Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimagis
- Cibur Bekasi, Radio Silaturahim dan juga
- Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan pagi hari ini kembali hadir
- menyapa ikhwan akhwat dalam program
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama guru kita Ustaz Husein
- Alatas. Untuk edisi hari ini, Kamis ya
- sudah hari ke-11 di bulan Rabiul Aal
- 1447 Hijriah. Bertepatan juga dengan
- hari yang keempat ya di bulan September
- 2025.
- Ikhwan akhwat, di kesempatan ini kita
- insyaallah akan melanjutkan kajian
- tafsir Qurannya setelah pekan lalu. Ee
- kita masih dalam Quran surah Aljasiah,
- Ustaz. Ya.
- Iya. Insyaallah kita akan membuka
- dimulai ayat yang ke-27 bagi ikhwanat
- yang mungkin
- ya masih bercengkrama dengan Al-Qur'an
- terutama tadi ee ibu-ibu, bapak-bapak
- yang sudah [berdehem] mengikuti tahsin
- ya. Pasti tidak jauh dengan Al-Qur'an
- bisa membukanya ya. Quran surah
- Aljaasiah ayat 27. Dan ikhwanat untuk
- memulai kajian ini kita akan baca Quran
- surah al-Fatihah yang akan dipimpin
- langsung oleh guru kita besar. Kami
- persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- [mendengus] arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Aminin. Baik, ikhwan akhwat, kita
- akan mendengarkan kajian yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Husin Altas Quran
- surah Aljaziah ayat yang ke-27. Dan jika
- nanti masih ada kesempatan, kami
- persilakan bagi manut yang mungkin ingin
- menanggapi dari kajian tafsirnya ataupun
- menyampaikan pertanyaannya monggo
- seperti biasa bisa mengirimkan e di
- pesan WhatsApp di nomor 0811999720.
- Untuk itu, ikhwan akhwat kami persilakan
- ya untuk mungkin menyiapkan
- pertanyaannya kami persilakan. Dan
- selanjutnya Ustaz kami persilakan untuk
- kajian. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Walillahi mulkus samaawati wal ard.
- Wa yauma taquumus sa'atu yaumaidin
- yakhsyarul mubtilun.
- Wataro kulla ummatin
- jiah
- kullu ummatin
- tuda'a ila kitabiha
- alyauma tujzauna maa kuntum ta'malun.
- Hadza kitabuna yantiqu alaikum bilhaqq.
- Inna kunna nastansikhu
- ma kuntum
- ta'malun.
- Faammalladzina
- amamanu wa amilus shihati
- fayudkhiluhum
- rabbuhum fi rahmatih
- dzalika huwal fauzul mubin.
- Wa ammalladzina
- kafaru afalam takun ayati tutla alaikum
- fastakbartum
- wa kuntum quaam mujrimin.
- Waidza qila inna wa'dallahi
- haqqu wassa'atu laiba fiha. Qul tumma
- nadri massaah.
- In nadnu illa don wama nahnu
- bimustaiqinin
- wada lahum sayiatu maa amilu wahaq bihim
- maa kau bihi yastahziun.
- Waqilal yauma nansakum
- kama nasitum liqa
- yaumikum hadza
- wa mawakumunaru
- wa lakum min nasirin
- dalalikum biannakumtakum
- ayatillahi
- huzwa
- yukuna minha wala hum yustabun
- falillahil
- hamdu rabbis samaawati waabbil ardhi
- rabbil alamin
- walahul kibriya
- fis samaawati wal ard
- Wahzizul
- hakim.
- Sadaqallahulzim.
- Sodqallahul adzim wasodq rasuluhul karim
- wahnu ala dzalika minas syahidin. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah.
- Puja-puji kehadirat Allah Subhanahu wa
- taala.
- yang tak terhingga seluruhnya
- kita persembahkan ter untuk Allah
- Subhanahu wa taala yang maha terpuji la
- syarikalah tiada sekutu baginya
- alhamdulillahi hamdan katsiran thyyiban
- mubarokan fi kama yuhibbu rabbuna waard
- Allahumma sholli ala muhammadin wa ali
- muhammad
- allahumma atina minika rahmah waimna
- Alamualaika ya rasulullah. Asalamuala
- ibadillahihin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Pada kajian kita yang lalu, Allah
- Subhanahu wa taala
- bertanya kepada kita.
- Afaroaita manitakhodza ilahahu hawa?
- Pernahkah kamu melihat
- menjumpai seorang yang menjadikan
- Tuhannya hawa nafsunya?
- Dia meninggalkan Allah penciptanya,
- melupakan nikmat-nikmatnya, tidak
- menghargai kebesarannya
- dan menjadikan nafsunya sebagai
- Tuhannya.
- Waallahullahu ala ilm. Sebagai akibatnya
- Allah membiarkan dirinya tersesat,
- tidak memberikan hidayah kepadanya. ala
- ilmin.
- Karena dia menjadikan Tuhannya, nafsunya
- bukan atas kebodohan, tapi atas dasar
- ilmu.
- Artinya setelah sampai kepadanya
- kebenaran, setelah dia menerima ilmu dan
- petunjuk dari Allah, bukan dia mengikuti
- petunjuk Allah, tetapi dia mempertuhan
- hawa nafsunya. Maka Allah biarkan dia
- tersesat
- ala ilmin. Kalau saat dia tidak tahu,
- Allah maklumi.
- Tapi sayang sungguh sayang orang semacam
- ini. Orang-orang
- yang tidak akan mendengarkan nasihat,
- tidak akan dapat melihat kebenaran
- hatinya tertutup oleh hawa nafsunya.
- Waatama ala samihi waqbi. Allah
- subhanahu wa taala menyegel dan menutup
- kalbunya. Waa'ala ala borihiyawah.
- Wahatama ala sami. Allah menyegel
- pendengarannya.
- Waqalbi begitu pula kalbunya.
- Waala ala barihi gisyawa. Dan Allah
- subhanahu wa taala meletakkan ghisyawah.
- Penutup yang menutupi pandangan matanya.
- Walaupun matanya melihat dalam keadaan
- sehat, tapi mata tersebut
- mata yang ditutupi oleh hawa nafsu
- hingga tidak dapat melihat kebenaran
- dengan jelas.
- Lalu Allah bertanya, "Famay yahdihi min
- ba'dillah?" Orang kalau sudah seperti
- ini, siapa yang kuasa memberikan
- petunjuk kepadanya? Setelah Allah
- Subhanahu wa taala meninggalkannya,
- setelah Allah Subhanahu wa taala
- menyegel pendengaran kalbunya. Begitu
- pula menutup matanya. Allah tidak
- berbuat zalim, tapi Allah perlakukan
- dirinya sesuai dengan perbuatannya.
- Afala tadakkarun? Apakah kalian tidak
- mengambil pelajaran dari sini?
- Hingga kalian sadar tidak menjadikan
- nafsu sebagai Tuhan kalian,
- tapi kalian kembali kepada kebenaran.
- Karena cepat atau lambat kalian akan
- menghadapi akibat pilihan kalian dan
- perbuatan kalian.
- Waqolu ma hiya illa hayatunad dunya
- nahutu waahya wama yuhlikuna illaddah w
- lahum bidzalika min ilmin inhum illa
- yadun.
- Dan mereka berkata ketika diberikan
- nasihat dan peringatan.
- Ma hiya illa hayat dunia.
- Sesungguhnya kehidupan ini tak lain
- hanyalah kehidupan dunia.
- Namutu waahya. Kami mati kemudian kami
- hidup. Wama yuhlikuna illaddahudur. Dan
- kami
- tidak dibinasakan kecuali oleh masa.
- Arti waktu yang membinasakan dirinya.
- Wama lahum bidzalika min ilmin inhum
- illa yadun. Sesungguhnya mereka sedikit
- pun tidak memiliki ilmu,
- tidak memiliki sama sekali dasar ilmu
- atas ucapan-ucapan yang mereka ucapkan.
- Ketika mereka mengatakan
- bahwa kehidupan ini hanya kehidupan
- dunia dan kami mati hidup dan kami tidak
- binasa melainkan oleh masa. Ini semua
- ucapan yang tidak didasari ilmu.
- Lalu pertanyaannya, dari mana datangnya
- kehidupan mereka? Siapa yang
- menghidupkan mereka? Apakah mungkin
- terjadi kehidupan
- sebagaimana yang mereka kenal yang
- begitu menakjubkan tanpa ada yang
- menghidupkan? Mustahil.
- [mendengus]
- Jadi apa yang mereka ucapkan didasari
- oleh hawa nafsu mereka menolak kebenaran
- yang begitu jelas di hadapan mereka.
- Inhum illa yabunnun. Sesungguhnya mereka
- hanya menduga-duga dan meraba-raba.
- Waidza tutla alaihim ayatuna bayyinatim
- maana hujjatuhum illaqia
- abaina inuntum shodiqin.
- Dan apabila dibacakan kepada mereka
- ayat-ayat Kami dengan jelas, gamblang
- dan terang benerang diiringi dengan
- bukti-bukti,
- ternyata bantahan mereka tak lain
- hanyalah ucapan mereka, "Silakan kalian
- datangkan, hadirkan ke hadapan kami
- orang-orang tua kami dan leluhur kami
- yang telah mati. Kalau kalian benar,"
- itu alasan dan bantahan mereka.
- Padahal Allah Subhanahu wa taala
- menempatkan mereka di atas muka bumi ini
- sebagai khalifahnya dengan batas waktu
- yang ditentukan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Orang yang telah mati tak akan kembali
- kepada mereka kecuali pada hari
- kebangkitan ketika mereka dikumpulkan
- bersama-sama.
- Walaupun Allah Subhanahu wa taala pernah
- membangkitkan Ashabul Kahfi untuk
- menjadi bukti bahwa Allah Subhanahu wa
- taala janjinya benar dan dia akan
- menghidupkan mereka yang telah mati.
- Begitu juga kisah yang Allah kisahkan
- dalam suratul baqarah
- seorang nabi ya yang bertanya-tanya
- bagaimana Allah menghidupkan
- apa-apa yang telah mati. Allah wafatkan
- dia selama 100 tahun. Kemudian Allah
- hidupkan kembali. Begitu juga hidupkan
- untanya yang telah menjadi tulang
- belulang untuk menjadi bukti bahwa Allah
- Subhanahu wa taala maha kuasa untuk
- menghidupkan yang telah mati. Begitu
- juga di hadapan Ibrahim, Allah tunjukkan
- bagaimana burung-burung yang telah
- dicincang, disatukan bersama-sama,
- diletakkan masing-masing di atas sebuah
- bukit.
- Lalu Allah perintahkan Ibrahim untuk
- memanggilnya. Burung-burung tersebut
- yang tadinya ya telah bercampur menjadi
- satu, ternyata hidup kembali mendatangi
- Ibrahim. Betapa mudahnya Allah Subhanahu
- wa taala untuk menghidupkan
- apa-apa yang telah mati. Oleh karena itu
- ketika orang kafir bertanya, "Siapa yang
- akan menghidupkan tulang berulang yang
- telah apa? Yang telah hancur dan rapuh."
- Dijawab oleh Allah yuhzi.
- Katakan yang akan menghidupkannya, yang
- menciptakannya untuk pertama kali.
- Yuhadzi anaha awala marratin wahua
- bikulli khalqin alim.
- Jadi bagaimana bukti yang dipaparkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Tapi
- ternyata
- orang yang mengikuti hawa nafsunya
- enggan menerima kebenaran, hatinya
- sebetulnya penuh ketakutan dan
- kegelisahan. Nah, untuk meredakan
- kegelisahan mereka, mereka berargumen,
- "Silakan bawa ke hadapan kami leluhur
- kami yang telah mati dan binasa. Kalau
- kalian sanggup untuk membuktikan hal
- ini, kami akan beriman. Seandainya Allah
- hidupkan kembali juga orang-orang tua
- mereka." Mereka yang di perbudar,
- mereka-mereka yang menjadikan Tuhannya,
- hawa nafsunya tetap tidak akan menerima
- kebenaran.
- Lalu setelah itu Allah Subhanahu wa
- taala menjawab,
- "Qulillahu yuhyikum tumma yumitukum."
- Katakan, "Sesungguhnya Allah yang
- menghidupkan kalian untuk pertama kali."
- Kemudian Allah subhanahu wa taala
- mewatikan dan mewafatkan kalian. Tumma
- yajmaukum ila yaumilqiamati laba f.
- Kemudian Allah akan menghimpun kalian,
- menghidupkan kalian kembali, menghimpun
- kalian
- di hari kiamat yang tidak terdapat
- keraguan padanya. Wakinna aksarasi la
- yamun. Tapi kebanyakan manusia tak
- berilmu.
- Masakah kehidupan dunia ya mengakhiri
- segala-galanya? Padahal
- sebagian manusia hidup berbuat kebaikan,
- menegakkan keadilan,
- membela orang-orang yang teraniaya,
- berbagi dengan mereka yang membutuhkan,
- mereka taat kepada Allah. Apakah akan
- berakhir begitu saja? Di sisi yang lain
- terdapat manusia yang menodai kehormatan
- manusia, menumpahkan darahnya, melakukan
- perbuatan aniaya, berbuat zalim kepada
- sesamanya. Apakah mungkin kehidupannya
- akan berakhir begitu saja tanpa ada apa?
- Tanpa ada balasan bagi yang berbuat baik
- maupun yang berbuat buruk.
- Oleh karena itu kalau kita membaca
- kisah-kisah, cerita-cerita,
- cerita kanak-kanaklah yang sering dibaca
- oleh anak-anak pada masa dahulu kala
- seperti kisah Andersen
- itu selalu kisah tersebut diakhiri
- dengan apa? Dengan yang benar, meraih
- kebahagiaan
- yang berbuat aniaya, mereka terkena
- akibat dari buruk mereka. Kalau
- seandainya cerita tersebut berakhir di
- tengah-tengah kezaliman ya yang meraja
- lela dan orang-orang yang teraniaya
- tidak mendapatkan haknya, orang
- bertanya-tanya ini belum selesai
- ceritanya.
- Karena apa? Karena fitrah manusia
- meyakini betul-betul kebenaran pasti
- akan menang pada akhir
- oleh karena itu Allah jelaskan bahwa
- Allah Subhanahu wa taala yang
- menghidupkan kalian. mematikan kalian.
- Kemudian dia akan menghidupkan kembali
- dan menghimpun kalian di hari kiamat
- nanti yang tidak terdapat keraguan
- padanya.
- Tapi sayang kebanyakan manusia karena
- mengikuti hawa nafsu mereka, mereka tak
- berilmu dan tak berpengetahuan.
- [mendengus] Nah, kajian kita pada pagi
- ini hari ini merupakan kelanjutan dari
- kajian yang lalu. Walillahi mulkus
- samawati wal ard.
- Dan kepunyaan Allah seluruh kerajaan
- langit dan bumi. Dia yang menciptakan,
- Dia juga yang memerintah,
- dan dia pula yang memiliki dan berkuasa.
- Tak ada selain Allah Subhanahu wa taala
- apa yang bersekutu bersamanya.
- Dan kepunyaan Allah langit dan bumi.
- Waum taquumusatu yaumaidin yaksalul
- mubtilun. Dan pada saat hari kiamat yang
- merupakan hari kebangkitan
- pada hari itu orang-orang yang melakukan
- kebatilan, yang melakukan kerusakan,
- yang melakukan kejahatan, pada hari
- tersebut orang yang berbuat batil akan
- mengalami kerugian yang luar biasa.
- Kenapa? Karena Allah tidak menciptakan
- langit dan bumi melainkan dengan tujuan
- yang hak. Bukan untuk bermain-main. Wama
- khalaqna asamaa wal ard w bainahuma
- batila atau laiba. Kami tidak
- menciptakan langit dan bumi dan apa yang
- terdapat di antara keduanya sebagai apa?
- Sebagai hal yang batil tanpa tujuan.
- Wama khalaqnas samaa wal ard.
- Ya.
- Afahasibtum annama khalaqnakum abata
- waakum ilaina la turjaun. Apa kalian
- beranggapan bahwa kami menciptakan
- kalian dengan bermain-main dan sia-sia
- dan kalian tidak akan dikembalikan
- kembali ke hadapan Allah untuk
- mempertanggungjawabkan amal kalian. Maka
- kehidupan ini akan berubah menjadi
- sia-sia.
- Kalau
- manusia
- mengakhiri kehidupannya
- kemudian
- yang baik dan yang buruk disamakan.
- Oleh karena itu Allah bertanya, "Afana
- ja'alul muslimina kal mujrimin maum
- kaifa tahkumun?" Apakah mungkin kami
- akan menyamakan orang-orang yang berbuat
- kejahatan dengan orang-orang yang
- berserah diri kepada Allah dan taat
- padanya? Di mana akal kalian? Bagaimana
- kalian memutuskan?
- Jadi tidak mungkin orang-orang yang
- beriman beramal saleh akan disamakan
- ya dengan orang-orang yang berbuat
- kejahatan baik dalam kehidupan mereka
- maupun dalam kematian mereka.
- Jadi walillahi mulkus samawati wal ard
- kepunyaan Allah subhanahu wa taala
- seluruh kerajaan langit dan bumi. Wauma
- taquumus saatu yaumaid yaksarul
- mubtilun. Dan pada hari kiamat, pada
- hari itu orang-orang yang berbuat
- kebatilan akan mengalami kerugian.
- Wataro kulla ummatin jatih. Dan kamu
- akan menyaksikan setiap umat dalam
- keadaan berlutut.
- Kullu ummatin tuda ila kitabiha. Setiap
- umat akan dipanggil
- untuk menerima kitabnya yang berisikan
- catatan amal mereka. Baik yang kecil
- maupun yang sebesar. Semua tercatat di
- dalamnya.
- Alyyauma tujzauna ma kuntum tamalun.
- Pada hari ini kalian akan dibalas sesuai
- dengan apa yang dahulu kerjakan. Yang
- dahulu kalian kerjakan.
- H kitabuna yantiqu alaikum bilhaq.
- Inilah kitab kami yang akan bertutur
- berbicara kepada kalian dengan hak. Jadi
- kitab di hari kemudian nanti ya tidak
- seperti kitab dalam kehidupan dunia yang
- kita baca, tapi kitab itu sendiri yang
- akan bertutur, berbicara, menjelaskan
- amal mereka sampai di mana kira-kira
- kecanggihan dari kitab tersebut.
- Jadi tidak perlu seorang bersusah payah
- untuk membaca, tapi kitab tersebut akan
- menceritakan secara detail satu persatu.
- Kalau saat ini seorang mampu untuk
- merekam ya pembicaraan manusia bukan
- hanya secara ee audio saja, tapi secara
- visual ya. Walaupun telah berlalu 100
- tahun, rekaman suaranya masih terdengar.
- Begitu pula apa? penampilannya dalam
- pentas. Nah, kira-kira bagaimana
- kecanggihan teknologi Allah di hari
- kemudian nanti ketika memaparkan,
- menceritakan, menjelaskan perbuatan
- manusia secara detail, satu persatu dan
- dia tak mampu sama sekali untuk
- membantah dan menolak.
- Wat uminah dan kamu akan menyaksikan
- setiap umat dalam keadaan berlutut.
- Kitabiha setiap umat akan dipanggil
- untuk menerima kitabnya.
- Pada hari ini kalian akan dibalas
- sesuai dengan apa yang dahulu kalian
- lakukan dalam kehidupan dunia. Hza
- kitabuna ytiqu alaikum bilhaq. Dan ini
- kitab kami akan bertutur
- menerangkan kepada kalian seluruh
- sejarah kehidupan kalian satu persatu
- bilhaq dengan hak. Allah tidak akan
- menambahkan sesuatu dan tidak akan
- mengurangi.
- Inna kunna nastansiku ma kuntum tamalun.
- Sesungguhnya kami menyalin semua yang
- pernah kalian perbuat.
- Semua dicatat, disalin oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Faamalladzina amanu wa amilus shihat
- fayudiluhum rbuhum fi rahmatih dalika
- huwal fauzul mubin. Adapun orang-orang
- yang beriman kepada Allah bukan hanya
- sebatas kata-kata
- tapi ucapan, hatinya dan perbuatannya
- mencerminkan keimanan. Mereka
- mengerjakan amal saleh. Maka
- mereka-mereka yang beriman yang
- mengerjakan amal saleh fayudiluhum
- rbuhum fi rahmatih. Maka Rabb mereka,
- Tuhan mereka akan memasukkan mereka ke
- dalam rahmat Allah.
- Ungkapan rahmat di sini mengandung makna
- yang jauh lebih luas, lebih indah, dan
- mencakup dibandingkan
- ungkapan dengan kata surga. Karena surga
- bahagia dari rahmat Allah.
- Jadi orang-orang yang beriman dan
- mengerjakan amal saleh maka Rabb mereka
- akan memasuk Rabb mereka akan memasukkan
- mereka ke dalam rahmatnya kekal abadi
- untuk selama-lamanya.
- Dzalika huwal fauzul mubin. Itulah
- merupakan
- kesuksesan,
- keberuntungan yang amat nyata. Bukan
- kedudukan, bukan karir, bukan juga
- harta.
- Bukan kemewahan hidup sebagai tolak ukur
- keberhasilan seseorang. Tapi apabila dia
- hidup di dunia dengan penuh keimanan
- mengerjakan amal saleh,
- dia meninggalkan dunia dalam keadaan
- husnul khatimah sebagaimana yang
- dilakukan
- dalam perjalanan hidupnya dengan penuh
- keimanan kepada Allah. Hidupnya juga
- penuh dengan kebaikan yang dilakukan
- dengan mengharapkan rida Tuhannya.
- itu merupakan keberuntungan yang amat
- besar dan nyata.
- Wa ammalladzina kafaru afalam takun
- ayati tutla alaikum fastakbartum wauntum
- mujrimin.
- Adapun orang-orang yang ingkar
- Allah bertanya pada mereka, "Afalam
- takun ayati alaikum?" Bukankah
- ayat-ayatku telah dibacakan kepada
- kalian?
- Fastakbartum.
- Tapi kalian menyombongkan diri di
- hadapan ayat Allah. Wauntum kaum
- mujrimin. Dan dahulu kalian adalah kaum
- yang betul-betul bergelimangan
- kejahatan.
- Dengan sendirinya pertanyaan ini bukan
- pertanyaan
- yang
- menunjukkan arti ingin tahu. Tapi
- pertanyaan ini merupakan apa? merupakan
- teguran dari Allah Subhanahu wa taala
- dan juga merupakan apa? Merupakan
- pemberitahuan dari Allah. Apa-apa yang
- kalian terima saat ini adalah akibat
- dari perbuatan kalian dahulu. Dibacakan
- ayat-ayat Allah, kalian menyombongkan
- diri, menolak untuk mendengar,
- menyimak, dan menerimanya.
- Waidza qila inna wa'dallahi haq wasaatu
- laba fiha qulum maadriah.
- Dan apabila dikatakan kepada mereka,
- "Sesungguhnya janji Allah hak, jangan
- kalian terpedaya oleh kehidupan dunia.
- Wasatu laba fiha." Dan saat hari
- kebangkitan
- merupakan sesuatu yang tidak diragukan
- sedikit pun.
- merupakan sesuatu yang tidak terdapat
- keraguan padanya sedikitp.
- Qulum maadriah.
- Kalian
- sambil mengolok-olok mengatakan, "Kami
- tak tahu apa yang dimaksudkan dengan
- saah tersebut, dengan hari kiamat."
- Innadunnu illa don w nahnu bustaqidin.
- Kami hanya menduga-duga saja dan kami
- sedikit pun tak merasa yakin. Kami
- sedikit pun tidak merasa yakin.
- Ini merupakan jawaban mereka yang penuh
- dengan ejekan.
- Yang penuh dengan penuh dengan ejekan.
- Jadi kalau kita lihat kembali dari sini
- apa yang mereka lakukan
- sebetulnya
- bukan hanya layak untuk menerima hukuman
- dari Allah Subhanahu wa taala tapi lebih
- dari itu mereka layak untuk menerimanya.
- Tuhan mereka memperlakukan dengan penuh
- kasih sayang memberikan kesempatan
- kepada mereka mengajak mereka kembali
- kepada Allah menjanjikan ampunannya dan
- rahmatnya. Tapi mereka tidak hargai.
- Bahkan mereka mengoloh-oloh mengatakan,
- "Kami sedikit pun tidak tahu menahu
- mengenai saah, mengenai hari kiamat dan
- kami hanya menduga-duga.
- Wadalahum sayiatu ma amilu wahaqo bihim
- mau bihi yastahziun."
- Maka pada hari tersebut, di hari
- kebangkitan nanti,
- nampaklah
- bagi mereka
- keburukan-keburukan
- yang pernah mereka lakukan dalam
- kehidupan dunia.
- Wahaqo bihim ma kanu bihi yastahziun.
- Dan mereka juga dikepung
- terkena
- balasan
- sebagai akibat apa-apa yang dulu mereka
- olok-olok, mereka permainkan. Sekarang
- menjadi kenyataan di hadapan mereka dan
- mengepung mereka dari segala penjuru.
- Jadi wabadalahum sayiatu ma amiru. Dan
- nampaklah bagi mereka keburukan
- amal-amal yang mereka perbuat. Wahaqo
- bihi ma kanu bihi yastahziun. Kalau dulu
- mereka mengolok-olok peringatan yang
- datang dari Allah,
- maka pada hari tersebut mereka terkena
- dan tertimpa
- terkepung oleh apa yang dulu mereka
- olok-olok dari azab Allah dan
- peringatannya.
- Waqilalumakum
- kama nasitum liqo yaumikum.
- Lalu dikatakan kepada mereka, "Pada hari
- ini kami melupakan kalian sebagaimana
- dahulu kalian melupakan hari perjumpaan
- kalian pada hari ini." Jadi,
- alyaumakum
- hari ini kami lupakan kalian.
- Sebagaimana kalian melupakan hari
- perjumpaan kalian hari ini. Wumunaru
- wum minirin.
- Dan tempat
- kembali kalian adalah api neraka.
- Dan tak ada seorang pun yang akan
- tampil untuk memberikan pertolongan pada
- kalian.
- Kata mawa berarti tempat untuk bernaung,
- berlindung.
- Ternyata tempat berlindung mereka bukan
- sesuatu yang menyejukkan, yang aman,
- tapi api neraka sebagai tempat
- perlindungan mereka. Dan pada saat itu
- tak ada seorang pun yang kuasa untuk
- menolongnya. Ini merupakan keadaan yang
- amat-amat menyedihkan.
- Dalikum biannakumtakum
- ayatillahi huzwa.
- Yang demikian itu
- karena dahulu kalian menjadikan
- ayat-ayat Allah sebagai apa?
- Olok-olokan.
- Wagratkumul hayatud dunya. Dan kalian
- terpedaya oleh kehidupan dunia. Kalian
- merasa bangga dengan dunia
- yang berada di tangan kalian. Kalian
- juga terpesona oleh mereka-mereka yang
- memiliki dunia mengorksinya dan kalian
- memandang remeh orang-orang. yang
- beriman kepada Allah dan ayat-ayatnya
- atau beriman kepada hari akhir.
- Falyauma la yukhrajuna minha wala hum
- yustabun.
- Maka pada hari ini
- mereka tak akan dikeluarkan dari azab
- api neraka.
- Mereka juga tak akan diberikan
- kesempatan untuk
- apa? Untuk memohon ampun kembali.
- memperbaiki diri mereka. Semua telah
- hilang. Jadi mereka tak akan keluar dari
- api neraka dan tidak akan diberikan
- kesempatan bagi mereka untuk apa? Untuk
- memohon ampun. Karena waktu permohonan
- ampun telah berakhir dan mereka juga tak
- punya kesempatan untuk memperbaiki
- kesalahan mereka dan mengulangi
- kehidupan mereka. Ini merupakan nasib
- yang tragis. Sedangkan kita baru sedikit
- terkena kolek saja.
- Rasa sakit baik itu diakibatkan oleh
- karena infeksi pada saluran kencingnya
- atau infeksi pada saluran pencernaannya
- atau kolik akibat batu ginjal atau batu
- empedu. Orang pada saat tersebut
- merasakan derita yang luar biasa.
- Padahal hanya beberapa saat masih ada
- obat suntikan yang menghilangkan rasa
- sakit. Tapi di hari akhir nanti dengan
- azab yang lebih dahsyat, tidak akan ada
- lagi obat yang bisa menghilangkan rasa
- sakit. Dan bukan hanya satu hari, du
- hari. Bagi mereka yang ingkar, mereka
- akan mendekam dalam api neraka jahanam
- untuk selama-lamanya.
- Nah, kalau kita renungkan bersama-sama
- dari mulai ayat 27 bahwa kepunyaan Allah
- Subhanahu wa taala kerajaan langit dan
- bumi.
- Pada saat dibangkitkan di hari kiamat
- orang-orang yang berbuat kebatilan pada
- hari tersebut mereka akan mengalami
- kerugian.
- Mereka yang dalam kehidupan dunia tidak
- menghargai otoritas Allah, tidak
- menghargai pemerintahan Allah dan
- kerajaannya.
- Karena mereka diberikan kebebasan
- pilihan dalam kehidupan dunia. Mereka
- lebih suka menjadikan Tuhan mereka hawa
- nafsu mereka tanpa menghirah Allah raja
- diraja yang sebenarnya. Tanpa
- menghormati juga pemerintahan Allah
- Subhanahu wa taala. mereka gantikan
- dengan kebijakan-kebijakan aturan yang
- mereka buat tanpa menghargai sama sekali
- aturan yang datang dari Allah Subhanahu
- wa taala.
- Bahkan mereka mengolok-olok orang-orang
- yang beriman dan mengolok-olok ayat
- Allah sebagai akibatnya.
- Mereka akan menanggung akibat perbuatan
- yang mereka lakukan. Oleh karena itu,
- ikhwan akhwat pendengar pemirsa,
- baik itu para pejabat yang duduk di atas
- yang pada saat ini sedang memerintah,
- wakil rakyatnya, ulama-ulamanya,
- begitu juga ya mereka-mereka yang
- bekerja di arena ya kehidupan ini, baik
- sebagai pejabat sipil, pejabat TNI,
- pejabat katakan kepolisian.
- Bukankah sebentar lagi kita semua bakal
- kembali kepada Allah dan akan
- menyaksikan semua catatan amal kita.
- Maka berusahalah atau mari kita berusaha
- untuk mengisi lembaran hidup kita dengan
- catatan yang baik.
- Kekayaan
- kehidupan dunia usianya hanya singkat
- dan cepat.
- Sebelum terlambat mari kita
- berbondong-bondong kembali kepada Allah.
- Kita berjuang untuk memperbaiki negara
- kita, bangsa kita, dan bersama-sama kita
- bangkit.
- Dan mari selagi ada kesempatan kita
- bertobat dan kembali pada Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, penutup dari
- suratul jahiyah ini amat menarik sekali.
- Falillahilhamdu rabbis samawati warbil
- ardhi rabbil alamin.
- Falillahilhamdu.
- Kepunyaan Allah, milik Allah.
- Puja-puji
- Rabbis samawati wal ard. Tuhan penguasa
- langitnya. Demikian pula penguasa
- buminya. Rabbil alamin. Dan dia Tuhan
- semesta alam.
- Maka dengan sendirinya dialah
- satu-satunya yang berhak menerima
- puja-puji yang seterusnya dari kita
- semua.
- Dia merupakan Rabb penguasa langitnya,
- buminya dan penguasa seluruh alam
- semesta. Walahul kibriyau fis samawati
- wal ard. Dan
- kepunyaannya,
- haknya dan miliknya
- alkibriya seluruh kebesaran
- baik di langit maupun di bumi. Wahuwal
- azizul hakim. Dan dia satu-satunya yang
- maha perkasa lagi maha bijaksana.
- Maka atas dasar ini, ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah, siapa-siapa yang
- bersikap sombong, bersikap angkuh,
- merasa dirinya memiliki kebesaran dan
- keagungan, dia akan menjadi musuh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dan perbuatannya pasti akan menimbulkan
- kerugian
- dan juga petaka bencana bagi orang di
- sekelnya. Berbeda dengan Allah.
- Satu-satunya pemilik alkibriya. Walaupun
- dia satu-satunya Tuhan yang maha agung,
- seluruh kebesaran menjadi miliknya. Dia
- tidak pernah berbuat aniaya zalim kepada
- hamba-hambnya.
- Allah Subhanahu wa taala menegaskan hal
- ini kepada kita untuk betul-betul
- meyakinkan kita agar kita tunduk
- kepadanya. Karena seluruh
- yang di langit maupun di bumi tunduk dan
- mengakui kebesaran dan keagungannya.
- Sedangkan kita yang berdiam di atas muka
- bumi ini
- di daerah yang begitu kecil tak berarti
- yang diberikan kebebasan justru
- menyombongkan diri di hadapan Allah.
- Padahal seluruh malaikat di langit sujud
- dan tunduk kepada Allah. Bahkan seluruh
- benda-benda langit bertasbih kepada
- Allah, mensucikannya dan juga mereka
- sujud di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala. Lalu apa
- sebetulnya yang membuat kita bersikap
- angkuh, sombong, bangga diri di hadapan
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi,
- falillahilhamdu rabbis samawati warabil
- ardhi rabbil alamin. Kepunyaan Allah
- atau hak Allah,
- dialah satu-satunya yang berhak untuk
- menerima puja dan puji. Karena dia Rabb
- penguasa langit dan buminya
- dan dia juga Tuhan semesta alam.
- Walahul kibriya fis samawati wal ard.
- Dan alkibriya ya hanyalah miliknya.
- Hanya milik Allah Subhanahu wa taala.
- Alkibriya.
- Dan tak ada seorang pun
- yang bersekutu bersama Allah subhanahu
- wa taala. [berdehem] Seluruh kebesaran
- dan keagungan adalah milik Allah
- subhanahu wa taala di langit dan di
- bumi. Wahuwal azizul hakim. Dan dia
- satu-satunya yang maha perkasa lagi maha
- bijaksana.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, yang
- kita sampaikan ini, ini merupakan
- renungan.
- Kita tidak merasakan bahwa ini tafsir
- Al-Qur'an, tapi ini merupakan renungan
- apa yang kita dapatkan dari apa renungan
- kita pada ayat-ayat Allah dalam suratul
- Jatih.
- Karena berbeda sekali antara renungan
- tafsir dengan ayat-ayat Allah itu
- sendiri. Ayat-ayat Allah Subhanahu wa
- taala kaya dengan makna dan dia selalu
- hidup. Sedangkan renungan kita,
- penafsiran kita adalah penafsiran
- manusia yang tak luput dari kekurangan
- dan juga ada masa apa? Ada masa
- berlakunya.
- Artinya
- dia juga akan berakhir dengan
- berakhirnya manusia.
- Beda dengan ayat-ayat Allah yang selalu
- hidup. Kalau kita membaca katakan tafsir
- bagaimanapun indahnya, kita akan
- menemukan batasannya. Beda dengan
- ayat-ayat Allah. Setiap kali kita
- merenungkan, kita menemukan makna-makna
- yang baru.
- Seolah-olah ayat ini memiliki ruh.
- Sebagaimana firman Allah, waadzalika
- ilaika ruhan min amrina. Demikianlah
- kami telah mewahyukan kepadamu ruh dari
- sisi kami. Karena memang Al-Qur'an ini
- yang menghidupkan jiwa kita, yang akan
- menerangi kalbu kita, menunjukkan jalan
- kita. Dan tidak ada petunjuk yang lebih
- baik daripada kitab suci Al-Qur'an.
- Semoga kita senantiasa berjalan di bawah
- bimbingan dan petunjuknya.
- Wallahuam.
- Baik, terima kasih Ustaz Husin atas ee
- kajiannya, renungan di kesempatan pagi
- hari ini menyelesaikan ee renungannya
- Quran surah Aljasiah, Ustaz ya, sampai
- ayat ke-37.
- Alhamdulillah empat pertemuan kita
- selesaikan ya. Dan Ustaz masih ada waktu
- sedikit lagi Ustaz izin
- ini bacakan WA dari beberapa pendengar
- ada dari Bu Aminah Menyimak, kemudian
- Ibu Saidah, Ibu Ani, kemudian Bu Retno,
- Pak Nurhadi, Pak Rahmat, Bu Darma, dan
- lain-lain. Nah, ini ada dua pertanyaan
- saya gabungkan, Ustaz dan izin katanya
- tidak sesuai dari kajian di kesempatan
- pagi ini dari Pak Nurhadi. Eh, bagi kami
- setiap mendengarkan penjelasan Ustaz
- Husein serasa duduk bersama cucu Nabi
- yang meluruskan ajaran Islam yang
- sebenarnya. Saya sudah lebih 14 tahun
- setia mendengar Radio Rasil, terutama
- ustaz katanya Ustaz Husein dan juga
- topik berita pagi. Pertanyaan dari saya,
- Ustaz, bagaimana sebaiknya mengadakan
- peringatan Maulid Nabi yang sesuai
- tuntunan ini sesuai di dengan bulan ini,
- Ustaz, ya? bulan kelahiran Nabi Rabiul
- Aal selama ini kebanyakan terkesan
- banyak humor, Ustaz. Yang diundang juga
- yang terkenal dengan tarif mahal yang
- isinya lawakan dan hiburan. Pak Nurhadi
- di Tangerang. Izin, Ustaz, saya
- gabungkan dari Ibu hamba Allah di
- Tangerang. Ini pun mohon maaf tidak
- sesuai tema karena katanya sedang apa?
- Dilema gitu, Ustaz.
- Ee, Ustaz, apakah berdosa jika istri
- setiap malam melaksanakan tahajud karena
- sudah kebiasaan? di samping melupakan
- kewajiban kebutuhan biologis suami. Tapi
- selalu saya bilang ke suami kalau
- malamnya mau tahajud dan saya bilang
- rida atau tidak. Suami saya bilang rida
- karena kebutuhan biologis tidak untuk di
- malam hari saja. Tapi saya jadi takut
- setelah ada penjelasan dari ustaz, ustaz
- lain maksudnya ee katanya harus
- mendahulukan kebutuhan biologi suami.
- Mohon pencerahannya, Ustaz.
- Ini menjadi dilema. Bukan melupakan
- maksudnya, tetapi lebih ke mendahulukan
- tahajud. Setelah itu baru kebutuhan
- biologi suami. Karena saya ingin dapat
- dua pahala dan kewajiban saya sebagai
- seorang hamba dan seorang istri. Ustaz,
- demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Rbana atina min ladunka rahmah wahayi
- lana min amrina rasada.
- Rbana zidna ilman walhiknain.
- Momentum kelahiran Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- merupakan
- satu peristiwa besar
- dengan kelahiran beliau.
- Maka
- diiringi dengan kelahiran
- kemerdekaan umat manusia
- dalam arti yang seutuhnya. Bukan hanya
- kemerdekaan dari penjajahan asing,
- baik penjajahan militer, politik ya,
- ataupun ekonomi.
- Tapi kemerdekaan dalam arti yang
- seutuhnya. Kemerdekaan
- dari syirik.
- yang menjerumuskan manusia dalam
- kehinaan,
- yang menjadikan manusia bukan lagi
- makhluk yang merdeka, tapi menjadi
- budak-budak
- dari kebodohan dan mitos.
- Di mana dia seharusnya sujud kepada
- Tuhannya, penciptanya, ternyata dia
- sujud kepada benda-benda makhluk yang
- serupa dengan dirinya. ini merupakan
- perbudakan dan penjajahan yang amat
- mengerikan yang akan betul-betul
- mengacaukan
- nilai-nilai hidupnya dan menyimpangkan
- dirinya dari kebenaran yang akan
- menyesatkan dirinya dari tujuan hidup
- yang sebenarnya.
- Oleh karena itu, kelahiran Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- berupa. Demikian pula nabi-nabi
- sebelumnya. Mereka diutus oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk memberikan
- hidayah petunjuk bagi umat manusia dan
- juga mendeklarasikan kemerdekaan mereka
- sebagai hamba-hamba Allah yang memiliki
- status yang sama, kedudukan yang sama.
- Karena ayah mereka sama, begitu pula ibu
- mereka juga sama.
- Dan Tuhan mereka yang menciptakan
- mereka, Tuhan yang satu yang maha esa.
- Umat manusia dalam perjalanan hidupnya
- menjalani cobaan dalam kehidupan dunia
- ini. Dengan bimbingan petunjuk Allah,
- Allah mengantarkan mereka menuju
- kesuksesan
- dalam kehidupan dunia ini. Begitu pula
- kesuksesan untuk meraih kemuliaan di
- sisi Allah Subhanahu wa taala. Tapi
- syirik memalingkan mereka dari tujuan
- mereka, menyesatkan mereka dari jalan
- Allah yang akan mendatangkan kerugian
- bagi mereka. [mendengus]
- Oleh karena itu, momentum maulid ya dan
- peringatan ini merupakan peringatan yang
- amat penting untuk kita resapi, kita
- hayati. Tapi bukan dengan
- sekedar makan, minum, berkumpul
- bersama-sama,
- bukan juga dengan sekedar kita merayakan
- kemudian kita mengisi acara peringatan
- tersebut dengan
- ceramah-ceramah, penyampaian-penyampaian
- yang tidak berhubungan sedikit pun
- dengan apa yang dibawa oleh Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Hingga sebagian orang mengatakan dalam
- perayaan Maulid semuanya ada kecuali
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Karena yang dibicarakan tidak
- berhubungan dengan apa? Dengan misi Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Tapi diisi dengan acara-acara
- yang sebetulnya menodai kehormatan dari
- maulid itu sendiri dengan acara humor,
- tawa juga berbicara kotor, kemudian
- serangan ke sana maupun kemari. ini
- semua tidak ada hubungan dengan apa?
- Dengan Maulid Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Oleh karena
- itu, ketika seorang ee ketika sepasang
- orang ya yang merupakan sahabat Nabi
- berangkat menuju ke Persia sebagai
- utusan dari panglima kaum muslimin yang
- pada saat itu dipimpin oleh Saad bin Abi
- Waqqas.
- datang sebagai utusan menghadap kepada
- penguasa Persia pada saat itu.
- [mendengus]
- Ketika mereka beri di hadapannya
- yang biasanya sebelum Islam mereka sujud
- di hadapan penguasa Persia, ternyata
- mereka tetap tegak mengucapkan salam
- kepada raja.
- Lalu sang penguasa bertanya, "Kenapa
- mereka tidak sujud sebagaimana
- biasanya?"
- penterjemahnya menyampaikan. Lalu dua
- orang ini mengatakan, "Kami tak sujud
- kecuali hanya kepada Allah."
- Lalu penguasa Persia bertanya kepada
- mereka, "Kenapa kalian datang kemari
- membawa pasukan kalian? Kalau kalian
- butuh pangan, sandang,
- dan lain-lainnya, kami akan kirimkan
- buat kalian. Bawa pasukan kalian
- kembali."
- Dijawab oleh kedua orang itu, "Bukan
- untuk ini atau itu kami datang ke
- hadapanmu wahai Paduka Raja. Tapi kami
- datang untuk memerdekakan kamu dan
- manusia dari penyembahan terhadap
- makhluk menuju penyembahan terhadap
- Allah
- dan mengeluarkan kamu dari wawasan dunia
- yang sempit menuju wawasan dunia dan
- akhirat. Oh, hidup bukan hanya untuk
- dunia saja. dunia sekejap
- hanya sebagai ladang kita beramal. Yang
- ketiga, dan kami juga menyampaikan
- kepada kamu untuk mengeluarkan kamu dari
- kezaliman agama yang bermacam-macam yang
- membagi membagi-bagi manusia ke dalam
- kelas-kelasnya.
- Memuliakan sebahagian, merendahkan
- sebahagian menuju keadilan Islam. Ini
- menggambarkan sebetulnya spirit dakwah
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam yang harus kita hidupkan dan
- kita peringati. Kalau perlu bukan hanya
- setiap tahun, setiap hari. Setiap hari
- sebagaimana yang dilakukan Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengajak
- manusia semua untuk kembali kepada
- Allah. Membebaskan diri mereka dari
- segala macam bentuk penjajahan. Kemudian
- apa? di samping kemerdekaan dari syirik
- ya, kemerdekaan juga dari kehidupan
- jahiliah yang merupakan buah-buah dari
- syirik itu sendiri menuju keadilan
- Islam. Wawasan yang penuh keindahan,
- yang penuh dengan keadilan dan
- menciptakan keharmonian di tengah-tengah
- umat manusia. Kemudian yang perlu kita
- ingat juga mengingat kita semua
- diciptakan oleh Tuhan yang sama, berasal
- dari ayah ibu yang sama, diciptakan juga
- dari entitas yang sama. Walaupun berbeda
- warna kulit, bahasa, rupa,
- tapi kita semua merupakan satu umat yang
- berinduk kepada Allah.
- Inna hadi ummatukum ummatan wahidatan
- waabukum fa'budun waukum fattaquun.
- Dalam ayat yang lain in umatukum ini
- menceritakan apa? Kepada umat-umat
- sebelum umat nabi kita.
- Dari mulai kisah Nabi Allah Nuh yang
- diceritakan dalam surah almukminun atau
- suratul anbiya sampai kepada umat nabi
- kita bahwa semua ini merupakan satu
- umat. Dan akulah Tuhan kalian. Hendaklah
- kalian hanya menyembah aku dan bertakwa
- kepadaku. Jadi mengingatkan kita bahwa
- kita ini merupakan satu umat. Tidak ada
- keutamaan bagi yang putih atas yang
- hitam, yang kaya ataupun yang miskin
- kecuali dengan tak
- takwa dan iman yang membedakan kelas
- manusia di hadapan Allah bukan nasabnya.
- Oleh karena itu, dalam peringatan maulid
- kita harus mensosialisasikan betul-betul
- apa? Persatuan umat. Mengingatkan mereka
- bahwa mereka merupakan satu umat. Bukan
- hanya ya kesatuan dalam umat nabi kita
- bersama umat-umat sebelum yang dipimpin
- oleh para nabi. Kita merupakan satu umat
- yang berindu kepada Tuhan yang sama yang
- diciptakan juga oleh Tuhan yang sama.
- Dan kita berhutang dengan seluruh hidup
- kita kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, dalam peringatan Maulid
- seharusnya kita menghidupkan kembali
- spirit dakwah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yang intinya
- memerdekakan umat manusia. dari segala
- macam bentuk penjajahan ya menuju
- [mendengus] penyembahan kepada Allah
- yang akan menyempurnakan kemerdekaan
- mereka dan memandang manusia semua dalam
- kedudukan yang sama. Ini yang
- dicontohkan dalam kehidupan Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- bersama para sahabatnya. Yang dimuliakan
- oleh Rasul bukan para konglomrat,
- bukan orang-orang dari pemuka-pemuka
- Quraisy ya. Bahkan mereka-mereka yang
- ingkar yang kafir ya
- mereka orang-orang yang direndahkan oleh
- Allah dalam Al-Qur'an. Sebagai contoh
- paman Nabi seperti Abu Lahab. Bagaimana
- Allah katakan tabbat tiada abi lahab.
- Bagaimana Rasulullah menempatkan orang
- seperti Bilal, Salman, Ammar bin Yasir,
- Yasir dan dan
- dan Sumayyah yang merupakan orang yang
- mati syahid pertama dalam Islam. Dan
- bagaimana para sahabat
- memandang mereka juga dengan pandangan
- yang penuh penghormatan. Betul gak?
- Betul.
- Walaupun para pemuka Quraisy mereka
- masuk ke dalam Islam di belakang hari
- tidak sama dengan orang-orang yang masuk
- Islam lebih awal. Oleh karena itu,
- ketika Abu Sufyan, Muawiyah, dan Bilal
- berdiri di hadapan
- rumah Umar bin Khattab ingin berjumpa,
- Umar mengatakan, "Dahulukan Bilal."
- Dahulukan
- Bilal. Bilal yang membuat Abu Sufyan
- geram. Tapi mau tidak mau dia harus
- mengakui dulu dia memerangi Rasul bahkan
- pemimpinnya lagi. Sedangkan Bilal
- berdiri di sisi Rasulullah. Begitu pula
- Salman dari Persia. Rasul mengatakan
- Salman dari kami keluarga Rasul. Oleh
- karena itu, sayang sungguh sayang kalau
- momentum maulid yang begini indah yang
- memperingati lahirnya seorang nabi dan
- rasul yang Allah jadikan sebagai rahmat
- bagi semesta alam tidak kita manfaatkan
- dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu
- yang penting bagi kita ya di samping
- kita berselawat kepada beliau,
- membacakan selawat ya sebagaimana yang
- diajarkan oleh Nabi.
- Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang
- tidak sejalan dengan tuntunan Rasul.
- Kita bersama-sama para ulama berbicara
- tentang
- misi Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Karena beliau sebagai
- seorang nabi dan rasul [berdehem] bukan
- hanya sekedar membawa risalah Allah.
- tapi memberikan contoh bagi mereka di
- tengah-tengah kehidupan
- bagaimana menjadi contoh yang baik dalam
- seluruh aspek kehidupan. Baik sebagai
- kepala rumah tangga, sebagai ayah,
- sebagai kakek, sebagai seorang jenderal
- di medan perang, ya.
- H.
- Begitu pula sebagai seorang yang
- melakukan perbaikan ekonomi di
- tengah-tengah umatnya hingga mengangkat
- martabat
- umatnya dan mampu untuk meruntuhkan
- perekonomian Yahudi pada saat itu yang
- dibangun di atas riba dan peperangan.
- Melalui peperangan
- dan menjual senjata mereka mengobarkan
- peperangan. Setelah itu menjerumuskan
- orang yang berperang ke dalam hutang
- yang mengakibatkan mereka kehilangan
- kemerdekaan mereka. datang Nabi berhasil
- untuk menciptakan kedamaian di
- tengah-tengah umatnya. Ya, membangun
- perekonomian mereka, menjadikan mereka
- umat yang kuat dan berhasil
- menyingkirkan orang-orang Yahudi yang
- hidup sebagai lintah darah, menghisab
- darah manusia dengan cara mengobarkan
- peperangan, menjual senjata, dan juga
- menjadi bangkir-bangkir yang membuat
- orang yang merdeka kehilangan
- kemerdekaan mereka. Ini yang harus kita
- perjuangkan. Oleh karena itu kalau ada
- peringatan Maulid diisi dengan
- penceramah yang menyampaikan humor,
- tawa, tinggalkan majelis tersebut. Ini
- merupakan majelis yang dibenci dan
- dimurkai Allah subhanahu wa taala. Jadi
- tinggalkan majelis semacam ini. Kemudian
- hadirilah majelis-majelis yang walaupun
- tidak menyediakan makanan, tapi mengajak
- kita untuk menghidupkan spirit dakwah
- nabi kita dan mengajak umat untuk
- bersatu dan memproklamirkan kemerdekaan
- umat manusia hingga setiap orang merasa
- memiliki martabat dan kemuliaan. Jangan
- karena dia miskin direndahkan, karena
- rupanya katakan atau berkulit hitam
- disepelekan. Tapi setiap orang yang
- menjadi umat Nabi memiliki kedudukan
- yang sama. Tinggal iman dan takwanya
- yang akan menentukan kemuliaannya di
- sisi Allah subhanahu wa taala. Adapun
- pertanyaan yang kedua, seorang ibu yang
- gemar di waktu malam, bangun di waktu
- malam bertahajud, membaca Al-Qur'an.
- Seandainya suaminya
- mengajak dia berkumpul di malam hari
- pada saat dia bertahajud,
- dia ikuti suaminya itu lebih afdal
- daripada 1000 rakaat yang dilakukan di
- malam hari.
- H
- setelah itu dia bisa membersihkan diri
- kemudian bangun tahajud. Dia laksanakan
- kewajiban dia pada suami. Dia juga
- mendekatkan dirinya kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Dia mendapatkan
- kebaikan yang berlipat-lipat ganda. Dan
- biasanya pasangan suami istri tidak
- bergaul juga hanya di waktu malam,
- apalagi di tengah malam pada saat orang
- bertahajud. Tapi kalau suaminya mengajak
- dia dalam keadaan katakan bersih,
- kemudian dia juga salat, dia bisa penuhi
- apa yang diinginkan suaminya dan dia
- bisa melanjutkan tahajudnya setelah dia
- membersihkan dirinya. Jadi, ibu tidak
- perlu ragu untuk melaksanakan salat
- tahajud, ya. laksanakan tanpa
- mengabaikan kewajiban ibu pada suami.
- Pada saat suami meminta untuk
- berhubungan, ikuti dan ibu harus tahu
- yang ibu lakukan dengan ya memenuhi
- kewajiban ibu terhadap suami jauh lebih
- besar daripada ribuan rakaat yang ibu
- lakukan. Nah, setelah itu ibu mandi,
- bersihkan diri kemudian ibu lanjutkan
- tahajud ibu. Semoga Allah subhanahu wa
- taala jadikan ibu sebagai wanita salehah
- yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala
- di dunia. yang taat kepada Allah,
- menjalankan kewajiban pada suami, suami
- juga menjalankan kewajibannya pada istri
- dan ibu selalu betul-betul mendekatkan
- diri kepadanya. Dan dalam keseharian ibu
- menjadi contoh wanita yang selalu
- berbuat kebaikan dan menjadi contoh di
- tengah-tengah wanita yang lain.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik wal afu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husein Alatas
- mengkaji Quran surah Aljaziyah. Ya, kita
- menelesaikan Quran surah Aljaziyah tadi
- mulai dari ayat 27 sampai ke 37. Semoga
- kita semua dapat memetik pelajaran dan
- hikmah dari renungan di bawah Nol
- Al-Qur'an di kesempatan ini dan juga
- semoga Allah mencurahkan rahmat kepada
- kita semuanya. Amin. Amin ya rabbal
- alamin. Ihan terima kasih atas
- kebersamaannya. Mohon maaf jika ada yang
- belum sempat kita bacakan ya WA-nya.
- Insyaallah kita bertemu kembali di Kamis
- depan untuk renungan bersama Ustaz
- Husain Atas. Saya Rizal Hak dan
- teman-teman yang bertugas ada Bang Ondi
- Saputra dan juga Alghifah Roji undur
- diri. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.