Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- ahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar ada silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- Ahwat di Rabu sore hari ini tanggal 23
- Rabiul Akhir 1447 Hijriah atau tanggal
- 15 Oktober 2025. Kembali hadir acara
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil yang alhamdulillah telah hadir di
- tengah-tengah kita. Kita sapa nahwat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabar Ustaz di hari ini?
- Alhamdulillah baik sehat.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Hari ini
- tema yang akan dibahas mengenai masih
- mengenai detik-detik wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, Ustaz. Ya,
- kita masih melanjutkan dan nanti yang
- ingin bergabung bertanya silakan Anda
- bisa kirimkan melsapp kami Wwad di
- 0811999720.
- T ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfadilah had sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibn Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa alihiwa
- Abdurahman
- Kiai
- pakis
- kiai Mahrus Ali Pak Kiai
- ee
- Syafi'i Hazami Kia Ahmad Khalwani Nawawi
- Warisil Akbali Jami Nahdatul Ulama Kiai
- Muhammad Hasyim Asari Waris Akbal Jam
- Muhammadiyah Kia Ahmad Dahlan
- Muslimin muslimatminatumul
- fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahimikiumiddin
- iyaka na'budu wa iyaka nastain ihdinatal
- mustaqimatadina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- wadin
- amin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin
- sayyidina wa maulana Muhammadin waa
- alihi wasohbihi ajma amma ba
- asqal hadis kitabullah taala wirir had
- muhammadin shallallahu alaihi wasallam
- umur matu wain bidah wa bidatin waatin
- Para pendengar Radio Silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah
- kembali kita panjatkan puji serta syukur
- kepada Allah Subhanahu wa taala yang
- senantiasa melimpah curahkan nikmat
- karunianya kepada kita, terutama nikmat
- iman dan Islam, nikmat sehat walafiat,
- nikmat panjang usia dalam taat, termasuk
- nikmat dipertemukannya kita sore ini
- dalam rangka menjalankan salah satu
- perintah Allah yang diwajibkan atas kita
- semua yaitu menuntut ilmu yang
- insyaallah
- pada sore ini kita akan bahas akidah
- akhlak dalam
- mengupas
- ee tema tentang detik-detik wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Semoga kita bisa memetik umrah,
- pelajaran yang berharga dari wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Selawat dan salam semoga selalu tercurah
- atas junjungan kita Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- keluarganya, para sahabatnya, para
- pengikut dan pengamal sunahnya.
- Para pendengar radio silaturahim dan
- pemirsa Rasul TV rahimakumullah.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu lahir tanggal 12 Rabiul Awal
- ya harinya hari Senin
- hijrah dari [berdehem]
- Makkah ke Madinah tiba di Madinah hari
- Senin tanggal 12 Rabiul Awal dan beliau
- juga wafat hari Senin tanggal 12 Rabiul
- Awal.
- Ya. Jadi kalau kaum muslimin merayakan
- peringatan Maulid Nabi, memperingati
- Maulid Nabi itu sama dengan memperingati
- hijrahnya Nabi juga haul wafatnya Nabi
- sallallahu alaihi wasallam.
- Para pendengar rahimakumullah.
- Pada hari Minggu
- ya pada hari Minggu, 1 hari sebelum
- wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- itu sakitnya Rasulullah bertambah parah.
- Dan ini sudah disampaikan pada 2 minggu
- yang lalu ya. Jadi makanya saya ulas
- dulu.
- Jadi hari Minggu pada tanggal 11 Rabiul
- Aal itu sakit Rasulullah bertambah
- keras, bertambah parah
- ya. Semua istri-istrinya sudah kumpul
- semuanya di rumah Bunda Aisyah. Di situ
- juga ada putri-putri beliau di antaranya
- Sayidah Fatimah radhiallahu anha ya. Ada
- ee siapa namanya? Pamannya Nabi yaitu
- Abbas bin Abdul Muthalib dan yang
- lain-lainnya Abu Bakar ya, Ali dan
- sebagainya.
- Nah, faadana Bilal bil azan. Kemudian
- Bilal mengumandangkan azan.
- Setelah Bilal azan, summa waqofa bil.
- Lalu beliau mendekati pintu pintu rumah.
- Rasulullah atau Sayidah Aisyah. Lalu
- beliau mengucapkan asalamualaika ya
- Rasulullah warahmatullah
- asalah
- ya yarhamukallah.
- Keselamatan bagimu wahai Rasulullah.
- Demikian juga rahmat Allah. Salat kata
- wahai Rasulullah salat kaum muslimin
- menunggu anda
- ya. Rasulullah mendengar suara itu,
- suara Bilal tersebut.
- Ee
- lalu kemudian Sayidah Fatimah segera
- menghampiri Bilal dan mengatakan,
- "Bilal, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sekarang ini sedang sangat
- menderita sekali.
- Ya, sangat menderita sekali. Beliau
- tidak bisa salat berjamaah bersama
- kalian.
- Nah, akhirnya
- setelah begitu, sahabat Bilal kemudian
- kembali ke masjid,
- ya. Lalu beliau setelah di masjid
- mengucapkan lagi ucapan tersebut,
- ya. dan beliau mengatakan eh maaf beliau
- ini menunggu ya sampai begitu
- ee
- awan kekuning-kuningan di upuk timur
- yang menandakan tidak lama lagi akan
- terbit matahari.
- Sahabat Bilal kemudian berkata, "Demi
- Allah, aku tidak akan iqamat."
- Ya. Atau Rasulullah mengizinkannya.
- Jadi enggak ka atau kecuali Rasulullah
- mengizinkannya.
- Nah, lalu beliau mengucapkan lagi salam.
- Asalamualaika ya Rasulullah
- warahmatullah. Asalah
- salat gitu ya.
- Rasulullah mendengar suara itu. Kemudian
- kata Rasulullah, "Masuklah Bilal.
- Masuklah sahabat Bilal."
- Begitu sudah masuk ya dijelaskan oleh
- Rasulullah bahwa dirinya benar-benar
- sekarang ini sangat menderita. Ya
- Rasulullah masqugulun binafsih.
- Rasulullah sedang sibuk dengan dirinya,
- dengan penderitaannya
- ya. Lalu kata Rasulullah,
- "Mur aba Bakrin yusli binnas." Suruhlah
- oleh kamu Abu Bakar untuk ee mengimami
- salat.
- Maka keluarlah sahabat Bilal sambil
- memegang kepalanya dan beliau
- mengkatakan, "Ya Allah,
- tolonglah. Ya Allah,
- putus sudah harapanku,
- hancur sudah tulang-tulang,
- tulang-tulangku.
- Kenapa dulu ibuku melahirkan aku saat
- melahirkan
- sehingga aku tidak menyaksikan kondisi
- kondisi Rasulullah di hari ini?
- Ya, itu sambil menangis Abu Bakar eh ee
- Bilal tuh mengatakan demikian. Kemudian
- sahabat Bilal menemui sahabat Abu Bakar
- lalu beliau berkata, "Ya kum ya Abu
- Bakar,
- bangunlah ya [berdehem] wahai Abu Bakar.
- Inna Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam amaroka ayusli binas.
- Rasulullah menyuruhmu untuk salat
- menjadi imam.
- Maka majulah sahabat Abu Bakar Assiddiq
- radhiallahu anhu. Wakana rajulan
- raqiqon.
- Beliau ini adalah orang yang sangat
- halus [berdehem] hatinya,
- sangat sensitif, sangat perasa
- ya. Beliau berdiri di pengimanan.
- Falam khwatil makan min rasulillah
- sallallahu alaihi wasallam lam
- yatamalam.
- Ya, ketika melihat tempat di mana
- biasanya di situ Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam berdiri menjadi imam
- dan kini Rasulullah tidak ada dan beliau
- tahu betul apa yang sedang dirasakan
- Rasul saat ini yang terjadi pada Rasul.
- Maka beliau tidak bisa menguasai dirinya
- alai sehingga kemudian beliau pingsan
- ya.
- di dekati pengimanan tersebut.
- Nah, kaum muslimin yang sejak
- ee tadi sudah menahan tangis
- karena kesedihannya,
- karena duka mereka ya ee mengetahui
- kondisi Rasulullah yang semakin parah,
- melihat sahabat Abu Bakar pingsan.
- Wadjal muslimuna bil buka. Maka kemudian
- bergemurulah suara tangisan kaum
- muslimin yang ada di dalam masjid. Semua
- yang ada di masjid yang mau mengerjakan
- salat subuh pada waktu itu pada
- menangis.
- Fasami rasul Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dojijanas.
- Tentu suara tangisan atau gemuruh dari
- tangisan para sahabat ini didengar oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Faqala. Lalu beliau bertanya, "Ma hadhi
- dojjah?"
- Ya,
- gemuruh suara apakah katanya ini?
- Qolu dojjatul muslimin lifaqdika ya
- rasulullah.
- Mereka yang di dalam mengatakan itu
- adalah tangisan dari kaum muslimin
- karena mereka tidak mendapati dirimu
- wahai Rasulullah.
- Ya Allah.
- Maka Nabi fadaan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam Ali bin Abi Thalib wabna Abbas
- mendengar
- ee penjelasan [berdehem]
- seperti itu. Rasulullah yang sudah tidak
- berdaya
- ya dia tidak tega membiarkan kaum
- muslimin menanti kedatangannya,
- tidak menyaksikan dirinya di masjid.
- Maka Rasulullah memanggil Sayidina Ali
- dan Ibnu Abbas.
- Kemudian hantarkan [berdehem] saya bawa
- saya katanya ke pengimaman.
- Watqa alaihima
- ilal masjid. Kemudian Nabi sallallahu
- alaihi wasallam keluar ya dipapah oleh
- dua orang sahabat ini kemudian duduk di
- pengimaman.
- Nah,
- setelah itu fasol rinasi rakataif.
- Lalu Nabi mengerjakan salat subuh.
- dengan cepat ya. Dulu sahabat Umar bin
- Khattab radhiallahu anhu mengatakan
- waktu Allah mewajibkan salat
- ya dalam peristiwa mikraj Nabi
- sallallahu alaihi wasallam kepada kaum
- muslimin ya lima kali dalam 1 hari itu
- tiap-tiap salatnya adalah dua rakaat.
- Zuhur dua rakaat
- ya, asar, magrib, isya, subuh sama.
- Kemudian Nabi menambahkan zuhur, asar
- dan isya ditambah dua. Jadi
- masing-masing empat. Magrib ditambah
- satu sebagai witir siang hari. Nah,
- subuh tidak ditambah. Kenapa? Ya, karena
- surat yang dibaca oleh Nabi itu cukup
- panjang.
- Jadi bukan menambahkan rakaat, tapi
- suratnya yang panjang yang dibaca.
- Namun karena kondisi beliau saat ini ada
- lagi sakit, maka beliau membaca surat
- yang pendek.
- Nah, begitu selesai salat sumbala
- biwajhil malih alai
- Rasulullah menghadapkan wajahnya yang
- manis kepada mereka para sahabat. Lalu
- beliau kemudian beliau berkata,
- "Maasirul muslimin
- istaudukumullah."
- Wahai kaum muslimin, aku telah
- menitipkan aku titipkan kalian semua
- kepada Allah. Ya. Jadi yang menitipkan
- para sahabat makhluk paling agung dan
- yang menerima titipan itu adalah yang
- maha agung.
- Karena itu enggak ada yang agung makhluk
- umatnya Nabi Muhammad itu setelah ee
- Nabi dibanding dengan para
- sahabat-sahabat Nabi alai alaihialam.
- Nah, setelah itu antum fi rajaillah wa
- amanatihi. Kalian semua adalah dalam
- harapan Allah dan perlindungan dan
- keamanannya.
- Wallahu khalifati alaikum. Dan Allah itu
- adalah khalifahku atas kalian semua.
- Maasyiral muslimin alaikum biqoillah
- wifatihi
- ba'di. Wahai kaum muslimin, kalian semua
- harus
- terus-menerus bertakwa kepada Allah dan
- menjaga ketaatan kepadanya setelah
- wafatku. Fainni mufariqu dunya. Karena
- aku akan meninggalkan dunia ini, aku
- akan meninggalkan kalian semua.
- Hza awalu yaumin minal akhirah wa akhiru
- yaumin minad dunya.
- Ini adalah hari pertama akhiratku dan
- hari terakhir duniaku.
- Itulah yang diucapkan oleh Nabi setelah
- salat ee subuh waktu itu pada ee hari
- Senin. Kemudian Rasulullah dibawa
- kembali ke kamar beliau.
- Nah, Sayidah Aisyah radhiallahu anha
- menceritakan,
- yaumuladzi mata fi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- wahua yaumulninatan
- fi aalin nahar.
- Ketika hari wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu hari
- Senin ya mereka semua ya sahabat yang
- ada di rumah Sayidah Aisyah wad itu
- melihat kondisi Rasul yang semakin
- membaik
- ya fatafarroqo
- anhurijal
- manazilihim wahawaijihim mustabsirin
- waak rasulullah shallallahu alaihi
- wasallam binisa
- [berdehem]
- Karena itulah makanya kaum lelaki yang
- tadinya pada begadang ya ikut nungguin
- Rasulullah mereka pada pulang ke
- rumahnya masing-masing. Sahabat Abu
- Bakar minta izin mau pulang ke rumah
- istrinya Sayidina Ali dan semuanya ya
- semuanya itu pada keluar. Jadi yang ada
- di rumah pada waktu itu cuma istri-istri
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dan Sayidah Fatimah radhiallahu anha.
- Sehingga fabain nahnu al lam nakun
- alamina firal far qblaik. Sehingga kata
- Sayidah Aisyah radhiallahu anha, tidak
- ada hari yang paling menyenangkan,
- paling menggembirakan dibandingkan
- dengan hari itu karena menyaksikan
- kondisi Rasulullah yang semakin membaik.
- Dan ini sering terjadi para pendengar,
- pada para alim ulama, pada orang-orang
- saleh. Manakala mau wafat, menjelang
- wafat itu membuat gembira dulu kepada
- keluarganya.
- Dan itu juga memang dis ee membuat
- gembira ya. Nah, sebaliknya orang yang
- hidupnya juga mestinya itu membuat
- gembira orang yang akan meninggal.
- Para pendengar radius silaturahim.
- Nah, begitu mereka pergi menjelang
- datang waktu dhha, nah panasnya
- Rasulullah naik lagi melebihi ee kondisi
- sebelumnya,
- ya. Melebihi kondisi sebelumnya.
- Maka Allah subhanahu wa taala kemudian
- memerintahkan kepada malaikat maut
- ya malakal maut ihbit ila habibi wasofii
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam fi
- ahsani surah.
- Hai malaikat maut, turunlah kamu
- [mendengus] ya menemui kekasihku
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dalam dengan rupa yang terbaik.
- Rupa yang terbaik wujud yang paling
- bagus.
- Ya, tempo hari saya sudah katakan bahwa
- malaikat maut apabila mendatangi orang
- mukmin itu dia akan ee berwujud orang
- yang sangat cakep
- bersama dengan 500 malaikat. Yang 500
- malaikat ini semuanya menyampaikan kabar
- gembira kepada orang yang akan mati.
- yang kabar gembira. Kabar gembira yang
- disampaikan oleh malaikat pertama itu
- berbeda dengan kabar gembira yang
- disampaikan oleh malaikat kedua, ketiga
- dan seterusnya. Beda. Jadi 500 macam
- kabar gembira ini kepada umatnya,
- apalagi ini kepada kekasih Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ya. Kemudian kata Allah Subhanahu wa
- taala, "Dan manakala kamu mau masuk ke
- rumahnya, minta izin dulu.
- Apabila diizinkan olehnya, maka kamu
- boleh masuk. Kalau tidak diizinkan,
- jangan sekali-kali kamu masuk ke
- rumahnya.
- Apabila sudah diizinkan
- dan kamu menc hendak mencabut nyawanya,
- tunggu itu ee atas perintahnya." Kalau
- dia bersedia hari ini untuk wafat, ya
- dicabut nyawanya, cabut nyawanya ya
- selembut mungkin kamu mencabutnya.
- Tetapi kalau kalau dia tidak mau, kamu
- harus kembali lagi.
- Yaah demikian. Maka turunlah malaikat
- maut.
- Begitu sampai di depan rumah Rasulullah,
- beliau mengucapkan, "Assalamualaikum ya
- ahl baitin nubuwah w risalah wahtalafil
- malaikah adkul."
- Kata dia, "Keselamatan bagi kalian wahai
- penghuni rumah nubuwah, tempat risalah
- dan tempat memundar-mandir
- bolak-baliknya malaikat. Bolehkah saya
- masuk?"
- Suara ini didengar oleh Bunda Aisyah
- radhiallahu anha. Karena itu Bunda
- Aisyah juga oleh Sayidah Fatimah
- radhiallahu anha. Maka kata Bunda
- Aisyah, "Ya kepada Fatimah, Sayidah
- Fatimah, ajibir rajul." Fatimah jawablah
- itu salam seorang laki-laki.
- Karena itu kemudian Sayidah Fatimah e
- menjawab, "Ajarakallah fi mamsya ya
- Abdallah."
- Ah, ini juga adalah kalimat yang
- sebaiknya kita ucapkan manakala ada
- orang yang datang menjenguk kita sakit.
- Itu yang sakit mengatakan atau keluarga
- yang sakit mengatakan ajarakallah
- fiamsah. Semoga Allah mengganjarmu dalam
- perjalananmu
- ya wahai hambanya Allah. Inna Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam alyaum
- masyulun binafsih. Tapi Rasulullah hari
- ini sangat sibuk dengan penderitaan yang
- sedang dirasakannya.
- Karena itu datanglah lain waktu ya atau
- lain hari.
- Kemudian sesudah dijawab begitu
- ini Sayidah Fatimah tidak tahu kalau
- yang mengucapkan salam itu malaikat
- maut.
- Kemudian malaikat maut mengucapkan lagi,
- "Assalamualaika ya ahl baitin nubuwah
- wis
- malaikah adkul. Bolehkah saya masuk?"
- Dijawab lagi oleh Sayidah Fatimah dengan
- jawaban sama. Begitu selesai jawaban
- Sayidah Fatimah,
- malaikat maut mengucapkan lagi salam.
- Assalamualaikum ya ahl baitin nubuah
- wani risalah malaikah adkul. Ya, begitu
- ucapan yang ketiga,
- maka Sayidah Fatimah itu merasa ya
- bulu-bulunya pada berdiri, bulu kuduknya
- merinding beliau ini ya ketakutan dan
- merasa lemas setiap persindian seperti
- enggak ada tenaganya
- ya.
- Kemudian
- ee fasami Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam was
- malakil maut alaihi salam. Faqala ya
- Fatimah man bilab. Mendengar ucapan
- malaikat yang ketiga ini, Nabi kemudian
- bertanya, "Fatimah, siapa itu yang di
- pintu?"
- Ya, siapa itu yang di pintu? Faqalat,
- "Ya Rasulullah."
- Lalu Sayidah Fatimah berkata, "Wahai
- Rasulullah,
- itu orang laki-laki
- dia minta izin masuk. Kami sudah jawab
- sekali ya, dua kali sampai tiga kali.
- Begitu yang ketiga,
- wahai Rasulullah,
- ini kulit-kulitku berdiri,
- kemudian persendiaanku getar." Ya,
- persendi persendianku ee gemetar. Lalu
- Nabi sallallahu alaihi wasallam
- bertanya, "Ya Fatimah atadriman bilbab.
- [mendengus] Kamu tahukah Fatimah siapa
- itu yang di pintu?" Allahu wa rasulu
- aam. Kata Rasulullah begini, "Hadza
- hadimul ladzab."
- ini adalah yang menghancurkan segala
- kelezatan,
- yang mencerai beraikan jemaah,
- yang membuat para wanita menjadi janda
- dan anak-anak menjadi yatim,
- yang merobohkan bangunan-bangunan,
- yang meramaikan
- makbar, kuburan-kuburan,
- itulah malaikat maut.
- Masuklah, katanya. Wahai malaikat maut.
- Yarhamukallah ya malakal maut. Semoga
- Allah merahmatimu wahai malaikat maut.
- Nah, maka masuklah malaikat maut. Lalu
- Nabi bertanya, "Ya malakal maut, jani
- zairon amqobidon.
- Kamu ini datang hanya mau berjenguk,
- menjenguk
- ya [mendengus] atau mau mencabut
- nyawaku.
- Qala berkata malaikat maut kemudian
- berkata, "Aku datang ya untuk berkunjung
- sekaligus juga mencabut nyawamu. Tetapi
- Allah subhanahu wa taala memerintahkan
- kepadaku wahai Rasulullah
- agar aku tidak masuk ke rumah-Mu kecuali
- atas izinmu dan aku pun tidak boleh
- mencabut nyawa mencabut rohmu kecuali
- atas izinmu. Kalau engkau mengizinkan
- aku akan melakukannya. Jika engkau tidak
- mengizinkannya
- aku akan kembali kepada Rabb azza wa
- jalla. Itulah perintah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, lalu kemudian
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee
- [berdehem]
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kemudian bertanya, "Ya,
- mana katanya Jibril
- ini? Tunggu ya sebentar saya ee Jibril
- Jibril mana sahabatku?"
- Ini adalah waktu biasanya kedatangan dia
- waktu duha ini. Aku tinggalkan katanya
- dia di langit dunia wahai Rasulullah.
- Begitu malaikat maut menjawab ya
- malaikat Jibril sudah ada di arah kepala
- Rasulullah ya. Lalu Rasulullah berkata,
- "Jibril
- ini [berdehem]
- adalah malaikat maut. Dia mengatakan
- begini begini begini ya.
- Ya. Nah, kata kata malaikat Jibril,
- "Allah titip salam kepadamu wahai
- Rasulullah.
- Apa yang dikatakan oleh itu? Karena
- memang Allah sangat merindukanmu. Allah
- pengin memuliakan, Allah pengin
- menggembirakan dan Allah pengin
- mengagungkanmu."
- Nah, tuh ya. Ya Allah, itu luar biasa
- seperti itu. Dan ini tidak pernah dan
- tidak akan pernah terjadi kepada
- siapapun sebelum maupun sesudah engkau.
- Maksudnya apa? Malaikat maut datang
- mengucapkan salam dulu itu enggak ada.
- Masuk ke rumah seseorang minta izin dulu
- tidak akan pernah terjadi. Jangankan
- pada kita, kepada para nabi pun tidak.
- hanya kepada Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Dan ini
- karena tadi itu bentuk penghormatan,
- pengagungan dari Allah ya kepada Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Kemudian
- ee ya kalau begitu tunggu dulu kamu di
- sini gitu kata Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. N. Nah, begitu malaikat
- maut itu waktu mau masuk ya, Nabi
- menyuruh dulu kepada semua
- istri-istrinya suruh keluar ya. Pada
- keluar semuanya istrinya termasuk
- Sayidah Fatimah radhiallahu anha kecuali
- satu yaitu Sayidah Aisyah radhiallahu
- anha. Lalu saya kata beliau ya ee diam
- di sudut di pojok kamar. Nah, karena di
- situ ada Rasulullah bersama malaikat
- maut dan Nabi Allah siapa namanya? Eh,
- dengan malaikat Jibril.
- Nah, begitu sudah malaikat Jibril
- datang, lalu Nabi sallallahu alaihi
- wasallam memanggil lagi Siti Aisyah dan
- menyuruh para istrinya masuk. Masuklah
- semuanya. Maka Sayidah Aisyah
- radhiallahu anha kemudian memangku
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- termasuk di antara yang masuk Sayidah
- Fatimah.
- Begitu Sayidah Fatimah masuk dipanggil
- oleh Nabi.
- Begitu sudah mendekat ya mendekatkan
- telinganya ke Rasulullah mau berbisik
- lalu dibisiki oleh Rasulullah.
- Selesai berbisik Sayidah Fatimah
- radhiallahu anha bercucuran air matanya
- menangis
- ya sambil menengadah mengangkatkan
- wajahnya ke langit. Beliau menangis.
- Kemudian sesudah itu ditarik lagi oleh
- Rasulullah, dibisiki lagi oleh
- Rasulullah. Dari dengan bisikan yang
- kedua ini dilihat oleh Sayidah Aisyah
- itu, Sayidah Fatimah radhiallahu anhu
- tertawa. Kegirangan, senangnya luar
- biasa sambil mengangkat mukanya ke
- langit.
- Para pendengar di silaturahim
- rahimakumullah.
- Sayidah Aisyah ini kemudian merasa heran
- lah kok ada orang pada waktu yang
- bersamaan
- dia menangis kemudian tertawa.
- Apa yang membuat ee ini terjadi? Karena
- itulah beliau mencolek Sayidah Fatimah.
- Fatimah emang Rasulullah nyisikin apa ke
- kamu? Kata Siti Fatimah, "Maaf, aku
- tidak bisa menceritakan apa yang
- dirahasiakan Rasulullah."
- Makanya setelah wafatnya Rasulullah,
- baru Sayidah Fatimah berani menjelaskan.
- Bisikan pertama, katanya Rasulullah
- mengatakan, "Fatimah, ya ini adalah hari
- terakhirku,
- hari kematianku."
- Itulah yang membuat katanya aku menangis
- sedih. Ketahuilah para pendengar,
- Sayidah Fatimah itu tiap hari
- menemui Rasulullah tiap hari. Karena
- beliau itu tidak bisa menahan sehari
- saja untuk tidak bertemu dengan Rasul
- karena kerinduannya.
- Maka bisa dibayangkan kalau Rasulullah
- wafat, bagaimana Sayidah Fatimah
- menderita untuk menahan rasa rindunya
- itu. Itu yang membuat beliau menangis
- ya. Membuat beliau menangis. Enggak tahu
- kapan bisa bertemu lagi. Lalu yang kedua
- apa? [berdehem] Yang kedua katanya, "Apa
- kamu tidak rida, Fatimah?
- bahwa aku meminta kepada Allah Subhanahu
- wa taala agar Allah, agar keluargaku
- yang pertama menemui aku adalah Engkau.
- Keluargaku yang pertama menemui aku
- adalah Engkau. Artinya keluarga yang
- pertama wafat itu adalah ee kamu,
- Fatimah. Dan aku juga minta kepada Allah
- agar Allah mengumpulkan aku eh
- mengumpulkan engkau bersamaku di surga
- nanti. Itulah yang membuat Sayidah
- Fatimah radhiallahu anha ya tertawa
- senang ya gembira atas bisikan. Tentulah
- beliau sangat rida sekali. Nah, sesudah
- itu
- kemudian beliau menyerahkan cucunya,
- anaknya yaitu Ummi Kultsum yang kelak di
- kemudian hari beliau ini menjadi
- istrinya Sayidina Umar radhiallahu anhu.
- Lalu oleh Rasulullah dicium ini si apa
- namanya? Cucu ini ya. Tentu didoakan
- oleh Rasulullah karena Rasul sendiri kan
- menganjurkan untuk minta doa kepada
- orang yang sedang sakit. Doaul marid
- kauaail malaikah. Kata Nabi, doa orang
- yang sakit itu seperti doa malaikat.
- Oleh sebab itu disunahkan kalau ada
- orang sakit kita minta agar didoakan
- oleh orang yang sakit. Karena doanya
- sudah doa malaikat. Tetapi itu pun tentu
- kalau tidak memberatkan.
- Artinya lihat sikon situasi kalau memang
- itu dianggap memberatkan ya jangan.
- Misalnya orang lagi apa namanya
- ngap-ngapan ya jangan dimintain doa lah
- ya.
- Nah, sesudah itu kemudian Sayidah
- Fatimah bertanya kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ya, wahai
- katanya Rasulullah,
- nanti di mana aku bisa menemui engkau?
- Nah, di mana katanya aku bisa menemui
- engkau wahai Rasulullah? Kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, ya. Indal
- haud di telaga telaga Kautsar itu ya.
- Nah, karena di sana nanti Nabi akan
- membagikan air telaga ini ya, di mana
- dari cangkir ee cangkir yang dipegang
- beliau diserahkan ke Abu Bakar. dari Abu
- Bakar kepada sahabat Umar, dari sahabat
- Umar ke sahabat Utsman, sahabat Utsman
- kepada sahabat Ali, dari Sayidina Ali
- kepada umatnya Nabi. Ya, oleh karena itu
- kata para ulama jama rahimahullah,
- hati-hati
- jangan sampai-sampaian
- membenci salah satu di antara sahabat
- yang empat ini
- ya, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali
- radhiallahu anhum.
- Kalau kita membenci salah satu dari
- empat sahabat ini, kita tidak akan
- diperkenankan minum tela air dari telaga
- Kautsar.
- Nah, jadi kalau Anda ngaji, lalu guru
- Anda mengajak untuk membenci
- Abu Bakar atau Umar atau Utsman atau Ali
- radhiallahu anha radhiallahu anhum,
- sebaiknya Anda keluar saja cari guru
- yang lain
- ya. Cari aman jemah rahimullah. Nah,
- kemudian Sayidah Fatimah bertanya lagi,
- Rasulullah, kalau di Haud aku tidak
- mendapati engkau, ke mana lagi saya
- mencari engkau? Kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, temui aku di
- mizan, karena di sanalah aku akan
- memberikan syafaat kepada umatku.
- Ya, syafaat kepada umatku. Kan Nabi
- sallallahu alaihi wasallam mengatakan
- bahwa semua nabi, semua rasul itu
- mempunyai doa yang mustajab, doa
- pamungkas.
- Jika
- jika Nabi itu menggunakan doa itu,
- apapun yang dimintanya pasti dikabulkan
- oleh Allah. Dan semua nabi sudah
- menggunakan doa itu semasa hidup di
- dunianya kecuali aku. Karena aku akan
- menggunakannya di akhirat nanti untuk
- mensyafaati, untuk menolong umatnya.
- Ya, beliau tidak pergunakan, tidak
- [berdehem] pergunakan. Pengin
- menyelamatkan umatnya.
- Bahkan diriwayatkan
- ya dalam ayat fariun fil jannah wa
- fariquun fahir nanti sekelompok manusia
- ada yang masuk ke surga ada yang masuk
- ke neraka maka kata beliau ya nanti di
- jalan masuk surga di sana akan berdiri
- Nabi Ibrahim sementara aku akan berdiri
- di jalan menuju neraka sahabat bertanya
- Rasulullah engkau lebih agung lebih
- mulia dari Nabi Ibrahim kenapa engkau
- malah berinya di jalan yang menuju
- neraka. Kata Rasulullah, "Sengaja aku
- berdiri di sana, takut nanti ada umatku
- nanti yang lewat ke sana." Jadi dijagain
- oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Lalu Sayidah Fatimah bertanya lagi,
- "Rasulullah, kalau aku tidak mendapati
- engkau di zaman lagi" kata Rasulullah,
- yaitu kamu temui aku di sirat. Ya waana
- unadi ya sallim ummati minanar.
- Karena di sana aku akan menyeru kepada
- Allah, akan berak berteriak kepada
- Allah. Ya Allah, ya Rabb, selamatkan
- umatku dari api neraka. Selamatkan
- umatku dari api neraka. Di sana aku akan
- menyeru, berdoa, berteriak kepada Allah
- Subhanahu wa taala sehingga suara itu
- akan didengar.
- Itulah para pendengar ee radio
- silaturahim yang dirahmati Allah.
- Bagaimana kasih sayang cintanya
- [berdehem] Nabi sallallahu alaihi
- wasallam, pembelaannya Nabi kepada kita
- semua umatnya.
- Para pendengar hadir silaturahim yang
- dirahmati Allah. Setelah itu kemudian
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bertanya kepada Jibril, "Wahai Jibril,
- berilah kabar yang menenangkan hatiku,
- yang bisa menentramkan jiwaku,
- yang membahagiakan diriku."
- Kemudian Jibril berkata, "Ya Habibi,
- wahai kekasihku,
- ee aku tinggalkan pintu-pintu langit
- semua terbuka
- dan malaikat berbaris." Ya, malaikat
- berbaris. Bittahiyah warni yuhay ruhak.
- Mereka mengucapkan salam menyambut
- kedatangan rohmu yang suci. Wahai
- Rasulullah, bahkan di antara langit dan
- apa namanya? Bumi ini itu ada malaikat
- namanya malaikat Ismail. Kata beliau,
- "Setiap malaikat itu eh malaikat Ismail
- ini membawahi 70.000 malaikat. Setiap
- satu malaikat dari yang 70.000 itu dia
- membawahi 70.000 malaikat." Jadi 70.000
- * 70.000 R dan itu semua sudah berbaris
- mau menyambut kedatangan rohnya Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Dan ini disampaikan Jibril
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Lalu apa jawabnya Rasulullah?
- Liwajhi rbial hamd. Segala puji bagi zat
- Tuhanku, bagi Tuhanku. Jadi Rasulullah
- kayaknya mendengar berita seperti itu
- biasa-biasa aja. Enggak bangga, enggak
- gembira, enggak senang.
- Lalu bertanya lagi, kemudian, "Beri saya
- kabar gembira lain yang lebih
- menentramkan,
- ya, yang bisa membuat hati ini apa
- namanya? Tenang."
- Lalu kata malaikat Jibril, "Wahai
- Rasulullah,
- ee pintu surga
- itu semua dibuka oleh Allah dan
- sungai-sungainya sudah bergerak, airnya
- sudah mengalir ya, dan juga
- pepohonan-pepohonan
- di surga sudah menjuntai dan bidadari
- semua bidadari itu semuanya dihias semua
- itu karena mau menyambut kedatangan
- roh-Mu yang suci. Segala puji bagi
- Allah, kata Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Beri lagi saya kabar
- yang lain, Jibril yang lebih menyejukkan
- hatiku.
- Lalu kata malaikat Jibril, "Wahai
- Rasulullah, pintu neraka ditutup oleh
- Allah sekarang ini karena kedatangan
- rohmu."
- Ya, segala puji bagi Allah. Beri lagi
- kabar lain yang lebih menyejukkan hatiku
- wahai Jibril.
- Ah, lalu kata malaikat Jibril, "Engkau
- adalah orang yang pertama memberikan
- syafaat yang diterima syafaatnya
- di hari kiamat nanti. Segala puji bagi
- Allah. Beri lagi saya kabar yang
- menggembirakan, yang menentramkan
- hatiku," katanya Jibril.
- Akhirnya Jibril kemudian bertanya, "Ya
- habibi amasaluni,
- wahai kekasihku, ya tentang apa yang
- yang kamu tanyakan kepadaku itu? Apa
- yang [berdehem] bisa membuat engkau
- tentram? Ya, jadi engkau ini mau
- nanyakan tentang apa?" Jawab Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Tentang
- sesuatu yang selama ini membuat hatiku
- sedih, membuat hatiku cemas.
- Tidak tenang
- ya. Tidak tenang. Apa itu Rasulullah?
- Yaitu anugerah apa yang akan Allah
- berikan kepada umatku yang membaca
- Al-Qur'an?
- Anugerah apa yang akan Allah berikan
- kepada umatku yang berpuasa di bulan
- Ramadan?
- Anugerah apa yang akan Allah berikan
- kepada umatku yang melaksana ibadah
- haji? Ya, pendek kata adalah tentang
- umatnya apa yang telah [mendengus] yang
- Allah anugerah apa yang Allah berikan
- sebagai jaminan kepadaku ya ee tentang
- umat. Oh, rupanya itulah yang selama ini
- menjadi apa namanya pemikiran
- Rasulullah, kecemasan, kekhawatiran
- Rasulullah tentang keselamatan umatnya
- itu.
- Semua.
- Akhirnya apa kata kata malaikat Jibril?
- Faall ya ubasyiruka ya habiballah
- fainnallah azza waalla yaakul. Aku akan
- sampaikan kabar gembira ini kepadamu
- wahai kekasih Allah. Sesungguhnya Allah
- azza waalla berfirman qod harramtul
- jannah ala jamiil anbiya wal umam hatta
- tadkhula anta wa ummatuka. Ya Muhammad,
- aku haramkan surga atas semua nabi dan
- umat-umat sehingga engkau dan umatmu
- masuk ke dalam surga wahai Muhammad.
- Nah, begitu jawaban yang disampaikan
- qala alan tobat nafsi. Kalau sekarang
- tentram sudah tenang, sudah hati saya
- kata Nabi. Jadi yang membuat Nabi itu
- galo, membuat Nabi itu apa namanya?
- Cemas hanya diri kita semua, umatnya
- beliau yang dikhawatirkan.
- Begitu ada jaminan dari dari malaikat
- Jibril dari Allah ya akan dimasukkan ke
- dalam surganya. Itu yang membuat
- tentramnya hati Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Karena itu langsung udnu ya malakal maut
- pantahi ma umir.
- Ya mendekatlah wahai malaikat maut
- laksanakan apa yang diperintahkan
- kepadamu.
- Nah begitu ngitu Sayidina Ali kemudian
- bertanya, "Wahai Rasulullah, nanti kalau
- engkau wafat, lalu siapa yang memandikan
- engkau?"
- Kata Rasulullah, orang yang paling dekat
- dengan aku adalah ee keluarga yang dekat
- dengan aku, yaitu Sayidina Ali, Sayidina
- Abbas, ya Fadr bin Abbas itu nanti yang
- memandikan. Tapi yang memandikannya
- Sayidina Ali, yang lain membantu.
- Kemudian siapa yang dengan apa dan siapa
- yang mengkafani, kafani aku dengan kain
- ini ini dan yaitu keluargaku yang
- mengkafaninya.
- Lalu kemudian nanti bagaimana
- mensalatkan engkau? Nah, kalau aku sudah
- dikafani ya, maka letakkan aku di tempat
- tidurku di pinggir kuburku.
- Kemudian pergilah, keluarlah semuanya.
- Karena nanti yang pertama mensalatkan
- aku adalah Allah. Tentu jangan kita
- membayangkan Allah takbir ya. Allahu
- Akbar. Allahu Akbar. yang enggak seperti
- itu tentunya. Lalu malaikat Jibril,
- Mikail, Israfil, Izrail, lalu
- malaikat-malaikat langit lainnya. Nah,
- kemudian para malaikat bumi. Sesudah itu
- baru keluargaku.
- Ya. Nah, keluargaku.
- Nah, lalu kemudian sesudah keluargaku,
- para wanitanya, baru kemudian kalian
- semua masuklah ke kamar ini ya,
- mensalatkan. Nah, jadi dari sini jemaah
- Allah ada beberapa hal yang bisa kita
- petik. Satu, jadi Allah ketika mau
- mewafatkan Rasul dibikin gembira dulu
- Rasulullah. Ini menjadi sunah dalam
- Islam. Menjadi [mendengus] sunah apa?
- Kalau ada orang tua kita misalkan yang
- mewafat ya bikinlah dia gembira,
- bikinlah dia senang.
- Apa yang membuat senang orang tua kita
- manakala wafat? yaitu kalau istrinya
- ada, semua anak-anaknya ada, betapa
- sedihnya orang tua ketika mau wafat
- anaknya enggak enggak pada di rumah. Ya,
- enggak seperti itu. Bikin mereka senang
- dulu sebagaimana Allah menyenangkan Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Nah,
- kemudian [berdehem]
- ee sesudah itu juga jangan meletakkan
- mayit meletak di tanah saja begitu saja.
- Kata Nabi, "Taruh aku di sarir ya, di
- tempat tidur." Nah, jadi karena apa?
- Innalit yata bima yata bil. Mayit itu
- merasakan mati dengan apa orang hidup
- merasakan sakit. Orang hidup kalau
- dicubit sakit ya orang mati juga sakit.
- Orang hidup kalau digeletakin begitu
- enggak nyaman sama mereka juga enggak
- nyaman. Nah,
- karena itulah maka dilaksanakanlah
- ee mensalatkan ini. Caranya adalah
- seperti itu.
- Nah, selesai maka dicabutlah ee jasad ee
- rohnya Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Begitu dicabut nyawanya sampai e sampai
- lutut ya, maka Nabi sallallahuam
- mengatakan, "Ah, katanya gitu." Begitu
- sampai ke puser, Nabi merasakan ya
- sakitnya luar biasa. Sampai Sayidah
- Fatimah mengatakan, "Ya Rasulullah, ya
- kerupukan ee aku adalah karena
- kerupukanmu."
- Dan ketika disampai ee apa namanya?
- Sampai ke dada Rasulullah merasakan
- sakit yang luar biasa itu. Lalu Rasul
- mengat memohon, "Ya Allah, berikanlah
- sakitnya dicabut nyawa umatku,
- berikanlah kepadaku." Jadi, Rasulullah
- meminta sakitnya dicabut nyawa kita,
- biar Rasulullah yang menanggungnya.
- Ya, jemaah rahimakumullah. Maka kalau
- sekarang saya membayangkan umatnya Nabi
- itu berapa miliar?
- Kalau satu saja diambil secuil, secuil,
- secuil rasa sakit, dikumpulkan,
- dikalikan sekian miliar kayak apa?
- Itulah namanya pemimpin agung yang
- sangat mencintai kita. Rela dia ini
- menderita asal kita tidak menderita. Dan
- itu yang disebut dengan habib.
- [mendengus] Gelar ya. Sampai Nabi
- Ibrahim pun belum mencapai gelar
- Alhabib. Hanya satulah makhluknya Allah
- yang mendapatkan gelar itu, yaitu Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Para pendengar dia silaturahim,
- begitu Rasulullah ee kemudian sudah ee
- ee wafat, nah pada waktu itu kan tadi
- Abu Bakar enggak di rumah ya. Nah,
- selanjutnya
- maka mendengar Rasulullah wafat
- dari sahabat Abbas terus sebab kata
- beliau, "Wallahilladzi la ilahu laq
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- alut
- wq hua wahuaharina
- inakait wa inahumitun
- inakum
- Mendengar tentang wafatnya Rasul,
- gemparlah di masjid itu. Karena didengar
- di dalam rumah banyak yang menangis,
- maka gemparlah di situ. Ada apa?
- Ternyata mereka akhirnya dikabari bahwa
- Rasulullah wafat. Nah, berselisihlah di
- situ.
- Ada orang yang percaya, ada juga orang
- sahabat yang tidak percaya. Ya, di
- antaranya yang tidak percaya adalah
- sahabat Umar bin Khattab. Bahkan beliau
- mengancam, "Siapa saja yang berani
- mengatakan Rasulullah wafat, aku penggal
- lehernya." Ya, jadi seperti orang gila
- ya, orang enggak sadar. Sementara di
- antara mereka ada yang hanya duduk tidak
- bergerak. Ya, tidak duduk tidak
- bergerak. Seperti Sayidina Ali
- radhiallahu anhu. Dia diam enggak
- bergerak. Sementara sahabat Utsman bin
- Affan termasuk orang yang membisu. Tidak
- keluar sepatah kata pun, satu kata pun
- dari mulut Sayidah Sayid ee Utsman bin
- Affan radhiallahu anhu. Sementara yang
- lainnya pada menangis. Para pendengar di
- silaturahim
- melihat sahabat Umar begitu seperti
- orang kesetanan. Ya, ini karena dorongan
- mahabbah, dorongan cinta yang ada dalam
- hatinya kepada Rasulullah. Akhirnya ada
- yang mengatakan kepada salah satu
- sahabat itu namanya sahabat Salim.
- Salim, pergilah kamu temui sahabat
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Hanya dia yang bisa mengatasi orang ini.
- Maka Salim segera menyusul sahabat Abu
- Bakar. Begitu sahabat Abu Bakar pulang
- ee datang langsung masuk ke rumahnya ee
- Sayidah Aisyah radhiallahu anh. Lalu
- beliau melihat ya beliau mengucapkan
- innillahi wa inna ilaihi rojiun. Lalu
- dibuka kainnya lalu kening Rasulullah
- dicium ya sambil mengatakan bi abi
- antawa ummi ya Rasulullah. Lalu pipi
- kanannya pipi kirinya. Beliau kemudian
- mengatakan, "Engkau ee sangat baik masa
- hidup maupun wafatnya engkau begitu
- baiknya wahai Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Wahai katanya
- Rasulullah, seandainya Allah tidak
- seandainya Engkau tidak memilih kematian
- ini, niscaya akan kami tebus Engkau
- dengan jiwa dan seluruh harta kami.
- Seandainya Engkau tidak melarang aku
- kami menangis, akan kuabiskan air mataku
- ini untuk menangisimu.
- Dan seandainya Engkau tidak melarang
- kami bergabung, akan kami habiskan waktu
- kami untuk bergabung atas kematian.
- Tetapi ini adalah pilihanmu dan pilihan
- Allah untukmu yang terbaik.
- Karena itulah maka sahabat Abu Bakar
- kemudian menutup kembali dan beliau
- pergi ke masjid. Umar duduk. Tapi
- sahabat Umar tidak mau duduk. Beliau
- berpidato yang sangat ee lumayan panjang
- khotbah beliau. Cuma dari khotbah beliau
- di antaranya ee adalah beliau
- mengucapkan, "Wahai katanya Umar,
- kamukah yang mengatakan
- bahwasanya siapa yang mencabut ee siapa
- yang mengatakan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam wafat, aku akan penggal
- lehernya." Bukankah pada hari ini, pada
- hari anu ya, hari anu jam sekian ee hari
- anu Rasulullah berkata Allah sub
- menyampaikan Allah berwahyu, innaka
- mayitun wa innahum mayitun. Bukankah
- pada hari anu hari ini dijelaskan oleh
- sahabat Umar Abu Bakar Allah berfirman,
- "Wama Muhammadunul
- dan ayat-ayat lainnya dibaca oleh
- beliau. Kemudian beliau mengatakan,
- "Manana ya'budu Muhammadan
- fainna Muhammadan qod mata waman
- ya'budullah fainnallah hayyun la yamut."
- Barang siapa yang menyembah Nabi
- Muhammad, sesungguhnya Nabi Muhammad
- sudah wafat. Dan siapa yang menyembah
- Allah sesungguhnya Allah maha hidup dan
- tidak akan pernah wati. Demikianlah para
- pendengar. Nah, akhirnya sampai sahabat
- Umar lemas dan dia mengatakan,
- "Seolah-olah kok kayaknya saya itu belum
- pernah mendengar ayat ini." Ya. Nah,
- begitu sudah selesai tinggal sekarang
- pengurusan.
- Ketika mau dimandikan, bingung Sayidina
- Ali ini ya bingungnya apakah Rasulullah
- harus ditelanjangi seperti mereka
- memandikan jenazah dan jenazajah
- lainnya.
- gitu. Apa tidak? Akhirnya semua para
- sahabat yang ada di situ dibikin ngantuk
- oleh Allah. Di saat ngantuk itu kemudian
- ada suara dari satu sudut mengatakan,
- "Mandikanlah Rasulullah dengan tetap
- pakaiannya jangan dibuka." Nah, setelah
- itu baru mereka pada sadar dan mereka
- tidak melihat siapa yang bicara. Tapi
- kata sahabat Abu Bakar Assiddiq
- radhiallahu anhu, itu yang berbicara
- adalah Nabiullah Khidir alaihialatu
- wasalam. Nah, demikianlah para pendengar
- di silaturahim tentang wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ya, jadi seperti yang dikatakan oleh
- sahabat Abu Bakar, tibta hayyan wa
- mayyitan. Jadi engkau ini memang baik
- masa hidup walaupun ketika mati. Dan ini
- juga sesuai dengan sabda Nabi sallallahu
- alaihi wasallam ya, yaitu ee hayati
- khairulakum waatiir
- lakum. Semoga Allah subhanahu wa taala
- memberikan kemampuan kepada kita untuk
- mampu mengambil pelajaran yang berharga
- dari wafatnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sehingga mampu
- menerapkannya dalam kehidupan kami
- semuanya. Wallahuam.
- Sama simak Iwan akhwat tausiah sore
- kajian akidah akhlak bersama Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil mengenai tema detik-detik
- wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dan kita jeda terwat dan yang
- ingin bergabung bertanya silakan Anda
- bisa kirimkan oleh WhatsApp kami di
- 0811999720
- kami silakan kembali
- Satu. Masih bersama kami Ikhwan Awat di
- acara tausiah sore kajian akidah akhlak
- bersama Ustaz Ahmad Zuzuli Khalil
- membahas tema mengenai detik-detik
- wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Sudah banyak yang bergabung
- ustaz di WhatsApp Rasil yang menyapa
- kita maupun yang bertanya. Ini ada Bapak
- Mulhenri, terima kasih Ustaz selalu
- menyimak. Bapak Kirudin, Bapak Maman
- Sumantri juga selalu menyimak rahasia di
- sore hari ini. Bapak Mustofa Hasan,
- Bapak Imam Pratomo juga ada Bapak
- Mukhtar, ada juga Bapak Abu Abdillah.
- Terima kasih nasihat dan tausiahnya Pak
- Ustaz. Ibu Mariah dan Bib Anisani
- Hudaifa insyaallah selalu menyimak.
- Bapak Muhammad Jakarta sedang otw di
- mobil sambil ngedengerin Rasil.
- Masyaallah. Ibu Aminah juga Ibu Alya
- Yahya, Ibu Lia, Bapak Atim di Jakarta
- Barat, Bapak Abdul Rasyid juga ada
- Bapak Rifai di Batam, Pak Arwin selalu
- menyimak Rasil. Terima kasih dan masih
- banyak lagi. Yang pertama yang bertanya
- saya e bacakan Ustaz dari Bapak
- Musyawir. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Ahmaduli Kholil.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz mohon pencerahannya. Pada saat
- menjelang wafatnya beliau, adakah para
- sahabat yang berani menuntun Nabi
- melafalkan kalimat thayibah atau kalimat
- tahlil?
- Demikian, Ustaz.
- Kalau ada sombong banget itu sahabat.
- Sombong.
- Iya. Bukan sahabat namanya kalau berani
- apa namanya mentalkini Rasulullah.
- [tertawa]
- Ini kurang ajar namanya.
- Iya. Enggak,
- enggak ada. Enggak ada, Pak Musir.
- Enggak ada.
- Enggak mungkinlah
- sahabat berani. Enggak mungkin ya.
- Akhlaknya mereka itu luar biasa.
- Bagaimana mungkin berani mentalkini
- Rasulullah? Ya.
- Baik, Ustaz. Selanjutnya
- kembali ke WhatsApp yang masuk ini dari
- Bapak Rohili di Pulau Gebang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bila seseorang mau meninggal
- dunia, maka datanglah makhluk menyerupai
- manusia 7 hari sebelum hari kematiannya.
- Apakah ini benar, Pak Ustaz?
- Demikian.
- Enggak, enggak benar itu, ya. Insyaallah
- enggak benar.
- Enggak ada ya
- enggak ada apa namanya dalil-dalil yang
- kuat yang menerangkan masalah itu ya.
- yang ada adalah yang saya sampaikan tadi
- malaikat ya ee atau begini kalau Allah
- menghendaki seseorang itu ee baik maka
- dipekerjakannya orang itu. Sahabat
- bertanya, "Gimana Allah
- mempekerjakannya?"
- Kata Rasulullah, diberinya dia hidayah,
- diberinya dia taufik ya ee melaksanakan
- perintah Allah, meninggalkan
- larangannya tobatlah gitu. Kemudian
- Allah ee mencabut nyawanya saat dia
- dalam ee apa keadaan melakukan amal
- saleh. Nah, terus pernah Nabi Adam itu
- pesan kepada malaikat maut, "Malaikat
- maut nanti kalau kamu maucabut nyawa
- saya mau mau iya mencabut nyawa mbok
- berita beritahu dulu
- ya jadi kabarlah gituah baik. Nah,
- begitu mau mencabut nyawa, datang-datang
- mau mencabut nyawa.
- Makanya kata Nabi Adam, "Kan, saya sudah
- ngomong sama kamu, kalau mencabut
- nyawamu ngomong dulu ngasih kabar gitu
- lah." Bukankah sudah kasih tanda? Ngasih
- tanda lah gitu ya. Ngasih tanda yang
- jelas tanda bahwa nih mau mati lah. Kan
- sudah dikasih tanda katanya yaitu apa?
- Tandanya itu kalau orang mati satu kata
- malaikat maut rambutmu sudah berubah
- menjadi putih
- ya. Matamu yang tadinya awas sudah mulai
- kabur.
- Pendengaranmu yang tadinya tajam sudah
- mulai kurang.
- Gigimu mulai tanggal. Kekuatanmu mulai
- lemah. Itu semua adalah tanda-tanda yang
- Allah kirimkan kepada kalian.
- Tinggal kalian aja semuanya bisa membaca
- enggak, menyadari enggak kalau ini
- adalah tanda-tanda dari Allah. Begitu.
- Adapun datang seminggu sebelumnya ya
- dalam bentuk ini itu ah itu apa namanya?
- Enggak ada dasarnya yang semacam itu.
- Wallahualam.
- Baik, Bapak Rahmat sedang menyimak. Tak
- terasa air mata mengalir bersama lagu
- dalam Jad tersebut. Hamba rindu
- Rasulullah. Masyaallah. Ibu Tati juga
- sedang menyimak. Pak Ustaz terima kasih
- nasihat dan tausianya. Sangat
- mengharukan mendengar kisah wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Terima kasih Bu Teti. Bapak Iwan Can
- Caniago juga sedang menyimak. Ibu Eyang
- Sri juga ada. Bapak Dace Saifudin
- menyimak. Terima kasih Ustaz tausiahnya.
- Selanjutnya beralih ke pertanyaan dari
- Bapak Yusman. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, saat ini ada museum
- barang-barang peninggalan Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam seperti tapak
- bekas kakinya, rambutnya, pedangnya,
- sorbanya, dan lain-lain. Apakah itu
- benar atau hanya replika saja? Apakah
- boleh dimuseumkan benda-benda
- Rasulullah? Sebulan lalu ke tempat
- pengajian saya, ada orang yang datang
- membawa selai rambut Nabi yang disimpan
- di sebuah tabung kaca. Banyak jemaah
- yang mencium tabung kaca berisi rambut
- tersebut. Ada yang terharu menangis dan
- ada juga yang sambil berdoa. Dalam hati
- saya bertanya, "Apakah ini benar rambut
- Nabi?" Andai kata benar, bolehkah
- diperlakukan seperti itu? Mohon
- penceranya, Pak Ustaz. Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Memang Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ketika beliau melaksanakan
- ibadah haji yang kita kenal dengan haji
- wada,
- begitu beliau mau gundul rambutnya
- itu semua sahabat ini sudah mengitari
- beliau.
- Iya.
- Rupanya kan mau apa namanya berebut kan
- pengin
- e pemimpin
- ee memiliki rambut Rasul. Nah, Rasul
- tahu itu airnya kepada yang motong.
- Kata Rasulullah, dipegang yang sebelah
- kanan dulu ya, atas ya. Nih potong.
- Sudah dipotong berikan ini kepada
- Fatimah.
- Lalu sebelah kanan potong berikan kepada
- orang yang ada di situ. Begitu juga yang
- kiri. Artinya itu rambut suruh
- dibagi-bagikan kepada para sahabat ya.
- Karena itu para sahabat jelas memiliki
- rambutnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. [berdehem]
- Diriwayatkan dalam satu peperangan suci
- ya itu setelah perang panglima perang
- Khalid bin Walid ini ee topinya jatuh.
- Akhirnya beliau memerintahkan kepada
- tentaranya untuk mencari topi itu.
- Iya.
- dicarilah ya. Ternyata itu topi-topi
- jelek ya, tapi begitu berharga rupanya
- bagi Khalid bin Walid.
- Apa gerangan yang membuat topi itu
- begitu berharga? Ternyata di topi itu
- ada rambutnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Itu rupanya yang
- berharga.
- Nah, jadi kalau umpamanya para sahabat
- memiliki rambut itu memang Rasul yang
- ngasih.
- Ya.
- Kemudian sekarang yang jadi kalau di
- museum-museum ada rambut-rambut Rasul
- itu sangat mungkin bukan berarti pasti
- ya.
- Sangat mungkin.
- Nah, tentu museum itu enggak sembarangan
- menerima.
- Cuma sekarang apakah sorbannya Nabi?
- Saya juga punya teman ya mengatakan ini
- adalah sorbannya Nabi. Dia ciumi gitu
- tuh. Saya enggak enggak mau. Saya enggak
- enggak tertarik untuk menciumnya. Enggak
- ya. [berdehem]
- Kemudian
- sekarang ada orang datang membawa
- rambutnya Nabi ditaruh di dalam apa
- namanya tempat dari kaca dibawa ke kita
- gitu kan. H. Sekarang kira-kira kalau
- umpamanya ada pecinya Pak Karno ya,
- pecinya Pak Soekarno dibawa-bawa bebas
- oleh orang, mungkinkah ini akan
- dibenarkan, dibiarkan saja? Saya yakin
- keluarganya atau pemerintah itu tidak
- akan membiarkan orang itu karena apa?
- membawa simbol ya ee orang yang besar
- ini apalagi Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Karena itu ya saya tidak
- mendustakan kalau itu yang dibawa adalah
- ee rambutnya Rasulullah. Tidak. Tapi ee
- saya lebih ketidakpercayanya daripada
- percayanya. H
- ya menurut saya enggak mungkin begitu
- bebas apa yang berkaitan dengan
- Rasulullah kemudian dibawa oleh
- orang-orang begitu bebasnya. Enggak
- mungkinlah umat Islam sedunia tidak akan
- mungkin mengizinkannya. Pasti kalaupun
- ada akan ditaruh di museum yang itu
- tentu akan dijaga
- rapi, enggak sembarangan. Bagaimana
- mungkin bagian tubuh Rasulullah dibawa
- ke sana kemari? Yang boleh jadi itu
- nanti
- akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang
- tidak bertanggung jawab untuk mencari
- keuntungan pribadi.
- Heeh. Nah, jadi saya itu kalau ada orang
- datang ke saya misalkan ini adalah
- rambutnya Rasul, maka saya 70% saya
- enggak mungkin lebih enggak percayanya
- daripada percayanya.
- Iya. Lalu kemudian saya suruh berdoa
- menaik enggak saya tidak akan. Kenapa
- saya enggak percaya itu.
- H
- kenapa? Bagaimana mungkin bagian milik
- Rasulullah bisa dibawa oleh orang
- sembarangan dengan begitu bebasnya?
- Enggak. Saya yakin ya ulama-ulama Islam
- di dunia tidak akan membiarkan ya bagian
- dari ee tubuh makhluk yang paling agung,
- makhluk Allah yang paling mulia bisa
- bebas dibawa ke sana kemari. Tidak ya.
- Pasti kalaupun ada di tempat yang
- benar-benar terjaga
- ya terjaga sehingga eeemkinan adanya
- unsur-unsur seperti penipuan.
- atau sebagainya ini akan terhindarkan.
- Demikian wallahuam.
- Baik dari Bapak Khairudin. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Di Tangerang Selatan. Pak Ustaz ee ada
- dua pertanyaan yang akan disampaikan.
- Yang pertama, apakah ada kehidupan di
- alam kubur atau alam barzah secara fisik
- seperti di dunia? Dan yang kedua
- sekarang posisi Nabi Muhammad Rasulullah
- berada di mana, Pak Ustaz? Kalau memang
- sudah ada di surga, apakah tinggal di
- surga secara fisik atau bagaimana, Pak
- Ustaz? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Di dalam salah satu di antara ee apa
- namanya? nubuwat. Jadi berita kenabian
- adanya kehidupan di alam kubur.
- Ya. Jadi di alam kubur ini ada nikmat
- kubur, ada juga siksa kubur.
- Heeh. Itu nanti tergantung kepada
- manusia itu sendiri
- ya.
- Apakah ada kehidupan? Iya. Kehidupan di
- alam kubur itu kehidupan yang membawa
- nikmat. Ada juga yang di sana disiksa
- sampai nantinya ee datangnya hari akhir.
- Nah, kubur ini disebut alam barzakh.
- Alam barzakh itu artinya pemisah,
- ya. Pemisah antara alam akhirat dengan
- alam dunia.
- Iya. Nah, itu seperti itu. Maka orang
- yang dicabut nyawanya di dunia ini,
- kalau dia itu adalah para alim ulama,
- para nabi, mereka ini tidak mati tapi
- pindah ke alam arwah
- ya, alam kubur. Namun mereka ini ee
- tidak bisa berbuat seperti yang
- dilakukan oleh kita yang ada di alam ya
- di dunia ini. Maksudnya gimana? kita
- bisa menolong ngasih duit ya. Nah,
- mereka enggak bisa enggak bisa itu. Tapi
- sehingga mereka mengatakan nahnu nalamu
- wala naqdir wa antum taqdiruna wala
- tlamun. Kami ini tahu tapi kami tidak
- mampu. Kalau kalian mampu tapi kalian
- tidak tahu maksudnya apa? kami itu
- mengetahui
- ee kita nih ya Pak Hari ya itu kan tahu
- kalau orang mengerjakan salat qobliah
- subuh itu nilainya lebih baik dari dunia
- seisinya ya kan.
- Nah
- kita mampu mengerjakan qobliah subuh
- itu, tapi kita tidak tahu nilai yang
- lebih baik dari dunia seizin itu kayak
- apa. Kita enggak bisa mengetahuinya.
- Hm. Nah, orang yang sudah mati tahu itu,
- tapi mereka sudah tidak mampu lagi
- mengerjakan qobliah subuh. Itulah karena
- mereka ada bukan di alam jaza tapi eh
- bukan di alam amal tapi adanya di alam
- jaza. Yakni alam di mana mereka menerima
- balasan. Bukan di alam di mana mereka
- dituntut untuk ber apa namanya?
- Beribadah.
- Tuh seperti itu. Nah, nah jadi mereka ee
- kalau umpamanya mereka ini menunjukkan
- sesuatu ya bisa ya memohonkan
- misalnya kita datang kepada waliullah
- lalu bertawasul kepada waliullah ke ke
- Nabi memohon anu agak memohon kepada
- Allah dan kita bertawasul kepada para
- wali, para nabi. Nah, para wali, para
- nabi tidak bisa memberikan apa yang kita
- inginkan.
- Hm.
- Enggak bisa. Tapi mereka bisa memintakan
- kepada Allah. Lalu apa yang kita
- inginkan dikabulkan oleh Allah bukan
- karena permintaan kita, tapi permintaan
- ini wasilah kita yaitu para nabi atau
- para wali itu. Dan jangan sekali-kali
- kita meyakini bahwa yang memberikan apa
- yang kita minta itu adalah para nabi
- atau para wali. Enggak ada ya. Mereka
- tidak bisa memberikan, tapi mereka bisa
- memintakan kepada Allah apa yang kita
- inginkan.
- Itu seperti itu ya. Nah, di sana ya
- mereka diberi kesenangan bagi
- orang-orang yang beriman dan beramal
- saleh
- dan juga bagi mereka yang di dalam kubur
- itu adalah ee apa namanya? Disiksa ya
- tidak bisa keluar. Kemudian ada orang
- mengatakan kalau malam Jumat ya roh itu
- keluar
- lalu pergi menemui keluarganya.
- Logikanya begini Fahri. Sekarang kalau
- di kuburan itu disiksa orang ya
- digebukin sama malaikat mungkinkah bisa
- lepas dari genggaman malaikat?
- Tidak.
- Enggak mungkin ya. keluyuran ke dunia
- gitu. Bebas berarti dari hukuman
- malaikat itu. Malaikat ya bodoh banget
- itu ya. Dipecat nanti oleh Allah jadi
- malaikat. [tertawa]
- Sebaliknya sekarang kalau dia ini adalah
- mendapatkan kenikmatan,
- apa artinya kenikmatan di dunia
- dibanding dengan kenikmatan di alam
- kubur yang merupakan rodoh min riyadil
- jannah. Taman taman-taman surga.
- Mungkinkah orang yang lagi mendapatkan
- kenikmatan kemudian meninggalkan
- kenikmatannya pergi ke dunia yang jelas
- di situ dia akan pusing lagi gitu ya.
- Logika kita aja berbicara seperti itu.
- Itu enggak mungkin ya. Jadi enggak benar
- kalau orang yang sudah mati kemudian
- nanti rohnya mendatangi orang yang apa
- ee yang masih hidup ee senang kalau
- kemudian di apa namanya ee dikasih
- makanan kebiasaan ee kedoyanan dia ya.
- Nah, tetapi kalau para aulia, para
- syuhada kan Allah sendiri yang
- mengatakan wunquinafihim
- khunai wahum yahzanun. Itu jelas. Jangan
- sekali-kali kamu mengatakan kepada orang
- mati di jalan Allah itu mati bal ahya.
- Mereka hidup. Lalu kemudian maksudnya
- hidup itu adalah hidup yang tidak kaya
- seperti di dunia ya. Tapi apa namanya?
- Ee hidup di sini adalah ee hidup di alam
- yang lain. Kehidupan alam yang lain.
- Kalau itu sih enggak ulama, enggak wali
- ya. sama aja semua mereka hidup gitu.
- Yang dimaksud hidup di sini merasakan
- adanya kenikmatan
- gitu kan. Lah kalau orang yang enggak
- hidup, yang enggak merasakan kenikmatan,
- itulah orang kafir. Demikian, ya. Nah,
- mengenai roh itu nanti ee itu buat orang
- yang mempunyai pahala dan dosa.
- Kemudian bagi para syuhada, para anbiya
- ya ruhnya mereka ini bebas. Kata Nabi
- sallallahu alaihi wasallam mau melakukan
- apa saja di sana ya itu tidak ada
- halangan. Itu sebagai kenikmatan yang
- Allah berikan kepada mereka. Semoga
- Allah panjangkan umur kita dalam taat
- kepadanya. Am bimb kita ke jalan yang
- diri dan dicintainya. Dan semoga Allah
- selalu melimpahkan rahmat, taufik dan
- hidayah pada kita anak cucu kita
- sehingga selama hidup kita istiah
- menjalankan perintahnya dan men
- larangannya.
- Muhammadin waamhamdulillahiabbil
- alamin.
- Kepada jemaah, kepada pendengar pemirsa
- Rasul TV ya. Saya mengajak juga ee
- mengajak kembali kepada Bapak-bapak bagi
- yang mau berinvestasi ukhrawi silakan
- ya. Saya sedang bangun pesantren. Terus
- sekarang ini lagi menggarap lantai
- duanya. Ya, mudah-mudahan pendengar ya
- mau menginfakkan sebagian rezekinya
- untuk simpanan kita yang tentu saja
- selama apa yang kita bangun ini ada
- pahalanya akan terus mengalir kepada
- kita semua dan saya siap menerima amanat
- dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu semuanya.
- Nah, demikian lebih kurang mohon maaf.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Awat tausiah sore kajian
- akidah akhlak bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Khalil membahas tema mengenai
- detik-detik wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Semoga apa
- yang disampaikan banyak manfaat untuk
- semuanya. Iwak saya yang bertugas pah
- ditemani Neza dan juga Yusuf Subang
- pamit. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.