Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:12 Bismillahirrahmanirrahim. 1:13 Assalamualaikum warahmatullahi 1:14 wabarakatuh. 1:16 Alhamdulillahirobbil alamin. Allahumma 1:19 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 1:22 Dipancarkan dari Jalan Masjid 1:24 Silaturahim nomor 36, Kalimanggis, 1:26 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim untuk 1:30 Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 1:32 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 1:35 Bagaimana kabar Anda di siang hari ini? 1:37 Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan 1:40 selalu dalam lindungan Allah Subhanahu 1:42 wa taala. 1:44 Ikhwan dan akhwat di hari ini kembali 1:46 kita berjumpa dalam program Ruang 1:48 Kesehatan 1:50 edisi Kamis, 15 Jumadil Akhir 1442 1:54 Hijriah. 1:55 Dan juga bertepatan di tanggal 28 1:58 Januari 2021. 2:02 Bersama narasumber kita, 2:04 Pak Fuad Baraja. Telah hadir beliau di 2:07 tengah-tengah kita, ikhwan dan akhwat. 2:08 Assalamualaikum warahmatullahi 2:10 wabarakatuh, Pak Fuad. 2:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:12 wabarakatuh. Sehat, Pak Fuad, ya? 2:13 Alhamdulillah. Dan tema kita yaitu 2:17 tentang kemubaziran dalam merokok. 2:21 Ini sangat-sangat, ya, sangat miris saya 2:23 kalau melihatnya. Karena bagaimanapun 2:25 juga terlalu besar. 2:27 Kalau dihitung dari satu orang per satu 2:29 orang gitu mungkin enggak begitu 2:30 kelihatan, ya. Heeh. 2:32 Tapi kalau perokoknya memang perokok 2:34 berat gitu juga, um, apa, kelihatan 2:36 juga. 2:38 Oke. Kita Baik, Pak Fuad. Ya, terima 2:40 kasih. 2:42 Oke. 2:43 Pemirsa dan pendengar Radio Rasya, jumpa 2:46 kembali kita 2:47 setelah 2:49 sebulan yang lalu kita 2:51 jumpa tapi tidak dalam membahas rokok 2:55 atau masalah rokok. Sekali-sekalinya 2:56 itu, Mas. 2:57 Saya diundang ke Rasya tidak membahas 3:00 rokok, tapi 3:01 membahas hal yang lain, eh, sesuatu yang 3:04 aktivitas selama pandemi di komplek 3:08 perumahan saya. Heeh. Itu kita bahas 3:10 waktu itu panjang lebar sama Mas Krisna 3:12 Purwana. Alhamdulillah 3:15 banyak yang kemudian menghubungi saya 3:18 ingin bermitra dalam bisnis ataupun 3:21 membeli produk-produk yang saya jual. 3:22 Alhamdulillah, terima kasih untuk 3:23 semuanya. 3:24 Baiklah, untuk hari ini 3:27 eh, insya Allah kita kembali ke masalah 3:28 rokok seperti yang selalu saya bahas, 3:31 ya. 3:32 Tema kali ini adalah kemubaziran. 3:34 Kemubaziran yang sangat besar sekali, 3:36 ya. 3:37 Padahal kita tahu di surat Al 3:41 eh, Al-Isra, Allah sudah berfirman bahwa 3:44 wala tubadzir tabdziron, innal 3:47 mubadzirina kanu ikhwanus syayatin. 3:50 Janganlah kau memubazirkan atau mem 3:53 membuang-buang ataupun 3:55 eh, apa, ya, memubazirkan harta, 3:58 menyia-nyiakan harta. 4:00 Sesungguhnya orang-orangmu yang suka 4:01 mubazir itu adalah saudara-saudaranya 4:05 setan. Bukan teman-temannya setan, ya. 4:08 Jadi, orang yang suka mubazir itu 4:09 saudara-saudaranya setan. Ini bukan saya 4:11 yang ngomong, ya. Ini eh, Allah 4:13 Subhanahu wa taala berfirman di salah 4:14 satu ayat di surat Al-Isra. 4:17 Saya lupa ayatnya. 4:18 Baiklah, coba, eh, sebelum kita melebar 4:22 ke mana-mana, saya kasih dua contoh 4:24 nyata. 4:26 Beberapa hari yang lalu 4:27 saya 4:29 sedang naik motor di sekitaran Taman 4:32 Mini. 4:33 Kebetulan saya lihat ada orang jualan 4:35 apa, 4:37 es cendol. Heeh. 4:39 Tiba-tiba saya tertarik pengin beli es 4:40 cendol. 4:42 Saat saya parkir motor, si pedagang ini 4:44 berdiri dari duduknya, dia mau ngambil 4:46 gelas untuk 4:48 men, melayani saya beli apa namanya, es 4:51 cendol ini. 4:53 Tangan, eh, rokok yang ada di tangannya 4:55 karena sudah mau habis dibuang. 4:57 Heeh. 4:58 Kemudian penjualnya Bang bikinin es 5:01 cendol buat saya. 5:03 Saya duduk sambil ngobrol, saya makan es 5:05 cendolnya dia. 5:07 Ngobrol sampai akhirnya 5:09 selesai, saya selesai 5:11 bayar, mau pergi. 5:13 Saya lihat dia sudah ngeluarin rokok 5:14 lagi. 5:16 Artinya apa? Dalam waktu 10 sampai 15 5:18 menit itu dia sudah ngerokok dua batang. 5:22 Itu saya langsung tembak saja. 5:24 Bang, kamu ngerokok satu hari dua 5:26 bungkus, ya? 5:27 Iya, Pak. Kok tahu? 5:30 Bayangkan, dua bungkus, ya. Kita tahu 5:32 banyak yang merokok lebih dari itu, ya. 5:34 Saya tahu banyak, kita tahu. 5:37 Tapi untuk seorang yang berjualan di 5:39 pinggir jalan dengan keterbatasannya, 5:42 tentu saja dia harus membuang uang 5:45 eh, sedikitnya hampir 50 ribu rupiah. 50 5:49 ribu rupiah per hari hanya untuk membeli 5:52 rokok. 5:53 Kenapa saya katakan dibuang? Karena 5:56 ini suatu aktivitas atau pekerjaan yang 5:59 tidak ada manfaatnya sama sekali gitu, 6:01 ya. 6:02 Tidak ada manfaatnya. Kalau Anda mungkin 6:04 suka jajan apa, 6:07 gorengan atau suka makan apa yang lain, 6:10 makan makanan yang mungkin untuk 6:11 sementara orang kurang bagus atau apa, 6:13 tetap saja ada kalorinya di situ. Tetap 6:15 ada, ada gizi yang mungkin minimalis, 6:18 ya. 6:18 Tapi tetap ada manfaatnya. Tapi kalau 6:21 rokok ini sama sekali enggak ada 6:22 manfaatnya. 6:24 Mungkin ada yang ngeyel sedikit 6:25 mengatakan, "Loh, Pak, ada manfaatnya, 6:27 Pak. Saya itu kalau sudah merokok ini 6:29 jadi tenang, Pak. Saya jadi bisa kerja. 6:31 Kalau enggak ngerokok saya enggak bisa 6:32 kerja." dan sebagainya dan sebagainya. 6:35 Itu semua adalah tidak tepat, ya. Jadi, 6:38 Anda merokok itu karena Anda kecanduan, 6:41 titik. Nah, kalau Anda tidak tidak mem, 6:44 memulai merokok, Anda tidak akan pernah 6:46 kecanduan seperti banyak orang di 6:47 sekitar kita yang tidak merokok, ya. 6:49 Mereka tidak membutuhkan rokok. Tapi 6:51 ketika orang sudah memulai merokok, maka 6:53 dia akan eh, karena sudah kecanduan, dia 6:55 akan merokok terus. Ini artinya dia 6:58 harus mengeluarkan uang untuk memenuhi 7:02 adiksinya tadi. Dan ini tidak sedikit. 7:05 Awalnya mungkin satu batang, dua batang, 7:07 tiga batang sampai akhirnya sebungkus. 7:09 Sebungkus bisa sampai dua bungkus. Tiga 7:11 bungkus. Bahkan pasien terparah yang 7:14 pernah saya tangani di klinik terapi 7:15 saya, merokok empat bungkus satu hari. 7:19 Heeh. 7:20 Empat bungkus harga 25 ribu sebungkus 7:22 itu artinya 100 ribu sehari. Artinya 3 7:25 juta rupiah per bulan. Anda bayangkan. 7:29 Untuk satu aktivitas yang sia-sia, dia 7:31 mengeluarkan 3 juta rupiah dalam satu 7:33 bulan. Dan itu banyak. 7:35 Oke, mungkin di sekitar Anda kebanyakan, 7:38 ya, atau satu bungkus. Oke. 7:40 Satu bungkus satu hari itu artinya kalau 7:43 25 ribu sebungkusnya itu sudah 750 7:47 ribu rupiah. Hampir 10 juta setahun. 7:52 Ini betul enggak sih? 7:54 Satu bulan itu 750 rupiah. 7:56 Kalau 10 bulan 7 juta setengah. 7:59 Ya. Tambah 1 juta setengah, 9 juta. 8:03 Sebulan, setahun. 8:05 9 juta ini kalau kita tabung bisa buat 8:08 macam-macam. Heeh. Ya. 8:11 Bisa macam-macam kalau Anda 8:13 pergi 8:15 apa, kita tabung saja dua, dua tahun 8:19 sudah buat pergi umrah bisa itu. Heeh. 8:22 Ya. 8:22 Banyak sekali. Oke, itu eh, 8:25 apa, ya, eh, 8:28 satu cerita 8:30 ilustrasi yang yang baru saya temui 8:32 beberapa hari yang lalu. 8:35 Kemudian 8:36 ada satu 8:38 kejadian yang dialami oleh supir bos 8:41 saya waktu saya masih kerja di kantor. 8:44 Ada bos saya punya supir, saya ingat 8:46 namanya Rahmat. 8:47 Heeh. 8:48 Mudah-mudahan lagi dengar Bang Rahmat 8:49 ini. 8:51 Rahmat ini 8:52 lucunya begini, dia 8:54 eh, 8:56 karena dia enggak punya motor 8:59 karena dia enggak punya motor setiap 9:00 hari dia pergi ke kan, ke rumah bosnya 9:03 ini untuk menjemput bosnya ini setiap 9:05 hari dia pergi ke rumah bosnya ini naik 9:08 angkot. Heeh. 9:09 Untuk sampai di rumah bosnya sebelum jam 9:11 07.00 9:12 dia harus berangkat dari rumahnya jam 9:14 05.00. 9:15 Paling, paling lambat jam 05.00 dia 9:16 sudah harus keluar dari rumah. Rumahnya 9:18 di Pamulang sana. 9:19 Dan dia harus sampai di rumah bosnya itu 9:22 jam, sebelum jam 07.00 karena dia mesti 9:24 ngantar anaknya bosnya sekolah. 9:27 Nah, 9:29 saya bilang, "Mat, 9:30 kenapa kamu enggak naik, beli motor?" 9:32 "Aduh, susah, Pak. Uangnya enggak ada, 9:34 Pak." "Lah, kamu kan ngerokok?" "Iya, 9:35 Pak." "Berhenti saja ngerokok, duitnya 9:37 bisa kamu pakai buat 9:39 apa, kredit motor." 9:41 Akhirnya betul. 9:43 Dia berhenti merokok, mungkin karena 9:45 niatnya pengin punya motor, motivasinya 9:47 sangat kuat, dia beli motor 9:49 beli kredit motor dengan uang yang dia 9:51 sisihkan dari uang jatah rokok itu. 9:54 Dan itu alhamdulillah 9:56 dua tahun lunas. 9:59 Motor jadi punya motor dia. Heeh. 10:02 Dengan dengan motor itu dia hanya perlu 10:04 45 menit untuk sampai ke rumah bosnya. 10:07 Heeh. Artinya kan banyak sekali waktu 10:08 yang bisa di apa? Dihemat. Dia bisa 10:12 lebih kumpul, banyak kumpul waktu untuk 10:14 anak-anaknya dan sebagainya kan. 10:16 Nah, 10:17 ternyata 10:20 2 tahun kemudian 10:22 tergoda lagi untuk merokok. 10:24 Heeh. 10:25 Dia merokok lagi. 10:27 Merokok lagi berapa tahun kemudian dia 10:29 sakit. Karena enggak punya biaya, motor 10:31 tadi dijual buat biaya 10:35 ee pengobatannya. Oh. 10:38 Jadi ini cerita ini ada di buku-buku 10:40 saya, di salah satu buku saya yang 10:42 ee saya tulis ya, ada cerita tentang 10:44 Rahmat ini yang dia supir yang akhirnya 10:47 kredit motor. 10:48 Kemudian dia sukses punya motor. 10:51 Dia merokok lagi, motornya dijual buat 10:53 pengobatan. Nah, ini lah kadang-kadang 10:55 kita enggak enggak mikir untuk sesuatu 10:56 yang panjang ke belakang gitu ya. Karena 10:59 rokok ini kan ee 11:03 candu. 11:04 Ya, kalau udah kecanduan tuh apa dengan 11:06 cara apapun. Bahkan banyak sekali 11:08 cerita-cerita ataupun berita-berita dari 11:11 dari internet yang saya baca, tindak 11:13 kriminal yang dilakukan sekedar untuk 11:16 bisa membeli rokok. 11:17 Rokok. Ya. 11:19 Ini banyak sekali ya. Pencurian apa 11:20 tabung gas. Waktu ditanya loh 11:23 buat rokok. 11:24 Ada yang sampai membunuh 11:28 saudaranya hanya karena dimintain duit 11:29 buat beli rokok enggak dikasih dan 11:30 sebagainya. Ini ini sangat ya 11:33 Iya. disayangkan sekali ya. Artinya 11:35 memang begitu dahsyatnya adiksi rokok 11:37 ini sampai orang sampai tega melakukan 11:39 hal seperti itu gitu. 11:41 Ee kemudian 11:44 oke kita sekarang masuk ke ke 11:46 masalah topiknya ya. 11:49 Candu rokok ini ketika dia sudah orang 11:51 sudah kecanduan dia harus mau enggak mau 11:53 dia harus merokok. 11:55 Karena itu tadi, orang yang sudah 11:57 kecanduan ya aktivitasnya dikontrol sama 11:59 rokok ini. 12:01 Kalau dia enggak merokok katanya saya 12:02 kalau enggak merokok enggak bisa kerja 12:03 Pak. Ada pelukis dia bilang waduh Pak 12:05 saya kalau enggak merokok enggak bisa 12:06 melukis Pak. Saya nulis penulis bilang 12:08 saya kalau enggak merokok enggak bisa 12:09 nulis Pak. Seolah-olah rokok itu sumber 12:12 inspirasi. 12:13 Padahal tidak, itu hanya 12:15 Sesuatu. yang membuat orang bisa lebih 12:17 tenang. Karena memang betul orang yang 12:19 sudah kecanduan kalau tidak merokok dia 12:22 enggak tenang, enggak bisa konsentrasi. 12:24 Heeh. Nah, untuk itu dia harus merokok. 12:27 Kalau enggak merokok enggak enak buat 12:28 dia. Jadi enggak enggak nyaman sehingga 12:30 dia enggak bisa konsentrasi. 12:32 Seolah-olah 12:33 ilham itu enggak datang gitu. 12:36 Itu maksudnya sugesti begitu Pak. Bukan 12:37 bukan. Ini memang candu ya. Jadi gini, 12:39 mungkin ini sekali-kali saya perlu ulang 12:42 lagi karena topik-topik yang lalu untuk 12:44 menjelaskan seberapa kenapa kecanduan 12:45 seperti itu. 12:47 Seperti yang selalu saya katakan orang 12:49 itu merokok karena kecanduan titik. 12:51 Titik. Kecanduan apa? Kecanduan nikotin. 12:53 Nikotin adanya di mana? Di dalam 12:54 tembakau. Jadi dalam rokok ada tembakau. 12:57 Nah, tembakau itu mengandung nikotin. 12:59 Nah, nikotin itu 13:01 ketika rokok itu dibakar dia masuk ke 13:03 dalam paru-paru 13:05 seperti halnya udara yang kita hirup 13:07 untuk bernapas masuk ke dalam paru-paru 13:09 persis sama. Asap rokok tadi juga masuk 13:12 ke dalam paru-paru. Nah, ketika masuk ke 13:15 dalam paru-paru maka diserap ke aliran 13:17 darah. Kita bernapas oksigen masuk ke 13:20 dalam paru-paru kita diserap ke aliran 13:22 darah kemudian dipompa oleh jantung ke 13:25 seluruh tubuh karena seluruh tubuh kita, 13:27 seluruh sel tubuh kita ini membutuhkan 13:29 oksigen. 13:30 Karena itu kita diberi napas 13:32 kita napas 24 jam enggak berhenti ya, di 13:35 dalamnya ada oksigen. Allah menciptakan 13:37 oksigen begitu melimpah di sekitar kita 13:40 supaya kita bisa mendapatkan ee pasokan 13:43 oksigen ini. 13:44 Kemudian oksigen diteruskan ke tubuh 13:46 kita, diteruskan ke sel-sel tubuh kita. 13:49 Nah, 13:50 asap rokok yang masuk ke dalam paru-paru 13:53 yang di dalamnya ada 13:55 ee nikotin dan tar dan karbon monoksida. 13:57 Jadi tiga di dalam rokok itu ada tiga 13:59 komponen utama, nikotin, tar dan karbon 14:03 monoksida. Nikotin itu adalah zat yang 14:05 membuat kecanduan. 14:07 Tar itu ya sampah-sampah racun yang ada 14:09 di dalamnya. Karbon monoksida ini gas 14:11 sisa pembakaran. Karena rokok itu 14:13 dibakar dia menimbulkan gas karbon 14:15 monoksida seperti yang keluar dari 14:17 knalpot mobil. 14:19 Itu adalah gas karbon monoksida. Kenapa? 14:21 Karena di dalam mobil ada mesin mobil, 14:23 di dalam mesin mobil ada pembakaran. 14:25 Nah, karena ada pembakaran maka gas yang 14:27 keluar sisa pembakaran tadi adalah 14:29 karbon monoksida. Jadi ee karbon 14:32 monoksida yang dihasilkan dari 14:34 pembakaran tembakau di dalam rokok ini 14:36 sama dengan yang keluar dari knalpot 14:38 mobil. 14:40 Oke. 14:41 Nah, ketika dia sudah masuk ke tubuh ke 14:43 paru-paru kita diserap ke aliran darah, 14:45 dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh 14:46 maka nikotin ini juga sampai ke otak. 14:49 Karena 14:50 ee otak kita ini adalah satu ee organ 14:53 tubuh yang paling boros sama oksigen. 14:55 Ya. 5 menit saja otak kita tidak dapat 14:58 pasokan oksigen mati 15:02 Saya katakan 5 menit saja otak kita 15:04 tidak dapat masukan oksigen pasokan 15:06 oksigen mati. Manusia enggak bisa 15:08 otaknya 5 menit enggak dapat oksigen. 15:10 Seperti orang tenggelam dalam 15:12 kolam renang atau di kali, di laut. 15:14 Kalau dia tidak 15:16 bernapas selama 5 menit mati dia. 15:19 Karena tidak ada oksigen. Nah, oksigen 15:21 yang ada di dalam karbon monoksida yang 15:23 di dalam ada di dalam asap rokok itu 15:27 mengurangi kadar oksigen di dalam darah. 15:30 Ya. Sudah pasokannya 15:33 berkurang ada zat karbon monoksida di 15:36 situ sehingga mengurangi kadar oksigen 15:39 dalam darah. Nah, 15:41 ketika disuplai dari paru-paru oksigen 15:44 dari luar masuk ke paru-paru diserap ke 15:45 aliran darah sampai ke otak dia membuat 15:49 otak ini melepas 15:52 hormon dopamin. 15:54 Hormon dopamin itu hormon yang membuat 15:56 orang merasa 15:57 senang, bahagia, puas, santai, kenyang, 16:01 tenang, enggak ngantuk itu dopamin. 16:04 Lah, apa kita-kita yang enggak merokok 16:05 ini enggak punya dopamin? Punya. Hanya 16:07 saja dopamin kita tidak dipaksa, tidak 16:10 dipicu, tidak di ee paksa keluar oleh 16:14 nikotin. 16:15 Ya, secara alamiah saja. 16:17 Misalnya kita melakukan aktivitas 16:19 olahraga, main futsal. Ketika kita 16:22 masukkan bola ke dalam gawang kita 16:24 merasa senang sekali 16:25 wah dahsyat rasanya. Itu adalah efek 16:27 dopamin. 16:29 Ya. Secara otomatis dia keluar bersama 16:31 ada pemicunya yaitu hal-hal yang alamiah 16:33 gitu. 16:34 Misalnya mungkin salah satu di antara 16:36 Anda yang mendengarkan ini atau pemirsa 16:38 di Radio Rodja TV 16:40 suka berkebun misalnya ataupun mungkin 16:42 menanam bunga. 16:44 Ketika bunga di kebun Anda itu ber 16:47 keluar bunganya atau ee mulai berbunga 16:50 Anda sangat senang melihat bunga itu 16:52 tadi ya. Misalnya buah Anda menanam buah 16:56 mangga. Pas buah berbuah mangga itu 16:59 pohon mangga itu berbuah Anda pasti 17:00 senang sekali. Nah, semua itu adalah 17:02 dari dopamin yang ada di otak kita. 17:04 Ketika mendapatkan ee mendapati mangga 17:07 kita berbuah waduh kita senang sekali. 17:08 Itu adalah dari dopamin. Nah, orang yang 17:11 merokok dopaminnya dipicu oleh 17:14 nikotin yang ada di dalam asap rokok 17:16 tadi. Jadi ketika si 17:18 si ee karbon monoksida tadi sori, ketika 17:22 nikotin tadi dibawa oleh aliran darah 17:24 sampai ke otak sampai di otak dia memicu 17:26 nempel di reseptor memicu timbulnya 17:28 dopamin. Jadi orang yang saat itu 17:30 merokok dia 17:31 merasakan suatu sensasi ya, merasa 17:33 nyaman, enak, merasa tenang dan 17:36 sebagainya. Itu karena 17:37 Dopamin. Nikotin tadi enggak ada memaksa 17:39 keluarnya dopamin karena dopaminnya 17:41 keluar ya. Nah, 17:43 orang yang tidak merokok dia tidak 17:44 memerlukan nikotin Heeh. untuk supaya 17:46 dopaminnya keluar gitu. Karena secara 17:48 alamiah dia keluar. Nah, 17:50 Nah, kembali ke masalah ini. Karena dia 17:52 harus memasok terus ya kalau orang sudah 17:53 kecanduan dia akan merasakan enggak 17:55 nyaman kalau enggak merokok enggak 17:57 nyaman. Seolah-olah enggak ada apa ya? 17:59 Enggak ada boosternya gitu ya. Jadi 18:01 enggak ada sesuatu yang membuat dia bisa 18:03 kreatif gitu katanya. 18:05 Nah, inilah yang membuat orang itu harus 18:07 merokok ya. 18:09 Jangan dikira ini hanya untuk 18:11 orang-orang yang beraktivitas normal 18:12 sehari-hari ya. Anak kecil pun mungkin 18:15 sering saya katakan bahwa pasien 18:18 pasien paling kecil yang pernah saya 18:20 terapi paling muda maksud saya merokok 18:22 di usia mulai merokok di usia 2 tahun. 18:25 Itu pasien paling kecil 18:27 Ya, banyak itu yang merokok di bawah 5 18:30 tahun itu. 18:31 Di Indonesia ini anak kecil yang merokok 18:33 di bawah usia 5 tahun mulai merokok itu 18:36 ribuan. 18:37 Ya, ya. 18:39 Nah, jadi 18:41 kemudian yang paling kecil yang pernah 18:43 saya tahu bukan bukan yang saya tangani 18:44 ya, tapi yang saya tahu ee Aldi Rizal 18:47 itu ya dari warga Musi Banyuasin, 18:50 Sumatera Selatan itu merokok di usia 11 18:53 bulan. 18:55 Lihat di bibir saya. 18:56 11 bulan sudah mulai merokok. Ada 18:59 orangnya saya pernah ketemu, saya pernah 19:00 bincang langsung sama dia. 19:03 Nah, 19:03 ini ee satu hal yang membuat kita harus 19:07 paham bahwa kalau Anda sudah mulai 19:09 merokok Anda harus merokok terus. 19:12 Jangan dikira berhenti merokok itu mudah 19:13 ya. Jangan ah entar kalau saya sudah 19:15 mulai kerja saya berhenti. Wah, jangan 19:18 jangan. Banyak sekali kasus-kasus 19:20 seperti ini yang saya jumpai dalam 19:22 aktivitas terapi di klinik saya. 19:25 Itu beberapa orang menyatakan Pak suami 19:27 saya itu Pak 19:29 dulu ketika dia mau menikah waktu saya 19:31 bilang berhenti merokok dia bilang ya 19:33 entar kalau sudah nikah saya berhenti. 19:35 Ternyata sudah menikah tambah banyak 19:37 rokoknya. 19:38 Katanya streslah segala macamlah ya. 19:41 Oke, kemudian 19:42 sudah sudah merokok dikasih tahu sama 19:44 istrinya dulu katanya kalau menikah mau 19:46 berhenti merokok. Ya udah entar kalau 19:47 punya anak saya berhenti merokok. Sudah 19:49 punya anak pun tidak berhenti merokok. 19:51 Nah, ini ini karena candu ya, candu 19:53 nikotin ini memang dahsyat sekali. Oke, 19:55 kita kembali ke masalah. Nah, orang yang 19:57 sudah merokok ini dia harus beli. 19:59 Ya. 20:00 Paling murah dia tingwe, tahu tingwe ya? 20:02 Nginting sendiri. Nginting dewe. 20:06 Jadi dia beli tembakaunya sendiri, dia 20:07 beli papirnya, dia linting sendiri. Itu 20:10 itu 20:11 ada orang-orang yang melakukan seperti 20:12 itu, tapi 20:13 sekarang ini sudah enggak banyak ya, 20:15 dengan alasan penghematan. Tapi tetap 20:16 saja duit keluar ya. Iya. Nah, jadi 20:18 sekali lagi 20:20 orang yang sudah merokok dia harus 20:22 merokok terus, karena merokok merokok 20:24 terus dia harus keluar uang terus, yang 20:26 mana uang ini sangat dibutuhkan untuk 20:28 anak-anaknya bisa dibelikan susu ya, 20:31 dibelikan makanan bergizi. Dan ini 20:33 sangat kontradiktif sekali yang kita 20:35 lihat sekarang ini, banyak sekali 20:36 orang-orang yang katanya tidak mampu 20:38 beli susu buat anaknya, tapi rokoknya 20:41 seharga 25.000 sampai 50.000 satu 20:43 harinya ya. 20:45 Tentu saja ini sangat kontraproduktif, 20:47 karena anak-anak ini membutuhkan 20:50 asupan gizi yang baik pada saat mereka 20:52 tumbuh ya. Jadi di usia 20:55 1 sampai 3 tahun, 0 sampai 3 tahun, 20:57 begitu lahir sampai umur 3 tahun, itu 21:00 anak-anak kita membutuhkan susu, 21:01 membutuhkan makanan bergizi untuk sel 21:04 otaknya ini tumbuh. Baik. 21:06 Nah, tapi ketika ketika bapaknya tidak 21:08 memberikan, tidak mampu memberikan gizi 21:10 yang cukup, maka pertumbuhan sel otak 21:12 anak ini terganggu. Akhirnya apa? 21:15 Sampai umur 3 tahun, masa dahsyatnya 21:17 pertumbuhan sel otak ini kita nyebutnya 21:19 golden age, masa keemasan pertumbuhan 21:22 otak satu anak itu terlewati begitu saja 21:24 tanpa otaknya berkembang maksimal. Pak 21:27 Fuad tadi, mohon maaf Pak Fuad saya 21:29 potong. Pak Fuad tadi menyebutkan bahwa 21:31 ada banyak kasus anak-anak di bawah usia 21:34 5 tahun He eh. yang dia sudah merokok. 21:37 Ya. Biasanya kan anak ini dia melihat 21:40 dari orang tuanya. 21:41 Betul, ya itu faktor lingkungan. 21:43 nah namanya anak ini kan dia kan tukang 21:45 kopi ya? 21:45 ya meniru. 21:46 Katanya dia meniru dengan apa yang dia 21:48 lihat atau ditiru. Nah, kasus yang 21:50 seperti ini ini kan berarti dari orang 21:53 tuanya dulu, kemudian ke anaknya. 21:55 Nah, yang seperti ini ada enggak mungkin 21:57 dari orang tuanya yang perokok, tapi 21:59 anaknya tidak merokok? Oh, banyak. Kita 22:01 lihat banyak sekali. Banyak orang-orang 22:03 yang orang orang tuanya perokok, anaknya 22:05 tidak merokok. Banyak juga sebaliknya, 22:07 orang tuanya tidak merokok, anak-anaknya 22:09 jadi perokok. Banyak, ini banyak sekali. 22:11 Cuman yang kita sayangkan adalah 22:14 para orang tua yang merokok ini mereka 22:16 tidak punya ilmunya, tidak punya 22:19 informasi bahwa kalau saya merokok di 22:21 dalam rumah, anak-anak saya akan 22:23 melihat, kemudian pasti akan meniru dan 22:25 sebagainya. Itu enggak punya ilmu itu. 22:27 Betul. Nah, nanti kalau ke anaknya 22:29 ketahuan merokok, dia marah, dia pukul, 22:31 dia marah-marah. Kenapa kamu 22:33 merokok. 22:35 Nah, ini ini ini ya anak-anak memang 22:37 peniru yang ulung ya, tapi kalau meniru 22:39 hal-hal yang baik, misalnya orang tuanya 22:42 tidak buang sampah sembarangan, setiap 22:43 ketemu sesuatu dia buang dimasukkan ke 22:45 tempat sampah dan sebagainya, itu ditiru 22:47 oleh anaknya sangat bagus. Tapi kalau 22:49 yang ditiru pada perilaku merokok, ini 22:51 perilaku adiktif ya, jangan dianggap 22:53 perilaku normal ya, ini tidak normal. 22:56 Karena kalau dia sudah ber kalau dia 22:57 sudah kecanduan ini enggak bisa 22:58 berhenti. Kalau enggak dikasih rokok dia 22:59 nangis, dijebret. Anak itu loh, 23:01 anak-anak yang merokok itu yang yang 23:03 sudah merokok di bawah usia 5 tahun itu, 23:05 karena dia sudah kecanduan. Kalau dia 23:06 enggak dikasih rokok dia nangis, enggak 23:08 berhenti kalau dikasih rokok baru 23:09 berhenti. Berarti tidak bisa, tidak bisa 23:11 berhenti. Berapa persen kemungkinan 23:13 mereka akan 23:13 Sulit sekali, sulit sekali, sulit. Kalau 23:16 maaf ya, dari semua orang yang saya 23:17 terapi saya 23:19 bukan semuanya pasti berhenti ya, karena 23:21 mereka berhenti merokok itu kan dari 23:22 niat ya, niat yang kuat disertai dengan 23:25 motivasi yang kuat. Umumnya anak-anak 23:27 ini mereka tidak tidak mengenal apa itu 23:30 motivasi itu ya. Dia pokoknya meniru 23:32 sesuatu yang ujung-ujungnya membuat dia 23:34 kecanduan. Oke, kita jangan melenceng 23:37 dulu ya, kita kita fokus dulu ke 23:38 pengeluaran ya. Nah, 23:41 pemirsa yang budiman, mungkin 23:45 secara gampang saja 23:48 sedikitnya 1 triliun dibakar oleh orang 23:51 Indonesia selama dalam satu hari. 23:54 Jadi biaya rokok orang Indonesia satu 23:57 hari sedikitnya 1 triliun. Wah, pecah 24:01 bibir saya. 1 triliun itu 24:05 Sedikitnya 24:06 1 triliun buat beli rokok. 24:08 Bayangkan. 24:10 Jadi sampai 1 tahun bisa sampai hampir 24:12 350 triliun, 300 ya ya kalau dikatakan 24:15 satu satu hari 24:17 1 triliun, itu sedikitnya ya, sedikitnya 24:19 itu. Apalagi sekarang harga rokok sudah 24:21 mahal. Ini ini angka 1 triliun ini angka 24:25 10 sampai 5 sampai 10 tahun yang lalu. 24:27 Sekarang bisa lebih dari itu. 24:30 Bisa lebih banyak dari itu ya. 24:32 Nah, 24:33 apakah 24:35 bangsa kita ini sudah begitu kaya ya, 24:37 membuang 1 triliun tiap hari? 24:40 Ya, ini adalah satu kemubaziran yang 24:42 nyata ya. Jadi sekali lagi 24:46 yang ingin saya tekankan bahwa ada 24:47 pertanggungjawaban. 24:50 Ya, ada hadis yang mengatakan tidak 24:52 bergeser kaki seorang anak Adam itu atau 24:55 manusia itu di padang mahsyar nanti 24:58 sampai dia ditanya tentang empat hal. He 25:01 eh. Di antaranya umurnya buat apa dia 25:04 apa dia habiskan ya toh, ilmunya untuk 25:07 apa dia apa gunakan, kemudian salah 25:10 satunya adalah hartanya, kalau hartanya 25:13 ini pertanggungjawabannya dua. 25:15 Dari mana dia dapat dan ke mana dia 25:17 infakkan. Nah, jadi ini 25:19 kalau Anda nanti ujung-ujungnya Anda 25:21 mengatakan bahwa uangnya buat beli 25:22 rokok, ini yang berat sekali 25:25 pertanggungjawabannya ya. 25:26 Jadi sekali lagi saya tekankan bahwa 25:29 rokok itu adalah candu ya. 25:32 Narkoba Pak? Iya narkoba. 25:34 Rokok itu narkoba. 25:36 Loh, kok bisa Pak? Ya bisa. Kalau Anda 25:38 tahu narkoba, narnya itu narkotika, 25:42 konya itu psikotropika, banya itu bahan 25:45 adiktif lainnya. Yang tergolong dalam 25:48 bahan adiktif lainnya dalam banya 25:50 narkoba ini adalah alkohol dan 25:55 nikotin 25:57 ya. He eh. Sekali lagi, narkoba, narnya 26:00 narkotika, konya psikotropika, banya ini 26:02 bahan adiktif lainnya. Yang termasuk 26:04 bahan adiktif lainnya ini alkohol dan 26:06 produk tembakau yang di dalamnya ada 26:09 mengandung nikotin. Jadi nikotin itulah 26:11 yang 26:11 zat adiktif ya. 26:13 Jadi sekali lagi mari kita bentengi diri 26:17 kita, kita bentengi keluarga kita untuk 26:20 Anda yang tidak merokok, jangan pernah 26:23 berpikir untuk mencoba. Nah, ini ya. 26:26 Jangan sampai kita coba-coba bablas. 26:29 Saya katakan kalau sudah coba-coba itu 26:31 bablas. Hampir semua orang yang merokok 26:33 ini karena dia kecanduan dan awalnya 26:35 karena mencoba-coba, apalagi anak-anak 26:37 remaja sekarang. Jangan lupa, pernah 26:39 saya berikan data bahwa laju pertumbuhan 26:42 perokok remaja di Indonesia tercepat di 26:46 dunia saat ini hanya Indonesia, negara 26:49 yang pertumbuhan 26:51 perokok remajanya masih sangat tinggi 26:53 sekali ya. Ini Indonesia luar biasa 26:56 tingginya. Mungkin kalau angkanya saya 26:58 katakan 26:59 dalam waktu 10 tahun terakhir perokok 27:02 remaja kita meningkat 240%. 27:07 Catat itu ya. 27:08 Perokok remaja kita masih tumbuh selama 27:10 dalam 10 tahun 240%. 27:13 Ini bukan main-main ya. Jadi sekali lagi 27:16 satu-satunya negara yang pertumbuhan 27:19 perokok remajanya masih begitu adalah 27:21 Indonesia. 27:23 Jadi sekali lagi yuk kita 27:25 bentengi diri kita, kita sadari bahwa 27:27 apapun yang kita keluarkan setiap hari 27:29 untuk membeli rokok ini ada 27:30 pertanggungjawabannya. Jangan sampai 27:32 kita memubazirkan begitu banyak harta 27:35 hanya untuk membeli rokok yang 27:37 sebetulnya masih kita masih punya begitu 27:39 banyak ya, begitu banyak pengeluaran 27:42 lain selain rokok ini. Berapa banyak 27:44 orang yang katanya enggak mampu bayar 27:45 sekolah anaknya, tapi rokoknya ngebul 27:47 terus. Berapa banyak orang yang katanya 27:49 enggak mampu beli susu buat anak 27:51 bayinya, buat anak balitanya, tapi 27:53 rokoknya 27:54 merek terkenal ya. Jadi ini yang 27:56 harganya mahal tentunya ya. Jadi yuk 27:57 kita sadari, kita yang sudah merokok 28:00 mudah-mudahan termotivasi untuk 28:02 berhenti. Kemudian yang tidak merokok, 28:05 jangan pernah mencoba-coba, karena 28:07 begitu Anda kecanduan sulit sekali 28:09 berhentinya ya. Iya. 28:11 Kita bahas sedikit apa? Monggo silakan. 28:13 Baik. Kita mau jeda dulu. Monggo 28:16 silakan, kalau mau. 28:18 Ada pertanyaan. Ya. Pertanyaan yang 28:20 masuk dari Bapak Aris di Bogor. 28:22 Assalamualaikum warahmatullahi 28:24 wabarakatuh Ustaz. 28:25 Waalaikumsalam. 28:26 Pak Fuad, teman saya itu merokok. Kata 28:29 dia enggak mubazir karena rokoknya itu 28:31 rokok herbal, begitu ya. 28:33 Lalu ulama besar Banjar juga merokok dan 28:36 ngopi. 28:37 Ini bagaimana Pak Fuad? Terima kasih. 28:42 Jadi 28:43 ini 28:45 saya katakan, Pak siapa namanya? Pak 28:47 Aris. Pak Aris, di mana? Di Bogor. Nah, 28:50 Pak Aris 28:51 saya mungkin pernah mengatakan dalam 28:52 salah satu episode ceramah saya ini 28:56 rokok herbal itu adalah 28:58 salah satu penyesatan. 29:01 Ya. 29:02 Penyesatan. 29:03 Kenapa saya katakan rokok herbal itu 29:05 penyesatan? 29:06 Pak, mau rokok herbal, mau rokok yang 29:09 tidak herbal, semua rokok itu herbal. 29:14 Coba Bapak pikirkan, apakah ada rokok 29:16 yang bukan herbal? He eh. Enggak ada 29:18 Pak. 29:19 Semua rokok itu herbal. Apa artinya 29:22 herbal? 29:23 Herb itu artinya tanaman. 29:25 Herbal itu sesuatu yang berasal dari 29:27 tanaman. 29:29 Ya Pak ya. Jadi kalau rokok herbal itu 29:31 rokok pada dasarnya rokok itu memang 29:33 herbal, karena bahannya adalah tembakau. 29:36 Tembakau itu kan tanaman Pak, ya kan? 29:38 Kemudian ada cengkeh di situ, cengkeh 29:40 juga hasil tanaman, bahkan kertasnya 29:42 pun, kertasnya itu dari tanaman tanaman. 29:45 Dibuatnya dari tanaman. Jadi semua rokok 29:48 itu pada dasarnya herbal. 29:51 Ya. Kemudian nanti ada rokok yang 29:52 dikasih mah kayu manis, dikasih apa, 29:55 macam-macam rempah-rempah dan sebagainya 29:57 dikatakan herbal supaya 30:00 eee mengesankan bahwa rokok itu baik, 30:03 rokok itu enggak, Pak. 30:05 Selama rokok itu ada tembakaunya, selama 30:08 rokok itu dibakar, pasti berbahaya. 30:12 Ya. Ya, karena tembakau itu kalau 30:14 dibakar dia menimbulkan gas karbon 30:16 monoksida, ya. Bukan bukan hanya 30:17 tembakau, tapi apapun yang dibakar itu 30:19 menimbulkan gas karbon monoksida. Dan 30:21 itu ketika masuk ke dalam tubuh sangat 30:23 berbahaya karena dia mengurangi kadar 30:24 oksigen yang ada dalam darah kita. 30:27 Kemudian eee 30:29 selama dia isinya tembakau juga, karena 30:31 dia dari tanaman, ketika dibakar, maka 30:34 dia akan menimbulkan eee senyawa kimia 30:37 di dalamnya dan ini sangat berbahaya. 30:41 Apalagi tadi yang kedua? Eee dari orang 30:43 yang sama tadi pertanyaannya di 30:45 eee 30:46 Bapak masih Bapak Aris. Sedangkan eee 30:48 ulama Banjar, 30:50 kemudian mmm ya ulama besar Banjar kan 30:53 juga merokok, Pak. Dan juga ngopi, 30:55 begitu. 30:55 Iya. 30:56 Begini, Pak. Rokok-rokok, kopi-kopi, 30:58 pisahkan. Bahwa eee banyak orang perokok 31:01 yang dia itu peminum kopi, ya itu ya 31:05 karena itu kaitannya kopi itu juga 31:07 candu. Karena rokok itu kopi itu ada 31:08 kafeinnya, ya kan? Jadi, eee 31:11 banyak orang yang merokok tanpa minum 31:13 kopi, ya. Tapi banyak juga orang yang 31:15 merokok dia juga minum kopi. Nah, ini 31:16 akan menjadi dobel karena dua-duanya 31:19 adalah zat adiktif karena ada adiksinya 31:21 karena tapi kopi itu termasuk yang 31:23 adiksinya rendah, ya. 31:25 Nah, jadi kalau ulama besar yang 31:28 merokok, itu bukan jangan ditiru 31:30 merokoknya. Oke, dia ulama, ilmunya 31:33 ambil, kelakuannya enggak usah. 31:35 Rokok-merokok perilaku merokoknya enggak 31:37 usah diambil, jangan ditiru, ya. Jadi, 31:39 sekali lagi eee kalau ada ulama yang 31:42 masih merokok karena dia belum kuat. Eee 31:45 apa 31:46 emosional quotient-nya itu belum kuat, 31:48 ya. Jadi, belum belum mampu mengalahkan 31:50 rokok. Padahal dia itu tahu bahwa 31:53 merokok itu tidak baik. Logikanya di 31:55 bungkus rokok ditulis rokok itu 31:57 menyebabkan kanker dan sebagainya. Kalau 31:59 itu enggak benar, mana mungkin pabriknya 32:01 mau nulis? Iya. Misalnya Kang siapa 32:03 namanya? Agus. Agus ini misalnya punya 32:05 pabrik punya katakanlah usaha eee kue di 32:09 rumah, misalnya, ya kan? 32:10 Terus pemerintah mengharuskan ditulis 32:12 "Kue ini menyebabkan kanker." Ya, enggak 32:14 mungkin dong kita mau, ya kan? Karena 32:16 memang tidak menyebabkan kanker, begitu. 32:18 Tapi ketika rokok itu memang terbukti, 32:21 maka di seluruh dunia rokok itu di 32:24 haruskan ditulis karena memang itu 32:26 terbukti menyebabkan kanker, serangan 32:28 jantung dan sebagainya. Itu terbukti, 32:29 bukan bukan kita yang ngomong, bukan. 32:31 Ya, jadi secara ilmiah terbukti. Jadi 32:34 enggak usah dibantah lagi, enggak usah 32:36 di apa ngeyel, enggak usah didebat, ya. 32:39 Karena memang terbukti. 32:41 Silakan. Bapak mau jeda dulu atau 32:42 gimana? Langsung saja, silakan. Baik. 32:44 Eee pertanyaan dari Bapak Irfan. Iya. 32:46 Assalamualaikum warahmatullahi 32:47 wabarakatuh. 32:48 Waalaikumsalam. 32:49 Pak Fuad, apakah kopi berbahaya seperti 32:52 rokok? 32:53 Ya, tentu saja tidak, Pak Irfan. Ya, 32:56 kopi-kopi, kan tadi saya katakan 32:57 kopi-kopi, rokok-rokok. Yang tentu saja 33:00 kopi ini juga mengandung zat adiktif, 33:02 ya. Memang ada banyak orang yang yang 33:04 dia minum kopi, harus minum kopi, kalau 33:07 enggak minum kopi gemetar. Ya, ada ada. 33:10 Ya. Jadi, kopi itu ada baiknya, sisi 33:13 baiknya itu ada, ya. Eee kemudian dia 33:16 minuman yang cukup baik, ya. Asal tidak 33:17 berlebihan, ya. Minumnya diatur dengan 33:20 dengan porsi yang cukup sehari dalam 33:22 sehari, begitu ya. 33:24 Dan itu kita masih bisa mengendalikan 33:26 kalau kopi itu, ya. Tapi kalau rokok 33:27 tidak. 33:28 Rokok ini semua orang awalnya merokok 33:30 satu batang, lama-lama jadi dua batang, 33:32 lama-lama jadi tiga batang, lama-lama 33:34 jadi sebungkus, lama-lama jadi dua 33:35 bungkus, lama-lama jadi tiga bungkus. 33:37 Rata-rata seperti itu, ya. Jadi, kalau 33:39 kopi 33:41 ya asal kita minumnya secara 33:43 proporsional, ya baik malahan. Ada ada 33:45 penelitian-penelitian yang menunjukkan 33:47 bahwa kopi itu ada sisi baiknya, ada ada 33:49 baiknya dan memang baik. 33:50 berarti tidak ada sisi baiknya sama 33:52 sekali. 33:52 Sama sekali. Saya berani katakan sama 33:53 sekali. Kenapa saya katakan demikian? 33:56 Karena kalau Anda mengatakan bahwa rokok 33:58 itu membuat saya tenang, membuat saya 33:59 bisa bekerja, itu karena Anda kecanduan. 34:02 Oke. 34:03 Ya. Kalau Mas Agus ini enggak merokok, 34:05 bisa melakukan aktivitas apa? Anda bisa 34:06 bekerja, bisa melakukan aktivitas, bisa 34:08 melakukan apa di studio ini tanpa harus 34:10 merokok. 34:11 Karena Anda tidak merokok, karena Anda 34:12 tidak kecanduan, begitu loh. He em. Tapi 34:15 rokok ini sama sekali. Bahkan tidak 34:18 punya tidak ada nilai kalorinya sama 34:20 sekali. Ya. Isinya hanya 34:23 eee racun, sampah-sampah racun yang 34:26 begitu banyak yang 34:28 membuat orang nanti ujung-ujungnya sakit 34:30 dan sebagainya. 34:31 Silakan, lanjut. Lanjut dari Ibu L. 34:34 Assalamualaikum warahmatullahi 34:35 wabarakatuh. 34:35 Waalaikumsalam. 34:36 Pak Fuad dan juga Pak Agus. 34:39 Benar sekali merokok selain merusak 34:41 kesehatan sendiri, 34:42 kesehatan orang lain yang terpapar asap 34:44 rokok juga mubazir. Tapi kenapa masih 34:46 banyak sekali yang terjerat rayuan rokok 34:49 ini, Pak Fuad? Padahal 34:51 saya kena asap rokok sedikit saja 34:52 langsung pusing. 34:53 Iya. Iya. Untung suami saya tidak 34:55 merokok. 34:55 Alhamdulillah, Ibu disyukuri. 34:57 pandemi ini banyak yang dapat hikmahnya 34:59 jadi pada berhenti merokok. 35:00 Alhamdulillah, itu disyukuri sekali, ya. 35:02 Kalau Anda pada masa pandemi ini 35:04 berhenti merokok, Anda harus syukuri 35:06 itu, disyukuri, benar-benar disyukuri, 35:08 ya. Jangan sampai nanti pandeminya lewat 35:10 kita jadi merokok lagi, ya. Itu 35:12 disyukuri sekali. Banyak orang berhenti 35:14 merokok itu karena dia eee sadar bisa 35:17 merusak kesehatan, juga pada saat 35:19 pandemi itu karena banyak sekali. Jadi, 35:21 begini. Ada orang yang ada orang yang 35:23 berhenti merokok mengatakan pada saya, 35:25 "Pak, sekarang saya sudah berhenti 35:26 merokok." Apa dia bilang? "Karena saya 35:28 sekarang WFH." 35:30 Karena saya WFH, work from home, jadi 35:32 saya di rumah, karena saya di rumah, 35:34 harus saya bersama anak-anak di dalam 35:36 rumah, saya enggak mungkin merokok di 35:37 dalam rumah. Nah, itu bagus sekali, ya. 35:39 Jadi, ada hikmahnya pandemi ini, ya. 35:42 Kemudian ada sekali sekali lagi Pak, 35:44 saya ini kan kerja 35:46 jadi tidak bekerja di kantor full, Pak. 35:48 Jadi, gaji saya pun tidak full, katanya 35:50 begitu. Karena gaji saya tidak full, 35:53 maka saya hemat-hemat, Pak. Jadi, kalau 35:55 saya tadinya merokok, sekarang saya 35:56 enggak merokok karena saya ingin 35:57 menghemat uang saya karena uang saya 35:58 terbatas, Pak, begitu, ya. Nah, di situ 36:00 ada hikmahnya, ya. Kita ambil hikmahnya. 36:03 Anda yang sudah berhenti merokok, 36:05 sangat saya anjurkan untuk tidak 36:07 mendekatinya sama sekali. 36:09 Saya katakan, ya. Kalau Anda mencobanya 36:11 sekali lagi, 36:12 habis. 36:13 Bablas. Ya. Saya punya pasien sudah 8 36:17 bulan berhenti merokok hanya karena 36:19 malam itu dia bersama teman-teman pergi 36:21 outbond ke puncak, gara-gara outbond 36:23 teman-temannya pada merokok, dia nyoba 36:25 biar enggak dingin katanya, besoknya dia 36:27 beli rokok lagi. He em. Ya. Jadi, sekali 36:29 lagi untuk Anda yang sudah berhenti 36:30 merokok, dijaga. Ini rahmat dari Allah. 36:33 Anda bisa berhenti merokok itu rahmat 36:34 dari Allah, ya. Jadi, sekali lagi 36:36 pertahankan 36:37 sampai titik darah penghabisan. 36:41 Baik. Lanjut. 36:43 Ada feedback dari dari Pak Aris di 36:45 Bogor. 36:46 Iya. 36:46 Saya sependapat dengan penjelasan dari 36:48 Pak Fuad. Semoga bisa diambil hikmah 36:50 dari tausiah ini. 36:52 Juga mohon maaf tadi saya menyebut nama 36:54 ulama, mohon diralat. Dan alhamdulillah 36:57 keluarga saya, Pak Fuad, tidak ada yang 36:59 merokok. 37:00 Alhamdulillah, ya, Pak. Disyukuri, Pak, 37:01 ya. Sekali lagi, ya, saya katakan. 37:03 Kenapa kalau Anda tidak merokok atau 37:05 coba coba Anda Anda perhatikan nih 37:07 ibu-ibu atau istri-istri, ya. 37:09 Para istri yang suaminya tidak merokok, 37:13 para istri yang suaminya tidak merokok, 37:15 Anda syukuri sama sekali, sangat 37:16 disyukuri. Kenapa saya katakan? Karena 37:19 saat ini tiga, sori, dua dari tiga 37:21 laki-laki itu perokok. 37:23 Bayangkan. 37:24 Dua dari tiga laki-laki dewasa itu 37:26 perokok. 37:28 Ini data, ya. Artinya dari dari eee 37:31 kondisi saat ini 37:33 jumlah statistiknya 37:35 perokok pria, ya, itu sangat tinggi 37:38 sekali. 37:39 Jumlahnya bisa dua dari tiga. Jadi, 37:41 kalau ada 100 juta laki-laki, hampir 37:44 bisa dipastikan 60 jutanya perokok. 37:47 Jadi, eee 37:49 saya sangat 37:51 menyarankan sekali, ya, Anda yang sudah 37:54 tidak merokok ataupun tidak merokok atau 37:55 sudah berhenti merokok, dijaga sama 37:57 sekali supaya sehat terus, ya. Kemudian 38:01 apa, keluarga juga sehat, gizi 38:04 terpenuhi, 38:05 tidak kena asap rokok, tidak terpapar 38:07 asap rokok dan sebagainya. Ini harus 38:08 disyukuri sekali, ya. Karena kalau Anda 38:10 mencobanya lagi, bablas lagi, susah lagi 38:13 berhentinya. 38:15 Ada lagi? Lanjut, Pak. 38:18 Eee dari Ibu Tini. Pak Fuad, 38:20 assalamualaikum. 38:21 Ibu Tini di Jatiasih. Oke, dekat sini, 38:23 ya. Ibu Tini 38:25 Iya. 38:25 masih menyimak, ya, Bu, ya. Silakan, Bu. 38:27 Apakah benar merokok itu bisa membuat 38:29 badan kurus? 38:31 Saya punya teman wanita, dia merokok 38:33 dengan dalih diet. Iya. 38:35 Demikian. Iya. 38:37 Ya Allah, ini memang, ya, kadang-kadang 38:39 orang itu 38:41 Bu, kita pahami dulu, ya. 38:43 Kalau Ibu mengatakan oh rokok itu bisa 38:45 bikin orang kurus, berarti orang itu 38:47 tadinya gemuk begitu, ya. 38:48 Kemudian dia merokok jadi kurus begitu, 38:50 ya. 38:51 Oke, Bu. Eee begini. 38:53 Kita kita pahami dulu. Kenapa orang 38:55 gemuk? Saya gampang selalu mengatakan 38:57 begini. Orang gemuk itu karena 39:00 intake-nya 39:02 lebih banyak daripada 39:04 output-nya. 39:05 Ya, sekali lagi. Intake-nya lebih banyak 39:08 daripada output-nya. Ya, kalau Anda 39:10 makan satu hari 1.500 kalori, 39:13 kerjanya di depan komputer, mana mungkin 39:16 enggak gemuk, begitu loh. 39:18 Ya. Jadi, sekali lagi kalau kita makan, 39:20 ya kan ada orang yang diet. Diet 39:22 beneran, bukan diet dengan merokok. 39:24 Kalau diet dengan merokok itu namanya 39:26 tidak taat pada kenyataan. Namanya 39:28 menciptakan masalah eee apa, mengatasi 39:31 masalah dengan masalah, ya. Jadi, jangan 39:34 janganlah. Jangan menggunakan rokok 39:36 untuk diet ataupun menguruskan badan. 39:38 Ini salah, ya. Karena Anda pada 39:40 sejatinya Anda Anda ingin sehat dengan 39:42 menguruskan badan, tapi Anda akan 39:45 menumpuk begitu banyak zat racun di 39:48 dalam tubuh yang berpotensi 39:50 di masa depan menimbulkan gangguan 39:52 kesehatan yang serius, ya. 39:54 Oke, sekali lagi. Jadi, orang gemuk itu 39:56 karena makannya lebih banyak daripada 39:58 geraknya. Jadi, sekali lagi kalau Anda 40:00 makan tiga kali sehari, katakanlah satu 40:02 kali makan 40:04 400 kalori, plus plus plus pisang 40:07 goreng, pastel, apalagi ya? 40:10 Jadi, 1.500 kalori, ya Anda minimal 40:13 harus mengerjakan mengerjakan aktivitas 40:15 yang bisa membakar segitu banyak kalori 40:17 itu, supaya Anda tetap 40:19 tetap sehat, tetap kurus. Ya, kalau Anda 40:21 makan sebanyak 500 1.500 kalori sehari 40:24 terus Anda kerjanya cuma duduk di depan 40:26 komputer, sulit untuk bisa walaupun Anda 40:29 melakukan aktivitas-aktivitas, ya. 40:31 Minimal kalau Anda memang makannya 40:33 enggak bisa di 40:34 enggak bisa di 40:36 kecilkan porsinya atau 40:38 kalorinya tetap 1.500, ya Anda harus 40:41 olahraga yang kuat, yang yang cukup 40:43 banyak. Jalan kira-kira 10 kilo sehari 40:46 bolak-balik. 40:48 Kemudian melakukan aktivitas fisik yang 40:50 cukup ini. Kalau tapi kalau kalau untuk 40:52 kalau untuk hanya sekedar merokok itu 40:54 enggak bisa. Memang betul, rokok itu 40:57 bisa mengurangi nafsu makan, betul. Saya 40:59 tidak mengatakan salah, betul. 41:02 Tapi jangan salah. Jadi, kalau Anda 41:04 melakukan 41:06 rokok itu ketika di tadi kan saya bilang 41:09 dihisap, dia akan masuk dalam paru-paru. 41:11 Ketika sampai di otak nikotin itu akan 41:13 membuat orang merasa kenyang. Salah 41:15 satunya tadi kenyang saya sebutkan, ya 41:16 kan? Nah, jadi ketika orang ini si orang 41:18 merokok ini, dia tidak merasa lapar 41:21 karena ketika dia merokok dopaminnya 41:22 keluar, dia mengatakan saya kenyang. 41:24 Nah, 41:26 sampai ada orang yang mengatakan, "Pak, 41:28 saya 41:29 saya 41:31 lebih baik tidak makan daripada tidak 41:33 merokok." 41:35 Logis enggak kalau kayak gitu tuh? Sama 41:37 sekali enggak logis. 41:39 Kalau dia enggak makan beneran tiga 41:40 hari, mati. 41:42 Kalau dia enggak kalau dia enggak 41:44 ngerokok tiga hari, sehat. Ya, jadi 41:46 jangan dibolak-baliklah yang kayak 41:47 gini-gini. Betul kalau orang merokok 41:49 bisa membuat dia membuat dia nafsu 41:52 makannya berkurang, tapi itu berpotensi 41:54 membuat Anda terkena penyakit maag. 41:56 Karena makan Anda enggak teratur dan 41:58 sebagainya, ya. Lebih baik sampai 42:00 dibilang lebih baik saya enggak makan 42:01 daripada enggak merokok, itu sudah 42:03 sangat sangat apa ya? Kebablasan, ya. 42:06 Jadi, sekali lagi yuk kita berpikir 42:07 sehat, berpikir cerdas. Kalau mau kalau 42:10 mau Anda kurus, kurangin kurangi porsi 42:12 makannya dan banyakin olahraganya. 42:15 Ya, lanjut. Baik. 42:17 Ada Ibu siapa ini? Oh, Bapak Iskandar. 42:21 Assalamualaikum warahmatullahi 42:23 wabarakatuh. 42:23 Waalaikumsalam. Apa benar pendapat yang 42:26 mengatakan orang yang langsung berhenti 42:28 merokok secara drastis 42:30 bisa berakibat ke penyakit jantung? 42:34 Oke, Pak, maaf. Maaf saya jadi tertawa, 42:36 ya. 42:37 Pak, mohon maaf, ya. Saya 42:39 punya klinik terapi berhenti merokok. 42:42 Semua pasien saya yang berhenti merokok, 42:45 yang sukses berhenti merokok, ya 42:46 berhenti merokok saat itu juga. 42:48 Maksud saya, tidak merokok lagi setelah 42:50 itu, gitu loh. Artinya ya pulang dari 42:52 rumah saya dia enggak merokok lagi 42:53 sampai sekarang. 42:55 Itu artinya apa? Ya, berhenti merokok 42:56 setelah terapi. Enggak ada masalah. 42:59 Justru tambah sehat. Itu ya, biasanya 43:01 kata-kata seperti itu yang ngomong yang 43:03 ngomong itu orang-orang yang putus asa, 43:05 Pak. Dia pengin berhenti merokok tapi 43:06 enggak bisa. Jadi, dia putus asa, dia 43:08 mengatakan kalau berhenti merokok itu 43:09 dengan cara drastis 43:11 bisa sakit jantung. Waduh, dari mana 43:13 itu? 43:14 Justru orang yang berhenti merokok, Pak, 43:17 hampir semua pasien saya yang berhenti 43:18 merokok mengatakan, "Pak, sekarang saya 43:20 jauh lebih sehat, Pak. Pak, saya 43:21 sekarang lari. 43:23 Pak, saya naik tangga enggak masalah. 43:24 Pak, saya sekarang kerja enggak 43:26 ngos-ngosan." Nah, gitu. Jadi, artinya 43:28 jantungnya akan lebih baik karena dia 43:30 akan memompa lebih kuat dan juga karena 43:33 zat-zat nikotin dan tar tadi, 43:36 dia tidak 43:37 tidak mengotori tubuh kita. 43:40 Tapi yang paling bahaya itu kan orang 43:41 terpapar asap rokoknya, Pak Fuad. Iya. 43:44 Ketimbang perokoknya itu sendiri. 43:45 Oh, iya. Artinya gini, jangan jangan 43:47 diartikan secara harfiah, ya. Artinya 43:49 gini, 43:50 perokok pasif lebih berbahaya dari 43:52 perokok aktif, ya. 43:54 Secara secara umum memang betul, tapi 43:56 harus harus di harus dijelaskan lagi, 43:59 ya. 44:01 Kita kita jelaskan gini, 44:03 habis ini kita bahas tentang duit lagi, 44:04 ya. Iya. 44:06 Setelah jeda, ya. 44:08 Jadi, gini, 44:09 perokok aktif 44:10 itu adalah orang yang melakukan 44:13 aktivitas merokok. Iya. Nah, itu namanya 44:15 perokok aktif. 44:18 Perokok pasif adalah orang yang tidak 44:20 merokok, 44:22 tapi menghisap asap rokok orang lain di 44:25 sekitarnya. 44:27 Itu perokok pasif. Jadi, dia tidak 44:29 merokok, tapi asap rokok tetap masuk ke 44:31 dalam tubuhnya karena dia bernapas kan? 44:33 Jadi, orang-orang yang tidak merokok 44:35 tapi berada di sekitar orang yang 44:36 merokok, itu akan sama efeknya. Minimal 44:40 sama, bisa lebih berbahaya. Jadi, bukan 44:42 semuanya pasti lebih berbahaya. Karena 44:44 kalau Anda bekerja misalnya gini, ya. 44:46 Anda masuk ke satu ruangan yang ada 44:48 orang merokok. He em. Saat itu Anda 44:50 menjadi perokok pasif, tapi Anda cuma 44:52 minta tanda tangan terus keluar lagi. 44:54 Ya kan? Itu bukan berarti perokok pasif 44:56 lebih berbahaya. Yang berbahaya itu 44:58 ketika Anda bekerja di satu ruangan yang 45:01 penuh asap rokok selama bertahun-tahun. 45:05 He em. 45:06 Iya dong. Iya iya. Karena misalnya gini, 45:07 Anda kerja di kantor, ya. Kantor Anda 45:10 ternyata masih membebaskan orang 45:12 merokok. 45:13 Ya kan? Orang yang merokok, dia bisa aja 45:15 dia keluar atau dia merokok di situ 45:17 juga. Tapi orang yang tidak merokok ini 45:20 dia kerja terus. Ada orang yang 45:21 perempuan yang kerjanya input data. 45:23 Sepanjang hari dia input data. 45:26 Selama bertahun-tahun. Nah, 45:28 teman-temannya banyak yang merokok. Ini 45:29 yang sangat potensial untuk dikatakan 45:31 yang perokok pasif lebih berbahaya dari 45:32 perokok aktif. Itu yang seperti itu. Ya, 45:34 kalau cuma sekedar Anda lewat dalam satu 45:36 ruangan atau mungkin masuk ke ruang 45:38 keluar lagi, itu tidak dikatakan seperti 45:40 itu, ya. 45:41 He em. Baik, Pak Fuad. Terima kasih 45:43 banyak. Kita jeda dulu, Pak Fuad, ya. 45:44 Oke. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati 45:46 Allah subhanahu wa taala, kami akan jeda 45:48 sejenak. Tetaplah bersama kami masih 45:50 dalam ruang kesehatan bersama Fuad 45:51 Baraja 45:52 edisi tentang kemubaziran dalam merokok. 49:57 Rodja TV 50:23 silaturahim untuk Islam yang satu yang 50:26 dipancarluaskan dari Jalan Masjid 50:28 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 50:31 Bekasi. 50:32 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 50:34 Subhanahu wa Ta'ala, terima kasih 50:36 Anda masih bersama kami menyimak acara 50:39 hari ini Ruang Kesehatan bersama Fuad 50:42 Baraja 50:43 tentang kemubaziran dalam merokok. Oh ya 50:46 sebelum kita melanjutkan ke pertanyaan 50:49 dari beberapa pendengar yang sudah masuk 50:51 baik melalui WA ataupun melalui YouTube 50:53 Rodja TV bagi Anda yang ingin 50:56 menghubungi beliau tentang rokok begitu 50:59 ya Pak Fuad Iya bisa menghubungi beliau 51:01 di 0811 51:04 866 411. Saya ulangi ya, catat 51:09 0811 51:12 866 51:14 411 51:16 Pak Fuad selain Pak Fuad tadi ee 51:20 aktivitas sehari-hari juga melayani 51:22 terapi berhenti merokok bisa dikatakan 51:25 seperti itu. Apa saja aktivitas yang 51:26 lain Pak? 51:28 Ya kita jawab pertanyaan-pertanyaan dulu 51:29 ya, sorry 51:31 masih banyak takutnya kasihan kalau 51:32 enggak 51:32 Berarti dari Abu Abdillah ya? Iya, 51:34 silakan 51:35 dari Pak Abu Abdillah di Pamulang 51:39 Assalamualaikum warahmatullahi 51:40 wabarakatuh 51:41 ee Pak Fuad saya ingin bertanya kenapa 51:44 pemerintah tidak mendisiplinkan 51:46 penjualan rokok karena di lingkungan 51:48 sekolah biasanya selalu ada warung rokok 51:51 di dekatnya Iya, inilah kelemahan salah 51:53 satu kelemahan pemerintah kita dalam 51:55 menanggulangi rokok ini kayaknya 51:56 komitmennya untuk melindungi masyarakat 51:59 dari bahaya rokok ini masih sangat 52:01 masih sangat kecil sekali ya, sangat 52:04 tidak ideal lah 52:06 karena saat ini kita saksikan sendiri di 52:07 percaturan kesehatan dunia 52:11 hampir 100 negara, maaf hampir 200 52:14 negara itu sudah meratifikasi konvensi 52:16 pengendalian rokok 52:18 ya, sayangnya 52:20 pemerintah Indonesia sampai saat ini 52:22 adalah satu-satunya pemerintah yang 52:25 tidak meratifikasi konvensi tersebut di 52:27 Asia Raya semuanya 52:30 hanya hanya Indonesia yang tidak 52:32 meratifikasi konvensi tersebut nah kalau 52:34 Anda perlu kejelasan kenapa pemerintah 52:37 kita tidak meratifikasi konvensi 52:38 tersebut namanya FCTC ya Framework 52:41 Convention on Tobacco Control Anda 52:43 tanyakan ke Pak Presiden karena yang 52:45 bisa meratifikasi itu Presiden ya 52:47 jadi tanyakan Pak Jokowi kenapa kok kita 52:49 belum ratifikasi FCTC untuk melindungi 52:51 anak-anak dari bahaya rokok begitu ya 52:52 tapi yang jelas 52:55 sepertinya masih 52:56 masih 52:57 gamang pemerintah kita masih gamang 52:59 untuk menanggulangi rokok secara serius 53:02 ya masih gamang mungkin masih 53:03 mendambakan 53:05 cukainya 53:07 cukainya memang besar ya cukai 53:10 pendapatan pemerintah dari cukainya 53:11 rokok ini memang besar ya 53:13 mau tahu berapa? 53:15 mau tahu? 53:15 hampir berapa ratus triliun begitu 53:17 katakan sebutkan saja angkanya 53:19 300 triliun enggak enggak kalau triliun 53:22 dia sekitar 170 triliun besar 53:25 besar tapi kalau kita hitung 53:28 kerugian yang ditimbulkan oleh rokok ini 53:30 tiga kali lipatnya 53:33 ya jadi 53:34 bisa sampai 500 triliun biaya berobatnya 53:37 orang yang kena kanker, kena stroke, 53:39 kena jantung 53:40 nah itu kalau ditanggulangi BPJS bisa 53:43 jebol BPJS itu ya 53:45 jadi sekali lagi ee memang saat ini 53:48 dengan sangat menyesal saya katakan 53:50 Indonesia negara dengan 53:52 penanggulangan rokok terburuk di dunia 53:54 ya begitu saja 53:55 ya nah tadi kalau Pak pertanyaannya tadi 53:57 kenapa dibilang masih belum menertibkan 53:59 itu kaitannya dengan undang-undang, 54:01 dengan aturan-aturan yang sampai 54:03 sekarang memang belum 54:05 diterbitkan yang benar-benar bersifat 54:08 komprehensif nah ini yang yang susahnya 54:10 di situ ya Pak ya jadi kita enggak usah 54:12 ngomong panjang lebar lah ya memang 54:13 pemerintah kita belum serius ngurusin 54:15 rokok ini ya kita tunggu saja lah 54:19 Pak Fuad terima kasih ada komentar pula 54:21 dari Pak Uban di mana di YouTube Rodja 54:24 TV alhamdulillah saya sudah berhenti 54:26 merokok dari tahun 2017 sampai sekarang 54:30 2017 ya Pak Uban 54:32 Pak Uban namanya iya 54:35 2017 Pak sekarang 2021 hampir 4 tahun 54:38 iya kan kalau tadi saya katakan 1 tahun 54:40 itu biaya rokok orang itu normalnya 54:42 sekitar 54:43 10 juta 9 10 juta ya ya sudah berapa 54:47 puluh juta di save sama Pak Uban ini wah 54:49 selamat ya Pak Uban ya bukan masalah 54:51 selamat ngumpulin duit segitu Pak tapi 54:53 selamat insya Allah Anda sehat terus 54:55 tanpa rokok dan kalaupun mati bukan 54:57 kesengajaan 54:59 jadi kalau orang masih merokok itu 55:00 berarti dia sengaja memerosokkan dirinya 55:02 ke dalam penyakit karena dia sudah tahu 55:05 dia tahu bahwa rokok itu menyebabkan 55:06 kanker menyebabkan serangan jantung dan 55:09 sebagainya ya 55:11 saya punya saya punya satu ee cerita 55:13 tentang tentang ini 55:15 jadi ini ini cerita teman saya tentang 55:18 seorang ulama di Jogja 55:21 ini ada di cerita ini di buku saya ada 55:24 ada orang seorang ulama yang dia merokok 55:26 puluhan tahun 55:27 selama merokok dia enggak pernah 55:28 berpikir apapun untuk yang pokoknya dia 55:30 merokok ya mungkin karena uangnya ada ya 55:33 kan 55:33 lalu dia 55:35 merokok saja begitu 55:37 sampai satu saat ini Allah memang 55:39 memberikan jalan ya memberikan hidayah 55:42 pada dia untuk berhenti merokok 55:44 tiba-tiba dia terpikir 55:46 bahwa merokok ini satu-satunya aktivitas 55:49 yang enggak pernah diawali dengan baca 55:50 bismillah 55:53 saya sudah tanya ratusan orang enggak 55:54 ada orang yang mau merokok baca 55:56 bismillah 55:56 bismillah terus enggak ada 55:59 iya iya iya enggak ada saya sudah tanya 56:00 banyak orang tiap pasien saya pasti saya 56:02 tanya 56:03 nah 56:04 mungkin kalau buat kita-kita ini ya yang 56:06 ilmunya sekelas kita ini ya mungkin ya 56:09 bismillah bismillah ya wes lah iya kan 56:11 tapi tidak untuk seorang ustad yang 56:13 seperti yang saya ceritakan ini beliau 56:15 ini mikir dipikir kenapa ya saya makan 56:18 baca bismillah saya minum baca bismillah 56:21 saya melakukan aktivitas diawali dengan 56:23 bismillah kenapa rokok kok enggak pernah 56:27 padahal uang yang dipakai buat beli 56:29 rokok itu sama dengan uang yang dipakai 56:32 buat beli makanan minuman itu iya tapi 56:34 ketika makan baca bismillah minum baca 56:36 bismillah merokok enggak pernah baca 56:37 bismillah 56:39 nah jadi dipikirin sampai akhirnya 56:42 sampai kepada satu kesimpulan bahwa 56:43 merokok ini amalan setan 56:47 semua amalan setan enggak mungkin 56:49 diawali dengan baca bismillah maksud 56:50 saya amalan setan itu amalan yang 56:51 dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala 56:53 misalnya 56:55 ketika orang itu 56:56 makan minum baca bismillah saat dia 56:58 minum khamar enggak mungkin dia baca 57:00 bismillah 57:02 betul enggak? 57:04 ada enggak orang mau minum khamar baca 57:06 bismillah minum bir baca bismillah 57:08 enggak ada enggak ada ya jadi jadi dia 57:10 berpatokan dia berkesimpulan 57:13 beliau ini berkesimpulan bahwa ini 57:14 amalan setan 57:16 amalan yang tidak dibacain bismillah itu 57:18 amalan setan kesimpulan beliau begitu 57:19 akhirnya subhanallah detik itu juga dia 57:21 tidak merokok lagi dan itu subhanallah 57:23 menjadi sangat kuat motivasinya itu kuat 57:26 sekali 57:27 jadi kan saya bilang tadi berhenti 57:28 merokok itu perlu dua hal niat dan 57:29 motivasi kalau niatnya saja kencang tapi 57:31 enggak ada motivasinya 57:33 ya banyak sekali contoh motivasi jadi 57:35 sekali lagi ini 57:37 saya selipkan satu cerita ini silakan 57:40 dari Ibu Siti Rahmah Pak Fuad 57:42 Assalamualaikum 57:44 bagi para perokok itu kalau dikasih tahu 57:45 suka ada saja jawabannya 57:48 benar Pak 57:50 sebetulnya itu 57:52 apalagi dikatakan cuma itu saja itu saja 57:54 betul sebetulnya ya ee 57:58 orang kalau sudah dikasih tahu itu 57:59 banyak sekali 58:00 apa namanya istilahnya ngeyel begitu 58:02 ngeyelnya itu kuat sekali atau mungkin 58:04 banyak banyak banyak apa istilahnya 58:07 jawabannya itu macam-macam begitu ya iya 58:09 ada yang bilang begini kalau merokok 58:11 sakitnya paru-paru kalau enggak merokok 58:12 sakitnya rupa-rupa katanya 58:15 ya jadi kadang-kadang orang yang putus 58:17 asa kalau saya bilang ini karena putus 58:19 asa karena dia ingin berhenti merokok 58:20 tapi enggak bisa karena dia bilang ya 58:23 seperti tadi Pak 58:24 kalau berhenti merokok tiba-tiba itu 58:26 bisa bikin jantung itu biasanya 58:27 orang-orang yang dia karena dia ingin 58:29 berhenti merokok tapi enggak bisa-bisa 58:31 dia bikin alasan-alasan yang aneh-aneh 58:33 begitu ya jadi Bu memang betul Bu 58:35 orang-orang itu memang sebetulnya sih 58:37 karena dia putus asa saya kira begitu 58:39 dan kalau kita 58:41 kenal kita doakan ya 58:45 kita doakan orang yang merokok siapapun 58:48 kita doakan tapi jangan ketahuan dia 58:50 artinya kita doakan sendiri 58:52 kita doakan doa yang dipanjatkan untuk 58:54 orang lain tanpa diketahui oleh orang 58:56 tersebut itu diamini oleh malaikat 58:59 ya jadi silakan kalau Anda punya saudara 59:02 atau kerabat yang merokok doakan 59:04 doakan dia berhenti merokok ya Allah 59:06 misalnya jauhkan 59:08 si Pak siapa ini fulan ini dari rokok 59:12 jadikan dia berhenti merokok gimana 59:15 apapun saja tapi kita doakan kita doakan 59:17 untuk orang lain tanpa diketahui oleh 59:18 orangnya insya Allah dikabulkan 59:21 ada lagi Pak Fuad dari hamba Allah di 59:25 Jakarta Assalamualaikum warahmatullahi 59:27 wabarakatuh 59:28 Waalaikumsalam ee Pak Fuad mengenai 59:30 caranya 59:32 untuk berhenti 59:34 untuk 59:35 Oh iya. 59:36 Anak saya merokok. Beberapa bulan yang 59:38 lalu anak saya pernah sesak nafas. 59:41 Kata dokter disuruh berhenti merokok, 59:43 tapi saat ini masih saja merokok. Ini 59:45 bagaimana Pak Fuad? Itu dahsyat. 59:47 Ya, itu dahsyatnya. Orang sudah sampai 59:49 sesak nafas pun disuruh berhenti merokok 59:51 masih enggak bisa. Ini dahsyatnya rokok. 59:52 Jadi sekali lagi ini harus jadi harus 59:54 jadi pertimbangan kita, harus jadi harus 59:57 jadi apa ya, eh dorongan kita untuk ber 1:00:00 tahan tidak merokok atau untuk berhenti 1:00:01 merokok ya. 1:00:03 Maaf ya Bu ya, karena memang rokok itu 1:00:05 memang begitu kuat eh apa adiksi nya 1:00:07 itu, kecanduannya itu kuat sekali. 1:00:09 Bahkan ya 1:00:11 dikatakan dalam satu bungkus rokok di 1:00:13 Kanada yang dikatakan di sana studies 1:00:15 have shown that tobacco can be harder to 1:00:17 quit than heroin or cocaine. 1:00:19 Beberapa penelitian telah membuktikan 1:00:21 bahwa berhenti merokok itu lebih sulit 1:00:22 daripada berhenti dari heroin atau 1:00:24 kokain, dari narkoba maksud saya. 1:00:27 Itu itu terjadi. Minimal 1:00:30 minimal 18 17 apa 18 orang pasien saya 1:00:33 mengatakan, "Pak saya dulu pengguna 1:00:35 narkoba Pak, tapi saya berhenti dari 1:00:37 semua itu tanpa terapi tanpa apa, tapi 1:00:39 rokok saya enggak bisa Pak. Itulah saya 1:00:40 datang ke sini." katanya. Ehm. 1:00:42 Nah jadi Bu ya, tapi itu kita enggak 1:00:44 putus asa, ditambah dengan doa anaknya 1:00:47 ya. Doakan doa orang tua kepada anak itu 1:00:50 sangat mujarab menurut saya misalkan 1:00:52 apa mustajab maksud saya kok mujarab. 1:00:55 Jadi mustajab insya Allah di dibukakan 1:00:57 pintu apa kemudahan oleh Allah untuk 1:01:00 berhenti merokok. Nah 1:01:01 eh kaitan dengan apa namanya 1:01:05 orang yang 1:01:07 apa tadi saya katakan banyak sekali 1:01:08 orang-orang yang narkoba itu dia bisa 1:01:10 berhenti tapi rokok enggak bisa itu 1:01:12 banyak. Ya jadi sekali lagi lebih susah 1:01:14 berhenti merokok. Jadi jangan tapi 1:01:16 jangan terus pakai narkoba saja jangan 1:01:17 pakai rokok ya. 1:01:19 Ya arti itu itu salah satu contoh betapa 1:01:21 dahsyatnya canduan rokok itu. Saya punya 1:01:23 pasien 1:01:24 eh saya enggak sebutkan namanya umur 1:01:26 usia 38 tahun perempuan. 1:01:29 Usianya 38 tahun datang ke klinik saya, 1:01:31 "Pak saya mau terapi berhenti merokok." 1:01:33 Saya selalu tanya satu pertanyaan wajib 1:01:35 yang saya tanyakan adalah apa motivasi 1:01:37 Anda berhenti merokok? 1:01:40 Dia bilang 1:01:42 "Saya sudah kena kanker payudara Pak." 1:01:45 Allahu Akbar. "Tapi sampai sekarang saya 1:01:47 belum bisa berhenti merokok." 1:01:48 Astagfirullah. 1:01:50 Itu dengan jelas dia katakan itu. 1:01:52 Alhamdulillah karena dia motivasinya 1:01:54 sangat kuat, alhamdulillah. Saya ini 1:01:56 sudah kejadian sudah 4 tahun yang lalu 1:01:58 dan beberapa kali saya telepon 1:02:00 alhamdulillah beliau masih hidup, masih 1:02:01 ada berarti kan Allah melindungi ya. 1:02:03 Iya. Dia berhenti merokok dengan wasilah 1:02:05 dia berhenti merokok itu ya. Dan satu 1:02:08 pertanyaan lagi Pak Iya silakan. 1:02:10 Dari Pak Hakim di Setu. Eh Pak Fuad 1:02:13 kenapa orang perokok itu mudah sekali 1:02:15 tersinggung apalagi kalau sudah bahas 1:02:17 masalah rokok. Itu Pak. Aduh saya juga 1:02:21 heran Pak terus terang Pak. Kalau saya 1:02:23 lebih kembali ke tadi itu ya itu amalan 1:02:24 setan itu Pak. Jadi setannya yang enggak 1:02:26 senang sebenarnya kita ngomong masalah 1:02:27 rokok ini Pak. 1:02:29 Jadi eh 1:02:31 Saya punya cerita juga di buku-buku saya 1:02:32 itu cerita-cerita kayak gitu tuh banyak 1:02:34 sekali Pak di buku-buku saya. 1:02:36 Pernah sekali saya naik naik motor. 1:02:39 Saya naik motor 1:02:41 begitu apa 1:02:43 ada orang tiba-tiba naik motor yang 1:02:46 yang saya enggak sebutin mereknya ya 1:02:48 yang suaranya kayak geledek gitu. 1:02:51 Dia ngebut sekali tapi yang anehnya 1:02:54 orang itu enggak pakai helm. 1:02:57 Berani ngebut segitu ngebutnya tapi 1:02:58 enggak pakai helm gitu loh. 1:03:00 Pas kebetulan di eh 1:03:02 lampu merah Pasar Rebo yang di bawah 1:03:04 jembatan flyover itu 1:03:06 saya nyusul karena dia berhenti karena 1:03:08 lampu merah kan 1:03:09 saya jejerin di sebelahnya gini, saya 1:03:11 tanya, "Mas 1:03:12 hobi ngebut ya?" Saya ngomongnya asik 1:03:13 saja gitu. 1:03:15 "Hobi ngebut ya?" "Iya Pak." katanya 1:03:16 gitu. 1:03:18 "Kalau hobi ngebut pakailah helm." Ehm. 1:03:22 Saya enggak bilang jangan ngebut itu 1:03:23 karena hobi mau diapain lagi ya kan. 1:03:25 Kalau sampean hobi ngebut pakai helm. 1:03:29 Karena semua orang yang kecelakaan 1:03:31 kepalanya pecah itu enggak pernah 1:03:33 menyangka bahwa dia akan kecelakaan. 1:03:35 Ehm. Ya, tapi kalau pakai helm insya 1:03:38 Allah masih ada lah redamnya gitu ya. 1:03:41 Jadi kalau sampean pakai helm nah kalau 1:03:43 hobi ngebut pakailah helm. "Oh iya Pak 1:03:45 makasih Pak." Coba kamu perhatikan ini. 1:03:48 "Oh iya Pak makasih Pak atas 1:03:49 nasehatnya." Eh jalan lagi begitu 1:03:51 lampunya hijau jalan lagi ngebut lagi. 1:03:55 Coba bandingkan dengan cerita ini. Saya 1:03:56 lagi pagi-pagi jalan di di pinggir jalan 1:03:58 tol 1:03:59 di dekat rumah saya 1:04:01 jalan kaki ya maksudnya olahraga 1:04:03 tiba-tiba di depan dari depan dari arah 1:04:05 depan tuh ada 4 anak muda yang mungkin 1:04:07 habis begadang apa gimana 1:04:09 dia itu jalan berlawanan dengan saya. 1:04:11 Saya saya ke arah barat dia ke arah 1:04:14 timur. 1:04:15 Empat-empatnya megang rokok 1:04:17 dan saya kenal maksudnya anak-anak 1:04:19 sekitar rumah saya gitu. 1:04:21 Ketika saya tanya, "Eh 1:04:23 kalian merokok nih?" 1:04:25 Dia diam dia. 1:04:26 Saya baru mau ngomong gini 1:04:28 "Kalau nanti kalian pengen berhenti 1:04:30 merokok datanglah ke tempat saya, saya 1:04:33 terapi gratis buat kalian karena teman 1:04:36 orang-orang dekat sekitar saya gitu. 1:04:37 Saya kasih bantuan gitu." 1:04:39 Apa dia bilang? 1:04:40 "Uh 1:04:41 Pak 1:04:42 ini duit-duit saya sendiri Pak. 1:04:45 Bapak saya saja enggak ngelarang saya 1:04:46 ngerokok Pak. Ngapain sih ngurusin orang 1:04:48 lain?" 1:04:50 Subhanallah. Betul Pak jadi orang yang 1:04:52 merokok itu 1:04:54 lebih mudah Kalau bicara masalah yang 1:04:56 lain enggak enggak ini tapi begitu 1:04:57 singgung masalah rokok marah dia. 1:05:00 Setannya yang marah itu sebetulnya ya. 1:05:01 Jadi sebetulnya eh 1:05:04 setan yang mengajak dia merokok dan dia 1:05:06 enggak suka setan itu enggak suka orang 1:05:08 itu berhenti merokok supaya nanti dia 1:05:10 sama-sama dia di neraka gitu 1:05:12 bareng-bareng. 1:05:14 Ehm. 1:05:15 Ini ada pertanyaan lagi Mas Fuad. 1:05:16 lanjut. Dari Umi Latifah. 1:05:18 Assalamualaikum Pak Fuad, saya mau 1:05:20 bertanya bagaimana cara meyakinkan untuk 1:05:22 bisa berhenti dagang rokok. Nah bukan 1:05:26 berhenti rokok nih Mas 1:05:27 Iya iya iya iya iya iya iya. 1:05:29 Enggak apa-apa ya. Ya jadi gini 1:05:32 eh 1:05:33 kalau mau lebih lengkap lagi silakan 1:05:35 buka di Google ya 1:05:37 dengan kata kunci 1:05:40 eh haram 1:05:42 dagang rokok ataupun berjualan rokok itu 1:05:45 banyak sekali ustaz-ustaz yang membahas 1:05:47 secara gamblang bahwa kalau sesuatu itu 1:05:50 dihukumi haram maka apapun yang datang 1:05:52 dari situ adalah haram. 1:05:53 Jadi misalnya 1:05:55 Anda 1:05:56 punya usaha menyewakan mobil 1:06:00 nah kalau mobil Anda dipakai untuk 1:06:02 ngangkut babi ke peternakan dari 1:06:04 peternakan ke tempat penyembelihan maka 1:06:06 uangnya haram. 1:06:07 Ehm. 1:06:08 Ya. 1:06:08 Jadi kalau orang misalnya dia meyakini 1:06:10 bahwa rokok itu haram maka apapun yang 1:06:13 dilakukan dalam berkaitan dengan rokok 1:06:15 itu haram dan uang yang dihasilkan 1:06:16 adalah uang yang haram. Itu banyak 1:06:18 sekali bukan hanya satu dua tapi banyak 1:06:20 sekali pembahasan bahwa eh merokok 1:06:23 ataupun berjualan rokok itu hukumnya 1:06:26 haram. Jadi apapun yang dihasilkan dari 1:06:28 situ adalah haram. Dan silakan dibuka di 1:06:31 Google banyak sekali tulisan-tulisan 1:06:33 yang menyatakan secara jelas bahwa eh 1:06:36 berjualan rokok itu adalah 1:06:39 hukumnya haram dan apapun yang 1:06:40 dihasilkan pasti haram ya. Untuk lebih 1:06:43 jelas silakan mungkin tanya di 1:06:45 ustaz-ustaz yang lain ya. Karena kalau 1:06:47 saya bahas rokok nanti nah rokok itu 1:06:48 haram suka bias Bu. Orang menganggapnya 1:06:50 oh ini Pak Fuad kan memang aktivis anti 1:06:52 rokok gitu loh. 1:06:53 Jadi kalau apa-apa haram haram tapi 1:06:55 kalau kita kalau mas ini ini masalahnya 1:06:57 gini Mas ada satu hal yang saya ingat 1:06:58 sekarang 1:06:59 masalahnya masyarakat Indonesia tuh 1:07:01 belum eh mau sori eh ulama-ulama di 1:07:04 Indonesia belum sepakat sepenuhnya bahwa 1:07:06 rokok itu haram gitu. 1:07:08 Tapi kalau dikatakan persentasenya 1:07:12 83% 1:07:14 ulama mengatakan rokok itu haram. 1:07:16 Ehm. 1:07:17 83% Jadi yang 17% mengatakan rokok itu 1:07:21 makruh. Enggak ada rokoknya sunah, mubah 1:07:24 itu enggak ada ya. Jadi yang 17% 1:07:26 mengatakan rokok itu makruh. Makruh itu 1:07:28 artinya dibenci. Dibenci oleh siapa? 1:07:30 Dibenci oleh Allah. 1:07:32 Jadi sekali lagi 1:07:34 83% ulama ya menyatakan rokok itu haram 1:07:37 mutlak, yang 17% mengatakan makruh. Nah 1:07:40 jadi kita mau mau ngikutin yang mana 1:07:41 nih? Iya. Dari semua pasien yang yang 1:07:44 datang ke klinik Pak Fuad hampir 1:07:45 semuanya bisa berhenti merokok total. 1:07:48 Enggak enggak hampir semuanya ya yang 1:07:49 yang 1:07:50 kalau saya berani mengatakan 60% itu 1:07:53 sangat tinggi sekali. Iya. 60% berhenti 1:07:55 merokok itu tinggi sekali. Ehm. 1:07:58 Baik. Jadi bagi Anda ikhwan dan akhwat 1:08:00 yang mungkin ingin mencoba untuk 1:08:01 berhenti merokok begitu ya. Bukan 1:08:03 mencoba. Punya niat untuk 1:08:04 Punya niat untuk berhenti merokok mohon 1:08:06 maaf Pak Fuad. Jadi gini bisa hubungi 1:08:08 Pak Fuad di sini ya. Iya. Saya sebutin 1:08:10 nomornya boleh ya. 1:08:11 Di 0811 1:08:14 866411. 1:08:16 Sekali lagi dicatat nomor Pak Fuad 1:08:18 ikhwan dan akhwat di 0811 1:08:22 866411. 1:08:26 Ya. 1:08:26 Eh saya jelaskan tentang klinik Iya. ya. 1:08:29 Pertama 1:08:30 klinik ini adalah 1:08:33 klinik terapi berhenti merokok. Dan ini 1:08:35 adalah diawali dari keinginan pasien. 1:08:39 Bukan seperti Anda misalnya datang ke 1:08:41 dokter 1:08:42 pergi ke dokter gigi 1:08:44 saat sakit gigi atau pergi ke dokter 1:08:46 umum saat pilek, flu dan sebagainya ya. 1:08:49 Berhenti merokok ini harus didasari 1:08:51 dengan keinginan. 1:08:54 Jadi kalau dia orangnya dasarnya belum 1:08:56 punya keinginan jangan dipaksa. Ehm. Bu 1:09:00 kalau Ibu punya suami perokok Ibu paksa 1:09:03 datang ke tempat saya untuk diterapi 1:09:05 hampir pasti enggak akan berhasil Bu. 1:09:07 Enggak nemu ya. Karena dia sendiri dalam 1:09:10 hatinya enggak pengen berhenti. Iya. Ya 1:09:12 tapi ketika orang itu punya keinginan 1:09:13 berhenti merokok nanti saya tambahkan 1:09:15 motivasinya. Jadi kan tadi saya bilang 1:09:17 kan kembali lagi ke saya katakan tadi 1:09:19 bahwa berhenti merokok itu perlu dua hal 1:09:21 niat dan motivasi. 1:09:24 Ehm. Kalau dia punya niat tapi enggak 1:09:26 punya motivasi juga sulit. Nah, tapi 1:09:28 memotivasi bisa ditumbuhkan. Iya. Ya, 1:09:30 jadi semua pasien ketika datang tidak 1:09:33 langsung diterapi. Mmm. 1:09:35 Nah, kalau mau tahu terapinya gimana itu 1:09:36 lihat di YouTube, ya. Buka YouTube ketik 1:09:39 nama saya Fuad Baraja gitu, ya. Fuad 1:09:41 Baraja di kolom pencarian di YouTube di 1:09:43 atas. Fuad Baraja. Nanti banyak sekali 1:09:47 pasien apa terapi-terapi atau 1:09:49 video-video terapi yang diposting, yang 1:09:52 di-upload oleh pasien-pasien saya. Jadi, 1:09:54 saya satu pun saya enggak pernah 1:09:55 nge-upload video di situ. 1:09:57 Karena sudah banyak yang nge-upload. Itu 1:09:59 dari pasien-pasien saya sendiri, ya. 1:10:00 Jadi, saya enggak saya enggak pernah 1:10:01 nge-upload apa-apa. Anda bisa 1:10:03 bisa lihat cara terapinya ditotok-totok 1:10:06 begini. Iya. Cuma ditotok-totok begini, 1:10:08 ya. Di sekitar mata, di sekitar mata, 1:10:11 ya. Kemudian di sekitar dada dan 1:10:13 sebagainya. Kalau saya lihat sendiri Pak 1:10:15 Fuad waktu itu, ya. Iya, waktu ada acara 1:10:17 di sana. 1:10:18 pasien Pak Fuad, kebetulan dia wanita. 1:10:20 Ketika ditotok, awalnya dia memang 1:10:23 suka sekali merokok, tapi setelah 1:10:24 ditotok dia enggak merokok lagi jadi 1:10:26 pahit, langsung dibuang rokoknya. Oh, 1:10:27 begitu, ya. Jadi, sebetulnya begini, 1:10:28 terapi ini basic ilmunya itu akupuntur, 1:10:30 ya. Memang kalau saya bilang 1:10:32 "Terapi ini pakai metode apa, Pak?" 1:10:34 "Akupuntur." Mungkin enggak ada orang 1:10:36 datang karena enggak suka ditusuk-tusuk 1:10:37 gitu, ya. Tapi sebetulnya ini bukan 1:10:38 akupuntur murni. Akupuntur yang sudah 1:10:41 dimodifikasi sedemikian rupa sehingga 1:10:43 titik-titik yang harus diterapi itu 1:10:45 bukan 361 seperti akupuntur murni, tapi 1:10:49 hanya 18 titik saja, yaitu di sekitar 1:10:51 mata, dada dan 1:10:52 Iya. 1:10:53 kepala, ya. Nah, 1:10:55 efeknya apa? Efeknya memudahkan 1:10:57 seseorang untuk bertahan tidak merokok. 1:11:01 Ya, kalau Anda bisa bertahan tidak 1:11:03 merokok, enggak usah diterapi. 1:11:06 Coba Anda niatkan nih untuk Anda yang 1:11:07 nonton ini atau Anda yang mendengar saat 1:11:09 ini Anda masih merokok. 1:11:11 Bisa enggak Anda bertahan dari hari ini 1:11:13 sampai besok sore sampai hari gini 24 1:11:15 jam saja? 1:11:16 Kalau Anda bisa bertahan 24 jam tidak 1:11:18 merokok, Anda sudah berhenti merokok 1:11:20 pada dasarnya. Coba kata ingat kata-kata 1:11:23 saya. 1:11:24 Mulai hari sekarang ini, Anda tinggalkan 1:11:26 rokok, ya. 1:11:28 Jangan merokok sampai besok sore. 1:11:30 Ya, kalau Anda bisa sampai besok sore 1:11:32 tidak merokok, Anda akan rasakan dua 1:11:34 satu hari berikutnya tidak merokok lebih 1:11:36 nyaman lagi di badan Anda. Kalau sampai 1:11:39 7 hari Anda tidak merokok, Anda sudah 1:11:41 menang sebetulnya, ya. Tapi orang 1:11:42 dikatakan berhenti sama sekali tidak 1:11:44 merokok itu ketika dia sudah bertahan 1 1:11:45 bulan. Karena 1 bulan tidak merokok, 1:11:47 maka pengaruh nikotin di otak itu sudah 1:11:49 hilang. 1:11:51 Yang hilang pengaruh nikotinnya, ya. 1:11:53 Nah, nikotinnya sendiri masih ada di 1:11:55 paru-paru sampai kita berhenti. Ketika 1:11:56 kita berhenti merokok sama sekali, maka 1:11:58 tubuh kita akan memperbaiki. Tubuh kita 1:12:00 akan membersihkan sisa-sisa kotoran 1:12:02 nikotin itu dari paru-paru kita yang 1:12:04 suatu saat insya Allah akan kembali 1:12:05 bersih gitu. 1:12:07 Tapi kalau Anda tetap merokok, ya enggak 1:12:08 akan bersih sampai kapan pun gitu, ya. 1:12:10 Jadi, sekali lagi terapi ini dan 1:12:12 terapi-terapi berhenti merokok yang lain 1:12:13 itu pada dasarnya memudahkan seseorang 1:12:16 untuk bisa bertahan tidak merokok. 1:12:18 Jadi, kalau orang bisa bertahan enggak 1:12:19 merokok, dia bisa berhenti. 1:12:22 Baik, Pak Fuad. Terima kasih banyak. 1:12:24 Mungkin eh kita sudah dibatasi oleh 1:12:26 waktu. 1:12:27 Iya, mau enggak mau. 1:12:29 Mungkin ada sedikit kesimpulan yang Pak 1:12:31 Fuad bisa sampaikan. 1:12:31 Eh, tadi yang menjawab pertanyaan kamu 1:12:33 tadi aktivitas saya selain eh enggak 1:12:35 apa-apa, ya. Oh, iya. Masih 5 menit. 1:12:37 Jadi, gini, aktivitas saya sehari-hari 1:12:39 memang di masalah rokok. Jadi, saya saya 1:12:41 melakukan di luar sebelum pandemi, ya. 1:12:43 Saya juga eh 1:12:45 sebagai pembicara di seminar-seminar 1:12:47 masalah rokok, penyuluhan ke 1:12:49 sekolah-sekolah, menulis buku, 1:12:51 mengedukasi masyarakat. Jadi, di 1:12:53 organisasi saya Komnas Pengendalian 1:12:55 Tembakau, saya anggota bidang pendidikan 1:12:58 dan pemberdayaan masyarakat. Mmm. Jadi, 1:13:00 artinya sehari-hari saya adalah 1:13:02 mengedukasi masyarakat tentang bahaya 1:13:03 merokok. 1:13:05 Di luar itu, saya ada yang waktu itu 1:13:08 diundang ke sini masalah bisnis seharian 1:13:10 masa saat pandemi, saya dagang atau 1:13:13 memproduksi chicken nugget 1:13:16 eh yang saya bikin sendiri tanpa micin, 1:13:18 tanpa pengawet, ya. Dan juga ada madu 1:13:21 asli dari Yaman yang diimpor langsung 1:13:24 oleh keluarga saya sendiri. 1:13:25 Mmm. Bukan sudah beli dari orang untuk 1:13:27 saya jual lagi gitu, ya. Itu saja, 1:13:29 enggak usah panjang-panjang entar 1:13:29 sangkain promosi lagi gitu, ya. Terus 1:13:32 kemudian kesimpulannya begini untuk Anda 1:13:34 yang insya Allah yang tidak merokok, 1:13:37 Anda bertahanlah untuk tidak merokok 1:13:39 sampai 1:13:41 Allah memanggil kita. Jadi, Anda 1:13:42 dipanggil oleh Allah kembali ke hari 1:13:44 baannya tidak dalam keadaan orang sedang 1:13:46 merokok. 1:13:48 Ya, kalau Anda memang merokok, jadikan 1:13:50 kata-kata ini sebagai motivasi untuk 1:13:52 Anda berhenti merokok, ya. Pertama, uang 1:13:55 yang Anda belikan rokok ada 1:13:56 pertanggungjawabannya. 1:13:58 Mungkin itu uang halal yang Anda kerja 1:14:00 dari tetesan keringat Anda, tapi ke mana 1:14:03 uang itu di 1:14:04 belanjakan, itu juga akan ditanya. 1:14:07 Untuk dan untuk apa pertanggungjawaban 1:14:10 harta itu ada dua. Pertanggungjawaban 1:14:12 pertama adalah dari mana dapatnya, 1:14:14 pertanggungjawaban yang kedua ke mana 1:14:16 dibelanjakan. Jadi, kalau Anda 1:14:17 belanjakan untuk beli rokok, berat 1:14:19 sekali pertanggungjawabannya, ya. Itu 1:14:21 mudah-mudahan ini bisa memotivasi Anda. 1:14:24 Selama Anda belum bisa berhenti merokok, 1:14:26 jangan bahayakan orang lain, ya. Kalau 1:14:29 Anda belum berhenti merokok, belum mampu 1:14:31 berhenti merokok, mampukan diri Anda 1:14:33 untuk tidak memerosokkan keluarga Anda, 1:14:35 anak-anak Anda ke dalam penyakit akibat 1:14:37 rokok. Jangan merokok di dalam rumah. 1:14:40 Jangan merokok di dalam rumah, ya. Kalau 1:14:42 Anda merokok di dalam rumah, pada 1:14:44 dasarnya Anda sedang 1:14:46 menjatuhkan mereka ke dalam kebinasaan 1:14:48 karena mereka yang tidak merokok menja 1:14:51 mendapatkan atau terpapar asap rokok 1:14:53 Anda itu juga berpotensi membuat sakit. 1:14:56 Jadi, jangan sampai Anda menyesal di 1:14:57 kemudian hari karena 1:14:59 ketidak 1:15:01 ketidakpahaman Anda, ya. Anda sudah 1:15:03 dikasih tahu, Anda sudah bertanggung 1:15:04 jawab sekarang. Karena Anda sudah tahu, 1:15:06 Anda bertanggung jawab. Jadikan momen 1:15:09 saat ini, ya. Insya Allah kalau masih 1:15:11 ada umur kita ketemu bulan Ramadan, 1:15:13 bulan Ramadan adalah bulan yang sangat 1:15:15 mudah untuk berhenti merokok. Ingat, 1:15:18 manfaatkan bulan Ramadan yang akan 1:15:19 datang, ya. Mudah-mudahan jadi titik 1:15:22 poin kembali, ya, atau turning point 1:15:23 Anda untuk hidup normal tanpa harus 1:15:26 tergantung pada rokok. 1:15:28 Demikian, mudah-mudahan bermanfaat untuk 1:15:30 semuanya. 1:15:31 Silakan. Baik, terima kasih banyak, Pak 1:15:33 Fuad. Jazakallah khairan katsira. Ikhwan 1:15:35 dan akhwat, demikian eh Ruang Kesehatan 1:15:38 di hari ini bersama Fuad Baraja tentang 1:15:41 kemubaziran dalam merokok. Kami mohon 1:15:43 maaf kepada Ibu Sri, pertanyaannya belum 1:15:46 sempat terjawab karena keterbatasan 1:15:47 waktu. 1:15:49 Dan 1:15:50 nanti bisa langsung menghubungi Pak Fuad 1:15:53 di 08 11866411. 1:15:58 Sekali lagi, nomor telepon beliau 1:16:00 0811866411. 1:16:05 WA Iya, di WA, ya. Saya Abi Agus, ada 1:16:08 Ondy, kemudian ada Yusuf Sebangkit serta 1:16:10 adik-adik kita dari SMA Taruna Bakti 1:16:12 mohon undur diri. Billahi taufik wal 1:16:15 hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi 1:16:17 wabarakatuh. 1:16:17 Waalaikumsalam.