Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Radio Silaturahim juga rasil yang bisa
- dilayih lewat YouTube juga streaming di
- www.radiosilaturahim.com. Anda masih
- mengikuti kami live fikih wanita bersama
- Ustazah Herlini Amran. Kita masuk ke
- sesi terakhir tanya dan jawab. Saya akan
- membacakan ee pertanyaan selanjutnya
- masih dari hamba Allah di Jakarta nih,
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah,
- kami punya teman pengajian yang punya
- sifat cenderung seperti anak kecil dan
- lumayan pelit. Sering kami bercandain
- dan disinggung-singgung tapi tetap saja
- begitu. Bagaimana dengan candaan kami,
- Ustazah? Kadang sih agak keterlaluan.
- Namun di sisi lain dia enggak
- berubah-berubah, Ustazah. Dan masih
- seperti itu saja. Jadi bercandanya
- nyindir. Nyindir. Jadi itu ee pelit dan
- apa kayak anak. Jadi begini ya, Bu ya.
- ini adalah saudara kita juga walaupun
- sikapnya seperti anak kecil ya sudah itu
- menjadi bawaannya dia ya artinya tidak
- menjadi urusan kita untuk merubah dia.
- Kita adalah manusia yang tidak mampu
- merubah orang lain. Hanya Allah yang
- bisa merubah. Kadang-kadang kesalahan
- kita adalah ingin orang itu berubah
- padahal bukan bukan bukan kita yang
- merubah ya. Atau misalnya pelit
- bagaimana supaya dia tidak pelit
- misalkan itu kalau dia sudah paham kalau
- perlu dinasihati aja Bu. Jangan di sini
- sindir, jangan diajak bercanda. Karena
- ada kadang kala orang yang tidak mempan
- disindir, udah kadung enggak kena lah
- gitu ya. Jadi kalau kita ingin
- menunaikan ee hak ee ukhuwah kita dan
- kita tidak mendapatkan dosa dari ee
- ucapan kita karena menyindir, karena
- menyindir ataupun karena
- ee hampir apa merendahkan ya, kita ajak
- ngomong baik-baik, menasihati dia. Kita
- kita berikan dia nasihat apa yang kita
- inginkan. Sudah itu kewajiban kita.
- Oke, itu kewajiban kita memberikan
- nasihat tapi tidak boleh memaksa. Ya,
- barangkali itu ya ee bagaimana cara itu
- bukan urusan kita untuk merubah dia.
- Jadi, paling tidak kita mengajak dia ee
- memberikan nasihat dia. Kalau dia
- berubah, alhamdulillah. Kalau tidak
- bukan menjadi kewajiban kita. He. Baik.
- Ee hamba Allah mudah-mudahan terjawab
- dengan jelas ya dari Ustazah
- penjelasannya atau jawabannya. Saya
- boleh beralih ke pertanyaan berikutnya.
- ini dari Mama Albar, Ustazah di
- Cikarang. Ee saya pendengar setia Radio
- Silaturahim, Ustazah. Saya mau bertanya,
- bagaimana kalau ada teman yang bertanda
- bercandanya kelewatan sampai tertawa
- terbahak-bahak lalu kita ingatkan tapi
- malah kita diremehkan dan ganti
- dibercandain. Apa perlu kita tinggalkan
- saja, Ustazah? Teman-teman seperti itu.
- Syukran zakillah jazakillah khair
- ustazah.
- Ee barangkali ada yang masuk. Oh, ada
- telepon. Ee ada telepon. Oh, baik. Ee
- tadi suara yang masuk mungkin telepon
- ya.
- Asalamualaikum.
- Asalamualaikum. Untuk pertanyaan Mamah
- Albar saya tunda dulu ya. Nanti Ustazah
- jawab. Saya akan sambut dulu yang
- penelepon Panji. Oh, sudah putus. Baik,
- kalau gitu kembali ke Mamah Albar tadi,
- Ustazah yang bertanya mengenai temannya
- yang dikasih nasihat ee diperingatkan
- malah dia gantian di bercandain. Ustazah
- boleh ditinggalkan saja teman-teman
- seperti itu. Pertama ee memang ini
- menjadi barangkali belum memiliki ilmu
- kali ya, bercanda, tertawa,
- terbahak-bahak. Kita hanya memberikan ee
- nasihat dan masukan, tapi malah
- berbalik. Ketika nasihat itu berbalik ee
- bagaimana dengan teman ini? He boleh
- dihindari supaya ee kita tidak
- terpengaruh dengan
- ee bercandaannya. Karena bercandaannya
- tadi suka ini ya keterlaluan gitu ya.
- Ya, mudah-mudahan dan kita doakan
- mudah-mudahan dia bisa berubah. Memang
- dalam masalah tertawa terbahak-bahak ini
- memang tidak dibenarkan oleh Rasulullah
- ya. Beliau mengatakan, "Janganlah kalian
- banyak tertawa karena banyak tertawa itu
- akan mematikan hati." Apalagi perempuan
- tertawanya sampai kedengaran
- dua rumah, tiga rumah. Ya, ini
- nauzubillah. speaker saja dua rumah
- tetangganya dekat-dekat. Oke. Tipe
- rumahnya ini ee tipenya berapa? 4 L. 4 L
- ya. Lu lagi lu lagi lagi. Jadi yang
- seperti ini kita berikan nasihat. Tapi
- kalau memang belum juga berubah
- kewajiban kita tuh tidak merubah orang
- tapi kita mendoakan ya. Jadi yang
- seperti ini sudahlah gitu artinya ya
- enggak usah ditanggapi. Saya khawatir ee
- orang-orang yang memiliki kebiasaan
- bercanda berlebihan atau ingin membuat
- orang tertawa. Ini juga salah satu dari
- pola asuh yang keliru barangkali ya.
- Misalnya gini, ketika ada anak-anak kita
- yang ketika masih kecil-kecil itu
- bercanda tapi bercandanya
- ee mungkin meremehkan atau apalah ya.
- Terus diba akhir pada ketawa gitu ya,
- apa ngakak lucu. Itu bisa jadi misalnya
- ada anak laki-laki pakai sepatu ee h e
- itu ya h itu ibunya itu kan kan lucu ya.
- Akhirnya jatuh tertawa terbahak-bahak.
- Jadi di mungkin dari situ mulailah oh
- berarti lucu. Jadi dibuat ee hal-hal
- yang membuat orang tuh sebenarnya ingin
- membuat orang tertawa tapi dengan cara
- yang tidak baik. Itu barangkali salah
- satu dari pola asuh. Jadi mendapati ee
- teman seperti ini, kita banyak berlapang
- dada, tidak samaan. Saya khawatir orang
- yang bergaul dengan orang yang tertawa
- terbahaba-bahak juga akan tertawa
- terbahak-bahak karena teman itu
- mempengaruhi sekali. Jadi apakah boleh
- dijauhi kalau memang kita tidak mampu
- untuk ee mengingatkan dalam arti kita
- pun kena bagian dari yang diolok-olok ya
- sebaiknya sudah kita hindari bukan
- berarti memutuskan tali silaturahim ya.
- Baik sudah terjawab insyaallah Mama
- Albar saya akan beri ke pertanyaan
- berikutnya. Hamba Allah ustazah seorang
- ibu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- cara saya menasehati anak yang saat ini
- sedang gandrung mengikuti komunitas
- stand up komedi? Jadi, dia hobi sekali
- mengikuti acara-acara yang diadakan oleh
- komunitas tersebut. Saya sudah
- peringatkan bahwa tidak ada manfaatnya
- atau membuang-buang waktu. Namun alasan
- dia adalah membuat orang tertawa itu
- adalah menimbulkan pahala. Saya yakin
- sekali ee jok-jok yang dilemparkan oleh
- komunitas tersebut bohong semua lebih
- besarnya. Ustazah mohon nasihat. Iya. ee
- tadi kita sudah sampaikan ya, bagaimana
- canda syari boleh tapi jangan sampai
- penuh dengan kebohongan kemudian ee
- bercanda itu mengkhayal gitu ya. Jadi
- kalaupun anak ini ini bertahap ya
- anak-anak itu kan enggak sama dengan ee
- orang tua ya. Barangkali ee ketika anak
- kita suka seperti itu dia disuruh kritis
- dikritik mengkritik mengkritisi ee
- bercantan. Coba kamu perhatikan di
- antara candan itu mana yang enggak
- dibolehkan. Oh, ini enggak boleh. Ini
- bohong nih. Jadi dia menjadi pengamat.
- Jadi bukan penikmat ya, bukan ee apa
- namanya? Ee orang yang hanya menikmati
- ya. Jadi itu tidak mungkin kita ee
- kepada anak-anak kita ini langsung dia
- berhenti dari itu kan senang dia senang
- itu ya langsung kita stop tu enggak
- mungkin. Tapi kita ajak anak kita ini
- berpikir kritis, kita berikan dia ee
- pemahaman-pemahaman syari bagaimana
- bercanda dalam Islam. Kemudian kita ajak
- dia untuk mengkritisi. Coba kamu sebagai
- pengamat ini yang ini ah mana yang
- enggak boleh bercandaannya? Mana yang
- masih ee jalur apa masih bisa di
- ditolerir. Nah, dia kan oh ini enggak
- ini boleh, ini enggak boleh. Ya, jadi
- artinya dia akan bisa sensitif ya. Nah,
- kemudian kalau dia ee memiliki
- sensitivitas seperti itu, mudah-mudahan
- terus didoakan Bu ya. Mudah-mudahan dia
- akan berupaya untuk berpikir bagaimana
- candaan islami gitu ya. Bercanda yang
- tidak bohong tapi orang ketawa dan kita
- luruskan. Membuat orang ketawa itu ee
- adalah pahala. Itu betul kalau yang
- dibercandakan itu adalah sesuatu yang
- tidak menyalahi syari itu memang bagus.
- Itu menyenangi hati orang tuh ibadah
- gitu. Tapi yang bentuk seperti apa gitu.
- Nah, mudah-mudahan anak ibu nanti bisa
- melahirkan ee kreativitas, bercanda tapi
- tidak bohong, orang terhibur. Ada
- nilai-nilai di situ. Sebagaimana
- Rasulullah telah contohkan bagaimana
- bercandanya Rasulullah.
- Baik, Ustazah. Ini ada yang ee
- pertanyaannya agak serius ee tentang
- bercanda, Ustazah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee tidak mencatatkan nama
- ya, hamba Allah. Ee Ustazah, saya adalah
- orang yang termasuk sakit hati akibat
- bercandaan. sampai sekarang saya mungkin
- sudah berdosa karena sudah mendiamkan
- teman saya ini walaupun sudah meminta
- maaf sudah kurang lebih 1 tahun tidak ee
- lagi saling bertegur sapa dan
- bersilaturahim hanya gara-gara bercanda
- karena bercanda saya diacungkan senjata
- pisau ee ketika dalam keadaan gelap saya
- berpikir itu adalah ee saya dirampok dan
- saya sangat ketakutan sekali ketika
- dinyalakan lampunya itu adalah pisau
- mainan namun sakit hati ustazah karena
- reaksi yang saya timbulkan itu jadi
- bahan olok-olokan mereka. Padahal saya
- sangat ketakutan dan saya merasa bahwa
- ee nyawa saya dalam ancaman. Apakah yang
- saya harus lakukan, Ustazah? Memaafkan
- beliau atau bagaimana, Ustazah? Karena
- kemudian sekarang jadi kepikiran. I jadi
- ini adalah akibat salah canda, ya. Ya,
- makanya kita harus memahami semua.
- Jangan sampai kebercandaan kita membawa
- madarat kepada orang lain. Itu bisa
- menjadi traumatis.
- tidak boleh dan tidak dibenarkan seperti
- itu. Nah, sekarang karena kita
- memahami hamba Allah ya sekarang
- lapangkan dada, maafkan mereka semoga
- semua jadi catatan ee buat kita. Jangan
- terjadi lagi di ke depannya. Ini tidak
- dibenarkan bercanda dengan ee
- menakut-nakuti itu enggak boleh. Tidak
- dibenarkan di dalam Islam. Bercanda
- dengan yang menakut-nakuti. Bahkan ada
- dalam sebuah riwayat, janganlah kalian
- bercanda dengan teman kalian dengan
- mengacungkan senjata. He nanti setan
- nanti akan ee akan hadir di situ.
- Makanya ada orang yang bercanda. Enggak
- tahu beneran ya bercanda banyak tuh. Ada
- beberapa kasus ya. Ada tertabrak beneran
- karena saking takutnya keluar itu. Atau
- ada Mbak yang berapa waktu yang lalu tuh
- senjata orang tuanya karena
- bercanda-bercanda ayo tembak. Benar.
- Jadi setan itu kalau di hadis itu kan
- nanti setan yang hadir itu apa namanya
- ee membenarkan. Kita lihat misalnya ee
- saya pernah lihat Mbak ee atraksi yang
- menyeramkan kayaknya tuh bercanda atau
- apa ya enggak tahu benar-benar jatuh.
- Iya. Nah, ini tidak dibenarkan dalam
- Islamnya. Luar biasa ajaran Islam itu.
- Akibatnya ini berdampak ya traumatis
- sekarang kita paham ya memaafkan itu
- luar biasa lebih mulia. Hamba Allah
- sebaiknya memaafkan apalagi dia sudah
- minta maaf ya. Mudah-mudahan dengan
- menyadari kesalahan ini tidak terulang
- lagi. Insyaallah. Insyaallah. Baik. Ee
- Ibu Liza di Bekasi menyampaikan
- pertanyaan. Ustazah, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kalau misalkan kita ada
- niat menjodohkan saudara kita dan mereka
- sudah pada tahu tentang perjodohan ini,
- namun sampai saat ini belum ada
- keputusan dari keduanya. Ketika acara
- ngumpul-ngumpul, kita bercanda dan
- menyindir-nyindir keduanya supaya lebih
- dekat. Ustazah, bolehkah bercanda yang
- seperti ini? Ee begini, bercanda seperti
- itu ee maunya kita dia berjodoh. Heeh.
- permasalahannya barangkali mereka belum
- klik. Jadi kalau ee mudah-mudahan dengan
- niat baik ini kan harus ada niatnya ya.
- Bercanda ada niatnya. Niatnya
- mudah-mudahan mereka menjadi berjodoh.
- Itu enggak masalah ya. Yang masalahnya
- tuh nanti didorong-dorong untuk nikah
- lagi, Mbak. Bercanda gitu. Yang itunya
- kapan nih sering tu saja kapan nih yang
- ini nih baru satu enggak cukup kayak
- gitu. Yang kayak gitu enggak boleh
- dibercandakan. Benar. Iya. Oke. Bahkan
- di antara bapak-bapak gitu ya,
- kebanyakan Bapak-bapak ya banyak
- ustazah. Betul. Punya ee berapa gitu ya.
- Artinya itu bercanda pada itu tidak
- boleh satu lagi gitu. Iya. Itu tidak
- benar ya. Tidak boleh kita mempercandai
- sesuatu yang menjadi ini kan syariat
- kita ya. Kalau masalah poligami itu
- enggak itu ada syari kan ada. Tapi
- jangan dibercandakan ya. Jadi ee
- sebaiknya tidak ada tadi masalah jodoh.
- Niatkan saja karena Allah bercanda ini
- agar mereka itu berjodoh. Tapi ada
- dampak negatif, Mbak. Saya khawatir
- nanti mereka dijodoh-jodohkan ternyata
- masuk hati ya. Yang satu, yang satu lagi
- sebenarnya enggak mau. Akhirnya apa itu
- ya kecewa nantinya, ya. Jadi sebaiknya
- jangan dibercandakanlah yang seperti
- itu. Didoakan kemudian ditanya mau
- enggak gitu ya. Masing-masing ditanya
- kalau mau ya ayo cepat gitu ya. Kalau
- enggak ya sudah jangan dibercandakan
- lagi. Baik Rasul ee ini ada pertanyaan
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Hamba Allah ini ustazah di
- Sukabumi. Ustazah tadi kan menyebutkan
- bahwa banyak tertawa akan mematikan
- hati. Kalau Rasulullah Ustazah adakah
- tertawanya Ustazah ataukah hanya
- tersenyum saja jadi pengin tahu Ustazah?
- Ee Rasulullah melarang tertawa
- terbahak-bahak. Tapi Rasulullah tuh
- kalau
- geluk itu paling ee apa senyumnya itu
- sampai terlihat gerahamnya itu. Jadi
- enggak sampai keluar. Ngakak. Tapi geli.
- Gimana sih? Geli tidak berbunyi. Oke.
- Gimana contohnya, Mbak? Nah, seperti
- itu. Jadi senyumnya itu kelihatan sampai
- apa ya? Sampai gigi keraha. I itu
- gelinya. Jadi bukanya itu maksimal tapi
- tidak terbahak-bahak ya. Tidak terdengar
- suara. Dan ee dari sisi kesehatan saya
- pernah dengar Mbak ya, dari sisi
- kesehatan itu bagus buat perut. Jadiwa
- tanpa suara menahan tawa itu kan itu
- menahan itu tuh jadi olahraga perut juga
- gitu kan. Jadi yang bilang banyak
- tertawa itu awet muda siapa ya, Ustaz?
- Ya itu barangkali ya. Awet muda itu
- dalam arti tertawa yang tidak
- mengeluarkan ee suara menahan tapi di
- sini jadi ada di apa bagian bagian apa
- perut ini kan jadi agak agak ya itu
- untuk melatih itu ya. Wallahuam. Saya
- pernah seperti itu. Jangan terdengar
- bunyinya apalagi terbahak-bahak tapi
- gelinya itu sampai nahan di perut itu
- terasa. Mudah-mudahan itu bagian dari
- kesehat ya. Insyaallah. Amin. Sunah dan
- juga dapat kesehatan. Amin. Insyaallah.
- Ustazah, nampaknya itu merupakan
- pertanyaan terakhir. Mohon kiranya ada
- kesimpulan Ustazah. Ee pendengar yang
- dirahmati Allah, Islam memberikan
- rambu-rambu dalam setiap hal termasuk
- dalam hal bercanda. Rasulullah juga
- seorang pribadi yang humoris tapi tidak
- melebihi batas dan ada rambu-rambunya di
- dalam Islam. dalam bercanda ini sesuatu
- yang kita sakralkan terkait dengan
- keyakinan dan keimanan kita tentang
- Allah, ayat-ayatnya, Al-Qur'an, Rasul,
- dan ajaran Islam serta umatnya, ulamanya
- itu tidak dibenarkan untuk
- mempercandainya. Dan apabila di antara
- kita yang memang terlahir atau mungkin
- ee setelah besar tidak terbiasa
- bercanda, janganlah bercanda dengannya.
- Bisa jadi akan membawa trauma seperti
- tadi yang telah disampaikan. Kita hanya
- bercanda dengan orang yang memang bisa
- diajak bercanda. Dan bercanda itu memang
- ada batasannya, ada landasan syarinya
- sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah.
- Tidak bohong, tidak menghina orang,
- kemudian tidak
- ee mengungkap kekurangan-kekurangan diri
- orang itu dan sebagainya telah kita
- sampaikan. Mudah-mudahan kita menjadi
- umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- yang bisa mengikuti Rasulullah sunahnya
- sampai hal yang sekecil-kecilnya.
- H astagfirullahi wakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah ikhwan dan
- akhwat telah kita ikuti bersama
- pemaparan Ustazah Herini Amran pada hari
- ini yaitu canda syari. Mungkin
- sepertinya kecil namun dampaknya besar
- untuk kehidupan kita. Merupakan evaluasi
- untuk kita bersama juga. Ibrah juga
- mendatangkan kita menjadi pribadi muslim
- dan muslimah yang lebih baik lagi
- insyaallah. Terima kasih Ikhwan dan
- akhwat yang telah berperan serta
- mengajukan pertanyaannya e terutama
- lewat WhatsApp. Kali ini semua lewat
- WhatsApp. Terima kasih dan mudah-mudahan
- terjawab dengan jelas oleh Ustazah.
- Terima kasih pula oleh guru kita Ustazah
- Helina Amran. Mudah-mudahan sehat terus
- ada waktu untuk berbagi dengan kita
- semua di sini. Alhamdulillah. Para
- pejuang dakwah pada siang hari ini ada
- Fajar kemudian ada Panji di ee kota
- Radio diganti oleh Fahri kalau enggak
- salah itu ya Fahri. Baik, terima kasih
- sudah mendampingi. Saya Karolin juga
- undur diri. Mohon maaf atas segala
- kekhilafan, kekurangan, atau salah
- menyebutkan nama. Subhanaka Allahumma
- wabihamdika ashadu alla illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- H
- [Musik]
- [Musik]