Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim, 0:18 alhamdulillahirabbil alamin hamdan 0:20 katsiron thayyiban mubarakan fih kama 0:22 yuhibbu rabbuna [berdehem] wa yardho. 0:24 Allahumma sholli wa sallim wa barik ala 0:25 sayyidina Muhammadin wa ala ali 0:26 sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan 0:29 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:32 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Radio 0:33 Silaturahim dan juga Rasya TV untuk 0:36 Islam yang satu. Assalamualaikum 0:38 warahmatullahi wabarakatuh ikhwan akhwat 0:39 yang dirahmati Allah. Senang sekali di 0:42 kesempatan ini kami kembali menjumpai 0:44 ikhwan akhwat dalam program acara eh 0:48 renungan di bawah naungan Alquran ya 0:50 spesial live di kesempatan ini 0:52 alhamdulillah 0:53 guru kita Ustadz Husein Alatas hadir 0:56 untuk memberikan tausiyahnya untuk kita 0:58 semua. 0:59 Ikhwan akhwat di hari eh Kamis ya 1:03 sekarang hari Kamis bertepatan dengan 12 1:06 Rajab 1447 1:09 Hijriah ya. 1:11 Ramadhan sekitar 40 harian lagi Ustadz 1:13 ya masya Allah sudah dekat dan 1:15 bertepatan juga dengan 1 Januari 2026. 1:20 Momentum eh tahun baru Ustadz ya. Banyak 1:24 yang eh menyikapinya ya biasa aja ada 1:27 juga yang sampai merayakan 1:29 padahal pemerintah sendiri istilahnya 1:32 apa ya untuk menunjukkan empati lah 1:34 tidak berlebihan karena banyak saudara 1:36 kita terutama di Sumatera yang tengah 1:38 eh diuji dengan musibah banjir bandang 1:41 dan longsor sampai sekarang kan masih 1:43 pada ya istilahnya menderitalah dengan 1:47 musibah tersebut. Nah, momentum ini 1:49 Ustadz bukan hanya sekedar perubahan 1:51 angka tentunya kan perlu ada apa mungkin 1:54 kita muhasabah eh introspeksi dan 1:57 sebagainya nih. Kesempatan ini, kami 1:59 mohon nasehatnya, Ustaz, dan juga 2:01 bagaimana eh, kaitannya juga dengan 2:03 asal-usul 2:05 eh, bulan Masehi, ya, bulan-bulan 2:07 Masehi. Nah, apakah kita juga sebagai 2:09 kaum muslimin 2:11 patut merayakannya, Ustaz, yang memang 2:13 masih banyak seperti itu, Ustaz. 2:15 [berdehem] 2:15 Kita awali dengan pembacaan Al Fatihah, 2:17 dan mungkin dilanjutkan dengan mukadimah 2:19 dan pemaparan, ya. Kami persilakan, 2:20 Ustaz. [berdehem] 2:24 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:30 Bismillahirrahmanirrahim. 2:36 Alhamdulillahirobbil 2:43 Arrahmanirrahim. 2:47 Maliki yaumiddin. 2:52 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 2:58 Ihdinashirotolmustaqim. 3:03 Shirotolladzina 3:05 an'amta alaihim. 3:08 Ghoiril maghdubi alaihim waladdholin. 3:19 Amin, amin. 3:24 Bismillahirrahmanirrahim. 3:26 Alhamdulillahirobbil 3:28 alamin. 3:29 Allahumma sholli ala Muhammadin wa 3:32 alihi. 3:35 Allahumma hdina subulassalam wa akhrijna 3:38 minadzulumati ilannur wahdina ila 3:41 shirotikal mustaqim. 3:43 Wajirna min adzabil jahim, ya Rahman, ya 3:47 Rahim. 3:50 Allahumma atina min indika rahmah wa 3:52 alimna min ladunka ilman nafi'a, wa 3:55 anfa'na bima alamtana. 3:58 Rabbana zidna ilman wa alhiqna 4:00 bisholihin, amma ba'du. 4:03 Ikhwan, akhwat 4:04 [berdehem][batuk] 4:05 pendengar, pemirsa radio 4:08 TV Silaturahmi yang dirahmati Allah. 4:13 Alhamdulillah wa syukrulillah yang telah 4:16 memberikan kita hidayah-Nya. 4:18 Mengeluarkan kita dari kegelapan 4:23 dibimbing, diterangi oleh cahaya dan 4:26 petunjuk Allah subhanahu wa ta'ala. 4:29 Yang memperkenalkan kepada kita semua 4:32 asal-usul kita. 4:36 Menerangkan kepada kita pencipta kita, 4:38 pencipta alam semesta dan seluruh 4:40 isinya. 4:42 Begitu pula yang melimpahkan rahmat dan 4:45 karunia-Nya atas kita semua. 4:48 Juga menjelaskan kepada kita tujuan 4:51 hidup kita. 4:53 Mengapa kita ditempatkan dalam kehidupan 4:56 dunia ini? 4:58 Lalu Allah juga menerangkan bagaimana 5:00 cara hidup yang benar, sebagaimana yang 5:03 dikehendaki Allah. 5:06 Dan menerangkan juga ke mana kita akan 5:08 pergi. 5:09 Ini merupakan hidayah 5:11 yang betul-betul tak dapat dibandingkan 5:15 dengan berbagai macam kenikmatan dunia 5:19 dan seluruh isinya. Dengan hidayah ini 5:23 kita dapat betul-betul 5:25 memilih jalan yang akan mengantarkan 5:27 kita menuju keselamatan dunia maupun di 5:30 hari akhir nanti. 5:32 [mendengus] 5:33 Kita saksikan dengan 5:36 lahirnya tahun baru Masehi 5:40 beramai-ramai orang merayakan 5:44 lahirnya tahun Masehi. 5:47 Tetapi sayang sungguh sayang, 5:50 mereka tidak memahami 5:53 latar belakang dari perayaan tersebut. 5:57 Mereka juga tidak memahami 5:59 asal-usul nama-nama dari bulan Masehi 6:03 yang berhubungan dengan apa? Dengan 6:06 mitologi 6:08 kuno 6:09 Romawi 6:11 yang berhubungan juga dengan nama-nama 6:14 dewa-dewa yang mereka sembah. 6:17 Juga nama tokoh-tokoh yang mereka 6:19 agungkan seperti Julius Caesar, 6:22 Kaisar Augustus, ya. 6:24 Sebagai contoh, 6:28 nama bulan Januari 6:30 yang diambil dari kata Janus, 6:33 Janus merupakan 6:35 dewa yang diyakini oleh kaum Romawi kuno 6:40 sebagai dewa yang bermuka dua. 6:42 Heh. 6:44 Dewa yang bermuka dua maksudnya 6:47 dewa yang awal dan dewa yang akhir. 6:49 Dia yang mengawali dan mengakhiri. 6:53 Oleh karena itu mereka 6:55 tempatkan untuk bulan pertama dari bulan 6:58 Masehi. 7:00 Kira-kira keyakinan ini sejalan enggak 7:02 dengan keyakinan kita? 7:05 Kalau kita merayakan, 7:07 seolah-olah kita merestui 7:09 Heh. 7:09 dan mengakui 7:11 bahwa 7:12 Januari atau Janus ini merupakan 7:15 dewa yang bermuka dua yang diyakini oleh 7:18 Romawi kuno dalam mitologi mereka. 7:22 Oleh karena itu, 7:24 pada saat kita merayakan 7:27 bersama mereka-mereka 7:29 yang katakan merayakan tanpa memahami 7:33 apa yang kita lakukan, bisa-bisa kita 7:35 terjerumus dalam perbuatan yang tidak 7:38 benar. 7:40 Jadi, jangan kita menganggap bahwa 7:42 perayaan itu merupakan hal yang sepele, 7:44 hanya bersenang-senang, bersuka ria, 7:46 tidak. 7:47 Kalau kita merayakan sesuatu yang 7:49 berhubungan dengan iman kita, 7:52 dengan ketakwaan, dengan amalan saleh, 7:55 dengan sejarah orang-orang yang berjuang 7:57 di jalan Allah subhanahu wa taala, 8:01 memiliki makna yang sejalan dengan 8:03 keimanan dan keyakinan kita. 8:07 Sebagai contoh, kalau kita katakan 8:09 memperingati nuzul Alquran dan 8:11 merayakan. 8:13 Ini terhubung dengan kitab suci yang 8:15 Allah turunkan 8:17 sebagai pedoman hidup kita, juga rahmat 8:20 bagi kita semua. 8:22 Dengan tujuan betul-betul untuk memahami 8:25 dan mengingat kedudukan Alquran yang 8:27 begitu indah. 8:29 Begitu juga pada saat kita memperingati 8:31 Maulid Nabi. 8:33 Memperingati ya, bukan merayakan. Karena 8:35 kalau hanya perayaan saja, 8:39 maknanya betul-betul tidak, 8:42 tidak terlalu dalam dan berarti. Tapi 8:45 kalau kita peringati 8:47 dan dalam peringatan tersebut diingatkan 8:49 akan peran Nabi kita Muhammad sallallahu 8:52 alaihi wa alihi wasallam, misi beliau, 8:55 kitab suci yang beliau bawa, 8:58 dan juga menjelaskan akhlak beliau agar 9:00 umat ini yang lebih banyak mengenal para 9:03 artis, 9:04 mengenal juga para pemain sepak bola, 9:07 begitu juga selebgram ya, mengenal 9:10 YouTuber, menjadikan mereka sebagai 9:13 idola, paham dan mengenal 9:15 bagaimana Allah subhanahu wa taala 9:19 telah mengutus rasul-Nya yang membawa 9:21 rahmat bagi semesta alam. 9:24 Yang menjelaskan betul-betul pedoman 9:26 hidup yang amat indah yang akan 9:27 mengantarkan mereka menuju keselamatan 9:29 dunia dan akhirat. 9:32 Menjadikan mereka manusia-manusia 9:34 yang hidup di bawah naungan rahmat Allah 9:37 Subhanahu wa taala. 9:40 Nabi memperingati 9:42 kelahirannya dengan berpuasa pada hari 9:44 Senin. 9:46 Sebagai syukurnya kepada Allah. 9:48 Nah, kita memperingati juga Maulid Nabi, 9:50 di samping kita ingin mengenal dengan 9:52 jelas sosok beliau, misi beliau, juga 9:55 karena syukur kita yang telah mengutus 9:57 Rasulnya di tengah-tengah kita. 9:59 Sebagaimana firman Allah, "Laqad 10:00 mannallahu alal mukminin idz ba'atsa 10:02 fihim rasulan min anfusihim." Sungguh 10:05 Allah telah melimpahkan karunia yang tak 10:07 terhingga 10:09 kepada orang yang beriman ketika 10:10 mengutus seorang rasul dari kalangan 10:13 mereka. 10:14 Yang kita inginkan peringatan, bukan 10:16 hanya perayaan, bukan hanya kita membaca 10:19 qasidah, menunjukkan cinta kita, tapi 10:21 hidup kita menjauh dari Rasulullah 10:23 sallallahu alaihi wasallam. Kita ingin 10:25 menjadi peringatan yang selalu 10:27 mengingatkan kita. 10:30 Begitu juga, 10:31 katakan kita merayakan, bergembira 10:34 dengan hari Idul Adha. 10:36 Hari raya Idul 10:36 Adha. 10:37 Idul Adha merupakan hari raya. 10:41 Mengingatkan juga akan pelajaran yang 10:43 amat indah tentang pengorbanan Ibrahim 10:46 alaihisalatu wassalam. 10:49 Dan ini betul-betul merupakan inti dari 10:51 ajaran Islam. Sebagaimana firman Allah, 10:53 "Qul inna salati wa nusuki wa mahyaya wa 10:57 mamati lillahi rabbil alamin." Melalui 10:58 peringatan Idul Adha, kita diingatkan 11:01 untuk betul-betul mempersembahkan hidup 11:03 kita seluruhnya untuk Allah. 11:05 Mempersembahkan yang kita cintai untuk 11:07 Allah. 11:09 Bukan hanya sebatas kita menyembelih 11:10 kurban kambing atau sapi maupun unta, 11:13 tapi ini betul-betul merupakan apa? 11:16 Merupakan hari raya simbolik yang amat 11:19 indah. 11:21 Begitu juga pada saat kita memperingati, 11:23 katakan Isra dan Mi'rajnya Nabi kita. 11:26 Masih terhubung dengan apa? 11:28 Dengan 11:29 nilai-nilai Islam yang amat indah. 11:33 Tapi kalau kita memperingati hari raya 11:36 tahun baru Masehi 11:39 dengan 11:40 datangnya awal bulan Januari 11:44 dan namanya diambil dari kata Janus yang 11:46 menunjukkan dewa bermuka dua yang 11:49 disembah oleh apa? Oleh kaum Romawi 11:52 kuno, bukankah kita ini jalan mundur ke 11:54 belakang? 11:55 He 11:56 Jalan mundur? 11:57 Ke belakang. 11:58 Apa makna dan nilai dari perayaan 12:00 tersebut? Apa yang kita dapatkan? 12:02 Kita bergembira 12:03 untuk memperingati, merayakan sesuatu 12:05 yang tidak benar. 12:07 Betul enggak? 12:08 Iya. 12:09 Begitu juga kalau kita katakan ya 12:14 ee 12:15 meningkat kepada bulan Februari. 12:18 Bulan Februari diambil dari kata Februum 12:20 yang menunjukkan arti apa? Pensucian. 12:23 Di mana mereka-mereka kaum paganis ya 12:27 pada masa Romawi kuno mereka mensucikan 12:30 diri mereka dari dosa-dosa mereka pada 12:32 bulan tersebut. 12:34 Di bulan? 12:35 Februari. 12:35 Februari yang berasal dari kata Februum. 12:38 Kemudian 12:40 kalau kita meningkat berpindah kepada 12:43 bulan Maret. Bulan Maret sih bulan Maret 12:45 Maret diambil dari kata apa? Dari kata 12:47 Mars yang menunjukkan dewa perang 12:50 mereka. Dewa? 12:51 Perang. 12:51 Dewa perang mereka. 12:54 Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama 12:56 apa makna 12:58 pelajaran yang kita dapatkan dengan kita 13:00 merayakan, memperingati tahun baru 13:03 Masehi 13:05 dengan terompet yang mereka tiup, 13:06 kemudian juga topi-topi yang mereka 13:08 pakai 13:10 tanpa mereka sadari mereka memperingati 13:13 ya 13:14 tahun baru tersebut dengan topi yang 13:16 mereka pakai mengingatkan pembantaian 13:18 yang dilakukan terhadap kaum muslimin di 13:20 Spanyol. 13:21 He 13:23 Oleh karena itu 13:24 kita tidak keberatan untuk memperingati 13:28 ya 13:29 waktu yang berlalu. 13:31 Bukan hanya 13:33 peningkatan angka seperti orang yang 13:36 merayakan tahun baru kelahiran ya, tahun 13:39 kelahiran. 13:40 [berdehem] 13:40 Seharusnya mereka pada saat itu 13:43 apalagi orang seperti kita, bukan 13:45 bergembira. 13:47 Tapi sebetulnya kita menangisi dosa 13:49 kesalahan kita 13:51 kelalaian kita, kita memperbaikinya 13:54 ya, agar kita ingat bahwa waktu yang 13:56 berlalu merupakan lembaran. 14:00 Kalau terisi dengan kebaikan kita 14:01 bersyukur pada Allah, kalau terisi 14:03 dengan kemaksiatan seharusnya kita 14:06 bertobat. 14:07 Oleh karena itu muhasabah ini seharusnya 14:10 bukan dilakukan hanya setiap tahun 14:11 He eh. 14:12 tapi setiap hari. 14:14 Pagi hari kita membuka mata kita, kita 14:16 memohon agar Allah subhanahu wa taala 14:19 menjaga kita dari perbuatan yang tidak 14:21 baik. 14:22 Membimbing kita untuk mengerjakan amalan 14:24 saleh. 14:26 Dijauhkan dari perbuatan-perbuatan 14:28 syirik ya. 14:29 Kita isi dengan penuh kesadaran dengan 14:32 amalan yang akan menguntungkan kita. Nah 14:35 sebelum tenggelam matahari 14:38 kita melakukan muhasabah. 14:41 Kalau seandainya kita melakukan 14:43 dosa-dosa di siang hari antara kita 14:45 dengan Allah, kita bertobat kembali pada 14:46 Allah. 14:47 Seandainya kita melakukan kesalahan di 14:49 antara kita dengan manusia, kita memohon 14:51 maaf kepada mereka. 14:53 Jadi sewaktu kita menutup mata di malam 14:55 hari 14:56 He eh. 14:57 kita betul-betul apa 14:59 telah terbebas dari dosa kesalahan kita 15:03 dan kita juga bersyukur dengan hidayah 15:05 Allah dan taufiknya yang membantu kita 15:08 untuk mengerjakan amalan saleh. 15:12 Jadi seharusnya setiap hari kita 15:14 melakukan muhasabah. Al Imam Hasan Al 15:17 Banna, pendiri Ikhwanul Muslimin 15:20 dia mencatat sepanjang hari 15:23 kegiatan aktivitas dia. 15:27 Demikian pula apa yang disampaikan. 15:31 Baik [berdehem] itu bersama pengikutnya, 15:32 bersama keluarganya. 15:35 Aktivitasnya dicatat dan ditulis. 15:39 Nah, pada sore hari dia melakukan 15:41 muhasabah. 15:43 Apabila ia menjumpai amal-amalnya yang 15:45 dilakukan tidak sesuai dengan petunjuk 15:47 Allah atau dilakukan bukan karena 15:49 mengharapkan rida Allah, dia mohon ampun 15:51 kepada Allah. Dan dia bersyukur atas 15:54 taufik yang mengerjakan amalan saleh. 15:57 Oleh karena itu kita ingat bagaimana 15:58 Allah perintahkan kita 16:00 untuk [berdehem] 16:01 bertasbih kepada Allah sebelum terbitnya 16:04 fajar. Fasabbih bihamdi rabbika qabla 16:07 tulu'i syamsi wa qabla ghurubiha. 16:09 Sebelum terbitnya matahari, begitu pula 16:12 sebelum apa? Sebelum terbenamnya 16:14 matahari. 16:17 Ya ayyuhalladzina amanu dzukurullaha 16:19 dzikran katsira wa sabbihu bukratan 16:22 wa ashila. Allah perintahkan kita 16:24 bertasbih, mensucikan Allah pagi dan 16:26 petang. 16:27 [berdehem] 16:28 Kita buka hari kita dengan berzikir pada 16:30 Allah, memohon petunjuknya. Tutup hari 16:32 kita juga dengan berzikir kepada Allah 16:34 subhanahu wa ta'ala. 16:38 Nah, 16:39 kalau kita perhatikan bersama-sama Kang 16:41 Riza, orang yang merayakan tahun baru 16:43 ini 16:44 kebanyakan bukan dengan ungkapan syukur 16:46 mereka kepada Allah. 16:47 Hanya sekedar bersenang-senang 16:49 berhura-hura. 16:51 Padahal kita tahu 16:52 bahwa seluruh amalan kita, perbuatan 16:55 kita akan dihisab oleh Allah. Faman 16:57 ya'mal mitsqala dzarratin khairan yarah, 17:00 waman ya'mal mitsqala dzarratin syarran 17:03 yarah. Oleh karena itu kita ingin 17:04 betul-betul semua aktivitas kita, 17:06 peringatan, perayaan kita terhubung 17:09 dengan apa? 17:10 Dengan 17:11 tugas dan peran kita dalam hidup ini. 17:14 Kalau keandai anak kita katakan ee, tiba 17:17 pada hari kelahirannya. 17:20 Kita doakan dia supaya menjadi anak 17:22 saleh, dijauhkan dari perbuatan yang 17:24 tidak-tidak. Bisa dia dewasa, kita 17:26 ingatkan. 17:28 Kamu, umurmu sekarang bertambah. 17:31 Berarti juga pada waktu yang sama 17:33 berkurang kesempatan kamu. 17:35 He eh. 17:35 Kamu bertobat [berdehem] dari kesalahan 17:37 kamu yang sebelumnya dan jadikan hidup 17:39 kamu di masa akan datang lebih baik. 17:42 Bukan kita meniup lilin, 17:45 kemudian riang gembira, mengundang 17:47 tukang sulap. Ini jelas-jelasan tidak 17:49 sesuai dengan apa? 17:51 Dengan 17:54 tujuan dari agama kita yang selalu 17:57 mengingatkan kita untuk melakukan 17:58 muhasabah. Oleh karena itu, 18:01 berkaitan dengan 18:03 perayaan tahun baru, apalagi dengan 18:05 menyalakan petasan, membuang uang kita. 18:08 Alangkah indahnya kalau semua itu kita 18:10 sumbangkan. 18:11 Kita ajak bersama-sama, bahkan 18:13 pemerintah mengajak masyarakat ya, yang 18:15 biasa merayakan tahun baru, mari 18:17 bersama-sama kita kumpulkan uang kita, 18:19 kita membantu saudara kita yang menjadi 18:20 korban di Aceh, di Padang maupun di 18:23 Sibolga. 18:24 Jadi, kesimpulannya agama kita 18:27 mengisi waktu kita atau mengingatkan 18:29 kita untuk mengisi waktu kita dengan 18:31 amalan saleh dan bertobat dari 18:33 kesalahan-kesalahan kita. 18:36 Jadi, perlu betul-betul ulama-ulama kita 18:38 melakukan edukasi kepada umat apa yang 18:41 seharusnya dilakukan, apa yang 18:42 seharusnya mereka tinggalkan. Juga 18:45 loyalitas dan wala mereka sepenuhnya 18:47 mereka persembahkan untuk Allah 18:49 subhanahu wa taala. 18:51 Jadi, kita tidak ingin 18:53 dengan gampang membid'ahkan orang yang 18:55 memperingati katakan Maulid Nabi atau 18:58 Isra dan Mikraj dengan syarat acara 18:59 tersebut bersih. 19:01 He eh. 19:01 Seluruhnya sejalan dengan keridaan Allah 19:03 subhanahu wa taala. 19:05 Berselawat, silakan berselawat kepada 19:07 Rasul. Tapi, jangan lidah berselawat, 19:09 tapi hati kita justru apa? 19:12 Tidak 19:14 berupaya untuk menyesuaikan hidup kita 19:17 dengan meneladani Nabi kita Muhammad 19:18 Shallallahu Alaihi Wasallam. Beramar 19:21 ma'ruf, bernahi munkar, berjuang di 19:23 jalannya, membela kaum mustadh'afin, 19:26 menegakkan keadilan, hidup dengan 19:28 kebersihan dan kejujuran. Itu yang 19:30 diajarkan oleh Nabi kita Muhammad 19:32 Shallallahu Alaihi Wasallam. 19:34 Jadi 19:35 bukan kita menentang hal-hal yang 19:38 positif dan baik tapi perayaan-perayaan 19:40 yang tidak sejalan dengan agama kita, 19:42 apalagi menghubungkan dengan apa? Dengan 19:47 dewa-dewa yang disembah 19:50 yang disembah oleh apa? Oleh eh kaum 19:53 paganis kuno. 19:55 Ini jelas-jelasan bertentangan dengan 19:57 syariat agama kita. Seperti orang juga 20:00 yang memperingati hari apa? 20:02 Valentine. 20:04 14 Februari. 20:05 Iya. 20:06 Ini juga kalau kita perhatikan 20:08 hal-hal yang 20:10 membuat banyak pemuda-pemudi kita ini 20:13 telah jauh 20:14 keluar dari tuntunan agama Allah. 20:16 Kenapa? Karena ulama kita sibuk 20:19 memperdebatkan masalah ritual 20:21 bukan kehidupan real yang membimbing 20:24 manusia menuju kehidupan yang lebih 20:25 indah, tapi habis waktunya untuk 20:28 perdebatan di seputar ritual yang tidak 20:30 bermakna sedikitpun, seolah-olah itulah 20:33 agama. 20:34 Padahal agama yang sebenarnya 20:36 membimbing manusia dalam seluruh aspek 20:39 kehidupan menuju kehidupan yang lebih 20:41 baik dan lebih mulia. Wallahu A'lam. 20:43 [mendengus] 20:44 Baik, terima kasih Ustaz atas eh 20:46 pemaparannya atau pengantar dari bahasan 20:49 di kesempatan ini, bagaimana kita 20:51 menyikapi 20:53 tahun baru ya yang yang masih banyak 20:56 merayakan Ustaz. Tasyabbuh menyerupai 20:58 Betul. 20:59 kaum 21:00 ya kaum di luar muslim Ustaz ya. 21:02 Berarti apakah artinya mereka juga 21:04 setuju dengan dewa 21:06 Iya. 21:06 dewa Janus? 21:08 Naudzubillah Ustaz ya. 21:08 Kalau kita kan meyakini bahwa awal wal 21:11 akhir adalah Allah. 21:11 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 21:13 segala sesuatu. 21:14 Dan segala sesuatu juga pada akhirnya 21:17 kembali kepadanya. 21:18 Iya, Ustaz. Kalau penanggalan Masehi 21:21 ini, eh kalau kita lihat juga kan 21:23 sebetulnya ini bagian dari ilmu apa, 21:26 Ustaz? Ilmu penanggalan, Ustaz ya. Yang 21:28 kita juga menggunakan sebetulnya, kan. 21:30 Eh, dan itu mengambilnya dari 21:33 eh 21:34 matahari, Ustaz ya. Revolusi matahari, 21:36 ya. 21:37 Nah, itu, Ustaz. Kalau kita dalam 21:39 sehari-hari ya baik-baik saja, Ustaz. 21:42 Kan tidak masalah, kan. 21:43 Untuk menggunakan penanggalan tersebut, 21:45 gitu. 21:46 Semua seharusnya kita, kalau kita 21:48 mayoritas, arti umat Islam di tempat, 21:51 penanggalan yang mereka gunakan 21:53 penanggalan yang apa? Yang memang 21:55 ditentukan oleh Allah. 21:58 Kita kan tahu bahwa penanggalan 22:01 Hijri itu 22:03 itu bukan diciptakan oleh Sayyidina 22:05 Umar. 22:05 Ehm. 22:06 Bukan juga diciptakan oleh Rasulullah. 22:09 Betul awal penanggalannya dimulai dari 22:12 hijrahnya Nabi kita Muhammad Shallallahu 22:14 Alaihi Wasallam. Itu hanya menjelaskan 22:15 awalnya. 22:16 Tapi perjalanan bulan ini siapa yang 22:18 menentukan? 22:20 Wal qamara qaddarnahu manazila hatta 22:23 adakal urjunil qadim. 22:26 La syamsu yang bagi laha antu drikal 22:28 qamara. Walan lailu sabiqun nahar. Wa 22:31 kullun fi falakin yasbahun. 22:35 Jadi 22:36 penanggalan 22:37 Hijri ini yang diawali dengan hijrahnya 22:40 Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi 22:42 Wasallam, itu hanya menentukan awal 22:45 tahunnya. Sebenarnya 22:48 dalam tahapan dan perubahan yang 22:51 mengikuti ketentuan yang ditentukan 22:53 Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari 22:55 pergeseran bulan 22:57 setiap malamnya. 22:58 Ehm. 22:59 Dari satu manzilah menuju manzilah. 23:01 Dan kita semua tahu 23:04 bahwa penanggalan ini didasari eee 23:07 bulan yang mengitari bumi kita. Bulan 23:10 yang mengitari bumi kita 23:12 Iya. 23:12 setiap malamnya dia berpindah dari 23:14 manzilah ke manzilah ya, ditandai dengan 23:16 apa? Dengan cahaya bulan. 23:19 Penanggalan pertamanya dengan lahirnya 23:20 bulan sabit. 23:22 Kemudian perlahan-lahan dia membesar 23:25 hingga tiba saat purnama. Dan dapat 23:27 terus kita evaluasi dan koreksi kalau 23:30 terjadi kesalahan. 23:31 He em. 23:32 Dengan 23:33 kembali kepada tanda-tanda yang Allah 23:35 Subhanahu wa Ta'ala tentukan. 23:36 Kemudian perubahan harinya pun jelas. 23:40 Di mana penanggalan Hijriah itu 23:42 perubahan harinya dengan terbenamnya 23:44 matahari. 23:46 Terbenamnya matahari itu merupakan lahir 23:49 nya hari baru. 23:50 Jadi kalau kita katakan masuk dari kita 23:53 sekarang berada di hari Kamis. 23:55 Iya. 23:56 Nanti terbenam matahari kita sudah masuk 23:58 hari baru, berarti sudah hari Jumat. 23:59 Jumat ya. 24:00 Sudah hari Jumat. 24:01 Misalnya maghrib besok sudah Jumat ya. 24:02 Maghrib itu sudah hari Jumat. 24:04 Iya. 24:04 Oleh karena itu menentukan awal Idul 24:06 Fitri, awal Ramadhan, begitu juga awal 24:09 Idul Adha 24:11 kembali kepada standar tersebut. 24:13 Tapi kalau tahun matahari ini 24:16 berdasarkan putaran bumi mengitari 24:19 Matahari ya. 24:21 Revolusi bumi saja. 24:22 Perhitungannya ya evolusi bumi. 24:23 Perhitungannya pun apa? 24:25 Perhitungannya pun perkiraan, oleh 24:27 karena itu tidak bersifat stabil. 24:29 He em. 24:30 Ada 28 hari, 24:32 29, 24:33 30, 24:34 30, 24:34 31, 24:35 31. 24:36 Tapi kalau bulan, dia berkisar di hanya 24:39 29 dan 30. Berdasarkan evolusi bulan 24:44 yang mengitari bumi kita dan ditandai 24:46 dengan cahaya matahari yang dipantulkan 24:51 oleh bulan. 24:53 Yang dipantulkan oleh bulan. 24:54 Oleh bulan. 24:54 Bulan. Oleh karena itu lebih akurat, 24:57 lebih tepat. Dan kita harus tahu 25:00 apa-apa yang berhubungan agama kita 25:02 tidak dikaitkan dengan bulan Masehi. 25:04 Ehm. 25:05 Contoh 25:07 apabila seorang katakan beriddah. 25:11 Berid 25:12 Beriddah. 25:12 Beriddah. 25:13 Dia beriddah 25:16 sedangkan dia 25:18 tidak lagi datang bulan. 25:20 Tidak lagi datang, Bu? 25:21 Iya. 25:22 Atau datang bulannya tidak menentu. 25:24 Hingga tidak dapat dijadikan sebagai 25:26 barometer. 25:27 Maka dia beriddah selama 25:30 3 bulan. 25:31 Selama 3, Bu? 25:32 3 bulan. 25:33 3 bulan. 25:34 Bukan 3 bulan Masehi, tapi 3 bulan 25:37 Hijri. 25:40 Jadi seandainya katakan dia menceraikan 25:44 menceraikan katakan istrinya di 25:46 pertengahan bulan. 25:47 Berarti kan 25:49 dengan berakhirnya bulan tersebut 25:51 dihitung 1 bulan. 25:52 Ehm. 25:53 Masuk bulan yang ke-2, berakhir dihitung 25:55 2, Bu? 25:56 2 bulan. 25:57 Masuk bulan yang ke-3, begitu berakhir 25:59 bulan tersebut masuk 26:01 bulan baru, maka berakhirlah iddahnya. 26:05 Dan ini penting sekali. Kenapa? 26:08 Karena selagi suaminya ingin rujuk 26:11 istrinya 26:12 sedangkan dia berada pada waktu iddah 26:15 tidak perlu menikah lagi. 26:16 Ehm. 26:17 Tidak perlu meni 26:18 Menikah lagi. 26:19 Kemudian seandainya suaminya wafat 26:22 atau istrinya wafat dalam waktu iddah 26:25 hak warisnya tidak putus. 26:28 Hak waris tidak pu 26:30 Dan ditentukan masa iddahnya itu selama 26:32 3 bulan qamari. 26:34 3 bulan 26:35 Qamari. 26:36 Atau 3 kali katakan haid dan suci. Eh, 3 26:41 kali suci dan haid. 3 kali suci dan 26:43 Haid. 26:44 Haid. 26:45 Atau bagi wanita yang hamil dengan 26:47 melahirkan anaknya, wanita yang 26:49 meninggal dunia 4 bulan 10 hari. 26:52 4 bulan 10 hari 26:53 tidak mengikuti 26:55 ya. 26:56 Tidak mengikuti rotasi bulan 26:58 bulan Masehi, tapi bulan apa? 27:00 Hijriah. 27:01 Bulan Hijriah. 27:02 Nah, kira-kira ada enggak perbedaan 27:03 antara keduanya? 27:04 Iya. 27:05 Katakan umpamanya 27:06 dia 27:08 sudah hampir mendekati berakhirnya masa 27:11 iddah dalam hitungan 27:14 qamari. 27:15 He eh. 27:15 Bulan. 27:17 Dalam hitungan Masehi belum. 27:20 Begitu berakhir dalam hitungan bulan 27:24 eh 27:25 Hijriah. 27:25 He eh. 27:26 Walaupun Masehi belum berakhir, iddahnya 27:28 sudah selesai. Dia bebas, dia bisa 27:30 menikah. Dan seandainya salah satunya 27:32 meninggal dunia, sudah tidak ada hak 27:33 waris lagi. 27:34 He eh. 27:36 Begitu juga ibadah haji dikaitkan dengan 27:39 bulan Hijriah. Yas'alunaka anil ahillah. 27:42 Ahillah. 27:42 Qul hiya mawāqitu lin-nāsi wal-hajj. 27:45 Jadi, ketentuan haji, kapan ditentukan 27:47 tanggal 9 wukuf di Arafah, kapan juga 27:50 yauman nahar, itu berdasarkan bulan 27:52 Hijriah. 27:53 Hijriah. 27:54 Jadi 27:55 yang berhubungan dengan agama kita, ya, 27:58 semua 27:59 ketentuan waktunya kembali kepada apa? 28:02 Kepada 28:03 bulan dan tahun Hijriah. 28:06 Begitu juga menentukan bulan-bulan suci, 28:08 baik itu Rajab, Zulqaidah, Zulhijah, dan 28:11 Muharam, 28:12 semua berkaitan dengan ketentuan bulan 28:14 tersebut. Ini yang menentukan bukan 28:15 Saudi Arabia. 28:16 He eh. 28:18 Bukan Mesir. Bukan sahabat. Bukan juga 28:21 nabi, tapi Allah. 28:21 Allah. 28:22 Tapi 28:23 para sahabat menentukan hijrahnya nabi 28:27 ini sebagai awal tahun. Awal tahun. 28:30 Awal tahun. 28:31 Tahun. Tapi ketentuan dan perjalanan 28:32 bulannya semua ditentukan oleh Allah 28:34 subhanahu wa taala. Ini yang menjadi 28:37 rujukan bagi kita semuanya. 28:41 Baik, Ustaz. Selanjutnya nih ada 28:43 pertanyaan dari 28:45 Asma di Jakarta Selatan, Ustaz. Sebagian 28:47 masyarakat ada yang kurang beruntung, 28:51 tidak mendapat pendidikan mau umum 28:52 ataupun agama, sehingga tidak mampu 28:55 membedakan yang baik ataupun yang buruk, 28:58 sehingga hanya ikut-ikutan. Celakanya 29:02 jika temannya mabuk, harus ikut mabuk. 29:04 Jika tidak, ia merasa tidak modern dan 29:06 sebagainya. Sedih sekali, termasuk juga 29:09 mengenai tasyabbuh perayaan-perayaan 29:12 yang itu tidak sejalan dengan syariat 29:14 Islam, Ustad. Demikian dari Asma. 29:17 Bismillahirrahmanirrahim. 29:19 Saudari Asma atau Ibu Asma, saya enggak 29:21 tahu ya. 29:23 Jadi, kalau bicara mengenai umat 29:24 sekarang ini, tanggung jawab terbesar 29:27 itu pada ulama. 29:29 Berkaitan dengan edukasi. 29:32 Dalam pemerintahan, kepada pemerintah. 29:35 Dan ulama memberikan edukasi bukan hanya 29:37 kepada rakyat, tapi kepada para 29:38 pemimpin. 29:40 Oleh karena itu, kehidupan ulama harus 29:42 betul-betul bersifat independen. 29:45 Tidak boleh bergantung kepada sumbangan 29:48 dari pemerintah. 29:50 Tidak boleh bergantung juga kepada 29:53 oligarki, akhirnya lidahnya lidah 29:55 oligarki atau lidah pejabat. Tidak boleh 29:58 juga bergantung atau menggantungkan 30:00 hidupnya kepada rakyat. Akhirnya di saat 30:02 menyampaikan narasinya, menyesuaikan 30:04 kesenangan, keridhoan masing-masing. 30:07 Tapi betul-betul harus punya lembaga 30:10 keuangan independen. 30:13 Hingga dia bisa menyampaikan amanat 30:14 dengan apa? Dengan baik. Tapi tradisi 30:17 budaya di Indonesia ini 30:20 betul-betul tradisi budaya yang amat 30:23 merusak. 30:25 Di mana para ulama 30:27 yang tadinya pada saat belajar ingin 30:29 berdakwah dengan ikhlas dan tulus. 30:32 Tapi begitu mulai tampil di tengah 30:34 masyarakat, kemudian mendapatkan angpao 30:37 ya. 30:38 Kemudian juga terjadi perbedaan angpao, 30:40 dia punya angka. Kalau di masjid katakan 30:42 sekian, kalau di kantor-kantor sekian, 30:45 kalau di tengah-tengah pemerintahan 30:46 sekian, di tengah-tengah oligarki 30:48 sekian. 30:49 Akhirnya apa? 30:50 Akhirnya mereka memilih 30:53 majelis mereka yang angpaonya paling 30:55 besar. 30:57 Lama-kelamaan akhirnya apa? 31:00 Pikiran mereka bukan untuk menyampaikan 31:02 amanat Allah, tapi menyampaikan apa yang 31:04 menyenangkan audiens. 31:08 Seandainya mengkritik pun dengan humor. 31:10 He eh. 31:10 Mengkritik pun dengan hu- humor. 31:12 Akhirnya yang ditangkap bukan 31:14 kritikannya tapi humornya yang 31:15 menyenangkan. 31:17 Seperti katakan mengkritik kepolisian 31:20 atau mengkritik katakan pemerintahan 31:23 diselingi dengan humor. Bahkan polisi 31:25 kalau perlu mengundang mereka untuk 31:26 menyampaikan narasi. Tertawa 31:28 bersama-sama untuk apa? Melonggarkan 31:31 ketegangan mereka. 31:32 Tapi apakah mereka belajar? 31:35 Diingatkan kepada Allah. Nabi disaat 31:38 menyampaikan ceramahnya serius. 31:40 He eh. 31:40 Karena kehidupan ini bukan main-main. 31:42 He eh. 31:43 Afahasibtum annama khalaqnakum abatsa wa 31:46 annakum ilaina la turjaun. Apa kalian 31:48 beranggapan bahwa kehidupan 31:51 kalian ini apa? Kami ciptakan main-main 31:53 dan kalian tidak akan dikembalikan pada 31:55 Allah. 31:56 Kalau serius nanti enggak diundang lagi, 31:57 Ustaz. 31:58 Itulah penceramah yang tujuannya 32:00 menyampaikan edukasi kepada umat hanya 32:02 akan disambut 32:03 He eh. 32:03 oleh orang-orang yang hatinya mau 32:06 menerima kebenaran. 32:07 Tugas ulama menyampaikan. 32:09 Iya. 32:09 Baik di kalangan mereka yang tidak 32:10 mengenal pendidikan agama. 32:12 He eh. 32:13 Kan banyak sekali, banyak luar biasa 32:15 dibandingkan mereka yang hadir di 32:16 majelis-majelis 32:17 He eh. 32:18 di masjid-masjid 32:20 atau dalam pendidikan agama di 32:22 tengah-tengah lingkungan keluarganya. 32:23 Yang lebih banyak yang tidak mengenal 32:25 agama. Akhirnya mereka ikut-ikutan Natal 32:27 bersama, bermabuk-mabukan, bernyanyi 32:29 Natal. 32:31 Begitu juga tahun baru bersama. Kemudian 32:34 mengadakan acara ulang tahun bersama 32:36 dengan 32:38 mengkonsumsi, melakukan apa-apa yang 32:40 diharamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 32:43 Ini kan perbuatan yang salah, maka tugas 32:45 ulama itu bukan apa? 32:48 Mendukung sana, mendukung sini atau 32:50 menjadi alat kampanye bagi kekuatan tapi 32:53 memberikan nasehat dan peringatan. 32:55 Sebagaimana misi Rasulullah ma arsalnaka 32:58 illa rahmatan lil alamin, ulama harus 32:59 menjadi rahmat. 33:01 Begitu juga. 33:02 Inna arsalnaka syahidan wa mubasyiro, 33:05 kami mengutus engkau sebagai apa? Saksi. 33:08 Bahwa 33:10 Rasul telah menyampaikan pesan Allah dan 33:12 juga pembawa kabar gembira dan juga 33:14 pemberi peringatan. 33:16 Nah, tradisi kebiasaan 33:19 ulama-ulama menerima angpao dari majelis 33:22 ke majelis sampai ada yang mengatakan 33:25 amplop yang diterima oleh orang tua saya 33:30 yang tahun kemarin saja masih banyak 33:32 yang belum dibuka. 33:34 Ini bukan bicara bohong. 33:36 Amplop yang Abah terima 33:38 peringatan maulid tahun kemarin sampai 33:40 sekarang sebagian belum dibuka. 33:42 Sedangkan rakyat 33:44 hidup dalam penderitaan, dalam 33:46 kesusahan. Apakah bukan ini masuk dalam 33:49 firman Allah yaknizuna dzahaba wal fidha 33:52 walayin fiquna fi sabilillah, menimbun 33:54 emas perak dan tidak menginfakkannya di 33:56 jalan Allah. 33:57 Ehm. 33:59 Dan mereka memakan harta manusia dengan 34:01 cara yang batil. 34:04 Ya ayyuhalladzina amanu inna katsiro 34:06 minal ahbari wal ruhban la yakuluna 34:08 amwalan nasi bil batil wa yasudduna an 34:11 sabilillah. 34:13 Banyak dari rabi-rabi Yahudi, 34:15 pendeta-pendeta Nasrani, sekarang 34:18 ulama-ulama [berdehem] 34:19 dan kiai-kiai yang memakan harta manusia 34:21 dengan cara yang batil dan mereka bukan 34:24 mengajak manusia kepada Allah malah 34:26 memalingkan manusia dari jalan Allah 34:27 Subhanahu wa Ta'ala. Karena apa? Yang 34:29 mereka sampaikan bukan pesan Allah. 34:31 Yang mereka sampaikan fitnah, mengadu 34:33 domba di antara sesama umat Islam, 34:35 menyibukkan umat dengan hal-hal yang 34:37 tidak berhubungan dengan agama mereka. 34:40 Sedangkan hal-hal yang penting yang 34:42 prinsip dalam agama mereka abaikan. 34:44 [mendengus] 34:46 Nah, alangkah indahnya kalau ulama itu 34:49 punya lembaga keuangan. 34:51 Artinya para jemaah yang mampu, yang 34:53 ingin berinfak di jalan Allah ditampung 34:55 apa? Oleh lembaga keuangan tersebut. 34:57 Kemudian lembaga keuangan ini yang 35:00 memberikan apa? 35:01 Yang memberikan nafkah buat para dai 35:04 yang berdakwah. 35:05 Kita saksikan organisasi Katolik. 35:08 Mereka itu bisa memberikan nafkah, ya. 35:11 Untuk para dai mereka yang masuk ke 35:13 hutan, masuk ke daerah 35:15 pedalaman-pedalaman hingga mereka tidak 35:17 berpikir lagi soal menerima uang. Malah 35:19 datang bisa membawa uang. 35:21 Kalau kita datang minta uang. 35:23 Iya. 35:24 Bahkan di tengah-tengah masyarakat 35:25 miskin 35:26 Iya. 35:26 yang enggak punya apa-apa, yang masukkan 35:28 ke dalam tromol seribu rupiah, dua ribu 35:30 rupiah. 35:32 Apa tega kita menerima dari mereka 35:33 sedangkan kita datang dengan mobil 35:35 mewah? 35:37 Datang dengan mobil mewah, 35:39 waktu pulang menerima apa? Di samping 35:41 angpao juga nampan yang berisikan 35:43 makanan, buah-buahan. 35:45 Dari mana? Kita terima dari masyarakat 35:47 awam yang tidak punya apa-apa. 35:51 Kalau seandainya dari kantor-kantor, 35:54 dari kalangan oligarki, ya, mungkin bisa 35:56 diterima, dianggap bahwa ini merupakan 35:59 infak mereka. 36:01 Dengan syarat mereka tidak apa? 36:03 Tidak menyampaikan hal-hal yang 36:05 menyenangkan mereka tapi menyampaikan 36:07 pesan Allah. Tapi begitu kita menerima, 36:09 berat buat kita untuk bersuara. 36:12 Seperti seekor anjing, 36:14 dia hanya tunduk pada yang memberikan 36:16 makan. 36:17 Kalau disuruh menggonggong, menggigit 36:19 walaupun yang digonggong digigit itu 36:21 merupakan orang yang baik, si anjing 36:23 tidak peduli. Yang penting dia akan 36:26 mentaati yang memberi makan dia. Masa 36:27 kita di arahkan menjadi anjing? 36:32 Yang mengikuti perintah yang membayar 36:33 kita. Akhirnya mulai fitnah sana, fitnah 36:36 sini, membenarkan sana, membenarkan 36:37 sini. Akhirnya masuk dalam perangkap 36:39 setan. 36:41 Seperti kasus, jangan jauh-jauh. Kasus 36:43 tambang ini yang diberikan kepada 36:45 organisasi Islam. 36:47 Yang tadinya fokus untuk dakwah, 36:49 akhirnya begitu masuk pertambangan 36:51 terjadi fitnah diantara mereka. 36:54 Uang ini termasuk fitnah yang amat 36:56 besar. 36:58 Nah, termasuk juga kalau kita berangkat 37:00 ke Singapura. Singapura termasuk 37:01 masyarakat Islam yang masyaallah 37:03 baik-baik. Tujuan niatnya juga baik. 37:05 Kita kalau habis ceramah di Singapura, 37:08 hal yang tidak menyenangkan itu para 37:09 jamaah, 37:10 ya. Pada saat berjabat tangan ada yang 37:12 ngasih 10 dolar, 20 dolar, 100 dolar. 37:15 Ini kan enggak nyaman kita salaman 37:17 masukin uang ke kantong, salaman uang. 37:18 Enak enggak begitu caranya? 37:19 Iya. 37:21 Kan enggak menyenangkan. 37:22 Iya. 37:23 Akhirnya membuat hubungan antara kita 37:24 sama jamaah itu. Jamaah menerima apa 37:26 yang kita sampaikan, ya. 37:28 Kemudian kita terima uang dari mereka. 37:30 Transaksi 37:31 Transaksi kan? 37:33 Iya, lama-kelamaan 37:35 kita akhirnya mulai terbiasa dengan hal 37:38 tersebut. Nah, saya termasuk yang paling 37:40 risih kalau masuk ke satu majelis, ya. 37:43 Lalu orang mulai apa? 37:45 Pada saat jabat tangan berikan. Bukan 37:46 kita enggak menghormati dia. 37:48 He em. 37:48 Cuma maksudnya apa? 37:50 Cara ini sebetulnya membuat suasana 37:53 menjadi risih. 37:54 Nah, seharusnya ustaz yang mampu, yang 37:56 punya usaha, yang punya apa, mereka yang 37:58 datang bawa uang untuk memberikan 38:00 bantuan. 38:01 Bukan justru mereka yang menerima dengan 38:03 hati legowo. Bahkan ada kejadian Kang 38:05 Rizal. 38:07 Dia terima uang, 38:08 ketika naik lift dibuka uangnya. 38:10 Dia bilang, "Masa 38:12 segini? 38:13 Kamu kalau panggil pelawak, sulap, kamu 38:16 berikan sekian puluh juta. 38:18 Sedangkan kamu berikan ulama yang 38:20 berdakwah, mengajak, kamu berikan 38:22 bimbingan kepada kamu, kau berikan hanya 38:24 500 ribu atau 1 juta rupiah. 38:25 Allahu Akbar. 38:28 Terus sekarang ulama-ulama sebagian 38:30 mereka ada apa? Asistennya. 38:32 Ehm. 38:32 Asisten manajernya yang mengatur jadwal, 38:34 mengatur juga bayarannya dan lain 38:36 sebagainya. Walaupun dia enggak 38:37 berhubungan langsung 38:39 tapi apa? Ada aturan seperti itu. Kita 38:41 bertanya apakah ini sesuai dengan sunnah 38:44 Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi 38:45 Wasallam? Saya pernah tegur sebagiannya. 38:48 Mereka mengatakan memangnya Ustad bukan 38:50 manusia enggak butuh makan? 38:52 Saya bilang kalau hanya untuk makan, 38:53 untuk minum yang pantas 38:56 enggak perlu cara semacam ini. 38:59 Belajar coba dari organisasi Katolik. 39:02 Bagaimana mereka 39:04 betul-betul sejahtera 39:06 tapi tidak berhubungan dengan apa? 39:09 Dengan tempat mereka mengajar. Ada 39:11 lembaga yang memberikan dukungan 39:13 keuangan buat mereka. Itu yang harusnya 39:15 kita inginkan. 39:16 [berdehem] 39:17 Kita berharap juga 39:19 katakan Da'i waratsatul Anbiya seperti 39:21 itu. Guru-gurunya juga mereka sejahtera 39:23 tapi tanpa harus menjual marwah mereka 39:25 kehormatan mereka mereka bisa 39:27 menyampaikan dengan penuh apa? Dengan 39:29 penuh betul-betul amanat menjaga 39:32 amanat Allah dengan sebaik-baiknya. Nah, 39:34 ini kalau ulamanya tidak independen 39:38 maka dengan sendirinya mereka mirip 39:39 seperti yang digambarkan Allah dalam 39:41 surat Al A'raf. Famatssaluhu kamatsalil 39:44 kalbi intahmil alaihi yalhats autatruk 39:46 yalhats. 39:49 Akhirnya kita mirip dengan anjing. 39:50 Ehm. 39:51 Yang perannya hanya menjaga rumah 39:54 atau berburu. 39:56 Dia yang berburu tapi keuntungannya 39:57 untuk siapa? Untuk tuannya. 39:59 Tuannya. 39:59 Atau anjing yang bermain di sirkus. 40:03 Yang jelas ya, mereka hanya menjadi 40:05 alat. 40:06 Pejabat ingin kampanye, panggil ulama. 40:09 Pejabat juga ingin mengadakan syukuran, 40:11 panggil ulama. 40:13 Jadi ini tidak mungkin sama sekali akan 40:17 mampu untuk menyampaikan amanat Allah 40:18 dengan sebaik-baiknya. Nah, saya 40:20 harapkan 40:21 para ulama, para ustaz jangan 40:22 tersinggung dengan apa yang saya 40:23 sampaikan. 40:24 Saya berharap betul-betul ini menjadi 40:27 peringatan sebelum datang hari hisab di 40:29 kemudian hari 40:30 kita akan berhadapan dengan pertanyaan 40:32 yang besar dan kita harus dalam 40:34 menyampaikan dakwah kita dengan niat 40:36 ikhlas mengharapkan ridho Allah bukan 40:38 untuk tujuan dunia atau bertujuan 40:40 menyerang satu kaum atau membela kaum 40:42 yang lain. Tapi semata-mata kita 40:44 sampaikan untuk Allah ud'u ila sabili 40:47 rabbika bil hikmati wal mau'idzatil 40:49 hasanah. 40:51 Jadi kepada saudari Asma atau Ibu Asma 40:54 memang 40:55 kita merasakan betul-betul 40:57 kiai, ulama termasuk saya ini belum 41:00 menjalankan amanat Allah dengan 41:01 sebaik-baiknya untuk memberikan edukasi 41:03 kepada umat. Nah, alhamdulillah dengan 41:06 media Radio Silaturahmi ya 41:08 begitu juga media Islam yang lain 41:11 begitu juga ya kita bisa memasukkan 41:13 dakwah kita melalui YouTube ini 41:15 sebetulnya membantu kita 41:17 bukan kita memanfaatkan media ini untuk 41:19 tujuan yang tidak benar tapi mari kita 41:22 sebarkan kebaikan. 41:24 Mengajak umat untuk kembali kepada Allah 41:27 dengan kemampuan potensi yang Allah 41:29 berikan kepada kita. 41:30 Nah, kita harapkan mudah-mudahan di masa 41:32 akan datang umat Islam [berdehem] tidak 41:34 lagi bersama-sama merayakan tahun baru 41:36 ya. 41:38 Kalau ingin melakukan muhasabah, 41:39 muhasabah bukan setiap tahun 41:42 tapi mereka lakukan setiap hari, setiap 41:45 waktu agar mereka betul-betul senantiasa 41:48 dalam keridhoan Allah Subhanahu Wa 41:50 Ta'ala. Mudah-mudahan Allah membantu 41:51 kita 41:52 agar kita dapat menjalankan amanat Allah 41:55 sebelum Allah Subhanahu Wa Ta'ala 41:57 menjemput kita dan meminta 41:58 pertanggungjawaban kita di hari kemudian 42:00 nanti. Wallahu A'lam. 42:02 Baik, Ustaz terakhir mungkin satu lagi 42:03 Ustaz ya masih ada waktu dari Pak Samsul 42:05 di Cibinong. Eh, Ustaz kalender Hijriyah 42:09 eh, dimulai pada masa Khalifah Umar bin 42:11 Khattab. Pertanyaannya kalender apa yang 42:13 dipakai oleh masyarakat muslim sebelum 42:16 itu, Ustaz? 42:17 Misalnya bukankah dalam Alquran 42:19 dikatakan oleh Allah berpuasalah pada 42:21 bulan Ramadan. Ayat itu diturunkan pada 42:24 masa Nabi Muhammad jauh sebelum masa 42:27 Khalifah Umar bin Khattab. Demikian, 42:29 Ustaz. 42:30 Berkaitan dengan nama-nama bulan, nama 42:33 itu sudah ada. 42:35 Jadi kata Ramadan dinamakan karena 42:37 suasana panas terik ya pada saat 42:40 tersebut 42:41 sudah ada sebetulnya. 42:44 Dan bulan Muharam pun sudah ada. 42:46 Orang-orang pada masyarakat jahiliyah ya 42:49 mereka telah apa? 42:50 Telah betul-betul menjaga kesucian bulan 42:53 haram hingga perang langsung mereka 42:55 hentikan bila datang bulan Rajab ya 42:58 atau bulan Muharam atau bulan Zulkaidah 43:00 atau bulan Zulhijah. Mereka juga 43:01 melaksanakan haji kan? 43:02 Ehm, iya. 43:04 Betul enggak? 43:04 Iya. 43:05 Cuma awal tahunnya saja yang disepakati 43:08 dimulai dengan hijrahnya Nabi kita 43:10 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 43:11 Sedangkan nama-nama bulannya sudah apa? 43:13 Sudah ada sebelumnya. 43:14 Sudah ada sebelumnya. 43:17 Baik, Ustaz. 43:18 Eee selanjutnya masih ada waktu, Ustaz? 43:20 Boleh satu lagi. 43:20 Eee ini dari siapa tidak menyebutkan 43:23 namanya. Ustaz, mana yang lebih utama 43:26 eee dalam muhasabah ini? 43:28 Eee pertama meratapi dosa-dosa masa lalu 43:31 atau fokus merencanakan ketaatan di masa 43:33 depan? 43:34 Bagaimana menyeimbangkan keduanya? 43:36 Kemudian dalam Islam juga dosa-dosa 43:39 terhadap manusia itu tidak diampuni 43:41 sebelum manusia itu memaafkan. 43:44 Bagaimana cara muhasabah yang efektif 43:46 untuk dosa-dosa 43:48 eee sosial ya antar sesama 43:51 yang korbannya sudah tidak bisa kita 43:54 temui lagi, Ustaz? Demikian. Dari hamba 43:57 Allah. 43:58 Bismillahirrahmanirrahim. 44:04 Apa yang kita lakukan memang tidak 44:06 mungkin kita tarik kembali. 44:09 Berat ya, kalau sudah melakukan sesuatu, 44:11 mengucapkan sesuatu 44:13 seperti kuda yang sudah melompat, enggak 44:15 mungkin dia akan tarik kembali. 44:19 Tapi kesempatan bertobat terbuka. 44:23 Apabila dosa antara kita dengan Allah 44:25 Subhanahu Wa Ta'ala, 44:27 kita banyak-banyak bertobat, arti 44:29 kembali pada Allah, beristigfar mohon 44:31 ampun. 44:33 Kita bisa lakukan pada saat kita salat, 44:36 sambil menangis pada saat sujud, setelah 44:39 salat ya, begitu juga sambil berjalan, 44:43 sambil kita beraktivitas, sambil kita 44:44 memohon ampun kepada Allah. Dalam waktu 44:47 yang sama, kita menyusul dosa keburukan 44:50 kita dengan kebaikan. 44:52 Sebagaimana sabda Rasul, Ittaqillah 44:55 haitsuma kunt. 44:57 Bertakwalah kamu kepada Allah ya, 45:00 di manapun kamu berada. 45:02 Wa atbi'is sayyiatal hasanah. Susul 45:05 keburukan kamu dengan kebaikan. 45:08 Wa kholiqinnas bi khuluqin hasan dan 45:10 gauli manusia dengan akhlak yang baik. 45:12 Jadi kalau kita dulu berbuat buruk, 45:15 kita bertobat kembali kepada Allah, 45:16 susul keburukan kita dengan amal saleh. 45:19 Dengan amal-amal saleh, saleh. 45:21 Kalau berkaitan antara kita dengan 45:23 manusia, 45:25 apalagi dosa para pejabat nih, 45:26 mengerikan sekali betul-betul. 45:28 Saya pernah sekali waktu menghadiri 45:31 majelis di Mabes 45:33 Polri. 45:35 Kebetulan 45:36 eh yang hadir, yang berdiam itu banyak 45:39 pejabat-pejabat, ada bupati, bupati ya. 45:43 Banyaklah yang apa yang yang yang 45:45 dipenjarakan bersama-sama. 45:47 Setelah saya sampaikan ceramah, saya 45:48 mendapatkan pertanyaan. 45:50 Bagaimana Ustaz dengan harta saya yang 45:52 saya dapatkan, saya kumpulkan dengan 45:54 cara yang haram? 45:55 Arti dari hasil korupsi. 45:58 Saya bilang, kamu harus keluar dari 45:59 harta yang haram tersebut. 46:01 Ehm. 46:02 Sebelum kamu menghadap ke hadapan Allah. 46:05 Kamu keluar dari harta yang haram. 46:07 Lalu kemana harta tersebut harus saya 46:08 serahkan? Kalau saya serahkan ke negara 46:10 dimakan oleh pejabat. 46:11 Ehm. 46:13 Karena pemerintah belum menyediakan apa? 46:15 Belum menyediakan wadah. 46:18 Pengembalian harta dari pejabat-pejabat 46:20 yang ingin bertobat. Pernah Prabowo 46:22 kalau enggak salah Presiden Prabowo 46:23 mengatakan dia akan membuka wadah. Bagi 46:25 pejabat yang. 46:27 Ingin mem iya mengembalikan harta mereka 46:29 dan tidak dikenakan hukuman. 46:32 Kalau yang tidak mengembalikan. Dengan 46:34 kesadaran mereka yang dijatuhkan 46:36 hukuman. 46:38 Kembalikan. 46:40 Kalau seandainya tidak ada wadah yang 46:42 bisa menampung pengembalian yang akan 46:44 digunakan untuk kepentingan rakyat. 46:47 Maka Anda saja bangun lembaga-lembaga. 46:50 Yang. 46:52 Manfaatnya kembali kepada masyarakat. 46:54 Ehm. 46:55 Mau pendidikan yang free buat masyarakat 46:57 awam. Atau rumah sakit. Ya tergantung 47:00 berapa nilainya uang tersebut. 47:01 Ehm. 47:02 Dirikan lembaga-lembaga ya. 47:04 Yang manfaatnya dapat dirasakan oleh 47:07 masyarakat bawah. 47:08 Atau membuat fasilitas umum Ustadz ya. 47:10 Iya fasilitas umum. 47:12 Jadi kalau hal ini dilakukan dia 47:13 mengembalikan kepada rakyat. Karena kan 47:16 kekayaan negara ini baik yang di dalam 47:18 bumi, di luar bumi, di dalam lautan 47:20 semua merupakan kekayaan milik rakyat 47:22 yang dikuasakan kepada negara untuk 47:23 mengatur, mendistribusikan. 47:26 Jadi kalau seandainya. 47:28 Kita tidak merasa aman terhadap pejabat 47:30 negara kita kembalikan langsung kepada 47:32 rakyat. 47:33 Iya. 47:34 Kalau kita pernah berbuat kesalahan 47:36 kepada seorang. 47:37 Kita mengambil hartanya yang bukan hak 47:39 kita ya. Dan lain sebagainya dia 47:42 meninggal dunia atau tidak ketahuan atau 47:44 kita berhutang belum sempat membayar 47:45 orangnya sudah menghilang. 47:46 Ehm. 47:47 Maka. 47:48 Kalau bisa kita gunakan harta kita untuk 47:50 bersedekah, berinfak atas nama mereka. 47:54 Ehm. 47:54 Atas nama mereka. 47:55 Mereka. 47:56 Kalau seandainya ada keluarga mereka, 47:58 kita santuni keluarganya dari uang 48:00 tersebut. 48:01 Kita niatkan bahwa ini merupakan infak 48:03 mereka di jalan Allah sambil kita mohon 48:05 ampun kepada Allah. Ada doa dari Imam 48:07 Ali Zainal Abidin mengatakan, "Ya Allah, 48:10 antara aku 48:13 dan hamba-hambamu 48:15 banyak kesalahan-kesalahan yang aku 48:17 lakukan, sadar maupun tidak sadar. 48:20 Ya Allah, 48:22 begitu juga antara hamba-hambamu dengan 48:24 aku juga terdapat sangkut paut kesalahan 48:27 yang mereka lakukan. 48:29 Maka aku bernazar, berniat ya Allah 48:31 untuk memaafkan semua dosa-dosa 48:33 kesalahan yang orang lain lakukan 48:34 terhadap diriku 48:36 dengan harapan ya, Engkau juga ya Allah 48:38 menanggung kesalahanku terhadap orang 48:40 lain yang belum aku selesaikan. Agar 48:43 kami bersama-sama selamat di hari 48:45 kemudian [mendengus] nanti." 48:46 Jadi kalau kita biasa memberikan maaf 48:49 terhadap dosa kesalahan orang lain, itu 48:51 juga merupakan jalan yang akan membuka 48:54 pintu rahmat Allah yang akan 48:55 menyelesaikan sangkut paut antara kita 48:57 dengan 48:59 dengan orang. 49:01 Jadi biasakan kita memberikan maaf 49:03 terhadap orang lain yang berbuat zalim, 49:05 berbuat aniaya. Saya juga mendoakan 49:07 orang yang mencaci saya, berbuat aniaya, 49:09 yang menyebarkan fitnah mengenai saya, 49:11 saya ikhlaskan dan saya tidak berharap 49:14 di hari kemudian nanti untuk berhenti. 49:16 Ya. 49:17 Berhenti 49:19 di hadapan pertanggungjawaban mereka. 49:22 Tapi saya berharap juga dengan 49:24 memberikan maaf ini, Allah Subhanahu wa 49:26 Ta'ala 49:28 juga ikut turut ya meringankan beban 49:32 saya terhadap orang lain yang belum saya 49:33 selesaikan. Yang paling bahagia bagi 49:36 orang yang beriman kalau tidak menyimpan 49:37 kebencian di hati. Bukankah nabinya nabi 49:40 rahmat yang suka memberikan maaf? 49:42 Berikan maaf. Betapapun besarnya 49:44 kesalahan orang lain, ikhlaskan, 49:46 maafkan. 49:47 Insya Allah dosa kita juga akan diampuni 49:49 oleh Allah dan dosa antara kita dengan 49:52 manusia, Allah akan turun tangan 49:53 menggantikannya dengan rahmat-Nya untuk 49:55 mereka. 49:56 Ehm. 49:56 Wama dzalika alallahi bi aziz. Jadi 49:59 hendaknya kita banyak-banyak 50:00 beristigfar, 50:02 kemudian banyak bertobat. Innallaha 50:04 yuhibbut tawwabin wa yuhibbul 50:06 mutathahhirin. Dan menyusul 50:08 keburukan-keburukan kita dengan 50:09 amalan-amalan saleh yang Allah ridai. 50:13 Dan kita jumpai ada sebagian orang 50:16 yang tadinya terjerat oleh riba. 50:18 Ehm. 50:18 Dia mengambil keuntungan dari Begitu dia 50:20 sadar perbuatannya salah, 50:22 dia banyak menginfakkan hartanya sambil 50:24 menangis. 50:25 Ehm. 50:25 Mengharap di hari kemudian nanti Allah 50:27 subhanahu wa taala apa? 50:29 Tidak meminta pertanggungjawabannya 50:33 atas kesalahan yang pernah dilakukan 50:35 orang yang bertobat. Selagi kita di 50:37 dunia sehat afiat, belum datang 50:39 sakaratul maut, 50:40 Iya. 50:41 mari bersama-sama kita bertobat. Watubu 50:43 ilallahi jamian ayyuhal mukminun 50:46 laallakum tuflihun. Subhanakallahumma wa 50:48 bihamdik. 50:49 Asyhadu an la ilaha illa anta, 50:51 astagfiruka wa atubu ilaik. Wal afu 50:53 minkum. Wassalamualaikum warahmatullahi 50:55 wabarakatuh. 50:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:58 wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat 51:01 renungan di bawah naungan Alquran untuk 51:03 edisi hari ini bertepatan dengan 12 51:06 Rajab 1447 Hijriah, 51:08 juga 1 Januari 2026. Pesan Pesan dari 51:12 Ustaz Husain tadi muhasabah tidak hanya 51:14 setahun sekali Ustaz ya. 51:15 Iya. 51:16 Tiap hari, masyaallah sebelum tidur. 51:19 Tadi Ustaz sebelum sore Ustaz ya. Sore 51:21 apa? 51:22 Sebelum terbenam matahari. 51:22 Sebelum terbenam matahari. 51:24 Kemudian ketika bangun pun mensyukuri 51:27 kita masih diberikan kesempatan hidup 51:29 Ustaz ya. Jadi setiap hari gitu. 51:30 Hidayah untuk menjaga kita dari 51:32 perbuatan-perbuatan yang tidak patut. 51:34 Masyaallah. Baik ikhwan akhwat, semoga 51:36 kita dapat memetik pelajaran dari yang 51:39 disampaikan oleh guru kita Ustaz Husain 51:40 Alatas di kesempatan ini. Terima kasih 51:42 ikhwan akhwat yang sudah menyampaikan 51:43 pertanyaannya. 51:44 Akhirnya saya Rizal Haq dan juga ada 51:47 yang bertugas di kesempatan ini Kang 51:49 Ondi dan juga Kang Fahri undur diri. 51:50 Billahi taufik walhidayah. 51:52 Wassalamualaikum warahmatullahi 51:53 wabarakatuh.