Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabarnya di sore hari ini?
- Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan
- selalu dalam lindungan Allah Subhanahu
- wa taala. Senang sekali kami dapat
- kembali menjumpai Anda dalam program
- tausiah sore untuk edisi Rabu di tanggal
- 27 Agustus 2025
- bersama narasumber kita Ustaz Ahmad
- Jazuli Kholil yang mana pada sore hari
- ini ikhwan dan akhwat beliau akan
- membawakan tema wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dan khulafaur
- rasyidin. Kami telah terhubung dengan
- guru kita melalui aplikasi Zoom.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Baik. Alhamdulillah, Ikhwan dan Akhwat,
- langsung saja kita dengarkan pemaparan
- yang disampai yang akan disampaikan oleh
- Ustaz Ahmad Jazuli Khalil. Tafadol
- Ustaz.
- Bismillah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatih had sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad Abdillah sallallahu
- alaihi wasallam waa alihifinamilikin
- Kiai Ansar bin Haji Abdurahman
- Kiaidullah Irfan Haji Marus Ali
- K Ahmadwani nawi
- ulama Muhammad
- Muhammadah K ah
- muslimin
- auzubillahiminasyaitanirjim
- bismillahirrahmanirrahim
- [mendengus]
- alhamdulillahiabbil alamin
- arahmanirahimiki
- yaumiddin iaka
- anaiilai.
- Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin. Sayyidina
- wa maulana Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Amma ba'd.
- Para pendengar radia silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah
- kembali kita panjatkan puji serta syukur
- ke hadirat Allah Subhanahu wa taala yang
- senantiasa melimpah curahkan nikmat
- karunianya kepada kita, terutama nikmat
- iman dan Islam,
- nikmat sehat walafiat, nikmat panjang
- usia dalam taat, termasuk nikmat
- dipertemukannya kita sore ini dalam
- kajian akidah akhlak dengan Tema
- ee wafati rasulillah sallallahu alaihi
- wasallam al khulafir rasyidina min ba'di
- yakni wafatnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dan alkhulafaar rasyidin
- sesudah beliau.
- Selawat dan salam semoga selalu tercurah
- atas junjungan kita Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- keluarganya, para sahabatnya, para
- pengikut dan pengamal sunahnya.
- Qalal muallif iklam annafi rasulillah
- sallallahu alaihi wasallama uswatan
- hasanatan
- hayyan wa mayyitan wa fi'lan wa qulan.
- Ketahuilah bahwa pada diri Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- itu terdapat uswatun hasanah, suri
- [mendengus] tauladan
- yang baik buat kita. Hayyan wa mayyitan.
- Baik semasa hidup ketika beliau wafat
- dan juga sesudah beliau wafat.
- Jadi nabi itu hidupnya baik buat kita.
- Kemudian ketika ketika beliau wafat juga
- baik
- karena banyak pelajaran yang bisa kita
- petik dari sana. Begitu juga sesudah
- wafatnya beliau.
- Nah, sebagaimana sabda Nabi sallallahu
- alaihi wasallam, "Hayati khairul lakum
- wa mamati khairul lakum."
- Hidupku itu baik buat kalian.
- Ya, matiku juga baik buat kalian,
- masyarakat.
- Kemudian apalagi bernegara itu, negara
- itu atur semuanya, semua aspek kehidupan
- itu ada aturannya dalam Islam.
- Luar biasa. Wasanu lakumusunan juga aku
- membuat sunah-sunah buat kalian dan itu
- adalah baik buat kita
- ya.
- Karena aturan-aturan tadi dibuat adalah
- untuk keselamatan kita, kebaikan kita.
- Ya,
- kita tahu bahwa agama yang dibawa oleh
- semua para nabi itu adalah bertujuan
- lisaadatil
- basyari fi maasihim wa maihim.
- untuk kebahagiaan
- manusia
- baik di dunia maupun di akhirat nanti.
- Nah, itulah Nabi [mendengus]
- semasa hidupnya ya. Karena itu kalau
- ketika Rasulullah wafat banyak para
- sahabat yang benar-benar
- mereka berduka sekali ya bukan wajar
- memang harus begitu
- ya.
- Kemudian waamma mam mati. Sekarang
- hidupnya Nabi, maaf wafatnya beliau ini
- baik buat kita.
- Kenapa? Rasulullah bersabda inalakum.
- Amal-amal yang kalian lakukan itu semua
- disampaikan kepada kepadaku, kata Nabi.
- Jadi Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam itu tahu
- hari ini ni para pemirsa,
- para pendengar di silaturahim lagi pada
- ngaji, lagi pada belajar.
- yang di mobil
- sambil nyetir mendengarkan. Begitu juga
- ya yang tidak nyetirnya sambil ngaji itu
- Nabi tahu.
- Oh itu syiriklah w ustaz yang begitu.
- Syirik apanya? Itu namanya sudah
- mentuhankan manusia, menyamakan Nabi
- Muhammad dengan Allah. Ya tentu tidaklah
- orang bodoh yang menyamakan makhluk
- dengan Tuhan.
- Allah itu memiliki sifat azomah agung.
- Nabi Muhammad juga samaah juga agung.
- Fa innaka laa khuluqin adim. Kata Allah
- begitu. Sesungguhnya engkau Muhammad
- memiliki budi pekerti yang azim,
- yang agung, yang luar biasa.
- Jadi Nabi Muhammad memiliki azomah,
- Allah juga memiliki azomah. Cuma
- azomahnya Allah dengan adomahnya Nabi
- Muhammad jelas bedalah makhluk dengan
- khali.
- Jadi sama-sama memiliki adomah tapi
- adomahnya tidak sama.
- Ini Nabi Muadomah makhluk. Kalau ini
- azomah khali. Allah melihat apa yang
- kita lakukan sekarang.
- Ya, bahkan Allah tahu apa yang akan kita
- lakukan selama hidup kita.
- Ya, mulai dari awal kita hidup sampai
- mati. Allah tahu.
- Nah, Nabi Muhammad ee cuma kalau Allah
- tahunya Allah melihat apa yang kita
- lakukan di mana kita dan bagaimana kita
- ini mendengarkan kajian ini. Itu Allah
- melihat. Kalau Nabi Muhammad tidak
- melihat tapi tahu.
- Maka sama-sama tahu tapi tahunya tidak
- sama.
- Jadi kalau Allah memang melihat
- mengetahuinya kalau Nabi Muhammad karena
- ada informasi yang disampaikan
- kepada beliau
- malaikat yang menyampaikan
- tuh. Jadi jelas beda di sini.
- [mendengus]
- Jadi semua amal-amal kalian itu
- disampaikan
- kepadaku. Faantumullahum.
- Kalau kalian melakukan kebaikan, maka
- aku memuji kepada Allah atas taufik yang
- Allah berikan kepada kalian. Kata Nabi,
- waain asatum. Tapi sebaliknya, jika
- kalian melakukan perbuatan buruk,
- perbuatan dosa, faastagfiru lakum, maka
- aku memohonkan ampun kepada Allah untuk
- kalian semua. Coba itu lihat
- yang namanya Rasul bukan semasa hidupnya
- saja memberi manfaat yang luar biasa
- kepada kita. Bahkan sudah wafat pun.
- Nah,
- dan saya dengar ini dari guru-guru yang
- demikian itu bukan cuma Nabi,
- para aulia, para wali-wali Allah juga
- sama
- memberi manfaat walaupun mereka sudah
- tidak ada.
- Artinya sudah wafat. Karena wafatnya
- mereka itu jelaslah beda dengan kita
- orang awam.
- Walaupun sudah wafat, mereka masih bisa
- memberi manfaat
- kepada orang yang hidup.
- Ya,
- tapi tentu memberi manfaatnya ini jangan
- salah mengertikan. Bukan berarti orang
- mereka para wali yang sudah mati, para
- rasul kalau kita punya hajat lalu minta
- kepada rasul nanti dikabulkan oleh
- Rasul. Itu namanya syirik. Apalagi ke
- wali kita minta-minta ke kuburan
- ya. Kemudian diwujud terwujud apa yang
- kita inginkan ini. Itu bukan wali itu
- yang memberi. Wali itu enggak bisa
- memberi apa-apa. Yang memberi adalah
- Allah. Cuma kebetulan kita lagi minta
- kepadanya.
- Ya wu anahumam
- anfusahumagfullahfahumullahahimahumam
- seandainya kalian berbuat zalim ya
- menzalimi diri kalian diri mereka jauka
- lalu mereka datang kepadamu Muhammad ini
- ayat Al-Qur'an ini Pak
- Ya,
- fastagfaru
- wastagfirullah. Lalu mereka memohon
- ampun. Wastagfar lahumur rasul. Juga
- Rasulullah memohonkan ampun kepada Allah
- untuk mereka. Lawajadullaha tawwabar
- rahima. Niscaya mereka akan dapati Allah
- menerima tobatnya dan menyayanginya.
- Nah, ini yang disebutkan dengan sebagai
- dalil tawasul itu ini ayat Al-Qur'annya
- ya.
- Kemudian apa? [berdehem]
- Demikianlah jemaah rahimahullah ya.
- Hayyan wa mayitan wa fi'lan waan,
- [mendengus]
- perbuatannya maupun ucapannya Rasulullah
- semuanya uswatun hasanah.
- Makanya sahabat Abu Musa al-Asari datang
- kepada Bunda Aisyah
- menanyakan tentang
- perbuatan yang sangat menakjubkan dari
- Rasulullah.
- Maka kata Bunda Aisyah, "Tidak ada
- perbuatan Rasul yang tidak mengagumkan.
- Semuanya mengagumkan."
- Ya, tuh begitu.
- Tidak ucapannya, tidak perbuatannya,
- semuanya mengagumkan. Luar biasa.
- Fi'lan waulan.
- Suatu hari ketika Nabi sallallahu alaihi
- wasallam bangun tidur
- itu sahabat Abu Bakar Assiddiq
- radhiallahu anhu melihat pipi Rasulullah
- ini bergaris-garis
- bekas tiker karena beliau tidurnya di
- tikar
- ya dari anyaman
- ee
- daun kurma.
- Jadi begitu bangun membekas di pipinya.
- Di sini sahabat Abu Bakar itu menangis.
- Bagaimana tidak
- ini makhluk Allah paling agung, makhluk
- Allah paling mulia, makhluk Allah yang
- paling Allah cintai?
- Ya, tidur di atas tiker butut
- gitu
- ya Allah. Padahal kalau mau apa sih yang
- tidak akan Allah berikan kepada Nabi
- Muhammad?
- Sedih sahabat Abu Bakar itu.
- Karena itulah sahabat Abu Bakar kemudian
- bertanya, [berdehem]
- "Rasulullah,
- engkau lebih agung dari kaisar Romawi,
- engkau lebih mulia dari
- Raja Parsi.
- Engkau adalah sayyidul awalin wal
- akhirin.
- Ya, sayidnya orang-orang terdahulu dan
- terakhir.
- Engkau makhluk paling mulia, paling
- agung.
- Mereka raja-raja itu tidur di atas kasur
- yang tebal.
- Ya, selimut yang hangat
- semuanya seperti itu. Sementara engkau
- tidur di atas tiker butuh sampai
- berbekas di pipi.
- Padahal engkau adalah makhluk paling
- mulia. Dan kalau engkau mau Rasulullah,
- siapa di antara kami yang tidak mau
- memberikan apa yang kau butuhkan?
- Asal engkau mau,
- tapi kenapa engkau tidak mau engkau
- menolaknya? Rasulullah.
- Ya,
- kata Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam,
- Abu Bakar,
- aku takut kalau tidur di kasur seperti
- itu, selimut seperti itu,
- tidurku kepulsaan.
- Sehingga dalam satu malam
- aku lupa mendoakan umatku.
- Jadi beliau rela tidur di atas kasur
- seperti itu
- asal bisa mendoakan kita semua setiap
- malam
- daripada tidur di atas kasur yang empuk,
- selimut yang tebal, yang hangat.
- Tapi akibatnya tidur kepulusan sehingga
- dalam satu malam lupa mendoakan kita
- semua.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad.
- Itulah Rasulullah
- perbuatannya kayak begitu. Rela beliau
- korbankan dirinya demi kesenangan dan
- kebahagiaan.
- Kita yang sangat dicintai oleh beliau.
- Allahumma amantu bih
- wailam akun aro.
- Ya Allah,
- aku beriman kepada beliau
- walaupun aku tidak pernah melihat
- beliau.
- Farzuqniyati
- jamalihi
- yaumal kiamah.
- Maka karuniakanlah kepadaku ya Rabb.
- Muliakan aku ya Allah
- dengan bisa melihat wajah beliau
- di hari kiamat nanti.
- Hayyan wa mayitan wa fi'lan waulan.
- Ucapannya bagaimana?
- Ya Allah.
- Jadi contoh luar biasa. Suatu hari ada
- anak muda yang minta izin kepada Nabi
- untuk berzina walaupun cuma satu kali.
- Sahabat semua marah.
- Bagaimana tidak? Ini bukan permintaan,
- tapi ini adalah pelecehan. Ini kurang
- ajar
- ya. Tapi Nabi dengan tenang.
- [berdehem] Inilah sifat beliau. dengan
- tenang tidak marah.
- Enggak mungkin anak muda ini mengajukan
- permohonan kalau dia tidak kalau dia
- tahu bahwa itu buruk. Mungkin begitu
- barangkali ya. Maka dipanggilnya oleh
- Rasulullah, mendekatlah anak muda.
- Anak seandainya katanya ibumu dijinain
- orang. Apa
- yang akan kamu lakukan?
- Anak muda itu dengan semangat, saya akan
- cari orang itu Rasulullah ke mana pun
- saya akan bunuh dia.
- Walaupun nyawa saya sebagai taruhannya
- demi menjaga kehormatan ibunda.
- Ibu yang sangat saya cintai.
- Sekarang bagaimana kalau yang dijinai
- orang itu anakmu? Kalau kamu punya anak
- dijinahin sama orang, apa yang akan kamu
- lakukan? Nak
- sama Rasulullah. Saya kan cari orang itu
- karena dia sudah menginjak-nginjak
- kehormatan kami. Kan saya bunuh walaupun
- nyawa sebagai taruhannya.
- Kemudian bagaimana kalau saudara
- perempuanmu dijina orang? Bagaimana
- kalau bibimu dijinain orang? Terus sama
- Rasulullah sama anak itu dengan
- menggebu-gebu. Jawabannya,
- "Anak muda,
- seandainya engkau berzina, boleh jadi
- wanita kau yang kau zina itu punya anak
- muda yang gagah seperti kamu.
- Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh
- anaknya terhadap kamu?"
- Kata anak muda itu, "Dia pasti akan
- mencari saya Rasulullah." ke mana pun
- saya pergi dan dia pasti akan membunuh
- saya demi membela kehormatan ibunya
- walaupun nyawanya sebagai taruhannya.
- Seandainya engkau berzina, boleh jadi
- nak yang kamu zina itu seorang wanita
- yang punya ayah yang gagah seperti kamu
- ayahnya.
- Apa yang akan kira-kira yang akan
- dilakukan oleh ayahnya?
- Terus disebutkan, seandainya yang kamu
- jinain itu seorang wanita yang punya
- saudara seperti kamu. Akhirnya anak muda
- itu menangis. Rasulullah, saya enggak
- mau berzina. Saya enggak mau berzina.
- [mendengus]
- Ya Allah,
- tujuannya tercapai.
- Ya, tujuan nasihat sampai tanpa anak itu
- harus dibentak-bentak, harus
- dipermalukan.
- ucapannya menjadi contoh buat kita
- semua.
- Perbuatannya tadi luar biasa
- ya.
- Suatu hari ketika salat di belakang
- Rasulullah itu ada Umar bin Khattab
- radhiallahu anhu. [mendengus]
- Kalau Rasulullah ruku bunyi perutnya itu
- peret-peretuk gitu.
- Begitu juga kalau sujud.
- Maka selesai salat, sahabat Umar
- bertanya, "Rasulullah, apakah engkau
- sakit?"
- Tidak, kata Wimar. Emangnya kenapa?
- Aku aku dengar katanya tadi waktu sujud
- tulang-tulangmu beradu pada bunyi.
- Akhirnya dibuka oleh Rasulullah
- jubahnya. Ternyata ada gesper di dalam
- gesper itu. Geser putih ada batu-batu
- kecil.
- Ya. Umar bertanya kemudian
- untuk apa itu Rasulullah? Sengaja aku
- ikat perutku ini biar lagi salat tidak
- bunyi. [mendengus]
- Nah, ini makanya ada satu ada mazhab
- dalam Islam, mazhab fikih ya. Kalau
- orang lagi salat bunyi perutnya karena
- lapar, maka salatnya batal.
- Ini dasarnya dari sini
- ya. Jadi sengaja aku ikat biar enggak
- bunyi karena perut ini sudah tidak har 3
- hari belum terisi makanan.
- Sahabat Umar
- malu,
- marah,
- berkecamuk.
- Malunya kenapa
- malu? Karena bagaimana
- tidak malu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam orang yang sangat dihormati,
- dimuliakan, diagungi,
- dan yang telah menyelamatkannya
- dari kemusyrikan ya yang membimbingnya
- ke jalan yang indah,
- ke taman yang indah, taman Islam.
- Orang yang paling dia cintai sesudah
- Islam ya. 3 hari enggak makan kok. Dia
- enggak tahu.
- Aku ini umat macam apa?
- Rasulnya 3 hari enggak makan kok. Enggak
- tahu. Dari malu itu dia kesal marah. Ya
- sebenarnya
- marah pada dirinya sendiri.
- Tapi akhirnya kepada Rasul dia.
- Rasulullah kenapa engkau 3 hari enggak
- makan enggak ngomong enggak ngasih tahu
- kepada kami?
- [mendengus]
- Ya.
- Ya, mungkin kalau kita ditambah-tambahin
- apa kek. [mendengus]
- Tapi Rasulullah kan bersabda, "Umar, aku
- ini pemimpin, aku ini nabi, aku ini
- rasul.
- Seorang rasul, seorang nabi tidak boleh
- menyusahkan umatnya."
- Subhanallah
- ya. Beliau juga pemimpin. Seorang
- pemimpin itu enggak boleh menyusahkan
- yang dipimpin rakyatnya.
- Nah, bahasa lainnya seorang pemimpin
- tidak boleh memakan uang rakyatnya.
- Ya Allah. Oh nih kalau pemimpin kayak
- begini
- indahnya luar biasa susah memang kita
- temukan
- justu sekarang yang lagi kita saksikan
- di mana rakyat kita lagi menjerit
- ya sementara yang duduk di sana
- gajinya dinaikkan
- ya salam sudahudah naik gaji joget-joget
- masyaallah gimana tidak emosi.
- Kemudian para mahasiswa
- yang benar-benar mereka punya perhatian
- merasakan bagaimana
- detak jantung nadinya rakyat kecil.
- [mendengus]
- Para pendengar silaturahim
- dan pemirsa Rasel TV rahimakumullah.
- Itulah ya Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Jadi [mendengus] di
- dalam diri Rasulullah itu terdapat
- uswatun hasanah,
- suri tauladan yang baik buat kita semua.
- Hayan semasa hidup beliau, ketika wafat
- beliau,
- ya sesudah wafat beliau,
- begitu juga perbuatan beliau.
- dan ucapan-ucapan beliau.
- Tidak ada yang tidak mengagumkan.
- Semuanya mengagumkan.
- Sebagaimana yang dijelaskan
- atau dikatakan oleh istri tercinta
- beliau,
- Sayidah Aisyah radhiallahu anha.
- Ya.
- Dan insyaallah para pendengar
- [mendengus] nanti
- pada minggu yang akan datang kita akan
- ee apa namanya? bahas
- ee masa-masa
- sakitnya Rasulullah
- ya.
- Demikian itu untuk siang ini. Barangkali
- inilah yang saya sampaikan. Sekali lagi
- insyaallah minggu depan kita akan bahas
- tentang masa sakitnya Rasul
- sampai kepada wafatnya.
- Ya, wallahuam.
- Baik,
- Ikhwan dan akhwat. Demikian tadi ee
- tausiah yang disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Jazuli Kholil di sore hari ini.
- Dan seperti biasa kami akan jeda sejenak
- terlebih dahulu. Tetaplah bersama kami.
- Satu. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Terima kasih
- Anda masih bersama kami menyimak tausiah
- sore di hari ini. Ee sebelum itu kami
- ingin menyapa ada Bapak Ruskandar, Ibu
- Retno. Alhamdulillah hadir menyimak
- tausiah sore, Ustaz Jazuli jazakullah
- khair. Kemudian ada Bapak Budi Hartono.
- Kemudian ada Bapak Rahman. Insyaallah
- nyimak lan deres ilmu serta barokahipun
- Kiai. Lalu ada Bapak Baron Betawi.
- Terima kasih Ustaz Jazuli. Ibu Ani
- Khudaifah. Alhamdulillah hadir menyimak
- dari awal di radio pencerahan Ustaz
- Ahmad Jazuli Kholil begitu ya. Kemudian
- ada Bapak Sayan Rohili
- yang bertanya kepada Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, apakah malaikat Jibril telah
- mengabarkan kepada Rasulullah kalau ia
- akan diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala?
- Baik. [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ee ketika Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sakit,
- kemudian
- malaikat maut itu datang mengucapkan
- salam.
- ya, mengucapkan salam
- kepada Nabi.
- Lalu kata Rasulullah begini,
- "Ee Fatimah, ada tamu, ada yang datang
- tuh coba terbuka pintu."
- Kemudian, [mendengus]
- eh, ee Siti Iya.
- Ee Siti Aisyah ya.
- Nah, begitu Siti Aisyah itu paham betul
- kalau malaikat Jibril datang, beliau itu
- bisa merasakan auranya gitu ya,
- merasakan ini ada Jibril gitu tuh karena
- pengalaman gitu.
- Begitu dibuka pintu enggak ada
- siapa-siapa
- tapi bulu romanya beliau ini berdiri
- lalu ngadu kepada Rasulullah. Rasulullah
- enggak ada siapa-siapa
- dan juga bukan Jibril gitu ya. Tapi saya
- begitu buka pintu itu bulu kuduk saya
- berdiri katanya Rasulullah
- merinding. Rasulullah senyum itu
- malaikat maut
- ya. Malaikat maut. Kemudian malaikat
- maut minta izin
- kepada Nabi untuk masuk. Ya, diizinkan.
- Lalu menanya, "Apakah kamu mau mencabut
- nyawa saya?" Ya, itu pun kata Allah
- kalau engkau siap hari ini wafat.
- Tapi kalau umpamanya engkau pengin
- diperpanjang,
- aku diperintahkan oleh Allah untuk
- kembali.
- Itu Rasulullah wafatnya aja ditawarin,
- mau wafat apa enggak.
- Dan ini sepanjang perjalanan
- hidup manusia cuma Rasul yang ditawaran,
- ditawarin begini. Yang lainnya enggak
- ada. Nabi-nabi yang lain enggak
- ya. Apalagi Ucup enggak bakalan cup ya.
- Tawarin milih. Artinya Rasulullah tahu
- tuh mau wafat ya.
- yang sebelumnya juga
- ee Rasulullah itu sudah memberitahu
- bahwa ini saatnya aku akan kembali, akan
- pulang. [mendengus] Nah, Siti Fatimah
- juga tahu kalau beliau ini akan wafat
- karena Rasulullah pernah menarik kepala
- Siti Aisyah, Siti Fatimah.
- Dibisiki oleh si oleh Rasulullah. Begitu
- dibisiki
- langsung Siti Fatimah menangis.
- Menangis beliau ini.
- Kemudian enggak lama lagi ditarik lagi
- kepalanya, [batuk] dibisiki lagi oleh
- Rasulullah.
- Begitu dibisikin,
- Siti Fatimah itu tersenyum, tertawa,
- senang banget dia. [mendengus]
- Itu tidak lepas dari pengawasan Siti
- Aisyah.
- Makanya sesudah wafat beliau
- ditanya oleh Siti Aisyah, "Fatimah,
- tempo hari engkau itu ditarik oleh
- Rasulullah, dibisiki langsung engkau
- menangis. Kemudian dibisiki lagi sekali
- lagi kemudian engkau tertawa,
- tersenyum."
- "Emang Rasulullah ngebisikin apa?"
- [mendengus]
- Kata Siti Fatimah, Rasulullah mengatakan
- bahwa ini adalah hari kematianku. Aku
- akan menghadap Allah Subhanahu wa taala.
- Makanya aku nangis karena mau berpisah
- dengan karena Rasulullah akan
- meninggalkan kita semua.
- Kemudian beliau membisik lagi,
- "Apakah kamu tidak rida?" Katanya
- Fatimah
- bahwa keluargaku
- yang pertama menyusul aku, artinya
- pertama wafat itu adalah engkau.
- Aku senang sekali karena orang
- keluargaku yang pertama bertemu dengan
- Rasul adalah aku. Jadi Rasulullah itu
- tahu kalau beliau itu hari itu akan
- meninggal.
- Dan ketika Rasulullah meninggal juga
- Jibril ada mendam di dekat Rasulullah
- gitu ya. Jadi sudah ada berita.
- Bahkan Jibril juga sudah memberi isyarat
- sebelumnya kepada Nabi Muhammad. Dari
- isyarat itu Rasulullah paham ya, paham
- betul.
- [mendengus]
- ee di bulan ini
- ee di bulan puasa
- tahun ke-10 Hijriah
- sebelumnya Jibril itu suka datang di
- bulan puasa
- ee ber apa namanya?
- Tadarus dengan Rasulullah
- ya. Dan itu satu kali beliau datangnya.
- [mendengus]
- Nah, kemudian di bulan puasa tahun 10
- Hijriah datangnya dua kali. Jadi enggak
- biasa beliau ini datangnya kedua kali.
- Rasulullah paham bahwa itu isyarat
- [batuk]
- tidak lama ya. Beliau ini di tahun depan
- ini akan meninggal.
- Ketika beliau melaksanakan ibadah haji
- [mendengus]
- lagi wukuf di Arafah, turun firman
- Allah, alum akmalakumakumikum
- nikmatium
- isama.
- Hari ini aku sempurnakan bagimu agamamu.
- Wah, para sahabat bergembira ri
- senangnya luar biasa karena sudah
- sempurna agama.
- Tapi ada satu sahabat yang mendengar
- ayat itu, dia menunduk,
- sedih
- ya, tidak gembira. Dia menangis. Karena
- itu dia kemudian pergi dari majelis itu
- masuk ke dalam tenda, nangis
- sejadi-jadinya.
- Dan apa yang dilakukan oleh sahabat ini
- yakni sahabat Abu Bakar dilihat oleh
- sahabat lain di antaranya Sayidina Ali.
- Maka beliau ini bertanya ini kenapa
- orang tua ini di hari gembira ini kau
- malah bersedih, malah menangis. diikutin
- sampai ke tenda.
- Lalu ditegur, "Wahai katanya Abu Bakar,
- di hari di mana Allah mengabarkan kepada
- kita tentang setelah sempurnanya agama
- kita, mestinya kan kita gembira.
- Tapi kenapa engkau malah menangis?
- Engkau bersedih?" Kata sahabat Abu
- Bakar, "Saudaraku,
- sebelum Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam diutus,
- banyak para nabi, para rasul, para rasul
- yang diutus oleh Allah untuk
- menyampaikan risalah,
- menyampaikan tugas." Ya, itu apa
- tugasnya? Menyampaikan risalah.
- Ketika tugas itu sudah selesai,
- maka mereka dipanggil oleh Allah untuk
- mempertanggungjawabkan
- ya semua perbuatannya
- dalam menjalankan tugas
- ya, menyampaikan risalah. Nah,
- sekarang Allah Subhanahu [batuk] wa
- taala sudah memberitahu kepada kita
- kalau agama ini sudah sempurna, risalah
- ini sudah sempurna, berarti kan tugas
- Nabi sudah selesai.
- Kalau tugas Nabi sudah selesai kemudian
- mau apa?
- Ini saudara adalah berita dari Allah
- tentang masa-masa perpisahan kita dengan
- Rasulullah yang tidak akan lama lagi.
- Justru saya heran kenapa kalian kok
- malah bergembira ria mau berpisah dengan
- Rasulullah.
- Kaget sahabat itu.
- Ya, maka dia buru-buru lari menghadap
- Rasulullah. Rasulullah Abu Bakar
- mengatakan begini bla bla bla bla bla.
- Benarkah itu Rasul? Apa kata Rasulullah?
- Sodqah Abu Bakrin. Benar sekali Abu
- Bakar. Jadi Rasulullah sudah ngerti.
- Jangankan Rasulullah, Abu Bakar aja
- ngerti toh. Apalagi Rasulullah. Kalau
- ini adalah berita ya tidak lama lagi
- wafat. Kemudian pada tanggal 10 waktu di
- Mina
- turun firman Allah ja nasrullahi wal
- fat. Kalau pertolongan Allah sudah
- datang begitu juga terbukanya kota
- Makkah. Waroitanasa yaduluna fiillahi
- afwaja.
- Dan kau lihat katanya Muhammad manusia
- berbondong-bondong
- masuk ke dalam agama Islam. Fasabbih
- bihamdibika wastagfir
- innahuana tawwaba.
- Maka bertasbihlah kamu, sucikan Tuhanmu
- dengan memuji Tuhanmu dan mohon
- ampunlah. Ya, sesungguhnya Dia Maha
- menerima taubat dan maha penyak maha
- penerima taubat. Nah, karena itu kata
- Bunda Aisyah setelah turunnya ayat ini
- dulu Rasulullah kalau rukuk baca subhana
- rabbiyal adzim, sujud baca subhana
- rabbiyal a'la. Sesudah turunnya surah
- an-nasr, beliau memperbanyak baca
- subhanakallahumma
- wabihamdika astagfiruka wa atubu ilaik.
- Dan itu adalah isyarat lagi ya,
- pemberitahuan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi bukan cuma Jibril, Allah pun
- sudah memberitahukan.
- Ya, demikian kepada penanya. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Terima kasih atas
- jawabannya. Kemudian dari
- Dubai, Ustaz, ada Bu Nurul Imtisan dari
- Dubai mendengarkan siaran Ustaz.
- Kemudian Bapak Ibu Rukmini dan Ibu Ani
- Khani Hudaifa. Lalu pertanyaan
- selanjutnya, Pak Ustaz ini datang dari
- Fikri di Tangerang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kalau kita datang ke masjid untuk salat
- subuh, tapi salat berjamaah sudah
- dimulai, apakah masih boleh melaksanakan
- salat sunah qobliah subuh terlebih
- dahulu agar mendapat keutamaannya
- ataukah langsung ikut salat wajib
- berjamaah?
- Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim.
- [mendengus]
- Kalau kita datang ke masjid ya
- ee belum dikum belum iqamat
- ya, maka kita disunahkan salat qobliah
- subuh.
- Tapi kalau umpamanya udah iqamat atau
- dikumandangkan, akan disampaikan iqamat,
- maka
- kita tidak usah salat qobliah subuh
- dulu.
- Tapi apalagi kalau imam atau jemaah
- sudah mulai salat. Enggak benar kalau
- kita mengerjakan qobliah, kita ikutlah
- salat subuh dulu. Nanti sesudah salat
- subuh baru kita mengerjakan qobliah
- subuh.
- Ya, suatu hari seketika Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam selesai salat
- subuh, tiba tiba-tiba datang seseorang
- yang terlambat nih, sudah selesai salat
- subuhnya. Lalu Rasulullah bertanya,
- bertanya kepada para sahabat, manasq bi?
- Siapa yang mau bersedekah kepada lelaki
- ini? Lalu sahabat e Umar
- ya radhiallahu Abu Bakar kemudian
- berdiri lalu salat bersama dengan orang
- itu. Ini yang disebut dengan salat iadah
- ya.
- Ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam
- selesai salat subuh, Nabi melihat
- ee apa [berdehem] namanya?
- [batuk] Ee jadi maaf kalau kita doa Nabi
- melihat ada orang mengerjakan salat
- sunah dua rakaat.
- Lalu Rasulullah setelah begitu selesai
- bertanya kepada sahabat itu,
- "Ya Hadza katanya, "Hai saudaraku ini
- ee
- mahatani rakatani ini dua rakaat apa?"
- Anda mengerjakan salat sunah dua rakaat.
- Lalu orang itu berkata begini,
- "Rasulullah,
- tadi saya belum sempat salat qobliah
- subuh ya, sudah keburu iqamat. Jadi
- sekaranglah saya mengerjakan qabliah
- subuh itu." Dan Rasulullah tidak
- mengingkari, diam saja.
- Diamnya Rasul
- itu menunjukkan
- setuju dengan perbuatan itu. Ini dalam
- istilah hadis nanti disebut hadis
- takriri.
- Jadi Nabi tidak melakukan ya, tapi
- melihat seseorang yang melakukan
- perbuatan.
- Maka itu Nabi enggak memberi komentar,
- diam saja. Diamnya itu menunjukkan itu
- adalah benar. Jadi tadi saudara ya yang
- dari Tangerang atau mana tadi itu jangan
- salat qabliah dulu. Nanti qobliahnya
- sesudah salat subuh enggak apa-apa.
- Karena qobliah itu bukan harus dilakukan
- sebelum salat fardu, tapi qobliah itu
- adalah salat sunah yang waktunya
- dimulai sesudah tibanya waktu salat
- fardu sampai habisnya waktu salat fardu
- tersebut. Itu qobliah.
- H. Jadi keliru orang mengatakan kalau
- qobliah itu harus dilakukannya sebelum
- ya sebelum sebelum zuhur eh sebelum
- salat fardu. Enggak begitu. Qobliah itu
- sekali lagi adalah
- yaitu salat sunah yang waktunya
- salat-sunat ratib ya yang waktunya ee
- setelah masuknya waktu salat fardu dan
- sampai berakhirnya atau habisnya waktu
- salat fardu tersebut. Itu begitu ya.
- Heeh.
- Ya, sama dengan kalau antum datang ke
- masjid sudah salat zuhur misalnya. Waduh
- ee belum salat qobliah kerjakan
- sudahnya. Atau Anda biasanya
- kalau sudah biasa salat di ee salat
- Jumat ya. Salat Jumat suka biasa
- mengerjakan ada yang mengerjakan qobliah
- Jumat kan ada yang enggak ya. Nah,
- sementara di masjid itu ada yang azannya
- satu kali, ada yang azannya dua kali.
- Kalau azannya satu kali biasanya kan
- enggak ada qabliah. Kecuali sebagian
- masjid ada yang sangat bijaksana
- memberikan kesempatan kepada yang biasa
- qobliah ee apa namanya? [tertawa]
- [mendengus] Qliah Jumat. Itu bijak
- sekali itu orang itu seperti yang ada di
- rest area 19 itu seperti itu
- diberi kesempatan. Sekarang kalau enggak
- diberi kesempatan bagaimana? Enggak usah
- jemaah ini pada salat qobliah [batuk] ee
- qabliah Jumat walaupun sudah biasa
- qabliah ya. Jangan qabliah dulu. Nanti
- khatib menyampaikan khotbah Anda pada
- salat qabliah. Iya. Kalau jemahnya
- banyak. Kalau jemahnya nanti yang enggak
- salat itu e kurang dari 39 kan menurut
- mazhab Syafi'i ini bisa berbahaya. Oleh
- itu jangan qobliah subuh eh jangan
- qobliah Jumat ya. Nanti qobliahnya
- dilakukan sesudah ba'diah Jumat.
- Demikian. Wallahuam.
- Baik.
- Pertanyaan terakhir Ustaz ya.
- Yuk. Iya.
- Ada Bapak Rahman.
- Asalamualaikum Pak Kiai. Bila rawatib
- atau qobliah subuh setelah salat fardu
- subuh untuk niatnya qobliah subuh
- mustaqbilal qiblati qoda'an atau
- bagaimana? Kemudian dari sebentar Ustaz
- ini dari Dubai ada Ibu Nurul yang
- bertanya, "Ustaz, saya tiap malam salat
- witir setelah salat Isya, tapi jarang
- salat tahajud karena saya tidur cepat."
- Bagaimana, Ustaz? Dan terakhir dari
- Bunda Nurjanah di Singapura juga
- bertanya, "Ustadz, ee malaikat siapa
- yang mengendalikan matahari dan bulan?"
- Terima kasih. Itu saja, Ustaz. Tiga
- pertanyaan.
- Bismillah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Yang pertama dulu, ya.
- Yang pertama. Aduh, lupa yang pertama
- tadi. [batuk]
- Oh, yang pertama dari Bapak Rahman. Saya
- ulang ya, Ustaz ya. Bila rawatib atau
- qobliah subuh setelah salat fardu subuh.
- Baik. Jadi, apakah itu nanti niatnya
- adaan apa qadaan? Ya,
- tadi saya katakan
- waktu qobliah itu dimulai waktunya ya
- dimulai masuknya waktu salat fardu
- sampai berakhirnya habisnya waktu fardu
- tersebut. Jadi kalau mengerjakan sesudah
- fardu itu bukan qada, itu masih waktunya
- juga.
- Jadi enggak perlu antum e Rahman itu
- mengucapkan qadaan itu masih adaan sama
- ya belum habis waktu qabliah itu.
- Kemudian sekarang dari Ibu Nur yang di
- Dubai ya.
- Iya.
- Saya suka salat witir itu sesudah Isya
- tapi jarang salat tahajud. Bagaimana
- kalau
- ee sahabat Abu Bakar dan sahabat Utsman
- itu kalau mengerjakan salat witir
- biasanya sesudah salat Isya, habis
- ba'diah isya kemudian salat witir. Nah,
- nanti kalau pagi bangun jam .00 atau jam
- .00 baru beliau tahajud
- ya. Karena sudah witir ya di awal di
- awal waktu, maka sesudah tahajudnya itu
- sahabat Abu Bakar tidak mengerjakan
- witir lagi. Karena apa? Kata Rasulullah,
- "La witroni filah." Tidak ada dua witir
- dalam satu malam.
- Nah, sementara sahabat ee Umar dan
- sahabat Ali itu mengerjakannya itu
- sesudah salat Isya,
- mereka tidur kemudian bangun nanti
- tahajud, sesudah tahajud baru menutupnya
- dengan salat witir. Ya, itu kebiasaan
- sahabat Umar dan sahabat Utsma e sahabat
- Ali.
- Kedua-duanya ini dibenarkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, tinggal kaitannya dengan pertanyaan
- Bu Nur. Saya salat witir saja jarang
- salat tahajud gimana? Bagus itu sudah
- bagus ya. Sudah bagus ya. Tentu akan
- lebih bagus lagi kalau memang sebelum
- apa namanya kemudian ditambahin dengan
- tahajudnya ya. Nah, untuk pertama kalau
- mau tahajud enggak usah banyak-banyak,
- dua rakaat dulu sampai Ibu yakin bisa
- rutin mengerjakan setiap malam. Nanti
- kalau sudah sudah tiap malam dua itu
- enggak ditinggalkan rutin baru boleh
- tambah gitu ya. Rakaat pertamanya yang
- tadi kuliah dengan klhu begitu saja ya.
- Nanti kalau sudah yakin mantap, sudah
- rutin, baru tambahin lagi dua rakaat
- lagi ya. Sedikit-sedikit nambahnya.
- Nah, selanjutnya kalau Ibu mengerjakan
- salat witirnya itu didahului dengan
- tidur, walaupun Ibu Nur itu enggak
- tahajud, maka salat witir tadi sudah
- masuk tahajud. Sebab tahajud itu adalah
- salat sunah. Attanaful lailan ba'dan
- naum. mengerjakan salat sunah di malam
- hari sesudah tidur. Baik itu namanya
- salat tahajud dengan sebutan tahajud,
- salat hajat, salatir, salat apa. Kalau
- salatnya di malam hari didahului dengan
- tidur, itu namanya tahajud gitu.
- Walaupun cuma salat witir. Nah, kemudian
- yang terakhir adalah yang dari
- Singapura.
- Iya.
- ee mengenai
- tadi lupa itu Gus.
- Hm. Yang dari Singapura, Bunda Nurjanah
- itu ee siapa malaikat yang mengendalikan
- matahari dan bulan?
- Oh, itu malaikat yang mengendalikan
- matahari dan bulan.
- Ee saya ee enggak tahu kalau kalau itu,
- mohon maaf nanti saya coba saya akan
- cari, ya. ee yang ada itu malaikat di
- antara yang 10 itu ee tugas-tugasnya
- tentu Ibu sudah tahu. Kalau yang
- mengendalikan ee apa namanya? Matahari
- dan bulan saya tidak tahu namanya. Yang
- tahu cuma ee Allah saja yang tahu. Saya
- itu yang mengandalkan Allah. [berdehem]
- Wasyamsu tajril mustaqhaika
- takdirul azizil alim. itu adalah ee dan
- matahari beredar dari ee dari porosnya
- dan itu merupakan takdir ketetapan dari
- Allah Subhanahu wa taala. Artinya Allah
- yang sudah menetapkan demikian ya.
- Kemudian walqamar dan seterusnya tuh
- dalam surah Yasin ya.
- Iya. Nah, tapi walaupun begitu
- insyaallah nanti coba akan saya cari
- barangkali ada nama malaikat e tertentu
- yang mengendalikan atau yang memutarkan
- matahari dan bulan. Semoga apa yang saya
- sampaikan ini ada manfaatnya dan kembali
- kepada Bapak Ibu, saya mengajak untuk
- berinvestasi ukhrawi. Saya lagi bangun
- pesantren ya. Kalau Bapak, Ibu pendengar
- ini mau berinprestasi ukhrawi, silakan
- ya.
- Ee baik berupa apa namanya harta, berupa
- benda, paling tidak doa tolong doakan
- biar cepat jadi ya.
- Amin.
- Sekian barangkali dari saya. Akhirnya
- marilah kita memohon kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ada nomor bisa dihubungin, Ustaz? ya.
- Nomor untuk investasi akhirat ke mana
- bisa menghubungi
- nanti ee apa namanya? Langsung ke saya
- aja boleh. Nomor ininya kalau enggak
- salah
- e rekening saya sudah ada di itu di apa?
- Di ee
- di di Fajar. Di Fajar atau di
- Oh iya.
- Heeh. Ada nomor itu nomor rekeningnya
- ya.
- Heeh.
- Nah. Baik. Marilah kita mohon kepada
- Allah semoga Allah subhanahu wa taala
- panjangkan umur kita dalam taat
- kepadanya. Allah tambahkan iman dan
- Islam kita. Allah kuatkan keyakinan
- kita. Allah kokohkan pendirian kita.
- Allah bimbing hati kita ke jalan yang
- diridai dan dicintainya. Allah hiasi
- hati kita dengan akhlak yang mulia.
- Allah bersihkan hati kita dari akhlak
- yang hina. Allah limpahkan rahmat,
- taufik, dan hidayah kepada kita anak
- cucu kita sehingga selama hidup kita
- istikamah menjalankan perintahnya,
- menjauhi larangannya dan Allah jadikan
- kita termasuk orang yang mencintai Allah
- dan rasul-Nya dan juga para aulia dan
- ulama. Dan kita mohon semoga Allah
- manakala mewafatkan kita wafatkan kita
- dalam keadaan husnul khatimah.
- minhabanaun
- akaridina
- Muhammadinhamdulillahaminalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh ikhwan dan akhwat untuk Anda
- yang ingin menghubungi Ustaz Ahmad Jazul
- Khil di 0816 6 17050995.
- Demikian, Ustaz, ya
- nomor Ustaz, ya.
- Iya, betul.
- Iya. Jadi, bagi Anda yang ingin ee
- berinvestasi akhirat, silakan untuk
- menghubungi ee Ustaz Jazuli di
- 081617050995.
- Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh
- pendengar radio Silaturahim di mana pun
- Anda berada. Kami mohon undur diri dari
- ruang dengar Anda.Q billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.