Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyiban barokan fih kama
- yuhibbu [berdehem] waardo. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin wa ala ali sayyidina
- Muhammad. masih dipancarkan dari jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibur Bekasi. Radio Silaturahim dan juga
- Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan ini kami kembali menjumpai
- ikhwan akhwat dalam program acara ee
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an ya
- spesial live. Di kesempatan ini
- alhamdulillah guru kita Ustaz Husein
- Alatas hadir untuk memberikan tausiahnya
- untuk kita semua. Ikhwan akhwat di hari
- ee Kamis ya, sekarang hari Kamis
- bertepatan dengan 12 Rajab 1447
- Hijriah ya. Ramadan sekitar 40 harian
- lagi Ustaz ya. Masyaallah sudah dekat
- dan bertepatan juga dengan 1 Januari
- 2026. momentum ee tahun baru, Ustaz, ya.
- Banyak yang ee menyikapinya ya biasa
- aja, ada juga yang sampai merayakan.
- Padahal pemerintah sendiri istilahnya
- apa ya untuk menunjukkan empat lah,
- tidak berlebihan. Karena banyak saudara
- kita terutama di Sumatera yang tengah ee
- diuji dengan musibah banjir bandang dan
- longsor sampai sekarang kan masih pada
- ya istilahnya menderitalah dengan
- musibah tersebut. Nah, momentum ini,
- Ustaz bukan hanya sekedar perubahan
- angka tentunya kan perlu ada apa mungkin
- kita muhasabah ee introspeksi dan
- sebagainya. Nah, kesempatan ini kami
- mohon nasihatnya, Ustaz dan juga
- bagaimana ee kaitannya juga dengan
- asal-usul ee bulan masehi ya,
- bulan-bulan masehi. Nah, apakah kita
- juga sebagai kaum muslimin patut
- merayakannya, Ustaz? Yang memang masih
- banyak seperti itu, Ustaz.
- [berdehem]
- Kita awali dengan pembacaan al-Fatihah
- dan mungkin dilanjutkan dengan mukadimah
- dan pemaparannya. Kami persilakan,
- Ustaz. [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim wad
- in.
- Amin. Amin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa alih.
- Allahumma ahdina subulasalam waakrijna
- minadulumatianur
- wahdina ilaatikal mustaqim
- wajirna minzabil jahim ya rahman ya
- rahim
- allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi wf'na bimaamana
- rbana zidna ilman warikna
- amma ba'du
- ikhwan Ikhwan akhwat [berdehem][batuk]
- pendengar pemirsa radio TV silaturahmi
- yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah wasyukrulillah yang telah
- memberikan kita hidayah-Nya,
- mengeluarkan kita dari kegelapan
- dibimbing, diterangi oleh cahaya dan
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala
- yang memperkenalkan kepada kita semua
- asal-usul kita,
- menerangkan kepada kita pencipta kita,
- pencipta alam semesta dan seluruh
- isinya.
- Begitu pula yang melimpahkan rahmat dan
- karunia-Nya atas kita semua.
- Juga menjelaskan kepada kita tujuan
- hidup kita.
- Mengapa kita ditempatkan dalam kehidupan
- dunia ini?
- Lalu Allah juga menerangkan bagaimana
- cara hidup yang benar sebagaimana yang
- dikehendaki Allah
- dan menerangkan juga ke mana kita akan
- pergi. Ini merupakan hidayah yang
- betul-betul tak dapat dibandingkan
- dengan berbagai macam kenikmatan dunia
- dan seluruh isinya. Dengan hidayah ini
- kita dapat betul-betul memilih jalan
- yang akan mengantarkan kita menuju
- keselamatan dunia maupun di hari akhir
- nanti. [mendengus]
- Kita saksikan dengan
- lahirnya tahun baru Masehi.
- Beramai-ramai orang merayakan
- lahirnya tahun Masehi.
- Tetapi sayang sungguh sayang. Mereka
- tidak memahami
- latar belakang dari perayaan tersebut.
- Mereka juga tidak memahami
- asal-usul nama-nama dari bulan Masehi
- yang berhubungan dengan apa? Dengan
- mitologi
- kuno
- Romawi yang berhubungan juga dengan
- nama-nama dewa-dewa yang mereka sembah.
- juga nama tokoh-tokoh yang mereka
- agungkan seperti Yulius Kaisar, Kaisar
- Agustus ya. Sebagai contoh
- nama bulan Januari yang diambil dari
- kata Janus.
- Janus merupakan
- dewa yang diyakini oleh kaum Romawi kuno
- sebagai dewa yang bermuka dua.
- Hm.
- Dewa yang bermuka dua maksudnya
- dewa yang awal dan dewa yang akhir. Dia
- yang mengawali dan mengakhiri.
- Oleh karena itu mereka tempatkan untuk
- bulan pertama dari bulan masehi.
- Kira-kira keyakinan ini sejalan enggak
- dengan keyakinan kita?
- Kalau kita merayakan seolah-olah kita
- merestui
- dan mengakui bahwa Januari atau Janus
- ini merupakan
- dewa yang bermuka dua yang diyakini oleh
- Romawi kuro dalam mitologi mereka.
- Oleh karena itu, pada saat kita
- merayakan
- bersama mereka-mereka
- yang katakan merayakan tanpa memahami
- apa yang kita lakukan, bisa-bisa kita
- terjerumus dalam perbuatan yang tidak
- benar.
- Jadi, jangan kita menganggap bahwa
- perayaan itu merupakan hal yang sepeleeh
- hanya bersenang-senang, bersukaria.
- Tidak.
- Kalau kita merayakan sesuatu yang
- berhubungan dengan iman kita, dengan
- ketakwaan, dengan amalan saleh, dengan
- sejarah orang-orang yang berjuang di
- jalan Allah Subhanahu wa taala,
- memiliki makna yang sejalan dengan
- keimanan dan keyakinan kita.
- Sebagai contoh, kalau kita katakan
- memperingati nuzul Al-Qur'an dan
- merayakan
- ini terhubung dengan kitab suci yang
- Allah turunkan.
- sebagai pedoman hidup kita juga rahmat
- bagi kita semua dengan tujuan
- betul-betul untuk memahami dan mengingat
- kedudukan Al-Qur'an yang begitu indah.
- Begitu juga pada saat kita memperingati
- Maulid Nabi.
- Memperingati ya bukan merayakan.
- Karena kalau hanya perayaan saja
- maknanya betul-betul tidak apa tidak
- terlalu dalam dan berarti. Tapi kalau
- kita peringati
- dan dalam peringatan tersebut diingatkan
- akan peran Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam, misi beliau,
- kitab suci yang beliau bawa ya, dan juga
- menjelaskan akhlak beliau agar umat ini
- yang lebih banyak mengenal para artis,
- mengenal juga para pemain sepak bola,
- begitu juga selepgram ya, mengenal
- YouTuber, menjadikan mereka sebagai
- idola, paham dan mengenal
- Bagaimana Allah Subhanahu wa taala telah
- mengutus rasul-Nya yang membawa rahmat
- bagi semesta alam yang menjelaskan
- betul-betul pedoman hidup yang amat
- indah yang akan mengantarkan mereka
- menuju keselamatan dunia dan akhirat.
- Menjadikan mereka manusia-manusia yang
- hidup di bawah naungan rahmat Allah
- Subhanahu wa taala.
- Nabi memperingati
- kelahirannya dengan berpuasa pada hari
- Sim
- sebagai syukurnya kepada
- Allah.
- Nah, kita memperingati juga Maulid Nabi
- di samping kita ingin mengenal dengan
- jelas sosok beliau, misi beliau juga
- karena syukur kita yang telah mengutus
- rasulnya di tengah-tengah kita.
- Sebagaimana firman Allah, "Laqad
- manallahu alal mukmin idim rasul min
- anfusihim." Sungguh Allah telah
- melimpahkan karunia yang tak terhingga.
- kepada orang yang beriman ketika
- mengutus seorang rasul dari kalangan
- mereka. Yang kita inginkan peringatan.
- Bukan hanya perayaan, bukan hanya kita
- membaca qasidah menunjukkan cinta kita,
- tapi hidup kita menjauh dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Kita ingin
- menjadi peringatan yang selalu
- mengingatkan kita.
- Begitu juga katakan kita merayakan
- bergembira dengan hari Idul Adha. Hari
- raya Idul
- Idul Adha. Idul Adha merupakan hari raya
- mengingatkan juga akan pelajaran yang
- amat indah tentang pengorbanan Ibrahim
- alaihialatu wasalam.
- Dan ini betul-betul merupakan inti dari
- ajaran Islam sebagaimana firman Allah,
- "Qul inna shati wausuki wa mahyaya
- waamati lillahi rabbil alamin." Melalui
- peringatan Idul Adha, kita diingatkan
- untuk betul-betul mempersembahkan hidup
- kita seluruhnya teruntuk Allah.
- mempersembahkan yang kita cintai untuk
- Allah.
- Bukan hanya sebatas kita menyembelih
- korban kambing atau sapi maupun unta,
- tapi ini betul-betul merupakan apa?
- Merupakan hari raya simbolik yang amat
- indah.
- Begitu juga pada saat kita memperingati
- katakan Isra dan Mikrajnya Nabi kita
- masih terhubung dengan apa? Dengan
- nilai-nilai Islam yang amat indah.
- Tapi kalau kita memperingati hari raya
- tahun baru Masehi dengan
- datangnya awal bulan Januari dan namanya
- diambil dari kata janus yang menunjukkan
- dewa bermuka dua yang disembah oleh apa?
- Oleh kaum Romawi kuno. Bukankah kita ini
- jalan mundur ke belakang?
- H
- jalan mundur
- ke belak belakang. Jadi apa makna dan
- nilai dari perayaan tersebut? Apa yang
- kita dapatkan? kita bergembira untuk
- memperingati merayakan sesuatu yang
- tidak benar.
- Betul gak?
- Iya.
- Begitu juga kalau kita katakan ya
- ee meningkat kepada bulan Februari ya.
- Bulan Februari diambil dari kata februm
- yang menunjukkan arti apa? Pensucian.
- di mana mereka-mereka kaum paganis ya
- pada masa Romawi kuno mereka mensucikan
- diri mereka dari dosa-dosa mereka pada
- bulan tersebut
- di bulan
- Februari
- Februari yang berasal dari kata februm.
- Kemudian
- kalau kita meningkat berpindah kepada
- bulan Mars. Bulan Mars ini bulan Mars
- diambil dari kata apa? Dari kata Mars
- yang menunjukkan dewa perang mereka.
- Dewa
- perang.
- Dewa perang mereka.
- Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama
- apa makna ya pelajaran yang kita
- dapatkan dengan kita merayakan
- memperingati tahun baru Masehi dengan
- trompet yang mereka tiup. Kemudian juga
- topi-topi yang mereka pakai tanpa mereka
- sadari mereka memperingati
- ya tahun baru tersebut dengan topi yang
- mereka pakai mengingatkan pembantaian
- yang dilakukan terhadap kaum muslimin di
- Spanyol.
- Oleh karena itu, kita tidak keberatan
- untuk memperingati ya waktu yang
- berlalu.
- Bukan hanya
- peningkatan angka seperti orang yang
- merayakan tahun baru kelahirannya. Ya,
- tahun kelahiran. [berdehem] Seharusnya
- mereka pada saat itu, apalagi orang
- seperti kita bukan bergembira,
- tapi sebetulnya kita menangisi dosa
- kesalahan kita. kelalaian kita, kita
- memperbaikinya ya agar kita ingat bahwa
- waktu yang berlalu merupakan lembaran.
- Kalau terisi dengan kebaikan kita
- bersyukur pada Allah. Kalau terisi
- dengan kemaksiatan, seharusnya kita
- bertobat. Oleh karena itu, muhasabah ini
- seharusnya bukan dilakukan hanya setiap
- tahun,
- H
- tapi setiap hari.
- Pagi hari kita membuka mata kita, kita
- memohon agar Allah Subhanahu wa taala
- menjaga kita dari perbuatan yang tidak
- baik,
- membimbing kita untuk mengerjakan amalan
- saleh, dijauhkan dari
- perbuatan-perbuatan syirik. Ya, kita isi
- dengan penuh kesadaran dengan amalan
- yang akan menguntungkan kita. Nah,
- sebelum tenggelam matahari
- kita melakukan muhasabah.
- Kalau seanda kita melakukan dosa-dosa di
- siang hari antara kita dengan Allah,
- kita bertobat kembali pada Allah.
- Seandainya kita melakukan kesalahan di
- antara kita dan manusia, kita memohon
- maaf kepada mereka. Jadi, sewaktu kita
- menutup mata di malam hari,
- kita betul-betul apa? Telah terbebas
- dari dosa kesalahan kita. Dan kita juga
- bersyukur dengan hidayah Allah dan
- taufiknya yang membantu kita untuk
- mengerjakan amalan saleh.
- Jadi seharusnya setiap hari kita
- melakukan muhasabah. Al Imam Hasan Al
- Bann pendiri Ikhwan Muslimin. Dia
- mencatat sepanjang hari
- kegiatan aktivitas dia.
- Demikian pula apa yang disampaikan
- ya baik [berdehem] itu bersama
- pengikutnya, bersama keluarganya.
- Aktivitasnya dicatat dan ditulis.
- Nah, pada sore hari dia melakukan
- muhasabah.
- Apabila dia menjumpai amal-amalnya yang
- dilakukan tidak sesuai dengan petunjuk
- Allah atau dilakukan bukan karena
- mengharapkan rida Allah,
- dia mohon ampun kepada Allah dan dia
- bersyukur atas taufiknya mengerjakan
- amalan saleh. Oleh karena itu kita ingat
- bagaimana Allah perintahkan kita untuk
- [berdehem]
- bertasbih kepada Allah sebelum terbitnya
- fajar. Fasabbih bihamdibika
- qblamsi waqlurubha sebelum terbitnya
- matahari. Begitu pula sebelum apa?
- Sebelum terbenamnya matahari.
- Ya ayyuhalladzina amanukurullahaikr
- wasabbihuhu bukratan
- wasil
- wasil. Allah perintahkan kita bertasbih
- mensucikan Allah pagi dan petang.
- [berdehem]
- Kita buka hari kita dengan berzikir pada
- Allah memohon petunjuknya. Tutup hari
- kita juga dengan berzikir kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Nah, kalau kita perhatikan bersama-sama,
- Kang Riza, orang yang merayakan tahun
- baru ini kebanyakan bukan dengan
- ungkapan syukur mereka kepada Allah.
- Hanya sekedar bersenang-senang,
- berifolia.
- Padahal kita tahu bahwa seluruh amalan
- kita, perbuatan kita akan dihisab oleh
- Allah.
- Oleh karena itu, kita ingin betul-betul
- semua aktivitas kita, peringatan,
- perayaan kita terhubung dengan apa?
- Dengan tugas dan peran kita dalam hidup
- ini. Kalau Anda anak kita katakan ee
- tiba pada hari kelahirannya,
- kita doakan dia supaya menjadi anak
- saleh, dijauhkan dari perbuatan yang
- tidak-ti.
- Kita ingatkan
- kamu umurmu sekarang bertambah
- berarti juga pada waktu yang sama
- berkurang kesempatan kamu.
- H
- kamu bertobat [berdehem] dari kesalahan
- kamu yang sebelumnya dan jadikan hidup
- kamu di masa akan datang lebih baik.
- Bukan kita meniup lilin kemudian riang
- gembira mengundang tukang sulap. Ini
- jelas-jelasan tidak sesuai dengan apa?
- dengan
- tujuan dari agama kita yang selalu
- mengingatkan kita untuk melakukan
- muhasabah. Oleh karena itu, berkaitan
- dengan perayaan tahun baru apalagi
- dengan menyalakan petasa, membuang uang
- kita, alangkah indahnya kalau semua itu
- kita sumbangkan, kita ajak bersama-sama.
- Bahkan pemerintah mengajak masyarakat ya
- yang biasa merayakan tahun baru, mari
- bersama-sama kita kumpulkan uang kita,
- kita membantu saudara kita yang jadi
- korban di Aceh, di Padang, maupun di
- Sibolga. Jadi, kesimpulannya agama kita
- mengisi waktu kita atau mengingatkan
- kita untuk mengisi waktu kita dengan
- amalan saleh dan bertobat dari
- kesalahan-kesalahan kita. Jadi, perlu
- betul-betul ulama-ulama kita melakukan
- edukasi kepada umat. Apa yang seharusnya
- dilakukan? apa yang seharusnya mereka
- tinggalkan juga loyalitas dan wala
- persembahkan untuk Allah Subhanahu wa
- taala.
- Jadi kita tidak ingin dengan gampang
- membidahkan orang yang memperingati
- katakan Maulid Nabi atau Isra dan Mikraj
- dengan syarat acara tersebut bersih.
- H
- seluruhnya sejalan dengan keridaan Allah
- Subhanahu wa taala. Berselawat silakan
- berselawat kepada Rasul tapi jangan
- lidah berselawat tapi hati kita justru
- apa?
- tidak
- berupaya untuk menyesuaikan hidup kita
- dengan meladani Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Beramar
- makruf, bernahi mungkar, berjuang di
- jalannya, membela kaum mustabin,
- menegakkan keadilan, hidup dengan
- kebersihan dan kejujuran. Itu yang
- diajarkan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Jadi bukan
- kita menentang hal-hal yang positif dan
- baik,
- tapi perayaan-perayaan yang tidak
- sejalan dengan agama kita. Apalagi
- menghubungkan dengan apa? Dengan
- dewa-dewa yang disembah ya. Yang
- disembah oleh apa? Oleh ee kaum paganis
- kuno. Ini jelas-jelasan bertentangan
- dengan syariat agama kita. Seperti orang
- juga yang memperingati hari apa?
- Valentin
- 14 Februari.
- Iya. Ini juga kalau kita perhatikan
- hal-hal yang membuat banyak
- pemuda-pemudi kita ini telah jauh keluar
- dari tuntunan agama Allah. Kenapa?
- Karena ulama kita sibuk memperdebatkan
- masalah ritual. Bukan kehidupan real
- yang membimbing manusia menuju kehidupan
- yang lebih indah. Tapi habis waktunya
- untuk perdebatan di seputar ritual yang
- tidak bermakna sedikit pun. seolah-olah
- itulah agama. Padahal agama yang
- sebenarnya
- membimbing manusia dalam seluruh aspek
- kehidupannya menuju kehidupan yang lebih
- baik dan lebih mulia. Wallahuam.
- [mendengus]
- Baik, terima kasih Ustaz atas ee
- pemaparannya atau pengantar dari bahasan
- di kesempatan ini. Bagaimana kita
- menyikapi
- tahun baru ya yang ya masih banyak
- merayakan, Ustaz? tasyabuh menyerupai
- betul
- kaum
- ya kaum di luar muslim ustaz ya
- berarti apakah artinya mereka juga
- setuju dengan dewa
- iya
- dewa janus
- nauzubillah ustaz ya
- kalau kita kan meyakini bahwa al awal
- wal akhir adalah Allah sub mengawali
- segala sesuatu
- dan segala sesuatu juga pada akhirnya
- kembali kepadanya
- iya ustaz kalau penanggalan masehi ini
- ee kalau kita lihat juga kan sebetulnya
- ini bagian dari ilmu apa, Ustaz? ilmu
- penanggalan, Ustaz, ya, yang kita juga
- menggunakan sebetulnya kan ee dan itu
- mengambilnya dari ee matahari, Ustaz,
- ya, revolusi matahari, ya.
- Nah, itu Ustaz kalau kita dalam
- sehari-hari ya baik-baik saja, Ustaz,
- kan tidak masalah kan untuk menggunakan
- penanggalan tersebut gitu.
- Iya. Memang seharusnya kita kalau kita
- mayoritas arti umat Islam itu tempat
- penanggalan yang mereka gunakan
- penanggalan yang apa?
- Yang memang ditentukan oleh Allah.
- Kita kan tahu bahwa penanggalan
- hijri itu ya itu bukan diciptakan oleh
- Sayyidina Umar.
- H
- bukan juga diciptakan oleh Rasulullah.
- Betul. Awal penanggalannya dimulai dari
- hijrahnya Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam itu hanya menjelaskan
- awalnya.
- Tapi perjalanan bulan ini siapa yang
- menentukan?
- Walqamaro qaddarnahu manazila hatta aada
- kal urjunil qadim lasyamsu yambaghalikal
- qarilharun
- fiakin yasbahun.
- Jadi penanggaran hijri ini yang diawali
- dengan hijrahnya Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam itu hanya
- menentukan awal tahunnya sebenarnya
- dalam tahapan dan perubahannya mengikuti
- ketentuan yang ditentukan Allah
- Subhanahu wa taala dari pergeseran bulan
- setiap malamnya.
- H
- dari satu manzilah menuju manzilah. Dan
- kita semua tahu
- bahwa penanggalan ini didasari ee bulan
- yang mengitari bumi kita. Bulan yang
- mengitari bumi kita
- setiap malamnya dia berpindah dari
- Manzilah ke Manzilah. Ya, ditandai
- dengan apa? Dengan cahaya bulan.
- Penanggalan pertamanya dengan lahirnya
- bulan sabit. Kemudian perlahan-lahan dia
- membesar hingga tiba saat purnama. dan
- dapat terus kita evaluasi dan koreksi
- kalau terjadi kesalahan
- dengan kembali kepada tanda-tanda yang
- Allah Subhanahu wa taala tentukan.
- Kemudian perubahan harinya pun jelas di
- mana penanggalan hijri itu perubahan
- harinya dengan terbenamnya matahari.
- Terbenamnya matahari itu merupakan
- lahirnya hari baru. Jadi kalau kita
- katakan masuk dari kita sekarang berada
- di hari Kamis.
- Iya
- nanti terbenar matahari kita sudah masuk
- hari baru. Berarti sudah hari Jumat.
- Hari Jumat. Iya.
- Sudah hari Jumat.
- Misalnya magrib hari Jumat.
- Magrib itu sudah hari Jumat.
- Iya.
- Oleh karena itu menentukan awal Idul
- Fitri, awal Ramadan, begitu juga awal
- Idul Adha
- kembali kepada standar tersebut. Tapi
- kalau tahun matahari ini berdasarkan
- putaran bumi mengitari matahari
- matahari. Iya.
- Revolusi bumi
- perhitungannya. Iya. Revolusi bumi.
- Perhitungannya pun apa? Perhitungannya
- pun perkiraan. Oleh karena itu tidak
- bersifat stabil.
- Ada 28 hari 29
- 30
- 30
- 31.
- 31.
- Tapi kalau bulan dia berkisar di hanya
- 29 dan 30
- berdasarkan
- evolusi bulan yang mengitari bumi kita
- dan ditandai dengan cahaya matahari yang
- dipantulkan
- oleh bulan yang dipantulkan oleh bu
- oleh bulan
- bulan. Oleh karena itu lebih akurat
- lebih tepat dan kita harus tahu apa-apa
- yang berhubungan agama kita tidak
- dikaitkan dengan bulan masehi.
- Hm.
- Contoh apabila seorang katakan beridah,
- berid
- beridah.
- Beridah dia beridah
- sedangkan dia
- tidak lagi datang bulan. Tidak lagi
- datang, Bu.
- Iya.
- Atau datang bulannya tidak menentu
- hingga tidak dapat dijadikan sebagai
- barometer. Maka dia berindah selama
- 3 bulan. Selama 3 bu
- 3 bulan.
- 3 bulan.
- bukan 3 bulan masehi, tapi 3 bulan
- hijri.
- Jadi seandainya katakan dia menceraikan,
- menceraikan katakan istrinya di
- pertengahan bulan, berarti kan dengan
- berakhirnya bulan tersebut dihitung 1
- bulan.
- Hm.
- Masuk bulan yang kedua berakhir dihitung
- du bu
- 2 bulan. Masuk bulan yang ketiga. Begitu
- berakhir bulan tersebut masuk bulan
- baru, maka berakhirlah indahnya.
- Dan ini penting sekali. Kenapa?
- Karena selagi suaminya ingin rujuk
- istrinya,
- sedangkan dia berada pada waktu idah,
- tidak perlu menikah lagi.
- He.
- Tidak perlu meni
- menikah lagi.
- Kemudian seandainya suaminya wafat atau
- istrinya wafat dalam waktu idah, hak
- warisnya tidak putus.
- Hak waris tidak pu dan ditentukan masa
- idahnya itu selama 3 bulan qamari. 3
- bulan
- kemari atau tiga kali katakan haid dan
- suci. Eh tiga kali suci dan haid. Tiga
- kali suci dan
- haid.
- Baid. Atau bagi wanita yang hamil dengan
- melahirkan anaknya. Wanita yang
- meninggal dunia 4 bulan 10 hari. 4 bulan
- 10 hari tidak mengikuti ya tidak
- mengikuti rotasi bulan bulan masehi tapi
- bulan apa?
- Hijriah.
- Bulan hijriah. Nah, kira-kira ada enggak
- perbedaan antara keduanya?
- Iya.
- Katakan umpamanya dia
- sudah hampir mendekati berakhirnya masa
- iddah dalam hitungan
- qamari
- bulan.
- Dalam hitungan masehi belum.
- Begitu berakhir dalam hitungan bulan
- ee hijri.
- He.
- Walaupun masih belum berakhir, idahnya
- sudah selesai. Dia bebas, dia bisa
- menikah. Dan seandainya salah satu
- meninggal dunia sudah tidak ada hak
- waris lagi.
- H.
- Begitu juga ibadah haji dikaitkan dengan
- bulan hijri. Yasalunakail ahliya mawaqit
- linasi wal haj. Jadi ketentuan haji
- kapan ditentukan tanggal 9 wukuf di
- Arafah kapan juga yauman nahar itu
- berdasarkan bulan hij
- hijriah. Jadi yang berhubungan dengan
- agama kita ya semua ketentuan waktunya
- kembali kepada apa? Kepada bulan dan
- tahun hijri. Begitu juga menentukan
- bulan-bulan suci baik itu Rajab,
- Zulka'dah, Zulhijah, dan Muharram semua
- berkaitan dengan ketentuan bulan
- tersebut. Ini yang menentukan bukan
- Saudi Arabia.
- H
- bukan Mesir, bukan sahabat, bukan juga
- Nabi, tapi
- Allah. Tapi para sahabat menentukan
- hijrahnya Nabi ini sebagai awal tahun.
- Awal ta
- awal tahun
- tahun. Tapi ketentuan dan perjalanan
- bulannya semua ditentukan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Ini yang menjadi
- rujukan bagi kita semuanya.
- Baik, Ustaz. Selanjutnya ini ada
- pertanyaan dari Asma di Jakarta Selatan.
- Ustaz,
- sebagian masyarakat ada yang kurang
- beruntung.
- Heeh. tidak mendapat pendidikan umum
- ataupun agama sehingga tidak mampu
- membedakan yang baik ataupun yang buruk
- sehingga hanya ikut-ikutan.
- Celakanya jika temannya mabuk harus ikut
- mabuk. Jika tidak ia merasa tidak modern
- dan sebagainya. Sedih sekali. Termasuk
- juga mengenai tasyabuh perayaan-perayaan
- yang itu tidak sejalan dengan syariat
- Islam. Ustaz demikian dari Asma.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Saudari Asma atau Ibu Asma saya enggak
- tahu ya.
- Jadi kalau bicara mengenai umat sekarang
- ini, tanggung jawab terbesar itu pada
- ulama berkaitan dengan edukasi
- dalam pemerintahan kepada pemerintah.
- Dan ulama memberikan edukasi bukan hanya
- kepada rakyat tapi kepada para pemimpin.
- He.
- Oleh karena itu, kehidupan ulama harus
- betul-betul bersifat independen.
- Tidak boleh bergantung kepada sumbangan
- dari pemerintah.
- tidak boleh bergantung juga kepada
- oligarki. Akhirnya lidahnya lidah
- oligarki atau lidah pejabat.
- Tidak boleh juga bergantung atau
- menggantungkan hidupnya kepada rakyat.
- Akhirnya di saat menyampaikan narasinya
- menyesuaikan kesenangan, keridaan
- masing-masing.
- Tapi betul-betul harus punya lembaga
- keuangan independen
- sehingga dia bisa menyampaikan amanat
- dengan apa? Dengan baik. Tapi tradisi
- budaya di Indonesia ini betul-betul
- tradisi budaya yang amat merusak.
- Di mana para ulama yang tadinya pada
- saat belajar ingin berdakwah dengan
- ikhlas dan tulus, tapi begitu mulai
- tampil di tengah masyarakat kemudian
- mendapatkan angpau,
- ya. Kemudian juga terjadi perbedaan
- angpau. Dia punya angka. Kalau di masjid
- katakan sekian, kalau di kantor-kantor
- sekian, kalau di tengah-tengah
- pemerintahan sekian, di tengah-tengah
- oligarki sekian. Akhirnya apa? Akhirnya
- mereka memilih
- majelis mereka yang amunya paling besar.
- Lama-kelamaan akhirnya apa? Pikiran
- mereka bukan untuk menyampaikan amanat
- Allah, tapi menyampaikan apa yang
- menyenangkan audiens.
- Seandainya mengitik pun dengan humor.
- Hm. meritik pun dengan hu humor.
- Akhirnya yang ditangkap bukan
- kritikannya, tapi humornya yang
- menyenangkan.
- Seperti katakan mengitik kepolisian atau
- mengitik katakan pemerintahan diselingi
- dengan humor. Bahkan polisi kalau perlu
- mengundang mereka untuk menyampaikan
- narasi tertawa bersama-sama untuk apa?
- Melonggarkan ketegangan mereka. Tapi
- apakah mereka belajar?
- Diingatkan kepada Allah. Nabi di saat
- menyampaikan ceramahnya serius.
- Karena kehidupan ini bukan main-main.
- Afahasibtum anama khalaqnakum abata
- waakumina la turjaun. Apa kalian
- beranggapan bahwa kehidupan kalian ini
- apa? Kami ciptakan main-main dan kalian
- tidak akan dikembalikan pada Allah.
- Kalau serius nanti enggak diundang lagi,
- Ustaz.
- Itulah penceramah yang tujuannya
- menyampaikan edukasi kepada umat hanya
- akan disambut
- oleh orang-orang yang hatinya mau
- menerima kebenaran.
- Tugas ulama menyampaikan,
- Iya. baik di kalangan mereka yang tidak
- mengenal pendidikan agama ya
- kan banyak sekali banyak luar biasa
- dibandingkan mereka yang hadir di
- majelis-majelis
- he
- di masjid-masjid
- atau dalam pendidikan agama di
- tengah-tengah lingkungan keluarganya
- yang lebih banyak yang tidak mengenal
- agama akhirnya mereka ikut-ikutan Natal
- bersama bermabuk-mabukan, bernyanyi
- Natal ya
- begitu juga tahun baru bersama kemudian
- mengadakan acara ulang tahun bersama
- dengan
- mengkonsumsi melakukan apa-apa yang
- diharamkan Allah Subhanahu wa taala. Ini
- kan perbuatan yang salah. Maka tugas
- ulama itu bukan apa mendukung sana,
- mendukung sini atau menjadi alat
- kampanye bagi kekuatan tapi memberikan
- nasihat dan peringatan. Sebagaimana misi
- Rasul w arsalnaka illa rahmatan lil
- alamin. Ulama harus menjadi rahmat.
- Begitu juga. Inna arsalnaka syahidan wa
- mubasyir. Kami mengutus engkau sebagai
- apa? saksi
- bahwa
- Rasul telah menyampaikan pesan Allah dan
- juga pembawa kabar gembira dan juga
- pemberi peringatan.
- Nah, tradisi kebiasaan
- ulama-ulama menerima angkau dari majelis
- ke majelis sampai ada yang mengatakan
- amplop yang diterima oleh orang tua saya
- yang tahun kemarin saja masih banyak
- yang belum dibuka.
- Ini bukan bicara bohong.
- amplop yang Abah terima peringatan
- Maulid tahun kemarin sampai sekarang
- sebagian belum dibuka.
- Sedangkan rakyat hidup dalam
- penderitaan, dalam kesusahan. Apakah
- bukan ini masuk dalam firman Allah
- yaknihaba wal fidah wunfiqu fillah?
- Menimbun emas, perak, dan tidak
- menginfakkannya di jalan Allah.
- Dan mereka memakan harta manusia dengan
- cara yang batil.
- Ya ayyuhalladzina amanu inir minal
- ahbahban
- amwalan batilillah.
- Banyak dari rabi-rabi Yahudi,
- pendeta-pendeta Nasrani sekarang
- [berdehem] ulama-ulama dan kiai-kiai
- yang memakan harta manusia dengan cara
- yang batil. Dan mereka bukan mengajak
- manusia kepada Allah malah memalingkan
- manusia dari jalan Allah Subhanahu wa
- taala. Karena apa? Yang mereka sampaikan
- bukan pesan Allah. H
- yang mereka sampaikan fitnah mengaruh
- domba di antara sama umat Islam.
- Menyembuhkan umat dengan hal-hal yang
- tidak berhubungan dengan agama mereka.
- Sedangkan hal-hal yang penting yang
- prinsip dalam agama mereka abaikan.
- [mendengus]
- Nah, alangkah indahnya kalau ulama itu
- punya lembaga keuangan, artinya para
- jemah yang mampu, yang ingin berinfak di
- jalan Allah ditampung apa? Oleh lembaga
- keuangan tersebut. Kemudian lembaga
- keuangan ini yang memberikan apa? Yang
- memberikan nafkah buat para dai yang
- berdakwah. Kita saksikan organisasi
- Katolik mereka tuh bisa memberikan
- nafkah ya untuk para dai. Mereka masuk
- ke hutan, masuk ke daerah
- pedalaman-pedalaman hingga mereka tidak
- berpikir lagi soal menerima uang. Malah
- datang bisa membawa uang.
- Kalau kita datang minta uang.
- Iya. Bahkan di tengah-tengah masyarakat
- miskin yang enggak punya apa-apa yang
- masukkan ke dalam tromos Rp1.000,
- Rp2.000,
- apa tega kita menerima dari mereka?
- Sedangkan kita datang dengan mobil
- mewah.
- Datang dengan mobil mewah. Waktu pulang
- menerima apa? Di samping angpau juga
- nampan yang berisikan makanan,
- buah-buahan.
- Dari mana kita terima? Dari masyarakat
- awam yang tidak punya apa-apa.
- Kalau seandainya dari kantor-kantor,
- dari kalangan oligarki ya mungkin bisa
- diterima dianggap bahwa ini merupakan
- infak mereka dengan syarat mereka tidak
- apa tidak menyampaikan hal-hal yang
- menyenangkan mereka tapi menyampaikan
- pesan Allah. Tapi begitu kita menerima,
- berat buat kita untuk bersuara.
- Seperti seekor anjing, dia hanya tunduk
- pada yang memberikan makan.
- Kalau disuruh menggonggong menggigit
- walaupun yang digonggong digigit tu
- merupakan orang yang baik, si anjing
- tidak peduli. Yang penting dia akan
- mentaati yang memberi makan dia. Masa
- kita rela menjadi anjing
- yang mengikuti perintah yang membayar
- kita. Akhirnya mulai fitnah sana, fitnah
- sini, membenarkan sana, membenarkan
- sini, akhirnya masuk dalam perangkap
- setan. Seperti kasus jangan jauh-jauh
- kasus tambang ini yang diberikan kepada
- organisasi Islam.
- yang tadinya fokus untuk dakwah.
- Akhirnya begitu masuk pertambangan
- terjadi fitnah di antara mereka.
- Uang ini termasuk fitnah yang amat
- besar. Nah, termasuk juga kalau kita
- berangkat ke Singapura. Singapura
- termasuk masyarakat Islamnya masyaallah
- baik-baik. Tujuan niatnya juga baik.
- Kita kalau habis ceramah di Singapura,
- hal yang tidak menyenangkan itu para
- jemaah ya pada saat berjabat tangan, ada
- yang ngasih 10, 20, 100 dolar. Ini kan
- enggak nyaman kita salaman, masukin uang
- ke kantong, salaman. Enak enggak begitu
- caranya?
- Ya
- kan enggak menyenangkan.
- Iya.
- Akhirnya membuat hubungan antara kita
- sama jemah itu. Jamaah menerima apa yang
- kita sampaikan ya kemudian kita terima
- uang dari mereka.
- Transaksi ya.
- Transaksi kanya
- lama-kelamaan
- kita akhirnya mulai terbiasa dengan hal
- tersebut. Nah, saya termasuk yang paling
- risik kalau masuk ke satu majelis ya
- lalu orang mulai apa pada saat jabat
- tangan berikan bukan kita enggak
- menghormati dia.
- Cuma maksudnya apa? Cara ini sebetulnya
- membuat suasana menjadi risih. Nah,
- seharusnya ustaz yang mampu, yang punya
- usaha, yang punya apa, mereka yang
- datang bawa uang untuk memberikan
- bantuan. Bukan justru mereka yang
- menerima dengan hati legowo. Bahkan ada
- kejadian Kang Rizal dia terima uang
- ketika naik lif dibuka uangnya. Dia
- bilang, "Masa segini
- kamu kalau panggil pelawak sulap kau
- berikan sekian puluh juta. Sedangkan
- kamu berikan ulama yang berdakwah
- mengajak kamu berikan bimbingan kepada
- kamu. Kau berikan hanya Rp500.000 atau R
- juta."
- Allahu Akbar.
- Dan sekarang ulama-ulama sebagi mereka
- ada apa asistennya.
- Hm.
- Asisten manajernya yang mengatur jadwal,
- mengatur juga bayarannya dan lain
- sebagainya. Walaupun dia enggak
- berhubungan langsung, tapi apa ada
- aturan seperti itu. Kita bertanya,
- "Apakah ini sesuai dengan sunah Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam?" Saya pernah tegur
- sebagiannya, mereka mengatakan,
- "Memangnya ustaz bukan manusia enggak
- butuh makan?" Saya bilang kalau hanya
- untuk makan, untuk minum yang pantas,
- enggak perlu cara semacam ini.
- Belajar coba dari organisasi Katolik
- bagaimana mereka betul-betul sejahtera
- tapi tidak berhubungan dengan apa?
- Dengan tempat mereka mengajar. Ada
- lembaga yang memberikan dukungan
- keuangan buat mereka. Itu yang harusnya
- kita inginkan.
- [berdehem]
- Kita berharap juga katakan dakwah rasil
- seperti itu. Kru-kruunya juga mereka
- sejahtera tapi tanpa harus menjual
- marwah mereka, kehormatan mereka, mereka
- bisa menyampaikan dengan penuh apa?
- Dengan penuh betul-betul amanat menjaga
- amanat Allah dengan sebaik-baik. Nah,
- ini kalau ulamanya tidak independen
- maka dengan sendirinya mereka mirip
- seperti yang digambarkan Allah dalam
- suratul A'raf.
- Akhir kita mirip dengan anjing
- yang perannya hanya menjaga rumah
- atau berburu.
- Dia yang berburu tapi keuntungan untuk
- siapa? Untuk tuannya.
- Tuannya
- atau anjing yang bermain di sirkus.
- Yang jelas ya mereka hanya menjadi alat.
- Pejabat ingin kampanye panggil ulama.
- Pejabat juga ingin mengadakan syukuran,
- panggil ulama. Jadi ini tidak mungkin
- sama sekali akan mampu untuk
- menyampaikan amanat Allah dengan
- sebaik-baik. Nah, saya harapkan para
- ulama, para ustaz jangan tersinggung
- dengan apa yang saya sampaikan. Saya
- berharap betul-betul ini menjadi
- peringatan sebelum datang hari hisab di
- kemudian hari kita akan berhadapan
- dengan pertanyaan yang besar dan kita
- harus dalam menyampaikan dakwah kita
- dengan niat ikhlas mengharapkan rida
- Allah bukan untuk tujuan dunia atau
- bertujuan menyerang satu kaum atau
- membela kaum yang lain tapi semata-mata
- kita sampaikan untuk Allah ud'u ila
- sabiliika bil hikmati wal maidatil
- hasanah. Jadi kepada saudari asma atau
- ibu asma
- memang kita merasakan betul-betul kiai
- ulama termasuk saya ini belum
- menjalankan amanat Allah dengan
- sebaik-baiknya untuk memberikan edukasi
- kepada umat. Nah, alhamdulillah dengan
- media radio silaturahmi ya, begitu juga
- media Islam yang lain, begitu juga ya
- kita bisa memasukkan dakwah kita melalui
- YouTube ini sebetulnya membantu kita.
- Bukan kita memanfaatkan media ini untuk
- tujuan yang tidak benar, tapi mari kita
- sebarkan kebaikan. Mengajak umat untuk
- kembali kepada Allah dengan kemampuan
- potensi yang Allah berikan kepada kita.
- Nah, kita harapkan mudah-mudahan di masa
- akan datang umat Islam [berdehem] tidak
- lagi bersama-sama merayakan tahun baru.
- Ya, kalau ingin melakukan muhasabah,
- muhasabah bukan setiap tahun,
- tapi mereka lakukan setiap hari, setiap
- waktu agar mereka betul-betul senantiasa
- dalam keridaan Allah Subhanahu wa taala.
- Mudah-mudahan Allah membantu kita agar
- kita dapat menjalankan amanat Allah
- sebelum Allah Subhanahu wa taala
- menjemput kita dan meminta
- pertanggungjawaban kita di hari kemudian
- nanti. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Terakhir mungkin satu lagi,
- Ustaz. Ya, Mas ada waktu dari Pak Samsul
- di Cibinong. Ee, Ustaz, kalender hijriah
- ee dimulai pada masa Khalifah Umar bin
- Khattab. Pertanyaannya, kalender apa
- yang dipakai oleh masyarakat muslim
- sebelum itu, Ustaz? Misalnya, bukankah
- dalam Al-Qur'an dikatakan oleh Allah,
- "Berpuasalah pada bulan Ramadan."
- Ayat itu diturunkan pada masa Nabi
- Muhammad, jauh sebelum masa Khalifah
- Umar bin Khattab. Demikian, Ustaz,
- berkaitan dengan nama-nama bulan, nama
- itu sudah ada.
- Jadi kata Ramadan dinamakan karena
- suasana panas terik ya pada saat
- tersebut ya
- sudah ada sebetulnya.
- Dan bulan Muharram pun sudah ada.
- orang-orang pada masyarakat jahiliah ya
- mereka telah apa? Telah betul-betul
- menjaga kesucian bulan haram hingga
- perang langsung mereka hentikan bila
- datang bulan Rajab ya atau bulan
- Muharram atau bulan Zulkaidah atau bulan
- Zulhijah. Mereka juga melaksanakan haji
- kan.
- Hmm. Iya.
- Betul gak?
- Iya.
- Cuma awal tahunnya saja yang disepakati
- dimulai dengan hijrahnya Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Sedangkan nama-nama bulannya sudah apa?
- Sudah ada sebelumnya.
- Sudah ada sebelumnya.
- Baik, Ustaz. Ee selanjutnya masih ada
- waktu, Ustaz?
- Boleh satu lagi.
- Ee ini dari e siapa tidak menyebutkan
- namanya, Ustaz? Mana yang lebih utama ee
- dalam muhasabah ini? Ee pertama meratapi
- dosa-dosa masa lalu atau fokus
- merencanakan ketaatan di masa depan?
- Bagaimana menyeimbangkan keduanya?
- Kemudian dalam Islam juga dosa dosa
- terhadap manusia itu tidak diampuni
- sebelum manusia itu memaafkan. bagaimana
- cara muhasabah yang efektif untuk
- dosa-dosa ee sosial ya antar sesama yang
- korbannya sudah tidak bisa kita temui
- lagi, Ustaz. Demikian dari hamba Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Apa yang kita lakukan memang tidak
- mungkin kita tarik kembali.
- berat ya. Kalau sudah melakukan sesuatu,
- mengucapkan sesuatu
- seperti kuda yang sudah melompat, enggak
- mungkin dia akan tarik kembali.
- Tapi kesempatan bertobat terbuka.
- Apabila dosa antara kita dengan Allah
- Subhanahu wa taala, kita banyak-banyak
- bertauat, arti kembali pada Allah,
- beristigfar, mohon ampun.
- kita bisa lakukan pada saat kita salat
- sambil menangis pada saat sujud setelah
- salat ya begitu juga sambil berjalan,
- sambil kita beraktivitas, sambil kita
- memohon ampun kepada Allah dalam waktu
- yang sama kita menyusul dosa keburukan
- kita dengan kebaikan. Sebagaimana sabda
- Rasul, "Ittaqillah haitu ma kun."
- Bertakwalah kamu kepada Allah ya di mana
- pun kamu berada. Waiatal
- hasanah. Susul keburukan kamu dengan
- kebaikan.
- Waliqinas buluqin hasan. Dan gauli
- manusia dengan akhlak yang baik. Jadi
- kalau kita dulu berbuat buruk, kita
- bertobat kembali kepada Allah, susul
- keburukan kita dengan amal saleh. Dengan
- amal-amal
- saleh.
- Kalau berkaitan antara kita dengan
- manusia, apalagi dosa para pejabat nih
- mengerikan sekali. Betul-betul. Saya
- pernah sekali waktu menghadiri majelis
- di Mabes Polri.
- Kebetulan ee yang hadir yang berdiam itu
- banyak pejabat-pejabat, ada
- bupati-bupati ya, banyaklah yang apa
- yang yang dipenjarakan bersama-sama.
- Setelah saya sampaikan ceramah, saya
- mendapatkan pertanyaan, "Bagaimana,
- Ustaz, dengan harta saya yang saya
- dapatkan saya kumpulkan dengan cara yang
- haram?" Arti dari hasil korupsi.
- Saya bilang, "Kamu harus keluar dari
- harta yang haram tersebut." H
- sebelum kamu menghadap ke hadapan Allah,
- kamu keluar dari harta yang haram. Lalu
- ke mana harta tersebut harus saya
- serahkan? Kalau saya serahkan ke negara
- dimakan oleh pejabat.
- Hm.
- Karena pemerintah belum menyediakan apa?
- Belum menyediakan wadah
- pengembalian harta dari pejabat-pejabat
- yang ingin bertobat. Pernah Prabowo
- kalau enggak salah presiden Prabo
- mengatakan dia akan membuka wadah bagi
- pejabat yang ingin ya mengembalikan
- harta mereka dan tidak dikenakan
- hukuman.
- Kalau yang tidak mengembalikan dengan
- kesadaran mereka yang dijatuhkan
- hukuman.
- Kembalikan. Kalau seandainya tidak ada
- wadah yang bisa menampung pengembalian
- yang akan digunakan untuk kepentingan
- rakyat, maka Anda aja bangun
- lembaga-lembaga ya yang
- manfaatnya kembali kepada masyarakat.
- Mau pendidikan yang free buat masyarakat
- awam atau rumah sakit ya tergantung
- berapa nilainya uang tersebut. He.
- Dirikan lembaga-lembaga ya yang
- manfaatnya dapat dirasakan oleh
- masyarakat bawah
- atau membuat fasilitas umum, Ustaz. Ya.
- Iya. Fasilitas umum. Jadi kalau hal ini
- dilakukan dia mengembalikan kepada
- rakyat. Karena kan kekayaan negara ini
- baik yang di dalam bumi, di luar bumi,
- dalam lautan semua merupakan kekayaan
- milik rakyat yang dikuasakan kepada
- negara untuk mengatur,
- mendistribusikannya.
- Jadi kalau seandainya
- kita tidak merasa aman terhadap pejabat
- negara, kita kembalikan langsung kepada
- rakyat.
- Iya.
- Kalau kita pernah berbuat kesalahan
- kepada seorang, kita mengambil hartanya
- yang bukan hak kita ya, dan lain
- sebagainya, dia meninggal dunia atau
- tidak ketahuan atau kita berhutang belum
- sempat membayar, orang sudah menghilang.
- He.
- Maka kalau bisa kita gunakan harta kita
- untuk bersedekah, berinfak atas nama
- mereka. H
- atas nama mere
- mereka.
- Kalau saatnya ada keluarga mereka, kita
- santuni keluarganya dari uang tersebut.
- Kita niatkan bahwa ini merupakan infak
- mereka di jalan Allah sambil kita mohon
- ampun kepada Allah. Ada doa dari Imam
- Ali Zainal Abidin mengatakan, "Ya Allah,
- antara aku
- dan hamba-hamba-Mu
- banyak kesalahan-kesalahan yang Aku
- lakukan. Sadar maupun tidak sadar.
- Ya Allah, ya. Begitu juga antara
- hamba-hamba-Mu dengan aku juga terdapat
- sangkut paut kesalahan yang mereka
- lakukan. Maka aku bernadar, berniat, ya
- Allah, untuk memaafkan semua dosa-dosa
- kesalahan yang orang lain lakukan
- terhadap diriku dengan harapan ya Engkau
- juga ya Allah menanggung kesalahanku
- terhadap orang lain yang belum aku
- selesaikan agar kami bersama-sama
- selamat di hari kemudian [mendengus]
- nanti. Jadi kalau kita biasa memberikan
- maaf terhadap dosa kesalahan orang lain
- itu juga merupakan jalan yang akan
- membuka pintu rahmat Allah yang akan
- menyelesaikan sangkut paut antara kita
- dengan dengan
- orang.
- Jadi biasakan kita memberikan maaf
- terhadap orang lain yang berbuat zalim,
- berbuat aniaya. Saya juga meningatkan
- orang yang mencaci saya, berbuat aniaya,
- yang menyebarkan fitnah mengenai saya.
- saya ikhlaskan dan saya tidak berharap
- di hari kemudian nanti untuk berhenti ya
- berhenti
- di hadapan pertanggungjawaban mereka.
- Tapi saya berharap juga dengan
- memberikan maaf ini Allah Subhanahu wa
- taala juga ikut turut ya meringankan
- beban saya terhadap orang lain yang
- belum saya selesaikan. Yang paling
- bahagia bagi orang yang beriman kalau
- tidak menyimpan kebencian di hatinya.
- Bukankah nabinya nabiur rahmat yang suka
- memberikan maaf? Berikan maaf. Betapapun
- besarnya kesalahan orang lain,
- ikhlaskan, maafkan.
- Insyaallah dosa kita juga akan diampuni
- oleh Allah. Dan dosa antara kita dengan
- manusia, Allah akan turun tangan
- menggantikannya dengan rahmatnya untuk
- mereka.
- Walika alallahi biiz. Jadi hendaknya
- kita banyak-banyak beristigfar kemudian
- banyak bertobat. Innallaha
- yuhibbutwabinu
- mutahirin. Dan menyusul
- keburukan-keburukan kita dengan
- amalan-amalan saleh yang Allah ridai.
- Dan kita jumpai ada sebagian orang yang
- tadinya terjerat oleh riba,
- tapi mengambil keuntungan dari riba.
- Begitu dia sadar perbuatannya salah, dia
- banyak menginfakkan hartanya sambil
- menangis.
- Mengharap di hari kemudian nanti Allah
- Subhanahu wa taala apa? Tidak meminta
- pertanggungjawabannya atas kesalahan
- yang pernah dilakukan sebelumnya. Dan
- Allah amat mencintai orang yang
- bertobat. Selagi kita di dunia sehat
- afiat, belum datang sakaratul maut,
- mari bersama-sama kita bertobat. Watubu
- ilallahi jamian ayyuhal mukminun
- laallakum tuflihun. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat,
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi hari ini bertepatan dengan
- 12 Rajab 1447 Hijriah juga 1 Januari
- 2026. Pesan pesan dari Ustaz Husin tadi
- muhasabah tidak hanya setahun sekali
- Ustaz ya.
- Iya.
- Tiap hari. Masyaallah. Sebelum tidur
- tadi Ustaz sebelum eh sore ya Ustaz ya.
- Sore apa?
- Sebelum terbenar matahari.
- Sebelum terbenar matahari. Kemudian
- ketika bangun pun mensyukuri kita masih
- diberikan kesempatan hidup, Ustaz. Ya.
- Jadi setiap hari
- juga hidayah untuk menjaga kita dari
- perbuatan-perbuatan yang tidak patut.
- Masyaallah. Baik hormat. Semoga kita
- dapat memetik pelajaran dari yang
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Husin
- Alas di kesempatan ini. Terima kasih
- Wanwat yang sudah menyampaikan
- pertanyaannya. Akhirnya saya Rizal Hak
- dan juga ada yang bertugas di kesempatan
- ini. Kang Ondi dan juga Kang Fahi undur
- diri. Billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.