Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda? di sore hari ini.
- Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan
- selalu dalam lindungan Allah Subhanahu
- wa taala. Senang sekali kami
- kru Radio Silaturahim saya Bagus
- ditemani Neza dan juga ada Yusuf
- Sebangkit di meja operator dan juga
- switcher Rasil TV dapat kembali hadir di
- tengah ruang dengar Anda. Baik Anda yang
- berada di rumah maupun Anda yang saat
- ini masih berada di tempat aktivitas
- atau Anda yang saat ini sedang dalam
- perjalanan.
- Semoga
- selalu diberikan nikmat sehat dan juga
- sampai di tempat tujuan. Di hari ini,
- Ikhwan dan Akhwat, Rabu 7, Jumadil Awal
- 1447 Hijriah yang juga bertepatan di
- tanggal 29 Oktober 2025 Masehi. Kami
- hadir dalam program tausiah sore bersama
- narasumber kita Ustaz Jazuli, Ustaz
- Ahmad Jazuli Khalil yang akan mengangkat
- tema tentang pasca wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam telah
- terhubung melalui aplikasi Zoom.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Baiklah, Ikhwan dan
- Akhwat. Tanpa berpanjang lebar, kita
- akan dengarkan tausiah yang akan beliau
- sampaikan. Dan seperti biasa, bagi Anda
- yang ingin bergabung, silakan kirimkan
- pertanyaan ataupun komentar di
- 0811999720.
- Tafadol Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfadilah hadti sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibni Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa alihi
- wasalim
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Arahmanirrahimiki
- yaumiddin. Iyaka nabudu wa iyaka
- nastain. Ihdinatal mustaqimathalladina
- anamta alaihim ghairil magdubi
- alaihimadin.
- Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Amma ba'd. Para
- pendengar silaturahim
- dan pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala yang senantiasa
- melimpah curahkan nikmat karunia-Nya
- kepada kita terutama nikmat iman dan
- Islam, nikmat sehat walafiat, nikmat
- panjang usia dalam taat, termasuk nikmat
- dipertemukannya kita sore ini dalam
- rangka menjalankan kewajiban kita
- menuntut ilmu yang insyaallah
- setelah minggu yang lalu kita bahas
- tentang wafatnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Maka kini kita akan
- membahas tentang pasca pasca wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Apa yang terjadi. Namun sebelumnya saya
- ingin menyampaikan dulu tentang renungan
- dan juga [berdehem]
- ee bagaimana sikap beberapa orang
- sahabat ee atas wafatnya Nabi sallallahu
- alaihi wasallam.
- Yang pertama adalah saya ingin
- menyampaikan apa yang dialami sahabat
- Abu Umar bin Khattab radhiallahu anh ya
- setelah wafatnya Rasul seperti
- diriwayatkan atau dijelaskan oleh
- Al-Ghazali di dalam kitab Ihya
- Ulmuddinnya
- bahwa suatu hari sahabat Umar bin
- Khattab radhiallahu anh [berdehem]
- itu beliau menangis
- Dan sambil menangis beliau kemudian
- berkata begini, "Bi abi anta wa umi ya
- Rasulullah."
- Demi ayah bundaku wahai Rasulullah.
- Laqodana laka jid. [berdehem]
- Laqodana laka jidun taktubunas alaih.
- Dulu katanya engkau
- pernah khotbah
- menyampaikan khotbah kepada kami para
- sahabat
- ya. Di mana
- dalam berkhotbah itu engkau selalu
- memegang pelepah batang kurma.
- Begitu manusia atau sahabat semakin
- banyak, kemudian engkau
- ee berkhotbah di atas mimbar.
- Yang mimbar itu adalah yang membuat
- seorang wanita ya. Jadi pertama kali
- mimbar ada itu yang membuat adalah
- seorang ee apa namanya? Sahabat sahabat
- Nabi ya, wanita.
- Nah, karena ada mimbar yang waktu itu
- tangganya tiga ya, kayak tangga yang ada
- di dalam ee Baitullah barangkali
- mengisyaratkan
- kepada iman, Islam dan ihsan.
- ya. Nah, setelah dibuatkan mimbar, maka
- Nabi kemudian khotbah di atas mimbar
- tidak lagi memegang itu ee batang kurma.
- Nah, tujuannya dengan adanya di atas ini
- kan supaya suara Nabi lebih apa namanya
- terdengar, lebih ken lebih apa namanya?
- Lebih jelas lagi ketika berada tempat
- tinggi.
- Fahanal jidqika.
- Nah, karena engkau sudah tidak lagi
- memegang batang kurma, maka kemudian
- didengarlah
- batang kurma itu merintih, menangis,
- sedih
- [mendengus] karena apa namanya?
- Dipisahkan, ditinggalkan oleh engkau
- wahai Rasulullah.
- Kemudian
- hatta ja'alta yadaka alai fasakana.
- Kemudian
- begitu.
- Dan suara rintihan dari batang kurma ini
- bukan cuma Rasulullah yang mendengar,
- tapi para sahabat pun mendengar.
- Ya, begitu memilukan. Akhirnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya
- menyentuhnya.
- menyentuhnya. Baru kemudian setelah
- dipegang oleh Rasulullah, batang kurma
- itu kemudian dia apa? Diam karena merasa
- nyaman barangkali setelah disentuh oleh
- Rasulullah. Maka kata sahabat Umar,
- "Faumuka aa bil hanin ilaika
- limufarqim."
- Maka umatmu tentu lebih sedih lagi wahai
- Rasulullah. Ya, lebih sedih lagi karena
- perpisahan mereka. Karena mereka telah
- berpisah dengan engkau.
- Bi anta wa umi. Ya Rasulullah,
- demi ayah bundamu wahai Rasulullah.
- Laqod balag min fadilatikaallah
- anil.
- Demi ayah bundamu wahai Rasulullah,
- sungguh telah sampai ke utama itu di
- sisi Allah bahwa ketaatan kepadamu itu
- adalah sama dengan ketaatan kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Faqal azza waalla,
- man yutiirasula faqod at Allah.
- Barang siapa yang taat kepada Rasul,
- sesungguhnya dia telah taat kepada Allah
- Subhanahu wa taala dan juga mengancam
- kepada mengancam dengan azabnya kepada
- siapapun yang menyalahi mengingkari Nabi
- sallallahu alaihi wasallam karena sama
- dengan menyalahi Allah subhanahu wa
- taala.
- anta wa umi ya rasulallah [mendengus]
- [berdehem]
- akq
- azalimahum
- demi ayah bundamu wahai Rasulullah
- sungguh telah sampai keutamaanmu itu di
- sisi Allah bahwa Allah mengabarkan
- kepadamu akan maafnya memaaf Maafkan
- kesalahanmu sebelum mengabarkan dosa ee
- mengabarkan kepadamu akan dosa. Allah
- berfirman, "Allah afallahualimaahum."
- Allah memaafkan kamu ketika engkau
- mengizinkan kepada mereka untuk tidak
- ikut berperang.
- Bi anta wa umi ya rasullahaqag
- minadilat
- ba akya.
- Demi ayah dan bunda, bundaku, wahai
- Rasulullah, sungguh telah sampai
- dari sebagian dari keutamaanmu di sisi
- di sisi Allah bahwa Allah telah
- mengutusmu sebagai nabi terakhir, tapi
- menyebutmu di permulaannya
- sebagai nabi pertama. faq azza waalla wa
- aknaq
- minuh
- wa ibrahim wa musa wa isa maryamna
- minhum
- itu dijelaskan dalam surah alhaya
- al-ahzab ayat 7 ya jadi walaupun nabi
- nabi terakhir nabi muad itu nabi
- terakhir tetapi sudah disebutnya lebih
- dahulu daripada nabi-nabi sebelumnya.
- Bi anta wa umi ya Rasulullah.
- Demi ayah bundaku wahai Rasulullah laqod
- balag min fadilatikaah
- anna ahlar yawaduna
- wahum baqiun.
- Demi ayah bunda, wahai Rasulullah,
- sungguh telah sampai sebagian dari
- keutamaanmu di sisinya bahwa penghuni
- neraka sangat menginginkan.
- Menginginkan bahwa mereka ini dulu di
- dunianya taat kepadamu. Padahal mereka
- sedang disiksa di dalam dar neraka. Darq
- itu adalah tingkatan paling bawah di
- neraka. Yaakuluna. Mereka berkata, "Ya
- laitana atallahu wa atar rasul."
- Itu surat Al-Ahzab ayat 66. Mereka
- berkata, "Ya, [berdehem] kenapa katanya
- dulu kita enggak taat kepada Allah
- kepada Allah dan kepada Rasul
- atau
- bi anta wa umi?" Ya Rasulullah, demi
- ayah bundaku wahai Rasulullah. La
- Musa Imranullah
- hajar
- minhul anharika
- na minhal ma.
- Demi ayah bundaku wahai Rasulullah,
- sungguh jika Nabi Musa bin Imran Allah
- karuniakan kepadanya batu kemudian
- memancar dari batu itu setelah
- dipukulnya sungai.
- Ya, jadi suatu hal yang sangat
- mengagumkan, tapi itu tidak lebih
- mengagumkan dibandingkan dengan
- jari-jarimu yang memancarkan air. Kalau
- itu dari batu, ini dari jari-jari.
- Ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam
- waktu itu mau mengerjakan salat enggak
- ada air, lalu Nabi minta kepada sahabat,
- "Coba carikan sedikit air." Kemudian
- dibawakanlah ee sedikit air. Nabi
- celupkan tangannya. Begitu diangkat
- memancar dari setelah-selah jari Nabi
- yaitu air. Sehingga kata sahabat Anas,
- tidak kurang dari 70 orang sahabat yang
- berwudu dari air yang keluar dari celah
- celah-celah apa? Jari-jari Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Dan para
- ulama sepakat ya, bahwa air yang paling
- utama adalah air yang keluar dari jari
- Nabi baru kemudian air zamzam dan
- seterusnya.
- [berdehem]
- Sallallahu alik bi anta wa umi ya
- rasulullah lain sulaimanah
- minal demi ayah bundaku wahai Rasulullah
- sungguh jika Nabi Sulaiman alaihiatu
- wasalam dikaruniai oleh Allah ya ee apa
- menundukkan ini menundukkan angin
- di pagi harinya
- dan juga sore harinya dalam perjalanan 1
- bulan. Famazalika biajab minal borok itu
- tentu tidak lebih mengagumkan
- dibandingkan dengan burokirta
- alaihiamaah.
- Ketika engkau berisra mikraj nah
- mengendarai burok itu sampai ke langit
- tujuh summa subha minil abd. Kemudian di
- malam harinya, di waktu subuhnya engkau
- sudah sampai di bumi dan mengerjakan
- salat subuh di abdah
- shallallahu alaihi [mendengus]
- abi anta umi ya rasulallah lain isu
- maryam alaihamah ihya alumah
- wah
- Demi ayah bundaku wahai Rasulullah,
- sungguh jika Nabi Allah Isa bin Maryam
- alaihialatu wasalam dikarunia oleh Allah
- kemampuan menghidupkan orang yang sudah
- mati sebagai mukjizatnya, ya maka itu
- tidak lebih mengagumkan dibandingkan
- dengan
- iya.
- Asalamualaikum, Ustaz.
- Baik, ikhwan dan akhwat. Mohon maaf
- nampaknya terputus jaringan kami dengan
- Ustaz Ahmad Jazuli Kholil di sore hari
- ini dengan tema pasca wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Kami akan terus mencoba untuk
- menghubungi beliau kembali melalui
- aplikasi Zoom.
- Ya, untuk sementara ikhwan dan akhwat
- kami akan jeda sejenak. Tetaplah bersama
- kami masih dalam program tausia sore di
- hari ini.
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kami
- memohon maaf kepada Anda karena tadi
- sempat terputus jaringan kami dengan
- Ustaz Ahmad Jazuli Kholil dan sekarang
- beliau telah hadir kembali di
- tengah-tengah kita untuk memberikan
- tausiah dengan tema pasca wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Selamat mendengarkan, Ustaz.
- Baik.
- Baik. Dilanjut Ustaz. Silakan.
- Baik.
- Baiklah. Mohon maaf kepada para
- pendengar. Kita lanjutkan bahwa tadi
- sahabat Umar bin Khattab radhiallahu
- anhu mengatakan bahwa kalau Allah
- mengaruniakan kepada Nabi Isa ya ee
- kemampuan menghidupkan orang yang sudah
- mati dengan izin Allah, maka itu kata
- sahabat Umar tidak lebih mengagumkan
- dibandingkan dengan di hadapan Rasul
- bagaimana kaki kambing yang diracuni
- itu ketika mau dimakan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dia berkata,
- "La takulni fainni masmumah."
- Engkau jangan memakan saya," katanya
- Rasulullah, "karana aku ini diracuni."
- Ya. Kemudian bi anta wa umi, "Ya
- Rasulullah laq
- alaihi faqahbi
- alal ardhi minal kafir dayaro."
- Demi ayah bundaku wahai Rasulullah,
- sungguh Nabi Allah Nuh alaihiatu wasalam
- pernah mendoakan buruk, menyumpai umat
- kaumnya. Beliau kemudian berkata, "Rabbi
- la tadar alal ardhi minal kafirina
- dayaro." Ya Allah Tuhanku, jangan kau
- sisakan, kau tinggalkan diumah bumi ini
- orang-orang kafir yang menempati ee apa
- namanya? rumah-rumahnya.
- Nah, jadi mendoakan mendoakan buruk Nabi
- Ibrahim kepada kaumnya. Walau daa ala
- mislaha seandainya engkau pun mendoakan
- buruk kepada kepada kami wahai
- Rasulullah laqna kullana
- [berdehem]
- ee niscaya akan binasalah kami semua.
- Falaqadwat
- falaqruk.
- Padahal dulu punggungmu pernah diinjak
- ketika salat di bawah mizab. Lalu datang
- ukbah bi ukbah ya yang celaka itu yang
- menginjak e apa nam punggungmu. Wa
- wajhak dan juga membuat wajahmu
- berdarah. Wakas rubiyat
- gigi gigi depanmu sampai pecah.
- Ya.
- Dan engkau tidak mau mendoakan kami yang
- buruk kecuali adalah doa yang baik.
- Seandainya engkau mendoakan buruk
- niscaya kami akan binasa. Faabaitair
- engkau tidak mau mengucapkan kecuali
- yang baik untuk kami. Faqulta lalu
- engkau berdoa Allahumfirlii
- fainnahum laamun. Ya Allah ampunilah
- kaumku karena mereka adalah tidak
- mengerti karena mereka tidak mengetahui.
- Seperti dalam hadis yang diriwayatkan
- oleh Imam Bukhari di dalam kitab
- Dalailun Nubuwahnya
- dan juga hadis sahih dari Ibnu Mas'ud ya
- tentang hal itu.
- Demi ayah bundaku wahai Rasulullah,
- sungguh telah begitu banyak yang
- mengikuti engkau dalam usiamu yang
- pendek Ya. E apa yang tidak di mereka
- ikuti kepada Nabi Nabi Nuh alaihialatu
- wasalam sementara usianya begitu panjang
- dan perjuangannya juga lama. Walaqod
- amana bik. Sungguh telah beriman
- kepadamu demikian banyaknya. Wama amana
- maahu a ma Nuh alaihi salam illa.
- Sementara yang beriman kepada Nabi Nuh
- Alaih Salam hanya sedikit saja.
- abi anta wa umi ya rasulallah demi ayah
- bundaku rasulullah
- seandainya engkau tidak mau bergaul
- tidak mauut berteman kecuali dengan
- orang yang sepadan denganmu, ma
- jalastana niscaya engkau tidak mungkin
- bergaul dengan berteman dengan kami.
- [mendengus]
- [berdehem]
- Walau lam tankih illa kufanak maahta
- ilaina. Dan seandainya engkau tidak mau
- menikahi kecuali wanita-wanita yang
- sepadan denganmu, siapakah wanita yang
- sepadan denganmu? Niscaya engkau tidak
- akan menikahi wanita-wanita kami. Walau
- lam tuakil illa maaltana.
- Seandainya [berdehem] engkau tidak mau
- saling mempercayai
- kecuali orang yang sepadan denganmu,
- niscaya engkau tidak akan saling percaya
- dengan kami. [berdehem] Alaqadallah
- waakaltana walastanaahta
- ilaina. Demi Allah, Engkau mau
- mempercayai kami. Engkau mau makan
- bersama dengan kami dan engkau berteman
- dengan kami dan kau pun menikahi kami.
- Wabistasf dan kau mau memakai
- pakaian-pakaian kulit. Warqibtal himar.
- Engkau mau nunggang keledai. Waardfak.
- Dan engkau juga mau memboncengkan kami
- di belakangmu.
- Dan engkau pun meletakkan makanan di
- atas tanah.
- Wahu alaiik. Dan engkau pun menjilati
- jari-jarimu karena tawadunnya engkau
- wahai Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Demikianlah renungan sahabat
- Umar bin Khattab radhiallahu anh.
- Kemudian bagaimana sekarang kita lihat
- sahabat Bilal bin Rabah
- ketika ee di masa khalifah Abu Bakar,
- sahabat Bilal ini datang menghadap Abu
- Bakar. Kata beliau, "Wahai tuan Abu,
- wahai khalifah, saya mau minta izin mau
- ikut saudara-saudara
- di Syam berjihad fisabilillah."
- Kata sahabat Umar Abu Bakar begini,
- "Tidak, aku tidak izinkan kamu."
- Kecewa rupanya sahabat Bilal ini. Lalu
- sahabat Bilal bertanya,
- "Wahai khalifah, ketika engkau menebus
- aku dulu waktu dijemur di tengah padang
- pasir sambil ditind,
- apa engkau menebus aku karena Allah
- atau engkau menebusnya untuk dirimu?
- Kalau engkau waktu itu menebus aku
- adalah untuk dirimu atau karena dirimu,
- aku siap akan menjadi budakmu sampai
- akhir hayatku.
- Tapi jika engkau menebus aku waktu itu
- karena Allah, biarkanlah ya izinkan aku
- pergi ke Sam untuk turut berperang
- fisabilillah bersama saudara-saudaraku.
- Lalu kata sahabat Abu Bakar, "Demi Allah
- wahai Bilal, aku menebusmu karena Allah
- kalau aku keberatan,
- ya bukan karena itu alasannya.
- Setelah sama-sama katanya kita
- ditinggalkan oleh kekasih kita. Setelah
- aku ditinggalkan oleh Rasulullah, lalu
- orang yang sangat aku cintai, engkau
- orang yang sangat aku cintai kini akan
- meninggalkan aku pula. Itu yang membuat
- aku tidak ee aku keberatan engkau pergi.
- Aku tidak siap ditinggalkan oleh engkau.
- Lalu kata sahabat Bilal begini, "Wahai
- Tuan Khalifah,
- saya bukan ingin meninggalkanmu,
- tapi saya tidak sanggup, sudah tidak
- kuat hidup di Madinah.
- Setiap sudut-sudut di Kota Madinah ini
- mengingatkan aku akan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Masih terengiang di telingaku.
- Bagaimana aku dibawa oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menemui
- sahabat Abdurrahman bin Auf, sahabat
- yang paling kaya. Lalu Rasulullah
- mengatakan, "Wahai Abdurrahman,
- nikahkan, kawinkan adikmu dengan calon
- penghuni surga ini." Rasulullah yang
- menikahkan sahabat Abawa yang yang
- melamar ee melamar untuk sahabat Bilal.
- Manusia yang tadinya hina-dina
- ya, sangat rendah. Tapi kemudian beliau
- diangkat oleh Rasul derajatnya sampai
- beliau ini setara duduk berdampingan
- dengan Rasul sejajar dengan sahabat Abu
- Bakar, Umar dan kini orang itu sudah
- meninggalkannya.
- Maka sahabat Bilal ya sudah tidak kuat
- lagi tinggal di Madinah. Karena setiap
- sudut-sudut Madinah mengingatkan selalu
- ee pada dirinya kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Itulah katanya khalifah. Karena alasan
- itulah walaupun berat hatinya sahabat
- sahabat Abu Bakar, beliau pun merasakan
- itu. Maka diizinkanlah sahabat Bilal
- 2 tahun beliau ini ya di sana dan masa
- khalifah Abu Bakar bin Abu Bakar ini
- memang cuma 2 tahun. Beliau kemudian
- satu malam bermimpi ketemu Rasulullah.
- Lalu Rasulullah dalam mimpinya itu
- bersabda,
- "Ma hadil jafa ya Bilal lima tazurni."
- [mendengus] Ya, kekerasan apa ini?
- Katanya Bilal, "Kenapa kamu tidak
- mengunjungi aku? Tidak mengunjungi aku,
- menjarai aku?" Ya, begitu Bilal bangun,
- beliau nangis. Takut kalau Nabi
- meninggalkan dia, kalau Nabi marah. Maka
- beliau sambil nangis berangkat dari ee
- dari ini dari Syam menuju ke Madinah.
- Hanya satu tujuan beliau mau bertemu
- dengan kubur Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Sesampainya di Madinah kemudian beliau
- ya langsung ke kubur Nabi. Dipeluknya
- kubur Nabi, diambilnya tanahnya sambil
- menangis dibalurkan ke mukanya.
- Seolah-olah beliau ini sedang memeluk
- dan mencium Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Para pendengar di silati
- silaturahim rahimakumullah. [mendengus]
- Ya, itulah bahasa cinta.
- Bahasa cinta tidak bisa ya kita lihat
- dengan bahasa disamakan dengan
- bahasa-bahasa lainnya.
- Melihat perbuatan sahabat Bilal ini ya,
- maka sahabat Umar bin Khattab waktu itu
- menganggap ini adalah berbahaya sekali
- kalau ada orang berbuat semacam ini.
- Karena itu beliau segera membawa cambuk.
- Niat mau mencambuk orang yang memeluk
- kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam
- ini. Begitu tiba di hadapannya, ternyata
- yang melakukan itu adalah sahabat Bilal.
- Sahabat Umar bin Khattab melihat ya,
- karena ini adalah sahabat Bilal, enggak
- mungkin Bilal melukakan melakukan
- perbuatan syirik. Kenapa? Ilmunya
- sahabat Bilal luar biasa. Manusia cerdas
- yang dididik oleh Maha Guru yang luar
- biasa, yang sangat dicintai oleh Nabi.
- Dia tidak mungkin melakukan perbuatan
- syirik. Walaupun boleh jadi [mendengus]
- jika orang lain yang melakukannya itu
- adalah menjadi syirik. Ah, dari sini
- makanya sahabat Umar enggak jadi.
- Padahal rencananya sahabat Umar itu mau
- mencambuk karena tidak tahu para
- pendengar di silaturahim [berdehem]
- apabila suatu kebaikan dilakukan oleh
- orang,
- jangan kita melihat
- siapa yang melakukan, tapi apa yang
- dilakukan.
- Tapi jika adalah itu bukan perbuatan
- baik,
- maka jangan melihat apa yang dilakukan,
- tapi siapa yang melakukan. Karena
- perbuatan itu boleh jadi buruk jika
- dilakukan oleh A, tapi belum tentu buruk
- kalau yang melakukannya adalah B.
- Ya, maka bisa jadi perbuatan itu
- mengakibatkan syirik. Kalau yang
- melakukan orang awam tapi tidak bahkan
- bisa menjadi baik kalau yang
- melakukannya adalah orang yang alim.
- Karena orang alim ngerti batasan syirik.
- Para pendengar dia silaturahim dan itu
- banyak ya jamaullah. Satu kalimat bisa
- jadi dikatakan itu adalah kalimat
- takabur jika yang mengatakan si B. Tapi
- tidak
- dikatakan takabur jika yang
- mengucapkannya adalah si B, maka Islam
- itu tidak hitam putih. Para pendengar di
- silaturrahim, maka begitu melihat
- sahabat Bilal, sahabat Umar girangnya
- luar biasa ya. Marhaba ahlan wa marhaban
- ya akhi, wahai saudaraku. Dipeluknya.
- Lalu dengan dengan penuh ee semangat,
- penuh harap, sahabat Umar bin Khattab
- memohon kepada sahabat Bilal, "Wahai
- saudaraku," katanya Bilal, "Aku mohon
- kepadamu
- ya untuk mengenang masa-masa kita
- bersama dengan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Ee karena itu tolonglah kumandangkan
- azan walaupun cuma satu kali." Apa kata
- bilal? Tidak Rasul. Tidak wahai Amirul
- Mukminin. Sesudah wafatnya Rasul saya
- bukan enggak mau azan, tapi saya sudah
- tidak bisa lagi azan. Saya azan untuk
- Rasul. Jadi bukan enggak mau azan
- sahabat Bilal, tapi karena enggak bisa
- azan. Sudah enggak bisa lagi azan.
- Siapapun merayu beliau enggak mau tetap.
- Tidak lama kemudian datang cucunya
- Rasul. Sayidina Hasan dan Sayidina
- Husein. [mendengus] Begitu datang
- sahabat Bilal, uh bahagianya dipeluknya
- dua cucu kesayangan Rasul ini sambil
- menangis. Seolah-olah beliau ini sedang
- memeluk Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian sahabat Bilal menatap
- wajah Sayidina Hasan dan melihat kakinya
- Sayidina Husein. Karena dari puser ke
- atas Rasulullah itu sama dengan cucunya
- Sayidina Hasan. Dari puser ke bawah kaki
- itu seperti Sayidina Husein. Kalau para
- pendengar pernah melihat makam Ibrahim,
- bagaimana tapak kaki Nabi Ibrahim. Nah,
- itu ee di muka bumi ini yang kakinya
- enggak ada lengkungannya, rata bawahnya
- itu tiga orang. Satu Nabi Ibrahim,
- keduanya Nabi Muhammad, ketiganya adalah
- Sayidina Husein. Maka kalau Sayidina
- Husein, Nabi Muhammad kakinya basah,
- napak itu basah semuanya. Kalau kita kan
- enggak ada lengkungannya, ya.
- Nah, karena itulah maka sahabat Bilal
- melihat kakinya Sayidina Husein. Karena
- seolah-olah dia ini melihat kakinya
- Rasulullah, menatap wajahnya Sayidina
- Hasan. Karena persis wajah Sayidina
- Hasan ini dengan wajahnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ya, akhirnya
- Sayidina Hasan dan Husein berkata,
- "Wahai paman Bilal,
- kami mohon kepadamu." Katanya paman ya.
- ee ee untuk mengenang masa-masa bersama
- dengan kakek dulu. Tolong
- kumandangkanlah azan untuk kami walaupun
- cuma satu kali.
- Wahai katanya ee cucu kesayangan
- Rasulullah, seandainya penduduk bumi
- meminta aku untuk mengumandangkan azan,
- aku tidak akan penuhi permintaan
- siapapun.
- Tapi ini kalian berdua dua kesayangan
- kekasihku.
- Mana mungkin aku bisa menolaknya.
- Insyaallah nanti subuh aku akan
- kumandangkan azan. Jadi seolah-olah yang
- memerintah itu adalah Rasul sendiri
- sehingga sahabat bila tidak sanggup
- untuk mengenal permohonannya.
- Begitu sungguh ya para sahabat sudah
- kumpul karena tahu mereka akan
- mendengarkan azannya sahabat Bilal. Ya,
- begitu mengucapkan Allahu Akbar, Allahu
- Akbar ya mereka
- terkenang ya seolah-olah Rasulullah
- masih ada. Lalu asyhadu alla
- ilahaillallah. Oh, para wanita pun
- berdatangan karena mendengar suara yang
- dulu yang sudah 2 tahun lebih ya apa
- namanya tidak pernah terdengar dan kini
- sekarang mulai terdengar lagi. Ya, ingat
- masa-masa 2 tahun lalu ketika Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam masih gesang
- ya. Terus berdatangan mereka. Begitu
- sahabat Bilal mengucapkan ashadu anna
- muhammadar rasulullah.
- Begitu diucapkan kata Muhammad, maka
- suara Bilal berhenti dan beliau tidak
- sanggup lagi meneruskannya.
- Itulah alasan kenapa beliau ini enggak
- mau azan. Sekali lagi bukan beliau tidak
- bisa azan ya, bukan enggak mau azan,
- tapi setiap mengucapkan kata Muhammad,
- beliau tidak akan sanggup lagi
- mengeluarkan kata-kata lain selain
- tangisan. Ya, betapa rindunya beliau ini
- ya. Begitu besarnya kerinduan, begitu
- besarnya kecintaan sahabat Bilal kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- melebihi kecintaan pada dirinya, kepada
- siapapun juga. Semoga mahabbah yang ada
- di dalam hati Bilal ini sepercik ya
- mahabbah itu Allah tanamkan di dalam
- hati kita sehingga kita juga merasakan
- adanya kerinduan untuk bisa bertemu
- dengan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Inilah dua orang sahabat setelah
- wafatnya Rasulullah dan masih banyak
- lagi di antaranya sahabat Abu Bakar dan
- lain-lainnya ya. Insyaallah itu nanti
- kita akan bahas pada pertemuan yang akan
- datang dengan harapan mudah-mudahan itu
- semua akan menambahkan kepada kita
- pengetahuan ee tentang Rasul sallallahu
- alaihi wasallam yang begitu dirindukan
- dicintai oleh para sahabat. ya. Ee
- sehingga dengan demikian ee Allah
- tanamkan pula mahabbah dan ke mahabbah
- dan kerinduan ee dalam hati kita kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dan ee sehingga berhaklah kemudian kita
- untuk bersama dengan orang yang kita
- cintai. Almarhu maaman ahad kama qala
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Inilah yang bisa sampaikan sore ini ya.
- Mudah-mudahan ada manfaatnya ya buat
- para pendengar semuanya. Wallahuam.
- Wallahuam bissawab. Ikhwan dan akhwat.
- Demikian tadi telah kita simak tausiah
- yang disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Ahmad Jazuli Khalil. Kami akan kembali
- setelah jeda berikut ini. Tetaplah
- bersama kami.
- Untuk Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Terima kasih Anda masih bersama kami di
- sore hari ini. Ada Bapak Musawir Abdul
- Basir
- yang menyimak begitu. Semoga kru Rasil
- selalu sehat walafiat. Amin ya rabbal
- alamin. Kemudian ada Ibu Retno SW hadir
- menyimak tausiah sore. Ustaz Ahmad
- Jazuli Kholil. Ada Eyang Sri juga
- alhamdulillah menyimak. Ada Bapak Saian
- Rohili, lalu ada Ibu Ani Hani Hudaifah,
- kemudian ada Bapak Arwin. Semoga Pak
- Ustaz dan Pejuang Dakwah serta para
- pendengar Radio Rasil selalu dalam
- keadaan sehat walafiat serta dalam
- lindungan Allah subhanahu wa taala. Amin
- ya rabbal alamin.
- Pertanyaan pertama dari Bapak Musawir.
- Pak Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, untuk sebutan malaikat pencabut
- nyawa malakut maut. Tapi banyak yang
- menyebut dengan izrail. Kata izrail itu
- dari mana, Ustaz? Kemudian yang kedua,
- saat Rasulullah wafat menghembuskan roh
- yang terakhir dari keluarga Rasul. Siapa
- yang pertama kali menyatakan bahwa Rasul
- sudah wafat? Terima kasih atas
- pencerahannya.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Mengenai malakul maut ya. Siapa namanya
- itu sudah dimaklumi dalam itikad ahli
- sunah wal jamaah
- bahwa malaikat yang wajib kita ketahui
- ada 10
- ya. Yang diketahui secara terperinci
- namanya dimulai dari Jibril, Mikail dan
- seterusnya.
- ee berikut tugas-tugasnya
- gitu. Nah, tugas malaikat izrail ini
- karena beliau bertugas mencabut nyawa
- maka disebutlah malakul malakul maut.
- Yakni malaikat yang membuat makhluk
- Allah mati. Ya. [mendengus] Nah,
- kemudian dan itu sudah maklum. Yang
- berikutnya sekarang siapa yang
- mengetahui ee Nabi ini menghembuskan
- napas terakhirnya?
- Ee minggu yang ee 2 minggu yang lalu
- saya sudah sampaikan bahwa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam seperti
- dikatakan oleh Sayidah Aisyah
- radhiallahu anha, beliau itu wafat di
- pangkuan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Bahkan kata beliau, "Yang
- paling membahagiakan saya adalah
- ludahnya Rasulullah itu adalah bercampur
- dengan ludahku atau ludahku bercampur
- dengan ludahnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam." Kenapa bisa dikatakan
- bercampur? Apa Rasulullah waktu itu
- dicium oleh Sayidah Aisyah? Tidak
- demikian. Ketika Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sakit ya saudara seayah
- lain ibu dari Sayidah Aisyah yakni
- Abdurrahman bin Abu Bakar waktu itu
- menjenguk Rasulullah membawa siwak ya
- bawa siwak. Rasulullah melihat siwak
- itu. Lalu Sayidah Aisyah bertanya,
- "Rasul, engkau menginginkan siwak?" Lalu
- Rasulullah berisalat menunjukkan iya.
- Maka dimintalah tuh siwaknya sahabat
- Abdurrahman bin Auf. Kemudian
- dibersihkan dulu oleh Sayidah Aisyah.
- Setelah itu diberikan kepada Rasulullah.
- Nah, begitu diberikan ke Rasul rupanya
- siwak itu masih kasar serat-seratnya ya.
- Nah, jadi oleh Sayidah Aisyah kemudian
- ee diambil
- ya. Berarti di siwak itu kan ada
- ludahnya Rasulullah. Nah, oleh Sayidah
- Aisyah kemudian dihaluskan
- serat-seratnya, digigit-gigit begitu
- sampai halus. Nah, dengan sendirinya kan
- ludahnya Sayidah Rasulullah ini nyampur
- dengan ludahnya Sayidah Aisyah. Sesudah
- itu kemudian diberikan lagi kepada
- Rasulullah. Nah, ludah yang ada di apa
- namanya? di
- yang tadi digigit Rasulullah itu
- kemudian masuk ke mulutnya Rasulullah.
- Itu maksudnya bercampurnya ludahku
- dengan ludah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Jadi yang tahu yang
- yang tahu Nabi sallallahu alaihi
- wasallam wafat adalah Sayidah Aisyah ya,
- kemudian juga Sayidina Ali, Sayidina
- Ibnu Abbas, kemudian istri-istri
- Rasulullah yang lainnya termasuk juga
- adalah putrinya Rasul itu Sayidah
- Fatimah radhiallahu anha. Wallahuam.
- Baik, terima kasih Ustaz. Kemudian
- pertanyaan selanjutnya dari
- Bapak Syan Rohili. Asalamu'alaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Ee izin bertanya bagaimana
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana tanggapan orang-orang kafir
- Quraisy setelah mengetahui Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam meninggal
- dunia?
- Ee tanggapan kafir Quraisy ya. Iya,
- betul, Ustaz.
- Jadi setelah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam wafat ya dan itu pada
- waktu terbukanya kota Makkah ya.
- Demikian juga waktu Nabi melaksana
- ibadah haji dijelaskan oleh Allah di
- dalam surah Annasr. Waroitanasa yaduluna
- fiinillahi afwaja. Ya, kau lihat katanya
- Muhammad pada tahun 8 Hijriah ini begitu
- banyak manusia berbondong-bondong
- memeluk agama Islam. Yang tadinya pada
- kafir kemudian memeluk agama Islam ya.
- Sehingga Islam itu menjadi kuat. Nah,
- dengan sendirinya
- orang-orang Quraisy ini hanya tinggal
- beberapa orang saja yang masih dalam
- keadaan kafir. Kebanyakan sudah pada
- masuk Islam. Lalu bagaimana tanggapan
- mereka? Ya, kita enggak perlu diinikan
- juga tahulah bagaimana kalau orang yang
- memusuhi
- Nabi sallallahu alaihi wasallam wafat.
- Ya, itu
- senang las.
- sehingga pemberontak.
- Nah, seper
- lama
- mendek
- deklaras seorang nabi lalu kemudian
- dihancurkan diperangi
- ya oleh Khalifah Abu Bakar Assiddiq
- radhiallahu anh. Dan dalam peperangan
- itu 70 sahabat Nabi yang hafal Al-Qur'an
- itu gugur. Ya, demikian. Kemudian nanti
- apa yang akan terjadi setelah wafatnya
- Rasulullah di kalangan para sahabat? Ini
- kan yang menjadi tema ee pada sore ini
- yakni pasca wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Cuma karena
- waktunya jadi enggak enggak di apa nam
- enggak dijelaskan dulu. Insyaallah pada
- pertemuan yang akan datang apa yang
- terjadi setelah wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang kemudian
- menyebabkan timbulnya per apa namanya ee
- perpecahan atau
- ee fitnah di kalangan para sahabat Nabi
- sallallahu alaihi wasallam.
- Demikian ya. Wallahuam.
- Baik. Ada Bapak Rahman di Depok.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kalau kita melihat ulang kembali sejarah
- pasca wafatnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, banyak sekali ujian
- yang menimpa umat Islam. Bahkan sampai
- ada yang murtad dan muncul nabi-nabi
- palsu. Menurut Ustaz, apa hikmah
- terbesar yang bisa kita ambil dari
- peristiwa ini agar umat Islam di zaman
- sekarang tetap kuat menjaga iman dan
- persatuan?
- Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Dari sini kita bisa melihat ya
- ee bahwa
- selama ini
- ada orang yang
- orang munafik, orang yang mengaku iman
- dalam lidahnya tapi hatinya tidak.
- Heeh. Selama ini mereka tunduk ya tidak
- terang-terangan melawan.
- Mereka tentu adalah ee ee melihat ya
- kekuatan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, begitu Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam wafat ya,
- maka orangorang ini menampakkan sifat
- aslinya. Walaupun Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam juga tahu orang-orang
- munafik ya. Dan ini sudah disampaikan
- oleh Rasulullah kepada sahabat yang
- kemudian sahabat ini di
- apa namanya? Sirrun Nabi, yakni
- rahasianya Nabi yaitu sahabat Hudzaifah.
- Sahabat Hudzaifah itu disebut rahasia
- Nabi. Karena kalau ada rahasia Nabi itu
- ceritanya sama cuma sama sahabat
- Hudzaifah ya. Dan sahabat Hudzaifah tu
- kalau sudah megang rahasia enggak
- mungkin bocor kepada siapapun
- ya. Jadi sahabat Hudzaifah itu tahu
- siapa saja orang-orang
- munafik padanya. Makanya sahabat Umar
- bin Khattab radhiallahu anh itu kalau
- ada orang yang meninggal
- dia mau nyalatin kalau Hudzaifah mau
- mensalati. Kalau sahabat Hudzaifah tidak
- mau salati, sahabat Umar enggak mau.
- Karena sahabat Umar tahu ini adalah
- orang munafik, gitu.
- Heeh. [berdehem]
- Dan beliau pun pernah bertanya kepada
- Safat Hudzaifah.
- Rasulullah menyebutkan
- fik itu aku di dalamnya. Sabat Hudzaifah
- mengatakan tidak. Nah, gitu ya. Tidak.
- Rasul enggak menyebutkan kamu.
- [mendengus] Nah, jadi orang-orang yang
- selama ini pura-pura itu menunjukkan
- kemudian sifat aslinya.
- Nah, di kita juga sebenarnya tidak
- sedikit orang yang begitu loyal
- kelihatannya ya. Loyal entah di
- pemerintahan atau loyal kepada pres.
- Nah, begitu orang yang ditakutinya sudah
- tidak ada, maka akan kelihatanlah sifat
- aslinya yang sebenarnya. Jadi, selama
- ini itu adalah loyalitas itu adalah
- palsu
- ya, palsu, bohong sebenarnya. Tapi
- kemudian dia ungkap ee perlihatkan
- setelah siapa yang ditakutinya itu tidak
- ada. Nah, kayak sekarang ada kan mulai
- mulai kelihatan
- yang selama ini luar biasanya kepada
- pemerintahan. Begitu pemerintahannya
- sudah berhenti, kelihatan kemudian
- keasliannya ya. Nah, demikian ee di
- antara ee nah kemudian juga ee untuk
- terus nah apa namanya merupakan ee
- peringatan dari Allah tentunya agar para
- sahabat supaya berhati-hati dan terus
- dalam berjuang
- wafatnya Rasulullah kemudian berhenti
- segala-galanya. Tidak. Dan ternyata di
- masa sahabat Abu Bakar, Islam itu adalah
- tidak mati karena karena wafatnya
- Rasulullah. Ya, justru di masa sahabat
- Abu Bakar semakin berkembang, di masa
- sahabat Umar lebih berkembang lagi dan
- seterusnya. Ya, jadi jangan pernah kita
- berhenti berjuang karena tokoh ya orang
- itu sudah tidak ada. Nah, jadi mati satu
- tumbuh 1000 begitu ya dalam berjuang.
- Wallahualam.
- Baik, pertanyaan terakhir Pak Ustaz dari
- Bapak Haji Raya di Depok. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee saya pernah taklim di tempat para
- habaib. Dia bilang ceramahnya
- mengenalkan Allah Subhanahu wa taala
- sifat-sifatnya dan juga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Juga
- mengajarkan berlaku baik kepada orang
- tua, ibu dan bapak. Menurut ee habaib
- kalau mau mencari ilmu mah mondok saja
- di pesantren. Minta tolong bantu
- jabarkan Pak Ustaz apa maksudnya. Terima
- kasih. Haji Raya Sawangan.
- Tadi ada yang terputus tuh perkataan
- ente, Gus. Jadi coba diulang, Gus.
- Oh, baik. Ee waktu itu saya pernah
- taklim di tempat ee Habaib.
- H
- heeh. Ia bilang ceramahnya mengenalkan
- Allah Subhanahu wa taala, sifatnya, dan
- juga Rasulullah.
- juga mengajarkan berlaku baik kepada
- orang tua.
- Kata habaib, kalau mau mencari ilmu mah
- mondok saja di pesantren.
- Minta tolong bantu dijabarkan Pak Ustaz
- apa maksudnya. Terima kasih.
- Baik.
- Bismillahir
- kita mau nyari ilmu ya Islam
- ya mondok saja di pesantren itu adalah
- benar sekali yang begitu ya. Ee cuma
- sekarang ini pesantren itu sudah mulai
- banyak ragamnya
- ya. Nah, karena tahu bahwa banyak orang
- yang begitu besar minatnya untuk
- mengkaji mendali Islam di pesantren
- ingin ee apa namanya [berdehem]
- ee supaya pahamnya itu adalah juga
- banyak diikuti. Maka mereka pun sama
- membuat apa namanya pesantren.
- Dan sekarang ini memang banyak
- macam-macam pesantren. Ada pesantren ala
- NU ya, pesantren apa namanya ala Wahabi
- ya, Salafi gitu ada dan lain
- sebagainya. Di sini kita harus
- benar-benar
- ketika mau memesantrenkan anak tahu
- pesantren mana yang akan ee menjadi
- tempat anak kita menuntut ilmu gitu ya.
- Yang menuntut ilmu. Jangan salah.
- Jangankan zaman sekarang, dulu ada zaman
- Nabi sallallahu alaihi wasallam tuh
- sudah ada pesantren para jin yang
- dipimpin oleh pemimpin majelisnya itu
- namanya Habib.
- Dia mendampingi sekarang ini mendampingi
- Lia, Ibu Lia Aminuddin atau Lia Eden ya.
- Nah, itu maka kita harus harus harus
- selektif dalam sini ya. Sehingga di
- kalangan para ulama dulu kayak model
- Imam Syafi'i. Ketika selesai Imam
- Syafi'i belajar kepada Imam Malik, Imam
- Syafi'i minta petunjuk kepada Imam
- Malik, "Saya pengin melanjutkan belajar.
- Kepada siapakah saya harus menuntut
- ilmu?" Nah,
- ya memberi petunjuk dan itu sudah
- menjadi adab di pesantren ya. Kalau anak
- sudah lulus di pesantren, mau pesantren,
- mau pesantren lagi tempat lain, datang
- ke kiainya ya minta petunjuk dari kiai
- itu sendiri. Karena si kiai itu tahu ya,
- ini anak ini paknya di bidang apa? Oh,
- bidang hadisnya. Maka pesantrenlah di
- pesantren anu yang lebih meng ee yang
- ilmu hadis, ilmu tafsir pesantren anu
- gitu tah. Ini kiai-kiai ini ngerti yang
- semacam itu ya. Demikian saya rasa ya
- kepada ee apa namanya semua yang mau
- masantren jangan asal memasukkan saja
- tapi dicek dulu ya. Dicek dulu. E di
- zaman Nabi ada masjid namanya masjid
- dior.
- Heeh. Ya, padahal masjid. Tapi kemudian
- masjid itu dihancur
- abat atas perintah dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Kenapa?
- Karena masjid itu bukan usisa alat takwa
- dibangunnya. Tapi dibangunnya masjid ini
- adalah untuk menjauhkan orang dari
- ketakwaan. ya, tempat mereka orang-orang
- munafik, orang munafik menunggu pasukan
- dari Romawi yang akan menggempur apa
- namanya kaum muslimin yang ada di
- Madinah. Itu seperti
- ee kalau umpamanya ada masjid
- dihancurkan ee lalu kita menentang
- dilihat dulu masjid ini ketika dibangun
- tujuannya untuk apa. Itu masjid. Begitu
- juga tentu adalah pesantren ya.
- Ah, karena itu sekarang kalau ada
- umpamanya satu pesantren
- [mendengus] yang dia ini adalah sangat
- buruk sekali, jangan lantas kita
- meratakan semua pesantren adalah
- tidak mengerti ee pesantren. Bagi kami
- orang-orang pesantren ya tentu tidak
- seperti itu. kita jangan kemudian
- mengatakan ya ee buruk kepada suatu
- komunitas entah apa pula hanya karena
- salah satu di antara ee apa anggotanya
- berperilaku tidak benar. Kalau kita apa
- namanya? Kalau kita sakit ee
- telunjuknya dipotong ya obatin aja yang
- sakitnya ya. Obatin yang sakitnya jangan
- telunjuknya yang dipotong. Jangan karena
- kesalahan satu satu apa nam pihak
- kemudian semuanya dikatakan seperti itu
- ya. Nah, ini yang tidak ee yang tidak
- sehat yang seperti ini. Mudah-mudahan
- kita ini bisa berpikir jernih, sehat dan
- bijaksana. Semoga Allah Subhanahu wa
- taala panjangkan umur kita dalam taat.
- Amin.
- Jalan yang diridai dan dicintainya. Dan
- semoga Allah hiasi hati kita dengan
- akhlak yang mulia. Allah bersihkan hati
- kita dari akhlak yang hina. Allah
- jernihkan pikiran dan hati kita. Allah
- berikan kecerdasan kemampuan bagi kita
- untuk mengetahui bahwa yang hak itu
- adalah hak. Lalu Allah karuniakan
- kemampuan untuk mengikutinya. Dan juga
- kita mohon semoga Allah memberi
- mengaruniakan kepada
- kita yang batil itu adalah batil. serta
- Allah berikan taufik kepada kita untuk
- menjauhinya. Dan juga semoga Allah
- selalu melimpahkan rahmat, taufik, dan
- hidayah kepada kita anak cucu kita
- sehingga selama hidup kita istikamah
- menjalankan perintahnya, menj
- larangannya sesuai dengan tuntutan
- tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah
- yang dilanjutkan oleh ee ahli warisnya
- itu para ee para ulama saleh dan
- wafatkan kita semua dalam keadaan husnul
- khatimah. Rabbana taqabbal minna duana
- amalina birahmatika ya arhamarahimin.
- Rabbana tuakna inbana
- isina
- wamilana
- bih wagfirana anta maulana
- kafirinallahu ala sayidina Muhammadin
- waamullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Jazakallah
- ustaz atas tausiahnya di sore hari ini.
- Ikhwan dan akhwat. Dengan demikian ustaz
- sudah jumpa kita dalam program tausiah
- sore pasca wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang tadi
- telah disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Ahmad Jazuli Khalil. Semoga apa yang
- beliau sampaikan bermanfaat dan kita
- yang mendengarkan bisa mengamalkan e
- nasihat-nasihat dari guru kita. Kami
- mohon maaf jika ee tadi ada sedikit
- gangguan dan juga jawaban dari ustaz
- yang mungkin sedikit terganggu karena
- terputus-putus. Sekali lagi kami mohon
- maaf dan kita akan berjumpa kembali pada
- hari Rabu pekan depan di jam yang sama.
- Akhirul kalam kami yang bertugas mohon
- undur diri dari ruang dengar Anda.
- Ilaliqo billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.