Jakarta, Rasilnews — Tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan relawan kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla menuai kecaman luas dari berbagai negara dunia. Insiden yang terjadi di perairan internasional dekat Siprus itu dinilai sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak-hak kemanusiaan.
Koalisi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) melaporkan, armada yang terdiri dari 54 kapal tersebut membawa 428 relawan dari 40 negara dalam misi pengiriman bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang masih diblokade Israel.
Menurut laporan GPCI, para relawan mengalami tindakan kekerasan selama proses penahanan. Mereka disebut mengalami pemukulan hingga ditembak dengan peluru karet oleh pasukan Israel.
Sorotan dunia internasional semakin menguat setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan sejumlah relawan dalam kondisi tangan terikat dan dipaksa berlutut. Dalam video tersebut, Ben-Gvir tampak mengibarkan bendera Israel sambil melontarkan pernyataan bernada provokatif.
Sembilan negara, yakni Indonesia, Turki, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, secara resmi mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam tindakan Israel terhadap Armada Sumud Global.
Dalam pernyataan itu, para menteri luar negeri menilai penahanan terhadap aktivis sipil dan penyerangan terhadap kapal kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Kecaman serupa juga datang dari sejumlah negara Eropa seperti Italia, Inggris, Prancis, Belanda, Portugal, Kanada, dan Irlandia. Beberapa negara bahkan memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan resmi terkait insiden tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut memberikan tanggapan atas meningkatnya tekanan internasional. Meski tetap membela kebijakan blokade Gaza, Netanyahu mengkritik cara penanganan para relawan oleh Ben-Gvir dan meminta agar para aktivis segera dideportasi.
Di tengah situasi tersebut, Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan itu telah dibebaskan.
“Sembilan WNI yang ditangkap militer Israel saat misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini sedang dalam perjalanan dari Israel ke Istanbul, Turki,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Kamis (21/5).
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Turki yang turut membantu proses pemulangan para relawan.
Global Sumud Flotilla merupakan gerakan sipil internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menyerukan pembukaan akses bantuan ke Gaza. Blokade yang berlangsung selama bertahun-tahun disebut telah memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut, termasuk kekurangan makanan, obat-obatan, dan air bersih bagi jutaan warga sipil.
BBM ini akan disiarkan langsung di Rasil 720 AM dan akan disiarkan ke beberapa radio di daerah, seperti di Batam, Palembang, Yogyakarta, Sukabumi, Banyuwangi, Pontianak dan lainnya.
Pendengar juga dapat mendengarkan secara online melalui live streaming radio silaturahim.com.
Pendengar setia Rasil yang ingin berinteraksi dengan narasumber dapat menghubungi host Rasil di nomor WhatsApp 08111999720.