Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Syukur alhamdulillah kita dikaruniai
- kesempatan untuk berada bersama-sama
- kembali di acara yang hadir setiap Rabu
- pagi tausiah pagi Radio Silaturahim yang
- mudah-mudahan membuat kita semakin mahir
- menempatkan diri sebagai hamba Allah
- yang em mendapatkan rida dan ampunannya
- kelak ya. Tidak lupa salam selawat kita
- lantunkan kepada kekasih kita junjungan
- umat Rasulullah Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. yang mudah-mudahan
- beserta dengan keluarga dan kerabatnya
- nanti menjadi bagian dari kebersamaan
- kita. Insyaallah untuk pagi ini Ustaz
- Abul Hidayah sudah hadir bersama-sama
- kita. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- beberapa saat lagi jelang Ramadan dan
- bulan-bulan sekarang bulan penuh dengan
- persiapan ee terkait dengan
- [menghela napas][terkesiap]
- apa dan bagaimananya agar kita layak
- menghuni surganya Allah bisa jadi
- bahasan hari ini kah ustaz?
- Insyaallah. Insyaallah.
- Oke. Jadi persisnya
- doa dan karakter ahli surga.
- Subhanallah. Doa dan karakter
- ahli surga.
- Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari
- itu. Tapi bisa jadi karakter ini yang
- harus kita bangun lagi kalau belum
- sesuai dengan apa yang disampaikan dan
- akan kita simak nanti. Baik, ikhwan
- akhwat bersama Ustaz Abul Hidayah Saioji
- kita akan menambah tabung jiwa kita
- dengan hal-hal terkait dengan bagaimana
- doa dan karakter ahli surga. Silakan
- Ustaz.
- Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah
- alladzi arsala rasulahu bilhuda winil
- haq liyudhirahu aladdini kullihi
- wa kafa billahi syahida.
- Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh la nabiya ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim ala nabina
- Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi wa jundihi waman tabiahum
- biihsanin ila yaumil qiamah. Masyaallahu
- kan w lam yasya lam yakun la haula wala
- quwwata illa billah amma ba'du.
- Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.
- Alhamdulillah pagi ini kita masih diberi
- kesempatan menikmati hidup dan
- kehidupan.
- Mudah-mudahan hari ini hari yang
- diberkati oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Aktivitas dan dinamika hidup kita bisa
- menambah kualitas dan mutu
- amal saleh kita di sisi Allah Subhanahu
- wa taala.
- Hidup memang dinamis.
- Oleh karenanya kita sendiri harus mampu
- menciptakan dinamika.
- Dinamika yang positif.
- Sebab kalau kita sendiri tidak mampu
- menciptakan dinamika positif, kita akan
- didinamisir oleh kekuatan lain.
- He.
- Karena hidup ini memang harus berputar
- dan dinamis.
- Dinamika orang beriman tentu sesuai
- dengan alur dan jalur
- yang sudah diberikan, dibentangkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala, yaitu
- ihdinasiratal mustaqim.
- Jangan keluar dari jalur ini. Kalau
- keluar dari jalur ini sama dengan kita
- naik pesawat mencoba membuka jendela,
- mungkin kita bisa tersedot oleh udara
- atau terpelanting jatuh.
- Atau kita bermain-main
- di tepian pagar
- ee
- kapal laut ya. Mungkin bisa saja kita
- terpeleset ataupun kemudian kita
- kecebur. Jangan main-main dalam soal
- hidup ini. Jadi, garis
- yang sudah ditent ditentukan oleh Allah
- Subhanahu wa taala itu jalan
- garis keselamatan dan peningkatan
- kualitas kita.
- bertambah usia kita dari hari ke hari
- kita jumpai berbagai problem dan masalah
- dan ini akan membuktikan apa yang
- dilakukan oleh manusia,
- membuktikan apa yang tersirat di dalam
- jiwanya.
- Memang keimanan seseorang, keyakinan
- seseorang, pikiran seseorang tidak bisa
- ditebak secara sepintas. Tapi itu semua
- bisa kita saksikan dari
- aplikasi
- yang terlihat dari kiprah dan
- perilakunya.
- Sekali lagi bahwa hidup itu pilihan.
- Kalau ada di antara orang-orang yang
- terus dia berjuang untuk apa yang
- menjadi ide pikirannya, ada orang tidak
- suka pada agama, nah dia pikirannya,
- dinamikanya, aktivitasnya, dia berpikir
- keras bagaimana cara memadamkan cahaya
- Allah itu. Dia buat kalau dia jadi
- pejabat, dia buat aturan-aturan yang
- bisa menafikan itu kegiatan-kegiatan
- keagamaan.
- ini akan muncul.
- Jadi dengan adanya adanya keputusan,
- adanya peraturan itu adalah mencerminkan
- dari orang yang membuat peraturan.
- Kalau tidak suka dengan atau
- aturan-aturan itu sendiri, menghidupkan
- hal-hal yang diharamkan, menghidupkan
- hal-hal yang menunjukkan kebebasan tanpa
- etika dan moral, ini mencerminkan
- jiwanya, pikirannya. Mungkin dia orang
- liberal, mungkin dia orang ateis,
- mungkin dia penganut apa kaum hedonis
- dan sebagainya. Jadi dia tidak suka p
- agama.
- Dan seperti orang-orang seperti ini.
- Ini sudah ditunjukkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala dalam perjalanan
- sejarah masa lalu yang diinformasikan
- oleh Al-Qur'an.
- Gembong-gembongnya sudah nampak
- dijelentrehkan dalam Al-Qur'an. Misalnya
- seperti Namrud,
- Namrud ini raja diraja
- decision makernya Sabdo, Pandito,
- Ratutan Kenowolawali. Dia punya
- pegangan, punya kekuasaan mutlak
- dan tidak suka terhadap kalimah
- lailahaillallah yang dibawa oleh Nabi
- Ibrahim Alaih Salam. Gak suka pada
- agama. Dia maunya seperti apa yang dia
- pikirkan. hidup itu adalah bebas sesuai
- dengan mau dia. Dia menganggap dirinya
- sebagai Tuhan, rakyatnya harus tunduk
- semuanya. Memang dia punya ya raja
- diraja yang merajai raja-raja.
- Karena dia ulahnya sudah melampaui
- batas. Bahkan menangkap hidup Ibrahim
- kemudian membakarnya dan akan
- menghabisinya. Maka Allah tidak
- membiarkan itu terjadi. Karena kebenaran
- itu adalah milik Allah. Alhaqqu mirbik.
- Kebenaran datang dari Allah Tuhanmu.
- Kalau dia melawan kebenaran, berarti dia
- melawan sang pencipta. Siapa yang bisa
- melawan sang pencipta?
- Firaun kurang apa gagahnya, hebatnya.
- Dia menganggur dirinya sebagai Tuhan.
- Ana rbukumul alam. Aku Tuhan yang maha
- tinggi yang luar kuasa. Aku bisa
- menghidupkan orang. Aku bisa mematikan
- orang. Aku bisa apa saja. Dan oleh Allah
- diistidra dikasih kesehatan yang luar
- biasa selama 40 tahun. Itu pilek aja
- enggak pernah.
- Berarti luar biasa.
- Namun kelapangan yang ada itu menjadikan
- adigang, adigung, adiguno semaunya,
- seenaknya buat aturan semaunya. Agama
- dilipas, Musa dihantam, bahkan sebelum
- lahir pun sudah diamang-angi dengan
- senjata. Amang-amang itu apa ya? Di
- ancaman, di bawah ancaman senjata.
- tentara menghadapi dia waktu baru lahir.
- Tapi karena Nabi Musa itu bukan
- sembarang manusia.
- Dia adalah hamba kaulane Gusti Allah.
- Allah yang mengutusnya. Allah yang
- memelihara. Allah yang menjaga. Kenapa?
- Karena Nabi Musa membawa kebenaran
- kalimat tauhid. Lailahaillallah. Kok ada
- yang menentang bahkan akan membunuhnya,
- menghancurkannya. Maka Allah bertindak
- pada saat yang tepat. Allah bertindak
- cukup dengan air saja dia mati tenggelam
- di laut merah. Enggak ono, Mas. Sing
- gagah itu gak ada. Oleh karenanya setiap
- perbuatan manusia yang brutal, setiap
- manusia dengan sikap dan keangkuhannya
- menentang kebenaran, menentang wahyu
- ilahi, menentang agama Allah, tonton
- saja. Lambat atau cepat pasti akan
- binasa. Kalau dia semakin angkuh,
- semakin semakin apa namanya? Gembelo
- mustaka ni semakin sombong itu makin
- dekat dengan kehancuran, kesombongan dan
- ketakaburan.
- Makin memuncak berarti semakin dekat
- dengan kehancuran. Tonton saja. Siapapun
- dia kalau menentang kebenaran pasti akan
- dihancurkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Ayyuhal ikhwan rahimakumullah.
- Mari kita yang ayam-ayam aja, yang
- adem-adem saja. Di situasi gejolak
- kehidupan yang enggak genah seperti ini,
- diperintahkan kita tetap sabar. Sing
- waras ngalah, jangan ikut-ikutan yang
- enggak-enggak. Kita tetap istikamah
- berjalan di atas jalan kebenaran. Kali
- ini saya ingin menyampaikan satu
- karakter ahli surga yang diabadikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala dalam surat Ali
- Imran.
- Sebenarnya ini sudah berkali-kali saya
- sampaikan, tapi tidak mengapa. Memang
- Al-Qur'an itu harus dibaca berkali-kali,
- disampaikan berkali-kali. Berkali-kali
- saja kadang-kadang orang masih mengo,
- kadang-kadang masih lupa, masih lalai.
- Allah berfirman di dalam surat Ali Imran
- ayat 14
- yang Allah menginformasikan bahwa memang
- manusia itu ada kecenderungan. Kemarin
- judul kita adalah kecenderungan manusia.
- Artinya memang manusia itu punya selera,
- punya syahwat, tidak dilarang, monggo.
- Boleh saja.
- Laki-laki pada wanita, wanita pada
- laki-laki. Yang enggak normal tuh kalau
- laki-laki senang sama laki-laki, wanita
- sama wanita.
- Edan kuwi jenenge. Wedus ngerti sing
- lanang sing endi, sing wedok sing i.
- Kemudian bangga dengan anak-anak.
- Namanya anak itu gegantilaning hati.
- Yang jelek nakal aja bangga ke orang
- tuanya. Emaknya itu kalauus cerita sama
- tetangga. Aduh bu anak saya ya Allah
- bandelnya lah. Itu keluan nada seperti
- itu kan ada satu sisi memang mengeluh
- tapi di sisi lain ada menunjukkan
- kebanggaan.
- Kadang-kadang ngomong sama suaminya pak
- tuh delengen anakmu ka loh noak kali. Ya
- ampun orang nakal kok bangga. Apalagi
- pintarnya
- ya. Jadi memang itu wajar. Jadi kalau
- orang tua itu sayang pada anak karena
- anak itu gegantilaning hati, buah mata,
- permata jiwanya, apapun akan diberikan
- untuk anak itu ya monggo boleh saja.
- Tapi jangan lupa bahwa anak itu titipane
- Gusti Allah. kon ngrekso, suruh merawat,
- suruh mendidik supaya dia menjadi anak
- yang saleh, yang salehah, menjadi
- manusia yang berguna, tidak membuat
- kerusakan. Tapi kadang-kadang kita orang
- tua hanya melihat dari segi fisik secara
- zahir. Difasilitasi, dicukupi,
- diberikan kehidupan yang sehat, vitamin
- dan gizi, kecerdasan berbagai macam
- ilmu. Ning lali agamane lali. Padahal
- namanya manusia itu tanpa agama. Dalam
- perjalanan persis seperti perahu yang
- berlayar tanpa kompas dan kemudi mana
- akan sampai kepada pantai harapan tempat
- berlabu. Dia mesti akan terbawa oleh
- arus gelombang kehidupan. Gak punya
- pegangan loh gak punya kemudiana
- arah hidupnya
- paling ngikuti Ayu Tingting ke mana ke
- mana enggak jelas karena alamatnya palsu
- dan dia mah enggak ngerti ke mana hidup
- itu. Oleh karenanya orang tua yang baik
- akan mempersiapkan anak pertama
- akidahnya, keimanannya, akhlaknya, baru
- ilmu pengetahuan sebagai instrumen
- membekali hidup anak supaya dia bisa
- eksis dalam kehidupan.
- Jangan lupa maka tanamkan akidah
- keimanan dalam pendidikan agama. Loh,
- kok katanya ada yang mengatakan ada yang
- berusaha supaya pelajaran agama itu
- dihilangkan.
- Loh, nek wani karo Gusti Allah monggo. N
- ora dikuyo-kuyo sama Gusti Allah nanti.
- Itu kan indikasi ndak senang sama agama
- sudah jelas. Kalau itu betul terjadi,
- Allah nanti yang bertindak. Mtiar orang
- angger Gusti Allah yang bertindak. Ini
- aja sudah cukuplah. Banjir aja kita
- sudah gak mampu. Tanah longsor, gunung
- meletus. Lah kok yang gede-gede gitu?
- Yang kecil aja seperti virus corona ini
- kita gak rampung-rampung sampai sekarang
- buat kelepek-klepek manusia. Jangan sok
- berlakulah
- dalam hal-hal masalah-masalah seperti
- ini. Nanti Allah marah ya. Karena agama
- itu penting dalam kehidupan kita.
- Kemudian bangga dengan harta. Harta jadi
- rebutan.
- Emas perak. Saking senangnya emas itu
- tempel-tempelkan di kuping. Kuping
- dibolongin, dikalungkan di mana-mana ya.
- Kemudian kendaraan mewah. Ini indikasi
- ya. Maka calon mertua itu kalau milih
- mantu mesti di pertama dilihat datang
- naik apa dia. Kalau naik BMW wah itu
- sudah jelas. Kalaupun ngelamar ya
- harapannya mesti 99%
- diterima
- ya malahan 99,9
- bawa merci tapi kalau datang kok bawa
- naik ojek ya pun pakesen
- awake dewe iki ya duwe mantu naik ojek
- umpamanya biasanya kebanyakan begitu
- tapi ndak semua orang ya ndak semua
- orang kecuali orang-orang yang blereng
- peningale kalau melihat harta benda
- silau pada dunia. Padahal dunia itu
- bukan segala-galanya.
- Walaupun datang bawa Mercy, bawa BMW,
- tapi kalau hatinya itu
- apa namanya? Jauh dari agama, ya bisa
- jadi BMB bajunya mahal, bajunya aja
- harganya R24 juta, belum lagi jam
- tangannya dan seterusnya. Ada loh jam
- tangan itu harganya R,5 miliar.
- Masyaallah
- jam tangan R,5 miliar.
- Wala kadung dadi pejabat ora mahal ya
- enggak mahal. Walaupun duitnya entah
- dari mana, gaji piro sio? Kalau jadi
- pejabat tinggi itu kok jamnya saja
- sampai 1,5 miliar.
- Apa artinya kendaraannya BMW atau Mercy,
- bajunya mahal, tasnya mahal, sepatunya
- aja dari kulit rusak yang buat beli dari
- Italia, kemudian dompetnya dari kulit
- manusia.
- manusia purba atau manusia apa umpamanya
- saking mahalnya enggak ada kulit yang
- semahal kulit buaya masih kurang kulit
- apa lagi jadi kulit manusia dipakai
- naudubillahzalik itu hanya umpama saja
- untuk pantes-pantes kembang lamb tapi
- kalau hatinya bongkor untuk apa
- bejat
- perangainya masyaallah enggak punya
- unggah-ungguh gak punya rasa syukur
- serakah kah?
- Kemudian berkunung ya macam-macam untuk
- apa? Dan itulah manusia bahkan jeleknya
- lagi manusia kalau gak punya agama itu
- lebih buas bisa lebih buas daripada
- binatang buas. Jadi jangan terperangah
- oleh karena materi.
- Kemudian sawah ladang, ternak kebun. Ini
- kan dunia cerita klasik dari zaman
- bahela sampai zaman abad milanium ketiga
- ini. Ini yang jadi persoalan dunia.
- Orang menjadi rebutan yang sudah dapat
- kurang banyak lagi yang muncul tomak dan
- seraka yang sudah kegencet lebih
- kegencet lagi dan seterusnya. Perang
- dunia, perampokan, pembunuhan, fitnah,
- perebutan, rebutan kursi, rebutan
- jabatan. rebutan macam-macam itu terjadi
- karena ini masalahnya
- ya tentu
- memanage terhadap keinginan-keinginan
- syahwat yang gak benar karena hanya
- pakai logika. Kalau hanya logika itu
- berpikirnya pasti pragmatis. Kalau
- berpikir pragmatis itu hanya
- kesimpulannya untung.
- Untung wani piro, uang, uang dan uang
- harta benda itu yang di menjadikan
- parameternya.
- Maka
- dalam kehidupan kita ketika manusia pola
- pikirnya sudah materialistis,
- dominan dalam pikirannya, maka semakin
- kecil ruang untuk bicara soal ruhi atau
- spiritual.
- Nah, kalau orang-orang seperti ini yang
- ruang berpikirnya sempit dalam persoalan
- spiritual atau ruhi, maka gak nyambung.
- Kalau bicara keadilan, bicara kebenaran,
- bicara nilai, bicara keutamaan, bicara
- kasih sayang. Hilang. Yang ada itu mesti
- kepentingan. Kalau sudah kepentingan, ya
- kalau perlu kepentungan.
- Dia gak peduli halal haram hantam gak
- peduli itu orang tua gak peduli saudara
- lina linggo lic lil lur lali sana lali
- tonggo lali sedulur itu kalau sudah
- urusan materi hanya sekedar mater
- apalagi ruang lingkup pemikiran
- spiritual makin mengecil makin jauh
- daripada kebenaran maka tidak heran
- kalau kita lihat banyak orang berebut
- soal dunia tahta wanita dan harta dia
- tidak punya malu
- Ndak pakai unggah-ungguh, ndak pakai
- tata kromo, sing penting dapat. Nah, ini
- bahayanya.
- Namun demikian, Allah dengan kasih
- sayangnya
- mengatakan, "Dalika mataul hayatid
- dunya." Kang koy mangkono iku duno kui
- mung sekedar kesenangan yang sedikit
- dari kehidupan dunia.
- Sedikit, Mas. Jadi ratu walaupun 10
- tahun, 20 tahun itu cepat berlalu.
- Apalagi jadi pejabat yang dibatasi oleh
- waktu 5 tahun. Ya 5 tahun sudah jadi
- pejabatan, bayar hutang aja
- kadang-kadang belum cukup. Kalau enggak
- perlu serong sana, serong sini.
- Sebentar.
- Sehebat-hebatnya pun ya kalau sudah
- kepala enam, kepala 7 umurnya mau
- ngapain lagi? Mau ngapain?
- Walaupun dia dapat meraup dunia, harta
- benda itu tuh tujuh turunan, sing ngarep
- mangan sopo?
- Dia ke dokter sudah enggak boleh makan
- ini, enggak boleh makan itu lah. Terus
- untuk apa? Mau pergi jauh juga sudah
- terbatas, fisiknya terbatas. Maka Allah
- sendiri maha bijaksana mengatakan yang
- demikian itu yang menjadi rebutan
- manusia kebiar-gebiaran dunyo iku
- kesenangan yang sedikit.
- yang semu yang relatif. Maksudnya untuk
- mengingatkan kita ombok ojo nemen-nemen.
- Wajar-wajar saja ojo milik barang lian.
- Sing prasojo
- silakan mencari. Tidak dilarang. Tapi
- nek wis sudah dapat banyak mbok
- disyukuri. Gunakan itu untuk
- kebaikan-kebaikan.
- Kalau tidak dapat ya enggak usah iri
- srei dengki ya. Mbok sing sabar narimo
- diterima dengan penuh keikhlasan.
- Jiwa yang qonaah.
- Wong yang sedikit aja enggak habis-habis
- kok karepe. Masyaallah. Nah, Allah
- menunjukkan kepada yang lebih baik ya,
- yaitu apa yang ada di sisi Allah.
- Wallahu indahu husnul maaf. Dan di sisi
- Allah itu ada tempat kembali yang baik.
- Tuh Allah dengan kasih sayang loh. Kono
- loh nggonmu ojo nang kene. Jangan di
- dunia-dunia mau sementara. Kalau dunia
- itu jadi tujuan, kamu dapatnya apa?
- Sedikit.
- Banyak capeknya.
- Apalagi caranya salah. banyak musuhnya,
- banyak disepatani orang, banyak dosanya,
- banyak salahnya. Sana loh yang lebih
- baik, ada yang lebih baik. Maka pada
- ayat berikutnya Allah menunjukkan qul e
- unabbiukum bikhairi minzalikum. Katakan
- Muhammad pada manusia, maukah aku
- tunjukkan aku khabarkan kepadamu
- dari yang jauh lebih baik dari itu
- semua? Loh kui loh Gusti Allah itu ya
- Allah welas asih kasih sayang luar
- biasa. Jangan itu yang kau rebutan.
- Jangan itu yang menjadikan kamu gendro
- dunia ini. Jangan itu yang menjadikan
- kau kemudian hasad dan dengki. Adalah
- yang lebih baik
- ya dari yang itu semuanya.
- Apa? Lilladinqauhim
- jannatun tajri min tahtial anhar
- kholidina fiha wazwaj mutaharat waridwan
- minallah wallahu basir bil ibad.
- Apa yang lebih baik? Yaitu takwa. Tuh
- ini yang jarang dilirik sama banyak
- orang.
- gak menarik ya, tidak jadi obsesi.
- Padahal takwa ini pangkat tertinggi bagi
- manusia di sisi Allah.
- Derajat tertinggi itu takwa.
- Dan insyaallah ini enggak begitu mahal
- kok ya gratis. Malah kalau memang enggak
- punya apa-apa bisa. Takwa itu parameter
- yang diberikan oleh Allah yang bisa
- diraih oleh siapapun. tidak khusus orang
- tertentu. Yang kaya bisa jadi orang
- takwa dengan kekayaannya. Yang miskin
- bisa dengan kemiskinannya menjadi orang
- takwa. Yang profesor, yang doktor,
- apalagi yang bodoh, sederhana ilmunya
- juga bisa menjadi orang takwa. Semua
- bisa. Asal dia mau menunjuki, mengikuti
- jalan petunjuk ilahi.
- Jadi orang takwa kenapa diarahkan bagi
- orang takwa? Takwa itu yang terbaik
- daripada semuanya.
- Karena disebutkan di sini adalah
- indobbihim
- jannatun tajri min tahtial anhar. Karena
- di sisi Allah disiapkan, disediakan
- surga sebagai tempat kembali yang
- mengalir di bawahnya sungai-sungai yang
- indah dan mereka kekal di dalamnya.
- Bahkan akan diberikan pasangan-pasangan
- yang celita, yang suci, widodoro
- widodari.
- Bahkan Allah rida
- kepada mereka. Keridaan Allah akan
- diberikan. Nah, ini yang lebih baik.
- Wallahu basir bil ibad. Dan Allah ya
- maha melihat terhadap perilaku
- hamba-Nya.
- Nih ayat ini luar biasa. Jadi jangan
- banyak tingkahlah karena kita sedang
- dinilai oleh Allah. Kelakuan kita, niat
- kita itu semua dinilai oleh Allah.
- Jadi untuk apa sukses kalau caranya
- salah? Untuk apa kita di Subyo-subyo
- populer di dunia hebat, punya jabatan,
- punya pangkat, punya harta, punya
- pengaruh, punya macam-macam. Kalau
- jeblok nilainya di mata Allah, kalau
- rapotnya jeblok karena kelakuannya,
- caranya itu gak benar. Nah, kemudian
- sampailah kepada doa dan perilaku ahli
- surga adalah seperti ayat berikutnya.
- Siapa dia orang takwa yang disediakan
- oleh Allah di sisi Allah Tuhannya surga
- yang disiapkan pasangan-pasangan jelita?
- Yaitu dari Widodoro dan Widadari.
- Kemudian keridaan Allah Subhanahu wa
- taala. Alladzina yaquuluna rabbana
- innana amanna fagfirlana dunubana
- waqinaabanar.
- Yaitu orang-orang yang selalu berdoa,
- "Rabbana innana amanna." Ya Allah, ya
- Rabb pencipta alam semesta, pencipta
- manusia, Tuhannya manusia yang mengatur
- rezeki, yang menyembuhkan orang sakit
- dan sebagainya itu Rabb. sebutan Rabb
- innana sesungguhnya kami amanna kami
- beriman ini sekaligus stateman pribadi
- di tengah hirup pikunya kehidupan yang
- macam-macam pemikiran-pemikir dia
- mengambil satu sikap komitmen dirinya
- rabbana innana amanna ya Allah ya Rabb
- sesungguhnya saya beriman
- ya ini komitmen orang beriman jadi
- enggak ada pilihan lain hidup ini dengan
- iman
- saya memilih iman saya memegang teguh
- iman saya iman kepadamu ya Allah saya
- percaya kepada firman-Mu ya Allah. Saya
- yakin ada hari pembalasan. Saya yakin
- berbuat baik akan mendapatkan kebaikan.
- Berbuat buruk akan kembali pada
- keburukan pada dirinya sendiri. Saya
- yakin ada surga dan ada neraka.
- Itu orang beriman. Ahli surga tadi yang
- jauh lebih baik daripada dunia yang
- recehan ini yang akan menjadi masalah.
- Nah, ini komitmen orang beriman. Jadi
- dia memilih iman, berpihak kepada iman.
- apapun
- yang dia dapatkan di dunia, aktivitas
- apapun, dinamika apapun ditegakkan di
- atas sendi-sendi keimanan.
- Yang kedua, doa yang kedua, fagfirlana
- dzunubana. Aduh Gusti, kawulo nyuwun
- ngapuro, Gusti dari banyaknya dosa-dosa
- kami yang kami lakukan. Lah ini
- orang-orang selalu ada kepekaan dalam
- hati ini. Kenapa dia mohon ampun pada
- Allah? Karena dia bisa melihat dirinya,
- bisa nerawang jiwanya, bisa melihat
- kelemahan dirinya. Ini enggak gampang.
- Hanya orang-orang yang punya hati jernih
- yang mampu melihat kotornya jiwa,
- keburukan perilakunya,
- maka dia sadar,
- dia yakin betul akan dihadapkan
- di di hadapan Allah dan akan diminta
- tanggung jawab. Maka dia mohon ampun
- kepada Allah. Ya Allah, ya ampunilah
- dosa-dosa hamba. Nah, ini orang punya
- jiwa kepekaan. Kepekaan iman itu didapat
- dari iman yang mantap. Kalau enggak
- punya kepekaan punyanya kepekokan. Nah,
- itu susah itu orang enggak rumangsa
- punya dosa gak merasa punya. Merasanya
- hebat, merasanya dia orang sempurna,
- merasanya dia orang mulia, gak punya
- kesalahan, gak pernah merasa gak ada
- kepekaan.
- Ya ada kepekaan itu. Nauzubillah.
- Jadi dia selalu mohon ampun kepada
- Allah. Waqina adzabanar.
- Dan ya Allah lindungilah kami,
- selamatkanlah kami ya Allah dari azab
- neraka.
- Nah ini hanya orang-orang yang memiliki
- keimanan melihat bukan hanya dengan mata
- tapi dengan mata hati, mata iman. Dia
- tidak silau oleh dunia. Satu yang dia
- takuti adalah kalau Allah murka sehingga
- dia akan diceburkan ke neraka. Itu yang
- paling dia takuti.
- Artinya dia yakin ada hari akhirat, ada
- hari pembalasan.
- sayang waktunya terbatas. Maka doa dan
- karakter orang ahli surga, karakter ahli
- surga belum bisa dilakukan. Karena ini
- pada ayat berikutnya baru menunjukkan
- bagaimana sikap orang ahli surga itu
- karakternya. Sampai di sini apa yang
- bisa saya sampaikan? Insyaallah
- mudah-mudahan masih diberikan kesempatan
- pada pekan yang akan datang kita akan
- lanjutkan karakter ahli surga.
- Wallahuam. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jadi, rabbana innana amana
- fagfirlana junubana waqinna azabar. Itu
- baru sebagian ya. Berarti Kamis minggu
- depan memperdalam lagi terkait dengan
- oh
- Rabu salah sebut [terkesiap]
- Rabu minggu depan ya. Tapi sebelum kita
- ke beberapa pertanyaan yang sudah
- dikirim, kita akan jeda sejenak
- sementara menggali lebih jauh lagi.
- Kalau tadi jangan sampai lina linggo
- lilah lali anak, lali tonggo, lali Gusti
- Allah. Waduh parah banget ya. Tapi
- mudah-mudahan semakin hari kita semakin
- pandai menyelisik diri kita sendiri.
- Baiklah kami kembali sesudah jeda
- berikut.
- [musik]
- [bernyanyi]
- at
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- ini ada beberapa memang banyak masukan,
- Ustaz.
- Iya, iya. He
- silakan aja masukan untuk mungkin bisa
- apa apa mungkin bisa saja
- bisa mendengar siaran ini dan sampai
- kepada beliau-beliau yang disarankan
- ada.
- Emm tunggu sebentar
- ini usun usul izin usul ustaz.
- Ngomong-ngomong sabdo pandito ratu, apa
- enggak sebaiknya suatu organisasi atau
- negara mempunyai
- sistem yang enggak berubah-ubah? Kalau
- sabdonya itu dari Al-Qur'an dan sunah
- Rasulullah
- itu Quran tempat rujukan.
- Jadi insyaallah semua agama akan
- merasakan keadilan, Ustaz. Bukan cuma
- agama Islam saja. Dan negara ini akan
- adem ayem ijau royo-royo. Sukron dari
- Mas Udam.
- Iya, memang Al-Qur'an sun sudah menyebut
- begini, ayat yang populer
- sering sekali disampaikan sebuah aksioma
- dan ketetapan dari Allah. Surat Al-A'raf
- ayat 157
- eh ayat 96 kalau enggak salah ya
- ayatnya. Kalau enggak pas ya cari
- sendiri dari ayat 1 sampai terakhir.
- Allah berfirman,
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Walau anna ahlal qura amanu wattaqau
- lafatahna alaihim barokati minamaai wal
- ard walakin kadzabu faaknahum bimau
- yaksibun.
- Sadaqallahulim. Cukup satu ayat ini saja
- itu sudah menjelaskan semua apa yang
- dimaui tadi. Dan kita semua sekiranya
- penduduk negeri-negeri itu beriman dan
- bertakwa
- pasti Allah akan bukakan pintu berkah
- dari langit dan dari bumi.
- Amin.
- Ini sudah ketentuan Allah, janji Allah.
- Ning syaratnya
- iman dan takwa. Kalau pemimpinnya iman
- dan takwa, pegawainya iman dan takwa,
- manajernya iman dan takwa, karyawannya
- iman dan takwa, rakyatnya iman dan
- takwa, maka akan muncul kejujuran, kasih
- sayang, keberkahan,
- kehidupan yang harmonis, saling
- menghormati. Memang itu Al-Qur'an
- mengajarkan seperti itu kalau mau
- [tertawa] karena memang hidup ini
- pilihan. Walakin kadzabu. Tetapi jika
- ndak mau malah mereka mendustakan malah
- kepenentang-petenteng
- gembel mustakane sombong takabur merasa
- dirinya hebat. Kemudian firman Allah
- ditebiskan, Allah ditiadakan agama
- dibuang
- maka Allah Subhanahu wa taala akan kami
- turunkan azab kepada mereka.
- Disebabkan apa? Bukan karena Allah
- zalim. Bukan Allah semena-mena tapi
- disebabkan karena perilakunya
- mereka ngunduh wing pakerti. Nek nandur
- kebecian mesti bakal mikulh kebecian.
- Kalau nandur
- keburukan ya akan muncul panennya
- keburukan. Jadi tergantung siap
- bagaimana kita menanam. Kita sudah
- diberi negeri yang panjang benjung
- gemari palahoh cinawi. Subur sarwo
- tinandur. Kemudian luar biasa. Tapi
- kalau tidak disyukuri ya Allah turunkan
- bencana. Nah, sebenarnya musibah-musibah
- sementara di sana sini itu ada banjir,
- ada tanah longsor, ada gempa, ada
- macam-macam. Ini sebenarnya peringatan
- dari Allah lah. Kalau diingatkan yang
- kecil-kecil enggak mau juga nanti ada
- peringatan yang gede. Nauzubillah. Kita
- berlindung pada Allah. Mau apa kita
- kalau sudah Allah turun tangan itu maka
- jangan sembrono. Jangan main-mainlah.
- Kalau soal begini nih, mestinya kita
- tawadu diberikan nikmat itu yang yang
- punya jabatan, punya pangkat makin
- tawadu, makin merakyat. Ngayomi
- wong-wong cilik aja. Jangan hanya
- menjadi semboyan doang. Wong cilik-wong
- cilik tapi praktiknya wong cilik
- dikencet setengah mati. Lomboke regane
- 150 sekilo mangan jengkol ya susah. Nah,
- ini kan berarti masyaallah. Jadi itu
- sudah merupakan ketentuan Allah. Kalau
- baik, kalau iman takwa negeri diatur
- dengan baik dengan nilai-nilai
- keutamaan, insyaallah berkah. Tidak
- tanggung-tanggung Allah membuka berkah
- dari langit dan dari bumi. Jauh dari lir
- sambikolo dari segala macam bencana.
- Kita akan hidup damai, sejahtera, ora
- ujak-ujek, rebutan pepesan kosong. Tapi
- guyub rukun ono opo-opo dirembuk dengan
- baik dengan insyaallah itu sebenarnya ya
- kemakmuran kesejahteraan akan tercapai
- kalau dasarnya adalah mengikuti ee apa
- namanya aturan-aturan yang Allah
- turunkan kepada kita. Wallahuam.
- Dan telahkah kita mengikuti aturan itu?
- Sementara pertanyaan berikut ini terkait
- dengan karakter. Ustaz,
- asalamualaikum. Kalau seandainya seorang
- pegawai negeri atau PNS masuk sekolahnya
- melakukan cara yang tidak jujur, berarti
- ijazahnya juga apalagi kalau ijazahnya
- palsu. Masuk PNS pun pakai pelicin. Nah,
- kalau sudah seperti ini, gaji bulanannya
- halal atau tidak? [tertawa]
- Sebenarnya ini yang ingin disampaikan
- nanti ada karakter ahli surga itu yang
- disebut dengan
- asodin, orang yang benar. Tapi kenyataan
- hari ini memang
- apa namanya kedustaan, kebohongan itu
- seolah-olah menjadi satu keniscayaan,
- keharusan,
- seolah-olah jadi fardu ain. Kalau enggak
- bohong, kalau enggak palsu, itu enggak
- eksis dalam hidup. Ini buat
- laporanlaporan
- palsu.
- Sumpah sumpah jabatan para menteri, para
- pejabat itu pada makan sumpah. Ternyata
- sumpahnya sumpah palsu. Habis disumpah
- naik jabatan bisa korupsi. Lah kan itu
- makan sumpah itu mulanya pada kualat ya.
- Kemudian yang dagang juga begitu. Jual
- gula sekilo timbangannya 8 ons. Jual
- besi ukuran 10 yang di yang muncul
- adalah ukuran 8.
- Belum lagi yang pelaksanaannya proyek
- misalnya biaya sekian turun 100% begitu
- turun sampai ke alamat tinggal 60%. Itu
- kan bukan rahasia. Ini
- kebohongan-kebohongan semua. Jadi hidup
- hari ini rasanya kalau enggak bohong itu
- gak eksis gitu loh. Maka betul kata
- Ronggo Warsito mengatakan ewuh woyo ing
- pambuti
- menangi zaman edan ora edan ora ketuman,
- arep melu edan ora tahan. Jadi ini
- memang menjadi kenyataan hari ini
- edan-edanan.
- Sekarang ini kalau enggak edan-edanan ya
- enggak bisa, enggak kebagian. [tertawa]
- Masyaallah. Nauzubillah. Tapi tetap
- jangan lupa sak becik-becike sak apao
- becik-becike wong edan wong isih becik
- isi bejo wong kang kelingan lan waspodo.
- Jadi tetap insyaallah itu kan cuma semu
- aja kenikmatan-kenikmatan
- yang didapat dengan cara-cara gak benar
- itu semu saja nanti juga sekejap hilang
- itu Allah akan hilangkan itu. Asal umat
- beragama itu tetap istikamah
- ya. Kalau masih bisa ngomong kita
- ngomong sampaikan. Kalau enggak didengar
- juga dongani we maet.
- Jadi kita donga doakan ya didoakan juga
- enggak mau juga ya sudah disepatani juga
- enggak apa-apalah daripada ngerusak
- semua. Tapi mudah-mudahan sih tidak ya.
- Karena negeri ini adalah negeri yang
- dikenal sebagai mayoritas terbesar di
- dunia adalah umat Islam. Mudah-mudahan
- umat Islamnya dulu yang menyadari banyak
- dekat pada Allah. Doakan
- pemimpin-pemimpin supaya dapat petunjuk
- sehingga tidak ngawur dalam membuat
- aturan-aturan dan kebijakan. Wallahuam.
- Baik, pertanyaan berikut bisa jadi
- pertanyaan terakhir ini. Pak Ustaz, Ibu
- selalu berpesan ke anak, ke cucu, dan
- anak menantu supaya semua mempersiapkan
- keimanan masing-masing menghadapi
- keadaan karena dunia sekarang seperti
- ini. Pertanyaannya, apakah ibu termasuk
- manusia yang egois karena prinsip ibu
- itu harus dimulai dari keluarga?
- Iya, bukan egois itu bagus. Memang ada
- kewajiban qu anfusakum. Jaga dirimu wa
- ahlikum dan ahlimu dari neraka. Wa
- ahlikum naro dari api neraka. Justru ibu
- yang baik adalah ibu yang selalu
- perhatian dalam masalah agama. Anak-anak
- itu dididik agama, dididik kejujuran,
- lisannya, pikirannya, perilakunya,
- akhlaknya.
- D kemudian baru ditanamkan nilai-nilai
- kecerdasan. ee kecerdasan intelektualnya
- sehingga kalau nanti dewasa dia menjadi
- orang pejabat yang sukses, pejabat atau
- menjadi seorang pemimpin yang adil, yang
- bijak yang membuka dua telinganya untuk
- mendengar aspirasi rakyat, aspirasi
- orang-orang susah, aspirasi wong cilik.
- Jangan jadikan jualan aja wong cilik
- itu, tapi diperhatikan betul. Tuh turun
- tuh cabai Rp150.000 itu gimana caranya?
- belum barang-barang naik dan seterusnya.
- Listrik naik, apa-apa naik. Sekarang sih
- alhamdulillah kalau lewat tol itu
- sekarang enggak suruh bayar, Mbak Mbak
- Nuning. Enggak suruh bayar uang
- sekarang. Cuma suruh nempel kartu doang.
- Kartunya kan harus ada isinya.
- Iya. Saya kira
- kalau kartunya enggak ada tuh bagus.
- Nah, jadi ini yang bagus. Berarti Ibu
- itu perhatian. Jadi bahkan tidak hanya
- itu ya mesti ngandani, nasihati,
- ngomongi, kemudian mendoakan. Kawal
- anak-anak cucu kita dengan doa. Dikala
- anak-anak sedang pada tidur, cucu-cucu
- sedang tidur, ibunda yang baik akan
- bangun tengah malam sepertiga malam dia
- lantunkan doa. Dikawal anak-anak dengan
- doa-doahanallah.
- Jadi, betul Ibu juga benar harus terus
- dibimbing dikawal
- dan itu bukan egois.
- Bukan egois itu justru. Oke, masih ada
- tadi terakhir ini terakhir tambahannya
- meskipun di luar tema. Kalau sedang head
- boleh enggak sih pegang Al-Qur'an atau
- terjemahannya? Karena saya ini ngajarin
- anak-anak baca Iqra, saya mengajar.
- Jadi, gimana, Ustaz?
- Ya, kalau ada
- lagi ngajar preek gitu atau gimana?
- [tertawa]
- Ada terjemahnya boleh kalau yang asli
- Al-Qur'annya.
- Tapi sebaiknya ya memang kalau sedang
- main gitu ya mesti hafalan yang di
- jangan pegang mushaf ya.
- He
- pegang musf. Wallahualam.
- Baik kita simak rangkuman dari bahasan
- kita tentang doa dan karakter ahli surga
- bagian pertama ya karena nanti masih
- akan berlanjut. Silakan Ustaz. Ikhwan
- rahimakumullah. Itulah ungkapan-ungkapan
- nasihat-nasihat saya.
- Mungkin sebagian tadi dirasakan sebagai
- kelihatan dari ungkapan-ungkapan yang
- memang ya itulah aspirasi daripada
- rakyat mewakili dari teman-teman
- rakyat-rakyat kecil yang kadang-kadang
- di belakang itu menjerit-jerit kok
- begini kok begini kok begini. Tapi
- insyaallah dengan Al-Qur'an dengan agama
- dengan kematban keimanan
- insyaallah kita akan tetap eksis ya.
- Karena orang beriman itu digambarkan
- seperti pohon. Pohon yang sehat, akarnya
- kuat. Jadi tidak mudah tergoncang ke
- sana, ke kanan kiri. Batangnya makin
- lama makin menjulang tinggi. Tapi tetap
- dia memberikan nuansa kesejukan. Dengan
- indahnya daun-daun yang hijau dan
- ngerembuyung menjadikan suasana sejuk
- dan nyaman bagi siapa yang mau berteduh.
- Bahkan dia memberikan buah tanpa diminta
- sebagai bentuk kontribusi positif dalam
- kehidupan. Berbuat baiklah, berpikir
- baiklah, berniat baiklah, dan beramal
- baik. Sekalipun di tengah comberan kalau
- intan, dia akan tetap bercahaya.
- Mudah-mudahan negeri ini diselamatkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala,
- dilindungi dari tangan-tangan
- orang-orang zalim yang ingin merusaknya
- dan pemimpin-pemimpin kita diberikan
- hidayah sehingga dia memperhatikan dan
- mengikuti jalan kebenaran. Amin. Allahum
- amin. Mohon maaf segala kekurangan,
- kekeliruan. Kalau ada yang saya
- sampaikan salah dan keliru, mohon
- dimaafkan sebagai manusia biasa.
- Walafu
- wabillahi taufik wal hidayah.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Terima
- kasih, Ustaz. Dan mudah-mudahan apapun
- peran kita di bumi ini, di negeri
- tercinta kita ini sebagai wong cilik kah
- atau sebagai siapun, mari ketika kita
- mengarungi bahterra kehidupan, jangan
- kita biarkan
- sampan kita oleng terombang ambing tanpa
- kemudias
- [menghela napas]
- entah di bagian mana daripada lautan
- itu. Semakin kita renungkan, semakin
- banyak yang kita pahami, insyaallah.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.