ITERA dan YMPN Jalin Kerja Sama Pengembangan Masjid Pantai Bali Berbasis Sains dan Pariwisata

Jembrana, Rasilnews — Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dalam pengembangan kawasan Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.

Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan bidang sains, teknologi, pendidikan, budaya, lingkungan, dan pariwisata berbasis masyarakat multikultur serta nilai-nilai spiritual.

Rektor Institut Teknologi Sumatera, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, Ph.D hadir langsung meninjau kawasan Masjid Pantai Bali bersama Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Prof. Ir. Muhammad Syahril Badri Kusuma, Ph.D sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat berbasis kawasan pesisir.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nyoman mengungkapkan bahwa ITERA sebelumnya juga telah mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Cupel melalui kolaborasi bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat Kepakaran ITB (DPMK-ITB). Program tersebut bertujuan membantu penanganan abrasi di kawasan Masjid Pantai Bali.

“Kawasan pesisir seperti Desa Cupel membutuhkan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah. Karena itu ITERA telah mengirimkan mahasiswa KKN untuk ikut membantu penguatan pemberdayaan masyarakat pesisir dan bersama DPMK-ITB membantu penanganan abrasi di Cupel, Jembrana,” ujar Prof. Nyoman.

Menurutnya, kerja sama antara ITERA dan YMPN diharapkan menjadi model pengembangan kawasan berbasis sains dan kemanusiaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara, Firmansyah Dimmy, menyampaikan bahwa Masjid Pantai Bali diharapkan menjadi pusat peradaban pluralitas baru yang menghadirkan harmoni antara spiritualitas, sains, lingkungan, dan budaya lokal.

“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, inovasi teknologi, dan pengembangan wisata berbasis nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Dalam ruang lingkup kerja sama tersebut, ITERA dan YMPN akan mengembangkan berbagai program strategis, di antaranya riset dan pengembangan teknologi tepat guna kawasan pesisir, Smart Masjid dan digitalisasi layanan masyarakat, program pendidikan, workshop, seminar, serta KKN mahasiswa.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan seni budaya dan festival Islami, pemberdayaan masyarakat pesisir, penanganan lingkungan dan abrasi kawasan pantai, pengembangan wisata religi dan smart tourism, hingga inkubasi ekonomi kreatif serta branding kawasan.

Kehadiran Prof. Nyoman Pugeg Aryantha dan Prof. Syahril Badri Kusuma dinilai menjadi simbol dukungan dunia akademik terhadap pengembangan Masjid Pantai Bali sebagai kawasan kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan media.

Kawasan Masjid Pantai Bali yang kini mulai berkembang menjadi destinasi wisata religi dan pusat manasik haji, ke depan diharapkan mampu menjadi pusat edukasi lingkungan pesisir, pengembangan UMKM, hingga laboratorium sosial berbasis masyarakat pesisir.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi nasional dalam membangun kawasan religius yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar pada keharmonisan, spiritualitas, dan kearifan lokal Nusantara.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *