Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullah
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa
- ala ali Muhammad. dipancar luaskan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor
- 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa
- taala. Bagaimana kabar Anda di malam
- hari ini? Semoga dalam keadaan sehat
- walafiat dan selalu dalam lindungan
- Allah Subhanahu wa taala. Di malam hari
- ini, Ikhwan dan Akhwat, kembali kita
- berjumpa dalam program tausiah malam
- renungan QBUbu bersama Ustaz Rahmatullah
- edisi Selasa, 25
- Februari 2020. Tema yang akan
- disampaikan oleh beliau pada malam hari
- ini adalah mengikuti apa yang terbaik
- yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Saya Bagus ditemani Ondi dan juga Yusuf
- Subangkit di meja operator akan menemani
- malam hari ini malam ikhwan dan akhwat
- hingga nanti menjelang pukul
- 2130 menit. Baiklah ikhwan dan akhwat
- langsung saja mari kita simak pemaparan
- yang akan disampaikan oleh Ustaz
- Rahmatullah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik tafadal Ustaz silakan.
- Alhamdulillah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah
- Alhamdulillahilladzi khalaqal mauta wal
- hayata liyabaluakum ayyukum ahsanu amala
- wahual azizul
- gfur. Ashadu alla ilahaillallah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- Muhammad wa ala ali Muhammad wa
- ba'ad.
- Para pendengar Radio
- Rasil serta TV Rasil yang dimuliakan
- oleh Allah subhanahu wa
- taala. Terlebih dahulu marilah
- kita memanjatkan puji syukur ke hadirat
- Allah Subhanahu wa taala.
- Selawat serta salam semoga Allah
- limpahkan kepada junjungan kita
- Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, keluarga beliau, para
- sahabatnya, dan kepada kita sekalian.
- Amin ya rabbal
- alamin. Pada kesempatan kali
- ini kita akan
- [Musik]
- menyampaikan ee judul yang berbunyi
- mengikuti yang terbaik apa yang
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Sebagaimana pada mukadimah
- bahwa allahulladzi khalaqal mauta wal
- hayata liyabluakum ayyukum ahsanuala.
- Jadi Allah Subhanahu wa
- taala yang
- menciptakan kematian dan
- kehidupan untuk mengetahui siapa di
- antara hamb-Nya
- yang mempunyai amalan yang terbaik.
- Di situlah Allah Subhanahu wa taala
- akan menilai menilai
- kita perbuatan yang kita
- lakukan. Maka amalan yang terbaiklah
- yang yang akan
- di atau akan mendapatkan
- satu ee penghargaan yang sangat tinggi
- di sisi Allah Subhanahu wa taala.
- Karena penilaian yang terbaik dari Allah
- Subhanahu wa
- taala,
- maka
- landasan yang harus kita
- ikuti adalah landasan yang terbaik
- menurut Allah Subhanahu wa taala.
- Di dalam surah
- Az-Zumar pada ayat yang
- ke 55 sampai dengan 59.
- Allah Subhanahu wa taala
- menjelaskan bahwa Allah
- menurunkan ya menurunkan yang terbaik
- buat
- manusia
- sebelum azab turun dengan
- tiba-tiba sebagaimana yang
- difirmankan azubillahiminasyaitanirrajim
- Watabiu ahsana ma unzila
- [Musik]
- ilaikumbikum minqobli
- ayatiakumulzabu bagtatan wa antum la
- tasurun an taquula nafsun ya
- hasarata ala
- ma fi jambillahi
- A taquula la
- annallaha hadani lakuntu minal
- muttaqin. A taquula hina tarol adzaba
- lau annali
- karatan faakuna minal muhsinin.
- jaatka
- ayati faadzabta
- biha
- wastagbarta wa kunta minal
- kafirin. Dan ikutilah sebaik-baik apa
- yang telah diturunkan
- kepadamu dari
- Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu
- dengan tiba-tiba.
- sedang kamu tidak
- menyadarinya.
- Maka Allah perintahkan kepada hamb-Nya
- untuk
- mengikuti yang terbaik dari apa yang
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala
- yaitu Al-Qur'anul Karim.
- Kalau saja kita tidak
- mengikuti apa yang terbaik, tidak
- mengikuti Al-Qur'anul
- Karim,
- maka di dalam ayat
- ini kita
- akan mengalami tiga penyesalan.
- Ketika nanti azab diperlihatkan oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala, maka penyesalan yang pertama
- adalah
- kelalaian semasa berada di muka
- bumi sehingga
- penyesalan karena Allah memperlihatkan
- azab menyesal sesuatu U penyesalan yang
- sangat luar
- biasa. Kemudian Allah
- menyatakan, "Ikutilah apa yang terbaik,
- apa yang
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala, yaitu Al-Qur'anul Karim.
- supaya jangan ada orang yang
- mengatakan amat besar
- penyesalanku atas
- kelalaianku dalam menunaikan kewajiban
- terhadap Allah Subhanahu wa taala.
- Maka kelalaian
- yang telah dilakukan selama berada di
- muka bumi
- ini mengakibatkan satu penyesalan yang
- sangat luar biasa nanti di
- akhirat. Karena kita tidak pernah
- mengikuti apa yang diturunkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Padahal Allah sudah memfasilitasi
- kita diturunkan Al-Qur'anul
- Karim. Tapi justru apa yang diturunkan
- oleh
- Allah dijadikan satu
- bahan bahan ejekan.
- Maka orang-orang yang semacam itulah
- sesungguhnya nanti di
- akhirat akan merasakan penyesat
- penyesalan yang sangat luar
- biasa. Padahal Al-Qur'an sesuatu
- yang apa-apa yang ada di dalam
- Al-Qur'anul Karim, apa-apa yang
- kebajikan yang
- terbaik semua ada di dalamnya.
- Terjadilah suatu
- penyesalan di hari
- akhir karena lalai tidak melakukan apa
- yang terbaik yang ada di dalam
- Al-Qur'anul Karim.
- Jadi jauh
- sebelum kita nanti
- menyesal, Allah sudah perintahkan kepada
- hamb-Nya untuk mengikuti petunjuk Allah,
- Al-Qur'anul Karim.
- Kemudian yang kedua
- adalah jangan sampai nanti ada orang
- yang berkata kata Allah Subhanahu wa
- taala, "Kalau sekiranya Allah memberi
- petunjuk
- kepadaku, tentulah aku termasuk
- orang-orang yang bertakwa."
- Padahal sesungguhnya
- adalah petunjuk sudah diturunkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Bagaimana caranya bertakwa kepada Allah
- Subhanahu wa taala di dalam kitab
- petunjuk
- itu. Sehingga penyesalan yang kedua
- ini
- mereka seolah-olah menyalahkan Allah
- Subhanahu wa
- taala. Kenapa Allah tidak memberikan
- petunjuk kepada mereka?
- Padahal sudah jelas
- bahwa Al-Qur'anul Karim telah
- diturunkan sebagai petunjuk bagaimana
- ketika seseorang ingin menekatkan diri
- kepada Allah.
- Bagaimana caranya bertakwa kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala? Maka penyesalan itu nanti akan
- dirasakan pada saat azab
- dihadapkan kepada
- mereka. Mereka mengatakan, "Kalau saja
- Allah memberikan petunjuk
- kepadaku, niscaya aku akan menjadi
- orang-orang yang bertakwa kepada Allah."
- Ini merupakan satu peny penyesalan yang
- sangat sia-sia yang tidak ada
- artinya. Jadi, sudah tidak ada lagi
- penyesalan. Karena sesungguhnya Allah
- sudah
- turunkan Al-Qur'anul Karim sebagai
- petunjuk yang terbaik.
- Di situlah Allah akan
- menilai satu kebajikan, satu amalan yang
- terbaik kalau sesuai dengan apa yang
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian yang ketiga, penyes penyesalan
- yang
- ketiga, jangan sampai ada orang yang
- mengatakan kata
- Allah, "Kalau sekiranya aku dapat
- kembali ke dunia, niscaya
- aku akan termasuk orang-orang yang
- muhsinin."
- Maka penyesalan yang ketiga ini adalah
- sesuatu sesuatu yang tidak
- mungkin. Ketika sudah dihadapkan kepada
- satu azab minta dikembalikan kepada
- dunia, benar-benar satu
- penyesalan yang tidak ada
- artinya. Kemudian Allah menjawab,
- "Sebetulnya bukan demikian. Kata
- Allah, "Sebenarnya telah datang
- keterangan-keteranganku kepadamu," kata
- Allah. Lalu kamu
- mendustakannya dan kamu menyombongkan
- diri gitu
- loh. Dan kamu termasuk orang-orang yang
- kafir, kata Allah Subhanahu wa taala.
- Sehingga
- ketika mereka
- mengeluhkan kalau
- saja Allah memberikan petunjuk.
- Padahal
- sesungguhnya di dalam Al-Qur'anul Karim
- Allah Subhanahu wa taala telah
- menjelaskan dalikal kitab laibo fi
- hudallil
- muttaqin. Itulah kitab Al-Qur'anul
- Karim. La riba fih. Tidak ada keraguan
- di
- dalamnya. Hudallil muttaqin. Dan
- petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.
- Di situlah ada petunjuk-petunjuk bagi
- orang yang
- menginginkan menjadi orang-orang yang
- bertakwa kepada Allah. Maka semuanya
- sudah tercantum di dalam Al-Qur'anul
- Karim. Allah Subhanahu wa taala
- menjelaskan bagaimana Allah Subhanahu wa
- taala memberikan petunjuk kepada
- hambanya.
- Maka Allah subhanahu wa
- taala menjelaskan diah di dalam surah
- Al-An'am ayat yang
- ke-125. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- yuridallahu ayahdiahu yasrah lil
- islam wid
- ayudillahu
- yajalhuqan harajan kaama yad
- fama
- kalalika
- yajalullah aladina
- yun barang siapa yang Allah menghendaki
- akan memberikan kepadanya
- petunjuk. Jadi, siapa yang menginginkan
- petunjuk bahwa petunjuk itu akan
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala, niscaya dia melapangkan dadanya
- untuk memeluk agama
- Islam. Yasrah sadrahu lil Islam.
- Jadi Allah telah menjelaskan kalau ingin
- mendapatkan petunjuk dari Allah maka
- lapangkan dadanya. Yasrah sadrul
- Islam. Artinya sebagaimana
- yang ee Nabi Musa munajat kepada
- Allah. Rabbisrahli sadri waassirli amri
- wahlul uatan m lisani yafqahu qi rbi ya
- Tuhan israhli lapangkan.
- karena
- merasa dada Nabi
- Musa
- merasakan ee ada sesuatu yang
- mengganjal, ada sesuatu dosa
- yang telah dilakukannya. Maka Nabi Musa
- munajat kepada Allah, "Rabbisrahli
- sadri."
- Jadi dalam ayat ini sesungguhnya kalau
- seorang hamba ingin mendapatkan satu
- petunjuk dari Allah maka lapangkan dulu
- sadarnya
- dadanya. Sadr
- ini isinya
- sesungguhnya kebencian, dendam, buruk
- sangka. Buruk sangka kepada Allah, buruk
- sangka kepada manusia.
- dengki bersifat kasar maka itu
- sesungguhnya adalah penyakit-penyakit
- sodr maka yasrah sadrahu lil islam
- maksudnya lapangkan dari
- penyakit-penyakit dendam dengki buruk
- sangka keras kepala dan lain sebagainya
- baru Allah nanti akan memberikan
- petunjuk setelah dibersihkan saudaranya
- maka Allah akan memasukkan petunjuknya
- tadi
- Dan barang siapa yang dikehendika yang
- dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya
- Allah menjadikan dadanya sesak lagi
- sempit.
- Jadi maksudnya di sini kalau sodernya
- itu penuh dengan
- kebencian, penuh dengan
- dendam, jadi tidak pernah
- lapang, dadanya selalu sempit.
- Maka inilah
- sesungguhnya yang menjadi
- hijab ya
- penghalang ketika Allah menurunkan
- petunjuk.
- Sehingga kalau kita ingin mendapatkan
- petunjuk dari Allah Subhanahu wa taala
- maka yasrah sadrahuli Islam. Lapangkan
- dadanya.
- Nah, melapangkan dada ini pun juga kita
- meminta pertolongan kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala sebagaimana yang dilakukan oleh
- Nabi Musa Alaih
- Salam. Kemudian di
- sini niscaya Allah menjadikan darinya
- sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang
- mendaki ke langit.
- Ini bahasa perumpamaan bagaimana orang
- yang tidak pernah
- lapang sakit rasanya dada
- itu. Maka orang-orang yang sering
- merasakan kebencian sampai dirasakan di
- dalam dada ini kebencian, kedendaman,
- buruk sangka, terasa di dalam dada. Maka
- orang-orang yang semacam itulah
- sesungguhnya ee merasakan
- kesempitan, sesak dan itulah
- sesungguhnya yang menjadi hijab terhadap
- turunnya petunjuk dari Allah Subhanahu
- wa
- taala. Sehingga orang-orang yang semacam
- itu sesungguhnya
- adalah ee kehidupan yang tersiksa.
- Nah, karena banyaknya sifat-sifat sadr
- yang ada di
- dalam di dalam ee dada
- ini, orang itu menjadi
- tersiksa. Pada
- akhirnya manusia itu
- akan sulit untuk mendapatkan petunjuk
- atau hidayah dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian sesungguhnya petunjuk itu
- sesungguhnya dalam bentuk
- apa? Maka Allah menyatakan di dalam
- surah Az-Zumar ya surah 39 ayat
- 22. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Afaman syarahu lil islam fahua nurin
- mirbihi
- failqikrillahin. Maka apakah orang-orang
- yang dibukakan
- Allah
- sirnya
- untuk menerima agama Islam?
- Lalu
- ia mendapat cahaya dari
- Tuhannya. Samakah dengan orang yang
- membatuh
- hatinya? Maka kecelakaan yang besarlah
- bagi mereka yang telah membatu hatinya
- untuk mengingat
- Allah. Mereka itulah dalam kesesatan
- yang nyata.
- Jadi artinya di sini bahwa shodr ada
- shodr ada
- qolbu.
- Nah, shodr ini sesungguhnya
- adalah penyaring. Ya, kalau di dalam
- ilmu biologi paru-paru sesungguh. Jadi
- sebelum darah masuk ke dalam jantung
- maka ini harus
- direning, disaring dulu di dalam di
- dalam ee paru-paru ya. Maka kalau
- paru-parunya ini berfungsi sebagai
- penyaring sehingga masuknya darah bersih
- ke dalam kalbu. H.
- Nah, maka di sini sesungguhnya bagaimana
- solder ini sebagai
- filter keburukan-keburukan yang ada di
- dalam jiwanya Allah
- cabut. Nah, setelah penyakit-penyakit di
- dalam saudaranya dicabut oleh Allah,
- maka Allah
- masukkan cahaya ke dalam kalbu
- tadi. Dengan apa cahaya masuk ke dalam
- kalbu? Maka di dalam ayat ini
- adalah bizikrillah. Jadi kalbu yang
- berzikir. Begitulah sesungguhnya
- mekanisme petunjuk dari Allah Subhanahu
- wa
- taala. Jadi langkah pertama yang harus
- kita lakukan adalah
- membersihkan membersihkan sudar. Kita
- lapangkan dulu dari
- penyakit-penyakit
- ya kemarahan, kebencian.
- dendam maka yasrah sadrahu,
- lapangkan
- dadanya. Tentu saja tidak cukup hanya
- membersihkan dada. Maka untuk
- selanjutnya diisilah kalbu itu dengan
- memperbanyak zikir kepada Allah
- subhanahu wa taala. Dan pada saat itulah
- Allah akan menurunkan cahaya ke dalam
- kalbu
- itu. Maka itulah sesungguhnya mekanisme
- bagaimana Allah Subhanahu wa taala
- memberikan petunjuk. Hakikat daripada
- petunjuk itu sesungguhnya adalah dalam
- bentuk cahaya.
- Kemudian Allah
- selanjutnya
- menyatakan di dalam surah Al-Hadid ayat
- 28. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladzina
- amanutaqulaha wainu
- birasulihi ytikum kiflain
- rahmatihiakum nur tamsuna bihi
- wagfirakum wallahu gfur
- rahim. Wahai orang-orang yang
- beriman, bertakwalah kepada
- Allah dan berimanlah kepada rasul-Nya.
- niscaya Allah memberikan rahmatnya
- kepadamu dua
- bagian. Jadi rahmat Allah yang dua
- bagian ini akan Allah berikan kepada
- orang-orang
- yang bertakwa kepada
- Allah. Rahmat Allah dua bagian itu dalam
- bentuk apa?
- Yang
- pertama dia menjadikan untukmu cahaya
- yang dengan cahaya itu kamu dapat
- berjalan.
- Jadi
- artinya ketika secara istiqamah QBU itu
- adalah berzikir kepada Allah ya kemudian
- Allah mendengar zikir tadi diterima
- zikirnya oleh Allah maka Allah
- menurunkan cahaya ke dalam kalbunya
- tadi. Maka Allah menyatakan di sini
- dengan cahaya itulah sesungguhnya kamu
- akan bisa berjalan di permukaan bumi
- dengan benar.
- Cahaya itulah yang akan menggiring kita
- kepada arah kebenaran sesuai dengan
- kebenaran Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian rahmat yang kedua,
- wagfirlakum dan dia akan mengampuni
- kamu. Dan Allah maha pengampun lagi maha
- penyayang.
- Itulah
- sesungguhnya
- bagaimana Allah Subhanahu wa taala
- memberikan hidayah
- petunjuk kepada hamb-Nya. Itu semuanya
- sudah tertera di dalam Al-Qur'anul
- Karim.
- Nah, orang-orang yang tidak mengikuti
- apa yang diturunkan Allah, maka inilah
- nanti di akhirat itu yang akan menjadi
- satu
- penyesalan.
- Penyesalan ketika melihat azab yang
- berada di depannya.
- Maka kalau
- saja Allah memberikan petunjuk kepadaku,
- niscaya aku menjadi orang-orang yang
- bertakwa. Padahal sudah diturunkan oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala. Cuma kita
- lalai karena
- lebih tergiur
- dengan kehidupan dunia, gemerlapanya
- dunia.
- Dan kemudian yang
- ketiga
- ketika
- ee orang-orang
- yang menyesal
- tadi, "Kalau saja aku dikembalikan ke
- dunia, maka niscaya aku akan menjadi
- orang yang muhsinin," kata mereka.
- Bagaimana Allah Subhanahu wa taala
- menjelaskan di dalam surah Ali Imran
- pada ayat 133 dan 134
- disebutkan
- azubillahiminasyaitanirrajim wasariu ila
- magfiratimbikum wa jannatin ardu
- samawatu wal arduat lil muttaqin
- Wallahu yuhibbul
- muhsin. Jadi bagaimana ketika seseorang
- ingin menjadi muhsinin maka Allah sudah
- bentangkan di dalam surah Ali Imran pada
- ayat yang
- ke-13 dan 134.
- Maka Allah
- menyatakan
- wasarfikum. Bersegeralah kamu mohon
- ampunan kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi bersegera memohon ampun,
- beristigfar, perbanyak
- istigfar. Uidat lil
- muttaqin. Dan itu disediakan untuk orang
- yang bertakwa.
- Jadi Allah telah
- menurunkan
- satu aturan bahwa orang-orang yang
- bertakwa itu adalah orang yang
- bersegera memohon
- ampun kepada Allah subhanahu wa taala.
- Kemudian yang kedua, alladina
- yunfiqu. Maka ciri yang kedua,
- orang-orang yang bertakwa itu di
- samping memohon ampunan kepada Allah
- maka alladina yunfiqu
- w ya jadi bersedekah dalam keadaan
- lapang dan
- sempit. Wal kadin gidah.
- Yang ketiga menahan
- marah.
- Walinainas. Dan kelima, memaafkan
- kesalahan
- manusia. Wallahu yuhibbul muhsinin. Dan
- Allah cinta kepada
- muhsinin. Jadi bagaimana ketika seorang
- hamba ingin menjadi muhsin?
- Orang yang melakukan perbuatan
- ihsan,
- maka sudah Allah
- turunkan berupa Al-Qur'anul
- Karim. Di situlah kalau kita ingin
- mendapatkan
- satu ahsanu amala, amalan yang terbaik.
- Karena amalan yang terbaik yang akan
- direkam oleh Allah Subhanahu wa taala,
- maka landasannya harus landasan yang
- terbaik apa yang diturunkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- sehingga
- ee kenapa
- kelalaian
- kemudian hidayah tidak kunjung turun.
- Maka di ayat yang lain Allah
- menyatakan amu annamal hayatud dunya
- laibun wahwun
- wainatun wa
- tafakun
- bainakum watakurun fil amwali wal aulad.
- Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan
- dunia ini adalah
- permainan dan sesuatu yang
- melalaikan,
- perhiasan dan bermegah-megah di antara
- kamu serta berbangga-bangga tentang
- banyaknya harta dan
- anak. Inilah
- sesungguhnya yang lebih banyak
- mendominasi seorang hamba.
- lebih tertarik kepada dunia. Padahal
- Allah menyatakan, "Innamal hayatud dunya
- illa mataul gurur." Sesungguhnya
- kehidupan dunia itu adalah merupakan
- satu kesenangan yang
- menipu. Sehingga tipu daya
- dunia yang menipu, banyak menipu
- manusia lebih tertarik kepada dunia dari
- apa? yang diturunkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala berupa Al-Qur'anul
- Karim yang akan menyelamatkan manusia di
- dunia dan di
- akhirat.
- Apa yang semua dikeluhkan nanti pada
- saat menyesal di hari
- akhir sesungguhnya sudah cukup jelas dan
- cukup gamlang Allah jelaskan di dalam
- Al-Qur'anul Karim.
- sehingga sudah tidak bisa lagi
- mengatakan kalau
- saja andai kata
- ya Allah memberikan petunjuk kepadaku,
- niscaya aku akan menjadi orang-orang
- yang bertakwa.
- Maka penyesalan yang semacam itu sudah
- tidak berlaku lagi. Karena Allah telah
- menurunkan petunjuknya. Dalikal kitab
- laiba fi hudallil muttaqin. Al-Qur'an
- itulah yang tidak ada keraguan di
- dalamnya dan menjadi petunjuk bagi
- orang-orang yang bertakwa. Wallahuam.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Demikian tausiah
- kita di malam hari ini bersama Ustaz
- Rahmatullah yang tadi telah beliau
- sampaikan. Semoga bermanfaat. Dan
- seperti biasa ikhwan dan akhwat kami
- akan jeda sejenak setelah nada takwa
- berikut ini. Kami akan kembali hadir ke
- ruang dengar Anda. tetaplah bersama
- kami.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]