Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:08 Brail TV. 0:14 [Musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:19 warahmatullahi wabarakatuh. 0:21 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:24 sholli ala sayyidina Muhammad waa ali 0:27 sayidina Muhammad. dipancarlaskan dari 0:30 jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:34 Kalimanggis Cibubur Bekasi Radio 0:37 Silaturahim untuk Islam yang satu. 0:41 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:42 Subhanahu wa taala, bagaimana kabarnya 0:45 di hari Sabtu ini? Semoga dalam keadaan 0:49 sehat walafiat dan selalu dalam 0:52 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 0:56 Kita kembali di program kesehatan Islami 0:59 edisi Sabtu 19 Safar 1:02 1446 Hijriah yang juga bertepatan di 1:05 tanggal 24 1:07 Agustus 2024 Masehi. Narasumber kita 1:11 pada program kesehatan islami di hari 1:14 ini yaitu Pak Alvian dengan tema 1:19 pengobatan dengan 1:21 jamu. RM Alvian BR MSTR KES ST, MSI. Ya, 1:27 begitulah pokoknya panjang banget 1:30 gelarnya. Masyaallah. Lahir di Palembang 1:32 pada tanggal 7 November tahun. 1:37 Kemudian beliau menyelesaikan pendidikan 1:39 D4 fisioterapi di Universitas Binawan, 1:43 Magister Herbal Medik di UI Jakarta dan 1:46 saat ini tercatat sebagai mahasiswa 1:49 program studi tradisional Chinese 1:51 Medicine atau TCM di Ziangsi University 1:56 of Traditional Chinese 1:58 Medicine. Pemilik klinik terapi Rumah 2:01 Sehat Alvian ini tercatat sebagai dosen 2:03 tetap 2:05 STIKES dr. Sismadi, kemudian dosen 2:08 terbang STAB Nalanda dan narasumber 2:11 tetap program kesehatan islami di radio 2:15 tercinta kita, Radio Silaturahim 729 AM. 2:19 Selain aktif di organisasi sebagai ketua 2:22 lembaga sertifikasi kompetensi Batra 2:26 Ramuan Indonesia juga banyak menyusun 2:28 buku seperti buku modul pembekalan 2:31 anggota ASPTRI, buku modul pembelajaran 2:35 LSK Batra Ramuan Indonesia, buku modul 2:39 pengembangan jamu 2 STAB Nalanda, buku 2:43 ilmu dasar pembuatan jamu, dan buku 2:47 materi pembelajaran uji kompetensi. 2:50 KKNI level 4 pengobat tradisional 2:53 ramuan. Itu dia sedikit CV yang saya 2:56 bacakan sekilas tentang Pak Alvian. 2:59 Asalamualaikum Pak Alvian. 3:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:03 wabarakatuh. 3:04 Halo. 3:06 Halo. Suaraku belum 3:10 muncul. Halo. Halo, Pak Alvian. Iya. 3:14 Halo, 3:16 Pak. 3:17 Halo. Halo. Halo. Suaranya suaranya. 3:19 Halo. Hah? Halo. Ada. Baik, silakan Pak 3:23 Avian. Iya, monggo silakan. Soalnya ada. 3:27 Baik, terima kasih Mas Agus. Jadi 3:31 sekilas tentang profil ya, karena 3:33 kemarin saya bikin PPT ada profilnya. 3:37 Baik, ee saya hari ini akan menyampaikan 3:40 tentang pengenalan jamu 2. 3:43 Asalamualaikum 3:45 warahmatullahi 3:47 wabarakatuh. Alhamdulillabil alamin 3:50 wasalatu wasalam asilya mursalin waa 3:53 alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'du. 3:57 Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur 3:59 ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas 4:02 berkat rahmat-Nya kita dapat ee bertemu 4:06 kembali di ee Radio Rasil di Sabtu 4:12 ke empat ya karena kemarin ee diasil ee 4:17 apa ee ada acara ya jadi tidak ada ee 4:20 siaran ya. 4:22 Nah, ini ee saya akan membahas 4:26 tentang ee apa tuh ee pengenalan jamu 4:30 ya, jamu yang memang ee apa passion saya 4:34 di jamu ya, 4:37 jamu ee karena saya sekolah di S2 Herbal 4:40 Medic UI. 4:42 Terus juga saya di Asosiasi Pengobat 4:45 Tradisional Ramuan Indonesia dan 4:47 kebetulan ee saat ini diamanahkan 4:51 menjadi 4:52 ketua lembaga sertifikat kompetensi 4:55 Batra Ramuan Indonesia. Jadi RSK Batra 4:59 ini hanya ada satu se-Indonesia ya. 5:02 Jadi, nah kebetulan saya diamanahkan 5:05 untuk menjadi ketuanya ya. Nah, 5:09 ee apa aja yang akan diujikan di LSK? 5:14 Ya, salah satunya ya tentang jamu ya. 5:17 Jamu ini dari bagaimana kita ee mengenal 5:22 simplesanya ya, terus dari kita 5:26 bagaimana meraciknya ya sampai kita ee 5:31 mengobati pasien ya. Jadi ee kemarin 5:35 teman-teman ya malah ada yang ee apa jen 5:41 yang datang ya kemarin pada 5:43 sesepuh-sesepu yang hadir ya ada empat 5:46 dokter, ada profesor ya, terus ada eh 5:51 anaknya Prof. Hambing ya, siapa yang 5:53 enggak kenal dengan Prof. Hambing ya, 5:55 anaknya cucunya ikut uji kompetensi ya 5:58 kemarin bisa dilihat di YouTube saya ya. 6:02 Terus ada dokter yang ikut juga uji 6:04 kompetensi ee Datamuan ya level 4 KKNI. 6:09 Terus ada lagi pengobat-pengobat senior 6:11 lainnya ya. Kemarin acara ee luar biasa 6:16 ya, 22 peserta ee alhamdulillah lulus 6:20 semua ya karena mereka sudah menjadi 6:24 pengobat lama dan senior ya ternyata 6:26 sudah 34 tahun jadi pengobat saya baru 6:29 14 tahun ya. Luar biasa ya. Salut saya 6:33 kemarin ya. Nah, di sinilah kita 6:36 kembangkan dengan jamu ya. Terus kemarin 6:39 juga kita 6:41 launching ee website-nya LSK sama Juknis 6:45 TUK. Nah, teman-teman juga nanti bisa di 6:48 sana melihat nanti website saya akan 6:50 saya berikan tentang ee 6:53 pengenalan-pengenalan untuk next 6:54 berikutnya. Kalau sementara LSK itu kita 6:57 gunakan untuk kegiatan LSK ya. Oke. Nah, 7:03 ee kita mulai ya. Apa yang dikatakan 7:07 obat tradisional? Ya, obat tradisional 7:09 itu bahan atau ramuan yang terdiri dari 7:12 tanaman atau hewan atau mineral ya. 7:16 Kalau hewan tu misalnya mm albumin ya. 7:20 Albumin itu dari ikan gabus ya. Ee atau 7:25 lagi gamak dari teripang ya. Kalau 7:27 tanaman sudah banyak ya. Ya. Tatan itu 7:30 tanaman apa aja ya? Misalnya jahe, 7:33 kunyit, cengkeh ya. seri. Nah, itu semua 7:36 ee ee masuk ee semua di ee tanaman ya. 7:41 Kalau mineral itu apa ya? Misalnya tawas 7:45 ya, terus apalagi ee tanah lempung ya. 7:50 Nah, itu dari ee mineral ya. Nah, secara 7:55 turun-temurun digunakan ya biasanya tiga 7:58 generasi ya sesuai norma yang berlaku di 8:02 masyarakat BPOM 2019 ya. Kalau WHO 8:07 bagaimana mendefinisikannya sebagai 8:09 bahan baku atau sediaan yang berasal 8:12 dari tanaman yang memiliki efek 8:15 terapeutik ya, efek manfaat pengobatan 8:18 ee kesehatan manusia ya. berupa bahan 8:21 mentah atau bahan yang mengalami proses 8:24 lebih lanjut yang berasal dari satu 8:26 jenis atau lebih ya atau juga hewan dan 8:29 mineral ya. Nah, ini ada logo jamu, ada 8:33 logo OHT, ada logo fitoaka. Nah, jamu 8:37 ini bagaimana ya? Jamu ini yang sering 8:40 kita minum ya, beras, kencur, kunyit, 8:42 asem ya, itu sering kita minum. Nah, ini 8:47 jamu ya. jamu ini ee bahan ramuan yang 8:51 bersumber ee pengetahuan tradisional 8:53 atau warisan budaya ya. Intinya tiga 8:56 generasi turun-penemurun ya. E nenek 8:59 moyang kita dulu ya bahan asal bahannya 9:02 jelas ya, simplisianya jelas ya, tapi 9:06 dia turuntemurun ya, standarisasinya 9:10 turun-temurun ya, bukti empiris ya, ee 9:14 belum mengalami uji-uji ya. Jadi herbal 9:18 ini turun-temurun tiga generasi asal 9:21 bahan simpisianya jelas 9:23 ya. Jamu banyak ya ada buyung 9:27 ya susu perut ya. Ini contoh-contoh jamu 9:30 ya. Nah ini cara ee pembuatannya. Nah 9:34 bisa dengan teknologi, bisa dengan ee 9:37 apa rumahan ya, home industri ya. 9:40 Misalnya kita bikin kunyit asem ya, 9:42 kunyitnya kita rebus ya. ee asemnya 9:46 setelah selesai baru kita ee apa 9:50 masukkan ya karena biar enggak asem 9:52 banget ya. Nah, terus kita pilihkan ya. 9:55 Nah, kalau dengan teknologi ya kita 9:57 bahan baku kita masukkan pos fabrikasi 10:00 baru jadi jamu. Jamu itu bisa berupa 10:05 cairan ya, bisa berupa ee kapsul ya, 10:10 ekstraksi ya, bisa berupa simplisia ya, 10:14 bisa berupa seperti jamu gendong ee yang 10:17 dibuat home industri ya. 10:21 Nah, ada lagi OHT, obat herbal 10:24 terstandar. Jadi, OHT ini sama turunurun 10:28 ee tiga generasi, tetapi melalui uji 10:32 praklinik. Uji praklinik itu uji ee ke 10:36 hewan atau ke selin ya. Jadi, ada 10:39 invivo, ada infitro ya. Jadi ujinya itu 10:43 ada invivo, ada infitro ya. Infitro itu 10:47 selan inf itu ke ee hewan uji ya yang 10:51 setelah distandarisasi ya. Nah, seperti 10:55 apa yang sekarang ada OHT itu anut angin 10:58 ya, OB herbal ya, tolak angin ya sudah 11:02 ada yang beredar di masyarakat. Nah, ini 11:05 gambarannya ya. Jadi bahan baku tadi 11:08 tiga generasi yang sudah digunakan 11:11 secara empiris dilakukan ekstraksi terus 11:15 dilakukan uji praklinik ya. Nah uji 11:18 praklinik ini bisa kita melalui sediaan 11:21 misal sediaan cair, sediaan kering ya 11:25 sediaan gel ya. Nah kalau saya dulu 11:27 melakukannya sediaan gel kita ujikan ke 11:30 tikus ya untuk pengobatan luka ya. Nah, 11:34 sudah dia ekstraksi uji ya, dia masuk ke 11:38 fabrikasi ya, terus ee menjadilah herbal 11:43 terstandar ya. Herbal 11:46 terstandar menjadi seperti ini ya. Ada 11:49 lagi fitofarmaka ya. Fitofarmaka itu ee 11:54 sama tiga generasi juga ya 11:57 turun-temurun. Nah, ee ee apa? tapi dia 12:01 melalui uji 12:04 ee ee apa tuh? Klinik ya. Uji klinik ya. 12:08 Ini ada telepon masuk ya. Nah, jadi dia 12:11 ee melalui turun-temurun tiga generasi 12:15 ya. Terus ee ee uji teraklinik dan uji 12:19 klinik ya. Jadi lebih lengkap ya uji 12:22 klinik praklinik ya. Nah, ada obat apa? 12:27 Stinulo ya. Terus ada tens ya. Sigra ya, 12:32 tip albumin ya, yang sekarang sudah ada 12:35 beredar ya. Nah, bagaimana prosesnya ya? 12:39 Sama ee asal ee apa tuh ee sintesinya 12:43 jelas ya, terus tiga generasi ya 12:48 diekstraksi melalui uji praklinik dan 12:50 klinis ya. Klinis ini ke manusia ya. 12:53 Kalau praklinik ni ke selan atau hewan 12:57 uji ya. Kalau uji klinis itu ke manusia. 13:01 baru difabrikasi menjadilah sediaan jadi 13:05 ya. Bisa dia berupa topikal, bisa dia 13:08 berupa tablet salut, bisa dia berupa 13:12 kapsul ya, bisa berupa tablet dan 13:14 macam-macam ya, tapi ujinya uji klinis 13:18 ya. Nah, obat tradisional ini ada 13:22 sediaannya ya. Tradisional tuh seperti 13:24 pipisan zaman dulu kita suka ngegerus 13:27 ibu-ibu ya zaman dulu ya. Terus bikin 13:30 infus atau dekok ya, direbus selama ee 13:34 15 menit ya atau 30 menit ya. Ada lagi 13:38 teh ya yang kita ee buat ya. Terus juga 13:42 ada serbuk ya, ada juga kapsul ya. Ada 13:47 juga sirup yang digunakan ditambahkan 13:50 gula ya. Ada yang disedu ya bunga 13:53 misalnya disedu ya. Ee terus ada pil ya. 13:57 P ini biasanya dipres ya. Terus ada 14:01 parem ya, ada pilis parem ya, lulur ya. 14:05 Kalau misalnya ee apa untuk membersihkan 14:09 kulit ya biasanya kita lulur ya biar 14:12 wangi, biar bersih 14:15 ya. Nah, sebenarnya obat-obat 14:17 tradisional tadi ya itu adalah obat 14:21 medis zaman sekarang ya. Kenapa saya 14:24 katakan begitu? Karena awal awal muasal 14:27 dari obat medis itu adalah obat herbal 14:30 awalnya ya tanaman ya seperti pil apa 14:34 kina ya kina untuk ee malaria pink kona 14:37 ya nah itu awal muanya adalah ee kulit 14:42 kina ya kulit kina nah kulit kina itu 14:45 dia bisa diproses adalah 8 tahun nah 14:47 karena terlalu lama dibuatlah 14:49 sintesisnya menjadi isolat murni ya 14:52 menjadilah kimia ya Sekali lagi 14:56 namanya ee aspirin ya dari tanaman asam 15:00 salisilat atau wilu ya itu tanaman di 15:03 rawa-rawa ya. Nah itu ee akhirnya 15:07 dibikinlah sintesisnya untuk ee apa ee 15:12 aspirin ya itu. Nah, jadi tujuan ee 15:16 pengembangan obat tradisional adalah ee 15:19 untuk diterimanya obat tradisional di 15:21 sistem pelayanan kesehatan. 15:23 Terus berkembangnya ilmu obat 15:25 tradisional di industri, berkembangnya 15:27 agindustri tanaman obat. Nah, sekarang 15:30 ee obat herbal ini sudah banyak ya 15:33 beredar ya. Apalagi sekarang 15:36 Undang-Undang yang baru yang ee 17 2023 15:40 itu jamu ee pengobat tradisional dan 15:44 interkontinental itu sudah masuk di 15:46 undang-undang ya. Dan sekarang 15:48 sebenarnya sudah ada pelayanan kesehatan 15:50 tradisional di puskesmas ya. di rumah 15:53 sakit ya sebenarnya sudah lama cuman 15:56 SDM-nya yang belum ada. Nah, nanti jika 16:00 berkembang LSK ini ya diterima ya. Kalau 16:03 di LSK sekarang sudah di bawah 16:06 Kemendikbut ya dan kita mitranya Kemen 16:09 Ces dari ASP ya jadi mitra Kemen CAS dan 16:12 Kemenic Boot. Nah, nanti kalau misalnya 16:15 ini naik level lagi ya bisa kita ke 16:19 nakes ya harusnya bisa ke nakes karena 16:22 teman-teman pengobat tradisional ini 16:24 ternyata luar biasa ya seperti Prof Hing 16:28 tadi ya almarhum ya anaknya ikut. Nah 16:30 itu kan legend ya maksudnya sudah tahu 16:34 turun-temurun ya. Nah itu bisa kita 16:38 naikkan grade mereka karena mereka sudah 16:40 praktik lama ya. Nah, bisa ke pelayanan 16:43 kesehatan tradisional ya, tinggal 16:46 lisensinya dari ee pemerintah. Nah, saya 16:49 juga bikin buku uji kompetensi itu 630 16:53 halaman dan itu buku lengkap sekali ya, 16:58 lengkap sekali itu buku dari dasar ee 17:02 etika ya, etikaetik sebagai pengobat, 17:06 etika profesi ya, keselamatan pasien ya, 17:10 keselamatan klien ya, terus ee SOP ya, 17:14 SOP pengobat tradisional ramuan ya, ada 17:17 SOP-nya saya bikin 17:19 Terus teori-teorinya ya dari teori 17:22 pengembangan jamu satu ya jamu du 17:25 farmakologi mekanisme kerja tanaman obat 17:29 ya anatomi fisiologi itu 11 sistem organ 17:33 ya jadi saya bahas juga anatomi 17:35 fisiologi karena kalau kita sudah 17:38 pengobat itu harus belajar anatomi 17:40 fisiologi ya kalau saya anatomi 17:42 fisiologi itu sudah belajar tiga kali 17:45 kuliah ya ee 1 2 3 empat malahnya empat 17:49 ya. Jadi saya belajar empat ee kali 17:52 anatomi fisiologi itu diulang, diulang, 17:55 diulang ya. Nah itu memang kepakai ya 17:59 kepakai. Makanya saya masukkan di buku 18:02 tersebut ada anatomi fisiologi, 18:04 farmakologi, pengembangan jamu satu, 18:07 jamu dua, etika, etika profesi, 18:10 keselamatan ee klien atau keselamatan 18:13 pasien. Nah, itu kemarin saya ngisi di 18:15 Dinkes ya ee tata kelola kesmas ya itu 18:20 tentang upgrading ya, upgrading eh 18:24 integratif ya. Nah, itu buku saya bawa. 18:27 Jadi saya sudah ada buku yang lengkap 18:29 dan buku satu lagi pengembangan jamu ya. 18:32 Kalau pengomongan jamu itu pasca panen 18:34 jamu bagaimana, cara membuat jamu 18:37 bagaimana, ya itu. Nah, ternyata nanti 18:41 ke depannya sesuai dengan undang-undang 18:43 tersebut ya, teman-teman pengut bisa 18:46 masuk ke sana ya ee terus ke industri ya 18:51 karena kita harus kedi dunia usaha dan 18:54 industri ya atau ya yang senang bertanam 18:58 bercocok tanam bisa masuk ke 19:01 agroindustri ya misalnya sebelum panen. 19:03 Nah kalau kita kan pengobat ini pasca 19:06 panen. Nah, mungkin sebelum panen ya 19:08 bisa masuk di situ. Jadi, pengaman abat 19:11 tradisional luar biasa. Sekarang dokter 19:13 ke jamu ya, dokter ke herbal, dokter ke 19:16 akupuntur ya, dokter ke rehap medik ya. 19:20 Nah, nanti paliatif ya. Makanya saya 19:22 rencana tuh kalau dapat beasiswa S3 saya 19:25 mau ke paliatif ya. Palvatif itu health 19:28 cultivation. bagaimana kita bisa 19:30 memperpanjang umur lebih lama ya sesuai 19:34 dengan body, mind, soul, spirit, energi 19:37 ya tapi umur memang Allah yang ngatur. 19:39 Nah, cuman bagaimana kita bisa 19:41 memperpanjang umur lebih lama karena di 19:44 China itu rata-rata mereka 90 tahun. 19:48 Kenapa bisa begitu? ya karena pertama 19:50 makanannya food terapi ya makanannya 19:53 mereka bagus food terapi mereka jalan ya 19:57 terus mereka minum herbal juga mereka 20:00 melakukan akupuntur ya untuk kecantikan 20:03 ya untuk peremajaan sel ya dengan king 20:07 ya terus mereka mengolah e mind pikiran 20:11 ya dengan tidak stres ya terus dengan su 20:15 dengan jiwanya ya ee terus dengan energi 20:19 ya. Mereka punya cikong ya. Jadi mereka 20:22 senam dengan cikong ya ee seperti taichi 20:26 ya itu polah pernapasan ya. Nah itu ee 20:29 mengaktifkan sel-sel tubuh kita ya gitu. 20:33 Nah akhirnya mereka hidupnya lebih lama 20:36 ya tapi urusan nyawa tetap urusan Allah. 20:40 Kita hanya bisa ikhtiar Allah yang 20:43 menentukan. 20:45 Nah, ini ada teknologi pengembangan 20:48 fitofarmaka ya. Jadi ee kalau kita sudah 20:52 tahu jamu ada teknologi pengembangannya 20:56 ya. Nah, ada teknologi bahan baku ya. 20:59 Ada teknologi di bahan baku itu ada 21:01 teknologi budaya. Nah, ini termasuk eh 21:06 agrikur ya tadi yang sebelum panen ya. 21:09 Agriculture ya, agrikartul. Nah, itu 21:12 untuk ee penanaman budidaya ya. Ee ada 21:16 lagi teknologi panen dan pasca panen. 21:18 Nah, itu termasuk agrikartur juga ya. 21:21 Terus teknologi ekstraksi dan analisa 21:23 mutu. Nah, dia termasuk di laboratorium 21:27 ya, manufacturing ya. Jadi untuk 21:30 kelengkapan pada teknologi ya. Nah, ini 21:33 mesti juga ee good semua ya. Harus ada 21:37 standarisasinya ya. Ada lagi kelompok 21:40 teknologi proses pembuatan sediaan ya. 21:43 Ada uji ee farmakologi ya, pasti 21:45 laboratorium ya. Ada lagi uji klinis ya. 21:50 Ada lagi ini klinikal ya. Klinikal ya, 21:53 teknologi eh formulasi ya, manufacturing 21:56 ya. Sama ya. Nah, ini semua ee ada ee 22:01 standarisasinya ya. Jadi kata siapa? 22:04 Herbal itu berbahaya ya. ya heral 22:08 berbahaya mungkin oknum ya memasukkan 22:11 BKO bahan kimia obat ya karena kita tadi 22:14 sudah ada uji klinis uji praklinik malah 22:18 ada uji toksisitas ya nah nanti kita 22:21 sebutkan ya nah kandungan senyawa kimia 22:25 tanaman obat itu ada berupa fitokimia 22:28 yang di dalamnya ada metabolik primer 22:30 dan sekunder ya primer itu karbohidrat 22:33 protein, asam aminum metabolis dan ini 22:36 yang kita gunakan untuk pengobatan ya. 22:40 Ada alkoloid, ada flavonoid, ada minyak 22:42 akseri biasanya aromatika ya, ada kinon, 22:46 ada steroid, ada tanin ya di dalam teh 22:48 ada tanin ya. Kalau kita mau bab mencret 22:52 menggunakan tanin, ada lagi saponin ya. 22:55 Ada lagi flavonoid antioksidan ya. Nah, 22:58 ada lagi fitoalin. Ini adalah metabol 23:01 tekanan apabila si tumbuhan ini diserang 23:04 oleh bakteri ya sebagai antibiotik di 23:06 tubuh dia ya. Ada lagi fitotoksin. Ada 23:10 toksin yang dikeluarkan oleh tanaman ya 23:12 untuk dia menangkal serangan dari 23:15 serangga 23:16 ya. Nah, kita juga harus belajar tentang 23:21 ee penelitian khasiat tanaman obat ya. 23:23 Jadi kalau kita mau menjadi herbalis itu 23:26 sebenarnya banyak rute-rutenya ya supaya 23:29 kita paham. Bukan kita belajar workshop 23:31 saja, tapi kita belajar ee buku, belajar 23:36 dengan guru ya. ee kalau kita mau 23:39 menjadi ee praktik herbal paling tidak 23:42 kita harus kuasai pate fisiologi 23:45 penyakit ya, biokimia ya, terus adalah 23:49 ee farmakologi ya, farmakologi herbal. 23:53 Nah, itu tiga itu kita sudah ee pahami 23:56 itu sudah bisa ee kita menjadi herbalis 24:01 ya karena paham dari mekanisme faktor 24:04 fisiologi penyakit sampai ke biokimia. 24:08 Nah, tapi pengembangan-pengembangan baru 24:10 banyak lagi ya, biologi molekuler ya, 24:14 terus ee 24:17 apalagi 24:18 ee biokimia molekuler ya. Jadi sudah ke 24:22 molekuler semua sekarang ya, metode 24:25 docking segala macam. Waktu COVID itu 24:27 kan metode docking yang digunakan ya kan 24:30 bagaimana kita menghalau COVID ya karena 24:32 belum ada ee penelitiannya ya karena 24:36 mendadak ya. Jadi menggunakan 24:38 computerize ya metode docking untuk 24:41 mencari formula yang bisa dikembangkan 24:44 dari herbal ya. Ternyata kita bisa 24:47 gunakan jahe, sambil loto ya, bawang 24:51 putih, adas ya. Dan itu menjadikan 24:55 skripsi saya di D4 ya. Waktu itu 24:59 2000 saya masuk menjadikan skripsi saya 25:02 tentang ee Covid ya, tentang COVID ya 25:06 itu. Nah, ee etnofarmakologi ini adalah 25:10 ilmu tentang ee penggunaan obat 25:13 tradisional untuk mengobati ee penyakit 25:16 tertentu. Ada lagi percobaan 25:19 eksperimental yaitu ee apa? Mengetahui 25:22 efek dari ee trapetiknya atau efikasinya 25:26 ya. atau aktivitas biologis ya. Ada lagi 25:30 isolasi dan vaksinasi ya itu memisahkan 25:32 senyawa. Jadi dari ekstraksi itu ada 25:35 polar, nonpolar, dan semipolar. Lalu 25:38 naik ke fraksi, kita pilih lagi mau yang 25:41 polar atau polar atau nonpolar ya atau 25:43 semipolar ya, ada tiga ya. Nah, atau 25:46 isolasi ya, isolasi itu yang seperti 25:49 medis ya. Satu senyawa ya. Kalau tanaman 25:52 itu multikompon, banyak senyawa. Nah, 25:55 tapi kalau misalnya ee apa isolasi itu 25:58 abat medis satu senyawa ya. Ada 26:01 lagiidasi structure struktur ya. Nah, 26:05 ini bagaimana senyawa tersebut bisa 26:07 berinteraksi dalam tubuh dan mengapa 26:10 memiliki efek trapetik ya. Seperti kita 26:13 belajar farmakodinamik ya hasilnya 26:16 bagaimana. Kalau farmokinetik karena 26:18 herbal ini banyak senyawa, sulit untuk 26:21 dihitung waktu paruhnya ya, kecuali dia 26:24 sudah menjadi isolat ya. Nah, ada lagi 26:27 uji khasiat atau hasil isolasi ya. Nah, 26:31 itu karena sudah isolasi ya mengobati 26:34 tertentu ya, penyakit tertentu ya karena 26:37 dia ee satu senyawa ya. Ada lagi formula 26:42 dan sintesis lanjutan ya yang bisa 26:45 diterima konsumen dalam berbentuk ee 26:48 berbagai macam sediaan obat ya. Nah, ini 26:51 ada penelitian yang pernah saya lakukan 26:55 ee sebelum penelitian ke sini dulu, ya. 26:57 Nah, sebelum penelitian tadi ya kita ada 27:00 uji ee preklinik dan uji klinik ya. Nah, 27:05 uji preklinik tadi yang saya sudah 27:06 jelaskan ada namanya infitro, ada 27:09 infivo, ada selan, ada ee hewan hewan 27:13 uji. Nah, sebelum kita ujikan untuk 27:16 hasil ya efek terapeutik atau 27:20 efikasinya, nah kita harus melalui uji 27:23 toksisitas yang tadi saya sebutkan ya, 27:26 uji toksisitas akut ya, ujiitas ee 27:29 jangka panjang ya, menengah ya. Jadi 27:32 kata siapa herbal itu berbahaya? Ya 27:35 mungkin dia tidak belajar kalau menurut 27:37 saya ya kecuali oknum yang menggunakan 27:40 BKU bahan kimia obat. Nah sekarang kan 27:43 banyak beredar herbal herbal herbal tapi 27:45 isinya digeruslah obat ya seperti 27:48 dexametazon ya golongan-golongan 27:51 fatosisoid ya makanya dimakan langsung 27:53 chest pls hilang sakitnya ya. Nah, 27:56 herbal tidak mungkin langsung hilang 27:59 sakitnya karena herbal itu sifatnya 28:01 pelan ya. Dia pelan-pelan tapi mengobati 28:04 ya efek sampingnya kecil ya. Kenapa 28:06 kecil ya? Karena kita melalui uji 28:08 toksisitas ya LD50 ya kematian 50% dari 28:14 tikus ee yang kita ee gunakan untuk uji 28:18 toksisitas ya. Nah, jadi tidak boleh 28:21 juga kita langsung efikasi aja, manfaat 28:24 aja, tapi tidak melalui uji tersebut ya. 28:27 Baru kita uji manfaat. Nah, setelah itu 28:30 ada uji klinik lagi ya. Setelah ke tikus 28:32 kita uji klinik. Uji klinik ini ada 28:35 fasenya. Fase satu ya ke manusia 100 28:38 orang, fase du lebih dari 100 orang, 28:41 fase 3 sampai 1000 orang. post marketing 28:45 ya sampai sudah disebarkan ke masyarakat 28:49 tetap dicek ya apakah ada masalah 28:51 ataukah tidak ya. Nah, jadi herbal itu 28:54 aman ya asal 28:57 ee apa diracik oleh ee orang yang ee 29:03 belajar ya herbalis atau ee pabrik ya 29:07 karena tidak mungkin ya karena harus ada 29:10 BPOM ya. Oke. Nah, ini ada penelitian 29:15 kasihan ee tanaman obat waktu tesis saya 29:17 di ee Herbal Medic UI ya. Saya membuat 29:22 efektivitas sediaan gel fraksi etil 29:24 asetap daun gaharu ya. Daun gaharu yang 29:28 kayunya bisa dipanen juga setelah dia 8 29:32 tahun kita nekrosis nanti wanginya luar 29:35 biasa dan mahal ya. Nah, tapi ini saya 29:38 gunakan daunnya untuk menyembuhkan luka 29:42 terbuka pada tikus palgoidoli ya. Nah, 29:46 ini ee bagaimana ceritanya ya? Daun ini 29:50 saya keringkan ya. Nah, tapi dicari dulu 29:53 literaturnya tentang daun gaharu ini. 29:55 Daun gaharu ini apakah sudah 29:57 turun-temurun digunakan? Terus bagaimana 30:00 toksisitasnya? Ya, kalau misalnya sudah 30:03 ada toksisitasnya, sudah turun-temun, 30:05 tidak perlu kita lakukan lagi. Kita 30:07 ambil jurnalnya. Kalau tidak ada ya kita 30:10 harus lakukan dulu ya. Karena ini ke ee 30:14 hewan uji berarti sebelumnya ee belum 30:17 ada yang melakukan ini ya. Nanti mungkin 30:19 ada yang melakukan ke manusia. Jadi 30:21 setelah saya pakai ini kalau ada orang 30:24 mau meneruskan bisa ya bisa uji ke 30:27 manusia ya. Nah, daun gaharu ini sudah 30:31 ketemu waktu itu ada uji ke ee 30:34 toksisitasnya. Jadi, saya tinggal 30:36 gunakan. Nah, saya gunakan sudah keuji 30:40 ke tikus langsung ya. Jadi, daun gaharu 30:43 ini sudah 30:44 diapatkan jurnalnya sebagai 30:47 antiinflamasi ya, antibakteri dan 30:50 antioksidan ya sesuai dengan untuk luka 30:54 terbuka ya. Kalau kita luka terbuka itu 30:57 pasti ada proses inflamasi ya, ada 31:00 proses bakteri yang masuk ya, ada proses 31:03 ROS ya, oksigen reaksi oksigen spesies 31:06 ya. Nah, sesuai banget. Makanya kalau 31:09 kita tujuan untuk membikin suatu skripsi 31:13 atau jurnal atau tesis, nah itu harus 31:16 menjawab pertanyaan yang kita buat ya. 31:20 Maksudnya ee manfaat daun garungnya apa 31:24 gitu kan. Misal tujuannya untuk 31:26 mengobati luka terbuka. Nah, luka 31:28 terbuka ini kita harus jawab. Nah, apa 31:30 hubungan dengan luka terbuka? 31:32 Antiinlamasi, antibakteri, antioksidan 31:34 ya. Nah, daun gau kita cari ya, apakah 31:38 dia sebagai antiinflamasi, antibakteri, 31:40 dan antioksidan dengan 31:42 literatur-literatur sebelumnya ya atau 31:45 jurnal sebelumnya ya biasanya jurnal ya 31:48 kita ambil. Nah, ternyata daun gaharu 31:51 ini kita tahu dia mempunyai metabolid 31:54 sekunder yaitu flavonoid ya. Nah, 31:57 flavonoid ini ee bisa kita ee gunakan 32:02 sebagai antioksidan ya. Makanya saya 32:05 sandingkan dengan kesertin. Kesertin itu 32:08 antioksidan yang paling bagus ya 32:10 maksudnya yang bagus ya dengan 32:12 kromatologi lapis tipis. Nah, ternyata 32:15 si daun gaharu lumayan bagus ya untuk 32:18 sebagai antioksidan atau flavanoidnya 32:21 ya. Nah, penelitian ini ee saya buat 32:26 setelah ekstraksi. Jadi, simpfisia 32:30 dikeringkan harus 5% kurang dari 5% 32:33 karena nanti jamuan ya. Nah, itu saya 32:36 angin-anginkan di suuh ruangan karena 32:38 yang diambil antioksidannya. Kalau kita 32:40 panaskan dengan open rusak dia ya. Nah, 32:44 waktu itu daun garunya saya ngambil di 32:46 Puspitek ya. Karena jelas karena kita 32:49 kalau harus penelitian tuh kita harus 32:51 tahu asal muasal tanaman itu benar atau 32:53 enggak. Yang tadi standarisasi ya yang 32:56 saya sebutkan. Terus kita punya surat 32:58 keterangan bahwa ini benar-benar daun 33:00 gaharu. Nanti bukan daun gaharu ya 33:03 tahu-tahu daun teh ya atau daun yang 33:06 lain yang mirip gaharu ya. Kalau daun 33:08 teh beda ya. bentuknya ya. Misal daun 33:11 yang kayak meniran dengan Saga kan 33:12 mirip-mirip gitu kan. Nah, e kita harus 33:15 tahu ya benar enggak nih aku 33:17 melaksanakan skam ya. Nah, jenisnya ini. 33:19 Nah, waktu itu saya ngambil di Posbitek 33:21 ya. Jelas ya. Ya, di batan ya. Pospit 33:25 batan brink di situ ya. Nah, terus ee 33:29 saya buat ekstraksi ee setelah kita 33:32 bubuk, kita blender, kita buat 33:34 ekstraksinya. ekstraksinya dengan ee 33:38 waktu itu saya dengan apa ya? Etanol ya 33:40 kalau enggak salah etanol ya. Ee terus 33:43 setelah dapat ekstrak cair saya fraksi 33:46 ya dengan menggunakan etil aset ya. Nah 33:50 nanti ketahuan tu nanti ada endapan ya 33:52 diambillah yang si etel aset-nya ya. Nah 33:55 setelah itu ini panjang ceritanya ya. 33:58 Pitan ini sama selama 6 bulan saya 3 34:01 bulan saya di tikus ya ikut ya pokoknya 34:05 di tikus tuh yang ngasih makan tikus ya 34:08 yang enggak pernah megang tikus megang 34:10 tikus ya enggak pernah ngemedel tikus 34:12 ngebedel tikus ya sampai bikin blok 34:15 farakin nah 3 bulan sebelumnya saya 34:17 membuat sediaan itu ya di UI ya itu 34:20 bolak-balik di UI terus di Palembang ya 34:24 ee ya 6 bulan saya penelitian ya nah itu 34:28 saya bikin gel ya. Setelah saya fraksi, 34:31 saya dapat bahan aktifnya, saya buat gel 34:34 ya. gel itu ee harus tahan panas, tahan 34:39 suhu ruangan, tahan dingin. Ya, jadi ada 34:42 ujinya lagi si gel itu harus diuji bahwa 34:45 si 34:46 gelogen dengan bahan aktif dan si 34:52 gel ee tahan terhadap panas ya, tahan 34:57 terhadap dingin, terhadap suhu ruangan 35:00 ya. Karena itu supaya expired date-nya 35:03 lebih aman ya, karena kan harus 35:06 digunakan ee dijual bebas, digunakan 35:08 oleh manusia karena topikal ini saya 35:10 bikin tropikal ya itu harus dia bahan 35:14 gelnya pun harus homogen dan dia juga 35:17 harus tahan ee pada uji tersebut. Nah, 35:20 itu saya lakukan. Nah, setelah itu tahan 35:23 bagus ya. kita masukkan bahan aktif tadi 35:26 yang sudah kita vaksinasi tadi. Kita 35:29 gunakan eh mixer ya untuk supaya dia 35:33 nyatu dan kita tes lagi apakah dia 35:35 homogen ya. Homogen itu menyatu ya 35:38 dengan si fraksi tadi ya. Kalau sudah 35:41 homogen ada alatnya namanya apa saya 35:43 lupa untuk homogenis ada alatnya ya. Nah 35:46 baru kita uji ke ee si hewan uji 35:50 tersebut ya. Nah, hewan tersebut ee 35:54 harus ada sertifikasinya juga ya 35:56 digunakan tikus putih jantan sparg ya. 36:01 Nah, itu waktu itu di UI Salemba 36:03 belakang ya. Nah, itu tikusnya ada 36. 36:08 Ada lima kelompok kalau enggak salah ya. 36:10 Lima kelompok ya. Terus saya lebihkan 36:13 tikusnya ya. 36:16 Ee jadi ee 25 ya, 25 ekor karena 36:21 takutnya ada yang mati saat ee kita beli 36:25 terus ada masalah atau apa ya. Jadi kita 36:27 lebihkan selama 3 bulan ya. Saya bikin 36:30 lima kelompok. Kelompok satu dilukain 36:34 tapi tidak dikasih apa-apa. Kelompok dua 36:36 dilukain saya kasih placebo. Placebo itu 36:39 cuman bahan gel doang ya. Yang kelompok 36:42 tiga kontrol dikasih popid dan iodin 36:45 dilukain. Terus kelompok keempat itu 36:47 dilukain dikasih 36:50 gelaksiat eh dosis satu. Yang kelima 36:54 adalah 36:55 gelaksiat e dosis kedua ya. Jadi itu ada 36:59 4% dan 16% ya. Nah, setelah dilukain 37:04 kita lihat kita ukur panjang lukanya ya. 37:08 Terus kita lihat kesehatan si ee tikus 37:11 ya, dikasih makan, dikasih minum ya, 37:13 perlakuannya sama ya, cuman dibeda 37:16 tempat-tempatnya. Nah, setelah hari 37:19 selesai ya, hari terakhir penyembuhan 37:22 luka itu kan ada tahapannya, ada 37:24 fibroinlamasi, ada luka. Dulu kan kalau 37:27 kita ada perlukaan tuh kan ada birad 37:29 lighting ya, ada luka akhirnya terjadi 37:32 inflamasi proinlamasi ya, selemas segala 37:35 macam untuk ke sana untuk mengobati 37:37 untuk supaya tidak terkena bakteri luka 37:40 terbuka ya. Jadi setelah platelet anti 37:44 inflamasi pembengkakan baru dia ee 37:47 mengurusin antibakter terjadilah reaksi 37:49 oksigen spesies ya akhirnya luka itu 37:52 menutup ada epitalisasi yaisasi pada 37:56 jaringan ee superfisial ya pada di 38:00 atasnya ya. Nah, itu menutup. Nah, itu 38:03 ada waktunya ya. Ee pengobatan ee waktu 38:08 itu kan ee untuk luka itu biasanya 2 38:10 minggu itu sudah terjadi perubahan ya. 38:14 Nah, setelah selesai ee apa si tikus ini 38:18 kita uji ya ee ee kita matikan ya, kita 38:24 matikan tikusnya dan kita pun juga ada 38:27 ee komisi etik ya. komisi etik itu kita 38:29 jelaskan bagaimana kita mau 38:31 penelitiannya, bagaimana kita mematikan 38:34 si tikus ya, caranya dikasih apa ya, 38:37 waktu itu dikasih ee lidokin sama apa 38:40 saya lupa ya. Nah, itu karena 2015 ini 38:43 ya. Nah, terus kita ambillah kulitnya 38:46 ya. Kulitnya kita sayap, kita bikin blok 38:50 parafin ya. Blok parafin itu kita bikin 38:53 untuk menguji pada mikroskop elektron 38:56 ya. supaya kita gampang dan itu tidak 38:58 busuk ya, kita awetkan di si kulit itu 39:01 diawetkan ya di bok parafin supaya tidak 39:04 busuk karena kita mau menghitung sel 39:08 inflamasi ya fibroblast sama 39:11 epitalisasinya ya. Nah, pas sudah 39:14 selesai kita cek mikros elektron 39:16 menggunakan SPSS ya kita hitung. Nah, 39:19 ternyata dosis 16 itu lebih bagus 39:21 lukanya cepat sembuh ya. Kenapa ini saya 39:25 ceritakan semua? Karena rungutan herbal 39:27 itu yang dikatakan orang herbal itu 39:30 tidak aman. Bahaya untuk ginjal, bahaya 39:32 untuk ee apalagi dan lain-lain ya. 39:35 Banyak sekali yang bertentangan ya. Nah, 39:38 ternyata kita herbal itu kita teliti 39:40 sedemikian rupa padahal ini untuk 39:43 tropikal, untuk kulit ya. Apalagi yang 39:45 dimakan oleh ee untuk dimakan di oral 39:48 untuk manusia ya. Nah, ini baru topikal. 39:53 Topikal itu rumit ya. dari kita awal ee 39:58 terus penelitian sampai hasilnya ya 40:00 hasilnya pun kita harus tahu sampai saya 40:03 belajar di patologi anatomi ya waktu 40:06 itu. Jadi banyak banget saya waktu itu 40:08 belajarnya karena saya ee bukan basicnya 40:11 di sana ya. Nah, akhirnya saya 40:13 menyelesaikan ee tesis saya waktu itu 40:16 dapat ya. Alhamdulillah ya. Oke, kita 40:20 lanjut. Kita masih ada waktu berapa 40:21 menit nih? 5 menit lagi Pak Alvian. 40:24 menit lagi belum selesai ternyata 40:26 panjang ya kali lebar ya. 40:30 Oke. Nah, ini prosesnya. Jadi kita tahu 40:35 herbal tadi aman ya asal ee fabrikasi 40:40 BPOM ataupun herbalis ya karena dia 40:43 sudah belajar seperti yang saya lakukan 40:46 ya. Nah, kita harus juga ee kalau kita 40:50 memproses obat tradisional itu 40:52 sediaannya apa? Nah, harus apa? Pertama 40:55 kita pemilihan dan pengumpulan bahan 40:57 baku ya. Misalnya kita pengin rpang 41:01 kunyit ya, rang kunyit semua ya. Jangan 41:03 dicampur-campur ya. Terus bersih ya, 41:06 tidak ada pengotornya, tidak ada 41:08 misalnya dilewatin sapi ada kotorannya 41:12 ya. Nah, itu harus kita e bersihkan ya. 41:15 Nah, tapi sebelum kita bersihkan itu 41:18 kita lihat dulu tanaman ini benar 41:20 enggak. Memang benar impang kunyut 41:21 enggak? nanti numpang temu lawak kan. 41:24 Nah, terus kualitasnya bagus enggak ya? 41:26 Nah, keberlanjutannya bagaimana? Kalau 41:29 kita ambil bisa panen lagi enggak gitu 41:31 ya. Nah, baru kita masuk ke pembersih 41:34 ya, pengolahan awal. Nah, kita bersihkan 41:37 ya dari kotoran tanah ya ee tanaman lain 41:42 masuk ada tanaman lain ya atau bahan 41:45 asing lain ya. Nah, baru kita lakukan 41:48 pengeringan, pemotongan, penggilingan. 41:51 itu panjang ya. Kayak saya lakukan waktu 41:53 itu juga sama ya. Nah, baru kita 41:55 ekstraksi ya kayak tadi yang saya 41:57 lakukan ekstraksi bisa dengan ee ee 42:00 perkolasi bisa dengan ee apa dengan ee 42:06 ekstrak cair ya, perendaman ya, masrasi 42:09 namanya masrasi ya ataupun pemanasan ya. 42:13 Ee nah itu bisa kita lakukan. Nah, baru 42:15 kita fraksi yang tadi ya, pemisahan 42:17 senyawa-senyawa tadi ya. Nah, boleh kita 42:20 pekatkan, kita keringkan dengan 42:22 evaporator ya atau kita cair ya. Nah, 42:25 terus baru kita bikin formula nih si 42:28 herbal nih mau kita apakan? Mau kita 42:30 bikin kapsul, mau kita bikin topikal 42:33 atau mau kita campur dulu baru kita 42:35 masukkan ke kapsul ya. Nah, masukkan 42:38 kapsul pun juga ada teknologinya dengan 42:41 filler ya, dengan filler terus bahan 42:43 bakunya ya. Nah, terus kita uji lagi ya. 42:48 ada kontrol kualitasnya apakah senyawa 42:51 aktifnya apa misalnya terkontaminasi 42:53 enggak dengan bakteri ya itu ada 42:56 sertifikatnya di BPPOM ya jadi kita pun 42:59 ada sertifikat of analis ya ada 43:02 sertifikatom uji bakteri segala macam 43:04 itu harus ada uji stabilitasnya nah baru 43:08 kita kemas dengan labeling yang sudah 43:10 jadi ya seperti yang sudah punya saya 43:14 elektritis itu. Nah itu sudah keluar 43:16 BPPOM ya. 43:18 Oke. Oke. Mungkin ya karena masih 43:22 panjang. Baik. 59 slide berarti dikurang 43:27 20. 43:28 Masyaallah. Baik dan akhwat yang 43:31 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 43:33 Telah kita simak pemaparan yang telah 43:36 disampaikan oleh Ustaz oleh Pak Alvian 43:40 dari Rumah Sehat Indonesia. Kami akan 43:43 segera kembali setelah jeda berikut 43:47 [Musik] 43:54 ini. Berasil TV. 44:02 Hmm. Baik. Radio Silaturahim untuk Islam 44:06 yang satu yang dipancaruaskan dari Jalan 44:09 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 44:13 Cibubur Bekasi. Ikhwan dan akhwat masih 44:16 bersama kami dalam program kesehatan 44:18 islami. Ada Pak Alvian dari Rumah Sehat 44:21 Indonesia yang beralamat di Jalan Ruyung 44:24 nomor 7 Blok A20 Pondok Kelapa, 44:27 Kecamatan Duran Sawit, Kota Jakarta 44:30 Timur DKI Jakarta. Bagi Anda ikhwan 44:34 akhwat yang ingin ke sana, Anda bisa 44:39 buat janji terlebih dahulu. 44:41 Silakan ada nomor teleponnya yaitu di 44:46 08 44:51 1383262040 44:54 0813 44:57 83262040. Langsung saja Anda searching 45:00 di Google Maps Rumah Sehat Indonesia 45:03 Jalan Ruyung. Insyaallah langsung 45:05 diarahkan ke sana. Ada pertanyaan Pak 45:09 Alvian 45:12 dari Bap e Bapak Yuman di Gunung Putri. 45:17 Kemudian Pak Fajar 45:21 Alfati. Lalu ada Bapak siapa ini? Bapak 45:26 Bimantoro, kemudian Ibu Henti di Jakarta 45:31 Utara. Asalamualaikum warahmatullahi 45:33 wabarakatuh. Waalaikumsalam 45:35 warahmatullahi wabarakatuh. Pak Alvian, 45:37 jamu yang direbus yang bahannya 45:39 macam-macam yang bahannya macam-macam 45:41 ada kayu, ada seperti akar daunan, 45:45 macam-macam ada kali 10 macam direbus 45:48 lalu diminum. Itu bagus enggak? Terima 45:50 kasih Pak Alvian. 45:52 Ya, jadi akar itu kan bahannya keras ya. 45:56 Mungkin akarnya dulu yang dimasukkan ya 46:00 baru rimpang ya baru daun karena supaya 46:05 tidak terlalu lama ya. Kalau misalnya 46:08 kita perlu antioksidannya berarti 46:09 reembusannya jangan terlalu panas ya. 46:12 Api kecil ya. Terus ditutup dengan ee 46:16 tutupnya kalau kita perlu minyak 46:18 aksirinya ya. Nah, boleh menggunakan 46:22 trex ya, boleh menggunakan stenis, 46:25 jangan aluminium ya, karena nanti zat 46:28 zat yang terkandung di anum masuk ke 46:30 herbal tersebut ya. Biasanya direbus 46:33 dengan air 1 liter 600 mili ya atau 46:38 separuhnya ya bisa diminum 3* 200 ya 46:42 setelah disaring ya. Jadi herbal itu 46:45 aman dikonsumsi jika rebusan dan 46:48 misalnya 10 macam ya tidak apa-apa ya 46:50 karena rebusan itu tidak sama dengan ee 46:54 ekstrak ya. Ekstrak itu 10 karung 46:57 menjadi satu karung ya. Jadi ee dan itu 47:00 harus ee kita tahu dosisnya ya. Nah, 47:04 tapi bila kalau misalnya ada tensinya 47:06 rendah seperti kunit atau sambil loto 47:08 itu kan bisa menurunkan tensi misalnya. 47:11 Nah, kita belajar herbal itu ada namanya 47:13 efek antagonis dan ee efek agonis ya. 47:16 Nah, kita harus tahu juga. Nah, ini jadi 47:17 berkembang ya e interaksi herbal ya 47:20 sebenarnya itu ada pelajaran lain lagi 47:22 ya. Nah, kita harus tahu efek-efek 47:25 herbal yang memang dia bersifat agonis. 47:27 Misalnya dia saling mendukung misalnya 47:30 ada pasien dengan tensi tinggi ya kita 47:32 gunakan di situ bawang putih, kita 47:35 gunakan seledri, kita gunakan sambil 47:37 lutoto, kita gunakan kunyit. Nah, semua 47:40 itu merupakan tensi ya. Apabila tensinya 47:42 tinggi mah aman ya. Tapi tensinya 47:45 misalnya enggak tinggi-tinggi banget 47:46 misalnya 47:47 140/90 ya. Nah, atau kita kasih 47:50 kombinasi itu ya bisa drop dia ya bisa 47:53 drop. Makanya ada herbal-herbal yang 47:55 bersifat agonis dan ada yang antagonis 47:57 ya. Antagonis yang berlawanan. Misalnya 48:00 tadi ee Mas Agus mencret nih, Mas Agus 48:03 mencret misalnya, misalnya Mas Agus ya 48:05 misalnya ya menggunakan ee daun teh ya, 48:10 daun teh atau kunyit atau daun jambu 48:12 biji ya, ketumbar ya tahu-tahu Mas Agus 48:16 ee sudah berhenti nih BR-nya. atau Mas 48:20 Agus minum jati Belanda ya atau daun 48:24 sendok atau makan ee apa manisan buaya 48:29 misalnya ya. Jadi mencret lagi ya gitu. 48:32 Nah itu bersifat berlawanan antagonis 48:35 ya. Nah jadi kita harus juga tahu herbal 48:38 itu ada sifat ee agonis dan antagonis 48:40 ya. Mungkin nanti itu buku yang saya 48:43 bikin lanjutan ya. efek dari ee herbal 48:46 yang obat herbal dengan herbal, herbal 48:48 dengan obat, herbal dengan makanan. Nah, 48:52 itu ada juga ya. Jadi ada apa pelajaran 48:57 lain lagi ya tambahan lagi. Baik, baik. 49:01 Terima kasih, Pak Alvian. Kemudian dari 49:04 Bapak siapa ini? Bapak Iwan di Jakarta. 49:08 Asalamualaikum warahmatullahi 49:10 wabarakatuh, Pak Alvian. Iya. 49:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:13 wabarakatuh. Baik, Pakan, saya izin 49:16 bertanya. Kalau minum jamu bagi 49:19 anak-anak itu sendiri yang baik jamu 49:22 seperti apa dan ada pantangannya enggak 49:24 atau ada batasnya enggak, Pakvian? 49:26 Terima kasih. Umur berapa? Tidak 49:29 disebutkan ya. Kalau misalnya anak-anak 49:32 ee masih di bawah setahun ya ee kalau 49:37 saya sih kalau anak saya berani ya. Tapi 49:39 kalau orang lain sebaiknya di atas 49:41 setahun ya. Tapi yang sudah berupa cair 49:44 misalnya kita sudah rebus ya, kita aduk 49:47 dengan madu. Karena anak-anak kan enggak 49:49 suka yang rasa-rasa hamba, rasa apa ya, 49:52 kasih madu ya. Kalau anak saya kasih 49:54 ekstrak ya, cuman ekstraknya saya bagi 49:57 ya. Ee jadi anak-anak saya itu paling 49:59 suka herbal malah daripada obat medis. 50:02 medis tuh ya paling kita sedia medis di 50:05 rumah itu parasetamol ya untuk demam ya 50:09 ee apaagi ya itu doang ya paling saya 50:12 sedih ya. Oh ini apa ee probiotik ya itu 50:17 untuk ee misal jari ya. Nah cuman dua 50:20 itu saya sedia di rumah ya kalau darurat 50:24 ya. Kalau misalnya lain-lain herbal 50:26 semua di rumah ada ya. Nah, itu saya 50:28 bagi ee kalau anak kecil itu saya bagi 50:32 sampai seperempatnya ya atau 1/enam atau 50:35 seper ya tergantung umurnya ya. Kita 50:39 aduk dengan air hanget sampai madu ya 50:42 diminumkan itu aman ya. Tapi di atas 1 50:45 tahun kalau bagusnya kalau anak sendiri 50:48 saya berani ya gitu. Heeh. Baik. Lalu 50:52 ada Ibu Anisah. Asalamualaikum Pak 50:55 Alvian. Apakah 50:58 apakah setiap jamu itu bagus untuk 51:00 tubuh? 51:02 Setiap jamu bagus untuk tubuh ya. Bagus 51:05 saja. Karena kan jamu itu banyak yang 51:08 untuk kesehatan ya. Ya, cuman ya di 51:11 kasusnya apa dulu ya, jamunya untuk apa 51:13 dulu. Jangan sampai kita ngikutin orang. 51:15 Kadang banyak itu ada dia enggak diabet 51:19 ya atau dia diabet atau dia enggak cocok 51:22 dengan herbal tersebut karena ada 51:24 lambung misalnya. kayak jahe misalnya 51:27 ada 51:29 dia enggak ada lambung nih si orang 51:31 tensi tadi misalnya atau orang si tensi 51:34 ini enggak ada masalah di lambung 51:37 tahu-tahu dengar dia dengan racikan ee 51:40 ada jahenya ya ada bawang putihnya ya 51:45 nah itu akan bermasalah bagi orang yang 51:47 kena lambung ya karena jahe itu 51:50 mengiritasi bawang putih mengiritasi dan 51:53 makanya harus kita kombinasi dengan 51:55 tanaman lain yang untuk menetralkannya. 51:58 Jadi selama kita tahu kombinasi herbal 52:01 yang kita lakukan itu aman ya dan 52:04 kondisi si peminum jambu tersebut ya 52:08 kondisi si pasien tersebut nah itu 52:10 aman-aman saja tapi kalau kita tidak 52:13 tahu 52:14 kondisinya terus kombinasinya ya 52:17 biasanya bermasalah juga ya itu. 52:21 Hm. Baik. Kemudian ada hamba Allah di 52:24 Sukabumi. Pak Alvian. Asalamualaikum 52:27 warahmatullahi wabarakatuh. 52:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:31 wabarakatuh. Izin Pak Alvian. Saya ingin 52:34 bertanya. Saya eh sering vertigo. 52:37 Kemudian jantung berdebar-debar. 52:39 Terkadang kepala belakang ataupun di 52:42 samping suka sakit gitu. Belum pernah 52:47 dibekam. Apakah boleh di tempat palvian 52:50 di terapi lintah? Lalu perbedaan terapi 52:53 lintah dengan ee bekam itu apa dan bagus 52:57 yang mana? Terima kasih. Baik, terima 53:00 kasih. Jadi ini kan vertigo, jantung 53:03 berdebar, sakit kepala ya. Ya, 53:06 kemungkinan ada tensinya tinggi bisa ya 53:09 atau karena ada penyumbatan pembuluh 53:11 darah ya kemungkinan. Nah, nanti kita 53:14 tanya makanannya apa sehari-hari? Sering 53:16 enggak makan gorengan? 53:18 Makan-makan yang berlemak seperti 53:20 misalnya santan. atau nasi padang ya. 53:23 Nah, itu kita tanyakan ya biar kita 53:26 tunya. Nah, kalau memang makanan enak 53:28 tuh makanan enak Masus enggak usah kasih 53:32 saya 53:33 ya. Saya juga sudah makan rebus-rebusan 53:36 sekarang ya. Lebih amanlah sekarang 53:38 menjaga kondisi bagaimana kita bisa 53:41 memperpanjang umur lebih lama. Health 53:43 cultivation ya. S3 saya nanti kalau 53:46 diizinkan Allah ya gitu. 53:50 Nah, jadi betul. Heeh. Jadi kalau dia ke 53:53 arah sana ya cocok terapi lintah. Nah, 53:56 bedanya apa dengan bekam? Lintah itu 53:59 punya enzim ya. Enzimnya namanya ya. 54:02 Nah, enzimnya itu bisa ngencerkan darah 54:05 sebagai antiagulan, antiinlamasi, 54:07 antibiotik ya, anti platlet ya, ee 54:11 inhibit plasmin ya, increase the flow of 54:14 blood, melancarkan aliran darah ya, 54:16 karena dia tadi punya antiagulan. Nah, 54:18 bekam tidak punya ya. bekam hanya 54:21 mengeluarkan ya darah ya, tapi sama-sama 54:24 mengeluarkan darah. Nah, perbedaannya 54:27 lintah punya enzim. Nah, kenapa saya 54:29 gunakan lintah? Karena jelas lintah itu 54:32 punya anti keagogulan. Nah, saya suka 54:34 terapi lintah buat muka saya. Makanya 54:37 muka saya kinclong. Kinclong umur sudah 54:39 40 ke atas ya. Bukan pakai skincare ya. 54:43 Bukan. Saya enggak 54:44 pernah. Saya kira pakai skincare. 54:48 Nah, terus karena lintah itu melancarkan 54:51 aliran darah ya, makanya muka kita ya 54:54 aliran darahnya bagus, merah ya kan 54:57 karena kita sering ee apa lancar 55:00 alirannya ya. Terapi lintah. Iya. Nah, 55:04 karena dia punya enzim ya, jadi enggak 55:07 perlu pakai skinc lagi Pak Alvian ya. 55:09 Kalau di luar negeri terapi untuk 55:11 kecantikan. buka aja thay eh untuk 55:16 beauty beuty ada itu 55:19 ya kalau itu ya kalau di bahasa 55:23 Inggrisnya ya 55:25 atau forut 55:28 wah enggak tahu saya adaak 55:32 [Musik] 55:33 jadi ya jelas ya selain untuk pengobatan 55:37 memang terapi lintetik kecantikan ya 55:40 karena enzimnya tadi Ya, itu asal jangan 55:43 lintah darat ya gitu. Iya. Kalau di 55:46 lintah berapa jam sih, Pak Alvian? 55:49 Ee t minus 1 jam. Tapi tergantung juga 55:52 kadang kalau dia punya sumbatan dia akan 55:54 lama ya karena dia akan ngasih enzim 55:56 dulu. Jadi lintah itu kerjanya sebelum 55:58 dia nyedot dia ngasih enzim dulu ya. Dia 56:01 ngasih enzim, ngasih enzim, diasih enzim 56:03 supaya lembut bu darah tadi supaya encer 56:06 ya. Nah, setelah dia encer baru dia 56:08 nyedot ya. Jadi dia butuh makan untuk 56:11 darah kita di kita butuh enzim yang dia 56:15 keluarkan tadi. Masyaallah. Kalau 56:18 ukurannya sama terus dia ada yang lama 56:20 ada yang enggak. Nah itu kemungkinan ada 56:22 penyumbatan ya. Jelas. Makanya kalau ada 56:26 farises ya itu cepat ya biru-biru yang 56:29 farises itu langsung bisa hilang, bisa 56:31 pudar. Jadi kalau orang kena sakit 56:35 jantung itu bisa dilintah bisa walaupun 56:38 dia sudah dipasang ring. Iya bisa ya 56:42 pasien saya itu yang sudah pasang mau 56:43 bypass ya. Jadi sudah pasang ring 1 2 3 56:47 ujung-ujung bypass karena pada minnya 56:50 min itu pada arteri utama ya misalnya 56:53 lupa RCA-nya ya. Nah, karena dia takut 56:57 untuk operasi ya. Ya, operasi kan 57:01 panjang ceritanya ya. Jadi kan pembodara 57:03 kaki diambil dipindahkan ke daerah 57:06 jantung ya yang namanya bypass ya. 57:09 Bypass itu dibikin jalan tol ya. Nah, 57:12 kadang ada yang interkostanya atau 57:14 tulang rusuknya dipotong kan karena pas 57:17 mau masukin si pembul darah misalnya 57:19 terhalang ya bisa terjadi g. Nah, 57:22 kejadian kedua yang si kaki tadi ya, 57:26 yang e pembudara di kaki tadi bisa juga 57:29 punya plak ya kan akhirnya lagi ya. Jadi 57:34 ya ee tidak juga menyesalkan kalau 57:36 seperti itu. Makanya kalau orang sudah 57:38 pasang ring atau bypass ya pakaran juga 57:41 harus diatur enggak bisa makanannya 57:43 sembarangan. Makan apa aja waduh ya 57:46 sudah deh nyumbat lagi ya. Baik. Kalau 57:49 bekam sama lintah bagus mana, Pak 57:52 Alvian? Ya, karena tadi lintah punya 57:54 enzim ya ee utama ya pasti lintah karena 57:57 enzimnya punya enzim. Dia enzimnya 58:00 mengeluarkan darah sama ya sama-sama 58:02 kayak bekam mengeluarkan darah dan dia 58:04 punya enzim kelebihannya. Nah, makanya 58:07 kalau orang jantung kan jantung tuh 58:09 pembul darahnya ee bermasalah ya karena 58:12 ada plug ya arteriskosis. Nah, artis 58:14 proses itu kan naik naik naik naik naik 58:17 naik menekan kan ya kan endotelnya itu 58:19 menekan karena ada radikal bebas menekan 58:22 kan akhirnya kayak kulit ditarik pecah. 58:24 Iya. Iya. Nah, jadi tromboksan ya 58:26 trombokan 58:28 nutupin. Nah, trombokan itu bisa diurai 58:31 oleh si linta ya. Makanya tuh ada 58:34 inhibit plasmin namanya. Jadi dia bisa 58:37 mengurai si tromboksan ya. Nah, tapi 58:40 yang mendung tadi kita gunakan herbal. 58:43 Jadi kombinasi herbal dan ee apa? Terapi 58:47 ya karena kita perlu antioksidan, perlu 58:50 untuk menurunkan LDL-nya ya, perlu untuk 58:52 celak endotin supaya rapat lagi. Nah, 58:54 itu dengan herbal. Makanya ada pasien 58:57 kemarin tuh kasih kasih skornya sudah 58:58 nol di sini ya sembuh dari jantungnya. 59:02 Eh, tahu-tahu 5 tahun datang lagi 59:04 kemarin. 59:06 Iya. Kemarin kan dia sembuh dari 2021 59:09 2026. Heeh. 59:12 Ee eh 2026 2000 59:15 23 22 bukan bukan 2000 59:20 ee 2016 ya 2016 dia sembuh ya 2021 dia 59:27 datang ya karena tempat saya sembarangan 59:30 kemarin baru datang lagi 59:34 2024 lama banget juga pernah cekim 59:37 skornya bagus ya ee i pas dicek juga ee 59:41 heran juga ya ee yang memeriksa juga 59:43 heran itu diterapi lintah ya dia ya 59:47 dengan herbal terapi lintah dan herbal 59:49 dia nyit lagi karena ya saya bilang ibu 59:53 kalau ibu enggak edukasi makanan masih 59:55 empat sehat lima sembarangan kasih 59:58 namanya barang dibersihin dikasih lagi 1:00:00 sampah coba sampah nih kita kuras nih ya 1:00:04 kita bersihin kita kasih lagi sampah 1:00:07 gimana kasih nyembat lagi nyembat lag 1:00:10 iya Iya. Nah, makanya empat sehat jangan 1:00:13 lima sembarangan. Ya, betul itu. Itu 1:00:16 dia, Ikhwan dan akhwat. Boleh nih dicoba 1:00:18 ikhwan akhwat. Bagi Anda kena vertigo, 1:00:21 jantung berdebar-debar atau sudah pasang 1:00:24 ring tadi seperti bilang atau tensi 1:00:27 tinggi segala macam boleh nih diterapi 1:00:29 lintah tidak ada salahnya ya. Jadi, bagi 1:00:31 Anda yang ingin terapi lintah di 1:00:33 tempatnya Palvian, gampang banget 1:00:35 langsung saja datang ke Rumah Sehat 1:00:37 Indonesia di Jalan Ruyung nomor 7 blok 1:00:41 A20. Mau konsultasi juga boleh di 1:00:44 0813 1:00:47 8326040 1:00:49 0813 1:00:51 8326 1:00:53 2040. Caranya ke sana bagaimana? Buka HP 1:00:57 anda langsung saja search di Google Map 1:01:00 Rumah Sehat Indonesia langsung diarahkan 1:01:03 kemudian Rumah Indonesia Pondok Kelapa 1:01:05 ya karena Indonesia banyak dipakai itu 1:01:08 rumah sehat Indonesia Alvian atau rumah 1:01:10 sehat Alvian pasti keluar deh rumah 1:01:12 sehat Indonesia Jalan Ruyung gitu ya 1:01:14 jalan ruyung atau pondok itu dia Pak 1:01:17 Alvian ada pertanyaan dari Ibu Ina 1:01:19 asalamualaikum warahmatullahi 1:01:21 wabarakatuh waalaikumsalam 1:01:22 warahmatullahi wabarakatuh Pak Alvian 1:01:24 mohon dijelaskan kenapa anak saya kalau 1:01:26 panas demam waktu kecil saya baluri 1:01:29 badannya dan ubun-ubunnya dengan parutan 1:01:32 bawang merah dan alhamdulillah sembuh 1:01:34 ini karena saya mengikuti ibu dan 1:01:37 mbah-mbah saya. Terima kasih. Benar ya? 1:01:40 Benar ya. Atau dengan ee dulu pakai 1:01:44 bangli delingu ya. Bangingo kata orang 1:01:47 untuk ngus setan ya. Padahal bukan ya 1:01:50 kasih baluran Bangle Delingo ya. Nanti 1:01:53 anaknya yang rewel diam ya. Nah, ee 1:01:57 pergi setannya pergi kata orang kan 1:01:59 zaman dulu kan pakai kelik ya. Nah, 1:02:02 ternyata diilmiahkan sekarang ya mungkin 1:02:04 dulu bahasa nenek moyang enggak paham ke 1:02:06 sana ya. Nah, ternyata benar itu Bu 1:02:10 maksudnya ilmiah ya bukan benar benar 1:02:12 itu ya. Nah, Bang Ling itu sedap dan dia 1:02:16 sebagai antibiotik ya dan aromatik. Jadi 1:02:18 dia kalau terhirup akhirnya dia sedatif. 1:02:21 Sedatif itu tenang ya. Nah, di 1:02:24 antibiotik ya. dan menghangatkan yaat. 1:02:27 Kalau dia batuk-batuk dia akan tenang 1:02:30 ya. Sama kayak bawang putih. Bawang 1:02:31 putih itu kan anti demam ya. Iya. 1:02:34 Antiik, antiinlamasi, 1:02:38 anti viral ya. Antibiotiknya kecil ya. 1:02:43 Terus 1:02:45 anti arteriskosis ya untuk penyumbatan 1:02:47 ya. Anti plak ya, anti 1:02:50 hiperlepidemia. Nah, sudah cocok ya. 1:02:52 Bawang putih itu menghangatkan, aromatik 1:02:54 ya. Dia hangat kan enak ya, dia hangat 1:02:56 kepalanya ya. Nah, cuman kita 1:03:00 lihat-lihat bawang putih. Bawang putih. 1:03:03 Bawang putih atau bawang merah? Bawang 1:03:05 putih, bawang merah sama. Oh, sama. Baik 1:03:08 ya. Bawang putih, bawang merah. Orang 1:03:10 pakai minyak ya suka ya. Jadi kakinya 1:03:13 telapak kaki ya diiris-iris tapak kaki 1:03:16 diurapin ke dada, ke kepala ya. Heeh. 1:03:20 Nah, memang kalau demam itu sebenarnya 1:03:22 yang kita kompres itu bukan kepala ya, 1:03:26 karena kita harus lindungi jantungnya 1:03:28 sebenarnya. Karena jantung itu yang 1:03:30 membawa suhu ya. Nah, jantung itu yang 1:03:33 kita kompres sebenarnya ya. Itu supaya 1:03:37 lebih aman ya. Dia tidak panasnya 1:03:39 terlalu up ke atas ya. Itu yang paling 1:03:42 benar sebenarnya ya. He. Nah, 1:03:47 ee tapi kita tetap harus cek ya, tetap 1:03:50 kita cek untuk panas ya. Jangan sampai 1:03:52 dia melewati 39 atau 40 ya. Takutnya 1:03:56 step ya. Makanya kalau dia sudah aman 1:03:59 dengan itu cukup ya. Atau kalau dia suka 1:04:02 pahit bisa juga disambil itu kasih cuman 1:04:04 pahit ya. Atau kunyit aja deh. Kunyit. 1:04:06 Kunyit itu juga meredakan demam ya. Nah, 1:04:09 kunyit enggak enggak pahit. Kalau sambal 1:04:10 itu waduh rasanya kurang enak ya. Iya. 1:04:14 Orang gede, orang dewasa aja belum tentu 1:04:16 doyan Pak 1:04:18 Alvian. Baik, itu cerita dari Ibu Ina. 1:04:22 Bagaimana ibu-ibu kita dulu, mbah-mbah 1:04:24 kita dulu ketika anaknya panas, mereka 1:04:26 lari ke dapur ee cari bawang merah, 1:04:29 bawang putih untuk menurunkan panas kan. 1:04:31 Kalau sekarang enggak, Pak Alvian, 1:04:32 ibu-ibu sekarang anaknya panas. Update 1:04:34 status, Pak Alvian. Iya. Jadi ya kalau 1:04:38 bisa menggunakan obat-obat antidem tuh 1:04:41 ya pas intervensinya memang diperlukan. 1:04:44 ya. Jangan baru dikit langsung dikasih 1:04:47 baru 38 langsung dikasih ya. Nah, paling 1:04:50 intervensi itu 3940 kita lihat ya. Tapi 1:04:54 kita gunakan dulu yang ada di sekitar 1:04:56 kita ya kan. Bawang putih, bawang merah 1:04:57 kan gampang nyarinya ya kan. Atau kunyit 1:05:00 kita rebuskan. Di setiap dapur pasti ada 1:05:03 bawang putih, bawang merah Pak. Pasti 1:05:05 ada ya. Dapur tetangga mungkin juga ada 1:05:08 ya diang ya. Baik terima kasih Pak. Kita 1:05:12 sudah berada di penghujung acara Pak 1:05:15 Alvian karena memang waktunya dibatasi. 1:05:18 Namun sebelum berpisah ee dari Dindin. 1:05:22 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:23 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:05:25 warahmatullahi wabarakatuh. Saya izin 1:05:27 bertanya nih, Pak Alvian. Kalau untuk 1:05:29 alergi kulit obatnya apa? Buat luarnya 1:05:33 atau buat obat herbal diminumnya apa? 1:05:35 Terima kasih, Pak Alvian. Semoga Pak 1:05:37 Alvian dan keluarga sehat-sehat. Amin. 1:05:39 Amin yaabal amin. Jadi alergi itu kita 1:05:42 hindarin pencetusnya dulu ya. Misalnya 1:05:45 dingin atau dia ee kena debu ya. Ini 1:05:49 alergi apa nih? Ee asma atau alergi 1:05:53 kulit? Kulit pertanya kulit tadi. Heeh. 1:05:56 Nah itu kan kita harus sindarin 1:05:58 pencetusnya atau sabun ya. Nah itu juga 1:06:01 harus hindarin pencetusnya dulu. Nah 1:06:03 alergi ya pasti menggunakan 1:06:05 antihistamin. Antihistamin tanaman apa 1:06:08 ya? ada patikan kebu ya, ada daun 1:06:11 ciplukan ya. Nah, itu bisa digunakan ya 1:06:15 itu sebagai anti alergi ya, 1:06:18 antihistamin. Alergi itu 1:06:19 hipersensitivitas tipe 1 ya. Alergi ikan 1:06:23 laut Pak Alvian katanya ya. Makanya 1:06:25 harus diarin kalau sudah ada alergi ya 1:06:28 karena itu pencetusnya ya. Nah, kita 1:06:31 gunakan dengan antihistamin ya. Sama di 1:06:34 medis juga pasti antihistamin ya. Nah, 1:06:36 antihistamin herbal bisa dengan patikan 1:06:39 kedu ya, dengan daun ciplokan, daun 1:06:43 alpukat ya itu bisa ya kalau misalnya 1:06:47 dia 1:06:48 tiba-tiba biduran ya atau utikaria ya, 1:06:52 bentol-bentol misalnya. Nah, itu bisa 1:06:54 juga kita olesin ya untuk mengurangi 1:06:57 bentolnya dengan kita parenin jahe, 1:07:00 kelor ya, kelor, jahe, seri ya itu di 1:07:06 sambil boleh ya dibubukin ya diparem 1:07:09 diparem ya diparem diparem kita olesin 1:07:13 yang utikar yang bentul-betulnya 1:07:14 utikaryanya ya nanti inflamasinya turun 1:07:17 ya inflamasinya turun karena sebagai 1:07:19 antiinlamasi ya anti peradangan walaupun 1:07:22 pencetusnya nya kita dengan oral dengan 1:07:25 minum karena kasus hipersensitivitas 1:07:27 berarti inhibisinya pada alerginya sama 1:07:31 seperti asma ya asma itu rongga 1:07:33 bronkusnya menyempit ya karena dia kena 1:07:36 alergi akhirnya pas dia 1:07:40 nafas ya karena rongga bronkusnya 1:07:42 menyempit ya nah kita harus atasin dulu 1:07:45 si alerginya nah baru efek-efek lain 1:07:48 misalnya untuk pelega pernapasannya kita 1:07:50 gunakan biji adas ya untuk ekspektor 1:07:52 ornya ya supaya nafasnya lega ya. Nah, 1:07:55 itu atau dengan jintan hitam ya bisa 1:07:58 juga ya gitu. Oke, Masus. Oke. Baik, 1:08:03 terima kasih. Demikian untuk Bapak 1:08:05 Dindin. Semoga terjawab. jawab. Sekali 1:08:07 lagi ikhwan dan akhwat, kami 1:08:09 informasikan kepada Anda bahwa ee Anda 1:08:12 yang ingin ee berkonsultasi dengan 1:08:14 Palvian, hubungi saja beliau di 1:08:17 0813 1:08:20 832620400 1:08:22 0813 83262040. 1:08:26 Rumah Sehat Indonesia di Jalan Ruyung 1:08:31 nomor 7 Blok A20 Pondok Kelapa, 1:08:35 Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta 1:08:38 Timur. Bagi Anda ingin hadir ke sana 1:08:40 atau ingin konsultasi, langsung saja 1:08:42 searching di Google Maps. Insyaallah 1:08:44 langsung diarahkan ke sana. Kita tutup 1:08:46 Pak Alvian dengan closing statement. 1:08:49 Baik. Ee terima kasih Mas Agus. Jadi 1:08:52 kita tadi bahas tentang ee jamu ya. Jamu 1:08:55 itu bagaimana perkembangan jamu ya? Jamu 1:08:59 itu aman ya asal kita tahu ee 1:09:04 formulasinya, komposisinya ya, tidak 1:09:07 dicampur dengan bahan kimia obat ya. 1:09:11 Nah, herbal itu kenapa aman ya? Karena 1:09:14 melalui uji juga ya. Uji ada preklinik, 1:09:17 ada klinik ya, ada uji toksisitas 1:09:20 sebelum dia melakukan uji klinik ya. Ada 1:09:23 toksisitas jangka pendek. jangka 1:09:25 panjang, jangka menengah. Jadi herbal 1:09:27 itu aman ya. Nah, herbal itu ada 1:09:30 interaksinya ya. Bisa herbal itu dengan 1:09:32 interaksi obat. Misalnya orang ee makan 1:09:35 obat pengencer. Nah, kita juga harus 1:09:37 hati-hati menggunakan bawang putih 1:09:39 karena efeknya pengencer sama pengencer 1:09:41 ya. Atau tadi herbal dengan herbal. 1:09:44 Misalnya tadi satu orang penginnya 1:09:46 tensinya turun ee sedangkan tensi yang 1:09:49 satu orang tadi turunnya e apa tingginya 1:09:52 ee enggak terlalu tinggi ya. dia gunakan 1:09:54 kombinasi bawang putih, seledri, sambil 1:09:57 utuh, kunyit dia langsung drop dia. Nah, 1:09:59 harus kita tahu tentang farmakologi 1:10:03 herbal, mekanisme kerja tanaman obat. 1:10:06 Nah, itu harus belajar pada ee herbalis 1:10:10 atau mengikuti kuliah ya atau mengikuti 1:10:14 dosen yang paham dengan herbal. Ya, 1:10:17 kebetulan karena saya ngajar ya, saya 1:10:20 ngajar di dua tempat ya, tentang 1:10:22 farmakologi herbal. Jadi saya paham 1:10:24 tentang herbal dan saya praktisi 14 1:10:27 tahun ya dan saya sering loncat-loncat 1:10:30 kuliahnya. Jadi paham tentang muskolus 1:10:33 skeletal ya, tentang tradisional Chin 1:10:36 medicine. Saya sekolah sampai ke Cina 1:10:38 untuk belajar ilmunya langsung dari sana 1:10:40 ya. Jadi ee herbal itu aman ya. Intinya 1:10:44 herbal itu aman. asal tadi ya ee dengan 1:10:48 herbalis yang memang paham dengan ee uji 1:10:52 ee BPOM ya ee bahan bakunya jelas ya 1:10:58 terus segelnya masih segel kalau ee 1:11:00 bahan jadi produk jadi ya terus higien 1:11:03 dan sanitasi mungkin itu saja Mas Agus 1:11:07 yang bisa saya sampaikan baik terima 1:11:10 kasih banyak Pak Alvian sehat-sehat 1:11:11 selalu buat Pak Alvian dan juga 1:11:14 pendengar radio silaturahim di mana pun 1:11:16 Anda berada. Akhirul kalam, kami yang 1:11:19 bertugas di siang hari ini dalam program 1:11:21 kesehatan Islami mohon undur diri. Ada 1:11:24 Bang Ondi di Switcher Rasil TV, kemudian 1:11:27 ada Kang Fajar di operator radio serta 1:11:30 Mang Dindin di belakang meja yang 1:11:34 lainnya. Akhir kalam kami mohon indur 1:11:36 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:11:38 Wasalamualaikum warahmatullah 1:11:40 warahmatullahi wabarakatuh.