Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brazil
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 30 Agustus 2024 atau 26 Safar
- 1446 Hijriah. Seperti beta biasa setiap
- Jumat kita ada acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an untuk edisi dialog dan
- tanya jawab. Silakan kirim pertanyaan
- Anda ke
- 0811999720. E Al 29 eh 20. Betul. Kalau
- untuk telepon 20 masih. Alhamdulillah
- Ustaz Husin sini sudah hadir. Ada Oni
- juga ada Arya yang sedang PKL dan tentu
- saja Ustaz Isa Alkaf. Baik kita mulai
- acara ini dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal mustaqimathalladina
- [Musik]
- alaiimadin.
- [Musik]
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang diberi
- jawaban oleh Ustaz Husin Alas atas
- pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Ustaz
- Isa Alkaf sudah ada pertanyaan masuk.
- Masyaallah. Bismillah. Ada. Ee silakan.
- Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz Husin. Ee ikhwan
- akhwat sekalian yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala, Om Krisna, Om Di
- Jasagi di meja operator. Kita akan buka
- dengan em pertanyaan yang belum sempat
- terjawab pada kesempatan sebelumnya dari
- Ikhwan Akhwat. Ee saya bacakan beberapa
- pertanyaan sudah kami jawab melalui
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an di
- pagi hari jam .00. Jadi ikatwat yang
- nantinya pertanyaan belum terjawab
- jangan khawatir nanti akan kami
- kumpulkan menjadi bank data dan akan
- dijawab di siaran-siaran sepping
- selanjutnya. Nah, hari ini kalau
- ikhwan-akhwat mau bertanya silakan kami
- ingatkan kirimkan pertanyaan Anda di
- 0811999720 atau bisa di
- 0218451512 langsung telepon ke situ atau
- langsung WhatsApp di
- 0811999720. Nah, pertanyaan pertama
- sebagai pertanyaan pembuka, Ustaz. Ada
- yang menanyakan bahwa ee apakah benar
- bahwa kita dilarang menggunjing
- pemerintah? Karena menurut salah seorang
- ulama Ibnu Utsaimin rahimahullah dalam
- syarah Riyad Ashihin halaman 105 juz 6
- dikatakan bahwa di saat kamu menggunjing
- pemerintah, menteri ataupun seorang
- raja, berarti sama saja kamu sedang
- membuat panas hati rakyat untuk melawan
- penguasanya. Sungguh ini merupakan bibit
- tersebarnya kekacauan dan pemecah belah
- antar manusia. Mungkin hari ini masih
- melawan dengan pedasnya ucapan, namun
- bisa jadi esok hari perlawanan itu akan
- berganti dengan senjata. Nah, apakah
- benar, Ustaz, ee pernyataan seperti itu?
- Ee sementara kita tidak menutup
- kemungkinan ada kemungkinan pemerintah
- berbuat zalim terhadap rakyatnya karena
- ingin mengambil keuntungan pribadi
- semata, Ustaz. Syukran mohon jawabannya.
- Jazakumullah khairan. Jaz
- auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali
- Muhammad.
- Assalamualaika ya Rasulullah.
- Asalamualaina wa ala ibadillah
- shihin. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil
- [Musik]
- adzim. Allahumma atina minika rahmah
- waimna min ladunka ilman nafi' wf'ana
- bimaamtana. Rbana zidna ilman walhikna
- bisolihin. Amma ba'du.
- Ikhwan akhwat pendengar pemirsa radio TV
- silaturahmi yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah wasyukrulillah pagi hari
- ini kita
- bersama-sama dapat
- melanjutkan dialog
- pagi ditemani oleh Ustaz Isa bin Ahmad
- Taufik, Ustaz Muhammad Krishna Algi
- Ondi dan seluruh
- ikhwan yang bekerja di
- studio dan seluruh para pendengar
- pencinta radio TV silaturahmi. Semoga
- Allah subhanahu wa
- taala menjadikan media kita ini media
- yang mengajak kita semua termasuk para
- narasumbernya bersama-sama menuju Allah.
- berpegang kepada talinya, berjalan di
- atas
- [Musik]
- jalannya, dapat menyatukan hati
- kita, sikap kita, langkah-langkah kita
- semuanya untuk kemaslahatan dan kebaikan
- yang kembali kepada kita bangsa, negara,
- dunia dan akhirat.
- Amin ya rabbal
- alamin. Pertanyaan
- pertama, apakah benar kita dilarang
- untuk menggunjing pemerintah?
- Karena ini dapat
- menyebabkan berkembangnya kebencian di
- antara masyarakat yang bisa mendorong
- mereka untuk melakukan tindakan-tindakan
- anarkis.
- Pertama-tama kita harus mengetahui
- [Musik]
- bahwasanya pemimpin yang
- diangkat untuk
- memimpin dan memerintah adalah
- orang-orang yang dipilih oleh rakyat.
- rakyat
- mempercayakan negara dan diri mereka
- kepada pemimpin yang mereka
- pilih, yang mereka berikan
- kepercayaan. Artinya mereka bukan lahir
- sebagai pemimpin, bukan juga ditunjuk
- oleh Allah sebagai pemimpin sebagaimana
- Allah menunjuk nabi dan rasulnya. Tetapi
- mereka orang-orang yang dipilih oleh
- rakyat. Apabila pemimpin yang dipilih
- oleh rakyat tidak menjalankan amanat
- rakyat dengan sendirinya rakyat berhak
- untuk mempertanyakan
- mereka. Pemerintah juga berhak untuk
- memberikan jawaban.
- Kalau terbukti ternyata pemerintah tidak
- menjalankan amanat rakyat yang
- dipercayakan kepada mereka, rakyat
- berhak sebagaimana mengangkat
- mereka juga berhak untuk meminta mereka
- turun. Karena para pemimpin ini bukan
- merupakan makhluk-makhluk suci ya yang
- diangkat untuk mewakili Allah subhanahu
- wa taala.
- Sebagaimana kita tahu kata demokrasi
- yang diambil dari kata Demos dan Kratus
- yang artinya ee kekuasaan berada di
- tangan
- rakyat. Nah,
- dengan sila-sila Pancasila yang menjadi
- dasar negara kita. Bahkan lebih tegas
- lagi kita tahu bahwa mereka menjadikan
- Pancasila sebagai ideologi negara. Oleh
- karena itu, BPIP artinya badan
- pembinaan ideologi Pancasila.
- Pancasila artinya sebuah
- ideologi. Walaupun kita tidak menerima
- hal ini, tapi kita menilai Pancasila ini
- merupakan nilai-nilai universal yang
- disepakati, yang dipetik ya dari
- tuntunan Allah Subhanahu wa taala dan
- tujuan dari penciptaan umat manusia di
- atas muka
- bumi. Kita tahu bahwa sila pertama
- adalah Ketuhanan yang maha esa. Maka
- dengan sendirinya pemerintah wajib
- betul-betul untuk menegakkan sila
- ini. Menegakkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
- Esa. Nah, dengan
- sendirinya kita kaum muslimin yang
- merupakan mayoritas di negeri kita ini
- yang berperan besar dalam mengangkat
- seorang pemimpin berhak dong untuk
- bertanya.
- Bagaimana kira-kira sikap pemimpin,
- begitu pula jajaran ya pembantu
- pemerintah yang diangkat dan ditunjuk?
- Kita pertanyakan bagaimana tanggung
- jawab mereka terhadap sila yang
- pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
- Maha esa.
- Kemudian kita tahu bahwa sila berikutnya
- adalah
- kemanusiaan yang adil dan berada.
- Jadi jangan hanya sekedar dijadikan
- sebagai slogan, dijadikan sebagai apa?
- Dasar negara tapi tidak diamalkan. Nah,
- kita bertanya, bagaimana seandainya
- pemerintah tidak menegakkan kemanusiaan
- yang adil dan beradab?
- Tapi pemerintah bekerja
- sama dengan para elit politik, begitu
- juga wakil-wakil rakyat
- yang mewakili rakyat tapi ternyata tidak
- menjalankan amanat rakyat. Kira-kira
- rakyat punya hak tidak sebagaimana
- mereka memilih? Mereka juga
- mempertanyakan. Kalau seandainya mereka
- tetap tidak menjalankan amanat rakyat,
- maka rakyat memiliki hak penuh untuk
- apa? meminta mereka turun digantikan
- dengan para pemimpin yang betul-betul
- menjaga amanat rakyat dan menegakkan
- sila-sila Pancasila dari mulai ke Tuhan
- Yang Maha Esa kemudian kemanusiaan yang
- adil dan
- beradab. Sedangkan yang ketiga,
- persatuan Indonesia. Ini persatuan
- Indonesia penting. Ini nikmat Allah yang
- Allah anugerahkan kepada kita. Indonesia
- negara yang begitu luas,
- kaya baik
- daratannya yang subur, begitu pula
- kekayaan laut yang tak terhingga karena
- Indonesia termasuk daerah maritim,
- negara yang memiliki pantai yang cukup
- panjang. Nah, kita bertanya kira-kira
- para pemimpin wajib tidak untuk menjaga
- persatuan Indonesia? Persatuan Indonesia
- tidak akan mungkin tegak. Tanpa adanya
- Ketuhan yang maha esa yang mengawasi
- kita, tanpa adanya kemanusiaan yang adil
- dan beradab, tanpa ada keadilan, tanpa
- ada adab, pasti akan terjadi apa? Akan
- terjadi apa? Kerusakan.
- kerusakan yang bisa menjaga keutuhan
- bangsa negara apabila
- keadilan ya dan kemanusiaan betul-betul
- ditegakkan dan hak-hak manusia
- dilindungi. Nah, kita bertanya apakah
- ini telah dijalankan oleh mereka-mereka
- yang diserahkan amanat oleh
- rakyat. Kemudian yang keempat,
- kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
- kebijaksanaan.
- dalam permusyawaratan wakil atau
- perwakilan. Nah, kita bertanya sila yang
- keempat ini yang menunjukkan bagaimana
- kerakyatan yang dipimpin oleh
- kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan
- perwakilan dalam hikmah permusyawaratan.
- Artinya ya para pemimpin ini harus
- memiliki betul-betul apa sifat ini
- memimpin dengan hikmat ya ya
- permusyawaratan
- ya yang melalui jalur perwakilan kita
- setuju ini merupakan hal yang perlu
- jangan setiap orang ya ee paling tidak
- tampil untuk menyampaikan aspirasi
- mereka tidak mungkin hal ini dapat
- berlaku. Oleh karena itu melalui
- perwakilan. Nah, seharusnya perwakilan
- ini ya yang ditunjuk dan dipilih oleh
- rakyat, mereka menjalankan amanat rakyat
- dengan sebaik-baiknya.
- Apabila mereka menjalankan amanat rakyat
- dengan
- sebaik-baiknya di mana mereka bukan
- menjalankan kepentingan mereka, obsesi
- mereka, menyalahgunakan amanat yang
- diberikan kepada mereka apabila
- betul-betul wakil rakyat
- menjalankan peran mereka dengan penuh
- hikmah ya dan cara musyawarah yang baik
- untuk kepentingan bangsa negara. Kalau
- mereka tidak melakukan hal ini, rakyat
- dengan sendirinya sebagaimana memilih
- mereka juga berhak untuk menurunkan
- mereka. Kalau mereka tidak menjalankan
- amanat, rakyat berhak. Karena kan
- kekuasaan di tangan
- rakyat. Betul gak? Betul. Kekuasaan di
- tangan rakyat. Rakyat punya hak dong
- untuk menuntut.
- Oleh karena
- itu, pertanyaan yang diajukan oleh
- rakyat atas sikap yang dilakukan oleh
- para pemimpin bukan merupakan dosa. Ini
- justru cara yang baik ya, yang santun
- dan merupakan cara yang
- aman. Bukan dengan melakukan tindakan
- anarkis secara brutal, tapi
- mempertanyakan kepada mereka. Kalau
- mereka tidak
- menjawab atau mereka katakan berbohong
- dan berkhianat, maka dengan sendirinya
- rakyat bisa menyatukan suara mereka
- semuanya. Sebagaimana dulu pada saat
- pemilihan umum. Ya, mereka memilih,
- mereka juga menuntut agar wakil-wakil
- rakyat yang tidak bertanggung jawab ini
- untuk diturunkan, digantikan dengan
- wakil-wakil rakyat yang baik. Tapi
- kenyataannya rakyat pada saat kampanye
- dan pemilihan mereka diikut sertakan,
- mereka mendengarkan janji-janji yang
- indah.
- Begitu wakil rakyat
- terpilih, kemudian para wakil rakyat
- juga menyeleksi calon-calon
- pemimpin,
- ternyata mereka tidak melakukan tugas
- mereka dengan benar.
- mereka
- berkolaborasi ya dengan kekuasaan yang
- diberikan kepada mereka untuk
- kepentingan dan keuntungan mereka
- pribadi atau untuk kepentingan elit-elit
- partai. Dan kita semua tahu
- bahwasanya hal ini merupakan hal yang
- tidak dibenarkan dalam Undang-Undang
- Dasar yang ditetapkan untuk negara kita.
- Kita enggak bicara mengenai Al-Qur'an
- dulu. Kita enggak bicara mengenai aturan
- Islam, tapi kita bicara mengenai
- Undang-Undang Dasar yang menjadi apa?
- Yang menjadi dasar negara kita ini
- ternyata tidak apa tidak
- dilaksanakan. Mereka selalu meminta
- pertanggungjawaban rakyat di saat rakyat
- melakukan pelanggaran ya dihukum dengan
- seberat-beratnya. Tapi di atas di saat
- melakukan pelanggaran
- perbuatan-perbuatan aniaya mereka tidak
- terkena sanksi hukum. Di mana keadilan?
- di mana sila-sila Pancasila yang selalu
- dijadikan sebagai dasar negara
- kita. Kemudian yang kelima, keadilan
- sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Bukan hanya satu kelompok, bukan untuk
- satu golongan, bukan hanya untuk elit
- politik atau mereka yang berkuasa, tapi
- keadilan sosial yang betul-betul
- dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia
- hingga mencerminkan kemerdekaan yang
- sejati.
- Tapi
- ternyata sila-sila
- ini hanya dibaca,
- dihafal, dan ditetapkan sebagai dasar
- negara kita, tapi tidak diamalkan.
- Oleh karena
- itu, kita sebagai rakyat Indonesia atau
- sebagai bahagian dari rakyat Indonesia
- dengan sendirinya sesuai dengan sila
- yang kelima tadi mempunyai hak untuk
- mempertanyakan perbuatan-perbuatan yang
- dilakukan oleh para pemimpin kita.
- Nah, kalau kita kembali kepada
- Al-Qur'an, Allah berfirman dalam suratun
- Nisa,
- innallahaurukumul amanati ahliha
- waakamtumasi bil
- inallahakum
- inallaha samian bir. Kita lihat
- bagaimana Allah mengatur kewajiban
- pemimpin kemudian mengatur setelah itu
- kewajiban rakyat.
- Sesungguhnya Allah memerintahkan
- kalian orang-orang yang diserahkan
- amanat dan tanggung jawab untuk
- menunaikan amanat ila ahliha kepada
- ahlinya.
- Jadi kepada kalian-kalian yang menerima
- amanat, Allah memerintahkan kalian. Ini
- perintah dari Allah Tuhan kita ini bukan
- datang dari manusia, bukan datang dari
- MPR, DPR, tapi langsung datang dari
- Allah agar kalian menyerahkan amanat
- kepada
- ahlinya. Ini merupakan perintah yang
- tegas dari Allah.
- Pertama-tama Allah perintahkan rakyat di
- saat mereka memilih wakil-wakil mereka,
- di saat mereka memilih pemimpin mereka
- harus pemimpin yang betul-betul apa?
- Yang bisa menjaga amanat. Mereka yang
- memilih suara mereka merupakan amanat
- kalau seorang memilih seorang pemimpin.
- Terbukti pemimpin tersebut ya tidak
- menegakkan keadilan dan berkhianat
- kepada Allah dan kepada bangsa maupun
- negara. Maka semua kerusakan yang
- dilakukan pemimpin tersebut ya dia
- memiliki andil. Dia berkontribusi dalam
- perbuatan yang tidak benar tersebut dan
- dia akan ditanya di hadapan Allah. Oleh
- karena itu, pada saat dia memberikan
- suaranya harus betul-betul atas dasar
- kebenaran dan ingin betul-betul memilih
- orang yang dapat menjaga amalan dengan
- sebaik-baiknya.
- Lalu Allah berbicara kepada para hakim
- dan pemimpin. Wa hakamtum
- bainanahumu bil. Kalau kalian menghukum
- memberikan keputusan di antara manusia,
- hendaklah kalian memutuskan atas dasar
- keadilan. Ini perintah dari Allah.
- Walaupun yang salah itu seorang muslim,
- bahkan berasal dari keluarga mulia yang
- benar nonmuslim, kita wajib tegakkan
- hukum dengan
- seadil-adilnya. Hukum ditegakkan dengan
- lurus bagaikan air walaupun dalamnya
- berbeda-beda tapi permukaannya sama.
- Oleh karena itu, air digunakan sebagai
- tolok ukur yang jujur. Waterp yang
- digunakan ya oleh para pekerja bangunan
- itu mereka gunakan dengan selang yang
- berisikan air untuk menentukan lurusnya
- bangunan. Kenapa? Karena air tidak akan
- bisa diajak kompromi dan berkhianat.
- Masyaallah.
- Saksikan kolam renang. Walaupun dalamnya
- ada yang 3 m, 5 m, permukaannya sama
- gak? Sama. Permukaannya? Sama.
- Kalau kita ingin tahu satu dak itu lurus
- apa tidak, coba lagi dengan air. Kita
- akan lihat nanti ada yang kedalamannya
- 10 cent, ada yang 5 cent, ada yang 2
- cent menunjukkan bahwa dark tersebut
- apa? Tidak
- rata. Sebagaimana kita diciptakan dari
- air, air juga dijadikan sebagai tolok
- ukur di
- sini. Jadi, kalau kalian memberikan
- keputusan, hendaklah kalian putuskan
- dengan penuh keadilan. Jangan kalian
- melakukan perbuatan khianat. Sampai
- Allah ingatkan,
- wajrimannakumanain
- aliluilqwa. Jangan kebencian kalian pada
- satu kaum mendorong kalian untuk berlaku
- tidak adil atau kebencian satu kaum pada
- kalian membuat kalian bersikap tidak
- adil. Tegakkan keadilan dan itu akan
- lebih mendekatkan kalian kepada
- ketakwaan.
- Satu hari seorang memberikan keputusan.
- Kebetulan keputusan tersebut merugikan
- saudaranya. Saudara, Saudara, si saudara
- mengatakan, "Kenapa kamu kok bersikap
- ini? Kamu tidak sama sekali peduli
- terhadap saudara dan keluarga." Dia
- mengatakan, "Allah memerintahkan saya
- untuk menegakkan
- keadilan. Walaupun kamu saudara saya,
- kamu salah, saya wajib katakan salah."
- itu merupakan perintah Allah Subhanahu
- wa
- taala.
- Innallahaim yaukum bih. Sesungguhnya
- Allah
- sebaik-baiknya yang memberikan nasihat,
- bimbingan bagi kalian. Karena hasilnya
- pasti akan membawa kehidupan yang penuh
- dengan kehangatan dan keharmonian.
- Karena kalau orang dihukum ya walaupun
- dia dia apa sebagai orang yang terkena
- hukuman kalau dia merasakan dia dihukum
- atas kesalahannya dengan penuh keadilan
- walaupun mulutnya menolak hatinya
- menerima hingga orang-orang yang kaya
- yang berkuasa mereka tidak memiliki
- harapan bahwa penegak hukum akan
- berpihak kepada mereka seperti saat
- ini. dan orang-orang miskin tidak
- berputus asa dari keadilan orang-orang
- yang menegakkan hukum. Ini yang harusnya
- terjadi di
- Indonesia. Karena kita semua merupakan
- satu bangsa, satu negara. Bahkan ayah
- ibu kita di atas pun sama. Tuhan kita
- sama. Kenapa kita justru menjerumuskan
- diri kita
- menuju kehidupan yang amat
- mengerikan kerusakan bagi bangsa negara
- kita. Belum lagi azab di hari kemudian
- nanti diterima bagi orang-orang yang
- berbuat
- kezaliman. Setelah Allah mengingatkan
- orang-orang yang diserahkan amanat untuk
- melaksanakan menunaikan amanat kepada
- ahlinya, Allah ingatkan berikutnya
- kewajiban rakyat. Ya ayyuhalladzina
- amanu. Wahai orang-orang yang beriman
- atullaha
- waasul wailum. Renungkan di sini. Wahai
- orang yang beriman ati Allah. Taatilah
- Allah. Kemudian Allah mengulangi kembali
- kata kerjanya, kata perintahnya
- diulangi. Wa atiur rasul dan taati
- rasul. Karena mentaati rasul kalau
- benar-benar dari rasul merupakan
- kewajiban.
- Wa waulil amri minkum. Tapi begitu
- sampai pada ulil amri, Allah tidak
- ulangi kata kerjanya. Karena ketaatan
- pada ulri tergantung ketaatan mereka
- pada Allah dan
- rasulnya. Karena dengan tegas la thaata
- limakluqin fi maksiatil khaliq. Tidak
- dibenarkan kita mentaati makhluk dalam
- kemaksiatan, pembangkangan terhadap sang
- pencipta.
- Jadi, wahai orang yang beriman, taatilah
- Allah dan taatilah
- arras waulil amri minkum dan para ulil
- amri yang memegang dan bertanggung jawab
- dalam mengurus urusan kalian dan mereka
- berasal dari kalangan kalian yang
- beriman minkum.
- Tapi kalau mereka tidak sama sekali apa?
- Melaksanakan amanat dan tidak mentaati
- Allah dan rasulnya dalam urusan kalian,
- maka rakyat tidak sama sekali diwajibkan
- untuk mentaati mereka. Malah rakyat
- diharuskan untuk melakukan amar makruf
- nahi mungkar mungkar. Baik dengan
- nasihat langsung atau dengan menggunakan
- cara berdemo bersama-sama seluruh rakyat
- keluar dengan cara yang betul-betul
- penuh adab dan tidak melakukan
- kerusakan. menunjukkan bahwa mereka
- protes terhadap tindakan kebijakan yang
- dilakukan oleh orang-orang yang mereka
- pilih. Waain tanaaz'tum fi kalau kalian
- berbeda pendapat
- berselisih baik antara rakyat atau
- antara rakyat dengan pemerintah maka
- kedua-duanya rakyat maupun pemerintah
- farudduhu ilallahi warasul kembalikan
- kepada Allah dalam kitabnya war rasul
- begitu pula kepada petunjuk rasulnya in
- kuntum tumminuna billahi wal yaumil
- akhir. Apabila kalian beriman kepada
- Allah dan hari akhirat. In kuntum
- tminuna billah wal yaumil akhirika
- khairun wa ahsanut. Itu akan membawa
- kebaikan yang lebih baik bagi kalian dan
- membawa akibat juga yang akan apa? Yang
- akan lebih aman, lebih baik bagi kalian.
- Oleh karena itu yang wajib tunduk kepada
- aturan Allah dan undang-undang bukan
- hanya rakyat, tapi para pemimpin di atas
- juga bertanggung jawab. Nah, ucapan
- Syekh Utsimin rahimahullah sebetulnya
- dalam hal ini tidak tepat.
- Mereka mewajibkan orang untuk taat
- kepada para pemimpin mereka secara
- membuta. Walaupun pemimpinnya merampas
- harta mereka, mencambuki punggung mereka
- dengan sebuah riwayat yang lemah.
- Walaupun terdapat dalam buku yang mereka
- anggap sahih, tapi riwayat ini merupakan
- riwayat yang lemah. Kalau seandainya
- rakyat dibiarkan melakukan kerusakan
- tanpa diperingatkan atau dihukum, pasti
- akan terjadi kerusakan. Begitu juga
- apabila pemimpin, wakil-wakil rakyat
- melakukan kerusakan pengkhianatan tanpa
- diingatkan dan tidak dihukum kalau
- mereka melakukan kesalahan, maka dengan
- sendirinya pasti negara akan mengalami
- kerusakan. Oleh karena itu, Allah
- wajibkan atas kita untuk beramar makruf
- dan bernahi mungkar.
- Ulama bisa memberikan nasihat kepada
- yang di atas, bukan datang justru apa?
- untuk memuji-muji mereka,
- menyanjung-nyanjung mereka dan
- mengharapkan pemberian dari mereka. Nah,
- kalau kita perhatikan pengkhianatan ini
- ternyata betul-betul telah meluas. Bukan
- hanya yang duduk di atas, yang di bawah
- pun kalau punya kesempatan mereka akan
- melakukan perbuatan khianat. Oleh karena
- itu, semenjak Indonesia
- merdeka ya dari penjajahan Belanda
- ternyata tanpa mereka sadari mereka
- melangkah dengan kaki mereka.
- menuju penjajahan gaya baru di mana ya
- rakyat dengan sila-sila yang begitu
- indah ternyata terpisah dari
- nilai-nilai yang dijadikan sebagai dasar
- negara kita. Jadi kita enggak bicara
- jauh-jauh bicara mengenai Pancasila dari
- mulai Ketuhan yang Maha Esanya,
- kemanusiaan yang adil dan beradabnya.
- Kalau kita perhatikan ini semua hanya
- merupakan
- slogan. Nah, kita tahu bahwa Syekh
- Utsaimin hidup di Saudi
- Arabia dan bagaimana kita lihat
- ulama-ulama mereka dulu ya begitu
- menentang ada orang-orang yang
- memberikan nasihat kepada para pemimpin.
- Nasihat hanya ke bawah tidak boleh ke
- atas. Padahal Nabi mengatakan addin
- nasihat qolu liman ya Rasulullah. Mereka
- bertanya untuk siapa ya Rasulullah?
- Lillah wasulihi.
- Lillah walasulasul. Jadi kata lillah
- walasul bukan memberikan nasihat untuk
- Allah. Apa yang kita lakukan semata-mata
- untuk Allah mengajak manusia kembali
- kepada Allah. Begitu juga kembali kepada
- rasulnya. Waliimmatil muslimina wa
- ammatihim. Dan nasihat juga berlaku ya
- untuk para pemimpin kaum muslimin dan
- rakyatnya. Semata-mata kita lakukan
- dengan mengharapkan rida Allah dan
- rasul-Nya.
- Jadi kita ingin betul-betul meluruskan
- kembali bahwa rakyat punya hak untuk
- meminta pertanggung jawaban para
- pemimpin
- mereka, para wakil rakyat mereka. Kalau
- wakil-wakil rakyat mereka tidak
- menjalankan tugas mereka, rakyat punya
- hak untuk meminta mereka turun
- sebagaimana mereka diangkat oleh
- rakyat. Tapi ternyata kita lihat di sini
- ya yang berlaku adalah standar ganda.
- rakyat berbuat salah ya. Atau katakan
- seorang mencuri seekor ayam dihukum
- dengan
- seberat-beratnya. Tapi para pejabat yang
- di atas melakukan tindakan korupsi yang
- merugikan rakyat, menyengsarakan rakyat
- justru mendapatkan
- perlindungan. Bersama-sama bersepakat
- melakukan tindakan yang
- sama agar apa? Agar hukum tidak
- berjalan. hukum menjadi tumpul di
- hadapan yang berkuasa, di hadapan
- mereka-mereka yang berada. Lalu kita
- bertanya, apakah Allah akan mendiamkan
- semua ini? Sama sekali tidak. La
- tahsabannalladzina kafaru mujizina fil
- ardhi wahumunar wesir. Jangan
- mereka-mereka yang ingkar beranggapan
- bahwa mereka berkuasa di atas muka bumi,
- berbuat semau mereka.
- Ketahuilah bahwasanya tempat kediaman
- mereka api neraka dan tempat kembali
- yang seburuk-buruknya. Nah, negeri kita
- kalau
- seandainya tidak menuju perbaikan baik
- dari atas maupun ke bawah, saya khawatir
- akan datang
- bencana yang akan menimpa mereka. Ini
- hadirin sekalian bukan merupakan
- ramalan, tapi ini merupakan sunnatullah.
- Walan tajida lisunnatillahi tablila
- walan tajida lisunnatillahi tahwila.
- Sunah Allah berlaku terhadap orang yang
- terdahulu, berlaku juga untuk umat saat
- ini. Maka saya sedih sekali kemarin
- ketika mendengar ee salah satu anak kita
- Muhammad
- Iqbal ya ee dia merupakan putra dari
- Bapak Murdiono bekas Menseknek. Walaupun
- pihak istri pertamanya tidak mengakui,
- mukanya juga mirip. mengalami
- penganiayaan dari aparat
- kepolisian. Saya bersedih karena aparat
- kepolisian kan merupakan aparat yang
- bertugas melindungi
- rakyat. Kenapa tega sekali mereka
- melakukan perbuatan seperti ini?
- Bukankah juga Bapak polisi punya anak,
- punya keluarga, sekarang berkuasa satu
- hari akan kehilangan kekuasaan tersebut.
- Apakah hati mereka tidak sakit, perih di
- saat salah satu anggota keluarga mereka
- dianiaya dan disakiti? Oleh karena itu,
- kita ingin TNI maupun aparat kepolisian
- bertugas untuk melindungi bangsa dan
- negara, bukan melindungi elit politik.
- Begitu juga kita ingin jaksa, KPK bukan
- bekerja untuk kepentingan-kepentingan
- penguasa, tapi mereka betul-betul
- bertugas menjaga amanat dengan
- sebaik-baiknya hingga negara betul-betul
- berdiri tegak di atas kebenaran dan
- keadilan. La tadlimun walamun. Kalian
- tidak diperkenankan berbuat zalim dan
- kalian pun tidak akan dizalimi.
- Wallahuam.
- Ustaz Hamzah mau menambahkan. Oke, Ustaz
- ada pertanyaan, Ustaz.
- Ee wah ada banyak sekali pertanyaan yang
- masuk. Kita bacakan satu persatu. Kita
- sapa dulu Mbak Sofyan, Ibu Titi Sadiati,
- eh Ibu Darma di Bekasi, ada Ipin
- Purwingsi, Wayan Rahibuddin, Afandi
- Marati, Abu Abdillah, Pak Udin, Umu,
- Ismah, AD, Tejo, Sokmono, Anisa Kubar,
- Rina Depok, Teni, Teti, Ibu Sri, dan
- masih banyak lagi. Kita bacakan satu
- persatu. pertama dari Ibu Darma.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Bagaimana jika ada
- seseorang yang ketika dulu mau masuk
- kerja ia harus mengeluarkan uang? Nah,
- jika sudah masuk ke dalam lingkungan
- pekerja, apakah pekerjaan tersebut apa
- yang harus dilakukan, Ustaz, untuk
- menebus dosanya? Syukran jazakumullah
- khair.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- budaya yang tidak baik
- atau perilaku dan akhlak yang tidak baik
- hendaknya ya harus jangan e harus kita
- hindari dan jangan
- dimasyarakatkan, jangan ditolerir agar
- supaya ini jadi bagian dari amar makruf
- dan nahi mungkar kita. Arti kalau kita
- mendiamkan suatu ee keburukan atau
- mentolerirnya kita anggap biasa,
- akhirnya ini menjadi sesuatu yang
- dianggap lumrah dan dianggap
- ini ada hal-hal yang bukan ee melanggar
- ketentuan Allah.
- Ya. Ya. Sebaiknya jangan dihindari,
- jangan di
- diikuti ee mencari pekerjaan seperti itu
- ya. Arti masuknya mesti mauembayar
- seperti itu. Tapi kalau memang
- sudah ya terlanjur kita sudah masuk,
- sudah melakukan, ya kita harus ya
- bertobat ya atas perbuatan tersebut ya.
- Dan ini kita ee jangan kemudian kita
- mencari lagi kita mau apa ee membenarkan
- perbuatan tersebut atau karena kita dulu
- masuknya ini pakai uang, kita harus cari
- ee bagaimana caranya harus ee kembali
- uang tersebut. Itu itu juga akan menjadi
- terus apa bergulir perbuatan buruk
- tersebut. Artinya kita bertobat atas
- perbuatan tersebut dan ee kita jangan ee
- mengulangi lagi buat kita, buat keluarga
- kita atau siapapun kita ingatkan ya dan
- juga kalau bisa ya dengan di lingkungan
- pekerja tersebut, di lingkungan instansi
- tersebut agar supaya jangan ada orang
- yang mau masuk kerja harus mengeluarkan
- uang seperti itu. Inilah sebenarnya
- kalau dia bisa ee di instansi tersebut
- berjalan dengan adilah ini kan
- memberikan kesempatan dan keadilan
- kepada semua yang bisa masuk hanya
- karena benar-benar dia seorang yang
- berkualitas seperti itu. Keadilan dan
- apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu
- wa taala itu sebenarnya akan
- memberikan kesetaraan, memberikan
- kesejahteraan, memberikan keamanan,
- memberikan kebaikan kepada semua orang.
- Inilah bentuk apa? Kenapa kita dilarang
- ya menyogok dan disogok seperti itu
- karena dampaknya akan buruk kepada
- masyarakat, kepada lingkungan dan juga
- kepada ee negara tentunya.
- Ya.
- Jadi kalau memang itu sudah tak pernah
- dilakukan, ya hendaklah bertobat dari
- perbuatan tersebut dan ee sebagai bukti
- dari tobat ya kita harus mengingatkan
- orang lain untuk tidak melakukan itu.
- Wallahuam. Masyaallah. Jazakumullah
- khair Ustaz. Dan sebenarnya merugikan
- perusahaan juga ya, Ustaz ya. Tapi
- sayangnya
- instansi instansi masyarakat
- kadang-kadang yang suka melakukan. Iya.
- Jadi mentolerir itu seolah-olah yang
- jadi biasa ini. Padahal akhirnya negara
- atau instansi tersebut akan mendapatkan
- orang-orang yang enggak qualified
- seperti itu. Innalillahi rajiun.
- Masyaallah. Jazakumullah khair. Ada
- hamba Allah mengirimkan donasinya.
- Terima kasih ee untuk gerakan dakwah
- radio terim. Jazakumullah khair. Semoga
- Allah balas dengan rezeki yang
- berkali-kali lipat. Bagi kawan-akot yang
- ingin memberikan donasi, silakan ke
- rekening Bank Syariah Indonesia di nomor
- rekening
- 722230033 atas nama Yayasan Wakaf Rumah
- Quran Silaturahim atau lebih singkatnya
- 7 duanya 4 *
- 333. Bank Syariah Indonesia Yayasan
- Wakaf Rumah Quran Silaturahim. Makasih
- semoga Allah balas di hari Jumat yang
- penuh berkah ini. Jazakumullah khairan.
- Ja ee dari Payuman. Asalamualaikum.
- tetap hadir. Nyimak dari Pak Yuman.
- Masyaallah dari Sofian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Ee
- saya pernah mendengar ceramah ee dari
- seseorang yang ternama. Intinya bagi
- kaum muslimin yang berselawat sampai
- ratusan miliar pun nanti di akhirat
- tidak akan ketemu dengan baginda Nabi
- apabila tidak memegang tangan atau
- dituntun dalam tanda kutib seorang
- Habib. Ustaz, apakah benar ada dalilnya
- pernyataan Habib tersebut? Bagaimana
- dengan saudara muslim kita di daerah
- yang tidak ada habibnya? Kasihan mereka,
- Ustaz. Enggak bisa ketemu Rasulullah
- dong. Terima kasih. Jazakumullah khair.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman
- yang tadi baru saja kita dengar
- sebetulnya merupakan kebohongan.
- kebohongan yang
- digembar-gemborkan oleh mereka-mereka
- orang-orang yang
- bodoh atau dapat dikatakan ucapan para
- sufahat. Orang-orang yang tidak berakal,
- orang-orang yang tidak sama sekali
- memahami betul-betul esensi dari agama
- Allah Subhanahu wa taala.
- Kita tahu kata habib itu merupakan kata
- yang
- baru. Tidak dikenal pada masa Nabi kita,
- tidak dikenal pada masa sahabat Nabi
- kita maupun para
- tabiin. Kata Habib ya sebetulnya
- diambil ee dari
- kata ee kata Habib ini sebetulnya
- merupakan potongan dari jumlah ya
- kalimat ya.
- Ya habibi. Ya habibi.
- Kemudian ya dibuang ya. Ya dibuang ya
- mutakalimnya juga dibuang. Disingkat
- menjadi habib. Terkadang menggunakan
- alif lam sebagai pengganti. Kata
- pengganti yang ada pada akhir kata
- tersebut. Jadi alhabib ya sebagai
- pengganti
- habibi. Jadi kata-kata biasa
- dipergunakan oleh orang-orang Arab untuk
- memanggil orang yang mereka
- cintai. Bahkan di perfilman juga kita
- saksikan bagaimana seorang memanggil
- kekasihnya ya habibi yang laki-laki
- memanggil kekasih wanitanya ya habibti.
- Itu merupakan sebuah kata yang umum dan
- syari.
- Adapun kata ini ditunjukkan untuk
- orang-orang yang berasal dari keturunan
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Sebetulnya ungkapan ini
- panggilan dari seorang ya kepada orang
- yang
- dicintai. Kebetulan pada masa dahulu
- kala para habaib ini banyak memberikan
- adil
- kontribusi dalam memperbaiki keadaan
- lingkungan ya dalam memberikan bimbingan
- dan petunjuk.
- mengajak mereka kembali kepada Allah,
- memperkenalkan kepada mereka pokok-pokok
- dari agama mereka disampaikan dengan
- penuh rahmat. Bahkan bukan hanya sekedar
- mengajarkan agama, juga memberikan
- solusi bagi problema yang mereka
- hadapi yang membantu yang miskin dari
- mereka, membantu yang lemah.
- Ya, ini merupakan peran yang mereka
- lakukan dahulu. Oleh karena itu,
- mereka-mereka yang merasakan betul-betul
- manfaat yang diberikan oleh guru-guru
- mereka ya yang berasal dari ketuan Rasul
- secara spontan dari hati mereka
- memanggil mereka dengan panggilan ya
- habib. Merupakan panggilan
- yang lahir secara spontan bukan
- dipaksakan. Bukan dipaksakan untuk
- memanggilnya ya Habib, tapi dari hati
- pencinta kepada orang yang dicintai.
- Yang dicintai ini betul-betul apa?
- Mereka menaburkan rahmat, menaburkan
- kebaikan, menjadi guru, menjadi bapak,
- menjadi pelindung, menjadi pembantu
- hingga mereka
- dicintai. Oleh karena itu ya seorang
- tidak
- layak untuk dipanggil Habib kecuali apa?
- Betul perbuatan dia itu apa?
- perbuatan-perbuatan yang penuh dengan
- manfaat dan kebaikan bagi orang di
- sekelilingnya. Kalau seandai ada seorang
- memanggil seorang yang bukan dari
- keturunan
- Rasul, tapi orang tersebut melakukan
- berbagai macam manfaat kebaikan kepada
- umat. Dia memanggilnya ya Habib atau ya
- Habib. Tidak ada satuun larangan dalam
- agama Allah Subhanahu wa taala. Tidak
- ada larangan dalam sunah Rasul. Karena
- kata ini sebetulnya kata yang tidak
- diperuntukkan hanya untuk keluarga Nabi.
- Oleh karena itu pada zaman Nabi ya pada
- zaman sahabat Nabi kita contohnya kita
- lihat keluarga Nabi kita seperti Amirul
- Mukminin Ali ibn Abi Thalib kemudian
- Sayidah Fatimah begitu juga Al-Han wal
- Husin. Mereka tidak memanggil Imam Ali
- dengan panggilan ya Habib
- Ali, tapi mereka memanggil ya Amirul
- Mukminin sewaktu dia menjabat sebagai
- khalifah atau dipanggil ya
- aba ya aba apa ya abal Hasan atau ya
- abal
- hasanah. Kita yakin bahwa Imam Ali jauh
- lebih mulia dibandingkan kita.
- Tapi mereka memanggilnya ya abal hasan
- ya abal hasanain. Ya, begitu juga ketika
- memanggil Asayidah
- Fatimah biasanya mereka memanggil ya
- bnata rasulillah wahai putri Rasulullah
- atau mereka memanggilnya ya ummah alhan
- ya ummal
- hasanain. Sedangkan Imam Hasan ya
- dipanggil juga dengan kuniahnya. Imam
- Husein juga dipanggil dengan apa? Dengan
- ya Aba Abdillah. Jadi kalau kita
- perhatikan panggilan Habib tidak dikenal
- pada masa itu. Dan pada masa itu kita
- lihat keturunan Nabi kita merupakan
- orang-orang yang terdepan dalam
- mencontoh kakek mereka. Oleh karena itu,
- Imam Ali ketika akan meninggal dunia
- disebabkan karena tusukan Abdurrahman
- bin Muljam, diberikan nasihat kepada
- Al-Han wal Husein. Orang yang menjadi
- kecintaan
- Rasul Allah.
- Allah, Allah, Allah. Jadi pesan
- wanti-wanti agar kalian betul-betul
- menjaga Allah lalu mengingatkan kepada
- mereka bahwa kakek kalian tidak
- meninggalkan peninggalan yang lebih
- berharga dari kitab Allah. Hendaklah
- kalian berpegang teguh kepadanya dan
- jangan biarkan orang lain mendahului
- kalian dalam mengamalkan Al-Qur'an.
- Nasihat-nasihat yang amat indah
- mengingatkan mereka untuk bertakwa
- kepada Allah. Menjadi contoh di
- tengah-tengah umat menegakkan keadilan.
- Begitu juga mereka memberikan wasiat
- pada anak-anak mereka sebelum mereka
- meninggal agar mereka berpegang kepada
- kitab Allah. Saya ingat ucapan al Imam
- Muhammad albaqi itu Muhammad bin Ali bin
- Husain bin Ali bin Abi Thalib. Dia
- mengingatkan kepada para pengikutnya
- sebelum
- bertobat agar mereka mendirikan salat,
- mengeluarkan zakat, membaca kitab Allah,
- kemudian juga berakhlak mulia.
- Lalu dia mengatakan, "Sesungguhnya
- syafaat Rasul dan syafaat kami tidak
- akan diterima oleh mereka yang
- meninggalkan salat."
- Sayafiin. Kemudian dia menegaskan bahwa
- kami mendapatkan kemuliaan ini
- disebabkan karena kami mengikuti
- petunjuk Allah dalam kitabnya. Kami juga
- memperlakukan orang di sekeliling kami
- dengan cara yang baik. Menjaga hubungan
- silaturahmi, membantu mereka yang
- membutuhkan. Artinya mereka mendapatkan
- kemuliaan itu bukan dengan isapan
- jempol, bukan dengan angan-angan. Hingga
- rakyat mencintai mereka, memanggil
- mereka dengan mulia, memang keluar dari
- hati yang
- tulus. Oleh karena itu, kita ingatkan
- kepada mereka-mereka yang mengaku
- sebagai keturunan rasul, yang
- mendapatkan sebetulnya penghargaan dan
- dipanggil sebagai habib. Contoh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- contoh Amirul Mukmin Ali ibn Abi Thalib,
- contoh al Imam Hasan dan Husein, contoh
- juga nenek kalian, Asayidah Fatimah
- alaihialatu
- wasalam. Kalian dihormati bukan karena
- nasab
- kalian. Manusia dihormati karena akhlak
- dan kepribadiannya. Walaupun nasabnya
- mulia, tapi kalau akhlaknya buruk akan
- membuat rasa hormat orang lain akan
- hilang padanya. Oleh karena itu,
- hendaklah kita ingin betul-betul para
- habaibnya menjadi orang yang terdepan
- dalam mengajak manusia kembali kepada
- Allah dan Rasul-Nya. Jangan menjadikan
- diri mereka sebagai dewa-dewa yang
- mengharap untuk
- disembah. Menyebarkan kebohongan,
- menyebarkan khurafat, menyebarkan
- fitnah. Ini bukan akhlak dari keluarga
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Dan saya ingat ucapan
- Imam Ali Zainul Abidin alaihialatu
- wasalam ya ketika dia diminta untuk
- tampil karena banyak orang mencarinya
- pada musim haji. Dia mengatakan akhya an
- akudasulillahi
- maamlah. Saya takut saya mengambil
- menerima ya disebabkan hubungan saya
- dengan rasul sebagai cucunya tapi saya
- tidak menjalankan kewajiban saya sebagai
- cucu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi pagi habib ini sebetulnya
- menanggung konsekuensi tanggung jawab
- yang tinggi. Pertama, dia harus
- melakukan perbuatan-perbuatan yang
- menumbuhkan cinta di hati umat dengan
- perlakuan yang baik, akhlak yang mulia,
- turun menyelesaikan persoalan mereka
- hingga menumbuhkan rasa cinta. Tapi
- kalau perbuatan mereka hina, rendah,
- bahkan mereka menjauhkan manusia dari
- Allah dan rasulnya, bagaimana mungkin
- mereka akan dicintai?
- Jadi kalau orang mengatakan walaupun
- seorang beramal beribadah tapi tidak
- memegang tangan habib dia tidak akan
- masuk surga, tidak akan selamat. Ini
- kebohongan dan angan-angan. Tilka
- amanukum qulatu burhanakum intuntum
- sodiqin. Ini merupakan angan-angan
- kalian, harapan kalian persis seperti
- orang-orang Yahudi.
- Persis seperti orang Yahudi. Mana bukti
- ucapan kalian? Oleh karena itu, jangan
- dengarkan hal-hal seperti ini. Dan kita
- berharap dari saudara-saudara
- kita, kita panggil mereka sebagai
- hal-hal kita. Karena kita di Indonesia
- tidak waktu orang tua kita datang ke
- Indonesia tidak membawa ibu, tapi
- menikah dengan wanita-wanita Indonesia
- hingga kita memanggil mereka sebagai
- paman-paman kita. Dalam bahasa Arab kata
- khal, akhwal adalah paman-paman kita.
- Kita berharap agar mereka tidak
- mencintai para habaib secara
- membuta, tapi mereka mengritisi,
- menegur, memperbaiki, meluruskan. Jangan
- biarkan mereka-mereka merusak
- meninggalkan ajaran Allah, meninggalkan
- ajaran Rasul, menyebarkan kebohongan.
- Kalian tetap dukung mereka. Maka kalian
- punya andil, kontribusi dalam mendukung
- kerusakan yang mereka lakukan. Tapi jadi
- pencinta yang baik. Berikan nasihat,
- berikan bimbingan, luruskan. Katakan apa
- kamu tidak malu? Kamu mengaku sebagai
- ketulan Rasulullah, perbuatan kamu jauh
- dari Rasulullah bahkan bertentangan.
- Begitu juga terhadap wanita-wanita dari
- keluarga Rasul. Kalau menjumpai mereka
- berpakaian tidak senonoh, hidup dengan
- cara hidup tidak seno, katakan, "Apa
- kamu tidak mau dengan nasabmu,
- hubunganmu dengan Rasulullah? Tapi kamu
- yang mempropadakan pakaian-pakaian setan
- yang menjadi musuh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Jadi kita ingin menjadi
- makhluk yang merdeka, bangsa yang
- merdeka. Islam mengajarkan kita untuk
- hidup menjadi orang yang merdeka. Tapi
- beradab.
- Menasihati bukan karena menyindir, tapi
- karena kecintaan kepada Rasul. Kalau
- mereka benar, dukung. Kalau mereka
- salah, ingatkan. Karena semua manusia di
- mata Allah Subhanahu wa taala tidak
- dilihat karena nasabnya, warna kulitnya,
- tapi dilihat karena ketakwaannya. Inna
- akakumallahiqallah. Berikutnya ini buat
- Ustaz Hamzah barangkali Ustaz dari Wayan
- Rahibudin.
- Rahibudin SAG. Ustaz bagaimana caranya
- tata caranya mengganti imam yang batal
- ustaz? Syukran. Jazakumullah.
- Ya, kalau imamnya batal ya. I imamnya
- sem ya dia harus menyingkir dari dari
- imam biar ee makmumlah yang e maklum
- makmum yang berada di belakang imamnya
- maju ke depan seperti itu ya. Oleh
- karena
- itu
- dianjurkan orang-orang yang berdiri di
- belakang imam itu juga adalah
- orang-orang yang
- yang artinya dia itu ee orang-orang yang
- bisa siap menggantikan imam seperti itu.
- Jadi orang yang dewasa, orang yang
- bacaannya bagus seperti itu dan mengerti
- ee tentang ee tata cara salat, syarat
- dan rukunnya salat seperti itu. Jadi
- ee si imam ee banyak juga saya harus
- perhatikan masjid itu di tempat imamnya
- mimbarnya itu tertutup sama sekali.
- Seharusnya di situ ada pintu keluar.
- Jadi kalau imamnya batal ketika dia
- batal dia bisa keluar dari pintu samping
- ya dia bisa wudu lagi. Nah ee makmum ya
- menggantikan imam.
- Kemudian si imam tadi kan bisa wudu lagi
- dan ikut di belakang nanti makmum
- seperti itu ya. Tapi kalau dia apa
- masjidnya atau musalanya tertutup
- mimbarnya itu jadi dia bingung enggak
- mas keluar tapi ya seperti itulah apa
- caranya langsung bisa digantikan oleh
- imam setiap supaya enggak rebutan yang
- gantiin gimana ya ustaz ya enggak iya
- yang dekat yang di belakang itu pas
- belakangnya yang di belakang harus pas
- di belakang oh masyaallah ini menarik
- sekali ya berkaitan dengan hal ini.
- sekali waktu imam Masjid Nabawi H
- ya itu ee Syekh Ali Abdurrahman Hudzaifi
- yang suaranya cukup indah ya. Iya.
- Ketika dia sedang salat mungkin pada
- rakaat kedua
- apa
- batal. Apa yang terjadi?
- Beliau ya beritahukan bahwa dia wat dia
- akan berwudu luhur-ngguh dia masuk ya
- berwudu dekat enggak jauh di sana balik
- lagi menjadi imam melanjutkan yang
- kurang
- ini kejadian ya sebagai satu contoh
- bagaimana seorang imam ya pada saat
- batal tersebut ya dia berwudu kemudian
- dia kembali
- melanjutkan imam jadi makmum menunggu
- bisa ustaz ya ini terjadi pada apa Syekh
- Ali Abrah kan sebagian pendapat kalau
- orang pada saat salat katakan batal pada
- satu rakaat tinggal disempurnakan yang
- satu lagi. Iya. Nah, kalau terjadi
- kejadian seperti pada masa katakan ee
- Sayidina Umar ketika dia ditusuk pada
- saat salat langsung apa? Dia menunjuk
- siapa yang menggantikan dia. Dia tarik
- yang di belakang untuk menjadi
- imam yustakmar. Tapi harus ada makmum
- yang wajib menolong itu. Iya. Pada saat
- itu dia paling tidak salat dilanjutkan
- digantikan. Nah, kalau seandainya
- kejadian tertentu ya daripada makmum di
- belakang ribut, si imam enggak bisa
- melanjutkan dia si imam menarik siapa
- kira-kira yang bisa ditunjuk untuk
- menjadi imam supaya jangan terjadi
- keributan.
- Paham gak? I jadi al imam yastmir minta
- seseorang untuk menggantikan dia. Maka
- yang harus di belakang imam itu orang
- yang bagaimana yang ngerti yang harus
- membaca Al-Qur'an yang baik. Nah,
- bagaimana kalau seandainya kejadian
- terjadi pada Rasulullah sama Abu Bakar?
- Iya.
- Rasulullah habis melaku perjalan
- kunjungan keluar terlambat datang.
- Akhirnya Abu Bakar menjadi imam karena
- Rasul terlambat. Begitu Rasulullah masuk
- salat, para sahabat mengingatkan bahwa
- Rasulullah datang. Abu Bakar langsung
- mundur ke belakang. Rasulullah kembali
- menjadi imam.
- Begitu selesai salat, Rasul, "Kenapa
- kamu tidak lanjutkan?" Dia mengatakan,
- "Maana libni Abi
- quhafah ala rasulillah sallallahu alaihi
- wasallam."
- Arti kalau kita lihat ini hal-hal yang
- menggambarkan keluasan
- apa? Tuntunan dalam fikih Islam yang
- tidak ruet, tidak
- bertele-tele. Tapi kita ini hanya
- gara-gara persoalan kecil dibuat susah.
- Betul gak?
- Kita enggak harus mengerjakan semua yang
- betul-betul pas dilakukan Rasul. Selagi
- ada tuntunannya, kita bisa melakukan.
- Oleh karena itu, kaidah atar la mana.
- Kalau Rasulullah enggak mengerjakan
- bukan berarti apa?
- Enggak masa semua harus dicontohkan.
- Cukup dengan contoh-contoh yang ada.
- Selagi ada tuntunannya kita boleh
- melakukan baca Yasin malam Jumat. Baca
- Qurannya boleh, baca Yasinnya boleh. Dia
- hanya punya surat Yasin. Heeh. Masa
- dihalangi baca Yasin? Kalau ngomongin
- orang ya menjatuhkan orang, meremehkan
- orang haram hukumnya. Jadi attarku la
- yil man selagi berada pada tuntunan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Oleh karena itu dalam sebuah hadis, man
- ah fi amrina maisa minhu
- siapa yang mengada-adakan sesuatu laisa
- minhu yang tidak punya dasar dan
- tuntunannya maka dia tertolak. Kalau ada
- tuntunannya contohnya saya mau salat
- malam kebetulan lagi hati gundah
- biasanya cuma sekitar 11 rakaat saya
- salat 100 rakaat. Apakah bidah? Tidak.
- Tapi kalau saya mengharuskan orang
- mengerjakan 100 rakaat itu bidah.
- Menetapkan syariat baru. Paham gak? Tapi
- kalau saya kerjakan dengan pilihan saya,
- siapa yang bisa mengatakan
- bidah? Jadi kenapa kita harus
- dipersempit? Nah, banyak ulama-ulama ini
- yang berasal dari Saudi Arabia tanpa
- mereka sadari dengan doktrin dari
- guru-guru mereka menimbulkan fitnah
- besar. Akhirnya agama seolah-olah hanya
- ritual. Agama itu hanya ritual. Dalam
- urusan ritual kita terikat dengan
- ketentuan. Tapi dalam urusan muamalah
- bebas. Oleh karena itu berkolaborasi
- dengan Zionis ya bekerja sama dengan
- mereka membantu mereka tidak membantu
- saudara mereka di Palestina dianggap ini
- bukan merupakan hal yang bidah. Bahaya
- gak bahaya? Bidah itu mencakup seluruh
- aspek kehidupan yang tidak sejalan
- dengan Quran dan tuntunan Rasul.
- Sedangkan sunah adalah mengembalikan
- seluruh aspek kehidupan kita sampai
- kehidupan rumah tangga kita. Tuntunannya
- ada. Betul enggak? Kembali kepada
- tuntunan Rasul. Jadi kalau seorang
- perempuan membuka auratnya bidah. Iya
- kan Rasulullah tidak pakai pakaian
- perempuan kan istrinya, anak-anak
- perempuannya. Bagaimana Rasulullah
- perintahkan mereka untuk menutupi aurat
- mereka? Jadi kata bidah kalau orang
- menjalankan perekonomian tidak sesuai
- dengan tuntunan Allah dan Rasulnya di
- samping bidah haram. Iya. Betul gak?
- Betul. Bukan hanya masalah salat,
- masalah ibadah. Kalau dia enggak bantu
- sudah di
- Palestina maka merupakan dosa besar dan
- perbuatan khianat. Jadi orang banyak
- mengaku ahlusunah, tapi kalau kita
- cocokkan enggak pas sama sekali. Mengaku
- sebagai pengikut keturunan Rasul. Kalau
- kita perhatikan enggak cocok antara
- perbuatan mereka dengan apa? Dengan
- tuntunan nabi kita maupun keluarga rasul
- di
- atas. Insyaallah barangkali salat Jumat
- ya. satu lagi satu satu lagi. Oke,
- pertanyaan dari Ibu Titi Sediati Sat
- Husein dan Ustaz Hamzah. Izin bertanya.
- Untuk wanita salat wajib sunah hanya di
- rumah saja kadang berjamaah di rumah
- bersama cucu perempuan. Bagaimana
- pahalanya, Ustaz?
- Iya. Ee memang sebaik-baiknya apa salat
- ee wanita adalah di rumahnya ya. ya.
- Kalau bisa ee berjamaah di rumah itu itu
- lebih baik ya. Ini juga bukan berarti
- enggak boleh ke masjid ya. Karena kita
- lihat dari apa sirah Nabi ya di masjid
- pun ya ee di sana ada tempat untuk ee
- wanita salat di sana di belakang
- difakang.
- ee dan bahkan diceritakan ada sampai ada
- seorang wanita saking pengin
- salatnya apa ee banyak artinya supaya
- kuat sampai taruh tambang gitu buat
- pegangan dia waktu dia berdiri salat
- saya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kemudian mengingatkan ya supaya
- jangan jangan memaksakan diri gitu
- artinya salatlah kalian ee se sekuat
- kalian ya. Jangan jangan melaksanakan
- diri. Tapi ee ya memang sebaik-baiknya
- ya salatnya ee perempuan adalah di rumah
- ya dan ya kalau bisa berjamaah di rumah
- dengan anak-anaknya itu
- juga sangat bagus atau dengan suaminya
- ya seperti suka itu kalau habis salat
- masjid salat lagi di rumah memimpin apa
- ee istri dan anak-anaknya. Nah, ini ee
- ini adalah suatu yang sangat baik ya.
- Ini juga bukan berarti ee enggak boleh
- gitu di masjid kalau ada ee kalau
- misalnya ada tempat yang aman apa di
- masjid apalagi kalau misalnya ada ada
- taklim ada apa itu yang tidak bisa
- didengar di rumah ya enggak apa-apa ke
- masjid. Wallahualam.
- Baikzah seperti kita sudah dibatasi oleh
- waktu. Terima kasih Ustazir Ustazah
- Ustaz Isa. Demikian Iwan dan acara
- renungan di bawah Al-Qur'an untuk edisi
- dialog dan tanya jawab. Mudah-mudahan
- apa yang disampaikan dapat kita cerna
- dengan baik. Terima kasih sekali lagi
- saya Muhammad Krisna Saputra dan Ali
- mohon pamit. Wabillahi taufikah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- H