Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Asalamualaikum warahmatullah 0:17 wabarakatuh. 0:19 Ustaz Husein, Bapak Abu Bakar, dan 0:22 ikhwan akhwat di manaun radio 0:25 silaturahim bisa didengarkan. 0:28 Alhamdulillah kita bersama-sama kembali 0:31 di acara psikologi keluarga. 0:34 Mudah-mudahan sepenggala acara ini mampu 0:37 mempersuasi kita dan meringankan langkah 0:40 kita menghadapi apapun yang ada di dalam 0:43 keluarga kita. Tidak lupa salam selawat 0:46 kita lantunkan untuk junjungan umat 0:48 kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:51 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 0:53 kita mendapatkan syafaat beliau dan 0:56 dipertemukan dengan beliau di saat yang 0:59 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:03 Ikhwan dan akhwat, 1:05 hari ini mudah-mudahan apapun yang 1:09 menjadi masalah bisa membuat kita 1:13 terbuka dan memahami hal-hal. 1:16 Tapi sebelumnya kita akan bersama-sama 1:19 membaca ummul kitab. 1:23 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:29 Bismillahirrahmanirrahim. 1:34 Alhamdulillahirabbil 1:36 alamin 1:38 arrahmanirrahim. 1:43 maiki yaumiddin 1:46 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 1:51 ihdinasirathal 1:53 mustaqim 1:56 shathalladzina 1:57 an'amta alaihim 2:00 ghairil maghdubi alaihim 2:04 waladin. 2:07 [Tertawa] 2:10 Amin. 2:12 Jadi, Ustaz, ada beberapa kasus yang 2:16 masuk. Insyaallah kalau bisa dibahas 2:19 hari ini semua. Tapi seandainya emm 2:23 waktunya kurang memadai bisa kita 2:27 selesaikan di minggu yang berikutnya. 2:31 Kasus pertama Ustaz dari hamba Allah di 2:34 Tangerang. 2:36 Suami saya baru saja terkena PHK. 2:39 Kondisi finansial kami drastis. 2:42 Cari kerja selama berbulan-bulan juga 2:44 enggak ada hasil. Dia kemudian jadi 2:47 gampang marah, sering menyendiri dan 2:51 sering menyalahkan takdir. Ustaz, mertua 2:54 saya juga terus saja menuntut agar kami 2:57 segera bangkit. Bahkan menyindir-nyindir 3:00 suami saya yang katanya kurang beriman, 3:02 rezekinya seret. Saya bingung, "Ustaz, 3:05 harus bagaimana?" 3:06 Di satu sisi saya ingin mendukung suami 3:09 tetapi tertekan dengan kondisi keuangan 3:12 dan perkataan mertua. Bagaimana cara 3:15 saya menyikapi keadaan ini agar tetap 3:19 sabar dan ikhlas? Bagaimana pula cara 3:22 saya membantu suami agar keluar dari 3:25 keterpurukan ini tanpa saya ikut-ikutan 3:28 depresi? Itu yang pertama. Kemudian yang 3:32 kedua dari Ibu Rina. 3:35 Anak saya SMP 13 tahun punya smartphone 3:38 smartphone karena teman-teman seusianya 3:41 juga sudah punya semua. Eh dia sangat 3:44 tergantung pada smartphone itu, pada 3:46 media sosial. Akhlaknya berubah, kurang 3:49 menghargai orang tua, sulit diajak 3:52 beribadah, lebih milih bermain game atau 3:55 chatting dengan smartphone-nya. Saya 3:59 khawatir, Ustaz, kalau dia terjerumus 4:01 dalam pergaulan yang tidak baik di dunia 4:04 maya, bagaimana cara bisa mendidiknya 4:07 agar menggunakannya si teknologi itu 4:10 secara positif saja tanpa merusak akhlak 4:13 dan keimanannya, 4:16 tanpa membuatnya memberontak kalau saya 4:20 membatasi penggunaan smartphone-nya. 4:23 Tahu enggak, Ustaz? pernah saya cek 4:25 HP-nya, ternyata ada beberapa kakak 4:27 kelasnya yang menyatakan suka dengan 4:29 dia. Saya takut kalau anak saya salah 4:32 bergaul. Meskipun realitanya anak-anak 4:36 sekarang memang seperti itu. Apalagi 4:38 sekarang ini di sekolah umum campur 4:41 antara anak laki dan perempuan. Saya 4:44 ingin masukkan ke pesantren, dia 4:45 berontak, dia enggak mau, Ustaz. Oke. 4:50 Kemudian yang lainnya, asalamualaikum, 4:54 Ustaz. Apakah dalam pernikahan laki-laki 4:57 lebih unggul dari wanita? Kalau terjadi 4:59 laki-laki ini kalah sama wanita dalam 5:02 berbagai segi, karena di dalam setiap 5:06 mengambil keputusan selalu wanita yang 5:08 mengambilnya. Apa saja? Tanya sama 5:10 Bunda, tanya sama Bunda. Anak-anak 5:13 sampai besar sekarang ini ada yang SMP, 5:15 ada yang kelas 6 yang memimpin adalah 5:19 ibunya. Nah, kalau sudah terjadi seperti 5:22 ini apa ya? Laki-laki lebih unggul dari 5:25 wanita, Ustaz. 5:27 Sementara ada seorang istri yang selalu 5:29 mau menang sendiri. Setelah dikasih 5:31 kesempatan, dia enggak mau. Akhirnya 5:34 saya sebagai suami jadi deh yang 5:37 menangani semua kesalahan dan 5:39 perbuatannya. 5:41 Saya pusing, Ustaz. Mohon pencerahannya. 5:45 Ya, ikhwan akhwat. Empat kasus ini mari 5:49 kita simak bagaimana mengatasinya. 5:52 Silakan, Ustaz. 5:53 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 5:55 Bismillahirrahmanirrahim. 5:59 Hamdulillahi rabbil alamin. 6:02 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 6:06 Muhammad. 6:08 Subhanak la ilma lana illa ma alamtana 6:12 innaka antal alimul hakim. Wala haula 6:16 wala quwwata illa billahil aliyil adzim. 6:22 Allahumma atina minika rahmah waimna min 6:26 ladunka ilman nafi bimaamt 6:30 allahumahdinaulam 6:32 waakrijna minulumati 6:36 wahdina ilaatikal 6:38 mustaqim 6:41 asalamualaika ya rasulullah 6:44 assalamu alaina wa ala ibadillahi shihin 6:47 wassalamualaikum warahmatullahi 6:50 wabarakatuh ullah. Waalaikumsalam 6:52 warahmatullahi wabarakatuh. 6:56 Pertama-tama kita akan menjawab 7:02 persoalan dengan ibu kita yang 7:05 mengeluhkan anaknya kecanduan jejet. 7:10 penyebab kecanduannya karena sang ayah 7:12 menghadiahkan anak tersebut 7:18 smartphone 7:21 yang membuat akhirnya dia asyik ya 7:24 menghabiskan waktunya. Mau tidak mau 7:27 akan menimbulkan gangguan di saat 7:29 berlebihan orang menggunakan 7:33 smartphone atau handphone ya. baik untuk 7:36 hiburan, baik yang berhubungan dengan 7:39 media sosial, 7:41 dia tidak merasakan waktu berlalu 7:45 yang mengakibatkan terjadinya keletihan 7:47 fisik, 7:49 baik itu mata ya, 7:53 begitu juga kelesuan 7:56 yang membuat orang akhirnya tidak 7:59 bersemangat untuk hal-hal yang positif 8:02 juga menimbulkan gangguan mental, cemas, 8:06 emosional, 8:08 susah untuk dikendalikan. Dan saya 8:10 rasakan cucu saya yang tadinya ee asyik 8:14 bermain handphone ya, 8:17 kalau diambil handphone-nya akan keluar 8:19 betul-betul apa emosinya dan marahnya 8:22 yang tidak terkendari. Tapi 8:24 alhamdulillah semenjak dia masuk 8:26 boarding school, bergaul dengan 8:28 teman-temannya aktif dalam olahraga, 8:30 kegiatan-kegiatan yang lain, Allah kasih 8:32 terjadi perubahan. Terjadi paling kalau 8:36 dia pulang ke rumah pada saat berlibur, 8:39 dia memegang handphone karena dia asyik 8:40 dengan bola kebetulan. 8:43 Tapi memang kenyataan bahwa handphone 8:45 ini luar biasa. 8:48 di belakang handphone setannya tidak 8:51 tanggung-tanggung. Bukan setan kecil, 8:53 tapi setan besar. 8:56 Karena orang yang asyik tanpa 8:58 mengendalikan dirinya, 9:00 orang tersebut bisa merambah ke sana 9:03 kembali yang menimbulkan kerusakan buat 9:05 dirinya. 9:06 Kita tahu apa yang disediakan melalui 9:09 internet ini berbagai macam menu bahkan 9:13 tidak dicari dia menawarkan dirinya. 9:17 Apalagi di saat dia mulai mengalami masa 9:20 puber, pemberian orang tua yang tidak 9:23 mencukupi, tahu-tahu 9:25 pinjol menjadi jalan keluar buat 9:26 dirinya. Berapa banyak anak yang membawa 9:30 petaka ke dalam kehidupan orang tuanya 9:33 akibat pinjol. 9:35 Karena kemudahan yang mereka berikan 9:40 akhirnya mengakibatkan anak-anak kita 9:41 menjadi korban. Saya bingung ke mana 9:45 para pemimpin kita, wakil rakyat kita, 9:47 apa yang sedang mereka lakukan 9:49 membiarkan pinjol judi online ya terus 9:53 berkembang 9:54 yang akan mengakibatkan akhirnya banyak 9:57 orang masuk dalam perangkap setan. Kasus 10:01 bunuh diri kemarin pun ketika seorang 10:03 wanita bunuh diri karena suaminya 10:05 terlihat hutang menjadi beban buat dia. 10:07 Dicemohkan oleh lingkungan sampai 10:09 menyebabkan dia meracuni dua anaknya. 10:11 Kemudian dia bunuh diri. sambil berkata, 10:14 "Tidak apa-apa, Nak. Saya masuk ke 10:15 neraka asal kalian tidak hidup 10:17 penderita." 10:20 Oleh karena itu, pejabat pemerintah 10:22 kita, termasuk wakil rakyat kita, 10:25 termasuk ulama kita, mereka 10:28 berkontribusi dalam kejahatan tersebut 10:30 kalau mereka tidak serius menghadapinya. 10:33 Pemerintah yang punya wewenang 10:34 seharusnya menghentikan hal tersebut. 10:37 Jadi handphone ini bisa membuat orang ya 10:39 yang tadinya baik, terkendali, 10:42 berkenalan dengan wanita-wanita yang 10:44 tidak baik, akhirnya mengenal 10:46 kebiasaan-kebiasaan yang merusak 10:48 otaknya, merusak jiwanya, dan juga 10:51 merusak akhlaknya. 10:55 Ini masalah serius bisa menimbulkan 10:59 gangguan fisik, gangguan mental dan 11:02 kalau sudah terlanjur amat sulit untuk 11:04 bisa diperbaiki. Tak ubahnya bagaikan 11:07 orang yang kecanduan narkoba bahkan 11:09 lebih dahsyat lagi. 11:12 Oleh karena itu, bagaimana kita 11:13 mengalihkan anak kita dengan sendirinya? 11:18 Kita kembali 11:19 ke dalam kitab Allah Subhanahu wa taala. 11:23 kembali kita meneladani Nabi kita 11:25 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 11:27 dalam mendidik anak kita. Hadiah orang 11:30 tua untuk anaknya dalam usia tersebut 11:33 sebetulnya 11:34 merupakan sikap yang akan menjerumuskan 11:38 anaknya 11:39 yang tadi tidak dikenal dengan hadiah 11:42 tersebut tanpa ada aturan, tanpa ada 11:46 pengendalian waktu mengakibatkan anak 11:48 tersebut mau tidak mau apa? Punya 11:50 kebebasan. 11:52 Oleh karena itu diperlukan ada aplikasi 11:55 pengaturan waktu dalam hal ini untuk 11:57 mengatur jam-jam dia memegang HP karena 12:01 tidak mungkin dielakkan. Kalau di rumah 12:03 tidak bisa, di luar dia akan berkumpul 12:05 bersama teman-temannya. Ada pengendalian 12:07 waktu. Nah, yang paling utama di sini 12:11 pertama-tama orang tua berhadapan dengan 12:14 anak seperti ini 12:17 harus betul-betul melakukan pendekatan 12:19 emosional. 12:21 pendekatan emosional. 12:24 Karena kedekatan kedekatan emosional 12:27 antara orang tua dan anak itu membangun 12:30 kedekatan yang luar biasa. Membuat anak 12:33 tidak canggung-canggung ya untuk 12:35 menghibur dirinya kumpul bersama 12:37 ayahnya, bersama ibunya, curhat. Ya, 12:41 tapi begitu ada gap antara anak dengan 12:43 orang tua ini akan akan mengakibatkan 12:45 betul-betul apa? Dampak-dampak yang 12:48 negatif buat anak. 12:50 tidak mendapatkan ventilasi dari orang 12:53 tua, dia akan cari teman-teman 12:56 yang akan memberikan solusi solusi yang 12:58 apa? Yang tidak baik sesuai dengan 13:01 kondisi keadaan mereka di luar. 13:04 Jadi membangun kedekatan emosi bersama 13:07 anak-anak ini penting sekali. 13:09 Oleh karena itu, tidak cukup hanya kita 13:11 berikan dia pengetahuan, wawasan, tapi 13:15 adakan kedekatan. 13:17 bisa ngobrol bersama kita, bisa tertawa 13:19 bersama kita. Ya, kemudian kita juga ya 13:23 merangkulnya, memeluknya, mengecupnya 13:26 pada saat-saat kita akan pergi atau 13:28 pulang ke rumah. Ini subhanallah 13:31 merupakan apa? Merupakan 13:33 cara yang paling indah membuat anak itu 13:36 ya merindukan orang tuanya. Di saat 13:39 orang tuanya pergi, kalau zaman dulu ibu 13:42 yang telepon, sekarang anak yang 13:44 telepon. Ya kok belum pulang sampai 13:46 sekarang? 13:47 Kita tunggu di rumah, kita kangen sama 13:48 kamu. Nih, itu kenyataan. 13:51 Bagaimana orang tua yang dekat dengan 13:53 anaknya selalu dirindukan oleh anaknya. 13:55 Hingga ayahnya pulang, si anak asyik 13:58 berbicara dengan orang tua, curhat, 14:01 tertawa, tanpa ada gap, tanpa ada apa? 14:04 Rasa takut di hati anak terhadap orang 14:06 tua. Jadi, wibawa yang dibuat-buat 14:09 jangan sekali kita jadikan sebagai gap 14:11 antara kita dengan anak supaya orang 14:13 tua, anak-anak itu hormat pada kita. 14:15 Anak tersebut hormat kepada kita karena 14:17 takut bukan karena kecintaan. Tapi di 14:20 luar dia akan bercerita menceritakan 14:23 orang tuanya yang tidak mengerti 14:25 perasaan. 14:28 Jadi banyak hal sebetulnya bisa 14:30 dihilangkan dengan kedekatan emosi. 14:36 Kemudian 14:38 dalam kedekatan tersebut hendaknya orang 14:40 tua jangan 14:43 sering marah-marah pada anaknya. Tidak 14:46 berusaha untuk memberikan solusi, 14:49 mengetahui keadaannya, perasaannya, tapi 14:51 sering marah-marah. Marah-marah 14:54 melampiaskan emosinya. 14:57 Kamu nih tidak tahu diri. Orang tua 14:59 banting tulang bekerja siang malam untuk 15:02 membiayai sekolah kamu. Sekarang kamu 15:04 abaikan sekolahnya. 15:06 Dia ini dalam kondisi lemah, jiwanya 15:09 dalam keadaan sakit, terjerat. Ucapan 15:12 orang tua akan membuat orang tersebut 15:15 berputus asa. Hingga banyak anak-anak 15:17 tanpa disadari akibat ulah orang tuanya 15:20 kehilangan harapan hidup. 15:23 Karena orang tua sering 15:24 membanding-bandingkan. itu lihat tuh 15:25 anaknya fulan, lihat anaknya fulan, 15:27 lihat anaknya fulan. Dia merasa dirinya 15:30 belum bisa berbuat apa-apa. Bahkan ada 15:33 yang sudah tamat SMA, masuk perguruan 15:35 tinggi, kemudian sekolahnya gagal. Orang 15:38 tua bukan menjadi tabib yang baik, malah 15:41 menjerumuskan anaknya. 15:43 Kamu mau jadi apa nanti? Bagaimana kamu 15:46 akan menghidupkan keluarga kamu kalau 15:48 kamu seperti ini? seharusnya orang tua. 15:51 Kalau memang anak tersebut tidak lulus 15:54 sekolah, bukan berarti dia gagal. Yang 15:58 sekolah bukan berarti sukses. Apa 16:00 artinya jenjang akademi tertinggi? Kalau 16:03 seandainya dia bukan menjadi orang yang 16:04 bijak, kalau dia enggak mampu katakan 16:07 untuk menyelesaikan sekolah, dia bisa 16:09 bekerja, bisa wirausaha. Orang tua bisa 16:11 memberikan solusi dan melakukan 16:14 pendampingan bersama anaknya. 16:18 Ada satu orang tua, 16:20 anak-anaknya sebagian tamat dari luar 16:22 negeri, sebagian ya sekolahnya tidak 16:25 sempurna. 16:27 Orang tuanya kaya raya, 16:29 kebetulan dia bekerja dalam bidang 16:31 properti. 16:33 Dia panggil anak-anaknya, 16:36 "Kalian cari tanah." 16:38 Cari tanah. 16:40 Cari tanah, ya. Kemudian kalian bangun. 16:44 Ayah berikan modal keuntungan bagi dua. 16:50 Si anak 16:52 perasa dirinya sudah dewasa, punya 16:54 kebutuhan, mau berumah tangga. Kan kalau 16:57 dia harus cari kerjaan di luar tanpa ada 16:59 pengalaman sebelumnya, dia akan bingung. 17:02 Orang tua cari kerjaan di luar dong. 17:04 Tidak segampang itu. Ini orang yang baru 17:08 kalau kita berikan tekanan yang berat di 17:10 luar kemampuan dia. Apalagi orang tua 17:13 mengatakan, "Tahu enggak dulu orang tua 17:15 kamu tuh dagang pisang goreng, dagang 17:17 cabe, dagang ini hingga seperti ini. Ini 17:20 enggak mungkin bisa diterapkan pada 17:22 anaknya." Betul gak? Karena apa? Karena 17:24 ini anak orang kaya, sedangkan bapaknya 17:27 anak orang miskin. Jadi kalau dagang 17:29 pisang goreng, dagang cabe, dia enggak 17:31 malu. Tapi kalau tahu bapaknya punya 17:34 aset macam-macam. 17:35 Sedangkan anaknya apa? Anaknya disuruh 17:39 seperti orang tuanya dulu enggak mungkin 17:41 sama sekali. Beda keadaannya. 17:44 Allah kasih. Subhanallah. Karena orang 17:45 tua dekat dengan anaknya 17:49 memberikan kepercayaan buat anaknya. Si 17:50 anak mulai mencari tanah. Mend datang ke 17:53 hadap orang tua. Ini tanah yang saya 17:54 lihat. Abah aja perhatikan sesuai dengan 17:57 pengalaman dia. Nak periksa suratnya 17:58 dulu diteliti suratnya, diteliti ininya. 18:01 Nah, sekarang kamu cari tukang gambar, 18:03 kamu gambar. Orang tua enggak tangannya 18:06 semuanya enggak diatur suruh cari tukang 18:08 gambar. Nanti begitu gambar sampai orang 18:12 tua berikan koreksi ya. Berikan koreksi. 18:15 Koreksi yang mencerdaskan dia. 18:18 Setelah itu mulai disuruh membangun. 18:22 Dijelaskan tahapan-tahapan yang pertama. 18:24 kedua, ketiga, sekali, dua kali. 18:28 Subhanallah apa? Si anak punya rasa 18:30 percaya diri yang luar biasa. 18:33 Subhanallah. Berkembang anak-anak ini 18:34 menjadi pengusaha. Waktu orang tuanya 18:36 meninggal meninggalkan warisan, 18:38 anaknya enggak butuh pada warisan. 18:40 Karena apa? Karena semuanya sudah 18:42 mandiri. 18:44 Jadi, bukan hanya anak laki-laki, anak 18:45 perempuan pun diberikan apa? 18:48 Jadi, bagaimana orang tua bisa menjadi 18:50 teman bersama anaknya, menjadi 18:53 pendamping 18:55 yang memberikan dukungan baik secara 18:58 finansial kalau dia mampu, kalau tidak 19:01 secara emosional. Berikan kepercayaan 19:03 karena kepercayaan yang tertanam di hati 19:06 mereka lebih berharga dari modal. 19:08 Tapi begitu kepercayaan anak kita atau 19:11 kepercayaan seorang laki-laki 19:13 dihilangkan oleh cerocosan istri atau 19:17 cerocosan dari orang luar mengakibatkan 19:19 dia pasti kehilangan kepercayaan. 19:22 Oleh karena itu, 19:25 kedekatan 19:26 emosi antara orang tua dengan anaknya 19:29 ini anak ini merupakan apa? Kekayaan 19:32 orang tua akan menjadi generasi yang 19:35 akan datang dan juga merupakan amanat 19:37 buah hati mereka. Kalau mereka enggak 19:39 bersabar dekat dengan anak mereka, 19:43 bagaimana mereka bisa apa? Bisa bersikap 19:48 baik pada orang lain. Ini buah hatinya. 19:50 Jangan diserahkan pada orang lain, tapi 19:53 kita dekat. Biar anak-anak juga curhat 19:55 pada ibunya, curhat pada bapaknya. Duduk 19:57 sama-sama. Nah, berkaitan dengan gadget 19:59 ini kalau orang tua bisa membangun 20:03 kedekatan bersama anak-anaknya, Nak, 20:06 coba tinggalkan HP dulu. Kita kumpul 20:08 sama-sama. Selagi ayah ibu kamu masih 20:11 hidup, kita bisa berbicara nanti kalau 20:13 ayah ibu kamu sudah pergi, kamu akan 20:15 menyesal. 20:16 Kemudian ajak salat berjamaah. Ya, yang 20:20 perempuan bersama ibunya, ayah bersama 20:22 anak laki-lakinya di luar atau ayah 20:24 katakan pulang dari masjid bisa salat 20:26 bersama anak-anaknya. 20:28 Kemudian adakan acara-acara hiburan yang 20:32 menyenangkan tapi mendidik. 20:37 Tanpa harus mereka pergi keluar belanja 20:39 di luar bisa orang tuanya memasakkan apa 20:41 yang kalian suka. Kira-kira berikan 20:43 tugas buat anaknya masing-masing. 20:46 Bikin atau hidangan makanan yang mereka 20:48 suka dimakan di rumah bersama-sama itu 20:50 lebih baik daripada sering mondar-mandir 20:52 ke restoran atau beli makanan online. 20:57 Ini enggak membangun kebersamaan. Betul 20:58 gak? 21:00 Oleh karena itu, saya sendiri saya 21:01 paling suka makan di rumah dari tangan 21:04 istri daripada makan di acara-acara 21:05 undangan. Kita bawa makan ke rumah, 21:08 makan bersama-sama kita nikmatnya luar 21:10 biasa. Lihat anak kita, cucu kita 21:12 menikmati makanan yang mereka makan kan 21:14 bahagia kita. 21:16 Nah, di samping kedekatan emosi, kita 21:19 juga harus bertanya kepada mereka apa 21:22 kira-kira alasan mereka? Mereka katakan 21:28 lebih banyak menghabiskan waktu di HP. 21:30 Nah, kita berikan solusi yang baik. Ajak 21:32 berpikir. Jangan marah-marah 21:34 pembekalan yang kita berikan buat 21:36 dirinya. Jangankan kita juga kesal. 21:38 Betul gak? Kita juga kesal kalau dengar 21:42 cerometan. Orang Tegal bilang ngeromet 21:45 enggak berhenti sama sekali. Tapi kalau 21:47 diajak bicara dengan baik-baik, anak 21:48 punya rasa percaya dan bangga sama orang 21:50 tuanya. Sampai tanpa orang tua ngajak 21:53 anaknya keluar, anak Mbah itu Mbah ya. 21:55 Kenapa? Dia merasa pada saat dia pergi 21:57 sama orang tuanya 21:59 betul-betul merasa terhibur dan rasa 22:00 percaya diri muncul di hatinya. 22:04 Kemudian di samping itu coba kita 22:07 alihkan mereka kepada aktivitas kegiatan 22:10 olahraga. 22:11 Olahra olahraga baik itu mau futsal, 22:16 baik itu katakan pingpong, badminton, 22:19 berjogging, ya. Tapi bersama-sama Bapak, 22:22 Ibu semana kumpul bersama-sama. Lain 22:25 suasananya kalau mereka jalan sendiri. 22:27 Kalau kita bilang sama kita, "Kau pergi 22:28 olahraga lagi, dia enggak bakal mau. 22:31 Apalagi asyik mejajat." Tapi kalau Bapak 22:33 Ibu yang kita olahraga, yuk nanti kita 22:35 makan-makan bubur di Senayan, kita makan 22:37 ini kan lain kan? Atau kita makan-makan 22:39 nanti setelah olahraga kita itu akan 22:41 membuat 22:43 nanti apa? Muncul perlawanan dari 22:45 dirinya untuk menghadapi kecanduan 22:47 jajet. Dia merasakan ada 22:48 kenikmatan-kenikmatan lain yang lebih 22:50 indah. Kalau ini lesu, capek, bikin 22:53 penat, menghilangkan gairah semangat 22:56 dengan olahraga, kumpul bersama orang 22:58 tua, makan-makan, suasana beda kan? 23:00 beda. 23:03 Oleh karena itu, alihkan dari yang 23:05 negatif ke arah yang positif dengan 23:07 penuh kecintaan. Sebagaimana Nabi 23:10 memperlakukan anak-anaknya dengan penuh 23:11 kecintaan hingga pada saat Nabi akan 23:14 wafat, anak itu lebih suka menyusul sang 23:17 ayah daripada apa? Daripada kumpul 23:19 bersama suami dan anak-anaknya seperti 23:21 Sayidah Fatimah. Ketika diberitahukan 23:23 bahwa Rasulullah akan kembali menghadap 23:26 ke hadapan langsung dia menangis. Rasul 23:28 bisikan, "Kamu orang yang pertama 23:30 menyusul aku." Langsung tertawa. Padahal 23:31 dia punya anak yang dicintai, punya 23:32 suami. Tapi karena kecintaan pada 23:35 ayahnya yang selalu memuliakan dirinya, 23:38 dia merasa kehilangan ayah, kehilangan 23:40 segala-galanya. 23:42 Saya punya anak kecil-kecil selalu kalau 23:45 pulang dari sekolah curhat bicara pada 23:47 ibunya. 23:49 Apa saja di luar? Nah, ibu di sini 23:50 jangan merasa sempit. 23:52 Mama capek enggak mau dengar lagi. Tapi 23:55 dengarkan keluhan mereka. curhat mereka 23:58 kumpul bersama anak-anak menjadi teman 24:00 mereka akan menghasilkan insyaallah 24:03 buah-buah yang amat indah. Buahnya tidak 24:05 layu, tidak busuk ya, tidak kusam, tapi 24:08 buah yang ceria dengan penuh harapan. 24:11 Oleh karena itu saya ingat satu ajaran 24:13 Mbaking 24:14 soddiq la tusoddiq. 24:17 Believe or not believe. 24:20 Ada perkebunan apel sama tomat. 24:25 perkebunan tersebut ya di samping 24:27 pemupukan juga mendengarkan musik-musik 24:29 yang lembut, yang indah, 24:32 kata-kata yang baik ya. Subhanallah apa? 24:36 Ternyata buahnya betul-betul apa? 24:41 Banyak dan betul-betul hasilnya luar 24:43 biasa. 24:45 Ini buah-buahan kan kita lihat enggak 24:46 ada hubungan dengan kita kan. Begitu 24:48 juga ketika kita di rumah depan dulu, 24:52 setiap pagi kita membaca Al-Qur'an 24:53 bersama ikhwan ya, bersama-sama pohon 24:56 rambutan yang lama tidak berbuah 24:58 ternyata menghasilkan buah yang luar 25:00 banyak mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an. 25:02 Jadi jangan jadikan rumah kita seperti 25:04 kuburan. Isi dengan zikir sama-sama isi 25:07 juga dengan Al-Qur'an. Salat berjamaah. 25:11 Jangan yang kita ya isi yang kita 25:14 sibukkan hal-hal yang membuat kita 25:16 lalai, lupa kepada Allah Subhanahu wa 25:18 taala. Dan jangan kita jemu untuk 25:21 mengajak anak kita salat. 25:24 Seperti Allah menggambarkan Ismail wana 25:26 ymuru ahlahu bisati wazakah. Ismail 25:31 sabar untuk mengajak keluarganya 25:34 mengerjakan salat dan mengeluarkan 25:35 zakat. Artinya anak-anak ini tumbuh 25:38 tergantung nutrisi yang diberikan orang 25:39 tua. Kalau nutrisi yang sehat, anak 25:41 sehat. 25:42 Tapi kalau nutrisi yang tidak baik, 25:44 cacian, makian, marah-marah, ya. 25:46 Kemudian juga hal-hal yang tidak baik 25:48 akan mengakibatkan anak menyerap semua 25:50 apa yang datang dari orang tuanya. 25:54 Kemudian ketauladanaan. 25:58 Orang tua kalau mengajak pada kebaikan 26:01 dia harus lebih dulu. 26:03 Tapi kalau dia mengajak kebaikan tapi 26:05 anaknya melihat orang tuanya lain, 26:06 bagaimana anaknya menghormati orang 26:07 tuanya? 26:09 Thibun yudawi thibu maribu. Seorang 26:12 dokter mau mengobati apa pasiennya. 26:14 Sedangkan dokternya sakit. Seperti 26:17 pasien datang ke dokter paru-paru, si 26:19 dokter batuk-batuk enggak berhenti. 26:23 Ditanya, "Dok, kenapa, Dok, kok 26:24 batuk-batuk?" Saya tertular penyakit 26:26 paru-paru dari pasien saya. Kira-kira 26:29 meyakinkan enggak pasiennya dokternya 26:30 sakit malah bisa ngobati apa? Ngobati 26:34 anaknya. Jadi ketauladan orang tua itu 26:36 penting sekali. Ayah ibunya bagaimana 26:39 mereka memberikan contoh yang baik. 26:41 Kemudian doa 26:43 seperti yang kita bahas dalam kajian 26:45 yang lalu, orang tua diajarkan oleh 26:48 Allah untuk berdoa. Rbi azni an askur 26:52 nikmatakallati 26:54 anamta alaiya waa walidaiya wa aala 26:58 shihanardah 26:59 wa aslihli firiyati inni tubtu ilaika wa 27:03 inni minal muslimin. Ini ayat terdapat 27:05 dalam ayat-ayat suratul ahqaf. 27:09 Wahai Tuhanku, bantulah aku. Mudahkan 27:12 aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang Kau 27:15 limpahkan atas diriku, baik itu rezeki, 27:18 anak-anak yang Kau anugerahkan, 27:21 kesehatan, berbagai macam nikmat dan 27:23 nikmat yang Kau limpahkan atas kedua 27:25 orang tuaku hingga mereka dapat mendidik 27:27 saya, membesarkan saya dengan penuh 27:29 kasih dan rahmat. Kemudian waali shihan 27:33 tard, bantu aku juga untuk mengerjakan 27:35 amal saleh yang kau ridai. 27:38 Wa aslihli firiyati. Perbaiki ya Allah 27:41 bagiku anak-anak keturunanku. Inni 27:44 ilaika wa inni minal muslimin. Aku 27:46 bertobat padamu dan aku nyatakan diriku 27:49 orang yang berserah diri kepadamu. Doa 27:52 itu merupakan kekuatan yang luar biasa 27:55 dahsyatnya. 27:57 Sampai dalam hadis, la yaruddul qada 28:00 illua. Tidak ada yang bisa mengubah 28:01 ketentuan Allah kecuali hanya doa. 28:04 Jadi banyak-banyak berdoa setiap habis 28:08 salat berdoa untuk memohon ampun bagi 28:09 kedua orang tua kita, orang-orang yang 28:12 berjasa kepada kita dan mohon agar 28:15 anak-anak kita Allah Subhanahu wa taala 28:17 perbaiki dan sempurnakan akalnya. Tapi 28:20 sebelum berdoa untuk anak, doa dulu 28:22 untuk orang tua. Karena mereka 28:26 berbagi bukan dengan hal yang kecil, 28:28 tapi dengan seluruh hidup mereka untuk 28:30 kita semuanya. Sedangkan anak kita 28:32 merupakan ee apa-apa yang lahir dari 28:35 kita. 28:36 Artinya kita tidak berhutang kepada 28:38 mereka sebagaimana hutang kita kepada 28:40 orang tua. Doa untuk orang tua di 28:43 samping berselawat pada Rasul pembuka 28:45 jalan untuk pengabulan doa. J sebelum 28:48 kita berdoa untuk yang lain, kita berdoa 28:50 untuk kedua orang tua kita. Rabbighfirli 28:52 wahi waidai warhamhuma kama rabbaaniir. 28:55 Baru kita berdoa untuk anak kita. 28:59 Jadi untuk mengalihkan anak kita dari 29:03 hal yang negatif dan positif tidak bisa 29:05 dengan cara kekerasan. Kalau kita 29:07 lakukan akan menjadi musuh, kita 29:10 akan menjadi lawan dan semakin kita 29:13 bersikap keras semakin dia menjadi-jadi 29:15 untuk menyakiti perasaan orang tuanya. 29:18 Oleh karena itu, ada anak-anak ya enggan 29:22 pulang terlalu malam bukan karena agama. 29:26 Bukan karena agama sama sekali. 29:29 selalu dia cepat-cepat pulang ke rumah. 29:31 Bahkan kalau sekolah juga orang-orang 29:33 bermain ke sana kemari si anak tidak mau 29:35 langsung pulang ke rumah. Kenapa kamu? 29:37 Kamu anak ibu ya? Dia bilang orang tua 29:40 saya penuh perhatian. Mereka menunggu di 29:43 rumah saya tidak ingin membuat mereka 29:45 bingung. 29:47 Jadi si anak ini karena kecintaan orang 29:48 tua tidak ingin membuat orang tuanya 29:50 susah. 29:52 Nah, bagaimana kalau ada dukungan dari 29:54 agama ya? Kemudian juga dukungan dari 29:58 lingkungan yang baik dalam rumah. Jadi 30:00 kesimpulannya hendaknya kita perlakukan 30:03 buah hati kita dengan mulia. Mereka akan 30:05 memperlakukan kita dengan mulia. Maka 30:08 ibu jangan suka merasa sempit untuk 30:10 mendengarkan curhat dan jangan gampang 30:13 marah-marah sama anak. 30:15 Hadapi dengan cara yang lapang dada 30:18 lego. Sebagaimana perlakuan kita, mereka 30:21 juga akan memperlakukan kita dengan hal 30:25 yang sama. 30:26 Ini yang pertama. Yang kedua, 30:30 seorang istri mengeluhkan suaminya dalam 30:32 pengambilan keputusan selalu diserahkan 30:35 kepadanya. 30:39 Padahal 30:41 dalam tuntunan agama katanya ya, 30:44 perempuan itu di bawah laki-laki di mana 30:46 laki-laki lebih unggul dari perempuan. 30:50 Sebetulnya ucapan ini laisa ala itlaqih. 30:55 Perlu kita pahami 30:57 bahwa Allah Subhanahu wa taala jadikan 31:02 pria dan wanita ba'buhum min ba' 31:04 sebagian mereka dari sebagian yang lain. 31:08 Hak seorang ibu itu besar sekali. Sampai 31:13 ketika Rasul ditanya, "Siapa yang paling 31:15 utama berhak untuk menerima 31:17 kebaktianku?" Rasulullah mengatakan, 31:19 "Ummuka 31:21 man ya Rasulullah?" "Ummuka tumma man ya 31:24 Rasulullah?" "Muka 31:27 Oleh karena itu dalam wasiat Allah 31:29 setelah memerintahkan untuk bersikap 31:32 baik pada ayah ibu secara khusus 31:34 disebutkan peran ibu." 31:36 umuhu 31:38 dalam ayat yang lain surah Luqman hamalu 31:40 wahnan al wahnin wau 31:44 jadi kalau kita lihat di sini sesuai 31:46 dengan pengorbanan ibu yang begitu besar 31:48 dia mendapatkan imbalan yang lebih besar 31:50 daripada sang ayah 31:52 nah dalam kehidupan rumah tangga Allah 31:55 tidak jadikan pria sebagai lawan wanita, 31:58 wanita sebagai lawan pria tapi sebagai 32:00 pasangan ya yang bekerja sama 32:05 saling apa? Saling menyayangi, 32:08 memperlakukan pasangnya dengan perlakuan 32:10 yang mulia yang membawa rasa sakinah, 32:13 menumbuhkan rasa cinta dan rahmat hingga 32:15 mereka dapat menjalankan peran mereka 32:17 sebagai ayah maupun ibu dengan 32:19 sebaik-baiknya. 32:22 Jadi Allah tidak jadikan pria sebagai 32:23 lawan, tapi Allah jadikan sebagai 32:26 pasangan 32:27 bekerja sama. Allah tuangkan di hati 32:30 mereka rasa mawad danah menembuhkan rasa 32:32 sakinah. Wam ayatihiqum 32:35 anfusikum azwaja. Oleh karena itu dalam 32:38 dalam bahasa Arab laki-laki zaud 32:42 perempuan juga zaud tanpa menggunakan 32:45 pembedaan apa? Pembedaan tanda. 32:48 Dalam bahasa Arab enggak ada zaujah 32:50 kecuali dalam bahasa pasar yang ada 32:52 zauj. Laki-laki mengatakan anti zauji wa 32:56 ana zaujuki. Seperti apa? 33:00 Waula minhuma haituuma 33:04 wlamkun 33:06 anta waujuk. Wahai Adam, tinggallah kamu 33:09 bersama zaujuk pasangan kamu. 33:12 Di sini menempatkan pria dan wanita itu 33:15 apa? Dalam keadaan yang setara tetapi 33:18 dalam pengambilan keputusan dalam 33:21 kebijakan 33:23 diserahkan kepada laki-laki. Itu pun 33:25 kalau memang apa? memenuhi syarat untuk 33:28 pengambilan keputusan. 33:32 Memenuhi syarat dalam pengambilan 33:34 keputusan. Allah mengatakan, "Arijalu 33:36 qawamuna alanisa." Laki-laki. Ya, mereka 33:40 bertanggung jawab untuk meluruskan 33:43 mengayomi wanita-wanita mereka baik itu 33:45 istri maupun anak-anak mereka. Bima 33:48 fadallahu ba'bahum alin dengan keutamaan 33:51 yang Allah berikan pada masing-masing. 33:53 Pria dengan keutamaannya, wanita dengan 33:55 keutamaannya. 33:57 juga dengan nafkah yang mereka berikan. 34:00 Lalu wanitanya memberikan dukungan buat 34:02 suaminya 34:06 gaibi bimafidallah. Dan wanita mukminah, 34:10 wanita yang saleh ini yang taat pada 34:12 Allah, hormat dan taat pada suaminya. 34:17 Perlu diketahui bahwa perempuan itu akan 34:19 selalu menjadi kenangan indah bagi suami 34:21 bukan karena kecantikannya. 34:23 Karena kalau kecantikan isi di rumah 34:25 dibandingkan dengan di luar apalagi 34:27 tahun demi tahun model yang bermunculan 34:30 apa? 34:33 Tidak mungkin sama sekali bisa menjadi 34:35 pengikat sukma buat suaminya. Tetapi 34:38 ketaatan istri, rasa hormatnya, 34:42 lemah lembutnya ini yang akan selalu 34:44 apa? Terbayang dalam benak suami. 34:46 Terkadang dia tertawa sendirian melihat 34:48 apa yang dilakukan istrinya. Walaupun 34:50 banyak wanita-wanita yang menarik, tapi 34:53 hatinya akan selalu ingat pada istrinya. 34:56 Bukan kecantikan, bukan gelar ya, bukan 34:59 dandan maupun penampilan, tapi kesetiaan 35:03 istri, ketaatannya. Falihatu hafidatun 35:07 eh fasalihatu qonitat hafidatun lil 35:10 ghaib. Dia menjaga kehormatan suaminya 35:12 baik depan suami maupun di belakang 35:14 suaminya. Bima hafidallah itu dengan 35:17 penjagaan Allah terhadap mereka. Karena 35:19 mereka menjaga Allah subhanahu wa taala. 35:23 Jadi wanita bukan makhluk yang lebih 35:26 inferior dibandingkan laki-laki. Tapi 35:28 Allah jadikan mereka sebagai pasangan 35:30 yang bekerja sama. Nah, sebagai pemimpin 35:35 Allah Subhanahu wa taala angkat 35:36 laki-laki ya. Karena kalau dua-duanya 35:39 memimpin sama dengan mobil ya dikendarai 35:42 dua orang ada gasnya, ada remnya, ada 35:46 setirnya. Kira-kira apa jadinya? Bayang 35:48 enggak Allah serahkan kepada laki-laki 35:50 dengan kesiapan fisiknya ya, kesiapan 35:53 mentalnya. L bagaimana kalau seandainya 35:55 laki-lakinya ternyata kurang bijak? Yang 35:59 bijak istrinya. Yang bijak istrinya. 36:03 Maka dalam hal ini biasanya si laki-laki 36:05 kalau menemukan kekurangan pada dirinya 36:08 ya tidak sebijak istrinya, dia lebih 36:11 suka biar istrinya ambil keputusan. Saya 36:13 kenal satu orang, ustaz 36:17 mengajar, mendidik, tapi berkaitan 36:19 dengan kebijakan. Dia bilang, "Saya 36:21 lebih suka istri saya ngambil keputusan. 36:24 Saya nyaman, tenang, saya punya hati." 36:25 Karena meang istrinya kebetulan apa? 36:28 Bijak. Lalu orang bertanya, "Apa enggak 36:30 boleh perempuan ya mengambil keputusan 36:33 kalau dia merupakan orang yang lebih 36:35 bijak?" Contohnya jangan jauh-jauh. 36:37 Balqis ketika dia kumpulkan para pemuka 36:41 kaumnya, dia bertanya, 36:43 "Bagaimana pandangan kalian?" Saya 36:45 menerima surat dari Sulaiman. 36:48 Innahu bismillahirrahmanirrahim. 36:50 Walla talu alaiya wauni muslimin. 36:55 Para pembuka kaumnya mengatakan, "Nahnu 36:57 ulu quatin wa ulu basin syadid." Kita 36:59 ini merupakan satu kekuatan yang luar 37:02 biasa kuat dan dahsyat. 37:06 Kami serahkan keputusan di tangan kamu. 37:08 Silakan kamu putuskan. 37:12 Balqis mengatakan dalam peperangan itu 37:15 pasti akan terjadi kerusakan rakyat 37:17 menjadi korban. Innaluka 37:20 qaran 37:21 whaillatan. 37:26 Mereka bisa mengubah orang-orang yang 37:27 tadinya mulia menjadi hina korban dari 37:29 peperangan. Tapi saya akan menguji 37:31 Sulaiman mengirimkan dia hadiah. 37:35 Ingin tahu bagaimana jawaban Sulaiman. 37:37 Kalau dia seorang nabi, seorang rasul, 37:40 sikapnya pasti berbeda dengan seorang 37:42 yang ambisi, kekuasaan maupun harta. 37:45 Ketika Tuusan datang membawa hadiah, 37:47 Sulaiman tertawa. 37:49 Kalian bangga dengan hadiah yang kalian 37:51 bawa. Kembali pada ratu kalian. Kalau 37:53 mereka tidak datang, kami akan bawa dan 37:55 kerahkan pasukan yang mereka tidak mampu 37:57 untuk lawan. 37:59 Balqis begitu mendengar kisah tersebut 38:00 dia tahu ini bukan manusia apa yang 38:02 ambisius 38:04 langsung berangkat bersama rombongan 38:06 tiba di kerajaan Sulaiman dia 38:08 menyaksikan kemegahan yang tidak pernah 38:10 disaksikan sebelumnya diajak masuk ke 38:13 istana 38:15 ubin terbuah dari kristal akhirnya dia 38:18 menganggap itu air diangkat bajunya 38:20 melebihi betisnya Sulaiman mengatakan 38:22 innahu sharhun mumaradun min qwar itu 38:25 merupakan bangunan ya lantai yang 38:27 dibangun Apa? Dari apa? Dari batuan yang 38:30 melahirkan apa? Mirip dengan mirip 38:32 dengan apa? Mirip dengan kaca. Min 38:35 qawarir. 38:38 Balqis pada saat itu menyadari 38:41 kebodohan dia selama ini. Rbi inni 38:44 dolamtu nafsi wa aslamtu ma sulaiman 38:46 lillahi rabbil alamin. Wahai Tuhanku, 38:48 selama ini aku menzalimi diriku 38:49 menyembah selain Engkau mempersekutukan 38:51 engkau dan aku sekarang berserah diri 38:55 kepadamu bersama Sulaiman. Arti Sulaiman 38:57 yang begitu kaya raya ternyata tunduk di 38:59 hadapan Allah. Masa dia yang lebih kecil 39:02 menyombongkan diri. Nah, kita mau tanya 39:05 kalau Balqis katakan serahkan keputusan 39:08 pada para pemuka kaumnya mengumumkan 39:11 perang apa yang terjadi? 39:16 Apa yang terjadi? Bencana kan? 39:19 Menteri luar negeri kita Retno. 39:22 Kita lihat dia seorang wanita tapi dia 39:25 berani bersikap tegas bahkan bicara di 39:28 hadapan PB terhadap kejahatan Zionis dan 39:30 dia ikut berdemo. Dia bukan orang yang 39:33 berjilbab tapi jiwanya kalau kita 39:35 perhatikan 39:37 merupakan jiwa yang penuh dengan 39:38 kemanusiaan 39:40 dan keadilan. Tapi banyak kita jumpai 39:43 negeri kita laki-laki ternyata apa? 39:46 Jiwa mereka merupakan jiwa yang rendah. 39:48 Melakukan tindakan korupsi, 39:51 kemudian mencekik juga masyarakat dalam 39:54 kesusahannya. 39:55 Tidak punya rasa risi dan rasa malu 39:57 karena tidak pernah merasakan 39:58 penderitaan rakyat di bawah. Jadi kalau 40:00 kita perhatikan sama-sama, 40:03 kalau terjadi kondisi di mana suami 40:05 istri, suaminya mungkin lemah ya satu 40:09 sisi dia serahkan kepada istrinya. 40:13 Ini bukan bukan berarti apa? Bukan 40:16 berarti ee bahwasanya laki-laki lebih 40:19 inferior dari perempuan atau perempuan 40:21 lebih inferior dibandingkan laki-laki di 40:24 saat yang memimpin laki-laki. Tidak. 40:26 Mereka harusnya bertindak bijak. 40:29 Bertindak sebagai apa? Orang yang bijak. 40:32 Yang bijak dalam arti bagaimana mereka 40:34 bekerja sama dan masing-masing 40:36 mengetahui dirinya. 40:38 Karena banyak kita jumpai laki-laki 40:41 sibuk bekerja mencari nafkah. Tapi 40:43 subhanallah keputusan bahkan dalam 40:45 mendidik anak mengarahkan si perempuan 40:48 jauh lebih bijak. 40:50 Artinya si perempuan mengarahkan 40:51 anak-anaknya ke arah yang positif. 40:53 Pendidikan agamanya diperhatikan. Kalau 40:55 suami ngajak untuk jalan-jalan ke sana 40:57 kemari untuk hiburan di tidak. Kita 40:59 lebih utama berikan pendidikan buat 41:01 anak-anak kita. Kita dengarkan perempuan 41:03 jangan gara-gara perempuan kita apa? 41:05 Kamu ini perempuan tahu apa? Itu ucapan 41:08 yang tidak benar. Bagaimana Rasul 41:10 memuliakan wanita sampai putrinya pun 41:13 dipanggil Ummu Abiha. Istri-istrinya pun 41:15 demikian. Tidak pernah kita saksikan 41:17 Rasul memperlakukan wanita dengan 41:18 perlakuan yang merendahkan atau 41:20 menghina. Betul gak? Bahkan seorang 41:23 wanita berani mencegah Sayidina Umar 41:25 mengatakan, "Dulu kamu pada masa 41:28 jahiliah ya bermabuk maabukan, 41:30 berkelahi, ya melakukan 41:32 perbuatan-perbuatan jahiliah. Sekarang 41:34 Allah memberikan hidayah kamu dan 41:35 mengangkat kamu sebagai pemimpin kami. 41:37 Bertakwalah kepada Allah dalam urusan 41:39 kami." Itu yang diajarkan Islam. Jadi 41:42 memandang remeh perempuan itu jahiliah, 41:45 bukan Islam. 41:47 Mandang perempuan itu jahiliah. 41:50 Oleh karena itu dalam dalam apa? Dalam 41:52 tradisi jahiliah perempuan baik istri 41:54 maupun anak itu disepelekan. Istri orang 41:58 tuanya yang bukan ibu kandungnya kalau 42:00 orang tuanya meninggal diwarisi bisa 42:02 diambil sebagai istrinya. Sampai Allah 42:04 larang walaihuak abuk minisa. 42:09 Begitu juga warisan anak perempuan 42:11 diabaikan disepelekan. 42:13 Tapi Islam datang memuliakan mereka. 42:15 Tidak mungkin laki-laki akan mulia, satu 42:17 bangsa mulia kecuali kalau laki-lakinya 42:20 memuliakan wanita dan wanitanya 42:22 memuliakan laki-laki. Allah jadikan 42:25 mereka pasangan sebagian mereka dari 42:27 sebagian yang lain. Kita kalau bukan 42:29 dari ibu kita dari mana? Sampai Imam Ali 42:32 ketika Sayidah Fatimah meninggal dunia, 42:34 dia minta kepada sahabatnya mencarikan 42:36 istri yang lahir dari orang-orang yang 42:38 berjiwa besar. 42:40 Bukan yang rambutnya panjang, yang 42:42 cantik, yang enggak. Minta wanita yang 42:45 berasal dari orang-orang besar. Karena 42:47 apa? Karena anak kita ini akan lahir 42:49 sesuai dengan apa? Dengan akhlak pribadi 42:53 istri dan keluarganya. Orang Arab bilang 42:55 istansib bilikal. Kalau mau cari anak 42:58 yang unggul, lihat siapa paman-paman 43:00 dari ibunya. 43:02 Jadi ee pandangan wanita bahwasanya 43:06 dirinya lebih inferior dari laki-laki 43:08 sebagaimana doktrin yang dicekokin di 43:10 tengah-tengah masyarakat jahiliah atau 43:12 di saat laki tidak mampu dia lebih 43:14 inferior. Tidak. Coba kamu kan 43:18 menyayangi suami kamu. Suami kamu 43:20 menyayangi kamu. Kamu ada kekurangan, 43:23 suami harus memaklumi. Suami ada 43:26 kekurangan, istri memaklumi. Dan kalian 43:28 bukan lawan, 43:30 bukan sedang bertanding, sedang bekerja 43:33 sama. 43:34 Jadi dalam hal ini kita menjumpai banyak 43:38 kasus. perempuan lebih pintar mengatur 43:40 masalah keuangan, mendidik, mengarahkan, 43:43 laki-lakinya asyik main gafle, main 43:46 domino. 43:47 Ya, mungkin dua pertanyaan saya pikir ya 43:50 ee sudah terjawab dulu. Sekarang kita 43:52 mendengarkan dari Ustaz Abu Bakar yang 43:55 senyumnya saja sudah merupakan solusi. 43:57 Iya. Jadi, ikhwan akhwat, kalau yang 44:00 barusan kita dengar kedekatan kita 44:03 dengan ee pasangan kita, dengan orang 44:07 tua kita dan anak-anak itu akan 44:10 mempengaruhi begitu banyak yang terjadi 44:13 dalam keluarga kita. Apa yang akan bisa 44:16 kita dengar lagi dari ustaz kita, dari 44:19 Pak Abu Bakar? Yuk, kita simak. 44:25 Bismillahirrahmanirrahim. 44:27 Asalamualaikum warahmatullahi 44:30 wabarakatuh. 44:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:33 wabarakatuh. 44:35 Alhamdulillah, 44:37 begitu banyaknya sesuatu yang diberikan 44:41 kepada kita dari Allah yang senantiasa 44:46 kita nikmati, kita hargai, 44:50 kita dapatkan sesuatu yang baikbaik 44:55 baik. 44:58 Semua itu adalah kebaikan-kebaikan yang 45:01 Allah berikan kepada hamba-Nya. 45:05 Kebaikan-kebaikan itu akan meningkatkan 45:09 diri kita, akan menjadikan diri kita 45:13 sesuatu yang kuat dan benar-benar kuat. 45:17 Kebaikan-kebaikan ini kadang-kadang 45:22 dilupakan. 45:25 Kita mendapatkan kebaikan tetapi kita 45:29 lupakan, 45:31 kita pinggirkan, kita mencari dari diri 45:34 kita. 45:38 Bagaimana dengan prosesnya bahwa 45:42 anak kita keranjingan atau ee 45:48 gadgetnya? 45:50 Dia selalu penuh dengan proses gadget. 45:55 Jadi anaknya ini penuh dengan gadget. 45:58 Kalau diambil gadgetnya dia akan marah. 46:03 Dia akan marah, dia akan banting, dia 46:05 akan lakukan sesuatu cuman karena 46:08 gadget. 46:09 Masyaallah. 46:12 Anaknya ini sudah termakan 46:16 arus yang namanya 46:19 media sosial. 46:22 Jadi media sosial ini benar-benar 46:25 menguasai pikiran. 46:29 Pikirannya sudah dikuasai oleh media 46:33 sosial. 46:35 Apa yang terjadi? 46:38 Kita perhatikan 46:40 sejak belum adanya gadget juga ada, tapi 46:45 anak itu keluar ke mana? Ke lari. Tapi 46:48 dia tidak menggunakan gadget. 46:51 Kalau sekarang dia menggunakan gadget 46:56 ya. Jadi begitu gadget ini menguasai 46:59 media sosial ini menguasai 47:01 pikiran-pikirannya, 47:04 apa yang terjadi? 47:06 Karena kita tidak mengawali 47:12 ketika gadget ini datang pada dirinya, 47:15 dia melek, dia memperhatikan, 47:18 dia melihat. itu ada gadget, itu ada 47:22 media sosial, dia akan masuk, dia akan 47:25 lakukan, dia akan mengerjakan. Kita 47:28 enggak sadar kita biarkan dulu. 47:32 Kita membiarkan dia. 47:36 Padahal itulah efek-efek yang nantinya 47:41 akan dikuasai. 47:45 Jadi ketika dia melek, kita perhatikan 47:51 seperti yang tadi dikatakan oleh Ustaz 47:54 Husin, bagaimana mendidik itu. 47:58 Jadi ketika dia mau melag, dia melagar 48:02 kita sekitar usia 4 tahunan kita berikan 48:07 informasi-informasi 48:09 yang menarik, yang menyenangkan yang 48:13 kedekatan 48:16 kedekatan dirinya kepada dirinya 48:21 berarti bahwa dia mendekat kepada 48:24 dirinya. Oh, saya akan melakukan ini, 48:28 saya akan mengerjakan itu, saya akan 48:30 melakukan berikan informasi 48:34 pergi pengajian. 48:37 Kalau usia 4 tahun jangan dilihatin 48:42 gadget, 48:43 tapi diberikan informasi nih ada 48:46 pengajian. berikan pengajian, berikan 48:50 mengetahui, 48:52 kenalkan dirinya dengan berbagai macam 48:57 pendidikan 48:59 agama. 49:02 Kalau dia sudah masuk kepada pendidikan 49:05 agama, pastikan dirinya kuat. 49:11 Dan yang kedua, teruskan dirinya itu 49:16 ajak 49:18 ajak dia ke sesuatu yang berada 49:21 bersama-sama dengan yang tadi sudah 49:23 dikatakan oleh suatu sinin bahwa 49:26 bersama-sama kita melakukan sesuatu. 49:31 Apa itu? bermain, berolahraga, 49:35 bercerita, berkomunikasi, 49:38 ajak bersama-sama. 49:43 Ketika dia diajak, 49:45 dia akan melihat ke sana kemari, 49:48 perhatian, ajak dia ke keluarga yang 49:51 lain, pergi silaturahim ke sana ke mari 49:55 untuk berinteraksi. 50:01 Jadi bukan dengan diam 50:04 ada gerakan gerakan gerakan bergerak 50:08 dia. 50:09 Kalau dia bergerak dari kecil insyaallah 50:14 dia tidak akan terpaku sama gadget 50:17 setelah besar. 50:19 Gadget itu kalau diperlukan kita pakai, 50:21 kalau enggak diperlukan kita enggak 50:22 pakai. 50:26 Ketika kita perlukan, kita gunakan. 50:29 ketika dia tidak perlukan ya sudah main 50:32 game cuman sebentar selesai 50:35 bukan terus dengan pasangan-pasangan 50:38 tidak. Nah, dengan kita ajak ke mana 50:41 silaturahim dia lebih dekat. Oh, dia 50:44 mampir ke sana bertemu dengan orang 50:47 berkomunikasi. Bukan berkomunikasi 50:49 dengan gadget. Ada orang ngobrol. Oh. 50:52 Oh. Ya. Oh, oh. Iya. Bukan itu, tapi 50:57 perhatikan dirinya. 51:01 dia akan selalu memperhatikan 51:05 perhatikan kita dengan berbagai macam 51:09 kes kemudian 51:12 berikan informasi sama dia bahwa 51:16 perbuatan ini adalah baik, perbuatan ini 51:19 adalah baik, perbuatan yang baik seperti 51:22 ini. ada perbuatan-perbuatan 51:25 setiap kali dia mungkin sudah besar ee 51:29 10, 12, 15 tahun ketika dia melakukan 51:35 sesuatu, 51:37 dia melakukan sesuatu yang tidak baik, 51:42 kita tidak berkomunikasi, 51:45 kita tidak mempermasalahkan yang tidak 51:48 baik. kita letakkan, 51:51 kita masukkan dirinya pada perbuatan 51:54 yang baik. 51:56 Jadi kalau dia berbuat baik, kita 51:59 berikan apresiasi kita, "Oh, hebat, 52:02 bagus, benar, masyaallah itu yang 52:06 menjadikan perhatian dirinya. 52:10 Jadi, setiap kali dia melakukan sesuatu, 52:13 berikan informasi yang baik. Insyaallah 52:17 dia akan menjadi baik. 52:19 Kenalkan yang pertama itu kenalkan 52:22 sesuatu yang baik sejak dari 4 tahun. 52:25 Kenalkan kenalkan agamanya, kenalkan 52:30 perbuatannya. 52:32 Yang ketiga, bersama-sama kita ajak, 52:35 kita ajak silaturahim, kita ajak ke 52:38 mana, kita ajak ke mana agar supaya dia 52:42 berinteraksi. 52:44 Dan yang ketiga, kenalkan, informasikan, 52:48 informasikan perbuatan-perbuatan baik. 52:51 Jadi perbuatan-perbuatan baik ini yang 52:55 dikenal, yang dia harapkan. Dia selalu 52:59 berbuat baik, dia selalu menikmati. 53:02 Insyaallah ketika itu akan lebih baik. 53:07 Dan yang kedua, 53:08 he 53:11 ee ketika 53:13 pasangan suami istri, 53:14 pasangan suami istri itu sudah 53:17 dipasangkan oleh Allah dengan 53:19 sebaik-baiknya. 53:21 Orang yang baik akan mendapatkan 53:23 kebaikan, orang yang enggak baik akan 53:24 mendapatkan ketidakbaikan. Oleh karena 53:27 itu, carilah kalau seseorang 53:31 mencari sesuatu yang baik pasti akan 53:33 dapat. Maka sebelum menikah, perhatikan 53:38 diri kita. Perhatikan diri kita. 53:41 Konsentrasikan pikiran kita yang baik, 53:44 yang menyenangkan. 53:46 Insyaallah istri kita akan menyenangkan. 53:50 Kebaikan-kebaikan diri kita akan 53:53 menghasilkan ya kebaikan pada istri. 53:58 Kalau seorang suami baik, pasti istrinya 54:02 baik. Istrinya baik, pasti suaminya juga 54:06 baik. Apa yang terjadi? Seorang suami 54:10 itu baik, tapi istrinya enggak baik. 54:13 Mungkin enggak tidak? 54:17 Tidak terjadi. Ketika ada kebaikan dari 54:21 satu, akan datang kebaikan berikutnya. 54:26 Maka dari itu, perbaiki diri kita. 54:30 perbaiki diri kita. Ketika kita ingin 54:33 menikah, perbaiki diri kita, maka 54:36 insyaallah dia akan menjadi baik. 54:40 Baik. Nah, pasangan sekarang ini itu 54:45 berpasangan 54:47 untuk mendapatkan 54:50 seperti yang tadi dikatakan pasangan itu 54:53 untuk berkomunikasi, 54:56 mencari jalannya 54:58 dan jelaskan bahwa keputusan ada pada 55:04 seorang suami. 55:07 keputusan pada seorang suami. Walaupun 55:11 ide-ide itu cemerlang dari seorang 55:15 istri, sampaikan ide-ide itu dan 55:18 sampaikan bahwa saya sudah sampaikan. 55:21 Nantinya 55:23 yang memutuskan adalah seorang suami. 55:28 Walaupun ide-ide itu bagus, 55:31 berikan kepada suami agar suami yang 55:34 berbicara. 55:36 dia yang berbicara itu insyaallah jalan 55:40 yang terjadi. Kalau yang terjadi seperti 55:43 ini dikit-dikit cerahin sama ibunya itu 55:48 ada tugas seorang ibu. 55:51 pada tugas seorang laki-laki ada 55:54 tugasnya, 55:56 maka masing-masing mempunyai tugas 55:59 masing-masing. 56:01 Nah, perhatikan ketika 56:05 berpasangan, insyaallah dia akan lebih 56:09 baik. 56:11 Insyaallah. 56:12 Masyaallah, 56:14 tidak mudah ternyata ya. Karena kalau 56:17 yang satu dominan, yang satunya lagi 56:20 misalnya juga 56:24 apa ya mau menang sendiri gitu. Ustaz 56:27 masih ada sedikit waktu boleh tambahkan. 56:32 Yang paling berbahaya dalam hidup ini 56:35 selalu memenang sendiri. 56:39 akhirnya mengabaikan kebenaran, 56:42 mengabaikan hak-hak orang lain, 56:44 menilai dirinya lebih daripada kursnya. 56:48 Ini berbahaya sekali. Tapi orang yang 56:51 bijak itu yang tahu dirinya, 56:54 yang tahu menempatkan segala sesuatu 56:56 pada tempatnya. Seorang laki-laki yang 56:59 memuliakan istrinya itu, istrinya 57:01 betul-betul akan 57:04 tumbuh dalam kemuliaan. 57:06 Seorang laki-laki yang betul-betul tulus 57:09 ya memperlakukan istrinya juga akan 57:12 mendapatkan imbalan yang tulus dari 57:14 istrinya. 57:15 Kecuali ya kalau wanita-wanita ini ya 57:19 memang bukan pasangan yang tepat buat 57:21 dia. Dia bukan memilih pasangan dengan 57:23 kriteria yang baik. Mungkin dia melihat 57:26 ya dari tubuhnya menggiurkan cara 57:28 bicaranya 57:30 pesonanya. Begitu dia menikah dia 57:32 temukan ternyata apa? dia salah pilih. 57:36 Dia hanya lihat casing tidak melihat 57:39 isinya seperti orang beli mobil. 57:41 Betul gak? Terkadang terpengaruh oleh 57:44 iklan, tapi ternyata ya begitu dia beli 57:47 mulai menyusahkan dia. Sebentar-sebentar 57:50 masalah, sebentar-bebentar masalah. Oleh 57:53 karena itu Allah berfirman dalam 57:55 Al-Qur'an, "Ya ayyuhalladzina 57:56 amanutaqulah waunu maasirin." 58:00 Wahai orang-orang yang beriman, 58:01 bertakwalah kepada Allah 58:04 dan hendaklah kalian dalam bergaul, 58:06 berkumpul bersama orang-orang yang 58:08 jujur. 58:10 Allah enggak mengatakan, "Jadilah kalian 58:12 orang-orang yang jujur." Enggak cukup. 58:14 Tapi apa? 58:16 hendaklah kalian tempatkan diri kalian 58:19 dalam pergaulan bersama orang-orang yang 58:21 jujur hingga terus kita ini berkembang. 58:23 Kalau kita kumpul bersama orang yang 58:25 bodoh yang cara bicaranya enggak baik 58:28 ya, yang suka mencaci kita bukan hanya 58:31 tidak berkembang, malah kita mengalami 58:32 apa? Kemunduran, tertular penyakit yang 58:35 tidak baik bersama para pembohong 58:38 lama-kelamaan kita tertular kebohongan 58:40 juga. Tapi kalau kita kumpul bersama 58:42 orang yang jujur dan tulus, begitu juga 58:45 memilih istri harus lebih berhati-hati. 58:49 Yang tulus, yang jujur, yang baik, ini 58:52 yang akan membawa kebahagiaan buat kita. 58:55 Jadi kita harus tahu bahwa pasangan 58:57 suami istri bukan dijadikan 59:00 satu sebagai lawan yang lain. Si 59:03 perempuan menunjukkan dirinya lebih 59:05 unggul dibandingkan laki-laki dengan 59:08 pendidikan dia yang tinggi. Itu 59:09 kebodohan yang luar biasa. Atau 59:11 laki-laki ingin menunjukkan keunggulan 59:14 dia. Kalau bicara depan teman-temannya, 59:16 lihat saya punya istri tuh enggak berani 59:18 berkotek, enggak berani berkutik. Kalau 59:21 saya pulang langsung diam semuanya. 59:23 Enggak ada kehangatan, kemesraan sama 59:26 sekali. Ini bukan bukan rumah tangga 59:29 yang dibangun. Ini merupakan penjara. 59:34 Dia perlakukan istrinya bukan sebagai 59:36 pasangan yang mulia. Padahal kalau 59:38 istrinya dimuliakan, diperhatikan, 59:41 diperlakukan dengan baik, insyaallah 59:43 melahirkan anak juga dia akan apa? Akan 59:45 menjadi pembantu yang sebaik-baiknya 59:47 dalam apa? Dalam mendidik anak-anak 59:49 kita. 59:51 Nah, saya berikan contoh 59:54 bagaimana ya ee kejadian 59:58 seorang laki-laki yang suka memandang 1:00:00 remeh istrinya. 1:00:02 Kalau dia pulang ke rumah, istri sama 1:00:05 anaknya semua diam lagi tertawa senang, 1:00:07 gembira. Begitu suami pulang langsung 1:00:10 hing di rumah. 1:00:12 Suami pulang bagaikan apa? seorang 1:00:14 jenderal ya 1:00:15 yang merasa bangga di hadapan 1:00:16 prajuritnya semuanya mengangkat topi dia 1:00:20 beranggapan ini pendidikan yang baik 1:00:22 karena apa karena dia lihat orang tuanya 1:00:24 juga seperti itu. 1:00:27 Dilihat orang tuanya itu kalau ngomong 1:00:29 sama si kamu perempuan ada tahu apa 1:00:33 kamu urusan masak urus anak 1:00:37 jadi enggak pernah sama sekali apa duduk 1:00:39 sama istrinya berkumpul bersama-sama 1:00:42 tidak dia didik istrinya ya seperti 1:00:46 prajurit di hadapan atasannya 1:00:50 akhirnya anak-anak yang tumbuh itu 1:00:53 tumbuh subhanallah ya ada yang ikut 1:00:56 bapaknya nya 1:00:58 ada yang tidak puas terhadap bapaknya, 1:01:01 berbelas kasihan terhadap ibunya yang 1:01:03 diperlakukan tidak baik. Nah, anak yang 1:01:05 tumbuh seperti ini dia kan apa? Akan 1:01:08 ragu terhadap agamanya. Karena si bapak 1:01:10 selalu menggunakan agama. Kamu tidak 1:01:12 akan masuk surga kalau suami kamu tidak 1:01:14 rida. 1:01:16 Sampai suaminya main perempuan kalau 1:01:18 istrinya bantah langsung diancam. Kamu 1:01:20 tidak akan masuk surga kalau suami kamu 1:01:22 tidak rida, tidak memberikan nafkah 1:01:24 secara baik, tidak bertanggung jawab. 1:01:26 Ini pemahaman yang salah. Agama enggak 1:01:28 seperti ini. 1:01:30 Agama perintahkan laki-laki bertanggung 1:01:32 jawab. Perempuan juga diperintahkan 1:01:33 bertanggung jawab sesuai dengan peran 1:01:35 mereka masing-masing. Kemudian di 1:01:38 samping keadilan, ada keseimbangan, ada 1:01:40 juga ihsan. Istrinya sakit, tidak mampu 1:01:44 sama sekali untuk melayani dia, mengurus 1:01:47 dia. Ya, 1:01:49 mengingat kebaikan sebelumnya, istri 1:01:51 suami bisa bersabar. Saya kenal satu 1:01:54 orang dokter, teman. 1:01:57 Dia menikah setelah punya anak empat 1:02:02 masih muda istrinya sakit. Ini sebagian 1:02:05 besar waktunya di tempat tidur. Suami 1:02:07 itu tidak menikah lagi. Dia urus 1:02:09 istrinya dengan baik. Diawat istrinya. 1:02:12 Dan kalau saya tanya, "Kamu enggak 1:02:13 berpikir lagi menikah?" "Sudah, Ustaz." 1:02:16 Saya peduli dan perhatian terhadap 1:02:18 istri. Baru setelah beberapa tahun 1:02:20 kemudian istrinya meninggal dunia, baru 1:02:23 dia berpikir untuk kawin. 1:02:25 Waktu dia mau kawin pun dia bawa 1:02:27 anak-anaknya kumpul di rumah sama-sama. 1:02:29 Paling enggak untuk membuat anaknya bisa 1:02:31 menerima ya dengan hati yang lapang. 1:02:33 Kita kagumi pria seperti ini. Saya kenal 1:02:36 seorang alim besar, 1:02:39 seorang alim yang berilmu ya dan dikenal 1:02:42 di dunia. 1:02:44 Dia baru menikah beberapa saat sama 1:02:46 istrinya. Istrinya subhanallah mengalami 1:02:48 gangguan. 1:02:50 Tidak sadar sekian lama. Jadi waktunya 1:02:52 itu apa? 1:02:54 Berlalu 1:02:56 si istri dalam keadaan tidak sadar. 1:02:58 Nanti kadang sadar 1:03:01 nanti tidak sadar. Si suami dengan setia 1:03:03 merawat istri. Setiap dia mau berangkat 1:03:05 ke luar negeri, dia bisikin istrinya, 1:03:07 ditanya, "Kamu mau apa?" 1:03:12 Bahasa komunikasi mereka dengan tangan 1:03:13 mereka berpegangan. 1:03:15 Istri, suami pulang dari sana dibawakan 1:03:17 untuk istrinya. Pada usia hampir 1:03:20 mendekati 70 tahun, si istri rupanya 1:03:22 tersadar bangkit. Dia bilang sama 1:03:24 suaminya, "Kalau kamu menikah lagi, 1:03:26 silakan menikah lagi." Suaminya bilang, 1:03:28 "Terlambat." 1:03:30 terlambat. Artinya dia tidak berpikir 1:03:33 untuk menikah lagi karena kecintaan pada 1:03:36 istrinya. Jadi kalau kita perhatikan 1:03:39 hidup di samping ada keadilan, ada 1:03:41 ihsan. 1:03:43 Keadilan terkadang tidak mampu dipenuhi 1:03:46 oleh pasangan kita, teman kita karena 1:03:49 kelemahan dia. Allah perintahkan kita 1:03:51 untuk memberikan maaf dan berbuat ihsan. 1:03:54 Suami yang tadinya kerja keras tah-tahu 1:03:56 kecelakaan ya, tidak bisa kerja menjadi 1:03:59 orang yang tidak mampu untuk bekerja, 1:04:01 sakit di tempat tidur. Kalau istri yang 1:04:02 saleh, dia ingat kebaikan suaminya dulu. 1:04:06 Dia setia, dia rawat suaminya dan sama 1:04:09 sekali tidak bergeser. 1:04:12 Ada ya istri begitu melihat suaminya 1:04:15 enggak mampu lagi berkontribusi, apalagi 1:04:18 sakit, dia merasa muda, langsung diminta 1:04:20 berpisah. Saya kagum. 1:04:23 dengan sebuah kisah seorang laki-laki 1:04:26 pasangan suami istri muda. Subhanallah 1:04:29 ya saling mencinta, saling menyerangi. 1:04:32 Tahu-tahu si suami mengalami kecelakaan. 1:04:36 Jadi orang yang mirip dengan idiot. 1:04:39 Istrinya rawat suaminya dengan baik. Di 1:04:40 barat ya, bukan di sini. Di barat 1:04:42 dirawat suaminya. Sampai satu hari si 1:04:46 istri itu masih ingin punya anak karena 1:04:48 masih muda dia ingin punya anak kan. 1:04:51 Akhirnya dia putuskan untuk berpisah 1:04:53 dari suaminya. 1:04:55 Tapi dan dia menikah dengan pria lain. 1:04:57 Tapi dengan syarat bahwa saya mau 1:04:59 menikah dengan kamu tapi izinkan saya 1:05:01 merawat suami saya sama seumur hidup. 1:05:06 Sudah enggak bisa apa-apa suaminya tapi 1:05:08 enggak ada yang melawat dia. Si istri 1:05:10 menikah dengan pria lain 1:05:13 kemudian tetap dia merawat suaminya dan 1:05:16 suami yang baru ternyata dengan legowo 1:05:18 bisa menerima. 1:05:21 Jadi bukan dia meninggalkan suami karena 1:05:23 dia ingin abaikan, tapi ingin punya 1:05:25 anak. 1:05:28 Jadi kalau dalam hidup ini ada rahmat, 1:05:30 ada kecintaan, ya indah. 1:05:33 Tapi kalau hidup dengan kebencian, 1:05:35 dengan permusuhan atau mementingkan diri 1:05:37 sendiriak. 1:05:38 Jangankan manusia kucing saja kalau 1:05:40 punya tinggal 1:05:41 diabaikan, diserahkan sama kita, kita 1:05:43 marah luar biasa. 1:05:45 Kita marah menyaksikan kucing yang tidak 1:05:47 punya tanggung jawab. Jadi kalau 1:05:48 laki-laki kerja sama-sama istri, dalam 1:05:51 sebagian hal istri mengambil keputusan 1:05:53 karena bijaknya atau dia lebih mampu, 1:05:56 jangan kita merasa kecil 1:05:59 dan si istri juga jangan merasa bangga. 1:06:01 Seolah-olah suaminya lebih inferior 1:06:03 dibandingkan ini. Kata inferior enggak 1:06:05 berlaku. Yang ada apa? Ba'bukum min 1:06:08 ba'bin. Kalian, sebagian kalian dari 1:06:11 sebagian yang lain. Allah jadikan hunna 1:06:14 libasul lakum wa antum libasulah. Mereka 1:06:17 pakaian. yang menutupi kalian, kalian 1:06:19 pun pakaian bagi mereka. Jadi kalau 1:06:22 perempuan buka kejelekan suaminya sama 1:06:24 dia nelanjangi dirinya 1:06:26 atau laki-laki ceritakan kejelekan 1:06:27 istrinya sama dengan menelanjangi 1:06:29 dirinya kan. 1:06:30 Cuma sayang perempuan sekarang kalau 1:06:32 ribut langsung foto suami dihilangkan 1:06:34 mulai cerita suaminya begini begini 1:06:36 begini atau apa sebaliknya laki-laki 1:06:40 betul-betul aneh kalau laki-laki suka 1:06:43 bercerita, bertutur mengenai istrinya. 1:06:45 Istrinya begini, istrinya begini, 1:06:46 istrinya begini. Kemudian tahu-tahu 1:06:50 ternyata mereka rujuk kembali lagi. Malu 1:06:51 gak? 1:06:52 H 1:06:53 malu. Apalagi netizen ini paling jahat. 1:06:57 Nitizan ini paling suka menyebarkan 1:07:00 berbagai macam isu ya. Dan mereka senang 1:07:03 kalau lihat suami istri berantem. Sampai 1:07:05 yang paling unik 1:07:07 ada televisi datang ke suami istri yang 1:07:09 sedang rukun. Coba kalian pura-pura 1:07:10 ribut supaya apa? mendapatkan uang dua 1:07:14 belah pihak televisi juga punya berita 1:07:17 artis terkenal ribut sama suaminya mulai 1:07:20 mereka bikin drama soal mereka ribut 1:07:22 bayangkan coba jadi ternyata harta 1:07:25 kehormatan pun dijual belikan, 1:07:26 kebahagiaan rumah tangga pun dijual 1:07:28 belikan 1:07:29 jadi jangan pernah kita merasa lebih 1:07:31 baik dari orang lain. Jangan merasa kita 1:07:33 ini lebih unggul. Jangan merasa kita ini 1:07:36 semau kita ya kamu ikut pendapat saya 1:07:40 dan itu yang terbaik. Nah, ini saya 1:07:42 pernah alami kasus seperti ini di masa 1:07:44 kita kanak-kanak perempuan tahu apa? 1:07:48 Kalau kamu ajak musyawarah perempuan, 1:07:49 jangan ikuti pendapatnya. 1:07:51 Tanpa melihat baik buruk, kamu harus 1:07:53 apa? Melawan pendapat dia. Kalau dia ke 1:07:55 kanan, kamu ke kiri. Itu yang benar. 1:07:58 Ini kan merupakan logika jahiliah. 1:08:01 Kita dengarkan apa yang dia ucapkan. 1:08:04 Kalau benar kita hargai. Jazakillah 1:08:06 khairan. Saya punya nenek 1:08:10 saya lihat termasuk sabar dan bijak 1:08:14 memberikan masukan-masukan yang baik. 1:08:17 Dan saya merasa saya termasuk masih 1:08:19 kecil anak yang agak nakal suka main di 1:08:21 luar. Tapi kalau nenek kita panggil 1:08:24 dengan lemah lembut itu bagaimanapun 1:08:26 jauhnya kita balik pulang ke rumah. 1:08:28 Kenapa? Karena dia perlakukan kita 1:08:31 dengan budi bahasa yang indah dan kita 1:08:33 merasakan kecintaan. Dia takut kalau 1:08:35 sampai kecintaannya hilang. 1:08:37 Tapi kalau bahasa instruktur 1:08:40 seperti di militer, 1:08:43 kita bakal bilang, "Kamu ini hanya mau 1:08:45 ditaati tapi sama sekali tidak 1:08:48 mengetahui perasaan kita bagaimana." 1:08:50 Coba kamu selami dong perasaan kita 1:08:52 tanya, mendengarkan curhat kita. Kan 1:08:54 indah sekali malam ini. Betul. Jadi 1:08:56 kesimpulannya dalam berumah tangga tidak 1:08:59 ada satu yang lebih jago dari yang lain, 1:09:02 yang lebih unggul dari yang lain. Tapi 1:09:04 bekerja samamalah dalam keridaan Allah 1:09:07 Subhanahu wa taala. Insyaallah Anda akan 1:09:09 mendapatkan buah-buah yang amat indah. 1:09:11 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 1:09:14 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:09:16 ilaik walu minkum. Wasalamualaikum 1:09:19 warahmatullah wabarakatuh. 1:09:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:09:22 wabarakatuh. 1:09:24 Ikhwan akhwat. Ternyata memang kedekatan 1:09:27 kita dengan pasangan, dengan anak-anak, 1:09:29 dengan ayah bunda memunculkan 1:09:33 kehangatan, pemahaman, dan saling 1:09:35 menghargai. Yuk, kita optimalkan. Dan 1:09:38 ini merupakan sarapan kita nutrisi rohan 1:09:41 yang masyaallah luar biasa sekali. Ustaz 1:09:43 Husein, Ustaz Abu Bakar terima kasih 1:09:45 sekali untuk apa yang jadi bahasan kita 1:09:48 kali ini. Billahi taufik wal hidayah. 1:09:50 Wasalamualaikum warahmatullah 1:09:52 wabarakatuh. 1:09:53 Waalaikumsalam.