Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- membangun kekuatan ruhiyah dalam
- keluarga dengan subtema mengatasi cinta
- dunia itu hikmah pagi dari kajian kel
- islami oleh ustaz-ustaz majisi pagi hari
- ini. Dan sudah banyak SMS yang masuk,
- Ustaz. Saya bacakan saja. Yang pertama
- ini datangnya
- dari Ibu Rido ya di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, saya
- mempunyai kesulitan membiasakan anak
- membaca Al-Qur'an setelah salat subuh
- karena sepulang dari masjid langsung
- mandi, makan, langsung berangkat ke
- sekolah. Ustaz, apakah membaca Al-Qur'an
- setelah salat subuh bisa digantikan ke
- waktu yang lain, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad
- wa ba'du. Terima kasih Bunda Rido. Ini
- penting sekali untuk kita bahas
- bahwa amaliah yang terbaik di hadapan
- Allah itu yang berkesinambungan, yang
- berterusan
- kontaka kita membangun
- kebiasaan-kebiasaan baik dalam diri anak
- itu lebih disukai oleh agama
- daripada ee
- ee sebuah pendidikan yang sekali
- selesai. He ya. Nah, kalau Bunda mampu
- ajak anak
- bicara toh baca Quran tidak harus
- lama-lama. Kalau dia enggak punya waktu
- ya yang penting dia
- membaca targetnya barangkali tidak harus
- satu satu halaman. Satu halaman untuk
- anak mungkin saat 5 menit ya, Bu ya.
- Separuh halaman aja. separuh halaman itu
- yang penting tidak dia tinggalkan dari
- dari salat
- subuh pulang sebentar ya sempat baca
- Quran ni ibu bantu dia ee sudah siapkan
- Quran di atas
- meja kemudian ayo nak baca nak ayo ini
- sarapan pagi sebelum sarapan yang lain
- sarapan Quran ya sebelum sarapan nasi
- atau apa nasi uduk atau roti ya sarapan
- Quran dulu nah Sarapan terbaik adalah
- sarapan Qur Quran. Setengah halaman aja
- itu maksimum cuma 3 menit, Bu,
- ya. Ee kurang lebih sama dengan baca
- surah Al atakatur cuma separuh halaman.
- Nah, setelah itu dia boleh mandi, boleh
- dan bergegas ke sekolah itu ibu pelihara
- terus.
- Jadi saya tidak bisa menjawab bisakah
- digantikan ke waktu yang lain. Cuma
- bakda subuh ini yang utama. Kalau anak
- Ibu sudah
- terbiasa setiap subuh anak ibu terbiasa
- membaca Quran, saya yakin anak ibu akan
- menjadi anak yang unggul di antara
- anak-anak yang
- lainnya. Catu
- dia mendahulukan ibadah kepada Allah.
- Yang kedua terbangun rasa cintanya
- kepada Al-Qur'an. I. Yang ketiga, dia
- punya kebiasaan orang-orang yang sukses.
- Ya,
- habit. Habit orang-orang yang sukses. Ee
- habit itu kebiasaan. Sukses itu dibangun
- dari kebiasaan-kebiasaan yang baik.
- Nah, setelah subuh ibu sudah mampu
- membiasakan dia maca Quran, kembangkan
- kepada waktu yang lain. Insyaallah dia
- akan menjadi orang yang cinta Al-Qur'an
- dan dia tidak bisa dikalahkan oleh
- apapun, Bu. Karena apa? hatinya sel
- Quran. La haula wala quwwata illa
- billahilim.
- Diamakan untuk bisa baca Quran setelah
- subuh, Ustaz. Itu paling utama. Kembali
- bukan baca gadget ya karena banyak yang
- baca gadget. Sempat WhatsApp sempat tapi
- baca Quran enggak sempat. Ada apalagi
- banyak grup di WhatsApp itu. Wah dicek
- satu-satu dulu.
- Kembali ke SMS selanjutnya. Ini datang
- dari hamba Allah di Jakarta. Ustaz
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- bagaimana cara agar niat baik kita untuk
- memotivasi orang lain untuk berbuat baik
- tidak terjebak ke dalam penyakit riya?
- Mohon ajarannya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. RI ini penyakit hati yang
- ditakutkan oleh Nabi sallallahu alaihi
- wasallam di antara yang ditakutkan
- beliau yang lainnya.
- Jadi sangat halus ri
- ini. Maka kita minta kepada Allah dijaga
- hati kita untuk tidak terkena penyakit
- riah.
- Inilah
- ee yang kita minta pada Allah, kita doa
- pada
- Allah. Nah, ikhwan
- sekalian, bagaimana kita menjaga
- keikhlasan ketika kita beramal saleh?
- Pastikan dulu niat kita itu murni
- lillahi taala. Hanya mencari keridaan
- Allah. Bukan untuk dipuji orang, dilihat
- orang, dihargai orang, dikirimi like
- sebanyak-banyak. Ya,
- gak. Tapi pastikan pertama lillahi
- taala.
- Nah, kemudian kalau
- ada
- ee kita juga punya niat untuk memotivasi
- kawan-kawan, eh kawan-kawan, ini saya
- untuk membangun musala saya ee saya
- mulai ya duluan ya. Tapi kita
- hilangkan kita hilangkan ingin dipuja,
- dipuji ya. Nah, atau diam-diam kalau
- Anda masih takut untuk terkeimbas
- penyakit riak, ya diam-diam aja.
- Contoh dia bilang ke takmirnya, "Mas,
- ini proyek renovasi musala kita mulai
- ya. Saya duluan nih, tapi catat namanya
- hamba Allah aja." I hamba Allah. Besok
- Bapak Ibu sekalian, kita hari ini sudah
- mendapatkan ee sodqah 5 juta dari hamba
- Allah memulai proyek renovasi kita. Maka
- setelah ini mari kita sama-sama
- berlomba-lomba mengumpulkan sodqah
- jariah. Nah, itu sudah mulai.
- Jadi itu memang ee hati kita
- terus kita kita jaga jangan terimbas
- penyakit riak ya.
- Nah, demikianlah mudah-mudahan Allah
- menjaga hati saudara kita ya. Iya.
- Selalu dijaga tidak terkena penyakit
- riak juga. Sumah kalau riak itu dilihat,
- kalau sumah itu di dipuji. Ya. Nah,
- sumah puji ee Mas Fah senang dibuji.
- Wah, Kari kamu hebat ya.
- kamu enggak ada yang ngalahin dia kalau
- dalam sodqah. Ah, itu dia senang itu
- sumah itu. Kalau ada yang mau muji itu
- gimana? Astagfirullahalazim. Ente gimana
- sih? Ente bantuannya dong. Jangan sampai
- amalan apa namanya rusak terbakar karena
- penyakit riak, penyakit sumah. Nih ente.
- Udahlah ente daripada muji-muji aneh
- ente sendirilah ya. Sibukkan diri dengan
- zikir pada Allah. Nah, demikian.
- Wallahuam bawab. Nanti amalan akan
- sia-sia kalau riz. Oh ria. Habus hangus
- seperti api yang ee memakan kayu bakar.
- Ya, itu dalam satu hadis disbutkan
- begitu. Nauzubillah minzalik. Baik. Dan
- ri itu, Mas Fari mesti saya ingatkan
- bisa muncul bertahun-tahun kemudian. He.
- Nah, waktu dia sodqah nih ke renovasi
- musala ikhlas. Ikhlas dia. Setannya
- datang sudah 5 tahun kemudian. Eh, ini
- dulu gua yang bangun nih. He. Nih, lu
- kalau enggak ada gua nih. He. Sama
- temannya lihat
- diganggu. Gimana caranya? Ya, kita terus
- he minta sama Allah ya.
- Baik. Ah, ini bagian dari kita menjaga
- keikhlasan beramal gitu ya. Insyaallah.
- Selanjutnya SMS dari Ibu Hild di
- Sukabumi. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Bagaimana
- menambah asupan nutrisi buat jiwa di
- tengah kesibukan yang padat dan
- lingkungan yang kurang mendukung? Apakah
- dengan dengar mendengarkan kajian di
- radio sudah cukup?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Luar biasa sahabat kita ini sangat
- memperhatikan kesejahteraan
- jiwanya,
- kemaslahatan roh dan batinnya.
- Yang pertama,
- Anda mendengarkan radio, boleh
- lanjutkan. Kalau enggak sempat ketika
- kerja di perjalanan ini
- kan radio silaturahim AM720 bisa
- diakses. Anda berjalan dari Jakarta
- menembus tol Silenyi ya sampai ke
- Cikampek masih terdengar insyaallah.
- Ditambah yang kedua adalah
- me mengisi waktu dengan banyak zikir ya
- sambil nyupir. Subhanallah
- walhamdulillah subhanallah wabihamdih
- subhanallahilim subhanallah istigfar
- banyak-banyak. Astagfirullahalazim
- astagfirullahalazim. Astagfirullahalazim
- astagfirullah. Atau ditarget saya
- 100 subhanallah 100 alhamdulillah 100
- Allahu Akbar boleh.
- GTA ganti kalau saya menyenangi apa yang
- Nabi contohkan. Subhanallah wabihamdih.
- Begitu. Subhanallah wabihamdih.
- Subhanallahil adzim tambah dua.
- Subhanallahilim. Subhanallah wabihamdih.
- Subhanallahilim. Karena kata Nabi itu
- ucapan yang ringan tapi memenuhi
- timbangan amal kita. Hati kita jadi apa?
- Penuh dengan zikir pada Allah. Yang
- ketiga, zikir ditambah lagi dengan zikir
- yang terbaik. Baca Quran.
- Baca
- Quran di sela-sela kita. Kalau perlu ada
- target kita one day, one juz. One day,
- one
- insyaallah ya. One day, one juz. Yang
- keempat, hidupkan
- amalan-amalan
- sunah, salat sunah.
- Apalagi kalau yang kelima, Anda punya
- wudu sepanjang waktu. Ya, ini salah satu
- kelebihan sahabat Bilal bin
- Rabah. Dia sudah punya sepatu atau
- sendalnya ada di di mana? Di surga.
- Orangnya masih hidup. Kata Nabi,
- "Kenapa?" Karena Bilal dia memperpanjang
- wudunya. Kalau putus dia tambah lagi
- wudu-wudunya putus dia tambah lagi.
- Minimal kalau mau pergi kerja nih para
- ikhwan sekalian ya pergi keluar rumah
- punya wudu. Punya wudu. Para ulama, para
- saleh, sahabat dan salehin punya wudu
- mau keluar dari rumah. Ya. Nah, tadi
- sebelum wudu tadi berkepanjangan kita ee
- banyakin salat sunah, salat duha ya.
- Datang ke masjid lebih awal ada salat
- tahiyatul masjid. Kalau datang menjelang
- ee menjelang salat sudah qat, mana
- mungkin salat tahiyatul masjid. Ya,
- padahal itu ada salat namanya salat
- tahiyatul
- masjid. Supaya apa? Kita sempat salat
- tahiyatul masjid dua rakaat, setelah itu
- salat rawatib ya.
- Nah, lanjutkan dengan duduk tenang
- menjelang
- menjelang ee qat ya. Karena waktu antara
- azan dan qat itu, Ikhwan sekalian, waktu
- yang terbaik untuk
- berdoa. Jangan diisi dengan ngobrol.
- Ngobrol atau sempat-sempatnya sambil
- nunggu apa? Nunggu komat komat gajetan
- ya toh. Balas WA, balas WhatsApp. Begitu
- masuk ke masjid WhatsApp-nya di silent
- atau di aeroplane mode ya. Nah, buka.
- Oh, saya buka gajet, Ustaz. Hab Quran
- digital itu yang terbaik ya. Ya.
- Kemudian malam salat malam ya perbanyak
- mendekatkan diri pada Allah insyaallah
- itu asupan-asupan yang paling bergizi di
- hadapan Allah dan menjadikan kita orang
- yang kuat lahir dan batin insyaallah.
- Wallahualam. Bam. Baik. Dari Ibu Siti
- Tambun usia 45 tahun. Suami saya umur 55
- tahun. Ee asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatull
- wabarakatuh. Saya bingung sama suami
- saya, Ustaz. Suami senang sekali main
- gazet sama dengerin ee salah satu acara
- dangdutan. Kalau salat selalu telat.
- Kalau saya dengarin ceramah di radio
- suka dimatikan. Ustaz, mohon
- pencerahannya. Setiap salat saya selalu
- mendoakan suami agar lebih baik dan
- lebih saleh. Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala Muhammad wa ala wa
- ba'du.
- Ibu, suami ibu masih belum cinta
- akhirat. Ini suami Ibu masih berproses
- mudah-mudahan ya kecinta
- akhirat. I suami Ibu masih senang
- dangdutan itu masyaallah itu
- ee masih mencari
- kepuasan. Kepuasan syahwat. Syahwatnya
- syahwat telinga gitu.
- Coba orang kan ada anak muda zaman now
- ini kan kalau udah pakai apa namanya
- yang di sini nih headset headset ya
- sudah enggak bisa diganggu ya ngapain
- maunya sampai e merem melek gitu kan ini
- syahwat telinga
- ya karena dibawa ke otak dia seperti
- menikmati ithentikan dia marah iya
- kecanduan orang dangdutan juga gitu
- apalagi orang dangdut bukan cuma kepala
- yang goyang seluruh tubuhnya goyang yang
- nauzubillah ya. Nah, ini apa yang
- terjadi? Suami ibu masih dipenuhi oleh
- hasrat untuk memuasi nafsunya,
- syahwatnya. Dan
- ini PR ya untuk
- dinasehati. Apa yang Ibu harus lakukan?
- Pertama, Bu, mohon maaf di salat-salat
- Ibu lanjutkan salatnya ya. He. Kemudian
- kalau Ibu mau
- ee mengganti galon galon air isi ulang
- di rumah, sempatkan dibuka ibu sendiri
- yang doa di
- situ. Ya, ini masih dirukiah dengan doa
- ini. Setannya masih ada nih, masih
- ganggu ya. Nah, apa yang Ibu lakukan?
- Pertama, Ibu baca alhamdulillah. Syukur
- dilihat orang lain. Boleh eh maaf syukur
- sembunyi-sembunyi karena banyak orang
- enggak enggak terima ini ya. kelihatan
- orang juga enggak apa-apa ya. Baca
- alfatihah sekali kemudian tiga klhu ya
- Bu ya. Minimal itu. Kemudian ibu apa?
- Ibu tiupkan saja dikit ke galon itu.
- Huh. Nah, tiga kali huh ya. Insyaallah
- itu sudah air yang bermuatan rukyah.
- Heeh.
- Ya, Ibu. Ee tapi Ibu kalau lagi batuk
- jangan gitu. ee cukup dari luar aja ya
- kan ada bibir botol galon itu kan ya
- kita doakan itu insyaallah itu rukiah Bu
- supaya apa setan-setan jin yang menempel
- di e tubuh suami itu ee mulai menjauh ya
- kalau setannya masih kuat itu masyaallah
- ya hatinya jadi lalai waswisu fi
- sudurinas minal jinnati wasas yang
- menjadikan hati manusia tergolak-galek
- terbolak Ak-balik ya, puas-puas ya. Nah,
- ini jadi silakan Ibu amalkan itu ya.
- Kemudian juga masyaallah ya di rumah
- gambar-gambar yang
- tidak ee sesuai dengan ajaran Islam ya
- dibuangi ya. Kadang-kadang mohon maaf
- nih di rumah orang Islam juga masih
- ditemukan. Saya pernah mendapat itu ya
- pajangannya apa? Botol minuman keras. H
- saya enggak sebutkanlah kan
- merek-mereknya karena saya juga enggak
- tahu merek apa itu ya. Satu, dua, ada
- yang
- bentuknya seperti gitar ya, ada
- bentuknya yang lonjong segala macam.
- Memang bentuknya menarik. Koleksi belum
- dihilangkan lagi ininya apa namanya
- mereknya. Bangga.
- Nauzubillah. Ini bukan rumah orang
- mukmin, orang beriman. Ada botol minuman
- keras. Allah
- melaknat ya peminumnya dilaknat
- penjualnya yang bikin yang bahkan yang
- mohon maaf yang mengkoleksi botol-botol
- minum keras. Nauzubillah ya. Jadi ibu
- kalau masih ada itu di rumah ini supaya
- apa? hati suami ibu mulai bersih dari
- gangguan setan, gangguan jin. Ya, ini
- sebuah ikhtiar dan semuanya kita
- serahkan kembali kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Nah, ikhwan akhwat sekalian
- sebagai penutup saya mengajak kita
- sekalian untuk menyadari bahwasanya
- hidup kita ini sangat
- singkat. Keluarga kita juga umurnya pun
- sangat singkat. Mohon maaf keluarga itu
- ada umurnya seperti juga umur manusia.
- berharap keluarga kita tidak
- dipisahkan karena sebab atau
- faktor-faktor
- duniawi. Di tengah jalan sebelum
- ee usia keluarga itu 20 tahun sudah
- pisah suami istri. Nauzubillah. Ini yang
- kita jaga. Kita minta sama Allah.
- Keluarga kita langgang dunia dan
- akhirat. Tetapi tetap karena umur kita
- terbatas ya, kita kembalikan kepada
- hakikat tujuan hidup kita, yakni
- mengejar keselamatan hidup, kebahagiaan
- hidup dunia sampai akhirat. Bukan
- sekedar akhirat, maaf, bukan sekedar
- dunia ya. Tetapi ketika kita mengajar
- akhirat, dunia akan ikut ya. Seperti
- tadi yang saya ee bacakan sabda Nabi ya.
- Saya bacakan lagi ya. Maatid dunya
- hamahu farqallahu alaihi amroh. Barang
- siapa yang menjadikan dunia sebagai
- tujuan
- hidupnya, maka Allah
- akan memporak-porandakan,
- mencerai-beraikan
- urusannya. Wa'ala baina ainaihi
- faqroh. Dan dijadikan di kelopak matanya
- itu kefakiran. Enggak cukup terus panas
- rasanya. Harus.
- berusaha lebih keras, lebih keras, lebih
- keras.
- Pagi berangkat pulang petang ya pergi
- pagi pulang petang, tapi penghasilan
- tetap pas-pasan.
- Walam yatihi minad dunya maibalahu. Dan
- dia tidak mendapatkan dunia kecuali yang
- ditetapkan sedikit saja.
- Tetapi waman
- akirat niatahu jamallahuahu amru. Barang
- siapa yang menjadikan akhirat itu tujuan
- hidupnya, Allah akan mengumpulkan
- urusan-urusannya beres, tidak terjadi
- apa-apa. Selesai pada tepat tepat pada
- waktunya.
- W'alainahu fi qolbihi. dan dijadikan di
- dalam hatinya itu rasa kaya, enggak
- perlu ini, enggak perlu itu. Dan yang
- terakhir, waathud dunya wahya rimah. Ya,
- dan dunia itu datang kepadanya dalam
- keadaan hina. Dunia mempersembahkan
- dirinya untuk di untuk apa? dimanfaatkan
- oleh orang yang beriman, yang cinta pada
- akhirat. Demikian mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala menjaga hati kita
- untuk tidak mencintai dunia. Amin.
- Tetapi sebaliknya untuk mencintai
- akhirat. Dan Allah mempersembahkan dunia
- buat kita untuk kita manfaatkan sesuai
- dengan keperluan dan diridai Allah
- subhanahu wa taala. Semoga Allah
- mengumpulkan hati kita selalu dalam iman
- dan takwa. Rbana atina fid dunya hasanah
- wafil akhirati hasanah
- waqinaabanar jann maal abr ya aziz
- yaalamin shallallahu ala muhammad wa ali
- muhammad walhamdulillahabbilamin
- alalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh waalaikumsalam demikian k di
- acara hikmah pagi kajian keluarga islami
- bersama ustaz agusaji dengan tema
- membangun kekuatan ruhiyah dalam
- keluarga dan subtema mengatasi cinta
- dunia banyak hikmah dan manfaat yang
- kita dapatkan di hari ini dan sebelum
- pamit saya akan bacakan berita duka
- ikhwan akhwat innillahi wa inna ilaihi
- roajiun telah berpulang ke
- rahmatullah Bapak Abdul Aziz di
- Palembang almahrum merupakan ayahanda
- dari Ustaz Muhammad Jailani narasumber
- program acara tahsin Al-Qur'an terhasil
- pada Rabu dan Kamis. Kita doakan semoga
- almarhum diampuni segala dosanya dan
- diterima amal ibadahnya oleh Allah
- subhanahu wa taala dan keluarga yang
- ditinggalkan diberikan kesabaran dan
- serta ketabahan. Amin ya Allah ya rabbal
- alamin. Mungkin doa ustaz untuk almarhum
- iya bapak ayahanaa dari Ustaz Jailani.
- Bismillahirrahmanirrahim. Para sekalian
- marilah kita doakan
- semoga Allah memberikan ampunan kepada
- beliau ya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa.
- Allahummafirlahu warhamhu wafi wafu anhu
- wakrim
- nuzulahu wu bil.
- yabana
- Allah mukminina mukminat muslim
- muslimat
- inir minanaun
- Yaamah Muhammad
- Muhammadhamdulillahbilamin. Amin yaamin.
- Baik. Setelah ini jangankan acara topik
- berita bersama Abu Suhail dan saya
- temani Kholid Fajar dan
- juga Rijal Alha sebagai pamit.
- Subhanakallahum whamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubu
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.