Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:11 Brail [musik] 0:32 Bismillahirrahmanirrahim. 0:33 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:35 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:36 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:38 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:41 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 0:43 juga pemirsa Rasi Visual yang dirahmati 0:45 Allah. Semoga kabar Anda sehat di malam 0:48 hari ini. Kita kembali berjumpa ikhwan 0:51 akhwat di malam hari ini di hari Selasa 0:53 hari yang kedua di bulan Rabiul Akhir 0:55 1442 Hijriah atau bertepatan dengan hari 0:59 yang ke-17 di bulan November 2020. Kita 1:03 bersama di acara renungan Qolbu bersama 1:05 Ustaz Rahmatullah yang alhamdulillah 1:07 telah hadir di studio. Kita sapa 1:10 terlebih dahulu Iwan Ahwat. 1:11 Asalamualaikum warahmatullahi 1:12 wabarakatuh, Ustaz. 1:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:14 wabarakatuh. 1:15 Sehat, Ustaz? Ya, kabarnya? 1:16 Alhamdulillah ya. 1:17 Alhamdulillah. Tetap sehat, Ustaz, ya. 1:18 Alhamdulillah sehat. 1:19 Zaman sekarang ini harus tetap menjaga 1:20 kesehatan ya di tengah-tengah kondisi ee 1:23 apa namanya? Wabah yang masih 1:25 ee ada gitu ya. Kita menjaga imunitas 1:28 tubuh kita, 1:29 menjaga kesehatan kita. Iwan akhwat. 1:32 Dan hari ini tema yang akan Ustaz 1:35 sampaikan masih melanjutkan tema minggu 1:37 yang lalu, Ustaz, ya 1:38 mengenai keimanan. Apa itu iman? 1:41 Definisi iman dan ee kemarin juga sempat 1:44 ee membahas ee yang terkandung dalam 1:47 surat Al-Hujurat ayat ke-15, Ustaz ya. 1:49 Juga surah Thaha dan surat-surat yang 1:51 lain. 1:52 Ini iman, pengertian iman menurut 1:54 Al-Qur'an, Ustaz, ya. 1:55 Iya. 1:56 Karena dalam Al-Qur'an dibahas banyak 1:57 ayat yang menjelaskan tentang keimanan 1:58 ini, Ustaz. 1:59 Iya. 2:01 Dan nanti yang ingin bergabung, yang 2:03 ingin berkomentar juga silakan Iwan 2:05 Nawat yang ingin bertanya melalui 2:07 WhatsApp kami di 0811999720. 2:13 Silakan, Ustaz. 2:18 Baik, terima kasih. [mendengus] 2:21 Bismillahirrahmanirrahim. 2:24 [mendengus] Asalamualaikum 2:26 warahmatullahi wabarakatuh. 2:34 Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi 2:37 khalaqal mauta walata liyabluakum ayukum 2:40 ahsanu amala wahual azizul gfur. 2:44 Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna 2:46 muhammadan abduhu wa rasuluh. 2:49 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:52 Muhammad wa ala ali Muhammad wa ba'd. 2:58 Para pendengar radio serta TV Rasil yang 3:03 dimuliakan Allah subhanahu wa taala. 3:07 Terlebih dahulu marilah kita memanjatkan 3:10 puji syukur keadirat Allah Subhanahu wa 3:13 taala. 3:15 Selawat serta salam semoga Allah 3:18 limpahkan kepada junjungan kita 3:21 Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi 3:22 wasallam. 3:27 keluarga beliau, para sahabatnya, dan 3:30 kepada kita sekalian. Amin ya rabbal 3:32 alamin. 3:38 Kita masih akan menyampaikan tentang 3:42 keimanan menurut Al-Qur'anul Karim. 3:48 sengaja kami sampaikan di sini 3:53 agar supaya ee 3:56 kita mengetahui 3:58 h sampai sejauh mana sesungguhnya 4:02 keimanan yang ada di dalam ee jiwa kami. 4:11 Karena ketidaktahuan definisi iman 4:13 menurut Al-Qur'anul Karim 4:15 sehingga juga ee sama halnya juga kita 4:19 tidak mengetahui apakah kita sudah 4:21 beriman apa tidak kepada Allah Subhanahu 4:23 wa taala. 4:25 Maka ukuran-ukuran keimanan menurut 4:27 Al-Qur'an inilah sesungguhnya yang 4:29 penting kita ee ketahui. 4:35 Pada ee episode yang kedua ini 4:39 melanjutkan pekan yang lalu yaitu 4:42 ee tentang keimanan. 4:46 Di dalam 4:48 episode yang kedua ini ee kami akan 4:51 membawakan judul bahwa iman itu adalah 4:56 perasaan di dalam hati kepada Allah 5:00 Subhanahu wa taala. 5:06 ee sehingga ee bagaimana 5:10 mengukur perasaan hati kita kepada Allah 5:13 Subhanahu wa taala. Inilah yang penting 5:15 kita ketahui. 5:18 Pada pekan yang lalu sudah kita 5:20 sampaikan 5:22 bagaimana ee aspek lahiriahnya ya 5:27 memperjuangkan keimanan dengan harta dan 5:29 benda. 5:31 Kemudian pada yang kali ini kita akan 5:34 sampaikan bahwa perasaan hati 5:38 ee 5:40 seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa 5:42 taala. 5:46 Karena sesungguhnya 5:48 sesuai dengan hadis Rasulullah 5:50 sallallahu alaihi wasallam bahwa 5:52 eh innallaha la yanduru ila suarikum wa 5:56 amwalikum walakin yanduru ila qulubikum 6:00 waalikum. 6:02 Sesungguhnya Allah tidak melihat 6:05 kepada rupamu 6:08 dan harta bendamu. Tapi yang dilihat 6:11 oleh Allah Subhanahu wa taala adalah 6:14 ee kalbunya 6:17 dan amal perbuatannya. Dari QBU inilah 6:20 akan melahirkan suatu ee 6:25 amal kebajikan. 6:32 Kemudian ee sesungguhnya ketika Allah 6:36 Subhanahu wa taala memperhatikan 6:40 menjadi pusat perhatian Allah Subhanahu 6:43 wa taala ya yang di yang jadikan pusat 6:46 perhatian Allah adalah kalbu tadi 6:50 hati seorang hamba. Hati atau kalbu 6:53 kalbu itu sebetulnya jantung ya. He. 6:56 Kalau hati itu kan ee liver ya 6:59 fisiknya ini. 7:00 Tapi enggak tahu kenapa kok jadi hati 7:04 ee mestinya diterjemahkan jantung saja 7:06 gitu. 7:07 Tapi sudah kadung salah jadi sudah salah 7:10 kaprah jadinya gitu. Heeh. 7:13 Padahal qolbun itu makna qolbun di dalam 7:16 bahasa Arab itu adalah jantung. 7:18 Jantung. 7:19 Jantung. Sementara antara jantung dengan 7:21 liver itu barangnya berbeda, fungsinya 7:25 berbeda. Nah, ini sesungguhnya yang 7:27 harus berhati-hati kita di sini. 7:29 [berdehem] 7:32 Baik, kita ikuti saja ee bagaimana ee ya 7:36 nanti kita satu kali kita mengatakan 7:39 kalbu, satu kali kita mengatakan hati, 7:42 tapi hati yang dimaksudkan adalah ee 7:44 kalbu adalah jantung ya. 7:49 Baik, yang pertama adalah bahwa 7:52 ee Allah Subhanahu wa taala berfirman di 7:56 dalam surah at-Tagabun, 7:58 surah yang ke-64 pada ayat yang ke-11. 8:03 Allah berfirman, 8:04 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 8:09 Ma asab musibatin illa biidnillah. 8:15 W y billah yahdiqbah. 8:20 Wallahu bikulli saaiin alim. 8:26 Tidak ada satu musibah pun yang menimpa 8:30 seseorang kecuali dengan izin Allah. 8:36 Jadi musibah itu sesuatu yang menimpa 8:38 seseorang apa saja ya 8:43 itu harus dengan seizin Allah. Tidak 8:47 satuun musibah itu nyelonong sendiri 8:50 tanpa mendapatkan izin dari Allah 8:52 Subhanahu wa taala. ini yang perlu kita 8:56 ee garis bawahi menjadi satu keyakinan 9:01 yang harus kita ee masukkan di dalam 9:04 kalb kita. 9:06 Ya, 9:08 jadi sesuatu yang menimpa apakah berupa 9:10 kebaikan apakah berupa malapetaka, maka 9:15 semua itu harus mendapatkan izin dari 9:18 Allah Subhanahu wa taala. tidak satu pun 9:21 ee akan ee berjalan dengan sendirinya 9:25 tanpa seizin Allah Subhanahu wa taala. 9:29 [mendengus] 9:31 Dan barang siapa beriman kepada Allah, 9:36 niscaya dia akan memberikan petunjuk ke 9:38 dalam kalbunya. 9:40 H. Jadi Allah itu 9:44 akan menurunkan musibah. Kemudian khusus 9:48 kepada orang yang beriman itu Allah akan 9:51 berkomunikasi dengan kalbunya. 9:56 H 9:59 dan Allah maha mengetahui segala 10:00 sesuatu. 10:03 Jadi di sini sesungguhnya iman itu 10:06 adalah merupakan petunjuk dari Allah 10:09 Subhanahu wa taala. 10:13 Dan petunjuk itu adalah langsung Allah 10:17 komunikasikan petunjuk Allah itu ke 10:20 dalam kalbu orang-orang yang beriman. 10:22 [mendengus] 10:24 Sehingga dengan demikian orang yang 10:26 beriman itu adalah orang yang bisa 10:29 berkomunikasi dengan Allah Subhanahu wa 10:31 taala melalui kalbunya 10:35 karena adanya satu keimanan. 10:39 H 10:42 sehingga di sini menjadi satu prinsip 10:45 yang harus kita ee gigit terat-terat 10:49 jangan sampai lepas bahwa 10:51 ee tidak satuun musibah itu akan menimpa 10:55 diri kita kalau tidak dengan seizin 10:58 Allah Subhanahu wa taala. Dan khusus 11:01 bagi orang-orang yang beriman akan 11:03 diberikan petunjuk oleh Allah Subhanahu 11:05 wa taala bahwa akan ada musibah yang 11:08 datang. 11:09 sesuatu yang akan menimpa ee seseorang 11:11 tadi. Maka orang-orang yang beriman itu 11:14 adalah ee orang yang dikasih tahu oleh 11:17 Allah Subhanahu wa taala manakala 11:20 musibah akan diturunkan. 11:22 Maka itulah sesungguhnya ee definisi 11:25 iman itu komunikasi kalbu antara ee 11:29 seseorang dengan Allah Subhanahu wa 11:32 taala. 11:37 Kemudian yang kedua 11:41 bahwa iman itu 11:45 rasa suatu rasa 11:48 pada suatu saat iman itu ada rasa takut 11:53 tapi pada saat yang lain ada rasa iman 11:57 itu menjadi suatu ketenangan 12:01 sehingga nanti di sini bisa kita akan 12:04 bisa merasakan oh ya bahwa kita ee 12:09 sedang beriman kepada Allah karena 12:11 merasakan sesuatu tadi. [mendengus] 12:15 Sehingga kita tahu kita ini beriman apa 12:16 enggak diukur dengan perasaannya. 12:19 H 12:21 h. 12:23 Sehingga kalau ada orang mengatakan 12:25 beriman tuh jangan diukur dengan 12:27 perasaan. Salah itu orang Quran ngomong 12:29 dengan perasaan kok 12:30 gitu. 12:33 Maka di sini rasa jiwa tadi. 12:37 Mari kita lihat di dalam surah Az-Zumar 12:39 surah 39 ayat 23. 12:44 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 12:47 Allahu nazala ahsanal hadisi 12:52 kitabam mutasyabihan 12:55 matania 12:57 takir minhu juludadina 13:01 yahsyaunahum 13:04 [mendengus] 13:04 tumma talinu juluduhum walubuhum 13:09 ilaikrillah 13:12 dalalika hudallah yahdi bihi may yasya 13:20 min. 13:22 [mendengus] 13:24 Allah telah menurunkan perkataan yang 13:28 paling baik yaitu Al-Qur'anul Karim 13:34 yang serupa ayat-ayatnya lagi 13:36 berulang-ulang. 13:39 Jadi Allah menurunkan Al-Qur'an 13:46 gemetar karenanya kulit orang-orang yang 13:49 takut kepada Tuhannya. 13:53 Jadi ketika membaca Al-Qur'an 13:57 dengan penuh rasa keiminan ada satu rasa 14:01 takut ketika membaca di dalam Al-Qur'an 14:04 tuh ayat-ayat 14:08 yang mengandung azab di mana seorang 14:11 hamba melakukan perbuatan kemaksiatan 14:14 kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka 14:16 ketika membaca ayat-ayat itu merasa 14:19 takut kepada Allah. Iya. 14:22 Jadi kalau kita membaca Al-Qur'an ya 14:25 membaca pas ada kisah orang-orang yang 14:27 durhaka kepada Allah kemudian diazab 14:29 sama Allah ada rasa takut maka itu 14:32 artinya bahwa 14:34 itulah yang namanya keimanan itu. 14:39 Jadi ee membayangkan bagaimana ee 14:43 orang-orang yang durhaka itu diazab oleh 14:46 Allah Subhanahu wa taala 14:48 masuk di dalam neraka yang bergejola 14:52 maka di situ merasakan satu ketakutan 14:54 yang luar biasa. Maka kalau ada perasaan 14:58 yang semacam itu, 15:00 nah itulah satu keimanan. 15:09 Kemudian menjadi tenang 15:11 kulit dan hati mereka di waktu mengingat 15:15 Allah. 15:17 Jadi kalau tadi pada saat membayangkan 15:21 bagai neraka jahanam azab yang sangat 15:24 pedih itu dia merasakan takut. 15:27 Kemudian ketika dia mengingat Allah, 15:30 berzikir kepada Allah, 15:33 maka akan timbul satu rasa ee 15:37 ketenangan, rasa rasa nyaman. Karena dia 15:41 yakin betul bahwa sesungguhnya kasih 15:43 sayang Allah tuh jauh lebih besar 15:45 daripada azabnya. H. 15:49 Ketika 15:51 keluarlah satu ketetapan dari Allah 15:53 Subhanahu wa taala di dalam surah 15:55 Al-Anfal ayat 33 itu bahwa ketika 15:59 seseorang bertobat memohon ampunan 16:01 kepada Allah Subhanahu wa taala maka 16:04 sudah cukup dengan ee tobat itu Allah 16:09 tidak akan mengazab orang yang sedang 16:12 memohon ampunan kepada Allah Subhanahu 16:14 wa taala. 16:18 Sehingga ketika dia mengat ketika dia 16:20 berzikir kepada Allah 16:22 astagfirullahalazim astagfirullah mohon 16:24 ampunan kepada Allah maka yang tadinya 16:27 takut dia akan menjadi tenang karena ada 16:29 satu jaminan dari Allah Subhanahu wa 16:31 taala. [mendengus] 16:32 Iya. 16:34 Sehingga dengan mengingat Allah yang 16:36 tadinya mengingat azabnya kemudian dia 16:39 berzikir istigfar kepada Allah. 16:41 Sementara Allah menjamin ketika Allah 16:44 ketika seseorang itu beristigfar kepada 16:46 Allah sudah cukup bagi Allah untuk tidak 16:48 mengazab orang itu. 16:50 Maka timbullah di situ satu rasa 16:53 ketenangan. 16:57 Nah, kalau sudah seperti itu, itulah 17:00 petunjuk Allah. 17:03 Itu yang namanya petunjuk itu. Yang 17:06 tadinya takut kemudian berserah diri 17:09 kepada Allah. ada satu rasa ketenangan. 17:12 Nah, itulah petunjuk Allah dan itulah 17:14 yang namanya iman itu. 17:19 Jadi bisa dirasakan. 17:20 Iya. 17:25 Kemudian dengan kitab itu dia menunjuki 17:29 siapa yang dikehendakinya. 17:33 Artinya apa? Dengan Al-Qur'anul Karim. 17:37 H. 17:38 Maka orang yang beriman itu adalah 17:41 senantiasa berinteraksi dengan 17:44 Al-Qur'anul Karim. 17:46 Karena Al-Qur'an itu adalah ucapan 17:48 Allah. 17:49 ucap ucapan Allah yang menjelaskan 17:53 tentang manusia ya yang sudah terjadi 17:57 saat ini dan yang akan terjadi dan besok 18:01 yang ee akan terjadi pun semuanya sudah 18:05 di tuangkan di dalam Al-Qur'anul Karim. 18:10 Maka orang-orang yang beriman tadi 18:12 mempunyai satu keyakinan yang kuat. 18:15 Ikal kitab lail muttaqin. Inilah kitab 18:20 laib fi. Tidak ada keraguan. Pasti 18:24 hudallil muttaqin. [berdehem] Petunjuk 18:26 bagi orang-orang yang bertakwa. 18:31 Maka itulah sesungguhnya ee 18:36 perasaan yang bisa kita nikmati pada 18:39 saat berzikir kepada Allah. ada satu 18:42 rasa ee optimisme yang tinggi ya, 18:47 artinya rasa harapan besar. 18:52 Maka zikir yang semacam itu, zikir 18:54 khusyuk yang semacam itu, itulah 18:57 sesungguhnya yang namanya iman itu, 19:00 itulah sesungguhnya yang namanya 19:01 petunjuk Allah itu. 19:06 Kemudian Allah melanjutkan, "Dan barang 19:08 siapa yang disesatkan Allah, 19:11 maka tidak seorang pun dapat memberikan 19:16 petunjuk kepadanya." 19:18 Hm. 19:19 Artinya bahwa ketika 19:23 kalbunya tidak memba petunjuk ee dari 19:25 Allah, maka tidak akan merasakan seperti 19:28 itu. 19:28 He h. 19:32 Sehingga dengan demikian bahwa kalbu itu 19:36 menjadi satu pusat perhatian Allah 19:40 Subhanahu wa taala. Dengan kalbu itulah 19:44 Allah akan berkomunikasi kepada 19:47 hamb-Nya. 19:51 Kemudian yang ketiga adalah 19:57 bahwa iman itu adalah kasih sayang. 20:03 Ya, kasih sayang. 20:07 Sebagaimana 20:09 Allah subhanahu wa taala 20:11 menyebutkan di dalam surah 58 ayat 22. 20:17 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 20:21 La tajidu 20:23 yminuna billahi wal yaumil akhiri 20:30 manallahuasulahu 20:34 walau abahum 20:37 abanaahum 20:40 ikhwanahum 20:42 asiratahumika 21:03 rallahu anhum waru anhu 21:07 ulika hisbullah 21:11 ala inna hisballahi 21:14 humul muflun 21:20 Kamu tidak akan mendapati satu kaum yang 21:23 beriman kepada Allah dan hari akhirat 21:27 saling berkasih sayang dengan 21:29 orang-orang yang menentang Allah dan 21:31 Rasul-Nya. 21:34 Jadi kalau ada perasaan misalnya 21:38 ee apa namanya tidak nyambung dengan 21:41 seseorang itu sesungguhnya 21:43 ketidaknyambungan tadi itu karena adalah 21:46 faktor keimanan tadi yang ada di dalam 21:48 kalbu kita. 21:49 H 21:50 h. 21:52 Sekalipun itu orang-orang itu adalah 21:55 bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara 21:59 atau keluarga mereka. 22:03 Hm. H. Jadi walaupun 22:06 orang tua dengan anak kalau imannya 22:09 tidak sama ya kasih sayang itu tidak 22:12 akan nyambung itu. 22:13 H. 22:14 Tapi kalau orang tuanya beriman, anaknya 22:17 beriman, itu rasa kasih sayangnya itu 22:20 luar biasa berbeda. Iya. 22:23 Karena nyambung tadi ya. Nyambung tadi. 22:28 Nah, nyambungnya keimanan tadi ya. 22:32 itu adalah ee karena memang itu 22:35 disambung oleh Allah gitu. 22:39 Jadi yang menyambungkan orang yang 22:41 beriman antara orang yang beriman 22:43 terjadi satu kasih sayang itu adalah 22:46 perbuatan Allah. 22:48 Iya. 22:48 Sehingga kalau ada orang misalnya saya 22:51 kok anu si kok enggak senang sama orang 22:54 itu ya 22:55 artinya apa? bahwa bahasa iman itulah 22:59 yang berbicara. Tidak pernah iman itu ya 23:04 orang beriman dengan orang durhaka akan 23:07 saling berkasih sayang. Itu tidak 23:09 mungkin. 23:09 Iya. Pasti bertolak belakang. 23:11 Pasti bertolak belakang. 23:14 Sehingga pada akhirnya di sini yang 23:15 dinamakan silaturahim itu adalah di 23:18 antara orang yang beriman tadi. Jadi 23:20 hubungan kasih sayang silaturahim itu 23:23 adalah di antara orang yang beriman. H 23:27 gak mungkin orang yang beriman itu ee 23:29 terjadi silaturahim dengan penjahat 23:31 misalnya 23:32 pasti tidak nyambung ya 23:38 orang di sini Allah telah menyatakan 23:41 walaupun itu orang tuamu, walaupun itu 23:44 keluargamu, walaupun itu sanak 23:46 keluargamu, kalau imannya enggak sama 23:49 pasti enggak nyambung. 23:53 Dan ini adalah faktor perasaan yang 23:56 memang betul-betul yang mengelolah 23:59 perasaan, mengelolah keimanan yang ada 24:01 di dalam kalbu itu sesungguhnya 24:03 merupakan satu hak Allah Subhanahu wa 24:06 taala. 24:12 Kemudian Allah menyatakan bahwa mereka 24:15 itulah orang-orang yang telah menanamkan 24:18 keimanan dalam hati mereka. 24:21 Jadi karena iman kasih sayang karena 24:23 iman 24:29 waumuh 24:32 dan menguatkan mereka [berdehem] 24:35 dengan ruh ya di dalam kalbu tadi. 24:41 Dan dimasukkannya mereka ke dalam surga 24:43 yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. 24:45 Mereka kekal di dalamnya. 24:49 Allah rida terhadap mereka. 24:52 Jadi Allah itu rida ya suka kepada orang 24:56 yang beriman 24:59 dan orang yang beriman juga ya merasa 25:02 nikmat dengan apa yang telah Allah 25:06 ridai. Jadi antara orang beriman dengan 25:10 Allah terjadi satu komunikasi batin yang 25:13 sama-sama 25:15 merasakan kenyamanan. Allah rida dan 25:18 mereka juga rida kepada Allah. 25:20 [mendengus] 25:22 Kemudian Allah menyatakan ulaika 25:24 hisbullah. Mereka itulah golongan Allah. 25:29 Jadi ini merupakan satu ee apa namanya? 25:34 ee penghargaan dari Allah Subhanahu wa 25:37 taala bahwa orang-orang yang beriman 25:39 ulaikah Hizbullah itulah golongan Allah. 25:41 Golongan Allah. 25:43 [berdehem] 25:44 Jadi ini menunjukkan bahwa ee 25:49 betapa Allah Subhanahu wa taala itu 25:53 memberikan penghargaan tertinggi kepada 25:56 orang-orang yang beriman. Allah adalah 25:58 zat yang maha suci, maha agung. 26:01 Sementara kita ini adalah makhluk yang 26:04 diciptakan. 26:07 Tapi zat yang menciptakan tuh mengatakan 26:10 bahwa itulah golongan Allah. Itu kan seb 26:13 sebuah suatu penghargaan yang sangat 26:15 luar biasa bagi orang-orang yang 26:17 beriman. 26:23 Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya 26:25 golongan Allah itulah golongan yang 26:28 beruntung. 26:36 Kemudian selanjutnya yang keempat 26:40 bahwa iman itu adalah 26:44 ee cahaya yang Allah masukkan ke dalam 26:49 kalbu. 26:50 H 26:54 ini Allah 26:56 firmankan di dalam surah Az-Zumar, surah 26:59 yang ke-39. 27:03 Ayat yang ke 22. 27:06 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 27:11 Islam fahua nurinqrillah 27:22 ulaika fialim mubin. 27:28 Maka apakah orang-orang yang dibukanan 27:31 yang dibukakan Allah ya 27:35 hatinya untuk menerima agama Islam? 27:40 Jadi melapangkan dada. 27:42 H. 27:44 Jadi artinya di sini dada itu 27:47 sesungguhnya 27:49 ee jadi kalau ingin diberikan kepahaman 27:51 tentang Islam maka lapangkan dulu 27:54 dadanya. 27:57 ee penyakit apa yang ada di dalam sodr 28:01 itu misalnya 28:03 ee kesombongan, 28:05 kedengkian, ya 28:08 keras kepala, 28:11 kemaksiatan, suka dengan itu. Maka 28:13 itulah sesungguhnya penyakit itu. 28:17 Maka Allah menyatakan di sini, kalau 28:19 ingin diberikan kepahaman tentang Islam, 28:22 lapangkan dulu tuh penyakit-penyakit 28:25 yang ada di dalam sadrinya tadi. 28:30 Setelah itu dibersihkan, maka Allah 28:33 menyatakan lalu ia akan mendapat cahaya 28:36 dari Tuhannya. 28:43 Maka kecelakaan besarlah bagi 28:46 orang-orang yang telah membatu hatinya 28:49 untuk mengingat Allah. 28:53 Jadi maksudnya di sini bahwa lapangkan 28:56 sodernya, bersihkan dari sifat-sifat 28:59 buruk tadi kemudian di diikuti dengan 29:03 zikrullah ya. Karena zikrullah itu 29:07 sesungguhnya yang akan ee menurunkan 29:10 cahaya yang datangnya dari Allah 29:12 Subhanahu wa taala masuk ke dalam 29:14 kalbunya tadi. 29:17 Dan orang-orang yang tidak pernah 29:19 berzikir kepada Allah maka kalbunya itu 29:21 akan mengeras gitu. [mendengus] 29:24 H 29:26 dan kalau sudah mengeras begitu maka 29:29 mereka itulah dalam kesesatan yang 29:31 nyata. 29:34 sehingga sehingga dari ayat ini 29:36 sesungguhnya ee bahwa iman itu adalah 29:40 masuknya cahaya ke dalam kalbu kita. 29:44 Tetapi cahaya itu tidak akan masuk ke 29:46 dalam kalbu kita kalau penyakit-penyakit 29:49 yang ada di dalam solder ini masih 29:53 ya masih banyak di dalam dada kita. 29:57 Maka untuk itu lapangkan dulu yang ada 30:00 penyakitpenyakit 30:01 yang ada di dalam dada kita itu. 30:03 Kemudian setelah kita bersihkan kemudian 30:06 apa? Memperbanyak zikrullah, mengingat 30:09 Allah. Maka setelah itulah baru nanti 30:12 Allah akan turunkan cahaya. Itulah 30:15 sesungguhnya yang dinamakan dengan iman 30:17 itu. Itulah sesungguhnya dinamakan 30:18 dengan petunjuk Allah Subhanahu wa 30:21 taala. Dan itu bisa dirasakan nanti. 30:23 H 30:24 h. Jadi sebelum dan sesudahnya pasti ada 30:28 satu perbedaan rasa yang bisa kita 30:30 nikmati di dalam jiwa ini. 30:39 Kemudian yang selanjutnya yang kelima 30:41 adalah bahwa iman itu 30:45 adalah ee bisa dirasakan 30:48 dengan jiwa menjadi tentram. H. 30:52 Jadi kalau merasakan ketentraman ya 30:54 itulah iman ya. H. Ini di ee 31:00 firmankan oleh Allah di dalam surah 31:01 Ar-Rad pada ayat yang ke 28. 31:07 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 31:10 Alladzina amanu watatmainulubuhum 31:14 bidikrillah 31:16 ala bidikrillahulub. 31:22 Orang-orang yang beriman 31:25 dan hati mereka akan menjadi tentram 31:28 dengan mengingat Allah. 31:31 Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah 31:34 hati menjadi tentram. 31:37 Jadi perasaan tentram, kenyamanan. Nah, 31:39 itulah iman. 31:41 Itulah cahaya yang dimasukkan oleh Allah 31:43 Subhanahu ke dalam kalbu kita sehingga 31:45 kita merasakan tenteram nyaman gitu. 31:48 Jadi kalau kita merasakan yang semacam 31:50 itulah yang namanya keimanan itu 31:54 bisa dideteksi dengan rasa 31:58 bisa dikenali dengan rasa. 32:02 Sehingga kalau ada orang-orang ahli 32:04 ibadah itu mengatakan, "Man arafa 32:07 nafsahu faqad arofa rbahu." Ya, siapa 32:12 yang mengenal akan dirinya maka pasti 32:15 dia akan mengenal Tuhannya. 32:18 Jadi artinya ungkapan orang-orang al 32:20 ibadah itu siapa yang merasakan 32:23 ketenangan. Heeh. 32:25 Itulah sesungguhnya petunjuk dari Allah. 32:28 di mana hakikatnya adalah Allah 32:30 menurunkan cahaya ke dalam kalbu kita. 32:32 Nah, itulah yang namanya iman. 32:35 Jadi, kalau ee kita pahami dari ee 32:38 ungkapan orang-orang ahli ibadah tadi 32:41 bahwa kenalah kenallah dirimu pasti dia 32:45 engkau akan kenal dengan Tuhan. 32:47 Apa yang bisa kita kenali di dalam diri? 32:49 Yaitu tadi rasa tenang ya kan? Rasa 32:52 tenang. Terus kemudian ee 32:54 penyakit-penyakit yang ada di dalam dada 32:57 kita itu dibersihkan terlebih dahulu. 32:59 Kemudian kalbu kita isi dengan 33:01 zikrullah. 33:03 Setelah itu barulah merasakan 33:05 ketenangan. Itulah yang dinamakan dengan 33:07 mengenal diri. Iya. 33:10 Ketika mengenal diri, mengenal jiwa 33:12 kita, artinya kita tahu bahwa kita 33:14 diberikan ketenangan. Maka sesungguhnya 33:18 ee ketenangan itu adalah dari Allah, 33:21 bukan sim salabin terus kemudian orang 33:23 menjadi tenang. Tidak. 33:26 Bahwa itu adalah perbuatan Allah. Allah 33:28 menurunkan cahaya masuk ke dalam kalbu 33:31 sehingga bisa dirasakan ketenangan. 33:34 Hmm. 33:37 Kemudian yang terakhir adalah bahwa iman 33:41 itu merupakan satu kebahagiaan. 33:46 Alladzina amanu wailus shihati tuba 33:49 lahum wa husnu maab. 33:53 [mendengus] 33:54 Orang-orang yang beriman dan beramal 33:57 saleh bagi mereka kebahagiaan 34:00 dan tempat kembali yang baik. 34:04 Di mana kebahagiaan itu? Di dunia ini 34:07 dan di akhirat nanti. Sehingga itulah 34:11 sesungguhnya hakikat daripada keimanan. 34:14 bisa kita kenali dengan bahasa rasa yang 34:19 ee kita bisa menikmati itu dan itu 34:22 adanya di dalam kalbu 34:24 barangkali itu. Wallahuam. 34:27 Baik, telah kita simak lanjutan dari 34:32 pengertian iman ya dari ee tema minggu 34:34 lalu dan sekarang masih berlanjut di 34:36 acara Rungan Kalbu bersama Ustaz 34:38 Rahmatullah. Tadi dijelaskan begitu 34:41 mendetail ya Wawwat. yang ingin 34:42 bergabung nanti silakan berkomentar juga 34:44 ingin ee memberikan pertanyaan Anda bisa 34:46 kirimkan WhatsApp Anda di 08111999720 34:53 ataupun telepon kami di 021845151 34:58 [musik] 35:09 [musik] berhasil 35:32 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 35:34 bersama kami ikhwan akhwat di acara 35:35 Renungan QolBU bersama Ustaz Rahmatullah 35:38 dengan tema mengenai keimanan. Apa itu 35:41 iman menurut Al-Qur'an? Dan ee tadi 35:45 ustaz mengatakan kita harus melibatkan 35:48 perasaan ya berarti melibatkan hati 35:49 dalam memaknai iman ini, Pak Ustaz. 35:52 Berarti ketika kita merasa tenang, 35:54 tentram, hilang, iri dengki dalam hati, 35:56 itu berti bukti iman sudah masuk dalam 35:58 diri kita ya, Pak Ustaz. Betul. Jadi itu 36:01 yang yang kita maksudkan artinya kita 36:03 tahu begini kan tahu dari Al-Qur'an. 36:05 [berdehem] 36:05 Heeh. 36:07 Kita bukan ngarang-ngarang sendiri kan 36:09 Al-Qur'an yang menjelaskan 36:10 Al-Qur'an Allah sendiri yang menjelaskan 36:12 seperti itu. Kalau ada satu ketenangan 36:16 kemudian itu sesungguhnya aku turunkan 36:18 cahaya. begitu. 36:24 Ee orang yang berzikir itu ee kalbunya 36:27 akan jadi tenang gitu karena adanya 36:29 cahaya tadi gitu. Jadi kalau ada seperti 36:31 itu oh iya artinya Allah sesungguhnya 36:35 menurunkan cahaya ke dalam kalbu kita 36:37 sehingga kita merasakan satu ketenangan. 36:40 Artinya bahwa itulah ilmunya dari Allah 36:43 gitu. Jadi bukan bukan bukan bukan ee 36:47 zon bukan berprasangka 36:50 ya tapi ini benar-benar kebenaran pasti 36:54 benar dan itu datangnya dari Allah 36:56 melalui Al-Qur'anul Karim. Itu yang 36:59 perlu kita ketahui sehingga kita ee 37:02 ketika kita beriman atau ketika kita mau 37:06 bergeser dari satu keimanan itu nanti ee 37:09 kita bisa cepat-cepat bisa kembali gitu. 37:12 He 37:13 deteksinya cepat gitu ya. 37:14 Nah. Ee ini kok kok anu karena perasaan 37:18 itu kan yang paling bisa kita kenali, 37:22 paling peka. 37:23 Iya. Paling peka istilnya kita bisa 37:26 mendeteksi perasaan kita, kita bisa 37:29 mengenali perasaan kita sendiri. 37:32 Nah, bagaimana yang ee bisa mengukur ya 37:34 kita sendiri. Nah, maka ini ee kita ee 37:40 ukur dengan ee bagaimana Allah Subhanahu 37:42 wa taala ee memberikan penjelasan itu di 37:45 dalam Al-Qur'anul Karim. 37:47 Hm. Sehingga ee keimanan itu ee dengan 37:52 cara mengetahui seperti itu insyaallah 37:54 itu akan bisa terjaga. Misalnya tadi 37:58 bagaimana yang namanya keimanan itu 37:59 harus bersihkan dulu dadanya. 38:02 Iya. Ya, setelah dibersihkan baru 38:04 berzikir kepada Allah. Setelah berzikir 38:07 nanti Allah masukkan cahaya. Maka itulah 38:09 petunjuk Allah kata Allah. Begitu 38:12 ya kan? Nah, sehingga ee ketika kita 38:16 merasakan ketenangan, oh alhamdulillah 38:18 ya Allah berarti Allah turunkan cahaya 38:20 ke dalam kalbu kita ya. Jadi kita itu 38:24 apa namanya? Ketika merasakan seperti 38:26 itu tambah keyakinannya kepada Allah 38:28 gitu. 38:29 Jadi betul-betul Allah itu membuktikan 38:32 itu semuanya kepada kita. Asal kita mau 38:34 bersungguh-sungguh kepada Allah. 38:36 Iya. 38:36 Maka Allah juga akan lebih 38:38 bersungguh-sungguh kepada kita. 38:41 Barangkali itu. 38:42 Baik. Tadi juga Allah juga sudah 38:44 menjelaskan dalam beberapa suratnya, 38:45 Ustaz, ya tentang keimanan ini dari 38:47 surah e azzumar, Thaha, Alhujurat, Arad. 38:50 Tadi juga beberapa ee surat setelah 38:52 Ustaz sampaikan. Ee Ustaz, sudah ada 38:55 beberapa yang ee bergabung bertanya di 38:58 WhatsApp Rasil di 0811999720. 39:02 Ini dari Bapak Puryadi. Asalamualaikum 39:05 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 39:07 Ee 39:08 Pak siapa? 39:08 Bapak Puryadi. 39:09 Pur 39:10 ya, Pak Puryadi. 39:11 Purya. 39:13 Beliau bertanya ee asalamualaikum 39:15 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 39:17 Apakah keimanan seseorang berhubungan 39:20 dengan ilmu agama yang dia miliki, Pak 39:22 Ustaz? Oh ya. Baik, terima kasih Pak 39:25 Puradi. Apakah iman seseorang 39:28 berhubungan dengan ilmu agama ee yang ee 39:32 dia ketahui itu sudah menjadi satu 39:35 kepastian? 39:37 Jadi artinya misalnya kita tadi 39:39 menyatakan bahwa ee keimanan itu adalah 39:44 satu petunjuk dari Allah. Keimanan itu 39:46 adalah merupakan satu ee ketentraman, 39:50 kebahagiaan. 39:52 Artinya kita mengetahui begini ini kan 39:55 sesuai dari Al-Qur'an. 39:57 Betul 39:58 ya? 39:58 Ilmu Al-Qur'an gitu. 39:59 Nah, ilmu Al-Qur'an. Jadi artinya apa? 40:02 Ya pasti keimanan itu akan berhubungan 40:05 dengan 40:06 ilmu. 40:06 Dengan ilmu. 40:08 Ilmunya apa? Al-Qur'an nanti ditambah 40:10 dengan sunah. 40:11 Hm. 40:13 Karena ee ketika misalnya 40:17 ee ee kalau ini di hadis ya ee bahwa 40:21 ketenangan itu kata Nabi sallallahu 40:23 alaihi wasallam itu adalah merupakan 40:25 satu simbol kebenaran. 40:28 Ya, 40:29 kalau keragu-raguan, was-was, itulah 40:31 suatu kejahatan. Sehingga untuk 40:34 mendeteksi, 40:35 untuk mengenali kebenaran dan keburukan 40:39 itu dengan tenang dan tidak tenang. 40:42 gitu. 40:44 Sehingga kan akan jadi mudah kan. 40:46 Heeh. 40:47 Dengan bahasa rasa itu kan kita akan 40:49 bisa bisa mengenali itu. 40:52 Oh misalnya ragu-ragu harus jangan 40:54 teruskan. Itu pasti enggak benar. 40:57 Tapi ketenangan 40:59 ya kebahagiaan itulah sebuah kebenaran 41:03 kata Rasulullah sallallahu alaihi 41:04 wasallam. 41:06 Sehingga di sinilah kita pentingnya 41:08 mengetahui ilmu itu ya. 41:12 ee karena ilmu dan iman itu akan saling 41:15 beriringan. 41:16 Beriringan. 41:17 Tidak mungkin orang itu akan bisa 41:19 beriman kalau tanpa ilmu. 41:20 Tanpa ilmu. 41:22 Bagaimana kita mau beriman ilmunya 41:24 enggak tahu. 41:25 Maka ilmu itu harus didahulukan. Nah, 41:27 artinya mengetahui bagaimana Allah 41:30 menceritakan tentang keimanan baru kita 41:32 mengamalkan. Setelah mengamalkan baru 41:35 merasakan gitu. H. Jadi urut-urutannya 41:39 itu seperti itu gitu. Jadi tidak bisa 41:42 dipisahkan 41:43 ee pisahkan dengan ilmu. Ilmu di dalam 41:46 hal ini adalah ee Al-Qur'anul Karim. 41:49 Karena Al-Qur'an ini merupakan sumber 41:51 dari segala ilmu ya. Ada semuanya di 41:54 dalam Al-Qur'an Karim. 41:56 Hm. Sehingga 41:59 sebetulnya ee Pak Buryadi ee ilmu agama 42:03 itu sesungguhnya 42:05 benar-benar Allah Subhanahu wa taala itu 42:09 memfasilitasi luar biasa. 42:12 Hm. 42:13 Jadi Allah menyatakan di surah 42:15 Al-Ankabut surah ee apa namanya? Surah e 42:19 Alkabut ayat 69 itu. Walladzina jahadu 42:23 fina lanahdiannahum subulana. 42:26 Orang yang bersungguh-sungguh mencari 42:28 jalanku pasti akan aku tunjukkan jalanku 42:31 itu. Kata Allah innallah lamain. Dan 42:34 pasti akan dibersama 42:37 bersama-sama Allah. 42:39 Jadi bukan hanya ditunjukkan tapi 42:41 kira-kira digandenglah kira-kira begitu 42:43 sama Allah. 42:45 Begitulah Allah memberikan satu ee 42:49 apresiasi penghargaan yang sangat tinggi 42:51 bagi orang yang bersungguh-sungguh 42:53 kepada Allah. H. 42:56 Kemudian di dalam ee 42:59 surah 54 ayat 40, di situ Allah berjanji 43:05 siapa yang akan mempelajari Al-Qur'an 43:07 tuh benar-benar akan dimudahkan sama 43:09 Allah. 43:11 Hm. Jadi nanti Allah sendiri yang 43:15 mempermudah. 43:16 H 43:17 ya. Jadi gak usah takut dengan Al-Qur'an 43:19 gitu. Hm. 43:21 Allah akan ee mempermudah dengan 43:25 Al-Qur'an itu ya. Malah sesungguhnya 43:28 kalau kita 43:30 ee apa namanya? Mempelajari buku-buku 43:33 yang lain itu justru jauh lebih mudah 43:36 mempelajari Al-Qur'anul Karim. 43:38 Allah jamin ya itu. 43:39 Iya. Dan bahkan di dalam surah Albaqarah 43:42 ayat 200 43:44 82 itu Allah menyatakan 43:47 wattaqulahaimukumullah. 43:49 Bertakwalah kepada Allah nanti Allah 43:51 yang akan mengajarkan. Coba kan luar 43:53 biasa itu. I kan 43:56 jadi Allah mau mengajarkan kepada orang 43:58 yang bertakwa diajarin langsung sama 44:00 Allah gitu. 44:03 Sehingga kan ini merupakan fasilitas 44:06 yang ee sangat dibuka lebar oleh Allah 44:09 Subhanahu wa taala. Hm. Cuma kita saja 44:14 yang kurang serius, kurang 44:16 sungguh-sungguh gitu. Padahal Allah 44:19 sendiri subhanallah luar biasa gitu. 44:23 Kalau tadi dikatakan ulaika Hizbullah 44:28 ee ada di dalam hadis lagi ee ahlullah. 44:32 Siapa itu? Ahlul Quran. 44:35 Orang yang ahlul Quran itu ahlullah. 44:37 Keluarganya Allah. Itu kan sebuah apa? 44:41 sanjungan yang luar biasa bagi Allah 44:43 Subhanahu wa taala. 44:45 Sehingga ee 44:48 alangkah sayang kalau ee kita sudah 44:52 difasilitasi 44:54 dengan Al-Qur'an yang sangat luar biasa 44:56 yang akan menumbuhkan satu keimanan itu 44:59 kalau tidak ee sungguh-sungguh dan 45:01 serius mempelajarinya. 45:04 Sehingga Nabi mengatakan ee 45:08 siapa yang mempelajari Al-Qur'an man 45:11 taalamal Quran waamahu ya khairukum man 45:14 taalamal Quran waamahu. Jadi orang yang 45:18 ee baik, orang yang paling baik di 45:20 antara kalian itu orang yang mempelajari 45:23 Al-Qur'an dan mengajarkan Al-Qur'an itu 45:25 kepada orang. Begitulah Nabi sallallahu 45:27 alaihi wasallam 45:29 ee menyatakan di dalam hadisnya. 45:31 Barangkali itu. Wallahuam. Berarti tidak 45:33 bisa dipisahkan ya antara ilmu dan 45:34 keimanan itu ya. 45:35 Iya. Harus dengan iman. 45:37 Ilmu itu bisa meningkatkan juga level 45:38 iman kita, Pak Ustaz ya. 45:39 I 45:40 semakin ilmu kita kan ee jadi antara 45:43 ilmu dan iman itu apa? Ibaratnya dua 45:47 dua muka mata uang ya. Yang sebelah satu 45:50 sebelah kanan satu sebelah kiri gitu. 45:52 Dua mata uang. 45:54 Tidak bisa dipisahkan antara ilmu dengan 45:56 iman itu. Jadi ee iman itu akan 45:59 mengikuti ilmu. 46:00 Iya. Ya, tidak mungkin orang itu akan 46:03 beriman kalau tidak tahu 46:04 ilmunya gitu. 46:06 Sehingga itu ee pentinglah ilmu itu 46:08 untuk diketahui karena ilmu itu yang 46:11 akan menerangi kita ya. Ya. Jadi ee 46:16 ketika kita merasa ketakutan misalnya 46:19 ya, kemudian ee bagaimana azab kubur ya, 46:24 bagaimana pada saat sakaratul maut 46:26 itu kan situasi dan kondisi yang sangat 46:29 mengerikan. Iya. 46:32 Maka ee Nabi menyatakan di situlah 46:37 syafaatnya Al-Qur'an itu pada saat 46:39 orang-orang menghadapi situasi dan 46:42 kondisi yang sangat menakutkan pada saat 46:44 sakaratul maut, pada saat berada di 46:47 dalam kubur, pada saat di padang pasar, 46:49 maka nanti Al-Qur'an ini yang akan 46:51 mengawal kita. Begitulah Nabi menyatakan 46:55 itu. 46:56 Dan itu kan sesungguhnya kan fasilitas 46:58 luar biasa. 46:59 Heeh. Kenapa kok kita tidak 47:01 bersungguh-sungguh? 47:03 Sementara kalau cari dunia 47:04 sungguh-sungguh. 47:06 Sementara fasilitas yang sangat luar 47:08 biasa di mana kita hidup kita ini kan 47:11 bukan di dunia. Hidup kita itu nanti di 47:14 akhirat. 47:16 H. Tapi ternyata kita lebih serius 47:18 dengan 47:19 kehidupan dunia daripada kehidupan 47:21 akhirat. 47:22 Padahal dunia sementara, akhirat itu 47:24 selamanya. 47:25 Hm. 47:27 fasilitas untuk hidup yang sangat mewah 47:30 di akhirat. Allah sudah fasilitasi 47:32 semua. 47:32 Iya. 47:33 Tetapi rupanya memang kita lebih 47:35 sungguh-sungguh kepada kehidupan dunia 47:38 daripada akhirat gitu. 47:42 Sampai-sampai sudah tidak lagi tahu mana 47:45 yang halal, mana yang haram, 47:47 ee mana yang jujur, mana yang penipu. 47:51 Sudah yang penting dunia. Itulah 47:53 sesungguhnya yang sangat berbahaya gitu. 47:56 ee sudah tidak ada lagi yang namanya 47:58 keimanan. 48:00 Karena kalau kita sudah berbuat seperti 48:02 itu, ee kalau tadi di surah 39 ayat yang 48:06 ke2 itu, itu sudah tidak dibersihkan. 48:10 Ketika sudah tidak dibersihkan iman itu 48:12 tidak akan masuk 48:15 barangkali itu. Wallah. 48:16 Iya. Kembali ke pertanyaan yang datang 48:20 dari Ibu Hikmah, Pak Ustaz. 48:22 Asalamualaikum warahmatullahi 48:23 wabarakatuh. 48:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:25 wabarakatuh. Ee Ibu Hikmah bertanya, 48:26 "Pak Ustaz ee malu sebagian dari iman. 48:29 Tapi zaman sekarang orang merasa bangga 48:32 dalam melakukan kemaksiatan. Apakah hal 48:34 ini menandakan imannya sudah hilang, Pak 48:36 Ustaz? Dan apakah iman itu bisa 48:38 bertambah dan berkurang, Pak Ustaz? 48:39 Mohon pencerahannya. 48:41 Iya. 48:43 Ee 48:53 [berdehem] 48:55 mari kita lihat di dalam surah 48:57 Al-Hujurat ya, surah 49 ayat 7 ya. 49:06 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 49:10 Wamu anna fikum rasulallah 49:15 la yutiukum fi minalumakallahaikumikum 49:27 wahaikumulfra 49:31 wal fusuq walika 49:33 humur rasidun. 49:38 Ketahuilah olehmu bahwa di kalangan di 49:40 kalanganmu itu adalah ada Rasulullah 49:43 sallallahu alaihi wasallam. 49:46 Kalau ia menuruti kemanmu dalam beberapa 49:49 urusan, benar-benarlah mendapat satu 49:51 kesusahan kalian. Kata Allah. 49:55 Akan tetapi Allah menjadikan cinta 49:58 kepada keimanan. 50:00 Cinta kepada keimanan atau iman itu 50:03 adalah cinta. itu bisa bolak-balik itu. 50:05 He 50:06 kecintaan tadi kan kasih sayang itu kan 50:08 kecintaan ya. Itulah keimanan. 50:10 H 50:13 menjadikan iman itu indah di dalam 50:16 kalbu. 50:18 Hm. 50:20 Serta menjadikan kamu benci kepada 50:23 kekafiran. 50:24 Hm. 50:26 Benci kepada kefasikan, 50:29 benci kepada kedurhakaan. 50:33 Mereka itulah orang-orang yang mengikuti 50:36 jalan yang lurus. 50:40 Jadi kalau tadi 50:42 ee dikatakan bahwa ee apa namanya? Orang 50:47 sudah ee tidak malu-malu lagi ee berbuat 50:51 satu ee apa? kedurhakaan, 50:56 kemunafikan. 50:58 Maka sesungguhnya itu ketika seperti itu 51:01 imannya sudah hilang. 51:03 H 51:04 h karena iman itu ee cahaya ya yang akan 51:11 bisa membedakan mana antara hak dengan 51:13 batil. Nah, 51:16 ketika imannya sudah enggak ada, 51:18 cahayanya sudah enggak ada, sudah enggak 51:20 tahu lagi, sudah gelap gitu. 51:21 Gelap. 51:22 Jadi sudah tidak malu-malu lagi gitu. 51:24 Nerobos semua aja. 51:25 Nah, sudah diterobos aja semuanya gitu. 51:29 sehingga di sini bahwa ee keimanan itu 51:33 adalah merupakan ee satu ee apa? 51:39 Petunjuk ya. Petunjuk 51:43 sehingga kalau tadi sudah tidak malu 51:45 lagi ee melakukan 51:47 kemaksiatan 51:48 ee kemaksiatan, kedurhakaan, kebohongan, 51:51 kedustaan itu sesungguhnya imannya sudah 51:54 tidak ada. 51:56 Bukan turun lagi itu hilang ya. 51:58 Ya, 51:58 bukan turun lagi imannya tapi hilang. 52:00 Iya. Artinya sudah enggak ada itu 52:02 imannya cuman apa ya? Hanya lisan saja 52:07 ya. Jadi, jadi kata ulaikalladinaal 52:12 bil huda begitu di dalam surah 52:13 Albaqarah. Mereka itulah yang membeli 52:17 kesesatan dengan petunjuk itu. 52:21 Hm. sehingga ee 52:24 ketika orang itu menyatakan dirinya 52:27 beriman, mau beriman, tapi kelakuannya 52:29 enggak beriman, itulah sesungguhnya 52:31 enggak beriman. 52:32 Karena antara kelakuan dengan 52:34 perasaannya itu pasti sama. 52:36 Iya. 52:37 Antara kelakuan atau antara perbuatan ya 52:40 kan dengan yang ada di dalam hatinya itu 52:44 sama. 52:47 Kemudian kata Allah di dalam surah 52:49 An-Najm pada ayat yang ke-11 itu, ma 52:51 kadabal fuadu ma roah. 52:54 Karena keimanan itu adanya di dalam fuad 52:57 yang terdalam. Ma kadabal fuad. Tidak 53:00 pernah bohong, tidak pernah dusta apa 53:02 yang dilihat oleh fuad tadi. 53:05 Jadi kalau fuadnya sudah enggak bisa 53:07 ngelihat, ya sudah gelap 53:10 gitu. 53:12 Nah, sehingga di sinilah pentingnya kita 53:15 mengetahui, oh beginilah Allah Subhanahu 53:17 wa taala itu menjelaskan kepada kita 53:19 tentang satu-suatu keimanan itu. 53:22 Ternyata sampai sekecil itu Allah 53:24 menjelaskan tentang suatu keimanan. Jadi 53:26 keimanan bukan hanya percaya saja. 53:29 Ada orang yang percaya tapi tidak 53:31 beriman. 53:34 Ada enggak? Itu 53:37 banyak gitu. 53:39 Percaya. Percaya adanya Allah. percaya. 53:42 H 53:44 tapi jangan lupa bahwa keimanan itu 53:46 sebenarnya petunjuk. Ya. [berdehem] 53:48 Iya. 53:48 Nah, ketika tadi sudah melakukan 53:50 kedurhakaan, kemaksiatan, di situlah 53:53 cahaya imannya sudah tidak akan masuk ke 53:56 dalam kalbu itu. 54:00 Mau dimasukkan tempatnya kotor, balik 54:02 itu namanya cahaya. 54:05 H. Maka sesungguhnya wadah kalbu itu 54:08 karena ee keimanan kan adanya di dalam 54:10 kalbu, di dalam jantung itu. 54:14 Kalau jantung metafisiknya e di dalam 54:17 jantung ini kan ada jiwa dan ada roh. 54:20 Ada jiwa, ada ruh di dalam jantung. Roh 54:22 itu fungsinya untuk menggerakkan 54:24 jantung. Yang bisa merasakan, bisa 54:27 berbicara, bisa melihat, itulah jiwa 54:30 yang ada di dalam jantung. 54:33 Dan ini yang harus bersih. Yang bisa 54:35 melihat, bisa mendengar, itu yang 54:37 namanya fuad itu adanya di dalam jantung 54:40 tadi. 54:42 Dan ini yang tidak pernah bohong. 54:45 Nah, ketika seseorang melakukan satu 54:48 kebohongan, ketidakjujuran, 54:51 maka fuadnya itu sesungguhnya sudah 54:53 tidak lagi berfungsi atau dengan kata 54:55 lain keimanan sudah tidak ada lagi. 55:00 Itu jadi artinya ini kalau kalau 55:03 diperinci sampai si detail begitulah 55:05 mekanisme keimanan itu. 55:11 Begitulah Allah Subhanahu wa taala 55:12 menjelaskan di dalam Al-Qur'an Karim. 55:16 Jadi urut-urutannya bisa kita rinci, 55:19 rasanya bisa kita nikmati [mendengus] 55:22 sehingga kita bisa mendeteksi, bisa 55:24 mengenali diri kita apakah K masih 55:27 beriman atau tidak gitu. 55:30 H barangkali itu. Wallahuam. Dan juga 55:33 katanya iman itu bisa bertambah dan 55:35 berkurang. Apakah benar, Pak Ustaz? 55:39 Ya. 55:41 Eh, iman itu kata Nabi yazidanqu 55:45 ya. Jadi bertambah dan berkurang. Bahkan 55:48 bukan hanya bertambah dan berkurang, 55:50 bisa juga lepas. 55:51 Bisa lepas juga. 55:54 Mungkin kalau dalam kategori seperti itu 55:58 ee bertambah dan berkurang masih 56:00 lumayan. Dikhawatirkan kalau lepas 56:04 gitu. 56:07 bagaimana iman itu kok bisa bertambah 56:09 berkurang. Maka ee ketaatan secara 56:14 istiqamah seorang hamba kepada Allah 56:18 itulah yang akan menambah keimanan 56:20 kepada Allah Subhanahu wa taala. 56:24 Tapi ketaatannya itu ya ketika berkurang 56:28 ketaatan ini bisa dalam bentuk ibadah, 56:31 bisa dalam bentuk berbuat kebajikan 56:35 ya. bisa dalam bentuk kesabaran kepada 56:37 sesamanya. Itu kan ee suatu perbuatan 56:41 seseorang. 56:43 Ketika dia dia benar-benar melakukan ini 56:46 secara istikamah, maka dia akan 56:50 ee otomatis keimanannya itu ya 56:53 barangkali ee kurang lebihnya stabil. 56:57 Stabil begitu 56:59 ya ketika dilakukan secara istikmah. 57:01 Tapi ketika ini keistikamahannya 57:03 berkurang, maka otomatis itu juga akan 57:06 berkurang. 57:08 Karena sesungguhnya ketika seseorang itu 57:11 istikamah kepada Allah, hakikatnya 57:13 sesungguhnya itu adalah ee banyaknya 57:17 cahaya yang akan diturunkan oleh Allah 57:19 kepada orang yang istikamah itu. 57:21 Hm. 57:22 Sejumlah apa? sejumlah keistikamahannya 57:25 tadi. 57:27 Ketika keistikamahannya tadi sudah ee 57:30 berkurang, maka juga asupan cahayanya 57:32 kan juga akan berkurang. 57:35 Ketika cahaya itu berkurang, otomatis 57:37 keimanan akan berkurang, gitu. 57:42 sehingga akan ditentukan bagaimana 57:46 ee perasaan jiwa kita kepada Allah 57:51 maupun kepada hablumallah w 57:54 habblumnanas. 57:56 Itu yang harus kita jaga secara 57:58 istikamah gitu. 58:03 Jadi bisa bertambah, bisa berkurang, 58:07 bahkan bisa hilang sama sekali. 58:11 ketika ee bisa jadi orang itu oh 58:14 istikamah 58:16 tapi ketika diuji oleh Allah 58:20 diuji dengan gemerlapannya dunia gitu ya 58:24 ternyata dunia lebih menarik 58:27 h 58:29 sehingga yang tadinya 58:31 skala prioritas utamanya itu adalah 58:34 Allah negeri akhirat ini ada pilihan 58:38 lain dunia makanya ini berubah menjadi 58:40 skala prioritas adalah dunia akhir 58:43 akhiratnya nomor dua. 58:46 Nah, kalau prinsip kita seperti itu, 58:49 maka ini akan ee akan hilang ya lambat 58:55 laun hilang ya karena Allah tidak mau. 58:59 Jadi ketika orang itu 59:02 wabag faqallah 59:04 akhirah. 59:07 Jadi semuanya orientasinya harus kepada 59:09 akhirat. Wala tansa nasibaka minad 59:11 dunya. Jadi ketika orang mencari dunia 59:13 itu akhirat, tujuan akhirat itu harus 59:17 ditaruh di depan. Jangan taruh di 59:19 belakang. 59:22 H 59:24 dan pada saat bagaimana orientasi kepada 59:28 negeri akhirat, jangan lupa bahwa dunia 59:31 itu ee mencari akhirat itu dunia. Dan 59:34 pada saat mencari dunia itu harus 59:37 bagaimana sikap ihsan itu 59:41 untuk menjaga kestabilan iman itu. Tapi 59:45 ketika sudah dirubah ya kan. [berdehem] 59:49 Nah akhirnya dunia yang pertama akhirat 59:52 belakang. Ah itu namanya hilang. 59:55 Kita masih ingat bagaimana itu ketika 59:58 peristiwa 1:00:00 ee perang Uhud. H 1:00:02 h. 1:00:04 Jadi para sahabat bersama para nabi ya 1:00:08 kan semangatnya tinggi bahwa berjuang 1:00:13 untuk agama Allah sudah terjadilah 1:00:16 berkecamuk satu pertempuran. 1:00:20 Ketika dibukut Uhud semua pada 1:00:22 bergelimpangan di bawah maka akan 1:00:25 terjadi berserakan 1:00:27 harta benda. 1:00:28 Iya. Tertarik akhirnya. Nah, tertariklah 1:00:31 orang sniper-sniper yang dari puncak 1:00:35 Uhud itu turun. 1:00:36 Uhud. He. 1:00:37 Nah, rupanya sudah berubah orientasi. H 1:00:41 ya. Karena ini berubah orientasi maka 1:00:45 kemenangan dicabut sama Allah. Diberikan 1:00:47 satu ketakutan. 1:00:49 Iya. 1:00:50 Tapi subhanallah masih diselamatkan oleh 1:00:52 Allah Subhanahu wa taala. itu 1:00:54 menunjukkan bahwa ayat-ayat kauniah yang 1:00:56 semacam itu enggak bisa yang namanya ee 1:01:00 orientasi ke negeri akhirat yaitu Allah 1:01:03 dan hari akhir itu enggak bisa dinomor 1:01:06 duakan. 1:01:07 Iya. 1:01:07 Nanti pertolongan Allah akan dicabut. 1:01:10 Itulah yang namanya keimanan itu. 1:01:15 Keimanan itu akan selalu ditaruh 1:01:17 [mendengus] di depan pertama dan utama. 1:01:21 baru kemudian yang lain. 1:01:23 I barangkali itu. Wallahuam. 1:01:27 Baik, selanjutnya pertanyaan dari 1:01:29 [berdehem] 1:01:30 ini hamba Allah, Pak Ustaz tidak 1:01:32 menyatakan nama. Asalamualaikum 1:01:33 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:01:34 Waalaikumsalam war 1:01:35 di saat kita memandang langit atau 1:01:38 melihat segala sesuatu yang membuat kita 1:01:40 takjub, lalu kita langsung ingat Allah 1:01:43 dan mengucapkan ee subhanallah, indah, 1:01:47 masyaallah dan sebagainya. yang seperti 1:01:49 itu kok apakah juga bisa dibilang dari 1:01:52 bagian dari keimanan keimanan Pak Ustaz. 1:01:54 Dan di saat seperti ini apa yang lebih 1:01:57 bagus kita lakukan untuk bisa 1:01:59 meningkatkan 1:02:01 keimanan kita, Pak Ustaz kepada Allah 1:02:02 Subhanahu wa taala? 1:02:04 Ya. 1:02:06 Jadi ee iqra bismi rabbikalladzi khalaq. 1:02:10 Bacalah dengan nama Tuhan. Tapi jadi 1:02:14 yang dari hamba Allah itu ee itulah 1:02:17 sebenarnya yang dimaksudkan dengan nanti 1:02:20 bisa dilihat di surah ee Ali Imran 1:02:24 H 1:02:25 ayat 190 1:02:30 dan 191 1:02:33 ya. 1:02:36 Hmm. 1:02:38 Ya, mari kita ee lihat di situ ya di 1:02:41 surah 3 ya, surat Al Imran ayat 190 dan 1:02:44 191 bunyinya begini. 1:02:45 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:02:47 [mendengus] 1:02:48 Inna fi khalqis samawati wal ardhi 1:02:50 wattilafil laili wahar laatilulil albab. 1:02:57 Sungguhnya dalam penciptaan langit ya 1:03:00 dan bumi ya dan pergantian malam dan 1:03:05 siang itulah ayat. 1:03:09 Jadi ayat-ayat kauniah itulah yang 1:03:11 sesungguhnya ayat kata Allah di sini ada 1:03:14 ada Allah la ayati benar sungguh-sungguh 1:03:17 pakai pakai lam taukid ya [mendengus] 1:03:20 itulah yang sesungguhnya ayat 1:03:23 liulil al bagi siapa? bagi ulbab. 1:03:28 Hata 1:03:32 bagi orang yang berakal. 1:03:33 Iya. 1:03:36 Siapakah ulul albab itu? Alladina 1:03:39 yukurunallahqiama 1:03:41 waqu wa junubihimakaruna 1:03:43 fi khqamawati wal ardbana ma khalaqta h 1:03:47 baila subhanaka faqinaabanar. 1:03:52 Jadi ulah itu orang yang ahli zikir. 1:03:54 Ahli zikir 1:03:55 dalam keadaan berdiri, duduk, dan 1:03:56 berbaring. 1:03:59 Baru dia merenungkan tentang ciptakan 1:04:02 Allah. 1:04:03 H 1:04:04 h baru dia akan 1:04:07 merenung tentang musibah yang ee sedang 1:04:10 menimpa dirinya. 1:04:13 Jadi bukan hanya fenomena bukan hanya 1:04:15 fenomena alam saja, 1:04:17 tapi fenomena musibah yang menimpa diri 1:04:20 kita. Maka ee ulul albab itu begitu cara 1:04:25 menyikapinya. 1:04:29 Jadi di situ ulbab itu ee ahli zikir dan 1:04:33 ahli fikir bahwa segala sesuatunya itu 1:04:37 diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala 1:04:39 ke muka bumi ini. 1:04:41 Jadi iqra bismi rabbikalladzi khalaq. 1:04:45 Kemudian apa hasil dari tafakur atau 1:04:48 renungan ulbab itu? Dia akan mempunyai 1:04:51 tiga 1:04:53 tiga jawaban. 1:04:54 Hm. 1:04:57 Apa jawaban pertama? Rbana ma khalaqta 1:04:59 hadza batila. 1:05:02 Tidak ada yang sia-sia apa yang 1:05:04 diciptakan oleh Allah. 1:05:08 Langit, bumi, dan seluruh isinya. 1:05:11 Hatta itu musibah sekalipun yang menimpa 1:05:14 diri kita, tidak ada yang sia-sia. 1:05:17 Rabbana ma khalaq. Begitulah ulul abbab 1:05:20 itu mensikapi 1:05:22 fenomena alam, mensikapi fenomena diri 1:05:25 kita 1:05:26 selalu positif ya. 1:05:27 Iya. 1:05:29 Dan itulah yang namanya keimanan. 1:05:31 Hm. 1:05:32 Itu 1:05:35 kemudian yang kedua, subhanakah maha 1:05:38 suci Engkau ya Allah. 1:05:41 H. 1:05:43 Jadi Allah menurunkan 1:05:45 ee fenomena alam, menurunkan musibah ya. 1:05:50 Semua itu adalah tidak ada yang sia-sia. 1:05:57 Tidak sia-sianya apa? Ketika menurunkan 1:05:59 penyakit tidak ada yang sia-sia. Kenapa 1:06:02 kok tidak ada yang sia-sia? Orang sakit 1:06:04 kok tidak ada yang sia-sia? Ya, karena 1:06:06 Allah di situ akan mau mengampuni orang 1:06:09 yang sedang sakit tadi. Allah akan 1:06:12 menaikkan derajatnya. Dengan cara 1:06:14 seperti itulah Allah itu akan 1:06:17 ee menaikkan derajat hambanya. Oleh 1:06:21 karena itu, rabbana ma khalaqta hadza 1:06:23 baila. Jadi, artinya apa? Ulul albab itu 1:06:27 akan selalu husnudan kepada Allah 1:06:30 subhanahu wa taala. 1:06:33 Subhanaka. Maha suci Allah. Artinya 1:06:36 ketika Allah memberikan musibah berupa 1:06:38 penyakit atau apapun ketidaknyamanan 1:06:41 bagi kita, maka itu sebenarnya 1:06:44 diturunkan oleh Allah yang maha suci. 1:06:46 Bukan Allah raja tega, bukan Allah yang 1:06:49 jahat. 1:06:51 Subhanaka maha suci Engkau ya Allah. 1:06:53 Karena kesucian Allah ingin mensucikan 1:06:55 hamba-Nya, 1:06:58 ingin mengampuni dosanya, 1:07:01 ingin menaikkan derajatnya. 1:07:04 Subhanaka maha suci kau ya Allah karena 1:07:07 kesucian Allah 1:07:12 faqin adabanar. Kemudian apa? 1:07:16 Dan yang ketiga adalah 1:07:18 memohon supaya Allah selamatkan 1:07:22 dari siksa api neraka. 1:07:27 Jadi itulah sikap ulul albab tadi. Hah 1:07:32 ee yang kedua itu adalah milik Allah dan 1:07:36 yang ketiga itu kebutuhan 1:07:40 dari seorang ulul albab memohon kepada 1:07:42 [mendengus] Allah supaya Allah 1:07:44 menyelamatkan dari siksa neraka. H. 1:07:47 [berdehem] 1:07:48 Yang kedua itu merupakan pujian yang 1:07:50 pertama. Rabbana ma akqta hadza batila 1:07:53 itu untuk Allah. Subhanaka itu untuk 1:07:55 Allah faqina benar. Maka untuk ulul 1:07:59 albab memohon kepada Allah supaya Allah 1:08:02 selamatkan dari siksa neraka. Itulah 1:08:05 sesungguhnya sikap ulul albab itu. Dan 1:08:08 itulah sikap yang benar. Itulah sikap 1:08:10 orang yang beriman. Itulah sikap orang 1:08:12 yang berakal. 1:08:14 Jadi orang yang berakal itu bahasa 1:08:17 lainnya ulul albab. Ulul albab italah 1:08:20 orang yang berakal. 1:08:22 Dan itulah sikap yang benar menurut 1:08:25 Al-Qur'anul Karim. 1:08:30 Iqra bismi rabbikalladzi harak. Jadi 1:08:33 membaca semua ciptaan Allah, 1:08:37 alam, 1:08:38 fenomena diri itu semuanya dibaca iqra 1:08:42 bismi rabbikalladzi khalaq. Dan Allah 1:08:45 yang menciptakan itu. 1:08:48 Dan Allah itu bukan raja tega. Allah itu 1:08:50 maha suci. Maha bijaksana, maha kasih 1:08:53 sayang kepada hambanya. Sehingga ulul 1:08:56 albab itu atau orang-orang yang berakal 1:08:59 itu tidak pernah berburuk sangka kepada 1:09:02 Allah Subhanahu wa taala, tapi memuji 1:09:04 Allah. Bahkan seorang ulul abab itu 1:09:07 adalah ee 1:09:09 ee berharap kepada Allah, berharap besar 1:09:13 supaya selamat dari siksa neraka 1:09:17 jahanam. 1:09:18 Barangkali itu. Wallahuam. 1:09:19 Baik. Subhanallah. semua kita semua jadi 1:09:22 seorang ulbab, Ustaz. Ya. 1:09:23 Selalu melihat positif apapun yang Allah 1:09:25 berikan 1:09:26 dan akhirnya ketenangan kita rasakan 1:09:28 terus dalam hati kita, Pak Ustaz. Ya. 1:09:29 Iya. Betul. 1:09:30 Subhanallah. Selanjutnya pertanyaan dari 1:09:31 Ibu Tini yang sudah bergabung di 1:09:34 WhatsApp Rasil. Asalamualaikum 1:09:35 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:09:36 Waalaikumsalam warahmatullah. [berdehem] 1:09:38 Ee tadi dikatakan bahwa untuk bisa 1:09:42 beriman seseorang harus mempunyai ilmu 1:09:44 terlebih dahulu. Tapi pada kenyataannya 1:09:47 di masa sekarang ini banyak orang-orang 1:09:49 yang sudah memiliki ilmu agama tetapi 1:09:52 imannya mudah sekali goyah, Pak Ustaz. 1:09:54 Bagaimana dengan hal demikian, Pak 1:09:56 Ustaz? 1:09:58 Iya. 1:10:00 Ee 1:10:07 mari kita lihat di ee 1:10:11 surah Al-Baqarah ya. 1:10:14 Surah Albaqarah pada ayat yang ke-16. 1:10:21 Jadi Allah menyatakan ulaikalladina 1:10:25 bil hudahataratuhum 1:10:29 wu muhtadin. 1:10:33 [mendengus] 1:10:35 Jadi ee Ibu Tini ee 1:10:41 begini 1:10:43 ee karena semuanya itu manusia itu akan 1:10:46 diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. 1:10:49 sudah ee dari awal bertekun-tekun 1:10:53 bagaimana 1:10:55 menuntut ilmu Al-Qur'an dan sunah Rasul 1:10:58 gitu ya. 1:11:00 Hm. 1:11:03 Kemudian apa? Eh 1:11:07 ya seperti tadi kalau ayat-ayat 1:11:10 kauniahnya tadi bagaimana peristiwa 1:11:14 perang Uhud yaitu 1:11:17 goyang. 1:11:18 Jadi berala artinya apa? Berubah pikiran 1:11:22 pikirannya kepada dunia gitu. 1:11:25 Hmm. 1:11:27 Dan ini juga ee apa namanya di di oleh 1:11:30 Allah Subhanahu wa taala. Ee mari kita 1:11:33 lihat di dalam ee surah Al-A'raf ya, 1:11:36 surah 7 ayat 176 1:11:39 itu. 1:11:54 Mari kita lihat. 1:11:57 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:11:59 Walau sy'na larof'nahu biha. 1:12:16 alaiikaulinazabuilahumqarun 1:12:31 Dan sekiranya 1:12:34 kami menghendaki, niscaya kami tinggikan 1:12:37 derajatnya dengan ayat-ayat itu. 1:12:42 Jadi bersama Al-Qur'an [berdehem] 1:12:45 Allah akan menaikkan derajat. 1:12:48 Menikatkan derajat. 1:12:50 Hm. Ah, bisa jadi awalnya iya. 1:12:52 He 1:12:53 ya. bersama Al-Qur'an dan sunah Rasul 1:12:55 dinaikkan derajatnya sama Allah gitu. 1:13:00 Akan tetapi dia lebih cenderung kepada 1:13:02 dunia dan mengikuti hawa nafsu. 1:13:04 Hm. 1:13:06 Ah ini persoalannya. 1:13:10 Jadi seperti apa yang dijelaskan di di 1:13:12 Albaqarah tadi, Ulaikalladinaal 1:13:15 bil huda. 1:13:17 [mendengus] Begitu 1:13:20 Allah menyatakan, "Maka perumpamaannya 1:13:24 seperti anjing. 1:13:28 Anjing lidahnya menjulur. 1:13:32 Anjing itu kalau kasih minum 1:13:34 tetap menjulur. 1:13:35 Tetap saja menjulur. Enggak dikasih 1:13:37 minum ya tetap saja menjulur. Jadi haus 1:13:39 terus gitu. 1:13:40 Iya. Enggak pernah puas-puas gitu. 1:13:41 Nah, enggak pernah puas-puasnya. 1:13:43 Begitulah orang yang yang berubah 1:13:46 orientasi tadi. 1:13:47 He. 1:13:49 Karena berorientasi ee lebih 1:13:51 berorientasi kepada dunia dan hawa 1:13:53 nafsu. 1:13:56 Walaupun orang itu 1:13:59 yang keluar dari ucapannya itu ayat ayat 1:14:01 ayat gitu kan. 1:14:03 Ilmu agamanya kuatlah banyak gitu ya. 1:14:05 Nah, karena memang awalnya memang 1:14:07 belajar itu. 1:14:08 He, 1:14:09 tapi sesungguhnya dalam kalbunya sudah 1:14:11 tidak ada. Sehingga Allah menyatakan 1:14:14 ulaikalladzinastarudal 1:14:15 bil huda. 1:14:20 Mereka membeli dolalah dengan petunjuk 1:14:25 hingga 1:14:28 apa ya? Tinggal di lisan saja ya. Karena 1:14:31 kata Nabi, Nabi menyatakan al ililmu 1:14:34 ilman. Ilmu itu ada dua. 1:14:38 Nabi menyatakan ilmu itu ada dua. 1:14:40 Iya. 1:14:41 Yang pertama apa? Ilmun filqb falikal 1:14:44 ilmun nafi. Itulah ilmu yang ilmu yang 1:14:46 ada di dalam kalbu itulah ilmu yang 1:14:48 bermanfaat. 1:14:50 Ilmu yang ada di dalam kalbu apa? Ya 1:14:51 tadi yang kita ceritakan masalah 1:14:53 keimanan itu. 1:14:54 He. 1:14:55 Hati. Hati yang merasakan itu. 1:14:57 Iya. Hati yang merasakan, kalbu yang 1:14:59 merasakan, jantung yang merasakan. 1:15:03 Kemudian yang kedua kata wa ilmun alal 1:15:06 lisan. Dan ilmu yang ada di lisan ini 1:15:08 kalau ilmu yang ada lisan itu pintar 1:15:10 ngomongnya. 1:15:11 Heeh. 1:15:13 Tapi sesungguhnya apa yang diomongkan di 1:15:15 dalam lisannya itu tidak ada di dalam 1:15:18 kalbunya. 1:15:20 Padahal Allah menyatakan ma kadabal fuad 1:15:22 maroa tidak pernah bohong apa yang 1:15:25 diucap yang dilihat oleh fuad tadi. Fuad 1:15:28 itu adanya di dalam kalbu. Itulah tempat 1:15:30 keimanan itulah tempat akal 1:15:34 gitu. 1:15:39 Sehingga ee kemudian Allah menyatakan 1:15:43 setelah memberikan perumpamaan anjing 1:15:47 yang lidahnya menjulur tadi karena tidak 1:15:51 pernah puas hidupnya. Ya. Ya. 1:15:54 Nauzubillah. Ee 1:15:56 nauzubillah. yang tadinya derajatnya 1:15:59 sudah naik turun menjadi 1:16:02 ee sekelas anjing. 1:16:06 Bahkan Allah menyatakan balhum adal 1:16:08 bahkan lebih sesat dari binatang itu. 1:16:11 Nauzubillah minzalik. 1:16:14 Hm. 1:16:17 Kemudian 1:16:19 ee 1:16:21 demikianlah orang yang mendustakan 1:16:23 ayat-ayat Kami kata Allah. H 1:16:29 coba ceritakan itu kepada mereka supaya 1:16:32 mereka berpikir gitu. 1:16:35 Nah, maka di situlah sesungguhnya iman 1:16:38 itu. 1:16:40 Iman tidak bisa dibohongin 1:16:43 gitu ya. 1:16:45 Ya kan yang jadi pembohong ini mulut ya 1:16:48 kan 1:16:48 lisan gitu ya. 1:16:49 Kalau kalbu enggak ada. H. 1:16:50 Nah, mulut [berdehem] ini 1:16:53 e kebohongannya dari ubun-ubun. Nasiatin 1:16:56 kadibatin khatiah. Nasi ubun-ubun. 1:17:01 Hm. Kadibah ya, pembohong khatiah enggak 1:17:06 pernah benar gitu. 1:17:08 Dan itu dasarnya adalah hawa nafsu. 1:17:11 Jadi hawa nafsu bertenggeng di 1:17:14 kepalanya, pikirnya, pola pikirnya 1:17:17 itulah yang akhirnya menghalalkan segala 1:17:21 cara. 1:17:24 Tapi coba tanyakan ke dalam kalbunya. 1:17:27 Sementara kalbu fuad itu ma kadabal fuad 1:17:30 tidak pernah bohong, tidak pernah dusta. 1:17:32 Tanyakan ke dalam kalbunya. Orang sering 1:17:35 menyatakan ee hati kecil tidak bisa 1:17:38 dibohong. 1:17:40 Sebetulnya kalau bahasa Al-Qur'an itulah 1:17:42 fuad itu ya. 1:17:44 Itulah tempat akal. 1:17:47 Itulah yang membedakan antara yang hak 1:17:49 dengan yang bohong. Tidak pernah tidak 1:17:51 pernah bohong itu. Jadi Allah sudah 1:17:54 meletakkan alat itu fasilitas luar 1:17:58 biasa. Tetapi manusia sendiri yang 1:18:00 membohongi Fuad tadi. 1:18:04 Hm. 1:18:05 Sehingga dengan demikian bahwa 1:18:09 ee apa namanya? 1:18:12 Dengan mempelajari keimanan yang 1:18:15 bersumber dari Al-Qur'an ini kita jadi 1:18:19 jelas, lugas, tegas gitu dan tidak bisa 1:18:23 dibohongin. 1:18:26 Ini Al-Qur'an itu 1:18:28 sesuatu yang luar biasa. 1:18:31 Luar biasa. 1:18:32 sehingga jangan ee ya artinya yang 1:18:35 menjadi pegangan kita bukan orang, 1:18:41 bukan profesor, bukan doktor, bukan 1:18:43 kiai, ya bukan siapapun orangnya, tapi 1:18:48 yang menjadi tolak ukur kehidupan adalah 1:18:51 Al-Qur'an dan sunah Rasulullah 1:18:54 sallallahu alaihi wasallam. 1:18:55 Itulah pegangan kita. 1:18:58 Karena kalau sudah menjadi manusia yang 1:19:01 menjadi pegangan ya 1:19:05 yang dilihatkan casing-nya. 1:19:06 Hm. 1:19:07 Wah, itu kan 1:19:10 profesor doktor enggak mungkin salah. 1:19:13 Padahal gak begitu gitu. Antara ucapan 1:19:17 dan tingkah lakunya sudah berseberangan, 1:19:19 bertolak belaka. [mendengus] 1:19:23 Yang tidak pernah bohong adalah 1:19:24 Al-Qur'anul Karim dan sunah Rasul. Itu 1:19:27 yang jadi pegangan kita. 1:19:30 Dan kita juga yang sudah difasilitasi 1:19:33 oleh Allah Subhanahu wa taala bagaimana 1:19:35 jiwa dan rufuat ya fisik yang bisa 1:19:39 merasakan itu semua. Mari kita kenali 1:19:45 perasaan-perasaan keimanan yang sudah 1:19:48 dicantumkan di dalam Al-Qur'an itu kita 1:19:50 rasakan, kita nikmati, kita minta kepada 1:19:53 Allah itu. 1:19:55 Hm. 1:19:57 Sehingga dengan demikian bahwa iman itu 1:20:00 adalah merupakan cahaya kehidupan. 1:20:05 Jadi kalaupun kita mau berjalan di 1:20:07 tengah hutan yang gelap sekalipun karena 1:20:10 kita punya cahaya 1:20:12 ya tidak akan kesasar. 1:20:15 Tenang. 1:20:16 Iya. Segelapun karena Allah masukkan 1:20:20 cahaya ke dalam kalbu kita berupa 1:20:22 keimanan kita, maka Allah akan menolong 1:20:26 kita. Barangkali itu. Wallahuam. 1:20:29 Subhanallah, Pak Ustaz, pencerahan di 1:20:31 malam hari ini. Tapi kita dias waktu, 1:20:33 Pak Ustaz nih sebelum pamit mungkin 1:20:34 disifulkan pembahasan di belum hari ini. 1:20:36 Iya. Baik [berdehem] 1:20:40 para 1:20:42 pendengar radio serta TV Rasil yang 1:20:46 dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa 1:20:47 taala. 1:20:49 Eh, 1:20:53 kami sengaja 1:20:55 untuk mencari tahu 1:20:58 apa sesungguhnya keimanan itu. 1:21:02 Mudah-mudahan dengan definisi keimanan 1:21:04 yang tercantum di dalam Al-Qur'an ini 1:21:08 bisa akan memberikan pencerahan kepada 1:21:10 kita 1:21:12 sehingga kita bisa merasakan, menikmati, 1:21:15 sekaligus bisa membedakan mana keimanan, 1:21:20 mana ee kekufuran, kemaksiatan 1:21:24 akan menjadi jelas bedanya. Tidak ada 1:21:27 yang remang-remang. 1:21:29 Karena di sini ee [berdehem] 1:21:32 Al-Qur'an sebagai rujukan kehidupan 1:21:36 kita. 1:21:37 Barangkali itu yang bisa kami sampaikan. 1:21:41 Kurang lebihnya mohon dimaafkan. 1:21:43 Kesalahan 1:21:45 adalah dari kami ya hamba yang diif, 1:21:49 hamba yang lemah. [berdehem] 1:21:51 Dan kalaupun benar itu sesungguhnya 1:21:53 adalah kebenaran Allah Subhanahu wa 1:21:56 taala yang sudah tertuang di dalam 1:21:59 Al-Qur'anul Karim. Subhanakallahumma 1:22:02 wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta 1:22:04 astagfiruka waubu ilik. Asalamualaikum 1:22:07 warahmatullahi wabarakatuh. 1:22:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:22:10 wabarakatuh. Demikian Iwan Nawat 1:22:11 kebersamaan kita di acara renungan QBU 1:22:13 bersama Ustaz Rahmatullah dengan tema 1:22:16 apa itu iman telah Ustaz Rahmatullah 1:22:18 sampaikan di malam hari ini. Terima 1:22:20 kasih yang sudah bergabung. Mohon maaf 1:22:22 yang belum sempat terbacakan karena 1:22:23 waktu yang terbatas. Semoga apa yang 1:22:26 ustaz sampaikan dapat menambah ilmu 1:22:27 agama kita juga menambah iman dan takwa 1:22:29 kita kepada Allah subhanahu wa taala. 1:22:31 Saya yang bertugas Pak Harani Ondi dan 1:22:33 juga Yusuf Subang pamit. Billahi taufik 1:22:35 wal hidayah. Wasalamualaikum 1:22:36 warahmatullahi wabarakatuh.