Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim,
- bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Alhamdulillahirobbil alamin, hamdan
- naimin, hamdan syakirin, hamdan yuwafi
- ni'amahu wa yukafi mazidah. Ya robbana
- lakal hamdu kama yang bagi lijalali
- wajhikal karima wa adzimi sultanik.
- Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu
- anna Muhammadan abduhu wa rasulullah.
- Robbisyrohli sodri wa yassirli amri
- wahlul uqdatam min lisani yafqohu qouli
- amma ba'd.
- Pertama-tama marilah kita memanjatkan
- puji serta syukur kita ke hadirat Allah
- subhanahu wa ta'ala yang telah
- memberikan kepada kita nikmat iman,
- nikmat Islam, nikmat kesehatan dan waktu
- luang sehingga kita bisa bertemu kembali
- di ruang kesehatan yang disiarkan secara
- langsung dari Radio Silaturahim dan
- Rasya TV.
- Selawat dan salam marilah kita haturkan
- kepada junjungan kita Nabi Besar
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
- kepada seluruh keluarganya, sahabatnya,
- juga kepada seluruh umatnya hingga akhir
- zaman dan semoga kita mendapatkan
- syafaat beliau di akhir di hari akhir
- nanti insyaallah. Amin amin ya rabbal
- alamin.
- Bagaimana keadaan dan kondisi Anda
- semua, ikhwan dan akhwat semuanya?
- Semoga selalu dalam lindungan Allah
- subhanahu wa taala.
- Amin.
- Tidak bosan saya mengingatkan bagi Anda
- yang belum melaksanakan salat zuhur,
- silakan ee salat ya.
- Baik, hari ini saya Mega Aulia ee selaku
- pembawa acara di ee ruang kesehatan hari
- ini.
- Ee dalam
- ee judulnya yaitu dakwah tentang bahaya
- merokok kepada ummahat dan akhwat. Hari
- ini kita kedatangan narasumber yaitu
- Bapak Fuad Baraza.
- Beliau adalah anggota Komnas
- Pengendalian Tembakau di bidang
- pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
- Langsung saja kita sapa beliau.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- Ini dari judulnya saja nih di ruang
- kesehatan kita dakwah tentang bahaya
- merokok kepada para ummahat dan akhwat.
- Kenapa fokusnya sekarang ke ummahat dan
- akhwat? Bisa dijelaskan kepada pemirsa
- semuanya, silakan.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- Alhamdulillah wassalatu wassalam ala
- rasulillah Muhammad ibni Abdillah wa ala
- alihi wa sahbihi wa mawalah amma ba'du.
- Ee
- para pemirsa dan pendengar
- Rasail semua di manapun Anda berada
- bertemu lagi dengan saya
- untuk kesekian kalinya dan enggak
- bosan-bosan saya ngomong masalah rokok.
- Dan Anda juga yang mendengarkan
- insyaallah enggak bosan ya karena
- bagaimanapun juga selalu ada ilmu-ilmu
- baru, selalu ada informasi-informasi
- baru ya.
- Memang hari ini saya kasih judul spesial
- yaitu dakwah masalah merokok kepada para
- ummahat dan akhwat.
- Maaf, masih banyak yang tanya, "Emang
- akhwat sama ummahat banyak yang
- merokok?"
- Secara
- persentase ya, wanita Indonesia yang
- merokok itu memang
- sedikit sekali ya, walaupun bukan
- sedikit sekali, ada banyak juga, tapi
- jauh di bawah laki-laki tentunya ya.
- Sekarang ini sekitar ada 7%.
- Sorry, eh 5,2% lah, sekitar itu.
- Nah,
- tapi yang saya maksud sekarang ini
- enggak ada kaitannya dengan
- ukhuwah kita dengan
- keluarga besar muslimin.
- Kenyataannya memang yang paling banyak
- merokok ya orang muslimin.
- Kenyataannya yang paling banyak
- mengeluarkan uang untuk beli rokok ya
- muslimin.
- Kenyataannya yang paling banyak kena
- sakit akibat merokok ya muslimin.
- Kenyataannya yang paling banyak mati
- karena penyakit akibat rokok ya
- muslimin. Karena memang kita adalah
- mayoritas di sini. Sehingga dampaknya
- lebih banyak ke kita.
- Nah,
- saya sudah melakukan dakwah masalah
- rokok ini 21 tahun. Ini adalah tahun
- ke-21 saya eh aktif di masalah rokok
- ini.
- Dulu saya di lembaga menanggulangi
- masalah merokok, sekarang di Komnas
- Pengendalian Tembakau 11 tahun terakhir
- ini.
- Apa yang yang saya lakukan selama ini
- memang secara umum ya. Karena selama ini
- orang tahunya yang merokok kebanyakan
- bapak-bapak.
- Atau eh laki-laki lah secara umum gitu
- ya.
- Tapi kenyataannya
- eh sulit sekali menembus apa? Emosi para
- perokok ini.
- Kebanyakan orang yang merokok itu kalau
- kita ngomong masalah rokok
- marah orangnya.
- Dia enggak suka.
- Tidak suka kalau disebut disinggung
- masalah rokok. Hampir semua orang yang
- perokok kalau disinggung masalah rokok
- itu marah.
- Kalau sudah marah akhirnya
- kontraproduktif. Kita pengin ngomong
- baik-baik, kita pengin membantu dia
- supaya berhenti merokok, eh sudah mau
- Bapak ku aja enggak ngelarang aku
- merokok.
- Urusan apa duit-duit saya sendiri. Nah,
- yang kayak gini-gini ini karena apa?
- Mereka enggan menerima kebenaran.
- Kebenaran tentang bahaya merokok yang
- sudah diamini oleh hampir seluruh
- masyarakat dunia. Minimal 186 negara
- sudah meratifikasi satu konvensi
- pengendalian rokok yang namanya FCTC.
- Indonesia satu-satunya negara yang tidak
- meratifikasinya.
- Nyaris tidak ada pengendalian tembakau,
- pengendalian rokok di Indonesia.
- Sangat
- sedikit sekali dan efeknya sangat besar
- sekali. Akibatnya sampai tahun ini
- perokok remaja kita masih meningkat.
- Ini yang sangat memprihatinkan. Ya. Nah,
- eh kaitannya dengan
- banting setir mungkin ya, Anda
- menyebutnya banting setir atau pindah
- haluan.
- Eh, saya melihatnya begini.
- Kalau kita sekarang dakwah masalah rokok
- kepada para laki, pria atau laki-laki,
- memang tadi saya katakan sulit sekali
- mereka menerima ini.
- Kenapa saat ini data ya, menurut data
- dua dari tiga laki-laki itu perokok.
- Bayangkan.
- Dua dari tiga laki-laki itu perokok.
- Jadi kalau ada 100 juta laki-laki di
- Indonesia, hampir bisa dipastikan 65
- jutanya itu perokok.
- Jadi
- dua kali lipat yang merokok daripada
- yang tidak merokok. Jadi perokoknya itu
- dua kali lipat dari yang tidak merokok.
- Ini luar biasa ya. Nah,
- saya ingin kalau saya katakan pindah
- haluan itu bukan berarti kita tidak
- melakukan ke yang lain ya, hanya saja
- fokusnya akan kita akan fokus kepada
- penyelamatan generasi muda.
- Penyelamatan keluarga, penyelamatan
- mereka yang belum merokok. Jadi lebih
- kepada prevention atau eh pencegahan ya.
- Bayangkan.
- saat ini sering sekali saya dapat
- telepon misalnya dari para ibu-ibu ya
- mereka selalu bilang, "Pak, saya ingin
- sekali suami saya berhenti merokok Pak."
- "Pak, tolong Pak, saya ingin suami saya
- berhenti merokok." ee di klinik saya kan
- saya hanya menerima pasien dengan
- appointment kan mereka telepon "Pak
- tolong dong Pak bantu suami saya supaya
- berhenti merokok." Saya bilang "Bu suami
- Ibu punya enggak keinginan buat berhenti
- merokok?" Hampir semuanya mengatakan
- "Enggak mau Pak."
- Mmm.
- Nah, kalau ibunya saja atau istrinya
- saja yang
- pengin suaminya berhenti merokok, ini
- hampir sulit sekali dibantu
- karena
- terapi yang saya lakukan metodenya
- adalah Emotional Freedom Technique
- teknik
- teknik pembebasan diri dari masalah
- emosi
- ya ya kalau di Indonesia dikenalnya SET,
- Spiritual Emotional Freedom Technique.
- Nah syarat utama terapi ini syarat utama
- keberhasilan terapi ini adalah yang
- diterapi itu adalah punya keinginan
- untuk berhenti
- jadi si perokok ini punya keinginan
- untuk berhenti
- Iya.
- Kalau dia dasarnya punya niat, punya
- keinginan, insya Allah bisa dibantu.
- Jadi misalnya
- "Aku tuh pengin berhenti cuman susah."
- Nah, itu masih bisa, dia pengin punya
- keinginan
- tapi kebanyakan orang-orang tuh "Enggak
- ah, gua masih pengin merokok."
- Mmm.
- Nah, kalau begitu susah, sulit sekali.
- Nah
- jadi Anda bisa bayangkan sekarang ini
- banyak sekali ibu-ibu atau ummahat atau
- para ee istri yang mereka itu sangat
- tertekan, sangat tidak nyaman, sangat
- sedih karena perilaku merokok suaminya
- yang sudah kelewat batas
- merokok di dalam rumah, bahkan di dalam
- kamar banyak di buku-buku saya banyak
- sekali saya ceritakan true story,
- cerita-cerita nyata tentang
- dalam tanda petik ya ke
- kebodohan merokok
- ee apa ya saya mau menyebutnya kebodohan
- para suami yang merokok di dalam rumah
- di tengah anak-anaknya, di tengah
- istrinya.
- Mmm.
- Saya yakin sekali mereka itu enggak
- punya ilmunya, mereka enggak ngerti
- bahwa merokok itu di dalam ruangan itu
- berarti menjadikan orang lain yang ada
- di ruangan itu menjadi perokok pasif
- yang bahayanya sama dengan perokok
- aktifnya.
- Minimal sama, bisa lebih. Nah, untuk itu
- saya sekarang ingin
- eh mem- memberikan porsi yang lebih
- banyak kepada para ibu para ibu dan eh
- akhwat ya, ummahat dan akhwat.
- Caranya bagaimana?
- Sering saya sekali saya menghimbau,
- bahkan mungkin juga Anda sering
- mendengar saya mengatakan bahwa untuk
- Anda yang sedang mencari suami, carilah
- suami yang tidak perokok.
- Syaratkan
- suami yang tidak merokok. Kalau Anda
- mencari menantu
- carilah menantu yang tidak merokok.
- Sudah terlalu banyak
- korban
- eh perokok pasif di dalam rumah ini.
- Saudara sekalian, ini penting sekali
- untuk penyelamatan generasi muda,
- penyelamatan generasi mendatang dari
- bahaya rokok ini. Kita lakukan
- penyelamatan artinya pencegahan.
- Insya Allah, saya katakan insya Allah
- kalau si keluarga ini dimulai dengan
- mencari suami yang tidak merokok dan
- tentu saja istrinya juga tidak merokok,
- ini akan jauh lebih mudah melakukan
- penyelamatan anak-anaknya nanti.
- Sehingga anaknya tidak menjadi perokok
- ya. Walaupun secara kasat mata ada juga
- satu sekian 0, sekian persen ya, orang
- tuanya tidak merokok dua-duanya tapi
- anaknya merokok. Tapi kan secara umum
- kalau sudah ayahnya tidak merokok,
- kepala rumah tangganya tidak merokok,
- insya Allah ke sananya lebih mudah. Nah,
- jadi sekali lagi eh kita lebih fokus
- kepada yang belum merokok. Kita
- selamatkan anak-anak kita supaya tidak
- menjadi perokok. Salah satu caranya
- adalah Anda menyiapkan perkawinan Anda,
- Anda menyiapkan keluarga Anda dari awal
- dengan cara tidak menikah dengan orang
- yang sudah merokok atau suruh berhenti
- dulu. Kalau dia merokok, dia harus
- berhenti dulu sebelum nikah.
- Saya yakin kalau dia lebih mencintai
- Anda daripada rokoknya, dia akan
- berhenti merokok.
- Kita kembangkan lagi nanti ya. Silakan,
- Mega.
- Baik, terima kasih untuk eh opening-nya
- ya.
- Jadi, buat Anda semua muslimin dan
- muslimat yang ingin berkonsultasi
- langsung ke Radio Silaturahim, silakan
- Anda bisa menghubungi kami di 021
- 8451512.
- Atau untuk Anda yang ingin eh ber-WA,
- silakan hubungi kami di 081-nya
- 3 kali, 9-nya 3 kali, 720.
- Radio ini juga bisa didengar secara
- langsung di Radio Sukabumi, Batam,
- Pontianak, Semarang, Bondowoso,
- Banyuwangi, Palembang, dan Banyubiru.
- Baik, kami akan kembali setelah
- nasid-nasid berikut ini. Jangan ke
- mana-mana.
- Ya, terima kasih kepada ikhwan dan
- akhwat yang masih setia di roda
- silaturahim. Kita sedang berada di acara
- Ruang Kesehatan. Hari ini temanya sangat
- menarik yaitu dakwah tentang bahaya
- merokok kepada para ummahat dan akhwat.
- Hari ini narasumbernya adalah Bapak Fuad
- Baradja. Beliau adalah anggota Komnas
- Pengendalian Tembakau di bidang
- pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
- Ya, untuk Anda yang mau berinteraksi
- kepada kami, silakan hubungi di
- 0218451512
- atau yang ingin ber-WA atau SMS silakan
- di 081 nya tiga kali, sembilan nya tiga
- kali, 720.
- Baik, eh ini saya ada pertanyaan yang
- apa jadi pertanyaan banget gitu ya.
- Iya, iya.
- Soalnya saya waktu masih syuting tuh di
- lingkungan banyak yang pakai vape, vape
- gitu yang yang di iya rokok kayak gitu.
- Itu asapnya astagfirullah banyaknya
- minta ampun gitu ya dan saya sebel
- banget dan suka saya tegur tapi dia
- bilang oh ini mah enggak ini bukan rokok
- gitu pasti jawabnya begitu. Itu
- sebenarnya perbedaannya kayak apa ya?
- Oke.
- Perbedaan mendasarnya adalah kalau kamu
- kalau ada orang merokok, yang keluar
- adalah asap.
- Ya.
- Kalau rokok biasa, yang keluar dari
- mulut orang itu adalah
- asap.
- asap. Kalau keluar dari rokok elektrik,
- yang keluar adalah uap.
- Oh, iya ya.
- Jadi memang betul dia bukan asap.
- Ya, dia uap.
- Karena dia itu adalah cairan yang
- dipanaskan.
- Jadi di dalam rokok elektrik itu, secara
- prinsip dia ada baterai, ada
- mikroprosesor, ada cartridge. Nah,
- cartridge itu diisi dengan cairan, ya.
- Cairan itu macam-macam ada pol
- propilen glikol, diter glikol. Itu untuk
- melarutkan nikotin.
- Mmm.
- Jadi isinya ya nikotin juga sama dengan
- rokok, ya.
- Jadi
- kalau orang merokok biasa, itu karena
- ada nikotinnya. Maka di vape ini atau di
- rokok elektrik ini juga ada nikotinnya.
- Karena nikotin itulah yang membuat orang
- itu merasakan efek rokok itu. Kalau dia
- enggak ada, jadi kalau misalnya kita
- ngambil rumput kering di lapangan, kita
- masukin ke kertas, kita bakar, enggak
- ngepek apa-apa. Karena enggak ada
- nikotinnya.
- Nah, tapi yang di dalam rokok itu ada
- nikotin, tembakau, ya. Bahan utama rokok
- itu kan tembakau. Nah, dari tembakau
- tadi lah timbul nikotin. Nah, nikotin
- itu kemudian disarikan, dimasukkan ke
- dalam cartridge itu tadi. Tapi karena
- nikotin itu sangat liat, sangat pekat,
- dia dilarutkan dalam propilen glikol,
- diter glikol, dan gliserin, ya.
- Nah, setelah itu dicampur dengan
- bahan-bahan tadi, kemudian dipanaskan
- dengan baterai yang baterainya itu kuat
- sekali, ya. Baterainya kuat sekali,
- ketika dia dipanaskan, maka cairan ini
- menguap.
- Uapnya itulah yang dihisap oleh
- orang yang menggunakan vape itu. Jadi
- makanya dia apa kalau kamu lihat seperti
- asap gitu ya, kental sekali, ini, itu
- asap, itu uap, ya. Bukan berarti enggak
- berbahaya, tetap saja berbahaya karena
- dia
- pembakarannya di situ, baterainya
- memanaskan zat nikotin dan beberapa zat
- kimia lainnya. Jadi, tetap saja dia
- berbahaya, ya. Jadi, kalau perbedaan
- yang mendasar itu. Tapi, tujuannya apa?
- Ya, sama saja untuk mendapatkan nikotin.
- Jadi, kalau orang merokok-merokok biasa
- yang dicari adalah nikotinnya, eh vape
- juga begitu.
- Ya, sama dengan nikotinnya ada ada
- nikotinnya, nikotin terhisap masuk ke
- dalam paru-paru kita, dia akan bereaksi,
- kemudian diserap ke aliran darah,
- dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh,
- sampai ke otak hanya dalam waktu 10
- detik. Di otak itulah dia akan
- mempengaruhi
- otak kita untuk melepas hormon dopamin.
- Nah, hormon dopamin itu hormon di otak
- manusia yang bikin orang merasa senang,
- bahagia, puas, santai, kenyang, tenang,
- enggak ngantuk. Sama efeknya.
- Ya, setelah itu kalau dia enggak
- merokok, ada yang hilang.
- Kayak ada yang apa yang kurang gitu,
- akhirnya merokok lagi.
- Canduan, ya?
- Sudah namanya kecanduan. Awalnya enggak
- merokok seperti kamu enggak merokok, ya
- kamu enggak akan kecanduan kecanduan
- sampai kapan pun enggak akan pernah
- kecanduan.
- Karena di otak saya sudah mindset kalau
- rokok itu haram, enggak boleh, bikin
- sakit gitu, bikin penyakit doang.
- Banyak orang yang mengatakan "Enggak itu
- makruh." Ya, memang perselisihan masih
- masih banyak, ya, antara makruh dan
- haram. Tapi, sesuatu yang makruh kalau
- dilakukan 500 kali sehari bukan makruh
- lagi namanya, ya. Karena
- sesuatu yang makruh tapi dengan dengan
- dilakukan Ya, kalau orang merokok kan
- satu batang rokok itu bisa 25 sampai 30
- kali hisapan.
- Iya, kan? Ya, kalau satu hari dia 20
- batang,
- 20 kali 25 kali hisapan, 500 kali
- hisapan.
- Ya, jadi artinya
- eh
- adanya nikotin itulah yang membuat
- seseorang ingin merokok vape ataupun
- rokok biasa atau mungkin pernah dengar
- shisha, rokok Arab itu, sama.
- Oh, sama.
- Shisha itu yang dibakar di atas itu eh
- juraknya atau pastanya atau muasalnya
- itu bahan utamanya adalah tembakau, sama
- saja. Kan dari situ keluar nikotinnya,
- nikotin terhisap masuk ke dalam
- paru-paru kemudian diserap ke aliran
- darah sampai ke otak dia melepas
- dopamin, sama saja sama. Prosesnya semua
- sama.
- Oh, sama ya.
- Iya.
- Orang nikotin itu kan salah satu
- termasuk
- narkoba ya.
- Ya, dia dia
- haram ya.
- Iya, artinya gini kalau dibilang
- narkoba, narnya itu narkotika.
- He eh.
- Konya psikotropika, banya itu bahan
- adiktif lainnya. Nikotin termasuk bahan
- adiktif lainnya, jadi yang membuat
- kecanduan. Jadi kan orang merokok semua
- karena kecanduan.
- He eh.
- Bahkan sudah saya punya gambar bungkus
- rokok dari Kanada, di situ tertulis
- studies have shown that tobacco can be
- harder to quit than heroin or cocaine.
- Jadi beberapa penelitian telah
- membuktikan bahwa berhenti merokok itu
- lebih sulit daripada berhenti dari
- heroin atau kokain, itu itu terbukti. Di
- klinik saya
- seingat saya ada 12 orang 12 pasien saya
- yang mengatakan, "Pak, saya dulu
- pengguna narkoba Pak, tapi saya bisa
- berhenti dari semua itu tanpa terapi,
- tanpa apa. Rokok saya enggak bisa.
- He eh.
- Jadi saya datang ke sini untuk dibantu
- berhenti merokok. Itulah dahsyatnya
- rokok, ya.
- Saya pernah cerita mungkin sudah lama
- sekali, ada orang yang dia sudah enggak
- bisa apa-apa. Dia sudah secara fisik
- sudah terbaring enggak bisa
- ngapa-ngapain, enggak bergerak tangan
- kakinya sudah enggak bergerak tapi masih
- membutuhkan rokok. Jadi dia bayar orang
- untuk nyolokin rokok itu ke mulutnya,
- segitu dahsyatnya kecanduan rokok itu.
- Ya.
- Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan.
- Iya iya iya.
- Oke, saya akan menambahkan sedikit dari
- opening tadi ya. Jadi
- Ibu-ibu sekalian dan akhwat sekalian
- kenapa saya ingin me mem
- He eh.
- memfokuskan ya memberikan porsi yang
- lebih kepada Ibu-ibu dan dan akhwat
- karena
- eh Anda-anda ini yang akan menyiapkan
- generasi yang akan datang, ya.
- Dengan tidak menikah dengan orang yang
- merokok dan atau mempersiapkan kehidupan
- rumah tangga Anda adalah kehidupan yang
- tanpa asap rokok, insya Allah anak-anak
- Anda juga tidak akan menjadi perokok.
- Tapi yang paling penting disiapkan
- adalah Anda harus terus menggali,
- mendapatkan informasi yang lengkap dan
- benar tentang masalah rokok. Jadi tidak
- bisa kalau Anda hanya duduk, mereka ada
- anak nanya masalah rokok, Anda enggak
- bisa menjawab. Ya, enggak bagus juga ya.
- Jadi Anda harus terus banyak mencari,
- menggali informasi tentang masalah rokok
- sebanyak-banyaknya.
- Dari internet, dari buku-buku, dari
- poster, dari mana Anda belajar. Semakin
- banyak Anda mendalami masalah rokok,
- semakin paham, insya Allah membantu Anda
- untuk menyiapkan kehidupan rumah tangga
- yang
- tanpa asap rokok. Dia awali dengan tidak
- menikah dengan orang yang merokok. Atau
- kalau memang dia merokok, bisa berhenti
- dulu karena lebih sayang sama keluarga
- atau sama rokoknya, ya.
- Silakan.
- Iya, benar, benar, benar.
- Apa namanya?
- Eh
- kalau
- di rumah masih ada rokok, yang merokok
- gitu malah jadi contoh buruk untuk anak
- dan istri juga. Padahal kan kalau
- misalkan rokok itu baik, kalau misalkan
- bapak-bapak itu pulang ke rumah terus
- lihat anaknya terus yang rokok pasti kan
- anak istri yang rokok, bapak itu pasti
- diam aja. Tapi karena tahu rokok itu
- buruk, pasti eh ngapain pada ngerokok?
- Pasti gitu.
- Padahal itu dari situ aja kelihatan
- kalau rokok itu buruk gitu kan. Harusnya
- dia tahu ya di mindset gitu.
- eh hampir semua anak kecil yang merokok
- yang saya tangani, semua bahkan ya.
- Semua anak kecil merokok yang saya
- tangani
- saya sudah menarapi lebih dari
- 15 anak kecil yang merokok.
- Merokok ada yang dari umur 2 tahun, 3
- tahun setengah, 4 tahun, 5 tahun sudah
- merokok. Dan saya sudah banyak menangani
- ini dan semuanya orang tuanya adalah
- perokok.
- Jadi untuk Anda yang
- insya Allah ya, tidak merokok, tetaplah
- tidak merokok. Yang merokok, mulailah
- berpikir untuk berhenti karena
- bagaimanapun juga Anda dilihat oleh
- anak-anak Anda yang suatu saat
- kemungkinan besar akan meniru perilaku
- rokok Anda.
- Silakan.
- Ya, ini ada pertanyaan masuk eh via WA
- dari Ibu Lisa.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Fuad
- Bawazier dan Mbak Mega Aulia. Benar
- sekali Pak Fuad, untuk berhenti merokok
- itu sepertinya susah sekali ya, Pak.
- Padahal sudah jelas-jelas merokok itu
- menimbulkan banyak sekali kerugian. Rugi
- kesehatan, rugi kantong lagi.
- Bagaimana ya, Pak untuk menimbulkan
- kesadaran pada para pada perokok untuk
- menyayangi dirinya dan berhenti dari
- merokok itu?
- Ya, ya.
- Saya katakan, cara terbaik untuk tidak
- merokok adalah tidak mencoba, ya. Jadi,
- sekali lagi kita berikan terus kita
- berikan wejangan pada anak-anak kita,
- nasihat pada anak-anak kita yang tidak
- merokok supaya jangan sampai mencoba,
- jangan pernah mencoba merokok. Katakan,
- jangan penasaran sama yang namanya
- rokok, karena begitu nanti mencoba
- kecanduan susah-susah sekali untuk
- berhenti, ya.
- Memang betul, kalau sudah memang sudah
- kecanduan harus banyak membaca, dapatkan
- informasi-informasi tentang rokok ini.
- Untuk apa tujuannya? Menumbuhkan
- motivasi,
- ya. Jadi,
- eh berhenti merokok itu ada syaratnya
- ada dua, punya niat dan motivasi. Niat
- adalah keinginan. Kalau Anda tanya 100
- orang perokok, saya yakin 95%-nya punya
- keinginan untuk berhenti. 95 orangnya
- punya keinginan untuk berhenti.
- Tapi, nah ini motivasinya yang kurang.
- Mmm.
- Kalau yang datang ke klinik saya,
- mereka minta dibantu untuk terak untuk
- berhenti merokok, diterapi supaya
- berhenti merokok itu umumnya mereka
- sudah di atas 35, di atas 40 tahun.
- Kenapa?
- Karena mereka sudah merasakan efek
- buruknya.
- Jadi, sudah kena sakitnyalah baru
- berhenti merokok. Jadi, orang Indonesia
- ini kebanyakan berhenti merokoknya kalau
- sudah sakit.
- Mmm.
- Ya.
- Eh,
- kalau mereka masih sehat, masih muda,
- masih sehat seolah-olah ah.
- Saya masih muda, saya masih kuat, saya
- masih hebat gitu ya.
- Begitu umur 35 ke atas di mana eee
- metabolisme tubuh kita sudah mulai turun
- ya, di situlah mulai timbul efek
- buruknya rokok ini. Ya memang umumnya
- begitu dan pasien-pasien saya kebanyakan
- antara 35-40 ke atas mau datang ke
- tempat saya untuk terapi berhenti
- merokok. Nah, ketika saya tanya
- motivasinya apa? Aduh Pak, sekarang ini
- saya kalau bangun tidur itu kayak ada
- yang nekan di dada saya gitu ya. Sakit
- dada saya sering sakit Pak atau mungkin
- gini. Eee aduh Pak, sekarang ini saya
- kalau naik tangga dikit sudah
- ngos-ngosan. Saya kalau main futsal
- dikit sudah enggak kuat. Sebetulnya itu
- efek rokok.
- Karena tenaga yang kita pakai untuk
- berolahraga, itu tenaga itu dibuat dari
- oksigen. Semakin banyak orang merokok,
- semakin banyak kadar karbon monoksida
- yang masuk ke dalam tubuh kita. Karbon
- monoksida dari mana? Dari rokok itu
- dibakar. Karena ada pembakaran itu
- menimbulkan kargas karbon monoksida.
- Karbon monoksida kalau masuk ke tubuh
- kita, masuk ke paru-paru kita, akan
- masuk ke aliran darah. Dia akan mengikat
- hemoglobin darah puluhan kali lebih kuat
- daripada oksigen. Akhirnya apa?
- Oksigennya lepas. Jadi semakin banyak
- orang merokok, semakin banyak karbon
- monoksida yang masuk ke dalam tubuhnya,
- semakin banyak oksigen yang lepas.
- Semakin banyak oksigen yang hilang. Maka
- tubuh kita akan kekurangan oksigen, itu
- akan menjadikan badan kita lemah. Ya,
- tidak punya tenaga yang banyak. Itulah
- sebabnya banyak orang yang berhenti
- merokok pengen berhenti merokok karena
- aduh Pak, sekarang ini saya kalau main
- bola sudah enggak kuat. Kenapa? Ya
- karena tenaganya banyak berkurang karena
- oksigennya banyak yang hilang oleh
- karbon monoksida dari rokok itu.
- Iya, lagian juga kalau misalkan memang
- dibilang makruh, kalau makruh kan kita
- tinggalin dapat pahala. Kenapa enggak
- kita kumpulin saja pahala itu dengan
- niat ya Allah saya niat ninggalin rokok
- karena kalau memang makruh saya cari
- pahalanya begitu saja.
- Sebetulnya gini Mbak Mega ya, saya
- menyadari ya karena saya dulu pernah
- berhenti saya merokok, ya. Saya berhenti
- merokok 28 tahun yang lalu. Saya juga
- termasuk orang yang berhenti merokok
- karena sakit.
- Saya dulu sakit batuk yang luar biasa
- sampai 1 bulan enggak sembuh. Saya ke
- dokter dan terakhir dokternya 3 kali,
- ketiga kalinya saya ke dokter baru
- dikasih tahu, "Anda harus berhenti
- merokok." Di situ saya agak tersinggung
- sebetulnya. Kenapa kok rokok
- dikambinghitamkan? Tapi akhirnya malam
- itu saya enggak merokok, besoknya batuk
- saya hilang. Nah, sejak saat itu saya
- berpikir kalau saya merokok lagi pasti
- batuk lagi. Ini saya belum ngurusin
- rokok, ya, jauh jauh sebelum saya aktif
- di masalah rokok.
- Kisahnya, kisahnya.
- Ya, akhirnya ee saya sudah merasakan
- berhenti merokok kok enak, di badan dada
- enak, di badan enak, tidurnya pulas, ya.
- Badan juga enak akhirnya saya bertahan
- sampai sekarang, ya. Jadi, saya
- merasakan jadi berhenti merokok memang
- tidak mudah, ya. Sebaiknya adalah kita
- menghindari supaya tidak menjadi
- kecanduan. Itu lebih baik, lebih mudah,
- ya. The easiest way not to smoke is not
- to start.
- Cara paling mudah untuk tidak merokok
- adalah tidak memulai, ya. Kalau sudah
- memulai sudah kecanduan sulit sekali,
- Iya, benar.
- Lanjut silakan kalau ada yang pertanyaan
- lain.
- Ada.
- Ini dari Ibu Hani Cengkareng.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustad Bu Ade Razak, anak laki-laki saya
- 19 tahun. Alhamdulillah sama sekali
- tidak pernah merokok dan tidak suka
- orang yang merokok juga. Saat ini dia
- sedang ada di asrama sebuah panti
- ee bersama dengan teman-temannya yang
- lumayan banyak juga yang merokok. Apakah
- hal tersebut bisa mempengaruhi dia,
- Ustad?
- Ehm, ya.
- Mohon nasehatnya, jazakallah khair.
- Betul, Ibu, ya. Itu memang sangat rawan,
- apalagi di usia-usia seperti itu, ya.
- Ee terus kasih nasehat terus, ya.
- Jelaskan pada
- anak Ibu, ya, bahwa itu sangat rawan.
- Nanti kalau sampai kau mencoba saja
- kalau kau mencoba saja akan masuk
- nikotin ke dalam badan kamu itu akan
- mempengaruhi otak untuk melakukan
- merokok lagi lagi lagi. Jadi
- terus doakan ya, di samping Ibu harus
- mendoakan dia, terus kasih nasehat
- jangan pernah mencoba merokok. Kalau
- mencoba, Anda nanti akan kecanduan,
- kalau sudah kecanduan sulit sekali untuk
- berhenti ya. Apalagi kalau Ibu bilang
- tadi di lingkungannya banyak sekali yang
- merokok ya. Doakan Bu, doanya jangan
- putus-putus ya, setiap habis sholat
- jangan sampai ya Allah selamatkan anak
- saya dari rokok, selamatkan anak saya
- dari rokok ya.
- Dan kemudian eh kasih nasehat supaya
- tidak memulai, supaya tidak mencoba.
- Karena kalau dia mencoba nanti kecanduan
- enggak bisa berhenti, susah sekali,
- sulit sekali berhenti merokok.
- Dan perlu eh kita semua tahu yang punya
- pabrik rokoknya aja enggak ngerokok.
- Anda bisa lihat di YouTube di mana-mana
- saya sudah lihat dan ketika dia dikasih
- pertanyaan kenapa Anda tidak merokok
- padahal Anda punya pabrik rokok, dia
- bilang karena rokok itu berbahaya. Dia
- sudah tahu loh berbahaya, makanya
- ngapain kita ngasih uang untuk
- orang-orang yang
- sudah kaya itu dan malah bikin kita
- sendiri yang merokok itu nauzubillah
- sakit, meninggal, apa.
- Iya, jadi Mbak Mega ini mungkin punya
- punya
- pengalaman
- oh pengalaman pribadi saya
- gara-gara rokok, ayah saya meninggal
- terus eh
- memang sehari-hari dia
- sakit akibat rokok
- akibat rokok dan ketahuannya itu
- langsung paru-paru stadium 4
- oh
- langsung kena stroke
- he em
- dan sebelumnya memang sakit batuk-batuk
- terus dokter bilang Mega ini tolong
- papanya suruh berhenti merokok tapi
- enggak mau
- dan tiba-tiba malam itu langsung kena
- stroke dan pas dibawa ke rumah sakit
- didiagnosis ternyata sudah kanker
- paru-paru stadium 4 dan 6 bulan di rumah
- sakit langsung meninggal
- itu masih muda loh, umurnya 52 tahun
- 52
- 2
- oh
- sedih
- jadi ini saya tadi ngelihat cara
- ngomongnya ini kayaknya ada menyimpan
- cerita gitu ya, jadi ternyata betul ayah
- Mbak Mega ini meninggal karena kanker
- paru-paru stadium 4 ya. Banyak sekali
- saudara-saudara kita, mungkin kalau Anda
- pernah mendengar penyanyi Chrisye Dia
- juga meninggal karena kanker paru-paru
- akibat rokok, dan dia mengakui itu. Ada
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita
- zaman Pak Harto dulu namanya Profesor
- Doktor Fuad Hasan.
- Juga beliau meninggal karena kanker
- paru-paru stadium 4 karena memang
- perokok yang luar biasa ya. Jadi, banyak
- sekali contoh-contohnya. Saya punya
- gambarnya banyak-banyak sekali ya.
- Termasuk ada orang-orang yang perokok
- pasif namanya Ibu Ike dengan pakaian
- seperti Anda kayak gini tapi di belakang
- hijabnya itu ada lubang nih.
- Ya, karena dia kena kanker. Apa namanya
- nasofaring ya, harus kemudian pita
- suaranya. Jadi, kalau ngomong kayak
- robot gitu ya.
- Ada Surabaya Ibu Ike karena dia enggak
- ngerokok tapi dia pernah bekerja di satu
- rumah makan yang di situ banyak orang
- merokok. Makanya kalau Anda
- mengajak keluarga Anda makan carilah
- rumah makan yang
- no smoking yang enggak boleh membolehkan
- orang tidak membolehkan orang merokok di
- dalam ruangan rumah makan tersebut ya.
- Kalau selama ada mendapati
- restoran atau rumah makan yang
- membolehkan orang merokok, jangan pernah
- datang ke situ.
- Dengan resiko anak-anak Anda akan
- terpapar asap rokok ya. Ingat, asap
- rokok tidak bisa dilokalisir. Oh, di
- sini bagian yang merokok, di sana bagian
- yang tidak merokok, tidak bisa. Asap
- rokok itu ke mana saja dia berkelana ya
- di ruangan itu. Di dalam asap rokok itu
- ada partikel-partikel tar dan nikotin.
- Kalau mungkin Anda yang merokok melihat
- acara ini ya.
- Anda yang merokok ya, yang merokok saja.
- Ketika Anda menghisap satu hisapan
- rokok, tiupkan asapnya ke tisu. Anda
- akan mendapati eee
- tisu tadi coklat tua kehitam-hitaman.
- Itulah nikotin dan tar. Itulah nikotin
- dan tar yang akan berkelana dalam rumah
- Anda bersama asap rokok di dalam asap
- rokok tadi. Dan itu akan terhisap oleh
- istri Anda, oleh anak-anak Anda, dan
- oleh orang-orang siapapun yang ada di
- eee rumah tersebut.
- Ya, dan eee berbicara tentang yang
- pasif, saya juga pernah jadi perokok
- pasif. Malah saya di rontgen paru-paru
- terus paru-parunya dilihat tuh kerendem
- kayak aki-aki perokok berat katanya
- "Mbak Mega lu ngerokok?" "Enggak." saya
- bilang gitu. Ternyata saya tuh karena
- lingkungan dulu di lokasi syuting itu
- pada merokok terus malam ya kalau pulang
- suka pagi juga. Jadi udah mah imunnya
- rendah terus kena terpapar asap rokok
- orang jadi
- Waktu masih syuting ya?
- Iya jadi saya tuh eh
- TBC ya TB heeh istilahnya kalau kata
- saya mau bengek jadinya. Jadi saya
- batuk-batuk sampai keluar dahak yang eh
- kayak cendol gitu terus sakit di
- punggung. Pokoknya nyiksa banget deh.
- Makanya selain Anda tidak boleh merokok
- jangan berdekatan dengan orang yang lagi
- merokok karena bahaya banget lebih
- bahaya jadi pasif. Dan itu untungnya
- saya ketahuan lebih cepat jadi kalau
- kelewat dikit katanya out
- karena udah lemas banget bengek gitu.
- Ya memang kenyataannya seperti itu ya
- banyak sekali orang-orang yang merokok
- tanpa etika, merokok tanpa adab ya. Dia
- merokok di tengah orang-orang yang tidak
- merokok. Padahal itu itu menimbulkan
- satu perasaan benci akhirnya dia
- mengutuk dalam hatinya.
- Iya benar disumpahin orang.
- Disumpahin orang.
- Naudzubillah ya.
- Ada lagi pertanyaan?
- Iya iya iya. Saya gemes banget nih kalau
- bahas rokok.
- Padahal ya Allah naudzubillah di di
- bungkus rokoknya udah ditulis ya
- "Merokok membunuhmu."
- Iya.
- Katanya sih itu
- kita nantikan
- itu buat yang kagak bisa baca.
- berikan informasi tentang nomor telepon
- saya ya
- Oh iya iya.
- barangkali ada yang mau
- konsultasi
- Ya betul betul.
- membeli buku-buku tentang bahaya rokok
- ya Anda bisa tulis di nomor handphone
- saya
- 0811
- 866
- 411
- 0811
- 866
- 411. Sampai kita nantikan SMS dari Anda
- nanti kita langsung bicara lagi ya.
- Iya.
- Silakan.
- Ini saya ada lagi nih.
- Oh iya, silakan.
- Saya lanjut ya.
- Iya.
- Ini salam Pak Fuad dari Pak Fahri.
- Seperti apa peran Komnas Pengendalian
- Tembakau dalam mengurangi perokok di
- negara kita? Apa hanya sebatas konseling
- dan penyuluhan saja?
- Oke.
- Komnas Pengendalian Tembakau, kita lebih
- fokus eh meng- ada bidang-bidang ya.
- Kalau saya, saya kebetulan di bidang
- pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
- Pendidikan, saya di sering diutus untuk
- memberikan seminar-seminar,
- penyuluhan-penyuluhan ke sekolah-sekolah
- dan sebagainya. Itu bidang saya ya. Tapi
- teman-teman saya yang lain lebih fokus
- meng-
- eh mengadvokasi. Jadi melakukan advokasi
- kepada pemerintah untuk menerbitkan
- aturan-aturan ya. Mungkin eh Perda,
- Perbup, Perwali dan sebagainya tentang
- eh da- apa?
- Eh policy ataupun kebijakan
- penanggulangan rokok yang umumnya lebih
- kepada penyediaan kawasan tanpa rokok
- ya. Jadi kita lebih banyak advokasi ke
- pemerintah. Karena kalau kita me- ya
- bidang saya memang penyuluhan dan
- pendidikan tapi yang lain-lain kan masih
- banyak yang harus kita lakukan. Kita
- kita dorong pemerintah untuk tetap
- memberikan perlindungan hukum kepada
- masyarakat dari bahaya rokok. Bahaya
- asap rokok ini.
- Apakah kita membatasi hak orang yang
- merokok? Tidak, sama sekali tidak.
- Banyak orang-orang yang mengatakan,
- "Anda telah melanggar HAM."
- Itu orang bodoh yang mengatakan dilarang
- merokok melanggar HAM. Karena merokok
- itu bukan HAM. Merokok itu bukan hak
- asasi.
- HAM itu adalah hak asasi. Yang kalau
- diambil dari orang, orang itu mati. Itu
- namanya hak asasi. Orang tidak boleh
- bekerja, itu melanggar HAM. Orang tidak
- boleh salat, tidak boleh melakukan eh
- pe- pe- peribadahan misalnya. Itu adalah
- hak asasi.
- Tapi kalau merokok itu pilihan. Ya,
- justru kalau orang merokok itu mati.
- Bukan bukan bukan yang tidak merokok ya.
- Jadi artinya
- kita tidak melanggar HAM kalau kita me
- melakukan memberikan aturan atau
- peraturan kepada orang-orang dari bahaya
- rokok. Anda tidak dilarang merokok. Anda
- sama sekali tidak dilarang merokok. Anda
- mau merokok tinggal lempar tinggal
- keluar sebentar ke arah pintu, di sana
- Anda boleh merokok sepuas-puasnya. Yang
- yang diatur adalah tidak merokok di
- dalam ruangan.
- Karena ketika Anda merokok di dalam
- ruangan, maka semua orang yang ada di
- ruangan itu akan mendapatkan efek yang
- sama dari
- pengaruh dari rokok Anda itu, ya. Jadi
- sekali lagi jangan pernah mengatakan
- Anda melanggar HAM ketika saya melarang
- orang merokok di dalam satu ruangan.
- Karena itu
- gitu loh.
- Betul, karena bagaimanapun juga
- HAM atau hak asasi hak seseorang sorry
- ya
- hak seseorang itu ada dibatasi oleh hak
- orang lain, ya. Jadi tidak bisa kita
- mengatakan eh Anda melarang saya merokok
- di sini berarti Anda melanggar HAM. Itu
- sangat
- buruk sekali ya, karena sangat naif
- sekali kalau Anda mengatakan Anda me
- melanggar HAM, ya.
- Justru
- orang yang merokok itu yang
- menghilangkan hak orang lain. Hak untuk
- apa? Hak untuk menghirup udara yang
- bersih dan sehat.
- Dan nanti di akhirat itu bisa jadi orang
- yang sangat merugi yang buat perokok ya.
- Karena setiap orang yang kena isapan
- rokok dia itu bisa menuntut karena
- dizalimin. Bisa jadi seperti itu. Saya
- pernah dengar tuh khotbah Ustaz siapa
- gitu.
- Oh ya.
- Ini kemudian ini seru banget ya. Jadi
- banyak banget pertanyaannya. Lanjut aja
- ya.
- Dari Pak siapa?
- Dari Pak Anto Cikarang asalnya.
- Assalamualaikum Pak Fuad. Pendekatan
- atau penanggulangan di tingkat dasar
- menurut saya kurang pas. Gimana kalau
- yang didekati itu adalah para pemimpin
- kita, mereka yang mampu mengendalikan
- mulai dari tingkat produksi atau
- penyalur sampai pemakai. Jika para
- pemimpin ini niat yang kuat pasti cepat,
- tepat dan mudah bisa mulai dari pemba
- pembatasan produksi dan sebagainya. Jadi
- targetnya bukan perokok berkurang tapi
- targetnya tidak ada pabrik rokok. Terima
- kasih Anto di Cikarang.
- namanya?
- Pak Anto di Cikarang.
- Pak Anto, ya. Pak Anto, saya mohon maaf
- sekali, ya.
- Pak,
- kami sudah ham, sudah 21 tahun melakukan
- ini, Pak.
- Mmm.
- Pemerintah kita sampai sekarang, read my
- lips.
- Heeh.
- Ya, pemerintah kita sampai sekarang
- tidak mempunyai political will yang kuat
- untuk menanggulangi rokok ini, ya. Saya
- katakan,
- hampir seluruh negara dunia, termasuk
- Indonesia, telah menciptakan satu
- instrumen pengendalian rokok.
- Heeh.
- Sekarang sudah diratifikasi oleh 186
- negara. Indonesia menjadi satu-satunya
- negara yang tidak meratifikasi.
- Mungkin ada negara-negara kecil di
- Afrika, Pak.
- Ya, tapi kenyataannya, ya,
- ada katanya belum, Amerika tidak
- meratifikasi. Amerika tidak
- meratifikasi. Setiap negara bagian, dia
- punya eh penanggulangan rokok yang
- sangat kuat. Bayangkan,
- ya, tapi di Indonesia secara nasional,
- kita tidak punya. Kita tidak punya
- payung hukum yang melindungi masyarakat
- dari bahaya rokok, ya. Kami sudah
- melakukan itu, Pak. Sudah 20 tahun
- lebih, Pak.
- Mmm, masya Allah.
- Mengedukasi, mengadvokasi kepada
- pemerintah, dari zaman Pak Soeharto, Ibu
- Mega, Pak Habibie, sampai namanya Gus
- Dur, sampai Pak Jokowi, sebelumnya Pak
- SBY, kami sudah melakukan, Pak. Bahkan
- kami pernah menuntut Presiden SBY ke
- pengadilan. Bapak pernah dengar enggak?
- Belum.
- Pernah dengar. Kami sudah lakukan semua,
- Pak. Tapi karena memang keinginan atau
- kemauan politik dari pemerintah kita
- sangat lemah.
- Heeh.
- Itulah sebabnya kita menjadi satu negara
- dengan jumlah perokok terbesar di dunia,
- Inna lillahi.
- tapi tidak mempunyai aturan yang jelas
- tentang perlindungan kepada masyarakat
- dari bahaya rokok.
- Mungkin Bapak mengatakan, "Oh, enggak,
- negara Cina yang paling besar." Betul,
- Pak. Kalau dari segi jumlah perokok atau
- konsumsi rokok, mungkin eh enggak
- mungkin kita mengalahkan Cina. Karena
- negara Cina itu atau Tiongkok, itu
- penduduknya 1,4
- miliar.
- Kita hanya 1/6, Pak. Ya, kalau mungkin
- sekarang 1,5 miliar, ya. Kita hanya 1/6,
- ya.
- Nomor 2, India. India penduduknya 1,1
- miliar.
- Pasti kedua India. Ketiga baru
- Indonesia. Tapi kalau dilihat dari
- prevalensi,
- prevalensi itu artinya jumlah perokok
- dibandingkan dengan jumlah penduduk.
- Nah, kita nomor 1, Pak.
- Kita perokok pria kita adalah terbesar
- tertinggi di dunia persentasenya. Jadi
- kalau prevalensi, kita tertinggi di
- dunia, ya. Tapi kalau eh konsumsi, kita
- nomor 3 setelah Cina dan India. Jadi,
- Pak, sudah kami lakukan seperti Bapak
- bilang tadi malam.
- Kalau menutup pabrik rokok tidak perlu,
- Pak. Karena seluruh negara di dunia
- tidak ada yang menutup pabrik rokok.
- Tapi artinya apa? Artinya orang boleh
- merokok.
- Orang boleh merokok tapi tidak di tempat
- yang dilarang. Orang boleh memproduksi
- rokok, orang boleh beli rokok, semua
- boleh. Tapi dilakukan penyelamatan
- generasi mudanya. Dengan cara apa? Yang
- tadi itu saya katakan di FCTC itu. FCTC
- yang sudah diratifikasi oleh 186 negara
- dan tidak diratifikasi oleh Indonesia.
- Apa yang dila dila dilakukan dengan
- FCTC? Pertama,
- harga rokok ditingkatkan.
- Kita harga rokok di negara kita termasuk
- yang termurah di dunia, Pak.
- Kita nyebrang saja ke Malaysia,
- Thailand, Brunei, Filipin, harga
- rokoknya sudah di atas 70 ribu rupiah.
- Kita nyebrang ke Singapura, harga
- rokoknya sudah 13 dolar, 130 ribu
- rupiah. Kita nyebrang ke selatan ke
- Australi, 5 tahun yang lalu harga rokok
- di sana sudah 250 ribu rupiah. Sekarang
- harga rokok sudah 400 ribu rupiah
- sebungkus, Pak.
- Apakah mereka mencari uang dari rokok?
- Tidak.
- Mereka menyelamatkan generasinya supaya
- tidak merokok. Jadi harga rokok dibikin
- mahal, cukainya nya
- setinggi mungkin sehingga anak kecil
- dengan orang miskin tidak mampu beli
- rokok.
- Heeh.
- Itu yang dilakukan.
- Iya, iya.
- Jadi artinya apa? Diselamatkan generasi
- mudanya. Nah, yang mau yang lain mau
- merokok boleh. Kalau mampu beli rokok
- silakan, itu urusan dia. Tapi tetap kita
- selamatkan. Itu yang pertama harga rokok
- ditingkatkan. Yang kedua iklannya
- dilarang, ya.
- Iya.
- Iklan rokok itu tidak dibutuhkan, Pak.
- Bukan seperti iklan produk. Iklan rokok
- itu tujuannya mengajak orang merokok,
- Pak. Ya, jadi bukan eee bukan iklan yang
- untuk mengenalkan produk baru ya, tapi
- lebih ke arah mengajak anak untuk
- merokok. Di sini bedanya iklan produk
- biasa dengan iklan rokok. Makanya
- seluruh dunia melarang iklan rokok.
- Ya, 186 negara itu sudah tidak ada lagi
- iklan rokok. Apalagi iklan rokok di
- televisi. Hanya satu-satunya negara di
- dunia yang masih ada iklan rokok di
- televisi itu hanya Indonesia.
- Innalillahi.
- Kemudian yang yang tadi yang pertama
- harga rokoknya ditingkatkan, iklannya
- dilarang. Yang ketiga kawasan tanpa
- rokok. Jadi melindungi orang yang tidak
- merokok. Kita secara nasional belum ada,
- Pak. Ada di sini mal yang melarang orang
- merokok sudah banyak di kota-kota. Tapi
- di desa-desa mereka masih merokok bahkan
- di dalam rumah, Pak. Sangat sangat
- sangat memprihatinkan, ya. Nah, yang
- terakhir adalah memberikan label
- gambar-gambar yang di di bungkus-bungkus
- rokok ya, kita sudah dari tahun 2014,
- ya.
- Baru itu, Pak, ya. Jadi yang apa yang
- kita lakukan sudah kita lakukan banyak
- sekali, Pak, ya. Hanya memang sampai
- saat ini pemerintah tidak punya
- keinginan politik yang kuat untuk
- menanggulangi rokok. Memang tidak ada.
- Artinya sangat lemah sekali.
- Oke, Pak, atau
- Ya, bagaimana, Pak? Karena memang
- eee berita-berita tentang masalah rokok
- ini tidak seksi, Pak.
- Tidak menarik buat para penulis-penulis,
- ya. Jadi enggak kurang banyak informasi
- tentang bahaya rokok ini di di di
- media-media kita. Makanya rajin-rajinlah
- baca dari internet, dari WA, dari
- mana-mana dibaca ya, supaya lebih banyak
- lagi apa yang Anda dapat nanti. Silakan.
- Harus lebih banyak lagi kampanye anti
- rokok itu harus lebih banyak, lebih
- gencar. Antar sekolah harusnya begitu,
- ya. Jadi lebih
- Jadi kita selamatkan generasi mudanya
- supaya mereka punya informasi.
- Heeh.
- Dia punya informasi, dia bisa
- membentengi diri untuk tidak menjadi
- perokok di kemudian hari.
- Silakan.
- Terus kalau misalkan ini ada yang nanya
- nih, 3 bulan saya berhenti merokok berat
- badan saya naik 3 kilo, gimana
- solusinya?
- Anda harusnya bangga dong.
- Berarti sehat, ya.
- Harusnya bangga kalau Anda berhenti
- merokok, kemudian berat badan Anda naik.
- Gini, ya, kita kita kita kita bahas
- supaya lebih singkat dan jelas, ya.
- Jadi orang yang tadinya kurus atau tidak
- gemuklah katakanlah, ya, tidak gemuk,
- kemudian berhenti merokok
- kemudian Anda jadi gemuk, oke.
- Sebetulnya itu tanda bahwa metabolisme
- tubuh Anda membaik. Ya, dengan
- metabolisme tubuh Anda membaik, maka
- yang tadinya Anda mengatakan
- "Gua mendingan enggak makan daripada
- enggak ngerokok." Nah, itu itu kata-kata
- kebodohan seperti itu tidak tidak
- terjadi, ya. Jadi banyak orang-orang
- yang mengatakan, "Ah, saya lebih baik
- enggak makan daripada enggak ngerokok."
- Padahal kalau dia enggak makan beneran
- kan mati.
- Tapi kalau enggak ngerokok enggak mati,
- ya, kan. Jadi kata-kata seperti ini
- janganlah berulang, ya. Kalau Anda
- enggak makan beneran ya pasti mati
- karena manusia pasti butuh makan, ya.
- Tapi jangan sampai mengatakan
- seolah-olah kalau enggak ngerokok gimana
- gitu. Nah, jadi
- tadinya orang yang merokok ini nafsu
- makannya memang tertekan oleh nikotin
- itu. Jadi merasa kenyang. Orang yang
- merokok itu merasa kenyang. Karena apa?
- Nikotin itu membuat orang merasa
- kenyang. Ketika dia berhenti merokok,
- tidak mendapatkan nikotin di otaknya,
- dia merasakan seperti lebih lapar, ya,
- sering lapar. Karena itu sebetulnya
- tubuh Anda kembali normal.
- Tubuh Anda kembali normal, harusnya Anda
- bangga. Nah, kalau Anda jadi gemuk
- berarti Anda kurang olahraga, berarti
- Anda kurang kurang bergerak, ya.
- Eh, gampang kok untuk membuktikan. Kalau
- Anda lihat pedagang-pedagang keliling,
- ya, tukang bakso, tukang mie ayam,
- tukang yang keliling-keliling komplek,
- ke mana-mana itu. Coba perhatikan, ada
- enggak di antara mereka yang gemuk?
- Enggak ada, ya.
- Sangat sedikit sekali, ya. Umumnya
- mereka karena mereka makannya apa
- adanya, geraknya banyak terus. Sementara
- orang yang bagaimana enggak gemuk kalau
- Anda makan satu hari 2.000 kalori,
- kerjanya di depan komputer, ya pasti
- gemuk. Pasti, karena kan penumpukan
- lemak gitu, ya. Jadi, itu yang membuat
- eh Anda banyak makan, banyak
- karbohidrat, hanya ditumpuk jadi lemak
- karena tidak digunakan untuk bergerak.
- Makanya kalau Anda berhenti merokok,
- diimbangi dengan olahraga, ya. Kalau
- Anda tidak atau Anda malas olahraga,
- kendalikan makannya, gitu aja.
- Iya.
- Ini kalau enggak salah pernah ada wacana
- di pemerintahan kalau harga rokok
- sebenarnya dari dulu tuh udah pernah mau
- dinaikin, tapi enggak jadi-jadi.
- Sebetulnya itu bukan dari pemerintah,
- itu teman-teman saya, mereka membuat
- survei.
- Iya, iya, iya.
- Membuat survei kepada masyarakat, gimana
- sebaiknya. Banyak yang mengatakan,
- bahkan 76% mengatakan eh sebaiknya harga
- rokok di atas 50.000 atau 50.000 ke
- atas. Nah, ketika disebarkan informasi
- ini, para wartawannya menganggap
- seolah-olah pemerintah akan menaikkan
- harga rokok, padahal tidak, ya.
- Harga rokok naik tapi sedikit sekali.
- Sekarang ini kan
- ada kenaikan, ya enggak sampai 10%. Ya
- kalaupun 10% inflasinya udah 10%.
- Sebetulnya sangat minim sekali, ya. Tapi
- kita lihat di negara-negara lain, memang
- cukainya dinaikkan setinggi mungkin
- untuk meredam, untuk mengurangi
- perokok-perokok pemula.
- Dan mereka tidak bisa beli rokok karena
- harga rokok mahal. Dan ingat, tidak
- dijual eceran.
- Jarang sekali di negara hampir enggak
- ada, ya. Hampir enggak ada negara di
- dunia yang menjual rokok per batang itu
- hampir enggak ada, ya.
- Jadi sekali lagi kita masih sangat
- ketinggalan, kita masih sangat ee
- mundur, ya. Bahkan kita bisa dikatakan
- mundur. Kalau kalau kereta api terhadap
- kereta api yang lewat, kita ini mundur.
- Karena kereta apinya kan maju. Kalau
- kita tetap berarti kita mundur
- sebetulnya, ya kan. Jadi negara-negara
- lain di dunia, saya katakan 186 negara
- sudah meratifikasi konvensi pengendalian
- rokok atau FCTC, kita satu-satunya
- negara yang tidak melakukannya, ya. Kita
- tunggu nanti apa
- Iya.
- pemerintahan berikutnya akan lebih
- cerdas dari sebelumnya, ya.
- Heeh dan yang kita bisa lakukan hanya
- berdoa, meminta sama Allah, minta diberi
- hidayah para pemimpin kita supaya
- benar-benar memikirkan nasib rakyatnya
- untuk menyelamatkan rakyatnya gitu ya ke
- depannya supaya ee berkurang yang
- merokok.
- masih barangkali waktunya?
- Oh iya, ee sambil menunggu lagi kita
- kasih jeda waktu sebentar. Kami akan
- kembali setelah nasid berikut ini.
- Jangan ke mana-mana, ya.
- Ya, Ikhwan dan Akhwat kembali lagi
- bersama kami di Ruang Kesehatan. Hari
- ini temanya sangat menarik yaitu dakwah
- tentang bahaya merokok kepada Akhwat dan
- Ummahat. Baik, ini dari tema tadi itu
- bisa diperlebar lagi, diperjelas lagi
- supaya masuk ke semua keluarga nih.
- Tadi kan nanti kalau ada pertanyaan
- lagi, boleh kita jawab. Tapi kita
- kembali lagi ke tema kita.
- Oke, eh jadi gini.
- Saya katakan, saya sudah 21 tahun eh
- memberikan informasi kepada masyarakat
- tentang bahaya merokok, melakukan
- eh usaha-usaha penyelamatan generasi
- muda dari bahaya rokok ya. Tapi eh terus
- terang memang hasilnya belum maksimal,
- belum ada yang dibanggakan gitu ya.
- Karena
- resistensi atau penolakan dari eh
- sebagian besar perokok ini masih sangat
- kuat sekali ya. Kita ngomong masalah
- rokok, langsung ditolak. Kita sudah
- ngomong masalah rokok, bahkan kita per
- saya pernah ya, saya pernah benar-benar
- saya ingat banget, saya pernah diundang
- ceramah masalah rokok waktu bulan
- Ramadan.
- Itu ditulis
- penje penceramah atau pembicara Pak Fuad
- Baraja aktivis anti rokok.
- Itu percaya enggak? Yang datang cuma 5
- orang.
- Yang 2 panitia.
- Mereka sangat enggak enggak enggak
- menyukai topik-topik ini. Ini saya saya
- saya khawatir.
- Saya khawatir orang-orang ini menjadi
- orang-orang yang membenci kebenaran.
- Heeh.
- Karena kebenaran tentang masalah rokok,
- kebenaran bahwa rokok itu berbahaya,
- kebenaran bahwa rokok itu membunuh,
- kebenaran bahwa rokok itu merusak
- kesehatan, ini diabaikan.
- Karena apa? Karena lebih, mereka lebih
- melihat iklan-iklan rokok yang dahsyat,
- keren ya.
- Nah, akhirnya apa? Mereka tidak menyukai
- informasi tentang bahaya rokok.
- Iya, iya.
- Kalahnya kita di situ. Nah, jadi saya
- sangat berharap para ibu ya, ummahat dan
- para akhwat, saudara-saudari sekalian,
- ini harus terus kita memperkaya diri,
- ini caranya ya, memperkaya diri dengan
- informasi-informasi tentang bahaya
- rokok, sehingga nanti ketika Anda
- berkeluarga atau Anda punya menantu,
- menjadikan keluarga dari anak-anak Anda
- itu adalah keluarga yang bebas asap
- rokok. Itu tidak bisa ujuk-ujuk, itu
- harus di dipikirkan sejak sekarang.
- Ya.
- Ada pasien saya datang ke rumah, ke Pak,
- Pak, saya ingin berhenti merokok. Selalu
- saya tanya, motivasi Anda mau berhenti
- merokok ini apa?
- Heeh.
- Dia bilang apa? Pak, saya ini mau
- menikah, Pak, tapi sampai sekarang calon
- istri saya enggak mau menikah kalau saya
- belum berhenti merokok.
- Heeh, bagus, bagus.
- Saya bilang calon istri kamu itu cerdas.
- Heeh.
- Berarti dia ingin, dia menginginkan
- kehidupan rumah tangganya adalah
- kehidupan rumah tangga tanpa asap rokok.
- Iya.
- Itu bagus sekali karena banyak sekali
- ya, banyak sekali ibu-ibu atau
- wanita-wanita yang nelpon ke saya,
- "Rupa, tolong Pak dibantu Pak suami saya
- supaya supaya berhenti merokok." Saya
- bilang, "Kalau Anda yang punya
- keinginan, saya enggak bisa berbuat
- apa-apa, Bu."
- Tapi kalau suami Anda tanya ya, tanya
- suami, "Mas, mau enggak berhenti
- merokok?" Kalau dia bilang mau berhenti
- merokok, insyaallah saya bisa bantu
- dengan terapi. Tapi kalau dasarnya dari
- hatinya dia belum punya keinginan untuk
- berhenti merokok, saya enggak bisa
- berbuat apa-apa, terus terang karena ini
- memang Eh, ini sangat berkaitan dengan
- keinginan, dengan motivasi, dengan niat
- dari orang tersebut untuk berhenti
- merokok. Jadi, kalau dia memang dasarnya
- belum belum punya keinginan, sulit
- sekali terapi, ya. Jadi, eh, kembali
- lagi kepada
- proses penyelamatan generasi muda atau
- penyelamatan keluarga Anda dari bahaya
- rokok, mulailah, seperti saya katakan
- tadi di awal, mulailah terus mengisi eh,
- in diri Anda dengan informasi-informasi
- tentang bahaya rokok, ya. Khususnya
- untuk Anda para ummahat, ibu-ibu dan
- akhwat, saudari-saudari sekalian,
- siapkan kehidupan keluarga Anda. Sudah
- terlalu banyak, ya, yang datang pada
- saya dengan keluhan yang sama, keluhan
- bahwa dia
- Eh, tahu enggak? Ada satu orang datang
- ke rumah saya. Pak, eh, nelpon ke saya.
- Pak,
- di keluarga kami itu enggak pernah ada
- permusuhan, enggak pernah ada berantem,
- enggak pernah ada
- eh, apa namanya? Ber ber berantem,
- berkelahi, enggak ada, kecuali masalah
- rokok.
- Itu sering sekali orang ngomong kayak
- gitu. Pak, kami itu enggak pernah
- berantem, kecuali masalah rokok.
- Nah, ini sangat buruk sekali, ya. Jadi,
- kita kita yang yang suaminya yang punya
- tanggung jawab. Kalau dia masih merokok,
- ya, bagaimanapun juga jangan merokok di
- dalam rumah. Karena kalau Anda merokok
- di dalam rumah, Anda akan menjadi
- perokok pasif, anak-anak Anda juga jadi
- perokok pasif. Yang paling baik adalah
- menciptakan keluarga dari awalnya memang
- sudah keluarga yang tidak ada asap
- rokok. Dengan cara, ya, tadi. Kalau cari
- suami, cari suami yang tidak merokok.
- Ya, kalau dia merokok bagaimana? Ya,
- suruh berhenti.
- Ya, kalau dia memang lebih cinta pada
- Anda atau lebih cinta pada rokoknya,
- nah, suruh pilih. Kalau dia lebih cinta
- sama rokoknya bagaimana? Ya. Jadi,
- sekali lagi, untuk Anda yang cari
- menantu, carilah menantu yang tidak
- merokok. Cari suami, cari suami yang
- tidak merokok. Insyaallah, ya, dengan di
- diciptakan eh, suasana, kondisi keluarga
- yang tanpa asap rokok.
- Kalau nanti Anda mendapatkan keluarga
- yang
- tanpa asap rokok, ada tamu datang mau
- merokok, "Oh, maaf karena kami tidak ada
- yang merokok, kami jadikan rumah kami
- rumah tanpa asap rokok. Jadi, kalau Anda
- ingin merokok, silakan Anda merokok di
- luar. Kami tidak menyediakan asbak."
- Nah, itu sudah ya.
- Mulai sekarang Anda
- jangan sediakan asbak di dalam rumah.
- Karena kalau Anda menyediakan asbak di
- dalam rumah, berarti Anda membolehkan
- seseorang merokok. Nah, jadi ada asbak.
- Jauhkan asbak dari rumah, ya. Tidak ada
- asbak dalam rumah. Mungkin kalau ada
- yang mau merokok di kebun ya atau di
- teras ya kalau memang. Tapi kalau tidak
- merokok jauh lebih baik lagi
- Betul. Jadi, ciptakan rumah tangga yang
- bebas asap rokok. Dan itu harus
- dipikirkan sejak Anda belum berumah
- tangga. Enggak bisa kalau nanti Anda
- sudah ya sudah sudah berumah tangga baru
- suruh berhenti merokok, sulit sekali ya.
- Terlalu sulit. Ada lagi?
- Ini ada akhwat nih kebetulan dia merokok
- berat nih. Dia minta sarannya gimana
- cara berhentinya. Iya, asalamualaikum
- saya Nadia. Waalaikumsalam. Eh, 35 tahun
- dari Semarang. Saya masih merokok.
- Sebenarnya saya malu karena saya sering
- jadi pemain sinetron atau film Islami.
- Nah, yang jadi pertanyaan bagaimana
- caranya supaya saya dapat berhenti
- merokok meskipun kerjaan saya
- sehari-hari adalah di di dunia
- entertain. Terima kasih.
- Oke, ya sebetulnya ini banyak sekali ya.
- Mbak Mega ini juga sudah ketahuan ya.
- Dia barusan bilang mengatakan bahwa dia
- sebetulnya tersiksa sekali ketika masih
- main sinetron dulu karena di
- lingkungannya dia asap rokok. Memang itu
- kenyataan saya juga main sinetron saya
- tahu persis lingkungan orang main
- sinetron itu memang full asap rokok ya.
- Jadi,
- eh yang tadi Mbak Nadia dari Semarang
- ya. Eh, mungkin nanti Anda bisa catat
- nomor telepon saya sekali lagi.
- Hubungi saya, saya bisa bantu mungkin eh
- dengan terapi khusus. Kalau Anda mau
- lihat cara terapinya, Anda bisa lihat di
- YouTube dengan mengetik nama saya Fuad
- Baraja di kolom pencarian.
- Eh, di situ ada banyak video yang
- di-upload oleh pasien-pasien saya
- sendiri. Nah, nanti Anda menunjukkan
- bagaimana cara terapinya. Anda bisa
- hubungi saya di nomor 0811866411
- ya. Yang lain juga supaya disiapkan
- pulpen ya.
- 0811
- 866411
- ya. Informasi tentang bahaya merokok
- ataupun cara terapi berhenti merokok
- untuk Anda yang punya keinginan ya atau
- Anda ingin mendapatkan buku-buku tentang
- bahaya merokok bisa kami sediakan ya.
- Oke jadi
- Sekali lagi berhenti merokok itu adalah
- berhenti mengasup nikotin. Kalau Anda
- memang punya keinginan untuk berhenti
- merokok mulai sekarang niatkan saya
- enggak mau merokok lagi, tidak mau beli
- rokok lagi ya. Padahal bulan puasa
- kemarin banyak sekali orang yang bisa
- berhenti merokok dengan mudah karena
- bisa bertahan tidak merokok seharian
- kan. Ya tapi ya kalau Anda mau bisa saja
- kan berpuasa
- mengurangi rokok dengan cara berpuasa
- lebih bagus lagi ya. Tapi kalau memang
- harus dibantu dengan terapi bisa
- menghubungi saya di 0811
- 866411.
- Silakan.
- Oke, baik
- sepertinya
- sudah
- Waktunya.
- Waktunya.
- Oh gitu.
- Tapi sebelum saya tutup acara ini ini
- ada
- apa namanya pesan sponsor ya dari
- ada iklan nih penghayatan Qurani
- kunci sukses akhir hidup manusia adalah
- husnul khotimah bersama Dr. Hajah
- Asneli Burhanudin M.Pd hari Ahad tanggal
- 25 Agustus 2019 jam 07.00 sampai jam
- 04.00 tempatnya di Hotel Best Western
- Jalan Mangga Dua Abdat 111 Jakarta
- Jakarta Pusat.
- Infak diskonnya infak 500.000 4 orang 1
- gratis. Infonya bisa hubungi di Ustaz
- Ibrahim di 085778651954
- atau Ustadzah Latanya di 082384069016
- di Ustadzah Hesti 08128370480
- dan Iman di 082385299192.
- Materinya bagus nih, ada sakaratul maut,
- alam barzah, hari kiamat, hari
- kebangkitan pada mahsyar, hari
- penghisaban atau pengadilan Allah,
- titian siratul mustaqim, indahnya surga
- dan dahsyatnya neraka.
- Silakan bagi Anda bisa menghubungi ke
- nomor yang tadi saya sebutkan ya.
- Baik, hari ini temanya di Ruang Sehatan
- seru banget. Kayaknya memang waktu 1 jam
- itu kurang ya.
- Oke, Ustaz saya berikan last statement
- ya.
- Oke, closing statement ya.
- Closing statement ya. Jadi begini,
- eh berkaitan dengan tema kita ya.
- Saya sangat mengharapkan Anda semuanya
- yang mendengar informasi ini, untuk yang
- merokok minimal mulai berpikir untuk
- berhenti. Yang tidak merokok jangan
- mencoba dan untuk menyiapkan generasi
- berikutnya harus dipersiapkan dari mulai
- menciptakan atau memikirkan satu rumah
- tangga yang bebas asap rokok.
- Betul.
- Dimulai dengan mencari suami yang tidak
- merokok. Kalau memang dia masih merokok
- suruh berhenti dulu. Kemudian eh untuk
- yang sudah orang tua yang sudah merokok
- harus tetap berhenti merokok supaya
- tidak mencemari
- eh ruangan rumahnya dengan asap rokok
- kepada anak-anaknya dan sebagainya ya.
- Jadi sekali lagi tidak ada asbak di
- dalam rumah. Mulai hari ini mulai
- sekarang kalau Anda masih menyediakan
- asbak di dalam rumah, eh buang asbaknya
- keluar. Kalau ada tamu mencari asbak,
- "Oh, maaf keluarga kami adalah kami kami
- menerapkan kawasan atau rumah kami rumah
- bebas asap rokok. Jadi kalau Anda ingin
- merokok silakan merokok di luar boleh,
- tapi jangan di dalam rumah." Siapapun,
- siapapun datang ke tempat Anda ingin
- merokok dalam rumah tidak boleh ya.
- Silakan merokok di luar rumah. Jadi
- tidak mencemari rumah Anda dengan asap
- rokok yang sangat berbahaya dan
- membunuh.
- Jangan bilang enggak enakan, enggak
- enak.
- Iya, jangan jangan merasa sungkan ya,
- jangan merasa sungkan. Karena itu adalah
- resikonya adalah anak-anak Anda, Anda
- sendiri akan kena penyakit akibat rokok,
- asap rokok ini sangat buruk buat
- kesehatan.
- Demikian kita akan jumpa lagi di waktu
- yang akan datang dalam keadaan sehat
- walafiat. Silakan ditutup.
- Oke, iya. Intinya adalah niat ya, innama
- al a'malu bin niat. Segala sesuatu itu
- dengan niat. Kalau niatnya gede gitu,
- niatnya kuat, kalau kita pengen berhenti
- merokok, insya Allah Allah kasih jalan.
- Pasti ada aja jalannya Allah kasih
- hidayah untuk kita semua ya. Baik,
- terima kasih atas kebersamaannya dan
- mohon maaf lahir batin atas segala
- kekurangan. Ketemu lagi Kamis depan
- insya Allah tetap di Ruang Kesehatan
- disiarkan secara langsung dari Radio
- Silaturahim dan Rasya TV. Saya Mega
- Aulia dan bintang apa eh
- pembicara kita Bapak Fuad Baraja mohon
- undur diri dan terima kasih atas
- kebersamaannya. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.