Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:10 [musik] 0:24 Bismillahirrahmanirrahim. 0:26 Asalamualaikum warahmatullahi 0:27 wabarakatuh. Alhamdulillahilamin 0:29 wabun 0:32 wasatu wasalamu sayidina Muhammad wa 0:34 alihibihi ajmain rbi zidni ilma 0:37 allahumfani bimaamtani waimni mafuni 0:41 warzuqni ilman yangfa dipancarkan dari 0:43 jalan masjid silaturahim nomor 36 0:46 kalimangis Cibubur Bekasi radio 0:48 silaturahim dan rasil TV untuk Islam 0:50 yang satu ikhwan akhwat di mana pun saja 0:52 berada semoga kabar Anda dalam keadaan 0:54 sehat walafiat senang sekali di pagi 0:57 Pagi menuju siang hari ini. Saya Angga 0:59 Aminudin dapat kembali menyapa Anda di 1:01 mana pun saja Anda berada. Saya ditekani 1:04 oleh Ondi di kameramen. Ada juga Algi di 1:07 meja operator. Kami hadir dalam kajian 1:10 ekonomi Islam edisi hari Selasa. Kita 1:13 sudah masuki hari yang keet7uh di bulan 1:16 Mei 2024. Hari yang ke-9 di bulan 1:19 Zulkaah 1446 Hijriah. Ikhwan akhwat, 1:23 narasumber kita dalam kajian ekonomi 1:26 Islam kali ini alhamdulillah telah hadir 1:28 di studio Ustaz Ihwan Basri dari Dewan 1:31 Syariah Nasional Indonesia. 1:33 Asalamualaikum warahmatullahi 1:34 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:36 wabarakatuh. 1:37 Bagaimana kabarnya? Sehat, Ustaz? 1:38 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:40 Sehat walafiat. Kita dapat kembali 1:42 melanjutkan 1:43 ee kajian ekonomi Islam kita di 1:46 kesempatan kali ini, Pak Ustaz, ya. dan 1:49 banyak hal yang menjadi ee sorotan bagi 1:53 masyarakat tentu saja ee bidang ekonomi 1:57 di negeri ini. lebih-lebih ketika ee apa 2:01 sih efek yang didapatkan di Indonesia 2:06 makin runyamnya atau makin serunya kok 2:09 bahasa seru gitu ya, makin panasnya gitu 2:11 ya, makin panasnya persaingan ekonomi 2:14 antara Amerika Serikat ee Cina dan juga 2:17 negara-negara lain. Ternyata edisi ini 2:20 berlanjut terus, Pak Ustaz. Edisinya 2:21 belum selesai. nya berlanjut terus 2:24 karena dilihat dari faktor Donald 2:27 Trump-nya sendiri gitu ya. Faktor Donald 2:29 Trump-nya sendiri emang memicu berbagai 2:31 gejolak ekonomi. Yang terbaru berita ini 2:34 tadi saja dibacakan nih di berita pagi 2:36 ee sekarang rakyat Amerika itu 2:39 punya tag punya apa gerakan hashtag 2:42 namanya kabur aja dulu. 2:43 He 2:43 kabur aja dulu. Yang bulan lalu hashtag 2:45 itu ada di Indonesia tapi sekarang ada 2:48 di Amerika. Kaburnya kenapa? kaburnya 2:50 dari Donald Trump katanya rakyatnya 2:52 ingin menghindari Donald Trump. Waduh, 2:54 ada apa ini gitu ya. Ee banyak sekali 2:57 ekonom yang melihat dan juga yang 2:59 memprediksi gitu ya kejadian-kejadian 3:02 ee yang tentu saja mengagetkan gitu Pak 3:05 Ustaz ya. Mengagetkan di luar nalar. Kok 3:06 bisa sih seperti ini kebijakan Amerika? 3:09 Lalu juga banyak juga analis yang 3:11 berpendapat bahwa Cina ketika diserang 3:14 habis-habisan oleh Amerika loh kok malah 3:17 makin makin melawan gitu ya, makin 3:19 frontal. Begituun negara-negara barat 3:21 yang tadinya diharapkan akan mendukung 3:24 Amerika kok jadi seperti itu. Belum lagi 3:26 ekonomi di dalam negeri. Memang 3:28 prediksi, ramalan, perakiraan di bidang 3:31 ekonomi ini ee banyak sekali yang ee 3:35 tidak sesuai dengan perhitungan katanya 3:37 begitu. Ini teori kalau menurut teori 3:39 enggak begini nih [tertawa] 3:41 gitu ya. 3:41 Iya begini. 3:43 Nah, ternyata ini jadi bahan juga 3:46 perbincangan di komunitasnya Pak Ustaz 3:49 gitu ya yang tentu saja bagi masyarakat 3:52 awam ini sesuatu hal yang perlu 3:54 disampaikan, perlu dicerahkan. Kenapa 3:56 hal-hal seperti itu di bank ekonomi kok 3:58 terjadi? Ternyata ada istilahnya Iwan 4:00 Ahwat. Dan ini akan kita jadikan judul 4:03 kajian kita namanya eksternalitas. 4:06 Dan tentu saja di kajian ekonomi Islam 4:08 kali ini kita akan melihat bagaimana 4:10 eksternalitas dalam pandangan ekonomi 4:13 Islam. Dan kita juga nanti akan 4:15 menjelaskan apa sih sebenarnya 4:16 eksternalitas itu, latar belakangnya 4:18 juga apa nih unsur-unsur ini. Anda juga 4:21 nanti akan kami undang Iwan Akhwat untuk 4:23 bergabung. Silakan sampaikan pertanyaan 4:24 ataupun komentar mengenai apa yang kami 4:26 bahas di nomor WhatsApp Rasil 4:28 0811999720. 4:33 Pak Ustaz Ikhwan Basri, bagaimana kita 4:35 mengawali kajian kita mengenai 4:37 eksternalitas dalam pandangan ekonomi 4:39 Islam. Silakan, Ustaz. 4:40 Terima kasih, Mas Angga. [berdehem] 4:42 Asalamualaikum warahmatullahi 4:43 wabarakatuh. 4:45 Alhamdulillahiabbil alamin. Wa usolli 4:47 wausallim shatan wa tasliman yaliqoni 4:52 bimaqomi amirilya wal mursalin nabiyina 4:55 Muhammadin wa ala alimain. Amma ba'du. 4:58 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 5:01 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 5:04 subhanahu wa taala. Alhamdulillah 5:08 pada hari ini hari pada hari yang 5:11 ketujuh ya di bulan Mei kita masih dapat 5:15 melaksanakan siaran live ya. 3 minggu 5:18 berturut-turut ini. Alhamdulillah 5:20 walaupun hampir tiap hari hujan ya di 5:22 sore hari. Bahkan ada beberapa yang kena 5:25 banjir lagi. Tapi alhamdulillah itu 5:29 tidak menghalangi kita tim berhasil 5:31 untuk melaksanakan siaran ekonomi 5:34 syariah atau ekonomi Islam ini ee secara 5:37 live ya. Dan ini ee seperti yang Mas 5:42 ceritakan tadi bahwa perang tarif, 5:45 perang perdagangan yang awalnya itu 5:47 antara Amerika dengan Cina dan sekutu 5:50 Amerika sendiri yang sekarang menjadi 5:54 berkobar-kobar di mana-mana di lima 5:56 benua. Dan itu menjadi perbincangan 5:59 bahkan oleh kalangan orang awam sendiri 6:02 ya. Karena apa? Karena di media TV ya, 6:07 media nasional baik itu mainstream 6:09 maupun yang yang media sosial ya, 6:12 terutama media sosial ini ya itu banyak 6:15 sekali ee prediksi ya, banyak sekali 6:18 ramalan atau mungkin banyak sekali apa 6:22 namanya perkiraan-perkiraan 6:24 di bidang perdagangan, di bidang 6:27 keuangan, di bidang ekonomi yang akibat 6:30 yang merupakan akibat daripada perang 6:32 tarif ini itu membingungkan orang ya 6:35 sangat membingungkan karena antara ee 6:39 prediksi satu dengan prediksi yang lain 6:42 itu bertentangan dan yang memprediksi, 6:45 yang melakukan prediksi itu boleh 6:48 dikatakan pakar-pakar ya, ahli-ahli 6:51 ekspresional di bidangnya. Tetapi yang 6:55 yang terjadi adalah prediksi perkiraan 6:58 itu semuanya berbeda-beda dan banget 7:01 bertentangan satu sama lain sehingga 7:03 orang-orang yang menyaksikan atau 7:05 membuka media sosial yang tidak punya 7:08 background latar belakang ilmu-ilmu 7:10 sosial ke ekonomi, statistik dan lain 7:12 sebagainya ya bingung gitu loh. Nah, di 7:15 sini kemudian mereka merasa ketar-ketir 7:19 karena apa? karena perkiraan yang 7:22 seperti itu membuat mereka merasa tidak 7:24 nyaman gitu ya. Nah, di sinilah perlu 7:27 kita apa namanya kita perlu jelaskan 7:31 kenapa begitu dan kenapa begini serta 7:34 bagaimana ekonomi syariah atau ekonomi 7:37 Islam itu melihat itu. Jadi diberikan 7:39 judul eksternalitas ya. eksternalitas 7:42 ini sebetulnya kalau di dalam sains atau 7:46 di dalam disiplin ilmu itu melekat pada 7:49 statistik ya. Ee kemudian melekat juga 7:53 pada ekonometrik ya. Dulu saya belajar 7:56 dua-duanya statistik. 7:59 Kemudian sebelum ekonometrik kita 8:01 belajar dulu statistik baru ekonometrika 8:04 ya. Nah, di situ kemudian ya teori-teori 8:06 ekonomi itu semuanya ee menggunakan ini. 8:09 Jadi ee eksternalisasi itu boleh 8:12 dikatakan adalah suatu faktor yang tidak 8:16 dianggaplah 8:17 istilahnya gitu, 8:18 tetapi berpengaruh ya faktor yang 8:22 menentukan suatu keadaan 8:25 tapi enggak dimasukkan dalam model. 8:27 [tertawa] 8:28 Model itu apa maksudnya? Jadi misalkan 8:30 gini ee 8:32 apa ada ada pernyataan ya permintaan ee 8:38 permintaan terhadap barang dan jasa itu 8:41 merupakan fungsi daripada satu misalkan 8:44 pendapatan seorang, 8:47 harga barang itu sendiri, preferensi 8:50 orang itu, lokasi geografi orang itu, 8:54 dan seterusnya. Ya, ini disebutkan 8:57 satu-satu. Tapi pengaruh yang paling 8:59 besar [berdehem] itu adalah pendapatan 9:01 seseorang dan harga barang itu. Jadi 9:06 orang akan membeli suatu barang yang dia 9:08 inginkan pertama-tama kalau dia punya 9:10 uang, punya pendapatan gitu ya. Kalau 9:14 tidak punya pendapatan, gak mungkin 9:16 terbayang bagaimana orang akan membeli 9:18 suatu barang ya. Nah, ini faktor yang 9:21 pertama ini adalah pendapatan orang itu, 9:24 ya. Nah, yang kedua faktor yang lain 9:26 adalah harga barang itu. Jika harga 9:29 barang itu terjangkau oleh dia, dia akan 9:31 beli. Kalau dia tidak terjangkau, 9:33 mungkin caranya kredit. Ya. Ya, 9:35 begitulah ya. Jadi ini sangat penting 9:38 dan seterusnya seperti preferensi cita 9:40 rasa seorang terhadap suatu barang. Ada 9:42 yang suka manis, ada yang suka pedas, 9:44 ada yang suka asin, ada suka roti, ada 9:48 yang suka nasi goreng dan seterusnya. 9:49 Ya, ini masing-masing orang berbeda-beda 9:52 ya. Kemudian misalnya ada lokasi 9:55 biografi, orang yang tinggal di daerah 9:58 dingin ya akan perilakunya terhadap 10:01 suatu barang berbeda dengan mereka yang 10:02 tinggal di tempat yang agak panas ya 10:04 seperti itu ya. Nah, ini bisa di bisa 10:08 dimasukkan faktor-faktor tadi itu bisa 10:11 dimasukkan dalam model tetapi ada 10:13 faktor-faktor yang dianggap 10:16 ada tetapi enggak dimasukkan ke dalam ke 10:19 dalam model ya. Misalkan gini 10:22 ee 10:25 apa namanya kedalaman seseorang dalam 10:28 mengamalkan ajaran agama akan 10:30 berpengaruh terhadap permintaan terhadap 10:32 barang. Ya. 10:34 Ini maksudnya gimana? Kalau misalnya 10:36 orang Islam kan gak mungkin dia itu ber 10:39 apa namanya ada permintaan terhadap 10:41 daging babi atau bangkai dan sebagainya 10:43 enggak boleh. Karena itu enggak boleh 10:45 maka enggak ada permintaan. 10:46 Permintaannya nol ya. Tapi masalahnya 10:48 orang yang pengalaman keagamannya itu 10:51 tipis, suka berbuat maksiat, bisa jadi 10:55 dia masih makan daging babi, bisa jadi 10:58 dia masih minum-minuman keras dan 11:01 seterusnya ya itu kan. Tapi pengalaman 11:05 keagamaan seseorang ini berpengaruh 11:08 terhadap perilaku ee seseorang dalam ee 11:12 apa namanya permintaan dia terhadap 11:14 suatu barang dan jasa, ya. 11:17 Nah, di antara faktor-faktor tadi itu 11:19 dimasukkan dalam model. Ada faktor yang 11:21 tidak dimasukkan dalam model. Nah, itu 11:23 namanya eksternalitas, ya. Ya, misalnya 11:25 kan gini ee Menteri Keuangan Amerika 11:28 Serikat namanya Bason kalau tidak salah 11:33 Benon ya, Mr. Bason. 11:37 Ketika 11:38 Pak Trump ini 11:41 memberikan hadiah ke Cina dengan tarif 11:44 125%. 11:47 ya bulan lalu ya 11:48 sudah sudah sebulan yang lalu lebih. 11:52 Nah, itu ee tujuannya apa? Tujuannya 11:56 adalah supaya make Amerika 12:00 great again. 12:02 Ya, akan membuat Amerika 12:05 agunglah. Pokoknya menjadi bahasa yang 12:08 menjadi bangsa yang besar kembali ya. 12:10 Maknanya sekarang ini tidak menjadi 12:12 bangsa besar sebetulnya 12:13 ya. Kalau dilihat dari defisit 12:15 perdagangan yang hampir 1 triliun dolar 12:18 ya 900 miliar dolar sekian 970 sekian 12:23 miliar dolar itu itu angka yang luar 12:27 biasa ya itu defisit yang harus ditutup 12:30 ya dan itu tahun 2024 ya. Nah, sekarang 12:34 dengan cara yang inginnya singkat tapi 12:38 mujarab istilahnya itu Pak Trump 12:40 langsung bikin ya tanggal sekian akan 12:43 dikenakan tarif 125% kepada Cina. Ya. 12:48 Nah, tujuannya apa? Nah, tujuannya 12:50 adalah supaya barang-barang Cina tidak 12:54 bisa membanjiri Amerika, pasar Amerika. 12:57 Ya, gitu. dan Amerika akan mendapatkan 13:02 ee dana dari itu dari tarif itu sekian 13:07 bilion dolar itu hitungannya sudah ada 13:09 ya. He. 13:10 Tapi sebetulnya tarif itu 12% kan yang 13:13 membayar rakyat Amerika sendiri. 13:15 Sebetulnya Cina enggak kena ya. 13:17 Dan lucu sekali. 13:19 Nah, dia ber dia memprediksi ini 13:23 memprediksi memperkirakan jika langkah 13:25 Amerika ini dilakukan otomatis ini akan 13:28 berhenti. Kalau tidak berhenti apa? 13:31 Datang ke Washington ya Pak Jimping akan 13:35 datang kepada Amerika ke ke Washington 13:39 minta kepada 13:40 ee Amerika supaya nego. Ayo kita nego 13:42 tarif. Tapi itu kan enggak terjadi. 13:44 Enggak. malah dibalas oleh ee Cina 120% 13:48 lagi. Wah, sudah. 13:50 Jadi ini apa? Ini adalah suatu prediksi 13:53 yang salah ya. Bahkan Menteri 13:55 Keuangannya itu, Mas Benon itu 13:57 mengatakan tarif 120 45% 14:02 kepada Cina ini sebetulnya adalah 14:05 kalau diaplikasikan 14:07 diterapkan maka dalam waktu yang sangat 14:10 singkat Cina akan kehilangan sekian juta 14:13 pekerjaan. 10 juta lapangan pekerjaan 14:17 atau orang jobless ya tidak punya 14:19 kerjaan PHK semua R juta. H. 14:22 Tetapi apa yang terjadi setelah sebulan? 14:25 Ya. Ya. Tidak seperti yang dia ceritakan 14:28 atau dia tidak ee tidak seperti yang dia 14:31 prediksi. Nah, ini menunjukkan bahwa 14:33 terjadi eksternalitas ya. Artinya apa? 14:36 Model itu enggak bekerja. 14:38 Jadi ada ada faktor lain yang mungkin 14:40 lebih besar tapi enggak dimasukkan dalam 14:42 model ini yang membuat model tarif ee 14:46 apa namanya aplikasi penerapan tarif 14:48 145% ke Cina sama sekali tidak 14:52 berpengaruh ya. Bahkan yang lebih buruk 14:55 kepada Amerika terjadi ya. Misalnya Cina 14:59 justru memotus hubungan dengan Boeing 15:02 yang sudah selesai pesanan Cina suruh 15:05 balik sana ya. Kemudian apa itu yang 15:10 Intel ya, Intel yang sudah kontrak 15:13 dengan perusahaan-perusahaan Cina itu 15:15 dibatalin ya, jumlahnya juga miliaran 15:17 dolar dan kemudian Nvidia dan lain 15:20 sebagainya ini juga wah itu sudah 15:22 puluhan miliar dolar ya ratusan malah. 15:24 Nah, ini justru yang menjadi 15:27 terkena terkena 15:30 tarif bumerangnya itu adalah mereka itu 15:32 sendiri. Nah, di sini yang kita fokuskan 15:35 adalah bagaimana eksternalitas itu 15:37 bekerja. Ya, sama dengan ee teori perang 15:40 seperti Israel dengan Hamas ini ya. Bagi 15:44 orang yang sudah biasa bertempur ya, 15:48 jenderal yang sudah biasa bertempur di 15:50 lapangan maka menguasai 15:54 Gaza itu mah harusnya cuman berapa jam? 15:56 2 3 jam selesai. 15:58 Ada angkatan darah dengan pesawat paling 16:00 canggih di dunia di Timur Tengah. Ada 16:02 kapal di laut, ada tank markava yang 16:06 jumlahnya ratusan, ada tentara yang 16:08 karena sudah terlatih dan lain 16:10 sebagainya. Tapi hingga sekarang ee 16:13 enggak ada. Artinya menunjukkan bahwa 16:15 sampai dengan detik ini 16:16 Gaza tidak bisa di ee apa namanya? Tidak 16:19 bisa ditaklukkan sama sekali, baik 16:21 secara militer ataupun secara apa saja. 16:23 I itu dan itu tidak terbayangkan. 16:26 Makanya di sini yang berfungsi 16:29 dan yang terjadi adalah faktor eksternal 16:33 yang justru berpengaruh pada model itu 16:36 gitu loh. 16:37 Jadi apa yang mereka sangkakan, asumsi 16:40 mereka itu salah besar 16:44 ya gitu. Nah, ini apa namanya ee 16:49 pentingnya kita melihat eksternalitas. 16:52 Jadi ee banyak sekali faktor yang tidak 16:56 kita 16:58 lihat secara langsung dalam model, tapi 17:02 pengaruhnya besar sekali ya. Dan para 17:05 ahli ada yang apa berbeda pendapat, ada 17:09 yang tidak ingin itu eksternalitas 17:12 dimasukkan ke dalam model, ada juga yang 17:14 mau. Makanya kalau kita melihat dalam 17:16 model ekonometrik sederhana misalnya 17:19 regresi misalnya 17:20 simple regression model atau multiple 17:22 regression model itu kan modelnya selalu 17:25 diakhiri dengan ya X ya. X itu mewakili 17:30 eksternalitas. Jadi ee faktor-faktor 17:33 variabel yang ada di dimasukkan 1 2 3 4 17:36 5 misalnya gitu. Nah, lima variabel ini 17:39 dalam model ini sebenarnya belum 17:40 mewakili 17:41 gambaran sebenarnya keadaan. Ada lagi 17:44 faktor yang berpengaruh tapi enggak bisa 17:46 kita masukkan ke dalam model karena ee 17:49 tidak bisa dihitung, tidak bisa di 17:51 kuantifikasi, tidak bisa diukur. Nah, 17:54 ini dimasukkan dalam faktor belakangan X 17:56 namanya yaitu eksternalitas. Tapi 17:58 sebenarnya eksternalitas itu ee di mata 18:02 pandangan ekonomi Islam justru sangat 18:04 besar ya, sangat besar pengaruhnya ya. 18:07 Contoh misalnya begini, 18:10 kalau kita berpikir bahwa pendapatan 18:13 seseorang 18:15 itu 1 bulan dia gajinya yang dia take 18:18 home take home pay yang dia terima 18:21 bersih 18:22 yang biasa pakai yang dia bisa pakai 18:24 untuk belanja dirinya, untuk istrinya 18:26 dan keluarganya. misalkan ini R5 juta 18:29 net gitu ya. Ya. Nah, kemudian 18:32 alokasinya kan sudah ada untuk keluarga 18:34 makan minum keluarga semuanya misalnya 18:36 Rp3 juta. Untuk ini transport dan lain 18:40 sebagainya R1 juta dan seterusnya. 18:42 Pokoknya R juta itu 18:44 sudah dialokasikan 18:47 persis 1 bulan ya sehingga dia itu tidak 18:50 akan menambah dan mengurangi gitu. 18:53 Asumsinya begitu. Ini cara berpikir 18:55 orang baru kan begitu ya. Karena 18:57 pendapatan itu yang kita terima cuman 19:00 ada dua alokasi, yaitu kita konsumsi, 19:03 kita belanjakan untuk membeli barang dan 19:04 jasa dan selebihnya kalau ada itu saving 19:08 ya kita simpan. Entah kita simpan di 19:10 saku, entah kita simpan di bawah bantal, 19:13 entah kita simpan di rekening bank. 19:15 Heeh. 19:15 Ya enggak masalah gitu ya. Jadi begitu. 19:18 Nah ini melihat suatu apa? Melihat suatu 19:22 keadaan itu sangat sempit bagi saya ya. 19:27 yang membuat apa? Membuat orang itu 19:29 kalau mengikuti [berdehem] 19:31 rumusan ini 19:34 bakhil jadinya. 19:35 Heeh. Bagaimana saya akan berinfak di 19:37 masjidnya 19:39 misalnya 1000, 2.000 atau membantu fakir 19:43 miskin 19:44 i 19:44 atau mengeluarkan zakat jika 5 juta dari 19:47 pendapatan net saya ini sudah saya 19:49 alokasikan habis [berdehem] 19:51 di ujung hari di di ujung bulan sudah 19:53 enggak ada R0 sudah saldonya. [tertawa] 19:57 Nah, ini kalau kita berpikir seperti ini 20:01 ya rezeki kita itu hanya seperti itu 20:02 gitu. 20:03 Tidak pernah kita berpikir bahwa rezeki 20:06 itu yang memberi Allah Subhanahu wa 20:07 taala. Ya, mereka berpikir rezeki itu 20:10 hanya diberi oleh perusahaan. 20:12 Iya. 20:13 Tempat kita bekerja itu saja ya. 20:16 Sehingga dengan demikian 20:19 faktor eksternal di sini ee kurang 20:22 bekerja. Artinya dalam keadaan seperti 20:24 ini orang cenderung bakhil tidak 20:26 membantu kepada orang lain. Karena apa? 20:29 karena ee pendapatan yang sudah dia 20:32 peroleh itu sebetulnya alokasinya sudah 20:34 ada. He. 20:36 Nah, sedangkan seorang muslim, orang 20:38 yang beriman kepada Allah, dia 20:40 berkeyakinan berapapun 20:43 apa namanya pendapatannya yang bersih 20:45 yang dia terima katakanlah tetap R juta 20:48 misalnya. Tapi kalau dia belanjakan 20:50 untuk ya fisabilillah untuk menolong 20:53 orang lain ya apa namanya ee memberikan 20:57 naf kepada keluarganya, kepada istrinya, 21:00 makan minum untuk keluarganya, 21:01 menyekolahkan anaknya dan lain 21:03 sebagainya. Ini semuanya dia percaya 21:06 adalah ee belanja-belanja atau 21:09 pengeluaran-pengeluaran yang tujuannya 21:11 itu baik ya fisabilillah. Dan dia 21:14 berharap apa yang dia infak infakkan itu 21:17 atau yang dia belanjakan itu akan 21:19 diganti oleh Allah. H waktum minaiin 21:24 fahua yukhlifuhu. 21:26 Apapun yang kamu belanjakan dari harta 21:28 kamu dia Allah Subhanahu wa taala akan 21:30 menggantikan. Ini ini keyakinan seorang 21:33 muslim. He. 21:34 Itu sebabnya maka walaupun seorang 21:36 muslim tadi itu gajinya sama R juta, 21:40 Nak, tetapi dia bisa berbuat banyak, 21:43 berbuat amal 21:44 sehingga dia merasakan suatu yang lebih 21:47 dari yang tidak disangka-sangka. Allah 21:49 akan kasih tambahkan rezekinya, gantikan 21:53 belanjaannya tadi itu dengan cara yang 21:55 tidak disangka-sangka. Ya, tapi bagi 21:57 orang yang tidak beriman enggak punya 21:59 eksternalitas ini, dia ee apa? dia hanya 22:02 punya bulanan R juta dan alokasnya sudah 22:04 seperti itu. Ee sudah pas benar, tidak 22:07 mungkin ada ruang untuk belanja, 22:09 membantu orang miskin, zakat dan lain 22:11 sebagainya. Enggak ada ya. Maka dia 22:13 tidak dapat apa namanya rezeki 22:15 [berdehem] dari Allah dari arah yang 22:16 tidak disangka-sangka. 22:18 Nah, di sini maka di sini penting sekali 22:21 ya bahwa infak itu 22:25 fisabilillah. Ah, kita belanjakan semua 22:28 yang kita peroleh itu fisabilillah. Dan 22:30 fisabilillah itu umum ya, 22:33 jangan diartikan infak ee misalnya ke 22:36 kota masjid itu fisabilillah, tapi 22:38 memberikan uang belanjaan kepada istri 22:41 tidak fisabilillah. Tidak betul. Justru 22:43 membawa memberikan infak kepada 22:45 belanjaan kepada istri 22:47 fisabilillah sekali. Dan itu ada dua 22:49 nilai. Satu pernah silaturahim dapat. 22:52 Kemudian ee infaknya yang akan di apa 22:56 yang akan dibalas oleh Allah Subhanahu 22:57 wa taala dapat ya 22:59 dan juga kepada kerabat kita yang lain. 23:01 Jadi belanja atau ee pemberian kita 23:04 kepada ponakan, kepada sepupu yang 23:07 kurang beruntung itu ada dua pahala. 23:10 Pahala silaturahim dan pahala infak itu 23:12 sendiri ya yang Allah subhanahu wa taala 23:14 akan apa namanya akan gantikan ya. Jadi 23:18 di sini ada eksternalitas yang tidak 23:21 akan bisa masuk dalam model H 23:23 karena ini adalah keimanan dan alangkah 23:26 banyaknya ajaran Islam itu dalam hal 23:28 ini. Itu sebabnya maka orang yang 23:31 beriman, orang muslim ini ketika dia 23:34 membelanjakan hartanya fisabilillah 23:36 tidak ragu-ragu walaupun dia tahu bahwa 23:40 pendapatannya kalau sebulan R juta ya R 23:42 juta tetap ya kan. 23:44 Tapi dia bisa berbuat dan ingin untuk 23:46 berbuat beramal. ee bersedekah kepada 23:49 orang lain dan Allah akan kasih gantinya 23:51 itu secara tidak disangka-sangka, enggak 23:53 tahu dari mana. Wallahuam bawab ya. Tapi 23:56 ada kejadian seperti itu. Nah, ini yang 23:59 kita maksud bahwa eksternalitas ini 24:01 enggak mungkin masuk dalam model, tapi 24:03 eksternalitas itu ee dampaknya sangat 24:06 besar dan itu tidak semua bisa dinikmati 24:10 oleh orang-orang kecuali orang-orang 24:12 yang beriman dan beramal saleh. Begitu 24:14 ya. Nah, di sinilah pentingnya 24:16 [berdehem] 24:17 kita itu ee melihat eksternalitas. 24:20 Maka dalam suatu hadis dikatakan 24:24 sebentar saya minum ya. Iniak 24:25 silakan Ustaz. 24:26 Bismillahirrahmanirrahim. 24:30 agak kering. Jadi 24:34 ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 24:35 berkata, "Lau tawakaltum alallahi haqqo 24:39 tawakuli laruzum mlir." Ya, 24:43 seandainya kamu bertawakal kepada Allah 24:46 dengan sebenar-benar tawakal, 24:49 niscaya kamu akan diberi rezeki oleh 24:51 Allah seperti burung. Maksudnya apa? 24:53 Seperti burung itu ya? 24:56 Eagu 25:00 himon. Oh, apa itu hadisnya yang 25:02 terjemahnya seperti ini? Pergi pagi dari 25:05 sarangnya dalam keadaan perut kosong dan 25:08 balik lagi sear-harinya ke pesannya 25:10 dalam keadaan 25:11 bitonan 25:12 ya. Perut kenyang, perut penuh gitu ya. 25:15 lah itu. Tapi [berdehem] nah ini 25:18 sebetulnya adalah tawakal itu 25:19 eksternalitas dalam pengertian bahwa 25:21 tidak bisa dimasukkan dalam model ya 25:23 misalnya k model 25:25 apa apa permintaan terhadap barang 25:27 barang dan jasa satu pendapatan dua 25:30 harga barang yang ketiga tawakal enggak 25:32 mungkin 25:32 tawakal enggak masuk 25:33 enggak masuk 25:34 iman enggak masuk 25:35 iman enggak masuk 25:37 tapi ini pengaruhnya tinggi. 25:39 Pengaruhnya tinggi. Makanya kalau kita 25:42 belajar ilmu ekonomi mikro misalnya yang 25:44 penulisnya itu orang sekuler, orang 25:46 ateis, orang 25:47 tidak beriman kepada Allah yang kita 25:49 dapatkannya nominal doang ya. 25:51 Nominal angka doang tidak ada berkahnya. 25:54 Karena berkah itu mainnya di belakang di 25:57 belakang angka ya. Ya, caranya tidak 26:00 kita ketahui. Tapi Allah sudah 26:02 memberikan 26:03 caranya begitu ya. barang ee dan apapun 26:06 yang kamu belanjakan dari harta kamu 26:09 maka dia akan menggantikan. Coba itu. 26:13 Heeh. 26:14 Gitu ya. Banyak ayat seperti itu ya. Ya. 26:18 Ada misalkan surah al-Insyiraq, inna 26:21 maal usri yusro. Innamaal usri yusra. 26:25 Jadi kesulitan yang dihadapi oleh 26:27 saudara kita di Gaza saya kira tidak ada 26:30 bangsa lain yang begitu menderita pada 26:32 abad 2021 ini yang begitu sengsara 26:36 kecuali kaum muslimin, umat manusia yang 26:39 ada di Gaza sana. Ya. 26:41 Iya. 26:41 Tetapi teman-teman di Gaza kita ini yang 26:44 kalau kita lihat dari ee 26:46 ceramah-ceramahnya atau statementnya itu 26:48 Heeh. 26:49 dia tidak putus asa ya. Semangatnya 26:52 makin tinggi ya. 26:53 Heeh. He 26:54 semakin di apa diinjak-injak, dibom 26:57 segala macam ya semakin tinggi 26:59 tawakalnya kepada Allah Subhanahu wa 27:00 taala. Dan apa yang terjadi? Kita lihat 27:02 sekarang ya tidak bisa dijebol oleh 27:05 Israel pakai Markava F16, F35, Hitzer 27:11 kemudian apalagi segala macam senjata 27:13 sampai 27:14 yang itu yang paling gede GDM 27:17 bom yang berapa ton itu yang bisa nembus 27:19 bangker segala macam tetap saja tidak 27:22 bisa menghabiskan 27:23 dan kemudian Allah turunkan berbagai 27:26 tanda 27:27 mulai dari kebakaran yang tidak bisa 27:30 dihentikan ikan mulai dari apa itu asap 27:35 ya 27:36 he padang pasir yang begitu tinggi 27:39 anginnya kemudian akhirnya ee angin 27:42 bercampur pasir itu menggunung membuat 27:45 langit menjadi kuning ya kemudian 27:48 sekarang katanya banjir dan lain 27:49 sebagainya dan lebih parah lagi kalau 27:52 orang-orang banyak negara sekarang ya 27:54 yang tidak mau didatangi Israel turis 27:56 diusir dari negara itu karena orang 27:57 sudah bosen ya siapa yang melakukan ini 28:00 semuanya nya ya itu adalah tangan Allah 28:02 Subhanahu wa taala yang memberikan 28:04 pertolongan kepada hambanya dan ini 28:06 tidak dimasukkan dalam model karena 28:07 menurut nyaw itu kan apa namanya 28:11 diserang habis dipagar dengan tank dari 28:13 ujung ke ujung selesai 28:15 tapi itu berapa kali dilakukan enggak 28:16 pernah bisa ya 28:18 dan ee keadaan seperti ini menjadikan 28:22 kita yakin bahwa kekuatan eksternal itu 28:27 memang tidak dimasukkan ke dalam model 28:29 H 28:30 tetap Tapi pengaruhnya kepada 28:32 kenyataannya lebih besar daripada model 28:34 yang atau variabel-variabel yang masuk 28:37 dalam model begitulah. 28:38 Iya. 28:39 Dan kita dari umat Islam yang sungguh 28:42 sangat percaya pada itu. 28:43 Iya. Faktor eksternal itu. 28:45 Iya faktor eksternal. Nah, misalnya kita 28:48 punya sawah 100 hektar [berdehem] 28:51 kemudian dalam keadaan baik normal 28:53 sekian per hektar 9 ton per hektar. Lalu 28:57 kita bikin apa namanya? tanam sesuai 29:00 dengan yang kita rencanakan. 29:02 He. 29:02 Tapi kadang-kadang di tengah sawah itu 29:04 kemudian ada banjir, kemudian ada air 29:07 putus, irigasi putus dan lain 29:08 sebagainya. Ada elnino dan sebagainya. 29:12 Nah, akhirnya apa? Akhirnya belum tentu 29:15 ee panen itu sesuai dengan kehendak 29:17 kita. Ituah campur tangan ya. Al-Qur'an 29:19 juga mengatakan begitu kan dalam surah 29:21 Al apa itu Al-Kahfi itu yaitu tentang 29:25 yang punya kebun ya. 29:28 Dia mercaya bahwa kuburnya akan tumbuh 29:30 dengan baik, buah-buahnya anggur dan 29:33 lain sebagainya akan membuahkan hasil 29:35 yang baik. 29:36 Tetapi dia tidak beriman kepada Allah 29:38 Subhanahu wa taala. Dan akhirnya ketika 29:40 dia datang ke kebunnya sudah dimakan 29:42 angin, sudah diserang angin panas 29:44 sehingga sudah menjadi mati semua. He. 29:46 Nah, sehingga dia apa namanya? Kecewa 29:49 dan dia tidak berhasil dari investasi 29:51 yang dia sudah tanamkan. 29:53 Nah, itu beda dengan orang yang kebun. 29:56 dia punya kebun juga tapi beriman kepada 29:57 Allah maka dia bertawakal kepada Allah 30:00 dan akhirnya kebunnya menghasilkan 30:02 sesuai dengan yang diharapkan karena dia 30:05 beriman kepada Allah. Nah, itu sekarang 30:08 ini makin banyak orang pada percaya pada 30:11 sains ya. Oh, perhitungan rumit 30:14 menggunakan AI dan lain sebagainya. 30:16 Tetapi semua itu didasarkan pada 30:18 ketidakyakinan kepada penguasa jagad 30:21 raya ini Allah Subhanahu wa taala. Dan 30:23 akhirnya berantakan semua ya. Ya, 30:25 berantakan karena tidak percaya bahwa 30:27 sains itu bisa melakukan segala-galanya. 30:30 Nah, sekarang sains itu sudah menjadi 30:31 agama ya [berdehem] kalau kita lihat 30:33 sudah menjadi agama pengganti agama 30:35 Islam, pengganti agama Kristen dan lain 30:37 sebagainya. 30:37 H 30:38 itu masangnya 30:39 kalau faktor eksternalitasnya 30:43 ini yang di luar Islam, Pak Ustaz ya. 30:44 Kita lihat Cina sendiri gitu dalam 30:46 ekonomi dan perdagangan. 30:48 Mereka itu meyakini faktor 30:50 eksternalitasnya di mana, Pak Ustaz? 30:51 Iya. He 30:53 ee Cina itu komunis ya secara secara 30:56 ideologi dia enggak percaya kepada 30:58 Tuhan. 30:59 He. 30:59 Cuman budaya Cina itu enggak komunis ya. 31:01 Hm. 31:02 Budaya budaya asli budaya Cina itu kan 31:04 Konghuju. Ee Konguju itu ajarannya itu 31:07 ya apa nama? Apa namanya? Salah satu 31:09 ajarannya itu adalah berbuat baik pada 31:11 orang lain. 31:12 He. 31:12 Menolong pada orang lain. 31:14 Iya itu ya. [tertawa] 31:16 Nah untuk yang seperti ini itu berlaku 31:19 pada siapapun termasuk kepada yang non 31:21 Islam. H 31:22 ya. Bagi siapa? Orang yang kaya, muslim 31:24 atau bukan, tapi dia suka membantu orang 31:26 miskin ini ada ada berkahnya, ada 31:30 ada ininya apa namanya? Ee hukumhukum ee 31:33 hukum alamnya itu ada. Artinya akan 31:35 diganti ya, akan ditambahkan itu begitu 31:39 walaupun dia enggak beriman. Ini para 31:41 ulama mengatakan demikian ya. Jadi 31:44 menolong orang lain, membantu orang 31:46 lain, ee melindungi orang yang lemah, 31:50 kemudian dia ee memberi makan kepada 31:54 orang fakir miskin, yatim piatu, dan 31:56 lain sebagainya. Ini adalah 31:58 sumber-sumber yang membuat apa namanya? 32:00 Berkah Allah diberikan kepada orang yang 32:03 melakukannya meskipun orang itu tidak 32:05 beriman kepadanya. Ya, tapi di dunia ini 32:08 gitu ya, 32:09 di akhirat tidak ya. Ini berlaku ya. 32:12 Ulama juga mengatakan demikian ya. Dan 32:14 saya juga setuju dengan pendapat seperti 32:15 itu ya. 32:16 Nah, selama itu terjadi arnya memberikan 32:19 pertolong kepada sebagian manusia maka 32:22 dia punya imunitas lebih tinggi daripada 32:25 seandainya dia tidak melakukan ya. Lah 32:28 Amerika ini kan apa omongannya aja 32:29 dibikin kesal orang ya apalagi 32:31 tindakannya [tertawa] 32:33 ya. Makanya dikasih ee apa namanya 32:38 kebakaran di Los Angeles kemarin yang 32:40 sukar sekali di ini 32:42 yang kerugiannya juga besar. 32:45 Iya. 32:46 Tapi kita melihat apa ya penjelasan 32:49 mengenai eksternalitas ini Pak Ustaz, 32:52 apakah ada Pak Ustaz data lahiriah atau 32:54 data fisiklah yang bisa menafsirkan 32:57 semua perilaku atau fenomena itu pasti 33:01 akurat gitu? 33:02 Iya. 33:04 Ilmu pengetahuan sains berkata demikian 33:06 atau ekonomi konvensional lah. Ini 33:08 prediksi para ahli ekonomi. 33:09 Di awal-awal abad 20 ini para ahli 33:13 [berdehem] sains itu sangat pede banget 33:15 bahwa jika saya dikasih 33:17 data suatu apa namanya suatu segmen atau 33:21 suatu ee sampel ee datanya itu akurat, 33:25 maka saya akan bisa memprediksi dengan 33:27 benar populasi ini dengan benar. Ya gitu 33:31 ya. itu berlebihan sebetulnya. 33:33 Iya, 33:34 berlebihan. Karena walaupun kita 33:37 menggunakan itu untuk pemilu ya, tapi 33:39 itu kan dimanipulasi. 33:42 [tertawa] 33:43 Kita enggak tahu benar apa enggak itu 33:45 dalam pemilu itu istilahnya strategi ini 33:48 Pak Ustaz 33:49 K menang 90% gitu ya. Ya, enggak tahu 33:51 itu benar-benar menang apa [tertawa] 33:55 kalau untuk yang kasus ini saya kira 33:57 tidak perlu kita ee masukkan ke dalam 34:00 perbincangan ini ya. Jadi kalau ee 34:02 ahli-ahli dulu di awal abad 20 ini 34:06 ketika begitu cepat perbangan ekonomi ee 34:09 ilmu ekonomi, ilmu sosial dan lain 34:11 sebagainya 34:12 ini mereka mempunyai ee apa namanya 34:15 suatu teori bahwa jika di kita diberikan 34:18 informasi yang cukup tentang keadaan 34:19 manusia sekarang ini, maka kita akan 34:22 bisa memprediksi 100 tahun yang akan 34:24 datang prediksi kita akan akurat banget 34:26 ya. He miah fil miah 100% begitu. sangat 34:30 sangat optimisnya itu. Tapi itu kan gak 34:32 terjadi karena karena perilaku manusia 34:35 itu 34:36 unpredictable to some extent it is 34:40 unpredictable ya tidak bisa diprediksi. 34:43 Iya. 34:43 Nah yang bagian tidak bisa diprediksi 34:46 inilah yang bikin eksternalitas 34:49 yang bikin 34:51 apa namanya dugaan kita ini tidak benar. 34:54 H 34:55 dugaan kita ini tidak benar. Karena kita 34:57 mungkin misalnya ada kita confident 35:00 intervalnya itu misalkan levelnya itu 35:02 sampai 98% biasanya kan begitu ya. Ya. 35:04 Apa itu menunjukkan bahwa kebenarannya 35:06 90% gak ya? Itu kan hanya ho sama Hi 35:10 aja. Hipotesa. 35:12 Hipotesa. Iya. 35:13 Is itu gini itu saya tidak begini gitu 35:15 aja 35:16 ya. Kalau enggak A ya B. Nanti 35:19 kemungkinan terjadinya B itu 90% 35:21 levelnya. Tapi belum tentu bahwa itu 35:23 terjadi gitu loh. 35:25 Itu makanya ya sangat jauh. Sangat jauh. 35:27 Maka di sini 35:29 ee iman tawakal kepada Allah Subhanahu 35:32 wa taala memainkan peran yang sangat 35:34 peran sangat. 35:35 Iya. Dan ini diakuilah dalam pada waktu 35:38 terjadi COVID itu di Inggris ya. 35:41 Iya. 35:42 itu sarannya adalah supaya umum kita itu 35:48 menguat yaitu kembali kepada percaya 35:51 pada Tuhan ya. 35:53 Yang percaya pada Tuhan imunnya lebih 35:54 tinggi. Nah, yang ATS-ateis itu gampang 35:57 sekali karena [tertawa] 35:59 yang tidak adaan. 36:00 Iya, itu terbukti 36:02 takut sekali. 36:03 Iya. Karena rasa takut itu mengurangi 36:06 apa namanya 36:06 imunitas. imunitas, khawatir, cemas, 36:10 ansi dan seterusnya itu mengurangi ini 36:14 apa namanya imunitas. Sedangkan iman itu 36:16 menghilangkan anti, menghilangkan 36:19 ketar-ketir, tenang, hati, batin, dan 36:21 sebagainya. Otomatis organ seperti 36:24 jantung dan lain-lain sebagainya itu 36:25 normal bekerja 36:26 dan akan membuatkan 36:28 ee orang yang punya organ itu lebih 36:30 stabilitas. 36:32 Tadi Ustaz banyak mencontohkan beberapa 36:35 peristiwa ee perang gitu ya, ataupun 36:37 kejadian-kejadian ekonomi. 36:40 Bagaimana pengaruh eksternalitas itu 36:43 besar bahkan menentukan kalau misalkan 36:46 dalam krisis moneter misalkan Pak Ustaz 36:50 itu prediksinya bagaimana itu? Lalu 36:52 faktor eksternalitas mempengaruhi itu 36:54 bagaimana? 36:54 Kita lihat contoh kasus monitor 98 atau 36:58 sekarang nih yang baru-baru orang akan 36:59 melihat akan terjadi krisis lagi. Itu 37:01 gimana, Ustaz? 37:02 dengan data [berdehem] yang ada mereka 37:05 menakut-nakuti orang. 37:06 Menakut-nakuti orang. He 37:07 itu saya kalau melihat itulah buah yang 37:11 harus dipetik ketika kita tidak percaya 37:14 kepada Allah Subhanahu wa taala. 37:16 Nah, 37:17 lihat data seperti ini langsung kita 37:19 pusing. 37:20 Iya. 37:21 Dan itu itu itu aktual ya. 37:24 Heeh. 37:24 Orang-orang Amerika, orang Eropa kenapa 37:26 lebih stres daripada relatif ke 37:29 dibandingkan orang Indonesia lebih stres 37:31 mereka? orang Indonesia lebih tenang ya. 37:33 He. He 37:34 kalau di apa di disurvei ialah karena 37:38 orang Indonesia pada umumnya percaya 37:39 kepada agama apapun agamanya Islam kek 37:43 apa Katolik atau Hindu dan lain 37:45 sebagainya. 37:46 Iya itu orang mereka sendiri yang 37:48 men-survei. 37:49 Hm. 37:49 Apalagi baru-baru ini ya. 37:51 Iya. 37:51 Yang Indonesia dinatkan seb negara yang 37:53 paling prosper ya. Orang yang paling 37:56 developing the most developing the 37:58 prosperous PR apa itu namanya? 38:00 Prosper. Iya. Itu negara yang paling 38:02 berkembang dalam segala dimensi 38:04 maksudnya ya. Yang paling bahagia 38:08 mengalahkan Israel, mengalahkan Inggris 38:11 itu salah satu faktornya adalah budaya 38:13 yang berbasis pada agama, berbasis 38:15 kepada 38:16 ee kepada Tuhan, kepada Allah Subhanahu 38:18 wa taala bagi yang muslim. Gu ya. 38:20 Kemudian ini menimbulkan ketenangan 38:22 gitu. Makanya orangor 38:25 orang Eropa atau orang Amerika yang baru 38:27 pertama kali datang ke Indonesia heran 38:29 ya bukan main shop culture gitu kan ya 38:32 karena apa orang pendapatannya itu gak 38:35 ada seperepnya dari orang Amerika karena 38:38 mereka pakai dolar ya 38:39 tapi kok bisa senyum bisa ketawa 38:42 dan gak ada apa-apa lah kalau kan mereka 38:45 mikir bagaimana saya harus bayar 38:47 asuransi bulan ini 38:49 kalau di sana mempengaruhi harga saham 38:51 sangat [tertawa] ya 38:53 Nah, itu itu kebukti ya bahwa 38:56 ee Indonesia dinebutkan berkali-kali ya. 38:59 Yang paling ini studi Harvard itu yang 39:00 kemarin yang baru 39:01 iya 39:02 kita baca itu kan 39:03 itu menunjukkan Indonesia nomor satu 39:04 indeksnya berapa 80 berapa gitu ya 39:07 paling tinggi ya dan itu ee faktornya 39:10 adalah religiosity 39:12 religiosity 39:13 keagamaan 39:15 hewan akhwat saat ini Anda menyimak 39:18 kajian ekonomi Islam eksternalitas dalam 39:21 pandangan ekonomi Islam kami mengundang 39:25 Anda untuk bergabung silakan sampaikan 39:27 pertanyaan ataupun ataupun komentar ke 39:29 nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 39:35 Kami akan rehat ikhwan akhwat di sesi 39:37 kedua kami akan segera kembali. tetaplah 39:39 bersama kami. 39:44 [musik] 39:50 [musik] 39:57 [musik] 40:05 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 40:07 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 40:09 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 40:10 Terima kasih masih bersama kami dalam 40:12 kajian ekonomi Islam edisi hari Selasa, 40:17 6 Mei. Tanggal 6 Mei ini Ondi. Tadi ada 40:20 pendengar yang WA tanggal 6 katanya 40:22 belum tanggal 7 ya. Terima kasih nih Bu 40:25 Darma ya koreksi tanggalnya 40:28 [terkesiap] 40:28 Pak Budi. Asalamualaikum. Terima kasih 40:30 Pak Ustaz kajiannya. 40:32 Menyimak Mas menyimak selalu. Begituun 40:35 Bu Ani C Hudaifah. Alhamdulillah hadir 40:38 menyimak Pak Ustaz dan juga Aa Angga. Oh 40:41 nyebutnya Aa nih kalau Bu Ani nih. 40:43 Semoga sehat walafiat selalu, Pak Ustaz. 40:45 Amin. 40:46 Ada juga nih Pak Udah di Depok. 40:48 Asalamualaikum warahmatullahi 40:49 wabarakatuh. Menyimak Pak Ustaz 40:51 kajiannya. 40:52 Alhamdulillah. Pak Ustaz sebelum kita ke 40:54 pertanyaan ee mengenai eksternalitas ini 40:59 dalam ekonomi Islam itu ada masuk model 41:03 enggak? Kalau tadi kan mencontohkan 41:04 ekonomi konvensional yang tidak ada di 41:06 model atau teori-teori gitu ya. Tapi di 41:08 ekonomi Islam itu faktor eksternal ini 41:12 porsinya lebih besar atau bagaimana gitu 41:14 dalam hal kita memahami ekonomi ini. 41:16 Iya. 41:18 para ahli ya seperti 41:21 almarhum Dr. Nijatullah Siddiq, 41:25 Dr. Umar Capra, kemudian tokoh-tokoh 41:27 yang benar macam almarhum Profesor 41:30 Khursyid Ahmad yang saya kenal mereka 41:32 ini semua saya kenal dengan baik ya. itu 41:36 dalam berbagai pemaparan dulu ketika 41:38 saya kuliah itu adalah bahwa salah satu 41:42 perbedaan ekonomi Islam dengan 41:44 konvensional adalah ya ilmu ekonomi 41:47 konvensional hanya 41:49 menghitung memasukkan 41:52 incorporated ke dalam model itu hal-hal 41:54 yang fisik saja 41:55 ya yang nominal ya tetapi tidak 42:00 memasukkan unsur-unsur yang non nominal 42:03 ya tetapi itu ada. Makanya ini muncul 42:07 karena apa? Karena ekonomi yang 42:09 diajarkan di semua perguruan tinggi di 42:12 dunia ini kalau pengajarnya, 42:17 kalau penulisnya itu sekuler ya tidak 42:23 percaya kepada Tuhan ya sekuler itu ya 42:25 sebenarnya dalam pengertian bahwa untuk 42:28 membuat teksbook ekonomi enggak perlu 42:30 adanya unsur Tuhan di situlah gitu. 42:32 bahwa ekonomi itu berjalan dengan 42:34 sendirinya sebagaimana sebagaimana 42:36 fisika berjalan sesuai dengan hukum 42:37 fisika gitu. Gak perlu ada campur tangan 42:40 Tuhan kan begitu. Mereka itu pendukuler 42:43 meskipun belum tentu orangnya ini 42:46 komunis atau ateis ya bisa jadi dia 42:49 beragama Protestan atau Katolik ya. 42:52 Tetapi sekularismenya itu muncul dalam 42:55 ketika menulis buku ini ya menunjukkan 42:58 bahwa ekonomi ini berjalan dengan 42:59 sendirinya. Tidak perlu kita menggunakan 43:02 kitab suci dari agama tertentu. Kita 43:04 menggunakan akal sehat kita, kita 43:06 menggunakan rasional kita, pengalaman 43:08 yang pernah dialami bangsa-bangsa 43:10 sebelumnya dan lain sebagainya dan lain 43:11 sebagainya. Ya, sekuler ya. Ya, sekuler, 43:15 ateis. 43:16 Hm. 43:17 Nah, dalam ekonomi Islam tidak begitu. 43:20 Ekonomi Islam ini karena Islam itu 43:22 petunjuk yang diberikan oleh Allah 43:23 Subhanahu wa taala lewat rasulnya Nabi 43:25 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 43:26 yang harus kita praktikkan segala 43:29 dimensi 43:30 material, spiritual ya ee semuanya itu 43:35 masuk apa namanya petunjuk Islam di 43:37 dalamnya. Maka dalam bidang ekonomi juga 43:39 kita tidak bisa melepaskan dari petunjuk 43:41 Allah di dalam ekonomi ya. Dan itu 43:45 membentuk perilaku muslim yang berbeda. 43:47 Contoh misalnya ya, orang Islam dilarang 43:51 makan daging babi, maka seharusnya 43:54 seandainya itu ada ekonomi Islam 43:57 berkuasa ya produksi babi dan turunannya 44:01 nol gak ada. 44:04 H 44:04 produksi miras ya, liquor atau 44:08 minum-minuman keras kemudian beralkohol 44:11 nol ya enggak ada ya. Itu dari sisi 44:16 nyatanya itu PDB atau dari si produksi 44:19 dalam produk ee domestik brut misalnya 44:21 itu enggak mengandung yang haram gitu 44:23 ya. itu. Namun demikian juga ya dalam 44:27 model-model terutama yang lebih kecil 44:29 seperti bagaimana memotret perilaku 44:31 konsumen misalnya. Ee tentu saja di sini 44:35 barang yang menjadi ee barang yang 44:39 dijual atau dikonsumsi itu adalah 44:41 barang-barang yang halal. Tidak mungkin 44:43 ada barang yang haram di situ ya. Jadi 44:46 good and surfaces yang diproduksi dalam 44:49 negeri dalam sebuah negara Islam yang 44:53 menerapkan ekonomi Islam itu good and 44:56 services itu tunduk kepada ketentuan 44:58 halal dan haram. He. 44:59 Yang haram tidak mungkin di diproduksi 45:01 gitu. Nah, itu itu yang kelihatan di 45:04 situ ya. Ya, makanya di sini ee tidak 45:06 ada permintaan terhadap daging babi, ada 45:10 permintaan terhadap lemak babi enggak 45:13 ada permintaan terhadap darah tidak ada 45:16 ya bangkai dan seterusnya ya. 45:18 Itu enggak ada semua permintaan terhadap 45:20 ee miras. Kemudian permintaan terhadap 45:23 ini jasa ya misalnya kan permintaan 45:25 terhadap apa itu game itu game itu apa? 45:29 Judi. Nah, judi itu gak ada ya spekulasi 45:32 itu enggak ada ya. 45:34 Nah, itu itu faktor-faktor yang menjadi 45:37 tidak ada ketika dia ee apa namanya? 45:40 Determinan atau variabelnya itu adalah 45:43 dalam sebuah model Islam ya, ekonomi 45:45 Islam. Nah, bagaimana dengan pengalaman 45:48 keagamaan? Pengalaman keagamaan seorang 45:51 akan memberikan ee respon terhadap 45:54 perilaku konsumsi. Ya, kalau pengalaman 45:57 agamanya itu rendah misalnya 45:59 ya dia masih nyerempet-nyerempet bahaya 46:02 ya. Halal tapi yang halal diembat banyak 46:06 gitu kan. 46:06 He 46:07 ya. 46:08 Berlebih-lebihan ya. Kemudian tidak 46:12 memperhitungkan orang lain itu ya. Yang 46:16 penting dia bisa melakukan konsumsi ini 46:19 ya. Selesai dia ya karena dunianya hanya 46:21 untuk menikmati. Nah, tapi kalau bagi 46:23 orang yang pengalaman keagamaannya itu 46:26 tinggi, maka konsumsinya itu kan les 46:32 ya. Mungkin dia biasa Senin Kamis, 46:36 mungkin biasa puasa Daud misalnya lah. 46:39 Itu total pemerintah permentah dar 46:42 berang dan kan berkurang sekalipun itu 46:44 sebetulnya enggak di 46:45 enggak diharamkan tetapi ee orang akan 46:48 mengurangi permintaan konsumsinya jika 46:51 ee pengalaman agamanya lebih tinggi. 46:53 Dia tidak berlebih-lebihan gitu. 46:54 Tidak berlebihan. Tidak ada takdir, 46:56 tidak ada apa namanya ee apa namanya 46:59 ifrad apa namanya israf. 47:03 G ya. 47:05 Pak Ustaz, kita akan ke pendengar dari 47:06 083768 47:09 sekian. Sekian. Asalamualaikum 47:10 warahmatullahi wabarakatuh. 47:12 Waalaikumsalam warahmatullah. 47:13 Saya Muhammad sedang dalam perjalanan. 47:16 Pak Ustaz ingat dulu waktu muda kerja di 47:19 toko pemiliknya non Islam. Katolik taat. 47:24 Dia mengajarkan kejujuran. Katanya kalau 47:27 jujur tangan Tuhan banyak yang menolong. 47:29 Apakah ini faktor yang dijelaskan tadi, 47:31 Pak Ustaz? Terima kasih ya ee kepada 47:34 Saudara Muhammad yang menimak ini. 47:35 Alhamdulillah. Iya. Iya. Iya. 47:37 Itu termasuk rahmat Allah diberikan di 47:38 dunia [berdehem] ini kepada siapa saja. 47:40 Termasuk kepada yang tadi itu Anda 47:43 bekerja padanya seorang Katolik tapi 47:45 suka berbuat kepada orang lain. 47:47 Jujur 47:48 dan jujur dan dia mudah diberikan rezeki 47:51 oleh Allah subhanahu wa taala. Ini ini 47:53 nyata ya. Ini nyata sekali 47:55 ya. Ada yang kalau dari ulama-ulama Arab 47:58 itu yang saya baca artikelnya itu dia 48:01 berikan contoh eh Microsoft itu siapa? 48:05 Bill Gates. 48:05 Bill Gates. Bill Gates kan punya yayasan 48:08 Foundation yang bilun dolar apa miliar 48:11 dolar ituu masih sama istri yang pertama 48:14 itu ya. 48:14 Betul. Iya. 48:15 Itu karena membantu ini apa namanya? Ee 48:19 orang duafa di Afrika sana termasuk di 48:21 Indonesia itu ya. Iya. 48:22 Betul. 48:22 Nah itu akibatnya apa? yang dilakukan 48:25 adalah perusahaan Microsoft ini terus 48:27 berjaya gitu ya. Seolah-olah 48:30 keberkahan dari dia memberikan walaupun 48:32 sangat kecil, sangat kecil sebutnya 48:33 dibanding keuntungannya 48:34 dibanding keuntungannya. Bahkan ada yang 48:36 menilai bahwa yang dia lakukan seperti 48:38 itu keuntungannya kepada dia lebih 48:39 tinggi. [tertawa] Iya. Tapi itu 48:41 maksudnya adalah bahwa Allah memberikan 48:43 berkah ya itu la syak ya tidak perlu 48:45 kita ragukan dari siapapun mau 48:48 orang non Islam, orang Hindu atau orang 48:51 Katolik protesan berbuat baik atau 48:53 mungkin orang kafir sendiri 48:55 orang ateis orang tidak percaya pada 48:56 Tuhan tidak percaya kepada Allah 48:58 Subhanahu wa taala tapi dia kalau 49:00 berbuat baik pada orang lain Allah akan 49:02 tetap kasih tambahkan rahmatnya di dunia 49:04 ini. He itu 49:09 Pak Ansori hari Selasa kajian ekonomi 49:12 Islam menyimak [tertawa] 49:14 Pak Ansori selalu menyimak gitu ya. 49:17 Begituun Ibu siapa nih tidak menyebutkan 49:20 nama di 081328386 49:24 sekian-sekian. Asalamualaikum 49:25 warahmatullahi wabarakatuh. Terima 49:27 kasih, Pak Ustaz, atas penjelasannya di 49:29 hari ini. Oh, kebanyakannya memberikan 49:31 atensi nih, Pak Ustaz. 49:34 Tidak ada yang bertanya lagi. Dan 49:38 sebagai penutup, Pak Ustaz, dari seluruh 49:40 bahasan kita ini mengenai eksternalitas 49:43 yang perlu di garis bawahi kepada ikhwan 49:46 dan akhwat. Apalagi menyangkut ke ini, 49:50 Pak Ustaz, kehidupan mereka sehari-hari 49:51 gitu ya. Tadi kita sudah bahas mengenai 49:53 keimanan, ketakwaan, lalu juga fenomena 49:56 ekonomi yang terjadi walaupun secara 49:58 global ataupun di Indonesia. 50:02 Kalau ngelihat berita katanya banyak 50:04 yang sedih, pesimis, takut. Nah, 50:07 bagaimana Pak Ustaz? Nasihat apa nih 50:08 sebagai penutup dari Pak Ustaz? 50:09 Terima kasih Mas ya. [berdehem] Jadi ee 50:14 apa namanya? inspirasi untuk memberikan 50:18 tajuk pada hari ini itu sebetulnya masih 50:21 nyambung dengan minggu lalu tuh ya 50:23 tentang perang tarif. 50:24 Iya. 50:25 Tapi perang tarif ini motivasinya adalah 50:27 untuk mengalahkan pihak yang dia anggap 50:30 sebagai musuh. 50:31 Iya. 50:32 Dengan memberikan tekanan tarif yang 50:33 enggak masuk akal. 50:35 He 50:35 145% itu bayangnya gimana? Itu ibaratnya 50:40 barang ini kalau diekspor ke Amerika itu 50:43 kan harganya 1 dolar. harganya jadi 50:45 tapi dengan iya ketika dikasih tarif 145 50:47 menjadi 2 4 2 4 2,45 dolar ya 50:53 h 50:54 nah sekarang kalau misalnya tisu gitu ya 50:56 yang tadinya cuman dolar mau jadi 2 50:58 dolar apa ada yang mau beli ya beli tapi 51:00 enggak sebanyak paling satu mahal 51:02 mahal 51:03 itu. Nah, itu juga termasuk komputer 51:06 kemutan manusia yang Amerika itu impor 51:10 sampai meluk apa sampai Amerika itu 51:12 defisit perdagangan dengan Cina hampir 51:14 300 miliar. I 51:16 itu makanya banyak sekali item dari Cina 51:19 masuk ke Amerika kemudian diop dengan 51:21 itu kan istilahnya syok ini orang 51:24 Amerika sendiri 51:26 sehingga diperlihatkan bahwa 51:28 galeri-galeri yang biasanya toko besar 51:30 itu penuh dengan barang sudah kosong 51:32 semua di raranya itu ya. Nah, ini jadi 51:35 ee apa namanya? 51:38 Orang merancang dan rancangan orang itu 51:41 didasarkan pada ilmu misalkan ee tarif 51:45 145% 51:47 oleh Trump ini bukan bukan tiba-tiba 51:49 begitu enggak. Jadi [berdehem] dia 51:51 hitung karena ada penasat ekonominya ya, 51:54 penasat ekonominya ya. Dan mereka itu 51:56 ahli profesor di bidang ekonomi, 51:58 pedagang internasional dan lain 52:00 sebagainya. Nah, ngasih ngasih itu. 52:03 Makanya ketika tarif itu ditingkatkan 52:06 145% 52:08 itu kadang-kadang orang yang menerima 52:10 berita itu, "Wah, ini banyolan ini 52:13 enggak benar ini." 52:14 Karena enggak mungkin gitu ya. 52:16 Tapi sebetulnya gabungan antara ekonomi 52:19 dengan politik, Trump ingin agar supaya 52:21 Cina itu datang kepada dia untuk 52:23 negosiasi. Iya. 52:25 Negosiasi. Ketika negosiasi ya 52:27 istilahnya dia dalam ketiak Trump ya. 52:30 Nah, Cina enggak mau apalagi cara dia 52:33 menjelaskan di depan umum itu menghina. 52:36 Seolah Cina itu negeri yang enggak ada 52:38 apa-apanya gitu. Padahal dia sendiri 52:40 yang defisit kepada Cina. Jadi 52:43 sombong, song, dan ya seperti itulah 52:45 orang Barat ya. Nah, awalnya itu ke 52:48 situ. Nah, ini bagi orang yang hanya 52:52 menggunakan pendekatan material melihat 52:55 angka-angka doang akan stres. Termasuk 52:58 orang Cina sendiri stres. 53:00 Iya. 53:01 Ya, bayangkan kalau seandainya 53:03 benar-benar dipraktikkan 100% tarik 53:05 umpamanya itu akan terjadi penutupan 53:09 perusahaan. 53:10 Pabrik-pabrik tutup karena enggak ada 53:11 yang jual 53:12 ya. Enggak enggak ada tempat untuk 53:14 melempar itu loh. 53:15 Heeh. kemungkinan bisa, tapi perlu waktu 53:17 harus memindahkan ke Brazil, harus 53:20 memindahkan ke Amerika Latin, ke Afrika, 53:22 ke Indonesia dan sebag yang itu enggak 53:24 enggak enggak bisa cepat ya perlu waktu. 53:27 Tapi dalam waktu short ini short run 53:29 dalam jangka pendek ini kelimpungan 53:31 semuanya ya kan. 53:33 Nah, itu tentu saja bagi orang yang tahu 53:35 data-data, angka-angka maka itu akan 53:38 menjadi stres ya. Seolah-olah itulah 53:40 yang menentukan hidup dia. 53:43 Nah, di sini kita orang beriman itu 53:44 tidak tunduk dengan apa-apa itu, dengan 53:47 angka-angka itu. Itu angka benar ya. 53:50 Tapi itu tidak akan bisa membunuh saya 53:52 ya. 53:52 Itu kan makhluk ya. 53:54 Kita kan punya Allah Subhanahu wa taala. 53:56 Jadi ketika kita ee dihadapkan ke situ, 53:59 sikap kita yang benar adalah inna maal 54:03 usri 54:04 usron. Ya, sesungguhnya 54:07 dalam keadaan sulit itu di dalamnya ada 54:11 kemudahan. Terjemahan ayat itu salah 54:14 sebetulnya kalau saya baca ya. 54:16 Sesudah kesulitan baru ada kemudahan. 54:19 Enggak. Maa di sini bersama-sama. Ketika 54:22 dalam keadaan sulit itu 54:24 ada kemudahan 54:24 ya. Ada kemudahan cuman kita enggak 54:26 sabar. 54:27 Nah, ketika di dalam keadaan sulit apa 54:30 yang harus kita lakukan? 54:31 Istigfar kepada Allah. ya, 54:33 jangan berbuat maksiat. 54:35 Hm. 54:35 Lakukan salat. Lakukan semua kewajiban 54:38 Allah kepada kita sebagai seorang 54:40 muslim. 54:40 Heeh. 54:41 Nah, bila kita bersikap seperti itu, 54:43 tetap teguh, istikamah kepada agama, 54:46 saat itulah Allah akan memberikan 54:48 kemudahan. 54:49 Karena enggak mungkin kita ini kelaparan 54:50 gara-gara di PHK sebetulnya. 54:52 Iya. I 54:52 kalau saya itu begitu, saya percaya. 54:54 He. 54:54 Karena pengalaman hidup saya itu begitu. 54:56 He. 54:57 Ya, hanya tawakal kepada Allah. Dan ini 55:00 tidak diajarkan di dalam ilmu ekonomi. 55:02 Enggak ada modelnya. Itu 55:03 enggak ada model. [tertawa] 55:04 Ini eksternalitas. 55:05 Iya. Iya. 55:06 Yang enggak kelihatan dalam model tapi 55:08 berpengaruh terhadap 55:09 He 55:10 ee apa? perilaku, terhadap output. Ya, 55:13 seperti itu. Nah, ini yang kita inginkan 55:16 adalah bahwa ekonomi Islam itu menyoroti 55:18 ini jauh lebih penting daripada yang 55:21 bisa kelihatan oleh mata atau kasat 55:23 mata. Di balik itu keimananlah ya. 55:27 keimanan kepada Allah, tawakal kita 55:29 kepada Allah. Ini yang akan menentukan 55:32 rahmat Allah turun kepada kita di saat 55:34 kita sangat memerlukan rahmat Allah pada 55:37 saat itu. Ya, 55:38 itu jadi ekonomi Islam ini 55:40 mengintegrasikan faktor-faktor yang 55:43 material 55:44 dan faktor-faktor nonmaterial 55:47 ya. Angka nominal dan di balik angka itu 55:50 kita tidak tunduk kepada angka itu saja. 55:53 Ya, kita punya Allah, kita punya ee 55:55 metode, kita punya tawakal, kita 55:57 mendekatkan diri kepada Allah, kita 55:58 punya doa, kita punya permohonan, punya 56:01 istigfar dan lain sebagainya. Kalau 56:02 semua ini kita integrasikan, kita 56:04 amalkan, 56:05 maka hirup ikiku dunia yang seperti ini 56:09 tidak akan mengoyakkan kita dan rahmat 56:11 Allah akan turun tetap di saat kita 56:13 dalam keadaan yang paling penting 56:14 sekalipun. Nah, ini percaya saya percaya 56:17 dan saya telah mengalami berkali-kali 56:20 dalam kehidupan seperti itu. 56:21 Mudah-mudahan para pendengar dan juga 56:23 para pemirsa termotivasi dengan itu. 56:26 Jangan kalah dengan angka, jangan, 56:28 jangan apa? Pesimis dengan data, 56:31 [tertawa] 56:32 jangan, jangan ketar-ketir dengan berita 56:35 gitu ya. Kita punya Allah Subhanahu wa 56:37 taala. Itu itu adalah 56:39 ee senjatanya. 56:41 Baik, 56:43 terima kasih banyak Pak Ustaz atas 56:44 kajiannya di kesempatan kali ini. Ikhwan 56:46 Auhad. Demikianlah kajian ekonomi Islam 56:49 kita bersama guru kita Ustaz Ikhwan 56:52 Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan 56:54 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 56:56 banyak atas kebersamaan Anda. Kami undur 56:59 diri. Billahi taufik wal hidayah. 57:01 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 57:03 alla ilaha illa anta astagfiruka waubu 57:05 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 57:07 wabarakatuh. Waalaikumsalam.