Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Alhamdulillah kita dipertemukan di acara
- jendela sekolah pada pagi ini yang
- mudah-mudahan bahasannya mempersuasi
- kita semua. baik sebagai orang tua atau
- juga sebagai siswa. Bahkan juga kalau
- ada guru yang juga menyimak ya tidak
- lupa selawat selawat kita santunkan
- kepada junjungan umat kekasih kita
- Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Semoga kelak kita mendapatkan
- syafaat beliau dan dipertemukan dengan
- beliau di saat yang sangat kita rindukan
- di yaumil akhir.
- Ikhwan akhwat, jendela sekolah hari ini
- akan
- membahas topik bagaimana melatih
- leadership anak dengan tanggung jawab.
- ini adalah sesuatu banget ya untuk bisa
- kita pahami. Dan tentang kepemimpinan
- yang akan kita bahas hari ini yang jelas
- bukan cuman buat seseorang yang direktur
- kah atau bahkan presiden ya, tapi untuk
- semua orang. Bahkan
- seperti halnya sekarang ini anak-anak
- yang masih di sekolah juga perlu sekali
- memahami tentang leadership dan pengaruh
- yang luar biasa terhadap perjalanan
- kehidupan mereka.
- Ikwan Awat, kalau banyak orang yang
- berpikir bahwa kepemimpinan itu
- datangnya setelah dewasa.
- Enggak juga tuh. Karena anak-anak dan
- remaja bisa kok jadi pemimpin di dalam
- rentang usia tersebut. Dan hari ini yang
- datang itu ada empat, tapi kita bagi dua
- deh ya. Yang pertama nanti kita ngobrol
- bersama dengan Lufsi dan juga Luhung.
- Sementara yang sesi kedua nanti ada
- Kalista dan juga ee Insan Kamil ya. Dan
- yang sudah hadir di sini adalah Bapak
- Didi Yuda, SSPD. Beliau merupakan waka
- kesiswaan di SMP Insan Mandiri Cibubur.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh semua yang hadir.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Jadi ngomong-ngomong nih kalau di IMC
- ini insan Mandiri Cibubur ini Pak Didi,
- sejak kapan sih anak-anak dilatih? untuk
- memimpin dan caranya seperti apa tuh?
- I. Baik, terima kasih Bu Luning. Ee
- terkait dengan ee sejak kapan anak-anak
- dilatih di sekolah kita kebetulan kita
- memiliki tiga ranah yaitu yang pertama
- ada stepnya itu step pertama adalah
- tergerak. Tergerak ini artinya ketika
- siswa baru ini datang kita berikan
- terkait dengan aturan sekolah. He.
- Aturan sekolah, aturan mahad, di mana
- mereka mengetahui tanggung jawab sebagai
- siswa baru.
- He.
- Nah, step kedua adalah yaitu bergerak.
- Artinya mereka setelah tahu aturan
- mereka dalam dirinya itu bergerak untuk
- mengikut mengikuti aturan yang sudah
- ada. Mereka mengikuti aturan, mereka
- tahu bagaimana caranya. Nah, lalu yang
- paling tinggi adalah yaitu menggerakkan.
- Artinya siswa ini sudah mampu nanti ke
- depannya untuk mengajak teman-temannya
- ketika ada yang lupa atau mungkin ada
- yang salah.
- He.
- Jadi perannya dari kelas 7 kita sudah
- mulai. Nah, di kelas 8 ini mungkin
- adalah sesinya anak OSIS mereka yaitu
- belajar untuk menjadi OSIS. Mereka
- belajar belajar berorganisasi. Jadi
- mereka mengetahui bagaimana nanti bentuk
- seorang pemimpin itu yang bertanggung
- jawab seperti itu. Bagaimana anak-anak
- mampu memiliki hal ini itu diawali dari
- ee pembelajaran yang barusan disampaikan
- oleh Pak Didik ya.
- Terus emm
- apakah hanya siswa tertentu aja nih yang
- bisa mendapatkan ilmu atau pemahaman
- tadi? He tentunya untuk ee kita
- memberikan kesempatan kepada semua siswa
- baik kelas 7, kelas 8, dan kelas 9.
- Seperti sayaampa yang tadi di awal,
- kelas 7 itu diawali dengan mereka
- diberikan tanggung jawab dari hal
- terkecil sampai dengan hal terbesar.
- Nah, nanti begitu mereka sudah menginjak
- di kelas 8, mereka akan belajar menjadi
- seorang pemimpin dan bertanggung jawab.
- Itu tentunya ada wadah di sekolah yang
- dinamai dengan organisasi siswa
- inrasekolah. atau lebih kita kenal
- dengan nama OSIS.
- Di situ peran tanggung jawab mereka
- lebih besar untuk bisa menjadi seorang
- pemimpin.
- Osis itu adalah organisasi yang digeluti
- siswa-siswa untuk bisa menjadi sosok
- tampil bukan hanya di area kepemimpinan
- di kelas ya, di sekolah tapi juga di
- luar sana nantinya. Kenapa sih
- sebetulnya siswa harus punya tanggung
- jawab sejak dini?
- Nah, jadi ee kenapa harus? Karena kan
- tanggung jawab ini kan satu, kita
- memberikan kepercayaan
- he
- kepada peserta didik di mana mereka bisa
- belajar untuk bertanggung jawab dengan
- apa yang sudah ee sekolah berikan. Nah,
- nanti di situ mereka akan belajar baik
- itu mengontrol diri, mereka memajemen
- waktu, tugas mereka seperti apa sehingga
- ee apa namanya mereka mengetahui
- tanggung jawab, peran besar mereka itu
- ketika menjadi OSIS.
- Tentunya OSIS kan dibagi-bagi itu ada
- ketuanya, ada wakilnya, ada divisinya
- sehingga mereka bertanggung jawab dengan
- struktur yang sudah diberikan
- kepercayaan kepada mereka.
- Itu enggak jadi beban tuh.
- Heeh.
- Kalau untuk beban ya mungkin ketika
- mereka masuk, wah nih beban banyak
- banget nih udah belajar gitu kan mereka
- belum kegiatan di Mahad. Tapi di situlah
- mereka belajar bagaimana berkolaborasi
- karena di OSIS itu kan bukan hanya
- sendiri mereka tapi mereka
- berkolaborasi. Mereka mencari solusi
- ketika mereka terasa oh ini menjadi
- beban. Karena di OSIS itu mereka belajar
- untuk bisa saling bertanggung jawab satu
- sama lain dan tentunya itu untuk bisa
- menyelesaikan tugas apa yang sudah
- diberikan kepada mereka. Seperti
- beban yang seperti ini tentu akan
- menyemangati juga ya. Karena
- dengan kesulitan itulah seseorang
- menjadi jauh lebih oke, lebih keren.
- Betul. Betul.
- Selama perjalanan ee membimbing semua
- ini, ada enggak anak-anak yang tadinya
- enggak PD atau gimana gimana terus
- berubah menjadi sosok yang lebih gimana
- gitu? He. Alhamdulillah untuk ee tim
- OSIS sendiri siswa yang kami lihat itu
- semuanya berperan aktif, bertanggung
- jawab. Tetapi ketika diminta contoh
- mungkin saya sebutkan dua contoh saja.
- Yang pertama itu ada Ananda Hagil. Itu
- salah satu penanggung jawab dari divisi
- keamanan.
- He.
- Yang kedua ada Dipta dari ee divisi
- keagamaan di mana mereka waktu untuk
- kelas 7 ini mereka terlihat dua anak ini
- sangat introvert bahkan pendiam.
- Tapi ketika diberikan kesempatan oleh
- guru, diberikan kepercayaan oleh Luthfi
- sebagai ketua dan Lung sebagai wakil
- ketua, alhamdulillah mereka sampai saat
- ini bahkan mereka sudah bisa
- menggerakkan. Artinya yang pertama bukan
- hanya menjadi contoh, tapi tanpa
- diperintah mereka sudah tahu tanggung
- jawab dan tugas mereka. Contohnya
- misalkan ketika kegiatan di sekolah itu
- ada opening pagi
- sama ada closing class.
- Nah, mereka biasanya di divisi keamanan
- ini mereka bertugas yang pertama untuk
- mengumpulkan mengarahkan ada ee apa
- teman-temannya itu ke musala untuk
- melaksanakan opening pagi. Ketika kelas
- mereka mengarahkan untuk teman-temannya
- bisa mengikuti kegiatan salat asar
- dengan baik. Jadi alhamdulillah terlihat
- ketika siswa kita berikan kepercayaan,
- insyaallah mereka akan mulai bergerak
- dan bertanggung jawab. Itu dua contoh
- yang bisa sebutkan walaupun semuanya
- banyak. He.
- Alhamdulillah di OS itu semuanya bisa
- berperan aktif dan bertanggung jawab
- sesuai dengan divisinya masing-masing.
- Kebayang ya ikhwan akhwat buah hati kita
- yang tadinya pemalu karena proses ini
- berubah menjadi sosok yang jelas beda
- banget gitu dan juga ee bahwa leadership
- itu sudah mereka kenali sejak dini tentu
- luar biasa sekali. Nah, sekarang kita ke
- siswa yang hadir di sesi pertama ini
- adalah Luthfi dan juga Luhung. Coba
- diperkenalkan diri.
- Baik.
- Sebagai apakah gerangan? Tadi sudah
- disebut sih sama Pak Didi, tapi enggak
- apa-apa. Silakan kameranya di sana
- ya. Baik. Ee asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Perkenalkan nama saya Lutfi Insan Kamil.
- Saya sebagai ketua osis SMP IT Insan
- Mandiri dari Cibubur
- dan saya yang membersamai Luthfi Insan
- Kamil. Saya sebai wakil ketua osis SMP
- IT Insan Mandiri Cibuber. Perkenalkan
- nama saya Ahmad Adi Luhung.
- Dua sosok ini perlu memberitahu
- bagaimana sih pertama kali dikasih tugas
- seperti ini tuh rasanya kayak apa,
- Lutfi? Gimana?
- untuk pertama kali saya tuh merasa gugup
- walau dulu saya dulu pas kelas 7 pernah
- saya saya tuh pernah ada pengalaman
- menjadi ketua kelas tapi kan kalau ketua
- kelas kan dalam lingkup yang kecil hanya
- sekedar dalam kelas saja
- he
- kalau menjadi ketua osis itu dalam
- lingkup yang besar kan mencakup yang
- namanya siswa terus juga anggota tim
- sendiri juga sekolah
- sementara luhung gimana
- pada saya pada saat saya terpilih
- menjadi wakil ketua osis Saya merasa
- sangat bersyukur e ini adalah amanah
- besar yang saya tidak sangka-sangka akan
- diberikan kepada saya. Di balik itu ada
- rasa gugup dan rasa gugup itu saya
- jadikan sebuah motivasi bagi saya untuk
- belajar lebih giat dan selalu
- berkontribusi baik ke depannya untuk
- sekolah.
- Jadi pemimpin, wakil pemimpin dipilih
- seperti itu rasanya gimana? Saat saya
- merasakan tuh rasanya tegang karena saya
- khawatir apabila tidak sesuai dengan
- harapan Bapak Ibu guru. Namun dengan
- seiringnya waktu saya memulai memahami
- bahwa kepemimpinan adalah soal melayani
- dan memberikan contoh yang baik.
- Kepercayaan itu membuat saya lebih
- bertanggung jawab dan ingin memperbaiki
- diri menjadi lebih baik. Karena apa?
- Karena hari yang lalu adalah masa lalu,
- hari yang sekarang adalah masa ini, dan
- hari yang esok adalah masa depan. Kalau
- kalian ingin mendapatkan masa depan yang
- baik, maka persiapkanlah di masa saat
- ini dan masa lalu kalian. Kalau kalian
- menunda-nunda, sama saja kalian menunda
- yang namanya masa depan yang baik bagi
- kalian.
- Keren banget.
- Itu pegangan yang luar biasa bahwa
- sekarang dan besok ada tantangan yang
- berbeda. Lutfi gimana terkait dengan
- diserahi kepemimpinan?
- Mungkin untuk pertama kali saya tuh
- merasa semangat sekali nih ee dikasih
- amanah yang yang besar besar malah sama
- yang lain juga sama semangatnya.
- He.
- Cuma mungkin ee lama-kelamaan yang
- namanya semangat bisa naik atau turun
- kan. Jadi mungkin jika ada anggota tim
- yang semakinya sedang turun tuh mungkin
- saya ee membantu memotivasi, mengajak
- ngobrol, merangkul semuanya gitu.
- Mungkin jika emang misal
- dia memang kesulitan sekali,
- dalam masalahnya mungkin saya akan
- mencoba mencari solusi.
- Tantangan paling berat yang dihadapi
- yang kemudian merasa apa ya berdebar
- atau perlu bantuan, perlu ee berdiskusi
- dengan pembimbing misalnya, ada enggak?
- Kalau itu pernah ada. He
- ee jadi mungkin waktu itu ee lagi ada
- kegiatan nih ee habis itu
- ee untuk para anggota itu sedang lelah
- gitu karena kemarinnya juga pernah ada
- kegiatan. Jadi mungkin untuk ee
- menyuruh-nyuruh bukan menyuruh-menyuruh
- untuk memberi tugas kepada para anggota
- itu agak sulit. Jadi biasanya itu saya
- mungkin duduk sebentar dulu.
- Tarik napas
- ya. Tarik napas dulu. Tarik napas. Lalu
- setelah itu saya mungkin minum, minum
- dulu sedikit lalu berdoa.
- Setelah itu saya akan mencoba apa
- namanya memberi tugas lagi kepada mereka
- dan jika mungkin masih ada beberapa yang
- tidak mau mungkin saya akan meminta
- bantuan kepada guru atau Pak Didi.
- Tapi enggak arogan kan?
- Enggak.
- Sementara Luhung gimana terkait dengan
- tantangannya sebagai wakil nih? Salah
- satu tantangan terbesar bagi saya adalah
- membentuk kerja sama tim yang solid di
- Timosis itu
- eh sering terjadi yang namanya perbedaan
- pendapat itu saya atasi dengan
- memperbanyak komunikasi terbuka seperti
- menanyakan satu persatu pendapat mereka,
- menanyakan satu persatu aspirasi mereka
- dan saya akan tampung menjadi evaluasi
- bagi diri saya sendiri dan tim OSIS
- nantinya. Karena ee yang saya utamakan
- itu atasinya dengan musyawarah. Kalau
- kita ingin membuat acara, kita
- musyawarahkan terlebih dahulu mau
- bagaimana planningnya, mau apa nanti ada
- apa di acara itu dan artinya apa gitu.
- Dan saya selalu berusaha ingin membuat
- lingkungan kerja yang nyaman dan
- menghargai satu sama lain. Karena Bu
- Lulu pernah berpesan kalau di dalam
- sebuah forum kita harus menghargai orang
- yang sedang berbicara di depan.
- Menghargai bagaimana mendengar,
- menghargai bagaimana duduknya adab
- berduduk dan menghargai bagaimana adab
- menanggapinya. Mungkinkah ada yang
- menyela pembicaraan? Mungkinkah ada yang
- memotong pembicaraan? dan bagaimanapun
- itu karena suatu saat nanti kita akan
- merasakan berbicara di depan. Suatu saat
- nanti kita akan merasakan bagaimananya
- cara memimpin di depan dan pemimpin itu
- dimulai dari saat ini.
- Iya. Jadi, Ikhwan Akhwat untuk tidak
- dianggap seenake dewe ketika akan ee
- melakukan ini dan itu, terhadap
- anggota-anggota juga ada ee sedikit
- diskusi dan sebagainya ya. Nah, terkait
- dengan
- posisi atau peran, pernah enggak merasa
- keren dong gue menjadi lebih baik gitu
- rasanya dibandingkan teman-teman yang
- lain ee atau agak superior gitu deh.
- Gimana? Gimana? Saya menyadari bahwa
- jabatan bukanlah sebagai alasan untuk
- merasa lebih tinggi dari siapapun,
- tapi justru ini sebagai jabatan itu
- untuk justru harus lebih rendah hati dan
- memberikan contoh yang baik. Karena saya
- percaya semua orang memiliki potensinya
- masing-masing dan tugas saya adalah
- mendukung serta menghargai teman-teman
- dan adik kelas semuanya tanpa
- membanding-bandingkannya.
- Kalau Lutfi gimana? Sama masalahnya.
- merasa enggak sih gue dong pemimpin nih
- gitu dan lain sebagainya.
- Mungkin untuk jawaban saya itu sama
- seperti Luhung tadi.
- He.
- Ee karena jabatan tuh bukan dipakai
- untuk sesuatu yang arogan. Bahkan
- jabatan itu seharusnya dipakai itu ee
- sesuai dengan tanggung jawab kita ya
- karena kita telah diberi amanah juga.
- Lalu
- untuk apa namanya jabatan itu digunakan
- seharusnya kita sebagai pelayan gitu
- istilahnya kalau bahasanya tuh kita
- menjadi kita tuh melayani sekolah
- murid-murid yang lain juga.
- Pernah enggak muncul tuh perasaan antara
- perbandingan antara berat beban atau
- asik gue dong bisa memimpin?
- Berat mana? Muncul di mana?
- Ee tidak pernah.
- Enggak ada.
- Tidak. tidak terbebani juga tidak merasa
- keren gue mimpin gitu ya. Tapi
- ngomong-ngomong nih di dalam proses
- perjalanannya ini pernah enggak kok gue
- gagal nih aduh aku enggak berhasil gitu.
- ada proses ini.
- Kalau itu pernah mungkin pas tadi
- semangat para tim sedang turun-turunnya.
- He.
- Ee itu biasanya saya tuh emang merasa
- waduh gimana nih yang lain pada kayak
- gini nanti gimana nih apa acaranya gitu
- kan. Tapi seperti tadi saya bilang,
- solusinya tadi saya tuh biasanya duduk
- sebentar dulu tadi terus ambil minum
- sebentar berdoa, lalu saya meminta
- bantuan pada guru.
- Iya. Jadi itu pun pernah terjadi ya mau
- sekecil apapun. Sementara Luhung gimana
- menghadapi hal yang sama?
- Pasti pemimpin pernah merasakan
- kegagalan. Toh orang sukses juga pernah
- merasakan kegagalan ya Bu.
- Iya.
- Nah, kegagalan itu pernah saya rasakan
- pada saat acara yang tidak sesuai dengan
- harapan saya. He
- karena kurangnya yang namanya
- koordinasi.
- Sehingga saya belajar dari itu bahwa
- pematangan acara sangat penting dan
- untuk di event selanjutnya saya harus
- komunikasi yang jelas, evaluasi yang
- rutin
- seperti itu.
- Komunikasi dan evaluasi adalah hal yang
- tidak bisa ditinggalkan. Nah,
- ngomong-ngomong nih emm kepada Lutfi
- lagi
- kalau tadi ada deh rasa kok kurang
- sukses dan segala macamnya dan insight
- yang didapat juga akan ada ya.
- Ngomong-ngomong emm waktu menjadi bagian
- mengajukan ah aku mau ah berada di
- organisasi sekolah ini. Itu bagaimana
- rasanya?
- Mungkin kalau dari awal tuh ee saya tuh
- punya keinginan menjadi pemimpin tuh
- saya ingin menciptakan safe place,
- tempat yang aman. Maksudnya aman tuh
- bukan hanya aman dari perundungan tapi
- dari misal ee bisa menyampaikan pendapat
- dan lain-lain. Itu juga terdapat dalam
- program kami yaitu namanya Sahati atau
- Sahabat Antibilding
- dan itu kami bekerja sama juga dengan
- sekolah.
- untuk saat itu ee nanti ee per kelas itu
- ada anggotanya masing-masing
- pecemakernya per hari nanti ditentukan.
- Jadi misal kalau pecemaker tersebut
- melihat ada sesuatu yang tidak nyaman
- itu mungkin bisa langsung melerai
- kejadian tersebut atau bisa melaporkan
- ke guru seperti itu.
- Sementara Luhung sendiri ada keinginan,
- kerinduan atau cita-cita tertentu waktu
- oke di bagian OSIS gitu.
- Saya memiliki cita-cita untuk membawa
- perubahan positif bagi lingkungan di
- sekolah. meskipun itu sekecil apapun
- itu, karena yang kecil pasti akan
- berdampak besar jika dikonsistenkan.
- Dan saya ingin menjadikan OSIS sebagai
- wadah yang aktif, aktif sebagai menjadi
- jembatan jembatan penghubung antara
- siswa dan pihak sekolah. Selain itu,
- saya ingin mengembangkan diri saya dalam
- hal seperti public speaking, dalam hal
- bertanggung jawab seperti tema ini, dan
- dalam hal-hal lainnya ya seperti dalam
- hal kepemimpinan.
- Dan di balik itu juga sekolah selalu
- membantu tim OSIS untuk mengembangkan
- organisasi OSIS ini menjadi organisasi
- yang baik dan bermanfaat bagi sekolah
- dan lingkungan sekitar.
- Iya. Dan sebelum nanti kita ganti sesi
- dengan ee
- menghadirkan siswa yang lain, ada
- sesuatu yang bisa disampaikan mungkin
- dengan kepada teman-teman di luar sana
- terkait dengan bagaimana pentingnya
- leadership di dalam perjalanan hidup
- baik Luhung ataupun Lutfi. Silakan.
- Mungkin untuk pesannya jika kita
- diberikan amanah itu lebih baik kita
- langsung mengambil saja amanah itu.
- Mengambil tapi jangan apa nam jangan
- langsung ambil langsung ambil gitu
- jangan. Tapi kerjakan semuanya dengan ee
- tanggung jawab. Dan jika kita memimpin
- sesuatu kita mempunyai anggota kita
- harus mempunyai empati untuk para
- anggota kita.
- Jangan pernah ragu, Teman-teman, untuk
- mengambil kesempatan dalam kepemimpinan.
- Kalau ada kesempatan datang kepada kita,
- ambil. Ambil saja. Karena kepemimpinan
- itu bukan masalah menjadi paling
- sempurna. Bukan. Kepemimpinan itu adalah
- masalah kemauan untuk belajar,
- bertumbuh, bertanggung jawab, dan
- memiliki rasa empati. Dan apa namanya?
- Ketika kita menjadi pemimpin juga kan
- orang punya potensinya masing-masing
- dalam memimpin dan asalkan ada
- keberanian dan juga niat yang tulus yang
- menyertainya dalam memimpin.
- Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, dua
- sosok osis yang ada di Sekolah Insan
- Mandiri memberikan gambaran kepada kita
- bahwa emm segala sesuatu dimulai sejak
- masih dini, masih awal, dan nanti kita
- akan lanjutkan kembali menghadirkan
- siswa yang lain. Kita jeda sejenak.
- Terima kasih untuk bersama-sama Radio
- Silaturahim.
- Terima kasih masih bersama Radio
- Silaturahim di acara jendela sekolah dan
- bahasan ini. Kalau ada yang terlambat
- menyimak, kali ini banyak ya orang yang
- berpikir kalau kepemimpinan itu
- datangnya setelah dewasa. Enggak.
- anak-anak itu sudah harus mulai belajar
- tentang kepemimpinan ini. Jadi melatih
- leadership anak dengan tanggung jawab
- adalah bahasan jendela sekolah kita kali
- ini. Dan kalau tadi saya bilang ada dua
- siswa lagi di sesi yang kedua ini, boleh
- perkenalkan diri yang wanita ini. Ee oh
- ya perlu diinformasikan bahwa mulai saat
- ini Mandiri Cibubur sudah membuka kelas
- untuk yang akhwat ya. Silakan dengan
- Kalista ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ee sebelumnya saya izin memperkenalkan
- diri. Nama saya Kalista Zaratunida.
- Kameranya di situ, sayang. [tertawa]
- Eh nama saya Kalista Zara Tunida eh dari
- kelas 7 Full Day Putri.
- Full day ya. Oke satunya lagi adalah
- ee siapa nih? Baik. Nama Asalamualaikum
- Kamil ya wabarakatuh. Nama saya Muhammad
- Insan Kamil. Saya dari Boarding School
- kelas 7A sama ya kelas 7. Jadi ya. Nah,
- bagaimana waktu Kalista pertama kali
- ketemu nih dengan Kakak OSIS, kesannya
- seperti apa tuh?
- Kesan pertama saya saat ee pertama kali
- bertemu itu kakak OSISnya itu cukup
- ramah.
- He,
- humble. aktif dan cukup kreatif.
- Ramah, humble, kreatif. Wow, keren
- banget. Sementara Kamil sendiri gimana?
- Saya merasa pas pertama kali bertemu
- dengan Kakak Osis ini, saya merasa Kakak
- Osis itu semuanya keren-keren karena
- Kakak Osis bisa memimpin gitu siswa baru
- sebanyak itu gitu. He.
- Kakak Osis juga terlihat baik-baik semua
- karena mereka tidak memandang jabatannya
- sebagai Kakak Osis. Malah justru apa
- namanya? Baik kepada kita gitu mau
- bermain dengan adik kelas yang baru.
- Jadi kebaikan yang dirasakan ini membuat
- merasa diterima gitu ya.
- Saya merasa diterima.
- Apalagi perasaan kok keren banget aku
- diterima nih di kakak-kakak OSIS nih
- gitu.
- Saya merasa diterima oleh Kakak OSIS kan
- awalnya saya masuk SM apa IMC ini
- sendirian ya
- merasa sendirian karena ditinggal oleh
- orang tua enggak ada kenalan juga di
- sini cuman saya merasa diterima oleh
- Kakak OSIS karena Kakak OSISnya baik
- gitu jadi saya diterima
- oleh Kakak Osis, diajak main juga oleh
- Kakak Osis
- jadi tidak lagi merasa sendirian gitu
- ya. Oke. Kalista gimana?
- Seperti apa? Seperti menemukan keluarga
- baru gitu di sini.
- Iya, keren banget. Kalista sendiri
- gimana
- saat acara penerimaan siswa baru, Kak
- Kak Osisnya nih ikut nyambut siswi-siswi
- Full Day
- dan waktu pelaksanaan MPLS, kakak-kakak
- osisnya nih bersikap baik dan ramah
- banget ke siswi-siswi Fay-nya.
- Dan di antara proses perjalanan bersama
- kakak-kakak OSIS ini, ada enggak bantuan
- yang berasa banget ketika Kalista
- membutuhkannya?
- Ee kayaknya saat
- kegiatan belajar asyik dan menyenangkan,
- kakakisnya ini ikut membantu guru-guru
- dalam kegiatan itu ikut mengarahkan lah
- ya. He.
- Jadi pada saat stuck ya sebetulnya ya,
- tapi diarahkan jadi asik. Sementara
- Kamil sendiri,
- kalau saya sendiri waktu acara di
- sekolah ya yang MPLS itu yang awal-awal
- He.
- Kakak Oosis membantu saya memberitahu
- apa saja barang yang dibutuhkan untuk
- dibawa saat kegiatan acara tersebut. dan
- juga waktu pengenalan lingkungan gitu
- tempat-tempat baru seperti Rasil ini,
- Kak Kak Oasis juga membantu saya
- menceritakan, menjelaskan tentang
- tempat-tempat itu seperti rasil ini
- juga.
- Jadi banyak hal penting yang harusnya
- diketahui, segera diketahui gitu ya
- ceritanya. Nah, kalau boleh tahu nih
- dari proses dengan Kakak OSIS atau
- dengan teman-teman yang lain juga
- idealnya tuh sikap Kakak OSIS seperti
- apa? Apa yang sudah ada ini cukup atau
- perlu ada tambahan-tambahan lain?
- Kakak OSIS yang baik itu seperti OSIS
- yang tidak sombong dengan jabatannya,
- tidak memandang remeh adik kelasnya
- gitu. Walaupun dia osis, tapi dia tetap
- mau bermain dengan kita gitu. Tidak
- tidak sombong dengan jabatannya.
- Jadi lagi-lagi ikhwan akhwat, hai
- adik-adik yang namanya sombong itu kalau
- bisa di kubur di mana ya? Sementara Kak
- Lista sendiri terkait dengan hal yang
- tadi juga ditanyakan seperti apa sih
- sebetulnya harusnya Kakak OSIS itu gitu.
- ee yang baik, murah senyum, ee tidak
- sombong ya, atau bahkan sinis, terus
- selalu memenuhi tanggung jawabnya
- sebagai OSIS.
- Iya. Jadi di samping enggak sombong
- tadi, tanggung jawab. Nah, ini kan
- prosesnya sudah berapa lama nih di dalam
- organisasi ini?
- Sudah
- sudah lama sih dari
- setahun 2 tahun
- setahun
- dari udah lama apa? Oh setahun setahun
- dari periode 2024-2025 ya.
- Nah pertanyaannya adalah pelajaran apa
- yang diserap didapat kemudian dijadikan
- bagian dari pegangan perjalanan Kamil
- sendiri terkait dengan Kakak OSIS?
- pelajaran yang saya diambil dari Kakawas
- tersebut adalah sikap tanggung jawab
- yang besar. Ee jadi kita kalau misalnya
- dapat tugas dari guru atau amanah gitu,
- kita harus
- selesaikan tugas itu dengan baik dengan
- dengan rasa tanggung jawab karena kita
- sudah diberi kepercayaan gitu oleh guru.
- Jadi kita harus selesaikan
- ya pelajaran yang didapat oleh Kamila
- seperti itu. Apakah gerangan bagi
- Kalista?
- Ee kalau saya ee bisa belajar berani
- berbicara depan umum, terus selalu
- memenuhi tanggung jawab.
- He.
- Dan selalu bersabar.
- Sabar.
- Apapun yang terjadi, kondisi seperti
- apapun, pokoknya lima huruf itu
- digenggam erat gitu ya. S A B A R. Oke,
- ini pertanyaan terakhir nih. Kan
- perjalanan akan terus berlanjut, waktu
- berganti pada saatnya nanti ketika
- misalnya Kamil menjadi ee kakak kelas
- yang akan membantu adik-adik, jadi
- posisinya ditukar nih. Kira-kira apa
- yang ingin dilakukan?
- Saya ingin membuat adik kelas saya
- merasa bahwa kita semua ini tuh
- keluarga. Enggak ada yang namanya kakak
- kelas lebih baik, kakak kelas lebih
- lebih kuat, lebih apa ya, lebih pintar
- gitu. Enggak ada. Kita semua di sini tuh
- keluarga kita enggak ada yang lebih
- keren, enggak ada yang lebih buruk gitu.
- Enggak ada
- setara gitu ya. Jadi ya semuanya.
- He Kalista.
- Kalau saya kurang lebih sama kayak
- Kamil, cuma kalau saya ingin membantu ee
- mereka tuh beradaptasi dengan lingkungan
- pendidikan yang baru dan merasa
- diterima.
- membuat mereka merasa diterima itu
- penting banget karena Kalista sendiri
- merasakan diterima itu sesuatu yang
- keren banget gitu ya.
- Oke, sebelum nanti em pertanyaan
- diberikan kepada Pak Guru, apa pesan
- kalian terhadap teman-teman di luar
- sana?
- Teman-teman di sana ya ee jangan patah
- semangat sih terus apa namanya terus
- belajar untuk masa depan karena kita di
- sini tuh
- sedang proses untuk masa depan gitu.
- Jangan patah semangat karena dalam
- tujuan kita tuh butuh yang namanya
- proses dan proses itu sulit. Jadi jangan
- patah semangat.
- Jangan patah semangat. Patah hati enggak
- apa-apa.
- [tertawa]
- Kista gimana?
- Ee kalau aku ee selalu berjuang dan
- selalu teguh pada pilihan diri sendiri.
- Teguh pada pilihan berjuang, jangan
- pernah berhenti,
- apapun yang ada di depan gitu ya.
- [tertawa] Oke. Nah, adik-adik ikwan
- akhwat di luar sana yang bersama-sama
- radio silaturahim di jendela sekolah
- mudah-mudahan
- terpersuasi dengan bahasan kita kali
- ini. Saya akan kembali ke Pak Didi. Pak
- Didi.
- Iya.
- Kalau
- pemimpin itu memang perlu dibentuk sejak
- muda. Sekolah Insan Mandiri Cibubur
- sudah memulainya. orang rumah punya
- peran seberapa banyak nih ayah bunda
- gitu biar kalau kelak anak kita jadi
- pemimpin
- em benar-benar pemimpin yang amanah dan
- dan
- ya baik pertanyaan yang luar biasa dari
- Buing. Jadi peran orang tua yang pertama
- mungkin menjadi contoh teladan tentunya
- untuk anak-anak kita di rumah. Yang
- kedua yaitu coba kita berikan tanggung
- jawab kepada anak kita dan kemandirian.
- Yang ketiga yang mungkin kadang kita
- lupa sebagai orang tua yaitu coba kita
- berani memberikan kesempatan untuk
- mereka bisa minimal memimpin dirinya
- sendiri. Yang terakhir yaitu kita
- mungkin bisa mengapresiasi proses bukan
- hanya hasil. He.
- Terkadang kita hanya melihat hasil saja
- tanpa mengetahui bagaimana proses yang
- dijalani anak ini. Jadi, hasil itu
- mungkin ee di akhir, tapi proses ini
- kita perlu hargai, kita perlu apresiasi
- sehingga terbentuklah mental seorang
- pemimpin. Mungkin itu pesan yang dapat
- saya sampaikan kepada teman-teman atau
- pendengar hasil di ee manapun.
- Di manapun. Jadi, Pak Didi, kalau memang
- anak-anak ini kita harus persiapkan
- menjadi pemimpin, di sekolah sudah ada
- jalurnya OSIS. Sementara kadang-kadang
- di rumah enggak kurang dari ayah bunda
- itu yang ingin membuat anaknya merasa
- nyaman, jadi memanjakan. Seberapa tidak
- tepatnyaakah
- sikap seperti ini terhadap buah hati
- kita?
- Nah, kalau terkadang ya kita sebagai
- orang tua ya itu kita ketika kita sibuk
- dengan peran sebagai orang tua, kita
- lupa memberikan yang namanya ee
- kesempatan mereka untuk belajar
- bertanggung jawab. Nah, harapannya
- setelah orang tua itu memberikan
- tanggung jawab, tentunya anak itu pun
- akan belajar untuk memimpin ee dirinya
- sendiri di rumah dengan tanggung jawab
- yang sudah diberikan oleh orang tua.
- Jadi, bisa melaksanakan apa namanya
- kepercayaan yang telah diberikan oleh
- orang tua.
- Perlu enggak ditinggal 2 hari anak-anak
- doang di rumah?
- Kira-kira bahaya
- kalau ditinggalkan kita lihat kondisi
- dan situasi di rumah ya. ya mungkin
- [berdehem] untuk orang tua ya bisa lebih
- mempercayakan misalkan ee kepada kakak
- yang punya adik berikan peran tanggung
- jawab kakak kepada adiknya dengan cara
- menjaga. Yang kedua, misalkan adiknya
- juga ketika buat kesalahan mungkin orang
- tua bisa berperan selalu mengingatkan.
- Jadi belajar dari suatu kesalahan di
- mana seorang pemimpin tadi disampaikan
- oleh Luhung bahwa tidak ada seorang
- pemimpin itu yang ee sukses, tapi akan
- mengalami kegagalan terlebih dahulu.
- kegagalan demi kegagalan yang membuat
- seseorang menjadi tangguh. Ya,
- betul.
- Nah, sebagai ibu nih misalnya di sekolah
- anak-anak diajarin leadership sementara
- di rumah ayahnya tadi masih memanjakan
- dia. Tapi kalau seandainya seorang ibu
- ingin memberikan tugas tertentu yang
- merupakan ee bagian dari kata leadership
- di rumah, kira-kira gambaran e Pak Didi
- tanggung jawab apa nih yang mesti
- diberikan nih?
- untuk tanggung jawab ee dari seorang ibu
- biasanya ibu itu kan lebih ke rasa kasih
- sayang. Nah, jadi biasanya ya itu untuk
- kasih sayang dari seorang ibu kepada
- anak itu ya pertama tidak terlalu
- memanjakan.
- He.
- Yang kedua itu tetap diberikan anak itu
- kepercayaan dan tanggung jawab sehingga
- mereka anak ini tumbuh dalam dirinya itu
- mengetahui apa kewajiban seorang anak
- kepada orang tuanya.
- Keren banget ya, Ikhwan Akhwat. Ini
- biasa jadi pemikiran kami-kami juga nih
- soal uang. Bagaimana membuat anak merasa
- bahwa emm kalau diberi tanggung jawab
- untuk memegang uang dalam dana A agar
- dia tetap amanah dan istikamah dengan
- tugas itu. Kira-kira memadai atau
- jangan?
- Nah, kalau untuk uang ini kan sebenarnya
- kan salah satu proses juga anak-anak
- belajar bertanggung jawab. He he.
- Nah, kalau untuk biasanya di sekolah itu
- kami ada yang namanya ee financial
- planner. Nah, di mana anak kita ini
- karena anak-anak kita boarding itu
- biasanya diajarkan untuk terengan
- bagaimana penggunaan uang yang baik.
- Artinya ee kita akan belajar bagaimana
- ada skala prioritas, apa yang
- diutamakan,
- uang itu fungsinya untuk apa, sehingga
- anak ini tahu peran pentingnya uang
- ketika diberikan oleh orang tuanya. Nah,
- seperti itu.
- Jadi, ikhwan akhwat, terutama para
- bunda, enggak ada salahnya juga kok.
- Jajannya tuh jangan dikasih setiap hari,
- kasih sebulan. Mana nih bisa enggak nih
- anak-anak memanfaatkan jajan sebulan
- untuk firstting first? Yang penting apa
- dan bagaimana?
- Masih ada waktu sih sebetulnya kalau ada
- yang mau Pak Didik tambahkan terkait
- dengan bagaimana agar anak-anak tercipta
- leadership-nya dengan tanggung jawab.
- Silakan.
- I. Jadi untuk ee orang tua maupun tenaga
- pendidik ee sekali lagi saya sampaikan
- kita sebagai ee tenaga pendidik
- berikanlah kesempatan kepada semua
- siswa. Terkadang kita hanya memberikan
- kesempatan kepada siswa yang aktif,
- tetapi kita melupakan beberapa siswa
- yang ternyata mereka butuh diberikan
- kesempatan. Seperti disampaikan tadi
- juga ketika kami ee OSIS juga memberikan
- kesempatan kepada teman-temannya.
- Alhamdulillah ketika diamanahkan menjadi
- OSIS tanggung jawabnya dilaksanakan
- dengan baik dan terjadi perubahan di
- mana siswa yang tergabung di dalam OS
- itu bisa bertanggung jawab dan bahkan
- bisa menggerakkan teman-temannya atau
- memberikan contoh minimal tentang
- bagaimana sikap positif di sekolah,
- bagaimana menanti peraturan, dan
- tentunya bagaimana bisa melaksanakan
- kegiatan pembelajaran dengan baik di
- sekolah sehingga tercipta lingkungan
- yang aman dan nyaman.
- Alhamdulillah.
- Jadi, ikhwan akhwat, apa yang dibahas
- hari ini mudah-mudahan mempersuasi kita
- semua karena Indonesia sangat
- membutuhkan pemimpin-pemimpin
- leadership yang penuh dengan tanggung
- jawab. Sekaligus juga em seperti yang
- tadi kita dengar dari bahasan kita hari
- ini, sikap yang bijaksana, yang rendah
- hati, yang menghargai, dan juga penuh
- tanggung jawab serta empati. adalah yang
- harus dimiliki oleh siapapun yang ingin
- berada di sosok pemimpin. Jangan lupa
- sebelum kita berpisah di acara ini,
- Sekolah Insan Mandiri Cibubur sekarang
- sudah menerima siswa wanita begitu ya,
- Mas Didik, Pak Didik ya.
- Iya, betul.
- Kalau tadinya hanya ee pria, sekarang
- wanita. Jadi beberapa ikhwan akhwat yang
- bertanya, "Kapan dong nih ada yang buat
- anak-anak perempuan? kan anakku enggak
- cuman laki-laki. [tertawa]
- Ee sekarang sudah mulai dibuka dan
- silakan untuk bertanya lebih lanjut saja
- serta mudah-mudahan benar-benar
- mendapatkan kesempatan bagi keluarga
- untuk bisa memperoleh pendidikan sesuai
- dengan apa yang kita rindukan ya. Pak
- Didik, adik-adik semuanya terima kasih
- banyak untuk kehadirannya di acara
- Jendela Sekolah. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.