Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:29 Ha. 1:32 [Musik] 1:52 Ehm warahmatullahi wabarakatuh. 1:55 Allahumma sholli ala sayidina Muhammad 1:57 wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 1:59 kita berjumpa lagi hari ini hari Rabu 2:02 tanggal 1 November 2023 atau tanggal 2:06 17 Rabiul Akhir 1445 Hijriah. Kita jumpa 2:10 lagi dalam acara tamu kita. Tamu kita 2:14 nih sangat istimewa. Siapkan sama 2:17 kertas. Kami nanti akan membacakan apa 2:20 namanya nomor HP beliau ya. Kalau mau 2:21 kontak-kontak beliau ini boleh dibilang 2:23 seorang inovator ya, penerus penemu 2:27 fondasi sarang laba-laba. Pencipta itu 2:30 ee Pak Sucipto tapi beliau meneruskan 2:33 dan 2:34 mengembangkannya. Banyak 2:36 penemuan-penemuan 2:37 yang dibuat oleh tamu kita ini luar 2:40 biasa. 2:42 Eh, mereka juga bikin bikin cerucuk 2:44 bearing eh mikrofile. Kemudian e bik 2:48 bisa bikin bangunan di tanah gambut. 2:52 Nah, seperti apa itu? Itu ada PSD, ada 2:55 saluran vertikal, pokoknya nanti 2:57 macam-macam ya. Untuk Anda yang senang 3:00 dengan bangunan, konstruksi-konstruksi, 3:01 dengerin acara ini. Beliau 3:05 lahirnya di mana tadi tuhnya? Di 3:08 Jombang, ya? Jombang. Di Jombang. di 3:11 Jombang ee tanggal 12 Maret tahun '6, 3:15 SD-nya di Jember, SMP sampai S1 di 3:18 Surabaya di ITS teknik sipil, kemudian 3:21 manajemen di mana-mana lah. Beliau ee 3:25 sering bersentuhan dengan pemerintah, 3:28 dengan orang pemerintah, tapi bukan di 3:30 sisi politiknya, tapi di segi bagaimana 3:33 nih buat jalan, buat bangunan supaya 3:36 kuat. Kadang-kadang ditawarkan harganya 3:38 meang lebih mahal tapi kuat. 3:41 Kadang-kadang pemerintah lebih memilih 3:42 yang agak murah, tapi staan sudah rusak, 3:45 harus ngeluarin biaya lagi. Oke. E 3:49 namanya Ir. Muhammad Kris Suyanto. Kalau 3:54 misalnya di acara TV-TV konvensional 3:57 mungkin nama acaranya Chris and Chris. 3:59 Nah, Chris and Chris 4:01 Show kalau di TV konvensional. 4:04 Asalamualaikum Pak Kris. Waalaikumsalam 4:08 warahmatullahi wabarakatuh. Ini 4:10 masyaallah kondisi kakinya padahal 4:12 kurang sehat ya, tapi hobinya naik 4:14 gunung. Udah gua Gunung 4:18 Semeru. Apa enaknya naik gunung? Saya 4:21 juga hobi naik gunung. Sama sama Rocky 4:23 Grung hobinya naik gunung. Ya senang aja 4:26 lepas rajah. Saya dulu di Puapala 4:28 putra-putri pencinta alam. Kalau bagus 4:32 apa? Apa klub klub pencinta alam ya? 4:34 Namanya Himapala kalau enggak salah kan 4:35 saya. Himapala Himpunan Mahasiswa 4:37 Pencinta Alam ya. Nah betul. Kalau di UI 4:41 kan ada mapalan di betul di UTB itu ada 4:44 Wanadri ya sama Abak Iwan. 4:48 Oke 4:49 ya kita mulai dari ini a pondasi sarang 4:53 laba-laba ini penemunya adalah Bapak 4:56 Sucipto ya. Jadi penerusnya nih 4:58 penemunya adalah ee Pak Kris. Pak Kris 5:02 pernah pernah diskusi sama Pak Sucipto 5:04 ya. Pernah penemunya yang sudah 5:06 meninggal ya almarhum ya sudah 5:07 meninggal. He. Jadi memang 5:09 tahun ee 8 Iya. sampai tahun 2000 kita 5:16 sering berkomunikasi dengan beliau 5:18 karena saya memang sempat jadi murid 5:21 beliau. He ya. Ee belajar banyak tentang 5:25 pemikiran-pemikiran beliau terutama 5:27 tentang engineering karena beliau 5:29 seorang insinyur juga insirer bangunan. 5:33 Ee dulu kalau ke tempat beliau itu 5:36 sering bersamaan dengan Mas Pramono 5:37 Anom. Pramonoom diskusi tentang politik. 5:41 E saya diskusi tentang engineering. 5:45 Saya cukup lama dengan beliau dan di ada 5:48 Pak Riantori yang dipercaya beliau di 5:50 dalam mengembangkan usaha ee sarang 5:52 laba-laba ini. Hanya mungkin tidak 5:55 terlalu mulus. Akhirnya saya ngundurkan 5:58 diri tahun 6:01 2000 2003 saya ambil alih he atas 6:05 permintaan Pak Cipto supaya bisa 6:07 dikembangkan karena Pak Cipto khawatir 6:10 penemuannya ee masuk museum karena 6:13 dianggap bahwa saya cukup menjiwai 6:16 penemuan ini. Ya, mungkin mungkin 6:18 anggapan beliau begitu ya. 6:21 Bedanya apa pondasi sarang laba-laba 6:25 dengan pondasi cakar ayam? Apa sih 6:27 bedanya? Sama-sama pondasi dangkal. He 6:30 ya. Hanya sarang laba-laba 6:33 itu ee sori cakar ayam itu mengedepankan 6:39 ee friction. Friction itu daya lekat 6:42 Heeh. tiang cakar ayam terhadap ee 6:46 lekatan tanah bumi. Pada sistem sarang 6:49 laba-laba di samping mengendalkan 6:52 friction, dia juga mengandalkan keker 6:55 apa? Kekakuan. Hm. Ee uniknya untuk 7:00 mendapat kekakuan tuh biasanya perlu 7:02 material yang tebal atau kuat dan 7:03 sebagainya. Pada seang laba-laba justru 7:06 materialnya minim tapi kekakuannya 7:08 tinggi. Arti dari segi ekonomi lebih 7:10 murah ya. Iya. sarang ee sarang 7:12 laba-lawi murah tapi lebih kokoh, lebih 7:15 kuat ya. Murah lebih kokoh karena kita 7:17 mencoba men memadukan tanah menjadi 7:20 kekuatan. Hm. Bukan tempat berpijak. 7:24 Jadi tanah kita fungsikan sebagai bagian 7:26 daripada struktur. Hm. Dan teruji gempa 7:31 9,3 skareter di Aceh 90 eh 2004 kemarin 7:36 ya. Gedung kita ada 35 gedung Utup. Ada 7:39 35 gedung di waktu dibangun sebelum 7:42 gempa. Kita bangun tahun 6. Masih kokoh 7:45 ya? Koko ya di di Padang. Di Padang itu 7:50 buktinya luar biasa ada 21 di kampus 7:53 UNP. Heeh. 21 gedung yang masih berdiri 7:56 tinggal sembilan. Hm. 7:59 Sembilan tuh bersyukur sekali ya. 8:02 Alhamdulillah. Namanya pondasi sarang 8:03 laba-laba. Sebelumnya kita enggak belum 8:06 belum pakai ya. berikutnya itu belum 8:09 lama di Mamuju ada komplek kantor 8:12 gubernur 8:14 ada sembilan gedung satu runtuh heeh 8:18 delapan berdiri setelah ditelusurin 8:21 nyatanya itu memang gedung pertama yang 8:22 belum menggunakan sistem kita lalu yang 8:26 di Palu, kalau kita di pantai 8:28 satu-satunya gedung berdiri itu hanya 8:31 Grand Mall itu sarang laba-laba. Oh, 8:33 sarang laba-laba ya. Iya. Nah, jadi 8:35 banyak contoh-contoh yang menarik bukan 8:39 para ahli Indonesia, tapi justru asing. 8:42 H justru saya lihat antusiasnya 8:46 teman-teman dari luar negeri itu 8:48 terhadap sesuatu yang sarang laba-laba 8:51 ini sangat tinggi. Ya, jadi pengalaman 8:55 saya waktu Aceh yang datang ke kantor 8:58 tuh orang Kanada, orang Jepang, bukan 9:00 bukan bukan orang-orang kita. Jadi 9:02 kadang-kadang luar biasa bersyukur 9:04 sekali saya ketemu teman-teman media 9:06 sudah saya habis-habisan akhirnya 9:08 pemerintah jadi nyari Pak Kris kami 9:10 undang ke sini ya Iwan Danawat kami 9:14 masih bincang-bincang dengan Bapak Ir. 9:16 Kris Suyanto atau Ir. Muhammad ke Kris 9:20 Suyanto. Anaknya tiga perempuan semua 9:23 cantik-cantik, pintar-pintar alim-alim. 9:25 Mereka semua kelulusan dari perguruan 9:28 tinggi negeri. Hebat-hebat semua nih. 9:30 Masyaallah. dikasih makan apa sih nih 9:33 anaknya kok pintar-pintar gitu? Ya 9:35 Allah, kemarin baru pulang dari Ital itu 9:37 ya. Oke, anaknya ee Bapak. Nah, ini ya 9:42 saya minta pendapat Pak Kris ya mengenai 9:46 menara Saida itu apa yang terjadi itu 9:48 Pak? Kenapa itu sampai katanya agak 9:50 doyong itu? Iya. 9:52 Jadi bangunan itu memang kan terdiri 9:57 dari pondasi struktur finishing. Iya. 10:02 Nah, finishing terbagi dari arsitek, ME 10:06 dan lain-lain. Nah, 10:09 pada pondasi substructure istilahnya 10:12 yang umum ya, pondasi pun bangunan bawah 10:15 itu sangat tergantung kondisi tanah. Hm. 10:18 Lah di dalam tanah memang sangat unik. H 10:22 ya 10:24 biasanya kita sebagai civil engineer 10:26 karena mungkin kebenturnya biaya riset 10:30 tanah itu hanya ditentukan beberapa 10:32 titik. He random seharusnya ya mestinya 10:37 paling enggak ya per 25 titik lah ada 10:39 supaya kita tahu persis kondisi. Karena 10:41 pengalaman saya nyebrang sungai H itu 10:44 lain lagi ya. Yang satu waduh yang satu 10:46 itu hanya 10 m tanahnya sudah bagus. Hm. 10:49 Ini sampai 20 m enggak enggak ketemu 10:50 tanah bagus. Hanya bersebelah dengan 10:53 perlakuannya mesti lain tuh ya. 10:56 Saya tidak tahu persis ya karena saya 10:57 enggak dilibatkan di dalam pengkajian 10:59 itu dan beberapa ahli yang partner saya 11:02 diskusi juga enggak banyak tahu. Tapi 11:05 saya yakin karena tanah. Hm. Hm. Karena 11:08 tanahnya. Nah, jadi ada kecerobohan dari 11:10 desain awal. Hm. Nah, apakah enggak bisa 11:14 diperbaikin? Betul. 11:16 Bagi saya sebagai orang civil 11:19 engineer mestinya bisa bisa tanpa harus 11:22 meruntuhkan. Harusnya enggak perlu bisa 11:26 itu ya sangat bisa ya memang mungkin 11:29 costnya jadi mahal atau mungkin ada 11:30 pertimbangan-pertimbangan lain kita juga 11:32 enggak tahu. Itu mungkin jadi di jadi 11:34 bahan diskusi kita di antara engineer 11:36 ya. Kenapa kok enggak diperbaikin ya? H 11:38 koke bodoh banget kita-kita enggak gitu 11:41 loh ya toh. Padahal di beberapa negara 11:45 ada gedung miring malah dipertahankan 11:47 toh tapi memang diamankan biar enggak 11:49 runtuh toh. He. Nah kalau itu dibiarkan 11:52 bisa 11:53 runtuh. Harusnya kalau memang dijadikan 11:55 museum ya sudahlah jadi ada gedung 11:58 miring itu ya diamankan dulu. 12:00 Jangan-jangan dibiarkan begitu aja. Itu 12:02 sangat berisiko. 12:04 Tapi enggak enggak bahaya tuh apabila 12:05 didiamkan terus. Bahaya enggak? Bahaya 12:07 lah. Pasti bahaya. He ya. Bahaya karena 12:11 kita keruntuhan enggak tahu kapan 12:12 terjadinya. Ya Allah ya. Ya. Tapi 12:17 terlalu jauhlah saya nanti jadi keliru 12:19 nanti. 12:21 Oke. Oke. Iwan. Kami masih 12:23 berbincang-bincang dengan Bapak Kris 12:25 Suyanto. Beliau adalah seorang 12:28 inovator. Menemukan apa? banyak banyak 12:32 penemuannya dalam bidang konstruksi ini. 12:35 Ada yang istilahnya cerucuk bearing 12:37 mikrofile. Itu apa itu cerucuk bearing 12:40 microfile. Jadi 12:42 sebetulnya berawal dari pengembangan e 12:44 pemikiran-pemikiran kita karena ngadapi 12:46 project ya. Jadi sarang laba-laba itu 12:49 problemnya settlemen turun. Karena 12:52 pondasi dangkal semua problemnya turun. 12:54 He. Saya pengin pondasi saya enggak 12:56 terlalu turun. bagaimana turunnya enggak 12:58 banyak gimana itu yang yang timbul 13:01 timbul sebagai engineer tantangan. He. 13:03 Lalu saya lihat plastik ini jadi sudah 13:06 jadi masalah dunia. He. Limbah plastik. 13:10 Lah saya coba mencari satu pemikiran ya 13:14 mungkin bahasanya menggunakan 13:17 otak yang tidak biasa apa outot to 13:20 thebok ya mungkin ya mungkin ya. Jadi 13:22 keluar dari kebiasaan ya. Saya pikir ada 13:25 plastik ngerepok jadi masalah. Hm. Nah, 13:29 plastik ini saya pila, saya ambil yang 13:33 cocok, saya 13:35 hancurin, saya cetak jadi tabung-tabung 13:38 udara. Hm. 13:41 Nah, tabung udara ini saya buat untuk 13:43 sementara riset saya gunakan 20 cm. 13:46 Riset kami 20 cm diameternya. Iya. 13:49 Panjangnya kita memang buat 4 m. Heeh. 13:54 ya 4 m. Apakah enggak bisa dibuat 20 m? 13:57 Bisa. He. Oke. Tetapi untuk memudahkan 14:00 pelaksanaan dan sebagainya kita buat 14:02 standar 2 m sampai 4 m. 14:05 Nah, jadi kita tanah yang 14:08 lunak itu problemnya tanah itu kan 14:11 isinya 14:13 udara dan air. Heeh. Lalu tanah. H 14:16 butiran 14:18 tanah air dan udara pada konvensional 14:23 system harus dikeluarkan supaya tanahnya 14:26 padat. Iya. Pada sistem saya air dan 14:30 udara jadi kawan. Oh masyaallah. Itu 14:34 dia jadi kawan. 14:36 Jadi bagaimana tanah gambut atau lunak 14:39 ini 14:41 keras, tegangannya naik supaya bangunan 14:44 dibuat di atasnya aman, jalan atau 14:46 lapangan terbang atau gedung aman tapi 14:50 ringan. Hm. 14:53 Mengapa ambles itu? Karena berat ambles 14:55 gitu lah. Kalau ringan ya enggak ambles 14:57 ya terapung ya. kita ponton kapal induk 15:01 itu kan sesuatu 15:02 yang apa ee bangunan ringan sebetulnya 15:06 yang udara juga isinya ya denganannya 15:09 ya. Nah ya itu yang kita coba akhirnya 15:13 kita temukanlah tabung-tabung udara yang 15:17 kita masukkan ke dalam permukaan tanah 15:19 ini. Tanah gambut dia tidak menancep ke 15:22 tanah. Masuk masuk sampai 4 m 2 m masuk. 15:26 Hm. He. Nah, akhirnya saya ajak teman 15:30 dosen ngobrol-ngobrol, "Yu, mau enggak 15:33 ngambil S3?" Hm. Yuk, kaji ini benar 15:36 enggak pikiran saya ini? Saya coba 15:38 benar, tapi kan kita butuh ilmiahnya 15:40 gitu. Saya kan insinyir lahnya pakai 15:43 sekolah sendiri. Udah, udah, udah. Otak 15:45 saya enggak bisa lagi. Aku enggak mikir 15:48 yang aneh-aneh aja kamu yang sekolah. 15:50 sampai keluar doktor yang mengkaji 15:52 tentang hal ini luar biasa bisa lima 15:55 kali lebih hebat daripada kayu dolken. 15:58 Oh daripada ee terucuk 16:02 bambu dan itu enggak ramah lingkungan. 16:05 Heeh. Dilarang. H gitu loh. Jadi pada 16:09 sistem ini justru solusi. Iya. Ramah 16:12 lingkungan. Rama lingkungan. Nah, banyak 16:14 kejadian di jalan ya, jalan tol Bandung 16:18 Jakarta itu pernah terjadi ambles 16:21 langsung ya Sipularang ya. Iya. Pernah 16:23 terjadi setelah kita telusurin dia pakai 16:26 ada pakai terucuk H beton. Iya. Karena 16:30 beton ini keras, padat, berat, bukan 16:35 mampu menahan beban, malah menarik beban 16:37 itu. Oh, tidak berteman ya. Ya. I jadi 16:40 dia malah bebanin. Heeh. Memberi beban. 16:43 pada sistem bearing micropile justru 16:45 tiang saya ini menjadi energi he 16:49 membantu menjadikan menjadi tanah itu 16:51 lebih kuat bukan lagi membebani tanah 16:54 yang ada gitu loh ya itu jadi 180 16:57 derajat cara berpikirnya mungkin itu 17:00 kata teman-teman inilah baru dikatakan 17:01 inovasi karena e berseberangan dengan 17:04 cara berpikir 17:06 konvensional itu. Oke. Baik. Ee masih di 17:10 acara tamu kita di muko-muko kita lagi 17:13 membuat proyek ada permintaan proyek 17:16 untuk baru pemerintah ini ada kejaksaan 17:19 ya. He tanahnya gambut pusing dia. 17:21 Anggarannya enggak masuk. Anggarannya 17:23 enggak masuk lah. Ketemu kita. Hm. Bener 17:26 aman ini. Coba aja kalau enggak aman 17:28 nanti potong leher saya kaca langsung. 17:30 Berapa luas yang di di 1 hektar? Tapi 17:34 bangunannya sendiri berapa luasnya? Ee 17:37 dia buat perumahan. Heeh. Buat perumahan 17:40 atas tanah gambut ini ya. Iya. Tanah 17:42 gambut. Jadi itu tahun berapa dibuatnya? 17:44 Kenapa? Tahun berapa itu dibuatnya? Baru 17:46 selesai kemarin. Baru selesai. Iya. 17:48 Sejauh ini aman ya. Masyaallah. Kan 17:50 dipakai untuk pagar dulu. Pagar 17:52 keliling. Nah ini tahapan berikutnya 17:55 anggarannya untuk halamannya. He ya. 17:58 Awalnya juga apa ini kok orang dimasukin 18:00 tabung-tabung ke tanah itu apa ini. 18:02 Penasaran begitu juga kuat banget ya. 18:05 Penasaran. H begu alat 18:09 berat dorong ini 5 ton. He ketarik. Iya. 18:14 Jadi itu pada kedalaman 2 m aja beg 18:17 terangkat. Hm. Begitu kuatnya kuatnya 18:21 tekangan dari bawah. 18:23 Oh. Malah terangkat ya ke atas ya. Iya. 18:25 Karena kan ini kan nahan betul yang di 18:27 tanah ini. Bu. Oh oke. Jadi harusnya kan 18:30 begu kalau pakai ini kan enggak 18:31 terangkat karena dia nekan enggak kuat 18:33 ya. Pantatnya enggak angkatlah. Oh. Hm. 18:37 Gah. Jadi kesimpulan saya satu titik ini 18:39 sudah 5 ton. Mampu 5 ton padahal costnya 18:44 jauh lebih murah daripada konvensional 18:45 yang ada kecuali dengan bambu dan 18:47 dolken. Nah, bambu dolken kan enggak 18:50 ramah lingkungan lah. Mestinya kita 18:51 harus ngurangiah makanya si anak saya 18:54 nomor tiga itu masuk ke hutanan dulu 18:56 karena penginnya penginnya bapaknya kan 18:59 masa kita mau ngerusak hutan terus ini. 19:03 Subhanallah. 19:05 Oke, Iwan Danawat. Eh, kami masih 19:07 berbincang-bincang 19:09 dengan Ir. Kris Suyanto, tapi dia enggak 19:12 mau dibilang 19:13 insinyur, penerus penemu 19:16 pondasi ee sarang laba-laba dan juga 19:20 beliau seorang inovator. Banyak 19:21 penemuan-penemuan yang yang dia temui 19:24 ya, yang dia ee karyakan. Eh, Bapak juga 19:28 pernah menemui Pak Anis pas waktu ketika 19:31 beliau jadi gubernur ya untuk konsep 19:33 supaya mencegah banjir seperti apa itu? 19:36 Jadi sebetulnya enggak Pak Anis 19:38 itu kalau panggil saya inventor. 19:42 Inventor. Kenapa? Ya mungkin karena 19:46 sama-sama dulu kan kita dalam satu 19:49 organisasi X HMI toh. Hm. Pak Anis kan 19:52 dulu aktif di HMI juga. Nah, saya aktif 19:55 enggak, tapi pernah 19:57 terdaftar biar banyak 19:59 teman. Nah, akhirnya waktu beliau 20:03 rektor, kita pernah 20:06 ngobrol-ngobrol, beliau menteri ya cara 20:09 ya minta pendapat kitalah cara-cara saya 20:12 bilang ya pendidikan di republik ini 20:15 harus banyak inovasi, 20:16 perubahan-perubahan yang harus dilakukan 20:18 dalam rangka mengejar ketertinggalannya. 20:21 Nah, saya sempat ngomong gitu lah. Jadi 20:24 saya memang selalu bicara inovasi lah. 20:26 Dia tahu saya punya sarang laba-laba ee 20:29 Pak Inventor gaklah saya pemimpi. Saya 20:32 bilang gitu. Nah, di situ setiap 20:35 pertemuan ada ada kesempatan ketemu 20:37 ngobrol waktu menteri beliau menteri itu 20:39 kita sempat ngobrol beberapa kali ya. 20:43 Lalu terakhir ada pesta kawin. Saya 20:46 sudah sakit masih dat ki roda waktu itu. 20:49 Pak Anis lihat saya. H turun dari 20:52 ngucapi selamat kepada mempelai berdua 20:54 itu. Heh Mas Kus. Wah langsung ini Bapak 20:56 inventor kita. Wah ngobrol Mas Kis 20:59 Jakarta banjir apa yang Mas Piano B. 21:03 Saya langsung cerita Pak Anis. Pak Anis 21:05 kan pintar ngaji. Ya bilang gitu 21:07 daripada saya baru belajar saya bilang 21:09 gitu. Wah enggaklah benar kan Tuhan 21:12 perintahkan air dimasukkan ke dalam 21:14 perut bumi. Heeh. Lalu maksudnya apa? 21:17 Saya punya VSD. He gitu lah. Di situlah 21:21 waktu pidato kok Pak Anis ngomong ini 21:22 wah tajam juga ini 21:24 orang masuk mungkin dia buka Quran dia 21:27 mungkin benar omongannya Kris kan gitu 21:29 dia mungkin ya lah. Jadi berawal 21:32 pemikiran saya memang saya 21:34 penasaran setiap terjadi 21:36 banjir banjir segini aja orang geger 21:39 sudah kerugiannya enggak karuan ke ini 21:42 Nabi Nuh dulu gimana Tuhan buang airnya. 21:44 Ya, itu penasaran teman-teman bilang lu 21:47 itu enggak ada pikiran lain. Terus mikir 21:48 yang lain. Kamu mikirin banjir. Ngapain 21:51 kamu cerita Nabi Nuh? Ya tertarik aja. 21:53 Heeh. Ya, tarik 21:56 aja. Akhirnya kok tanpa disengaja saya 21:59 baca di Quran. Arti Quran tu mengatakan 22:03 bahwa hai bumi telanlah air. Hm. Hai 22:06 bumi telan telan air. Ya, 22:09 itu saya lupa surat apa tapi yang ingat 22:12 ayatnya 44. Ya, saya ingat sekali itu. 22:15 Nah, 22:17 di situ penasaran mengapa kok bumi suruh 22:19 nilan air. He. Biasanya bumi itu 22:24 menyerap air karena untuk kebutuhan he 22:27 makanan tanaman. He. Nah, baru kita coba 22:31 buka-buka literatur. Biasanya saya 22:33 ngerti ilmu tanah kan hanya untuk 22:34 mencari kekuatan. Iya. 22:36 Ini bicaranya lain lagi. Ah, nyatanya 22:41 pada lapisan permukaan itu memang 22:43 menyerap. Iya. Tujuannya supaya tanaman 22:46 yang di atasnya bisa hidup. Iya. Begitu 22:50 pada lapisan tertentu he itu sudah 22:52 memang ditarik air ini ke dalam perut 22:55 bumi. Tapi kelebihan lagi keluar ke atas 22:58 airnya. Artesis itu air sampai keluar ke 23:01 atas. Jadi ada jebakan air yang tertekan 23:05 cukup tinggi yang air bisa ke atas ya 23:08 memang cukup dalam biasanya lah. Kami 23:10 mencari pada posisi lapisan akuiver. He. 23:15 Nah, lapan akuiver itu kalau di DKI ini 23:17 60 sampai 90. Tapi di Bandung belum lama 23:21 kami punya kegiatan uji coba dengan PU 23:24 pada kedalaman 11 m pun sudah ketemu 23:28 tapi belum maksimal. 23:30 ee kedaman 50 kami sudah kesulitan 23:33 karena batu bebatuan yang enggak bisa 23:35 ditembus lagi dengan alat bor. Akhirnya 23:38 enggak terlalu berhasil. Di Jakarta itu 23:40 rata-rata yang kami coba di Antasari 23:43 kena jalan jalan layang itu sekarang. 23:45 Iya. Enggak terpakai lagi. Jakarta itu 23:48 dulu sudah ada jembatan Antasari itu 23:49 banjir ya. Kita ada 11 atau 17 titik 23:52 saya lupa. He. 1 menit itu 1000 liter. 23:55 Hm. Air bisa ketelan. 23:59 Tapi di Bandung kemarin saya enggak 24:00 terlalu berhasil. Itu sudah sudah 24:02 dilaksanakan ya. Sudah sudah. Ini justru 24:04 era Pak Jokowi Gubernur ya. Tapi belum 24:07 mujur begitu proyeknya pakai orang lain 24:09 lah 24:12 dan ee kurang bagus sekali mungkin 24:14 enggak 24:16 enggakak bagusak bagus ya. Itulah ini 24:20 sekarang insyaallah saya nyekolahkan 24:23 orang bukan nyekolahkan ya saya motivasi 24:25 kita carikan sumber dana beasiswa dan 24:27 sebagainya untuk ngambil apakah benar 24:30 asumsi saya bahwa di lapangan benar 24:33 bahwa bumi ini saat musim hujan ya tak 24:36 masukkan tak titipkan bumi airnya saat 24:39 musim kering aku minta hm aku keluarkan. 24:42 Nah, itu mungkin nanti ke depan bisa 24:44 untuk saat musim kering gini bisa untuk 24:46 nyiram tanaman dan sebagainya dan 24:48 sebagainya. Untuk kebutuhan kita pasti 24:50 ada filter tersendiri supaya bisa 24:51 diminum dan sebagainya. Ini memang cukup 24:54 menarik. menarik. Dan menurut 24:58 si S3, mahasiswa S3 si Ibu Retno ini, 25:02 Mbak Retno 25:03 ini ee restu sori, Mbak Restu ini waktu 25:07 dia buka di jurnal internasional 25:09 satu-satunya di dunia cara berpikiran 25:12 ini dan responnya sangat luar 25:15 biasa. Sama dengan bearing mikropel tadi 25:18 belum ada di dunia, ini baru 25:19 satu-satunya di Indonesia ya, termasuk 25:23 sarang laba-laba. 25:25 itu berapa lama Bapak mengadakan itu? 25:28 Kalau risetnya enggak lama sebetulnya, 25:31 Pak ya. mungkin 10 tahunan, 5 10 25:33 tahunan, tetapi penasarannya kan sudah 25:35 cukup lama gitu loh. 25:37 Jadi baru ketemu terakhir toh ya 25:41 kita ya mungkin saya mujur aja begitu 25:45 lulus kuliah dengan dosen saya, saya 25:48 pindah 25:50 ketemu bos saya seorang bule eh orang 25:53 Indonesia, dosen, istrinya bule. Heeh. 25:56 Saya dimasukkan dalam tim tentang 26:00 pengembangan ee teknologi. Hm. Beliau 26:04 dari orang Rusia. Ibu ini jenit saya 26:06 ingat sekali. Saya enggak tahu mengapa 26:08 saya dimasukkan di situ. Itu mungkin 26:10 yang melatih melatih 26:13 saya. Akhirnya mengapa tertarik ke Pak 26:15 Cipto? Saya pindah ke Pak Cipto saya 26:18 pikir masa yang dipikiri kok barangnya 26:19 luar negeri? H. Ini ada yang dalam 26:22 negeri Sucipa ya? tertarik saya gitu aja 26:24 lah. Ee mungkin katanya sih orang 26:27 idealis enggak juga Pak Kris cinta 26:30 produk dalam negeri ya. Kalau jadi 26:32 komponen-komponen yang dipakai juga 26:34 semua dalam negeri. Semua dalam negeri. 26:36 H kita semua dalam negeri. Tapi kadang 26:39 pemerintah suka beli barang dari luar 26:40 negeri karena kualitasnya lebih bagus. 26:42 Iya. Sudah bukan wilayah saya lagi. Saya 26:44 juga penasaran. 26:46 Iya toh kan di mana-mana kita sampaikan 26:49 gunakan produk dalam negeri kayak 26:51 besi-besi behel apa semua dari dalam 26:54 sudah semua dalam negeri. Sekali lagi 26:57 banyak kok penemuan-penemuan yang 26:59 memanfaatkan produk dalam negeri banyak. 27:02 Belum lama sebetulnya saya dengan 27:04 Profesor Titi. Heeh. Itu orang kimia ya. 27:07 He ya. Saya lihat menarik sekali ada 27:11 yang namanya nano gold. Hm. 27:13 mencair ee emas kita cairkan, kita 27:16 larutkan dalam satu cairan ya. He. Yang 27:18 bisa untuk membantu 27:22 apa? 27:23 Regenerasi apa? Sel-sel kita. Oh ya. Ya. 27:28 Itu emas. Emas ya. Itu berawal dari cara 27:31 berpikir susu. Heeh. Kalau di Jawa 27:35 Barat, di Jawa itu banyak orang disusuk 27:38 emas itu banyak. Heeh. Supaya tenaganya 27:40 tambah dan sebagainya. Nah, dan ini 27:43 susuk modern oleh Prof. Titi. Oh, ya. 27:45 Dia sudah pernah ada yang coba banyak. 27:48 Oh, iya iya. Misalnya untuk kasus apa di 27:51 ee riset yang dia lakukan kan bukan saya 27:54 kan sipil ya, tapi memang berawal dari 27:57 diskusi ya. 27:59 Itu sudah cukup bagus ya dalam arti 28:02 untuk 28:03 kanker, untuk kusta cukup berhasil. Hm. 28:08 Jadi penemuan-penemuan orang Indonesia 28:10 itu banyak sebetulnya. 28:12 Ya, apakah pemerintah enggak mendukung? 28:14 Mendukung. Ya, saya dapat bantuan dari 28:16 pemerintah dana riset bukan puluhan 28:19 juta, miliar saya dapat bantuan terutama 28:22 di era Pak SBY, di era Pak Jokowi sekali 28:25 dapat R miliar saya 28:28 karena 28:29 riset bersyukurlah ada pengakuan toh 28:31 bukan bukan besar besar kecilnya bahwa 28:33 pemerintah mau mengakui hasil pemikiran 28:35 kita. He itu bersyukur kita. Bapak 28:38 enggak bercita-cita jadi menteri enggak 28:41 pernah. 28:44 Enggak ada bakat itu. 28:47 Baik-baik. Ini sudah menanyakan nomor 28:48 telepon dari Bapak Ir. Kris Suyanto. 28:52 Silakan dicatat ya, Kak. Siapkan pomen 28:55 sama kertasnya. Mungkin gak perlu 28:56 dianulah dicatat nomor teleponnya lah. 28:59 Hah? Enggak usah dicatat. Nomor telepon. 29:00 Enggak usah dicatat. Kalau ada orang mau 29:02 tanya-tanya gimana? H boleh enggak? 29:04 pasti kontak ke Bapak nanti. 29:07 Oke. Oke. Kita rasis nanti ya. Oke. Baik 29:09 baik baik. Jadi kalau mau enggak mungkin 29:12 saya agak trauma belum lama telepon saya 29:14 di hacker orang jadi gitu jadi saya 29:17 pikir enggak perlu kalau biar biar orang 29:19 yang pentingent perlu aja lu. Baik. 29:22 Aduh saya jadi kepengin ke rumah Bapak 29:24 Kris nih. Pasti rumahnya bagus nih. 29:26 Terusnya ditunggu dengan senang hati 29:28 saya ada ini ya apa serapan air ya pasti 29:31 ya. Ya, ya memang itu saya 29:35 mencoba ya karena kita selalu bicara 29:39 tentang lingkungan ya ya kita sendiri 29:42 harus melakukan jugalah. Jangan hanya 29:44 bicara tapi kita enggak melakukan gitu 29:45 loh. Jadi kita mulai pada diri kita 29:47 sendiri baru kita bicara kepada yang 29:49 lain lah. Hm. 29:51 Oke, silakan yang mau bertanya atau mau 29:53 sharing atau mau telepon silakan kami 29:55 tunggu untuk WA di 30:01 0811999720 untuk telepon di 30:08 02184515. Para 30:10 engineering silakan yang mau telepon 30:13 kami tunggu ya. Mau tanya-tanya silakan. 30:18 Ee Bapak tadi mengatakan bahwa ada buat 30:22 jembatan jadi e malamnya dibuat pagi 30:26 sudah bisa digunakan. Itu apa itu konsep 30:28 apa itu pengembangan daripada sistem 30:30 sarang laba-laba. He. 30:33 Itu ee kita buat preas. He. Namanya saya 30:38 namakan jaring laba-laba. 30:41 Karena tadi sarang laba-laba karena pada 30:43 titik-titik tertentu kalau jaring 30:45 laba-laba menyeluruh dari jarang 30:46 laba-laba. 30:49 Jadi kita membuat 30:51 beton-beton pipi ya tapi tinggi di 30:55 pabrik. He ya. Saat malam sudah kita 31:00 siapkan di lapangan. Saat malam kita 31:02 tinggal rangkai kayak lego aja. Hm. 31:06 Kita ratakan. Jangan urusan ditutup 31:08 dengan plat. 31:10 Jadi malam dikerjain, besok insyaallah 31:13 digunakan. 31:16 Masyaallah. Itu untuk jembatan ya? Gak 31:19 bukan untuk jalan. Untuk jalan. Iya. 31:21 Jalan ditempelkan begitu enggak ada 31:23 penggalian? Iya. 31:25 Ada ya memang memang keunikannya di 31:28 situ. Itu untuk jalan-jalan di hutan 31:30 barangkali atau bagaimana? Gak juga. Gak 31:32 juga. Biasanya kan 31:34 kalau kita lihat film-film Perang Dunia 31:38 Kedua sebelum pesawat mendarat itu kan 31:42 ada 31:43 hamparan besi yang digulung gitu toh di 31:48 kan untuk alat ya sebetulnya konsepnya 31:51 sama. He. Jadi kita nyiapkan ee 31:55 panel-panel yang tinggal kita 31:57 rangkai ee dengan mudah bisa kita 32:00 pasang. 32:02 sayangnya belum mujur baru dicobanya 32:06 baru beberapa meter ya malah enggak 32:08 sampai 1 kilo enggak lanjut sayangnya ya 32:13 mungkin masih banyak perbaikan-perbaikan 32:15 lah ya sayang mestinya mestinya itu 32:18 kalau ee ada yang tertarik atau 32:21 pemerintah mestinya bisa ngembangkan to 32:24 kami enggak keberatan kok h enggak 32:26 keberatan misalnya sayang toh sesuatu 32:28 karena cost-nya kan untuk riset kami 32:30 mungkin perusahaan kami belum siaplah. 32:32 Saya pribadi belum siaplah. 32:35 Ya, masih berbincang-bincang dengan 32:37 Bapak Kri Suyanto. Beliau seorang 32:40 inventor, penerus penemu pondasi sarang 32:44 laba-laba yang sering diwawancara juga 32:46 oleh TV1, oleh Mentor TV. Sekarang Rasil 32:49 alhamdulillah kebagian ini. 32:51 Ee ee ee Pak Kris, saya mau tanya 32:55 bagaimana pendapat Pak Kris mengenai 32:57 bangunan airport kita? Karena katanya 33:00 pernah di terminal 3 terjadi banjir. Apa 33:02 yang salah itu, Pak 33:06 Kris? Detail sih saya tidak ngerti ya. 33:09 Tetapi saya pernah 33:11 ikut ee 33:13 terlibat waktu ngatasin daerah sekitar 33:17 airport sebelum kapuk dibuat. He. Karena 33:21 itu ada 33:22 kawasan real estate yang mewah namanya 33:25 Kapuk ya. H. Kawasan Kapuk. 33:29 dulu 33:30 oleh Prof. FX Sanusi dari ITB. 33:35 Ide yang dilempar itu membuat sumur ee 33:40 membuat pompa sumur hidup seperti 33:43 mencontoh yang dari 33:47 Belanda. Hitung punya hitung 33:49 kelihatannya mahal. 33:52 akhirnya lebih mudah mindahkan gunung ke 33:55 daerah urukan yang daerah perumahan 33:58 maupun pengembangan daerah 34:01 tersebut. 34:03 Nah, saya sudah nyeleduk dengan beberapa 34:05 Ali. Awalnya saya yang ngomong, "Tunggu 34:08 aja banjir." Hm. Karena sudah enggak ada 34:11 lagi tempat penampungan air. Hm. 34:14 Nah, saya bilang 34:15 begitu. Oh, gak semua disiapkan dan 34:18 sebagainya dan sebagainya sebagainya. 34:21 Enggak lama cengkaring tenggelam toh 34:24 sempat. Hm. Nah, ya problemnya memang 34:28 sederhana. Kita ini kalau begitu air 34:31 dibuang ke laut ya penampungannya kurang 34:34 besar dan sebagainya dan laut saat 34:37 pasang Heeh. akan kembali ya. Problem. 34:40 Heeh. 34:42 Nah, di luar prediksi tuh hal-hal 34:44 seperti itu oleh banyak pihak. Nah, jadi 34:48 mestinya ya di sana ya dibuatkan danau 34:51 untuk penampungan air. Kalau penuh ya 34:54 dibuang. Salah satu solusi ya. Mungkin 34:57 karena belum ada VSD. Hm. Nah, dengan 35:00 adanya VSD itu sebenarnya si ee 35:03 Akasapura beberapa kali kontak ke kita 35:05 sebenarnya mau bicara tentang VSD ini. 35:07 Tapi mungkin saya enggak punya jalur 35:10 yang tepat ya atau mungkin dengan 35:13 dihasil ini nanti jadi orang dengar dan 35:15 mungkin menjadikan satu solusi ya. Ya, 35:17 amin. Ya, untuk kebaikan ya menurut saya 35:20 misalnya ya harus ada banyak sumur-sumur 35:23 VSD yang dibuat ya to dengan tujuan itu 35:26 dalamnya berapa berapa meter K? Kalau di 35:28 sana mungkin di antara 60 sampai 90. Hm. 35:32 Bisa menampung berapa liter air? Ya kan 35:36 tadi mungkin belum saya sampaikan kan 35:38 posisi ini kan di dalam lapisan akuiver. 35:41 He. Itu kan berapapun air yang masuk kan 35:43 hilang. Oke. Tersedot oleh bumi. Iya. 35:46 tersedot oleh bumi karena kan memang 35:49 luasanya kan hamparannya cukup besar ya. 35:51 Nah, bumi kan buat keseimbangan. He. Di 35:55 satu sisi ditarik, di satu sisi masuk 35:57 kan sebetulnya gitu. Nah, pada kasus ee 36:00 konsep penyelesaian di kota ini kan kota 36:05 sudah apa istilahnya di mana-mana beton, 36:09 di mana-mana aspal. Jadi daratan tanah 36:12 yang untuk menyerap bumi air ke dalam 36:14 bumi kan dapat dikatakan jauh jatuh 36:17 habis di pakan dimakan oleh 36:19 kebutuhan-kebutuhan pembangunan ini. Ya 36:23 mestinya konsepnya ya dibuat satu 36:25 danau-danu kecil untuk penampungkan air 36:28 yang airnya dibuang ke dalam perut bumi. 36:30 Hm. Seperti Makkah dan Jeddah juga 36:32 pernah banjir Ustaz ya. Nah itu 36:35 bagaimana tuh mengatasinya? 36:38 Ya, menurut saya cara cara dengan VSD 36:41 ini cara yang paling tepat menurut saya 36:42 ya. Bukan karena saya menemukan ini ya, 36:45 tapi filosofi ini kan 36:48 sebetulnya kalau ya bukan sok sok agama 36:52 ya. Agama sudah ngajarkan sebetulnya 36:55 sudah ngajarkan. He ya. Jadi menurut 36:59 saya ee berapapun yang tertuang mestinya 37:03 akan habis dengan secara sendirinya. Kan 37:06 Tuhan memang sudah menciptakan 37:07 keseimbangan sebetulnya. Oke. Jadi 37:10 menurut saya kitanya aja yang enggak 37:14 ngerti. Oke. Asik sekali bincang-bincang 37:17 dengan Bapak Agri Suyanto, penerus 37:20 penemu pondasi sarang laba-laba. Ee 37:24 beliau ini juga pernah mendapat 37:25 penghargaan dari pemerintah. Apa saja 37:27 tuh, Pak? 37:29 Ya, dari pemerintahan waktu Ibu 37:34 Mega Wapres, saya 37:37 dapat ee apa ya istilahnya penghargaan 37:40 tentang lingkungan hidup. He. Karena 37:42 saya 37:44 ngembangkan konsep investasi penyelamat 37:46 bumi. H. 37:48 Lah waktu 37:50 itu saya nyarankan ke banyak 37:54 masyarakat menanam menanam menanam 37:56 menanam menanam lah mengapa kok saya 37:59 tanam golden tick atau jati emas waktu 38:02 itu jati itu kan nilai ekonomisnya cukup 38:05 tinggi. Iya ya to dan tanamannya bandel. 38:09 He. 38:10 Nah, berawal dari pengalaman atau 38:14 membaca ee kejadian-kejadian dilakukan 38:18 di Jawa Tengah itu ada satu daerah yang 38:22 setiap nikah wajib nanam 10 batang. 38:26 Setiap nikah. Nikah. Oh, gitu ya. Jadi 38:29 ditanamnya di mana? Ya di halaman rumah 38:32 kok dia punya di mana aja lah kamu bisa 38:34 nanam coba ya. 38:36 Nah, lalu saya pernah dengarkan pidato 38:40 Mahatir. Heeh. Malaysia itu sampai di 38:43 pinggir jalan tol Tanati. Heeh. Dengan 38:47 konsep setiap murid sekolah dikasih 200 38:51 batang. Iya. 38:54 Nah, awalnya ngapain ya? 38:57 harapannya dia saat dia masuk 39:00 S1 20 tahun 15 tahun ya jati ini bisa 39:04 dijual 1 batang bisa R juta waktu itu 39:07 kalau dia anu presentasinya. 39:10 Nah ya mestinya kalau 200 batang 39:12 cukuplah untuk kuliah ya mesti gitulah 39:14 itu cara berpikirnya. Nah di situ saya 39:17 dapat penghargaan dari Bu 39:20 Mega yaitu tentang lingkungan hidup. 39:24 Lalu yang banyak itu 39:27 justru daerah Pak Harto eh sori daerah 39:31 Pak SBY ya daerah Pak SBY karena 39:35 mungkin ee musibah buat saudara-saudara 39:38 kita di Aceh tapi 39:41 justru ee berkah buat saya Heeh. dan 39:46 perusahaan saya dan teman-teman yang ada 39:47 di perusahaan saya. Kenapa diuji? Heeh. 39:51 Kebenaran tesis kita ini. Apakah benar 39:55 dia tahan gempa? Nah, terujilah ada 39:58 puluhan gedung aman terhadap 40:00 gempa. Ya, kita dapat penghargaan 4 L 40:05 kali satu kali itu Upakarti. I ya dari 40:10 se Indonesia itu yang tentang teknologi 40:13 hanya satu jatuhnya. saya 25 orang yang 40:17 dapatti itu salah satu adalah tentang 40:19 teknologi ya kita dapat pekerkaan 40:21 satu-satunya langsung presiden 40:23 nyampaikan dari Menteri PU 40:27 tentang inovasi teknologi konstruksi 40:30 kita dapat penghargaan dan nomor satu 40:33 selalu nomor satu dari Menteri Perumahan 40:37 Menteri Ristek jadi cukup banyaklah dari 40:40 era Pak SBY eh Pak Jokowi itu sekali 40:43 waktu era pertama 40:45 itu masuk ee tokoh renovasi 45 tokoh 40:50 renovasi 40:52 Indonesia. Dari 600 inventor yang 40:56 diseleksi tinggal 40:59 45. Saya salah satu yang ee justru bukan 41:05 sekedar salah satu. Justru saya yang 41:07 nomor pertama. 41:10 Ya, saya pikir saya malu aja karena 41:13 partner-partner saya tuh apa yang 20 45 41:16 itu profesor doktor. Saya enggak sekolah 41:18 kan jadi malu juga. 41:21 Masyaallah. Tamu rasil luar biasa kali 41:24 ini. Masyaallah. Ini ada bukan ini dari 41:27 pendengar. Dari pendengar. 41:29 Terima kasih Rasil telah menghadirkan 41:31 Ir. 41:32 Krisanto. Oke. Ee sekarang ee inovasi 41:36 apa yang sedang 41:37 Bapak garap nih? Sedang 41:41 Bapak coba-coba 41:45 kalau ngomong inovasi 41:47 apa justru yang lagi saya teruskan lagi 41:50 tentang bearing micropile tadi 41:53 hambatan-hambatan di lapangan kan cara 41:55 masukkan. Hm. Nah, saya lagi nyiapkan 41:58 alat suntiknya ini untuk masukkan supaya 42:01 bisa lebih cepat dan sebagainya. Itu 42:03 yang lagi saya cari terus 42:06 kajian-kajiannya. Kalau tapi inovasi itu 42:09 sulit saya katakan kalau apa yang lagi 42:12 anu ya biasanya nongol gitu aja langsung 42:14 gitulah nongol. Ah sudah kita coba 42:17 kembangkan waktunya tepat enggak 42:19 dikembangkan ini kalau enggak ya kita 42:20 simpan 42:21 duluah. Itu yang coba kita lakukan. 42:25 Ternyata yang pengin pengin saya terus 42:28 saya gelidik terus ya, terutama anak 42:30 saya yang hobi di lingkungan hidup ini. 42:33 Lalu saya coba cobalah inovasi 42:36 penyelamat bumi terus di disiarkan di 42:39 apa karena konsep ini rasanya belum ada 42:42 di 42:43 dunia. Saya pengin ada hutan. Heeh. 42:49 Pemiliknya itu dunia. Heeh. 42:52 Tapi yang mendevlop Indonesia di 42:54 Indonesia dan yang mendevop 42:56 Indonesia. Nah, mengapa kok saya cara 42:59 berpikir gitu? Orang kalau investasi ada 43:02 harapan hasilnya di samping hasilnya U2 43:06 sekarang ramai carbon trade ya to jual 43:09 U2 dan sebagainya mulai ramai ya. itu 43:12 saya lakukan tahun-tahun 2000-an itu 43:14 2000 awal saya cerita tentang ini. Saya 43:17 belum belum terwujudkan aja memang gak 43:20 mudah ya gak muda atau mungkin saya 43:22 enggak fokus di situ. Ini sebetulnya 43:24 satu terobosan, satu inovasi cara 43:26 mengatasi tentang kondisi alam yang 43:30 sudah rusak ini melibatkan semua pihak. 43:34 Jangan nunggu oh perusahaan gede kamu 43:36 ngerusak lingkungan harus nanam. Hm. 43:39 Nah, apakah setiap perusahaan mempunyai 43:42 kesadaran seperti itu? Walaupun saya 43:44 lihat Jepang itu sudah melakukan 43:46 beberapa negara, seorang Indonesia suruh 43:48 nanam. Saya dekat di Banten juga gitu 43:52 ya. Memang ee bisa diperdagangkan ini 43:55 sudah. H. Nah, jadi konsep yang saya 43:59 coba tawarkan ini memang cara 44:02 berpikirnya 44:05 ee kayak kita mengelola apartemen. Iya. 44:09 Yang punya siapa aja silakan. He. Nah, 44:12 tapi 44:14 pengelolanya Indonesia. Nah, apa dampak 44:18 yang didapat? Sangat banyak. Terutama 44:20 wisata. 44:23 Kalau yang punya ini duta-duta besar 44:26 yang ada di Indonesia mungkin 10 sampai 44:29 100 hektar, begitu dia pindah ke negara 44:32 lain, dia masih merasa gua punya lu di 44:35 Indonesia. Nah, dengan 44:38 perkembangan internet ya digital yang 44:40 luar biasa dengan mudah dia akan buka 44:43 pohonnya seberapa, kondisinya 44:46 bagaimana. Nah, kita ngasih informasi 44:48 terus apa yang didapat. Pasti dia pengin 44:51 nengok. Heeh. 44:54 Apa yang dapat lagi? Pasti dia pamer ke 44:55 temannya. Iya. Gua ikut nyelamatkan bumi 44:58 loh. He. Pasti kan begitu. Apa kamu lah? 45:01 Ya sudah aku nanam 100 hektar di 45:03 Indonesia. Emang beleku itu titipkan di 45:06 Indonesia lah. Itu punya efek yang 45:09 enggak main-main mestinya. Nah wisata. 45:12 Kenapa wisata? Kalau mereka datang ke 45:13 sini anaknya atau mungkin dia sudah tua 45:16 kepengin lihat barangnya dan sebagainya 45:17 apakah benar pohonku masih ada? Pasti 45:20 hotel aku, 45:22 restoran aku dan sebagainya bisa 45:25 dikapitalisasi itu ya. Iya. Sonnya itu 45:27 yang saya lagi minta beberapa kali waktu 45:30 ke Pak Sandi. He. Sandi Agak Uno kan dia 45:33 memang mengembangkan Menteri Kreatif dan 45:36 Pariwisata ya. I saya pikir pas beliau 45:39 bisa ikut ee menyembatani cara berpikir 45:42 ini. Itu ee makanya si Dina setiap ke 45:46 luar negeri saya bilang, "Coba si Ratna 45:49 kalau ketemu teman punya S2 coba kamu 45:52 sosialisasikan karena ini tidak bisa 45:54 dikerjakan sendiri. Pemikiran besar ini 45:57 harus dikerjakan beramai-ramai. Kalau 45:59 papa sendiri enggak mampu, belum mampu 46:02 kan enggak mau. Belum mampu. Siapa tahu 46:04 Allah kalau kalau menghendaki ini kan 46:05 enggak ngerti kun fayakun aja Allah itu 46:07 lah. Itu yang satu. Lalu sekarang 46:09 mungkin ada yang menarik pengin saya 46:11 sampaikan di sini. 46:15 Ee kita ramai dengan kereta 46:19 cepat. Nah, saya punya 46:21 ide masih ada waktu. Hm. Masih tinggal 3 46:25 menit lagi nih, Pak. Oke. Tapi kalau 46:27 enggak nanti-nanti aja. Iya. Ini ini 46:30 lain waktu yang anu sil i sedikit aja 46:34 jadi penasaran soalnya. Jadi gini gini 46:36 gini ini 46:37 kan Trans Surabaya Jakarta cerita cepat 46:41 ini kan mau dibuat iya otomatis kita 46:44 butuh pembebasan lahan dan sebagain dan 46:47 sebagian. Nah saya punya ide 46:49 membuat jalan kereta cepat jalan tol 46:53 tanpa pembebasan lahan. 46:55 Loh, gimana itu lewat atas apa gimana? 47:00 Jadi jalan kereta api yang ada he itu 47:03 kan Belanda dulu desain itu kan risetnya 47:05 sudah panjang. Iya. Bukan sehari dua 47:07 hari. He. Ah. Ini yang kita pakai untuk 47:11 pijakan 47:13 membuat double track. Iya. Tiga lantai. 47:16 Heeh. 47:18 He. Problem perkereta apian yang saat 47:21 ini mengapa sering terlambat? mengapa 47:23 panjang waktunya dan sebagainya. 47:27 Ee karena rebutan relnya antara kereta 47:30 bisnis dan kereta rakyat dan kereta 47:32 barang. 47:34 Hm. Kereta rakyat, kereta barang harus 47:36 jadi korban. Keta bisnis yang bayarnya 47:38 mahal harus lewat duluan. Nah, itu yang 47:40 sering tadi waktunya panjang. Di samping 47:43 kondisi tanah yang perlu 47:46 perbaikan. Bukan enggak bisa lari 150 47:49 kereta yang ada ini, tapi dengan 80 aja 47:52 sudah takut. I aku terlempar. 47:54 Nah, kita buat dua 47:57 lantai. Kereta barang, kereta rakyat 48:00 ditaruh di lantai dasar. Heeh. 48:03 Kereta cepat ditaruh di tengah atau 48:06 paling atas. Sudah ada negeri yang 48:08 membuat seperti belum ada. Belum ada. 48:10 Belum ada. Jadi kalau misalnya Indonesia 48:11 bisa bikin pertama kali itu ya. Pertama 48:13 kali. 48:14 Uniknya saya berpikir biar tidak harus 48:17 100% saham orang asing atau investasi 48:20 asing. Indonesia ini kan tidak Jakarta 48:23 aja. He. 48:25 Indonesia ada Papua, ada Kalimantan, ada 48:27 Sulawesi. Saya berpikir pemegang saham 48:30 itu adalah daerah-daerah. Oh, jadi nanti 48:35 orang Papua gua punya kereta cepat loh. 48:37 H. 48:39 Jadi ini rasa untuk mempersatukan cara 48:43 berpikir dan kebanggaan terhadap bangsa 48:45 Indonesia lah. Saya seperti itu. Eeah 48:47 dulu waktu era ee Pak Sudin Wahid saya 48:53 diskusi ada diskusi saya diundang salah 48:55 satu 48:56 pembicara sangat menarik waktu itu 48:58 tanggapannya sangat positif harapannya 49:01 bisa disampaikan ke Pak 49:02 Jokowi tapi kelihatannya juga enggak 49:05 enggak ada justru ada pengusaha yang 49:09 bawa dari Cina konsep saya yang dijual 49:12 ke Cina 49:13 ini tapi sangat berbeda. Hm. 49:16 Karena dalam konsep saya kereta rakyat 49:19 itu harus free tersubsidi. Dari mana? 49:22 Kereta cepat. Oh loh bagaimana dia 49:26 mensubsidi tanpa bebasin 49:28 lahan. Ada rejos 49:31 cost yang dinikmati oleh kereta cepat 49:35 ini. Nah apa yang terjadi? Kereta barang 49:38 waktunya lebih pendek. Kereta rakyat 49:41 lancar enggak kena stop gara-gara kereta 49:43 cepat. Tata cepatnya enggak terganggu 49:45 sama sekali. 49:48 Yaah, kita buat pemberhentian hanya 49:50 cukup mungkin dua, tiga kali, Jakarta, 49:53 Semarang, Surabaya. Begitu orang turun 49:57 mobilnya standby, aku pengin ke Solo. 49:59 Hm. Jadi connecting antara tol yang lain 50:03 dan jalan yang lain itu mimpi saya gitu, 50:05 tapi belum terwujud. Luar biasa 50:07 gagasnya. Out of the box, ya. Oke. Baik. 50:11 E, sayang sekali kita sudah dibatasi 50:12 waktu. Terima kasih, Pak Kris. Terima 50:15 kasih Sari Dina nih putri-putri yang 50:17 juga hadir di sini. Sayang sekali ee 50:20 beliau keberatan di ee kami bacakan 50:23 nomor handphone-nya. Kalau mau 50:25 tanya-tanya beliau teleponnya kerasil 50:27 nanti kami kasih tahu nomor HP beliau 50:29 ya. Kris Suyanto. Muhammad Kris Suyanto 50:33 itu lengkapnya. Terima kasih Pak Kris. 50:35 Mudah-mudahan nanti kita bisa 50:37 ngomong-ngomong lagi dalam hal ini. 50:40 Baik. Saya Muhammad Krishna Neza. 50:42 Kemudian mohon pamit. Wabillahi taufik 50:44 walhidayah. Wasalamualaikum 50:45 warahmatullahi wabarakatuh. 50:47 Waalaikumsalam.