Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahilamin
- wabun
- wasatu wasalamu sayidina Muhammad wa
- alihibihi ajmain rbi zidni ilma
- allahumfani bimaamtani waimni mafuni
- warzuqni ilman yangfa dipancarkan dari
- jalan masjid silaturahim nomor 36
- kalimangis Cibubur Bekasi radio
- silaturahim dan rasil TV untuk Islam
- yang satu ikhwan akhwat di mana pun saja
- berada semoga kabar Anda dalam keadaan
- sehat walafiat senang sekali di pagi
- Pagi menuju siang hari ini. Saya Angga
- Aminudin dapat kembali menyapa Anda di
- mana pun saja Anda berada. Saya ditekani
- oleh Ondi di kameramen. Ada juga Algi di
- meja operator. Kami hadir dalam kajian
- ekonomi Islam edisi hari Selasa. Kita
- sudah masuki hari yang keet7uh di bulan
- Mei 2024. Hari yang ke-9 di bulan
- Zulkaah 1446 Hijriah. Ikhwan akhwat,
- narasumber kita dalam kajian ekonomi
- Islam kali ini alhamdulillah telah hadir
- di studio Ustaz Ihwan Basri dari Dewan
- Syariah Nasional Indonesia.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana kabarnya? Sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah sehat walafiat.
- Sehat walafiat. Kita dapat kembali
- melanjutkan
- ee kajian ekonomi Islam kita di
- kesempatan kali ini, Pak Ustaz, ya. dan
- banyak hal yang menjadi ee sorotan bagi
- masyarakat tentu saja ee bidang ekonomi
- di negeri ini. lebih-lebih ketika ee apa
- sih efek yang didapatkan di Indonesia
- makin runyamnya atau makin serunya kok
- bahasa seru gitu ya, makin panasnya gitu
- ya, makin panasnya persaingan ekonomi
- antara Amerika Serikat ee Cina dan juga
- negara-negara lain. Ternyata edisi ini
- berlanjut terus, Pak Ustaz. Edisinya
- belum selesai. nya berlanjut terus
- karena dilihat dari faktor Donald
- Trump-nya sendiri gitu ya. Faktor Donald
- Trump-nya sendiri emang memicu berbagai
- gejolak ekonomi. Yang terbaru berita ini
- tadi saja dibacakan nih di berita pagi
- ee sekarang rakyat Amerika itu
- punya tag punya apa gerakan hashtag
- namanya kabur aja dulu.
- He
- kabur aja dulu. Yang bulan lalu hashtag
- itu ada di Indonesia tapi sekarang ada
- di Amerika. Kaburnya kenapa? kaburnya
- dari Donald Trump katanya rakyatnya
- ingin menghindari Donald Trump. Waduh,
- ada apa ini gitu ya. Ee banyak sekali
- ekonom yang melihat dan juga yang
- memprediksi gitu ya kejadian-kejadian
- ee yang tentu saja mengagetkan gitu Pak
- Ustaz ya. Mengagetkan di luar nalar. Kok
- bisa sih seperti ini kebijakan Amerika?
- Lalu juga banyak juga analis yang
- berpendapat bahwa Cina ketika diserang
- habis-habisan oleh Amerika loh kok malah
- makin makin melawan gitu ya, makin
- frontal. Begituun negara-negara barat
- yang tadinya diharapkan akan mendukung
- Amerika kok jadi seperti itu. Belum lagi
- ekonomi di dalam negeri. Memang
- prediksi, ramalan, perakiraan di bidang
- ekonomi ini ee banyak sekali yang ee
- tidak sesuai dengan perhitungan katanya
- begitu. Ini teori kalau menurut teori
- enggak begini nih [tertawa]
- gitu ya.
- Iya begini.
- Nah, ternyata ini jadi bahan juga
- perbincangan di komunitasnya Pak Ustaz
- gitu ya yang tentu saja bagi masyarakat
- awam ini sesuatu hal yang perlu
- disampaikan, perlu dicerahkan. Kenapa
- hal-hal seperti itu di bank ekonomi kok
- terjadi? Ternyata ada istilahnya Iwan
- Ahwat. Dan ini akan kita jadikan judul
- kajian kita namanya eksternalitas.
- Dan tentu saja di kajian ekonomi Islam
- kali ini kita akan melihat bagaimana
- eksternalitas dalam pandangan ekonomi
- Islam. Dan kita juga nanti akan
- menjelaskan apa sih sebenarnya
- eksternalitas itu, latar belakangnya
- juga apa nih unsur-unsur ini. Anda juga
- nanti akan kami undang Iwan Akhwat untuk
- bergabung. Silakan sampaikan pertanyaan
- ataupun komentar mengenai apa yang kami
- bahas di nomor WhatsApp Rasil
- 0811999720.
- Pak Ustaz Ikhwan Basri, bagaimana kita
- mengawali kajian kita mengenai
- eksternalitas dalam pandangan ekonomi
- Islam. Silakan, Ustaz.
- Terima kasih, Mas Angga. [berdehem]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wa usolli
- wausallim shatan wa tasliman yaliqoni
- bimaqomi amirilya wal mursalin nabiyina
- Muhammadin wa ala alimain. Amma ba'du.
- Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar
- Radio Silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Alhamdulillah
- pada hari ini hari pada hari yang
- ketujuh ya di bulan Mei kita masih dapat
- melaksanakan siaran live ya. 3 minggu
- berturut-turut ini. Alhamdulillah
- walaupun hampir tiap hari hujan ya di
- sore hari. Bahkan ada beberapa yang kena
- banjir lagi. Tapi alhamdulillah itu
- tidak menghalangi kita tim berhasil
- untuk melaksanakan siaran ekonomi
- syariah atau ekonomi Islam ini ee secara
- live ya. Dan ini ee seperti yang Mas
- ceritakan tadi bahwa perang tarif,
- perang perdagangan yang awalnya itu
- antara Amerika dengan Cina dan sekutu
- Amerika sendiri yang sekarang menjadi
- berkobar-kobar di mana-mana di lima
- benua. Dan itu menjadi perbincangan
- bahkan oleh kalangan orang awam sendiri
- ya. Karena apa? Karena di media TV ya,
- media nasional baik itu mainstream
- maupun yang yang media sosial ya,
- terutama media sosial ini ya itu banyak
- sekali ee prediksi ya, banyak sekali
- ramalan atau mungkin banyak sekali apa
- namanya perkiraan-perkiraan
- di bidang perdagangan, di bidang
- keuangan, di bidang ekonomi yang akibat
- yang merupakan akibat daripada perang
- tarif ini itu membingungkan orang ya
- sangat membingungkan karena antara ee
- prediksi satu dengan prediksi yang lain
- itu bertentangan dan yang memprediksi,
- yang melakukan prediksi itu boleh
- dikatakan pakar-pakar ya, ahli-ahli
- ekspresional di bidangnya. Tetapi yang
- yang terjadi adalah prediksi perkiraan
- itu semuanya berbeda-beda dan banget
- bertentangan satu sama lain sehingga
- orang-orang yang menyaksikan atau
- membuka media sosial yang tidak punya
- background latar belakang ilmu-ilmu
- sosial ke ekonomi, statistik dan lain
- sebagainya ya bingung gitu loh. Nah, di
- sini kemudian mereka merasa ketar-ketir
- karena apa? karena perkiraan yang
- seperti itu membuat mereka merasa tidak
- nyaman gitu ya. Nah, di sinilah perlu
- kita apa namanya kita perlu jelaskan
- kenapa begitu dan kenapa begini serta
- bagaimana ekonomi syariah atau ekonomi
- Islam itu melihat itu. Jadi diberikan
- judul eksternalitas ya. eksternalitas
- ini sebetulnya kalau di dalam sains atau
- di dalam disiplin ilmu itu melekat pada
- statistik ya. Ee kemudian melekat juga
- pada ekonometrik ya. Dulu saya belajar
- dua-duanya statistik.
- Kemudian sebelum ekonometrik kita
- belajar dulu statistik baru ekonometrika
- ya. Nah, di situ kemudian ya teori-teori
- ekonomi itu semuanya ee menggunakan ini.
- Jadi ee eksternalisasi itu boleh
- dikatakan adalah suatu faktor yang tidak
- dianggaplah
- istilahnya gitu,
- tetapi berpengaruh ya faktor yang
- menentukan suatu keadaan
- tapi enggak dimasukkan dalam model.
- [tertawa]
- Model itu apa maksudnya? Jadi misalkan
- gini ee
- apa ada ada pernyataan ya permintaan ee
- permintaan terhadap barang dan jasa itu
- merupakan fungsi daripada satu misalkan
- pendapatan seorang,
- harga barang itu sendiri, preferensi
- orang itu, lokasi geografi orang itu,
- dan seterusnya. Ya, ini disebutkan
- satu-satu. Tapi pengaruh yang paling
- besar [berdehem] itu adalah pendapatan
- seseorang dan harga barang itu. Jadi
- orang akan membeli suatu barang yang dia
- inginkan pertama-tama kalau dia punya
- uang, punya pendapatan gitu ya. Kalau
- tidak punya pendapatan, gak mungkin
- terbayang bagaimana orang akan membeli
- suatu barang ya. Nah, ini faktor yang
- pertama ini adalah pendapatan orang itu,
- ya. Nah, yang kedua faktor yang lain
- adalah harga barang itu. Jika harga
- barang itu terjangkau oleh dia, dia akan
- beli. Kalau dia tidak terjangkau,
- mungkin caranya kredit. Ya. Ya,
- begitulah ya. Jadi ini sangat penting
- dan seterusnya seperti preferensi cita
- rasa seorang terhadap suatu barang. Ada
- yang suka manis, ada yang suka pedas,
- ada yang suka asin, ada suka roti, ada
- yang suka nasi goreng dan seterusnya.
- Ya, ini masing-masing orang berbeda-beda
- ya. Kemudian misalnya ada lokasi
- biografi, orang yang tinggal di daerah
- dingin ya akan perilakunya terhadap
- suatu barang berbeda dengan mereka yang
- tinggal di tempat yang agak panas ya
- seperti itu ya. Nah, ini bisa di bisa
- dimasukkan faktor-faktor tadi itu bisa
- dimasukkan dalam model tetapi ada
- faktor-faktor yang dianggap
- ada tetapi enggak dimasukkan ke dalam ke
- dalam model ya. Misalkan gini
- ee
- apa namanya kedalaman seseorang dalam
- mengamalkan ajaran agama akan
- berpengaruh terhadap permintaan terhadap
- barang. Ya.
- Ini maksudnya gimana? Kalau misalnya
- orang Islam kan gak mungkin dia itu ber
- apa namanya ada permintaan terhadap
- daging babi atau bangkai dan sebagainya
- enggak boleh. Karena itu enggak boleh
- maka enggak ada permintaan.
- Permintaannya nol ya. Tapi masalahnya
- orang yang pengalaman keagamannya itu
- tipis, suka berbuat maksiat, bisa jadi
- dia masih makan daging babi, bisa jadi
- dia masih minum-minuman keras dan
- seterusnya ya itu kan. Tapi pengalaman
- keagamaan seseorang ini berpengaruh
- terhadap perilaku ee seseorang dalam ee
- apa namanya permintaan dia terhadap
- suatu barang dan jasa, ya.
- Nah, di antara faktor-faktor tadi itu
- dimasukkan dalam model. Ada faktor yang
- tidak dimasukkan dalam model. Nah, itu
- namanya eksternalitas, ya. Ya, misalnya
- kan gini ee Menteri Keuangan Amerika
- Serikat namanya Bason kalau tidak salah
- Benon ya, Mr. Bason.
- Ketika
- Pak Trump ini
- memberikan hadiah ke Cina dengan tarif
- 125%.
- ya bulan lalu ya
- sudah sudah sebulan yang lalu lebih.
- Nah, itu ee tujuannya apa? Tujuannya
- adalah supaya make Amerika
- great again.
- Ya, akan membuat Amerika
- agunglah. Pokoknya menjadi bahasa yang
- menjadi bangsa yang besar kembali ya.
- Maknanya sekarang ini tidak menjadi
- bangsa besar sebetulnya
- ya. Kalau dilihat dari defisit
- perdagangan yang hampir 1 triliun dolar
- ya 900 miliar dolar sekian 970 sekian
- miliar dolar itu itu angka yang luar
- biasa ya itu defisit yang harus ditutup
- ya dan itu tahun 2024 ya. Nah, sekarang
- dengan cara yang inginnya singkat tapi
- mujarab istilahnya itu Pak Trump
- langsung bikin ya tanggal sekian akan
- dikenakan tarif 125% kepada Cina. Ya.
- Nah, tujuannya apa? Nah, tujuannya
- adalah supaya barang-barang Cina tidak
- bisa membanjiri Amerika, pasar Amerika.
- Ya, gitu. dan Amerika akan mendapatkan
- ee dana dari itu dari tarif itu sekian
- bilion dolar itu hitungannya sudah ada
- ya. He.
- Tapi sebetulnya tarif itu 12% kan yang
- membayar rakyat Amerika sendiri.
- Sebetulnya Cina enggak kena ya.
- Dan lucu sekali.
- Nah, dia ber dia memprediksi ini
- memprediksi memperkirakan jika langkah
- Amerika ini dilakukan otomatis ini akan
- berhenti. Kalau tidak berhenti apa?
- Datang ke Washington ya Pak Jimping akan
- datang kepada Amerika ke ke Washington
- minta kepada
- ee Amerika supaya nego. Ayo kita nego
- tarif. Tapi itu kan enggak terjadi.
- Enggak. malah dibalas oleh ee Cina 120%
- lagi. Wah, sudah.
- Jadi ini apa? Ini adalah suatu prediksi
- yang salah ya. Bahkan Menteri
- Keuangannya itu, Mas Benon itu
- mengatakan tarif 120 45%
- kepada Cina ini sebetulnya adalah
- kalau diaplikasikan
- diterapkan maka dalam waktu yang sangat
- singkat Cina akan kehilangan sekian juta
- pekerjaan. 10 juta lapangan pekerjaan
- atau orang jobless ya tidak punya
- kerjaan PHK semua R juta. H.
- Tetapi apa yang terjadi setelah sebulan?
- Ya. Ya. Tidak seperti yang dia ceritakan
- atau dia tidak ee tidak seperti yang dia
- prediksi. Nah, ini menunjukkan bahwa
- terjadi eksternalitas ya. Artinya apa?
- Model itu enggak bekerja.
- Jadi ada ada faktor lain yang mungkin
- lebih besar tapi enggak dimasukkan dalam
- model ini yang membuat model tarif ee
- apa namanya aplikasi penerapan tarif
- 145% ke Cina sama sekali tidak
- berpengaruh ya. Bahkan yang lebih buruk
- kepada Amerika terjadi ya. Misalnya Cina
- justru memotus hubungan dengan Boeing
- yang sudah selesai pesanan Cina suruh
- balik sana ya. Kemudian apa itu yang
- Intel ya, Intel yang sudah kontrak
- dengan perusahaan-perusahaan Cina itu
- dibatalin ya, jumlahnya juga miliaran
- dolar dan kemudian Nvidia dan lain
- sebagainya ini juga wah itu sudah
- puluhan miliar dolar ya ratusan malah.
- Nah, ini justru yang menjadi
- terkena terkena
- tarif bumerangnya itu adalah mereka itu
- sendiri. Nah, di sini yang kita fokuskan
- adalah bagaimana eksternalitas itu
- bekerja. Ya, sama dengan ee teori perang
- seperti Israel dengan Hamas ini ya. Bagi
- orang yang sudah biasa bertempur ya,
- jenderal yang sudah biasa bertempur di
- lapangan maka menguasai
- Gaza itu mah harusnya cuman berapa jam?
- 2 3 jam selesai.
- Ada angkatan darah dengan pesawat paling
- canggih di dunia di Timur Tengah. Ada
- kapal di laut, ada tank markava yang
- jumlahnya ratusan, ada tentara yang
- karena sudah terlatih dan lain
- sebagainya. Tapi hingga sekarang ee
- enggak ada. Artinya menunjukkan bahwa
- sampai dengan detik ini
- Gaza tidak bisa di ee apa namanya? Tidak
- bisa ditaklukkan sama sekali, baik
- secara militer ataupun secara apa saja.
- I itu dan itu tidak terbayangkan.
- Makanya di sini yang berfungsi
- dan yang terjadi adalah faktor eksternal
- yang justru berpengaruh pada model itu
- gitu loh.
- Jadi apa yang mereka sangkakan, asumsi
- mereka itu salah besar
- ya gitu. Nah, ini apa namanya ee
- pentingnya kita melihat eksternalitas.
- Jadi ee banyak sekali faktor yang tidak
- kita
- lihat secara langsung dalam model, tapi
- pengaruhnya besar sekali ya. Dan para
- ahli ada yang apa berbeda pendapat, ada
- yang tidak ingin itu eksternalitas
- dimasukkan ke dalam model, ada juga yang
- mau. Makanya kalau kita melihat dalam
- model ekonometrik sederhana misalnya
- regresi misalnya
- simple regression model atau multiple
- regression model itu kan modelnya selalu
- diakhiri dengan ya X ya. X itu mewakili
- eksternalitas. Jadi ee faktor-faktor
- variabel yang ada di dimasukkan 1 2 3 4
- 5 misalnya gitu. Nah, lima variabel ini
- dalam model ini sebenarnya belum
- mewakili
- gambaran sebenarnya keadaan. Ada lagi
- faktor yang berpengaruh tapi enggak bisa
- kita masukkan ke dalam model karena ee
- tidak bisa dihitung, tidak bisa di
- kuantifikasi, tidak bisa diukur. Nah,
- ini dimasukkan dalam faktor belakangan X
- namanya yaitu eksternalitas. Tapi
- sebenarnya eksternalitas itu ee di mata
- pandangan ekonomi Islam justru sangat
- besar ya, sangat besar pengaruhnya ya.
- Contoh misalnya begini,
- kalau kita berpikir bahwa pendapatan
- seseorang
- itu 1 bulan dia gajinya yang dia take
- home take home pay yang dia terima
- bersih
- yang biasa pakai yang dia bisa pakai
- untuk belanja dirinya, untuk istrinya
- dan keluarganya. misalkan ini R5 juta
- net gitu ya. Ya. Nah, kemudian
- alokasinya kan sudah ada untuk keluarga
- makan minum keluarga semuanya misalnya
- Rp3 juta. Untuk ini transport dan lain
- sebagainya R1 juta dan seterusnya.
- Pokoknya R juta itu
- sudah dialokasikan
- persis 1 bulan ya sehingga dia itu tidak
- akan menambah dan mengurangi gitu.
- Asumsinya begitu. Ini cara berpikir
- orang baru kan begitu ya. Karena
- pendapatan itu yang kita terima cuman
- ada dua alokasi, yaitu kita konsumsi,
- kita belanjakan untuk membeli barang dan
- jasa dan selebihnya kalau ada itu saving
- ya kita simpan. Entah kita simpan di
- saku, entah kita simpan di bawah bantal,
- entah kita simpan di rekening bank.
- Heeh.
- Ya enggak masalah gitu ya. Jadi begitu.
- Nah ini melihat suatu apa? Melihat suatu
- keadaan itu sangat sempit bagi saya ya.
- yang membuat apa? Membuat orang itu
- kalau mengikuti [berdehem]
- rumusan ini
- bakhil jadinya.
- Heeh. Bagaimana saya akan berinfak di
- masjidnya
- misalnya 1000, 2.000 atau membantu fakir
- miskin
- i
- atau mengeluarkan zakat jika 5 juta dari
- pendapatan net saya ini sudah saya
- alokasikan habis [berdehem]
- di ujung hari di di ujung bulan sudah
- enggak ada R0 sudah saldonya. [tertawa]
- Nah, ini kalau kita berpikir seperti ini
- ya rezeki kita itu hanya seperti itu
- gitu.
- Tidak pernah kita berpikir bahwa rezeki
- itu yang memberi Allah Subhanahu wa
- taala. Ya, mereka berpikir rezeki itu
- hanya diberi oleh perusahaan.
- Iya.
- Tempat kita bekerja itu saja ya.
- Sehingga dengan demikian
- faktor eksternal di sini ee kurang
- bekerja. Artinya dalam keadaan seperti
- ini orang cenderung bakhil tidak
- membantu kepada orang lain. Karena apa?
- karena ee pendapatan yang sudah dia
- peroleh itu sebetulnya alokasinya sudah
- ada. He.
- Nah, sedangkan seorang muslim, orang
- yang beriman kepada Allah, dia
- berkeyakinan berapapun
- apa namanya pendapatannya yang bersih
- yang dia terima katakanlah tetap R juta
- misalnya. Tapi kalau dia belanjakan
- untuk ya fisabilillah untuk menolong
- orang lain ya apa namanya ee memberikan
- naf kepada keluarganya, kepada istrinya,
- makan minum untuk keluarganya,
- menyekolahkan anaknya dan lain
- sebagainya. Ini semuanya dia percaya
- adalah ee belanja-belanja atau
- pengeluaran-pengeluaran yang tujuannya
- itu baik ya fisabilillah. Dan dia
- berharap apa yang dia infak infakkan itu
- atau yang dia belanjakan itu akan
- diganti oleh Allah. H waktum minaiin
- fahua yukhlifuhu.
- Apapun yang kamu belanjakan dari harta
- kamu dia Allah Subhanahu wa taala akan
- menggantikan. Ini ini keyakinan seorang
- muslim. He.
- Itu sebabnya maka walaupun seorang
- muslim tadi itu gajinya sama R juta,
- Nak, tetapi dia bisa berbuat banyak,
- berbuat amal
- sehingga dia merasakan suatu yang lebih
- dari yang tidak disangka-sangka. Allah
- akan kasih tambahkan rezekinya, gantikan
- belanjaannya tadi itu dengan cara yang
- tidak disangka-sangka. Ya, tapi bagi
- orang yang tidak beriman enggak punya
- eksternalitas ini, dia ee apa? dia hanya
- punya bulanan R juta dan alokasnya sudah
- seperti itu. Ee sudah pas benar, tidak
- mungkin ada ruang untuk belanja,
- membantu orang miskin, zakat dan lain
- sebagainya. Enggak ada ya. Maka dia
- tidak dapat apa namanya rezeki
- [berdehem] dari Allah dari arah yang
- tidak disangka-sangka.
- Nah, di sini maka di sini penting sekali
- ya bahwa infak itu
- fisabilillah. Ah, kita belanjakan semua
- yang kita peroleh itu fisabilillah. Dan
- fisabilillah itu umum ya,
- jangan diartikan infak ee misalnya ke
- kota masjid itu fisabilillah, tapi
- memberikan uang belanjaan kepada istri
- tidak fisabilillah. Tidak betul. Justru
- membawa memberikan infak kepada
- belanjaan kepada istri
- fisabilillah sekali. Dan itu ada dua
- nilai. Satu pernah silaturahim dapat.
- Kemudian ee infaknya yang akan di apa
- yang akan dibalas oleh Allah Subhanahu
- wa taala dapat ya
- dan juga kepada kerabat kita yang lain.
- Jadi belanja atau ee pemberian kita
- kepada ponakan, kepada sepupu yang
- kurang beruntung itu ada dua pahala.
- Pahala silaturahim dan pahala infak itu
- sendiri ya yang Allah subhanahu wa taala
- akan apa namanya akan gantikan ya. Jadi
- di sini ada eksternalitas yang tidak
- akan bisa masuk dalam model H
- karena ini adalah keimanan dan alangkah
- banyaknya ajaran Islam itu dalam hal
- ini. Itu sebabnya maka orang yang
- beriman, orang muslim ini ketika dia
- membelanjakan hartanya fisabilillah
- tidak ragu-ragu walaupun dia tahu bahwa
- pendapatannya kalau sebulan R juta ya R
- juta tetap ya kan.
- Tapi dia bisa berbuat dan ingin untuk
- berbuat beramal. ee bersedekah kepada
- orang lain dan Allah akan kasih gantinya
- itu secara tidak disangka-sangka, enggak
- tahu dari mana. Wallahuam bawab ya. Tapi
- ada kejadian seperti itu. Nah, ini yang
- kita maksud bahwa eksternalitas ini
- enggak mungkin masuk dalam model, tapi
- eksternalitas itu ee dampaknya sangat
- besar dan itu tidak semua bisa dinikmati
- oleh orang-orang kecuali orang-orang
- yang beriman dan beramal saleh. Begitu
- ya. Nah, di sinilah pentingnya
- [berdehem]
- kita itu ee melihat eksternalitas.
- Maka dalam suatu hadis dikatakan
- sebentar saya minum ya. Iniak
- silakan Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- agak kering. Jadi
- ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- berkata, "Lau tawakaltum alallahi haqqo
- tawakuli laruzum mlir." Ya,
- seandainya kamu bertawakal kepada Allah
- dengan sebenar-benar tawakal,
- niscaya kamu akan diberi rezeki oleh
- Allah seperti burung. Maksudnya apa?
- Seperti burung itu ya?
- Eagu
- himon. Oh, apa itu hadisnya yang
- terjemahnya seperti ini? Pergi pagi dari
- sarangnya dalam keadaan perut kosong dan
- balik lagi sear-harinya ke pesannya
- dalam keadaan
- bitonan
- ya. Perut kenyang, perut penuh gitu ya.
- lah itu. Tapi [berdehem] nah ini
- sebetulnya adalah tawakal itu
- eksternalitas dalam pengertian bahwa
- tidak bisa dimasukkan dalam model ya
- misalnya k model
- apa apa permintaan terhadap barang
- barang dan jasa satu pendapatan dua
- harga barang yang ketiga tawakal enggak
- mungkin
- tawakal enggak masuk
- enggak masuk
- iman enggak masuk
- iman enggak masuk
- tapi ini pengaruhnya tinggi.
- Pengaruhnya tinggi. Makanya kalau kita
- belajar ilmu ekonomi mikro misalnya yang
- penulisnya itu orang sekuler, orang
- ateis, orang
- tidak beriman kepada Allah yang kita
- dapatkannya nominal doang ya.
- Nominal angka doang tidak ada berkahnya.
- Karena berkah itu mainnya di belakang di
- belakang angka ya. Ya, caranya tidak
- kita ketahui. Tapi Allah sudah
- memberikan
- caranya begitu ya. barang ee dan apapun
- yang kamu belanjakan dari harta kamu
- maka dia akan menggantikan. Coba itu.
- Heeh.
- Gitu ya. Banyak ayat seperti itu ya. Ya.
- Ada misalkan surah al-Insyiraq, inna
- maal usri yusro. Innamaal usri yusra.
- Jadi kesulitan yang dihadapi oleh
- saudara kita di Gaza saya kira tidak ada
- bangsa lain yang begitu menderita pada
- abad 2021 ini yang begitu sengsara
- kecuali kaum muslimin, umat manusia yang
- ada di Gaza sana. Ya.
- Iya.
- Tetapi teman-teman di Gaza kita ini yang
- kalau kita lihat dari ee
- ceramah-ceramahnya atau statementnya itu
- Heeh.
- dia tidak putus asa ya. Semangatnya
- makin tinggi ya.
- Heeh. He
- semakin di apa diinjak-injak, dibom
- segala macam ya semakin tinggi
- tawakalnya kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Dan apa yang terjadi? Kita lihat
- sekarang ya tidak bisa dijebol oleh
- Israel pakai Markava F16, F35, Hitzer
- kemudian apalagi segala macam senjata
- sampai
- yang itu yang paling gede GDM
- bom yang berapa ton itu yang bisa nembus
- bangker segala macam tetap saja tidak
- bisa menghabiskan
- dan kemudian Allah turunkan berbagai
- tanda
- mulai dari kebakaran yang tidak bisa
- dihentikan ikan mulai dari apa itu asap
- ya
- he padang pasir yang begitu tinggi
- anginnya kemudian akhirnya ee angin
- bercampur pasir itu menggunung membuat
- langit menjadi kuning ya kemudian
- sekarang katanya banjir dan lain
- sebagainya dan lebih parah lagi kalau
- orang-orang banyak negara sekarang ya
- yang tidak mau didatangi Israel turis
- diusir dari negara itu karena orang
- sudah bosen ya siapa yang melakukan ini
- semuanya nya ya itu adalah tangan Allah
- Subhanahu wa taala yang memberikan
- pertolongan kepada hambanya dan ini
- tidak dimasukkan dalam model karena
- menurut nyaw itu kan apa namanya
- diserang habis dipagar dengan tank dari
- ujung ke ujung selesai
- tapi itu berapa kali dilakukan enggak
- pernah bisa ya
- dan ee keadaan seperti ini menjadikan
- kita yakin bahwa kekuatan eksternal itu
- memang tidak dimasukkan ke dalam model
- H
- tetap Tapi pengaruhnya kepada
- kenyataannya lebih besar daripada model
- yang atau variabel-variabel yang masuk
- dalam model begitulah.
- Iya.
- Dan kita dari umat Islam yang sungguh
- sangat percaya pada itu.
- Iya. Faktor eksternal itu.
- Iya faktor eksternal. Nah, misalnya kita
- punya sawah 100 hektar [berdehem]
- kemudian dalam keadaan baik normal
- sekian per hektar 9 ton per hektar. Lalu
- kita bikin apa namanya? tanam sesuai
- dengan yang kita rencanakan.
- He.
- Tapi kadang-kadang di tengah sawah itu
- kemudian ada banjir, kemudian ada air
- putus, irigasi putus dan lain
- sebagainya. Ada elnino dan sebagainya.
- Nah, akhirnya apa? Akhirnya belum tentu
- ee panen itu sesuai dengan kehendak
- kita. Ituah campur tangan ya. Al-Qur'an
- juga mengatakan begitu kan dalam surah
- Al apa itu Al-Kahfi itu yaitu tentang
- yang punya kebun ya.
- Dia mercaya bahwa kuburnya akan tumbuh
- dengan baik, buah-buahnya anggur dan
- lain sebagainya akan membuahkan hasil
- yang baik.
- Tetapi dia tidak beriman kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Dan akhirnya ketika
- dia datang ke kebunnya sudah dimakan
- angin, sudah diserang angin panas
- sehingga sudah menjadi mati semua. He.
- Nah, sehingga dia apa namanya? Kecewa
- dan dia tidak berhasil dari investasi
- yang dia sudah tanamkan.
- Nah, itu beda dengan orang yang kebun.
- dia punya kebun juga tapi beriman kepada
- Allah maka dia bertawakal kepada Allah
- dan akhirnya kebunnya menghasilkan
- sesuai dengan yang diharapkan karena dia
- beriman kepada Allah. Nah, itu sekarang
- ini makin banyak orang pada percaya pada
- sains ya. Oh, perhitungan rumit
- menggunakan AI dan lain sebagainya.
- Tetapi semua itu didasarkan pada
- ketidakyakinan kepada penguasa jagad
- raya ini Allah Subhanahu wa taala. Dan
- akhirnya berantakan semua ya. Ya,
- berantakan karena tidak percaya bahwa
- sains itu bisa melakukan segala-galanya.
- Nah, sekarang sains itu sudah menjadi
- agama ya [berdehem] kalau kita lihat
- sudah menjadi agama pengganti agama
- Islam, pengganti agama Kristen dan lain
- sebagainya.
- H
- itu masangnya
- kalau faktor eksternalitasnya
- ini yang di luar Islam, Pak Ustaz ya.
- Kita lihat Cina sendiri gitu dalam
- ekonomi dan perdagangan.
- Mereka itu meyakini faktor
- eksternalitasnya di mana, Pak Ustaz?
- Iya. He
- ee Cina itu komunis ya secara secara
- ideologi dia enggak percaya kepada
- Tuhan.
- He.
- Cuman budaya Cina itu enggak komunis ya.
- Hm.
- Budaya budaya asli budaya Cina itu kan
- Konghuju. Ee Konguju itu ajarannya itu
- ya apa nama? Apa namanya? Salah satu
- ajarannya itu adalah berbuat baik pada
- orang lain.
- He.
- Menolong pada orang lain.
- Iya itu ya. [tertawa]
- Nah untuk yang seperti ini itu berlaku
- pada siapapun termasuk kepada yang non
- Islam. H
- ya. Bagi siapa? Orang yang kaya, muslim
- atau bukan, tapi dia suka membantu orang
- miskin ini ada ada berkahnya, ada
- ada ininya apa namanya? Ee hukumhukum ee
- hukum alamnya itu ada. Artinya akan
- diganti ya, akan ditambahkan itu begitu
- walaupun dia enggak beriman. Ini para
- ulama mengatakan demikian ya. Jadi
- menolong orang lain, membantu orang
- lain, ee melindungi orang yang lemah,
- kemudian dia ee memberi makan kepada
- orang fakir miskin, yatim piatu, dan
- lain sebagainya. Ini adalah
- sumber-sumber yang membuat apa namanya?
- Berkah Allah diberikan kepada orang yang
- melakukannya meskipun orang itu tidak
- beriman kepadanya. Ya, tapi di dunia ini
- gitu ya,
- di akhirat tidak ya. Ini berlaku ya.
- Ulama juga mengatakan demikian ya. Dan
- saya juga setuju dengan pendapat seperti
- itu ya.
- Nah, selama itu terjadi arnya memberikan
- pertolong kepada sebagian manusia maka
- dia punya imunitas lebih tinggi daripada
- seandainya dia tidak melakukan ya. Lah
- Amerika ini kan apa omongannya aja
- dibikin kesal orang ya apalagi
- tindakannya [tertawa]
- ya. Makanya dikasih ee apa namanya
- kebakaran di Los Angeles kemarin yang
- sukar sekali di ini
- yang kerugiannya juga besar.
- Iya.
- Tapi kita melihat apa ya penjelasan
- mengenai eksternalitas ini Pak Ustaz,
- apakah ada Pak Ustaz data lahiriah atau
- data fisiklah yang bisa menafsirkan
- semua perilaku atau fenomena itu pasti
- akurat gitu?
- Iya.
- Ilmu pengetahuan sains berkata demikian
- atau ekonomi konvensional lah. Ini
- prediksi para ahli ekonomi.
- Di awal-awal abad 20 ini para ahli
- [berdehem] sains itu sangat pede banget
- bahwa jika saya dikasih
- data suatu apa namanya suatu segmen atau
- suatu ee sampel ee datanya itu akurat,
- maka saya akan bisa memprediksi dengan
- benar populasi ini dengan benar. Ya gitu
- ya. itu berlebihan sebetulnya.
- Iya,
- berlebihan. Karena walaupun kita
- menggunakan itu untuk pemilu ya, tapi
- itu kan dimanipulasi.
- [tertawa]
- Kita enggak tahu benar apa enggak itu
- dalam pemilu itu istilahnya strategi ini
- Pak Ustaz
- K menang 90% gitu ya. Ya, enggak tahu
- itu benar-benar menang apa [tertawa]
- kalau untuk yang kasus ini saya kira
- tidak perlu kita ee masukkan ke dalam
- perbincangan ini ya. Jadi kalau ee
- ahli-ahli dulu di awal abad 20 ini
- ketika begitu cepat perbangan ekonomi ee
- ilmu ekonomi, ilmu sosial dan lain
- sebagainya
- ini mereka mempunyai ee apa namanya
- suatu teori bahwa jika di kita diberikan
- informasi yang cukup tentang keadaan
- manusia sekarang ini, maka kita akan
- bisa memprediksi 100 tahun yang akan
- datang prediksi kita akan akurat banget
- ya. He miah fil miah 100% begitu. sangat
- sangat optimisnya itu. Tapi itu kan gak
- terjadi karena karena perilaku manusia
- itu
- unpredictable to some extent it is
- unpredictable ya tidak bisa diprediksi.
- Iya.
- Nah yang bagian tidak bisa diprediksi
- inilah yang bikin eksternalitas
- yang bikin
- apa namanya dugaan kita ini tidak benar.
- H
- dugaan kita ini tidak benar. Karena kita
- mungkin misalnya ada kita confident
- intervalnya itu misalkan levelnya itu
- sampai 98% biasanya kan begitu ya. Ya.
- Apa itu menunjukkan bahwa kebenarannya
- 90% gak ya? Itu kan hanya ho sama Hi
- aja. Hipotesa.
- Hipotesa. Iya.
- Is itu gini itu saya tidak begini gitu
- aja
- ya. Kalau enggak A ya B. Nanti
- kemungkinan terjadinya B itu 90%
- levelnya. Tapi belum tentu bahwa itu
- terjadi gitu loh.
- Itu makanya ya sangat jauh. Sangat jauh.
- Maka di sini
- ee iman tawakal kepada Allah Subhanahu
- wa taala memainkan peran yang sangat
- peran sangat.
- Iya. Dan ini diakuilah dalam pada waktu
- terjadi COVID itu di Inggris ya.
- Iya.
- itu sarannya adalah supaya umum kita itu
- menguat yaitu kembali kepada percaya
- pada Tuhan ya.
- Yang percaya pada Tuhan imunnya lebih
- tinggi. Nah, yang ATS-ateis itu gampang
- sekali karena [tertawa]
- yang tidak adaan.
- Iya, itu terbukti
- takut sekali.
- Iya. Karena rasa takut itu mengurangi
- apa namanya
- imunitas. imunitas, khawatir, cemas,
- ansi dan seterusnya itu mengurangi ini
- apa namanya imunitas. Sedangkan iman itu
- menghilangkan anti, menghilangkan
- ketar-ketir, tenang, hati, batin, dan
- sebagainya. Otomatis organ seperti
- jantung dan lain-lain sebagainya itu
- normal bekerja
- dan akan membuatkan
- ee orang yang punya organ itu lebih
- stabilitas.
- Tadi Ustaz banyak mencontohkan beberapa
- peristiwa ee perang gitu ya, ataupun
- kejadian-kejadian ekonomi.
- Bagaimana pengaruh eksternalitas itu
- besar bahkan menentukan kalau misalkan
- dalam krisis moneter misalkan Pak Ustaz
- itu prediksinya bagaimana itu? Lalu
- faktor eksternalitas mempengaruhi itu
- bagaimana?
- Kita lihat contoh kasus monitor 98 atau
- sekarang nih yang baru-baru orang akan
- melihat akan terjadi krisis lagi. Itu
- gimana, Ustaz?
- dengan data [berdehem] yang ada mereka
- menakut-nakuti orang.
- Menakut-nakuti orang. He
- itu saya kalau melihat itulah buah yang
- harus dipetik ketika kita tidak percaya
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Nah,
- lihat data seperti ini langsung kita
- pusing.
- Iya.
- Dan itu itu itu aktual ya.
- Heeh.
- Orang-orang Amerika, orang Eropa kenapa
- lebih stres daripada relatif ke
- dibandingkan orang Indonesia lebih stres
- mereka? orang Indonesia lebih tenang ya.
- He. He
- kalau di apa di disurvei ialah karena
- orang Indonesia pada umumnya percaya
- kepada agama apapun agamanya Islam kek
- apa Katolik atau Hindu dan lain
- sebagainya.
- Iya itu orang mereka sendiri yang
- men-survei.
- Hm.
- Apalagi baru-baru ini ya.
- Iya.
- Yang Indonesia dinatkan seb negara yang
- paling prosper ya. Orang yang paling
- developing the most developing the
- prosperous PR apa itu namanya?
- Prosper. Iya. Itu negara yang paling
- berkembang dalam segala dimensi
- maksudnya ya. Yang paling bahagia
- mengalahkan Israel, mengalahkan Inggris
- itu salah satu faktornya adalah budaya
- yang berbasis pada agama, berbasis
- kepada
- ee kepada Tuhan, kepada Allah Subhanahu
- wa taala bagi yang muslim. Gu ya.
- Kemudian ini menimbulkan ketenangan
- gitu. Makanya orangor
- orang Eropa atau orang Amerika yang baru
- pertama kali datang ke Indonesia heran
- ya bukan main shop culture gitu kan ya
- karena apa orang pendapatannya itu gak
- ada seperepnya dari orang Amerika karena
- mereka pakai dolar ya
- tapi kok bisa senyum bisa ketawa
- dan gak ada apa-apa lah kalau kan mereka
- mikir bagaimana saya harus bayar
- asuransi bulan ini
- kalau di sana mempengaruhi harga saham
- sangat [tertawa] ya
- Nah, itu itu kebukti ya bahwa
- ee Indonesia dinebutkan berkali-kali ya.
- Yang paling ini studi Harvard itu yang
- kemarin yang baru
- iya
- kita baca itu kan
- itu menunjukkan Indonesia nomor satu
- indeksnya berapa 80 berapa gitu ya
- paling tinggi ya dan itu ee faktornya
- adalah religiosity
- religiosity
- keagamaan
- hewan akhwat saat ini Anda menyimak
- kajian ekonomi Islam eksternalitas dalam
- pandangan ekonomi Islam kami mengundang
- Anda untuk bergabung silakan sampaikan
- pertanyaan ataupun ataupun komentar ke
- nomor WhatsApp Rasil di 0811999720.
- Kami akan rehat ikhwan akhwat di sesi
- kedua kami akan segera kembali. tetaplah
- bersama kami.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Terima kasih masih bersama kami dalam
- kajian ekonomi Islam edisi hari Selasa,
- 6 Mei. Tanggal 6 Mei ini Ondi. Tadi ada
- pendengar yang WA tanggal 6 katanya
- belum tanggal 7 ya. Terima kasih nih Bu
- Darma ya koreksi tanggalnya
- [terkesiap]
- Pak Budi. Asalamualaikum. Terima kasih
- Pak Ustaz kajiannya.
- Menyimak Mas menyimak selalu. Begituun
- Bu Ani C Hudaifah. Alhamdulillah hadir
- menyimak Pak Ustaz dan juga Aa Angga. Oh
- nyebutnya Aa nih kalau Bu Ani nih.
- Semoga sehat walafiat selalu, Pak Ustaz.
- Amin.
- Ada juga nih Pak Udah di Depok.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Menyimak Pak Ustaz
- kajiannya.
- Alhamdulillah. Pak Ustaz sebelum kita ke
- pertanyaan ee mengenai eksternalitas ini
- dalam ekonomi Islam itu ada masuk model
- enggak? Kalau tadi kan mencontohkan
- ekonomi konvensional yang tidak ada di
- model atau teori-teori gitu ya. Tapi di
- ekonomi Islam itu faktor eksternal ini
- porsinya lebih besar atau bagaimana gitu
- dalam hal kita memahami ekonomi ini.
- Iya.
- para ahli ya seperti
- almarhum Dr. Nijatullah Siddiq,
- Dr. Umar Capra, kemudian tokoh-tokoh
- yang benar macam almarhum Profesor
- Khursyid Ahmad yang saya kenal mereka
- ini semua saya kenal dengan baik ya. itu
- dalam berbagai pemaparan dulu ketika
- saya kuliah itu adalah bahwa salah satu
- perbedaan ekonomi Islam dengan
- konvensional adalah ya ilmu ekonomi
- konvensional hanya
- menghitung memasukkan
- incorporated ke dalam model itu hal-hal
- yang fisik saja
- ya yang nominal ya tetapi tidak
- memasukkan unsur-unsur yang non nominal
- ya tetapi itu ada. Makanya ini muncul
- karena apa? Karena ekonomi yang
- diajarkan di semua perguruan tinggi di
- dunia ini kalau pengajarnya,
- kalau penulisnya itu sekuler ya tidak
- percaya kepada Tuhan ya sekuler itu ya
- sebenarnya dalam pengertian bahwa untuk
- membuat teksbook ekonomi enggak perlu
- adanya unsur Tuhan di situlah gitu.
- bahwa ekonomi itu berjalan dengan
- sendirinya sebagaimana sebagaimana
- fisika berjalan sesuai dengan hukum
- fisika gitu. Gak perlu ada campur tangan
- Tuhan kan begitu. Mereka itu pendukuler
- meskipun belum tentu orangnya ini
- komunis atau ateis ya bisa jadi dia
- beragama Protestan atau Katolik ya.
- Tetapi sekularismenya itu muncul dalam
- ketika menulis buku ini ya menunjukkan
- bahwa ekonomi ini berjalan dengan
- sendirinya. Tidak perlu kita menggunakan
- kitab suci dari agama tertentu. Kita
- menggunakan akal sehat kita, kita
- menggunakan rasional kita, pengalaman
- yang pernah dialami bangsa-bangsa
- sebelumnya dan lain sebagainya dan lain
- sebagainya. Ya, sekuler ya. Ya, sekuler,
- ateis.
- Hm.
- Nah, dalam ekonomi Islam tidak begitu.
- Ekonomi Islam ini karena Islam itu
- petunjuk yang diberikan oleh Allah
- Subhanahu wa taala lewat rasulnya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- yang harus kita praktikkan segala
- dimensi
- material, spiritual ya ee semuanya itu
- masuk apa namanya petunjuk Islam di
- dalamnya. Maka dalam bidang ekonomi juga
- kita tidak bisa melepaskan dari petunjuk
- Allah di dalam ekonomi ya. Dan itu
- membentuk perilaku muslim yang berbeda.
- Contoh misalnya ya, orang Islam dilarang
- makan daging babi, maka seharusnya
- seandainya itu ada ekonomi Islam
- berkuasa ya produksi babi dan turunannya
- nol gak ada.
- H
- produksi miras ya, liquor atau
- minum-minuman keras kemudian beralkohol
- nol ya enggak ada ya. Itu dari sisi
- nyatanya itu PDB atau dari si produksi
- dalam produk ee domestik brut misalnya
- itu enggak mengandung yang haram gitu
- ya. itu. Namun demikian juga ya dalam
- model-model terutama yang lebih kecil
- seperti bagaimana memotret perilaku
- konsumen misalnya. Ee tentu saja di sini
- barang yang menjadi ee barang yang
- dijual atau dikonsumsi itu adalah
- barang-barang yang halal. Tidak mungkin
- ada barang yang haram di situ ya. Jadi
- good and surfaces yang diproduksi dalam
- negeri dalam sebuah negara Islam yang
- menerapkan ekonomi Islam itu good and
- services itu tunduk kepada ketentuan
- halal dan haram. He.
- Yang haram tidak mungkin di diproduksi
- gitu. Nah, itu itu yang kelihatan di
- situ ya. Ya, makanya di sini ee tidak
- ada permintaan terhadap daging babi, ada
- permintaan terhadap lemak babi enggak
- ada permintaan terhadap darah tidak ada
- ya bangkai dan seterusnya ya.
- Itu enggak ada semua permintaan terhadap
- ee miras. Kemudian permintaan terhadap
- ini jasa ya misalnya kan permintaan
- terhadap apa itu game itu game itu apa?
- Judi. Nah, judi itu gak ada ya spekulasi
- itu enggak ada ya.
- Nah, itu itu faktor-faktor yang menjadi
- tidak ada ketika dia ee apa namanya?
- Determinan atau variabelnya itu adalah
- dalam sebuah model Islam ya, ekonomi
- Islam. Nah, bagaimana dengan pengalaman
- keagamaan? Pengalaman keagamaan seorang
- akan memberikan ee respon terhadap
- perilaku konsumsi. Ya, kalau pengalaman
- agamanya itu rendah misalnya
- ya dia masih nyerempet-nyerempet bahaya
- ya. Halal tapi yang halal diembat banyak
- gitu kan.
- He
- ya.
- Berlebih-lebihan ya. Kemudian tidak
- memperhitungkan orang lain itu ya. Yang
- penting dia bisa melakukan konsumsi ini
- ya. Selesai dia ya karena dunianya hanya
- untuk menikmati. Nah, tapi kalau bagi
- orang yang pengalaman keagamaannya itu
- tinggi, maka konsumsinya itu kan les
- ya. Mungkin dia biasa Senin Kamis,
- mungkin biasa puasa Daud misalnya lah.
- Itu total pemerintah permentah dar
- berang dan kan berkurang sekalipun itu
- sebetulnya enggak di
- enggak diharamkan tetapi ee orang akan
- mengurangi permintaan konsumsinya jika
- ee pengalaman agamanya lebih tinggi.
- Dia tidak berlebih-lebihan gitu.
- Tidak berlebihan. Tidak ada takdir,
- tidak ada apa namanya ee apa namanya
- ifrad apa namanya israf.
- G ya.
- Pak Ustaz, kita akan ke pendengar dari
- 083768
- sekian. Sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Saya Muhammad sedang dalam perjalanan.
- Pak Ustaz ingat dulu waktu muda kerja di
- toko pemiliknya non Islam. Katolik taat.
- Dia mengajarkan kejujuran. Katanya kalau
- jujur tangan Tuhan banyak yang menolong.
- Apakah ini faktor yang dijelaskan tadi,
- Pak Ustaz? Terima kasih ya ee kepada
- Saudara Muhammad yang menimak ini.
- Alhamdulillah. Iya. Iya. Iya.
- Itu termasuk rahmat Allah diberikan di
- dunia [berdehem] ini kepada siapa saja.
- Termasuk kepada yang tadi itu Anda
- bekerja padanya seorang Katolik tapi
- suka berbuat kepada orang lain.
- Jujur
- dan jujur dan dia mudah diberikan rezeki
- oleh Allah subhanahu wa taala. Ini ini
- nyata ya. Ini nyata sekali
- ya. Ada yang kalau dari ulama-ulama Arab
- itu yang saya baca artikelnya itu dia
- berikan contoh eh Microsoft itu siapa?
- Bill Gates.
- Bill Gates. Bill Gates kan punya yayasan
- Foundation yang bilun dolar apa miliar
- dolar ituu masih sama istri yang pertama
- itu ya.
- Betul. Iya.
- Itu karena membantu ini apa namanya? Ee
- orang duafa di Afrika sana termasuk di
- Indonesia itu ya. Iya.
- Betul.
- Nah itu akibatnya apa? yang dilakukan
- adalah perusahaan Microsoft ini terus
- berjaya gitu ya. Seolah-olah
- keberkahan dari dia memberikan walaupun
- sangat kecil, sangat kecil sebutnya
- dibanding keuntungannya
- dibanding keuntungannya. Bahkan ada yang
- menilai bahwa yang dia lakukan seperti
- itu keuntungannya kepada dia lebih
- tinggi. [tertawa] Iya. Tapi itu
- maksudnya adalah bahwa Allah memberikan
- berkah ya itu la syak ya tidak perlu
- kita ragukan dari siapapun mau
- orang non Islam, orang Hindu atau orang
- Katolik protesan berbuat baik atau
- mungkin orang kafir sendiri
- orang ateis orang tidak percaya pada
- Tuhan tidak percaya kepada Allah
- Subhanahu wa taala tapi dia kalau
- berbuat baik pada orang lain Allah akan
- tetap kasih tambahkan rahmatnya di dunia
- ini. He itu
- Pak Ansori hari Selasa kajian ekonomi
- Islam menyimak [tertawa]
- Pak Ansori selalu menyimak gitu ya.
- Begituun Ibu siapa nih tidak menyebutkan
- nama di 081328386
- sekian-sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Terima
- kasih, Pak Ustaz, atas penjelasannya di
- hari ini. Oh, kebanyakannya memberikan
- atensi nih, Pak Ustaz.
- Tidak ada yang bertanya lagi. Dan
- sebagai penutup, Pak Ustaz, dari seluruh
- bahasan kita ini mengenai eksternalitas
- yang perlu di garis bawahi kepada ikhwan
- dan akhwat. Apalagi menyangkut ke ini,
- Pak Ustaz, kehidupan mereka sehari-hari
- gitu ya. Tadi kita sudah bahas mengenai
- keimanan, ketakwaan, lalu juga fenomena
- ekonomi yang terjadi walaupun secara
- global ataupun di Indonesia.
- Kalau ngelihat berita katanya banyak
- yang sedih, pesimis, takut. Nah,
- bagaimana Pak Ustaz? Nasihat apa nih
- sebagai penutup dari Pak Ustaz?
- Terima kasih Mas ya. [berdehem] Jadi ee
- apa namanya? inspirasi untuk memberikan
- tajuk pada hari ini itu sebetulnya masih
- nyambung dengan minggu lalu tuh ya
- tentang perang tarif.
- Iya.
- Tapi perang tarif ini motivasinya adalah
- untuk mengalahkan pihak yang dia anggap
- sebagai musuh.
- Iya.
- Dengan memberikan tekanan tarif yang
- enggak masuk akal.
- He
- 145% itu bayangnya gimana? Itu ibaratnya
- barang ini kalau diekspor ke Amerika itu
- kan harganya 1 dolar. harganya jadi
- tapi dengan iya ketika dikasih tarif 145
- menjadi 2 4 2 4 2,45 dolar ya
- h
- nah sekarang kalau misalnya tisu gitu ya
- yang tadinya cuman dolar mau jadi 2
- dolar apa ada yang mau beli ya beli tapi
- enggak sebanyak paling satu mahal
- mahal
- itu. Nah, itu juga termasuk komputer
- kemutan manusia yang Amerika itu impor
- sampai meluk apa sampai Amerika itu
- defisit perdagangan dengan Cina hampir
- 300 miliar. I
- itu makanya banyak sekali item dari Cina
- masuk ke Amerika kemudian diop dengan
- itu kan istilahnya syok ini orang
- Amerika sendiri
- sehingga diperlihatkan bahwa
- galeri-galeri yang biasanya toko besar
- itu penuh dengan barang sudah kosong
- semua di raranya itu ya. Nah, ini jadi
- ee apa namanya?
- Orang merancang dan rancangan orang itu
- didasarkan pada ilmu misalkan ee tarif
- 145%
- oleh Trump ini bukan bukan tiba-tiba
- begitu enggak. Jadi [berdehem] dia
- hitung karena ada penasat ekonominya ya,
- penasat ekonominya ya. Dan mereka itu
- ahli profesor di bidang ekonomi,
- pedagang internasional dan lain
- sebagainya. Nah, ngasih ngasih itu.
- Makanya ketika tarif itu ditingkatkan
- 145%
- itu kadang-kadang orang yang menerima
- berita itu, "Wah, ini banyolan ini
- enggak benar ini."
- Karena enggak mungkin gitu ya.
- Tapi sebetulnya gabungan antara ekonomi
- dengan politik, Trump ingin agar supaya
- Cina itu datang kepada dia untuk
- negosiasi. Iya.
- Negosiasi. Ketika negosiasi ya
- istilahnya dia dalam ketiak Trump ya.
- Nah, Cina enggak mau apalagi cara dia
- menjelaskan di depan umum itu menghina.
- Seolah Cina itu negeri yang enggak ada
- apa-apanya gitu. Padahal dia sendiri
- yang defisit kepada Cina. Jadi
- sombong, song, dan ya seperti itulah
- orang Barat ya. Nah, awalnya itu ke
- situ. Nah, ini bagi orang yang hanya
- menggunakan pendekatan material melihat
- angka-angka doang akan stres. Termasuk
- orang Cina sendiri stres.
- Iya.
- Ya, bayangkan kalau seandainya
- benar-benar dipraktikkan 100% tarik
- umpamanya itu akan terjadi penutupan
- perusahaan.
- Pabrik-pabrik tutup karena enggak ada
- yang jual
- ya. Enggak enggak ada tempat untuk
- melempar itu loh.
- Heeh. kemungkinan bisa, tapi perlu waktu
- harus memindahkan ke Brazil, harus
- memindahkan ke Amerika Latin, ke Afrika,
- ke Indonesia dan sebag yang itu enggak
- enggak enggak bisa cepat ya perlu waktu.
- Tapi dalam waktu short ini short run
- dalam jangka pendek ini kelimpungan
- semuanya ya kan.
- Nah, itu tentu saja bagi orang yang tahu
- data-data, angka-angka maka itu akan
- menjadi stres ya. Seolah-olah itulah
- yang menentukan hidup dia.
- Nah, di sini kita orang beriman itu
- tidak tunduk dengan apa-apa itu, dengan
- angka-angka itu. Itu angka benar ya.
- Tapi itu tidak akan bisa membunuh saya
- ya.
- Itu kan makhluk ya.
- Kita kan punya Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi ketika kita ee dihadapkan ke situ,
- sikap kita yang benar adalah inna maal
- usri
- usron. Ya, sesungguhnya
- dalam keadaan sulit itu di dalamnya ada
- kemudahan. Terjemahan ayat itu salah
- sebetulnya kalau saya baca ya.
- Sesudah kesulitan baru ada kemudahan.
- Enggak. Maa di sini bersama-sama. Ketika
- dalam keadaan sulit itu
- ada kemudahan
- ya. Ada kemudahan cuman kita enggak
- sabar.
- Nah, ketika di dalam keadaan sulit apa
- yang harus kita lakukan?
- Istigfar kepada Allah. ya,
- jangan berbuat maksiat.
- Hm.
- Lakukan salat. Lakukan semua kewajiban
- Allah kepada kita sebagai seorang
- muslim.
- Heeh.
- Nah, bila kita bersikap seperti itu,
- tetap teguh, istikamah kepada agama,
- saat itulah Allah akan memberikan
- kemudahan.
- Karena enggak mungkin kita ini kelaparan
- gara-gara di PHK sebetulnya.
- Iya. I
- kalau saya itu begitu, saya percaya.
- He.
- Karena pengalaman hidup saya itu begitu.
- He.
- Ya, hanya tawakal kepada Allah. Dan ini
- tidak diajarkan di dalam ilmu ekonomi.
- Enggak ada modelnya. Itu
- enggak ada model. [tertawa]
- Ini eksternalitas.
- Iya. Iya.
- Yang enggak kelihatan dalam model tapi
- berpengaruh terhadap
- He
- ee apa? perilaku, terhadap output. Ya,
- seperti itu. Nah, ini yang kita inginkan
- adalah bahwa ekonomi Islam itu menyoroti
- ini jauh lebih penting daripada yang
- bisa kelihatan oleh mata atau kasat
- mata. Di balik itu keimananlah ya.
- keimanan kepada Allah, tawakal kita
- kepada Allah. Ini yang akan menentukan
- rahmat Allah turun kepada kita di saat
- kita sangat memerlukan rahmat Allah pada
- saat itu. Ya,
- itu jadi ekonomi Islam ini
- mengintegrasikan faktor-faktor yang
- material
- dan faktor-faktor nonmaterial
- ya. Angka nominal dan di balik angka itu
- kita tidak tunduk kepada angka itu saja.
- Ya, kita punya Allah, kita punya ee
- metode, kita punya tawakal, kita
- mendekatkan diri kepada Allah, kita
- punya doa, kita punya permohonan, punya
- istigfar dan lain sebagainya. Kalau
- semua ini kita integrasikan, kita
- amalkan,
- maka hirup ikiku dunia yang seperti ini
- tidak akan mengoyakkan kita dan rahmat
- Allah akan turun tetap di saat kita
- dalam keadaan yang paling penting
- sekalipun. Nah, ini percaya saya percaya
- dan saya telah mengalami berkali-kali
- dalam kehidupan seperti itu.
- Mudah-mudahan para pendengar dan juga
- para pemirsa termotivasi dengan itu.
- Jangan kalah dengan angka, jangan,
- jangan apa? Pesimis dengan data,
- [tertawa]
- jangan, jangan ketar-ketir dengan berita
- gitu ya. Kita punya Allah Subhanahu wa
- taala. Itu itu adalah
- ee senjatanya.
- Baik,
- terima kasih banyak Pak Ustaz atas
- kajiannya di kesempatan kali ini. Ikhwan
- Auhad. Demikianlah kajian ekonomi Islam
- kita bersama guru kita Ustaz Ikhwan
- Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan
- bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih
- banyak atas kebersamaan Anda. Kami undur
- diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka waubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.