Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- abbil alamin. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar ada silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- akhwat di Rabu sore hari ini tanggal 21
- atau 22 Ramadan 1447
- Hijriah atau bertepatan dengan tanggal
- 11 Maret 2026. Kembali hadir acara
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil yang alhamdulillah telah hadir di
- tengah-tengah kita dan kita live
- aplikasi Zoom. Ikhwan Akhwat. Kita sapa
- ustaz terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabarnya, Ustaz, hari ini?
- Alhamdulillah sehat, Pak Hari.
- Alhamdulillah.
- Kita nih sudah ee memasuki 10 hari
- terakhir, Ustaz, ya. Alhamdulillah
- terasa. Masyaallah. Semoga Iwan Watad
- juga masih dengan semangat menjalankan
- ibadah-ibadah puasanya, ya. Dan kita ee
- hari ini tema yang akan Ustaz ee
- sampaikan adalah ee mengenai kita
- bersama-sama pelajari Quran surah
- Al-Qadar, Ustaz. Ya, terjemahan surah
- Al-Qadar.
- Dan nanti kita akan bersama-sama simak
- ikhwan akhwat dan nanti juga yang ingin
- bergabung bertanya silakan Anda bisa
- kirimkan melsapp kami di 0811999720.
- Tada Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullah.
- Alfadilah hadid wa habibina rasulillah
- Muhammad Abdillah sallallahu alaihi
- wasam waa alihiwaidinabi
- wa umtina
- fatihah. Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Arahmanirrahimiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka
- nastain ihdinatal mustaqim.
- athalladzina anamta alaihim ghairil
- magdubi alaihim waladin.
- Amin. [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin. Sayyidina
- wa maulana Muhammadin waa alihi
- wasohbihi ajmain. Amma ba. Fa asal hadis
- kitabullah taala. Wahair hadi hadi
- Muhammadin sallallahu alaihi wasallamar
- umur mukdatuha wa muhdain bidah waulla
- bidatin dolalah wa dolatin finar.
- Qallahu taala.
- Bismillahirillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Inna anzalnahu fi lailatil qadr wama
- adrama lailatul qadr. Lailatul qadriirum
- min alfi syahri. Tanazzalul malaikatu
- waruh fiha biidnbihim
- min kulli amr salamun hiya hatta matil
- fajr. Sadaqallahulilim.
- Para pendengar Radio Silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala yang senantiasa
- melimpah curahkan nikmat karunia-Nya
- kepada kita.
- Terutama nikmat iman dan Islam, nikmat
- sehat walafiat. Nikmat panjang usia
- dalam taat termasuk nikmat
- dipertemukannya
- kita sore ini walaupun cuma lewat udara
- juga diberinya taufik serta hidayah
- oleh Allah subhanahu wa taala sehingga
- sampai saat ini kita masih bisa
- melaksanakan
- perintah Allah yaitu ibadah saum
- yang hari ini kita sudah memasuki
- sepertiga
- ya. Yang ketiga,
- harapan kita tentu semoga apa yang kita
- lakukan ini, puasa kita, salat kita,
- tarawih kita, sodqah kita, dan amal-amal
- baik lainnya diterima oleh Allah
- subhanahu wa taala sebagai amal saleh
- kita yang tentu saja itu akan sangat
- berguna sekali buat bekal hidup kita di
- akhirat nanti khususnya. Amin ya rabbal
- alamin. Selawat dan salam semoga selalu
- tercurah atas junjungan kita Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- beserta keluarganya, para sahabatnya,
- para pengikut dan pengamal sunahnya.
- Para pendengar di silaturahim
- rahimakumullah.
- Pada kali ini saya akan bahas tentang
- surah Al-Qadar,
- yaitu bahwa Allah Subhanahu wa taala
- menjelaskan di dalam surat ini
- [mendengus] bahwa [berdehem]
- Allah menurunkan Al-Qur'an itu di malam
- Al-Qadar.
- Nah, yang malam al-Qadar ini
- ya oleh Allah disebutkan nilainya lebih
- baik dari 1000 bulan. Inna anzalnahu fi
- lailatil qadr. Sesungguhnya kami
- menurunkannya,
- menurunkan Al-Qur'an di lailatul qadar,
- di malam al-qadar.
- Wama adrokama lailatul qadr. Tahukah
- kamu apa itu lailatul qadar?
- Ya, kata orang alim
- kalau
- ya ayat didalui dengan kata wama adroka
- itu menunjukkan bahwa
- ya itu hal yang luar biasa.
- Wama adroka ma lailatul qadr. Wama
- adroka
- malqoriah. Tahukah kamu apa itu hari
- kiamat? Nah, ini hari kiamat itu suatu
- hari yang luar biasa. Enggak bisa
- disamakan
- dengan hari juga. W adroka
- ma lailatul qadr. Maka lailatul qadrar
- ini tidak bisa disamakan dengan
- malam-malam lainnya.
- Lailatul qadri khairun min alfi syahr.
- Kata Allah
- malam al-qadar itu lebih baik
- dari 1000 bulan. Laisa fiha lailatul
- qadr.
- Tidak ada malam al-qadarnya. Fal amalus
- shih fiha
- kirun minhu fi alfi syahrin laais fiha.
- Jadi amal saleh di lailatul qadar ya.
- di lailatul qadar semalam semalam
- lailatul qadar itu adalah dimulai dari
- magrib sampai subuh harta mata lefaz itu
- lebih baik
- ya yang tidak ada
- lailatul qadarnya
- para pendengar hadir silaturahim
- rahimakumullah jadi Allah subhanahu wa
- taala
- ya
- memerintah ahkan kepada malaikat Jibril
- untuk menurunkan Al-Qur'an. Maksudnya
- mewahyukan
- ya, mewahyukan Al-Qur'an
- itu qadar.
- Perlu pendengar ketahui bahwa malam
- al-Qadar itu atau lailatul qadar itu
- itu dari dulu sudah ada ya.
- Bukan khusus untuk nabi, umatnya Nabi
- Muhammad. Tidak.
- Dari dulu sudah ada lailatul qadar.
- Hanya saja
- nilainya lailatul qad
- selain umatnya Nabi Muhammad itu sama
- saja dengan malam-malam lainnya.
- Nah,
- bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam
- pernah dijelaskan
- tentang seorang laki-laki dari Bani
- Israil yang dia ini berjuang
- di jalan Allah ya, berjihad di jalan
- Allah selama
- 1000 bulan itu kagum.
- 1000 bulan itu kan 84 tahun ya, 3 bulan
- kurang lebihlah.
- Sementara umatnya Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam seperti kata
- beliau
- itu rata-rata usianya antara 60 sampai
- 70.
- Sedangkan ini orang berjihadnya saja 80
- 4 tahun.
- sallallahu alaihi wasallam itu
- ya membayangkan ber mengharapkan sekali
- kalau umatnya itu bisa memperoleh nilai
- seperti itu.
- Nah, karena itulah maka oleh Allah
- kemudian diberikan nilai tersebut.
- Ya, kapan diberikannya? Ya, di malam
- al-Qadar itu.
- Hmm.
- Jadi al dari dulu sudah ada. Cuma nilai
- yang 1000 bulan itu hanya untuk umatnya
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Makanya beruntunglah kita
- umatnya Nabi Muhammad.
- Nah, itu diwahyukan oleh malaikat Jibril
- ke planet dunia bumi ya. ke planet dunia
- ini
- di suatu tempatizah
- beliau mewahyukan tuh ya yang ada di La
- Mahfud ini kepada malaikat yang
- ada di Baitul Izah di situ.
- Nah, selanjutnya kemudian dari Baitul
- Izzah itu oleh Jibril disampaikan lagi
- kepada Nabi Muhammad ya selama 23 tahun
- kurang lebih 13 tahun di Mekah.
- Nah,
- para pendengar dia silaturahim,
- [berdehem]
- ada hadis riwayat
- ee hadis sahih
- ya, Bukhari meriwayatkan bahwa
- suatu hari [berdehem]
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu keluar menemui Aras
- makum lilailatil qadri. Aku keluar untuk
- memberitahu kamu tentang lailatul qadar.
- Kata Rasulullah.
- Fatalaha fulan wa fulan farufian.
- Nah, namun oleh Nabi dijumpai ada dua
- orang yang bertengkar
- di masjid lagi bertengkarnya itu
- farufiat. Maka malam,
- ah yang dimaksud malam itu diangkat para
- pendengar bukan malamnya dihilangkan
- ya, tetapi
- ciri-ciri
- ya yang khas khusus
- yang ada di Lailatul Qadar yang tidak
- terjadi malam la di malam-malam lainnya.
- seperti
- jarang sekali anjing menggonggong hampir
- hampir tidak ada.
- Begitu juga merengeh atau meringkiknya
- keledai
- ya, air asin menjadi tawar.
- Ee lalu dilihatnya semua makhluk sujud
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- makhluknya ya hewan
- kemudian [berdehem]
- ya lisan-lisan berzikir kepada Allah
- lalu malam itu begitu sahdu terang
- tapi tidak ada bayangan
- di kolong tempat tidur ya kalau dulu
- suka pakai keranjang itu seperti di
- atas.
- Enggak ada bayangan
- ya. Enggak panas, enggak dingin,
- tidak ada angin.
- Sehingga pepohonan, daun-daun pun tidak
- ada yang bergerak, bergoyang-goyang.
- Tidak ada. Begitu juga dengan air
- semuanya wudu, semuanya tenang
- dan matahari pada ee pada pagi harinya
- nanti
- benar-benar jernih sekali
- dan sebagainya. Nah, ini tanda-tanda ini
- itu sudah dicabut oleh Allah,
- dihilangkan
- kecuali bagi orang-orang tertentu saja
- yang memang Allah kehendaki untuk
- memperoleh karamahnya.
- Jadi sekali lagi bukan malamnya yang
- dihilangkan.
- Nah, karena itu Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam menjelaskan,
- "Faltamisuha fil asril awakhir."
- Cari oleh kamu di hari ke-10 hari
- terakhir,
- bukan nyari malam ya. Kalau nyari malam
- sih enggak usah dicari juga malam itu
- pasti ketemu,
- ya. Nah, kenapa
- dihilangkan oleh Allah semua? Ya, karena
- kesalahan tadi itu
- dua orang ya.
- Ya, artinya di sini kalau ada satu
- kesalahan yang dilakukan oleh segelintir
- orang segera di apa namanya? Diatasi.
- Sebab nanti kalau Allah marah akibat
- perbuatan itu
- melakukannya saja. Yang tidak melakukan
- pun akan terbawa juga.
- Itu kemungkaran yang ada di kampung kita
- yang melakukannya dua orang. Tapi nanti
- yang menanggung akibatnya bukan cuma
- dia.
- Yang tidak melakukan juga sama kena.
- Ya.
- Jadi Allah cabut tanda itu karena apa?
- Satu
- sudah e tidak mengamalkan firman Allah.
- Innama
- mukminuna ikhwah faaslihu baina
- akhwaikum. Orang mukmin itu saudara
- ya. Orang mukmin itu saudara maka
- damaikan saudara. Lah kok malah
- bertengkar.
- Ya, kita bolehlah beda baju ya, beda
- pendapat, tapi beda pendapat bukan
- perbedaan sikap. Terutama sekarang ini
- nih.
- Sekarang ini
- kita ini lagi digiring untuk ee apa
- namanya?
- untuk bertengkar sesama muslim dengan
- adanya
- perang antara
- ee apa Iran dengan
- ya sehingga ada dikatakan ulama yang
- ikut apa namanya
- ulama yang ikut Prabowo
- ada ulama yang berseberangan dengan
- Prabowo.
- Kalau bayang ikut kepada Prabowo
- berarti juga adalah ikut kepada Israel,
- ikut kepada
- MA. Nah, ini lagi dibenturkan nih kita
- ini antara ulama satu dengan ulama yang
- lainnya
- ya.
- Dan kita juga bisa melihat di sini
- bagaimana ada orang [berdehem]
- yang lebih mencintai orang kafir
- ya, membela orang kafir daripada membela
- orang Islam.
- Syiah terlepas.
- Yang jelas Tuhannya orang Syiah itu
- dengan orang Sunni sama.
- Kemudian nabinya juga sama,
- Nabi Muhammad. Kitab sucinya juga sama,
- kiblatnya juga sama,
- ya. Nah, masalah akidahnya kemudian
- ee
- sama atau tidak dengan
- inilah sama.
- Sementara ada pihak yang lainnya,
- Tuhannya beda, kitab sucinya beda,
- kemudian juga kiblatnya beda dengan
- kita. Lama kok malah di lebih dibelain
- ya.
- Mudah-mudahan kita semua
- enggak mudah ter provokasi ya.
- Ya, berantemnya lagi adalah di masjid.
- Padahal masjid itu
- usis alqwa min aaliumin anum. Sejak
- dibangun pertama itu masjid itu untuk
- takwa. L ini malah dipakai buat
- berantem.
- Ya.
- Yang ketiganya berantemnya itu lagi pas
- di malam yang lebih baik dari 1000
- bulan.
- Kalau kemudian Allah itu marah, maka
- tanda-tanda itu diambil oleh Allah. Ya.
- Nah, sehingga kita sudah tidak lagi bisa
- mengetahui kapan lailatul qadar. Namun
- kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
- waasa ayakuna khairon lakum. Boleh jadi
- itu adalah lebih baik bagi kalian.
- Seandainya kita
- tahu kapan lagi kita ini
- pada ya malam pertama, kedua,
- malam-malam lainnya enggak pada tarawih.
- Nanti aja lailatul qadar ya. Ibadah
- sampai pagi toh ibadah di malam itu ya
- lebih baik dari ibadah selama 1000
- bulan.
- Tapi dengan adanya dengan tanda-tanda
- ini dihilangkan oleh Allah sehingga kita
- tidak bisa mengetahuinya
- ya kita isi setiap malam dengan ibadah.
- Sebab kalau setiap malam kita ibadah
- pasti di pas waktu lailatul qadar kita
- mengisinya dengan ibadah.
- Nah, jadi para pendengar silaturahim.
- Nah, begitu ya. Saya pernah nanya kepada
- para jemaah,
- Bapak, Ibu
- pernah ketemu Lailatul Qadar?
- Ya, itu rata-rata kalau ditanya begitu
- kalau enggak diam
- ya.
- Yang paling banyak diam kalau jawab
- belum.
- Belum pernah. Kenapa dia mengatakan
- belum pernah? Karena dia mendengar dari
- ustaznya
- tidak sembarangan orang bisa bertemu
- dengan
- ya. Artinya orang-orang yang kayak
- dirinya kayak diri saya alah enggak
- bakalan ketemu lailatul qadar.
- Ini yang sangat mengherankan. Maka kata
- saya, Bapak, Ibu ini berarti enggak
- ngerti tentang Lailatul Qadar.
- Kalau saya ditanya orang, Ahmad Jazuli
- pernah ketemu lailatul qadar? Saya
- alhamdulillah saya ketemu Lailatul Qadar
- sudah 60 kali lebih
- ya.
- Hmm. Apa itu sombong? Enggak enggak
- enggak sombong.
- Saya yakin sekali setiap tahun saya
- ketemu Lailatul Qadar. Kenapa saya
- merasa yakin begitu?
- Nabi sallallahu alaihi wasallam
- menjelaskan ya Al-Qur'an maupun siapa.
- 1 tahun itu adalah 12 bulan dan di
- antara bulan itu ada Ramadan.
- 1 bulan itu 30 atau 29 malam
- ya.
- Jadi bulan Ramadan ini kalau enggak 30
- hari ya 29
- enggak mungkin 31 enggak mungkin 28.
- itu salah satu malam dari Lailatul Qadar
- ee dari malam di bulan Ramadan itu.
- Katakanlah sekarang
- tahun ini 2026 lailatul Qadar itu jatuh
- tanggal
- 17
- ya, tanggal 17 Ramadan sudah lewat ya.
- Nah, berarti kita ini
- menemui Lailatul
- jelaslah kita ini bertemu dengan malam
- ke-17. Lalu kenapa Anda mengatakan belum
- pernah ketemu Lailatul Qadar? Apa Anda
- ketika tanggal 16 itu langsung loncat ke
- tanggal 18?
- Karena tanggal 17-nya
- enggak sembarang orang yang ketemu. Kita
- itu pasti ketemu dengan Lailatul Qadar.
- Dan lailatul Qadar itu wong Nabi
- sallallahu alaihi wasanda
- ya itu nilai berjuang 4 eh 84 tahun 40
- bulan itu adalah dilakukan oleh umatnya.
- Artinya Nabi berharap supaya yang
- mendapatkan nilai
- 1000 bulan itu umatnya.
- Ya, itu umatnya. Dan itu diberikan oleh
- Allah lah. Tiba-tiba kemudian ada ustaz
- mengatakan enggak sembarangan
- malam lailatul qadar itu.
- Enggak mungkin dari tanggal 16 itu
- langsung kemudian loncat ke tanggal 18.
- Jadi kita pasti ketemu lailatul qadar.
- Asalkan di bulan Ramadan kita hidup.
- Jadi kalau kita hidup di bulan Ramadan
- maka kita pasti ketemu dengan lailatul
- qadar. [mendengus]
- ketemunya itu apakah kita lagi ibadah
- apalagi belanja apalagi gapleh atau lagi
- berantem ah itu masalah lain
- yang jelas kita pasti ketemu lailatul
- qadar
- ya maka alangkah beruntungnya kalau pas
- lailatul qadar kita lagi mengisinya
- dengan berbagai kegiatan ibadah
- Nah, para pendengar dia silaturahim
- banyak yang oleh Allah dirahasiakan yang
- semuanya itu adalah untuk kebaikan kita
- semua.
- Di antaranya ya, yaitu lailatul qadar
- oleh Allah dirahasiakan tanggal berapa,
- malam apa, supaya kita ini mengisi
- setiap malam dengan ibadah.
- Seolah-olah setiap malam
- itu lailatul. Nah, itulah makanya Syekh
- Ibn apa? Abil Qasim Junaidi albaghdadi
- beliau mengatakan, "Bagi kalian itu
- lailatul qadar cuma satu kali dalam
- sebulan." Kalau bagi kami lailatul qadar
- itu tiap malam.
- Maksudnya bulan bukan malamnya itu
- lailatul qadar semua, tapi semangat
- lailatul qadar itu itu ada dalam
- kehidupan beliau setia
- lailatul qadarnya.
- Yang keduanya adalah yang dirahasiakan
- oleh Allah asalatul wusto
- hafidu al shawati wasatil wusto. Yang
- mana salat wusta itu apakah subuh,
- apakah ee asar? Ada ulama yang
- mengatakan salatul wusta itu adalah
- subuh ya. Dan inti di antaranya madras
- di belakangnya ada wakumulillahi
- qonitin.
- Ada juga yang mengatakan
- apa namanya asar. Ada lagi yang
- mengatakan isya. Ada yang mengatakan
- zuhur dan ada yang mengatakan magrib.
- Tapi kalau kita kerjakan semuanya,
- lima-lim enggak pernah ditinggalkan,
- maka kita berarti setiap hari selalu
- melakukan salat wusto.
- Entah wusta itu adalah yang asar, entah
- subuh, entah mana, kerjakan semuanya.
- Ah, begitu juga sama dengan lailatul
- qadar. Kalau tiap malam kita isi dengan
- ibadah, pasti kita mengisi lailatul
- qadar itu dengan ibadah.
- Lalu apalagi yang dirahasiakan oleh
- Allah Subhanahu wa taala? Al ismul
- a'zam.
- Ya. Nah, dirahasiakan tidak tahu. Ada
- orang mengatakan
- Allah, ada yang mengatakan arrahman
- arrahman.
- Tapi kalau kita berdoa dengan semua asma
- Allah, maka berarti kita sudah berdoa
- dengan ismul a'zam.
- Karena anak asma Allah semuanya
- disebutkan oleh kita.
- Begitu juga waridah
- ya. Allah itu juga merahasiakan
- keridaan
- taatnya hamba. Ya Allah itu rida kepada
- hamba itu atas ketaatan yang macam mana?
- dira
- ya supaya si hamba ini terus taat kepada
- Allah Subhanahu wa taala ya ee di setiap
- saat, di setiap kondisi ya, situasi h
- apakah itu perintah besar, perintah
- yangah
- begitu juga [berdehem]
- Allah Subhanahu wa taala merahasiakan
- murkanya. nya
- marahnya pada maksiat yang mana supaya
- kita meninggalkan semua maksiat
- sehingga Nabi mengingatkan id adnaban
- shiron
- kalau kamu melakukan dosa kecil falaur
- ilor maka jangan kamu
- wandurnabai
- tapi yang harus kamu perhatikan kepada
- siapa Apa kamu itu berbuat dosa?
- Nah, kepada siapanya? Bukan melihat dosa
- kecil apa dosa besar.
- Karena boleh jadi saat itulah Allah
- marahnya.
- Allah juga merahasiakan tentang wali.
- Ya,
- yang mana si wali Allah itu supaya kita
- berhusnudan.
- Boleh jadi orang yang selama ini kita
- rendahkan justru dia itu adalah
- waliullah
- ya, kekasih-kekasih Allah. Supaya kita
- selalu berbaik sangka
- ya dan tidak meremehkan
- siapapun dari makhluknya Allah Subhanahu
- wa taala. hambanya
- Allah.
- [berdehem]
- Nah, Allah juga merahasiakan tentang
- kapan hari kiamat terjadi
- kematian
- ya. Kapan matinya kita?
- Supaya apa?
- Kalau Allah memberitahukan
- hari kematian kita, hidup manusia enggak
- bakal ada yang benar.
- Taruhlah
- tafkan umurnya 5 65 tahun atau 60 tahun
- nanti matinya tanggal sekian, bulan
- sekian, hari anu ya sebelum usia 60
- tahun orang ini akan berperilaku
- semaunya aja
- nanti. Yang penting menjelang dekatnya
- hari kematian baru dia taubatan nasuha.
- Hidup enggak benar.
- Karena itu oleh Allah dirahasiakan
- selalu mempersiapkan diri. Sudah
- mempersiapkan diri. Kalau sewaktu-waktu
- kematian itu datang
- sudah siap.
- Jadi untuk kebaikan kita.
- Nah, begitu juga dengan hari kiamat dan
- seterusnya.
- Nah, menarik ini.
- Jadi sekali lagi kapan
- terjadi yang tahu. Namun yang namanya
- ulama mencoba-coba ya. Ya, tujuannya
- adalah baik.
- Seperti sahabat Ibnu Abbas mengatakan,
- kata Imam Ibnu Abbas,
- lailatul qadar itu terjadi pada tanggal
- 27
- ya, 27.
- Ah, beliau ini mengatakan demikian
- karena dua
- dua alasan. Satu, surah al-Qadar itu
- kata beliau
- terdiri dari tiga kalimat. 30 30 kalimat
- maksudnya 30 kata
- ya 30 kata dan kata hiya
- hiya hatta matlail fajr
- itu menempati urutan yang ke-27
- tujuh ya jadi hiya itu adalah kata ganti
- dari kata lailatul qadar
- menempati urutan yang ke-27.
- Dan itu sebagai isyarat dari Allah kalau
- lailatul qadar itu adalah
- terjadi tanggal 27.
- Yang kedua kata beliau
- dalam surat ini Allah menyebutkan kata
- lailatul qadri
- sebanyak tiga kali.
- Sedangkan lailatul qadr itu tulisannya
- terdiri dari sembilan huruf lam.
- I dua ya. Ketiganya lam keempatnya ta,
- kelimanya alif keenamnya lam ketujuhnya
- qof.
- Kedelapannya dal, yang kesembilannya
- adalah ro. Disebutkan tiga kali. Maka
- tiga kalian
- itu jumlahnya adalah 27.
- Itu mengisyaratkan kepada tanggal 27
- kata Imam Ibnu Abbas.
- Tapi ada lagi ulama lain mengatakan di
- antaranya
- Syekh Abil Hasan Ali bin Abdillah
- Assadili
- seorang ulama waliullah ya
- pendiri tariqah Sad
- kan begini inana awaluhul ahad
- falailatut falailat tis isrin maka kalau
- awal puasanya itu di hari Ahad Ahad
- ya. Awal puasanya hari Ahad, maka nanti
- lailatul qadarnya tanggal 29.
- Nah, kalau awil isnin faihda wa isrin.
- Kalau
- kalau misalnya hari Senin, maka lailatul
- qadarnya terjadi di tanggal 21. Jadi
- dari 29 loncat ke 21 ya.
- Awisasa
- atau sekarang kalau awal puasanya hari
- Selasa
- fasabin wa isrin
- maka nanti tanggal 29 27
- fatis asyarah.
- Nah, kalau hari Rabu awal puasanya,
- maka lailatul qadarnya nanti tanggal 17,
- tanggal 19.
- Nah, kalau kemudian awal puasanya hari
- Kamis, nah kayak kita nih hari Kamis,
- maka fakamsin wa isrin
- nanti lailatul qadarnya
- 25 ya. Belum belum ya kita belum 25 nih.
- Kalau awal puasanya itu hari Jumat
- wasab asyarata, maka lailatul qadarnya
- terjadi pada tanggal 17 Ramadan.
- Nah, awis kalau hari Sabtu awal
- Ramadannya
- salas maka nanti adalah lailatul
- qadarnya tanggal 23
- Ramadan.
- Ada juga yang berpendapat lainah itu
- enggak begitu pentinglah para jemaah
- Allah ya. Nah, inilah pandangan para
- ulama.
- Mudah-mudahan kita semua oleh Allah
- diberi taufik
- menyaksikan
- ya lebih-lebih lagi memperoleh
- nilai 1000 bulan
- dengan mengisi malam tersebut
- dengan berbagai ibadah salatnya
- ee kemudian baca Baca Quran, zikrullah
- dan lain sebagainya. Barangkali inilah
- yang
- mudah-mudahan besar manfaatnya bagi kita
- semuanya.
- Amin.
- Wallahuam.
- Baik, Iat. Demikian telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- telah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil dan kita live di aplikasi
- Zoom IMWat. Dan mohon maaf ee tadi agak
- beberapa tersendat-sendat karena mungkin
- ee sinyal ya dan juga cuaca memang di
- sekitaran Rasi ini sedang hujan deras
- jadi mungkin agak sedikit terganggu
- sinyalnya tapi alhamdulillah bisa kita
- simak. Ee sudah banyak yang bergabung di
- WhatsApp ee Rasil Ustaz kita langsung
- saja Ustaz ya.
- Iya silakan.
- Oke. Ada sapaan-sapaan juga ini dari
- pendengar yang sudah kirimkan WhatsApp.
- Ada Bapak Yuman sedang menyimak. Terima
- kasih Ustaz tausiahnya. Bapak Baron, Ibu
- Ani Cani Hudaifa juga selalu menyimak
- rasil Ibu Saidah juga ya sedang menyimak
- di sore hari ini. Ada Bapak Supri, Pak
- Arwin, Pak Syah Ian Rohili, ada juga
- Bapak Abdul Basyir sedang menyimak
- tausiah sore, Pak Ahmad Rasyidin, Ibu
- Karisa, juga Ibu Retno sedang menyimak.
- Bapak Yono Sumarjono, Pak Fajar ee Bapak
- Ruskandar, Ibu Marori,
- ada Ibu Aminah dan masih banyak lagi.
- Yang pertama saya bacakan pertanyaan
- yang masuk Ustaz dari
- Bapak Rohili di Pulau Gebang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz
- izin bertanya, Pak Ustaz. Kalau kalau
- lailatul qadar itu turunnya dari magrib
- sampai menjelang subuh, berarti semua
- orang mendapatkannya. [mendengus]
- Bagaimana dengan pahalanya? Apakah sama
- semuanya ataukah berbeda-beda? Pak Ustaz
- demikian.
- Gimana? Gimana, Pak?
- Kalau lailatul Qadar itu turunnya dari
- magrib sampai menjelang subuh, berarti
- semua orang mendapatkannya. Bagaimana
- dengan pahalanya? Apakah sama semuanya
- ataukah berbeda-beda? Ustaz demikian.
- Ya, betul. Jadi kalau kita ibadah ya di
- malam itu
- ee
- full namanya disebut malam lailatul
- malam itu ditandai dengan terbenamnya
- matahari
- berakhir dengan dengan terbitnya fajar
- waktu subuh.
- Nah, jadi sebelum terbit fajar
- malam, maka kalau kita beribadah
- ya di malam itu full satu malam, maka
- nilainya lebih baik dari 1000
- ee apa namanya? 1000 bulan.
- yang 1000 bulan itu adalah
- ee malamnya full dari magrib sampai
- dengan subuh.
- Sekarang kalau orang ibadahnya berbuat
- baiknya itu daripada Isya sampai dengan
- jam 0.00
- katakanlah 2 jam ya lebih baik daripada
- melakukan 2 jam di malam hari.
- ya selama 84 tahun atau 1000 bulan ya
- begitulah dibedakan ya itu adalah
- keadilan Allah ya begitu orang berjamaah
- ya tapi sama-sama dapat nilai lipatan
- dua lipatan 1000 bulan itu sama begini
- orang yang salat berjamaah
- kalau mendapatkan takbirnya nya ee
- ee ini apa namanya? Salamnya imam
- ya. Maka dia sudah dapatkan
- apa itu? Mendapatkan pahala berjamaah.
- Heeh.
- Ya. Jadi kalau begini
- barkum orang dapat berjamah. Tapi kalau
- kum bar enggak dapat berjamah.
- Barkum itu si mammung mengucapkan Allahu
- Akbar baru Allahu Akbar mau turun tahiat
- imam assalamualaikum
- lah ini si makmum ini dapat pahala
- berjamaah
- maka pahala berjamaah apanya ya jemaah
- Allahu Akbarnya
- enggak pahala semua dari awal ya
- berbedalah dia ini dengan orang yang
- berjamaah dari awal. Begitu juga orang
- yang mengisi lailatul qadar 1 jam dengan
- yang 2 jam dengan yang 3 jam seterusnya
- tentu saja adalah nilainya berbeda.
- Namun sama-sama
- dikalikan 1000 bulan gitu atau 84 tahun.
- Cuma yang 84 tahun itu setiap malamnya
- cuma 1 jam gitu. Wallah.
- Iya.
- Beralih ke pertanyaan selanjutnya dari
- Ibu Ani Cani Hudaifah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ibu Hani. Sehat ya?
- Iya. Baik. Semoga Ustaz dan pejuang
- dakwah rahasia sehat walafiat. Amin ya
- rabbal alamin. Mau bertanya, Pak Ustaz.
- Bagaimana jika saya mau baca Al-Qur'an
- di sebelahnya radio sedang merotal gitu?
- Apa apakah boleh, Pak Ustaz? Mohon
- pencerahannya.
- Demikian, Ustaz.
- Nampaknya gangguan sinyal. Coba kembali
- dihubungi.
- Iya. Halo, Ustaz.
- gangguan
- ya. Kita akan coba menghubungi kembali
- Ustaz Ahmad Zazuli Kholil melalui
- aplikasi Zoom Iwan Out karena memang
- gangguan sinya ya di sore hari ini. Kita
- live via aplikasi Zoom
- ya. Kita akan coba menghubungi kembali
- Ustaz Zazuli.
- Bagaimana?
- Iya. Kita coba kumpul kembali dan kita
- akan jada dulu dengan nasidan. Tetap
- bersama kamiwan
- untuk Islam yang satu. Masih bersama
- kami Iwan Ahwat di acara tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil.
- Alhamdulillah kita sudah kembali
- terhubung. tadi ada sedikit gangguan dan
- ee diulangi lagi Ustaz ya pertanyaan
- dari Ibu Ani tadi mengenai ee baca
- bagaimana jika baca Al-Qur'an di
- sebelahnya ada radio yang sedang ee
- nyala dengan tilawah dengan murotalnya
- begitu ya. Apakah diperbolehkan seperti
- itu? Demikian
- kita baca Quran di sebelahnya ada
- ee merotal Al-Qur'an.
- Heeh. [mendengus]
- Gitu ya pertanyaannya. Diperbolehkan apa
- enggak?
- Betul.
- Yang diperbolehkan itu tentu kita yang
- bacanya ya. Boleh enggak kita baca Quran
- kalau ada di situ sampingnya murtalah
- Al-Qur'an? Ya, enggak apa-apa.
- Boleh-boleh aja kan lebih baik kita
- membaca
- ya. Nah, nanti kalau sudah selesai baca
- dengerin lagi murotal juga. Nah, tapi
- kalau morotal itu adalah punya kita,
- entah itu radio atau ini, enggak ada
- orang lain yang dengerin, ya sebaiknya
- dimatikan dulu merotalnya kita yang baca
- Quran sehingga nanti kuping kita, mata
- kita tertuju kepada apa yang kita baca.
- Nanti kalau sudah selesai kita
- membacanya, silakan dihidupkan lagi.
- Tapi kalau ada orang yang ikut
- mendengarkan lagi mendengarkan murotal
- tadi ya enggak usah, enggak usah
- dimatikan, enggak apa-apa. Silakan.
- Wallahualam.
- Iya. Dari Bapak Supri di Depok.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Ustaz. Kalau ikkaf 10 hari terakhir di
- masjid itu sebaiknya mulai jam berapa
- yang disunahkan? Apakah boleh hanya 2
- jam saja setiap harinya? Demikian.
- Baik, Kang ee iktikaf itu
- [berdehem]
- ada iktikaf apa namanya?
- Ee
- tertentu dibatasi, ada juga ee ee apa
- namanya mutlak ya. Kalau mutlak ini
- enggak dibatasi waktunya. Kalau enggak
- dibatasi terserah selama kita tinggal di
- masjid. Misalnya begini ya. Saya niat
- iktikaf
- selama berada di masjid ini. Lah kalau
- kita tinggalnya di masjid itu 1 jam
- berarti iktikafnya 1 jam. Kalau
- iktikafnya apa namanya? Kalau tinggalnya
- di masjid itu 2 jam ya berarti
- iktikafnya 2 jam.
- Itu namanya iktikaf yang apa namanya?
- mutlak ya, enggak dibatasi waktunya.
- Boleh seperti itu. Tiap hari setiap kita
- masuk masjid selalu ngomong begitu ya.
- Enggak apa-apa bagus ya daripada kita
- enggak niat iktikaf duduk enggak ada
- nilainya sama sekali. Yang keduanya ada
- iktikaf yang enggak mutlak artinya
- tertentu waktunya.
- Bisa jadi karena dinaari gitu ya.
- Misalnya begini, saya nazar kalau saya
- sembuh saya mau iktikaf di malam hari
- selama 7 malam misalnya.
- Iya.
- Nah, ini kalimat saya nazar atau kaul
- iktikaf di masjid selama 7 malam.
- Maka karena disebutkan malam enggak bisa
- kalau cuma e kalau iktikafnya di siang
- hari karena ikrarnya adalah malam hari.
- Dan kalau malam hari maka sebelum
- terbenam matahari,
- menjelang terbenamnya matahari, Bapak
- yang iktikaf itu harus sudah ada di
- dalam masjid. Karena malam itu dimulai
- dari terbenamnya matahari.
- dan enggak boleh keluar dari masjid ya
- ee sebelum terbitnya fajar kecuali
- karena kebutuhan
- ya kebutuhan insani yang tidak bisa
- tidak seperti buang hajat gitu ya
- atau umpamanya makan C