Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- 21.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katiran thiban barukan fuhun.
- Allahumma shi wasallim wabarik ala
- sayidina Muhammadin waa ali sayidina
- Muhammad. Masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimagis
- Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim dan
- juga Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan pagi hari ini kami kembali
- menyapa Ikhwan Ahwat secara langsung
- dalam program acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an bersama guru kita
- Ustaz Husein Alatas untuk edisi Kamis
- ya. Kita sudah masuki hari keima di
- bulan Rabiul Aal 1447 Hijriah bertepatan
- juga dengan hari ke-28 ya di bulan
- Agustus
- 2025. Alhamdulillah di kesempatan ini
- insyaallah kita akan melanjutkan kembali
- kajian tafsir Quran surah Aljasiyah
- dimulai ayat ke-21 Ustaz ya.
- Alhamdulillah. Baik, kita awali dengan
- pembacaan Quran surah Al-Fatihah. Kami
- persilakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- anamtaaiim
- giril magdubi alaihim wadin.
- Amin.
- Amin ya rabbal alamin. Baik, Ikhwan.
- Silakan bagi Ikhwanat yang mungkin e
- masih bercengkerama dengan Al-Qur'an.
- Terutama Ikhwanat yang tadi mengikuti
- tahsin tilawah ya, masih memegang
- Al-Qur'annya bisa membuka Quran surah
- Aljasiyah dimulai ayat yang ke-21 untuk
- kajian tafsir di kesempatan pagi hari
- ini. Kami persilakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah.
- hamdan thiban mubarakan f kama yuhibuna
- Allahumma sholli ala muhammadin wa ali
- muhammadalamu
- alaika ya rasulullah
- wassalamu ala ahli baitik thyyibin
- wassalam ala shahabatikal gurril mayamin
- Wasalamu alaina wa ala ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum ayyuhal ikhwa wal akhwat
- warahmatullahi [berdehem]
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah wasyukrulillah atas
- nikmat-nikmat yang telah Allah limpahkan
- kepada kita semua.
- [batuk][berdehem]
- Baik yang kecil maupun yang besar,
- yang kita sadari maupun yang tidak kita
- sadari,
- seluruhnya berasal dari Allah Subhanahu
- wa taala. [mendengus]
- Maka puja-puji kita juga seharusnya kita
- persembahkan hanya teruntuk Allah
- Subhanahu wa taala.
- Semoga Allah subhanahu wa taala
- melimpahkan rahmatnya atas kita semua
- dan mengajarkan kita ilmu yang
- bermanfaat,
- membantu kita untuk dapat mengamalkan
- apa-apa yang Allah ajarkan kepada kita.
- Allahumma atina minika rahmah waimna
- minadunka ilman nafianna bimaamtana.
- Rbana zidna ilmannain.
- [berdehem] Ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah.
- Pada renungan kita yang lalu bersama
- surah Aljaasiah
- dimulai dari ayat 14.
- Allah Subhanahu wa taala memberikan
- [berdehem] bimbingan kepada orang-orang
- yang beriman kepada Allah,
- beriman kepada hari akhir agar mereka
- tidak meladani orang-orang yang kafir
- dalam kebodohan mereka.
- dalam ucapan perilaku mereka yang
- sebaik-baiknya kita berpaling dari
- mereka.
- Kita mengucapkan salam
- lalu kita tetap pada apa yang Allah
- ajarkan kita. Baik tutur kata kita,
- perilaku dan perbuatan kita. Tidak
- menggunakan cara-cara yang mereka
- lakukan. Bukan menjawab cacian dengan
- cacian, makian dengan makian atau sikap
- arogan juga dengan sikap yang sama. Tapi
- Allah perintahkan kita untuk [berdehem]
- menghadapi mereka dengan cara yang lebih
- baik.
- Allah berfirman, "Qul lilladzina amanu
- yagfiru lilladzina la yarjuna ayyamallah
- liyajzi quuman bimau yaksibun." Katakan
- kepada orang yang beriman
- agar mereka memaafkan.
- tidak meladeni orang-orang yang tidak
- mengharapkan hari-hari Allah. Maksudnya
- hari-hari di mana mereka akan
- dibangkitkan
- berjumpa dengan Allah menghadapi hari
- hisab mereka dengan sendirinya perilaku
- mereka
- dikemudikan oleh apa? Oleh keingkaran
- dan kekafiran mereka. Mereka tidak takut
- berbicara yang tidak patut, tidak takut
- melakukan pelanggaran-pelanggaran
- terhadap kebenaran
- atau bersikap angkuh sombong di hadapan
- ayat Allah. Kalian jangan seperti
- mereka. Berikan maaf dan jangan meladeni
- mereka. Liajzia bima kanu yaksibun. Dan
- kelak Allah akan membalas setiap kaum
- sesuai dengan apa-apa yang mereka
- perbuat.
- Di sini betul-betul kita saksikan
- perbedaan orang-orang yang beriman, yang
- menghormati Allah, perilaku mereka juga
- diilhami oleh khasiah, takut, dan
- hormatnya pada Allah.
- Man amila shihan fadinafsih. Orang yang
- berbuat kebaikan maka kembali kebaikan
- dan manfaatnya untuk dirinya.
- Waman asa faaiha. Siapa yang berbuat
- keburukan, maka akibat buruknya dia
- sendiri yang akan merasakan akibatnya.
- Maka kita sebagai orang yang beriman
- seharusnya memilih untuk fokus pada apa?
- Pada amalan-amalan saleh yang kelak akan
- menjadi bekal yang baik untuk kita.
- Tumma ilabikum turjaun. Kemudian pada
- akhirnya kalian akan dikembalikan ke
- hadapan Tuhan kalian. Baik yang beriman
- maupun yang kafir, yang beramal saleh
- atau yang berbuat keburukan, semua akan
- menghadap ke hadapan Allah. [berdehem]
- Lalu Allah ingatkan hal yang penting
- sekali untuk kita pahami
- dan menjadi pegangan kita semua agar
- kita tidak digelincirkan setan dan
- dipalingkan menuju jalannya.
- Walaqad ataina bani israilal kitaba wal
- hukma w nubuwah
- warqnahum minat thyibat waadolnahum alal
- alamin. Sesungguhnya kami telah
- menganugerahkan bani israil.
- Alkitab ini merupakan anugerah Allah
- yang amat besar. Baik kitab Taurat
- [mendengus] yang Allah turunkan kepada
- Musa, Zabur yang Allah berikan kepada
- Daud atau Injil yang Allah turunkan
- kepada Isa. Ini merupakan rantai mata
- rantai kenabian dari Bani Israil.
- Begitu juga kami anugerahkan buat mereka
- al-hukma
- kekuasaan
- di mana Allah mengangkat sebagian mereka
- sebagai penguasa-penguasa
- nabi-nabi dan rasul.
- w nubuwah. Begitu juga Allah anugerahkan
- kenabian bagi mereka. Warzaqnahum minat
- thyibat. Kami anugerahkan bagi mereka
- dari rezeki kami yang thayib. Terutama
- pada masa Daud dan Sulaiman itu masa
- keemasan Bani Israil.
- Wafadolnahum alal alamin. Dan kami
- karuniakan mereka
- berbagai macam keutamaan alal alamin
- dari manusia. manusia yang hidup pada
- masa itu.
- Waatainahum bayyinati minal amri. Dan
- kami anugerahkan bagi mereka
- penjelasan-penjelasan
- dari berbagai macam urusan yang langsung
- datang dari Allah. Minal amri a min
- amrina. Kami anugerahkan bagi mereka
- penerangan, penjelasan, petunjuk yang
- sejelas-jelasnya yang langsung datang
- dari kami.
- Famtalafu illa min ba'di ma jaahumul
- ilmu bagan bainahum. Dan tidak terjadi
- perselisihan di antara mereka melainkan
- setelah datangnya ilmu dan pengetahuan
- bagian bainahum disebabkan karena
- persaingan di antara mereka mengikuti
- hawa nafsu mereka memperebutkan dunia
- pengaruh kedudukan yang akhirnya
- mencabik-cabik mereka yang menyebabkan
- rahmat Allah diangkat dari mereka bahkan
- mereka terkena kutukan Allah melalui
- lisan Daud dan Isa Ibnu Maryam
- sebagaimana dalam surah Almaidah.
- Bani israil alisani Dauda wa Isa
- Maryamika
- bima asu yadun.
- dikutuk orang-orang yang ingkar kafir
- dari Bani Israil melalui lisan Daud dan
- Isa Ibnu Maryam
- disebabkan karena mereka menentang Allah
- dan melampaui batas.
- Kanu la yatanahauna munkarin faaluhu lau
- yaf'alun. Mereka tidak saling
- mengingatkan, mencegah dari
- perbuatan-perbuatan mungkar yang
- [berdehem]
- berkembang di tengah-tengah mereka.
- Betapa buruknya perbuatan yang mereka
- lakukan.
- Ini merupakan gambaran dari perbuatan
- mereka yang mengundang kutukan Allah.
- Jadi, Bani Israil berselisih, berpecah
- belah, bergolong-golongan bukan dalam
- kebodohan, tapi setelah datangnya ilmu
- kepada mereka.
- Bagam bainahum disebabkan persaingan
- dalam kehidupan dunia yang akhirnya
- melakukan pelanggaran terhadap hak-hak
- manusia.
- Bahkan sampai-sampai mereka menumpahkan
- darah sesama mereka. Inna rbaka yaqdi
- bainahum yaumalqiamati f yaktalifun.
- Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan di
- antara mereka di hari kiamat nanti
- tentang apa yang dahulu mereka
- perselisihkan.
- Nah, sekarang Allah ingatkan umat Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- di bawah pimpinan Nabi kita.
- ja'alnakaati
- minal amri fatta.
- Kemudian kami tempatkan engkau wahai
- Rasulullah di atas syariat kami. Ini
- syariat langsung datang dari Allah.
- Karena setiap kata syariat atau kata
- kerjanya syaraah maka yang menjadi fa'il
- adalah Allah.
- Berbeda dengan fikih ya para ulama di
- sini merupakan hasil interpretasi
- pemahaman para ulama. Tidak heran kalau
- berbeda-beda. Tapi kalau berkaitan
- dengan syariat yang menjadi fa'il adalah
- Allah. Yang menyampaikan adalah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dan kitabnya adalah Al-Qur'an.
- Kemudian kami tempatkan engkau wahai
- Rasulullah di atas syariat ya yang
- berasal dari bimbingan dan petunjuk
- kami. Fattabiah. Maka ikutilah syariat
- yang kami telah anugerahkan kepadamu
- wahai Rasulullah.
- Wala tattabi ahwaalladina la y'lamun.
- Dan jangan sekali-kali kamu mengikuti
- hawa nafsu mereka-mereka yang tidak
- berilmu.
- Rasul diperintahkan untuk berpegang pada
- syariat Allah. Seharusnya juga ulama
- kita, kita semuanya kembali kepada
- syariat Allah, bersatu di dalamnya.
- Adapun perbedaan pendapat di antara
- ulama dalam fikih yang tidak termasuk
- dalam kategori syariat, seharusnya kita
- berlapang dada.
- Innahum lay yugnu anka minallahi sai
- sesungguhnya mereka tak akan mampu untuk
- menolong engkau sedikit pun dari Allah
- subhanahu wa taala.
- Artinya yang kita ikuti selain dari
- Allah yang bertentangan dengan syariat
- Allah, mereka tak akan mampu untuk
- menyelamatkan kita. Baik dia ulama, kiai
- atau habaib atau siapapun juga.
- Kita mengikuti mereka selagi mereka
- mentaati Allah. Tapi selagi mereka tidak
- sejalan dengan syariat Allah, kita
- katakan di sini kita berhenti. Hadza
- firaqu baini wa bainakum. Sesuai dengan
- perintah Allah. sesuai juga yang
- dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Wa innzalimina ba'duhum auliyau ba'din.
- Sesungguhnya orang-orang zalim sebagian
- mereka ini akan bekerja sama
- bahu-membahu bersama orang yang zalim.
- Jadi kamu jangan terkejut kalau
- menyaksikan ya sebagian dari kaum
- muslimin bekerja sama dengan orang-orang
- Yahudi ya dengan Zionisnya tidak perlu
- heran
- karena nama Islam mereka bukan menjadi
- perhatian Allah tapi kepribadian mereka.
- Itu yang dilihat oleh Allah. Walaupun
- mereka mengaku sebagai orang Islam tapi
- kalau mereka bekerja sama bersama orang
- yang zalim Allah akan kumpulkan bersama
- mereka.
- Nah, ini merupakan pembeda di antara
- al-Haq dan batil, di antara orang yang
- berjalan dalam kebenaran dan mereka yang
- berjalan dalam kebatilan. Jadi, jangan
- lihat
- slogan-slogan dan nama mereka, tapi
- lihat pribadi mereka, akhlak mereka.
- Wallahu waliyul muttaqin. Sesungguhnya
- Allah hanya menjadi walinya orang-orang
- yang bertakwa.
- Tapi sayang sungguh sayang, kebanyakan
- manusia tertipu dengan nama-nama yang
- indah, julukan-julukan,
- begitu juga kedudukan manusia maupun
- kekayaan mereka. Di mana benar salah
- bukan diukur dengan syariat Allah, tapi
- dengan kedudukan manusia.
- Oleh karena itu, Imam Ali mengingatkan
- [berdehem]
- sahabat-sahabatnya.
- Demikian pula kepada kita semuanya.
- Innal haqqo wal baila laani bdarijal.
- Sesungguhnya hak dan batil tidak diukur
- dengan kedudukan manusia dan kebesaran
- mereka. Tidak. Tapi hak. Pelajari apa
- itu hak. Takrif ahlak. Kamu akan tahu
- nanti siapa orang-orang yang dalam
- kebenaran.
- Waifil batil. Pelajari apa itu yang
- batil. Kamu akan tahu takrif ahla
- orang-orang yang berjalan dalam
- kebatilan.
- Tapi sayangnya hak dan batil diukur
- dengan kedudukan, kebesaran, pengaruh
- dan kekayaan manusia atau banyaknya
- pengikut yang mengikuti mereka.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala lanjutkan,
- hadza basiru linasi wa hudan warahmatun
- liquumi yuqinun. Lalu Allah mengatakan
- had menunjuk kepada kitab sucinya
- basilirulinnas.
- Kalau bashar merupakan pandangan mata.
- Kalau basirah merupakan apa? Merupakan
- bimbingan petunjuk yang menerangi kalbu
- kita. Dia bisa berarti kalbu yang
- diterangi oleh apa? Oleh petunjuk Allah.
- Bisa berarti petunjuk Allah Subhanahu wa
- taala yang menerangi kalbu.
- Oleh karena itu Allah perintahkan
- rasulnya untuk mengajak manusia kepada
- Allah ala basirah. Bukan dengan
- ikut-ikutan,
- dengan cara membeo, tapi dengan
- pemahaman,
- dengan bukti-bukti
- atas dasar ilmu. Dan Allah melarang kita
- mengikuti seseorang tanpa dasar ilmu.
- H basiru linasi wa hudan warahmatun
- liquumi yuqinun. Ini adalah bashair
- bagi umat manusia, petunjuk dan rahmat
- bagi mereka yang memiliki keyakinan.
- Bukan hanya asal-asalan,
- tapi dia beriman dan dengan penuh
- keyakinan diiringi dengan amal yang
- membuktikannya.
- Jadi bashair adalah jamak dari basirah.
- Oleh karena itu orang yang beriman
- mereka berjalan di atas jalan yang
- terang dan jelas.
- berpegang kepada pegangan yang kokoh dan
- kuat, bukan ikut-ikutan.
- Lalu Allah bertanya, bukan pertanyaan
- karena ingin tahu, tapi pertanyaan yang
- menunjukkan
- keheranan dan keingkaran.
- Am hasibadinaatialahumadina
- amanu wailushat
- mahumkumun.
- Apakah orang-orang yang melakukan
- kejahatan, bergelimangan dan berlumuran
- dosa beranggapan
- bahwa kami akan menjadikan orang-orang
- yang beriman dan mengerjakan amal saleh
- sama dengan mereka, baik dalam kehidupan
- mereka maupun dalam kematian mereka.
- Betapa buruknya kesimpulan
- dan keputusan yang mereka putuskan. Mana
- mungkin Allah samakan orang yang beriman
- dan beramal saleh dengan orang-orang
- yang bergelimangan dosa dan kejahatan
- baik dalam kehidupan mereka maupun dalam
- kematian mereka. Dalam kehidupan
- orang-orang yang beriman, beramal saleh,
- jiwa mereka tentram. Walaupun hanya
- tinggal dalam sebuah gubuk yang kecil,
- walaupun hanya makan sederhana, tapi
- kebahagiaan mereka betul-betul
- menggenangi jiwa mereka, menentramkan
- hati mereka, hidup dengan penuh harapan.
- Sedangkan mereka-mereka yang
- bergelimangan kekayaan, bahkan duduk di
- atas kedudukan,
- mengambil keputusan sebetulnya jiwa
- mereka penuh dengan penderitaan, hidup
- mereka penuh dengan prahara.
- Waliyadubillah.
- Begitu juga pada saat mati orang yang
- beriman dan beramal saleh pada saat dia
- akan meninggalkan dunia, hati mereka
- tentram. Allah perlihatkan tempat mereka
- yang mereka akan masuki di surga. Allah
- berikan kabar kabar gembira. Malaikat
- datang kepada mereka, "Busrakumul yaum
- jannatun tajri min tahtihal anhar
- khidina fihaikal fausulim."
- Jadi cerita-cerita israiliyat yang
- menggambarkan Rasulullah meninggal dalam
- penderitaan. Begitu pula orang-orang
- yang beriman merasakan derita sakaratul
- maut. Ini hanya untuk mereka-mereka yang
- ingkar dan kafir. Bahkan malaikat
- menampari punggung mereka dan wajah
- mereka sebagaimana yang diterangkan
- dalam surah Muhammad.
- Adapun orang yang beriman pada saat
- mereka meninggalkan dunia itu merupakan
- saat-saat yang paling mereka rindukan,
- mereka harapkan. Mereka akan berjumpa
- dengan Allah dan para aulia Allah,
- berjumpa bersama Rasul sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam. Adapun kehidupan
- dunia di mata mereka hanya sekedar
- ladang untuk beramal demi tujuan mereka
- yang lebih indah dan lebih mulia.
- [berdehem]
- Walaqallahus samawati wal ard bilhaq.
- Dan Allah menciptakan langit bumi
- bilhaq.
- Bukan untuk bermain-main, [mendengus]
- tapi bilhaq.
- Walitza nafsim bima kasabat wahum la
- yudlamun.
- Agar setiap jiwa, setiap orang dibalas
- sesuai dengan apa yang diperbuat dan
- mereka takkan dizalimi sedikit pun. Ini
- bukan permainan. Oleh karena itu, tidak
- mungkin Allah menyamakan orang yang baik
- dan orang yang buruk, orang yang berbuat
- kebaikan dan orang-orang yang
- bergelimangan kejahatan. Jadi, jangan
- kita [berdehem]
- larut dalam kemarahan dan kesedihan
- menyaksikan orang-orang yang zalim,
- berkuasa, berbuat sesuka hati mereka.
- Ini hanya beberapa saat.
- Sebentar lagi mereka akan meninggalkan
- dunia ini. Mereka akan menerima balasan
- atas apa yang mereka perbuat. Dalam
- kehidupan dunia juga mereka tidak
- tentram.
- Mereka seperti orang yang duduk di atas
- harimau. Kalau mereka tidak berikan
- makan, maka mereka yang akan dimangsa.
- Itulah mereka-mereka yang duduk di atas
- singgahsana
- yang berkedudukan tapi mereka lupa
- kepada Allah. Mereka takut dunia mereka
- lepas dari tangan mereka.
- Oleh karena itu, ketika mereka
- mendengarkan seruan untuk membubarkan
- DPR, mereka mengalami ketakutan,
- kegelisahan. Karena ini merupakan
- pendaringan mereka, merupakan tempat
- bermain mereka. Dan mereka tidak
- mengingat hari akhir. Seandainya mereka
- salat, seandainya mereka berhaji ke
- tanah suci, itu hanya merupakan sekedar
- wisata.
- Bukan sekali-kali merupakan apa? Apa
- yang mereka yakini. sebagai
- amalan-amalan yang mereka lakukan dengan
- mengharap rida Allah dan ketaatan
- kepadanya.
- Lalu setelah itu Allah Subhanahu wa
- taala kembali mengajukan pertanyaan
- mengingatkan kita tentang apa yang di
- sekeliling kita ini agar kita
- betul-betul dapat membedakan mana yang
- benar, mana yang salah, tidak terpedaya
- dengan penampilan di luar.
- [berdehem]
- Afaroaita manakhodza ilahahu hawa.
- Apa kamu pernah melihat
- orang yang menjadikan Tuhannya hawa
- nafsunya?
- Coba bayangkan kalau orang menjadikan
- nafsunya sebagai Tuhannya apa coba
- jadinya? Bagaimana keadaan orang
- tersebut?
- Waahullahu
- ala ilmin.
- Dan Allah sesatkan dirinya bukan dalam
- kebodohan. Al ilminima.
- Allah sesatkan dia dalam keadaan dia
- tahu kebenaran tapi tidak diikuti. Dia
- lebih suka mengikuti hawa nafsunya.
- Menjadikan nafsunya sebagai Tuhannya
- yang diikuti dipatuhi.
- Watama al samihi waq. Akibat dia
- menjadikan nafsu sebagai Tuhannya,
- maka Allah menyegal pendengarannya.
- Begitu pula kalbunya. Karena nafsu
- menyelimuti jiwanya, dia tidak akan
- mendengarkan seruan Allah. Nasihat pun
- diabaikan.
- W'ala ala barihi gisyawatan fam yahdihi
- min ba'dillah. Allah juga meletakkan
- pada pandangan matanya gisyawah
- yang menutupi matanya. Sebetulnya
- matanya melihat seperti orang lain, tapi
- matanya ini tidak bisa melihat
- kebenaran.
- Karena apa? Matanya tertuju pada hawa
- nafsunya.
- Allah Subhanahu wa taala letakkan juga
- syawat, tabir, dan penutup pada matanya.
- Fam yahdihi min ba'dillah. orang semacam
- ini siapa lagi yang kuasa untuk
- memberikan petunjuk kepadanya setelah
- Allah Subhanahu wa taala menyegel
- penglihatan, pendengaran, begitu pula
- kalbunya.
- Dan ketahuilah bahwa Allah tidak
- melakukan ini secara semena-mena.
- Tapi Allah memperlakukan dirinya sesuai
- dengan pilihan dan dan apa? Dan
- perbuatannya. Karena dia mengikuti hawa
- nafsunya, maka hawa nafsu ini yang
- menyegel dirinya. tidak dapat melihat
- apa yang di hadapannya, di belakangnya,
- bahkan dari atasnya tertutup oleh
- penutup yang menutup kesadarannya.
- [berdehem]
- Afala tadakkarun, apakah kalian tidak
- sadar, tidak belajar dari semua ini?
- Jadi kita perhatikan yang menjadi
- penyebab sesatnya manusia keluarnya dari
- jalan Allah nafsu yang diikuti. Baik
- Bani Israil yang berpecah belah, begitu
- juga kaum muslimin yang bercerai-berai.
- Penyebabnya bukan karena kebodohan, tapi
- karena nafsu yang dipertuhan. Nah, yang
- terjadi pada saat ini juga umat Islam
- bukan disatukan dalam Islam, tapi mereka
- dipecah-pecah atas nama
- golongan-golongan yang bermacam-macam.
- Setiap golongan merasa bangga dengan apa
- yang ada pada mereka.
- Oleh karena itu, menyedihkan sekali
- perjuangan yang diperjuangkan
- oleh Kiai Hasyim Asy'ari
- yang kembali dari Makkah untuk belajar,
- kemudian mendidik, membangun juga
- masyarakat, kemudian berdiri dengan
- perjuangannya Nahdatul Ulama,
- kebangkitan para ulama.
- Tapi yang kita saksikan sekarang
- ternyata para pengikut NU di belakang
- justru mereka menghancurkan
- apa yang diperjuangkan orang-orang tua
- mereka dengan tangan mereka. Yukribuna
- buyutahumidih.
- Mereka menghancurkan, merusak
- rumah-rumah mereka dengan tangan mereka
- yang seharusnya mereka
- justru berdiri bersama para aulia Allah,
- orang-orang yang beriman menghadapi
- Zionis yang biadab, yang tidak memiliki
- sama sekali kemanusiaan dan kesadaran.
- Dunia mengutuk, mengecam mereka.
- Tahu-tahu organisasi NU di bawah
- pimpinan Yahya Tsakuf hadahullah semoga
- Allah memberikan hidayah padanya.
- Kasihan juga orang tuanya seorang yang
- alim, yang saleh,
- Kiai Khalil Bisri. Ternyata nama
- kehormatan orang tuanya dirusak oleh
- anak-anaknya
- yang menunjukkan seolah-olah walaknya
- kepada Zionis mengundang data untuk
- menyampaikan narasinya di UI.
- Jelas-jelasan mereka merupakan
- perpanjangan dari Zionis.
- Tapi kita hanya bisa mengatakan
- hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula
- wikman nasir. Kita tidak akan
- mengucapkan kata-kata yang kotor, tidak
- akan melakukan perbuatan-perbuatan yang
- kelak akan menjadi beban kerugian bagi
- kita di hari akhir. Kita hanya ingin
- mengingatkan umat, menyadarkan.
- Adapun
- selebihnya kita serahkan pada Allah.
- Tapi dengan
- betul-betul kita yakin bahwa Allah tidak
- akan berdiam terhadap mereka-mereka
- orang yang zalim. Kerajaan Saudi Arabia,
- Emirat Arab, dan kroni-kroninya yang
- bekerja sama memberikan dukungan secara
- diam-diam terhadap Zionis. Bahkan mereka
- bekerja sama ingin melucuti
- Hamas, para pejuang yang menghadapi
- Zionis.
- Melucuti senjata mereka. Begitu juga
- mereka menuntut Hizbullah juga melakukan
- hal yang sama
- tanpa mereka sadari perbuatan ini,
- perbuatan yang akan menggabungkan mereka
- bersama kaum Zionis di dunia maupun di
- hari akhir. Dan tidak lama lagi laknat
- Allah akan datang kepada mereka
- dan kutukan Allah akan jatuh pada mereka
- sebagaimana yang Allah jatuhkan pada
- Bani Israil. [berdehem]
- Nah, setelah Allah Subhanahu wa taala
- mengajukan pertanyaan di sini untuk
- membuka mata kita ini pertanyaan al
- sabilit takrir. Coba kamu lihat
- mereka-mereka yang menjadikan hawa nafsu
- mereka sebagai Tuhan mereka.
- Kehilangan kesadaran akal sehat mereka
- kebenaran juga di mata mereka berubah
- menjadi satu yang batil. Yang batil di
- mata mereka terlihat sebagai kebenaran.
- Maka tak heran kalau mereka melakukan
- perbuatan-perbuatan hina yang memalukan
- tanpa rasa malu.
- Kita saksikan di depan mata kita begitu
- banyak contoh-contoh yang begitu jelas.
- Lalu kita dengarkan ucapan mereka dulu.
- Waqalu
- ma hiya illa hayatunad dunya namutu
- waahya w yuhlikuna illaddahud.
- Mereka berkata,
- "Sesungguhnya kehidupan ini tak lain
- hanyalah kehidupan dunia.
- Kami mati, kami hidup, kemudian kami
- tidak dibinasakan kecuali oleh masa,
- oleh waktu."
- Mereka tidak yakin terhadap hari
- akhirat. Kita bertanya, "Bagaimana
- orang-orang yang mengaku sebagai orang
- Islam tapi mereka melakukan
- perbuatan-perbuatan orang yang zalim?
- Sebetulnya mereka tahu tapi tidak yakin
- atau mereka berangan-angan nanti di hari
- tua mereka akan bertaubat.
- Seperti sebagian pejabat waktu dia
- berkuasa, dia berbuat sewenang-wenang
- terhadap umat Islam bahkan terhadap
- ulama. Begitu dia pensiun di hari tua,
- datang berkumpul bersama para ulama,
- minta maaf kepada mereka dulu dia
- bersikap ee tiran terhadap mereka.
- Di hari-hari tua sudah tubuh lemah, tak
- berdaya, tidak ada lagi yang menopang
- mereka. Akhirnya mereka menyadari
- kelemahan mereka. Tapi tetap kita berdoa
- mudah-mudahan Allah ampuni mereka yang
- bertobat. Tidak ada kebencian dendam di
- hati kita maupun di hati kaum muslimin
- yang mereka harapkan hanya keselamatan
- mereka dan mengajak saudara-saudara
- mereka juga untuk ikut bersama mereka
- berjalan di atas jalan keselamatan
- sebagaimana Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yang
- berdakwah dengan penuh kecintaan tanpa
- kebencian.
- Kemudian
- [mendengus]
- ma lahum bidzalika min ilmin in hum illa
- yadunnun. Ucapan mereka ini mereka
- ucapkan tanpa dasar ilmu sedikitpun.
- Mereka hanya menduga-duga dan
- mengira-ngira. Padahal kehidupan ini
- justru mengharuskan kita untuk
- berhati-hati dan serius. Tapi mereka
- ikut hawa nafsu mereka hanyut
- bersamanya.
- Waidla alaihim ayatuna bayinat maana
- hujjatuhum illa anqu abina intuntumin.
- Dan apabila dibacakan kepada mereka
- ayat-ayat kami yang begitu jelas, terang
- benerang membuktikan ya akan kebenaran
- yang Allah Subhanahu wa taala janjikan
- mengenai kebangkitan di hari akhir dan
- hisab. Apa jawaban mereka?
- illuntumin.
- Mereka tidak memiliki bantahan kecuali
- ucapan mereka, "Silakan kalian bawa ke
- hadapan kami orang-orang tua kami,
- leluhur kami yang telah meninggal dunia.
- Coba hidupkan mereka kembali baru kami
- percaya akan adanya hari kebangkitan."
- Ini merupakan bantahan mereka. Mereka
- merasa dengan ini mereka seolah-olah
- apa? telah membungka mereka-mereka yang
- menyampaikan kebenaran.
- Padahal melalui kisah Ashabul Kahfi
- Allah telah tunjukkan.
- Begitu juga melalui kisah Uzair yang
- Allah hidupkan kembali sebagaimana yang
- Allah terangkan dalam suratul baqarah.
- Bahkan setiap hari kita menyaksikan
- bukti kebangkitan.
- Orang-orang yang tertidur di malam hari
- ketika dia bangkit sebetulnya tak
- berbeda dengan kematian. Cuma kalau
- kematian Allah mengambil ya jiwa
- seseorang
- dan tidak mengembalikannya lagi.
- Sedangkan orang-orang yang tertidur
- Allah Subhanahu wa taala menarik jiwanya
- kemudian kembalikan lagi di saat tiba
- waktunya. Apabila orang tersebut belum
- saat ajalnya. Allahu yatawaal anfusa
- hina mautiha wallati lam tamut fi
- manamiha. Allah yang mewafatkan
- jiwa-jiwa pada saat matinya. Demikian
- pula pada saat tidurnya.
- Qulillahu yuhyikum tumma yumitukum tumma
- yajmaukum ila yaumil qiamati laba fi
- wakin aksarasi la yamun. Katakan wahai
- Rasulullah, sesungguhnya Allah yang
- menghidupkan kalian. Coba kalian
- bertanya, siapa yang menghidupkan
- kalian?
- TMA yumitukum. Kemudian kelak Allah juga
- yang akan mematikan kalian. Tumma
- yajmaukum yaumilqiamah. Kemudian kelak
- Allah akan mengumpulkan kalian ila
- yaumilqiamah
- menuju hari kebangkitan manusia.
- Laa fi tidak terdapat keraguan padanya.
- Walakin aksarasi la ya'lam. Tapi
- kebanyakan manusia ini tak
- berpengetahuan dan tak berilmu. Kalau
- mereka ragu akan hari kebangkitan, coba
- tanya siapa yang menghidupkan mereka?
- Apakah mereka? Orang-orang tua mereka.
- Sungguh betul-betul mereka sedikit pun
- tak berilmu.
- Walillahi mulkus samawati wal ard. dan
- kepunyaan Allah
- kerajaan langit dan bumi. Waum taquumus
- saatu yaumaid yaksarul mubtilun. Dan
- ketika
- hari kebangkitan datang, saat yang
- dijanjikan Allah, pada saat itu
- mereka-mereka yang tenggelam dalam
- kebatilan, bergelimangan dosa, mereka
- betul-betul berada dalam kondisi yang
- penuh kerugian
- karena mereka tak memiliki bekal untuk
- menghadapi hari tersebut. Seluruh bekal
- mereka habiskan dalam kehidupan dunia.
- Adhabtum thyibatikum fiatikum dunya.
- Kalian hambur-hamburkan kesenangan
- kalian dalam kehidupan dunia.
- Watar kulla ummatin ja. Dan kamu
- menyaksikan setiap umat dalam keadaan
- berlutut.
- Kullu ummatin tuda ila kitabiha. Setiap
- umat dipanggil
- untuk menerima kitabnya.
- Alyyauma tujzauna ma kuntum tamalun.
- Pada hari ini kalian akan dibalas sesuai
- dengan apa yang dahulu kalian perbuat.
- Karena hari ini bukan hari beramal, hari
- pembalasan. Jadi kalian akan terima
- balasan sesuai dengan apa yang dahulu
- kalian lakukan. Lalu apa yang telah
- kalian lakukan dalam kehidupan dunia
- ini?
- Hadza kitabuna yantiqu alaikum bilhaq.
- Dan inilah kitab kami yang bertutur
- kepada kalian menuturkan semua amal
- perbuatan kalian baik yang kecil maupun
- yang besar. bilhaq dengan [tertawa] hak
- tanpa ada sama sekali apa baik itu
- penambahan maupun pengurangan semua amal
- kalian hadir seperti yang diungkapkan
- dalam suratul Kahfi
- ketika mereka menyaksikan kitab amal
- mereka
- ya wailatana mahadal kitabi la
- yodiruiratan
- w kabiratan illa ahsaha waajadu ma amilu
- fi hadir
- Mereka berkata, "Aduh, hai celakanya
- kami. Mengapa kitab ini tak meninggalkan
- sedikit pun apa yang pernah kami
- kerjakan, yang kecil maupun yang besar."
- Mereka menjumpai semua amal perbuatan
- mereka hadir di hadapan mereka.
- Orang yang beriman
- tak luput dari kesalahan, tapi mereka
- berharap dari ampunan Allah. Di dunia
- mereka banyak beristigfar,
- mohon ampun juga bertobat kembali
- kepadanya. Ini merupakan harapan yang
- mereka harapkan.
- Sedangkan mereka yang mengikuti hawa
- nafsu mereka, lupa kepada Allah, sedikit
- pun mereka tak memiliki percik harapan.
- Karena hidup mereka semata-mata untuk
- kehidupan dunia ini.
- Hadza kitabuna yantiqu alaikum bilhaq.
- Inilah kitab kami yang bertutur kepada
- kalian menjelaskan semua amal kalian
- bilhaq.
- Tidak perlu kalian berbicara,
- tak perlu kalian membaca, tapi kitab
- tersebut akan berbicara kepada kalian
- dengan hak. Kalau dahulu kita memahami
- kata kitab itu adalah
- lembaran-lembaran yang berisikan tulisan
- yang tersusun.
- Tapi di belakang hari kita menemukan
- ternyata manusia tidak perlu lagi mereka
- menulis
- di atas lembaran kertas.
- Tapi melalui apa? Melalui
- tablet ya. dengan sedikit memori mampu
- untuk menampung sekian banyak buku. H
- bahkan bukan hanya sekedar tulisan mampu
- untuk menunjukkan rekaman baik itu suara
- maupun apa baik itu audio maupun visual
- semua nampak dengan jelas. Nah, di hari
- kalimat di hari kemudian nanti kalian
- tidak perlu membaca tapi kitab yang
- Allah mencatat amal perbuatan kalian ini
- akan bertutur kepada kalian bilhaq.
- Bukan hanya sebatas suara, tapi semua
- penampilan kalian pada saat kalian
- melakukan pekerjaan, semua ditampilkan
- oleh Allah hingga kalian tak mampu lagi
- untuk berdusta.
- Hza kitabuna
- yantiqu alaikum bilhaq. Inna kunna
- nastansiku ma kuntum tamalun.
- Sesungguhnya kami menyalin merekam semua
- yang dahulu kalian perbuat.
- Faammalladzina amanu wa amilus shihat
- fayudkiluhum rbuhum fi rahmatih.
- Adapun orang-orang yang beriman yang
- mengerjakan amal saleh maka Allah
- masukkan mereka ke dalam rahmatnya.
- Dalika
- hual fauzul adzim. Itulah kelulusan,
- kesuksesan, keberuntungan yang amat
- nyata.
- bukan kedudukan, bukan harta, bukan
- gelar, bukan kekayaan dalam kehidupan
- dunia, tapi lulus dari hisab dan ujian
- Allah Subhanahu wa taala dengan ampunan
- dan rahmatnya yang memasukkan kita ke
- dalam surganya. Itulah keberuntungan
- yang sebenarnya.
- Wa ammalladzina kafaru afalam takun
- ayati tutla alaikum fastakbartum wauntum
- mujrimin.
- Adapun orang-orang yang ingkar dan
- kafir, Allah mengajukan pertanyaan
- kepada mereka, "Bukankah ayat-ayatku
- telah dibacakan kepada kalian?"
- "Fastakbartum, tapi kalian menyombongkan
- diri di hadapan ayat-ayat Allah."
- Wauntum qumam mujrimin. Dan kalian
- benar-benar merupakan kaum yang
- betul-betul apa? tenggelam dalam
- kejahatan,
- tenggelam dalam dosa. Kalau orang Yahudi
- mengatakan nahnu abnaullah wa ahibbauh.
- Kita ini merupakan anak-anak kesayangan
- Allah dan kekasih.
- Kaum muslimin juga banyak yang berdalih
- dengan hal seperti ini. Ada yang
- berdalih dengan nasabnya seperti
- orang-orang Yahudi yang merasa bangga
- dengan nasab mereka.
- Ada juga yang merasa bangga ya dengan
- ilmu mereka.
- juga dengan leluhur mereka yang berasal
- dari kalangan mulia.
- Mereka tidak khawatir terhadap apa-apa
- yang mereka perbuat dengan harapan nanti
- Rasul akan memberikan syafaat kepada
- mereka. Oleh karena itu, banyak
- orang-orang merayakan dan memperingati
- Maulid Nabi bukan untuk menghidupkan
- spirit dakwah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. menumbuhkan
- kecintaan yang akan menyatukan kita
- dengan rasul dalam kehidupan kita.
- Tapi yang mereka lakukan dengan
- mengharapkan syafaat, berangan-angan
- dengan merayakan maulid, mereka akan
- mendapatkan syafaat dari Rasul. Padahal
- kalau mereka betul-betul mencintai
- Rasul, tumbuhkan dalam jiwa mereka
- kecintaan kepada Rasul. Ruh dan spirit
- dakwah Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam mengikuti jejak langkah
- beliau. Ini yang Allah perintahkan. Ini
- juga yang diserukan oleh Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah pada ayat ee 28.
- Watara kulla ummatin jatih. Kita lihat
- di sini. Dan engkau menyaksikan setiap
- umat dalam keadaan berlutut. Kalau kita
- bandingkan dengan apa yang dalam surat
- Maryam ya yang Allah Subhanahu wa taala
- biarkan berlutut dalam api neraka
- jahanam adalah orang-orang yang kafir.
- Orang-orang yang
- yang kafir. Nah, kelihatannya kulla
- umatin di sini bukan menyakup mencakup
- semua ya ee manusia termasuk orang yang
- beriman. Tapi maksudnya setiap umat yang
- ingkar dan durhaka kepada Allah
- Subhanahu wa taala, Allah biarkan mereka
- berlutut di sekeliling api neraka
- jahanam dalam ketakutan dan menerima
- balasan yang
- sesuai dengan perbuatan yang mereka
- lakukan dalam kehidupan dunia. Kalau
- kita baca ayat-ayat Allah, jelas,
- mudah untuk dipahami, memberikan
- motivasi dan peringatan bagi orang yang
- beriman dan menjadi hujah Allah atas
- mereka-mereka yang hidup bergelimangan
- kejahatan. Oleh karena itu, kita
- ingatkan diri kita, saudara kita, kaum
- muslimin dan muslimat juga kita ingatkan
- kepada para wakil rakyat,
- apa kalian tidak takut kepada Allah
- Subhanahu wa taala?
- Kalian naik
- karena kalian dipilih oleh rakyat dengan
- harapan kalian mewakili mereka. Sekarang
- kalian tidak mewakili rakyat, tapi
- kalian mewakili kepentingan kalian, elit
- politik,
- partai, oligarki.
- Apa yang kalian perbuat semua dicatat
- oleh Allah. Allah Subhanahu wa taala
- akan tampilkan nanti di hadapan kalian
- pada layar yang akan menampakkan semua
- perbuatan kalian. Bahkan isi hati kalian
- akan diungkapkan oleh Allah. Sumpah
- serapah kalian takkan berguna.
- Kesombongan kalian tak akan
- menyelamatkan kalian pada hari tersebut.
- Kalau kalian tidak bertobat, kalian akan
- berlutut di hadapan api neraka jahanam.
- Begitu juga para pejabat, baik itu para
- menteri, begitu juga kepala negara,
- begitu juga para ulama. Mari
- bersama-sama kita kembali pada Allah
- demi keselamatan kita. Saya menyampaikan
- hal ini tanpa mengharapkan sedikit pun
- keuntungan bahkan perhatian dari kalian.
- Alhamdulillah Allah Subhanahu wa taala
- yang telah melimpahkan nikmat
- karunia-Nya.
- Jadi jangan kalian senang dengan
- kepingan dunia yang ada pada kalian.
- Dengan juga wewenang yang kalian miliki.
- Kelak kalian akan ditanya oleh Allah. W
- tusalunna yaumaidin anin naim. Dan
- secara khusus kepada Ibu Menteri
- Keuangan.
- Hati-hati terhadap
- pertanggungjawaban kamu di hadapan
- Allah.
- Kamu tidak akan hidup lama. Sebentar
- lagi akan datang panggilan Allah
- Subhanahu wa taala. Jangan sampai Allah
- permalukan kamu dalam kehidupan dunia
- dan permalukan kamu dalam kehidupan
- akhirat nanti. Kedudukan yang kamu
- miliki saat ini tidak akan sama sekali
- mampu melindungi kamu. Oleh karena itu,
- sebelum terlambat mari bersama-sama saya
- termasuk kita bertobat pada Allah
- Subhanahu wa taala. Semoga Allah
- subhanahu wa taala memberikan hidayahnya
- kepada kita, membimbing kita dengan
- akhir umur kita ini untuk mengerjakan
- amalan-amalan saleh yang Allah Subhanahu
- wa taala ridai. Demikianlah ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah, renungan
- kita
- mudah-mudahan bermanfaat bagi saya
- pribadi, bagi para pendengar menjadi
- peringatan bagi kita [berdehem] semua.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee terima kasih Ustaz untuk
- kajian tafsirnya tadi dimulai dari ayat
- 14 Ustaz ya. Tadi kita ulang sedikit ya
- mengulang pertemuan sebelumnya sampai
- ayat ke-28 Ustaz ya.
- Iya. Insyaallah kita nanti mulai apa
- namanya
- dari walillahi mulkus samawati ayat 27
- insyaallah kita akanulang
- izin ustaz ada satu dua pertanyaan saya
- gabungkan ustaz dan sebetulnya barusan
- sudah disinggung juga ustaz dari Pak
- Khairuddin di Bekasi
- dan juga Ibu Ratna di Sukabumi. Ustaz,
- saya gabungkan saja. Ini pertanyaannya.
- Ee setelah mendengar kajian ee tafsir
- yang Ustaz sampaikan, saya jadi teringat
- ya para pemimpin dan pejabat di negeri
- ini seperti sudah tertutup hatinya dan
- dibiarkan tersesat oleh Allah. K ustaz
- menurut saya sistem yang sistem yang
- menjadikan masyarakat ini tidak ada
- pilihan lagi selain memilih hasil
- pilihan para elit, para oligarki,
- siapapun calon pemimpinnya di Pilpres
- ataupun di Pilkada-pilkada.
- Rakyat dimiskinkan, dipelihara
- kemiskinannya dengan berbagai cara di
- atas para elit seolah berebut gonimah
- dengan mengeru kekayaan negeri ini.
- Korupsi meraja lela. Nah. Nah, apakah
- masih ada harapan untuk bangsa ini lepas
- dari belenggu kecemasan, bukan keemasan
- katanya. Ulah dari para elit di atas.
- Nah, ini dari Pak Kirudin. Sedangkan
- dari Bu Ratna singkatnya. [berdehem]
- Apakah ini juga bisa menjerat para ee
- alim dan ulama, Ustaz, yang menjadikan
- hawa nafsunya itu sebagai Tuhannya?
- Demikian, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna.
- Kalau kita saksikan fenomena yang
- digambarkan tadi oleh Pak Ibu Ratna di
- Sukabumi sama Bapak Khairuddin,
- Pak Khairudin
- sebetulnya ini merupakan
- fakta realita yang kita saksikan saat
- ini.
- Baik itu para penguasa, pejabat,
- begitu juga elit partai,
- bahkan juga melibatkan para ulama.
- Ulama yang tidak lagi menyampaikan
- pesan-pesan Allah.
- Pesan-pesan Allah Subhanahu wa taala
- yang harusnya sampai kepada umat dengan
- membacakan ayat-ayat Allah dianggap ini
- merupakan penyimpangan.
- Saya saksikan dari sebagian ulama
- sendiri di saat kita membacakan
- ayat-ayat Allah untuk memberikan
- peringatan,
- ternyata menghadapi penentangan.
- Karena apa? Karena begitu mereka
- mendengarkan ayat Allah Subhanahu wa
- taala, hati mereka sebetulnya penuh
- ketakutan dan kegelisahan.
- Waidza zukirallahu wahdahusmaazzat
- qulubuladzina la yminuna bil akhirah.
- Waidzairalladina min dunihi id hum
- yastabsirun.
- Kalau disebutkan nama Allah, dibacakan
- ayat-ayat Allah, langsung orang-orang
- yang tak beriman kepada hari akhirat,
- hati mereka merasa muak dan jijik. Tapi
- kalau disebutkan selain Allah, langsung
- mereka bergembira. Luar biasa.
- Ini fenomena yang kita jumpai saat ini
- di mana ulama sibuk menyampaikan
- pesan-pesan mereka
- yang tidak terhubung dengan ayat-ayat
- Allah Subhanahu wa taala. Banyak dari
- mereka bahkan menyampaikan
- doktrin-doktrin kelompok dan golongan.
- Alhamdulillahirabbil alamin.
- Sedangkan pesan Allah yang disampaikan
- Rasul sepanjang hidup Rasul selama 23
- tahun [mendengus] hampir dikatakan
- jarang kita mendengar.
- Oleh karena itu, tidak heran kalau kita
- saksikan bagaimana sebagian ulama ini
- berkolaborasi
- dengan penguasa,
- dengan elit partai, dengan oligarki.
- Karena apa? Karena melalui hubungan ini
- mereka bisa membangun sekolah mereka,
- mensejahterakan hidup mereka, bisa cepat
- memberikan penampilan yang memukau,
- terpedaya dengan kehidupan dunia. Tapi
- kalau mereka menyampaikan pesan Allah
- Subhanahu wa taala, mereka merasa
- dijauhi. Pengikut mereka juga apa? Tidak
- sebanyak mereka-mereka yang mengikuti
- ahli dunia. Karena manusia condong pada
- dunia.
- [mendengus]
- Oleh karena itu kalau ada pesan-pesan
- Allah, peringatan-peringatan yang
- disampaikan dalam media sosial mereka
- yang mereka saksikan langsung mereka
- aliwati.
- Tapi kalau ada humor, tawa, atau hal-hal
- yang lucu atau katakanlah hal-hal yang
- kembali kepada apa? Kepada katakan ee
- gaya hidup,
- saksikan coba
- para penonton mereka begitu banyak. Jadi
- sebetulnya ini bukan hanya melibatkan
- pejabat di atas, bukan hanya melibatkan
- juga oligarki,
- melibatkan juga elit partai, tapi ini
- betul-betul apa? Marwah yang telah
- hilang bahkan dari ulama dan kiai
- bersama-sama ya mereka bekerja sama
- untuk betul-betul melupakan umat dari
- Allah. Nah, kita harapkan melalui media
- kita radio silaturahmi yang mengajak
- bersama-sama untuk membangun umatan
- wahidah kembali kepada Allah, setia
- terus menyampaikan pesan Allah. Tidak
- sama sekali dipengaruhi oleh kepentingan
- keuntungan pribadi atau kelompok, tapi
- menyampaikan pesan Allah dengan tulus
- sebagaimana yang Rasul lakukan juga
- diikuti oleh para keluarga dan sahabat
- Rasul. kita ingin bergabung, berkumpul
- bersama kafilah mereka. Jadi apa yang
- dikatakan Bapak Kirudin Ibu Ratna ini
- merupakan kenyataan di hadapan kita tapi
- bukan berarti tidak ada harapan.
- Nah, kita yang tahu hal ini. Jangan
- pernah kita berkumpul, berkolaborasi
- dengan mereka. Jangan tertipu dengan
- apa-apa yang mereka tampilkan dalam
- kehidupan dunia.
- Tetap dalam kebenaran. Karena saya
- khawatir kalau amar makruf berhenti,
- orang mengajak kepada yang mungkar
- bersama-sama, yang akan turun azab
- Allah. Begitu azab turun bukan hanya
- menimpa orang-orang yang berbuat
- kejahatan, orang yang tidak berbuat
- jahat juga berkumpul bersama mereka akan
- menyebabkan azab mengenai mereka juga.
- Walauinaamuakunar.
- Jangan kalian rukun kepada orang-orang
- yang zalim. Akhirnya walaupun kalian
- tidak mengerjakan apa yang mereka
- perbuat, duduk berkumpul bersama mereka
- menyebabkan azab Allah juga sebagaimana
- menimpa mereka akan menimpa kalian.
- Nah, kita tinggal menunggu keputusan
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Apakah Allah yang akan turun tangan?
- Apakah umat melakukan perbaikan hingga
- kita selamat dari azab Allah? Tapi bagi
- orang yang ingin selamat, jangan pernah
- duduk-duduk berkumpul bersama orang yang
- zalim. Oleh karena itu, jangan
- mengharapkan pemberian pejabat baik
- untuk sekolah kita, pesantren kita,
- fasilitas. Jangan berharap dari mereka.
- Karena uang yang mereka berikan dengan
- penyalahgunaan wewenang adalah uang yang
- diharamkan Allah Subhanahu wa taala.
- Lebih baik kita menikmati nikmat Allah
- dengan penuh ketenangan dari yang halal.
- Walaupun hanya sedikit
- yang di hari akhir nanti walal akhiratu
- khairul laka minal ula w saufa ytika
- rbuka. Oleh karena itu,
- peringatan-peringatan dan demo-demo ini
- sebetulnya merupakan apa? Peringatan.
- Kalau seandainya mereka tidak sadar
- bahwa perbuatan mereka telah
- menyengsarakan bangsa, merusak negara,
- maka Allah yang akan turun tangan. Dan
- contoh-contoh dari umat sebelum kita
- telah begitu jelas. Semoga Allah
- selamatkan kita, bangsa kita,
- dan berikan hidayah kepada para pemimpin
- kita.
- Amin ya rabbal.
- Hidayah Allah Subhanahu wa taala terbuka
- bagi siapapun. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih jazda qad
- kirinas
- atas kajian tafsirnya, penjelasannya,
- uraiannya juga tadi jawaban dari ee
- pertanyaan dari Pak siapa tadi lupa. Pak
- Khairuddin dan Bu Ratna ya. Terima kasih
- Iwanawat yang sudah mengirimkan pesan
- singkatnya juga. Ada Bu Ani, kemudian
- Pak Aji Pratikno keren Rasil mah
- katanya. Saya salut Pak Arwin juga
- semoga Pak Ustaz dan pejuang dakwah
- serta para pendengar radio Rasil selan
- sehat walafiat serta dalam lindungan
- Allah. Terima kasih. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Terima kasih katanya atas
- tausiah dan nasihatnya Ustaz.
- Demikian ikhwan akhwat. Terima kasih
- atas kebersamaannya. Insyaallah kita
- bertemu kembali di lain kesempatan dalam
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama Ustaz Husin Al Atas. Saya Rizal
- Hak dan juga teman-teman yang sudah
- tugas nih dari pagi ada Bang Ondi
- Saputra dan juga Alghifah Roji undur
- diri subhanaka wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfirik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakat
- warahmatullah wabarakatuh.