Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 0:17 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:19 subhanahu wa taala. Terima kasih Anda 0:22 masih bersama kami dalam kesempatan sore 0:25 hari ini tausiah sore bersama Ustaz Zaid 0:29 Embah. Kami ingin menyapa ada Bapak 0:32 Saian Rohili di Pulau Gebang, Ibu Retno 0:35 SW. 0:37 Alhamdulillah hadir menyimak kau sore. 0:39 Ustaz ZMahmuya 0:45 insyaallah hadir menyimak. Kemudian ada 0:48 Eyang Sri, Bapak Arwin. Lalu ada Ibu 0:53 Titi Sediati. Alhamdulillah suara radio 0:56 Rasil sudah bening dan sedang saya 0:59 simak. Ada Ibu Fani. 1:03 Alhamdulillah saya mengikuti acara ini. 1:07 Kemudian 1:08 ada siapa ini? Bapak Andi dan juga Bapak 1:13 Ridwan. 1:15 Ee Ustaz, pertanyaan 1:18 pertama dari Bapak Rohili di Pulau 1:21 Gebang. Asalamualaikum warahmatullahi 1:23 wabarakatuh. 1:26 Bagaimana dosanya orang yang merusak 1:29 lingkungan hingga menyebabkan bencana 1:31 alam dan menimbulkan banyak korban 1:34 meninggal dunia? 1:37 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:39 shalli ala sayyidina Muhammad wa ali 1:41 sayidina Muhammad. 1:44 Nah, jadi orang yang merusak lingkungan. 1:46 Iya, Ustaz. 1:47 Itu termasuk perbuatan 1:50 fasad. 1:57 Di Quran Allah Taala bilang walau di 1:59 bumi, di muka bumi. Jadi orang yang 2:02 merusak lingkungan itu termasuk 2:05 perbuatan fasad. 2:07 Inallah yuhibbul fasirin. Allah Taala 2:10 tidak menghendaki orang-orang yang 2:11 fasad. 2:15 Jadi orang yang merusak lingkungan itu 2:17 sudah jelas-jelas dia berbuat perbuatan 2:19 yang sangat dilarang oleh Allah 2:21 Subhanahu wa taala. Dan biasanya orang 2:24 merusak lingkungan itu karena apa? 2:27 Faktor keuntungan 2:34 tidak memperhatikan tentang kehidupan 2:36 masyarakat bersama masyarakat yang lain. 2:39 Dia enggak peduli. 2:42 Yang penting dia mendapat keuntungan 2:44 mengerung keuntungan 2:47 fasad. 2:48 Dan biasanya 2:50 kalau orang merusakkan ke lingkungan 2:53 lingkungan, bayangkan sogok menyogok 2:56 pasti sudah terjadi. 2:59 Pasti 3:03 masyarakat ada yang digusur sudah pasti. 3:09 Menggusur masyarakat itu jangan pikir 3:11 itu bukan dosa. Itu suatu dosa yang luar 3:13 biasa. 3:18 Bayangkan 3:21 di zaman Rasulullah sallallahu alaihi 3:23 wasallam aja 3:25 ketika gubernur yang di Mesir pada waktu 3:28 itu 3:30 akan membangun 3:33 masjid 3:35 dan 3:37 ada beberapaakan 3:42 tanah orang Yahudi 3:44 yang mau 3:45 harus dipakai 3:47 karena masjid ini bangunannya jadi 3:49 enggak lurus. 3:53 Maka diambil berapa meter. Maka orang 3:55 Yahudi ini datang kepada waktu itu 3:58 menjadi khalifah Abu Bakar. 4:01 Mengeluh kepada Abu Bakar. 4:03 Perintah langsung dari Abu Bakar kepada 4:05 Amr bin Ash kalau enggak salah yang 4:06 menjadi gubernur pada waktu itu. 4:10 Sehingga Amr bin As ketika menerima e 4:13 Yahudi ini ketika melihat bagaimana 4:15 tanggapan dari khalifah Abu Bakar. 4:21 Kemudian Abu Bakar 4:23 ee mengirim pesan kepada Amr bin Ash. 4:28 Dan Amr bin Ash ketika melihat 4:32 Rasul sallallahu ee Abu Bakar kembali 4:36 dan akan membayar berapa aja yang Yahudi 4:38 ini per 4:40 kemudian Yahudi ini melihat bagaimana 4:43 kebenaran 4:45 tentang ajaran Islam. Dia melihat 4:47 bagaimana akhlaknya mereka 4:51 sehingga orang Yahudi ini masuk Islam 4:53 dan kemudian dia relakan tanahnya 4:55 diberikan karena ditanggapi oleh Abu 4:58 oleh Abu Bakar khalifah yang menjadi 5:00 khalifah kaum muslimin pada waktu itu. 5:05 Kalau sekarang ya Allah kasihan orang 5:08 awam yang tidak mempunyai kemampuan dia 5:10 mau lari ke mana? Ke pengadilan bakal 5:12 pasti dikalahkan harus punya duit untuk 5:14 ke pengadilan. 5:16 Jadi merusak lingkungan itu termasuk 5:18 perbuatan fasad di muka bumi. Insyaallah 5:21 terjawab. 5:22 Iya. Baik. 5:24 Kemudian ada Pak Andi. Asalamualaikum 5:29 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 5:33 Ee Ustaz, kisah Firaun ini sering 5:36 disebut sebagai peringatan tentang 5:38 kesombongan dan kezaliman. Kalau kita 5:41 melihat kondisi hari ini seperti 5:44 perusakan alam, ketidakadilan hukum dan 5:46 kekuasaan yang disalahgunakan, apakah 5:49 ini bisa dikategorikan sebagai bentuk 5:51 firaunisme di zaman modern? 6:05 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 6:06 shalli ala Muhammad wa ala ali sayidina 6:08 Muhammad. 6:16 Boleh kalau kita mau namakan firun 6:18 boleh. Justru itu tadi saya katakan 6:21 Firaunnya sudah enggak ada. Tapi 6:23 praktik-praktik seperti Firaun masih 6:26 banyak yang yang dilakukan sekarang ini 6:29 berpraktik sifat-sifat Firaun. Firaun 6:32 ini orang yang sangat angguh sombongnya 6:34 luar biasa. 6:37 Sehingga di Quran, di ayat tadi Allah 6:40 Taala nyatakan Allah sudah kirim adab 6:42 berbabak-babak sebagai peringatan. Tapi 6:44 mereka masih tetap menyembongkan diri. 6:50 Mestinya ya mestinya 6:54 mereka yang menggunduli 6:57 gunung, menggunduli apa? pohon-pohon 7:01 yang di gunung. 7:02 Sehingga pohon-pohon ini terbawa juga 7:05 kan menghantam rumah-rumah, hancur 7:06 rumahnya macam-macam. 7:09 Kalau dia mempunyai perasaan takut 7:12 kepada Allah Taala melihat penderitaan, 7:15 rakyat turun tangan, 7:18 bantu kepada mereka dengan uang yang 7:21 telah dia dapatkan dengan cara yang 7:22 tidak benar. Bantu. 7:27 Bikinlah pengakuan tulus. 7:30 Tapi masyaallah 7:32 banyak sifat-sifat Firaun yang mereka 7:35 adaptasikan dalam hidup mereka. 7:39 Dia anggap itu sudah ini fenomena alam. 7:42 Saya tidak bersalah apa-apa entah. 7:44 Insyaallah terjawab. 7:46 Hm. Baik. Kemudian dari hamba Allah, Pak 7:49 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 7:51 wabarakatuh, 7:53 Ustaz. Banyak bencana dan musibah yang 7:55 terjadi di sekitar kita. Bagaimana cara 7:58 seorang mukmin memandang bencana? Apakah 8:02 semata-mata ujian atau juga bisa menjadi 8:04 teguran dari Allah akibat kezaliman 8:07 manusia? 8:09 Tiap-tiap ujian itu teguran dari Allah 8:12 Subhanahu wa taala. Tiap-tiap ujian itu 8:15 teguran dan teguran Allah itu adalah 8:18 ujian bagi kita. Apa kita balikkkan kita 8:20 kembali kepada Allah atau tidak. Tapi di 8:23 ayat ini berkatakan 8:28 akbar 8:32 supaya mereka mau balik ke jalan yang 8:34 diredai oleh Allah Subhanahu wa taala, 8:36 jalan yang Allah arahkan. 8:39 Jadi memang musibah yang datang 8:41 berbabak-babak itu satu cemeti Allah 8:43 kepada kita. Teguran dan teguran ini 8:46 otomatis ujian bagi kita. 8:49 Jangan kita lari kepada masalah yang 8:51 tidak-tidak. 8:56 Seperti contoh begini aja. Contoh 8:59 ketika Allah memberikan rezeki juga yang 9:02 berlimpah rubah, jangan anggap itu bukan 9:04 ujian. Itu ujian bagi kita. 9:10 Kayak ada di beberapa tempat sekarang 9:12 para nelayan-nelayan kalau mereka punya 9:14 tangkapan-tangkapan 9:15 ikan yang luar biasa banyak itu. 9:18 Kemudian ada saat yang tertentu mereka 9:20 mengatakan ee apa namanya? 9:25 Astagfirullahalazim saya lupa apa 9:27 namanya. Maksudnya berterima kasih 9:30 kepada laut. Mereka bawa makanan, bawa 9:33 macam-macam. Kemudian dia di dibuang di 9:36 laut. 9:39 Nah, ini kan ujian yang Allah kasih 9:41 dengan rezeki yang banyak. Bukan 9:43 bersyukur kepada Allah Subhanahu wa 9:45 taala. Mereka lakukan satu tindakan 9:47 syirik kepada Allah Taala. 9:51 Sedekah laut dibilang sedekah laut. 9:55 Bersedekah kepada laut. 9:56 Astagfirullahalazim. 9:59 Banyak yang duafa yang susah-susah yang 10:02 perlu untuk disedekahkan 10:04 disedekah laut. buang ke laut insyaallah 10:07 terjawab 10:11 baik. Lalu ada Ibu Yuniar, Pak Ustaz, 10:14 asalamualaikum warahmatullahi 10:16 wabarakatuh. 10:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 10:18 wabarakatuh. 10:20 Berkenaan dengan surah Ar-Rum ayat 41 10:23 yang sangat sesuai dengan keadaan alam 10:25 dan lingkungan Indonesia saat ini, baik 10:29 di darat maupun di laut. Apakah di zaman 10:32 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di 10:34 saat ayat ini turun sudah terjadi 10:37 kerusakan lingkungan dan masyarakatnya 10:39 sama dengan seperti sekarang ini, Pak 10:41 Ustaz? Atas jawabannya terima kasih 10:43 banyak. 10:45 Surat Ar-Rum ayat berapa? 10:47 41. 10:50 Ayat 41. Subhanallah. Saya bacakan ya 10:54 supaya para pendengar juga tahu ini 10:57 makna. 11:01 Allah Subhanahu wa taala menyatakan di 11:03 ayat ini dalam surat Arrum ayat 41 11:09 bimabat aidinas 11:14 baadahum. 11:19 Allah Subhanahu wa taala menyatakan di 11:21 ayat ini telah nampak kerusakan di darat 11:24 dan di laut. Iya. 11:26 Disebabkan 11:27 oleh tangan-tangan 11:29 manusia. 11:31 Itu yang Allah Taala katakan disebabkan 11:34 oleh tangan-tangan manusia. 11:39 Dan Allah dan Allah memberikan cemeti 11:42 adab kepada mereka supaya meraksakan 11:46 sebagian daripada 11:48 perbuatan tangan-tangan mereka. 11:52 Just itu saya katakan kadang-kadang kita 11:54 mengundang untuk Allah Taala 11:56 mendatangkan azab. 12:01 Dan Allah Subhanahu wa taala katakan di 12:03 ayat ini, Subhanallah apa yang Allah 12:05 Taala nyatakan di ayat ini 12:07 di akhir daripada ayat ini 12:14 ee astagfirullahalazim. 12:28 Astaga. Sebentar 12:34 ayat 41 12:51 balik lagi di situ allahala bilang 12:53 supaya mereka balik lagi kepada apa yang 12:56 Allah Taala perintahkan dalam Alquran. 12:59 Jangan berbuat kerusakan di muka bumi 13:01 dengan tangan-tangan mereka. Nah, di 13:04 zaman Rasul sallallahu alaihi wasallam 13:07 ada ayat yang Allah Taala tidak akan 13:10 mengadab ketika Rasul sallallahu alaihi 13:13 wasallam berada di tengah-tengah mereka. 13:16 Dan sebelumnya sebelum di zaman 13:18 Rasulullah ya di di lingkungan 13:21 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 13:22 itu tidak ada kerusakan-kerusakan yang 13:26 mereka lakukan ya. Tapi sebelum 13:30 Rasulullah lahir, ketika saat lahirnya 13:34 Rasulullah 13:36 itu kan pernah terjadi yang kita namakan 13:41 ee sehingga Allah Taala turunkan ayat 13:45 alam tara kaifa biasil 13:48 datang raja 13:52 raja raja apa yang dari Habasyah ingin 13:54 memindahkan Ka'bah 13:57 itu bukan termasuk membikin kerusakan 13:59 dengan tangan mereka. Akhirnya Allah 14:01 Taala mengirim burung ababil membawa 14:04 batu-batu dari jahanam sehingga mereka 14:07 semua hancur lebur. 14:09 Nah, itu contoh-contoh yang Allah Taala 14:11 akan berikan contoh kepada Jadi jangan 14:14 tangan kita ini untuk merusak lingkungan 14:16 insyaallah terjawab. 14:18 Baik dan 14:21 kita ke pertanyaan terakhir, Pak Ustaz 14:24 ya. 14:26 Baik. 14:27 dari 14:29 hamba Allah. Asalamualaikum 14:31 warahmatullahi wabarakatuh. 14:34 Ustaz, dalam Islam sejauh mana tanggung 14:37 jawab pemimpin dan pemegang kekuasaan 14:40 ketika terjadi kerusakan lingkungan dan 14:43 penderitaan rakyat? Apakah dosa itu 14:46 hanya personal atau juga struktural? 14:49 Terima kasih. 14:52 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 14:53 shalli ala sayyidina Muhammad wa al 14:57 ini pemimpin itu tanggung jawabnya bukan 15:00 kecil. 15:02 Tanggung jawab pemimpin itu luar biasa. 15:05 Luar biasa. Sehingga Rasul sallallahu 15:07 alaihi wasallam mengingatkan itu 15:10 memimpin itu ada bertahap-tahap. 15:14 Kulukum rain wau rain masulun anat. 15:19 Semua kalian itu adalah pemimpin. Yang 15:21 paling kecil pemimpin itu orang yang 15:23 memimpin dirinya sendiri. Nah, kalau 15:26 kita di sini ada pemimpin dari tingkatan 15:28 kecamatan, kemudian walikota, kemudian 15:33 apalagi? Gubernur, kemudian yang paling 15:36 banyak presiden, kemudian ada 15:40 pemimpin-pemimpin, 15:41 pembantu-pembantu presiden. Siapa mereka 15:44 itu? Menteri-menteri 15:46 ya akan saya berikan contoh begini aja. 15:49 Seorang seorang menteri kehutanan umpama 15:53 ya dia memberikan 15:57 keleluasaan 15:59 izin apa ee izin apa namanya itu? Kalau 16:06 kalau bangunan itu kan tanah itu 16:08 dikatakan karena apa ya? 16:12 Ee jadi dia memberikan izin untuk 16:17 ee memanfaatkan hutan 16:21 itu. Dia bertanggung jawab kepada Allah 16:23 Taala. Dia perlu bikin survei dulu. 16:27 Lihat hutan ini gimana, pohon-pohon yang 16:29 akan dipotong gimana. Akibatnya apa yang 16:31 akan terjadi. Bawa tenaga-tenaga ahli. 16:36 Dia tinggal panggil. Kalau dia seorang 16:37 menteri, dia dia bertanggung jawab untuk 16:39 itu. Jadi kalau terjadi band apa banjir 16:43 besar-besaran luar biasa, jangan terus 16:46 mau mencuci tangan seakan-akan, "Oh, ini 16:48 sudah minum fenomena alam saya gak 16:50 bersalah." Yang bersalah yang tebang. 16:52 Sama-sama Anda berkongsi dengan mereka. 16:54 Anda yang memberikan izin dan 16:57 bertanggung jawab kepada Allah Taala. 16:59 Apabila terjadi banjir, terjadi 17:01 kehancuran, jangan sangka bahwa dia akan 17:04 lolos dari Allah Subhanahu wa taala. 17:07 Mungkin dia akan lolos dari tuntutan 17:09 hukum di dunia, tapi tuntutan hukum di 17:12 sisi Allah Taala dia tidak akan lolos. 17:14 Dia akan bertanggung jawab termasuk 17:17 perusahaan yang menebang 17:20 tempat tersebut 17:22 itu yufsiduna fil ard. 17:25 berbuat kerusakan di muka bumi 17:28 yang Allah Taala nyatakan tadi dalam 17:29 surah 17:31 Arrum yang Allah Taala menyatakan 17:34 fasadinas 17:39 ya telah jelas itu kerusakan 17:42 fil bar wal bah 17:45 baik di laut ataupun di di di tanah di 17:49 di permukaan tanah ataupun di laut 17:53 karena ulang Ulah tangan manusia. 17:56 Jelas Allah Taala pulah tangan manusia. 18:01 Apa mereka tidak bertanggung jawab? 18:03 Terjadi banjir kerusakan ribuan orang 18:07 hancur-hancuran. Orang-orang menderita 18:09 rumahnya hancur-hancur. Oh dia juga 18:11 bertanggung jawab kepada Allah Taala. 18:14 Bukan hanya bertanggung jawab dengan 18:16 kepada dirinya sendiri. Itu sudah pasti. 18:19 Justru itu di Quran itu Allah Taala 18:22 ingatkan kepada kita sekalian, 18:26 innallahaukumul 18:30 amanati ahliha waamtum. 18:37 Allah telah wajibkan kepada kalian untuk 18:40 menyampaikan amanah Allah yang berada di 18:43 pundak kalian masing-masing 18:46 kepada mereka yang berhak menerima. 18:50 Siapa yang berhak menerima ini? Umpama, 18:53 ini umpama contoh dia Menteri Kehutanan, 18:57 dia punya amanah dari Allah Subhanahu wa 19:00 taala untuk memberikan izin memanfaatkan 19:05 hutan atau tanah. 19:08 Dia mempunyai kewajiban harus mensurvei, 19:11 lihat, pelajari, 19:13 analisa tentang yang akan dia berikan. 19:16 Bukan asal sudah terima sudah malas 19:20 bodoh. 19:23 Karena Allah Taala menyatakan dan kalau 19:25 Anda jatuhkan putusan dalam keputusan 19:28 apa aja kepada manusia maka putuskan 19:31 yang adil. Kalau dia lihat bahwa ini 19:33 akan mengakibatkan banjir, mengakibatkan 19:36 kehancuran, di bawahnya itu ada 19:38 kampung-kampung atau di sesinya ada 19:40 manusia-manusia tinggal, 19:43 ya dia bertanggung jawab pada Allah 19:44 Taala. Bukan terus mencuci tangan aja, 19:47 tapi terkadang kita kan 19:50 ya 19:52 paling-paling juga kalau sudah terjadi 19:55 begitu datang lihat-lihat ya berlagak 19:58 pikul satu dua karung beraslah 20:01 untuk pencitraan 20:03 ya untuk menunjukkan dia datang 20:07 dan masyarakat yang mentertawakan. 20:10 Akhirnya, akhirnya ini menjadi bahan 20:13 tertawaan kepada seluruh bangsa 20:15 Indonesia. Insyaallah terjauh. Dan 20:18 kesimpulannya, wahai para pendengar 20:20 sekalian yang dimuliakan Allah Subhanahu 20:22 wa taala, hati-hati dengan azab Allah 20:24 Taala 20:27 dan tiap-tiap kita melakukan sesuatu 20:31 pasti ada risikonya. 20:33 Apalagi kalau yang kita lakukan itu 20:35 sesuatu 20:36 yang berhubungan dengan masyarakat 20:38 banyak dan mereka menderita karena 20:40 tangan kita. 20:42 Sehingga apa yang kita disuruh ketika 20:45 orang bertanya kepada Rasulullah, "Ya 20:47 Rasulullah, siapa di antara mereka yang 20:49 beriman yang dicintai oleh Allah?" 20:54 Yang baik dan dicintai? Rasulullah 20:56 menjawab, "Alladzi yfahum linas." 20:59 Mereka yang menjadi mereka tangan mereka 21:02 itu menciptakan manfaat untuk orang 21:05 banyak bukan musibah untuk orang banyak. 21:10 Tapi banyak yang kita lakukan sekarang 21:13 tangan dan kekuasaan mereka untuk 21:15 menciptakan musibah bagi orang banyak. 21:17 Kalau ada yang salah kepada Allah saya 21:19 mengharapkan magfirahnya. 21:21 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 21:23 alla ilahaillallah muhammadar rasulullah 21:26 nastagfirukaubu ilaik. Wasalamualaikum 21:29 warahmatullah wabarakatuh. 21:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 21:33 wabarakatuh. Jazakallah ustaz atas 21:35 tausiah dan juga kesimpulannya. Ikhwat 21:38 dan akhwat pendengar radio silaturahim 21:40 yang dirahmati Allah. 21:42 Musibah yang menimpa saudara-saudara 21:44 kita di Sumatera bukan sekedar peristiwa 21:47 alam tetapi juga panggilan langit untuk 21:49 kita semua. Sejarah telah mengajarkan 21:52 melalui kisah Firaun bahwa kesombongan, 21:56 kezaliman, dan penyalahgunaan kekuasaan 21:59 termasuk merusak alam dan menindas 22:01 sesama tidak pernah berakhir dengan 22:03 keselamatan. 22:05 Bencana demi bencana seakan mengetuk 22:07 hati nurani manusia agar kembali tunduk 22:09 kepada Allah, menjaga amanah, menegakkan 22:12 keadilan, dan berhenti merusak bumi yang 22:15 dititipkan kepada kita. Kekuasaan, 22:18 harta, dan jabatan hanyalah sementara. 22:21 Namun pertanggungjawaban di hadapan 22:23 Allah adalah pasti. Mari kita jadikan 22:27 musibah ini sebagai cermin untuk 22:29 memperbaiki diri, memperkuat empati, 22:32 membantu sesama, menjaga lingkungan, dan 22:34 kembali ke jalan kebenaran. 22:36 I sebentar, sebentar. Semoga Allah 22:38 melindungi saudara-saudara kita yang 22:40 tertimpa bencana, menguatkan mereka 22:42 dengan kesabaran dan menjadikan kita 22:45 hamba-hamba yang mau mengambil pelajaran 22:47 sebelum datang penyesalan. Saya Abi Agus 22:51 bersama seluruh kru Radio Silaturahim 22:53 yang bertugas pada hari ini mengucapkan 22:55 terima kasih atas kebersamaan Anda. 22:58 Semoga Allah senantiasa melimpahkan 23:00 rahmat dan hidayah-Nya kepada kita 23:02 semua. Wasalamualaikum warahmatullahi 23:05 wabarakatuh.