaman. Ini berapa? Dari Rp99 juta 20:39 harganya jadi R00 juta. Waduh, mahal 20:42 sekali gitu ya. Oh, ini cuman harganya. 20:45 Oh, saya punya solusi yang pas buat Ibu. 20:47 Apa? Tenang aja ini ada mobil sejuta 20:49 umat Toyota masukinlah ke Avanza gitu 20:53 ya. Begitu masuk Avanza ya suspensinya 20:56 cukup gitu ya. Ininya apa namanya? Cukup 20:59 nyamanlah walaupun enggak terlalu nyaman 21:01 kayak Innova gitu ya. terus masuk tiga 21:04 baris gitu ya dan lain-lain. Oh ya udah 21:06 ini aja deh ee Avanza. Jadi dia masuk 21:09 dengan harga Rp99 juta, closing harga 21:11 R00 juta Avanza gitu ya. Nah itu jadi ee 21:15 gimana cara e pelanggan ini dapat 21:18 experience dulu gitu ya. Nanti kita 21:21 pelan-pelan gitu ya bagaimana apa kita 21:23 lihat juga kemampuannya dia gitu. Kita 21:25 tetap tetap ee bagaimana sebagai 21:28 konsultannya pelanggan gitu. Itu Pak 21:29 Krisna mungkin. 21:32 Okeah, selanjutnya. Asalamualaikum dari 21:34 Ibu Titi. Asalamualaikum, Bang Habib. 21:36 Saya punya restoran. Saya suka neleponin 21:38 teman-teman. Ayo dong main main dong ke 21:40 restoranku. Itu bagaimana ee kelanjutan 21:44 dari marketing kami? Karena kan 21:47 kadang-kadang teman datang tuh karena ya 21:50 teman, bukan karena rasa daripada 21:53 restoran itu. Bagaimana supaya restoran 21:55 kami bisa banyak tamunya. Demikian dari 21:58 Ibu Tuti. Oke, mungkin ini saya 22:01 pelajaran dari restoran ee makan buah 22:05 pohon ya. Saya mengamati juga dari awal 22:07 ya. Jadi dari awal itu gim restoran itu 22:12 pertama itu menarik orang itu gimana 22:15 pakai harga harga yang murah gitu ya. 22:17 Harga yang murah. Waktu itu ee restoran 22:19 makan bawa pohon itu saya ingat masuk 22:22 Rp20.000 semua menunya Rp20.000. Nasi 22:24 daging apa, ayam segala macam. Pokoknya 22:26 flat semua. Jadi yang penting ramai 22:29 pakan setelah orang ramai masuk orang 22:32 rasain di situ ada experience-nya, ada 22:35 pengalamannya, ada apa namanya 22:37 pohon-pohon enak, sejuk dan lain-lain. 22:40 Pelan-pelan ditanyain pelanggannya enak 22:43 enggak rasanya? Ini kurang, ini kurang. 22:45 Oh iya, apa yang enak? Ee gitu ya. Saya 22:48 sering kasih feedback ini menunya enggak 22:49 enak gitu ya. Kenapa masih ada di menu? 22:51 Akhirnya dicoret cari menu yang lagi 22:55 tren gitu ya. Itu ada menu permanen, ada 22:57 menu sesional. Menual tuh yang lagi 22:59 tren. Lihat pasarnya apa, yang lagi 23:02 hype, apa, yang lagi banyak dibicarakan 23:05 masyarakat apa, itu masukin ke menu pagi 23:07 sama menu sore biasanya. Tapi ada menu 23:10 personal. Menu eh menu permanen itu dia 23:13 memang benar-benar ini restorannya 23:14 restoran gaya Jawa, tapi ya udah menunya 23:17 Jawa gitu ya. Nanti kalau customer ada 23:19 ngeluh misalnya tempenya enggak enak. 23:21 agak tengik giniini ganti tempenya yang 23:23 bagus. Oh, sambalnya kurang. Kasih 23:25 sambal menunya tiga. Kasih misalnya ada 23:28 merah, ada yang hijau, ada yang bawang, 23:30 ada yang apa gitu. Jadi ee pakai data 23:34 pelanggan ajak ngobrol pelanggannya enak 23:36 enggak rasanya? Ada yang kurang? Terima 23:38 kasih. Senyum penting Pak Krisna. Jadi 23:40 walaupun makanannya semanis apapun 23:41 ketika pelanggannya dapat senyumannya 23:44 enggak manis atau pahit dari pelayannya, 23:47 pelayannya dapat gajinya kecil misalnya 23:49 atau belum gajian atau misalnya dia 23:51 masak tapi enggak ngerasain masakannya 23:53 gitu ya, itu bakalan jadi pahit buat 23:55 pelanggan gitu. Udahlah saya enggak mau 23:57 ke situ. Ah, pelayannya enggak bagus, 23:59 pelayannya cemberut sama saya gitu ya. 24:01 Padahal itu pelayan lagi capek dari pagi 24:03 sampai sore ngalahin pelanggan gitu ya 24:06 ee dan lain-lain. Kita enggak tahu tapi 24:08 benar-benar gimana caranya supaya senyum 24:11 terus gitu ya. Itu yang susah gitu ya. 24:14 Itu yang yang cukup direatment namanya 24:16 service excellent itu gimana caranya 24:19 kita ke misalnya ke satu bank ya bank 24:21 biru lah saya ngomongnya. itu dari 24:23 mulaiin parkiran ya sampai ee customer 24:28 service itu benar-benar senyum dari 24:30 satamnya ramah. Saya enggak sebutin 24:32 merek banknya ya, tapi Pak Krisna 24:33 tahulah. Jadi, Bank Bank Biru ini ketika 24:36 saya masuk misalnya masuk ke parkiran ya 24:38 itu, "Oh, iya silakan di mana saya mau 24:42 apa namanya ee ada contohlah salah satu 24:45 pejabat lah masuk pejabat dia ee agak 24:49 susah misalnya nulisnya agak susah ee 24:52 karena sudah tua ya, terus matanya agak 24:55 susah." Nah, masuk ke bank yang lain ya. 24:59 Saya ngambil contoh bank ya. Contoh itu 25:01 ee oke gimana? Iya nih udah kayak sudah 25:03 ngantri panjang ya. Begitu nyampai depan 25:06 customer service-nya dia nulisnya agak 25:08 agak susah. Oh ya. Terus begit dia 25:11 bilang gini customer servisnya. Oh iya 25:13 ee silakan Pak nanti Bapak ee mundur aja 25:15 dulu ditulis. Nanti kalau sudah selesai 25:17 Bapak balik lagi kembaliin ee formnya. 25:20 Nah udah itu satu. Begitu ke bank satu 25:23 lagi bank biru ini dia masuk ee 25:28 satpamnya ngelayanin. Oh iya Pak. Di 25:30 mana? Di atas. Ee silakan di atas gitu 25:32 ya. Begitu dilayani di atas ee saya 25:36 sendiri aja. Oh enggak apa-apa. Saya 25:37 saya sekalian ke atas kata satpamnya. 25:39 Dia naik ke atas ditemenin sama 25:40 satpamnya dan satpamnya turun lagi cuman 25:42 mau nemenin Bapak ini gitu ya. Akhirnya 25:44 masuk ke antrian. Ketika masuk antrian 25:48 masuk ke customer service-nya sama dia 25:50 agak susah nulis tanda tangan segala 25:51 macam. Customer servicenya bilang gini, 25:53 "Oh iya, Pak." Eh, dia ngelihat langsung 25:55 respon. "Bapak boleh minjam KTP-nya, 25:57 Pak? Saya bantu tulis." Nah, ditulisin 25:59 dah. Bapak tanda tangan, Pak, di sini 26:00 silakan. Jadi itu service excellent yang 26:03 yang dipunya gitu ya. Banyak orang 26:06 memindahkan rekening gitu ya dari bank 26:08 ee model konvensional ke bank seperti 26:12 itu gitu ya. Itu banyak kejadiannya gitu 26:14 karena pelayanannya bagus gitu ya. 26:16 Pelayanannya bagus dan lain-lain. Ini 26:18 terlepas dari terkait bank ya, ada bank 26:20 syariah dan lain-lain ya. Tapi bagaimana 26:22 servis itu diterapin di bisnis kita 26:25 pistekannya adalah diri kita sendiri. 26:27 Jadi personal branding itu penting dalam 26:29 jualan gitu ya. Ketika Pak Krisna 26:31 namanya udah harum gitu ya, udah baik, 26:33 terpercaya, amanah, Pak Krishna mau jual 26:35 apa aja juga orang percaya gitu ya. Itu 26:38 itu yang dibangun selama puluhan tahun 26:40 Pak Krishna berkarir di dunia industri, 26:43 dunia apa namanya? Dunia komunikasi, 26:47 broadcasting, dan lain-lain. Itu yang 26:48 dibangun nama Pak Krishna. Ketika nama 26:50 kita sudah bagus, mau jualan apa aja 26:53 ibaratnya itu orang sudah percaya, udah 26:56 Pak Krishna yang jual gitu. sudah 26:58 personal brandingnya sudah tinggi. Jadi 26:59 arahnya itu nanti ke personal branding 27:01 gitu ya. Tapi kalau kita mainnya cuman 27:04 main di menengah mau main di market 27:06 bawah itu mainnya harga terus harga 27:08 harga harga dan kita enggak menimbulkan 27:11 gap sama pesaing baru gitu ya. Ketika 27:14 ada pesaing baru masuk ya sudah silakan 27:16 harga lebih murah kita hancur gitu. Itu 27:17 yang yang dihindarin gitu ya. gimana 27:21 cara kita bikin personal branding yang 27:22 kuat, pelayanan yang luar biasa personal 27:26 gitu ya, yang bagus sama pelanggan 27:27 sehingga orang, oh ya sudahudah ee Pak 27:29 Krisna aja lah, udah enggak apa-apalah 27:31 harga lebih mahal saya ee enggak ada 27:33 masalah. Itu yang bagaimana kita 27:36 menciptakan gap buat pesaing kita gitu 27:39 ya. Gap ketika mau masuk, wah udah 27:41 enggak relevan lagi tuh harga itu sudah 27:43 enggak relevan gitu ya buat kita gitu 27:45 ya. Silakan kalau mau beli yang murah 27:46 enggak apa-apa gitu ya. saya main di 27:48 kelas yang berbeda gitu kurang lebih 27:50 begitu Pak. Baik, sudah ada lagi yang 27:53 masuk nih, Bapak Witono atau Cak Wit di 27:57 Madiun. Dia punya ini pecel Madiun. 28:00 Bagaimana supaya 28:01 penjualannya mm 28:03 bagus 28:07 ee dan berkah biar 28:10 lancar. Dan Rasil pernah dibawain ini 28:13 sama Cak Awit ini 28:15 ee apa namanya? Pecelnya. Enak pecelnya. 28:18 Oh. Ee bagaimana pecel ini supaya 28:20 masyaallah laris manis menyebar. Iya. 28:23 Ya, itu maksudnya. Jadi ee terima kasih 28:26 ee Cak Awit ya. Jadi makanan-makanan 28:28 yang ada jangka waktunya ee terutama ada 28:33 jangka waktu kayak pecel itu kan 28:34 misalnya kita masak pagi nih, siang 28:36 sudah enggak enak atau sore tuh sudah 28:38 enggak enak kan. Jadi ee gimana caranya 28:41 supaya segar ee kita jual itu ada 28:44 dikasih terbatas misalnya jualan dari 28:47 jam .00 pagi sampai jam .00 pagi gitu 2 28:50 jam aja gitu ya. Banyak tuh 28:51 restoran-restoran saya lihat tuh di 28:53 Cibubur banyak ya restoran yang bukanya 28:55 cuman 1 jam 2 jam tapi sudah habis Pak 28:57 Krishna gitu ya. Nah bagaimana caranya 29:01 kita menciptakan scare city atau 29:02 keterlangkaan gitu ya atau ke 29:06 betul-betul keterbatasan gitu ya. Nah, 29:08 kita benar-benar mesti menciptakan 29:10 unique value dari barang kita. Pecel 29:12 kita itu bedanya apa sih sama pecel yang 29:14 lain? Kan banyak pecel gitu ya. Apa 29:16 bedanya pecel saya dibuat oleh ee apa 29:19 namanya? misalnya ee santri ya, santri 29:22 yang hafal Quran ya ee mencarikan kacang 29:26 bukan kacang biasa tapi kacang ee mete 29:29 gitu ya atau kacang apa istilahnya 29:31 kacang almond gitu atau kacang mete 29:35 yang bagus dengan kualitas yang bagus 29:38 dan itu pecelnya itu rasanya karena 29:40 kacang mete pecelnya rasanya enak sekali 29:42 gitu ya dan ini dibuat oleh santri yang 29:45 hafiz Quran misalnya gitu itu kan ada 29:47 cerita di situ Pak Krisna itu ya gitu 29:49 gitu. Ada cerita di situ sehingga 29:51 bagaimana ee menciptakan 29:55 ee cerita di balik rasa gitu ya. Jadi 29:59 orang tertarik gitu. Nah, dari situ baru 30:02 kita mulain tuh ee tertarik orang dari 30:05 cerita itu. Oh, ini pecelnya kayak gini 30:07 bisa diceritain orang dan banyak itu Pak 30:09 Krisna jadi menimbulkan minat orang 30:12 banyak ke situ 30:15 oke waduh banyak sekali dari tadi ya. 30:18 Tadi ada jual mobil, sekarang jual 30:23 motor. Bagaimana, Beb? Dia Oh, jual 30:26 motor ini 30:27 apa? Listrik. Bagaimana memasarkan motor 30:30 listrik? Oh, kalau motor listrik ya itu 30:33 lebih ke edukasi, Pak Krisna. Edukasi 30:35 listriknya. Karena orang kan belum biasa 30:37 ya. Walaupun memang di kalangan 30:40 perkotaan tuh sudah banyak, tapi ee 30:44 edukasi terkait gimana kalau mati di 30:46 jalan gitu ya. ee mungkin bisa kasih 30:49 spot-spot. Biasanya gini, kalau jual 30:51 barang-barang itu kita enggak nawarin 30:53 barang kita bisa apa aja, Superman. 30:55 Enggak, tapi kasih spot e spot masalah. 30:58 Spot masalah sama solusinya. Misalnya 31:00 satu bensin mahal. Ee bagaimana ngatasi 31:04 bensin mahal buat para pekerja? Pakai 31:07 motor listrik, Anda bisa cas di ini 31:09 contoh ya, Anda bisa cas di kantor kan 31:11 gratis. Iya 31:13 enggak? Anda bisa cas di kantor gitu ya. 31:16 Anda tidak bayar bensin menghemat jutaan 31:18 rupiah setiap bulan. Bagaimana caranya? 31:21 Pakai motor listrik. Oh, harganya mahal. 31:23 Kita bisa cicil ee langsung ee ke 31:25 penjual. Nah, gitu. Misalnya 12 kali 31:28 murah cuman bayar Rp500.000 tapi Anda 31:31 bisa menghemat jutaan rupiah. Bayangin 31:33 R00.000 bisa hemat jutaan berarti saya 31:35 untung dong gitu. Jadi ada spot-spot 31:37 yang mesti dimainkan tuh dari situ Pak. 31:40 Nah, jadi ada masalah. Masalahnya apa? 31:42 Semakin besar masalah itu semakin besar 31:44 potensi barang kita itu bisa naik gitu. 31:47 Itu Pak Krisna gitu. Jadi kenapa Gojek 31:50 itu berkembang banget? Itu memecahkan 31:52 masalah sosial. Macet total ee begitu 31:56 apa namanya mau ke Jakarta ini wah luar 31:59 biasa gitu ya. Mau antar lokasi cuman 1 32:02 kilo, 2 kilo bisa setengah jam gitu. Ini 32:04 memecahkan masalah sosial. Ada Gojek, 32:06 ada ojek. Ojek itu susah dipanggilnya. 32:08 Kadang-kadang dipanggil ee enggak 32:10 kedengaran misalnya susah. ee 32:12 pangkalan-pangkalannya susah, akhirnya 32:15 oh mesti ada online gitu ya. Itu kan 32:17 inovasi, gimana caranya online gitu ya. 32:19 Nah, Genz ini sebenarnya terpapar 32:21 teknologi informasi. Jadi, sehingga 32:23 semuanya sama muda. Mau pesan makanan 32:25 enggak usah keluar, tinggal pencet aja. 32:26 Mau pesan belanja tinggal pencet 32:28 semuanya dari rumah gitu. Itu ee melihat 32:32 dari masalah orang oh keluar mesti ee 32:35 ganti baju, mesti keluarin kendaraan 32:38 segala macam. Ah, udahlah apa kita mesti 32:41 bikin inovasi. Jadi kalau berangkat ee 32:44 produk dan jasa itu dari inovasi, dari 32:47 masalah terutama masalah semakin besar 32:49 masalah itu semakin produk kita 32:51 berpotensi besar untuk maju Pak Krisna. 32:54 Mungkin itu. Oke, ini masalah pecel 32:57 langsung aja nih mau kirim nanti minggu 32:59 depan. Salam malam, Bib. Jangan lupa 33:02 hadir ya. Minggu depan kami akan kirim 33:04 pecel ke Rasil pecel Madiun. Oh, terima 33:07 kasih Cako. Cakasih kalau bisa ngirimnya 33:11 ke satu kantor, Pak Krisna. Iya. Rasil 33:14 untuk semua kantor, untuk orang-orang di 33:17 kantor. Sini silakan. Oke. 33:20 Asalamualaikum. Ee saya menjual 33:24 ee makanan-makan 33:27 camilan. Kadang-kadang saya bagi-bagikan 33:29 dengan harapan dia akan ketagihan dan 33:31 apalagi. Ternyata tidak. itu bagaimana, 33:34 Bib 33:35 supaya ee makanan camilan yang saya buat 33:40 akan ee digemari? Jadi gini ee prinsip 33:44 kita sebetulnya bukan gimana caranya 33:47 saya supaya laku, enggak gitu. Gimana 33:49 caranya supaya masyarakat ini sehat, 33:51 gimana caranya membantu masalah 33:53 masyarakat. Misalnya gini, dari camilan 33:56 ee banyak camilan yang enggak sehat, 33:58 banyak mecinnya, banyak rusak 34:00 masyarakat. gimana ee kalau kita untung 34:03 tapi masyarakat sakit, tapi masyarakat 34:05 ee masuk rumah sakit, kita juga enggak 34:07 mau kayak gitu. Kita kaya tapi orang 34:10 lain menderita enggak kayak gitu gitu 34:12 ya. Jadi ee bagaimana caranya nilainya 34:15 itu. Jadi misalnya banyak camilan yang 34:17 enggak sehat, kami camilan tanpa mecin 34:20 gitu ya, tanpa ada pemanis buatan, tanpa 34:23 ada ini tanpa jadi camilan kami sehat 34:26 gitu. Jadi ada nilai-nilai eh value di 34:31 situ kita masukin di camilan. Enggak 34:33 enggak cuman jualan camilan gimana 34:35 caranya supaya laku. Kenapa mesti laku 34:37 gitu ya? Kenapa ee kalau ini saya mikir 34:40 secara ee ini ya secara ee konsep rezeki 34:43 misalnya kenapa ee orang ini mesti maju? 34:47 Kenapa mesti sukses? ketika dia sukses 34:50 maju ya tetapi usahanya bukan halal dan 34:53 thayib ya artinya dia dengan barangnya 34:56 dia misalnya ini contoh tapi merusak 34:59 masyarakat misalnya itu ee ya ya udah 35:03 mendingan enggak maju kan gitu kan 35:05 artinya mendingan segitu aja tapi ketika 35:07 camilannya sehat dia punya rasanya juga 35:11 enak gitu ya ee ada nilai bermanfaat 35:14 buat masyarakat buat umat ini orang 35:16 harus maju gimana caranya supaya maju 35:18 gitu kalau Enggak perlu kita bantu 35:19 promosiin gitu orang-orang teman-teman, 35:21 oh ini ee jangan beli di jalan, enggak 35:23 sehat ini. Kita punya teman nih jualan 35:25 camilan sehat segala macam. Jadi prinsip 35:27 kebermanfaatan yang lebih diutamakan. 35:29 Gimana cara kita bisa bermanfaat buat 35:31 orang lain. Kita mikir cara mikir ee 35:34 pelanggan. Oh, ini ee gimana ya cara 35:36 pelanggan berpikir gitu ya. Gimana cara 35:38 membantu pelanggan menyelesaikan 35:40 masalahnya itu paks yang yang lebih 35:42 ditekankan gitu. Jadi terkait 35:44 makanan-makanan kecil dan lain-lain itu 35:46 konsep kebermanfaatannya yang mesti 35:48 ditekankan kesehatannya kayak gitu dan 35:51 ee distribusinya gitu ya penjualannya 35:54 kita juga mesti ee hitung seperti itu. 35:57 Oke itu Pak Krisna mungkin. Oke. 35:59 Asalamualaikum Bang Habib. Bang Habib 36:01 saya ditawarkan bisnis air mineral. Pal 36:06 kan sudah banyak nih. Saya agak 36:07 ragu-ragu juga tapi dia bisa cerita 36:09 katanya untungnya lumayan nih. Bagaimana 36:12 Bang menyikapi ini? Saya ditawarin 36:14 bisnis air 36:21 mineral. Silakan Bang Habib. 36:25 Iya, Pak. Eh, ketika bisnis saya mineral 36:28 ini lebih ke pelayanan Pak di mana 36:31 pelayanannya itu ee melayani pelanggan 36:34 gitu ya. Saya ada kasus juga teman saya 36:37 itu jualan bisnis air mineral tapi dia 36:40 dilayanin dia di luar biasa gitu ya. 36:43 Pelayanan ini utama sekali untuk 36:45 bisnis-bisnis yang menyangkut orang 36:48 banyak gitu ya. Jadi misalnya mesan 36:51 langsung diantar dan lain-lain seperti 36:52 itu Pak Krisna. Jadi lebih ngutamain 36:55 pelayanan dan edukasi terkait kenapa air 36:57 mesti beli di situ air mineralnya gitu 37:00 ya. Jadi misalnya ada konsep ee RO, ada 37:03 konsep dan lain-lain. Jadi edukasi 37:05 terkait kualitas air dan pelayanan gitu 37:08 ya. Jadi segala sesuatu itu mesti 37:12 diedukasi dan lebih personal. Oh udah 37:15 Bu, Ibu pesan aja kalau perlu sebelum 37:17 Ibu pesan sudah ada di depan rumah 37:19 gitu. Jadi saya baru niat mau pesan. 37:22 Jadi saya baru niat mau pesan airnya Pak 37:24 Krishna. Pak Krista sudah langsung 37:25 tiba-tiba ada air depan rumah. Gimana 37:27 caranya tuh? Nah, baru niat aja Pak 37:30 Kristen sudah tahu gitu ya mau pesan air 37:32 gitu. Nah, usahakan seperti itu gitu ya. 37:35 Jadi ee itu yang yang mesti kita 37:38 edukasi. Sudah Pak Krishna mungkin. Oke, 37:41 Bang Habib ini pertanyaan kelihatannya 37:42 sudah dijawab semua ya. Ee oh dari Bu 37:47 ini. Asalamualaikum Bang Habib. Kalau 37:49 mau jual pasmina itu biar mudah terjual 37:53 bagaimana? Dari ibu 37:58 hati. Pasmina tuh yang tutup kerudung 38:01 itu Pak Krisna ya. Iya. Iya. Se se 38:04 semacam selendang. Oh selendang. Iya ya. 38:08 Intinya itu Pak Krisna sama kurang lebih 38:11 sama untuk barang dan jasa itu ya kita 38:14 lihat kebutuhannya seperti apa. Misalnya 38:17 kita bikin spesifik. Oh, ini pasina buat 38:19 orang kerja gitu ya. Nah, bikin ee 38:23 spesifik gitu ya, misalnya baju renang 38:25 ya, baju renang muslimah gitu. Kita 38:28 bikin spesifik kenapa mesti beli pasmina 38:30 sama dia gitu ya. Kenapa mesti ada 38:32 nilai-nilai dari situ gitu ya. Misalnya 38:34 beli pasmina sama saya ini turut 38:36 membantu apa misalnya radio rasil gitu. 38:39 Wah, itu kan ada nilai oh udah saya beli 38:41 di sini aja. Jadi banyak hal yang ee 38:45 ada ke perbedaan gitu ya ya antara kita 38:51 sama produk lain gitu. Kita kalau kita 38:54 jual barang yang sama gitu ya dengan 38:56 harga yang sama bahkan mungkin lebih 38:58 mahal kenapa orang mesti beli sama kita 38:59 gitu ya. Nah itu yang saya bilang 39:01 strategi marketing personal gitu ya. 39:04 Personal apalagi sudah ditambah 39:05 spiritual gitu ya. Kalau karena hasil 39:08 ini ada spiritualnya luar biasa. Nah, 39:10 jadi itu yang mesti ditekankan. 39:12 Contohnya deh, kecap kurma. Saya bilang 39:14 ya, kecap kurma itu ketika kita beli ada 39:16 sumbangan 2,5% langsung gitu ya ke 39:20 orang-orang yang dua membutuhkan dan 39:22 lain-lain. Nah, itu orang udahlah 39:23 mendingan pakai cap kurma gitu ya. Saya 39:25 bukan promosi tapi memang dia tulis di 39:28 kemasannya gitu ya. Jadi itu yang udah 39:31 saya mendingan itu dan ini luar biasa 39:33 kemarin ini boikot gitu Israel ini 39:37 waraba banyak yang tutup gitu ya. fast 39:40 food segala macam ini banyak mereka rugi 39:43 550 miliar setahun gitu ya. Jadi dari 39:47 situlah 39:50 oke demikian ya Bu cukup ya pasmina atau 39:55 kerudung panjang. Ee Bang Habib izin mau 39:58 ngumumin ini ya program Rasil ada 40:02 Kopdar e tahsin Rasil akan diadakan pada 40:06 hari Ahad tanggal 8 Desember. pukul 0.30 40:10 hingga pukul 11.00 tempatnya di Masjid 40:13 Silaturahim Cibubur di 40:16 Laguna. Bisa juga dari Laguna bisa dari 40:19 Kalimanggis juga bisa. Masjid 40:22 Silaturahim acaranya qobar tahsin Rasil 40:25 bersama Ustaz Alfan Sunardi MPD. Itu 40:30 acaranya hari Ahad tanggal 8 Desember 40:33 pukul 0.30 hingga pukul 11.00. 40:40 Bang Habib, ada lagi yang mau 40:41 disampaikan terakhir ini? Ee sudah, Pak 40:44 K. Ee itu cukup dari saya. Mudah-mudahan 40:47 kita bisa manfaatkan semuanya dengan 40:50 niat karena Allah dan bermanfaat buat 40:52 orang. Jadi bagaimana caranya bukan 40:55 menjual tapi membantu orang lain 40:58 ee dan efek kebermanfaatannya bisa luas 41:00 gitu. Kita niat membantu orang lain, 41:04 kita niat bermanfaat untuk orang banyak, 41:06 Allah akan membantu kita gitu. bagaimana 41:08 melibatkan Allah dalam bisnis kita, kita 41:10 niatkan karena Allah gitu. Dan kita 41:12 insyaallah Allah berkahin semua usaha 41:14 kita karena usaha kita memberikan 41:16 manfaat lebih besar buat orang lain 41:19 gitu. Itu Pak Krishna. Baik, terima 41:21 kasih Bang Habib. Ee Bang Habib ini ee 41:24 beliau adalah tadi tenaga ahli DPR RI. 41:27 Beliau juga master trainer BNSP. Ini 41:32 nomor teleponnya kalau mau mencatat ya. 41:35 [Musik] 41:36 0823 sudah kemudian 41:40 10.00213 41:42 0823 41:44 10.000 41:46 213 Bang Habib. Terima kasih Bang Habib 41:49 Husaini insyaallah kita jumpa lagi pada 41:52 Kamis pertama di bulan Januari. 41:57 Saya Muhammad Krishna Saputra dan Algi 42:00 mohon pamit. Wabillahi taufik walidah. 42:01 Wasalamualaikum warahmatullahi 42:02 wabarakatuh.