oleh

Tajuk Rasil “Daftar Panjang Teror Rasialis Kulit Putih”

-Tajuk-224 DIBACA

“Tajuk Rasil”
Selasa, 16 Syawal 1443 H/ 17 Mei 2022

Daftar Panjang Teror Rasialis Kulit Putih

Kembali terulang dan terus terjadi aksi teror yang menelan banyak korban tak berdaya di Amerika Serikat. Kali ini penembakan brutal terjadi di supermarket kota Buffalo, New York, Amerika Serikat. Pelakunya seorang pemuda berusia 18 tahun. Akibatnya, 10 orang meninggal dunia dalam aksi tersebut. Pihak berwenang menyatakan bahwa aksi ini bermotif rasial. Terlebih, penembakan dilakukan di lingkungan kulit hitam negara bagian New York.

Dikutip dari BBC.com, pelaku bernama Payton Gendron. Seorang remaja kulit putih, melakukan penembakan di Tops Friendly Market di lingkungan komunitas Afrika-Amerika. Beberapa jam setelah penembakan, Gendron didakwa di pengadilan negara bagian atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama, dengan hukuman maksimum penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Pejabat setempat menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Payton Gendron adalah kejahatan yang memiliki motif kebencian kepada ras tertentu. Dalam sebuah pernyataan, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan “Kejahatan kebencian bermotif rasial sangat menjijikkan bagi tatanan bangsa ini. Kita harus melakukan segalanya dengan kekuatan kita untuk mengakhiri terorisme domestik yang dipicu kebencian.”

Kejahatan bermotif kebencian di Amerika Serikat mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Pada tahun 2020 saja, lebih dari 10.000 orang melaporkan pelanggaran yang berkaitan dengan ras, jenis kelamin, seksualitas, agama, atau disabilitas mereka. Kejahatan terhadap orang Asia dan kulit hitam Amerika khususnya, melonjak di tahun itu. Serangan hari Sabtu lalu di Buffalo dianggap sebagai penembakan massal terburuk sejauh ini di Amerika Serikat pada tahun 2022, dan juga akan semakin mengobarkan pertempuran politik sengit tentang kontrol senjata.

Dikutip dari Republika.co.id, ada daftar panjang teror rasialis kulit putih dalam satu dekade terakhir yang menandai kebangkitan gerakan supremasi kulit putih di seantero negara-negara dengan mayoritas kaukasoid. Para pelaku bertingkah berlandaskan teori konspirasi bahwa ras kulit putih Eropa yang mereka anggap paling mulia di muka Bumi tengah terancam keberadaannya. Berikut daftar panjang kekejian para teroris supremasi kulit putih yang mengemuka sejak 2010.

Pembantaian di Utøya Pada 22 Juli 2012. Seorang penganut paham supremasi kulit putih dan ekstremis sayap kanan, Anders Behring Breivik menyerbu perkemahan pemuda di Utøya, Norwegia, serta menyebar sejumlah bom di Oslo. Brevik menembak mati 67 remaja dan membunuh 8 lainnya dengan bom sebagai bagian kampanye antiimigran yang ia lancarkan.

Penembakan jemaat Gereja Charleston pada 17 Juni 2015. Dylann Roof menembak mati sembilan warga Afrika-Amerika di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat. Dylann Roof diketahui menuliskan manifesto soal kejayaan kulit putih Eropa sebelum melakukan penembakan. Ia juga menyimpan Bendera Konfederasi yang sejak lama punya konotasi dengan perbudakan kulit hitam di Amerika Serikat.

Penembakan Masjid di Quebec pada 29 Januari 2017. Seorang teoris supremasi kulit-putih dan nasionalis sayap kanan, Alexandre Bissonnette, melakukan penembakan saat jamaah sedang bersembahyang di Islamic Cultural Center di Quebec, Kanada. Sebanyak enam jamaah gugur dalam serangan itu dan 19 lainnya terluka.

Penembakan Sinagog Pittsburg pada 27 Oktober 2018. Robert Gregory Bowers melakukan penembakan masal di sinagog di Squirrel Hill, Pittsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Bowers diketahui kerap mengunggah komentar-komentar antisemitisme. Sebelas warga Yahudi dibunuh dalam kejadian itu dan enam lainnya terluka.

Penembakan jamaah Masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019. Seorang teroris sayap kanan, Brenton Harrison Tarrant merekam dan menyiarkan secara langsung aksinya melakukan penembakan di Masjid an-Noor di Christchurch, Selandia Baru yang berlanjut ke Lindwood Islamic Center. Tarrant membunuh 51 Muslim dan melukai 40 lainnya. Manifesto yang ditulis Tarrant menunjukkan pengaruh neo-Nazi dan antiimigran serta anti-Islam.

Pembantaian El Paso pada 3 Agustus 2019. Serangan teroris sayap kanan terjadi di sebuah toko Wallmart di El Paso, Texas, Amerika Serikat. Sebanyak 23 orang meninggal dalam penembakan tersebut, kebanyakan merupakan warga Latin-Amerika. Pelakunya dalah Patrick Wood Crusius. Ia menyebut penembakan Muslim di Christchurch di atas sebagai inspirasi.

Penembakan Spa di Atlanta pada 16 Maret 2021, sebanyak delapan orang ditembak mati di tiga tempat spa di Atlanta Georgia, Amerika Serikat. Enam diantaranya adalah warga keturunan Asia. Robert Aaron Long, sang pelaku, mengaitkan kencaduan seksual yang dituduhkan pada para pekerja sala Asia itu bertentangan dengan ajaran Kristen yang ia anut sebagai alasan pembunuhan. Pemerintah AS kemudian mengategorikan pembunuhan itu merupakan kejahatan berdasarkan kebencian rasial.

Teranyar di tahun ini adalah penembakan di Buffalo, New York. Sang pelaku menuliskan manifesto pro supremasi kulit putih dan menyatakan penembakan Muslim di Christchurch sebagai inspirasi. Ia juga menyiarkan aksinya melalui Media sosial dan platform streaming Twitch.

Wallahu a’lam bish shawab

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed