Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- berasil
- [musik]
- [musik]
- Alhamdulillah wasyukurillah hari Kamis
- ini kita bisa bersama-sama kembali di
- ruang kesehatan yang mudah-mudahan 1 jam
- yang kita miliki membuat kita lebih
- cerdas menyikapi keadaan fisik dan
- nonfisik kita sehingga tetap sehat. Ya,
- tidak lupa tentu saja selain syukur
- kepada Allah Subhanahu wa taala, salam
- selawat juga kita lantunkan kepada
- kekasih kita Rasulullah Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- keluarga dan kerabatnya.
- Ikhwan akhwat, hari ini yang datang ke
- ruang Anda adalah dr. Adi Wibowo.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Dok.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pasti di rumah sakit ya, ya? [tertawa]
- Ya, masih dinas. Alhamdulillah.
- I terima kasih sekali sudah menyempatkan
- diri untuk hadir bagi teman-teman di
- Rasil. Ngomong-ngomong hari ini kita
- akan bahas tentang apa nih?
- Insyaallah tentang galau.
- Galau.
- [terkesiap] Galau itu ee gangguan cemas
- ya. Kalau lebih lengkapnya lagi
- gegan. Galau, gelisah, merana. [tertawa]
- Oke. Jadi ee tentang galau, tentang
- gangguan cemas yang akan jadi topik
- bahasan kita siang hari ini
- mudah-mudahan membuat kita semakin paham
- ya. Oke, silakan, Dok
- ya. Terima kasih Mbak Nuni. Selamat
- siang. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil
- alamin. Allahumma shalli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Pada siang hari ini kita akan membahas
- mengenai apa itu gangguan cemas. Cemas
- atau bahasa anak-anak milenial itu galau
- atau gegana seperti Mbak Muning katakan
- gelisah galau merana.
- itu adalah salah satu ee gangguan
- psikiatri yang ada gejala-gejala
- klinisnya.
- Nah, bagaimana kita menyikapi ee galau
- atau gangguan cemas ini pada terutama
- pada saat-saat pandemi seperti ini. Itu
- hal yang saya rasa e penting untuk kita
- bahas pada saat ini.
- Kita tahu bahwa cemas itu
- banyak dialami oleh ee masyarakat ya,
- individu di masyarakat. Jadi kalau
- misalnya secara nasional beberapa tahun
- lalu itu angkanya 11%
- tapi Jakarta lebih tinggi sekitar 14%
- dan kemungkinan besar saat wabah pandemi
- ini akan lebih tinggi lagi angka secara
- persentasenya ya. Jadi ee cemas itu
- seringki juga bertautan dengan depresi.
- Jadi ee bisa depresi dengan nuansa cemah
- atau cemas dan depresi atau gabungan
- antara cemas dan
- nanti kita akan bicara mengenai
- cemas itu seperti apa. Apakah ini hanya
- gangguan jiwa saja atau juga gangguan
- yang juga menyangkut mengenai fisik?
- Ya, emas itu adalah rasa takut yang
- tidak menyenangkan dan rasanya sama.
- Kalau dalam beberapa buku itu disebutkan
- sifatnya adalah prefloating ya, jadi
- mengambang. Kadang-kadang orang atau
- individu yang mengalami gangguan cemas
- ini tidak tahu penyebabnya apa,
- bagaimana menjelaskan rasanya,
- apa-apa yang membuat menjadi semakin
- berat. Jadi itu free rooting atau
- mengapa. Dan yang saya katakan tadi ada
- disertai dengan gangguan-gangguan fisik
- yang menyertai peningkatan gejala otonom
- ya misalnya nyeri kepala,
- berkeringat ya, kemudian berdebar-debar
- dan juga ada gangguan lambung dan
- gelisah.
- Apakah cemas itu normal atau sesuatu
- yang tidak normal?
- Sebenarnya cemas yang secara umum itu
- adalah respon normal terhadap situasi
- yang bisa mengancam nyawa atau jiwa.
- Ya. Jadi hal-hal yang membuat cemas itu
- awalnya adalah respon
- ya. Kemudian ee kita lihat bahwa ada
- yang namanya cemas yang normal
- dan juga cemas yang patologis atau cemas
- yang menjadi sebuah penyakit atau
- kelainan.
- Kalau cemas yang normal itu adalah ee
- sesuatu yang biasa terjadi ketika ee
- ada threat atau ancaman tadi ya, bisa
- berupa pasar ketakutan.
- Kemudian misalnya dengan reaksi fight or
- flight ya. Jadi manusia itu punya basic
- instinct. Kalau ada sesuatu yang
- menakutkan atau ancaman itu dia akan
- fight melawan atau dia akan lari kabur
- dan itu bisa menghasilkan
- emas yang normal ya. Jadi ketakutan.
- Kemudian berdebar-debar,
- berkerikat dingin ya ee terguncang ya
- kadang-kadang gemetar badannya ya terasa
- dingin atau freezing.
- Itu sebenarnya ada beberapa yang memang
- bagian dari cemas yang normal, normal
- anxiety. Tapi ada juga eh cemas yang
- patologis ya, yang tidak normal atau
- tidak sesuai dengan ee batas-batas yang
- bisa ditoleransi.
- Ya, contohnya adalah kecemasan yang
- berlebihan, ya. Kemudian cemas yang ini
- adalah cemas-cemas yang mengganggu
- fungsi seseorang.
- dia tidak bisa bekerja, dia tidak bisa
- bersosialisasi, dia tidak bisa ee hidup
- secara normal, menjalani kehidupan yang
- rutin. Ya, kemudian kita lihat juga
- mengenai apa jenis-jenis dermas itu.
- Kalau di psikiatri banyak jenisnya,
- tetapi ada beberapa yang akan saya ulas
- di pertemuan kali ini. antara lain
- adalah gangguan cemas menyeluruh ya yang
- saya katakan tadi free floating itu
- secara umum. Kemudian ada gangguan panik
- ya. Kemudian gangguan fobia
- ada juga obsessive compulsive disorder.
- Obsesi itu adalah pikiran berulang.
- Sementara kompulsi adalah perilaku
- berulang.
- Kemudian kita bahas mengenai PTSD,
- postraumatic stress disorder atau
- gangguan stres pasca dan trauma. Ini
- biasa dialami oleh mereka-mereka yang
- mengalami kejadian traumatik misalnya di
- perkosa
- atau para veteran perang yang pulang
- dari pertempuran. Ya, itu adalah eh
- PTSD. Kemudian yang lain adalah gangguan
- stres akut.
- Jadi
- yang gambaran utama cemas itu adalah
- rasa takut ya, fear, ketakutan, dan rasa
- khawatir, worry. Ya, kalau di otak tu
- kalau di kedokteran ada yang namanya
- amidala dan cstisc
- ya. Kemudian banyak ee zat-zat kimia
- yang terlibat di otak.
- Kemudian kalau kita melihat bahwa
- sebenarnya ilmu mengenai cemas ini sudah
- diterapkan dalam animal model. Jadi ada
- tikus-tikus yang kita bikin situasinya
- menjadi menakutkan dan kita amati
- perilakunya ya.
- Kemudian hal-hal yang terkait dengan
- bagian-bagian otak yang berat ya. ada
- yang terkait dengan emosi, ada yang
- terkait dengan ee batang otak ya. Nanti
- saya akan bahas satu per satu ya. Kenapa
- orang menjadi cemas? Ya, ada rasa
- khawatir,
- ada perubahan yang saya katakan tadi
- gejala-gejala otonom ya, jantungnya
- berdebar-debar, berkeringat tinggi, ada
- ketegangan motorik dan ada keterjagaan
- atau dia menjadi ee
- seperti orang yang tidak tidur gitu ya.
- itu adalah
- hal-hal yang lain terkait dengan ee
- cemas yang primer maupun cemas yang
- sekunder.
- Cemas itu bisa memang dia dasarnya
- adalah cemas
- atau yang sekunder. Yang sekunder itu
- adalah disebabkan oleh penyakit lain.
- Contohnya apa? Contohnya adalah
- seseorang yang menggunakan narkoba. ya
- itu juga bisa membuat orang menjadi
- cemas. Yang lain juga adalah ee yang
- saya katakan tadi ada situasi-situasi
- yang membuat dia tidak [berdehem]
- nyaman, itu juga bisa membuat cemas
- ya. Kemudian
- keadaan-keadaan medis ya. Ada
- orang-orang yang sakit ya sakit fisik
- itu juga cemas. Contohnya misalnya ada
- seseorang yang terkena COVID-19
- apakah dia bisa cemas? Ya bisa. Ya, saya
- beberapa kali menangani pasien-pasien
- yang konsultasi ke saya. Ada yang memang
- dia tanpa gejala ya, OTG, kemudian
- isolasi mandiri dan gangguan cemas. Ada
- juga yangang sudah bergejala secara
- fisik, sesak nafas, kemudian demam
- tinggi
- dan dia gak usah takut mati.
- Jadi saya ulangi lagi bahwa cemas itu
- bisa primer
- atau bisa juga sekunder ya dengan
- penyakit yang lain ya mengikuti misalnya
- penggunaan narkoba,
- kemudian tadi ada gangguan-gangguan
- fisik,
- kemudian juga ada gangguan psikiatri
- lainnya ya misalnya gangguan
- penyesuaian. Kita di psikiatri kita
- kenal namanya gangguan penyesuaian.
- Seseorang datang ke daerah tertentu
- kemudian belum beradaptasi. Dia merasa
- dirinya tidak nyaman dengan situasi yang
- baru, belum bisa ada coping mechanism
- ya. Ya. Jadi bagaimana dia bisa
- menyesuaikan diri itu akan menyebabkan
- kita
- ya. Jadi ada perubahan di otak kalau
- misalnya orang itu termasat.
- Kemudian hal-hal yang lain kalau kita
- periksa otak seseorang yang cemas itu
- ada penurunan metabolisme ya. Jadi di
- otak itu ada ee penurunan ee
- fungsi-fungsi di otak.
- Kemudian bagaimana cemas itu bisa
- menimbulkan penyakit lain atau gejala
- lain. Ya, emas itu bisa bentuknya takut
- ya. Takut itu seperti panik dan hobi.
- Ya,
- tadi saya di awal sudah menjelaskan
- bahwa ada beberapa jenis cemas. Ada
- contohnya cemas menyeluruh ya,
- overwhelming ya. Semuanya itu yang orang
- bilang sekarang galau secara umum, tidak
- tahu penyebabnya kemudian tidak tahu
- bagaimana terjadinya
- dia cema.
- Ada juga yang panik ya namanya gangguan
- panik. Apa ciri-ciri gangguan panik?
- Gangguan panik itu terjadi apabila
- berulang [berdehem] kali ada serangan
- panik. Ya, serangan panik itu dicirikan
- dengan apa? Ada perasaan takut gila,
- kemudian takut mati ketika dia panik.
- Pasien-pasien yang mengalami panik itu
- biasanya jika contohnya sedang
- mengendarai kendaraan, sedang menyupir
- dia di jalan tol tiba-tiba harus
- membanting setir kemudian parkir di bahu
- jalan, kemudian lari ke rumah penduduk
- terdekat untuk meminta pertolong. Itu
- yang namanya gangguan panik. Jadi
- serangan panik berulang-ulang
- itu menjadi gangguan panik.
- Anik itu pun juga ada tipe-tipenya ya.
- Jadi Bapak Ibu yang dimuliakan Allah,
- anik itu ada yang namanya dengan
- agorafobia atau tanpa agorafobia. Apa
- itu agora fobia? Seseorang yang takut
- bepergian tempat-tempat umum ya. Jadi
- dia tidak bisa pergi ke mall, tidak bisa
- pergi ke tempat-tempat untuk misalnya
- mengantri tiket nonton bioskop atau dia
- pergi ke tempat-tempat umum untuk
- rekreasi. dia tidak tidak nyaman dan
- tidak bisa. Itu namanya agorafobia. Jadi
- biasanya kalau ada diagnosis yang panik,
- kita akan ee meneruskan dengan agora
- fobia atau tanpa agora fobia. Kemudian
- ada juga fobia ya. Fobia ini fobia khas
- ya. Fobia itu takut dan khasnya itu ada
- objeknya ya. Ada orang yang takut pada
- kecoa, ada orang yang takut kepada
- ketinggian, ada orang yang takut kepada
- ee gelap. Itu semua adalah fobia, fobia
- khas ya. Jadi ada ee objeknya yang dia
- tuju, ya.
- Kemudian hal-hal lain adalah
- kekhawatiran,
- kecemasan,
- obsesi. Ya. Kemudian ee tadi saya sudah
- bicara mengenai apa itu obsesi kompulsi
- ya.
- Contohnya obsesi itu pikiran berulang.
- Kompulsi adalah perilaku berulang. Itu
- bagian dari kelompok gangguan.
- Obsesinya bahwa dia itu merasa tertular
- dan penuh dengan kuman tangannya.
- Kompulsinya dia mencuci tangan
- berulang-ulang.
- Jadi itu OCD, obsessif, compulsif,
- disorder.
- Contohnya seseorang yang ketakutan
- dengan virus Covid,
- dia cuci tangan
- sampai dia tangannya berdarah-darah
- melepuh. Ya, itu adalah OSI.
- Ada juga saya punya pasien yang dia
- mandinya 5 jam. Entah apa yang digosok
- ya. Jadi mandi 5 jam itu karena dia
- berpikir bahwa dirinya kotor
- itu obsesinya. Kemudian kompulsinya
- adalah perilakunya untuk mandi ee
- berkali-kali atau mandi yang lama.
- Jadi ada obsesi, ada kompulsi dan itu
- membuat dia tidak nyadi banyak sekali ee
- jenis-jenis gangguan cemas yang bisa
- kita bahas sebenarnya dan hal-hal yang
- juga membuat kita itu mengerti
- apa-apa yang mendasar
- orang cemas itu bagaimana
- ee di otaknya ya. Ada yang namanya
- amigdala. Amigdala itu struksi alarm ya.
- Bisa menilai bahaya, aman atau tidak ya,
- menghindar atau tidak. Seperti yang saya
- katakan tadi, respon stright or fight
- ya. Mau ngabur atau mau melawan dan
- menghadapi tantangan itu. Kemudian juga
- meningkatkan kerja hipok kampus ya.
- merangsang keluarga keluarnya gagat
- kimia di otak
- dan itu bikin orang menjadi sadar bahwa
- ada tantangan dan ada pembelajaran.
- Sebenarnya
- emas itu baik atau tidak?
- Ya, saya katakan tadi ada yang normal,
- ada yang ee patologis.
- Kalau dalam agama Islam memang kita
- mengenal ada yang namanya
- raja, ya. berpengharapan dan khauf
- kepada kita.
- Ada yang Allah juga menguji kita dengan
- ju dan khauf. Ju itu adalah kelaparan
- ya, tidak punya sesuatu. Khauf juga rasa
- ketakutan.
- Jadi dalam agama Islam pun kita
- diajarkan bahwa Allah akan menggilirkan
- antara berharap dengan rasa cemar. Allah
- akan juga menguji manusia dengan rasa
- kekurangan, kelaparan,
- dan juga dengan
- ee hal-hal yang terkait dengan ee
- kecemasan atau ketakutan. Jadi, hal-hal
- itu yang membuat kita hidup sebagai
- manusia dan menghadapi tantangan.
- Kemudian bagaimana mengenai ee terapinya
- ya kita masuk kepada ee terapi gangguan
- cemas ya.
- Orang-orang mengatakan orang cemas itu
- dikasih penang. Sebenarnya bukan hanya
- penenang. Nah, itu ee kita ada sebutkan
- sebagai anti anxiety ya. Jadi sesuatu
- obat anti cemas. Jadi bukan penenang.
- Penenang tu kesannya adalah seseorang
- langsung ditidurkan. ya tidak bisa
- dilakukan apapun. Nah, kalau di
- psikiatri kita berharap bahwa pasien itu
- bisa berfungsi secara normal. Kemudian
- dia bisa secara sosial juga bisa
- bersosialisasi.
- Tidak hanya tenang, tidur ya, tapi dia
- juga bisa optimal dalam melakukan
- fungsinya.
- Hal-hal demikian yang harus kita pahami
- mengenai ee tata laksana atau terapi
- dari emas. Tadi saya sudah jelaskan
- mengenai ee jenis-jenisnya, kemudian
- mengenai terapinya ya. Terapinya itu
- kalau di psikiatri selalu terapi itu
- pendekatannya
- bio, psikososial,
- spiritual.
- Biologisnya adalah dokter jiwa
- pendidikan obat.
- psikososial. Secara psikologis dan
- sosial adalah bagaimana orang itu bisa
- secara
- ee dia merasa psikososialnya itu
- terbantu.
- Dia merasa bahwa ada dukungan
- psikososial entah dari keluarga, entah
- dari teman-teman sehingga cemasnya
- berkurang atau hilang. Kemudian
- spiritual. Nah, spiritual itu tergantung
- sama individunya. Apakah individu yang
- mengenal gangguan cemas itu mendekatkan
- diri sama Allah? Ya,
- karena di dalam agama Islam itu
- prinsipnya adalah
- bikrillahiulub.
- Ya, jadi
- hanya dengan mengingat Allah hati akan
- menjadi tenang.
- Jadi salah satu terapi dari gangguan
- cemas adalah berzikir, ingat sama Allah,
- berselawat,
- hal-hal yang membuat kita menjadi lebih
- dekat kepada Tuhan. Ya, jadi ee itulah
- pendekatan-pendekatan mengenai terapi,
- tata laksana, gangguan casi bio,
- psikososial, spiritual.
- Kalau di ilmu psikiatri ada yang namanya
- terapi perilaku kognitif ya, CBT,
- cognitive behavior terapi atau
- treatment.
- Jadi terapinya itu adalah terapi
- perilaku dan juga mengubah fungsi
- kognitif. Mengubah ee kognitif itu
- adalah intelektualitas ya, cara berpikir
- ya. tadinya negative thinking menjadi
- positive thinking, kemudian peraku
- perilakunya diubah juga dari sesuatu
- yang negatif menjadi positif, membuat
- orang menjadi happy, bahagia. Itu adalah
- hal-hal yang terkait dengan
- kemudian psikoedukasi. ya kita
- menjelaskan kepada pasien memberikan
- masukan-masukan,
- memberikan pengajaran bahwa ini adalah
- gangguan cemas bisa diobati
- insyaallah bisa sembuh. Itu demikian
- hal-hal yang kita jelaskan. Kemudian
- juga untuk gangguan cemas ada yang
- namanya terapi relaksanasi.
- ini beragam jenisnya ya, mulai dari yang
- biasa
- ee teknik olah nafas, tarik nafas dalam,
- buang pelan-pelan lewat hidung atau
- mulut ya itu hal-hal yang ee secara ini
- membuat kita menjadi rileks dan tenang.
- Jadi ee banyak hal-hal yang tidak hanya
- obat yang bisa diberikan kepada
- pasien-pasen dengan gangguan jemah.
- Bagaimana mengenai obat-obatan? Ya,
- mungkin Bapak Ibu yang dimuliakan Allah
- tahu ya, ada contoh-contoh obat-obat
- yang ngetok di masyarakat. Contohnya
- sanaks atau pracolam.
- Ada yang lain obat-obat tidur misalnya
- kat kanilgan
- ya atau
- ya. ada obat-obat yang ee termasuk ee
- familiar di telinga pendengar
- ee dan pemirsa ya karena banyak
- digunakan di persyaratnya.
- Seharusnya itu obat-obat yang memang
- hanya dengan resep dokter, tapi ada
- beberapa yang memang mendapatkannya di
- toko obat ya, di black market. Itu
- hal-hal yang memang ee sebaiknya ee
- tidak dilakukan ya namanya mengobati
- diri sendiri ya. Beli obat, beli toko
- obat tapi harusnya berobatnya kepada
- psikiater atau dokter jiwa nanti akan
- sesuai dengan Tuhan.
- E kemudian hal-hal yang terkait dengan
- terapi juga
- kita harus tahu bahwa obat-obatan ini ee
- harus dengan pengawasan, dalam
- pengawasan.
- Karena contohnya misalnya dengan Sanak.
- Sanx itu adalah obat-obat untuk cemas
- yang memang dia short acting, dia
- kerjanya cepat tapi juga potensi untuk
- ee ketergantungan atau etik atau
- kecanduan itu tinggi ya. Jadi saya
- sering mendapatkan pasien-pasien yang
- sudah berobat ke beberapa dokter
- kemudian diberikan sanak atau alagolan
- sehingga dia bertahun-tahun menggunakan
- itu dan dia akhirnya menjadi kecanduan
- atau ketergantungan.
- Itu yang harus kita hindari dalam ee
- menangani gangguan
- ya. Jadi e hal-hal demikian yang bisa
- kita
- lihat ya, kita dari gangguan cemas itu
- ee bagaimana mekanismenya, kemudian
- jenis-jenisnya
- dan juga terapinya.
- Mungkin ee itu Mbak Nunin yang bisa saya
- jadikan pengantar sebelum nanti juga
- kita akan bahas mengenai apa itu
- gangguan stres pasca trauma ya. kemudian
- gangguan yang lain. Silakan, Mbak Runi.
- Baik, Dokter Adi terima kasih banyak.
- Jadi, ikhwan akhwat ternyata kalau
- obsesi termasuk dari kecemasan, kalau
- obsesinya
- pengin dapetin dia gitu, itu juga
- termasuk gimana gitu ya, Dok, ya. Oke,
- nanti kita akan lanjutkan kembali.
- Silakan untuk pertanyaan-pertanyaan dari
- YouTube mungkin emm Fajar bisa bantu
- atau em ya dari YouTube ya biasanya yang
- lebih mudah untuk bisa kita ketahui
- tetap bersama Rasil untuk Islam yang
- satu bersama Dr. tadi Wibowo yang tengah
- membahas tentang
- ee gangguan cemas kami.
- [musik]
- berasil
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Terima kasih. Masih tetap bersama Rasil
- untuk Islam yang satu. bersama dr. Ade
- wibawa kita tengah bahas ee terkait
- dengan gangguan cemas. Dok, sambil jalan
- mungkin nanti kalau ada pertanyaan
- dilanjutkan. Pertanyaan ini dulu, Dok.
- Fobia itu bisa diatasi ya, Dok? Kalau
- saya betul-betul takut sama kecoa.
- Diapain dong, Dok?
- Iya.
- Ya, fobia itu ee dari segi ee ilmu
- psikiatri bisa diatasi ya,
- banyak caranya. Nah, ada yang dengan
- kalau dia butuh obat karena pakai tangan
- cemas, dia bisa diberikan obat anti
- cemas. Tapi kalau untuk perilaku ada
- yangya desensitisasi misalnya dia takut
- sama kecoa. Ya, contoh ini saya berikan
- contohnya saja. Misalnya ee kita akan
- mulai dengan ee orang itu melihat gambar
- kecoa. Heeh. Setelah itu nanti setelah
- gambar baru nanti video sama kecoa. He.
- Setelah sekian lama diterapi,
- desentifizasi baru setelah itu baru
- melihatnya secara langsung. Jadi hal-hal
- demikian yang memang ee bisa namanya ee
- teori pembelajaran perilaku sehingga
- insyaallah dia akan bisa ee mengurangi
- ketakutannya atau menghilangkan
- ketakutan. Mungkin demikian, Mbak. He.
- Oke, sambil nunggu pertanyaan yang lain
- ngobrol tentang pasca trauma mungkin
- bisa dibahas dulu [mendengus]
- ya. Jadi tadi saya juga menjelaskan
- bahwa salah satu kelompok itu adalah
- gangguan stres pasca trauma atau bahasa
- Inggrisnya post traumatic stress
- disorder. Ini adalah respon
- berkepanjangan terhadap kejadian yang
- sifatnya itu memang traumatik ya. Dan
- contohnya bisa terjadi pada orang-orang
- yang mengalami peran ya. Kemudian
- bencana alam yang luar biasa adalah
- tentang kecelakaan berat, korban
- penyiksaan ya, kemudian korban terorisme
- dan perkosaan. Ya, saya berikan beberapa
- contoh.
- Korban perkosaan. Ada yang pernah
- berobat kemudian dia mengalami trauma
- yang luar biasa.
- Dan itu banyak sekali yang ee bisa
- menjelaskan mengapa dia menjadi ee
- traumatik
- misalnya mulai dari penyiksaan,
- kemudian hal-hal yang terkait dengan
- teror ya itu semuanya ee trauma jangka
- apa yang ee bisa menjadi faktor
- predisposisi atau yang menjadi
- faktor-faktor awal yang membuat ya
- rentan terhadap kecemasan dan menjadi
- PPSD. Contohnya kepribadiannya itu
- adalah komplulsif.
- Kemudian yang lain ee dari segi genetik
- meskipun genetik dan faktor psikososial
- itu menyumbang hanya 30%.
- Maksudnya bagaimana? Ee tidak semua
- orang-orang yang mengalami trauma hanya
- orang yang ikut berperang itu semuanya
- akan mengalami PTSD ya hanya sekedar
- sepertiganya
- PTSD atau pres pasca TR.
- Saya pernah bertemu dengan orang yang
- iya
- membuat ee
- dia mengalami ee amputasi kaki ya. Jadi
- ee dia berperang dengan ee pemberontak
- kemudian dia
- itu yang yang tidak bisa di ee terima
- oleh dirinya karena dia masih muda
- bepergian kemudian setelah tiba-tiba dia
- kehilangan kaki.
- Ciri-cirinya untuk ee stres pasca trauma
- ini adalah adanya nightmare atau mimpi
- buruk. Jadi orang-orang yang biasanya
- ada mimpi buruk ya mengenai kejadian
- traumatik.
- Kemudian ada juga yang namanya
- flashback. Presid itu seolah-olah
- seseorang
- melihat film misalnya seseorang korban
- perkosaan dia di depan matanya itu
- seolah-olah ada monitor TV atau layar
- bioskop yang di situ diputarkan film
- saat ketika dia sedang diperkosa.
- Itu adalah gambaran mengenai flashback
- ya. Jadi ciri-cirinya PTSD atau stres
- pas trauma itu mimpi buruk. Ada juga
- flashback ya. Jadi kembali kepada
- hal-hal yang dia selalu teringat juga.
- Penumpulan emosi. Emosinya menjadi
- tungkul ya. Kemudian menghindari hal-hal
- yang mungkin dia menjadi tidak nyaman
- dan pada trauma. Dia juga mudah terkejut
- ya. Kemudian hal-hal yang terkait dengan
- otonom yang saya katakan tadi sudah
- berdebar-debar keringat dingin ya
- insomnia.
- Sering saya jumpai pasien-pasien dengan
- trauma ini mencoba untuk bunuh diri ya,
- terutama korban-korban ee perkosaan ya.
- Kemudian ada hal-hal terkait dengan yang
- sangat berat
- ketika tsunami dulu saya juga sebagai
- relawan ada yang PSD.
- Jadi istrinya kemudian anaknya dua itu
- hilang oleh Sulami.
- Dia mengalami PDSD dia hanya bengong ya.
- Kemudian tidak ada ee emosinya itu
- tumpul ya. tidak ada apapun ketika kita
- ajak bicara, tidak ada respons. Itu
- adalah ciri-ciri dari orang yang men
- ya. Kemudian dia menarik sendiri secara
- sosial, tidak mau bertemu orang, tidak
- mau ee melakukan apapun
- ya. Kemudian juga ada yang suasana alam
- perasaannya seperti depresi ya, sering
- menangis,
- histerikal, berteriak-teriak ya itu
- adalah hal-hal yang memang banyak pada
- pres pas.
- Saya juga selain PTSD tadi juga saya
- bahas mengenai OCD ya, obsessive
- compulsive disorder.
- He
- ini saya jumpai beberapa kasus pada saat
- wabah ini ya pandemi.
- ee pasien yang berulang kali merasa
- bahwa dirinya itu terkena dan dia setiap
- du hari sekali
- memeriksakan darahnya.
- Ada juga yang berulang kali swap ya
- karena dia merasa bahwa dirinya terkena
- positif dan dia merasa bahwa dia harus
- diperiksa. Jadi ee obsesinya adalah dia
- itu terkena virus. Kemudian kompulsinya
- adalah
- pemeriksaan ee darah bergulang-gulang.
- Itu adalah hal-hal yang saya jumpai
- ketika ee selama
- pandemi hampir 1 tahun lamanya ini ya.
- Ada beberapa yang memang cirinya dari ee
- salah satu ciri dari OCD juga isu-isu
- terkait dengan purifikasi ya. Jadi, ada
- purifikasi itu adalah perasaan bahwa dia
- harus bersih ya, mensucikan diri. Entah
- dengan mencuci tangan, entah dengan
- mandi berulang-ulang ya.
- ee saya punya pasien yang datang ya,
- anak SMA wanita diantar oleh ayahnya
- karena dia berwudu itu selama 2 jam ya
- sampai tangannya itu melepuh dan
- berdarah karena memang dia ngerasa
- dirinya itu kotor.
- Kemudian dia salatnya juga 1 jam
- setengap
- takdir dengan rasa tidak nyaman dan
- tidak tidak sesuai, tidak pas kemudian
- dia mulai lagi mulai lagi itu objeksi
- ya. obsesinya adalah dia merasa wudunya
- tidak sah. Kompulsinya adalah dia
- berulang-pulang melakukan wudu. Ya,
- kalau yang lain adalah contohnya ee
- mengecek apakah e pintu atau ee pagar
- sudah digembok misal ya. Ada beberapa
- yang misalnya malam hari ada orang yang
- OCD obsesinya adalah ini belum di rumah
- saya belum aman. Jadi saya harus
- mengecek berulang-ulang pintunya.
- Kemudian kompulsinya adalah dia
- melakukan itu. Dia datang mengecek pintu
- demi pintu satu persatu.
- Itu adalah gambaran-gambaran tentang OC
- ya. Jadi demikian Mbak Noning mengenai
- apa itu PTSD dan juga eh tentang OCD
- yang bisa saya tambahkan.
- Iya. Ee kita ke pertanyaan yang bisa
- jadi mungkin yang lain juga merasakannya
- ya. Ee kalau orang sering berkhayal,
- Dok, ini termasuk gangguan cemas juga
- enggak sih? Soalnya kakak saya itu
- sering sekali berkhayal dan kita yang
- jadi saudaranya jadi suka cemas. Gimana,
- Dok? Silakan.
- Saya kurang paham pertanyaannya. Jadi,
- Iya.
- berkhayal.
- Berkayal. Sering berkhayal.
- Pertanyaannya,
- Heeh.
- Orang yang sering berkhayal itu termasuk
- gangguan kecemasan atau tidak?
- Ee
- itu bukan bagian dari kecemasan ya,
- bukan ya.
- Jadi ee orang-orang yang punya khayalan,
- fantasi
- itu ada yang memang ee dia bagian dari
- sesuatu yang normal, ada juga yang
- abnormal.
- Kalau misalnya dia itu ee berkhayalnya
- hanya
- pelajarnya saja, oke ya. Berhak lah
- pengin punya mobil bagus gitu tu. Iya.
- Tapi tiba-tiba dia berkhayal bahwa dia
- itu bisa terbang, bisa melakukan sesuatu
- yang tidak bisa kerjakan oleh orang lain
- secara normal itu ya itu gangguan gitu.
- Tapi apakah itu masuk dari kelompok
- ganggu cemas? Tidak.
- Jadi berkhayal bukan bagian dari
- kelompok
- yang cemas tadi yang saya tadi itu OCD
- gangguan cemas menyeluruh
- PSD itu semua adalah harga gangguan
- ya. Jadi untuk yang meragukan soal
- berkhaya dokter Adi bilang itu bukan
- termasuk kecemasan.
- Em berikutnya soal COVID nih, Dok. Bikin
- saya cemas berkepanjangan
- dan bikin
- e makin ke sini makin parno. Bagaimana
- menghilangkannya, Dok? Kayaknya sudah
- mengganggu kenyamanan deh, Dok, semakin
- ke sini. Iya,
- COVID sedang
- Iya. ee COVID ini ada hal-hal yang
- memang ee saya beritahukan ya, bahwa
- COVID ini adalah penyakit yang baru.
- Penyakit yang baru kita kenal itu
- Desember 2019 ya, ketika Wuhan itu
- meledak kasusnya di Cina. Setelah itu
- menyebar ke seluruh dunia dan itu sangat
- overwhelming ya. Jadi sangat membuat
- orang itu menjadi tertekan
- ee cemas.
- Kemudian hal-hal yang terkait dengan
- dampak-dampak psikososial.
- orang tidak bisa bekerja ya, orang tidak
- bisa bertemu dengan orang yang dicintai,
- tidak bisa bersilaturahim,
- ee beberapa sakit, beberapa meninggal,
- itu semuanya tuh sangat ee menakutkan,
- ya. Jadi worry yang e saya katakan tadi
- worry, ketakutan ya, kecemasan itu
- sangat ee
- lama ya kalau kita hitung-hitung ya
- mulai dari katakanlah Indonesia itu dari
- Maret yaun. Heeh.
- Sekarang sudah Januari ya sudah 10 bulan
- lebih ya di Indonesia ini senaja. Di
- dunia sudah setahun lebih. Jadi hal-hal
- yang membuat kita ini tidak nyaman,
- tidak tenang. ada prediksi dari salah
- satu ee salah seorang guru besar di
- Inggris ya pernah ikut webinarnya.
- He.
- Itu menyatakan bahwa setelah pandemi
- ini, saat dan setelah pandemi, jadi saat
- ini dan setelah pandemi ini akan banyak
- orang sakit jiwa termasuk gangguan cem.
- Kenapa? Karena memang ini menakutkan.
- Sangat wajar kalau orang itu cema,
- dekori, galau. Karena banyak
- ketidakpastian dalam ee wabah ini.
- Pertama, ketidakpastian mengenai masa
- depan,
- ketidakpastian mengenai ekonomi,
- tidak pastian mengenai kesehatan kita
- sendiri. Ya, jadi hal-hal yang memang
- menakutkan dan itu menjadi ee
- bagian dari hidup kita sekarang.
- saya
- ee mendapatkan beberapa konsul ya
- pasien-pasien yang konsultasi ke saya
- ada yang sedang dirawat di rumah sakit
- ya karena COVID
- dia tidak bisa tidur dia gelisah luar
- biasa karena di rumah sakit dia ada ada
- gejala-gejala dia sesak ya dia
- kebingungan
- itu. eh saya telemedicine dengan dengan
- pasien tersebut. Ada juga yang OTG yang
- saya katakan tanpa gejala ya. Isolasi
- mandiri di rumah itu pun juga sesuatu
- yang ee tidak nyaman dan membuat kemas.
- He
- kalau isolasi mandiri itu ee semua
- peralatan makan mandinya dipisahkan.
- Kemudian harus jaga jarak, jauh dari
- orangnya dicintai.
- Minimal selama 10 hari sampai 14 hari
- tidak bisa bertemu orang,
- segala sesuatunya dibatasi, tidak bisa
- pergi ke kantor, tidak bisa pergi ke
- mana-mana.
- Itu kecemasan yang saya rasa memang ee
- dialami oleh banyak orang.
- Dan satu hal yang saya juga perlu
- tekankan mengenai ee kondisi cemas pada
- anak-anak ya. Jadi anak-anak itu
- banyak hal yang ee sebenarnya kasihan
- anak-anak saat ini. Anak-anak terutama
- yang sedang usia SD, SMP, SMA itu kan
- selama ini sudah hampir setahun belajar
- dari rumah. He.
- WHO, Badan Kesehatan Dunia itu fokus
- pada anak-anak ini mengenai ee apa yang
- mereka alami, kejiwaan mereka ya. Karena
- mereka selama di rumah itu ee kita harus
- memberikan cinta dan perhatian yang
- lebih kepada mereka.
- Ada beberapa kasus yang saya temui,
- justru orang tua itu ngerasa anak-anak
- yang di rumah itu menjadi beban luar
- biasa. harus mengajari mereka, menamini
- mereka,
- kemudian harus membuat kegiatan-kegiatan
- yang ee kreatif di rumah sehingga mereka
- merasa merasa bahwa anak ini beban buat
- mereka, buat orang tuanya.
- J orang tuanya work from home,
- anak-anaknya juga ini belajarnya
- learning at home. Jadi, dua-duanya itu
- menjadi saling berinteraksi.
- Saya pikir bahwa fokus pada kejiwaan
- anak itu juga penting ya, karena membuat
- mereka jadi,
- gelisah, pendampingan-pendampingan pada
- anak-anak saat pandemi ini juga menjadi
- fokus dari banyak tenaga medis.
- Demikian, Mbak Nuning.
- Iya. Oke. Yang berikutnya terkait dengan
- kalau cemas kok berkeringat dingin ya,
- Dok. Normal enggak sih, Dok? Dan saya
- selalu ketika cemas baik pada hal yang
- besar atau kecil selalu berkeringat
- dingin. Mohon pencerahannya. Iya.
- Ya, kalau misalnya ee cemas itu memang
- bagian dari peningkatan gejala-gejala
- saraf otonom ya, keringat dingin, ee
- jantung bergebar lebih cepat ya. Tapi
- kalau misalnya ee ee penanya tadi Bapak
- atau Ibu yang menanyakan itu adalah ee
- merasa ini berlebihan
- keringat dinginnya, saya rasa saya
- anjurkan silakan periksa untuk dokter
- penyakit dalam ya untuk diperiksa
- mengenai hormonalnya apa kadar tiroidnya
- ya hal-hal yang bisa membuat orang
- menjadi berkeringat berlebihan. Jadi
- saya rasa demikian jawaban saya.
- Dok, kalau misalnya dari minuman atau
- makanan ada yang jadi pemicu atau justru
- bisa mengurangi cemas enggak sih, Dok?
- Ya, kalau saya yang saya tahu hal-hal
- yang terkait dengan ee timulan ya yang
- bikin jadi cemas ya, gelisah ee ya
- narkoba ya, syabu itu menjadi pemimpin.
- Kalau makanan, minuman biasa insyaallah.
- Soalnya ada yang pernah bilang waktu itu
- saya lupa di mana cuman ngerokok tuh
- tahu enggak sih bikin parah makin cemas.
- Jangan ngerokok katanya gitu. Apa iya
- sih gitu
- ya? Untuk rokok ini ee ada beberapa
- pandangan.
- Ada yang mengatakan rokok itu adalah
- ee dia relaksan ya. Orang yang ngerokok
- tuh jadi tenang, rileks, ya. Jadi bisa
- mikir gitu. Tapi ada juga
- penelitian-penelitian yang meneliti dan
- hasilnya adalah rokok itu adalah menjadi
- ee stimulan gitu, membuat orang menjadi
- ee banyak ee jadi energi ya ee
- ide-idenya keluar semua. Jadi ee kalau
- terkait sama cemas memang rokokan gak
- baik. atau penelitian di Inggris ee
- sekitar 3 4 tahun yang lalu menyatakan
- bahwa rokok ini memang ee membuat orang
- terkait mengubah ee struktur di otak.
- Hm.
- Karena jalurnya sama itu jalurnya di
- otak itu ee jalur rokok dengan narkoba
- itu sama semua
- yaitu ee
- menjadi edik kita kecanduan. Jadi mana
- ada orang rokok yang bisa berhenti.
- Susah ya.
- Ya. Jadi itu ituang secara jalur itu
- sama dengan jalur narkoba lain. Dan saya
- selalu menganggap bahwa rokok itu adalah
- narkoba. Jadi kalau ngerokok itu jadi
- cemas memang betul. Bahkan ada
- penelitian yang saya katakan di Inggris
- tadi.
- He
- merokok itu memicu orang menjadi
- halusinasi.
- Jadi mendengar sesuatu jadi rentan
- terhadap gangguan jiwa berarti lebih
- besar. Jadi berhentilah merokok.
- Wahai smoker, berhentilah merokok gitu
- ya, Dok ya. Baik, berikutnya.
- Asalamualaikum, Dr. Adi, Mbak Nuning.
- Kalau kecemasan akibat trauma itu bisa
- berpengaruh pada pikiran ya, Dok?
- Misalnya jadi kurang mudeng, agak lola,
- dan juga jadi penakut. Apa bisa begitu,
- Dok? Dan kalau begitu bagaimana atau
- cara apa yang harus dilakukan? Mohon
- nasihatnya, Syukron. I
- ya, Afan. Jadi hal-hal yang terkait
- dengan peristiwa traumatik itu memang
- bisa mengubah kogniti. Jadi saya katakan
- tadi ada di area area di otak yang
- memang terkait dengan emosi, ada yang
- terkait dengan fungsi kognitif
- intelektualitas. Jadi mereka-mereka yang
- cemas yang karena gangguan-gangguan
- terkait dengan trauma masa lalu itu bisa
- mempengaruhi kognitif. He.
- Jadi agak berpikirnya agak lambat, sulit
- konsentrasi.
- tidak bisa menerima masukan baru. Itu
- yang terjadi. Jadi, ada seolah-olah
- kesannya ada blocking ketika ada
- Iya. respons atau masukan-masukan baru.
- Contohnya beberapa yang saya tangani
- misalnya korban-korban
- dari perkuasaan ya juga mereka ee tidak
- bisa mikir. Dok, saya sudah enggak bisa
- mikir lagi kalau
- tiba-tiba nangis, tiba-tiba ee tidak
- bisa ee bekerja ya. Ada yang
- flashback ya.
- Flashback itu kan di siang hari tidak
- dalam keadaan tidur gitu ya. Tiba-tiba
- ee seperti ada
- diar filmnya bahwa dia dia sedang
- mengalami kejadian trauma.
- J gak bisa gak bisa secara kognitif itu
- berfungsi dengan.
- Oke,
- kita lanjut kembali, Dok.
- Asalamualaikum. Saya dari Parung nih,
- Pak Dokter. Bagaimana mengatasi judes?
- Siapa yang judes nih? [tertawa]
- Judes itu ya sifat ya ee
- sifat kepribadian itu dalam ilmu jiwa
- menetap setelah usia 18 tahun.
- Jadi itulah fungsinya ee tabula rasa
- dalam ilmu pendidikan untuk anak.
- Bagaimana anak itu menjadi anak yang
- saleh, salehah, yang keriang atau jadi
- judes, jadi kikir, jadi sifat-sifat
- kepada manusia itu ditentukan pada
- pendidikan masa anak dan remaja.
- Iya.
- Jadi ee itu jawaban saya. Bagaimana,
- Dok, kalau Judes? Ya, judes itu bukan
- gangguan cemas, tapi ya itu bagian dari
- ee sifat ya, trade atau ciri.
- Iya. Kalau dijudesin terus jadi cemas
- lain lagi ya, Dok ya?
- Iya, betul.
- Oke, yang berikutnya. Oh, ini komentar
- soal rokok tadi, Dok. Orang pintar pakai
- masker, orang dongo masih ngerokok.
- Siapa yang nulis nih? Enggak ada
- namanya. Baik, pertanyaan berikutnya.
- Saya seorang ibu rumah tangga dari
- Sukabumi.
- Sudah mengalami kecemasan selama 2
- tahun. Saya merasa ketakutan saat
- sendirian. Saya sudah ikhtiar, Dok,
- rukiah ke beberapa ustaz dan juga
- alhamdulillah hasilnya lebih baik. Tapi
- sampai sekarang masih saja ketakutan
- saat sendirian dan saya juga tertekan
- oleh anak-anak yang menguji kecabaran
- saya, anak-anak saya. Bagaimana
- terapinya, Dok? Terima kasih.
- Ya, kalau misalnya ibu yang di Sukabumi
- itu adalah ketakutan ketika sendiri,
- yaitu ee saran saya berobatlah ke dokter
- jiwa atau ke psikiater. Nanti insyaallah
- akan dinilai kan, Ibu, apakah Ibu ini
- adalah bagian dari gangguan cemas
- menyeluruh yang saya katakan tadi
- ee mengambang rasanya jadi gak jelas
- galaunya ya. meskipun sudah dirukyah,
- dikeluarkan jin-jinnya, ya tapi tetap
- aja maknya galau gitu bisa. Kemudian
- hal-hal yang atau ini adalah fobia ya,
- fobia fobia gelap atau sendirian ya,
- ketakutan kena sendiri itu nanti ee
- dokter jiwa atau psikiater akan menilai.
- Ee kalau dari saya dengar cerita Ibu ya
- mungkin ee hal-hal yang terkait dengan
- stresor, anak-anak yang saya gak tahu
- apakah nakal atau tidak, tapi misalnya
- anak-anak itu menjadi beban buat ibu. ee
- pekerjaan di rumah banyak, kemudian dia
- ee anak-anak tuh dimending banyak
- menuntut ee kesabaran ibu, itu akan
- menjadi stresor yang besar dan itu akan
- stresor atau hal-hal yang membuat stres
- dalam jangka panjang itu akan membuat
- orang menjadi cemas. Demikian, Bu. Jadi,
- ya apa yang Ibu alami itu saran saya.
- Kalau Ibu sudah ikhtiar rukyah secara
- spiritual
- ee belum juga ada jalan keluarnya, e
- saya rasa ke profesional, ke dokter jiwa
- itu akan begitu lagi. Di Sukabumi kan
- ada di RSUD dokter jiwa ya.
- Iya. Emm, terima kasih untuk yang tetap
- berada bersama-sama Rasil untuk Islam
- yang satu,
- Dok. mosok menghindari interaksi sosial
- saya dianggap fobia yang benar aja tapi
- orang-orang bilang seperti itu. Kamu nih
- fobia gitu. Minta penjelasannya dong,
- Dok. Iya, Mbak Nastia.
- Iya, makasih, Mbak Nastia. Ee
- menghindari interaksi sosial itu kita
- harus lihat konteksnya dulu. Kalau
- sekarang orang menghindari ee konteks ee
- konteks saat ini menghindari pertemuan
- kemudian kontak sosial itu malah bagus
- sekali gitu ya. Karena di zaman pandemi
- ini sangat dianjurkan untuk tidak
- bertemu orang gitu ya. Hm.
- Kalau misalnya konteksnya pada saat
- normal sebelum wabah COVID itu hal-hal
- demikian, kita bisa juga berpikir apakah
- memang ee individu ini ada fobia.
- Kalau misalnya memang banyak orang
- mengatakan demikian, tolong dilihat,
- ditanyakan kepada kawan dekat atau
- saudara, apakah betul saya ini ee
- sifatnya adalah menghindari orang. Tapi
- menghindari orang pun kadang-kadang juga
- dianggap normal. Misalnya ada komunitas
- orang ee yang suka gosip ibu-ibu ya.
- Kemudian dia menghindari karena enggak
- mau menggibah orang. Itu hal yang baik
- juga gitu. Jadi ee tergantung
- konteksnya. Kalau memang dia menghindari
- karena misalnya saya ini memang kalau
- ketemu orang ketakutan luar biasa
- ee tidak bisa ee datang ke tempat umum
- seperti mall atau ke bioskop atau ke
- tempat pengajian yang banyak orang
- ramai. Ya, mungkin itu saya katakan tadi
- entah fobia sosial atau arofobia itu ee
- bagian dari gangguan cemas dan harus
- dikonsurkan kepada psikiater. Tapi kalau
- misalnya ibu itu tidak mengalami hal
- demikian
- ee dan ibu menghindari bahwa memang
- daripada saya kumpul sama orang-orang
- dan membicarakan hal-hal yang buruk
- dalam agama lebih baik itu ya meningah
- dan fitnah. Mungkin demikian, Mbak.
- Oke. [terkesiap]
- Ee pertanyaan berikutnya sederhana, tapi
- mungkin juga perlu untuk diketahui yang
- lain.
- Apakah yang namanya
- cemas itu keturunan? Ya, Dok? Bisa nurun
- enggak [tertawa] sih?
- Gimana, Dok?
- Itu keturunan.
- Ee pertanyaannya itu apakah cemas
- apakah cemas nurun maksudnya keturunan
- nurun gitu?
- Ee ada beberapa penelitian genetika. Iya
- ya. Tapi
- Oh, secara genetik bisa ya. Heeh.
- Iya. Tapi ee gangguan jiwa itu secara
- umum sepertiga itu ee genetiknya ada.
- Tapi apakah semua yang cemas kemudian
- anak-anak juga cemas? Terus tidak gitu.
- Karena manusia itu kan ada interaksi
- sosial. He.
- Ketika orang terbentuk e kepribadiannya,
- kemudian daya tahan fisik maupun
- mentalnya, resilience kita sebutkan itu
- kan semua interaksi. Ada faktor yang
- dari nature dan nurture ya. Ada yang
- dari alami genetik, ada juga yang karena
- masalah pendidikan.
- Jadi misalnya seseorang ada gangguan
- jiwa atau cemas orang tuanya,
- anaknya meskipun dia ada genetikanya
- punya turunan cemas, tapi dia punya
- pendidikan ee di masa bayi, anak dan
- remaja yang baik, kemudian pendidikan
- agamanya baik, menjadi anak saleh
- salehah, kemudian lingkungannya baik,
- pergaulannya baik, gizinya baik,
- insyaallah tidak akan timbul gangguan
- cemas.
- Jadi tidak semua yang punya penurunan ee
- cemas itu menjadi pencemas juga. Itu
- jawaban saya.
- Iya, Dok. Kalau soal bipolar ada
- kaitannya dengan ee gangguan kecemasan
- atau apa gitu karena banyak yang ingin
- tahu soal bipolar enggak ngerti
- memahaminya.
- [mendengus]
- Ya, kalau bipolarnya agak beda ya.
- bipolar itu adalah
- terkait dengan gangguan
- ee alam perasaan ya. Jadi gini, di ilmu
- jiwa ada yang namanya gangguan ee cemas.
- He
- galau, gegana ya itu semua oportum. Ada
- juga ada gangguan alam perasaan
- ee contohnya itu depresi ya terkait
- dengan emosi, perasaan. Nah, eh depresi
- itu ada juga dua ya. Ada yang unipolar
- depresi saja, ada juga yang bipolar.
- H
- bagian dari bipolar ada depresi, ada
- juga manik. Jadi ada sat down sekali,
- ada yang sangat berlebihan. Itu namanya
- bipolar. Jadi itu jawaban saya. Apakah
- ee bipolar itu bagian dari cemas? Tidak.
- Tetapi apakah salah satu gejala klinis
- orang dengan bipolar juga cemas? Itu
- bisa saja.
- Tapi kelompok besarnya bipolar itu
- adalah kelompok gangguan alam perasaan
- ya, emosi bukan bukan gangguan.
- Demikian.
- Iya. Oke.
- Ee pertanyaan yang terakhir mungkin ya.
- Sekarang sudah 1440-an.
- Dok, kalau segala sesuatu mudah membuat
- kita ketakutan, apakah saya perlu ke
- dokter jiwa? [tertawa]
- Iya, silakan.
- Segala sesuatu gimana?
- Gimana, Dok?
- Pertanyaan gimana? Segala sesuatu
- membuat ketakutan.
- Heeh. Apakah perlu ke dokter jiwa untuk
- ee untuk meminta pertolongan mungkin
- maksudnya ya?
- Iya, bisa. Kalau memang itu sangat
- mengganggu. Jadi ee saya tadi di awal
- saya katakan ya, cemas itu kan ada dua,
- ada cemas yang normal, ada yang cemas
- yang patologis.
- yang normal itu apabila memang ee ada
- tantangan ya, ada ujian di depan kita
- dan kita merasa cemas karena kita apakah
- bisa menyelesaikan ujian itu misalnya
- ujian di sekolah, kemudian ada hal-hal
- yang ee challenge, tantangan dalam
- pekerjaan itu kan juga kita cemas tapi
- itu cemas yang normal. Yang tipe yang
- kedua adalah cemas yang patologis dan
- tidak normal. Eem. Ketika yang saya
- katakan tadi termasuk pertanyaan ini
- penanya adalah cemas yang membuat tidak
- bisa berfungsi. Karena apa? Karena
- cemasnya berlebihan,
- selalu cemas e apapun ceritanya.
- Kemudian tidak bisa ee berfungsi secara
- ee sosial maupun dia tidak bisa juga
- bekerjara. Jadi ee jawaban saya ee lebih
- baik untuk datang berobat ke psikiater
- untuk diilai
- apakah memang cemasnya ini normal atau
- patologis atau ada gangguan.
- Oke, Dok. Kita
- rangkum bahasan terkait dengan depresi
- gangguan cemas
- ya. ee emas ini dari segi kedokteran
- memang
- ada ee kelompoknya ya, kelompok bang.
- Kalau dari sudut pandang agama, Allah
- juga mengajarkan kita supaya bisa
- mengatasi gangguan cemas ini ya. Bahkan
- ee banyak hal-hal yang membuat kita ini
- ee gelisah dalam hidup, banyak masalah,
- tapi
- ya katakan tadi hanya dengan mengingat
- Allah menjadi
- kalau misalnya dengan pendekatan agama
- tidak berhasil, saya sarankan juga
- datang berobat ke psikiater atau ke
- dokter jiwa. Karena apa? Karena mereka
- yang berobat itu mungkin akan perlu
- mendapatkan obat-obatan sehingga akan
- mampu menyelesaikan masalah secara e
- gangguan cemas tersebut. Jadi saya rasa
- pendekatan bio, psikososial spiritual
- itu harus dicoba semua ya. pendekatan
- agama, pendekatan dari keluarga,
- pendekatan obat-obatan sehingga
- insyaallah gangguanas itu bisa hilang.
- Mungkin demikian, Mbak Nuni.
- Oke, terima kasih banyak Dr. Adi
- pencerahannya terkait dengan gangguan
- cemas kita semua. Ikhwan akhwat pasti
- pernah mengalaminya. Tapi kalau enggak
- berlebihan enggak apa-apa. Kalau
- berlebihan akan sangat mengganggu sekali
- seperti yang tadi kita semak dari dr.
- Adi. Baik, terima kasih, Dok, dan
- teman-teman semuanya di manapun Rasil
- bisa disimak, baik dari Batam, dari
- Pontianak, dari Semarang, dari Sukabumi,
- dari Jogja, dari Palembang. Terima kasih
- untuk bersama-sama kami terus dan
- mudah-mudahan kita semakin mampu menjaga
- kehidupan dan langkah ke depan kita
- menjadi jauh lebih sehat. Sekali lagi
- banyak terima kasih. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.