Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:44 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 0:46 perhatian Allah dan Rasul-Nya. 0:50 Jika perhatian dari atasan, pejabat, dan 0:53 orang-orang yang berkuasa saja sudah 0:56 bisa membuat kita kegirangan. 0:58 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 1:01 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 1:04 yang paling indah, yaitu Baginda Nabi. 1:09 Apalagi yang kita cari di dunia selain 1:12 dua hal tersebut. 1:18 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 1:21 kita beramal saleh. Apapun bentuknya. 1:25 Bisa dengan tenaga, harta, pemikiran, 1:29 dan lain sebagainya. 1:31 Namun amalan yang paling menyenangkan 1:34 Baginda Nabi adalah memperjuangkan 1:37 ajarannya, meneruskan perjuangan beliau, 1:40 berdakwah di jalannya. 1:46 Kami mengajak Ikhwan Akhwat pendengar 1:49 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasiltv 1:53 bersama-sama berjuang bersama Radio 1:55 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 1:58 rekening berikut. 2:19 Rasul TV 2:27 Bismillahirrahmanirrahim. 2:28 Assalamualaikum warahmatullahi 2:29 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 2:32 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 2:33 Muhammad. 2:34 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 2:36 ini hari Rabu tanggal 23 Muharram 1443 2:40 Hijriah atau tanggal 1 September 2021. 2:44 Ya seperti biasa Radio Silaturahim dan 2:47 Rasul TV melalui YouTube kembali 2:49 menghadirkan psikologi keluarga bersama 2:51 Ustaz Husein Alatas, Ustaz Abu Bakar 2:53 Baraja dan juga Mbak Hajah Nur Nuning. 2:57 Alhamdulillah di studio juga hadir Aji 2:59 Ari 3:00 yang hari ini 3:02 ulang tahun perkawinan yang ke-25 ya. 3:03 Selamat, barakallah, mabruk mabruk. 3:07 Eh, juga 3:09 Ustaz Hasan Sajali 3:11 dan juga Ondy Saputra dan Anis Mualim. 3:15 Ya kasus yang masuk adalah tentang 3:17 seorang ibu yang suaminya selingkuh 3:21 suka marah-marah walaupun istrinya sudah 3:23 memaafkan. Satu lagi istri suami yang 3:26 di rumah itu kalau ada barang-barang 3:28 barang-barang bekas tidak boleh dibuang 3:30 termasuk odol apa 3:32 sikat gigi 3:33 enggak boleh dibuang. 3:35 Udah gitu suka marah-marah juga ya nanti 3:37 akan dibacakan oleh Mbak Nuning ya 3:39 detailnya seperti apa. 3:41 Baik kita mulai acara ini dengan membaca 3:42 Al-Fatihah. 3:47 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 3:52 Bismillahirrahmanirrahim. 3:57 Alhamdulillahirobbil 4:00 alamin. 4:02 Arrahmanirrahim. 4:08 Maliki yaumiddin. 4:12 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 4:18 Ihdinas sirotol mustaqim. 4:23 Sirotol ladzina an'amta alaihim. 4:28 Ghoiril maghdubi alaihim walad dhollin. 4:37 Ya, alhamdulillah kita sudah baca Al 4:39 Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan 4:40 kita dalam menghadapi berbagai persoalan 4:42 yang kita hadapi sehari-hari di dalam 4:45 hidup ini. 4:46 Baik, eh untuk detailnya seperti apa 4:48 Mbak Nuning kasusnya? 4:50 Baik Mas Krisna, terima kasih. 4:51 Assalamualaikum Ustad Husein, Pak Abu 4:53 Bakar 4:54 dan ikhwan akhwat rahimakumullah. 4:57 Jadi ini lebih ke 4:59 pria, wahai pria. 5:01 Beberapa jawaban dari kasus ini 5:03 mudah-mudahan membuat kita menjadi 5:05 semakin lembut hati ya. 5:07 Assalamualaikum Ustad. Ini ponakan saya 5:10 sudah 12 tahun berkeluarga, anak tiga. 5:13 Suami pernah selingkuh. Terakhir 5:15 ketahuan dengan teman kerjanya sendiri 5:18 sehingga akhirnya diproses di kantor 5:21 dan turun jabatan. 5:23 Meskipun istri sudah memaafkan, 5:25 sepertinya kambuh lagi. Dia marah-marah, 5:27 dia bilang istrinya enggak usah salat 5:29 deh, ngapain tunggang tungging toh di 5:31 akhirat sudah ditanggung oleh suami. 5:34 Rumah tangga sudah tidak baik karena 5:36 menyuruh istri pulang ke rumah orang tua 5:38 sama anak-anaknya. 5:40 Sementara dia di rumah sendirian. 5:42 Sekarang ekonomi berat. Bagaimana 5:44 seharusnya? Anak-anak tidak boleh 5:46 dipesantrenkan Ustaz, karena seolah-olah 5:49 istri enggak mau ngurus anak. 5:51 E oh, mohon pencerahannya. Kemudian 5:54 kasus yang kedua, itu sudah 40 tahun 5:58 berkeluarga, Ustaz. Suami saya sudah 6:00 pensiun, sekarang di rumah terus selalu 6:03 marah kerjaannya. Numpukin 6:06 barang-barang. 6:07 Rumah berantakan. Bolpen yang sudah 6:09 enggak bisa dipakai saja, Ustaz, enggak 6:11 boleh dibuang. Sikat gigi yang sudah 6:13 jelek juga enggak boleh dibuang. Kalau 6:16 ketahuan, Ustaz, dia akan marah dan 6:18 disuruh cari sampai ketemu. 6:20 Anak saya lima, saya 6:23 e yang tiga di rumah bersama kami, yang 6:25 kecil 30 tahun, itu sampai dia bilang 6:28 enggak mau nikah. Ngapain nanti punya 6:30 suami seperti ayah. 6:32 3 tahun pensiun, 1 tahun ini yang 6:35 membuat keadaan rumah jadi berantakan. 6:38 Hubungan kami tidak lagi harmonis 6:40 seperti dulu. Gimana dong, Ustaz? Terima 6:43 kasih solusinya. Ya, itu dua kasusnya. 6:49 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 6:52 Bismillahirrahmanirrahim. 6:54 Alhamdulillahirabbil 6:56 alamin. 6:59 Ya Rabbana, lakal hamdu walakasyukru 7:02 kama yang bagi di jalali wajhikal karim 7:05 wali azimi sultanik. 7:07 Subhanaka la nuhsi sanaan alaika anta 7:11 kama asnaika ala nafsik. 7:13 Falakal hamdu hatta tardha. 7:16 Walakal hamdu ila radhit, walakal hamdu 7:19 ba'dal ridha. Allahumma shalli ala 7:21 Muhammadin wa alihi Muhammad. 7:25 Allahumma atina min indika rahmat, wa 7:28 alimna min ladunka ilman, wa anfa'na 7:31 bima alamtana wa ja'alna hudatan 7:34 muhtadin. Wala taj'alna dzalina 7:37 mudzalina birahmatika ya arhamar 7:39 rahimin. 7:40 Amma ba'du, ikhwan akhwat, pendengar, 7:42 pemirsa setia Radio Silaturahim yang 7:45 dirahmati Allah. 7:47 Begitu pula 7:49 yang menemani kita pagi hari ini Ustaz 7:51 Abu Bakar Baraja 7:53 yang datang dengan membawa harapan 7:55 sesuai dengan nama beliau 7:57 dengan senyumnya yang menyapu insya 7:59 Allah kesedihan, kedukaan di hati kita 8:01 semua 8:02 Ibu Hajah Nur yang di pagi ini membawa 8:05 cahaya begitu pula 8:07 Ustaz Muhammad Krisna kita. 8:10 Ada Ustaz Abul Hasan Asy-Syadzili, ada 8:13 juga Mas Ari kita 8:16 ada Ondi 8:18 ada Fahri 8:20 ada Atif 8:21 dan semua kru yang selalu menemani kita. 8:25 Seluruh keluarga besar Rasya, seluruh 8:29 orang-orang yang memberikan kontribusi 8:31 dalam perjuangan dakwah kita ini 8:33 mengajak kepada Allah 8:35 bersatu dalam Islam 8:38 tidak mengajak untuk bergolong-golongan 8:40 berpecah belah 8:42 tapi dengan harapan kita dapat semua 8:44 berkumpul di jalan yang diridai Allah 8:46 Subhanahu wa Ta'ala. 8:48 Natawasau bil haq wanatawasau bis sabri. 8:54 Salamullahi alaikum jami'an 8:56 warahmatullah wabarakatuh. 9:00 Pagi hari ini kita telah mendengarkan 9:01 dua kasus. 9:04 Dua kasus ya 9:07 yang pertama berkaitan dengan seorang 9:09 wanita 9:10 yang telah hidup bersama suaminya selama 9:13 kurang lebih 12 tahun. 9:15 Suaminya ditemukan berselingkuh 9:20 lalu 9:22 turun dari jabatannya setelah diproses 9:26 istrinya telah memberikan maaf 9:28 tapi ternyata suaminya tak mensyukuri 9:31 kebaikan istrinya. 9:33 Mulai keluar emosi yang tidak terkontrol 9:38 memerintahkan istrinya untuk 9:39 meninggalkan salat 9:41 dengan alasan 9:43 tanggung jawab istrinya kelak akan 9:44 ditanggung di hari akhirat nanti. 9:48 Dan melarang istrinya untuk memasukkan 9:50 anaknya ke dalam pesantren. 9:54 Karena kalau istrinya melakukan 9:55 membuktikan bahwa dia tidak sama sekali 9:58 ee 10:00 punya keinginan untuk mendidik anaknya. 10:03 Penyakit apa gerangan berkaitan dengan 10:06 kasus ini? 10:10 Sebetulnya problema ini muncul 10:15 sebagai akumulasi dari perbuatan suami. 10:17 Saya enggak tahu bagaimana kondisi istri 10:19 dan keadaannya apa ikut memicu. 10:23 Tapi yang jelas akumulasi dari perbuatan 10:26 suami yang tidak benar akhirnya 10:28 melahirkan 10:31 kegelapan dalam kehidupan rumah 10:33 tangganya. 10:35 Suami yang lupa kepada Allah 10:37 akhirnya setan masuk ke dalam hatinya. 10:41 Mengendalikan dirinya. 10:43 Allah sudah mengingatkan dalam Alquran 10:45 "Wamayya'syu 'an dzikrirrahman 10:47 nuqayyilahu syaitonan fahuwa lahu 10:50 qarin." 10:51 Begitu orang berpaling 10:54 tidak mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah 10:57 dan Tuhan ini tidak butuh padanya 10:59 maka pada saat itu dia akan menjadi 11:02 seorang yang kehilangan apa? Yang 11:04 kehilangan kendali. 11:07 Di saat dia berlepas diri dari Allah 11:09 maka setan 11:10 langsung akan mengambil alih kendali 11:12 dirinya. 11:14 Membisik-bisikkan, mengarahkan dirinya 11:16 ke arah yang tidak baik. 11:18 Akhirnya muncul akibat-akibat buruk dari 11:20 perbuatannya berakibat terhadap 11:22 keluarganya, begitu pula terhadap 11:24 anak-anaknya berakibat juga terhadap 11:27 usahanya. 11:29 Karena Allah janjikan rahmat-Nya bagi 11:32 orang-orang yang bertakwa 11:34 yang bersabar dalam hidup ini. 11:37 Sebagaimana Nabi Allah Yusuf dicoba. 11:40 Dari mulai dijual di pasar perbudakan, 11:42 sebelumnya dilemparkan ke dalam sumur 11:45 karena cemburu saudaranya. 11:47 Kemudian dicoba dengan hal yang 11:50 mempesona, menarik. Tapi dia betul-betul 11:53 bersabar, bertakwa pada Allah. 11:55 Akhirnya Allah muliakan dirinya. 11:57 Saudara-saudaranya 11:59 yang melemparkannya ke dalam sumur 12:02 ternyata pada akhirnya bergantung 12:04 kepadanya. 12:05 Lalu Yusuf menjawab mereka ketika 12:07 mengatakan bahwa Allah benar-benar 12:08 mengutamakan kamu. Yusuf menjawab, 12:11 "Innahu man yasbir, innahu man yattaqi 12:14 wa yasbir fainnallaha la yudhi'u ajral 12:16 muhsinin." 12:18 Siapa yang bertakwa, tetap menjaga diri 12:20 baik pada saat senang maupun susah, 12:22 lapang maupun sempit pada sendiri atau 12:25 di saat di tengah-tengah keramaian, dia 12:27 bertakwa pada Allah 12:29 dan bersabar menghadapi cobaan hingga 12:32 datangnya rahmat dan pertolongan Allah. 12:35 Allah tidak akan sia-siakan ganjaran 12:36 orang yang berbuat kebaikan. 12:39 Jadi, kasus yang Ibu hadapi sebetulnya 12:42 berkaitan dengan 12:44 ee hubungan suami Ibu yang tidak baik 12:47 dengan Allah. 12:48 Akhirnya mendorong dirinya untuk 12:50 melarang Ibu melakukan salat. 12:52 Menunjukkan bahwa hatinya apa? 12:55 Hatinya tidak puas terhadap Allah 12:56 subhanahu wa taala. 12:58 Padahal kalau kita perhatikan 13:01 selama ini kan 13:03 dia bergantung kepada Allah, baik sadar 13:05 maupun tidak disadari. 13:07 Dia tidak akan menjadi makhluk hidup 13:08 tanpa kehidupan yang Allah berikan. 13:11 Seluruh organ tubuhnya tidak akan 13:12 bekerja tanpa bantuan dari Allah 13:14 subhanahu wa taala. 13:17 Nikmat-nikmat yang begitu banyak tapi 13:19 hanya sedikit cobaan menimpa dirinya, 13:21 langsung dia apa? Berbalik 13:23 berpaling dari Allah subhanahu wa taala. 13:25 Ini merupakan sikap seorang yang ingkar. 13:29 Kemudian dia meminta Ibu meninggalkan 13:31 rumah. 13:33 Dari apa yang dilakukan suami 13:36 berdasarkan 13:38 tuntunan Islam sudah melakukan 13:40 pelanggaran yang amat-amat mendasar. 13:44 Ketika dia melarang Ibu salat 13:46 ini merupakan satu perbuatan 13:48 yang menunjukkan keingkarannya kepada 13:50 Allah Subhanahu wa ta'ala. 13:53 Oleh karena itu 13:57 Ibu harus mengambil tindakan yang 13:59 membuat dirinya jera. 14:02 Kalau Ibu biarkan 14:04 dia melakukan hal ini terus-menerus, Ibu 14:06 juga menerima memaklumi kesalahannya, 14:09 maka dia akan semakin menyiksa dan 14:11 menganiaya Ibu. 14:13 Oleh karena itu Ibu bersikap tegas 14:16 untuk menolak kembali kepadanya, ya. 14:19 Kecuali dia bertobat kepada Allah 14:21 Subhanahu wa ta'ala. 14:23 Ini bukan masalah yang sepele, tapi ini 14:25 masalah yang menyangkut masa depan Ibu 14:28 baik di dunia maupun di hari akhirat. 14:30 Begitu pula anak-anak Ibu. Kalau 14:32 anak-anak Ibu dibiarkan berkumpul dengan 14:34 seorang ayah seperti ini 14:36 yang tidak takut kepada Allah, bahkan 14:39 meninggalkan salah satu tonggak dan 14:41 rukun dari agamanya maka 14:44 saya khawatir di masa akan datang 14:46 anak-anak Ibu akan tertular oleh 14:48 penyakitnya. 14:50 Perbuatan selingkuh adalah perbuatan 14:52 yang mengerikan. 14:53 Kalau seandainya tertangkap melakukan 14:54 satu kali 14:56 berarti dia sudah melakukan berulang 14:59 kali. 15:00 Seperti seorang 15:02 yang mencuri 15:04 tertangkap pada masa Amirul Mukminin 15:06 Umar bin Khattab radhiallahu anhu 15:09 ketika ditanya dia mengatakan innama 15:10 sariqtu li awwali marrah ya Amirul 15:12 Mukminin. 15:14 Aku mencuri baru pertama kali ini. 15:16 Beliau mengatakan kadzabta. 15:18 Innallaha la yafdhahu li awwali marrah. 15:21 Kamu bohong. Allah tidak akan membuka 15:23 rahasia seseorang kalau melakukannya 15:25 pertama kali. 15:27 Tapi karena kamu sudah melakukan 15:28 berulang-ulang, kamu tidak sadar, Allah 15:30 buka rahasia kamu. 15:32 Allah 15:33 benar-benar suka menutupi aurat 15:36 hambanya. 15:37 Tapi kalau hambanya tidak menjaga, 15:40 maka Allah biarkan auratnya tersingkap. 15:43 Maka apa yang dilakukan suami Ibu? 15:45 Perbuatan yang keji. 15:47 Setelah dia beristri, ya. 15:49 Dia melakukan perbuatan nista. 15:52 Kemudian 15:54 Ibu memberikan maaf. 15:56 Padahal seharusnya dia bertobat terlebih 15:58 dahulu, kembali kepada Allah, 16:00 meninggalkan kebiasaan-kebiasaan 16:01 buruknya. Lalu sikap Ibu yang melemah 16:04 ini mengakibatkan dia semakin apa? 16:06 Berani. Ketergantungan Ibu membuat dia 16:08 mempermainkan diri Ibu. Jadi ambil sikap 16:11 tegas, Ibu jangan kembali kepadanya 16:14 sampai dia bertobat pada Allah subhanahu 16:16 wa taala. 16:17 Kalau seandainya suami tetap perilakunya 16:19 seperti ini, maka anjuran saya lebih 16:22 baik Ibu mengakhiri hubungan rumah 16:24 tangga Ibu dengan suami semacam ini. 16:27 Mudah-mudahan Allah gantikan Ibu dengan 16:29 suami yang lebih baik lagi. Daripada Ibu 16:31 menjerumuskan kehidupan Ibu 16:34 ke dalam kehancuran dunia maupun 16:37 akhirat. 16:38 Banyak orang akhir-akhir menganggap 16:40 agama itu urusan 16:41 nomor dua, nomor tiga. Tidak. Ini 16:44 menyangkut keselamatan kita di dunia, di 16:46 hari akhirat dan juga berhubungan dengan 16:48 rahmat yang Allah turunkan kepada kita. 16:51 Kita berhubungan baik dengan Allah, 16:52 rahmat akan turun. Tidak berhubungan 16:54 baik dengan Allah, Allah subhanahu wa 16:56 taala akan tinggalkan kita. Kalau Allah 16:58 meninggalkan kita, siapa yang bisa 17:00 menggantikan Allah? Tapi kalau Ibu 17:01 ditinggalkan suami, Allah kuasa untuk 17:03 menggantikan Ibu dengan yang lebih baik 17:05 bagi Ibu. 17:07 Dan jaga anak-anak Ibu untuk bertakwa 17:09 pada Allah subhanahu wa taala. Suami 17:11 yang seperti ini tidak bertobat, bahkan 17:13 tidak mensyukuri kebaikan yang Allah 17:14 berikan dan kebaikan yang Ibu lakukan, 17:17 suami yang tidak ada harganya 17:19 mendapatkan perhatian dari Ibu. 17:21 Jadi mudah-mudahan Ibu dengan pelajaran 17:23 ini semakin dekat merapat ke sisi Allah 17:26 bersimpuh di hadapan memohon pertolongan 17:28 agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala membantu 17:30 Ibu dalam menjalani sisa hidup dan 17:33 mendidik anak. Kalau suami Ibu bertobat, 17:35 menyadari kesalahannya 17:37 berarti itu merupakan hidayah. 17:40 Tapi kalau tidak 17:42 jangankan Ibu Nabi saja tidak mampu 17:45 memasukkan hidayah kepada pamannya Abu 17:46 Thalib. Nabi Nuh tidak mampu memasukkan 17:48 hidayah pada istri maupun anaknya. 17:51 Ibu bersama suami terikat oleh ikatan 17:55 suami istri 17:56 tapi ikatan ini ikatan yang rapuh. 17:59 Ikatan yang rapuh melainkan 18:02 apabila ikatan ini betul-betul diperkuat 18:04 dengan keimanan, ketakwaan kepada Allah 18:07 Subhanahu Wa Ta'ala. 18:10 Oleh karena itu di hari akhirat nanti 18:12 suami Ibu akan ditanya bagaimana 18:14 perbuatannya, begitu pula Ibu akan 18:16 ditanya oleh Allah. 18:17 Masing-masing berdiri, bertanggung jawab 18:19 atas amalnya. Bohong apa yang dikatakan 18:22 suami bahwa dia menanggung perbuatan 18:24 istrinya sama sekali tidak. Wala taziru 18:26 wazirotun wizro ukhro. 18:28 Adapun berkaitan dengan kasus kedua 18:31 kasus yang Ibu tanyakan sebetulnya bukan 18:34 kasus yang jarang, tapi ini terjadi pada 18:38 kebanyakan orang yang tadinya punya 18:39 power 18:41 punya kekuatan, punya pekerjaan 18:43 mengatur, ada kesibukan setiap harinya 18:45 tahu-tahu tinggal di rumah tanpa 18:48 pekerjaan. 18:49 Tadinya ada anak buah sekarang 18:51 kehilangan anak buah. Tadi biasa 18:53 memerintah, mengatur di kantor, sekarang 18:56 yang dijumpai hanya istri dan 18:57 anak-anaknya. 18:59 Akhirnya 19:03 pekerjaan di kantor dialihkan di rumah. 19:06 Tapi dengan ketidakberdayaan. 19:10 Jadi sebetulnya apa yang dilakukan oleh 19:12 suami di rumah sebetulnya dia dia pun 19:14 tidak merasa nyaman dengan apa yang 19:16 dilakukan. 19:18 Oleh karena itu, 19:19 Ibu telah berumah tangga selama 40 19:22 tahun. Coba Ibu kembali. 19:24 Selama 40 tahun sebelum suami Ibu 19:27 berhenti bekerja, bagaimana sikapnya 19:29 terhadap Ibu? 19:31 Kalau sikapnya baik, mulia, dan selama 19:34 ini bertanggung jawab, tidak berbuat 19:36 yang tidak-tidak, 19:37 berarti kejadian ini merupakan kejadian 19:40 sebetulnya di luar apa? Kemauannya. 19:43 Nah, Ibu dulu menerima kebaikannya. 19:46 Dia menjadi pria yang bertanggung jawab. 19:48 Nah, pada saat-saat dia kehilangan 19:51 pekerjaan, Ibu seharusnya pandai 19:53 menempatkan diri. Begitu pula anak-anak 19:55 bukan menjadi penggugat, tapi berusaha 19:58 untuk apa? Membuat suami Ibu nyaman 20:00 walaupun sudah kehilangan pekerjaannya. 20:04 Kehilangan 20:05 kesibukan sehari-harinya, tapi mereka 20:08 merasa nyaman, tetap dihargai, dihormati 20:10 oleh Ibu. Jangan Ibu semenjak suami 20:12 kehilangan pekerjaan, tidak lagi mampu 20:14 memberikan apa yang diberikan pada masa 20:16 lampau, sikap Ibu berubah. Itu akan 20:18 membuat jiwanya semakin berubah. Mungkin 20:21 apa yang dilakukan bentuk protes 20:23 terhadap sikap istri dan anak-anaknya. 20:26 Kok istrinya mulai lain terhadapnya, 20:28 enggak enggak seperti dulu. 20:30 Anak-anaknya juga-juga sikapnya lain. 20:32 Dulu anak-anak sering meminta kepadanya. 20:35 Tahu-tahu sekarang enggak mampu 20:36 memberikan apa yang diberikan. 20:38 Akhirnya muncul perasaan tidak nyaman, 20:41 lahir dari apa? Lahir dari semua ini 20:44 berbagai macam sikap-sikap yang Ibu 20:46 saksikan. Oleh karena itu, 20:48 ingat kebaikan suami dulu sewaktu dia 20:51 masih bekerja dalam kesibukannya. 20:53 Kemudian, Ibu jangan hadapi dia seperti 20:56 dulu. 20:56 Tapi hadapi dia sebagai seorang pahlawan 21:00 yang telah berjuang bekerja kembali ke 21:03 rumah. 21:05 Hadapi dengan sikap yang baik, 21:06 lemah-lembut, menghargai anak-anak ajak 21:09 berkumpul, ya. Berikan hiburan padanya, 21:12 insyaallah mudah-mudahan suami Ibu akan 21:15 berubah. Karena banyak orang yang 21:17 mengalami kondisi seperti yang dinamakan 21:18 post power syndrome ini, kita jumpai di 21:21 saat 21:22 yang di rumah pandai membawa dirinya. 21:25 Tetap menghargai suaminya. Dalam 21:27 keputusan diajak suaminya untuk 21:29 memberikan keputusan, jangan kasak-kusuk 21:31 bersama anak, suami diabaikan. Karena 21:33 suami sudah enggak punya apa-apa lagi. 21:35 Tapi tetap ajak suami 21:37 berdialog, ajak suami bermusyawarah, ya. 21:41 Walaupun pada akhirnya pendapat dia 21:43 bukan pendapat yang terbaik, tapi tetap 21:45 memberikan penghargaan padanya. 21:47 Saya kenal seorang wanita. 21:51 Dia yang memegang kendali dalam berbagai 21:54 macam urusan. 21:57 Suaminya 21:58 pendapatan dan penghasilannya sedikit. 22:03 Hampir dikatakan pekerjaannya nol. 22:08 Dia punya beberapa orang anak. 22:12 Tapi istrinya betul-betul menghormati 22:15 suaminya yang luar biasa. 22:17 Menjunjung tinggi. Dan di rumah 22:19 keputusan dikembalikan pada suami. Tiap 22:21 dia berkumpul bersama orang, ya, 22:23 walaupun pendapat-pendapat dia, tapi 22:25 yang mengucapkan suaminya. 22:27 Sampai satu hari Allah subhanahu wa 22:30 taala berikan kemudahan mereka memiliki 22:32 usaha yang cukup besar. 22:34 Semua yang kaya peran yang berperan 22:36 istrinya. 22:37 Suaminya menikmati. 22:39 Allah kasih, subhanallah, dalam setiap 22:41 rapat selalu yang berbicara, mengambil 22:43 keputusan suaminya. Istri bertanya pada 22:45 suaminya. Padahal apa yang diputuskan 22:47 adalah pendapat istrinya. 22:48 Hmm. 22:49 Masyaallah. 22:52 Dia junjung suaminya, Allah angkat 22:55 martabatnya dan Allah subhanahu wa taala 22:57 limpahkan rezeki yang melimpah dan luas. 23:00 Bahkan sebelum dia berangkat bekerja 23:02 pagi hari, suami di rumah dia selesaikan 23:04 urusan rumah tangga, urusan suaminya, 23:07 termasuk anak-anaknya, ya. Kemudian 23:09 termasuk keponakan-keponakan dari 23:11 keluarga suami juga diurus sama dia. 23:14 Apakah berkurang nikmat Allah? Dia tidak 23:16 pernah mengeluh, justru menjadi idola, 23:19 menjadi orang yang dicintai oleh banyak 23:21 orang. 23:22 Jadi kalau kita bisa berbuat kebaikan 23:25 tanpa melihat 23:27 siapa yang menerima kebaikan kita 23:29 balasan akan datang dari Allah. Tapi 23:31 kalau kita berbuat kebaikan karena 23:33 melihat orang yang kita berikan 23:35 kebaikan, maka silakan minta kebaikan 23:37 daripadanya. Mana yang lebih baik? 23:38 Balasan dari Allah? 23:41 Kalau kita berbuat kebaikan terpengaruh 23:43 oleh orang yang kita berikan, maka 23:45 sifatnya apa? Pragmatis. 23:48 Betul enggak? 23:50 Membuat akhirnya kalau orang tersebut 23:51 tidak menyenangkan kita, kita berhenti 23:53 berbuat kebaikan. Tapi kalau karena 23:55 Allah 23:56 selalu kita berbuat kebaikan, kita akan 23:58 bahagia. Oleh karena itu, Ibu, coba 24:00 layani suami karena Allah. Walaupun 24:02 suami sekarang tidak mampu untuk 24:03 memberikan apa-apa. 24:05 Tadinya Ibu jarang melihat marahnya 24:07 karena sebagian ditumpahkan di kantor. 24:10 Sekarang Ibu lihat kemarahannya. Tadinya 24:12 Ibu kurang melihat kekurangan sikapnya 24:14 yang buruk. Sekarang karena setiap hari 24:16 di rumah, Ibu saksikan semua ini. Sabar. 24:20 Kesabaran ini akan membuat Ibu berada di 24:22 sisi Allah. 24:23 Allah Subhanahu wa Ta'ala akan 24:24 melimpahkan rahmat-Nya, ampuni dosa Ibu, 24:27 dan ingatkan anak-anak bahwasanya apa? 24:30 Perilaku orang tua ini bukan hal yang 24:32 wajar, ya. 24:34 Artinya sebagai akumulasi dari perasaan 24:37 yang tidak nyaman kehilangan pekerjaan, 24:39 ingat kebaikan orang tua kalian. 24:41 Adapun kalau anak mengatakan saya enggak 24:42 mau menikah 24:44 karena sikap orang tua saya, saya takut 24:46 suami saya seperti itu. Ini bertentangan 24:48 dengan apa yang sering dikatakan 24:49 anak-anak kalau kita berikan nasihat, 24:52 "Zaman Abah beda sama zaman kita." 24:55 Betul enggak? Begitu juga pria-pria di 24:57 luar enggak sama dengan orang tua apa? 25:01 Orang tua kalian. Masing-masing hidup ya 25:04 terbentuk oleh apa? Oleh pendidikannya, 25:07 oleh lingkungannya. Nah, minta pada 25:09 Allah untuk dianugerahkan suami yang 25:11 baik. Suami yang bertakwa pada Allah. 25:14 Jangan hanya orientasi materi yang 25:16 mendapatkan perhatian kita, tapi 25:17 perhatikan keridaan Allah di atas 25:19 segala-galanya. Allah akan membuat 25:22 hidupmu penuh dengan keridaan dan 25:23 kebahagiaan. Dan tidak akan ada seorang 25:25 pun yang menghalangi Anda. 25:27 Apa yang Allah berikan? 25:28 Tidak akan mampu dihalangi, dirintangi 25:30 oleh siapapun. Tapi disaat Allah 25:31 menahan, Anda akan kehilangan harapan. 25:35 Walaupun setiap orang menjanjikan Anda 25:37 untuk memberikan bantuan, pertolongan, 25:39 sia-sia semua yang mereka janjikan. 25:42 Kebenaran hanya di tangan Allah 25:43 subhanahu wa taala. Wallahualam. 25:45 Masya Allah. 25:47 Jadi, sindroma pensiun, post power 25:51 syndrome 25:52 akan dihadapi oleh kita semua. 25:55 Dan wahai para istri, 25:57 meskipun dia kasar, meskipun dia 26:00 menyebalkan, meskipun dia meskipun dia 26:03 banyak banget, cobalah tetap muliakan. 26:05 Mampu enggak ya? Ada enggak sih cara 26:07 atau tips memuliakan pria yang sudah 26:10 kita dampingi bertahun-tahun, sekarang 26:12 tiba-tiba sak enake dewe gitu. Kita 26:14 tanyakan atau kita simak bagaimana 26:17 psikolog kita membantu untuk menjadi 26:20 seperti yang Ustaz Husein katakan, 26:21 muliakan suamimu. 26:24 Silakan. 26:26 Bismillahirrahmanirrahim. 26:28 Assalamualaikum warahmatullahi 26:31 wabarakatuh. 26:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:33 wabarakatuh. 26:34 Alhamdulillah. 26:38 Kita bersyukur pada Allah 26:41 di mana saat ini 26:43 kita penuh dengan begitu rahmatnya Allah 26:46 yang telah berikan. 26:48 Allah sudah memberikan berbagai macam 26:50 kenikmatan. 26:52 Kadang kita sendiri yang lupa seperti 26:54 yang tadi dikatakan kalau kita sudah 26:57 lupa sama Allah 26:59 ya pasti akan datang musuhnya Allah 27:02 untuk mendampingi kita 27:04 oleh karena itu Allah tidak akan pernah 27:06 lari dari kita kitanya saja yang suka 27:08 lari kepada Allah 27:10 alhamdulillah 27:12 bagaimana Rasulullah selalu memberikan 27:15 contoh-contohnya 27:18 eh risalahnya bagaimana interaksi 27:22 diantara para sahabat bagaimana 27:24 Rasulullah berinteraksi dengan suami 27:26 istrinya di sana 27:28 itu adalah merupakan contoh yang memang 27:30 benar-benar kita harus teladani 27:33 tapi yang kita sekarang teladani adalah 27:36 contoh-contoh yang memang bukan menjadi 27:39 keinginan atau kebutuhan kita 27:42 kalau kita melihat kasus yang pertama 27:44 adalah di mana 27:46 ada kebutuhan-kebutuhan sang suami yang 27:49 tidak benar-benar realita 27:53 ya 27:54 suami punya satu kebutuhan yang tidak 27:56 bisa ditangkap oleh dirinya sendiri 28:00 kategori selingkuh atau dia marah atau 28:04 dia eh merasa dirinya bertanggung jawab 28:06 nanti di akhirat 28:08 itu sesuatu kebutuhan yang tidak realita 28:11 di dalam pikirannya dia 28:14 apa yang menyebabkan dia tidak realita 28:16 nanti mungkin kita akan bisa lihat 28:19 jadi ketika seorang itu sudah mulai 28:22 berpikir kepada yang sesuatu yang tidak 28:25 realita pasti dia akan terus cari 28:28 sesuatu yang tidak realita juga 28:32 dia sudah ada istri tapi kenapa dia 28:34 selingkuh 28:36 pasti tentunya ada kebutuhan-kebutuhan 28:39 di mana yang realita tersebut tidak dia 28:42 dapatkan 28:46 seseorang yang tidak pernah mendapatkan 28:48 kebutuhan-kebutuhan realita itu, maka 28:51 dia akan lari mencari kebutuhan yang 28:54 tidak realita. 28:56 Oleh karena itu di dalam keluarga, 28:59 sebaiknya 29:00 se-mungkin seperti yang tadi sudah 29:03 dijelaskan. 29:04 Bagaimana seorang istri terhadap suami, 29:07 bagaimana suami terhadap istri. Itu 29:09 sudah diatur dengan baik, kebutuhan 29:12 masing-masing sudah ada. 29:15 Daripada misalnya menghargai, 29:18 memperhatikan, 29:20 ya, sentuhan, 29:22 itu harus tercipta. 29:25 Ketika sedikit saja hilang, maka 29:28 kebutuhan itu akan dicari yang bukan 29:31 mestinya. 29:33 Seorang suami yang misalnya kurang 29:35 mendapatkan eh sentuhan dari istrinya, 29:39 maka dia akan mencari sentuhan yang 29:41 lain, yang bukan dia miliki, yang bukan 29:43 menjadi kebutuhan nya. 29:46 Itu yang terjadi dan banyak sekali. Maka 29:49 kenapa kok bisa terjerumus? Karena 29:51 ketika dia membutuhkan sesuatu di rumah, 29:54 tidak pernah tercipta. 29:56 Jadi bukan disalahkan istrinya, tapi 29:59 juga begitu juga kan ada juga istri yang 30:02 selingkuh. Karena 30:04 suaminya tidak menjaga. 30:07 Ya, misalnya ada tamu datang ke rumah 30:09 seorang laki-laki atau temannya datang 30:13 ke rumah, 30:14 dia tidak menjaga yang lebih eh 30:17 baik, sehingga si istri pun merasa 30:20 bebas. Nah, ketika sentuhannya berbeda, 30:24 sesuatu yang tidak realita ini, 30:28 ya, sesuatu yang berbeda dengan apa yang 30:30 dibutuhkan. 30:32 Ya, misalnya seorang yang terbiasa 30:35 dicubit, 30:36 ya, kalau kita biasa dicubit-cubit, 30:38 anak-anak kecil itu kalau dicubit-cubit 30:40 biasa, dia akan cari lagi mamanya 30:42 ngelendotan ataupun gangguin mamanya 30:45 biar cepat. 30:46 Biar supaya dicubit. Ketika dicubit, dia 30:48 lari main. 30:50 Karena apa? Karena kebiasaan yang 30:51 dicubitnya tersebut sudah menjadi eh 30:55 kebiasaannya dia. 30:57 Begitu juga ketika misalnya seorang 30:59 istri di rumah, suaminya membiarkan 31:02 siapa saja datang iparnya ataupun 31:05 periparannya datang masuk seenaknya, si 31:09 istri eh bebas juga itu ya. 31:13 Mau tidak mau sentuhan-sentuhan yang 31:15 berbeda ini akan terus mengakumulasikan 31:19 pikirannya dan dia akan melakukan bukan 31:21 hanya kepada suami. 31:24 Kecuali dia berdekatan pada Allah, 31:26 kecuali dia bersama dengan 31:28 Allah. 31:29 Kalau dia beriman pada Allah, dia takut 31:31 pada Allah, dia akan jaga 31:34 permasalahan ini. Apalagi kalau dia 31:36 kuat. 31:38 Ini yang penting. 31:40 Harus di perhatikan. Nah, 31:43 tindakan-tindakan suami yang seperti ini 31:45 karena dia sendiri juga butuh bantuan, 31:49 pastinya seperti itu. 31:51 Enggak mungkin kondisi yang seperti itu 31:54 eh dia tidak butuh bantuan. Karena 31:56 dengan kondisi bagaimanapun, seorang itu 31:59 butuh bantuan. 32:01 Kalau dia tidak 32:03 istrinya tidak mampu membantunya, pasti 32:05 dia mencari teman-temannya. Namun 32:07 teman-teman yang didekatkan dia adalah 32:10 teman-teman yang sama-sama juga 32:12 membutuhkan bantuan. Akhirnya sama-sama 32:15 melakukannya. 32:17 Baik, oleh karena itu bagaimana sih 32:20 menjadi seorang istri, bagaimana menjadi 32:22 seorang suami, itu adalah kekuatan yang 32:24 paling besar. 32:25 Kekuatan itu bagaimana menjadi seorang 32:28 istri mampu memberikan kesempatan sang 32:31 suami itu merasa dirinya ada. 32:37 Kita berkaitan dengan yang kedua kasus. 32:40 Pensiun itu karena dia merasa tidak ada 32:43 di rumah. 32:45 Karena merasa bahwa dia seakan-akan 32:48 enggak diterima di rumah. 32:50 Kalau dia lagi mau pergi ke kantor. 32:53 Dia mau jalan ke kantor. Ya. Istrinya 32:57 berusaha mengantarkan. 32:59 Ya. Dari dulu mungkin kalau lagi 33:02 ngantarin cepat deh berangkat. 33:05 Ya kalau mau pagi-pagi ngantarin 33:07 suaminya ke kantor. Ya udah cepat cepat 33:09 cepat. Lihat ada yang tinggal enggak? 33:11 Jangan balik lagi. 33:15 Biar begitu udah cepat ke sana udah 33:17 entar pulang jam 05.00 jam 06.00 jam 33:18 07.00 pulang udah di rumah. Nah selama 33:21 dari pagi sampai sore dia bebas. 33:24 Dia merasakan seperti itu. Si istri 33:27 merasakan bebas. Kenapa? Karena dari 33:29 pagi sampai sore sampai jam 07.00 enggak 33:32 ada suaminya yang yang mungkin cerewet 33:35 yang mungkin minta ini minta itu minta 33:37 itu. Dia merasa nyaman dia bisa tiduran 33:39 dia bisa ngapain apa maunya dia. 33:42 Bisa keluyuran. 33:44 Keluyuran. 33:44 Bisa bisa keluyuran bisa ee ngerumpi di 33:48 tetangga dan sebagainya. 33:50 Nah. 33:52 Sekarang berbalik. 33:54 Ya. 33:55 Bangun pagi ngelihat dia ya. Mau ke 33:58 dapur ada dia. 34:01 Iya. Mau istirahat tidur ada dia. 34:05 Di kamar. 34:06 Nah terus kan pikiran istri ini merasa 34:09 begini. Ih susah banget sih ada apa-apa 34:11 dia. 34:13 Tidak-tidaknya ketika kita merasa risih 34:16 sedikit itu ee wajah kita berubah. 34:20 Nah ketika wajah berubah suami bilangin. 34:22 Kenapa kamu kayak gitu? 34:25 Begitu suami mengatakan. Kenapa kamu 34:27 kayak gitu? 34:28 Istri bilangin. Emang kenapa? 34:30 Nah inilah ketidakharmonisan. 34:34 Apa yang terjadi seorang suami atau yang 34:36 sudah pensiunan itu suka eh apa namanya 34:40 mengumpulkan, mengkoleksi barang-barang 34:43 yang enggak ada berguna. 34:45 Yang enggak bermanfaat. 34:47 Pulpen enggak boleh dibuang yang dulu. 34:48 Pulpen enggak boleh dibuang, ini 34:49 kenangan. 34:52 Ini kenangan. Sikat gigi yang sudah 34:55 rusak, jangan nanti kalau buat eh apa 34:57 namanya bersihin macam-macam gitu. Bisa 35:00 buat sikat gigi. Jadi, pikirannya dia 35:03 itu tidak pada saat dia ingin butuhkan. 35:07 Oke, jadi kenangan. Biasakan kalau orang 35:10 yang sudah eh batas usianya lewat itu 35:14 selalu mencari satu kenangan. Nah, 35:18 bagaimana agar kenangan ini tidak yang 35:20 tidak berguna? 35:23 Oke, jadi dia ngumpulkan barang-barang 35:25 yang enggak berguna karena dia ingin 35:27 menggunakan kenangan-kenangannya. 35:29 Kenapa kok Ibu tidak mengambil kenangan 35:32 yang lama? 35:33 Munculkan, 35:35 hidupkan kembali kenangan-kenangan lama 35:38 sehingga dia sudah enggak ngikutin lagi, 35:40 enggak mikirin lagi benda yang enggak 35:41 bergun 35:42 berguna. 35:44 Jadi, 35:46 misalnya distelkan sesuatu yang 35:49 menyenangkan, ya kenangan berguna 35:51 misalnya lagu yang bikin kenangan. 35:53 Akhirnya dia lupa dengan benda-benda 35:56 atau misalnya mengingatkan kembali duduk 35:58 bersama dulu waktu kita ke eh Cisarua di 36:03 sana ada ini. Ingat enggak kamu waktu 36:05 itu kamu jatuh? 36:07 Wah, masa sih? Dia mulai ingatkan itu 36:09 ya. Dia sudah lupa lagi benda-benda yang 36:12 enggak berguna karena dia harus 36:15 mengenangkan kenangan-kenangan tersebut 36:17 harus di reminder biar supaya dia 36:20 merasakan dirinya 36:22 ada di situ. Terus misalnya mengingatkan 36:25 waktu dia bekerja, "Wah, dulu kamu 36:27 memang baik, bagus, memang punya 36:30 kedudukan. Saat ini mungkin kamu bisa 36:33 menggunakan itu di rumah, misalnya 36:36 mengatur, memanajemen kalau dia seorang 36:39 manajemen. 36:41 Kalau dia seorang pekerja, misalnya 36:43 kalau dia biasa saja seorang pekerja, 36:46 maka bagaimana dia bisa mengerjakan 36:48 sesuatu yang saat ini bukan disimpan 36:51 semua seperti itu. Anggap saja di 36:53 kantornya, dia melakukan segala hal. 36:57 Dan sering jangan di rumah terus, ajak 37:00 keluar biar supaya dia bisa melihat 37:02 pemandangan, melihat orang lain. 37:05 Itu adalah merupakan gerakan-gerakan 37:08 berpikirnya dia tidak itu-itu saja. 37:12 Kalau seseorang sudah masuk ke rumah, 37:15 dia tidak pergi ke mana-mana, yang 37:17 dilihat itu-itu saja, maka dia akan 37:20 mengerut pikirannya. 37:22 Pasti 37:24 melakukan sesuatu yang enggak baik. 37:26 Bukan orang tua saja. 37:29 Seorang yang misalnya anak masih umur 30 37:31 tahun, 20 tahun, dia hanya di rumah 37:34 saja, pasti dicari-cari, enggak enakkin. 37:38 Ya, ibunya digodain, apa sih melakukan 37:41 tindakan karena dia hanya di situ saja. 37:45 Tidak membentuk satu kreativitas atau 37:47 berpikir yang lebih baik. Nah, oleh 37:50 karena itu 37:52 cobakan bagaimana 37:54 keberadaan 37:55 kita, keberadaan kita di hadapan siapa 37:58 saja, tetap bahwa kita adalah diri kita 38:02 yang memang kita pun punya kemampuan, 38:04 punya kebisaan, 38:06 ya. 38:07 Kebutuhan-kebutuhan kita 38:09 teruskan ke jalan kebaikan karena 38:11 kebutuhan kita tidak akan mungkin tidak. 38:13 Karena pasti ada satu 38:16 eh peristiwa tuh. 38:20 Setiap orang itu akan selalu mencari 38:23 Allahnya. Siapapun. 38:25 Seorang yang katakanlah yang tidak 38:27 mengenal Allah, atheis itu ya, dia 38:30 sendiri akan mencari Allah. Ketika apa? 38:33 Ketika dia tidak mampu melakukan 38:35 sesuatu, dia selalu mencari siapa yang 38:37 bisa lagi. 38:40 Siapa yang mampu ini melakukan? 38:43 Itu yang harus kita kenal. 38:45 Ya, maka insya Allah ketika dia 38:47 mengatakan seperti itu, kenalkan Allah. 38:50 Kembalikan kepada Allah. Seorang suami 38:53 yang seperti itu, kenalkan Allah 38:55 kembali. Seperti misalnya dia masih 38:59 bayi, masih umur 10 tahun, masih umur 15 39:03 tahun, kenalkan Allah. Tunjukkan bahwa 39:06 Allah yang akan membantu kita. 39:08 Begitu juga orang yang sudah pensiun, 39:10 kenalkan Allah. Nanti dia akan mengenal. 39:13 Insya Allah kalau dia mengenal Allah, 39:16 maka hatinya dia akan terbuka, jalannya 39:19 pun akan mendapatkan petunjuk dari 39:22 Allah. Insya Allah. 39:24 Ah ah. 39:26 Jadi, 39:28 kalau kita mampu melakukan apa yang Pak 39:32 Abu Bakar bilang, 39:34 kayaknya 39:35 lumayan meskipun jujur bukan hal yang 39:38 mudah ya. Apalagi bagi pasangan-pasangan 39:41 yang satu di antaranya sudah pensiun, 39:44 sindroma baru, kehidupan baru, langkah 39:47 baru, kebiasaan-kebiasaan baru mesti 39:49 dibentuk. Ustaz, kita masih punya waktu? 39:51 Boleh ditambahkan? 39:55 Bismillahirahmanirahim. 39:57 Kalau kasus ini kita balik, 40:01 istri yang tadinya aktif bekerja, 40:05 selalu melayani suaminya, 40:07 He em he em. 40:08 tahu-tahu terkena stroke. 40:12 Akibat dari stroke, 40:15 banyak kehilangan rasa percaya dirinya. 40:18 Dia berbaring 40:20 dengan mulut mencong 40:23 memandang suami yang masih tidak terlalu 40:25 tua. 40:27 Rasanya khawatir kalau suaminya akan 40:29 meninggalkan dirinya. 40:32 Bisa dia memandang wajahnya di cermin, 40:34 dia melihat dirinya tidak seperti dulu 40:36 lagi. 40:37 Apakah suaminya masih akan menyayangi 40:39 dirinya? 40:40 Akhirnya 40:42 timbul adat-adat yang tidak ada 40:44 sebelumnya. Mulai sering marah, 40:46 sering cemburu. 40:48 Kalau suaminya keluar dianggap sedang 40:51 mengunjungi wanita lain. 40:53 Nah, berhadapan dengan kondisi seperti 40:55 ini, bagaimana sikap suami? 40:58 Apakah meninggalkan dirinya? 41:00 Apakah menceraikannya? Apakah sikapnya 41:03 yang tidak 41:04 sewajarnya ini disikapi dengan 41:08 dengan sikap yang serius apakah 41:10 dimaklumi? 41:12 Sebelumnya istrinya wanita yang baik, 41:14 yang saleh, melayani suaminya dengan 41:16 penuh kecintaan. 41:19 Kalau dalam hati suami ada rahmat, 41:21 niscaya dia akan bisa memaklumi 41:23 istrinya. 41:24 Bukan mempertajam kecemburuannya, 41:26 kecurigaannya, suami ini justru selalu 41:29 berusaha untuk menghibur dirinya, 41:32 berdendang, memuji dirinya, "Saya tidak 41:35 akan lupakan kamu. Di mata saya kamu 41:37 sekarang sama dengan dulu. 41:40 Kamu adalah bidadari saya, 41:42 wanita yang pertama mendampingi saya." 41:45 Dia selalu memberikan hiburan untuk 41:47 menghilangkan apa? Menghilangkan 41:49 kegelisahannya. Dan saya jumpai 41:52 hal ini dilakukan oleh suami yang 41:55 betul-betul mengingat kebaikan istrinya 41:57 dan dia melahirkan beberapa orang anak. 42:00 Dan dia ingatkan pada anak-anaknya untuk 42:01 selalu bersikap lembut pada istri. 42:04 Jangan 42:05 membicarakan hal-hal yang membuat 42:07 dirinya apa? Melihat dirinya yang 42:08 kurang. 42:09 Tapi selalu membuat dirinya melihat 42:11 dirinya sebagai sosok wanita 42:14 yang betul-betul berharga. 42:16 Akhirnya apa? 42:17 Wanita ini menjalani kehidupan sampai 42:20 akhir hayat, 42:21 dia betul-betul merasakan kebahagiaan 42:23 yang tidak pernah hilang sama sekali. 42:26 Jadi pasangan suami istri begitu pula 42:28 anak dibutuhkan kerja sama keharmonisan. 42:32 Jangan pada saat istri kita masih dalam 42:34 keadaan sehat, menarik, ya, 42:37 mendapatkan perhatian cinta kita, begitu 42:40 mulai pudar pandangan kita tertuju pada 42:41 wanita lain. Kalau kita mau turuti 42:43 pandangan kita, hawa nafsu kita, 42:45 walaupun kita menikahi seluruh wanita di 42:48 kota kita, tidak akan cukup. 42:51 Malah apinya akan terus membara, 42:54 lama-kelamaan bahan bakarnya akan 42:56 berkurang dan tubuh kita akan lemah. 42:59 Kalau kita bisa menikahi semua wanita 43:01 kita inginkan, 43:03 pada akhirnya kita akan berada dalam 43:06 kondisi tidak berdaya dan tidak mungkin 43:08 kita akan membuat semua wanita tersebut 43:10 puas bahagia dengan kita. Jadi muncul 43:12 berbagai macam efek, penyakit yang 43:15 menyerang diri kita. 43:17 Oleh karena itu, 43:18 harus kita dalam hidup ini tidak 43:20 melupakan rasa rahmat. 43:22 Satu orang datang kepada Amirul Mukminin 43:25 Umar bin Khattab mengatakan, "Ya Amirul 43:27 Mukminin, 43:28 uridu an uthalliqu zauji, saya ingin 43:30 ceraikan istri saya." 43:32 Beliau bertanya, 43:34 "Walima dzalik?" Kenapa? 43:36 "Lam a'ud uhibbuha, saya sudah enggak 43:38 suka sama dia lagi." 43:40 Dulu muda, sekarang tua. Dulu tubuhnya 43:43 menarik, sekarang apa? Tidak menarik. 43:45 Nah, laki-laki ini rupanya sisa-sisa 43:47 jahiliyah. 43:49 Lalu Sayyidina Umar bertanya, "Fa ainar 43:51 rahmat?" 43:52 Di mana rahmat? 43:55 Dulu dia melayani kamu, setia pada kamu, 43:57 melahirkan anak-anak kamu. 43:59 Sekarang begitu pudar, kamu campakkan 44:02 dia. "Fa ainar rahmat?" 44:04 Di mana rasa rahmat? 44:07 Kalau ikatan suami istri hanya kembali 44:08 kepada mawaddah, 44:11 yang dasarnya kecantikan, pesona, daya 44:13 tarik, 44:14 maka tidak akan pernah suami istri akan 44:16 hidup lama. 44:17 Begitu mulai jemu, bosan, dia akan 44:19 beralih pada yang lain. 44:21 Tapi di samping mawaddah merupakan 44:23 bagian dari ikatan, 44:25 rahmat ini yang membuat hidup menjadi 44:27 indah. 44:28 Kalau kita memiliki rasa rahmat, maka 44:31 walaupun banyak kekurangan pada diri 44:33 kita, 44:34 akan tertutup. Tapi kalau tidak memiliki 44:36 rasa rahmat, walaupun penuh kesempurnaan 44:38 di sana sini, maka kesempurnaan tersebut 44:40 akan hilang. 44:42 Sebagaimana yang sering saya contohkan, 44:44 seekor harimau disaat menjilati anaknya, 44:47 memindahkan anaknya dari tempat-tempat 44:49 yang berbahaya, 44:51 berburu, disediakan untuk anaknya 44:52 mengharukan hati kita. 44:54 Tapi seorang pria yang tampan atau 44:56 wanita cantik disaat kehilangan 44:58 rahmatnya, akan membuat wal 45:00 iyadzubillah, 45:02 pemandangan yang buruk akan selalu 45:04 terlintas dalam benak kita. 45:06 Jadi sebagaimana 45:08 suami, 45:10 suami yang kehilangan 45:13 kesibukan pekerjaannya juga tidak mampu 45:15 lagi untuk apa? Untuk memberikan 45:18 ee apa yang diberikan pada masa 45:20 sebelumnya, istri harus pandai 45:21 menghargai. Dan di sini anak harus 45:23 mengambil peran. 45:26 Kalau tadinya anak minta pada sua pada 45:28 orang tuanya, biasanya kalau sudah 40 45:30 tahun berumah tangga, berarti paling 45:31 tidak usia suami di atas 60. 45:36 Kalau 20 tahun menikah, 60 tahun. Kalau 45:38 25 tahun? 45:39 Betul enggak? 45:40 Berarti 65 tahun. Artinya sudah usia 60 45:42 ke atas, 45:43 mentalnya tidak sama lagi dengan dulu. 45:47 Masa-masa tua bukan hanya membuat 45:49 rambutnya putih, 45:50 alisnya putih, kulitnya berubah, 45:53 tubuhnya juga merapu, jiwanya pun sama. 45:55 Oleh karena itu, anak-anak harus 45:58 mengambil alih perannya. 46:00 Anak-anak datang, "Yah, butuh apa, ya? 46:03 Mau ke mana kita jalan-jalan? 46:04 Jadi, 46:05 yang dibutuhkan orang tua di hari tua 46:07 kehangatan. 46:09 Bukan lagi mengharapkan orang tua 46:10 seperti dulu. Kehangatan, anak kalau 46:13 bisa berusaha menyenangkan orang tuanya 46:15 dari luar datang, di samping membawa 46:17 untuk ibunya, juga memberikan untuk 46:19 ayah. Lama-kelamaan, insyaallah, emosi 46:22 ayah akan berubah. Dia tidak lagi apa? 46:24 Memberanikan dirinya sebagai orang tua 46:26 yang harus memberikan nafkah, ya. Tapi, 46:28 dia merasa anaknya menggantikan dia dan 46:31 dia rela untuk apa? Melepaskan 46:34 kekuasaannya pada anaknya, bukan dengan 46:36 paksaan. 46:37 Karena anaknya betul-betul mengayomi 46:39 dia, memberikan perhatian kepadanya. 46:43 Dan ini dirasakan bukan hanya oleh satu, 46:45 dua orang, hampir setiap orang tua. 46:48 Bukan dia berharap bergantung pada 46:50 anaknya, 46:51 tapi di saat anaknya memberikan 46:53 perhatian dengan penuh kecintaan, 46:56 di samping kepada ibunya, kepada 46:58 ayahnya, insyaallah akan membuat 47:00 kehidupan orang tuanya 47:02 dalam keadaan yang betul-betul indah. 47:05 Oleh karena itu, 47:06 Allah subhanahu wa taala tahu apa yang 47:08 di hati kita. 47:10 Allah wanti-wanti berpesan, "Wa qada 47:12 rabbuka alla ta'budu illa iyyah, wa bil 47:14 walidaini 47:15 ihsana." Allah perintahkan kita untuk 47:18 berkata lemah lembut. 47:20 "Wa imma yablughanna indakal kibara 47:22 ahaduhuma au kilahuma, fala taqul lahuma 47:25 uffin wala tanharhuma, wa qul lahuma 47:27 qaulan karima." 47:29 Kalau salah satunya sudah tua atau 47:30 dua-duanya, 47:32 jangan kita menunjukkan sikap atau 47:34 ucapan-ucapan perasaan tidak puas, "Uf." 47:37 Ini kata-kata yang menyepelekan orang 47:38 tua. 47:39 Dulu masih anak-anak lucu, 47:41 tapi begitu dia sudah dewasa, orang 47:44 tuanya sudah lanjut usia, itu 47:45 betul-betul menyakitkan perasaan orang 47:47 tuanya. 47:48 Kata-kata yang mulia, memaklumi, 47:50 memaafkan, marah-marahnya kita sambut 47:53 dengan diam, ya. 47:54 Kemudian, 47:56 kita betul-betul selalu berdoa kepada 47:59 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 48:02 Agar melimpahkan rahmat pada keduanya. 48:04 Kita juga merendahkan sayap kita di 48:06 hadapan kedua orang tua kita bukan 48:07 karena apa-apa, tapi karena 48:09 kebaktian dan kecintaan kepada kedua 48:12 orang tua dan mentaati perintah Allah. 48:15 Dan saya jumpai anak-anak yang seperti 48:17 ini. 48:19 Subhanallah akan menyempurnakan 48:21 kebahagiaan rumah tangganya, begitu pula 48:23 kebahagiaan kedua orang tuanya. 48:25 Jadi kejadian yang terjadi pada suami 48:27 tadi 48:28 yang berubah sifatnya, sikapnya 48:30 sebetulnya merupakan hal yang apa? Yang 48:34 biasa terjadi pada orang-orang 48:37 yang berbalik dari tadinya sibuk menjadi 48:39 seorang pensiun. Dia merasa dirinya 48:43 takut kalau sampai orang yang di 48:45 sekelilingnya tidak menghargai dirinya. 48:48 Seperti jenderal yang tadinya dibukakan 48:51 pintu, disambut, dilayani. Begitu dia 48:54 pensiun 48:56 ternyata orang-orang yang dulu 48:57 menghormatinya beralih menghormati 48:59 jenderal yang baru. 49:01 Begitu pulang ke rumah, dia sering 49:02 merasa sebagai jenderal. 49:04 Karena dia tidak punya pasukan lagi, 49:06 istri dan anak-anaknya menjadi apa? 49:08 Menjadi pasukannya. 49:11 Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala 49:13 berikan bimbingan, hidayah kepada kita 49:15 dalam keadaan kondisi apapun agar kita 49:18 betul-betul selalu dalam keridhoannya 49:21 dan Allah limpahkan juga rahmat, 49:23 keridhoan, kebahagiaannya pada kita. 49:25 Tidak membuatkan kita lupa kepada Allah 49:27 Subhanahu Wa Ta'ala. 49:29 Masyaallah. Jadi hidup baru itu bukan 49:31 cuma ketika menikah ya. 49:33 Menempuh hidup baru ketika menikah, 49:35 hidup baru lagi ketika punya anak, hidup 49:37 baru lagi ketika pensiun. 49:39 Dan ya 49:41 kalau memang 49:42 trauma bagi anak-anak karena sikap ayah 49:45 pada ibu atau sikap ibu pada ayah, itu 49:47 memang harus jadi perhatian utama kita 49:49 juga. 49:50 Masih ada waktu 2 menit, silakan Pak Abu 49:52 Bakar. 49:54 Bismillahirrahmanirrahim. 49:59 Allah menyediakan berbagai macam 50:01 kehidupan 50:02 perbengkelan semua sudah ada. 50:05 Kita mau enggak terima? 50:08 Kadang-kadang 50:10 apa yang menjadi keinginan kita 50:12 kita tidak pernah mendapatkannya. 50:15 Tapi yang bukan menjadi keinginan kita 50:17 kita dapatkannya. 50:19 Bagaimana hati kita di saat itu? 50:22 Menerima ini adalah bagian dari 50:25 kehidupan kita. Ketika kita sudah tidak 50:28 mampu bisa menerima pensiun jadi tidak 50:31 menerima buat dia. 50:33 Gagal sudah menjadi tidak bisa menerima 50:35 dia. 50:36 Ya. 50:37 Seperti misalnya kita dulu eh menjadi 50:41 orang yang terhormat orang yang 50:43 dihormati 50:44 ketika kita pergi di satu tempat orang 50:46 itu tidak tahu kita. 50:49 Orang itu tidak memperhatikan kita, 50:51 enggak tahu siapa kamu. 50:52 Ya. Begitu masuk kok enggak ada yang 50:54 ngormatin saya. 50:57 Dia enggak berasa bahwa itu kamu enggak 50:59 dikenal di sini. Karena dia selalu 51:01 merasakan dirinya di luar dirinya. 51:05 Karena dirinya itu tidak pernah berada 51:07 dirinya karena dia tidak pernah bisa 51:09 menerima dirinya. 51:11 Ketika seperti yang tadi dikatakan 51:13 jenderal 51:15 dia tidak pernah bisa menerima dirinya 51:17 karena dirinya aja adalah jenderal bukan 51:20 manusia. 51:21 He eh. 51:24 Jadi ketika dia harus jadi manusia 51:26 dia bingung. 51:28 Perlakuan manusia dengan perlakuan 51:29 jenderal sudah berbeda. 51:33 Nah, ini ketika dia tidak mampu menerima 51:35 dirinya sebagai seorang manusia sebagai 51:38 seorang diri sendiri akibatnya 51:41 berhadapan dengan manapun berhadapan 51:44 dengan siapapun dia akan menjadi 51:46 konflik. dengan siapa? Dengan dirinya. 51:48 Dirinya. 51:50 Nah, itu. Kita lihat banyak beberapa 51:53 kejadian, ketika seorang datang. 51:56 Ya, karena dia merasa dirinya terlalu 51:58 terhormat. Menjadi orang yang biasa 52:01 dihormatin. 52:02 Ya, begitu masuk orang enggak ada yang 52:05 memperhatikan dia, ngelihat dia saja 52:07 tidak. 52:09 Itu pikiran dan perasaannya bagaimana 52:12 itu? Nah, itulah yang menjadi bagaimana 52:15 bisa menerima dari dirinya. 52:17 Kalau dia bisa menerima dirinya, pasti 52:19 Allah juga akan terima dia dengan baik. 52:22 Karena kalau seorang sudah bisa 52:23 memperhatikan dirinya. Menerima dirinya, 52:26 maka dengan otomatis orang lain akan 52:29 lihat dia. 52:30 Secara manusianya, bukan secara 52:33 jabatannya, bukan secara posisinya, 52:35 bukan. 52:37 Karena kemanusiaannya. 52:39 Karena dirinya itu yang akan muncul. 52:44 Kalau jabatan, posisi, kekayaan. 52:48 Ketika itu dia ada, ketika itu sudah 52:51 tidak ada, atau dia pergi ke tempat yang 52:53 lain orang enggak tahu. 52:55 Siapa dia punya duit apa enggak punya 52:57 duit. Eh, saya teringat. 52:59 Ada suatu orang, kaya banget. 53:02 Orangnya punya uang banyak, miliarder, 53:04 uh. Belanja tinggal nunjuk-nunjuk saja. 53:08 Masuk ke satu eh, toko brands yang luar 53:11 biasa. 53:12 Nah, pakaiannya berantakan. 53:15 Pakaiannya biasa saja gitu. 53:17 Kalau maaf, astagfirullahalazim, kayak 53:20 mbok-mbok. 53:22 Pakaiannya berantakan, pakaiannya 53:24 walaupun bermerek nih, apa namanya? 53:26 Tasnya bermerek, masuk ke situ ditanya. 53:29 Eh. 53:31 "Ibu mau beli apa?" 53:33 Si 53:34 pramugari ini, apa? Eh, penjaganya. 53:37 Penjaganya. 53:37 Penjaganya mengatakan, "Ibu mau beli 53:39 apa?" 53:41 "Carikan saya 53:44 tas untuk tempat cabe, bawang. 53:50 Semua bumbu-bumbu, tempat bumbu. 53:53 Siti 53:54 penjaganya, penjaganya. Bingung, "Bu, 53:57 ini 53:58 carikan sekarang tas untuk nyimpan 54:02 bumbu-bumbu dapur saya." 54:05 Siti bingung. 54:07 Kebetulan ada temannya bilang, "Udah 54:10 cari semua tas yang ada di sini." 54:13 Balik sini 54:14 dia enggak bilang enggak ada, enggak 54:16 bagus, yang lain. 54:19 Ya, jadi dia merasa bahwa 54:22 eh dia punya uang tapi apa kondisi dia 54:24 ini dia enggak merasakan itu. 54:27 Ya, nah orang yang melihat saja, orang 54:29 lain saja yang selalu memperhatikan 54:32 "Oh, dia enggak punya duit nih." 54:34 "Oh, punya duit nih." Kan dari mana? 54:36 Bukan daripada dirinya tapi dilihat 54:40 penampilan. 54:41 Keadaannya dia. Nah, ini yang harus 54:43 dikembalikan berarti 54:46 jika kita mampu menerima diri kita, kita 54:49 gagal, kita tidak pernah merasa gagal. 54:53 Kita berhasil, sukses menjadi orang 54:55 besar, kita tidak pernah merasakan itu. 54:58 Kita merasakan menjadi diri kita 55:00 sendiri, kita merasakan kita adalah kita 55:03 yang dekat pada Allah, insyaallah 55:05 semuanya kita akan menjadi aman. 55:08 Kita tidak akan pernah bisa diremehkan 55:11 orang karena kita tahu diri kita. Kalau 55:13 kita merasa diri kita diremehkan orang 55:16 karena kita sendiri yang meremehkan diri 55:18 kita. Terima kasih, insyaallah. 55:21 Insyaallahnya pangkat dewa ya, Mas 55:24 Krisna. Waktunya habis, Mas Krisna. 55:28 Oke, baik. Eh pokoknya apa yang kita 55:30 terima adalah apa yang kita beri. 55:33 Hiduplah dalam realita. Baik, terima 55:35 kasih Ustaz Ozen, Ustaz Abu Bakar, baik 55:37 sekali nasehat-nasehatnya. 55:40 Oke, saya Muhammad Krisna, kemudian 55:42 Gaundi Saputra dan Anis Mu'ali mohon 55:43 pamit. Wabillahi taufik wal hidayah. 55:45 Assalamualaikum warahmatullahi 55:46 wabarakatuh. 55:46 Waalaikumsalam